• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 1 PENDAHULUAN MESIN THERMOFORMING UNTUK CETAKAN COKELAT (Studi Kasus di Wong Art Semarang).

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "BAB 1 PENDAHULUAN MESIN THERMOFORMING UNTUK CETAKAN COKELAT (Studi Kasus di Wong Art Semarang)."

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

1 BAB 1

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah

UAJY-DELCAM Training Center (ADTC) yang bergerak

dalam bidang CAD/CAM memiliki fasilitas software ArtCAM

yang mampu menghasilkan relief 3D yang detail. Desain

3D ArtCAM diubah menjadi produk 3D (prototype) melalui

mesin Roland MDX 40 dengan ukuran material maksimal

250x250x50 mm.

Wong Art merupakan produsen cokelat yang

memerlukan media cetakan dalam proses pembuatannya.

Selama ini Wong Art menggunakan cetakan yang dibuat

dari silicone rubber. Namun cetakan cokelat yang

menggunakan silicone rubber menghadapi berbagai kendala

dan tidak memberikan hasil yang maksimal (cokelat tidak

mengkilap, sering muncul cacat berupa bubbles dan harga

cetakan yang terlalu mahal). Pasa saat Jogja Fair 2008,

Wong Art memberikan rekomendasi kepada UAJY untuk

mengembangkan teknologi cetakan cokelat berbahan baku

plastik dengan memanfaatkan kapabilitas ArtCAM.

Teknologi ini menuntut adanya mesin thermoforming

dimana UAJY belum memilikinya. Prinsip dasar proses

thermoforming ini adalah dengan pemanasan bahan baku

berupa lembaran plastik, dibentuk dengan master model

dengan menggunakan sistem vakum atau udara bertekanan.

( www.wikipedia.org/wiki/Thermoforming)

Berangkat dari masalah di atas, pembuatan mesin

thermoforming diperlukan untuk membuat cetakan cokelat

berbahan baku plastik sehingga dapat dihasilkan cokelat

(2)

2

mengkilap, tidak ada cacat dan harganya lebih murah

dari cetakan silicone rubber).

1.2. Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, yang menjadi

perumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana

membuat mesin thermoforming yang mampu menghasilkan

cetakan cokelat berbahan baku plastik sehingga

diperoleh produk jadi cokelat yang sesuai dengan

kriteria yang diinginkan pelanggan dengan memanfaatkan

teknologi ArtCAM.

1.3. Tujuan Penelitian

Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini

adalah:

1. Mendapatkan hasil perancangan mesin thermoforming

beserta spesifikasinya yang mampu menghasilkan

cetakan berbahan baku plastik.

2. Mendapatkan sampel produk jadi terbuat dari cokelat

dengan kriteria yang dinginkan pelanggan.

3. Mendapatkan hasil perhitungan biaya produksi untuk 1

(3)

3 1.4. Batasan Masalah

Batasan masalah dalam penelitian ini antara lain:

1. Karena kebutuhan cetakan cokelat berbahan baku

plastik, pembuatan mesin akan fokus kepada fungsi

tiap komponen dan mekanisnya dengan mengabaikan data

anthropometri.

2. Ukuran maksimal mesin thermoforming menyesuaikan

mesin MDX yaitu 250x250x50 mm.

3. Bahan baku plastik direncanakan menggunakan bahan

food grade mengingat aplikasinya dikenakan pada

bahan makanan, yaitu PVC food grade.

4. Logo Rinz Chocolate akan dijadikan sebagai sampel

produk cokelat sesuai dengan permintaan pelanggan.

5. Biaya pembuatan mesin ditentukan berdasarkan harga

yang ditetapkan oleh Bengkel Hari Mukti Yogyakarta.

