• Tidak ada hasil yang ditemukan

PROBABILITAS PROFIT SINYAL JUAL DAN SINYAL BELI INDIKATOR TEKNIKAL PERDAGANGAN FOREIGN EXCHANGE EURO DOLAR AMERIKA (EURUSD) (TAHUN 2012-2013)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PROBABILITAS PROFIT SINYAL JUAL DAN SINYAL BELI INDIKATOR TEKNIKAL PERDAGANGAN FOREIGN EXCHANGE EURO DOLAR AMERIKA (EURUSD) (TAHUN 2012-2013)"

Copied!
121
0
0

Teks penuh

(1)

PROBABILITAS PROFIT SINYAL JUAL DAN SINYAL BELI

INDIKATOR TEKNIKAL PERDAGANGAN

FOREIGN EXCHANGE

EURO DOLAR AMERIKA (EURUSD)

(TAHUN 2012-2013)

Oleh

ANDRI SUPRIADI

Skripsi

Sebagai Salah Satu Syarat untuk Mencapai Gelar

Sarjana Ekonomi

Pada

Jurusan Manajemen

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lampung

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS LAMPUNG

BANDAR LAMPUNG

(2)

ABSTRAK

PROBABILITAS

PROFIT

SINYAL JUAL DAN SINYAL BELI

INDIKATOR TEKNIKAL PERDAGANGAN

FOREIGN EXCHANGE

EURO DOLAR AMERIKA (EURUSD)

(TAHUN 2012-2013)

Oleh

ANDRI SUPRIADI

Trader

valuta asing harus mampu melakukan analisis untuk memprediksi

pergerakan harga di waktu yang akan datang, salah satu analisis yang bisa

digunakan adalah analisis teknikal dengan cara menggunakan indikator, namun

indikator yang tersedia dalam melakukan analisis teknikal sangat banyak,

sehingga

trader

harus bisa memilih indikator mana yang mampu memberikan

probabilitas sinyal beli dan jual paling akurat jika dibandingkan dengan indikator

lainya.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui probabilitas

profit

dari sinyal jual dan

sinyal beli yang dihasilkan indikator

Stochastic Oscillator

,

Money Flow Indeks

(MFI), Commoditi Channel Index (CCI)

dan

Chaikin Money Flow Index (CMF)

perdagangan

foreign exchange

pada pasangan mata uang Euro terhadap Dolar

Amerika (EURUSD),

take profit

dan

stop loss

100 poin mampu menghasilkan

probabilitas diatas 50%, dan hipotesis penelitian yaitu sinyal yang dihasilkan oleh

indikator teknikal mampu menghasilkan

probabilitas profit

lebih dari 50%.

Hasil penelitian menunjukkan probabilitas

profit

diatas

50%,

sinyal

buy

tertinggi

dihasilkan oleh indikator

Money Flow Index (MFI)

= 0,948,

Chaikin Money Flow

(CMF)

= 0,89,

Commodity Channel Index (CCI)

= 0,803

,

dan

Stochastic

Oscillator (SO)

= 0,774. Probabilitas

profit

sinyal

sell

tertinggi dihasilkan oleh

indikator

Chaikin Money Flow (CMF) =

0,759,

Money Flow Index (MFI)

= 0,748,

Commodity Channel Index (CCI)

= 0,716, dan

Stochastic Oscillator (SO)

= 0,626.

Kata kunci :

(3)
(4)
(5)
(6)

xi

DAFTAR ISI

Halaman

ABSTRAK ... i

HALAMAN JUDUL ... ii

PERSETUJUAN ... iii

PENGESAHAN ... iv

PERNYATAAN ... v

RIWAYAT HIDUP ... vi

MOTTO ... vii

PERSEMBAHAN ... viii

KATA PENGANTAR ... ix

SANWACANA ... x

DAFTAR ISI ... xi

DAFTAR GAMBAR ... xiv

DAFTAR TABEL ... xv

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah ... 1

1.2 Rumusan Masalah ... 5

1.3 Tujuan Penelitian ... 6

1.3.1 Tujuan Umum. ... 6

1.3.2. Tujuan Khusus ... 6

1.4 Ruang Lingkup Pembahasan ... 7

1.5 Manfaat penelitian ... 7

1.6 Kerangka Pemikiran ... 9

(7)

xii

BAB II LANDASAN TEORI

2.1 Pengertian Analisa Teknikal ... 11

2.1.1 Prinsip Dasar Analisa Teknikal ... 12

2.1.2 Asumsi Analisa Teknikal ... 13

2.1.3

Dow Theory

(Teori Dow) ... 13

2.1.4 Fase Pergerakan Trend Teknikal ... 15

2.1.5 Leverage ... 16

2.1.6 Margin Trading dalam Bursa Valuta Asing ... 17

2.2 Indikator Yang Digunakan Dalam Analisa Teknikal ... 19

2.2.1 Indikator

Stochastic Oscillator

... 19

2.2.2 Indikator

Chaikin Money Flow (CMF)

... 27

2.2.3 Indikator

Money Flow Index (MFI)

... 27

2.2.4 Indikator

Commodity Channel Index (CCI)

... 29

2.3 Gambaran Valuta Asing ... 33

2.3.1 Macam-Macam Bursa Valuta Asing ... 35

2.3.2 Mekanisme Transaksi Valuta Asing ... 35

2.4 Teori Valuta Asing ... 38

2.4.1.

Balance of Payment Approach

... 38

2.4.2. Teori

Purchasing Power Parity ...

39

2.4.3.

International Fisher Effect ...

40

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Data dan Sumber Data ... 42

3.1.1 Data Primer ... 42

3.1.2 Data Sekunder ... 42

3.2 Populasi dan Sampel ... 43

3.2.1 Populasi ... 43

3.2.2 Sampel ... 43

3.3 Teknik Pengumpulan Data ... 43

3.4 Variabel Penelitian ... 44

3.5 Pengolahan Data... 45

(8)

xiii

3.6.1 Alat Bantu

Software Meta Trader

4 ... 45

3.6.2

Stochastic Oscillator

... 46

3.6.3

Chaikin Money Flow (CMF)

...

48

3.6.4

Money Flow Index (MFI)

... 49

3.6.5.

Commodity Chanell Index (CCI)

... 51

3.6.6 Probabilitas Sinyal Indikator ... 52

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Sampel Penelitian ... 53

4.2 Hasil ... 55

4.2.1

Stochastic Oscillator

... 58

4.2.2

Chaikin Money Flow (CMF)

...

61

4.2.3

Money Flow Index (MFI)

... 64

4.2.4

Commodity Chanell Index (CCI)

... 67

4.3 Pembahasan ... 69

4.3.1 Sinyal

Buy

... 69

4.3.2 Sinyal

Sell

... 72

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan ... 77

5.1.1 Sinyal

Buy

...

77

5.1.2 Sinyal

Sell

... 78

5.2 Saran ... 79

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN

(9)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah

Valuta asing (

valas

) atau disebut juga

foreign exchange (forex

) merupakan pasar

keuangan terbesar yang ada di dunia pada saat ini, baik secara virtual maupun

standar. Pasar

foreign exchange (forex

) dibuka selama 5 hari dalam seminggu dan

selama 24 jam sehari, pasar valuta asing telah mengalami perkembangan yang

sangat pesat, menurut survei yang dilakukan oleh BIS (

Bank International for

Settlement

) pada tahun 2008, nilai transaksi harian

fore

x mencapai USD 5 trilyun

(Andrian, Novan; 2013). Perkembangan internet dan telekomunikasi yang semakin

maju menjadi faktor pendorong perkembangan transaksi

foreign exchange,

perkembangan internet yang semakin maju dapat menyediakan sarana bagi

individu, institusi dan negara dalam melakukan transaksi valuta asing.

Valuta asing memiliki fungsi sebagai alat pembayaran, tukar menukar, kesatuan

hitung, penyimpanan dan pengukur kekayaan. Dalam kehidupan manusia yang

modern dan global, hampir seluruh aspek kehidupan manusia baik secara langsung

maupun tidak langsung, tidak lepas dari pengaruh valuta asing atau

forex.

