PROBABILITAS PROFIT SINYAL JUAL DAN SINYAL BELI
INDIKATOR TEKNIKAL PERDAGANGAN
FOREIGN EXCHANGE
EURO DOLAR AMERIKA (EURUSD)
(TAHUN 2012-2013)
Oleh
ANDRI SUPRIADI
Skripsi
Sebagai Salah Satu Syarat untuk Mencapai Gelar
Sarjana Ekonomi
Pada
Jurusan Manajemen
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lampung
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS LAMPUNG
BANDAR LAMPUNG
ABSTRAK
PROBABILITAS
PROFIT
SINYAL JUAL DAN SINYAL BELI
INDIKATOR TEKNIKAL PERDAGANGAN
FOREIGN EXCHANGE
EURO DOLAR AMERIKA (EURUSD)
(TAHUN 2012-2013)
Oleh
ANDRI SUPRIADI
Trader
valuta asing harus mampu melakukan analisis untuk memprediksi
pergerakan harga di waktu yang akan datang, salah satu analisis yang bisa
digunakan adalah analisis teknikal dengan cara menggunakan indikator, namun
indikator yang tersedia dalam melakukan analisis teknikal sangat banyak,
sehingga
trader
harus bisa memilih indikator mana yang mampu memberikan
probabilitas sinyal beli dan jual paling akurat jika dibandingkan dengan indikator
lainya.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui probabilitas
profit
dari sinyal jual dan
sinyal beli yang dihasilkan indikator
Stochastic Oscillator
,
Money Flow Indeks
(MFI), Commoditi Channel Index (CCI)
dan
Chaikin Money Flow Index (CMF)
perdagangan
foreign exchange
pada pasangan mata uang Euro terhadap Dolar
Amerika (EURUSD),
take profit
dan
stop loss
100 poin mampu menghasilkan
probabilitas diatas 50%, dan hipotesis penelitian yaitu sinyal yang dihasilkan oleh
indikator teknikal mampu menghasilkan
probabilitas profit
lebih dari 50%.
Hasil penelitian menunjukkan probabilitas
profit
diatas
50%,
sinyal
buy
tertinggi
dihasilkan oleh indikator
Money Flow Index (MFI)
= 0,948,
Chaikin Money Flow
(CMF)
= 0,89,
Commodity Channel Index (CCI)
= 0,803
,
dan
Stochastic
Oscillator (SO)
= 0,774. Probabilitas
profit
sinyal
sell
tertinggi dihasilkan oleh
indikator
Chaikin Money Flow (CMF) =
0,759,
Money Flow Index (MFI)
= 0,748,
Commodity Channel Index (CCI)
= 0,716, dan
Stochastic Oscillator (SO)
= 0,626.
Kata kunci :
xi
DAFTAR ISI
Halaman
ABSTRAK ... i
HALAMAN JUDUL ... ii
PERSETUJUAN ... iii
PENGESAHAN ... iv
PERNYATAAN ... v
RIWAYAT HIDUP ... vi
MOTTO ... vii
PERSEMBAHAN ... viii
KATA PENGANTAR ... ix
SANWACANA ... x
DAFTAR ISI ... xi
DAFTAR GAMBAR ... xiv
DAFTAR TABEL ... xv
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah ... 1
1.2 Rumusan Masalah ... 5
1.3 Tujuan Penelitian ... 6
1.3.1 Tujuan Umum. ... 6
1.3.2. Tujuan Khusus ... 6
1.4 Ruang Lingkup Pembahasan ... 7
1.5 Manfaat penelitian ... 7
1.6 Kerangka Pemikiran ... 9
xii
BAB II LANDASAN TEORI
2.1 Pengertian Analisa Teknikal ... 11
2.1.1 Prinsip Dasar Analisa Teknikal ... 12
2.1.2 Asumsi Analisa Teknikal ... 13
2.1.3
Dow Theory
(Teori Dow) ... 13
2.1.4 Fase Pergerakan Trend Teknikal ... 15
2.1.5 Leverage ... 16
2.1.6 Margin Trading dalam Bursa Valuta Asing ... 17
2.2 Indikator Yang Digunakan Dalam Analisa Teknikal ... 19
2.2.1 Indikator
Stochastic Oscillator
... 19
2.2.2 Indikator
Chaikin Money Flow (CMF)
... 27
2.2.3 Indikator
Money Flow Index (MFI)
... 27
2.2.4 Indikator
Commodity Channel Index (CCI)
... 29
2.3 Gambaran Valuta Asing ... 33
2.3.1 Macam-Macam Bursa Valuta Asing ... 35
2.3.2 Mekanisme Transaksi Valuta Asing ... 35
2.4 Teori Valuta Asing ... 38
2.4.1.
Balance of Payment Approach
... 38
2.4.2. Teori
Purchasing Power Parity ...
39
2.4.3.
International Fisher Effect ...
40
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Data dan Sumber Data ... 42
3.1.1 Data Primer ... 42
3.1.2 Data Sekunder ... 42
3.2 Populasi dan Sampel ... 43
3.2.1 Populasi ... 43
3.2.2 Sampel ... 43
3.3 Teknik Pengumpulan Data ... 43
3.4 Variabel Penelitian ... 44
3.5 Pengolahan Data... 45
xiii
3.6.1 Alat Bantu
Software Meta Trader
4 ... 45
3.6.2
Stochastic Oscillator
... 46
3.6.3
Chaikin Money Flow (CMF)
...
48
3.6.4
Money Flow Index (MFI)
... 49
3.6.5.
Commodity Chanell Index (CCI)
... 51
3.6.6 Probabilitas Sinyal Indikator ... 52
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Sampel Penelitian ... 53
4.2 Hasil ... 55
4.2.1
Stochastic Oscillator
... 58
4.2.2
Chaikin Money Flow (CMF)
...
61
4.2.3
Money Flow Index (MFI)
... 64
4.2.4
Commodity Chanell Index (CCI)
... 67
4.3 Pembahasan ... 69
4.3.1 Sinyal
Buy
... 69
4.3.2 Sinyal
Sell
... 72
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan ... 77
5.1.1 Sinyal
Buy
...
77
5.1.2 Sinyal
Sell
... 78
5.2 Saran ... 79
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Masalah
Valuta asing (
valas
) atau disebut juga
foreign exchange (forex
) merupakan pasar
keuangan terbesar yang ada di dunia pada saat ini, baik secara virtual maupun
standar. Pasar
foreign exchange (forex
) dibuka selama 5 hari dalam seminggu dan
selama 24 jam sehari, pasar valuta asing telah mengalami perkembangan yang
sangat pesat, menurut survei yang dilakukan oleh BIS (
Bank International for
Settlement
) pada tahun 2008, nilai transaksi harian
fore
x mencapai USD 5 trilyun
(Andrian, Novan; 2013). Perkembangan internet dan telekomunikasi yang semakin
maju menjadi faktor pendorong perkembangan transaksi
foreign exchange,
perkembangan internet yang semakin maju dapat menyediakan sarana bagi
individu, institusi dan negara dalam melakukan transaksi valuta asing.
Valuta asing memiliki fungsi sebagai alat pembayaran, tukar menukar, kesatuan
hitung, penyimpanan dan pengukur kekayaan. Dalam kehidupan manusia yang
modern dan global, hampir seluruh aspek kehidupan manusia baik secara langsung
maupun tidak langsung, tidak lepas dari pengaruh valuta asing atau
forex.
Pasar
foreign exchange
merupakan salah satu alat atau benda ekonomi yang berpengaruh
ini, baik secara perorangan maupun berkelompok. Untuk dapat memenuhi
kebutuhan akan
valas
atau
forex
, baik sebagai media transaksi maupun sebagai
komoditas, diperlukan suatu pengetahuan atau teknik pengelolaan atau manajemen
yang memadai bagi perorangan yang hidup di era globalisasi saat ini, terutama bagi
trader
valuta asing. Adanya keterkaitan dan persaingan karena keterbatasan
ataupun kelebihan dana valuta asing antar-berbagai tempat menyebabkan valuta
asing
diperdagangkan sebagai komoditas atau benda ekonomi di bursa
valas
. Selain
indikator tingkat inflasi,
foreign exchange
dapat juga digunakan sebagai salah satu
indikator untuk mengukur stabilitas ekonomi makro suatu negara, karena
foreign
exchange
mampu mencerminkan kekuatan dan stabilitas nilai tukar uang negara
tersebut terhadap valuta asing.
