• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERAN EDITOR BERITA TV DALAM MENYAJIKAN BAHAN BEITA (Studi pada bahan berita Radar Malam stasiun Radar TV Lampung)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PERAN EDITOR BERITA TV DALAM MENYAJIKAN BAHAN BEITA (Studi pada bahan berita Radar Malam stasiun Radar TV Lampung)"

Copied!
68
0
0

Teks penuh

(1)

PERAN EDITOR BERITA TV DALAM MENYAJIKAN BAHAN BEITA (Studi pada bahan berita Radar Malam stasiun Radar TV Lampung)

Oleh IIN DRAYANI

Skripsi

Sebagai salah satu syarat untuk mencapai gelar SARJANA ILMU KOMUNIKASI

Pada

Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS LAMPUNG

(2)

MATERIAL

(A Study to News Material Radar Malam in Radar TV Lampung) By

IIN DRAYANI

The background of this research is about how splendid an incident or story to be published, which will not attract the viewers if the news is not delivered by good languange, clear sentences, accurate information and also suppotring picture. Editor has big role to produce a good and right news program which also understanable. The researcher chose Radar Tv Lampung because this station was newly established and hired crews whose educational background mostly not about jornalistic or press. The researcher chose night news program Radar Malam for it is a news program that publish all aspects in life. Beside that, the reason of researcher chose Radar Malam because the editor of this program has no jornalistic as educational background.

The main question of this research is; how is the role of non-jornalistic educated editor in providing news material for Radar Malam news program in Radar TV Lampung. This research was focused on the role of script editor and picture editor, where both editor have no jornalistic or press educational background. Meanwhile the purpose of this research is to describe the role of editor as individual and also the role of editor whose educational background is not jornalistic or press in in the process of providing news material in Radar Malam. This is a descriptive research with qualitative approach.

The result of this research shows that the role of editor is large because it determines the result of published news in a television program. Even without a journalistic education background, the editor was able to work effectively in providing news material in Radar Malam of Radar Tv Lampung. The main job of script editor is to verify the news, the accuracy of datam, check and balance. In the other hand, the job of picture editor is to edit picture starting from cut to cut in every record, mixing the picture and sound, and also adding graphical effect to complete the news presentation. Editor has important role in serving the news material, yet the role of editor could not be done by a single person but in a team. That is why if the editor do not work effectively, it will also affect the result of news presentation and even in some cases the news could not be aired.

(3)
(4)

ABSTRAK

PERAN EDITOR BERITA TV DALAM MENYAJIKAN BAHAN BEITA (Studi pada bahan berita Radar Malam stasiun Radar TV Lampung)

Oleh IIN DRAYANI

Latar belakang pada penelitian ini adalah bagaimana hebatnya peristiwa atau kisah yang diangkat, tidak akan menarik perhatian pirsawan apabila ia tidak disampaikan dengan bahasa yang baik, kalimat yang jelas, informasi yang akurat ditambah dengan gambar yang kuat. Editor sangat berperan untuk menghasilkan tayangan berita yang baik dan benar serta mudah dipahami. Peneliti memilih Radar TV Lampung karena Radar TV Lampung masih tergolong stasiun TV yang masih baru berdiri, dan masih memperkerjakan crew yang tidak berlatar belakang pendidikan junalistik maupun pers. Peneliti memilih program berita Radar Malam karena Radar Malam merupakan pogram berita yang menayangkan semua aspek kehidupan. Selain itu, peneliti memilih program berita Radar Malam juga karena editor Radar Malam tidak berlatar belakang pendidikan jurnalistik

Rumusan masalah pada penelitian ini adalah bagaimakah peran editor dengan basic pendidikan non-jurnalistik dalam menyajikan bahan berita yang di ditayangkan pada program berita Radar Malam di Radar TV Lampung. Penelitian ini terfokus pada bagaimana peran editor naskah dan editor gambar berita dalam menyajikan bahan berita Radar Malam Radar TV Lampung dengan latar belakang pendidikan tidak berbasis jurnalistik dan pers. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran editor secara individu serta Peran editor dengan basic pendidikan non-jurnalistik dalam proses menyajikan bahan berita dalam progam berita Radar Malam. Metrode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif.

(5)

untuk melengkapi tayangan berita. Editor berperan penting dalam penyajian bahan berita, namunperan editor tidak dapat dilakukan sendiri melainkan dilakukan secara tim. Oleh karena itu jika editor tidak bekerja secara maksimal maka hasil berita tidak akan maksimal bahkan terancam tidak ditayangkan.

(6)
(7)
(8)
(9)

DAFTAR ISI

a). Pengertian Berita Televisi ... 13

b). Jenis Berita Televisi ... 14

c). Struktur Berita Televisi ... 15

d). Unsur Berita Televisi ... 17

e). Naskah Berita ... 21

f). Program Acara Berita Televisi ... 25

g). Tinjauan Tentang Manajemen Program Penyiaran Televisi ... 28

C. Landasan Teori………... 31

G. Teknik pengumpulan data ... 44

(10)

A. Profil Radar TV Lampung ... 47

B. Visi Misi Maksud dan Tujuan Radar TV Lampung ... 49

1. Visi misi Radar TV Lampung ... 49

2. Maksud dan Tujuan Radar TV Lampung ... 51

C. Jangkauan Siar Radar TV Lampung ... 51

D. Struktur Organisasi Radar TV Lampung ... 52

E. Komposisi Siaran Radar TV Lampung ... 52

F. Lokasi Radar TV Lampung ... 53

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian ... 54

1. Karakteristik informan ... 55

2. Peran editor berita TV dalam menyajikan bahan berita Radar Malam .. ... 58

a. Latar Belakang Pendidikan Editor Berita Radar Malam ... 59

b. Mengikuti Pelatihan Khusus Editing ... 62

c. Pengetahuan Dasar-Dasar Editing, Etika Penyuntingan Naskah / Gambar dan Teknik Penyuntingan ... 64

3. Tugas dan Tanggung Jawab Sebagai Editor ... 67

4. Peran Editor dalam Menyajikan Bahan Berita TV ... 72

a. Penghambat dan Solusi Melalui Hambatan dalam Melaksanakan Tugas Editor ... 76

b. Kebebasan dalam Melakukan Editing dan Batasan Khusus ... .... 79

c. Koordinasi antar Editor dengan Editor Serta Crew Lainya ... 81

B. Pembahasan ... 85

BAB I V HASIL DAN PEMBAHASAN A. Kesimpulan ... 94

(11)

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Setiap hari masyarakat mendapatkan informasi tentang kejadian-kejadian dan segala bentuk peristiwa yang terjadi di belahan dunia melalui televisi. Kehadiran stasiun televisi yang terus bertambah membuka jalan bagi jurnalisme media massa televisi untuk turut berkembang pula. Kebutuhan masyarakat yang besar terhadap berita seolah menuntut stasiun televisi yang ada untuk mampu menghadirkan berita yang cepat, dapat diandalkan, akurat dan baru.

Televisi menjadi media atau penyampai pesan yang sudah sangat dekat dengan masyarakat dan media televisi dianggap sangat mudah untuk digunakan sebagai media penghantar pesan yang cepat oleh kalangan masyarakat dengan ekonomi yang rendah. Munculnya media televisi dalam kehidupan manusia memang menghadirkan satu peradaban, khususnya dalam proses komunikasi dan informasi yang bersifat massa.

(12)

kepada komunikannya terdapat sebuah alat atau yang biasa disebut media, agar mendapat sebuah efek atau dampak.

Persaingan industri penyiaran saat ini telah mencapai tingkat persaingan yang sangat tajam sehingga dibutuhkan strategi yang baik untuk memenangkan persaingan pada era bebas belakangan ini (Morissan, 2005:1). Perkembangan media massa di Indonesia saat ini tengah mengalami kemajuan, khususnya media televisi. Pada awalnya hanya ada satu televisi milik negara yaitu TVRI yang berdiri sejak tahun 1962. Kemudian pada awal tahun 90-an mulai bermunculan televisi-televisi swasta di Indonesia terutama di Jakarta sebagai ibukota negara.

(13)

tayangan gambar televisi. Sehingga khalayak dapat mengetahui sekaligus memahami pesan dengan jelas dan mendalam.

Program berita Radar Malam adalah program berita yang menyiarkan berita yang terkini dan bersifat umum di Provinsi Lampung. Memiliki durasi 30 menit dan memiliki ruang untuk society 30 menit. Segmentasi siaran adalah umum dan jam tayang pukul 22.00 WIB setiap hari. Keberadaan stasiun Radar TV cukup memiliki peran yang sangat signifikan dalam masyarakat. Tidak hanya sebagai alternatif hiburan masyarakat, berdirinya stasiun Radar TV juga memberi pemasokan informasi berita bagi masyarakat Lampung yang pada umumnya sangat dibutuhkan oleh masyarakat.