Pasar

foreign exchange

merupakan salah satu alat atau benda ekonomi yang berpengaruh

(10)

ini, baik secara perorangan maupun berkelompok. Untuk dapat memenuhi

kebutuhan akan

valas

atau

forex

, baik sebagai media transaksi maupun sebagai

komoditas, diperlukan suatu pengetahuan atau teknik pengelolaan atau manajemen

yang memadai bagi perorangan yang hidup di era globalisasi saat ini, terutama bagi

trader

valuta asing. Adanya keterkaitan dan persaingan karena keterbatasan

ataupun kelebihan dana valuta asing antar-berbagai tempat menyebabkan valuta

asing

diperdagangkan sebagai komoditas atau benda ekonomi di bursa

valas

. Selain

indikator tingkat inflasi,

foreign exchange

dapat juga digunakan sebagai salah satu

indikator untuk mengukur stabilitas ekonomi makro suatu negara, karena

foreign

exchange

mampu mencerminkan kekuatan dan stabilitas nilai tukar uang negara

tersebut terhadap valuta asing.

Pasar valuta asing memiliki keunggulan dibandingkan dengan pasar saham,

kelebihan yang ditawarkan antara lain seperti volatilitas, dan daya ungkit

(leverage),

di beberapa

broker forex

ada yang menawarkan

leverage

hingga 1:1000,

selain itu waktu tansaksi

foreign exchange

lebih

fleksibel

karena dibuka selama 24

jam dalam sehari. Banyak

trader

berpikiran bahwa dengan memasuki dunia

trading

forex

mereka akan mendapatkan banyak uang dan cepat menjadi kaya, hal ini

dikarenakan banyak

broker

yang menawarkan program

automatic trading

seperti,

forex copy

yaitu aplikasi

trading meta trader 4

yang tersinkronisasi dengan

website

penyedia

signal trading

gratis, seperti www.mql5.com ataupun robot

trading

Expert Assistant (EA),

yang menghasilkan keuntungan secara berkelanjutan tanpa

campur tangan

trader

itu sendiri, aksi

open buy, open sell, take profit

dan

stop loss

,

(11)

semua program tersebut dapat berjalan dengan baik pada semua pasangan mata

uang yang diperdagangan pada aplikasi

meta trader 4

, setiap program

automatic

trading

memiliki tingkat keakuratan pada jenis pasangan mata uang yang berbeda,

dan pada

time frame

yang berbeda, sehingga semua itu perlu diteliti dan ditelaah

lebih mendalam, untuk menghindari resiko kerugian dan memaksimalkan

profit.

Gambar 1.1. Pergerakan Harga EURUSD dan Indikator Teknikal

Stochastic

Oscillator

,

Money Flow Index

dan

Commodity Channel Index

Tahun 2012-2013.

(12)

Gambar 1.2. Pergerakan Harga EURUSD dan Indikator Teknikal

Stochastic

Oscillator

,

Money Flow Index

dan

Commodity Channel Index

Tahun 2012-2013.

Sumber :

Meta trader 4

Gambar 1.1 dan 1.2 adalah pergerakan harga pasangan mata uang Euro terhadap

Dolar Amerika dan indikator teknikal, sehingga

trader

harus mampu melakukan

analisis untuk memprediksi pergerakan harga di waktu yang akan datang, salah satu

analisis yang bisa digunakan adalah analisis teknikal dengan cara menggunakan

indikator, namun indikator yang tersedia dalam melakukan analisis teknikal sangat

banyak, sehingga

trader

harus bisa memilih indikator mana yang mampu

memberikan probabilitas sinyal paling akurat jika dibandingkan dengan indikator

lainya, dan

trader

juga harus bisa melakukan analisis terhadap indikator teknikal

tersebut untuk mengetahui kapan waktu yang tepat untuk melakukan

open posisi

(13)

Skripsi ini akan menghitung berapa besar probabilitas

profit

dari sinyal yang

dihasilkan oleh indikator

stochastic oscillator

,

money flow indeks, chaikin money

flow, dan commodity chanell indeks

dengan menggunakan

time frame

1 hari (1D)

,

agar kedepan nya

trader

dapat memilih indikator teknikal yang mampu

memberikan probabilitas

profit

terbesar dari keempat indikator ini.

Penelitian yang dilakukan oleh Eko Wijatmoko (2009) terhadap pasar valuta asing

pasangan mata uang GBPUSD menggunakan indikator teknikal memberikan hasil

bahwa probabilitas sinyal jual tertinggi adalah

Accumulation/Distribution Line

(ADL),

sedangkan probabilitas sinyal beli tertinggi adalah

Money Flow Indeks

(MFI).

Berdasarkan uraian latar belakang, penulis tertarik untuk meneliti pengaruh

volume

transaksi pada pasangan mata uang Euro terhadap Dolar Amerika

(EURUSD) menggunakan indikator

Stochastic Oscillator

,

Money Flow Indeks

(MFI),

Commoditi Channel Indeks (CCI)

dan

Chaikin Money Flow Indeks

(CMF)

di aplikasi

trading meta trader 4

broker insta forex

, dan membahasnya dalam

skripsi yang berjudul

Probabilitas Profit Sinyal Jual Dan Sinyal Beli Indikator

Teknikal Perdagangan

Foreign Exchange

Euro Dolar Amerika (EURUSD)

(Tahun 2012-

2013)”.

1.2. Rumusan Masalah

Trader

harus mampu melakukan analisis terhadap arah pergerakan harga mata uang

yang sedang terjadi untuk melakukan aksi beli dan aksi jual, dengan tujuan untuk

mendapatkan keuntungan yang konsisten dari aksi beli dan aksi jual tersebut,

(14)

belakang permasalahan yang telah diuraikan, dapat dirumuskan masalah untuk

penelitian ini yaitu :

Apakah sinyal yang dihasilkan oleh indikator teknikal dapat menghasilkan

probabilitas profit

lebih dari 50% ?

1.3.

Tujuan Penelitian

Penelitian ini memiliki dua tujuan yaitu sebagai berikut :

1.3.1.

Tujuan Umum

Tujuan umum dari skripsi ini adalah untuk mengetahui probabilitas

profit

dari

sinyal jual dan sinyal beli yang dihasilkan indikator

Stochastic Oscillator

,

Money

Flow Indeks (MFI),

Commoditi Channel Indeks (CCI)

dan

Chaikin Money Flow

Indeks

(CMF)

perdagangan

foreign exchange

pada pasangan mata uang Euro

terhadap Dolar Amerika (EURUSD). Pada penelitian ini jangka waktu perubahan

harga yang akan digunakan adalah harga per hari (1D).

1.3.2.

Tujuan Khusus

Tujuan khusus dari skripsi ini yaitu :

1.

Menentukan waktu yang tepat bagi seorang

trader

untuk melakukan

open

buy

dan

open sell

dengan menggunakan sinyal jual maupun sinyal beli yang

dihasilkan oleh indikator

Stochastic Oscillator

,

Money Flow Indeks (MFI),

Commoditi Channel Indeks (CCI)

dan

Chaikin Money Flow Indeks

(CMF),

(15)

2.

Menghitung rata-rata tingkat kemungkinan (

average probability

) tertinggi

untuk sinyal jual dan sinyal beli yang dihasilkan oleh seluruh varian

volume

yang diteliti.

1.4. Ruang Lingkup Pembahasan

Penelitian ini fokus pada harga pasangan mata uang EURUSD (euro terhadap

dolar amerika) pada

time frame

1 hari (1D) dan besaran

take profit

= 100 poin,

dan

stop loss

100 poin, pada perdagangan mata uang asing atau

foreign

exchange

. Penelitian ini menggunakan harga pembukaan (

open

), harga terendah

(

low

), harga tertinggi (

high

), harga penutupan (

close

), dan

volume

. Pada

penelitian ini faktor fundamental diasumsikan telah di serap kedalam harga

pasar.

1.5.

Manfaat Penelitian

Adapun manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah :

1.

Bagi Peneliti

Menambah pengetahuan, wawasan dan pemahaman mengenai

perdagangan valuta asing, cara transaksi valuta, menambah pengetahuan

dalam cara menggunakan indikator teknikal yang baik sehingga

memberikan keuntungan.

2.

Bagi

Trader

Menjadi referensi untuk memilih indiktor teknikal yang dapat

(16)

memilih indikator yang akan digunakan dalam melakukan analisa

teknikal.

