• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perancangan media pendukung kampanye heal our music

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Perancangan media pendukung kampanye heal our music"

Copied!
57
0
0

Teks penuh

(1)

Laporan Pengantar Tugas Akhir

PERANCANGAN MEDIA PENDUKUNG KAMPANYE

HEAL OUR MUSIC

DK 38315/Tugas Akhir Semester I 2011/2012

Oleh :

Endry Isnindya Pratama NIM :

51907149 Program Studi

Desain Komunikasi Visual

FAKULTAS DESAIN

UNIVERSITAS KOMPUTER INDONESIA

BANDUNG

(2)
(3)

i

KATA PENGANTAR

Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan anugerah sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan tugas akhir ini. Dengan judul “Perancangan Media Pendukung Kampanye Heal Our Music. Selama penyelesaian laporan tugas akhir ini, penulis banyak menerima bantuan dan dorongan moril dari berbagai pihak. Oleh karena itu, pada kesempatan ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih kepada:

1. Gema Arifrahara, S.Sn selaku Dosen dan Pembimbing laporan tugas akhir.

2. Seluruh staf pengajar dan sekretariat program studi Desain Komunikasi Visual Universitas Komputer Indonesia.

3. Orang tua dan keluarga besar donothingcrue, atas doa dan semangat dalam penyelesaian laporan tugas akhir ini.

Akhir kata, saran dan arahan sangat penulis harapkan demi perbaikan kedepannya. Penulis mengharapkan agar laporan tugas akhir ini bisa bermanfaat bagi pihak-pihak yang membutuhkan.

Bandung, 24 Februari 2012

(4)

ii DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ...i

DAFTAR ISI ...ii

DAFTAR GAMBAR ...vi

DAFTAR TABEL ...vii

BAB I : PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah ... 1

1.2. Identifikasi Masalah ... 3

1.3. Fokus Permasalahan ... ... 3

1.4. Tujuan Perancangan ... ... 3

BAB II : KAMPANYE MELALUI PROGRAM MUSIK ”FANATIK” 2.1. Kampanye ... ... 4

2.1.1. Pengertian Kampanye... ... 4

2.1.2. Kampanye ”Heal Our Music” ... ... 4

2.1.3. Tujuan Kampanye ... ... 5

2.1.4. Jenis - Jenis Kampanye... ... 6

2.1.4.1. Product – Oriented Campaigns ... 6

2.1.4.2. Candidate – Oriented Campaigns ... 6

2.1.4.3. Ideologically Or Cause Oriented Camapigns .... 7

(5)

iii

2.2. Pembajakan Musik ... ... 8

2.2.1. Pengertian Pembajakan Musik ... ... 8

2.2.2. Dampak Buruk Pembajakan Musik ... ... 8

2.3. Hak Cipta ... ... 9

2.3.1. Pengertian Hak Cipta ... 9

2.3.2. Pengertian Pencipta ... 9

2.3.3. Pengertian Ciptaan ... 10

2.3.4. Pengertian Pemegang Hak Cipta ... 10

2.4. Sejarah Industri Musik Indonesia ... 10

2.5. Musik Digital ... 11

2.5.1. Pengertian Musik Digital ... 11

2.5.2. Keunggulan Dan Kekurangan Musik Digital ... 12

2.6. Sejarah Singkat Jenis Musik Pop Dan Musik Rock ... 13

2.6.1. Musik Pop ... 13

2.6.2. Musik Rock ... 14

2.7. Aternatif Pendapatan Industri Musik ... 15

2.7.1. RBT (Ring Back Tone) ... 15

2.7.1.1. Pembagian Pendapatan (Share) RBT ... 15

2.7.2. Program Musik ”Fanatik” Kompas TV ... 16

2.8. Penyelenggara Acara Musik ”Fanatik” ... 18

2.8.1. Profil Kompas TV ... 18

(6)

iv BAB III : STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL

3.1. Strategi Perancangan ... ... 19

3.1.1. Pendekatan Komunikasi (Verbal)... ... 20

3.1.2. Pendekatan Komunikasi (Visual) ... ... 20

3.1.3. Target Audiens... 21

3.1.4. Analisis 5W 1 H + E ... 21

3.1.5. Tujuan Perancangan ... 25

3.2. Strategi Kreatif ... 25

3.2.1. Perhatian ... 25

3.2.2. Minat ... 26

3.2.3. Keinginan ... 26

3.2.4. Rasa Yakin ... 27

3.2.5. Tindakan ... 27

3.3. Konsep Logo Kampanye ... 29

3.4. Konsep Logo Acara ... 30

3.5. Tahapan Kampanye ... 31

3.5.1. Tahap Pengenalan ... 31

3.5.2. Tahap Pengajakan ... 31

3.5.3. Tahap Pengingatan ... 32

3.6. Strategi Media yang Digunakan (Public Relation) ... 32

3.6.1. Pengertian Umum ... 32

3.6.2. Tujuan Public Relation ... 32

(7)

v

3.6.4. Media Pendukung ... 33

3.7. Konsep Visual ... 35

3.7.1. Format Desain ... 36

3.7.2. Tata Letak ... 36

3.7.3. Tipografi ... 36

3.7.4. Warna ... 38

3.7.5. Ilustrasi ... 39

3.8. Strategi Distribusi ... 40

BAB IV : TEKNIS PRODUKSI MEDIA 4.1. Iklan Internet (banner flash) ... 41

4.2. Kaos ... 44

4.3. Flyer ... 45

4.4. Poster ... 46

4.5. Stiker ... 47

4.6. X-Banner ... 48

4.7. Backdrop ... 49 DAFTAR PUSTAKA

(8)

DAFTAR PUSTAKA

Sumber buku:

Rustan, S. (2009). Layout. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Rustan, S. (2011). Font& Tipografi. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama. Venus, A. (2009). Manajemen kampanye: Panduan teoritis dan praktis dalam mengefektifkan kampanye komunikasi. Bandung: Simbiosa Rekatama Media.