(14)

Berita televisi memiliki unsur naskah yang tediri dari naskah berita, judul berita, dan naskah yang disampaikan oleh anchor, audio yang tediri dari voice over / dubbing naskah berita, gambar berita yang tediri dari video rekaman hasil liputan,

gambar penunjang berita atau video tambahan. Naskah berita, video rekaman / gambar, judul berita harus senada dan mudah dipahami, hal ini sangat bergantung bagaimana editor dapat mengolahnya dengan baik.

Keberhasilan dari pembuatan sebuah program acara berita membutuhkan kerjasama tim yang baik agar program berjalan bagaimana seharusnya, baik pada tahap pra-produksi hingga pasca-produksi. Crew yang bertugas harus memiliki spesialisasi dan tidak melakukan peran ganda. Pada penelitian ini peneliti mengangkat tentang peran editor dalam tanggung jawabnya menjadikan berita menjadi menarik. Bagaimana editor dapat mengolah dan menyajikan bahan siar menjadi menarik dan berkualitas dimata pirsawan. Peran editor dapat dikatakan sebagai perilaku individu yang penting bagi keberhasilan sebuah manajemen televisi. Peran editor juga lebih menunjukan fungsinya sebagai suatu posisi dalam menjalankan suatu proses.

(15)

Peneliti memilih Radar TV Lampung sebagai obyek penelitian. Peneliti mempertimbangkan lokasi penelitian dan sistem operasional stasiun televisi yang kemungkinan dapat menerima peneliti untuk dapat mengkaji secara mendalam. Peneliti memilih Radar TV Lampung karena Radar TV Lampung masih tergolong stasiun TV yang masih baru berdiri, dan masih memperkerjakan crew yang tidak berlatar belakang pendidikan junalistik maupun pers.

Peneliti memilih program berita Radar Malam karena Radar Malam merupakan pogram berita yang menayangkan semua aspek kehidupan. Selain itu, peneliti memilih program berita Radar Malam juga karena editor Radar Malam tidak berlatar belakang pendidikan jurnalistik. Hal ini membuat peneliti tertarik untuk mengetahui peran editor berita yang mungkin berbekal pengalaman dan belajar autodidak, karena memang belum memasyarakatnya pendidikan tinggi editing. karena peran editor adalah bagian penting dalam keberhasilan sebuah tayangan berita. Dengan demikian, maka penelitian ini perlu diketahui dan dipelajari dan dipandang perlu untuk dilakukan.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah yang ada, pada penelitian ini peneliti merumuskan masalah yang akan diteliti yaitu :

a. Latar belakang pendidikan editor berita televisi program berita Radar Malam b. Bagaimana tugas dan tanggung jawab editor dalam menyajikan bahan berita

(16)

c. bagaimakah peran editor dengan basic pendidikan non-jurnalistik dalam menyajikan bahan berita yang di ditayangkan pada program berita Radar Malam di Radar TV Lampung?

C. Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian dalam penyusunan skripsi ini adalah

a. Untuk mengetahui latar belakang pendidikan yang di tempuh oleh editor berita program berita Radar Malam

b. Mendeskripsikan tugas dan tanggung jawab editor dalam menyajikan bahan berita program berita Radar Malam

c. Menjelaskan Peran editor dengan basic pendidikan non-jurnalistik dalam proses menyajikan bahan berita dalam progam berita Radar Malam pada stasiun Radar TV Lampung

D. Kegunaan Penelitian

Adapun kegunaan penulisan ini yaitu :

a. Secara teoritis hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi untuk kajian pengembangan ilmu komunikasi yang berkaitan dengan Produksi Siaran Televisi pada kajian proses produksi tayangan berita khususnya peran editing berita dan juga diharapkan dapat menjadi referensi bagi penelitian selanjutnya.

(17)
(18)

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Penelitian Terdahulu

Iksan (1996) menyatakan bahwa tinjauan pustaka harus mengemukakan hasil penelitian lain yang relevan dalam pendekatan permasalahan penelitian seperti teori, konsep-konsep, analisis, kesimpulan, kelemahan dan keunggulan pendekatan yang dilakukan orang lain. Peneliti harus belajar dari peneliti lain, untuk menghindari duplikasi dan pengulangan penelitian atau kesalahan yang sama seperti yang dibuat oleh peneliti sebelumnya (Masyhuri dan Zainuddin, 2008: 100).

Penelitian sebelumnya dipakai sebagai acuan dan referensi penulis untuk memudahkan penulis dalam membuat penelitian ini. Penulis telah menganalisis penelitian terdahulu atau sejenis yang berkaitan dengan bahasan di dalam penelitian ini, mencakup tentang peran editor dalam poses produksi berita televisi.

Penelitian tentang peran editor berita sebelumnya sudah pernah di lakukan oleh Adhi Dharma Pribadi mahasiswa jurusan Broadcasting Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Mercu Buana tahun 2004. Ia menganalisis tentang peran video editor dalam proses pasca produksi berita Redaksi Pagi Trans7 tahun 2008. Masalah

yang menjadi pokok bahasan dalam penelitian adalah bagaimana peran video

(19)

penelitian ini sebagai referensi karna memiliki kesamaan dalam penelitian penulis yaitu peran editor berita. Yang membedakan penelitian terdahulu dengan penelitian penulis adalah objek penelitian dan fokus penelitian. Objek penelitian

terdahulu dilakukan di stasiun televisi Trans7 sedangkan objek penelitian penulis

dilakukan distasiun televisi lokal Radar TV Lampung, dan fokus penelitian terdahulu mengenai peran video editor berita televisi sedangkan fokus penelitian penulis mengenai peran naskah editor berita dan editor gambar berita televisi.

Penelitian yang serupa juga di lakukan oleh saudara M. Yokhie Oetama AB mahasiswa Universitas Lampung. Ia menelti tentang Peran Assistant Producer dalam Produksi Program Acara MTV AMPUH di Stasiun GLOBAL TV. Tujuan penelitiannya adalah ingin mengetahui bagaimana peranan dan fungsi Assistant

Producer dalam proses produksi program acara MTV AMPUH di Stasiun

GLOBAL TV. Hasil penelitian menunjukan bahwa peranan dan fungsi Assistant Producer memang berpengaruh besar kaena menentukan semua proses produksi menjadi lebih baik, baik dari tingkat terendah maupun tingkat yang menentukan sekalipun, sebab sosok seorang Assistant Producer tidak jauh berbeda dari seorang produser utama. Yang membedakan antara penelitian saudara Yokhie denga penelitian penulis adalah objek yang diteliti.

B. Teoritik

a. Peran Editor Berita

Menurut Linton (dalam Robbins, 2006: 41) peran adalah type dynamic aspect of status. Dengan kata lain, seorang yang menjalankan perannya sesuai dengan hak

(20)

adalah complement of role relationships wich person have by virtue of occupying status, dengan kata lain adalah pelengkap hubungan peran yang dimiliki

seseorang karena memiliki status tertentu.

Peran yang melekat pada diri seseorang harus dibedakan dengan posisi dalam pergaulan kemasyarakatan. Posisi seseorang dalam masyarakat (social position) merupakan unsur statis yang menunjukan tempat individu pada organisasi. Peran lebih banyak menunjukan fungsi, penyesesuaian diri dan sebagai suatu proses. Jadi, seseorang menduduki suatu posisi dalam masyarkat serta menjalankan suatu peranan.

Peranan menurut Levinson dalam Soekanto (Sosiologi Suatu Pengantar, 2000 hal 269) mencakup tiga hal, diantaranya:

1. Peranan meliputi norma-norma yang dihubungkan dengan posisi atau tempat seseorang dalam masyarakat. Peranan dalam arti ini merupakan rangkaian peraturan-peraturan yang membimbing seseorang dalam kehidupan masyarakat.

2. Peranan adalah suatu konsep tentang apa yang dapat dilakukan oleh individu dalam masyarakat sebagai organisasi.

3. Peranan juga dapat dikatakan sebagai perilaku individu yang penting bagi strustur sosial masyarakat.

Ada pula konsep peran (role) menurut Komarudin (1994:764) dalam buku

“Ensiklopedia Manajemen” mengungkapkan sebagai berikut:

1. Bagian dari tugas utama yang dilakukan oleh manajemen.

(21)

3. Bagian dari suatu fungsi seseorang dalam kelompok atau pranata.

4. Fungsi yang diharapkan oleh seseorang dan menjadi karakteristik yang ada pula

5. Fungsi setiap variabel dalam hubungan sebab akibat

Kata editor berasal dari bahasa Inggris. Menurut Kamus Inggris-Indonesia (Kramer Sr.), kata editor bermakna redaktur, pemeriksa naskah untuk penerbitan. Kata edit sendiri bermakna membaca dan memperbaiki (naskah), mempersiapkan (naskah) untuk diterbitkan (2009).