Pasar valuta asing memiliki keunggulan dibandingkan dengan pasar saham,
kelebihan yang ditawarkan antara lain seperti volatilitas, dan daya ungkit
(leverage),
di beberapa
broker forex
ada yang menawarkan
leverage
hingga 1:1000,
selain itu waktu tansaksi
foreign exchange
lebih
fleksibel
karena dibuka selama 24
jam dalam sehari. Banyak
trader
berpikiran bahwa dengan memasuki dunia
trading
forex
mereka akan mendapatkan banyak uang dan cepat menjadi kaya, hal ini
dikarenakan banyak
broker
yang menawarkan program
automatic trading
seperti,
forex copy
yaitu aplikasi
trading meta trader 4
yang tersinkronisasi dengan
website
penyedia
signal trading
gratis, seperti www.mql5.com ataupun robot
trading
Expert Assistant (EA),
yang menghasilkan keuntungan secara berkelanjutan tanpa
campur tangan
trader
itu sendiri, aksi
open buy, open sell, take profit
dan
stop loss
,
semua program tersebut dapat berjalan dengan baik pada semua pasangan mata
uang yang diperdagangan pada aplikasi
meta trader 4
, setiap program
automatic
trading
memiliki tingkat keakuratan pada jenis pasangan mata uang yang berbeda,
dan pada
time frame
yang berbeda, sehingga semua itu perlu diteliti dan ditelaah
lebih mendalam, untuk menghindari resiko kerugian dan memaksimalkan
profit.
Gambar 1.1. Pergerakan Harga EURUSD dan Indikator Teknikal
Stochastic
Oscillator
,
Money Flow Index
dan
Commodity Channel Index
Tahun 2012-2013.
Gambar 1.2. Pergerakan Harga EURUSD dan Indikator Teknikal
Stochastic
Oscillator
,
Money Flow Index
dan
Commodity Channel Index
Tahun 2012-2013.
Sumber :
Meta trader 4
Gambar 1.1 dan 1.2 adalah pergerakan harga pasangan mata uang Euro terhadap
Dolar Amerika dan indikator teknikal, sehingga
trader
harus mampu melakukan
analisis untuk memprediksi pergerakan harga di waktu yang akan datang, salah satu
analisis yang bisa digunakan adalah analisis teknikal dengan cara menggunakan
indikator, namun indikator yang tersedia dalam melakukan analisis teknikal sangat
banyak, sehingga
trader
harus bisa memilih indikator mana yang mampu
memberikan probabilitas sinyal paling akurat jika dibandingkan dengan indikator
lainya, dan
trader
juga harus bisa melakukan analisis terhadap indikator teknikal
tersebut untuk mengetahui kapan waktu yang tepat untuk melakukan
open posisi
Skripsi ini akan menghitung berapa besar probabilitas
profit
dari sinyal yang
dihasilkan oleh indikator
stochastic oscillator
,
money flow indeks, chaikin money
flow, dan commodity chanell indeks
dengan menggunakan
time frame
1 hari (1D)
,
agar kedepan nya
trader
dapat memilih indikator teknikal yang mampu
memberikan probabilitas
profit
terbesar dari keempat indikator ini.
Penelitian yang dilakukan oleh Eko Wijatmoko (2009) terhadap pasar valuta asing
pasangan mata uang GBPUSD menggunakan indikator teknikal memberikan hasil
bahwa probabilitas sinyal jual tertinggi adalah
Accumulation/Distribution Line
(ADL),
sedangkan probabilitas sinyal beli tertinggi adalah
Money Flow Indeks
(MFI).
Berdasarkan uraian latar belakang, penulis tertarik untuk meneliti pengaruh
volume
transaksi pada pasangan mata uang Euro terhadap Dolar Amerika
(EURUSD) menggunakan indikator
Stochastic Oscillator
,
Money Flow Indeks
(MFI),
Commoditi Channel Indeks (CCI)
dan
Chaikin Money Flow Indeks
(CMF)
di aplikasi
trading meta trader 4
broker insta forex
, dan membahasnya dalam
skripsi yang berjudul
“
Probabilitas Profit Sinyal Jual Dan Sinyal Beli Indikator
Teknikal Perdagangan
Foreign Exchange
Euro Dolar Amerika (EURUSD)
(Tahun 2012-
2013)”.
1.2. Rumusan Masalah
Trader
harus mampu melakukan analisis terhadap arah pergerakan harga mata uang
yang sedang terjadi untuk melakukan aksi beli dan aksi jual, dengan tujuan untuk
mendapatkan keuntungan yang konsisten dari aksi beli dan aksi jual tersebut,
belakang permasalahan yang telah diuraikan, dapat dirumuskan masalah untuk
penelitian ini yaitu :
Apakah sinyal yang dihasilkan oleh indikator teknikal dapat menghasilkan
probabilitas profit
lebih dari 50% ?
1.3.
Tujuan Penelitian
Penelitian ini memiliki dua tujuan yaitu sebagai berikut :
1.3.1.
Tujuan Umum
Tujuan umum dari skripsi ini adalah untuk mengetahui probabilitas
profit
dari
sinyal jual dan sinyal beli yang dihasilkan indikator
Stochastic Oscillator
,
Money
Flow Indeks (MFI),
Commoditi Channel Indeks (CCI)
dan
Chaikin Money Flow
Indeks
(CMF)
perdagangan
foreign exchange
pada pasangan mata uang Euro
terhadap Dolar Amerika (EURUSD). Pada penelitian ini jangka waktu perubahan
harga yang akan digunakan adalah harga per hari (1D).
1.3.2.
Tujuan Khusus
Tujuan khusus dari skripsi ini yaitu :
1.
Menentukan waktu yang tepat bagi seorang
trader
untuk melakukan
open
buy
dan
open sell
dengan menggunakan sinyal jual maupun sinyal beli yang
dihasilkan oleh indikator
Stochastic Oscillator
,
Money Flow Indeks (MFI),
Commoditi Channel Indeks (CCI)
dan
Chaikin Money Flow Indeks
(CMF),
2.
Menghitung rata-rata tingkat kemungkinan (
average probability
) tertinggi
untuk sinyal jual dan sinyal beli yang dihasilkan oleh seluruh varian
volume
yang diteliti.
1.4. Ruang Lingkup Pembahasan
Penelitian ini fokus pada harga pasangan mata uang EURUSD (euro terhadap
dolar amerika) pada
time frame
1 hari (1D) dan besaran
take profit
= 100 poin,
dan
stop loss
100 poin, pada perdagangan mata uang asing atau
foreign
exchange
. Penelitian ini menggunakan harga pembukaan (
open
), harga terendah
(
low
), harga tertinggi (
high
), harga penutupan (
close
), dan
volume
. Pada
penelitian ini faktor fundamental diasumsikan telah di serap kedalam harga
pasar.
1.5.
Manfaat Penelitian
Adapun manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah :
1.
Bagi Peneliti
Menambah pengetahuan, wawasan dan pemahaman mengenai
perdagangan valuta asing, cara transaksi valuta, menambah pengetahuan
dalam cara menggunakan indikator teknikal yang baik sehingga
memberikan keuntungan.
2.
Bagi
Trader
Menjadi referensi untuk memilih indiktor teknikal yang dapat
memilih indikator yang akan digunakan dalam melakukan analisa
teknikal.
3.