3.

Bagi Peneliti Lain

Sebagai tambahan informasi dan referensi bagi penelitian yang akan

(17)

1.6. Kerangka Pemikiran

Stochastic

Oscillator

Chaikin Money

Flow (CMF)

Money Flow

Indeks (MFI)

Commodity Channel

Indeks (CCI)

Data Sekunder

Buy

Sell

Buy

Sell

Buy

Sell

Buy

Sell

Signal

Benar/Salah

Pengelompokkan

Data

Probabilitas Signal

Buy & Sell

Rata-rata Probabilitas

Analisis & Pembahasan

Kesimpulan & Saran

Signal

Benar/Salah

Signal

Benar/Salah

Signal

Benar/Salah

Pengelompokkan

Data

Pengelompokkan

Data

Pengelompokkan

Data

Probabilitas

Benar/Salah

Probabilitas

Benar/Salah

Probabilitas

Benar/Salah

(18)

Penelitian ini menggunakan indikator teknikal berupa

Stochastic Oscillator,

Chaikin Money Flow (CMF), Money Flow Indeks (MFI), Commodity Chanell

Indeks (CCI),

data yang digunakan adalah

data sekunder yang didapat dari

aplikasi

trading metatrade 4

, setelah data diperoleh langkah pertama adalah

menghitung nilai masing-masing indikator

Stochastic Oscillator, Chaikin

Money Flow (CMF), Money Flow Indeks (MFI), Commodity Chanell Indeks

(CCI),

setelah nilai dari masing-masing indikator diperoleh maka selanjutnya

adalah menentukan sinyal

sell

dan sinyal

buy

untuk masing-masing indikator.

Selanjutnya menentukan kebenaran dari sinyal

sell

dan sinyal

buy

, apakah

menghasilkan

profit

atau menyebabkan

loss

, langkah selanjutnya adalah

membuat range untuk menentukan jumlah kelas dan mengelompokkan data,

dari masing-masing kelas akan dihitung probabilitas sinyal yang

sell

dan sinyal

buy

benar (menghasilkan keuntungan), dan probabilitas sinyal

sell

dan sinyal

buy

yang salah (menghasilkan kerugian), menghitung rata-rata total probabilitas

sinyal benar dari ke-empat indikator, langkah selanjutnya adalah melakukan

analisa dari probabilitas yang dihasilkan oleh masing-masing indikator, dan

setelah itu menyimpulkan hasil dari penelitian yang dilakukan dan memberikan

saran.

1.7. Hipotesis

Berdasarkan uraian pada kerangka pemikiran, maka penulis mengemukakan

hipotesis sebagai berikut :

H1 : Sinyal yang dihasilkan oleh indikator teknikal mampu menghasilkan

(19)

BAB II

LANDASAN TEORI

2.1. Pengertian Analisa Teknikal

Analisa teknikal adalah suatu jenis analisa yang selalu berorientasi kepada harga

pembukaan, harga penutupan, harga tertinggi dan harga terendah dari suatu

instrumen investasi dan pada

time frame

tertentu. Analisis ini mempelajari tentang

perilaku pasar yang diterjemahkan ke dalam grafik riwayat harga dengan tujuan

untuk memprediksi harga di masa yang akan datang. Harga yang tercermin di dalam

grafik merupakan harga kesepakatan transaksi antara

supply

dan

demand.

Perubahan harga cenderung bergerak pada suatu arah tertentu

(trend),

pola tertentu

dimasa yang lampau akan terulang kembali pada masa yang akan datang. Analisis

teknikal lebih memperhatikan pada apa yang telah terjadi di pasar, dari pada apa

yang seharusnya terjadi. Analisa teknikal dapat digunakan pada berbagai macam

instrumen investasi baik itu di pasar modal seperti saham maupun pasar valuta asing

(20)

2.1.1. Prinsip Dasar Analisis Teknikal

Tiga prinsip dasar yang digunakan dalam melakukan analisis teknikal, yaitu :

1.

Market Price Discounts Everything

2.

Yaitu segala kejadian-kejadian yang dapat mengakibatkan gejolak pada bursa

valas secara keseluruhan atau harga mata uang suatu negara seperti faktor

ekonomi, politik fundamental dan termasuk juga kejadian-kejadian yang tidak

dapat diprediksi sebelumnya seperti adanya peperangan, gempa bumi dan lain

sebagainya akan tercermin pada harga pasar.

3.

Price Moves in Trend

Yaitu harga valuta asing akan tetap bergerak dalam satu

trend

. Harga mulai

bergerak ke satu arah, turun atau naik.

Trend

ini akan berkelanjutan sampai

pergerakan harga melambat dan memberikan peringatan sebelum berbalik dan

bergerak ke arah yang berlawanan.

4.

History Repeats It Self

Karena analisis teknikal juga menggambarkan faktor psikologis para pelaku

pasar, maka pergerakan historis dapat dijadikan acuan untuk memprediksi

pergerakan harga di masa yang akan datang. Pola historis ini dapat terlihat dari

waktu ke waktu di grafik. Pola-pola ini mempunyai makna yang dapat

diinterprestasikan untuk memprediksi pergerakan harga (Frento T.Suharto,

(21)

2.1.2. Asumsi Analisa Teknikal

1.

Fundamental pasar telah berpengaruh terhadap harga pasar saat ini. Jadi

fundamental pasar dan faktor lainnya, seperti perbedaan pendapat, harapan, rasa

takut, dan sentimen pelaku pasar, tidak perlu dipelajari lebih lanjut.

2.

Sejarah berulang dengan sendirinya dan karena itu pasar bergerak di kisaran

yang dapat diprediksi, atau setidaknya memiliki pola tertentu. Pola-pola ini

dihasilkan dari pergerakan harga, dinamakan sinyal, tujuan analisa teknikal

adalah untuk mendapatkan sinyal yang diberikan oleh kondisi pasar saat ini

dengan mempelajari sinyal masa lalu.

3.

Harga bergerak dalam bentuk

trend

, analis teknikal biasanya tidak percaya

bahwa fluktuasi harga bergerak dalam kondisi tidak terprediksi dan acak. Harga

dapat bergerak dalam salah satu dari tiga bentuk arah, naik, turun, atau

menyamping (

sideways

). Ketika sebuah tren terbentuk dari arah-arah pasar yang

ada, biasanya akan berlanjut sampai beberapa periode (Frento T.Suharto, 2012;

p48).

2.1.3. Dow Theory (Teori Dow)

Teori ini digunakan sebagai teori dasar yang harus di perhatikan sebelum

melakukan analisa teknikal, teori ini pertama kali dipublikasikan oleh Charles H.

Dow (1851-1902) di 255

Wall Street Journal

, Dow merupakan seorang wartawan

sekaligus editor dari

Wall Street Journal

serta pendiri

Dow Jones and Company.

Penelitian pertama Dow dilakukan dengan membagi saham-saham di Wall Street

menjadi 2 kelompok, yaitu

industrial index

dan

trasportation index

. Dia

(22)

oleh perkembangan industri transportasi, karena pabrik membutuhkan transportasi

untuk mendistribusikan barang-barang hasil produksinya. Berdasarkan dari asumsi

bahwa jika keuntungan di industri transportasi meningkat maka secara tidak

langsung menunjukan juga bahwa produksi dari industri pabrikasi dan permintaan

dari konsumen meningkat pula yang pada akhirnya dapat mendorong pertumbuhan

laba masing-masing perusahaan. Secara global hal ini dapat digunakan untuk

mengukur tingkat perekonomian suatu negara.

Setelah Dow meninggal dunia ada beberapa orang yang ikut berperan dalam

mengembangkan

dow theory

berdasarkan tulisan yang di tulis oleh Dow di Jurnal

Wall Street, mereka antara lain adalah, William P. Hamilton, Robert Rhea and E.

George Schaefer.

Enam prinsip dasar teori dow :

1. Pasar memiliki tiga gerakan

Gerakan utama, Gerakan dasar utama atau kecenderungan utama mulai dari

kurang dari setahun atau beberapa tahun. Kecenderungan tersebut dapat bersifat

naik ataupun turun.

Ayunan menengah, reaksi berikutnya mungkin dimulai dari sepuluh hari sampai

tiga bulan dan umumnya akan kembali dari 33% menjadi 66% dari harga dasar

yang berubah karena ayunan harga sebelumnya atau awal dari gerakan utama.