Akan tetapi, saat ini kata editor sudah diadopsi ke dalam bahasa Indonesia. Menurut KBBI (2003), kata editor berasal dari kata edit. Dari kata edit muncul kata mengedit (kata kerja) dan editor (kata benda/nomina). Kata editor bermakna orang yang mengedit naskah tulisan atau karangan yang akan diterbitkan di majalah, surat kabar, televisi dan sebagainya.

Menurut Deddy Iskandar Muda dalam bukunya, Editor adalah yang bertanggung jawab pada semua bagian di bidang berita. Memutuskan kebijaksanaan umum yang berkaitan dengan editorial dan memproyeksikan jangka panjang, editor juga secara keseluruhan bertanggung jawab tetapi tidak mencampuri urusan-urusan harian, bertanggung jawab terhadap tampilan acara berita seperti penampilan background penyiar berita, penggunaan chomakey dan pemilihan penyiar berita.

(22)

berkembang, para editor harus menyajikan sesuatu yang aktual dan menarik mengenai berita tersebut.

Menurut Iskandar Muda Editing adalah kegiatan menyunting, dalam hal ini adalah untuk menyunting gambar atau naskah untuk siaran televisi. Dalam media komunikasi editor adalah orang yang mengedit naskah tulisan atau karangan yang akan diterbitkan dalam majalah, surat kabar, televisi dsb; penyunting; -- bahasa penyunting naskah yang akan diterbitkan dengan memperhatikan ejaan, diksi, dan struktur kalimat; --pengelola petugas yang bertanggung jawab atas penyampaian berita di televisi dan radio (pada surat kabar dan majalah disebut redaktur pelaksana); -- penyelia manajer penyunting yang bertanggung jawab atas pelaksanaan tugas para penyunting secara tepat dan efisien sesuai dengan yang telah ditentukan.

(23)

Editor juga harus mempertimbangkan berapa durasi dan kandungan beritanya sesuai dengan efisiensi biaya. Artinya seorang editor harus mampu menguasai semua proses kerja peralatan yang ada pada bagian editing newsroom, baik analog atau digital. Secara teknis, dalam proses dari editing video seorang editor berperan secara konsisten dalam mengkopi berbagai elemen baik gambar, suara, grafis, dan efek kedalam satu video tape (betacam) baru untuk disiarkan di master control atau dibuat dalam bentuk media yang lain.

b. Berita Televisi

a) Pengertian Berita Televisi

Dalam uraian tentang berbagai kategori siaran karya jurnalistik televisi, terkandung makna berita. Pada sub bab ini peneliti menjabarkan beberapa konsep yang perlu dipahami tentang berita TV :

Menurut Brian S Brook (1985, dalam freejournalist.wordpress.com) menyatakan bahwa berita TV ialah :

“Tv news is more than just pictures, coverage, it’s also ‘telss’ the news with word spoken by anchor person, reporter and news maker. The link

between the pictures and word is crusial”

(artinya bahwa berita TV lebih dari sekedar peliputan gambar, ia juga mengisahkan berita dengan real yang diutarakan oleh pembawa berita, reporter dan pembuat berita).

(24)

b) Jenis Berita Televisi

Menurut Iskandar (2003 : 40-42) berita pada umumnya dikategorikan menjadi tiga bagian yaitu hard news, soft news, dan investigative reports. Perbedaan ketiga kategori tersebut didasarkan pada jenis peristiwa dan cara-cara penggalian data.

1. Hard News

Hard News (berita berat) adalah berita tentang peristiwa yang dianggap

penting bagi masyarakat baik sebagai individu, kelompok maupun organisasi. Berita tersebut misalnya tentang mulai diberlakukannya suatu kebijakan baru pemerintah. Ini tentu saja akan menyangkut hajat orang banyak sehingga orang ingin mengetahuinya. Karena itu harus segera diberitakan. Secara umum pada hard news, data masih mudah untuk diperoleh, karena semuanya masih bisa transparan walaupun dalam beberapa kasus juga dialami oleh para reporter untuk menggali data yang sebenarnya.

2. Soft News

Soft News (berita ringan) sering disebut dengan feature yaitu berita yang tidak

(25)

bervariasi, tetapi hampir tidak ada yang lebih panjang dari 2 menit dan lebih pendek dari 45 detik.

3. Investigative Reports.

Investigative Reports atau disebut juga laporan penyelidikan (investigasi)

adalah jenis berita yang eksklusif. Datanya tidak bisa diperoleh di permukaan, tetapi harus dilakukan berdasarkan penyelidikan.

c) Struktur Berita Televisi

Dalam bukunya Jurnalistik Televisi, Deddy Iskandar Muda mengemukakan struktur penullisan yang digunakan untuk berita televisi adalah bentuk piramida terbalik. Bentuk piramida terbalik didesain untuk penulisan berita di televisi dengan tujuan siaran tunda. Dalam konteks dimana reporter meliput suatu peristiwa lalu beritanya disusun dan ditayangkanpa pada jam tertentu yang sudah dijadwalkan sebelumnya. Namun desain bentuk piramida terbalik tersebut kurang relevan bila diterapkan dalam berita di televisi dengan format siaran langsung (live report).

Desain piramida terbalik ini berdasarkan atas adanya asumsi bahwa khalayak adalah orang yang sibuk dan memiliki waktu yang singkat untuk menerima suatu informasi. Oleh karena itulah desain piramida terbalik dimuat agar dalam waktu yang singkat saja khalayak dapat mengetahui yang pokok permasalahan yang hendak disampaikan dalam berita, termasuk juga khalayak tidak akan kehilangan informasi-informasi penting yang seharusnya mereka peroleh dari suatu berita. Desain piramida terbalik terdiri atas :

(26)

Bagian ini berada pada posisi atas bentuk piramida terbalik. Unsur ini merupakan topik berita yang mengandung unsur when, who dan what atau dengan kata lain bagian ini merupakan inti berita. Hal paling penting yang harus dipertimbangkan adalah nilai atau tingkat kepentingan suatu informasi untuk segera diketahui oleh khalayak, sehingga layak untuk dicantumkan di dalam teras berita.

2. Set The Scene (Pemaparan permasalahan)

Pemaparan masalah ditujukan untuk memberikan penjelasan lebih lanjut tentang pokok persoalan yang telah dikemukakan terlebih dahulu di dalam teras berita. Unsur-unsur yang terkandung di dalam pemaparan masalah adalah unsur why dan where.

3. Context of The Background (Latar Belakang Permasalahan)

Agar berita yang disampaikan terasa lebih lengkap, maka perlu juga dikemukakan latar belakang permasalahan dalam berita yang disampaikan. Unsur yang terkandung di dalam Context of The Background ini adalah unsur why.

4. Details (uraian), Body

Agar berita yang disajikan kepada khalayak dapat dimengerti secara keseluruhan, maka penting sekali adanya uraian lebih lanjut terkait dengan informasi yang telah lebih dahulu dikemukkan sebelumnya. Unsur yang terkandung dalam Detail adalah unsur why.

5. Minor Detail (Uraian terperinci)

(27)

menarik atau lebih baik disertakan sehingga semakin melengkapi berita yang disapaikan.

Namun, di dalam kelima bagian yang membangun struktur piramida terbalik tersebut, unsur-unsur yang terkandung di dalam masing-masing bagian tersebut bukanlah format yang mutlak. Pemilihan unsur-unsur tersebut juga harus atas pertimbangan agar informasi yang disampaikan menjadi lebih hangat, aktual, menarik dan mudah dicerna oleh khalayak.

d) Unsur Berita Televisi

Dalam menulis berita, wartawan atau reportrer mengacu pada unsur pokok berita dalam penulisan sebuah berita. Unsur pokok tersebut dikenal sebagai unsur

“5W+1H” yang terdiri atas :

What : Apa yang terjadi?

Where : Dimana hal itu terjadi?

When : Kapan hal itu terjadi?

Why : Mengapa peristiwa itu terjadi?

Who : Siapa yangterlibat dalam kejadian itu:

How : Bagaimana peristiwa itu terjadi?

Menurut Deddy Iskandar Muda dalam bukunya yang berjudul Jurnalistik Televisi, berita yang disiarkan melalui televisi perlu ditambah lagi unsur Easy listening formula. Tujuannya agar suatu informasi menjadi lengkap dan sesuai dengan apa

(28)

1. Accuracy

Disini dimaksudkan bahwa semua data yang dihimpun untuk bahan dalam penulisan berita ketika masih dilapangan haruslah tepat. Jika tidak, reporter akan kesulitan dalam menyusun berita, yang akhirnya akan berdampak pada isi berita yang disusunnya, yaitu berita akan terasa kurang lengkap.

