• Tidak ada hasil yang ditemukan

Optimalisasi produksi karet olahan RSS (Ribbed smoke sheet : pada unit usaha musi landas ptp nusantara v11 persero sumatra selatan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Optimalisasi produksi karet olahan RSS (Ribbed smoke sheet : pada unit usaha musi landas ptp nusantara v11 persero sumatra selatan"

Copied!
102
0
0

Teks penuh

(1)

Auliya Darsra

JURUSAN AGRIBISNIS

FAKULTAS SAINS DAN TEKNOJLOGI

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH

JAKARTA

(2)

Sumatera Selatan

Oleh:

Auliya Darsra

100092020298

SKRIPSI

Sebagai Salah Satu Syarat untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pertanian

Fakultas Sains Dan Telmologi

Universitas Islam Negeri SyarifHidayatullah Jakarta

JURUSAN AGRIBISNIS

FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI

SY ARIF HIDA YATULLAH

JAKARTA

(3)

Dengan ini menyatakan bahwa skripsi yang ditulis oleh :

Nama NIM

Program Studi Judul Skripsi

Auliya Darsra 100092020298

Sosial Ekonomi Pertanian

: Optimalisasi Produksi k。ョセエ@ Olahan RSS

(Ribbed Smoke Sheet) Studi Kasus Pada Unit Usaha Musi Landas PTP Nusantara VII (Persero ), Sumatera Selatan.

Dapat diterima sebagai syarat kelulusan untuk memperoleh gelar sarjana pada Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Sains dan Teknologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Jakarta, Menyetujui, Dasen Pembimbing

Mengetahui,

Pembimbing II

Eoy P..aSTP,M.s;

Ketua Jurusan

Ir.

セセ、、ゥョLmm@

(4)

VII (Persero) Sumatera Selatan" telah diujikan dan dinyatakan lulus dalam sidang munaqosyah Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta pada hari sabtu 22 Oktober 2005, skripsi ini telah diterima sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana Strata I (SI) pada Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian.

Tim Penguji Penguji I

Jakarta, November 2005

Prof.Dr. H. Aki Bailtaki, M.Sc

Dr. Kushary no, M.MA

Mengetahui, Dekan

Penguji III

ウセ@

Euy Dwiningsih,S.TP,M.Si

Teknologi

(5)

STUD! KASUS PADA UNIT USAHA MUSI LANDAS, PTP NUSANTARA VII ( Persero ), SUMA TERA SELA TAN", BENAR- BENAR BASIL KARY A SAY A SEND!Rl YANG BELUM PERNAH DIAJUKAN SEBA GA! SKRIPSI PADA PERGURUAN TINGGI ATAU LEMBAGA MANAPUN.

JAKARTA, OKTOBER

2005

Auliya Darsra

(6)
(7)

Subsektor Perkebunan memegang peranan penting dalam program pembangunan, khususnya pembangunan sektor pertanian, dan salah satu komoditas yang sejak dulu hingga kini memegang peranan penting adalah komoditas karet, permintaan karet dimasa depan akan berkembang pesat karena pe1tumbuhan industri yang semakin canggih dan rum it, oleh karena itu, agar dapat menikmati keuntungan maksimal, maka produsen karet dituntut untuk dapat meningkatkan efisiensi kegiatan usahanya dengan cara melakukan pengaturan pengelolaan segala kegiatan usaha dan sumberdaya yang dimiliki.

Pcnclitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2004 dan tjuan penclitian ini adalah I) Menganilisis pcnggunaan sumberdaya produksi perusahaan, 2) Untuk menstabilkan produksi perusahaan apabila terjadi perubahan yang tidak diinginkan.

Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder, data primer meliputi data sistem kerja pengolahan, kapasitas mesin, penggunaan bahan baku dan bahan penolong, serta data pennintaan. Dan data sckunder meliputi s"jarah berdirinya pcrusahaan, struktur organisasi pemsahaan, pro<cs dan tingkat produksi, biaya produksi dan harga jual di pasaran. Dan data -darn terscbut diatas diolah dengan menggunakan perangkat hmak LINDO (Linicr

I ntcractive and Discrete Optimizer).

Dalam penelitian ini mcnggunkan program linier yang teroiri dari beberapa analisis, yaitu:

I) Analsis Primal : un!uk mengetahui komposisi produk akhir optimal, 2) Analisis nilai Slack dan dual : untuk mengetahui penilaian terhadap sumberdaya, 3) Analisis Sensitivitas : pcnerapan solusi optimal terhadap perubahan dalam parameter model. 4) Analisis Post optimal : untuk mencari kesalahan dan kelcmahan dalam model. Dengan analisis tersebut dapat dipcrolch optimalisasi produksi.

Pada kondisi aktual pcrusahaan memproduksi semua jenis karet yang terdiri dari RSS L RSS II, RSS Ill, dan Cutting A. Kondisi optimal suatu perusahaan dapat tercapai pada waktu perusahaan mendapat keuntungan yang maksimal dengan memanfaatkan sumberdaya yang ada.

(8)

batasan untuk menambah atau mengurangi nilai sisi sebt!lah kanan, dan pada penelitian sebagian besar sumberdaya dapat dinaikkan sampai batasan tak tertentu. Sedangkan untuk penurunannya ada batasan - batasan tertentu.

Setelah semua analisis telah di terapkan maka analisis selanjutnya adalah analisis post optimal, pada penelitian ini akan dilakukan dua skenario, skenario l) akan mengabaikan semua kendala pennintaan dan ini terbukti bahwa perusahaan mendapat kcuntungan lebih besa darisolusi optimlanya yaitu sebesar Rp 8,9 mi lyar sedangkan pada kondisi optima In ya mencapai Rp 2,5 milyar jadi selisih keuntungannya adalah sebesar Rp 6,4 milyar. Dan untuk skenario II) menaikkan harga pada RSS I periode I, dari 6548 menjadi 6648 perkilogramnya dan pada ksmdisi ini perusahaan mendapat keuntungan sebesar Rp 2,58 milyar, sehingga sel isilmya adalah sebesar Rp I 0 juta.

(9)

rahrnat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat rnenyelesaikan skripsi ini. Penyusunan skripsi ini merupakan syarat kelulusan untuk mendapatkan gelar saijana perlanian Universitas lslarn Negeri SyarifI-Iiclayatullah Jakarta.

Skripsi ini be1judul "Optimalisasi Procluksi Karct Olahan RSS (Ribbed Smoke Sheet) Studi Kasus Pada Unit Usaha Musi Landas, PTP Nusantara VII (Pcrscro) Sumatera Sclatan",ini disusun dan diajukan penukis sebagai persyaratan unluk rnemperoleh gelar Satjana Perlanian Pada Jurusan Agribisnis, Fakultas Sains dan Tehnologi. Universilas Isalam Negeri" Syarifl-Iidayatullah" Jakarta.

Penulisan ini terselesaikan berkat dukungan-dukungan dari berbagai p1hak. Oleh karena itu, penulis mengucapkan terirna kasih kepada :

I. Kepacla orang tuaku. ibu dan bapak tercinta atas cinta yang tulus dan do'a yang tidak pcnwh putus. cinta clan kasih sayang yang tak kan terbalas, rnoril dan rncllcriil scrta kesabarnn rncnanlikan kclulusan pcnulis.

l\apak Dr. Kusharyono. SE. MM clan Ir. Eny Dwiningsih. M.si sebagai pcrnbimbing skripsi atas kesabaran, bimbingan, saran, kritik dan motivasi schingga rnampu rnenjalani pcnelitian clan menyelesaikan skripsi dengan baik. 3. Bapak Prof. Dr. H. Aki Baihaki, M.Sc Atas kesediaanya menjadi penguji utama

dalam siclang ujian skripsi.

4. Bapak Dr. H. Syopiansyah Jaya Putra, !vl.Sis selaku Dekan Fakullas Sains dan

Teknologi.

5. Bapak Jr. Muclatsir Najamudclin, MM dan Drs. Acep Muhib, MMA selaku Ketua clan Sekretaris Jurusan Sosial Ekonorni Pertanian.

(10)

Luthfir yang ticlak henti-hentinya memberikan clukungan clan semangat

"I

Love U all"serta bang Romi clan CPU nya clan teman-teman ku di "Golden I-!ouse"terima kasih atas penginapan gratisnya.

I 0.

Teman-teman Agribisnis Hilyati, Afifah, teh Nia, Abang Fadli, Marni Nela dan

Papi Amy (terima kasih alas supportclan persahabatannya)Mila, jerry, ghofur,

Arman, Erna, Dian, Yusuf, Eli, Ocid, Yati, Dini, Yulis dan teman-teman lainnya yang telah mengisi hari-hari penulis pada masa kuliah.

l l. Ternan-teman Agribisnis lainnya yang tidak clapat clisebutkan satu per satu, maksih atas kebersamaan yang pernah ada, khususunya angkatan 2000.

l 2. Pihak-pihak yang lain yang tidak dapat clisebutkan satu persatu yang telah mernbantu penulis baik langsung maupun ticlak langsung, semoga Allah SWT

mcmbcrikan rahnrnt dan kmunia-Nya. Arniin.