Bagi Peneliti Lain
Sebagai tambahan informasi dan referensi bagi penelitian yang akan
1.6. Kerangka Pemikiran
Stochastic
Oscillator
Chaikin Money
Flow (CMF)
Money Flow
Indeks (MFI)
Commodity Channel
Indeks (CCI)
Data Sekunder
Buy
Sell
Buy
Sell
Buy
Sell
Buy
Sell
Signal
Benar/Salah
Pengelompokkan
Data
Probabilitas Signal
Buy & Sell
Rata-rata Probabilitas
Analisis & Pembahasan
Kesimpulan & Saran
Signal
Benar/Salah
Signal
Benar/Salah
Signal
Benar/Salah
Pengelompokkan
Data
Pengelompokkan
Data
Pengelompokkan
Data
Probabilitas
Benar/Salah
Probabilitas
Benar/Salah
Probabilitas
Benar/Salah
Penelitian ini menggunakan indikator teknikal berupa
Stochastic Oscillator,
Chaikin Money Flow (CMF), Money Flow Indeks (MFI), Commodity Chanell
Indeks (CCI),
data yang digunakan adalah
data sekunder yang didapat dari
aplikasi
trading metatrade 4
, setelah data diperoleh langkah pertama adalah
menghitung nilai masing-masing indikator
Stochastic Oscillator, Chaikin
Money Flow (CMF), Money Flow Indeks (MFI), Commodity Chanell Indeks
(CCI),
setelah nilai dari masing-masing indikator diperoleh maka selanjutnya
adalah menentukan sinyal
sell
dan sinyal
buy
untuk masing-masing indikator.
Selanjutnya menentukan kebenaran dari sinyal
sell
dan sinyal
buy
, apakah
menghasilkan
profit
atau menyebabkan
loss
, langkah selanjutnya adalah
membuat range untuk menentukan jumlah kelas dan mengelompokkan data,
dari masing-masing kelas akan dihitung probabilitas sinyal yang
sell
dan sinyal
buy
benar (menghasilkan keuntungan), dan probabilitas sinyal
sell
dan sinyal
buy
yang salah (menghasilkan kerugian), menghitung rata-rata total probabilitas
sinyal benar dari ke-empat indikator, langkah selanjutnya adalah melakukan
analisa dari probabilitas yang dihasilkan oleh masing-masing indikator, dan
setelah itu menyimpulkan hasil dari penelitian yang dilakukan dan memberikan
saran.
1.7. Hipotesis
Berdasarkan uraian pada kerangka pemikiran, maka penulis mengemukakan
hipotesis sebagai berikut :
H1 : Sinyal yang dihasilkan oleh indikator teknikal mampu menghasilkan
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1. Pengertian Analisa Teknikal
Analisa teknikal adalah suatu jenis analisa yang selalu berorientasi kepada harga
pembukaan, harga penutupan, harga tertinggi dan harga terendah dari suatu
instrumen investasi dan pada
time frame
tertentu. Analisis ini mempelajari tentang
perilaku pasar yang diterjemahkan ke dalam grafik riwayat harga dengan tujuan
untuk memprediksi harga di masa yang akan datang. Harga yang tercermin di dalam
grafik merupakan harga kesepakatan transaksi antara
supply
dan
demand.
Perubahan harga cenderung bergerak pada suatu arah tertentu
(trend),
pola tertentu
dimasa yang lampau akan terulang kembali pada masa yang akan datang. Analisis
teknikal lebih memperhatikan pada apa yang telah terjadi di pasar, dari pada apa
yang seharusnya terjadi. Analisa teknikal dapat digunakan pada berbagai macam
instrumen investasi baik itu di pasar modal seperti saham maupun pasar valuta asing
2.1.1. Prinsip Dasar Analisis Teknikal
Tiga prinsip dasar yang digunakan dalam melakukan analisis teknikal, yaitu :
1.
Market Price Discounts Everything
2.
Yaitu segala kejadian-kejadian yang dapat mengakibatkan gejolak pada bursa
valas secara keseluruhan atau harga mata uang suatu negara seperti faktor
ekonomi, politik fundamental dan termasuk juga kejadian-kejadian yang tidak
dapat diprediksi sebelumnya seperti adanya peperangan, gempa bumi dan lain
sebagainya akan tercermin pada harga pasar.
3.
Price Moves in Trend
Yaitu harga valuta asing akan tetap bergerak dalam satu
trend
. Harga mulai
bergerak ke satu arah, turun atau naik.
Trend
ini akan berkelanjutan sampai
pergerakan harga melambat dan memberikan peringatan sebelum berbalik dan
bergerak ke arah yang berlawanan.
4.
History Repeats It Self
Karena analisis teknikal juga menggambarkan faktor psikologis para pelaku
pasar, maka pergerakan historis dapat dijadikan acuan untuk memprediksi
pergerakan harga di masa yang akan datang. Pola historis ini dapat terlihat dari
waktu ke waktu di grafik. Pola-pola ini mempunyai makna yang dapat
diinterprestasikan untuk memprediksi pergerakan harga (Frento T.Suharto,
2.1.2. Asumsi Analisa Teknikal
1.
Fundamental pasar telah berpengaruh terhadap harga pasar saat ini. Jadi
fundamental pasar dan faktor lainnya, seperti perbedaan pendapat, harapan, rasa
takut, dan sentimen pelaku pasar, tidak perlu dipelajari lebih lanjut.
2.
Sejarah berulang dengan sendirinya dan karena itu pasar bergerak di kisaran
yang dapat diprediksi, atau setidaknya memiliki pola tertentu. Pola-pola ini
dihasilkan dari pergerakan harga, dinamakan sinyal, tujuan analisa teknikal
adalah untuk mendapatkan sinyal yang diberikan oleh kondisi pasar saat ini
dengan mempelajari sinyal masa lalu.
3.
Harga bergerak dalam bentuk
trend
, analis teknikal biasanya tidak percaya
bahwa fluktuasi harga bergerak dalam kondisi tidak terprediksi dan acak. Harga
dapat bergerak dalam salah satu dari tiga bentuk arah, naik, turun, atau
menyamping (
sideways
). Ketika sebuah tren terbentuk dari arah-arah pasar yang
ada, biasanya akan berlanjut sampai beberapa periode (Frento T.Suharto, 2012;
p48).
2.1.3. Dow Theory (Teori Dow)
Teori ini digunakan sebagai teori dasar yang harus di perhatikan sebelum
melakukan analisa teknikal, teori ini pertama kali dipublikasikan oleh Charles H.
Dow (1851-1902) di 255
Wall Street Journal
, Dow merupakan seorang wartawan
sekaligus editor dari
Wall Street Journal
serta pendiri
Dow Jones and Company.
Penelitian pertama Dow dilakukan dengan membagi saham-saham di Wall Street
menjadi 2 kelompok, yaitu
industrial index
dan
trasportation index
. Dia
oleh perkembangan industri transportasi, karena pabrik membutuhkan transportasi
untuk mendistribusikan barang-barang hasil produksinya. Berdasarkan dari asumsi
bahwa jika keuntungan di industri transportasi meningkat maka secara tidak
langsung menunjukan juga bahwa produksi dari industri pabrikasi dan permintaan
dari konsumen meningkat pula yang pada akhirnya dapat mendorong pertumbuhan
laba masing-masing perusahaan. Secara global hal ini dapat digunakan untuk
mengukur tingkat perekonomian suatu negara.
Setelah Dow meninggal dunia ada beberapa orang yang ikut berperan dalam
mengembangkan
dow theory
berdasarkan tulisan yang di tulis oleh Dow di Jurnal
Wall Street, mereka antara lain adalah, William P. Hamilton, Robert Rhea and E.
George Schaefer.
Enam prinsip dasar teori dow :
1. Pasar memiliki tiga gerakan
Gerakan utama, Gerakan dasar utama atau kecenderungan utama mulai dari
kurang dari setahun atau beberapa tahun. Kecenderungan tersebut dapat bersifat
naik ataupun turun.
Ayunan menengah, reaksi berikutnya mungkin dimulai dari sepuluh hari sampai
tiga bulan dan umumnya akan kembali dari 33% menjadi 66% dari harga dasar
yang berubah karena ayunan harga sebelumnya atau awal dari gerakan utama.
Ayunan singkat, atau gerakan kecil bermula dari jam sampai satu bulan atau
harga kecil dalam harian sebagai gerakan kasar sekunder sebagai reaksi dari
gerakan harga yang menurun.