1.5. Metodologi Penelitian

Untuk mendapatkan hasil penelitian yang baik,

diperlukan metodologi yang baik pula. Hal ini

dikarenakan penelitian itu sendiri merupakan suatu

proses yang harus dikerjakan secara benar dan cermat,

sehingga hasil yang diperoleh nantinya tidak menyimpang

(4)

4

Gambar 1.1. Flow Chart Metode Penelitian MULAI

IDENTIFIKASI MASALAH

Bagaimana membuat mesin thermoforming yang mampu menghasilkan cetakan cokelat berbahan baku plastik sehingga diperoleh produk jadi

cokelat yang sesuai dengan kriteria yang diinginkan pelanggan

STUDI LAPANGAN Material Suppliers, Mekanisme Vakum, Blower

STUDI LITERATUR

Thermoforming, Plastik, cokelat, Metode Rasional,

Diagram Panah

A

[image:4.612.97.519.138.668.2]
(5)

5

Gambar 1.2. Flow Chart Metode Penelitian (lanjutan)

FASE PERANCANGAN

Menggunakan metode rasional

A

KESIMPULAN DAN SARAN

SELESAI

Cetakan cokelat sesuai kriteria

pelanggan?

YA

Tidak UJI PERFORMANSI

Membuat cetakan cokelat dengan mold ‘Rinz Chocolate’

Membuat instruksi Penggunaan dan spesifikasi mesin

MATERIAL SELECTION

Konstruksi dan analisis

PROSES PEMBUATAN

Rancangan Mesin Thermoforming dan

[image:5.612.100.519.116.665.2]
(6)

6 1.6. Sistematika Penulisan

Bab 1 : Pendahuluan

Pendahuluan terdiri dari latar belakang,

perumusan masalah, tujuan penelitian, batasan

masalah, metode penelitian, dan sistematika

penulisan.

Bab 2 : Tinjauan Pustaka

Tinjauan pustaka berisi tentang hal-hal yang

mendasari penelitian yang memiliki hubungan dengan

permasalahan yang akan diteliti saat ini.

Bab 3 : Landasan Teori

Landasan teori berisi tentang dasar-dasar

teori yang berhubungan dengan penelitian yang

dilakukan.

Bab 4 : Data

Data berisi tentang data-data hasil

dari penelitian yang dilakukan.

Bab 5 : Pembahasan

Pada bab ini membahas tentang kalkulasi

perancangan mesin dan analisis pembuatan mesin

serta membahas hasil uji performansi mesin.

Bab 6 : Instruksi Manual

Instruksi manual berisi tentang spesifikasi

mesin dan cara pengoperasian mesin thermoforming.

Bab 7 : Kesimpulan dan Saran

Kesimpulan dan saran berisi tentang

kesimpulan dari hasil penelitian dan saran untuk

Gambar

Gambar 1.1. Flow Chart Metode Penelitian
Gambar 1.2. Flow Chart Metode Penelitian (lanjutan)

Referensi

Dokumen terkait

Dari hasil brainstorming dengan pihak laboratorium proses produksi, kriteria pemilihan yang digunakan adalah harga material serta ketersediaan material di pasaran,

Bab ini menyajikan analisis data yang akan digunakan untuk melakukan perancangan satu unit sistem mesin thermoforming otomatis. Kesimpulan

Hasil akhir dari penelitian ini berupa mesin thermoforming dengan dimensi 600 mm x 600 mm x 1900 mm; memiliki daya 2232 watt; dimensi maksimum plastik (280 x 280 mm) dan (160 x

Berdasarkan latar belakang yang sudah dijelaskan, yang menjadi masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana merancang mesin thermoforming yang memiliki area atau frame yang

Hasil thermoforming menujukkan bahwa cetakan Tugu Yogyakarta pada mesin setelah perbaikan terdapat cacat dikarenakan ukuran master mold tidak sesuai dengan kontruksi

Dalam membuat cetakan plastik ini plat alumunium akan jadi bahan dasar untuk membuat cetakan (mold) dengan menggunakan mesin frais. Material plastic yang di gunakan akan

Untuk membuat barang-barang tersebut mesin plastik injeksi dilengkapai dengan cetakan (mold) guna menghasilkan bentuk produk seperti yang diinginkan.Umumnya cetakan

Untuk membuat barang-barang tersebut mesin plastik injeksi dilengkapai dengan cetakan (mold) guna menghasilkan bentuk produk seperti yang diinginkan.Umumnya cetakan