2. Brevity

Maksudnya adalah bahwa penulisan berita yang akan disiarkan melalui televise cukup singkat saja. Sekain karena alas an waktu, televisi juga merupakan media yang selintas. Kemampuan daya rekam dan daya ingat manusia sangatlah terbatas, sehingga harus dihindari penjejalan informasi dalam suatu sajian berita. Singkat disini bukan berarti menghilangkan peristiwa yang ingin disampaikan kepada khalayak dalam penyajian berita tersebut. Reporter harus mampu menyaring semua data dari kelengkapan data yang dikumpulkan di lapangan, jangan sampai reporter mengabaikan fakta penting yang seharusnya disampaikan kepada khalayak.

3. Clarity

Informasi yang disampaikan haruslah jelas, jangan membuat khalayak bingung. Penulisan nama, istilah asing dan lafalnya, harus ditulis dengan jelas. Begitu juga denagn bangunan kalimat antar paragraf dan antar kalimat harus jelas. Sehingga kontinuitas penulisan antara satu masalah dengan masalah lainnya akan lebih runtut, jelas dan mudah dipahami.

4. Simplicity

Simplicity adalah kesederhanaan. Pemahaman akan keberagaman latar

(29)

menulis berita agar mudah diterima dan dipahami oleh khalayak. Pirsawan memiliki latar belakang pendidikan, sosial, ekonomi maupun budaya yang berbeda, namun berada dalam konteks penerimaan terhadap informasi yng sama. Jika terdapat informasi yang sifatnya terlalu ilmiah , istilah asing ysng beelum memasyarakat dalam ruang lingkup tertentu akan mempersulit khalayak dalam menerima dan memahami informasi yang disampaikan kepadanya.

5. Sincerity

Sincerity menuntut reporter untuk jujur dalam menyajikan berita. Informasi

tentang suatu peristiwa yang akan disampaikan terhadap khalayak harus ditulis apa adanya dan ditulis dengan objektif tanpa manipulasi. Berita haruslah mengandung kebenaran yang dapat dipertanggungjawabkan.

Bila diruntut dari pengertiannya, berita televisi merupakan segala informasi yang disampaiakan melalui media televisi. Berita televisi berbeda dengan berita radio atau cetak, menurut Sudirman Tebba (2005 : 67-83) berita televisi terdiri atas tiga hal, yaitu:

1. Gambar

Ini merupakan unsur pertama dalam berita televisi. Gambar menjadi kekuatan berita, karena gambar ikut bicara, bahkan kadang lebih berbicara daripada naskah dan audio. Akan tetapi gambar berita televisi memiliki sejumlah unsur agar menarik, yakni :

(30)

2) Sinkronisasi, gambar harus sinkron dengan peristiwa yang diinformasikan agar sesuai antara naskah dengan gambarnya.

3) Simbolis, berarti bukan gambar sebenarnya, tetapi hanya menggambarkan kejadian yang diberitakan. Ini terjadi karena gambar yang sesungguhnya sulit didapatkan.

4) Ilustrasi, gambar berita yang dibuat atau direkayasa berdasarkan suatu peristiwa yang memang terjadi, tetapi gambarnya yang actual, sincron dan simbolis tidak tersedia.

5) Dokomentasi, adakalanya diperlukan kalau peristiwa sangat penting, sementara tidak tersedia gambar yang actual, sinkron dan simbolis. Dokumentasi gambar berita televisi terdiri dari :

a. Dokumentasi peristiwa, yaitu gambar dokumentasi dari suatu peristiwa yang pernah ditayangkan dan hendak di tayang kembali. b. Dokumentasi simbolis, yaitu gambar dokumentasi yang bersifat

simbolis dari berita yang disampaikan.

c. Dokumentasi foto, yaitu berita yang menampilkan foto tidak bergerak.

d. Dokumentasi profil, yaitu dokumentasi gambar seseorang yang tidak sesuai dengan kejadian yang dialamai.

6) Estetika, maksudnya adalah bersifat estestis supaya enak dipandang mata. Estetika itu meliputi komposisi, fokus dan warna. Tetapi estetika gambar tidak mutlak.

2. Naskah

(31)

memenuhi unsur 5W+1H atau dikenal dengan formula ELF (easy listening formula). Dilihat dari bentuk penyajiannya naskah berita televisi terbagi

dua, yaitu :

1) Naskah Reading adalah naskah berita yang seluruh isinya mulai dari lead sampai tubuhnya dibaca oleh presenter. Dalam bentuk penyajian ini lead menyatu dengan tubuhnya.

2) Voice Over adalah naskah beritanya di baca yang oleh presenter, sedangkan tubuhnya di-dubbing, yaitu dibaca dengan direkam orang lain, biasanya reporter atau siapa pun yang suaranya cukup baik.

3. Audio / Suara

Audio tidak kalah pentingnya dibandingkan dengan naskah dan gambar.

Walaupun suatu berita ada naskah dan gambar, namun jika tidak ada bunyi (on), maka bisa jadi berita tersebut tidak jelas maksudnya.

Ada dua unsur audio dalam berita televisi, yakni :

1) Atmosfir adalah suasana dari suatu peristiwa yang gambarnya

diberitakan. Suatu atmosfir sangat penting menyertai suatu gambar, tanpa atmosfir sebuah gambar akan kehilangan ruhnya.

2) Narasi audio adalah suara reporter, naik berdasarlan naskah yang dibaca maupun melaporkan tanpa naskah dan suara narasumber yang diwawancarai.

e) Naskah Berita

(32)

tertentu, dan Naskah Program Acara Siaran adalah menurut Darmanto dalam buku Teknik Penulisan Naskah Acara Siaran Radio, adalah “Naskah Program Acara Siaran dapat di artikan sebagai bentuk tertulis dari suatu gagasan atau pemikiran orang/ kelompok yang telah disistematisasikan dan dimaksudkan untuk

mencapai tujuan penyelenggaraan siaran radio atau pun televisi”.

(Darmanto,1998:1).

Berdasarkan kutipan di atas maka dapat di ambil kesimpulan bahwa Naskah Program Acara Siaran Berita adalah, suatu bentuk tertulis dari suatu gagasan atau pemikiran orang/kelompok yang telah disistematisasikan dan dimaksudkan untuk memberikan informasi aktual fakta atau ide terbaru yang benar, menarik dan atau penting bagi sebagian besar khalayak melalui siaran radio ataupun televisi.

Menurut Darmanto (1998:1-2), Naskah program acara siaran sedikitnya mengandung sedikitnya 3(tiga) unsur pokok, yaitu:

1. Voice adalah suara yang keluar secara teratur, diproduksi dengan penuh penghayatan, memperhatikan segi Intonasi, Diksi, Presering, dan Imphasing. Bukan suara yang keluar secara spontan dan tidak beraturan,

2. Musik dalam konteks ini tidak terbatas pada jenis musik modern saja, melainkan musik dalam pengertian yang luas, yaitu: semua bentuk perpaduan bunyi yang memiliki arti dan memiliki nilai artistik tinggi

(33)

Pada media massa televisi adalah media audio visual. Terdapat elemen audio visual yang menjadi wujud ungkapan informasi atau berita di dalam media

televisi. Media audio visual berorientasi lebih pada pemikiran dan ungkapan

visual. Dalam elemen audio terkandung unsur penulisan (naskah) yang

menggunakan prinsip-prinsip pemikiran verbal. Oleh sebab itu, apa yang dilaporkan oleh reporter adalah berita atau informasi untuk mata dan telinga. Itu berarti sajian tayangan gambar atau yang lazim disebut image visual harus jelas (sudut pengambilan tepat, fokus gambar tajam, gambar tidak goyang), urutan gambar tayangan runut (mudah dimengerti dan diikuti perkembangan rangkain gambar), materi visual cukup (tidak diulang-ulang gambar yang sama untuk memberi ilustrasi pada talking head atau penjelasan seorang otoritas), dan penjelasn narasi atau laporan verbal yang tidak bertele-tele, sederhana, dan tepat. (Wibowo, 2007:100-101)

Jurnalistik televisi adalah jurnalistik audio visual. Unsur visual dalam sajian berita atau laporan di televisi mengandung peranan penting. Dalam hal ini, hasil liputan audio visual yang dilakukan oleh reporter dan juru kamera televisi menjadi bahan utama dalam penyusunan dan penyajian berita. Sehingga hal tersebut dirasa memberikan nilai lebih dan daya tarik yang kuat pada berita yang disampaikan.

(34)

1. Reporter on the spot and on the screen

Reporter berada di lokasi dan munculdi televisi, melaporkan sendiri kejadiannya.

2. Reporter on the spot and off the screen

Reporter berada di tempat kejadian, tetapi gambarnya tidak muncul di layar, hanya suara atau laporannya yang dibacakan.