Sumber situs:

Ayu Lestari D. 2011 (7 September). Acara musik baru. Tersedia di:

http://entertainment.kompas.com/read/2011/09/07/15370581/.Fanatik.Puask an.Artis.Musik.Penggemar.dan.Pemirsa

Dewa Broto G. 2011 (27 Juli). Sosialisasi perlindungan dan apresiasi karya cipta seni musik di dunia maya.

Tersedia di: http://healourmusic.org/2011/07/sosialisasi-perlindungan-dan-apresiasi-karya-cipta-seni-musik-di-dunia-maya/#more-347

Purnawanty Jasfin J. 2004 (27 November). Tak menjamin bebas barang bajakan.

Tersedia di: http://www.haki.lipi.go.id/utama.cgi?artikel&1101524369&3 Yudhistira I. 2011 (9 September). Profil perusahaan.

(9)

1

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah

Musik merupakan salah satu hiburan yang sudah menjadi kebutuhan masyarakat pada umumnya. Musik meliputi berbagai jenis aliran yang ada dengan para penikmatnya dimulai dari anak-anak sampai orang dewasa.

Musik merupakan bahasa universal dan merupakan salah satu media untuk mengekspresikan diri. Hampir semua kehidupan manusia tidak bisa lepas dari musik. Perkembangan musik di Indonesia sudah sangat berkembang pesat, hal ini dapat dilihat dari semakin banyaknya pendatang baru di dunia musik Indonesia baik dari perorangan maupun grup.

Hal ini diikuti dengan perkembangan teknologi yang semakin berkembang pesat pula, seperti teknologi penggandaan file dalam hal ini yaitu pembajakan musik. Fenomena pembajakan musik seperti ini jelas sangat merugikan bagi industri musik karena pendapatan mereka menjadi berkurang karena adanya pembajakan.

(10)

2

hanya 10% kaset dan CD orsinil yang beredar di pasaran, sementara 90% adalah bajakan.

Industri musik fisik perlahan-lahan tergantikan dengan munculnya era musik digital seperti MP3, RBT, dan sebagainya. Munculnya era baru ini turut membawa harapan bagi industri musik Indonesia. Era digital telah menjadi penyelamat dikala CD dan kaset mengalami penurunan yang begitu drastis akibat pembajakan yang semakin tidak terkendali.

Hal ini membuat para pecinta musik yang peduli untuk “menyembuhkan” industri musik Indonesia dari pembajakan membuat suatu lembaga yang dinamakan Heal Our Music, yaitu organisasi yang melakukan kampanye sosial untuk menyelamatkan industri musik Indonesia dari pembajakan.

Selain itu, program musik yang semakin bermunculan di stasiun televisi lokal maupun swasta akhir-akhir ini juga membawa dampak baik bagi pendapatan industri musik yang khususnya bagi para musisi, sebagai salah satu contoh yaitu program “Fanatik” yang ditayangkan di Kompas TV.

(11)

3

1.2. Identifikasi Masalah

Permasalahan yang dapat di identifikasikan adalah:

1) Sangat kurangnya kesadaran masyarakat untuk mengapresiasi karya musik secara tepat dan semestinya.

2) Masih kurangnya media informasi yang mendukung kampanye

Heal Our Music.

1.3. Fokus Permasalahan

Fokus permasalahannya adalah bagaimana cara agar industri musik tidak terlalu dirugikan terhadap semakin maraknya pembajakan musik, dan para musisi pun tetap mendapatkan apa yang seharusnya menjadi haknya dalam hal ini yaitu pendapatan dari semua karyanya dan juga tetap bisa memberikan hiburan terhadap semua penikmat musiknya itu sendiri?

1.4. Tujuan Perancangan

(12)

4 BAB II

KAMPANYE MELALUI PROGRAM MUSIK “FANATIK”

2.1. Kampanye

2.1.1. Pengertian Kampanye

Kampanye adalah gerakan atau tindakan untuk mengadakan aksi, mengubah keadaan dan mengubah perilaku. Kampanye seringkali menyangkut tentang pengarahan, pemerkuatan, dan penggerakan kecenderungan kearah tujuan yang diperkenankan secara sosial.

Definisi kampanye menurut Rajasundaram (seperti dikutip Antar Venus, 2004) kampanye dapat diartikan sebagai pemanfaatan berbagai metode komunikasi yang berbeda secara terkoordinasi dalam periode waktu tertentu yang ditujukan untuk mengarahkan khalayak pada masalah tertentu berikut pemecahannya.

2.1.2. Kampanye “Heal Our Music

(13)

5 Suatu gerakan organisasi yang didalamnya terdiri dari para pecinta musik Indonesia yang peduli untuk “menyembuhkan” industri musik Indonesia dari pembajakan.