Akhir kata penulis berharap skripsi ini clengan segala keterbatasannya clapat bermanfaat bagi pembaca terutama bagi Perkebunan Gunung Mas clalam menyusun rencana procluksinya.

.Jakarta, Oktober 2005

(11)

DAFT AR GAMBAR ... vi

DAFTAR LAMPIRAN ... vi

BAB I. PENDAHULUAN I. I Latar Belakang ... 1

1.2. Perumusan Masalah ... .4

1.3 Tuj uan Peneletian... .. ... 5

1.4. Kegunaan Penelitian ... 5

BAB II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Kerangka Teoritis ... 6

2. 1.1.Karct dan Pcrkembangannya ... 6

2. 1.2. Pabrik Pengolahan Karel ... 9

2.13. Pereneanaan dan Fungsi Produksi .. . .. ... 11

2. 1.4. Tcori Optimalisasi. ... 14

2.2. Penelitian Terdahulu ... 17

2.3. Kcrangaka Pemikiran Konseptual... ... 19

BAB Ill. METODOLOGI PENELITIAN 3. I. Lokasi Penelitian ... 22

3.2. Jen is dan Sumber Data ... 22

3 .3. Metode Pengolahan dan Analisis Data ... 22

3 .3. I. Konsep Dasar . . . .. . .. . . .. . . .. . . .. .. .. . . .. .. . . .. . . .. 23

3.3.2. Analisis Primal ... 25

3.3.3. Analisis Nilai Slack dan Dual ... 26

3.3.4. Analisis Sensitivitas ... 26

3.4. Analisis Post Optimal ... 27

3.5 Definisi Operasional ... 28

[image:11.595.46.436.61.673.2]
(12)

4.6. Sarana Penunjang ... 39

4.7. Proses Produksi ... .40

BABY. HASIL DAN PEMBAHASAN 5.1. Konsep dan Pengukuran ... .44

5.1. !. Fungsi Tujuan ···""··· .44

5 .1.2. Aktivitas ... .45

5. I .3. Fungsi Kendala ... .45

5.2. Kondisi Optimal Produksi Karet RSS ... 52

5.2. I Analisiis Dual ... 57

5.2.2 Analisis Sensitivitas ... 63

5.3. Anal is is Post Optimal . . .. . .. ... . .. .. . . .. . . .. . .. . ... .. ... 68

BAB VI. Kcsimpulan dan Saran 6.1. Kesimpulan . . .. . .. . .. . .. .. . . .. . . .. . .. . .. . .. . .. . . . .. . . .. . . .. .. .. 70

6.2. Saran ... 72

(13)

Tabel 3. Penggunaan bahan penolong per liter ... .47 Tabel 4. Kebutuhan tenaga ke1ja untuk masing - masing jenis karet ... .49 Tabel 5. Ketersecliaan jam mesin ... 51 Tabel 6. Tingkat kegiatan pada kondisi aktual, optimal, serta selisih antara

Nilai aktual clengan optimalnya ... 54 Tabel 7. Nilai slack clan nilai dual kenclala bahan baku dan bahan penolong ... .58 Tabel 8. Nilai salck dan nilai dual kendala mesin ... 60 Tabcl 9. Analisis Sensitivitas koefisien fungsi tujuan ... 62 Tabcl I 0. Analisis Scnsitivitas Kenclala - kendala Pembatas pada bahan baku dan

bahan pcnolong ... 63 Tabel I I. Analisis Scnsitivitas pacla kendala tenaga ke1ja ... 64 Tabcl 12. Analisis Sensitivitas pada kcnclala permintaan ... 65 Tabcl 13. Perbanclingan antara hasil pada kondisi optimal clcngan analisis

[image:13.595.53.433.110.495.2]
(14)
[image:14.595.66.420.162.512.2]
(15)

Lampiran 3. Anal is is Post Optimal Skenario I ... 83

Lampi ran 4. Analisis Post Optimal Skenario II ... 87

Lampiran 5. Peta Lokasi Perkebunan Musi Landas ... 88

(16)

Subscktor pcrkcbunan mcmegang peranan yang pcnting dalam program

pcmbangunan, khususnya pcmbangunan scktor pertanian. Subscktor ini menjadi

tempat bagi petani dalam menggantungkan hidupnya sebagai cabang usaha yang

berfungsi menciptakan lapangan kcrja, dan sebagai sumber devisa non migas yang

sangat diharapkan, dan sccara langsung terkait pula dalam usaha pelestarian

sumber daya alam.

Salah satu komoditas yang sejak dulu hingga saat ini memegang peranan

penting seperti tersebut diatas adalah komoditas karet, komoditas ini diusahakan

scbag,1i pcrkcbunan rakyat dan pcrkebunan besar, hal ini menunjukkan bahwa

petani atau pcrkcbunan karct 111cnduduki posisi lerbcsar dalam dunia pcrkarctan

Indonesia.

Dimasa yang akan datang permintaan karet dunia diperkirakan akan tetap

mantap, menurut Burger dan Smith (l 993) dalam Susi (I 999), akan mengalami

peningkatan dengan pertumbuhan kurang lcbih 2,5 % pertahun, sementara di

pasar domestik, walaupun terjadi penurunan permintaan akan karet dimasa

datang diperkirakan akan meningkat lagi, ha! ini diduga akan terjadi karena akan

pulihnya industri ban dan industri-industri pemakai karet lainnya pada saat

perekonomian Indonesia dan negara-negara Asia lainnya mulai pulih kembali.

Masa depan pangsa pasar karet di dunia akan berkembang pesat,

pertumbuhan industri karct merupakan salah satu industri paling rumit dan

(17)

sangat diperlukan karcna tanpa karet, kapal, pesawat terbang, mobil, bis dan truk

tidak dapal be1jalan, tidak adanya industri karet maka pertambangan, komunikasi

dan industri pokok bei:jalan kurang elisicn. Dan ncgara pcngimpor karct tcrbcsar

ウセhャャ@ ini aJaJah Cina dan India.

Pertumbuhan industri di Cina yang sangat mengcsankan terutama industri

di bagian otomotif dan perkapalan. Jnduslri tcrscbut telah mcmbuat ncgara ini

membutuhkan komodilas karel dalam jumlah besar. Dan Indonesia berpotensi

meningkatkan ekspor karet dengan merebut pasar di negara tirai bambu, Cina

diperkirakan sampai tahun 2020 akan terus mengalami pertumbuhan, dan

produk karet ini pada tahun 2003 dapat menyumbangkan devisa sebesar

US$ 1,4 milyar dan itu berarti 20 % devisa negara dari ekspor produk pertanian

sedangkan volume produksi karet pada tahun 2003 sebesar 1,8 juta ton, dengan

begitu Indonesia menjadi negara produsen karet kc dua terbesar di dunia.

Indonesia mcmiliki wilayah cukup luas untuk tanaman karet, tetapi

produktivitasnya masih berada dibawah Thailand, untuk saat ini areal karet

Indonesia mencapai sekitar 3,3, juta hektare, 2,6 juta hektare diantaranya lahan

milik petani atau sekitar 80 % clan 7 juta hektare milik perkebunan besar atau

20 %. Dan sebagai pembuktian perhatian pernerintah akan terus mendorong

peningkatan produktivitas lahan dan akan rnembantu program peremajaan

tanaman karet yang sudah tua.

Perkembangan karet clan industri karet dewasa ini luar biasa, masyarakat

modern sekalipun tidak dapat berjalan tnnpa karet, maka peluang ekspor yang

(18)

pcngcmbangan areal pcrkcbunan, upaya tcrsebul bcrhasil meningkalkan produksi

karet a lam Indonesia, ha! ini terbukti pada kurun waktu I 995 - 1999 produksi

karet alam Indonesia secara umum mengalami peningkatan dengan tingkat

pe1tumbuhan 3,8 % per tahun.

Menurut Djoehana (I 993) dewasa ini telah ditempuh berbagai upaya oleh

pemerinlah untuk meningkatkan produktivitas tanaman karet, dan upaya yang

dimaksud meliputi :

I. Perluasan areal sekaligus memperbaiki produk karet rakyat serta pendapatan

petani karet dengan proyek perkebunan inti rakyat (PIR - BUN) yang

dilaksanakan diberbagai daerah, sedangkan perusahaan perkebunan besar

sebagai perkebunan inti adalah BUMN (PNP I PTP).

2. Pelaksanaan proyek - proyek intensifikasi, rehabilitasi dan pcrluasan tanaman

karet yang dilaksanakan PRPTE

3..

Pcnyuluhan dan penyebaran tehnologi budi daya karet, dengan cara

disebarkannya klon - klon unggul oleh pusat - pusat penelitian perkebunan,

danjuga tehnis budi daya tehnologi pasca panen, dan masih banyak lagi upaya

pcmcrinah untuk meningkatkan usaha perluasan ini.

