• Tidak ada hasil yang ditemukan

= koefisien regresi

= variabel bebas (independent)

Koefisien-koefisien

a

o

,...,a

kdapat dihitung dengan menggunakan persamaan: ) ( ... ... ... ) ( ... ) ( ... 2 2 1 1 2 2 2 2 2 1 1 2 2 1 2 1 2 2 1 1 1 1 2 2 1 1 1 + + + + = + + + + = + + + + = + + + + = ki k ki i ki i ki o i ki ki i k i i i i o i i ki i k i i i i o i i ki k i i o X a X X a X X a X a Y X X X a X a X X a X a Y X X X a X X a X a X a Y X X a X a X a n a Y

Dimana koefisien regresi linier berganda dari variable – variable

f ^ Zg

Diperoleh nilai koefisien determinasi sebesar 0,96, hal ini berarti 96%

jumlah tenaga kerja dapat dijelaskan oleh variable jumlah perusahaan, biaya input,

dan nilai tambah berdasarkan hasil pasar dengan persamaan regresi " h =WXY*Z[[ ZZ*Z\X] ^*[W\] = ^*^XJ] "sedangkan sisanya dijelaskan oleh faktor lain.

Dan untuk koefisien korelasi ganda adalah:

? e? f e^ ZYg f ^ Z[

Dari perhitungan di atas diperoleh korelasi antar variabel Jumlah Perusahaan, Biaya Input, dan Nilai Tambah Berdasarkan Hasil Pasar terhadap Jumlah Tenaga Kerja sebesar 0,98 angka korelasi tersebut membuktikan bahwa ada hubungan antara variabel independent dan ketiga variabel dependent dengan arah positif.

Analisis Korelasi adalah alat yang dapat digunakan untuk menghitung

adanya derajat hubungan linier antara satu variabel dengan variabel lain.

Hubungan antara variabel ini dapat berupa hubungan yang kebetulan belaka,

tetapi dapat juga merupakan hubungan sebab akibat.

Untuk mencari korelasi antara variabel Y dan X dapat dirumuskan sebagai berikut:

@ ABCDC.- ABC/- DC/

,E ACF.- AB/FGE DCF.- DB/FG (2.12)

Untuk menghitung korelasi antara variabel tak bebas dengan tiga buah

variabel bebas masing-masing adalah:

7. Koefisien korelasi antara Y dan X1 @H ABCDC.- ABC/- DC/

,E ABCF.- ABC/FGE DCF.- DC/FG

(2.13)

8. Koefisien korelasi antara Y dan X1 @H AFCDC.- AFC/- DC/

,E AFCF.- AFC/FGE DCF.- DC/FG (2.14)

9. Koefisien korelasi antara Y dan X3 @H AICDC.- AIC/- DC/

,E AICF.- AIC/FGE DCF.- DC/FG (2.15)

Sedangkan untuk menghitung korelasi variabel bebas masing-masing

@ ABCAFC.- ABC/- AFC/

,E ABCF.- ABC/FGE AFCF.- AFC/FG (2.16)

8. Koefisien korelasi antara X1 dan X3 @ ABCAIC.- ABC/- AIC/

,E ABCF.- ABC/FGE AICF.- AIC/FG (2.17)

9. Koefisien korelasi antara X2 dan X3 @ AFCAIC.- AFC/- AIC/

,E AFCF.- AFC/FGE AICF.- AIC/FG" (2.18)

Dua variabel dikatakan berkorelasi apabila perubahan pada suatu variabel

akan diikuti oleh perubahan variabel lain, baik dengan arah yang sama maupun

dengan arah yang berlawanan. Hubungan antara variabel dapat dikelompokkan

menjadi tiga jenis hubungan sebagai berikut:

7. Korelasi Postif

Terjadinya korelasi positif apabila perubahan pada variabel yang satu

diikuti dengan perubahan variabel yang lain dengan arah yang sama atau

berbanding lurus. Artinya, apabila variabel yang satu meningkat, maka

akan diikuti dengan peningkatan variabel yang lain.

8. Korelasi Negatif

Korelasi negatif terjadi apabila perubahan pada variabel yang satu diikuti

dengan variabel yang lain dengan arah yang berlawanan atau berbanding

terbalik. Artinya, apabila variabel yang satu meningkat, maka akan

diikuti dengan penurunan pada variabel yang lain dan sebaliknya.

9. Korelasi Nihil

Korelasi nihil terjadi apabila perubahan pada variabel yang satu diikuti

pada perubahan variabel yang lain dengan arah yang tidak teratur (acak).