3. Reporter off the spot and on the screen

Reporter tidak berada ditempat kejadian, tetapi sebagai redaksi yang menyusun dan menyampaikan laporan dari sumber. Sumber berita lewat telepon, teleks, faksimele dan muncul di layar televisi.

4. Reporter off the spot and off the screen

Reporter tidak berada di tempat kejadian da tidak muncul di layar televisi. Namun ia mengupulkan, menyeleksi dan menyusun beritayang diperoleh dari sumber-sumber berita. (Wibowo, 2007: 103)

Dalam jurnalistik televisi, unsur visual bukan sekedar unsur tambahan atas dukungan pada berita verbal. Untuk sajian unsur visual dikenal empat materi berupa gambar hasil liputan, yakni :

1. Visual Object and Hot News (VOHN)

Meliputu materi visual hasil liputan peristiwa atau wawancara dan isi pernyataan saat itu.

(35)

Tambahan liputan untuk melengkapi materi visual yang sudah ada. Misalnya penayangan saat wawancara.

3. Full Library Operation Back-up (FLOB)

Seluruh materi visual yang diperoleh dari kepustakaan, seperti stock shoot, foot-ages, dan grafik lainnya.

4. Gabungan ketiga materi itu. (Wibowo, 2007: 104)

f) Program Acara Berita Televisi 1. Produksi Program Televisi

Menurut Wahyudi, proses produksi suatu program acara terdiri atas tiga bagian utama, yaitu:

1. Pra-produksi (perencanaan)

Pra-produksi adalah semua kegiatan sampai dengan pelaksanaan liputan (shooting). Yang termasuk kegiatan praproduksi antara lain; penuangan ide/ gagasan ke dalam outline, pembuatan format/scenario/treatment, script, story board, program meeting, hunting (peninjauan loksi liputan), production meeting, technical meeting, pembuatan dekor, dan lain-lain.

2. Produksi (peliputan)

Produksi adalah seluruh kegiatan liputan (shooting) baik di studio, maupun di lapangan. Proses liputan (shooting) juga disebut taping.

3. Pasca-produksi (penyuntingan).

(36)

manipulating (pengisian suara), subtitle, title, ilustrasi, efek, dan lain-lain. Selesai shooting harus diadakan checking apakah perlu ada shooting ulang. Checking berikutnya dilakukan setelah selesai editing dan manipulating yang lazim disebut review untuk menentukan apakah perlu ada perbaikan, kemudian dilakukan preview.

2. Program Acara Pemberitaan Televisi

Program adalah acara pertunjukan televisi, radio atau sebagainya. Program acara televisi adalah semua acara yang disiarkan secara melalui televisi. Program acara televisi dapat berbentuk berita, komedi, kebudayaan, musik dan sebagainya (Daniels Handoyo S, 1978: 3)

Program acara televisi merupakan suatu pembagian bentuk acara televisi yang dilihat dari perbedaan tujuannya. Sama halnya dengan fungsi televisi, tiap program dapat bertujuan memberi informasi, menghibur, mendidik, membujuk (Ardianto dan Erdinaya, 2004: 128).

Program acara merupakan tipe atau format dari acara-acara yang dimiliki oleh stasiun penyiaran (Straubhaar, 2000:198). Untuk membuat sebuah acara program televisi yang kreatif, perlu diketahui lima acuan dasar yang sangat penting dalam merencanakan, memproduksi dan menyiarkan suatu acara bagaimanapun sifat dan bentuknya (Darwanto Sastro Subroto, 1994: 47). Kelima acuan ini satu dengan lainnya tidak dapat dipisahkan bahkan akan saling terkait, yakni antara lain:

1. Ide

(37)

pesan yang akan disampaikan kepada khalayak penonton melalui medium televisi dengan maksud dan tujuan tertentu. Karena itu sewaktu akan menuangkan idenya dalam bentuk sebuah naskah siaran harus selalu memperhatikan faktor penonton, agar apa yang akan disajikan dalam bentuk acara siaran dapat mencapai sasarannya.

2. Pengisi Acara Siaran

Pengisi acara siaran dapat berupa seorang pembaca berita, artis yang belum dikenal sampai dengan para cendikiawan dan artis yang cukup terkenal di masyarakat. Pengisi acara sangat mempengaruhi jalannya acara program televisi, seperti seorang presenter yang mengantar suatu sajian, seperti musik, aneka program feature, magazine, ataupun kuis. Sebagai pengantar sajian, seorang presenter boleh menambah daya tarik dari materi yang disajikan lewat katanya dan mampu menghidupkan suatu sajian program dengan kata-katanya. Dalam bahasa Indonesia, presenter disebut penyaji yang tidak terlalu terikat oleh materi yang disajikan (Fred Wibowo: 77)

3. Peralatan

(38)

operasional yang dilengkapi dengan berbagai peralatan elektronis serta alat perekam gambar.

4. Kelompok Kerja Produksi

Kelompok kerja produksi ini merupakan satuan kerja yang akan menangani kerja produksi secara bersama-sama (kolektif) sampai hasil karyanya dinyatakan layak untuk disiarkan.

5. Penonton

Mereka adalah sasaran dari setiap acara yang disiarkan dan mereka merupakan faktor yang ikut menentukan berhasil tidaknya acara yang telah dibuat.

Program acara pemberitaan biasanya berisi liputan berbagai peristiwa berita dan informasi lainnya, apakah yang diproduksi secara lokal oleh stasiun radio atau televise, atau oleh suatu jaringan penyiaran. Program acara pemberitaan televisi merupakan hasil liputan berbagai peristiwa berita dan ionformasi lainnya yang diproduksi secara local oleh stasiun televisi atau oleh suatu jaringan penyiaran.

Progam berita juga bisa berisi materi tambahan seperti liputan olahraga, prakiraan cuaca, laporan lalu lintas, komentar serta bahan lain yang oleh penyiar berita dianggap relevan dengan pendengar ataupun pirsawan.

g) Tinjauan Tentang Manajemen Program Penyiaran Televisi

Menurut Schoderbek, Cosier dan Aplin dalam buku Morissan M.A (hal. 127)

memberi pengertian manajemen sebagai “A process of achieving organizational

goal trough others” (suatu proses untuk mencapai tujuan organisasi melalui

(39)

perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan usaha-usaha paa anggota organisasi dan penggunaan sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan. Fungsi manajemen dalam melaksanakan tanggung jawab manajemen, seorang manajer umum melaksanakan empat fungsi sebagai beikut :

1. Perencanaan (Planning)

Ebelum organisasi menentukan tujuan, telebih dahulu harus menetapkan visi dan misi atau maksud dari oganisasi. Peencanaan mencakup penentuan tujuan media penyiaran serta mempesiapkan rencana dan strategi yang akan digunakan untuk mencapai tujuan tesebut.

2. Pengorganisasian (Organizing)

Meupakan proses penyusunan struktur organisasi yang sesuai dengan tujuan orrganisasi, sumbe daya yang dimiliki dan lingkungan yang melingkupinya. Dua aspek utama proses penyusunan struktur oganisasi adalah departementalisasi dan pembagian kerja.

(40)

Struktur organisasi setiap stasiun penyiaan komersial dan nonkomersial biasanya terdiri atas empat bagian sesuai dengan fungsinya masing-masing.

Bagan 1 Struktur Organisasi Penyiaran Kecil

Bagan 2 Struktur Organisasi Penyiaran Besar

MANAGER UMUM

PROGRAM

Produksi Pemberitaan

PEMASARAN ADMINISTRASI

TEKNIK

MANAGER UMUM

Staff teknik

pemeliharaan

Reporter

TEKNIK PROGRAM PEMBERITAAN PRODUKSI PEMASARAN ADMINISTRASI

Editor

Writer

Staf pemasaran Sutradara

Produser

Staff Produksi

(41)

3. Pengarahan dan memberikan pengaruh (directing/influencing)

Fungsi mengarahkan dan memberikan pengaruh atau mempengaruhi tertuju padaa upaya untuk merangsang antusiasme karyawan untuk melaksanakan tanggung jawab mereka secara efektif. Mengarahkan dan mempengaruhi mencakup empat kegiatan penting yaitu : pembeian motivasi, komunikasi, kepemimpinan dan pelatihan.

4. Pengawasan (controlling)

Pengawasan manajemen adalah suatu suatu usaha sistematik untuk menetapkan standar pelaksanaan dengan tujuan-tujuan perencanaan, merancang system informasi umpan balik, membandingkan kegiatan nyata dengan standar yang telah ditetapkan sebelumnya, menentukan dan mengukur penyimpangan-penyimpangan sertamengambil tindakan koreksi yang diperlukan untuk menjamin bahwa semua sumber daya perusahaan digunakan dengan cara paling efektif dan efisien dalam pencapaian tujuan-tujuan perusahaan. (Robert J. Mockler, 1972)

C. Landasan Teori

(42)

adalah hal yang nyata dan berfungsi dalam carayang dapat diamati secara objektif.Sebagai contoh, pengamat komunikasi mungkin berasumsi bahwa hubungan personal merupakansesuatu yang nyata dengan bagian-bagian yang disusun secara khusus, seperti juga rumah yangmerupakan suatu yang nyata dengan material yang disusun sesuai rencana. Disini hubungandilihat sebagai struktur sosial. Pengamat akan berasumsi lebih jauh bahwa hubungan yang ada bersifat tidak statis tetapi memiliki atribut seperti ikatan, ketergantungan, kekuatan, kepercayaandan sebagainya.