Dengan meningkatnya permintaan karet alam ini menyumbangkan devisa

negara yang cukup besar, oleh karena itu, agar tetap dapat menikmati keuntungan

bahkan dapat memperoleh keuntungan yang maksimal, maka para produsen karet

alam dituntut untuk dapat meningkatkan efisiensi kegiatan usahanya dengan cara

melakukan pengaturan pengelolaan semua kegiatan usaha dan sumberdaya yang

(19)

1.2. Pcrumusan Masalah

Dengan meningkatnya nilai ekspor, maka setiap perusahaan

berlomba - lomba dalam mcmproduksi karel yang bermutu baik agar dapat

ィセイウ。ゥョァ@ di pasar lntcrnasional. dan dalan1 n1c111produksi sctiap perusahaan mempunyai orientasi atau target agar produk yang diproduksi dapat

terjual dan akan menghasilkan keuntungan. Perkembangan produksi karet

di Indonesia hingga kini masih sangat lamban, hasil rata - rata produksi

masih dibawah 400 kg I ha. Padahal perkebunan yang berhasil menjadi

I 500 kg I ha, maka Indonesia harus meningkatkan procluktivitas karet agar

dapat bersaing dengan negara - negara lain dan menjadi prioritas pertama.

PTP Nusantara VII (Persero) Unit Usaha Musi l。ョ、セNウ@ pada

tahun 1998 - 2002 mempunyai kapasitas produksi 8 ton per hari , dan pada

(Persero) tersebut menaikkan kapasitas tahun 2003 PTP Nusantara

produksinya menjadi 12 ton perhari dan hingga saat ini perkebunan

belum dapat memenuhi kapasitas tersebut diatas. Oleh karena itu

penelitian ini akan merumuskan permasalahan sebagai berikut:

I. Apakah penggunaan sumber daya pada PTP Nusantara VII (Persero) Unit

Usaha Musi Landas telah optimal ?

2. Sejauh mana solusi optimal yang dihasilkan dapat diterapkan jika te1jadi

(20)

1.3. Tujuan

I. Mcnganalisis pcnggunaan sumber daya produksi perusahaan.

2. Untuk menstabilkan kcadaan pcrusahaan apabila tc1jadi pcrubahan

-perubahan yang tidak diinginkan.

1.4. Kcgunaan Penelitian

I. Mahasiswa I peneliti dapat menerapkan dan mengaplikasikan ilmu riset

operasi dan optimalisasi produksi dalam dunia agribisnis yang nyata, dan

dijadikan pelajaran yang bermanfaat.

2. Perusahaan, diharapkan penelitian ini dapat berguna sebagai acuan dalam

upaya mengoptimalkan penggunaan sumbcrdaya produksi dan

n1c1naksimumkan keuntungan pcrusahaan.

3. Dan untuk Irnlangan akademisi penelitian ini dapat mcmanfaatkan hasil

penelitian sebagai rcferensi tambahan terhadap kasus aplikasi metode

(21)

2.1.1. Karct Dan Perkcmbangannya

Karel dalam bahasa latinnya "Hevea", adaiah tanarnan yang tumbuh secara

liar di lembah-lembah sungai Amazone, dan secara traclisional cliambil getahnya oleh

penclucluk setempat untuk cligunakan clalam berbagai keperluan antara Iain sebagai

ala! untuk menyalakan api clan bola untuk permainan.

Setelah tanaman karet berhasil di temukan clan clapat cligunakan untuk

kehiclupan sehari-hari, maka banyak pakar yang tertarik untuk melakukan uji coba

karet. Percobaan penggunaan karet clikembangkan terus menerus, penemuan yang

sangat menentukan tumbuhan karet adalah ditcmukannya cara vulkanisasi

(Vulcu11izatio11 process) nleh seorang ahli kimia i\mcrika, Charles GoodYcar, pada

tahun 1839, pada proses vulkanisasi ini karct dicampur dcngan belerang pada derajat

sulm tertentu, schingga menghasilkan scjcnis produk yang lebih unggul clalam

penggunaan bahan karet murni. Dengan perbaikan dan penyempurnaan yang

terns-menerus, akhirnya menghasilkan berbagai macarn bahan karet mulai dari yang lunak

sarnpai yang kcras.

Dan pernanfaatan karet yang sangat berarti diternukan oleh DUNLOP pada

tahun 1888, yakni diciptakannya ban pompa, pcnemuan ini kernudian disusul oleh

MICHELIN (Prancis) clan GOODRICH (Amerika) dengan menciptakan ban mobil

(22)

tahun' 1895,dampak nyata dari penemuan kendaraan mobil adalah permintaan karet

semakin meningkat.

Akibat dari banyaknya permintaan maka muncullah produksi karet rakyat

(smallholders) yang mampu memberikan penawaran yang berjalan sejajar dengan

permintaan. Namun pada akhir talmn 1920-an dan permulaan tahun 1930-an, resesi

ekonomi dunia secara drastis mengurangi pem1intaan karet untuk industti motor dan

akibatnya te1:iadilah kelebihan kapasitas. Karena te1jadi kelebihan kapasitas maka

dibuatlah pe1jaitjian peraturan karet Intemasional (The Intemasinal Rubber

Regulation Agreement) yang 1s1 pokoknya adalah pembatasan ta11aman karet dan

penanaman karet baru.

Sampai mcrtjclang pccah perang dunia II, konsumsi karet dunia belum

mengalami peningkatan yang berarti, dan setelah perang dunia permintaan sedikit

demi scdikit mcngalarni kcnaikkan, dikarenakan adanya peningkatan jumlah

konsurnsi kcndaraan bermotor.

Mcnurut Dr. James J. Spillane ( 1989) tingkat konsumsi pada akhirnya

mcngalami titik jcnuh, pcnurunan yang bcrkesinambungan. Adapun sebab-sebab

tingkat kcjcnuhan konsurnsi karet antara lain adalah :

I. Pcngaruh resesi dunia

2. Berkurangnya arti bahan karet sebagai "bahan strategis" dalam dunia kemiliteran,

karena berubahnya sifat perang yang "nonkonvensional'"(perang nuklir, peluru

(23)

3. Mulai jenuhnya tempat parkiran kendaraan bermotor didunia, terutama di

negara-negara industri maju dan kota-kota besar di negara-negara-negara-negara berkembang, dengan

gcjala "dcrelan rnobil lcbih panjang dari padajalanan".

Situasi pcrdagangan karcl alarn sesudah pcrang dunia II diramaikan olch

rnasuknya karet sintelis ke pasar dunia, pada umumnya para ahli rnenyatakan bahwa

limbulnya karet sintetis karena disebabkan pertimbangan politis dan strategis,

terutarna berkaitan real dengan aspekjarninan persediaan karet alarn.

Nanrnn dalarn pernanfaatannya karet alam lebih unggul dan berkualitas baik,

ada Iima sifat karet alam yang tidak dapat dikalahkan atau disarnai oleh karet sintetis

yaitu :

I. Karet alam merniliki daya elaslisitas, atau daya lenting yang sempuma.

2. K'aret al am tidak cepat menjadi panas (low heat build up)

3. Karel alam memiliki plaslisitas yang baik, hingga mudah dalam pengadonannya

4. Karel alam mempunyai daya tahan aus yang tinggi

5. Karel alam mempunyai daya lahan lerhadap keretakan yang tinggi (groove

cracking resistance)

Karena sifal-sifat fisik karet alam yang unggul tersebut, maka pihak industri karet

sintclis bcrusaha rncncari substilusi karet alam .. (Djoehan Selyamidjaja, 1993)

Di Indonesia karct alam merupakan sumber devisa keempat, sebab dalam

kchiclupan sehari-hari masyarakat terganlung dari fungsi karet, karena banyaknya

pcrminlaan akan karel rnaka kepenlingan karet alam dalam perekonomian Indonesia

(24)

Karel termasuk komoditi sosial prioritas tinggi, komoditi ini mempunyai

penman stratcgis, tidak sa.ia merupakan sumber pcnghasil devisa utama di sektor

pertanian, tctapi lebih pcnting lagi adalah rangkaian kegiatan produksi karet termasuk

pengolahan dan pemasarannya.karena menciptakan lapangan peke1jaan , karet

merupakan satu-satunya penghasilan.

Usaha perkaretan di Indonesia masih memerlukan banyak tenaga yang mau

membaktikan keahliannya di bidang pengelolahan tanaman, perkebunan, manajemen

perkebunan dan pabrik-pabrik pengolahan karet.

2.1.2. Pabrik Pcngolahan Karct

Tempat proses prnduksi yang biasa discbut pabrik pcrlu dibangun di daerah

yang n:latif baik bagi kepcntingan perusahaan yang bcrtujuan mcrnaksirnumkan

kcuntungan. Pencrnpatan pabrik yang baik dengan sendirinya akan menyumbang

banyak dalarn usaha-usaha mcminirnumkan biaya.