Heal Our Music adalah organisasi yang melakukan kampanye sosial, didirikan sejak Agustus 2010 sampai saat ini.

Visi dan misi dari Heal Our Music, yaitu:

1) Untuk menyelamatkan industri musik Indonesia dari pembajakan.

2) Membangun pola pikir masyarakat agar lebih mengapresiasi karya musik.

3) Membantu industri musik Indonesia yang memasuki era digital.

4) Meyakinkan industri musik akan tetap mendapatkan haknya (pendapatan) walau ditengah maraknya pembajakan.

2.1.3. Tujuan Kampanye

(14)

6 2.1.4. Jenis-jenis Kampanye

Charles U. Larson (seperti dikutip Antar Venus, 2004) kampanye terbagi ke dalam tiga kategori yakni:

2.1.4.1 Product-oriented campaigns

Kampanye yang berorientasi pada produk umumnya terjadi di lingkungan bisnis. Istilah lain yang sering dipertukarkan dengan kampanye jenis ini adalah

commercial campaigns atau corporate campaign. Motivasi yang mendasarinya adalah memperoleh keuntungan finansial. Cara yang ditempuh adalah dengan memperkenalkan produk dan melipatgandakan penjualan sehingga diperoleh keuntungan yang diharapkan.

2.1.4.2 Candidate-oriented campaigns

(15)

7 2.1.4.3 Ideologically Or Cause Oriented Campaigns

Kampanye yang berorientasi pada tujuan-tujuan yang bersifat khusus dan sering kali berdimensi perubahan sosial. Karena itu kampanye jenis ini adalah kampanye yang ditujukan untuk menangani masalah-masalah sosial melalui perubahan sikap dan perilaku publik yang terkait.

2.1.5. Jenis Kampanye yang Digunakan

Jenis kampanye yang digunakan pada “Perancangan Media Pendukung Kampanye Heal Our Music” adalah jenis “Ideologically or Cause Oriented Campaigns”, yaitu kampanye yang berorientasi pada tujuan-tujuan yang bersifat khusus dan sering kali berdimensi perubahan sosial.

(16)

8 2.2. Pembajakan Musik

2.2.1. Pengertian Pembajakan Musik

Pembajakan musik adalah penyalinan atau penyebaran secara tidak sah. Hal ini dapat dilakukan dengan penyalinan, pengunduhan, penjualan, atau penginstallan beberapa salinan ke komputer personal atau kerja.

Gambar 2.2. CD Bajakan.

sumber : healourmusic.org

2.2.2. Dampak Buruk Pembajakan Musik

1) Orang yang membuat karya cipta tidak mendapatkan uang atau keuntungan dari penjualan karyanya.

(17)

9 3) Masyarakat menjadi “manja” karena dibiasakan

menggunakan produk bajakan yang lebih mudah untuk didapatkan tanpa mengeluarkan banyak uang.

4) Orang lain yang menggantungkan nafkah pada proses pembuatan karya orang lain menjadi terkena kerugian pula.

2.3. Hak Cipta

2.3.1. Pengertian Hak Cipta

UU No.19 Tahun 2002 Pasal 1 Ayat 1:

Hak Cipta adalah hak eksklusif bagi pencipta atau penerima hak untuk mengumumkan atau memperbanyak ciptaannya atau memberikan izin untuk itu dengan tidak mengurangi pembatasan-pembatasan menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku.

2.3.2. Pengertian Pencipta

UU No.19 Tahun 2002 Pasal 1 Ayat 2:

(18)

10 2.3.3. Pengertian Ciptaan

UU No.19 Tahun 2002 Pasal 1 Ayat 3:

Ciptaan adalah hasil setiap karya pencipta yang menunjukan keasliannya dalam lapangan ilmu pengetahuan, seni, atau sastra.

2.3.4. Pengertian Pemegang Hak Cipta UU No.19 Tahun 2002 Pasal 1 Ayat 3:

Pemegang Hak Cipta adalah pencipta sebagai pemilik hak cipta, atau pihak yang menerima hak tersebut dari pencipta, atau pihak lain yang menerima lebih lanjut hak dari pihak yang menerima hak tersebut.

2.4. Sejarah Industri Musik Indonesia

Menurut data yang dikeluarkan Asosiasi Industri Rekaman Indonesia (ASIRI) (seperti dikutip healourmusic.org, 2010):

Tercatat hanya sekitar 10 juta keping album orisinil yang terjual di Indonesia pada tahun 2008, yang pada tahun sebelumnya masih tercatat penjualan 19,4 juta keping dan pada tahun 2006 sebesar 23,7 juta keping.

(19)

11 album musik bajakan dan orisinil di tahun 2007 bahkan mencapai 96% : 4%, angka ini dipastikan akan terus bertambah di tahun ini (2011).

Industri musik fisik perlahan-lahan menghilang dan digantikan dengan munculnya era musik digital. Era ini telah menjadi penyelamat dikala kaset dan CD mengalami penurunan yang sangat drastis akibat pembajakan yang semakin tidak terkendali.

2.5. Musik Digital

2.5.1. Pengertian Musik Digital

Musik digital adalah peralihan dari format musik analog yang dirubah menjadi sinyal digital, perekaman musik digital dengan cara pengkodean angka biner (sistem penulisan yang menggunakan dua angka 0 dan 1) yang diproses oleh teknologi berbasis komputer. Format ini dapat menyimpan data dalam jumlah besar, jangka panjang dan berjaringan luas. Sebagai contoh dari format musik digital, yaitu seperti MP3, RBT dan sebagainya.