2.
Tren memiliki tiga tahap
3.
Pasar saham telah menyerap (
discounted
) semua berita
4.
Rata-rata pasar saham harus mengkonfirmasi satu sama lain
5.
Tren harus dikonfirmasi oleh volume
6.
Tren diasumsikan berlaku sampai memberikan sinyal yang pasti
2.1.4. Fase Pergerakan Trend Teknikal
Tren pasar ada 3 fase, yaitu:
Akumulasi (
accumulation
) adalah tahapan dimana
investor
yang cerdik atau
sudah mempunyai informasi terlebih dahulu, mengadakan pembelian atau
penjualan saham secara perlahan
–
lahan. Pada tahap ini, harga saham
cenderung tidak berubah (
sideways trend
) karena
investor
tersebut adalah
minoritas sehingga kurang bisa menggerakkan pasar.
Fase ke dua adalah dimana
investor
yang lain mulai menangkap dan
mengetahui tindakan
investor
pada fase pertama tadi. Akhirnya pasar
mengikuti tindakan
investor
pertama untuk membeli atau melepas saham. Pada
tahapan ini, terjadi perubahan harga yang sangat drastis karena hampir semua
investor sudah melakukan tindakan yang sama. Fase ini berlanjut hingga para
pengikut tren (
trend follower
) dan spekulan sudah mengontrol pergerakan
harga saham.
Fase ke tiga yaitu dimana
investor
yang pertama mulai mendistribusikan
dibeli di awal, sebelum pasar melakukan
adjustment
atau koreksi pada harga.
Trend follower
yang terlambat melepas sahamnya, biasanya akan menderita
loss.
1.
Major Trend:
Merupakan
trend
jangka panjang dari pergerakan
market
,
biasanya ditentukan dalam kurun waktu minimal 1 tahun.
2.
Medium Trend
: Merupakan kecenderungan pergerakan harga untuk kerangka
waktu jangka menengah biasanya antara 2 minggu sampai 3 bulan dan
merupakan gerak koreksi dari
major trend.
3.
Minor Trend:
Pergerakan harga dalam kurun waktu pendek, biasanya dalam
kurun harian dan sebagai gerak koreksi dari
medium trend.
2.1.5. Leverage
Leverage
memiliki pengaruh dalam melakukan analisa teknikal, karena
leverage
mempengaruhi kekuatan modal dalam menahan
floating
yang terjadi ketika posisi
masih dalam keadaan terbuka, sehingga sebelum melakukan
open posisi
atas dasar
sinyal yang dihasilkan oleh analisa teknikal,
trader
harus menghitung seberapa
besar kekuatan saldo-nya dalam menahan
floating
berdasarkan besar
leverage
yang
dipilihnya.
Leverage
adalah daya ungkit yang memungkinkan seorang
trader
untuk
menggunakan sejumlah dana yang jauh lebih besar dari dana yang dimilikinya.
Leverage
1:1000 artinya
trader
seakan-akan memiliki kekuatan 1000 kali dari nilai
deposit
yang telah disetorkan atau ibaratnya
broke
r memberikan pinjaman sebanyak
1000 kali dari nilai
deposit
yang telah disetorkan oleh
trader
/
investor
. Jadi dengan
leverage
ini, seorang
trader
memiliki pengungkit yang memungkinkan untuk
didepositkan. Apabila
investor
/
trader
deposit
1000 USD, dengan
leverage
1:1000
berarti
trader
yang besangkutan seakan-akan memiliki 1 Juta USD, tetapi
leverage
ini juga berpengaruh terhadap tingkat
margin
. Dengan kata lain,
leverage
adalah
bentuk kredit, yang memungkinkan kita untuk bernegosiasi di pasar dengan uang
dari
broker
(melalui perusahaan yang terlibat di
forex
). Misalnya $ 1.000 dengan
leverage
1:100 memungkinkan kita untuk bernegosiasi dengan $ 100.000 hanya
menggunakan $ 1.000.
2.1.6.
Margin Trading dalam Bursa Valuta Asing
Selain
leverage trader
juga harus memperhatikan tingkat
margin
minimum yang di
syaratkan oleh perusahaan pialang, karena jika saldo investor tidak memenuhi
margin
minimum maka bisa saja posisi yang sedang terbuka akan langsung di
cut
lose
oleh perusahaan pialang.
Margin
adalah dana yang harus disetor oleh
investor,
namun jumlah setoran tersebut berbeda-beda untuk setiap jenis
margin
. Berikut ini
adalah empat macam
margin
dalam
trading
forex.
a.
Initial Margin/Original Margin
Intial margin
adalah margin awal, yaitu sejumlah uang yang disetor oleh
investor
pada saat pembukaan
account,
jumlahnya sesuai kesepakatan awal yang dibuat
antara
investor
dan pialang berjangka, biasanya dinyatakan dalam persentase dari
nilai kontrak. Dalam
commodity future
lazimnya
initial margin
ditetapkan berkisar
5-10% dari nilai kontrak, besarnya margin berbeda-beda sesuai dengan nilai
kontrak, waktu, dan gejolak harga yang terjadi. Dalam perdagangan
forex
initial
margin
ditetapkan 1% dari nilai kontrak, jadi lebih kecil dari
initial margin
pada
perdagangan komoditi berjangka. Karena dalam pasar
forex
nilai kontrak ada dua,
margin
pada perdagangan
forex
untuk ukuran besar adalah USD1.000 (Rp
11.000.000) atau USD100 (Rp 1.100.000), jika kurs rupiah ditetapkan Rp 11.000
per dolar Amerika Serikat.
b.
Variation Margin
Istilah yang digunakan dalam bahasa indonesia adalah
margin
sela, yaitu
merupakan tambahan
margin
yang disetor karena besaran
margin
selanjutnya telah
berada di bawah besaran
margin
awal, sebagai akibat pergerakan harga yang
berlawanan dengan yang diperkirakan semula.
c.
Maintenaince Margin
Maintenaince margin
adalah
margin
minimum.
Margin
ini merupakan besaran nilai
yang harus dijaga atau dipelihara oleh
investor
dalam melakukan transaksi,
umumnya
margin
minimum ini ditetapkan sekitar 75%-80% dari
margin
awal.
d.
Margin Call
Margin call
adalah jumlah dana yang harus disetor kembali oleh investor, hanya
saja, dalam
margin call
setoran dana harus dilakukan jika dana yang
outstanding
sudah berada dibawah
maintenaince margin.
Jika
investor
mendapat
margin call
berarti
investor
harus menambah dananya sampai ke
level initial margin,
kalau
tidak dilakukan maka posisi-nya yang sedang terbuka akan ditutup oleh perusahaan
pialang tanpa pemberitahuan terlebih dahulu, hal ini dilakukan agar saldo yang ada
2.2. Indikator Yang Digunakan Dalam Analisa Teknikal
Indikator adalah perhitungan matematis yang diterapkan pada harga sekuritas dan
atau volume perdagangan. Hasil perhitungan adalah nilai yang digunakan untuk
mengantisipasi gerakan harga di masa yang akan datang. Indikator dibedakan
menjadi dua yaitu indikator
leading
(mendahului) dan indikator
lagging
(menyusul). Indikator
leading
yaitu indikator yang muncul sebelum
trend
muncul.
Indikator
leading
bekerja dengan mengukur tingkat
overbought
dan tingkat
oversold
, ini dilakukan dengan asumsi bahwa pada tingkat
overbought
maupun
oversold
harga akan ditarik kembali pada tingkat yang wajar.
Lagging
indikator
berguna ketika harga bergerak dalam
trend
yang cukup panjang, indikator ini tidak
memberikan peringatan tentang perubahan yang akan terjadi, tetapi hanya
memberitahukan apa yang sedang terjadi pada harga tersebut mencakup naik atau
turun sehingga
trader
dapat membuat keputusan sesuai dengan fakta tersebut.