Lctak gcografis suatu pabrik mernpunyai pengaruh terhadap sistem produksi

yang ekonomis karena banyak faktor-faktor yang mempengaruhi letak failitas, dan

yang lebih penting Jetak lokasi tersebut akan mempengaruhi besarnya biaya operasi

maupun biaya kapital.

Dalam Djoehan Setyamidjaja (1993),memilih lokasi pabrik harus

memperhatikan beberapa faktor, diantaranya :

l. Lingkungan masyarakat Kcsediaan masyarakat suatu daerah menerima segala

(25)

2. Sumberdaya alam

Biaya produksi akan sangat dipengaruhi oleh tinggi renclahnya harga bahan clasar

dan bahan-bahan lainnya yang cliperlukan didalam proses produksi.

3. Sumber daya manusia

Tersedianya tenaga kerja baik tenaga terclidik ataupun tenaga terlatih yang cukup

banyak merupakan faktor yang penling.

4. Pasar

'

Barang jadi harus dijual baik kepada konsumen yang sangat luas atau konsumen

scbagian kecil.

5. Pengangkutan,Tersedianya fasilitas angkutan yang baik, baik bagi bahan clasar

maupun bagi barang basil produksi yang dimiliki.

6. Pcmbangkit tenaga, Sctiap industri memerlukan tenaga yang mempengaruhi

proses produksi, oleb karena ilu harus diperhatikan tersedianya pembangkit

tenaga yang lebih mudah.

Dari faktor-faktor diatas maka perlu penentuan lokasi pabrik, karena penempatan

pabrik yang salab akan menimbulkan beban clan merugi.

Di dalam industri karel lerdapat 2 subsistem penling yang saling berhubungan

antara satu sarna lainnya clalam proses produksi karet olahan, keclua subsistem

tcrscbut adalah subsistc111 kebun dan pabrik, kcbcrhasilan usaha dari perusahaan karet

akan sangal dipengaruhi oleh kincrja dari masing-masing subsistem tersebut.

Tugas ula111a dari subsistc111 kebun adalab mcnycdiakan lateks karet alam dengan

(26)

kebun dilakukan berbagai kcgiatan produk yaitu penanaman, perawatan tanaman,

pemupukkan, penyadapan, pengumpulan hasil sadapan, dan pengangkutan hasil

sad a pan.

Dan didalam subsistem pabrik dilakukan pengolahan terhadap bahan baku

karct akan mcnjadi barang sctengah jadi, bcrbagai kegiatan yang dilakukan di dalam

subsistcm pabrik seperti pcngeccran, pembckuan, penggilingan, pengeringan,

pcndinginan, pcngasapan, sortasi, prcssball, pcngcpakan, penyimpanan dan

lain-lain. Untuk memperlancar proses produksi pengolahan karet alam maka perlu adanya

suatu sinergi diantara subsistem pabrik sebagai pengolah bahan baku dan subsistem

kebun sebagai penyedia bahan baku olahan.

2.1.3 Pcrcncanaan chm Fungsi Produksi

Secara umum procluksi diartikan sebagai suatu kegiatan atau proses

yang mcntransformasikan masukan (input) mer\jadi basil keJuaran (output)

yang berupa barang atau jasa. Rangkaian masukan -· konvcrsi - keluaran

tersebut juga merupakan cara untuk mengkonseptualisasikan sistem produksi

yang climulai dengan unit terkecil dari kegiatan procluksi, yaitu clisebut

operasi. Suatu operasi merupakan langkah te1tentu dalam keseluruhan proses

yang mcnghasilkan produk atau jasa yang mcmbawa kepada keluaran akhir

(Assauri, 1993).

Menurut Henderson dalam Susi (1999) , semua faktor produksi dapat

(27)

l. Bahan mentah, termasuk didalamnya tanah dan sumberdaya.

2. Tenaga kerja

3, Modal, termasuk semua peralatan produksi dan bangunan.

4. Kcmampuan berusaha (entrepreneurial ability), kemampuan yang

dimiliki

seorang pengusaha unutk dapat mengelola produksi dan menanggung segala

resiko yang ada.

Menurut Handoko (1999), manajemen produksi merupakan usaha-usaha

pengelolaan secara optimal penggunaan sumberdaya-sumberdaya ( disebut

faktor-faktor produksi), tenaga kerja, mesin-mesin, peralatan, bahan mentah dan sebagainya,

dalam proses transformasi bahan mentah dan tenaga kerja menjadi berbagai macam

produk atau jasa.

Pacla intinya tujuan bcrproduksi aclalah menghasilkan barang-barang

danjasa-.1nsa scsuai dcngan kchcndak konsumcn dalam hal jumlah, kualita, harga serta

waktunya.

Dan clalam produksi dipcrlukan pcrcncanaan produksi, percncanaan produksi

rncnurnt ProL Dr. Sukanto ( ! 992) mcmcgang pcranan pcnting dalam :

I. Mcncntukan ltijuan-tujuan

2. lntcgrasi tujuan

3. Pcnga\vasan

Ketiga unsur diatas sangat penting, agar segala kegiatan produksi dapat berjalan

secara efektif clan efisicn, dengan adanya tujuan-tujuan maka perusahaan dapat

(28)

tcrscbui harus discsuaikan dcngan faklor-Caktor induslri scrla kekualan-kckuatan yang

dimiliki pcrusahaan.

Dan Fungsi produksi menggambarkan sebuah hubungan fisik input-output.

Dan hubungan-hubungan tersebut dapat digambarkan melalui tabel, grafik, atau

diagram, dan melalui persamaan aljabar. Secara simbolik fungsi produksi dapat

ditulis sebagai berikut:

Y=f(X 1,X2,X3, ... ,Xn)

Dimana Y adalah output yang dihasilkan dan simbol "f' menuqjukkan bentuk

hubungan transformasi produksi input menjadi output sedangkan Xl sampai dengan

Xn adalah sejumlah input yang digunakan dalam kegiatan produksi.

Dari fungsi produksi tersebut diatas maka dapat diketahui bahwa output yang

clihasilkan secara fisik sangat clipengaruhi oleh jumlah input yang digunakan, dalam

ha! ini output sebagai variabel depenclen merespon setiap perubahan input sebagai

variabel indcpendennya.

Dalam tcori procluksi kctika produk marjinal lebih besar dari produk rata-rata

maka kegiatan produksi secara ekonomi tidak rasional karena input-input belum

digunakan secara efisicn, jadi scbenarnya tingkat produksi masih dapat ditingkatkan

dengan melakukan penambahan penggunaan input.

Dan apabila produk mmjinal lebih kccil dari produk rata-rata tapi masih lebih

besar dari no!, maka rasional bagi kegiatan produksi karena pada keadaan

ini

kegiatan
(29)

2.1.4. Tcori Optimalisasi

Mcnurut Nascndi dan Anwar (1985) optimalisasi adalah proses untuk

mendapatkan gugus kondisi yang diperlukan agar mendapatkan basil yang terbaik

dalam situasi tertentu. Dengan pendekatan normative dapat diketalmi babwa

optimalisasi mengidentifikasikan penyelesaian terbaik suatu masalah yang diarahkan

pada tujuan maksimisasi atau minimisasi melalui fungsi tujuan. Memaksimumkan

nilai atau keuntungan yang dihasilkan dari proses produksi atau untuk

meminimurnkan biaya yang dikeluarkan dalam proses produksi dengan

memperhatikan kendala-kendala yang berada diluar jangkauan pelaku kegiatan,

rnerupakan tujuan dilakukannya optirnalisasi. Oleh karena itu dalam upaya

pcncapaian tersebut. kegiatan produksi selalu berusaha untuk mengalokasikan sumber

daya yang tcrbatas diantara bcrbagai kegiatan yang saling bersaing (Buffa dan

Sarin. I 9%).

Dan optirnalisasi rnenurut Hiller dan lieberum dalam susi (1999), adalah

ilmunya hal-hal yang paling puncak, rnalcsud dari pernyataan tersebut adalah suatu

pendekatan normative dengan mengidentifikasikan penyelasaian terbaik dari suatu

permasalahan yang diarahkan pada titik maksimal atau minimal suatu tujuan.

Operation Research berusaha rnenetapkan arah tindakan terbaik (optimum)

dari sebuah masalah pengambilan keputusan dibawah pembatasan sumber daya.

Dengan dernikian operation research adalah sebuah tehnik pemecahan rnasalah yang

(30)

Secara umum jenis persoalan optimalisasi meliputi optimalisasi tanpa kendala

dan optimalisasi dengan kendala. Dalam optimalisasi tanpa kendala, faktor-faktor

yang menjadi kendala terhadap fungsi tujuan diabaikan sehingga dalam menentukan

nilai maksimum atau minimum tidak terdapat batasan untuk berbagai pilihan yang

terseclia. Pacla kasus yang ticlak clibatasi, konclisi order pertama menyatakan bahwa

setiap kegiatan yang berkonlribusi terhaclap sasaran pelaku ekonomi harus

clitingkatkan sampai titik climana kontribusi marjinal clari peningkatan lebih lanjut

aclalah no!. Dalam istilah matematis konclisi order pertama untuk sebuah optimum

mengharuskan semua derivatifparsial sama clengan no! (Nicholson, 1994) .