(20)

12 Selain itu, ada pula data dari Heal Our Music (2011):

Sepanjang tahun 2010 musik yang diunduh secara resmi (berbayar) mencapai 15.395.192 dengan nilai Rp 48.761.420. Dibandingkan dengan unduhan yang dilakukan secara tidak resmi (bajakan) sebanyak 2.851.540.000 lagu dengan nilai kerugian bagi industri musik setara Rp 12 triliun. Perbandingan antara unduhan resmi dan bajakan yaitu 1:99.

2.5.2. Keunggulan Dan Kekurangan Musik Digital Keunggulan

1) Format yang beragam dapat disesuaikan dengan teknologi yang digunakan.

2) Tidak memerlukan tempat khusus untuk menyimpannya (tidak seperti format musik fisik, yaitu kaset, cd dan sebagainya) yang cukup “memakan” tempat.

3) Kualitas copy yang serupa dengan master memudahkan penggandaan dari pihak perusahaan rekaman tanpa menurunkan mutu.

(21)

13 Kekurangan

1) Kemudahan perekaman dan penggandaan rekaman memacu terjadinya pembajakan yang tentu saja akan merugikan semua pihak yang terkait.

2) Penyebaran musik digital di Internet tidak bisa sepenuhnya dikendalikan oleh industri musik sehingga mempengaruhi kestabilan pendapatan industri tersebut.

2.6. Sejarah Singkat Jenis Musik Pop Dan Musik Rock 2.6.1. Musik Pop

Musik ini berkembang di Indonesia sekitar tahun 1970-an d1970-an b1970-anyak digemari masyarakat khususnya kaum muda atau remaja. Grup musik pop sering disebut dengan sebutan band

yang menggunakan peralatan elektronik atau modern.

Instrumen yang wajib ada dalam bentuk grup sederhanannya antara lain, drum set, gitar melodi dan rhythm, piano, dan bass gitar.

(22)

14 Musik pop umumnya lebih kompleks dengan alunan melodinya lebih bebas dengan improvisasinya lebih banyak, namun ringan. Tema-tema syairnya pun lebih bervariasi, dari kehidupan remaja, percintaan, sampai masalah kritik sosial. Beberapa musisi dan grup musik pop indonesia antara lain, Ari Lasso, Melly Goeslaw, Tompi, Afgan, grup Koes Plus, Peterpan, Ungu, Vierra, Lyla, Ran, Base Jam, Wayang, Drive, The Rain dan sebagainya.

2.6.2. Musik Rock

Jenis musik ini awalnya di Indonesia mendapat kritik dan cercaan masyarakat, termasuk di Amerika sendiri sebagai asal mula musik ini. Namun pada akhirnya dalam perkembangannya, musik rock dapat diterima sebagai musik zaman sekarang (musik modern).

Instrumen musik yang dominan pada musik rock adalah gitar dengan efek distorsi yang keras serta amplifier-nya, bass & gitar elektrik merupakan instrumen yang dipelopori oleh merk Fender pada tahun 1951. Piano dan organ elektrik, synthesizer, dan drum set merupakan instrumen yang turut melengkapinya.

(23)

15 Kotak, /Rif, Slank, Seurieus, Netral, Rocket Rockers, Rosemary, Superman Is Dead, Endang Soekamti dan sebagainya.

2.7. Alternatif Pendapatan Industri Musik 2.7.1. RBT (Ring Back Tone)

Pada awalnya memang RBT menjadi “penolong” para musisi di tengah semakin maraknya pembajakan terhadap karya mereka. Namun semenjak bermunculannya para oknum content provider (penyedia layanan berupa informasi atau aplikasi lain) yang meresahkan para pelanggannya, pendapatan para musisi melalui RBT yang pada awalnya menjadi “angin segar” karena pendapatan dari RBT bisa menjadi pengganti dari pendapatan yang seharusnya mereka dapatkan dari penjualan fisik (kaset, cd) namun tidak dapat diandalkan karena adanya pembajakan tersebut.

2.7.1.1. Pembagian Pendapatan (Share) RBT

Pada awalnya, hak penuh dimiliki oleh pencipta lagu, kini selain berbagi dengan pihak label juga berbagi dengan penyanyi. Jadi, pendapatan pencipta lagu makin mengecil dan terus mengecil.

(24)

16

band tersebut. Artinya, mereka semua lantas mendapat "jatah atau hak share" pula atas penerimaan dari penjualan RBT tersebut.

Nilai share yang berlaku "lebih banyak" saat ini adalah: 100% dibagi 50%-50% antara pihak provider (telkomsel-excel-satelindo dan sejenisnya) dan pihak

digital-contents company (perusahaan penyedia layanan digital) 50% yg didapat digital-contents company dibagi dengan pihak label - pencipta lagu - penyanyi/band. Pembagian tersebut (dari hasil share 50%) adalah 60:40 atau 50:50 semuanya tergantung kesepakatan kedua belah pihak (HotMusic, 2011).