Koefisien korelasi nihil adalah =J 2 @ 2 J* Jika dua variabel berkorelasi negatif maka nilai koefisien korelasi akan mendekati -1. Jika dua variabel tidak

berkorelasi akan mendekati 0, sedangkan jika dua variabel berkorelasi positif

maka koefisien korelasi akan mendekati +1.

Dari table 4.3 diperoleh harga-harga sebagai berikut:

= 145416 = 24720955 = 987 = 1715492768,87 " = 81910,94 = 651169378 = 35153,62 = 166585 = 10167450,62 = 877669778,81 = 3908549,79 = 178172017,50 = 332133445,73 Dengan persamaan: !"""""" # ! ! ! ! ! ! ! ! ! ! ! ! ! ! ! ! ! ! ! ! ! ! ! ! ! ! ! !

145416 = 33b0 + 987b1 + 81910,94b2 + 35153,62b3 24720955 = 987b0 + 166585 b1 + 10167450,62b2 + 3908549,79b3 1715492768,87 = 81910,94b0+ 10167450,62b1 + 3908549,79b2 + 332133445,73b3 651169378 = 35153,62b0 + 3908549,79b1 + 332133445,73b2 + 178172017,50b3

Setelah persamaan disubstitusikan, diperoleh harga-harga sebagai berikut:

b0 = -725,988

b1 = 99,932

b2 = 0,873

b3 = -0,021

Dengan demikian persamaan regresi linier yang didapat atas X1, X2, dan

X3 adalah:

-725,988 99,932 ^ [W\ -0,021

4.2 Standar Error Estimasi

Untuk menghitung kekeliruan baku taksiran Sy,123 diperlukan harga-harga yang

diperoleh dari persamaan regresi di atas untuk tiap harga X1, X2, dan X3 yang

diketahui.

BAB 5

IMPLEMENTASI SISTEM

5.1 Pengertian Implementasi Sistem

Implementasi sistem adalah prosedur yang dilakukan untuk menyelesaikan desain

yang ada dalam dokumen desain sistem, yang disetujui dan menguji, menginstal,

memulai, serta menggunakan sistem yang baru atau sistem yang diperbaiki.

Tahapan implementasi sistem merupakn tahapan-tahapan penerapan hasil desain

tertulis ke dalam programming. Dalam pengolahan data dalam hal ini digunakan software SPSS 17.0 for windows sebagai implementasi sistem sistem dalam memperoleh hasil perhitungan.

5.2 Mengenal Program SPSS

SPSS merupakan program untuk olah data statistik yang paling populer dan paling

banyak pemakaianya di seluruh dunia dan banyak digunakan oleh para peneliti

untuk bebagai keperluan seperti riset pasar, menyelesaikan tugas penelitian seperti

skripsi, tesis, disertasi dan sebagainya. Awalnya, SPSS merupakan singkatan dari

Statistical Package For The Social Science karena program ini mula-mula dipakai untuk meneliti ilmu-ilmu social. Namun, seiring perkembangannya dari waktu ke

kepanjangan SPSS adalah Statistical Product and Service Solution. SPSS pertama kali di buat pada tahun 1968 oleh tiga orang mahasiswa dari Stanford University.

5.3 Mengaktifkan Program SPSS

Langkah-langkah untuk mengaktifkan program SPSS:

1. Klik tombol Start pada jendela windows.

2. Klik All Programs, pilih menu SPSS Inc > Statistics 17.0, maka akan ditampilkan dalam bentuk sebagai berikut:

Gambar 5.1 Tampilan Saat Membuka SPSS pada Windows

3. Tampilan awal pada SPSS:

Gambar 5.2 Tampilan Awal SPSS

5.4 Mengoperasikan SPSS

Tampilan pada SPSS yang telah aktif dilanjutkan dengan membuat data baru,

dengan cara:

1. Pilih menu File 2. Pilih New

3. Ketika muncul jendela editor, klik Variabel View yang terletak di sebelah kiri bawah jendela editor. Lalu lakukan langkah sebagai berikut:

a. Name : digunakan untuk memberikan nama variabel b. Type : digunakan untuk menentukan tipe data

d. Decimals : digunakan untuk memeberikan nilai desimal atau angka dibelakang koma

e. Label : digunakan untuk memberi nama variabel

f. Value : digunakan untuk memeberikan value atau nilai data nominal atau ordinal

g. Missing : digunakan untuk menentukan data yang hilang

h. Align : digunakan untuk menentukan rata kanan, kiri, atau tengah i. Measure : digunakan untuk menentukan tipe atau ukuran data, yaitu

nominal, ordinal, atau skala.