Pada optimalisasi clengan kenclala, faktor-faktor yang menjacli pada

fungsi tujuan, cliperhatikan clan turut menentukan titik maksimum clan minimum

fungsi tujuan. Supranto (1983) menyatakan bahwa optimalisasi clengan kenclala

pacla clasarnya merupakan persoa 1enentukan nilai variabel-variabel suatu

fungsi menjacli maksimum atau minimum clengan memperhatikan

keterbatasan-keterbatasan yang acla. Keterbatasan itu biasanya meliputi semua faktor produksi

yang cligunakan clalam proses procluksi sepe1ti tenga kerja, uang, dan material

yang merupakan input serta waktu clan ruang.

• Metocle pemrograman linier merupakan metocle yang cligunakan untuk

memecahkan masalah optimalisasi berkenclala climana semua fungsi baik tujuan

maupun fungsi kenclala merupakan fungsi linier. Metode ini juga sering

cligunakan untuk memccahkan suatu permasalahan karena pada dunia nyata

(31)

fungsi laba atau biaya secara tepat tetapi hanya mampu memperkirakan

beberapa bagian darinya dengan garis lurus. Oleh karena itu, metode ini

rclatif lebih banyak digunakan sebagai alat untuk pemecahan masalah optimalisasi

bcrkendala pada dunia.

Menurut Taha (1996), tahapan utama yang harus dilakukan untuk

mclakukan studi tentang operation research mencakup :

I. Definisi masalah

Dalam dclinisi masalah ada tiga aspck yang harus dipcrhatikan, deskripsi

tcnlang sasaran a tau tuj uan dari studi terse but, identifikasi alternatif keputusan

sistem tersebut, dan pengenalan tentang keterbatasan, batasan dan pemyataan

system tcrscbut.

2. Pengembangan model,Model yang dipilih harus sesuai dan mewakili system

yang bersangkutan, serta harus menyatakan ekspresi kuantitatif dari tujuan dan

batasan masalah dalam bentuk variabcl keputusan.

3. Pemecahan model

Dalam model matematis, pemecahan masalah dicapai dengan menggunakan

tchnik-telmik optimalisasi yang diidentifikasikan dengan baik dan menghasilkan

scbuah pemccahan yang optimal.

4. Pengujian keabsahan model

Umumnya model yang dipakai untuk menguji keashan model adalah dengan

mcmbandingkan kinerjanya dengan data masa lalu yang tersedia untuk sistem

(32)

5. Implementasi hasil akhir

Pada tahap akhir ini, hasil operasi hams diterjemahkan oleh peneliti secara

terpcrinci serta dibcrikan dalam bentuk yang mudah dimengerti oleh pihak yang

mengatur dan mengoperasikan sistem yang direkomendasikan tersebut.

Salah satu tehnik optimalisasi yang dapat dipakai untuk menyelesaikan

masalah optimalisasi berkendala adalah tehnik linier programming, baik secara

manual maupun dengan bantuan komputer untuk menghasilkan solusi yang cepat dan

akurat bagi para praktisi manajemen perusahaan

2.2. Pcnclitinn Terdahulu

Penelitian mengenai optimalisasi produksi telah banyak dilakukan,

diantaranya adalah Wardani (1994) dan Susi (1998).

Pcnelitian yang be1judul kajian Optimalisasi Produksi Sandal Gunung

dilakukan olch Wardani(l 994) dengan menggunakan metode Linicr Programming

'

dan goal programming yang merupakan studi kasus di perusahaan Boogie Advindo,

Bogor, Jawa Baral. Dari hasil kajian dengan metode Linier Programming pada

penelitian tersebut dapat diketahui bahwa perusahaan belum berproduksi secara

optimal, dan jika perusahaan menerapkan pola optimal maka akan diperoleh

tambahan keuntungan sebesar Rp l l.510,-. Dari penelitian itu juga disimpulkan

bahwa sumberdaya sponge T4 KW, sol karet, dan modal merupakan sumberdaya

yang rnembatasi, sedangkan tenaga ke1ja, lem webbing, sponge T4 AT, sponge Tl 2

B, sponge T6 KW, Sponge T8 AT, dan sponge T6 AT ketersediaannya dalam

(33)

Scmentara dari kajian dcngan metodc goal programming diperoleh hasil

optimal yang lcbih kccil dari basil optimal dengan metode linier programming.

Pcrbcdaan hasil optimal ini discbabknn olch adanya pcrb1xiaan komposisi produk

optimal <lari kcdua mctoda tcrscbut. Kajian goal programming tcrhadap fungsi lujuan

menunjukkan penyimpangan terhadap kendala sasaran diminimumkan. Untuk

prioritas pertama pemenuhan permintaan nilai ketidak tercapainnya adalah sebesar

5.883 pasang, sementara untuk prioritas kedua penyimpangan terhadap pencapaian

keuntungan adalah sebesar Rp 4 832 871 dan ketidak tercapaiannya prioritas ketiga

adalah sebesar 8 322 jam.

Susi (1999), melakukan penelitian dengan judul Optimalisasi Gula Cair dan

Kristal di PT Raya Sugarindo Inti Tasikmalaya, Jawa Barnt. Dalam penelitiannya

Susi membagi tiga data ke clalam kuartal dan melakukan anal.isis post optimal dengan

membuat tiga skenario. Dari hasil penelitiannya tersebut Susi menyimpulkan bahwa

ketersecliaan sumberdaya perusahaan belum menjadi suatu ha! yang kritis.

Dari hasil analisis post optimal yang dilakukan pacla penelitiannya tersebut

dapat diketahui bahwa keuntungan pada skenario I (penambahan kendala permintaan)

mengalami penurunan dibanding clengan versi awal. Sedangkan pacla skenario II

(melakukan peningkatan harga RGL Brix 85 pacla periocle III sebesar Rp 100,-),

keuntungan yang diperoleh perusahaan mengalami peningkatan, pada skenario III,

yaitu penambahan jam tenaga kerja, keuntungan yang diperoleh perusahaan akan

(34)

2.3. Kerangka Pcmikiran Konscptual

Dalam proses rcngolahan kurcl RSS Ji pcrkcbunan Musilanuas uiperlukan

beberapa faktor produksi sererti bahan baku, tenaga kerja, dan barang modal seperti

mesin. Ketcrsediaan faktor-faktor produksi tersebut sangat berpengaruh terhadap

kclancaran proses pcngolahan. Jika salah satu faktor produksi ketersediaannya

lerhambat maka proses pengolahan akan terganggu kelancaran produksinya sehingga

akan menimbulkan kerugian bagi perusahaan. Sementarajika pemakaian swnberdaya

yang berlebihan akan menyebabkan infesiensi biaya sehingga. keuntungan pcrusahaan

tidak rnaksimal.

Dan apabila faktor-faktor produksi yang dirniliki perusahaan banyak tidak

tcrpakai atau rnenganggur, maka perusahaan akan rncnanggung kerugian karena biaya

pcnyimpanan alau perawalan yang lerlalu besar. Oleh karena itu, agar perusahaan

dapat mcrnanraatkan atau mcngclola sumbcrdaya sccarn keseluruhan dalam upaya

mcncapai lingkat keuntungan yang rnaksimal rnaka perusahaan perlu membuat suatu

perencanaan produksi dimana sumberdaya yang ada dialokasikan seoptimal mungkin

dan dapat dijadikan sebagai pedoman pengambilan keputusan perusabaan.

Perencanaan produksi optimal terscbut dapat diperoleh dengan menggunakan

program linier (Linier Programming), oleh karena itu program linier akan

memberikan banyak pemecahan sebagai alternatif pcngambilan keputusan atau

tindakan berikutnya. Program linier dipilih untuk menjawab penyelcsaian atas

permasalaban dalam mengoptimalkan alokasi sumberdaya untuk memaksimumkan

(35)

program linicr akan mcmbcrikan rumusan pcrcncanaan produksi optimal yaitu

kombinasi produksi yang dapat menghasilkan keuntungan maksimum.

Perencanaan produksi optimal tersebut berdasarkan jenis produk dan kendala

keterbatasan sumberdaya yang ada, dirumuskan suatu model produksi optimal dengan

maksud untuk mengetahui kombinasi produk yang dapat memaksimalkan

keuntungan. Dan untuk mengetahuinya akan dilakukan analisis optimal dan akan

mendapatkan keuntungan atau mendatangkan keuntungan maksimal bagi perusahaan,

alokasi pcnggunaan terhadap sumbcrdaya - sumberdaya dan untuk mengetahui selang

kcpckaan dari koefisien fungsi tujuan dan nilai ruas kanan kendala yang akan tetap

mempertahankan solusi optimal dengan parameter lainnya yang dianggap konstan.

