LAPORAN KERJA PRAKTEK
PEMBUATAN COMPANY PROFILE BERUPA WEB
SANDINGAN KOARMATIM BAGAN KONSEP
LAYOUT
Oleh :
YUDHA WAHYU KRISYANDI 08.42010.0002
PROGRAM STUDI : S1 DESAIN KOMUNIKASI VISUAL
SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA &
TEKNIK KOMPUTER SURABAYA
ABTRAKSI
Dalam penerapan layout website, diperlukan pengaturan dan penempatan
berbagai unsur komposisi seperti misalnya huruf/teks, garis-garis, bidang,
gambar/image dan sebagainya, untuk mempermudah dalam proses mendesain
layout pada website KOARMATIM agar dapat tersampaikan dengan baik dan
benar.
Permasalahan yang dihadapi adalah adanya kesulitan dalam menentukan
konsep , penyesuaian dan penempatan objek-objek harus disesuaikan dengan
konsep, agar memberikan hasil yang maksimal dalam menampilkan pesan pada
website, sehingga diperlukan adanya pengetahuan yang lebih banyak tentang ilmu
desain grafis khususnya.
Dengan demikian diperlukan pemahaman mengenai desain grafis khususnya
DAFTAR ISI
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
2.1Sejarah Singkat……… 2.2Misi……… 2.3Visi………
BAB III LANDASAN TEORI
3.1 Merancang Konsep……….
3.2 Merancang Isi……….
3.3 Merancang Naskah………..
3.3.1 Prinsip Dasar Naskah………..
3.3.2 Istilah Dalam Pembuatan Naskah………..
3.4.1 Merancang Garis………..
BAB IV METODE KERJA PRAKTEK………
4.1 Metode Observasi………
4.2 Metode Interview………
4.3 Metode Literatur………
4.4 Perancangan………
BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN………
5.1 Hasil Website………
5.2 Pembahasan………..
5.2.1 Membuat Banner Website………
5.2.2 Membuat Button……….
5.2.3 Mengambil Foto Produk dan Editing………
5.2.4 Membuat Animasi………
5.2.5 Finishing Edit………
BAB VI PENUTUP………
6.2 Saran………
DAFTAR PUSTAKA………
BIODATA………
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Dengan semakin berkembangnya zaman, semakin berkembang
pula ilmu pengetahuan sehingga semakin canggih. Demikian pula dalam
dunia maya ( internet ). Internet saat ini telah menjadi bagian yang tidak
terpisahkan dari kehidupan kita, masyarakat semakin haus akan informasi
semakin dimudahkan dengan adanya internet karena semua aspek
kehidupan saat ini mulai memanfaatkan fasilitas internet dari hiburan,
berita, sampai tempat promosi. Ini dikarenakan internet selalu memberikan
informasi yang up to date.
Dalam hal ini layanan informasi didalam pemerintahan mempunyai
kebutuhan untuk memberikan informasi yang dapat menunjang nilai dari
kinerja pemerintahan, seperti halnya dalam markas militer TNI-AL yang
diketahui sekarang bernama ARMATIM (ARMADA TIMUR) Surabaya,
membutuhkan sebuah media untuk menyampaikan informasi yaitu berupa
web. Dalam web tersebut, berisi tentang company profile Armatim untuk
Armatim memiliki web yang menurut pihak armatim masih
memiliki kekurangan dan sesuai dengan permintaan Kepala Dinas untuk
membantu membuatkan web sandingan untuk dijadikan alternatif web
yang akan di presentasikan kepada Panglima Armatim, dengan konsep
layout, desain layout yang sesuai dan ini dibutuhkan seorang konseptor
untuk proses pengerjaan web sandingan armatim tersebut, dengan adanya
hal tersebut maka saya mengambil judul “Pembuatan Company Profile
Berupa Web Sandingan Bagan Konsep Layout” sebagai mata kuliah kerja
praktek ini.
1.2. Rumusan Masalah
Berdasarkan dari latar belakang diatas maka dapat diketaui
permasalahan yang ada yaitu :
1. Bagaimana meredesain website yang sudah ada sehingga lebih sesuai
dengan karakter ARMATIM?