Indikator ini tampil setelah
trend
muncul, sehingga membuat
trader
membeli
maupun menjual pada saat yang terlambat. Namun keterlambatan ini mengurangi
risiko dengan meletakkan
trader
pada sisi yang benar di dalam pasar.
2.2.1.
Indikator Stochastic Oscilator
Merupakan alat analisis ciptaan George C Lane pada akhir 50-an. Nilai kisaran pada
indikator ini adalah 0-100 (
oscillator
),
stochastic oscillator
digunakan untuk
menunjukkan posisi
closing
relatif terhadap
range
transaksi dalam suatu periode
tertentu. Pada dasarnya indikator ini dipakai untuk mengukur kekuatan relatif harga
terakhir terhadap selang harga tertinggi dan terendahnya selama selang periode
%D. Inti dari indikator ini adalah %K itu sendiri sedangkan %D adalah SMA dari
%K. Bisa dikatakan bahwa %D adalah sebagai garis pengidentifikasian arah %K.
Jika kita lihat dari
range
stochastic oscillator
yaitu 0-100, dapat dikatakan bahwa
sebenarnya indikator ini tidaklah berbeda dengan
RSI.
Hanya saja dalam
stochastic
perhitungan meliputi harga terendah, tertinggi dan
closing price
pada waktu yang
ditentukan.
Secara matematis
stochastic oscillator
didefinisikan sbb:
% K =
��� �� �−
� �� �
���ℎ� ���ℎ−
� �
�
...(2.1)
Recent close
= harga penutupan terakhir
Lowest Low
= harga terendah selama periode yang ditentukan
Highest high
= harga tertinggi selama periode yang ditentukan.
Sedangkan untuk %D adalah SMA dari %K itu sendiri. Secara default biasanya
nilai %K adalah 14 dan %D adalah 3. Pemilihan periode %D hanya sebesar 3
periode disengaja untuk meningkatkan sensitifitas dari %D itu sendiri.
Pertanyaannya apakah bisa selain nilai tersebut. Tentu saja bisa seperti indikator
lainnya. Namun ada beberapa jenis
stochastic oscillator
dimana kita tidak dapat
mengganti besar %D.
Gambar 2.1. adalah contoh indikator
stochastic oscillator,
candle
yang berwarna
merah artinya
bearish pattern
sedangkan yang berwarna hijau adalah
bullish
Gambar 2.1.
Fast, Slow dan Full Stochastic Oscillator %K =5
Sumber :
Meta trader 4
(2013)
Kelebihan sekaligus kekurangan
stochastic
adalah sensitifitasnya. Karena senstif
maka dapat memberikan sinyal yang lebih dini dalam pemantauan pergerakan
harga. Namun dengan demikian membuka celah munculnya berbagai sinyal palsu.
Untuk mengurangi banyaknya sinyal palsu karena sensitifitas
stochastic
maka
diperlukan lebih dari sekedar %D untuk menghaluskannya. Garis %K pun dapat
dihaluskan terlebih dahulu sebelum kemudian diolah kembali menjadi %D.
Pengolahan ini membuat berbagai varian dari
stochastic oscillator. Fast stochastic
adalah nama lain dari
stochastic
biasa (pada gambar diatas adalah
fast stochastic
).
Apabila garis %K dimuluskan SMA 3 periode sebelum kemudian diolah kembali
diperoleh
slow stochastic oscillator.
Sedangkan bila pemulusan menggunakan
SMA dengan periode selain 3 untuk %K,
stochastic
yang demikian dinamakan
full
[image:30.595.114.509.202.451.2]stochastic oscillator.
Gambar 2.2.
Full Stochastic Oscilaltor
dengan pemulusan, %K = 14
Sumber :
Meta trader 4 insta forex
(2013)
Gambar 2.2. menggunakan periode 14 untuk %K-nya. Perhatikan perbedaannya
dengan
fast stochastic oscillator
pada gambar sebelumnya,
full stochastic
terlihat
lebih halus.
Cara Penggunaan Stochastic Oscillator
Informasi yang dapat diperoleh dari
stochastic oscillator
secara umum tidak
berbeda dengan informasi pada RSI dan SMA, karena
stochastic oscillator
adalah
gabungan dari kedua jenis indikator tersebut dengan cara perhitungan yang berbeda.
overbought/ oversold
(yang artinya prediksi t
rend
untuk jangka panjang),
perpotongan antara %K dan %D (sebagai
short term trend
), dan
bullish/bearish
centerline.
Overbought / Oversold
Keadaan
overbought
dan
oversold
menurut
stochastic
diperoleh bila garis %K telah
memasuki batasan 20 dan 80 yakni dibawah 20 untuk
oversold
dan diatas 80 untuk
overbought.
Tetapi batasan 20/80 ini bukanlah batasan mutlak. Bisa saja 30/70 atau
yang lain. Keadaan
overbought/ oversold
ini akan memicu naik turunnya harga
dalam jangka panjang. Apabila sedang terjadi kenaikan harga namun
stochastic
sudah menuju titik
overbought
-nya dan mulai meninggalkan area tersebut, itu
berarti akan terjadi tekanan pada laju kenaikan harga yang pada akhrinya membuat
Gambar 2.3. S
tochastic Oscillator
Dengan Level 20 dan 80
Sumber :
Meta trader 4 (
2013)
%K and %D Crossing
Jika
overbougth/ oversold
adalah untuk
trend
jangka panjang, maka perpotongan
%K dan %D digunakan untuk perubahan
trend minor.
Maksudnya bila dalam suatu
kondisi
long bullish trend
, seringkali dalam pergerakannya kita menemukan
trend-trend minor
. Besarnya minor dan mayor disini sangat relatif, bergantung pada
time
frame
yang di gunakan. Untuk
time frame
per jam atau per 4 jam, pergerakan
minor
trend
bisa mencapai 50 point. Itu artinya lebih dari cukup untuk memperoleh
keuntungan sampai 50 dollar hanya dengan 1 lot dan mengandalkan
minor trend.
Seperti telah dijelaskan sebelumnya %D merupakan MA dari %K yang tidak lain
menentukan perubahan
trend
, setiap perpotongan antara %D dengan %K berarti
adalah perubahan
trend
untuk jangka waktu singkat di depan. Kondisi
bullish
terjadi bila garis %K memotong %D dari bawah dan sebaliknya
trend bearish
diperoleh ketika %K memotong dari atas. Keadaan ini bisa saja berlangsung
bahkan ketika kedua garis sedang dalam wilayah
overbought/ oversold
. Jika ini
terjadi, itu artinya memang tekanan beli atau jual sedang kuat sekali sehingga akan
[image:33.595.114.524.299.597.2]terjadi kemungkinan harga menembus batas
support
dan
ressistance-nya
.
Gambar 2.4. %K Memotong %D
Sumber :
Meta trader 4
(2013)
Gambar 2.4. menunjukkan bahwa secara keseluruhan harga sedang bergerak naik
namun demikian sering kali pada saat kenaikan harga, terjadi penurunan-penurunan
singkat yang merupakan usaha para pembeli menurunkan harga namun tidak cukup
dua keuntungan sekaligus yaitu pada
trend
dalam jangka panjang maupun dalam
short term trend
. Kedua kondisi ini dapat kita ketahui cukup dengan
stochastic
oscillator
The Centerline
Sama seperti
oscillator
lainnya, pada
stochastic oscillator
pun juga terdapat
centerline
yang dipatok pada nilai 50, jika %K memotong c
enterline
dari bawah
ini menandakan kondisi
bullish centerline
dan sebaliknya bila % K memotong dari
bawah kondisi
bearish
tercapai. Namun
centerline crossover
ini jarang digunakan
karena seringkali terlambat memberikan rekomendasi
buy/sell
. Para analis lebih
[image:34.595.129.522.396.659.2]sering menggunakan perpotongan antara %D dengan %K.
Gambar 2.5. %K Memotong Garis
Centerline
.
Hal yang menjadi kelebihan sekaligus kekurangan indikator yang bergerak dalam
kisaran tertentu seperti ini adalah sensitivitasnya. Semakin panjang periode yang
dipakai maka grafik indikator akan semakin halus yang artinya
ke-sensitifitas-annya akan berkurang. Disarankan juga untuk menggunakan
full stochastic
dalam
penggunaan karena memang lebih halus dan dapat mengurangi grafik indikator
yang terlalu keriting
.