2.7.2. Program Musik “Fanatik” Kompas TV

Gambar 2.3. Program Musik “Fanatik”

(25)

17 Program “Fanatik” adalah suatu acara musik persembahan dari Kompas TV yang mengajak musisi lebih dekat dengan fans fanatiknya. Fanatik, salah satu program musik Kompas TV yang memberikan kesempatan sang musisi untuk membawakan lagu-lagu hits dengan aransemen berbeda dan menceritakan kisah unik dibalik lagu miliknya. Menghadirkan satu musisi (band/solo) dalam setiap episode sekaligus sebagai pembawa acara, Fanatik mengajak pemirsa melihat hubungan dekat antara musisi dengan penggemar setianya. Kejutan dihadirkan oleh bintang tamu dan musisi lain yang turut berkolaborasi di acara tersebut.

(26)

18 2.8. Penyelenggara Acara Musik “Fanatik”

2.8.1. Profil Kompas TV

Kompas TV merupakan sebuah perusahaan media yang menyajikan konten tayangan televisi inspiratif dan menghibur untuk keluarga Indonesia.

2.8.2. Visi Misi Kompas TV

(27)

19

BAB III

STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL

3.1. Strategi Perancangan

Strategi perancangan dari kampanye ini yaitu ditujukan kepada masyarakat Indonesia umumnya dan bagi warga Bandung khusunya bagi seluruh lapisan masyarakat pecinta musik Indonesia. Strategi yang digunakan disesuaikan dengan kondisi keadaan lingkungan masyarakat sehingga masyarakat bisa menerima pesan yang akan disampaikan. Strategi komunikasi yang digunakan untuk kampanye sosial ini adalah komunikasi persuasif (ajakan).

Strategi ini bertujuan untuk mengajak dan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk lebih mengapresiasi karya para musisi dengan cara yang tepat dan semestinya.

Pendekatan secara teknis saja tidak akan berhasil maka dari itu perlu pendekatan secara perilaku dengan peran aktif dari masyarakat Indonesia, dengan menonton secara langsung acara musik tertentu ataupun menontonnya melalui televisi.

(28)

20

3.1.1. Pendekatan Komunikasi (Verbal)

Pendekatan secara bahasa (tulisan) dalam perancangan media kampanye ini disesuaikan dengan lingkungan masyarakatnya itu sendiri, penggunaan bahasa yang mudah dipahami oleh semua lapisan masyarakat.

Konsep headline pada kampanye ini yaitu “lihat, dengar, rasakan” yang bermaksud kepada bagaimana cara mengapresiasi karya musik yang tepat. Maksud dari kata “lihat” yaitu meghimbau agar masyarakat mengapresiasi musik dengan cara melihat langsung acara musik tertentu, kata “dengar” yaitu sudah jelas merupakan cara kita untuk mendengar karya musik itu sendiri, dan yang terakhir adalah kata “rasakan” yang berarti agar para masyarakat dapat merasakan dalam diri masing-masing mengenai musik yang meraka nikmati tersebut.

3.1.2. Pendekatan Komunikasi (Visual)

(29)

21

3.1.3. Target Audiens Geografis

Wilayah Indonesia pada umumnya, wilayah kota Bandung dan sekitarnya pada khususnya.

Demografis

Jenis Kelamin : Pria dan wanita. Umur : Semua umur. Pekerjaan : Semua profesi.

Ekonomi : Semua kalangan (yang mempunyai televisi).

Psikografis

Dapat menentukan keputusan sendiri dan memiliki peranan penting dalam lingkungan sekitar dan keluarga agar dapat menjalankan sesuai apa yang diharapkan dari gerakan sosial yang dilakukan, yaitu “Perancangan Media Pendukung Kampanye Heal Our Music”.

3.1.4. Analisis 5W 1H + E What (apa)

(30)

22

2) Kerugian secara materil akibat pembajakan bagi semua pihak yang menjadi bagian dari industri musik itu sendiri. 3) Industri musik Indonesia tidak akan berkembang bahkan

mungkin akan hilang karena maraknya pembajakan.

4) Musisi diuntungkan dalam hal promosi, karena dengan begitu karya para musisi akan lebih cepat diketahui oleh masyarakat. Tidak hanya karyanya bahkan bagi musisi pendatang baru akan semakin memudahkan memperkenalkan mereka pada masyarakat luas.

5) Mengadakan acara musik baik itu di dalam studio (indoor) ataupun acara musik (outdoor) dan semakin banyak acara musik yang semakin bervariatif maka akan semakin baik pula bagi perkembangan industri musik di Indonesia.

Who (siapa)

1) Semua kalangan masyarakat pecinta musik Indonesia dengan semua profesi dan status ekonomi (yang mempunyai televisi).

2) Seluruh masyarakat Indonesia pada umumnya serta bagi warga Kota Bandung dan sekitarnya pada khususnya harus merubah perilaku agar lebih mengapresiasi karya musik. 3) Para “pembajak” dan pihak yang meraup keuntungan dari

(31)

23

tertentu yang akan menjadi “penghalang” dari kampanye tersebut.

4) Seluruh pihak dari industri musik (musisi, label, sponsor), media penyiaran dan juga bagi para penggemar musiknya itu sendiri yang akan mendapat keuntungan apabila melakukan apresiasi tersebut.

When (kapan)

1) Semenjak munculnya teknologi penggandaan file (musik) sampai sekarang dan semakin tidak terkendali.

2) Saat ini juga, secepatnya harus ada gerakan untuk menyelamatkan industri musik Indonesia.

Where (dimana)

1) Pembajakan terjadi di Indonesia, bahkan dari kota–kota besar hingga ke daerah pelosok.