2. Bagaimana membuat website sandingan yang sesuai dengan tema yang
1.3 Batasan Masalah
Supaya kendala-kendala yang dirumuskan diatas dapat
terselesaikan dan tidak menyimpang jauh dari lingkup permasalahan, maka
dipandang perlu adanya pembatasan dalam pembahasannya. Dalam
pembaasan ini penulis perlu membatasi permasalahan sebagai berikut :
1. Mendesain website sesuai konsep dan data-data perusahaan.
2. Memberi beberapa fungsi script yang menarik pada website
sandingan.
1.4 Tujuan
Kerja praktek yang dilakukan selama dua bulan ini bertujuan untuk
:
1. Melihat hubungan materi antara teori yang diperoleh selama
dibangku kuliah dengan realisasi dilapangan.
2. Mempraktekan teori dan matakuliah yang selama ini didapat di
bangku kuliah didunia pekerjaaan.
1.5 Kontribusi
Pelaksanaan kerja praktek di ARMATIM (ARMADA TIMUR)
Surabaya ini memiliki kontribusi untuk membantu untuk menunjang minat
masyarakat untuk lebih mengenal ARMATIM (ARMADA TIMUR)
Surabaya dan membantu untuk mengisi kekurangan dari web ARMATIM
1.6 Sistematika Penulisan
Laporan kerja ini terbagi dari beberapa bab, dimana masing-masing
bab terdiri dari sub-sub bab yang bertujuan dapat menjelaskan
pokok-pokok bahasan dalam menyusun laporan ini. Adapun sistematika penulisan
laporan ini adalah sebagai berikut :
Bab I Pendahuluan
Dalam bab ini diuraikan tentang latar belakang masalah,
rumusan masalah, batasan masalah, tujuan, kontribusi, dan
sistematika penulisan.
Bab II Gambaran umum perusahaan
Dalam bab ini berisi tentang gambaran umum ARMATIM
(ARMADA TIMUR) Surabaya.
Bab III Landasan teori
Dalam bab ini dibahas tentang dasar-dasar merancang
sebuah website sebagai dasar teori untuk pembahasan Bab V.
Bab IV Metode kerja praktek
Dalam bab ini berisi tentang metode pelaksanaan kerja
Bab V Hasil dan pembahasan
Dalam bab ini berisi tentang hasil dan pembahasan desain
website sandingan yang dibuat saat kerja praktek.
Bab VI Penutup
Dalam bab ini penulis mengemukakan kesimpulan dan
BAB II
GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
2.1 Profil
Komando Armada RI Kawasan Timur selaku Kotama
Pembina dan Operasional, membina kemampuan Sistem Senjata
Armada Terpadu, membina potensi maritim menjadi kekuatan
pertahanan keamanan negara di laut, melaksanakan operasi laut
sehari-hari dan operasi tempur laut untuk pengendalian dan
proyeksi kekuatan ke darat lewat laut dalam rangka penegakan
kedaulatan dan hukum di laut.
Berdasarkan rumusan tugas-tugas TNI AL pada TA. 2003,
maka tugas Koarmatim pada tahun 2003 difokuskan untuk dapat
menunjang tugas-tugas TNI AL, dengan penjabaran sebagai
berikut :
A. Memelihara dan menyiapkan SSAT sesuai skala
prioritas agar dapat digerakkan sewaktu-waktu
dalam satuan-satuan operasional dengan urutan
sebagai berikut :
1. Tugas Pemukul Strategis.
2. Tugas Kamla.
3. Tugas khusus dan tugas-tugas sosial
B. Memelihara dan memperkuat keamanan serta
stabilitas yuridiksi perairan wilayah laut nasional
untuk mendukung kelancaran Pembangunan
Nasional dibidang Kelautan.
C. Melaksanakan upaya-upaya pencegahan,
penangkalan dan penanggulangan ancaman serta
kontinjensi
D. Menegakkan Kedaulatan Negara dan Hukum di laut
perairan Nasional Indonesia serta menegakkan
hukum di laut Yurisdiksi Nasional dan melindungi
kepentingan nasional di dan atau lewat laut
bersama-sama dengan segenap komponen kekuatan
Hannas lainnya.
E. Membantu penyelenggaraan potensi nasional
dibidang maritim yang diarahkan sebagai kekuatan
cadangan dan dukungan bagi operasi tempur laut.
F. Menelenggarakan kegiatan diplomasi Angkatan
Laut untuk mendukung kebijaksanaan pemerintah
dalam mewujudkan kepentingan bangsa.
