Uji Patogenitas White Spot Syndrome Virus (Wssv) pada Udang Windu (Penaeus Monodon Fabr.)
Teks penuh
Dokumen terkait
(2003), bahwa produk amplifikasi dari sampel PL dan yuwana udang windu ( P. monodon ) yang terinfeksi WSSV berukuran 294 bp. Hasil ini mengindikasikan bahwa sumber penularan penyakit
Judul Tesis Respon Udang Windu (penaeus monodon Fabr.) Terhadap Virus WSS (White Spot Syndrome) Yang Diinaktifkan Dengan Formaldehid.. Nama
(WSSV) pada Udang Windu (Penaeus Monodon Fabr.) dengan berbagai perlakuan.
Hal ini sejalan dengan hasil pengamatan mortalitas dan keberadaan virus melalui PCR konvensional pada udang windu pasca infeksi WSSV, menunjukkan mortalitas yang
bahwa hasil deteksi PCR terhadap benur yang telah di-stressing dengan oksigen (line 1-4), menunjukkan tingkat infeksi sedang sampai berat, stressing dengan salinitas (line
Pada Tabel 1 terlihat bahwa pada akhir penelitian sintasan udang windu yang disuntik dengan WSSV dan ekstrak mangrove tertinggi (100%) pada perlakuan penggunaan
bahwa hasil deteksi PCR terhadap benur yang telah di-stressing dengan oksigen (line 1-4), menunjukkan tingkat infeksi sedang sampai berat, stressing dengan salinitas (line
Hal ini sejalan dengan hasil pengamatan mortalitas dan keberadaan virus melalui PCR konvensional pada udang windu pasca infeksi WSSV, menunjukkan mortalitas yang