Ayunan singkat, atau gerakan kecil bermula dari jam sampai satu bulan atau

(23)

harga kecil dalam harian sebagai gerakan kasar sekunder sebagai reaksi dari

gerakan harga yang menurun.

2.

Tren memiliki tiga tahap

3.

Pasar saham telah menyerap (

discounted

) semua berita

4.

Rata-rata pasar saham harus mengkonfirmasi satu sama lain

5.

Tren harus dikonfirmasi oleh volume

6.

Tren diasumsikan berlaku sampai memberikan sinyal yang pasti

2.1.4. Fase Pergerakan Trend Teknikal

Tren pasar ada 3 fase, yaitu:

Akumulasi (

accumulation

) adalah tahapan dimana

investor

yang cerdik atau

sudah mempunyai informasi terlebih dahulu, mengadakan pembelian atau

penjualan saham secara perlahan

lahan. Pada tahap ini, harga saham

cenderung tidak berubah (

sideways trend

) karena

investor

tersebut adalah

minoritas sehingga kurang bisa menggerakkan pasar.

Fase ke dua adalah dimana

investor

yang lain mulai menangkap dan

mengetahui tindakan

investor

pada fase pertama tadi. Akhirnya pasar

mengikuti tindakan

investor

pertama untuk membeli atau melepas saham. Pada

tahapan ini, terjadi perubahan harga yang sangat drastis karena hampir semua

investor sudah melakukan tindakan yang sama. Fase ini berlanjut hingga para

pengikut tren (

trend follower

) dan spekulan sudah mengontrol pergerakan

harga saham.

Fase ke tiga yaitu dimana

investor

yang pertama mulai mendistribusikan

(24)

dibeli di awal, sebelum pasar melakukan

adjustment

atau koreksi pada harga.

Trend follower

yang terlambat melepas sahamnya, biasanya akan menderita

loss.

1.

Major Trend:

Merupakan

trend

jangka panjang dari pergerakan

market

,

biasanya ditentukan dalam kurun waktu minimal 1 tahun.

2.

Medium Trend

: Merupakan kecenderungan pergerakan harga untuk kerangka

waktu jangka menengah biasanya antara 2 minggu sampai 3 bulan dan

merupakan gerak koreksi dari

major trend.

3.

Minor Trend:

Pergerakan harga dalam kurun waktu pendek, biasanya dalam

kurun harian dan sebagai gerak koreksi dari

medium trend.

2.1.5. Leverage

Leverage

memiliki pengaruh dalam melakukan analisa teknikal, karena

leverage

mempengaruhi kekuatan modal dalam menahan

floating

yang terjadi ketika posisi

masih dalam keadaan terbuka, sehingga sebelum melakukan

open posisi

atas dasar

sinyal yang dihasilkan oleh analisa teknikal,

trader

harus menghitung seberapa

besar kekuatan saldo-nya dalam menahan

floating

berdasarkan besar

leverage

yang

dipilihnya.

Leverage

adalah daya ungkit yang memungkinkan seorang

trader

untuk

menggunakan sejumlah dana yang jauh lebih besar dari dana yang dimilikinya.

Leverage

1:1000 artinya

trader

seakan-akan memiliki kekuatan 1000 kali dari nilai

deposit

yang telah disetorkan atau ibaratnya

broke

r memberikan pinjaman sebanyak

1000 kali dari nilai

deposit

yang telah disetorkan oleh

trader

/

investor

. Jadi dengan

leverage

ini, seorang

trader

memiliki pengungkit yang memungkinkan untuk

(25)

didepositkan. Apabila

investor

/

trader

deposit

1000 USD, dengan

leverage

1:1000

berarti

trader

yang besangkutan seakan-akan memiliki 1 Juta USD, tetapi

leverage

ini juga berpengaruh terhadap tingkat

margin

. Dengan kata lain,

leverage

adalah

bentuk kredit, yang memungkinkan kita untuk bernegosiasi di pasar dengan uang

dari

broker

(melalui perusahaan yang terlibat di

forex

). Misalnya $ 1.000 dengan

leverage

1:100 memungkinkan kita untuk bernegosiasi dengan $ 100.000 hanya

menggunakan $ 1.000.

2.1.6.

Margin Trading dalam Bursa Valuta Asing

Selain

leverage trader

juga harus memperhatikan tingkat

margin

minimum yang di

syaratkan oleh perusahaan pialang, karena jika saldo investor tidak memenuhi

margin

minimum maka bisa saja posisi yang sedang terbuka akan langsung di

cut

lose

oleh perusahaan pialang.

Margin

adalah dana yang harus disetor oleh

investor,

namun jumlah setoran tersebut berbeda-beda untuk setiap jenis

margin

. Berikut ini

adalah empat macam

margin

dalam

trading

forex.

a.

Initial Margin/Original Margin

Intial margin

adalah margin awal, yaitu sejumlah uang yang disetor oleh

investor

pada saat pembukaan

account,

jumlahnya sesuai kesepakatan awal yang dibuat

antara

investor

dan pialang berjangka, biasanya dinyatakan dalam persentase dari

nilai kontrak. Dalam

commodity future

lazimnya

initial margin

ditetapkan berkisar

5-10% dari nilai kontrak, besarnya margin berbeda-beda sesuai dengan nilai

kontrak, waktu, dan gejolak harga yang terjadi. Dalam perdagangan

forex

initial

margin

ditetapkan 1% dari nilai kontrak, jadi lebih kecil dari

initial margin

pada

perdagangan komoditi berjangka. Karena dalam pasar

forex

nilai kontrak ada dua,

(26)

margin

pada perdagangan

forex

untuk ukuran besar adalah USD1.000 (Rp

11.000.000) atau USD100 (Rp 1.100.000), jika kurs rupiah ditetapkan Rp 11.000

per dolar Amerika Serikat.

b.

Variation Margin

Istilah yang digunakan dalam bahasa indonesia adalah

margin

sela, yaitu

merupakan tambahan

margin

yang disetor karena besaran

margin

selanjutnya telah

berada di bawah besaran

margin

awal, sebagai akibat pergerakan harga yang

berlawanan dengan yang diperkirakan semula.

c.

Maintenaince Margin

Maintenaince margin

adalah

margin

minimum.

Margin

ini merupakan besaran nilai

yang harus dijaga atau dipelihara oleh

investor

dalam melakukan transaksi,

umumnya

margin

minimum ini ditetapkan sekitar 75%-80% dari

margin

awal.

d.

Margin Call

Margin call

adalah jumlah dana yang harus disetor kembali oleh investor, hanya

saja, dalam

margin call

setoran dana harus dilakukan jika dana yang

outstanding

sudah berada dibawah

maintenaince margin.

Jika

investor

mendapat

margin call

berarti

investor

harus menambah dananya sampai ke

level initial margin,

kalau

tidak dilakukan maka posisi-nya yang sedang terbuka akan ditutup oleh perusahaan

pialang tanpa pemberitahuan terlebih dahulu, hal ini dilakukan agar saldo yang ada

(27)

2.2. Indikator Yang Digunakan Dalam Analisa Teknikal

Indikator adalah perhitungan matematis yang diterapkan pada harga sekuritas dan

atau volume perdagangan. Hasil perhitungan adalah nilai yang digunakan untuk

mengantisipasi gerakan harga di masa yang akan datang. Indikator dibedakan

menjadi dua yaitu indikator

leading

(mendahului) dan indikator

lagging

(menyusul). Indikator

leading

yaitu indikator yang muncul sebelum

trend

muncul.

Indikator

leading

bekerja dengan mengukur tingkat

overbought

dan tingkat

oversold

, ini dilakukan dengan asumsi bahwa pada tingkat

overbought

maupun

oversold

harga akan ditarik kembali pada tingkat yang wajar.

Lagging

indikator

berguna ketika harga bergerak dalam

trend

yang cukup panjang, indikator ini tidak

memberikan peringatan tentang perubahan yang akan terjadi, tetapi hanya

memberitahukan apa yang sedang terjadi pada harga tersebut mencakup naik atau

turun sehingga

trader

dapat membuat keputusan sesuai dengan fakta tersebut.