G. Meningkatkan kehadiran dan intensitas unsur TNI
AL/Koarmatim sebagai kekuatan penangkal yang
H. Memelihara kerja sama dengan Angkatan Laut
negara sahabat khususnya negara ASEAN.
I. Melaksanakan tugas-tugas SAR, bantuan terhadap
korban bencana alam maupun akibat rawan pangan.
J. Mengimplementasikan strategi pertisipasi sentuhan
sosial dan bantuan kemanusiaan di daerah
terpencil/pulau terpencil.
K. Ikut berperan memelihara dan menciptakan situasi
kondusif dalam rangka mengamankan serta
menyukseskan agenda reformasi internal.
2.2 Misi
1. Membina dan mengembangkan kekuatan serta
kemampuan tempur SSAT.
2. Meningkatkan gelar dan proyeksi kekuatan guna
melaksanakan pengendalian laut dan menjaga stabilitas
keamanan di kawasan timur Indonesia.
3. Membina hubungan militer dengan negara-negara
sahabat.
4. Membina potensi Maritim menjadi kekuatan pertahanan
2.3 Visi
Mewujudkan Koarmatim sebagai komponen kekuatan
BAB III
TINJAUAN PUSTAKA
3.1 Definisi Web
Website atau situs juga dapat diartikan sebagai kumpulan halaman
yang menampilkan informasi data teks, data gambar diam atau gerak, data
animasi, suara, video dan atau gabungan dari semuanya, baik yang bersifat
statis maupun dinamis yang membentuk satu rangkaian bangunan yang
saling terkait dimana masing-masing dihubungkan dengan
jaringan-jaringan halaman (hyperlink).
Bersifat statis apabila isi informasi halaman website tetap, jarang
berubah, dan isi informasinya searah hanya dari pemilik website. Bersifat
dinamis apabila isi informasi dari halaman website selalu berubah-ubah,
dan isi informasinya interaktif dua arah berasal dari pemilik serta
pengguna website. Contoh website statis adalah berisi profil perusahaan,
sedangkan website dinamis adalah seperti Friendster, Multiply. Dalam sisi
pengembangannya, website statis hanya bisa diupdate oleh pemiliknya
saja, sedangkan website dinamis bisa diupdate oleh pengguna maupun
3.1.1 Website
Website haruslah menarik dan dapat mengkomunikasikan
ide, pesan, dan atau citra perusahaan dan akhirnya di harapkan
tercapainya tujuan dari perusahaan. Membuat tema dan konsep
tentang desain website di antaranya dengan memilih warna yang
sesuai untuk di gunakan pada website.
Membuat desain banner yang sesuai dengan tema website
yang akan di buat, membuat tombol yang di gunakan untuk menuju
halaman yang di inginkan, memilih tema yang cocok, memilih dan
mengedit gambar yang akan di gunakan dalam website.
3.2 Prinsip-Prinsip Layout
Prinsip layout antara lain urutan, penekanan, keseimbangan,
kesatuan, dan konsistensi dalam penataan pada urutan menunjuk dalam
membaca. Sedangkan penekanan menunjuk pada objek-objek penting
dalam urutan pembacaan. Keseimbangan menunjuk pada pembagian berat
ruang, termasuk ruang isi dan kosong (ruang sela). Kesatuan menunjuk
pada usaha menciptakan kesatuan objek, termasuk ruang secara
Konsistensi menunjuk pada kontrol estetik tampilan keseluruhan,
konsistensi kian terasa pada penerbitan berkala dalam sebuah media,
apabila hanya di terbitkan satu kali maka konsistensi tidak terlihat.
Konsistensi selain sebagai kontrol estetik terutama berguna bagi
koordinasi keseluruhan material yang dilayout.
Disamping lima prinsip di atas, terdapat dua prinsip lagi yang
penting terutama untuk layout penerbitan berkala. Dua prinsip tersebut
yaitu konstanta dan variabel. “Konstanta adalah elemen-elemen yang
konstan, elemen yang selalu dipertahankan… sedangkan variabel adalah
elemen-elemen yang berubah.” (Rustan, Merupa Buku, pp. 171-172)
Konstanta dan variabel memperjelas prinsip konsistensi.
Dalam bahasan ini melayout adalah mendisain juga. Lebih lanjut
dapat digunakan terminologi mendisain, mengingat mendisain
menekankan arti aktivitas memecahkan persoalan. Layout dalam
pengertian yang demikian menjadi sebuah aktivitas yang tidak sebatas
teknis namun juga filosofis, organisatoris. Literatur kreativitas
mengistilahkan aktivitas mendisain melibatkan aspek kognitif, afektif,
psikomotorik.