2.2.2.
Indikator Chaikin Money Flow (CMF)
Dikembangkan oleh Marc Chaikin,
chaikin money flow
mengukur jumlah
volume
arus uang selama periode tertentu. Periode yang digunakan unutk mengitung CMF
biasanya adalah periode 20 atau 21. Indikator yang dihasilkan berfluktuasi di atas /
bawah garis nol seperti
osilator.
Rumus :
{[(
Close - Low
) - (
High-Close
)]/(
High
–
Low
) * Volume,21} /
Sum(Volume,21)
………...………...……(2.2
)
Rumus dari CMF adalah nilai kumulatif dari
accumulation/distribution value
untuk
periode 21 dibagi dengan kumulatif total dari volume untuk 21
periode
2.2.3.
Indikator Money Flow Indeks (MFI)
Money flow indeks
adalah sebuah
osilator
yang menggunakan harga dan
volume
untuk mengukur tekanan pembelian dan penjualan. Dibuat oleh
Gene Quong
dan
Avrum Soudack
, MFI juga dikenal sebagai
volume
tertimbang RSI. MFI dimulai
dengan harga tipikal untuk setiap periode. Aliran uang adalah positif ketika harga
aliran uang positif dan negatif ini kemudian terhubung ke rumus RSI untuk
menciptakan sebuah osilator yang bergerak antara nol dan seratus. Sebagai osilator
momentum MFI terikat dengan
volume
, MFI paling cocok digunakan untuk
mengidentifikasi pembalikan arah dan harga yang ekstrim. MFI menggunakan
skala 0-100 dan biasanya menggunakan periode standar 14, semakin besar periode
waktu yang digunakan maka pergerakan naik turunnya indeks MFI akan lebih stabil
dan halus.
Rumus MFI adalah sebagai berikut :
Typical Price = (High + Low + Close
)/3
... ...(2.3)
Raw Money Flow
=
Typical Price x Volume
...(2.4)
Money Flow Ratio = (Positive Money Flow)/( Negative Money Flow)
...(2.5)
Money Flow Index = 100 - 100/(1 + Money Flow Ratio)...(
2.6)
Cara menggunakan Money flow Indeks
Jika arah pergerakan indikator MFI berlawanan dengan arah pergerakan harga suatu
produk sekuritas, maka dapat dipastikan akan terjadi perubahan arah tren harga.
sinyal beli muncul jika arah pergerakan indikator MFI naik sementara arah
pergerakan harga menurun. Sebaliknya, sinyal jual muncul jika arah pergerakan
indikator MFI turun sedangkan arah pergerakan harga naik. Tingkat
overbought
dan
oversold
tingkat dapat digunakan untuk mengidentifikasi pergerakan harga.
Pada dasarnya jika MFI di atas 70 dianggap
overbought
dan jika MFI dibawah 30
dianggap
oversold
,
trend
yang kuat dapat menimbulkan masalah untuk tingkat
overbought
dan
oversold
. MFI dapat menjadi
overbought
(> 70) dan harga dapat
harga dapat terus melanjutkan penurunan ketika
downtrend
terlalu kuat.
Quong
dan
Soudack
merekomendasikan unutk memperluas tingkat MFI menjadi lebih besar
dari 90 untuk tingkat benar-benar
overbought
dan bergerak di bawah 10 untuk
tingkat yang benar-benar
oversold.
2.2.4.
Indikator Commodity Channel Index (CCI)
Commodity Channel Index
atau lebih sering disebut dengan CCI, pertama kali
dikemukakan oleh
Donald Lambert
pada sebuah artikel yang dipublikasikan pada
tahun 1980. Pada awalnya indikator ini digunakan untuk mengetahui daerah jenuh
beli dan jenuh jual pada pasar komoditi, namun seiring berkembangnya waktu,
indikator ini pun dipergunakan pada pasar finansial lainnya, termasuk
forex.
Rumus :
��� =
�−� � . � � . . 5...(2.7)
TP = (
High + Low + Close)
/ 3
D = TP
–
SMA(TP,N)
SMA =
Simple Moving Average
Gambar 2.6. Tampilan
Commodity Channel Index
& Grafik EUR/USD
Sumber :
Meta trader 4
(2013)
Gambar 2.6. menunjukkan grafik
commodity channel index
, pada indikator
commodity channel index
terdapat 3 area yaitu :
Daerah Jenuh Beli (diatas 100)
Pada saat grafik berada di daerah jenuh beli (di atas 100) merupakan saat
yang tepat untuk melakukan aksi
sell
/ jual. Hal ini didasarkan karena harga
tersebut tidak akan bergerak lebih tinggi lagi. Sehingga pergerakan harga
akan lebih pasti, yaitu bergerak ke bawah.
Daerah Jenuh Jual (dibawah -100)
Pada saat grafik berada di daerah jenuh jual (di bawah -100) merupakan saat
tersebut tidak akan bergerak lebih rendah lagi. Sehingga pergerakan harga
akan lebih pasti, yaitu bergerak ke atas.
Daerah Tengah (diantara 100 dan -100)
Daerah tengah merupakan waktu yang tidak tepat untuk melakukan buka
posisi. Hal ini dikarenakan kita akan lebih sulit memprediksi harga akan
naik atau turun.
Dalam penggunaannya analisa teknikal juga perlu memperhatikan faktor-faktor
lain-nya yaitu faktor fundamental, karena faktor fundamental memiliki pengaruh
terhadap pergerakan pasar, seperti telah dijelaskan pada enam prinsip teori dow dan
juga pada asumsi analisa teknikal.
Faktor-faktor fundamental terbagi ke dalam empat kategori besar, yaitu:
1.
Faktor Ekonomi
Merupakan faktor yang menggambarkan aktivitas perekonomian suatu
negara. Indikator-indikator utama yang biasanya dipakai untuk melihat
aktivitas perekonomian suatu negara adalah pendapatan nasional bruto,
pendapatan domestik bruto, inflasi, neraca pembayaran, dan tingkat bunga
bank.
2.
Faktor Politik
Faktor politik sebagai salah satu indikator untuk memprediksi pergerakkan
nilai tukar, sangat sulit untuk diketahui waktu dimana faktor ini akan
mempengaruhi pergerakkan nilai tukar ada dan kalanya faktor ini tidak
terlalu mempengaruhi pergerakkan nilai tukar.
3.
Faktor Keuangan
Faktor keuangan memusatkan perhatian terhadap pengamatan terhadap
tingkat suku bunga, karena di dalam perdagangan valuta asing terjadi
transaksi pertukaran dua buah mata uang negara yang berbeda, maka yang
harus diperhatikan adalah tingkat suku bunga kedua negara tersebut.
4.
Faktor Eksternal
Faktor eksternal disini adalah bahwa perubahan nilai tukar valuta asing
dapat dipengaruhi oleh keadaan perekonomian dari negara sekitar / negara
tetangga. Sebagai contoh pada tahun 1998 tingkat nilai tukar mata uang
negara-negara di asia tenggara melemah terhadap USD.