Indikator ini tampil setelah

trend

muncul, sehingga membuat

trader

membeli

maupun menjual pada saat yang terlambat. Namun keterlambatan ini mengurangi

risiko dengan meletakkan

trader

pada sisi yang benar di dalam pasar.

2.2.1.

Indikator Stochastic Oscilator

Merupakan alat analisis ciptaan George C Lane pada akhir 50-an. Nilai kisaran pada

indikator ini adalah 0-100 (

oscillator

),

stochastic oscillator

digunakan untuk

menunjukkan posisi

closing

relatif terhadap

range

transaksi dalam suatu periode

tertentu. Pada dasarnya indikator ini dipakai untuk mengukur kekuatan relatif harga

terakhir terhadap selang harga tertinggi dan terendahnya selama selang periode

(28)

%D. Inti dari indikator ini adalah %K itu sendiri sedangkan %D adalah SMA dari

%K. Bisa dikatakan bahwa %D adalah sebagai garis pengidentifikasian arah %K.

Jika kita lihat dari

range

stochastic oscillator

yaitu 0-100, dapat dikatakan bahwa

sebenarnya indikator ini tidaklah berbeda dengan

RSI.

Hanya saja dalam

stochastic

perhitungan meliputi harga terendah, tertinggi dan

closing price

pada waktu yang

ditentukan.

Secara matematis

stochastic oscillator

didefinisikan sbb:

% K =

��� �� �−

� �� �

���ℎ� ���ℎ−

� �

...(2.1)

Recent close

= harga penutupan terakhir

Lowest Low

= harga terendah selama periode yang ditentukan

Highest high

= harga tertinggi selama periode yang ditentukan.

Sedangkan untuk %D adalah SMA dari %K itu sendiri. Secara default biasanya

nilai %K adalah 14 dan %D adalah 3. Pemilihan periode %D hanya sebesar 3

periode disengaja untuk meningkatkan sensitifitas dari %D itu sendiri.

Pertanyaannya apakah bisa selain nilai tersebut. Tentu saja bisa seperti indikator

lainnya. Namun ada beberapa jenis

stochastic oscillator

dimana kita tidak dapat

mengganti besar %D.

Gambar 2.1. adalah contoh indikator

stochastic oscillator,

candle

yang berwarna

merah artinya

bearish pattern

sedangkan yang berwarna hijau adalah

bullish

(29)

Gambar 2.1.

Fast, Slow dan Full Stochastic Oscillator %K =5

Sumber :

Meta trader 4

(2013)

Kelebihan sekaligus kekurangan

stochastic

adalah sensitifitasnya. Karena senstif

maka dapat memberikan sinyal yang lebih dini dalam pemantauan pergerakan

harga. Namun dengan demikian membuka celah munculnya berbagai sinyal palsu.

Untuk mengurangi banyaknya sinyal palsu karena sensitifitas

stochastic

maka

diperlukan lebih dari sekedar %D untuk menghaluskannya. Garis %K pun dapat

dihaluskan terlebih dahulu sebelum kemudian diolah kembali menjadi %D.

Pengolahan ini membuat berbagai varian dari

stochastic oscillator. Fast stochastic

adalah nama lain dari

stochastic

biasa (pada gambar diatas adalah

fast stochastic

).

Apabila garis %K dimuluskan SMA 3 periode sebelum kemudian diolah kembali

(30)

diperoleh

slow stochastic oscillator.

Sedangkan bila pemulusan menggunakan

SMA dengan periode selain 3 untuk %K,

stochastic

yang demikian dinamakan

full

[image:30.595.114.509.202.451.2]

stochastic oscillator.

Gambar 2.2.

Full Stochastic Oscilaltor

dengan pemulusan, %K = 14

Sumber :

Meta trader 4 insta forex

(2013)

Gambar 2.2. menggunakan periode 14 untuk %K-nya. Perhatikan perbedaannya

dengan

fast stochastic oscillator

pada gambar sebelumnya,

full stochastic

terlihat

lebih halus.

Cara Penggunaan Stochastic Oscillator

Informasi yang dapat diperoleh dari

stochastic oscillator

secara umum tidak

berbeda dengan informasi pada RSI dan SMA, karena

stochastic oscillator

adalah

gabungan dari kedua jenis indikator tersebut dengan cara perhitungan yang berbeda.

(31)

overbought/ oversold

(yang artinya prediksi t

rend

untuk jangka panjang),

perpotongan antara %K dan %D (sebagai

short term trend

), dan

bullish/bearish

centerline.

Overbought / Oversold

Keadaan

overbought

dan

oversold

menurut

stochastic

diperoleh bila garis %K telah

memasuki batasan 20 dan 80 yakni dibawah 20 untuk

oversold

dan diatas 80 untuk

overbought.

Tetapi batasan 20/80 ini bukanlah batasan mutlak. Bisa saja 30/70 atau

yang lain. Keadaan

overbought/ oversold

ini akan memicu naik turunnya harga

dalam jangka panjang. Apabila sedang terjadi kenaikan harga namun

stochastic

sudah menuju titik

overbought

-nya dan mulai meninggalkan area tersebut, itu

berarti akan terjadi tekanan pada laju kenaikan harga yang pada akhrinya membuat

(32)
[image:32.595.100.541.131.430.2]

Gambar 2.3. S

tochastic Oscillator

Dengan Level 20 dan 80

Sumber :

Meta trader 4 (

2013)

%K and %D Crossing

Jika

overbougth/ oversold

adalah untuk

trend

jangka panjang, maka perpotongan

%K dan %D digunakan untuk perubahan

trend minor.

Maksudnya bila dalam suatu

kondisi

long bullish trend

, seringkali dalam pergerakannya kita menemukan

trend-trend minor

. Besarnya minor dan mayor disini sangat relatif, bergantung pada

time

frame

yang di gunakan. Untuk

time frame

per jam atau per 4 jam, pergerakan

minor

trend

bisa mencapai 50 point. Itu artinya lebih dari cukup untuk memperoleh

keuntungan sampai 50 dollar hanya dengan 1 lot dan mengandalkan

minor trend.

Seperti telah dijelaskan sebelumnya %D merupakan MA dari %K yang tidak lain

(33)

menentukan perubahan

trend

, setiap perpotongan antara %D dengan %K berarti

adalah perubahan

trend

untuk jangka waktu singkat di depan. Kondisi

bullish

terjadi bila garis %K memotong %D dari bawah dan sebaliknya

trend bearish

diperoleh ketika %K memotong dari atas. Keadaan ini bisa saja berlangsung

bahkan ketika kedua garis sedang dalam wilayah

overbought/ oversold

. Jika ini

terjadi, itu artinya memang tekanan beli atau jual sedang kuat sekali sehingga akan

[image:33.595.114.524.299.597.2]

terjadi kemungkinan harga menembus batas

support

dan

ressistance-nya

.

Gambar 2.4. %K Memotong %D

Sumber :

Meta trader 4

(2013)

Gambar 2.4. menunjukkan bahwa secara keseluruhan harga sedang bergerak naik

namun demikian sering kali pada saat kenaikan harga, terjadi penurunan-penurunan

singkat yang merupakan usaha para pembeli menurunkan harga namun tidak cukup

(34)

dua keuntungan sekaligus yaitu pada

trend

dalam jangka panjang maupun dalam

short term trend

. Kedua kondisi ini dapat kita ketahui cukup dengan

stochastic

oscillator

The Centerline

Sama seperti

oscillator

lainnya, pada

stochastic oscillator

pun juga terdapat

centerline

yang dipatok pada nilai 50, jika %K memotong c

enterline

dari bawah

ini menandakan kondisi

bullish centerline

dan sebaliknya bila % K memotong dari

bawah kondisi

bearish

tercapai. Namun

centerline crossover

ini jarang digunakan

karena seringkali terlambat memberikan rekomendasi

buy/sell

. Para analis lebih

[image:34.595.129.522.396.659.2]

sering menggunakan perpotongan antara %D dengan %K.

Gambar 2.5. %K Memotong Garis

Centerline

.

(35)

Hal yang menjadi kelebihan sekaligus kekurangan indikator yang bergerak dalam

kisaran tertentu seperti ini adalah sensitivitasnya. Semakin panjang periode yang

dipakai maka grafik indikator akan semakin halus yang artinya

ke-sensitifitas-annya akan berkurang. Disarankan juga untuk menggunakan

full stochastic

dalam

penggunaan karena memang lebih halus dan dapat mengurangi grafik indikator

yang terlalu keriting

.