Salah satu metode mendisain yang menurut saya mengena yaitu
dengan mengamati hasil desain lain. Kalau kita mendisain jurnal tak ada
salahnya mengamati beberapa desain jurnal. Mengamati dalam hal ini
dalam desain. Di samping itu dengan malakukan pengamatan konseptual
akan diketahui disiplin layout sebuah penerbitan. Artinya, pilihlah
beberapa desain yang layak, baik secara teknik produksi, tampilan layout,
dan gagasan ruang.
3.3 Konsep
Dalam merancang konsep, teknik brainstorming sangat dibutuhkan
karena berhubungan untuk menghasilkan gagasan yang mencoba
mengatasi segala hambatan dan kritik. Kegiatan ini mendorong munculnya
banyak gagasan, termasuk gagasan yang nyleneh, liar, dan berani dengan
harapan bahwa gagasan tersebut dapat menghasilkan gagasan yang kreatif.
Dalam merancang konsep atau dengan kata lain brainstorming
sering digunakan dalam diskusi kelompok untuk memecahkan masalah
bersama. Brainstorming juga dapat digunakan secara individual. Ketentuan
dasar konsep desain adalah sebagai berikut :
1. Tunda Keputusan. Jangan melakukan kritik terhadap
setiap gagasan yang muncul. Jangan pula melakukan
evaluasi terhadap gagasan tersebut. Gagasan dipilih
setelah sekian banyak gagasan dilontarkan.
2. Munculkan sebanyak mungkin gagasan. Munculkan
aneh dan lucu untuk merangsang gagasan-gagasan lain
yang lebih baik.
3.4 Isi
Merancang isi merupakan komersialisasi dari merancangan konsep
atau implementasi dari strateg kreatif. Merancang isi meliputi
mengevaluasi dan memilih daya tarik pesan, gaya dalam mengeksekus
ipesan, dan kata (tema).
Merancangisi website merupakan simbiolisasi dari konsep atau
implementasi dari strategi kreatif suatu program perusahaan. Konsep
pembuatan website meliputi :
o Gunakan kombinasi warna yang menarik sesuai dengan tema
website yang di buat.
o Beri animasi, agar lebih dinamis dan tidak membosankan.
o Pilih gambar dengan size kecil agar lebih ringan.
o Website hendaknya selalu up to date.
3.4.1 Garis
Secara umum, garis terdiri dari unsure titik-titik yang juga
mempunyai peran tersendiri dengan dimensi panjang yang lebih dominan.
Garis mempunyai dimensi seperti tebal, tipis, panjang, dan pendek, juga
saling berhubungan dalam bentuk garis pararel atau sejajar, garis
dalam desain komunikasi visual berperan untuk pemberian aksen sebagai
pembatas dan kolom.
3.4.2 Bentuk
Bentuk atau bidang yang dimaksud adalah dalam
pengertian dua demensi. Bentuk-bentuk dasar geometris terdiri dari
tiga, yaitu : empat persegi, bundar, lingkaran, dan segitiga.
Bentuk-bentuk dua demensi lainnya merupakan variasi dari ketiganya.
Beberapa bentuk ( bidang ) akan menimbulkan perhatian lebih
pada audiens disbanding bentuk-bentuk lainnya, bergantung pada
ukurannya, warna, value, tekstur, detail, atau letak ( posisi ) dalam
bidang gambarnya.
3.4.3 Warna
Warna adalah mutu cahaya yang dapat ditangkap oleh indra
penglihatan atau mata kita. Warna merupakan unsur penting dalam
desain, karena dengan warna, suatu karya desain akan mempunyai
arti atau nilai lebih (added value) dari utilitas karya tersebut.
Keindahan sebuah warna tidak akan ada artinya apabila hadir
sendiri tanpa kehadiran warna-warna lain disekitarnya. Karena
warna-warna tersebut akan saling mempengaruhi (Arniti Kusmiati
Warna merupakan suatu alat komunikasi efektif untuk
mengungkapkan pesan, ide atau gagasan tanpa menggunakan
tulisan atau bahasa. Pengertian tentang warna, baik berupa
keharmonisan, pandangan, pola dan asal-usulnya menjadi bagian
yang sangat penting untuk pengetahuan para seniman, arsitek dan
pendesain dalam berkarya (Mita Purbasari, 2000:12-13).
