• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kelas 11 SMK Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Siswa

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Kelas 11 SMK Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Siswa"

Copied!
180
0
0

Teks penuh

I. Bab I: Arti dan Makna Gereja

Bab ini membahas Gereja sebagai tema sentral, melanjutkan pemahaman tentang Pribadi Peserta Didik dan Yesus Kristus dari kelas sebelumnya. Fokus utamanya adalah memahami Gereja sebagai Umat Allah dan sebagai Persekutuan yang Terbuka. Materi ini membangun pemahaman siswa tentang peran mereka sebagai anggota Gereja dan partisipasi aktif dalam kehidupan sehari-hari.

1.1. Gereja sebagai Umat Allah

Bagian ini mendefinisikan Umat Allah sebagai paguyuban orang beriman yang dipilih Allah, menekankan kesetaraan martabat semua anggota. Metode pembelajaran melibatkan nyanyian, pengamatan gambar, diskusi, dan analisis artikel Paus Fransiskus tentang Gereja sebagai Keluarga Allah. Analisis ayat-ayat Kitab Suci (Kisah Para Rasul 2:41-47; 1 Korintus 12:7-11; 1 Korintus 12:12-18) dan ajaran Konsili Vatikan II tentang Gereja sebagai Umat Allah memperkaya pemahaman siswa tentang perspektif teologis dan historis. Refleksi dan tugas tertulis mendorong penghayatan makna Gereja dalam kehidupan sehari-hari.

1.2. Gereja sebagai Persekutuan yang Terbuka

Bagian ini membahas pergeseran paradigma Gereja dari eksklusif menjadi inklusif, menekankan dialog antaragama dan budaya. Penggunaan gambar membandingkan model Gereja sebelum dan sesudah Konsili Vatikan II. Analisis dokumen Ad Gentes dan Kisah Para Rasul 4:32-37 memberikan konteks teologis dan historis. Studi kasus tentang Paus Fransiskus dan pertemuan kaum muda Katolik sedunia memperlihatkan aplikasi praktis dari konsep Gereja yang terbuka. Refleksi, rencana aksi, dan tugas tertulis mendorong partisipasi aktif siswa dalam membangun masyarakat yang adil dan sejahtera.

II. Bab II: Sifat-Sifat Gereja

Bab ini membahas empat sifat Gereja: satu, kudus, katolik, dan apostolik, yang saling berkaitan dan dihayati melalui refleksi dan karya Roh Kudus. Pembahasan menekankan bahwa sifat-sifat ini bukan rumus statis, melainkan dinamis dan senantiasa diperjuangkan dalam konteks sejarah.

2.1. Gereja yang Satu

Bagian ini menjelaskan kesatuan Gereja melalui iman, pembaptisan, Ekaristi, dan kepemimpinan. Kesatuan ini bukan keseragaman, tetapi communio dengan Gereja Roma. Studi kasus tentang Hari Kaum Muda Sedunia di Brasil menggambarkan kesatuan dalam keberagaman. Analisis ayat-ayat Kitab Suci (1 Petrus 2:5-10; 1 Korintus 12:12; 2 Timotius 2:22; Efesus 4:3-6; Matius 16:16-19) dan ajaran Gereja memperkuat pemahaman siswa. Tugas tertulis mendorong refleksi dan aksi konkret untuk mewujudkan kesatuan Gereja.

2.2. [Selanjutnya: Gereja yang Kudus, Gereja yang Katolik, Gereja yang Apostolik]

Karena keterbatasan teks yang tersedia, bagian ini tidak dapat dianalisa secara detail. Akan tetapi, berdasarkan judul, dapat diprediksi bahwa bagian-bagian selanjutnya akan membahas sifat kudus, katolik, dan apostolik Gereja dengan metode yang serupa dengan bagian Gereja yang Satu, yaitu melalui studi kasus, analisis Kitab Suci dan ajaran Gereja, dan tugas-tugas refleksi dan aksi.

III. Bab-Bab Selanjutnya (Berdasarkan Daftar Isi)

Berdasarkan daftar isi, bab-bab selanjutnya (Bab III sampai Bab VI dan bagian-bagian selanjutnya) akan membahas peran hirarki dan awam dalam Gereja Katolik, tugas-tugas Gereja (menguduskan, mewartakan, menjadi saksi, membangun persekutuan, melayani), hubungan Gereja dan dunia, serta isu-isu hak asasi manusia. Isi detail dari masing-masing bab memerlukan teks lengkap untuk analisis yang komprehensif.

Gambar

                        Gambar 1.4.Kelas XI  Gambar 1.5.
Gambar 2.3.“supaya karena Tubuh dan Darah Tuhan semua saudara perhimpunan
Ketika memangku reksa kegembalaan sebagai Uskup Agung Buenos Aires, Gambar 2.4.
roti, dan doa-doa (lih. Kis 1:42 yun.).Jadi satu Umat Allah itu hidup ditengah Gambar 2.5.
+7

Referensi

Dokumen terkait

Setelah kita belajar dan mengetahui sikap Yesus yang penuh belas kasih, apa yang dapat kita lakukan untuk mereka yang menderita.. Apa yang telah kalian pahami

• Sebagai orang Katolik, kita beruntung memiliki tokoh yang lebih hebat lagi dalam berkorban demi kebahagiaan orang lain. Tokoh itu adalah Yesus Kristus. Ia rela menanggung

Firman Tuhan yang melandasi semua cita-cita anak remaja Kristen diambil dari Mazmur 1:1-3. Dalam kitab Mazmur 1:3b dikatakan bahwa “…apapun yang dikerjakan berhasil. 

moralitas seseorang dapat dilihat dari ucapan dan perbuatannya, namun sīla dikatakan sebagai sikap batin atau kehendak karena ucapan dan perbuatan yang dilakukan

Proses pelaksanaannya adalah dengan menyodorkan sirih kepada hadirin pihak Sineren (mempelai wanita). Selanjutnya acara makan bersama karena mereka telah sah menjadi suami istri

Gereja di dalam tangan Tuhan adalah alat penyelamatan semua orang (LG 9) sakramen keselamatan bagi semua orang (LG 48), Yang oleh Kristus menyatakan cinta Allah kepada

Komisi Kateketik Konferensi Waligereja Indonesia sebagai lembaga yang bertanggungjawab atas ajaran iman Katolik berterima kasih kepada pemerintah, dalam hal ini Kementerian

 Mencari informasi tentang makna kaum awam peran kaum awam, hubungan hierarki dengan kaum awam, peranan kaum muda dalam hidup menggereja dari sumber-sumber media