Fundamental mampu mempengaruhi pergerakan harga mata uang sampai 300 poin
dalam sehari, karena berita fundamental yang selalu dirilis setiap harinya adalah
fakta kondisi perekonomian negara tersebut, seperti telah dijelaskan bahwa faktor
perekonomian dan faktor keuangan berpengaruh terhadap harga pasangan mata
uang pada
forex,
berita fundamental selalu dirilis setiap hari, salah satu asumsi
teknikal adalah “fundamental pasar telah berpengaruh terhadap harga pasar saat
ini” sehingga para analis teknikal harus menghindari resiko kemungkinan
2.3. Gambaran Valuta Asing
Pengertian valuta asing (valas) atau
foreign exchange (forex
)
adalah mata uang
asing yang difungsikan sebagai alat pembayaran untuk membiayai transaksi
ekonomi keuangan internasional dan juga mempunyai catatan kurs resmi pada bank
sentral (Hamdy Hady : 2007; P11). Mata uang yang sering digunakan sebagai alat
pembayaran dalam transaksi ekonomi keuangan internasional disebut dengan
hard
currency
, yaitu mata uang yang berasal dari negara maju dan nilainya relatif stabil
serta kadang mengalami apresiasi atau kenaikan nilai dibanding mata uang dari
negara lainnya. Sebaliknya mata uang yang berasal dari negara berkembang atau
negara dunia ketiga jarang digunakan sebagai alat pembayaran antar negara karena
nilainya relatif tidak stabil dan kadang mengalami depresiasi atau penurunan nilai,
mata uang tersebut sering disebut dengan
soft currency. Hard currency
berasal dari
negara-negara maju seperti Dollar-Amerika
serikat (USD), Yen-Jepang (JPY),
Euro (EUR), Poundsterling-Inggris (GBP), Dollar-Canada (CAD), Swiss-Franc
(CHF), Dollar-Australia (AUD), serta masih banyak yang lainya. Sedangkan
soft
currency
pada umumnya berasal dari negara berkembang seperti Rupiah-Indonesia
(IDR), Bath-Thailand (THB), Peso-Philipina (PHP), Rupee-India (INR), dan lain
sebagainya (Hamdy Hady : 2007; P15).
Forex trading
merupakan investasi pada sektor finansial yang tergolong paling
high
risk-high return investment
. Artinya, peluang untuk memperoleh keuntungan
sangat besar bahkan dapat mencapai ratusan persen perbulan namun diimbangi
dengan kemungkinan kerugian yang besar apabila tidak dikelola dengan baik.Pada
kerugian akan sebanding dengan besarnya potensi keuntungan yang di dapat. Hal
ini disebabkan karena
forex trading
merupakan investasi yang memiliki pergerakan
sangat cepat dalam likuiditas maupun dalam pergerakan harga.
Forex trading
dapat
memberikan
trader
keuntungan sebesar puluhan sampai ratusan persen dalam satu
harinya tapi juga dapat membawa
trader
kehilangan uang dalam jumlah yang sama.
Sehingga bagi
trader
yang bertipe sebagai
safe trader
yang tidak menyukai resiko
atau guncangan-guncangan dalam portfolio, maka
forex trading
bukanlah jenis
investasi yang cocok untuk
trader
tipe ini. Sedangkan bagi
trader
tipe
risk taker
,
maka
forex
trading
adalah jenis investasi yang cocok bagi nya, dalam arti untuk
memperoleh keuntungan besar, maka seorang
trader
harus siap menanggung
potensi kerugian yang sama besarnya.
Forex
trading
memiliki lembaga regulasi bersama perdagangan
index
dan
komoditi, di Indonesia,
regulator
yang mengawasi kegiatan para pialang ada
dibawah wewenang Bappebti (Badan Pengawas Perdagangan Berjangka dan
Komoditi), BBJ (Bursa Berjangka Jakarta) serta KBI (Kliring Berjangka
Indonesia). Di Amerika Serikat yang adalah pionir perdagangan
margin trading,
wewenang regulasi ada dibawah CFTC (
Commodity Futures Trading Comission
)
dan NFA (
National Futures Association
). CFTC dan NFA dapat dikatakan sebagai
role model bagi regulator-regulator lainnya di setiap negara.
2.3.1. Macam
–
Macam Bursa Valuta Asing
Pasar valuta asing terdiri dari tiga yang biasa dilakukan transaksi valuta asing yaitu:
a.
Currency Spot Market
delivery
saat itu juga (secara teoritis, meskipun dalam prakteknya transksi
spot
diselesaikan dalam waktu dua atau tiga hari).
b.
Currency Forward Market
Forward market
adalah merupakan transaksi dengan menyerahkan pada
beberapa waktu mendatang sejumlah mata uang tertentu yang lain. Kurs dalam
transaksi
forward
ditentukan dimuka sedangkan penyerahan dan pembayaran
dilakukan beberapa waktu mendatang.
c.
Currency Swap Market
Transaksi
swap
merupakan transaksi pembelian dan penjualan sejumlah mata
uang tertentu secara simultan pada dua tanggal (
value date
) tertentu. Kedua
transaksi tersebut dilakukan dengan bank lain yang sama.
2.3.2.
Mekanisme Transaksi Valuta Asing
Sama seperti dalam sebuah perdagangan jual-beli, dalam perdagangan
forex
pada
dasarnya membutuhkan kedua sisi yaitu pembeli dan penjual, namun pada
forex
pembeli dan penjual tidak pernah melakukan pertemuan fisik secara langsung dan
tidak pernah terjadi serah terima secara fisik. Semuanya dilakukan dalam bentuk
perjanjian dan diperantarai oleh lembaga
arbitrase
yang biasa disebut sebagai
pialang
/broker.
Pembelian yang dilakukan pada pasar
forex
berdasarkan besaran
lot, satu lot terdiri dari satuan mata uang, setelah
investor
melakukan transaksi
dengan pialangnya, maka pialang tersebut akan meneruskan pesanan yang
dilakukan oleh para
investor
kepada lembaga yang lebih tinggi di atasnya, yaitu
bursa atau bank-bank besar lainnya. Pesanan yang dilakukan oleh pialang kepada
pesanan orang per orang. Di dalam pasar valuta asing, transaksi yang terjadi
merupakan transaksi dalam jumlah besar, para pelaku di dalam bursa pada
umumnya adalah bank-bank besar, pialang-pialang, dan juga lembaga keuangan
lainnya.
Berikut adalah bagan mekanisme perdagangan
forex:
Order
order forwarded
Pencatatan dan pelaporan posisi
Order matched
Tugas
broker
/ perusahaan pialang adalah menjadi semacam pengumpul transaksi
yang dilakukan secara
retail
oleh
investor-investor
di bawahnya untuk kemudian
diteruskan kepada
market
atau bursa. Peran bursa adalah tempat pertemuan antara
penjual dan pembeli dalam bertransaksi atau juga disebut
market
. Perbedaan bursa
dengan pasar konvensional adalah pada bursa biasanya tidak terjadi transaksi jual
beli secara retail perorangan tetapi biasanya di akumulasikan dan baru kemudian di
eksekusi. Misalnya investor melihat peluang bahwa mata uang Euro akan menguat
terhadap US Dollar, maka tentu saja sebagai seorang
investor
yang baik dan
mencari keuntungan melihat peluang ini akan melakukan aksi beli Euro sesuai
perhitungannya untuk kemudian disimpan sampai waktunya Euro menguat lalu
akan menjualnya kembali. Misalnya membeli sebanyak 10.000 Euro. Dalam
forex
satuan 10.000 biasa disebut 1 lot, jadi semua transaksi dihitung berdasarkan satuan
lot 1 lot. Untuk melakukan transaksi pembelian Euro maka investor melakukan
Investor
Pialang
Pasar /
pembelian melalui pialang tempatnya berinvestasi dengan menggunakan
platform
trading
, dan dalam penulisan skripsi ini penulis menggunakan
platform trading
meta trader 4.
Tahapan berikutnya pialang akan meneruskan semua
order
yang
dilakukan oleh nasabahnya ke lembaga yang lebih tinggi diatasnya yaitu bursa atau
bank-bank besar lainnya. Investor memerlukan perusahaan pialang karena investor
tidak dapat langsung mengakses bursa atau bank-bank besar. Pada bursa semua
transaksi tersebut di pertemukan total lot pembelian dan penjualan.
Trading
di
forex
tidak membutuhkan antrian
order
seperti di bursa saham.
Dalam melakukan
trading, trader
harus memakai pedoman
“Buy Low, Sell High”
.
Ketika membuka posisi
sell,
maka untuk mendapatkan keuntungan harga harus
turun dari posisi
sell
yang telah di pasang, namun jika harga bergerak naik, maka
akan mengalami kerugian atau disebut juga dengan
floating loss
sebelum
menyentuh garis
stop loss,
jika posisi menyentuh garis
stop loss,
maka posisi yang
telah di pasang menghasilkan rugi dan jika menyentuh garis
take profit,
maka posisi
yang telah dipasang menghasilan
profit.