3.4.4 Animasi
Gaya eksekusi pesan dalam multimedia yang sangat
popular saat ini adalah animasi. Dengan tekhnik ini, kita dapat
menggerakkan gambar dan teks apa saj asehingga lebih menarik,
kita juga dapat mengatur berapa lama durasi yang di butuhkan
dalam animasi tersebut,jadi website tidak akan terkesan monoton.
3.5 Prinsip-prinsip Desain
Prinsip-prinsip desain yang iut menentukan, antara lain :
1. Prinsip keseimbangan
Keseimbangan ini perlu sekali dalam pembuatan
komposisi. Ada 2 macam bentuk keseimbangan, yaitu :
o Keseimbangan sinitris (mempunyai berat dan
o Keseimbangan asimetris (mempunyai
keseimbangan yang tersembunyi dan tidak
terbagi sama).
2. Prinsip irama
Irama adalah suatu gerak yang teratur, yang
berhubungan, sehingga akan selalu ada pengulangan –
pengulangan yang teratur. Gerak-gerak itu akan
mengakibatkan suatu arah kemudian menjadi irama.
Dalam hal ini irama tidak di bentuk terbatas dari garis
saja, namun semua unsur – unsur seni lukis bisa
membentuk irama.
3. Prinsip kesatuan
Kesatuan dalam hal ini adalah suatu bentuk yang
unsur-unsurnya mempunyai saling hubungan.
Bentuk yang kita maksud dapat di capai dengan cara
Selingan/variasi di samping ada pengulangan-pengulangan
BAB IV
METODE KERJA PRAKTEK
3.1Metode Observasi
Observasi yang saya lakukan adalah secara langsung dan terfokus
pada bagaimana prinsip kerja Disinfolahta ARMATIM (ARMADA
TIMUR) Surabaya khususnya grafis yang di gunakan dalam desain
website.
Pelaksanaan kerja praktek yang sangat singkat selama kurang lebih
1 bulan tersebut saya melakukan kegiatan observasi di Dinas info
pengolahan data melalui bloking waktu seperti berikut :
1. Minggu I
Mengamati sistem kerja dan membaur dengan karyawan yang ada di
Disinfolahta ARMATIM (ARMADA TIMUR) Surabaya. Serta
mencoba mengali dari nara sumber mengenai apa yang di perlukan
sehingga observasi tidak sia- sia.
2. Minggu II
Membuat tema dan konsep tentang desain website:
o Menentukan konsep yang cocok.
o Membuat sketsa layout web yang sesuai dengan tema website
yang akan di buat.
o Proffing konsep serta sketsa layout.
3. Minggu III
Mengimplementasikan desain :
o Memilih warna yang sesuai untuk di gunakan pada website.
o Membuat masing-masing halaman sesuai dengan tema yang
telah di tentukan sebelumnya.
o Memasukkan elemen-elemen grafis dan teks yang telah di buat,
sesuai dengan konsep dan layout website.
o Memasukkan fungsi-fungsi dari tiap-tiap elemen grafis yang
telah di masukkan.
o Memilih dan mengedit gambar dan video yang akan di gunakan
dalam website.
o Membuat animasi atau motion yang menarik untuk web.
o Mengedit teks dari source.
o Proffing tahap komputerisasi.
4. Minggu IV
o Revisi hasil proffing tahap komputerisasi.
4.2 Metode Interview
Proses dilakukankan saat minggu pertama yaitu dengan interview
atau tanya jawab secara lagsung dengan pembimbing kerja praktek dan
para anggota karyawan Disifolahta ARMATIM (ARMADA TIMUR)
Surabaya.
4.3 Metode Literatur
Metode ini dilakukan dengan cara mempelajari dan mencari
referensi buku-buku aplikasi tentang desain website, juga mencari
referensi dari internet situs-situs desain.
4.4 Perancangan
Dasar dari perancangan sebuah desain terdiri atas 3 hal, yaitu
sketsa, elemtry skets dan final artwork.
Penjelasan Keterangan Website Sandingan ARMATIM (ARMADA TIMUR)
Surabaya :
o Warna dominan website putih.
o Teks yang digunakan arial.
o Konten menggunakan 2 kolom.