(43)

eori ungsional dan struktural adalah salah satu teori komunikasi yang masuk

dalam kelompok teori umum atau general theories ( ittlejohn, 1 ), ciri utama

teori ini adalah adanya kepercayaan pandangan tentang ber ungsinya secara nyata

struktur yang berada di luar diri pengamat.

Teori struktural fungsional adalah sebuah teori yang berisi tentang sudut pandang yang menafsirkan masyarakat sebagai sebuah struktur dengan bagian-bagian yang saling berhubungan. Dalam konteks komunikasi teori struktural fungsional dilihat sebagai suatu proses dimana individu menggunakan bahasa sebagai alat untuk menyampaikan makna kepada orang lain. Teori ini sebagai satu kesatuan namun ada perbedaan fokus perhatian.

Pada pendekatan struktural fungsional, masyarakat dilihat sebagai sebuah sistem yang terdiri atas beberapa bagian yang saling berkaitan (sub sistem). Setiap sub sistem memiliki peran yang berarti. Salah satu di antara sekian banyak sub sistem itu ialah media. Kehidupan sosial yang teratur memerlukan pemeliharaan terhadap semua bagian masyarakat dan lingkungan sosial secara cermat dan berkesinambungan. Dengan demikian, citra media yang ditonjolkan selalu dihubungkan dengan semua tersebut.

(44)

sedangkan lingkungan sosial B menilainya negatif. Media selain sebagai sub sistem, juga berperan sebagai sistem yang memiliki sub sistem-sub sistem yang saling berhubungan. baik didalam maupun di luar media itu sendiri.

Oleh karenanya berbicara mengenai organisasi media kita tidak dapat mengabaikan berbagai hubungan di dalam maupun di luar ruang lingkup organisasi tersebut. Berbagai hubungan tersebut dapat berwujud negosiasi aktif, pertukaran dan kadangkala juga berupa konflik, baik yang tersembunyi maupun yang aktual. Hal ini menunjukkan peran komunikasi di satu pihak sebagai

penghubung yang menyebarkan pesan dalam kalangan para calon “penyokong”,

serta di lain pihak sebagai penghubung dalam publik yang berusaha memenuhi kebutuhan informasi dan kebutuhan komunikasi lainnya. Gerbner, (dalam McQuail, 1991) menggambarkan para komunikator massa dalam situasi yang tertekan. Tekanan yang mereka hadapi berasal dari pelbagai kekuatan luar, termasuk dari klien (misalnya para pemasang iklan), penguasa (khususnya penguasa hukum dan politik), pakar, institusi lain dan khalayak.

(45)

Dalam struktur sosial di suatu komunitas, individu ditempatkan dalam suatu posisi yang mempunyai suatu fungsi yang sudah pasti melekat padanya. Fungsi itu secara alamiah akan menempel pada individu yang ada dalam suatu komunitas. Masing masing strata dalam manyarakat akan menerima secara otomatis fungsi dari strata tersebut. Seorang ahli ilmu sosial yang mendeskripsi struktur dan fungsi soaial dalam masyarakat pada dimensi diadik ataupun pada dimensi differensial, serta morfologi sosial ataupun fisiologi sosialnya, dapat dimengerti latar belakang kekerabatan, ekonomi, religi, mitologi, dan sector-sektor lain dalam kehidupan masyarakat yang menjadi pokok perhatiannya.

Struktur dan fungsi sosial juga dapat dipakai sebagai kriterium untuk menentukan batas dari suatu system sosial atau suatu system kesatuan masyarakat sebagai suatu organisma. Karena itu ilmu antropologi diciptakan salah satunya bertujuan untuk menganalisa struktur-struktur serta fungsi-fungsi sosial dari sebanyak mungkin masyarakat, sebagai kesatuan-kesatuan, dan membandingkannya dengan metode analisa komparatif untuk mencari azas-azasnya. Dengan demikian dapat dikembangkan suatu klasifikasi besar dari semua jenis struktur sosial yang ada di dunia, ke dalam beberapa tipe dan sub-tipe struktur sosial yang terbatas.

(46)

Dalam hal ini Radcliffe Brown berpendapat bahwa suatu struktur dan fungsi sosial di dalamnya merupakan total dari jaringan hubungan antar individu-individu, dan kelompok-kelompok individu-individu, yang mempunyai dua dimensi, yaitu:1) hubungan pihak kesatu (individu atau kelompok individu) dengan pihak kedua 2) hubungan differensial yang artinya hubungan antara satu pihak dengan beberapa pihak lainnya yang berbeda-beda, atau sebaliknya.

Bentuk dari struktur sosial adalah tetap, dan apabila mengalami perubahan, proses itu akan berjalan sangat lambat. Sedangkan realitas struktur sosial, yaitu individu-individu dan kelompok-kelompok individu-individu yang ada di dalamnya selalu berubah dan berganti seiring bergulirnya waktu. Tentunya ada beberapa peristiwa yang bisa mengubah struktur sosial secara mendadak atau bisa dikatakan hanya butuh waktu yang relatif singkat. Peristiwa itu misalnya disebabkan karena keinginan individu untuk mengadakan perubahan, peristiwa kedua adalah revolusi, seperti yang kita ketahui bersama revolusi pasti menginginkan perubahan dari struktur yang mendominasi sebelumnya.

(47)

halnya dengan pendekatan lainnya pendekatan structural fungsional ini juga bertujuan untuk mencapai keteraturan sosial.

Teori struktural fungsional ini awalnya berangkat dari pemikiran Emile Durkheim, dimana pemikiran Durkheim ini dipengaruhi oleh Auguste Comte dan Herbert Spencer. Comte dengan pemikirannya mengenai analogi organismik kemudian dikembangkan lagi oleh Herbert Spencer dengan membandingkan dan mencari kesamaan antara masyarakat dengan organisme, hingga akhirnya berkembang menjadi apa yang disebut dengan requisite functionalism, dimana ini menjadi panduan bagi analisa substantif Spencer dan penggerak analisa fungsional. Dipengaruhi oleh kedua orang ini, studi Durkheim tertanam kuat terminology organismik tersebut.

(48)

D. Kerangka Pikir

Editor bertanggung jawab pada semua bidang pemberitaan. Memutuskan kebijakan umum yang berkaitan dengan editorial dan memproyeksikan jangka panjang. Editor bertanggung jawab secara keseluruhan tetapi tidak mencampuri urusan-urusan harian (Iskandar Muda, 2003:193)

Dalam hal ini, judul penelitian terkait dengan teori struktural fungsioanl karena teori ini lebih menekankan mengenai peranan atau fungsi individu sebagai proses dalam sebuah struktur organisasi. Naskah berita yang diperoleh dari lapangan diolah oleh editor yang merupakan sebuah proses dalam penyajian berita. Dengan demikan peran editor sangat perlu diperhatikan dalam kinerjanya sesuai dengan tujuannya.

(49)

Bagan 4 Kerangka pikir

Teori stuktual fungsional

Editor berita

Berita

Editor Gambar Naskah Berita

Editor Naskah

(50)

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Tipe Penelitian

Penelitian ini bersifat deskriptif, metode deskriptif adalah suatu metode dalam meneliti status kelompok manusia, suatu objek, suatu satuan kondisi, suatu system pemikiran atau suatu peristiwa. Adapun tujuan penelitian deskriptif ini adalah untuk membuat deskripsi, gambaran atau lukisan secara sistematis, faktual, dan akurat mengenai fakta, serta hubungan antara fenomena yang diteliti.

Menurut Moleong, penelitian kualitatif menyusun desain secara terus menerus disesuaikan dengan kenyataan dilapangan, sehingga tidak menggunakan desain yang telah disusun secara ketat dan kaku sehingga tidak dapat diubah lagi. Penelitian metode deskriptif ini bertujuan untuk memperoleh pemahaman atau gambaran yang jelas tentang peran editor dalam menyajikan bahan berita program Radar Malam di stasiun televisi Radar TV Lampung.

B. Batasan Istilah

(51)

1. Editor

Editor adalah yang bertanggung jawab pada semua bagian di bidang berita. Memutuskan kebijaksanaan umum yang berkaitan dengan editorial dan memproyeksikan jangka panjang, editor juga secara keseluruhan bertanggung jawab tetapi tidak mencapuri urusan-urusan harian.