2) Sumber informasi tentang pembajakan terdapat disekitar kita khususnya Kota Bandung dan sekirtarnya.

3) Kampanye sosial ini akan dilakukan di tempat–tempat strategis yang mencakup lingkungan yang terdapat semua kalangan usia dengan segala profesi, seperti pada acara

(32)

24

beberapa kawasan universitas yang berada di Bandung pada khususnya.

Why (mengapa)

1) Karena pengaruh dari mudahnya proses penggandaan file (musik), dan banyaknya permintaan pasar akan hal tersebut karena harga yang ditawarkan jauh lebih murah dibanding harga produk aslinya.

2) Untuk memajukan perkembangan industri musik dalam negeri, dan juga untuk melatih masyarakat agar menghargai suatu karya dengan cara yang tepat dan semestinya.

How (bagaimana)

Dengan cara mengajak masyarakat untuk mengapresiasi karya tersebut dengan menyaksikan langsung acara musik “Fanatik” atau bahkan hanya menontonnya melalui televisi.

(33)

25

penonton/penggemarnya akan mendapatkan hiburan yang mereka inginkan.

Effect (efek)

1) Masyarakat menjadi lebih bijak dalam menikmati karya para musisi.

2) Pendapatan industri musik menjadi lebih stabil kembali dari sebelumnya.

3) Pihak industri musik dan para pecinta musik tetap mendapatkan apa yang menjadi hak mereka.

4) Industri musik akan lebih maju karena dukungan positif dari masyarakat (pecinta musik) terhadap karya para musisi.

3.1.5. Tujuan Perancangan

Kampanye yang bertujuan mengajak masyarakat untuk dapat mengapresiasi karya musik dengan ikut berpartisipasi dalam kampanye Heal Our Music melalui program musik “Fanatik” secara langsung maupun dengan menonton acara tersebut melalui televisi.

3.2. Strategi Kreatif 3.2.1. Perhatian

(34)

26

warna dan huruf yang mampu menarik perhatian, dan tata letak (layout) dari image dan tulisan disusun agar menarik khalayak sasaran.

3.2.2. Minat

Ketika perhatian khalayak sasaran telah didapatkan, maka dalam penyampaian pesan selanjutnya adalah bagaimana khalayak sasaran agar mempunyai rasa ingin tahu lebih jauh. Oleh karena itu, khalayak sasaran harus dirangsang agar mau membaca dan mengikuti pesan-pesan yang disampaikan.

Untuk menumbuhkan minat masyarakat maka media ini dirancang menggunakan warna-warna kontras yang ditambah menggunakan tagline, logo kampanye, logo acara dan logo media siarnya agar setiap orang yang melihat pesan yang ada pada setiap media tersebut akan paham.

3.2.3. Keinginan

Selain ditumbuhkan minat, target sasaran juga didorong untuk berkeinginan mengikuti pesan yang ada di dalam media kampanye tersebut. Keinginan dalam hal ini adalah untuk menumbuhkan kepedulian dan kesadaran dari pesan kampanye yang disampaikan.

(35)

27

berpartisipasi dalam kampanye Heal Our Music melalui program musik “Fanatik” harus dibangkitkan dengan pendekatan komunikasi secara emosional dapat menggerakkan keinginan khalayak sasaran terhadap program tersebut.

3.2.4. Rasa Yakin

Dalam penyampaian pesan harus dapat menciptakan kepercayaan khalayak sasaran, pada tahap ini faktor emosi khalayak sasaran sudah mulai tersentuh. Pada tahap ini penyampaian pesan informasi harus meyakinkan khalayak agar tidak goyah lagi dan penyampaian pesan dapat ditunjang dengan peragaan seperti pembuktian. Yaitu informasi tentang dampak negatif dari pengunaan musik bajakan.

3.2.5. Tindakan

Upaya terakhir dalam penyampaian pesan adalah untuk membujuk khalayak sasaran agar sesegera mungkin untuk melakukan tindakan dengan berpartisipasi dalam program tersebut.

(36)

28

semestinya, yang diharapkan terjadi perubahan perilaku dari target kampanye ke arah yang lebih baik.

Gerakan ini dilakukan sebagai pendukung kampanye Heal Our Music melalui program musik “Fanatik” yang tayang setiap hari Minggu pukul 20.30 – 22.00 WIB dan tayangan ulangnya pada hari Senin pukul 10.00 – 11.30 WIB, Jum’at pukul 16.30 – 17.30 dan Sabtu pukul 12.30 – 14.00.

Strategi kampanye ini akan memakai media seperti Iklan Internet (flash), Poster, Flyer, Kaos, Stiker, X-banner,

Backdrop. Tujuan yang ingin disampaikan dalam diselenggarakannya program kampanye ini adalah:

1) Meningkatkan kesadaran pada masyarakat akan budaya mengapresiasi karya musik di Indonesia.

2) Mengajak warga Indonesia (pecinta musik khususnya) untuk membantu memajukan industri musik dalam negeri. 3) Mengurangi dampak negatif pembajakan bagi industri

musik.

(37)

29

3.3. Konsep Logo Kampanye

Gambar 3.1. Logo Heal Our Music. sumber : healourmusic.org

Penjelasan Logo:

1) Bentuk plester dengan tulisan Heal Our Music yang berarti keprihatinan atas industri musik Indonesia yang harus “disembuhkan”.