BAB V
HASIL DAN PEMBAHASAN
5.1 Hasil
Pengerjaan desain web sandingan ARMATIM (ARMADA
TIMUR) Surabaya yang dikerjakan selama kerja praktek 1 bulan lamanya di
Disinfolahta ARMATIM (ARMADA TIMUR) Surabaya dalam pembuatan
website sandingan memperoleh hasil sebagai berikut :
Gambar 5.2 tampilan layout
Gambar 5.4 Tampilan motion jquery info Laksamana Muda
Gambar 5.6 Tampilan jquery news
5.2 Pembahasan
Pembuatan website ini menggunakan beberapa software yaitu Adobe
Photoshop, dan Adobe Dreamweaver.
1. Pembuatan Layout desain
Dari beberapa pertimbangan maka penulis memilih desain awal web
sebagai berikut :
Gambar 5.8 Sket tampilan halaman awal yang terpilih
Gambar 5.9 Final desain tampilan halaman awal
Dari beberapa pertimbangan maka penulis memilih desain halaman
web sebagai berikut :
Gambar 5.11 Sket tampilan halaman web yang terpilih
Gambar 5.12 Final desain tampilan halaman web
Layout desain dibuat menggunakan adobe Photoshop kemudian di
export menuju dreamweaver. Dengan ukuran 293x373 px untuk
tampilan awalan dan 900x848 px untuk halaman konten web. Halaman
gambar siluet dari tentara serta loga ARMATIM yang berfungsi
sebagai button. Kemudian pada halaman konten dibuat dengan
background putih dan gambar Patung Jalaseva Jayamahe serta logo
ARMTIM yang dbuat transparan.
2. Membuat Button
Gambar 5.13 Tampilan button halaman web
Pembuatan button untuk web ini modern minimalis dengan
menggunakan jquery, berupa kotak berwarna hitam dengan text
didalamnya yang menggunakan warna putih ketika kursor mengarah
ke menu akan berubah warna biru sehingga kontras dengan wrna
3. Tampilan animasi slide show foto video
Gambar 5.14 Tampilan halaman gallery pada web
Disini saya menggunakan slide show dengan jacquery. Yaitu script
untuk penampilan slide show foto produk dengan script sebagai berikut
4.Finishing Edit
Pada tahap ini tahap terakhir dari pembuatan layout serta website
sandingan dengan memasukan semua source kedalam adobe dremweaver
untuk di edit secara total. Pada tahap ini dilakukan beberapa kali editing
meng-fungsikan tiap-tiap button yang terdapat pada tiap halaman website.
Memasukan script-script yang dikehendaki. Tiap-tiap halaman dibuat
BAB VI
PENUTUP
6.1 Kesimpulan
Dalam pembuatan website sandingan Koarmatim ini menjelaskan
kebutuhan website meliputi pembuatan layout sangat berperan penting dalam
menentukan isi, warna dan bentuk dalam website. Layout meliputi semua
bentuk penempatan dan pengaturan untuk memperoleh suara komunikasi yang
efektif, oleh karenanya peranan layout sangat memberikan pengaruh untuk
menunjang kinerja dengan menyampaikan sebuah informasi agar dapat
menarik pengunjung untuk melihat website tersebut.
6.2 Saran
Berdasarkan hasil temuan yang di uraikan pada pembahasan
terdahulu, maka ada beberapa saran yang hendak penulis sampaikan bagi
pihak-pihak berkepentingan, antara lain:
Perusahaan
Mengingat praktek kerja di Disinfolahta ARMATIM (ARMADA
TIMUR) Surabaya masih dibutuhkan pengadaan training dan peninjauan
Disinfolahta melakukan perekrutan untuk tim kreatif yang bisa mengatasi
DAFTAR PUSTAKA
Cenadi, Christine Suharto. 1999. Elemen-Elemen Desain Komunikasi
Visual. Nirmana: 1( 1): 1-12
Darma Prawira, Sulasmi. 1989. Warna Sebagai Salah Satu Unsur Seni dan
Desain. Jakarta: Depdikbud
Halaman web
http://materikuliah.info/umum/definisi-warna.aspx http://www.kansmaster.com/2010/06/06/definisi-warna/ http://deeyaan.blogspot.com/2008/03/pengertian-website.html http://dgi-indonesia.com/layout/
http://isroi.wordpress.com/2008/04/12/brainstorming/ http://www.triwibowo.com/layout