• Tidak ada hasil yang ditemukan

RESENSI BUKU MITOS JURNALISME

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "RESENSI BUKU MITOS JURNALISME"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

RESENSI BUKU MITOS JURNALISME

Judul : Mitos Jurnalisme

Pengarang : Dudi Iskandar dan Rini Lestari Penerbit : Penerbit ANDI

Tahun Terbit : 2016

Halaman : 328 halaman

TENTANG PENULIS

(2)

Luhur. Selama 12 tahun menjadi wartawan di berbagai media cetak dan online. Puluhan tulisan dimuat di Kompas, Koran Tempo, Media Indonesia, Jurnal Nasional, Republika, Seputar Indonesia, Sinar Harapan Pikiran Rakyat, dan Majalah Panji Masyarakat, serta di beberapa jurnal ilmiah komunikasi.

Sudah sembilan buah buku yang telah ditulis dan dieditnya. Antara lain; Rekonstruksi Nilai Dasar Perjuangan (NDP) HMI bersama Andito (1998), Keajaiban di Tanah Suci Saat Haji dan Umrah (2004), Haji ; Antara Aroma Bisnis dan Tarikan Spiritual (Editor) (2005), Menggapai Demokrasi; Jejak Politik HR Syaukani bersama Hery Susanto dan Ali Amran Hasibuan (2006), Perjalanan Sebuah Bangsa; Catatan 80 Tokoh Nasional (2008) bersama Dwi Agus Susilo dan Masad Masrur (2013), dan Jejak Prestasi Olahraga Indonesia; SEA Games, Asean Games, dan Olimpiade 1951-2011 (2012), KNPI; Sebuah Analisis tentang Sebuah Konflik, Media, dan Paradigma (bersama Dwi Agus Susilo dan Masad Masruru, 2013), serta Dari Bangku Sekolah ke Medan Perang (bersama Israr Iskandar, 2013), Keruntuhan Jurnalisme (2015). Dan buku ini adalah buku keduanya yang merupakan karya intelektual yang ditulisnya bersama Rini Lestari.

(3)

Berkaitan dengan ikhtisar dari isi buku di atas, dapat mengemukakan ikhtisar tersebut sebagaimana beriku;

Komunikasi adalah salah satu cara manusia mempertahankan harkat dan martabat kemanusiaannya. Dengan komunikasi, manusia mengaktualisasikan segala potensinya. Dalam setiap gerak, manusia berkomunikasi dalam berbagai bentuknya, mikro, meso, dan makro. Komunikasi juga merupakan konsekuensal dari posisi manusia sebagai makhluk sosial. Ketiadaan atau gangguan dalam prses komunikasi bukan saja akan mempersulit gerak langkah sebagai makhluk sosial, tetapi juga membuat manusia kesulitan mengeksplorasi segenap kemampuan dasarnya sebagai individual.

Sepanjang sejarah, komunikasi mengenal dua aliran/mahzab pemikiran. Yakni aliran perpindahan pesan (mahzab transmisi) dan aliran pertukaran makna (mahzab semiontika). Elemen pokok dari aliran transmisi ini adalah komunikator, pesan, media, komunikan, dan efek. Dalam perspektif ini, komunikasi adalah sebuah proses perpindahan pesan atau komunikasi bisa dipahami sebagai proses-proses penyampaian pesan, baik verbal maupun nonverbal. Sedangkan aliran petukaran makna (production and exchange of maenings) digagas dateng belakangan. Semiotika adalah ilmu yang mempelajaran tanda makna. Komunikasi dalam pendekatan semiotik ini melibatkan dalam unsur bahasa (linguistik) dan aspek-aspek seni. Internalisasi adalah proses masyarakat sebagai kenyataan subjektif olej setiap individu. Objektifitas merupakan hasil yang digapai (mental dan fisik) dari eksternalisasi. Eksternalisasi adalah usaha atau ekpresi setiap individu ke dalam dunia, baik mental ataupun fisik. Proses ini adalah ekspresi untuk menguatkan eksisitensi individu dalam masyarakat.

(4)

berlangsung sangat cepat dan sebenernya mereta. Realitas yang dibangun media massa tersebut membentuk opini publik, massa cenderung apriori, dan opini massa cenderung sinis.

Ada tiga petimbangan sebuah peristiwa menjadi berita di media, yaitu ideologis, plitis, dan bisnis. bahasa dalam bentuk berita tidak bisa bebas dari nilai. Ia dikonstruksi dan mengkontruksi makna-makna tertentu, tergantung dari orang yang membuat dan membacanya. Dengana demikian, wacana yang dikontruksi media cetak harus dibedah dan dianalisis sehingga akan terkuak maknanya.Kehadiran internet selanjutnya mengubah secara drastis dan dramatis perkembangan massa. Internet memicu dua perubahan mendasar dalam media. Pertama, subtansi media, yaitu proses jurnalistik. Kedua, bentuk atau format organisasi media. Jika sebelumnya setiap jenis media massa berdiri sendiri atau memiliki organisasi dan manajemen mandiri, kini mereka bergabung dalam satu kesatuan yang dikenal dengan konvergensi media. Kini, hampir semua media cetak dan elektronik membarenginya dengan bentuk berita online, e-paper, dan live streaming. Media hanya bisa menjadi pilar keempat demokrasi jika mengambil jarak dan independen dengan tiga jenis kekuasaan yang terdapat pada lembaga negara (eksekutif, legeslatif, dan yudikatif).