2) Logotype yang sederhana dan jelas untuk dibaca, yang menunjukan bahwa kampanye tersebut dapat menjelaskan bahwa pembajakan di Indonesia yang sudah semakin tidak terkendali kepada targetnya (pecinta musik Indonesia) agar mengubah perilaku target untuk lebih mengapresiasi karya para musisi.

(38)

30

3.4. Konsep Logo Acara

Gambar 3.2. Logo Program Musik “Fanatik”.

sumber : www.kompas.tv

Penjelasan Logo:

1) Fanatik yang berarti sangat menyukai sesuatu hal secara berlebih, yang sesuai dengan format acara ini yaitu penonton yang berada di acara tersebut sebagian besar (bahkan hampir semua) merupakan fans dari musisi yang tampil di setiap episodenya.

2) Logotype yang berbentuk tajam pada sudutnya, yang menunjukan bahwa acara tersebut “mengena” langsung kepada targetnya (para fans) musisi yang tampil di acara tersebut.

(39)

31

3.5. Tahapan Kampanye

Dalam perencanaan penyampaian pesan kampanye ini memiliki tiga tahapan yang mana pada tahapan-tahapan tersebut merupakan bagian dari keseluruhan proses kampanye :

3.5.1. Tahap Pengenalan

Tahap awal dimana ditimbulkannya rasa penasaran tentang kampanye ini. Teknis pelaksanaannya yaitu dengan memperlihatkan tulisan “Lihat, Dengar, Rasakan” melalui media kaos yang dipakai seseorang / sekelompok orang yang sengaja berjalan ditengah ramainya acara Car Free Day yang berlangsung di sepanjang jalan Dago.

Fungsi media ini adalah untuk memberikan rasa penasaran dengan desain yang terdapat pada punggung kaos tersebut dan menjadikan para masyarakat bertanya-tanya lalu kemudian mereka mencoba melakukan apa yang tertulis pada desain kaos tersebut.

3.5.2. Tahap Pengajakan

(40)

32

ditempelkan di mulut. Hal ini menunjukan bahwa industri musik Indonesia butuh “disembuhkan” dengan cara yang nyata dari semua masyarakat bukan hanya ucapan semata.

3.5.3. Tahap Pengingatan

Tahap selanjutnya ini sebagai media pengingat dari kampanye tersebut, medianya berupa poster, flyer, x-banner

yang diletakan pada tempat yang strategis, bahkan pada media kaos dan iklan interenet pun dapat dijadikan sebagai media pengingat agar membuat masyarakat yang sudah mengetahui menjadi teringatkan kembali tentang kampanye tersebut.

3.6. Strategi Media yang Digunakan (Public Relation) 3.6.1. Pengertian Umum

Public relation adalah proses interaksi dengan menciptakan opini publik sebagai input yang menguntungkan kedua belah pihak, dan menanamkan pengertian, menumbuhkan motivasi dan partisipasi publik.

3.6.2. Tujuan Public Relation

(41)

33

persepsi, sikap dan opininya penting terhadap suatu kesuksesan kampanye tersebut.

Strategi media seperti ini. merupakan sarana penyampaian pesan yang tepat sebagai kampanye pendukung program musik “Fanatik”, dengan penyampaiannya yang disesuaikan dengan target audiensnya diharapkan terjadi perubahan perilaku dari target kampanye ke arah yang baik untuk kemajuan industri musik.

3.6.3. Media Utama

Iklan Internet (banner flash)

Media ini sebagai strategi penyampaian info yang sangat efektif, karena dilihat dari kebiasaan mayoritas masyarakat sekarang ini yang hampir semua orang setiap hari dipastikan menggunakan jejaring sosial.

Dengan begitu maka info yang akan disampaikan dari kampanye tersebut akan secara efektif sampai kepada masyarakat, sehingga masyarakat akan tergerak untuk berpartisipasi dalam program tersebut.

3.6.4. Media Pendukung 1) Kaos

(42)

34

sebagai “pemicu” rasa penasaran dan ingin tahunya masyarakat sehingga masyarakat akan tergerak untuk berpartisipasi dalam program tersebut.

2) Poster

Media ini untuk menginformasikan info yang akan disampaikan kepada masyarakat dengan menempelkannya pada “mading” yang ada di lingkungan sekolah, kampus dan tempat strategis lainnya.

3) X-banner

Media ini dipakai untuk menginformasikan pesan dari kampanye tersebut yang ditempatkan langsung di lokasi acara tersebut berlangsung, sehingga para penonton akan mendapatkan penjelasan program dari kampanye tersebut.

4) Backdrop

(43)

35

maupun sebagai area foto-foto antara musisi dengan penggemarnya.

5) Flyer

Merupakan media cetak berukuran A5, hal ini sangat efektif untuk menyampaikan info yang ingin disampaikan kepada masyarakat. Mengingat ukurannya yang bisa dengan mudah di bawa-bawa, dengan begitu masyarakat dapat dengan mudah menerima isi dari info tersebut.

6) Stiker

Media ini berbentuk plester dengan tulisan “Heal Our Music” yang ditempelkan di mulut sebagai aksi “menyadarkan” masyarakat untuk bersama-sama “menyembuhkan” industri musik Indonesia dengan cara berfoto didepan kamera yang telah tersedia.

3.7. Konsep Visual

(44)

36

3.7.1. Format Desain

Format desain yang digunakan bersifat simetris dimana letak unsur - unsur visual hampir semua sama, hanya diolah sedemikian rupa dan disesuaikan dengan media yang akan digunakan sehingga tidak terkesan monoton dan enak untuk dilihat.