Adanya ketidakpastian dalam dunia nyata diantaranya dalam ha! perubahan

harga, perubahan sumberdaya, perubahan permintaan, dan sebagainya, menunjukkan

perlunya dilakukan anaJisis sensitivitas untuk mengetahui bagaimana soJusi optimal

yang akan diperoleh perusahaan jika te1jadi perubahan-perubahan pada kondisi

optimal awal.

Hasil analisis optimal dan analisis sensitivitas tersebut selanjutnya akan

dibandingkan dalam kondisi aktual yang te1jadi di perusahaan, untuk kemudian

dapat dilcntukan apakah kegiatan produksi dan alokasi sunmberdaya yang

dilakukan pcrusahaan sudah optimal atau belum. Jika perusahaan belum

berpr9duksi secara optimal maka dicari alternatif pemecahan masalah terbaik,

sehingga perusahaan dapat mencapai kegiatan produksi yang dapat

(36)

menggunakan bantuan perangkat lunak yaitu dengan program komputer

LINDO ( Linier Interactive and Discrete Optimizer ), dan akan digambarkan

dalam kerangka pemikiran dibawah ini :

Pengolahan

'

Sumber daya terbatas

( baban baku, tenaga kerja,. kapasitas mesin, jam orang kerja,

' permintaan )

Produk akhir

'

Aplikasi Linier

Program1ning

I

Analisis

Analisis

c

Analisis

Primal

Nilai Slack dan

'ensitivitas

I

Dual

I

I

I

L_

_ _ _ _ L _ _ _ _

-- -

I

I

Analisis Post Optimal

.tr

Evaluasi dan

Optimal Dengan Linier

Perencanaan Produksi

Kebijakan

--1>

Programming

Perusahaan

[image:36.595.26.488.69.659.2]
(37)

Penelitian ini dilaksanakan di Unit Usaha Perkebunan Musi Landas PTP

Nusantara VII (Persero ), Sumatera Selatan. Lokasi ini dipilih secara sengaja dengan

pertimbangan bahwa Unit Usaha Musi Landas (MULA) PTP Nusantara VII

(Persero) merupakan perkcbunan karet terbesar di Sumatcra Selatan, penelitian ini

telah di lakukan pada bulan Desember 2004.

3.2. Jenis dim Sumbcr Data

Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Data primer

meliputi data sistcm jam kerja pengolahan, kapasitas mesin, penggunaan bahan baku

dan bahan penolong, serta data pennintaan pasar. Data sekunder meliputi sejarah

berdirinya perusahaan, keadaan umum perusahaan, struktur organisasi perusahaan,

proses dan tingkat produksi, biaya produksi dan hargajual di pasaran.

Data primer diperoleh melalui wawancara secara langsung dengan pihak

terkait, sedangkan data sekunder diperoleh dari laporan atau dokumen perusahaan dan

dari sumber-sumber lain yang relevan dengan penelitian ini. Dan data diambil dari

bulan Januari sampai Desember 2004

3.3. Mctode Pengolahan dan Analisis Data

Pengolahan data dilakukan kualitatif dan kuatitatif. Pengolahan data secara

(38)

itu linier programming terdapat tiga jenis analisis, yaitu analisis primal, analisis

dual, dan analisis sensitivitas.

Model dari linier programming harus terdiri dari 4 komponen, dan komponcn

terscbut adalah :

l. Fungsi tujuan

Dari semua permasalahan yang ada dalam linier programming harus

mencari pemecahan maksimum atau minimum dari suatu jumlah, biasanya yang

dicari adalah memaksimumkan keuntungan dan meminimumkan biaya produksi.

Tujuan tersebut haruslah dinyatakan sccara jelas, baik dalam tulisan ataupun

secara model matematis.

2. Kcndala

Kendala tersebut merupakan jumlah dari pembatas dalam pencapaian tujuan

yang akan dicapai sebuah perusahaan, tujuan dari linier programming adalah dibatasi

oleh beberapa sumberdaya yang terbatas.

3. Adapun alternatif aktivitas

Dengan adanya alternatif aktifitas, maka clengan linier programming akan dicari

suatu kombinasi dari berbagai aktifitas yang memenuhi tujuan yang akan dibatasi.

4. Fungsi tujuan dan fungsi kcndala yang linier

Fungsi clari tujuan kenclala dalam bentuk matematik yang linier atau dalam

bcntuk pcrtidaksarnaan akan mcrnbcrikan kcrnuclahan clan pcmecahan masalah.

Dan sccara um um model clari program I inier (I inier programming) dapat dituliskan

(39)

Fungsi tujuan

n n

Maksimumkan I minimumkan Z =

L: L:

k=l p=l

Ketcrangan :

Z : nilai f'ungsi tujuan

Rkp X kp

R : nilai keuntungan per ton jenis karel (rupiah)

X : kegiatanproduksi suatu jenis gula

k : jenis karct yang diproduksi ( RSS l, RSS ll, RSS Ill dan Cutting A)

p : pcriodc produksi gula ( l, l

fungsi umum kendala sistem adalah : n n

L:

l:

Aklp Xkp <=>Bl, untuk I= RSS f, II, Ill, cutting A k=lp=l

keterangan :

Aklp : koefisien teknologi peubah pengambil keputusan dalam kendala kc -1

Bl : sumber daya ke-1 yang terbatas

Xkp : produksi suatu jenis karet pada periode ke-k

b. Analisis Primal

Analisis ini digunakan untuk mengetahui komposisi produk akhir optimal

yang dapat diproduksi oleh Unit Usaha Musi Landas (MULA).

Dan berdasarkan analisis primal dapat juga diketahui kombinasi produk yang

terbaik dan dapat menghasilkan tujuan ( Z ) yang dimaksimumkan dengan

(40)

aktivitas yang terbaik dan pola operasi pabrik yang dilakukan selama ini, maka dapat

diketahui apakah pola operasi pabrik sudah optimal atau belum.

c. Analisis Nilai Slack dan Dual

Anal isis ini berguna untuk mengetahui penilaian terhadap sumber daya, yaitu

dengan melihat nilai slack atau surplus dan nilai dual atau dual pricenya. Nilai dual

atau harga bayangan (shadow price) menunjukkan perubahan yang akan terjadi pada

fungsi tujuan apabila sumberdaya berubah sebesar satu satuan. Sedangkan jika nilai

slack I surplus sama dengan nol berarti sumberdaya tersebut habis terpakai ( langka)

dan termasuk dalam kendala aktif. Jika nilai slack nya tidak sama dengan no! berarti

sumber daya tersebut dalam jumlah berlebih, dimana angka slack nya menunjukkan

jumlah Jebihnya nilai dual dari suatu sumber daya yang dijadikan pembatas dan

mcrupakan harga bayangan ( shadow price ) dari sumber ternebut.

d. Analisis Scnsitivitas

Analisis sensitivitas sangat penting untuk dilakukan mengingat dalam

kchidupan schari - hari tcrutama dalam sektor pertanian foktor ketidukpastian ini

selalu ada tcrutama pcrubahan harga dan produktivitas, sd1ingga dcngan kajian

tcrscbut dapat dikctahui scjauh mana jawaban optimal tcrscbut dapat diterapkan

apabila エ・セェ。、ゥ@ perubahan dalam parameter yang membangun model. Perubahan

tersebut dapat terjacli karcna ada perubahan pada koefisien fLmgsi tujuan, koefisien

input output, perubahan nilai sebclah kanan model, perubahan fungsi kendala, serta

(41)

3..1. Analisis Post Optimal

Analisis post optimal dilakukan sctclah dicapai suatu penyetesaian optimal

versi awal. Tujuan dari analisis post optimalitas ini adalah untuk mencari kesalahan

dan kelemahan dalam model atau untuk menentukan penduga - penduga yang

penting dan dapat mempcngaruhi solusi optimal pada vcrsi awal. Analisis post

optimal dapat dilakukan dengan beberapa cara diantaranya menambah beberapa

kendala yang dapat mempengaruhi penyelesaian optimal, mengubah koefisien fungsi

tujuan serta mengubah nilai sisi sebelah kanan, hasil dari perubahan -- perubahan

analisis post optimal ini kemudian dibandingkan dengan solusi optimal pada versi

awal tersebut.

Pada penclitian ini dilakukan analisis post optimal sebanyak dua skenario.

Pada skcnario I dilakukan dengan cara menaikkan kendala permintaan.

Skenario 11, dilakukan kenaikkan harga pada koefisien fungsi tujuan

pada X 11, skenario ini dipilih karena banyaknya permintaan untuk RSS I periode

I dan asumsi lain karena adanya persaingan harga dari perusahaan Jain.

