• Tidak ada hasil yang ditemukan

DASAR PERTIMBANGAN HAKIM DALAM MENJATUHKAN PUTUSAN PIDANA BERSYARAT (STUDI KASUS PUTUSAN 128/Pid.Sus/2015/PN.Sim).

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "DASAR PERTIMBANGAN HAKIM DALAM MENJATUHKAN PUTUSAN PIDANA BERSYARAT (STUDI KASUS PUTUSAN 128/Pid.Sus/2015/PN.Sim)."

Copied!
17
0
0

Teks penuh

Referensi

Dokumen terkait

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah

Bagi Hakim yang menjatuhkan putusan pidana tambahan pencabutan hak politik berupa hak dipilih dalam jabatan publik terhadap terpidana korupsi, lebih menguraikan dan

maaf dari pihak korban serta perdamaian antara pihak pelaku dan korban memiliki pengaruh yang sangat besar kepada majelis hakim dalam menjatuhkan putusan Pidana Bersyarat

Itulah pertimbangan hakim yang digunakan oleh hakim dalam penjatuhan pidana agara dapat berkurangnya faktor yang mengakibatkan terjadinya disparitas pidana seperti, hakim mempunyai

Dasar pertimbangan hakim dalam menjatuhkan pidana tambahan berupa pencabutan hak pilih aktif dan pasif terhadap terpidana korupsi adalah bahwa apabila terpidana seorang

Berdasarkan uraian tersebut dapat penulis simpulkan bahwa dasar pertimbangan Hakim dalam menjatuhkan Pidana Bersyarat dan Pelatihan Kerja dalam perkara membelanjakan uang

Wawancara dengan Desbenneri Sinaga, Hakim PN Sidoarjo tanggal 17 Mei 2013.. 10 hakim berhak memberikan pertimbangan sebagai alasan pemberat bagi terdakwa. Tindak pidana

Pasal 14a ayat (4) KUHP dikatakan bahwa pidana bersyarat dapat dijatuhkan hanyalah apabila hakim menyelidiki dengan teliti lalu mendapat keyakinan bahwa akan diadakan pengawasan