2.2.2.

Indikator Chaikin Money Flow (CMF)

Dikembangkan oleh Marc Chaikin,

chaikin money flow

mengukur jumlah

volume

arus uang selama periode tertentu. Periode yang digunakan unutk mengitung CMF

biasanya adalah periode 20 atau 21. Indikator yang dihasilkan berfluktuasi di atas /

bawah garis nol seperti

osilator.

Rumus :

{[(

Close - Low

) - (

High-Close

)]/(

High

Low

) * Volume,21} /

Sum(Volume,21)

………...………...……(2.2

)

Rumus dari CMF adalah nilai kumulatif dari

accumulation/distribution value

untuk

periode 21 dibagi dengan kumulatif total dari volume untuk 21

periode

2.2.3.

Indikator Money Flow Indeks (MFI)

Money flow indeks

adalah sebuah

osilator

yang menggunakan harga dan

volume

untuk mengukur tekanan pembelian dan penjualan. Dibuat oleh

Gene Quong

dan

Avrum Soudack

, MFI juga dikenal sebagai

volume

tertimbang RSI. MFI dimulai

dengan harga tipikal untuk setiap periode. Aliran uang adalah positif ketika harga

(36)

aliran uang positif dan negatif ini kemudian terhubung ke rumus RSI untuk

menciptakan sebuah osilator yang bergerak antara nol dan seratus. Sebagai osilator

momentum MFI terikat dengan

volume

, MFI paling cocok digunakan untuk

mengidentifikasi pembalikan arah dan harga yang ekstrim. MFI menggunakan

skala 0-100 dan biasanya menggunakan periode standar 14, semakin besar periode

waktu yang digunakan maka pergerakan naik turunnya indeks MFI akan lebih stabil

dan halus.

Rumus MFI adalah sebagai berikut :

Typical Price = (High + Low + Close

)/3

... ...(2.3)

Raw Money Flow

=

Typical Price x Volume

...(2.4)

Money Flow Ratio = (Positive Money Flow)/( Negative Money Flow)

...(2.5)

Money Flow Index = 100 - 100/(1 + Money Flow Ratio)...(

2.6)

Cara menggunakan Money flow Indeks

Jika arah pergerakan indikator MFI berlawanan dengan arah pergerakan harga suatu

produk sekuritas, maka dapat dipastikan akan terjadi perubahan arah tren harga.

sinyal beli muncul jika arah pergerakan indikator MFI naik sementara arah

pergerakan harga menurun. Sebaliknya, sinyal jual muncul jika arah pergerakan

indikator MFI turun sedangkan arah pergerakan harga naik. Tingkat

overbought

dan

oversold

tingkat dapat digunakan untuk mengidentifikasi pergerakan harga.

Pada dasarnya jika MFI di atas 70 dianggap

overbought

dan jika MFI dibawah 30

dianggap

oversold

,

trend

yang kuat dapat menimbulkan masalah untuk tingkat

overbought

dan

oversold

. MFI dapat menjadi

overbought

(> 70) dan harga dapat

(37)

harga dapat terus melanjutkan penurunan ketika

downtrend

terlalu kuat.

Quong

dan

Soudack

merekomendasikan unutk memperluas tingkat MFI menjadi lebih besar

dari 90 untuk tingkat benar-benar

overbought

dan bergerak di bawah 10 untuk

tingkat yang benar-benar

oversold.

2.2.4.

Indikator Commodity Channel Index (CCI)

Commodity Channel Index

atau lebih sering disebut dengan CCI, pertama kali

dikemukakan oleh

Donald Lambert

pada sebuah artikel yang dipublikasikan pada

tahun 1980. Pada awalnya indikator ini digunakan untuk mengetahui daerah jenuh

beli dan jenuh jual pada pasar komoditi, namun seiring berkembangnya waktu,

indikator ini pun dipergunakan pada pasar finansial lainnya, termasuk

forex.

Rumus :

��� =

�−� � . � � . . 5

...(2.7)

TP = (

High + Low + Close)

/ 3

D = TP

SMA(TP,N)

SMA =

Simple Moving Average

(38)
[image:38.595.115.499.110.370.2]

Gambar 2.6. Tampilan

Commodity Channel Index

& Grafik EUR/USD

Sumber :

Meta trader 4

(2013)

Gambar 2.6. menunjukkan grafik

commodity channel index

, pada indikator

commodity channel index

terdapat 3 area yaitu :

Daerah Jenuh Beli (diatas 100)

Pada saat grafik berada di daerah jenuh beli (di atas 100) merupakan saat

yang tepat untuk melakukan aksi

sell

/ jual. Hal ini didasarkan karena harga

tersebut tidak akan bergerak lebih tinggi lagi. Sehingga pergerakan harga

akan lebih pasti, yaitu bergerak ke bawah.

Daerah Jenuh Jual (dibawah -100)

Pada saat grafik berada di daerah jenuh jual (di bawah -100) merupakan saat

(39)

tersebut tidak akan bergerak lebih rendah lagi. Sehingga pergerakan harga

akan lebih pasti, yaitu bergerak ke atas.

Daerah Tengah (diantara 100 dan -100)

Daerah tengah merupakan waktu yang tidak tepat untuk melakukan buka

posisi. Hal ini dikarenakan kita akan lebih sulit memprediksi harga akan

naik atau turun.

Dalam penggunaannya analisa teknikal juga perlu memperhatikan faktor-faktor

lain-nya yaitu faktor fundamental, karena faktor fundamental memiliki pengaruh

terhadap pergerakan pasar, seperti telah dijelaskan pada enam prinsip teori dow dan

juga pada asumsi analisa teknikal.

Faktor-faktor fundamental terbagi ke dalam empat kategori besar, yaitu:

1.

Faktor Ekonomi

Merupakan faktor yang menggambarkan aktivitas perekonomian suatu

negara. Indikator-indikator utama yang biasanya dipakai untuk melihat

aktivitas perekonomian suatu negara adalah pendapatan nasional bruto,

pendapatan domestik bruto, inflasi, neraca pembayaran, dan tingkat bunga

bank.

2.

Faktor Politik

Faktor politik sebagai salah satu indikator untuk memprediksi pergerakkan

nilai tukar, sangat sulit untuk diketahui waktu dimana faktor ini akan

(40)

mempengaruhi pergerakkan nilai tukar ada dan kalanya faktor ini tidak

terlalu mempengaruhi pergerakkan nilai tukar.

3.

Faktor Keuangan

Faktor keuangan memusatkan perhatian terhadap pengamatan terhadap

tingkat suku bunga, karena di dalam perdagangan valuta asing terjadi

transaksi pertukaran dua buah mata uang negara yang berbeda, maka yang

harus diperhatikan adalah tingkat suku bunga kedua negara tersebut.

4.

Faktor Eksternal

Faktor eksternal disini adalah bahwa perubahan nilai tukar valuta asing

dapat dipengaruhi oleh keadaan perekonomian dari negara sekitar / negara

tetangga. Sebagai contoh pada tahun 1998 tingkat nilai tukar mata uang

negara-negara di asia tenggara melemah terhadap USD.