Editor harus memiliki suatu pola kerja yang jelas serta memastikan bahwa mereka selalu memperoleh pasokan materi yang memadai dari bulan kebulan. Editor tidak boleh menunggu sesuatu berita menjadi basi bahkan untuk berita yang masih berkembang, editor harus menyajikan sesuatu yang aktual dan menarik mengenai berita tersebut. seorang editor tidak berhenti pada perbaikan ejaan dan tata kalimat serta akurasi gambar, tapi juga berperan untuk memastikan apakah isi pesan berita sampai ke pirsawan secara utuh, tidak kurang tidak lebih, benar, dalam arti bersesuaian dengan fakta.

Editor juga harus mempertimbangkan berapa durasi dan kandungan beritanya sesuai dengan efisiensi biaya.

2. Naskah Berita

Secara umum naskah adalah bentuk tertulis dari sebuah aplikasi ide atau gagasan kedalam tulisan yang disusun sedemikian rupa untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Sebagaimana naskah berita umumnya, naskah berita televisi juga harus memenuhi unsur 5W+1H atau dikenal dengan formula ELF (easy listening formula). Naskah berita juga harus sesuai dengan pedoman penulisan

(52)

Malam sudah memenuhi unsur berita. Dengan demikian peran seorang editor dapat dilihat dari hasil kerjanya membuat sebuah naskah berita.

C. Fokus Penelitian

Dalam sebuah penelitian, fokus penelitian sangat penting karena dengan adanya fokus penelitian tidak akan melebar kepada hal-hal lain yang sebenarnya bukan menjadi permasalahan yang ingin dikaji dan dijawab dalam penelitian ini. Fokus akan membantu peneliti dalam menjawab masalah-maslaah dalam penelitian.

1. Untuk mengetahui peran editor naskah dan editor gambar berita dalam menyajikan bahan berita Radar Malam Radar TV Lampung

2. Mengetahui peran editor berita Radar Malam Radar TV Lampung dengan latar belakang pendidikan tidak berbasis jurnalistik dan pers, multimedia dan ilmu komunikasi atau dunia penyiaran.

D. Lokasi Penelitian

Lokasi penelitian berlangsung di Radar TV Lampung, baik sejak pengamatan, pengambilan data, dan penaikan kesimpulan. Lokasi penelitian tersebut didasarkan atas pertimbangan bahwa objek merupakan bagian yang intensif dengan kegiatan atau medan kreativitas yang menjadi sasaran perhatian dalam penelitian ini.

E. Penentuan Informan

(53)

penelitian (Moleong, 2000: 90). Syarat untuk penentuan informan adalah karyawan yang telah bekerja disebuah divisi produksi tersebut.

Menurut Spradley dalam Moleong (2004: 165), informan harus memiliki beberapa kriteria yang harus dipertimbangkan, yaitu:

1. Subjek yang telah lama dan intensif menyatu dengan suatu kegiatan atau medan aktivitas yang menjadi sasaran atau perhatian penelitian dan ini biasanya ditandai oleh kemampuan memberikan informasi diluar kepala tentang sesuatu yang ditanyakan.

2. Subjek masih terikat secara penuh serta aktif pada lingkungan dan kegiatan yang menjadi sasaran penelitian.

3. Subjek mempunyai cukup banyak waktu dan kesempatan untuk dimintai informasi.

4. Subjek yang dalam memberikan informasi tidak cenderung diolah atau dikemas terlebih dahulu dan mereka relatif masih lugu dalam memberikan informasi.

Adapun pertimbangan yang digunakan dalam penentuan informan penelitian ini adalah lima orang dengan spesifikasi sebagai berikut:

1. Editor naskah berita Radar Malam pada stasiun TV lokal Radar TV Lampung 2. Editor gambar berita Radar Malam pada stasiun TV lokal Radar TV Lampung 3. Manager Program berita Radar Malam pada stasiun TV lokal Radar TV

Lampung

(54)

F. Sumber Data 1. Data Primer

Data primer dalam penelitian ini adalah data yang diperoleh langsung dari lapangan. Data ini dapat diperoleh melalui pengamatan langsung ataupun hasil dari wawancara kepada informan berdasarkan pedoman wawancara yang dibuat oleh peneliti.

2. Data Sekunder

Data sekunder dalam penelitian ini didapat dari studi literatur dan internet.

G. Teknik Pengumpulan Data

Dalam penelitian ini, peneliti mencari dan mengumpulkan informasi serta data melalui para informan sebagai representasi dari permasalahan yang diteliti. Untuk mendapatkan informasi, peneliti menggunakan pertanyaan-pertanyaan dari aspek bagaimana dan mengapa dengan menggunakan beberapa teknik, antara lain :

1. Observasi

Observasi adalah pengamatan yang meliputi kegiatan pemuatan perhatian terhadap suatu objek dengan menggunakan seluruh alat indera atau pengamatan langsung. Observasi dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu :

1. Observasi non - sistematik : observasi yang dilakukan oleh pengamat dengan tidak menggunakan instrumen pengamatan.

2. Observasi sistematik : observasi yang dilakukan oleh pengamat dengan menggunakan pedoman sebagai instrument pengamatan.

(55)

Radar Malam di Stasiun RadarTV. Peneliti dapat mengamati peranan serta fungsi Editor dalam proses produksi, untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan dalam penelitian ini.

2. Interview (Wawancara)

“Wawancara adalah merupakan sumber esensial bagi studi kasus. Bentuk

wawancara adalah dimana peneliti dapat bertanya kepada responden kunci (key informan) tentang fakta-fakta suatu peristiwa disamping opini mereka mengenai peristiwa yang diamati” (Mulyana, 2001: 180)

Peneliti akan mengajukan kepada key informan dan informan mengenai masalah yang diteliti dan pendapat maupun tambahan dari mereka yang berhubungan dengan permasalahan. Pertanyaan yang peneliti tanyakan dibuat berdasarkan permasalahan yang diteliti serta berdasarkan pengembangan dari observasi yang dilakukan peneliti.

3. Dokumentasi

Dokumentasi adalah mengumpulkan dokumen-dokumen perusahaan sebagai penambah bukti dari sumber-sumber lain. Jenis-Jenis dokumen tersebut dapat berupa :

1. Agenda, kesimpulan-kesimpulan pertemuan dan laporan-laporan peristiwa tertulis lainnya.

2. Dokumen-dokumen administratif-proposal, laporan kemajuan dan dokumen-dokumen intern lainnya.

(56)

Pengumpulan dokumentasi bertujuan sebagai pendukung penelitian dan juga dapat dijadikan bukti bahwa memang benar peneliti melakukan penelitiannya langsung di RadarTV.

H. Teknik Analisis Data

Teknik analisa data yang peneliti gunakan dalam penelitian ini adalah :

1. Reduksi data

Reduksi data pada tahap ini dilakukan pemilihan tentang relevan atau tidaknya antara data dengan tujuan penelitian.

2. Display data

Display data untuk dapat melihat gambaran secara keseluruhan atau bagian - bagian tertentu dari gambaran keseluruhan.

3. Verifikasi data

(57)

BAB VI

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil wawancara dan pengamatan langsung dilokasi penelitian di Kantor Redaksi Radar TV Lampung, peneliti mendapatkan bahwa :

1. Editor berita TV di Radar TV Lampung khususnya progam berita Radar Malam bahwa tidak berlatar belakang pendidikan Pers ataupun jurnalistik, editor memahami teknik editing berdasarkan study banding, otodidak dan melalui pelatihan-pelatihan serta diklat yang diadakan oleh televisi lain di luar Lampung.

2. Tugas editor naskah berita adalah melakukan akurasi data supaya tidak tejadi kesalahan dalam penulisan saat berita ditayangkan, verifikasi data untuk mengetahui kebenaran berita dengan selalu berkomunikasi kepada reporter berita saat melakukan editing berita dan check and ballane. Sedangkan tugas editor gambar adalah melakukan cut to cut atau pemotongan gambar hasil liputan peristiwa, mixing antara audio dan gamba serta menambahkan gambar pendukung dan membuat grafis pendukung. Dan editor memiliki tanggung jawab fatal jika melakukan kesalahan.

(58)

hasil liputan reporter berita. Karena jika fungsi dan peran ini tidak berjalan maka tidak akan tercipta bahan berita yang berkualitas. Editor tidak mengalami kesulitan atau hambatan yang besar dalam melakukan perannya. Sehingga editor masih dapat mengatasinya dengan baik dan berita tetap terjaga keakuratannya dan berkualitas. Dalam melakukan perannya editor berkoordinasi dengan baik antara editor berita dengan crew lainnya berlangsung cukup baik, tercipta komunikasi yang maksimal.