3.7.2. Tata Letak

Penyusunan dalam penempatan unsur-unsur desain dengan memperhatikan keseimbangan yang digunakan pada setiap media kampanye yaitu format portrait maupun landscape. Keterkaitan pada setiap media perancangan desain yang digunakan pada setiap media kampanye ini terlihat pada penempatan tagline, copy, dan logo acara yang penempatannya disesuaikan berdasarkan media yang digunakan.

3.7.3. Tipografi

(45)

37

Pistoleer Bold Italic

a b c d e f g h i j k l m n o

p q r s t u v w x y z

1 2 3 4 5 6 7 8 9 0 , . ! ? ()

Dengan penerapan pada tagline:

Lihat, Dengar, Rasakan

Futura Medium Bold

A B C D E F G H I J K L M N

O P Q R S T U V W X Y Z

a b c d e f g h i j k l m n o p

q r s t u v w x y z

(46)

38

Alcefun (sebagai copy)

A B C D E F G H I J K L M N O

P Q R S T U V W X Y Z

a b c d e f g h i j k l m n o p

q r s t u v w x y z

1 2 3 4 5 6 7 8 9 0 , . ! ? ()

3.7.4. Warna

Warna yang digunakan pada perancangan kampanye sosial ini adalah warna kontras yang mengesankan keceriaan/ semangat baru, maka warna yang digunakan adalah warna yang membedakan warna sekeliling agar pesan dapat terlihat dengan jelas.

(47)

39

3.7.5. Ilustrasi

Desain yang digunakan yaitu ilustrasi vektor dengan tipografi yang sederhana dengan teknik digital pewarnan yang warna - warni agar mengesankan “semangat baru” (dunia industri musik).

Ilustrasi siluet gitar mempunyai dua alternatif yaitu berupa siluet (garis) dan siluet (bentuk utuh / block). Hal ini sebagai pembeda antara desain pada media elektronik dan media cetak.

Contoh ilustrasi pada media elektronik dan media cetak:

(48)

40

3.8. Strategi Distribusi

(49)

41 BAB IV

TEKNIS PRODUKSI MEDIA

Untuk mencapai tujuan, kampanye ini harus memperhatikan dari segala aspek, mulai dari konsep visual, strategi pemilihan media dan juga teknis produksi. Dalam produksi, semua media dipertimbangkan agar dapat menciptakan efektifitas untuk menyampaikan pesan. Setiap media memiliki karakteristik dan fungsi yang berbeda, serta penempatan media yang berbeda juga. Berikut adalah media-media beserta teknis produksinya:

4.1. Iklan Internet (banner flash)

(50)

42 Preview:

Ukuran : 186 x 80 pxl (7 x 2 cm) Material : Komputerisasi

(51)

43 Ukuran : 500 x 500 pxl

(52)

44 4.2. Kaos

Media ini sebagai strategi penyampaian awal dari info yang akan diberikan, dalam istilah lainnya yaitu sebagai “pemicu” rasa penasaran dan ingin tahunya masyarakat sehingga masyarakat akan tergerak untuk berpartisipasi dalam program tersebut.

Ukuran : All Size

(53)

45 4.3. Flyer

Merupakan media cetak berukuran A5, hal ini sangat efektif untuk menyampaikan info yang ingin disampaikan kepada masyarakat. Mengingat ukurannya yang bisa dengan mudah di bawa-bawa, dengan begitu masyarakat dapat dengan mudah menerima isi dari info tersebut.

(54)

46 4.4. Poster

Media ini untuk menginformasikan info yang akan disampaikan kepada masyarakat dengan menempelkannya pada “mading” yang ada di lingkungan sekolah, kampus dan tempat strategis lainnya.

(55)

47 4.5. Stiker

Media ini berbentuk plester dengan tulisan “Heal Our Music” yang ditempelkan di mulut sebagai aksi “menyadarkan” masyarakat untuk bersama-sama “menyembuhkan” industri musik Indonesia dengan cara berfoto didepan kamera yang telah tersedia.

Ukuran : 10 x 3,5 cm Material : Stiker Polyposter

(56)

48 4.6. X-Banner

Media ini dipakai untuk menginformasikan pesan dari kampanye tersebut yang ditempatkan langsung di lokasi acara tersebut berlangsung, sehingga para penonton akan mendapatkan penjelasan program dari kampanye tersebut.

Ukuran : 60 x 160 cm Material : PVC Super Hires

(57)

49 4.7. Backdrop

Media ini ditempatkan di suatu tempat yang disediakan (baik

indoor maupun outdoor). Kegunaan media ini yaitu sebagai background

pengambilan foto dengan stiker “plester” dengan tulisan “Heal Our Music” yang ditempelkan pada mulut para partisipan (baik masyarakat umum bahkan para artis itu sendiri). Selain itu, spot ini dapat juga berfungsi sebagai area wawancara para musisi maupun sebagai area foto-foto antara musisi dengan penggemarnya.

Ukuran : 2 x 1 m Material : Flexi Outdoor

Gambar

Gambar 2.2. CD Bajakan.
Gambar 2.3. Program Musik “Fanatik”
Gambar 3.1. Logo Heal Our Music.
Gambar 3.2. Logo Program Musik “Fanatik”.
+4

Referensi

Dokumen terkait