Fundamental mampu mempengaruhi pergerakan harga mata uang sampai 300 poin

dalam sehari, karena berita fundamental yang selalu dirilis setiap harinya adalah

fakta kondisi perekonomian negara tersebut, seperti telah dijelaskan bahwa faktor

perekonomian dan faktor keuangan berpengaruh terhadap harga pasangan mata

uang pada

forex,

berita fundamental selalu dirilis setiap hari, salah satu asumsi

teknikal adalah “fundamental pasar telah berpengaruh terhadap harga pasar saat

ini” sehingga para analis teknikal harus menghindari resiko kemungkinan

(41)

2.3. Gambaran Valuta Asing

Pengertian valuta asing (valas) atau

foreign exchange (forex

)

adalah mata uang

asing yang difungsikan sebagai alat pembayaran untuk membiayai transaksi

ekonomi keuangan internasional dan juga mempunyai catatan kurs resmi pada bank

sentral (Hamdy Hady : 2007; P11). Mata uang yang sering digunakan sebagai alat

pembayaran dalam transaksi ekonomi keuangan internasional disebut dengan

hard

currency

, yaitu mata uang yang berasal dari negara maju dan nilainya relatif stabil

serta kadang mengalami apresiasi atau kenaikan nilai dibanding mata uang dari

negara lainnya. Sebaliknya mata uang yang berasal dari negara berkembang atau

negara dunia ketiga jarang digunakan sebagai alat pembayaran antar negara karena

nilainya relatif tidak stabil dan kadang mengalami depresiasi atau penurunan nilai,

mata uang tersebut sering disebut dengan

soft currency. Hard currency

berasal dari

negara-negara maju seperti Dollar-Amerika

serikat (USD), Yen-Jepang (JPY),

Euro (EUR), Poundsterling-Inggris (GBP), Dollar-Canada (CAD), Swiss-Franc

(CHF), Dollar-Australia (AUD), serta masih banyak yang lainya. Sedangkan

soft

currency

pada umumnya berasal dari negara berkembang seperti Rupiah-Indonesia

(IDR), Bath-Thailand (THB), Peso-Philipina (PHP), Rupee-India (INR), dan lain

sebagainya (Hamdy Hady : 2007; P15).

Forex trading

merupakan investasi pada sektor finansial yang tergolong paling

high

risk-high return investment

. Artinya, peluang untuk memperoleh keuntungan

sangat besar bahkan dapat mencapai ratusan persen perbulan namun diimbangi

dengan kemungkinan kerugian yang besar apabila tidak dikelola dengan baik.Pada

(42)

kerugian akan sebanding dengan besarnya potensi keuntungan yang di dapat. Hal

ini disebabkan karena

forex trading

merupakan investasi yang memiliki pergerakan

sangat cepat dalam likuiditas maupun dalam pergerakan harga.

Forex trading

dapat

memberikan

trader

keuntungan sebesar puluhan sampai ratusan persen dalam satu

harinya tapi juga dapat membawa

trader

kehilangan uang dalam jumlah yang sama.

Sehingga bagi

trader

yang bertipe sebagai

safe trader

yang tidak menyukai resiko

atau guncangan-guncangan dalam portfolio, maka

forex trading

bukanlah jenis

investasi yang cocok untuk

trader

tipe ini. Sedangkan bagi

trader

tipe

risk taker

,

maka

forex

trading

adalah jenis investasi yang cocok bagi nya, dalam arti untuk

memperoleh keuntungan besar, maka seorang

trader

harus siap menanggung

potensi kerugian yang sama besarnya.

Forex

trading

memiliki lembaga regulasi bersama perdagangan

index

dan

komoditi, di Indonesia,

regulator

yang mengawasi kegiatan para pialang ada

dibawah wewenang Bappebti (Badan Pengawas Perdagangan Berjangka dan

Komoditi), BBJ (Bursa Berjangka Jakarta) serta KBI (Kliring Berjangka

Indonesia). Di Amerika Serikat yang adalah pionir perdagangan

margin trading,

wewenang regulasi ada dibawah CFTC (

Commodity Futures Trading Comission

)

dan NFA (

National Futures Association

). CFTC dan NFA dapat dikatakan sebagai

role model bagi regulator-regulator lainnya di setiap negara.

2.3.1. Macam

Macam Bursa Valuta Asing

Pasar valuta asing terdiri dari tiga yang biasa dilakukan transaksi valuta asing yaitu:

a.

Currency Spot Market

(43)

delivery

saat itu juga (secara teoritis, meskipun dalam prakteknya transksi

spot

diselesaikan dalam waktu dua atau tiga hari).

b.

Currency Forward Market

Forward market

adalah merupakan transaksi dengan menyerahkan pada

beberapa waktu mendatang sejumlah mata uang tertentu yang lain. Kurs dalam

transaksi

forward

ditentukan dimuka sedangkan penyerahan dan pembayaran

dilakukan beberapa waktu mendatang.

c.

Currency Swap Market

Transaksi

swap

merupakan transaksi pembelian dan penjualan sejumlah mata

uang tertentu secara simultan pada dua tanggal (

value date

) tertentu. Kedua

transaksi tersebut dilakukan dengan bank lain yang sama.

2.3.2.

Mekanisme Transaksi Valuta Asing

Sama seperti dalam sebuah perdagangan jual-beli, dalam perdagangan

forex

pada

dasarnya membutuhkan kedua sisi yaitu pembeli dan penjual, namun pada

forex

pembeli dan penjual tidak pernah melakukan pertemuan fisik secara langsung dan

tidak pernah terjadi serah terima secara fisik. Semuanya dilakukan dalam bentuk

perjanjian dan diperantarai oleh lembaga

arbitrase

yang biasa disebut sebagai

pialang

/broker.

Pembelian yang dilakukan pada pasar

forex

berdasarkan besaran

lot, satu lot terdiri dari satuan mata uang, setelah

investor

melakukan transaksi

dengan pialangnya, maka pialang tersebut akan meneruskan pesanan yang

dilakukan oleh para

investor

kepada lembaga yang lebih tinggi di atasnya, yaitu

bursa atau bank-bank besar lainnya. Pesanan yang dilakukan oleh pialang kepada

(44)

pesanan orang per orang. Di dalam pasar valuta asing, transaksi yang terjadi

merupakan transaksi dalam jumlah besar, para pelaku di dalam bursa pada

umumnya adalah bank-bank besar, pialang-pialang, dan juga lembaga keuangan

lainnya.

Berikut adalah bagan mekanisme perdagangan

forex:

Order

order forwarded

Pencatatan dan pelaporan posisi

Order matched

Tugas

broker

/ perusahaan pialang adalah menjadi semacam pengumpul transaksi

yang dilakukan secara

retail

oleh

investor-investor

di bawahnya untuk kemudian

diteruskan kepada

market

atau bursa. Peran bursa adalah tempat pertemuan antara

penjual dan pembeli dalam bertransaksi atau juga disebut

market

. Perbedaan bursa

dengan pasar konvensional adalah pada bursa biasanya tidak terjadi transaksi jual

beli secara retail perorangan tetapi biasanya di akumulasikan dan baru kemudian di

eksekusi. Misalnya investor melihat peluang bahwa mata uang Euro akan menguat

terhadap US Dollar, maka tentu saja sebagai seorang

investor

yang baik dan

mencari keuntungan melihat peluang ini akan melakukan aksi beli Euro sesuai

perhitungannya untuk kemudian disimpan sampai waktunya Euro menguat lalu

akan menjualnya kembali. Misalnya membeli sebanyak 10.000 Euro. Dalam

forex

satuan 10.000 biasa disebut 1 lot, jadi semua transaksi dihitung berdasarkan satuan

lot 1 lot. Untuk melakukan transaksi pembelian Euro maka investor melakukan

Investor

Pialang

Pasar /

(45)

pembelian melalui pialang tempatnya berinvestasi dengan menggunakan

platform

trading

, dan dalam penulisan skripsi ini penulis menggunakan

platform trading

meta trader 4.

Tahapan berikutnya pialang akan meneruskan semua

order

yang

dilakukan oleh nasabahnya ke lembaga yang lebih tinggi diatasnya yaitu bursa atau

bank-bank besar lainnya. Investor memerlukan perusahaan pialang karena investor

tidak dapat langsung mengakses bursa atau bank-bank besar. Pada bursa semua

transaksi tersebut di pertemukan total lot pembelian dan penjualan.

Trading

di

forex

tidak membutuhkan antrian

order

seperti di bursa saham.

Dalam melakukan

trading, trader

harus memakai pedoman

“Buy Low, Sell High”

.

Ketika membuka posisi

sell,

maka untuk mendapatkan keuntungan harga harus

turun dari posisi

sell

yang telah di pasang, namun jika harga bergerak naik, maka

akan mengalami kerugian atau disebut juga dengan

floating loss

sebelum

menyentuh garis

stop loss,

jika posisi menyentuh garis

stop loss,

maka posisi yang

telah di pasang menghasilkan rugi dan jika menyentuh garis

take profit,

maka posisi

yang telah dipasang menghasilan

profit.