B. Saran

Industri pertelevisian di Indonesia terutama selalu mengalami perubahan. Selera pasar cenderung selalu berubah dan dinamis apabila dikaitkan dengan rating, sponsor dan kreatifitas orang-orang yang ada didalamnya. Dari kesimpulan diatas, peneliti memiliki saran, antara lain:

1. Mengenai manajemen media massa, hendaknya setiap lembaga media televisi lokal tidak terdapat peran ganda tehadsap posisi yang di jalankan dalam satu program acara.

(59)

DAFTAR PUSTAKA

Cangara, Hafied. 2006. Pengantar Ilmu Komunikasi, Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Departemen Pendidikan Nasional. 2003. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Balai Pustaka. Jakarta

Effendy, Onong Uchjana, 2005. llmu Komunikasi Teori dan Praktek. Bandung: PT Remaja Rosda karya

Iswara, Dana. 2007. Mengangkat Peristiwa ke Layar Kaca : Panduan Menjadi Jurnalis Televisi. Jakarta: Lembaga Studi Pers dan Pembangunan (LSSP)

J, B Wahyudi, 2001. Teknologi Informasi dan Produksi Citra Bergerak. Jakarta: PT. Gramedia Lintas Inti Nusantara

Kramer Sr, A.L.N. 2009. Kamus Inggris-Indonesia, Indonesia-Inggris. Jakarta : PT Ichtiar Baru Van Hoeve

Maleong, Lexy J, 2000. Metodologi Penelitian Kualitatif, Bandung: PT Remaja Rosda Karya

Maleong, Lexy J, 2004. Metodologi Penelitian Kualitatif Edisi Revisi, Bandung: PT Remaja Rosda Karya

Masyhuri dan Zainuddin. 2008. “Metodologi Penelitian- Pendekatan Praktis dan Aplikatif”. Bandung: PT Refika Aditama.

Muda, Deddy Iskandar. 2003. Jurnalistik Televisi, Menjadi Repoter Profesional, Bandung : RemajaRosdakarya

(60)

Nasir, Moh. 1998. Metode Penelitian. Bandung : Tarsito

Soekanto, Soerjono, 2000. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta : PT. Raja Grafindo

Tebba, Sudirman. 2005. Jurnalistik Baru. Cetakan pertama. Ciputat : kalam Indonesia Wiryanto. 2000. Teori Komunikasi Massa. Jakarta: PT Grasindo

Wibowo, Fred. 2009. Teknik Produksi Program Televisi. Yogyakarta: Pinus Book Publisher KBBI 2001

INTERNET

Error! Hyperlink reference not valid.

http://manajemenkomunikasi.blogspot.com/2010/11/ cara-kerja-pers-teknik-menulis.html, diakses pada tanggal 27 mei 2012 pukul 13.24 WIB

http://manajemenkomunikasi.blogspot.coma-kerja-pers-teknik-menulis.html, diakses pada tanggal 27 mei 2012 pukul 13.24 WIB

http://nurdewisetyowati.blogspot.com/2012/03/teori-struktural-fungsional.html?m=1 diakses pada tanggal 5 Maret 2013 pukul 14 : 55 WIB

http://www.esaunggul.ac.id/ TV-Radio-Broadcasting : diakses pada tanggal 9 Nov 2011 : 14.12 WIB

http://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=peran%20editor%20menurut%20para%20ahli&s ource=web&cd=4&ved=0CFgQFjAD&url :

(61)

HASIL WAWANCARA

1) Latar Belakang Pendidikan Editor Berita Radar Malam

informan Latar Belakang Pendidikan Editor Berita Radar Malam

Informan 1 Saya nggak kuliah dek, tapi saya pinter, Jadi sebenenya saya cuma lulusan SMA. Saya dulu sebenernya basicnya

cameramen, video shooting. Sebelumnya saya bekerja di PH (production house) jadi kameramen sekaligus editor.

Jadi saya tau editing dari guru saya, temen saya dan mbah google.

Informan 2 Kalo masalah pendidikan saya sendiri pendidikan bahasa arab. Memang kalo dunia jurnalistik ini udah dari SMA sih udah hobi di mading, kemudian saat kuliah dari semester 1 udah aktif di pers kampus. Kemudian mengikuti diklat-diklat, diklat junalistik baik tingkat dasar, menengah, tingkat lanjut,

kemudian yang teakhir itu pengelola, mengenai manajemen dan redaktur, pimred dll nya kalo diklat pengelola. Kemudian waktu di televisinya, untuk menyesuaikan ke televisinya begitu masuk di televisi sempat ikut pelatihan jurnalitik televisi,

Informan 3 Kalo saya ini memang dari awal suka dengan dunia jurnalistik. Jadi memang latar belakang pendidikan saya bukan dunia jurnalistik. Dan memang disini tidak membatasi dari jurusan apa untuk dapat bekerja di Radar TV.

Informan 4 Saya ini apa yah basic pendidikannya, saya ini sebenernya melenceng sih.. saya dulu dulu kuliah di hukum.

(62)

Informan 1 Kalo menurut saya editor itu yah tukang potong gambar,.

Informan 2 Cari di goole aja lah yah, kurang lebihnya intinya sama aja. Yang namanya editor berita tv itu yah edit naskah kalo yang editor naskahnya, mempebaiki ejaan dan lain sebagainya. sampai editing video.

Informan 5 Kalo menurut saya editor itu adalah seseoang yang mengedit naskah (untuk editor naskah) ngedit ejaanya, penulisannya, memverifikasi data dan orang yang mengedit gamba, grafis dan mixing untuk editor gambarnya, kalo secara ilmiah saya tidak begitu paham apa dan bagaimananya editor itu.

3) Mengikuti Pelatihan Khusus Editing

Informan Mengikuti Pelatihan Khusus Editing

Informan 1 Saya dulu 2008 akhir saya dan amin di dkirim ke palembang tv ke PALTV, kita buat apa yah di sana, yah liat kinerja seperti apa di sana, semacam study banding lahh.

Informan 2 begitu masuk di televisi sempat ikut pelatihan jurnalitik televisi, baik yang di gelar oleh televisi saya yang lama, saya kan dulu bekerja di palembang televisi PalTV maupun yang saya

ditugaskan, ehhm dikirim untuk mengikuti pelatihan di surabaya, di jawa timur televisi atau JTV. Saya juga mengikuti diklat yang digelar oleh dewan pers pusat, beberapa latihan dan workshop. Di mahasiswa juga pernah mengikuti diklat jurnalistik radio.

Infoman 3 Tentang pelatihan saya terbilang sering juga sih, misalnya ada pelatihan yang diadakan PWI atau atau sejenisnya saya seing menghadirinya.

(63)

Informan Pengetahuan Dasar-Dasar Editing, Etika Penyuntingan Naskah / Gambar dan Teknik Penyuntingan

Informan 1 Satu kita ada panduan yah, sudah itu kita berkreasi sih, Untuk pengetahuan umum kita ada panduannya, misalnya ada korban bedarah itu harus di blur. Semacam itu harus ada panduannya, otodidak juga sih

Informan 2 Yah saya mengetahuinya dari pembelajaran dan pengalaman, terus ikut-ikut pelatihan. Selain itu juga kalo kita sering melakukan kita kan akan semakin memahami dengan sendirinya.

Informan 3 Kalo ditanya bagaimana saya bisa memahami tentang dasar-dasar editing yang seiring bejalnnya waktu say bekeja disini saya lebih memahaminya, memang awalnya saya tidak begitu paham, tapi kan saya sering melihat yang lainnya, lama kelamaan saya sering malakukan hal; yang sama mengedit, melihat yah saya makin paham tentang bagaimana teknik penyuntingan naskah, kalo gamba saya tidak begitu paham, karena itu tidak mudah untuk dipelajari.

Informan 4 Bagaimana saya dapat ,memahami teknik diting ini yah karena saya mempelajarinya, mulai dari pelatihan, terus kebiasaan, selain itu jiuga kita kan ada panduan khusus mengenai editing, etika jurnalistik atau pers. Nah, semua itu kan kita pelajari dan memang kita harus mempelajari dan memahaminya. Begitu...

5) Tugas dan Tanggung Jawab Sebagai Editor

Informan Tugas dan Tanggung Jawab Sebagai Editor

Informan 1 Kalo tugas saya sih, kalo secara keseluruhan saya ini tulang punggungnya, ketika wartawan masuk, dateng, stor gambar ke saya, saya render, terus saya nunggu narasi dari redaktur, dubber udah bacain narasi beritanya terus saya mulai mengolah gambar beritanya, mulai dai menyamakan voice antara gambar, terus selesai di render, udah, udah di kumpulin semua nya, tayang jam 10 malam.

Kalo saya tugasnya hanya untuk ngedit gambar, audio dan video.

Gambar

gambarnya tanpa gambar pendukung Cuma ada statement saja,

Referensi

Dokumen terkait