5.5 Pemasukan Data

Langkah-langkah analisis dengan SPSS adalah sebagai berikut:

1. Bukalah program SPSS

2. Klik menu file pada SPSS data editor, kemudian klik data

Gambar 5.3 Memasukkan Data ke SPSS

3. Pada kotak dialog data pilih excel(*xls,*xlsx,*xlsm) pada menu file of tifes.

Gambar 5.4 Mengimport Data dari Ms. Excel

Gambar 5.5 Tampilan Memasukkan Data pada Ms. Excel

5. Maka akan muncul tampilan SPSS dengan data dari excel.

Gambar 5.6 Tampilan Data yang Telah di Import dari Ms. Excel

5.6 Analisis Regresi dan Korelasi Dengan SPSS

Adapun langkah-langkah analisis regresi dalam SPSS adalah sebagai berikut:

1. Pilih menu Analyze > Regression > Linear. Akan tampak tampilan seperti gambar di bawah ini:

Gambar 5.7 Tampilan pada jendela editor Regression

2. Setelah itu akan muncul kotak dialog. Masukkan variable terikat Jumlah

Tenaga Kerja (Y) pada kotak Dependent, sedangkan variable bebas Jumlah Perusahaan (X1), Biaya Input (X2), dan Nilai Tambah (X3) pada kotak

Independent (s). masukkan variable Wilayah pada Case Labels.

Gambar 5.8 Kotak Dialog Linier Regression

3. Isi kolom Method dengan perintah Enter

4. Klik Option: pada pilihan Stepping Method Criteria masukkan angka 0,05 pada kolom Entry

Gambar 5.9 Kotak Dialog Linear Regression: Options

5. Cek Include Constant In Equation

6. Pada pilihan Missing Value cek Exclude Cases Listwise 7. Tekan Continue

8. Pilih Statistics: pada bagian Regression Coefficients pilih Estimates Model Fit, Descriptive. Pada pilihan Residuals, pilih Durbin Watson.

Gambar 5.10 Kotak Dialog Linier Regression: Statistics

9. Tekan Continue 10. Klik OK untuk proses

5.7 Output Program SPSS

Gambar 5.11 Output Hasil Korelasi

Gambar 5.14 Output Hasil Anova

Gambar 5.15 Hasil Koefisien dari Regresi

BAB 6 PENUTUP

6.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan, maka dapat diambil beberapa

kesimpulan diantaranya:

1. Dari perhitungan diperoleh bahwa persamaan penduga dari Jumlah Tenga

Kerja, untuk banyaknya Jumlah Perusahaan, Biaya Input, dan Nilai

Tambah adalah:

=a c* d`` dd* d i * `a i = * i

2. Melalui uji keberartian regresi dengan taraf nyata -j ^ ^Y/

disimpulkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima. Hal ini berarti bahwa

persamaan regresi linier ganda Y atas X1, X2, dan X3 bersifat tidak nyata

atau Jumlah Perusahaan, Biaya Input, dan Nilai Tambah tidak

mempengaruhi banyaknya Jumlah Tenaga Kerja yang diperoleh pada

tahun 2011 di Provinsi Sumatera Utara.

3. Korelasi antara Jumlah Perusahaan, Biaya Input, dan Nilai Tambah

Berdasarkan Hasil Pasar terhadap Jumlah Tenaga Kerja sebesar 0,98.

Angka korelasi tersebut membuktikan bahwa hubungan antara variable

independent dan ketiga variable dependent memiliki korelasi yang kuat

1.` Variabel X1 mempengaruhi terhadap variabel Y, sehingga dengan kata

lain terdapat korelasi terhadap variabel Y;

2. Variabel X2 mempengaruhi terhadap variabel Y, sehingga dengan kata

lain terdapat korelasi terhadap variabel Y;

3. Variabel X3 mempengaruhi terhadap variabel Y, sehingga dengan kata

lain terdapat korelasi terhadap variabel Y.

6.2 Saran

Dari analisis dan kesimpulan yang telah di dapat, ada beberapa saran penulis dapat

berikan, yang mungkin bias membantu masyarakat maupun pemerintah dalam

mengembangkan angka pertumbuhan ekonomi dalam industry di Provinsi

Sumatera Utara adalah sebagai berikut:

1. Perindutrian merupakan salah faktor yang mempengaruhi meningkatnya

jumlah tenaga kerja di Sumatera Utara, maka pemerintah dan prusahaan

industry harus memperhatikan jumlah tenaga kerjanya dalam bentuk

menambah biaya pendapatan untuk tenaga kerja. Agar, nilai tambah

berdasarkan hasil pasar meningkat untuk menjsejahterakan industry tersebut

dan banyaknya jumlah tenaga kerja yang bekerja di industri tersebut.

Dokumen terkait