Ketika membuka posisi

buy

, maka untuk

mendapatkan keuntungan harga harus naik dari posisi

buy

yang telah di pasang,

namun jika harga bergerak turun, maka akan mengalami kerugian atau disebut juga

dengan

floating loss

sebelum menyentuh garis

stop loss

, jika posisi menyentuh garis

stop loss

, maka posisi yang telah di pasang menghasilkan rugi dan jika menyentuh

(46)

2.4. Teori Valuta Asing

2.4.1. Balance of Payment Approach

Pendekatan ini berdasarkan pada pendapat bahwa nilai valuta ditentukan oleh

kekuatan penawaran dan permintaan terhadap valuta tersebut. Adapun alat yang

digunakan untuk mengukur kekuatan penawaran dan permintaan adalah

balance of

payment.

Sebagai contoh apabila

balance of payment

suatu negara mengalami

defisit dapat diartikan bahwa penghasilan (arus uang masuk) lebih kecil dari

pengeluaran (arus uang keluar) maka permintaan akan valuta negara lain (valuta

asing) akan bertambah guna membayar defisit tersebut, nilai tukarnya akan

cenderung mengalami penurunan dan sebaliknya. Jadi pendekatan ini berusaha

untuk menggunakan

balance of payment

sebagai faktor yang menentukan nilai

tukar valuta.

Trade

r harus berhati-hati dalam menggunakan pendekatan

balance of payment

karena data yang tersaji terkadang memberikan gambaran yang bias terhadap

pergerakan mata uang itu sendiri. Sebagai contoh:

Balance of Payment

tidak memperhitungkan transaksi di pasar gelap,

pada dasarnya transaksi di pasar gelap tidak terlalu besar dibandingkan

dengan transaksi resmi. Tetapi untuk beberapa negara yang transaksi

pasar gelapnya besar (transaksi narkotika dll ) maka aliran dana ini akan

berpengaruh signifikan.

Balance of Payment

tidak memperhitungkan transaksi yang sifatnya

(47)

2.4.2. Teori Purchasing Power Parity.

Teori ini memiliki perbedaan dengan pendekatan sebelumnya, teori ini berusaha

untuk menghubungkan nilai tukar dengan daya beli valuta tersebut terhadap barang

dan jasa. Pendekatan ini menggunakan apa yang disebut

law of one price

sebagai

dasar. Dalam

law of one price

disebutkan bahwa dengan asumsi tertentu, dua barang

yang identik (sama dalam segala hal) harusnya mempunyai harga yang sama.

Misalkan harga satu kilogram apel di Indonesia 20 ribu Rupiah dan harga satu

kilogram apel yang sama di Amerika Serikat adalah USD 2 (dua Dollar) maka

sesuai dengan

law of one price

berarti USD 2 = Rp. 20.000,-/2 =10.000,- Rupiah

untuk setiap satu Dollar.

Ada dua versi teori ini yaitu versi

absolute

dan versi relatif.

a.

Versi

absolute

menyatakan bahwa nilai tukar adalah perbandingan harga

barang di dua negara, ukuran yang digunakan adalah rata-rata tertimbang dari

harga seluruh barang yang ada di negara tersebut. Versi

absolute

ini banyak

mendapat kritikan karena beberapa hal antara lain:

Versi ini memperhatikan hal-hal lain seperti selera, tingkat pendapatan,

merek barang dll. Sebagai contoh makanan kaviar mungkin disukai oleh

orang Rusia dan harganya relatif lebih murah disana dan akan relatif lebih

mahal di Indonesia karena sedikit orang yang makan makanan seperti itu.

Contoh lain orang lebih suka membeli Toyota Kijang daripada mobil

serupa yang bermerek lain.

Versi ini tidak memperhitungkan biaya

transport

dan pembatasan

(48)

b.

Versi relatif mengatakan bahwa pergerakan nilai tukar valuta dua negara

adalah sama dengan selisih kenaikan harga barang di kedua negara tersebut

pada periode tertentu. Versi ini masih mendapat beberapa kritikan yaitu:

Belum memperhitungkan pembatasan perdagangan yang diterapkan

pada ke dua negara tersebut.

Perbedaan dalam pembobotan index harga.

Kesulitan dalam menentukan periode perhitungan sehingga

mengalami kesulitan dalam perbandingan tingkat kenaikan harga.

Kenyataan bahwa pada jangka pendek pergerakan valuta lebih

dipengaruhi oleh kondisi pasar keuangan dari pada pasar komoditi.

2.4.3. International Fisher Effect

Pendapat ini didasari oleh

Fisher Effect

yang telah dijelaskan di atas. Pendapat ini

menyatakan bahwa pergerakan nilai mata uang satu negara dibanding negara lain

(pergerakan kurs) disebabkan oleh perbedaan suku bunga nominal yang ada di

kedua negara tersebut. Contoh berikut ini misalnya suku bunga Amerika (USA)

adalah 2% dan suku bunga Indonesia adalah 16% maka menurut

international

fisher effect

mata uang Indonesia dalam hal ini Rupiah akan terdepresiasi (turun

nilainya) sekitar 16% - 2% = 14% dibanding mata uang Amerika (USD). Implikasi

dari

international fisher effect

adalah bahwa orang tidak bisa menikmati

keuntungan yang lebih tinggi hanya dengan menanamkan dana mereka ke negara

yang mempunyai suku bunga nominal tinggi karena nilai mata uang negara yang

suku bunganya tinggi tersebut akan terdepresiasi (turun nilainya) sebesar selisih

(49)

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

3.1. Data dan Sumber Data

3.1.1.

Data Primer

Data yang dikumpulkan untuk penelitian dari tempat aktual terjadinya peristiwa,

seperti melalui wawancara maupun menyebar kuesioner.

3.1.2.

Data Sekunder

Data sekunder adalah data yang telah ada dan tidak perlu dikumpulkan sendiri oleh

peneliti, beberapa sumber data sekunder antara lain adalah buletin statistik,

publikasi pemerintah, informasi yang dipublikasikan atau tidak dipublikasikan dari

dalam atau luar perusahaan, data yang tersedia dari penelitian yang sebelumnya,

studi kasus dan dokumen perpustakaan, data

online

, situs web, dan internet.

Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang didapat dari

aplikasi

trading meta trader 4 broker insta forex

, dan yang digunakan yaitu harga

dan

volume

transaksi mata uang antara Euro terhadapa Dolar Amerika (EURUSD),

pada kurun waktu 2 Januari 2012 sampai dengan 24 September 2013 dengan

(50)

uang utama dunia, sehingga volatilitasnya sangat tinggi dan data ini baik digunakan

dalam penelitian.

3.2. Populasi dan Sampel

3.2.1. Populasi

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasangan mata uang yang

diperdagangankan di aplikasi

trading meta trader 4 broker insta forex

.

3.2.2.

Sampel

Dalam penelitian ini sampel yang digunakan adalah pasangan mata uang Euro

terhadap Dolar Amerika, selama 2 Januari sampai dengan 24 September 2013

dengan jangka waktu perubahan harga selama 1 hari

(time frame 1 day).

3.3. Teknik Pengumpulan Data

Data yang digunakan adalah berupa data historis pergerakan harga mata uang

pasangan EURUSD dengan periode 1 hari (1D) dari tanggal 2 Januari 2012 sampai

dengan 24 September 2013. Data didapat dari

history centre

pada aplikasi

trading

meta trader 4

pada

broker insta forex

, akses data kedalam aplikasi

metatrader 4

ini

menggunakan

real

akun, sehingga data yang didapat adalah benar adanya transaski

yang dilakukan oleh para

trader foreign exchange.

Dari

history centre

yang ada di

meta trader 4

di pilih pada perubahan harga 1 hari (1D), kemudian data di

export

kedalam bentuk CSV, yang kemudian dibuka melalui program microsoft excel, lalu

diolah kembali ke dalam bentuk XLSX dan kemudian akan digunakan untuk

(51)

transaksi (t

im

Gambar

Gambar 1.1.  Pergerakan Harga EURUSD dan Indikator Teknikal Stochastic
Gambar 1.2.  Pergerakan Harga EURUSD dan Indikator Teknikal Stochastic
Gambar 2.1. Fast, Slow dan Full Stochastic Oscillator %K =5
Gambar 2.2.  Full Stochastic Oscilaltor dengan pemulusan, %K = 14
+6

Referensi

Dokumen terkait