• Tidak ada hasil yang ditemukan

TINJAUAN PUSTAKA PERANCANGAN STRUKTUR ATAS STUDENT PARK APARTMENT SETURAN YOGYAKARTA.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "TINJAUAN PUSTAKA PERANCANGAN STRUKTUR ATAS STUDENT PARK APARTMENT SETURAN YOGYAKARTA."

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

4

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Prinsip Dasar

Sebagian besar wilayah di Indonesia merupakan wilayah yang memiliki tingkat kerawanan yang tinggi terhadap gempa. Hal ini karena Indonesia terletak di kawasan Pasific Ring Of Fire yang merupakan jalur rangkaian gunung berapi aktif di dunia. Berdasarkan kondisi alam yang ada, maka pemenuhan syarat-syarat perancangan struktur bangunan tahan gempa perlu diatur. Beberapa prinsip dasar dalam perancangan struktur beton tahan gempa sebagai berikut:

a. Sistem struktur yang digunakan disesuaikan dengan tingkat kerawanan gempa di mana struktur bangunan tersebut akan dibangun.

b. Pendetailan tulangan dan sambungan harus diperhatikan supaya suatu bangunan terikat menjadi satu kesatuan.

c. Perancangan dalam desain nantinya akan sesuai dengan yang akan dilaksanakan di lapangan.

d. Material yang digunakan memenuhi persyaratan material konstruksi untuk struktur bangunan tahan gempa.

Besar kecilnya gaya gempa yang diterima struktur bangunan dipengaruhi oleh: karakteristik gempa, karakteristik tanah, dan karakteristik struktur bangunan (bentuk bangunan, massa bangunan, kekakuan, dan lain-lain).

(2)

5

2.2. Ketentuan Umum

Perencanaan struktur bangunan tahan gempa bertujuan untuk mencegah terjadinya keruntuhan struktur yang dapat berakibat fatal pada saat terjadi gempa. Kinerja struktur pada saat terjadi gempa dapat diklasifikasikan sebagai berikut:

a. Akibat gempa ringan, struktur bangunan tidak boleh mengalami kerusakan baik pada elemen strukturalnya maupun pada elemen non strukturalnya.

b. Akibat gempa sedang, elemen struktural bangunan tidak boleh rusak, tetapi elemen non strukturalnya boleh mengalami kerusakan ringan, namun struktur bangunan masih dapat dipergunakan.

c. Akibat gempa besar, baik elemen struktural maupun elemen non struktural bangunan akan mengalami kerusakan, tetapi struktur bangunan tidak boleh runtuh.

Filosofi desain yang ada, tingkat kinerja struktur bangunan akibat gempa rencana adalah life safety: struktur bangunan dapat mengalami tingkat kerusakan yang cukup parah namun keselamatan penghuni tetap terjaga karena struktur bangunan tidak sampai runtuh.

2.3. Konsep Perancangan Terhadap Beban Gempa

(3)

6

gempa ditentukan berdasarkan parameter gerak tanah SS dan S1, kemudian

respons gempa rencana dibuat dahulu sesuai prosedur.

[image:3.595.86.532.254.659.2]

Pada peraturan gempa yang berlaku, terdapat 6 Kategori Desain Seismik. Kategori Desain Seismik (KDS) dimaksudkan untuk memastikan pendetailan struktur yang memenuhi persyaratan sesuai dengan intensitas gempa yang diperkirakan. KDS berkaitan dengan: level bahaya gempa, jenis tanah, serta penggunaan dan fungsi gedung.

Tabel 2.1. Perbandingan Kegempaan SNI 1726:2002 dan SNI 1726:2012 Standar Tingkat risiko (kerawanan) gempa

Rendah Menengah Tinggi SNI 1726:2002 Zona 1, 2 Zona 3, 4 Zona 5, 6 SNI 1726:2012 KDS A, B KDS C KDS D, E, F Berdasarkan pasal 21.1.1.3 SNI 2847:2013 semua komponen struktur harus memenuhi persyaratan dari pasal 1-19 dan 22. Struktur yang ditetapkan sebagai KDS B, C, D, E, atau F juga memenuhi:

Tabel 2.2. Sub Pasal dari Pasal 21 yang Harus Dipenuhi Komponen yang menahan

pengaruh gempa

Kategori Desain Seismik

A B C D, E, F

Komponen struktur rangka

Tidak ada 21.2 (SRPMB)

21.3 (SRPMM)

(4)

7

tingkat daktilitas yang sedang dan digunakan di daerah dengan risiko gempa menengah. Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) memiliki tingkat daktilitas penuh dan digunakan di daerah dengan risiko gempa tinggi. Semakin tinggi risiko kegempaan suatu daerah, maka persyaratan

Gambar

Tabel 2.1. Perbandingan Kegempaan SNI 1726:2002 dan SNI 1726:2012

Referensi

Dokumen terkait

Struktur bangunan gedung dapat mengalami kerusakan akibat gempa utama dan diperparah dengan adanya gempa susulan pada struktur yang berkurang kekuatannya akibat mengalami

Pada perancangan struktur gedung apartemen di jalan Seturan Raya- Yogyakarta, elemen-elemen struktur yang dirancang meliputi balok, kolom, pelat, tangga, pondasi, dan dinding

tulangan yang digunakan pada struktur beton bertulang tahan gempa akan sangat.. mempengaruhi perilaku plastifikasi struktur yang

Struktur bangunan bagian atas terdiri dari kolom, balok, dinding struktural, pelat atap dan pelat lantai yang berfungsi mendukung beban kerja pada bangunan.. Sedangkan

beban gempa, yaitu Gempa Ringan, Gempa Sedang dan Gempa Kuat, untuk merencanakan elemen-elemen dari sistem struktur, agar tetap mempunyai kinerja yang baik pada saat terjadi

Pada bangunan yang menggunakan desain sistem struktur reinforced concrete dengan kekuatan gempa antara 5,9 sampai 9 akan cenderung mengalami kerusakan elemen non

Bila terkena gempa bumi yang sangat kuat: bangunan tersebut tidak boleh runtuh baik sebagian maupun seluruhnya; bangunan tersebut tidak boleh mengalami kerusakan yang

TATA CARA PERENCANAAN KETAHANAN GEMPA UNTUK BANGUNAN GEDUNG.. FILOSOFI GEMPA JENIS GEMPA PROBABILITAS KEJADIAN GEMPA*) PERSYARATAN FILOSOFI GEMPA GEMPA.. RINGAN 60% TIDAK BOLEH