(5)

Kemudian dalam buku tersebut juga menyajikan hasil penelitian terhadap 18 media online yang diambil. Berdasarkan hasil penelitian banyak penggunaan bahasa dan istilah asing dalam berita padahal itu sesungguhnhya tidak perlu. Lalu narasumber yang disajikan dalam berita tersebut tunggal atau tanpa cover (all) both sides dan tidak berkompeten. Berita juga prasangka dan tidak ada verifikasi fakta. Padahal seharusnya berita atau pers harus sesuai dengan nila kesejatian pers. Pers adalah lembaga indenpenden yang tidak memihak kepada salah satu golongan ataupun pemerintah, tetapi berpihak kepada kebenaran informasi berupa fakta yang disampaikan kepada masyarakat.

Brian McNair mencatat lima peran ideal media untuk mewujudkan kehidupan yang demokratis. Pertama, menginformasikan apa yang sedang terjadi. Kedua, mengedukasi masyarakat ihwal fakta yang ditemukan di lapangan. Ketiga, menjadi wadah diskusus sehingga bisa mempengaruhi opini publik. Keempat, berperan sebagai pemantau kekuasaan. Kelima, berperan mengadvokasi beberapa pandangan politik. Peran pers seperti termaktub dalam UU Nomor 40 tahun 1999, yakni, pertama, memenuhi keinginan masyarakat untuk mengetahui kejadian atau peristiwa yang terjadi di lingkungannya. Kedua, berusaha menegakkan nilai-nilai kehidupan demokrasi dalam masyarakat, mendorong penegakkan aturan hukum dan hak asasi manusia dan menghormati perbedaan di dalam masyarakat. Ketiga, mengembangkan pendapat masyarakat secara umum berdasarkan informasi yang tepat, akurat, dan benar. Keempat, melakukan pengawasan kritis, memberikan koreksi dan saran terhadap hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat umum. Kelima, memperjuangkan keadilan dan kebenaran.

Kelebihan dan kekurangan buku

Beberapa kelebihan dan kekurangan yang terdapat dalam buku tersebut, dapat simpulkan sebagai berikut

Kelebihan Buku

1. Materi yang terkandung memberikan pemahaman secara jelas yang dimaksud dengan mitos jurnalisme.

(6)

3. Terdapat lampiran tentang pasal kode etik jurnalistik, pasal-pasal, informasi dan transaksi elektronik dan penyiaran sebagai pendukung buku.

4. Penampilan buku menarik mulai dari judul, cover dan beserta isinya.

Kekurangan Buku

1. Ada beberapa kata yang sulit dimengerti. 2. Ada kata-kata yang salah dalam pengetikan.

KESIMPULAN

Referensi

Dokumen terkait

Jurnal Psikologi Pendidikan dan Perkembangan Vol.. Penilaian dari atasan dan pengawas ; f) Prestasi teacher efficacy yang signifikan pada guru yang akademik ; g) Karya

Musik Terhadap Kerohanian Dalam Ibadah Gereja Kharismatik di Medan (Jurnal Dipublikasikan pada majalah : VISI; Vol.20 No.2 Juni 2012; ISSN : 0853-0203) 3.. Suatu Kajian

bahwa Pasal 93, Pasal 94 ayat (1) dan (2) serta Pasal 95 menunjukkan Badan Pengawas Pemilu Umum maupun Panwaslu Kabupaten/Kota tidak memiliki kemandirian untuk menentukan

 Memiliki paling sedikit 2 (dua) karya ilmiah yang dipublikasikan pada jurnal ilmiah internasional bereputasi sebagai penulis pertama; dan3.  Memenuhi syarat-syarat

ii JURNAL LANSKAP INDONESIA | VOL 2 NO 1 2010 APRIL 2010 | VOLUME 2 | NOMOR 1 JURNAL LANSKAP INDONESIA perencanaan | perancanganan | pengelolaan | tanaman REDAKSI Ketua

GALENICAL: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol.2 No.2 April 2023 JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN MAHASISWA MALIKUSSALEH | 40 Galenical is licensed under a

GALENICAL: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol.2 No.2 April 2023 JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN MAHASISWA MALIKUSSALEH | 85 Galenical is licensed under a

Jurnal/Skripsi/Disertasi/Makalah Wahyu Wibisana,”Pernikahan Dalam Islam”, Jurnal Pendidikan Agama Islam- Ta’lim Vol.14 No.2 – 2016 Sulfahmi, “Pengaruh Perkawinan Dibawah Umur