Ketika membuka posisi
buy
, maka untuk
mendapatkan keuntungan harga harus naik dari posisi
buy
yang telah di pasang,
namun jika harga bergerak turun, maka akan mengalami kerugian atau disebut juga
dengan
floating loss
sebelum menyentuh garis
stop loss
, jika posisi menyentuh garis
stop loss
, maka posisi yang telah di pasang menghasilkan rugi dan jika menyentuh
2.4. Teori Valuta Asing
2.4.1. Balance of Payment Approach
Pendekatan ini berdasarkan pada pendapat bahwa nilai valuta ditentukan oleh
kekuatan penawaran dan permintaan terhadap valuta tersebut. Adapun alat yang
digunakan untuk mengukur kekuatan penawaran dan permintaan adalah
balance of
payment.
Sebagai contoh apabila
balance of payment
suatu negara mengalami
defisit dapat diartikan bahwa penghasilan (arus uang masuk) lebih kecil dari
pengeluaran (arus uang keluar) maka permintaan akan valuta negara lain (valuta
asing) akan bertambah guna membayar defisit tersebut, nilai tukarnya akan
cenderung mengalami penurunan dan sebaliknya. Jadi pendekatan ini berusaha
untuk menggunakan
balance of payment
sebagai faktor yang menentukan nilai
tukar valuta.
Trade
r harus berhati-hati dalam menggunakan pendekatan
balance of payment
karena data yang tersaji terkadang memberikan gambaran yang bias terhadap
pergerakan mata uang itu sendiri. Sebagai contoh:
Balance of Payment
tidak memperhitungkan transaksi di pasar gelap,
pada dasarnya transaksi di pasar gelap tidak terlalu besar dibandingkan
dengan transaksi resmi. Tetapi untuk beberapa negara yang transaksi
pasar gelapnya besar (transaksi narkotika dll ) maka aliran dana ini akan
berpengaruh signifikan.
Balance of Payment
tidak memperhitungkan transaksi yang sifatnya
2.4.2. Teori Purchasing Power Parity.
Teori ini memiliki perbedaan dengan pendekatan sebelumnya, teori ini berusaha
untuk menghubungkan nilai tukar dengan daya beli valuta tersebut terhadap barang
dan jasa. Pendekatan ini menggunakan apa yang disebut
law of one price
sebagai
dasar. Dalam
law of one price
disebutkan bahwa dengan asumsi tertentu, dua barang
yang identik (sama dalam segala hal) harusnya mempunyai harga yang sama.
Misalkan harga satu kilogram apel di Indonesia 20 ribu Rupiah dan harga satu
kilogram apel yang sama di Amerika Serikat adalah USD 2 (dua Dollar) maka
sesuai dengan
law of one price
berarti USD 2 = Rp. 20.000,-/2 =10.000,- Rupiah
untuk setiap satu Dollar.
Ada dua versi teori ini yaitu versi
absolute
dan versi relatif.
a.
Versi
absolute
menyatakan bahwa nilai tukar adalah perbandingan harga
barang di dua negara, ukuran yang digunakan adalah rata-rata tertimbang dari
harga seluruh barang yang ada di negara tersebut. Versi
absolute
ini banyak
mendapat kritikan karena beberapa hal antara lain:
Versi ini memperhatikan hal-hal lain seperti selera, tingkat pendapatan,
merek barang dll. Sebagai contoh makanan kaviar mungkin disukai oleh
orang Rusia dan harganya relatif lebih murah disana dan akan relatif lebih
mahal di Indonesia karena sedikit orang yang makan makanan seperti itu.
Contoh lain orang lebih suka membeli Toyota Kijang daripada mobil
serupa yang bermerek lain.
Versi ini tidak memperhitungkan biaya
transport
dan pembatasan
b.
Versi relatif mengatakan bahwa pergerakan nilai tukar valuta dua negara
adalah sama dengan selisih kenaikan harga barang di kedua negara tersebut
pada periode tertentu. Versi ini masih mendapat beberapa kritikan yaitu:
Belum memperhitungkan pembatasan perdagangan yang diterapkan
pada ke dua negara tersebut.
Perbedaan dalam pembobotan index harga.
Kesulitan dalam menentukan periode perhitungan sehingga
mengalami kesulitan dalam perbandingan tingkat kenaikan harga.
Kenyataan bahwa pada jangka pendek pergerakan valuta lebih
dipengaruhi oleh kondisi pasar keuangan dari pada pasar komoditi.
2.4.3. International Fisher Effect
Pendapat ini didasari oleh
Fisher Effect
yang telah dijelaskan di atas. Pendapat ini
menyatakan bahwa pergerakan nilai mata uang satu negara dibanding negara lain
(pergerakan kurs) disebabkan oleh perbedaan suku bunga nominal yang ada di
kedua negara tersebut. Contoh berikut ini misalnya suku bunga Amerika (USA)
adalah 2% dan suku bunga Indonesia adalah 16% maka menurut
international
fisher effect
mata uang Indonesia dalam hal ini Rupiah akan terdepresiasi (turun
nilainya) sekitar 16% - 2% = 14% dibanding mata uang Amerika (USD). Implikasi
dari
international fisher effect
adalah bahwa orang tidak bisa menikmati
keuntungan yang lebih tinggi hanya dengan menanamkan dana mereka ke negara
yang mempunyai suku bunga nominal tinggi karena nilai mata uang negara yang
suku bunganya tinggi tersebut akan terdepresiasi (turun nilainya) sebesar selisih
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
3.1. Data dan Sumber Data
3.1.1.
Data Primer
Data yang dikumpulkan untuk penelitian dari tempat aktual terjadinya peristiwa,
seperti melalui wawancara maupun menyebar kuesioner.
3.1.2.
Data Sekunder
Data sekunder adalah data yang telah ada dan tidak perlu dikumpulkan sendiri oleh
peneliti, beberapa sumber data sekunder antara lain adalah buletin statistik,
publikasi pemerintah, informasi yang dipublikasikan atau tidak dipublikasikan dari
dalam atau luar perusahaan, data yang tersedia dari penelitian yang sebelumnya,
studi kasus dan dokumen perpustakaan, data
online
, situs web, dan internet.
Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang didapat dari
aplikasi
trading meta trader 4 broker insta forex
, dan yang digunakan yaitu harga
dan
volume
transaksi mata uang antara Euro terhadapa Dolar Amerika (EURUSD),
pada kurun waktu 2 Januari 2012 sampai dengan 24 September 2013 dengan
uang utama dunia, sehingga volatilitasnya sangat tinggi dan data ini baik digunakan
dalam penelitian.
3.2. Populasi dan Sampel
3.2.1. Populasi
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasangan mata uang yang
diperdagangankan di aplikasi
trading meta trader 4 broker insta forex
.
3.2.2.
Sampel
Dalam penelitian ini sampel yang digunakan adalah pasangan mata uang Euro
terhadap Dolar Amerika, selama 2 Januari sampai dengan 24 September 2013
dengan jangka waktu perubahan harga selama 1 hari
(time frame 1 day).
3.3. Teknik Pengumpulan Data
Data yang digunakan adalah berupa data historis pergerakan harga mata uang
pasangan EURUSD dengan periode 1 hari (1D) dari tanggal 2 Januari 2012 sampai
dengan 24 September 2013. Data didapat dari
history centre
pada aplikasi
trading
meta trader 4
pada
broker insta forex
, akses data kedalam aplikasi
metatrader 4
ini
menggunakan
real
akun, sehingga data yang didapat adalah benar adanya transaski
yang dilakukan oleh para
trader foreign exchange.
Dari
history centre
yang ada di
meta trader 4
di pilih pada perubahan harga 1 hari (1D), kemudian data di
export
kedalam bentuk CSV, yang kemudian dibuka melalui program microsoft excel, lalu
diolah kembali ke dalam bentuk XLSX dan kemudian akan digunakan untuk
transaksi (t
im