Fungsi tujuan berguna untuk mengetahui kombinasi kegiatan yang dilakukan

di perkebunan Musi Landas, seperti biaya pengelolaan bahan baku, dan penjualan

produk jadi yang menghasilkan keuntungan maksimal. Keuntungan yang diperoleh

(42)

3.5. Dcfinisi Operasional

Konsep yang digunakan dalam penelitian m1 secara operasional

didclinisikan scperti dibawah ini :

PTPN VII (Pcrscro) : Pcrusahaan Terbatas Perkebunan Nusantara VII

(Persero ).

Optimalisasi adalah meningkatkan keuntungan dengan menekan biaya

produksi dan menggunakan faktor - faktor produksi yang terbatas seefisien mungkin,

biaya produksi diantaranya biaya pengadaan bahan baku, biaya tenaga kerja

langsung berhubungan dengan prod1·''"' 1..iaya mesin, clan baiya lainnya yang

dikeluarkan untuk proses produksi.

Produksi adalah sebagai suatu kegiatan atau proses yang mentransformasikan

masukan (input) menjadi hasil keluaran (output) yang berupa barang atau jasa

sehingga lebih bermanfaat bagi pemenuhan kebutuhan manusia. Dalam ha! ini

barang yang cliproduksi adalah karet RSS (ribbed smoke sheet).

RSS adalah ribbed smoke sheet yaitu karet alam yang diolah menjadi

lembaran - lembaran karet dan hcrguna hagi manusia.

Program linier adalah salah satu teknik clalam riset opersi yang cligunakan

paling luas clan merupakan metocle matematik untuk mengalokasikan sumberclaya

yang langka untuk mencapai tuj uan perusahaan berupa maksimumkan keuntungan

(43)

Latex adalah karct alam yang merupakan bahan baku untuk pembuatan RSS,

yang bcrasal tanaman karet diantaranya dari kloon GT I, PR 228, PR I 07, PB 260

dan lainnya.

Administratur adalah seseorang yang memimpin pengelolaan di

perkekebunan dalam ruang lingkup tugasnya dan bertanggungjawab kepada direksi.

Sindcr a<lalah kepala bagian yang mempunyai tugas pokok mengelola

pcrkcbunan scsaui clcngan tugasnya clan bertanggung jawab kepada a<lministratur

Mandor aclalah pengawas tenaga ke1ja langsung berhubungan clengan proses

produksi.

Kocfisicn adalah bilangan pokok yang cligunakan pacla perunrnsan model

matematik clalam program linicr.

Fungsi tujuan aclalah fungsi yang mengga.mbarkan tujuan atau sasaran di

clalam permasalahan linier programming yang berkaitan clengan pengaturan secara

optimal sumbcr claya - sumber claya untuk mernperoleh keuntungan maksimal clan

(44)

Perkebunan Musi Landas PTP Nusantara VII (Persero) berlokasi di kecamatan

Banyu Asin III, Kabupaten Banyu Asin dengan lingkungan Desa Air Batu,

Purwosari, rawa Maju, dan Desa Karang Anyar.

Jarak perkebunan dari ibu kota Propinsi Sumatera Selatan (Sumsel) atau

Palembang kurang lebih 20 km dengan rute Palembang - Jambi.

4.2. Sejarah Perusalrnan

Badan usaha perkebunan Musi Landas (MULA) didirikan pada tahun 1926

dengan kornoditi karet oleh pemerintah Belanda, sejalan dengan perkembangan

jaman pacla tahun 1957 dengan clicleklarnsikannya TRIKORA oleh pemerintah

Indonesia, rnaka perusahaan Belanda terkena nasionalisasi.

Selama beracla clibawah status kepemilikan pemerintah RI, perkebunan Musi

Landas (MULA) telah beberapa kali mengalami perubahan status baclan hukum, pacla

pcriodc 1958 - 1969 status baclan hukurn perkebunan Musi Lanclas (MULA) aclalah

PPN Karet IX, dan pacla periode tahun 1969 - 1980 berubah menjadi PNP X, pada

tahun 1980 - 1996 berubah lagi menjadi PTP X (Persero ), kemuclian pada tahun 1996

samapi sekarang PTP X yang acla di Sumatera bagian Selatan cligabung c!an berubah

J

[image:44.595.30.489.77.528.2]
(45)

Perkebunan Musi Landas (MULA) memproduksi komoditi karet yang diolah

menjadi RSS (ribbed smoke sheet), dan produk akhir (end product) tersebut dijual

baik didalam negcri maupun luar ncg,cri (ckspor).

'

4.3. Struktur Organisasi

Perkebunan Musi Landas di p1mpm oleh seorang administratur, dalam

menjalankan tugasnya bertanggung jawab kepada direksi. Adapun tugas inti dari

seorang administratur adalah mengelola perkebunan yang ada dalam ruang lingkup

tugasnya dengan berpedoman pada kebijakan direksi dan kebijaksanaan yang telah

ditetapkan dan RAKP( Rekaputalasi Anggaran Kerja pekerja ) yang telah disahkan,

selain tugas pokok, administraturjuga mempunyai berbagai tugas lainnya yaitu:

1. Mcmbcrikan laporan pcriodik scsuai dcngan pctunjuk - petunjuk.

Mcmantau pclaksanaan program kcrja dan rncngawasi secara langsung staff

person ii

3. Jv1cn1hcrikan laporan - laporan n1anajcn1cn yang dapal n1cnggan1barkan keadaan

scbcnarnya dalam batas waktu yang tclah ditcntukan.

4. Mcnyusun dan membuat RAKP ( Rekaputalasi Anggaran Ke1ja pekerja ) sesuai

dcngan pcdoman kctctapan direksi dan mengawasi pelaksanaannya.

5. Mengusahakan dengan sebaik - baiknya semua prosedur administrasi dan

accounting yang telah ditctapkan.

6. Memberikn saran - saran mengcnai setiap kemungkinan perbaikan untuk

(46)

Ad111inistratur dalam 111cnjalankan tugas - tugasnya tcrscbut dia!as dibantu

oleh sinder kepala, sinder afcleling, sincler tata usaha clan keuangan, sinder umum dan

administrasi,sincler teknik clan penelitian.

Sincler kepala mempunyai tugas pokok mengelola perkebunan yang acla clalam

ruangan lingkup tugasnya clengan berpecloman kepacla kebijakan direksi clan

kebijakan yang telah ditetapkan aclministratur serta RAKP (Rekapitulasi Anggaran

ke1ja pegawai ) yang telah clisahkan. Tugas - tugas lain yang merupakan penjabaran

dari tugas pokok yang clilaksanakan oleh sinder kepala aclalah sebagai berikut :

I. Memimpin para kepala bagian clan mengawasi staf personil bagian kebun

2. Memberikan 111asukan kepacla atasan mengenai setiap usaha peningkatan kerja,

guna mcnekan biaya procluksi.

3. Mclakukan tugas - tugas aclministratur jika aclministratur berhalangan atau ticlak

ada di tempat.

J

4. Menyusun RAKP ( Rekaputalasi Anggaran Kerja pegawai ) clalam bidang

rencana produksi, rencana pemeliharaan kebun, clan jumlah tenaga kerja yang

cliperlukan, sincler kepala dalam melakukan berbagai tugasnya tersebut diatas

tanggung jawab.

Administratur JUga dibantu oleh sincler afdeling yang mempunyai tugas

pokok mengelola bagian kebun yang berada clalam ruang lingkup tugasnya dengan

berpecloman pacla kebijakan direksi.

Selain itu sincler ali:leling juga mempunyai tugas pokok membina clan

(47)

yang sudah ditetapkan. Tugas - tugas selain tugas pokok yang barns dilakukan

oleh sinder afdeling diantaranya adalah :

J. Mcrnbawahi sejumlah bagian pengawas perkebunan.

2. Mercncanakan dan melaksanakan rencana kerja yang telah ditetapkan dalam

RAKP ( Rekaputalasi Anggaran Kc1ja Pegawai ).

3. Mcrnbuat laporan bulanan, rnengisi buku asisten, merneriksa seluruh administrasi

bagian kebun dan menjarnin kcbenaran data - data yang dicantumkan dalam

laporan - laporan yang disampaikan kc kantor induk.

4. Mcrncriksa daf\ar upah dan bertanggung jawab atas kebenaran dari jumlah uang

yang diterima dari bagian kebun.

5. Mengikuti pcd,cmbangan procluksi, pcrneliharaan tanarnan dan selalu

rncngadakan perbaikan - perbaikan yang diperlukan.

Sclain sinder kepala, adminitratur juga dibantu o.leh sinder teknik clan

pengolahan, mempunyai tugas pokok mengelola pabrik, bangunan perusahaan, mesin

·- rnesin pcngolahan, alat - alat transport,clan rneneliti mutu produk yang ada dalam

ruang I ingkup tugasnya clengan berpedoman kepada kebijakan direksi yang telah

clitetapkan.

I. Mcngikuti clan rncngendalikan RAKP ( Rekaputalasi Anggaran Kc1ja Pegawai ).

2. Secara teratur rnengikuti perkembangan mutu karet.

3. Mernelihara bangunan perusahaan, mesin kendaraan dan melakukan perbaikan

(48)

4. Seeara periodik memeriksa laporan yang akan dilaporkan dalam laporan

n11nggt1an.

5. Mengawasi Iangsung terhadap pekerjaan bawahannya supaya dapat menekan

kerusakan, kesalahan, dan penyimpangan produksi serta keselamatan karyawan.

6. pelaksanaan pembayaran upah karyawan harus dilaksanakan oleh sinder teknik

dan penelitian.

Pembantu administratur lainnya adalah sinder tata usaha dan keuangan. Sinder

tata usaha dan keuangan mcmpcnyai tugas poko mengelola administrasi dan

pembukuan yang ada dalam ruang lingkup tugasnya dengan berpedoman kepada

kebija'kan direksi.

Sinder tata usaha dan keuangan mempunyai tugas pokok tersebut diatas, juga

mempunyai tugas - tugas lainnya yaitu :

I. Mengerjakan dan melaksanakan ー・ォ」セェ。。ョ@ - peke1jaan administrasi dan

pembukuan di perkebunan.

2. Mengawasi pembukuan dan administrasi di pcrkebunan secara tidak langsung.

3. Melakukan stock opname uang kas, barang secara rutin ataupun insidentil.

4. Menaati proseclur administrasi yang telah menjadi kebijakan direksi.

Sama ha! nya sindcr - sinder lainnya yang rnematuhi kebijakan yang telah

ditctapkan adaministratur, sindcr umum dun SOM (Sumber Daya Manusia) juga

111cmpunyai tugas pokok mc111bantu clan menjalankan kcbijakan yang telah digariskan

(49)

Dan tugas - tugas sinder umum dan SDM selain tersebut diatas adalah sebagai

berikut :

l. Mcnaati prosedur administrasi yang telah mcnjadi kebijakan direksi.

Mcmcriksa dan mcnyiapkan laporan-laporan mingguan, bulanan, triwulan, dan

tahunan tcpat pada waktunya.

3. Mengawasi keamanan perkebunan dan ruang lingkup perkebunan.

4. mcnjaga hubungan baik clengan bagian - bagia Jain di perkebunan dalam

mclaksanakan tugas dan juga membantu menyempurnakan administrasi pada

semua bagian kebun.

5. Mengawasi perawatan sumber claya perusahaan.

6. Mengawasi kesejahteraan tenaga ke1ja dengan mernberikan keringan biaya pada

karyawan perusahaan serta bertanggungjawab alas asuransi tenaga kerja.

7. membeikan saran - saran kepada aclministratur mengenai usaha -- usaha yang

dapat meningkatkan efisiensi clalam biclang adrninistrasi dan pembukuan di

perkebunan.

8. Menyusun RAKP ( Rekaputalasi Anggaran Kerja Pegawai ).

Sincler urntm1 clan SDM dalam melaksanakan berbagai tugasnya tersebut diatas juga

bertanggung jawab terhadap administratur.

4,4, Kctnnagakcr.iaan

Tenaga kerja yang digunakan pada perkebunan Musi Landas berasal dari

(50)

Landas be1jumlah 893 orang yang terdiri dari 10 orang staff, 772 orang karyawan

bulanan dan 111 kaiyawan harian.

Karyawan bulanan biasanya karyawan yang mcmpunyai jabatan dengan level

mandor, sedangkan kmyawan harian adalah karyawan yang belum diangkat menjadi

karyawan tetap, kmyawan harian dapat diangkat menjadi kmyawan buknan apabila

'

karyawan tersebut dapat bekerja dengan baik dan berprestasi. Selain karyawan

-karyawan tersebut diatas terdapat juga pegawai staff, yaitu para -karyawan mulai dari

level kepala bagian (sinder) sarnpai ke adminitratur.

Hal yang membedakan karyawan bulanan clan karyawan harian tersebut

diantaranya adalah kompensasi yang diterima dari perusahaan, kmyawan harian

mcndapat kornpensasi berupa upah pokok yang dipengaruhi oleh kehadiran,dan

tunjangan, scdangkan kmyawan bulanan rnendapat kompensasi berupa upah pokok,

upah sosial dan bcrbagai lunjangan. Upah sosial yang dilcrima karyawan bulanan

adalah kompensasi yang dibcrikan oleh pcrusahaan alas - alas libur.

Tunjangan-lunjangan yang diberikan pcrusahaan kcpada karyawannya rnelipuli tunjangan

kesehalan, 1unjangan keluarga clan tunjangan hari raya.

Selain kompensasi yang berupa upah clan tunjangan, perkebunan Musi Landas

juga menycdiakan berbagai fasilitas dengan tujuan untuk rneningkatkan kesejahteraan

clan pada akhirnya dapal mcningkalkan prcstasi ke1:ja se1ia loyalitas karyawannya.

Fasililas yang diberikan Perkcbunan Musi Landas adalah sebagai berikut:

I. Tcmpal linggal karyawan alau pcrumahan yang disediakan untuk karyawan staff

(51)

2. Puskesbun dan Rumah sakit yang disediakan untuk karyawan dan keluarga

karyawan.

3. Tempat pendidikan yang terdiri dari TK, SD, SMP Ncgeri untuk anak - anak

karyawan.

4. Tempat beribadah bagi karyawan yang berupa mesjid dan mushola.

5. Kendaraan, yang digunakan untuk karyawan kantor terutama bagi kaiyawan yang

ke luar kebun.

6. Sarana olah raga, berupa Lapangan sepak bola, lapangan voli, dan lapangan bulu

tangkis, yang bertujuan untuk meningkatkan kesehatan jasmani para karyawan

serta penduduk sekitar perkebunan.

7. Peralatan kesenian, berupa rebana untuk menyalurkan hobi dan bakat karyawan.

8. Penggantian biaya kesehatan.

Tenaga kc1ja I karyawan bcrdasarkan tempal kc1janya dapat dibcdakan

menjadi karyawan kantor, karyawan kebun, dan kmyawan pengolahan. Karyawan

kantor beke1ja mulai pada hari senin sampai hari sabtu. Jam kerja hari senin sampai

jumat dimulai dari 07.30 sampai dengan pukul 16.30, sedangkan pada hari sabtu jmn

ke1:ja dimulai pada pukul 07.00 sampai dengan 14.00, dengan waktu istirahat selama

1 jam setiap hari. Pada bagian kebun (khususnya bagian penyadapan ) dan

pengolahan, jumlah hari kerja bersifat non stop, artinya kegiatan penyadapan dan

pengolahan dilakukan setiap hari. Oleh karena itu agar kegiatan penyadapan dan

pcngolahan dapat dilakukan setiap hari maka setiap karyawan tidak memperoleh hari

(52)

Karyawan hagian kcbun tcrutama bagian pcnyadapan mulai bckc1:ja pada jam

05.JO sampai dcngan jam 11.00. Karyawan pcngolahan jam kc1:ja sesuai dengan

jadwal masing - masing pcngolahan. Pada kegiatan pengolahan RSS terdiri dari

beberapa jaclwal yaitu, pukul 12.00 - 18.00 penerimaan clan penggilingan lateks,

pukul 19.00 - 23.00 pengasapan, pukul 07.00 - 12.00 sortasi, dengan waktu istirahat

1 jam.

4.5. Sarana produksi

A. Bahan Balm

Bahan baku yang digunakan Perkebunan Musi Landas dalam memproduksi

karet adalah lateks. Lateks digunakan untuk memproduksi RSS (ribbed smoked

sheet). clan semua bahan baku diperoleh dari perkebunan sendiri.

B. Bahan Penolong

Bahan pcnolong yang digunakan l'c.;rkebunan Musi Landas terdiri dari bahan

penolong pengolahan clan bahan penolong pengepakan, bahan penolong pengolahan

yang digunakan pada pcngolahan RSS (ribbed smoked sheet) adalah asam semut.

Asam semut digunakan untuk membantu proses pembekuan.

Dan bahan penolong pengepakan yang digunakan pada RSS (ribbed smoked

sheet) adalah talk polder, kegunaan bahan pengepakan ini adalah untuk melindungi

bal - bal RSS (ribbed smoked sheet) dari serangan jamur clan mikroorganisme

lainnya. Se lain itu bahan pengepakan terse but juga berguna untuk mencegah bal - bal

RSS (ribbed smoked sheet) agar tidak lengket satu sama Jain.

(53)

4.6. Sarana Pennnjang

Sarana penunjang yang digunakan oleh perkebunan Musi Landas dalam

proses produksinya meliputi berbagai sumber energi seperti air, kayu bakar, dan

lislrik.

1. Air

Air yang digunakan dalam proses pengolahan bersumber dari air tanah yang

terletak di dalarn perkebunan. Di dalam pengolahan, air digunakan pada saat

pengenccran lateks.

2. Kayu Bakar

Kayu bakar merupakan sarana penunjang kegiatan pengolahan yang digunakan

perkebunan Musi Landas untuk proses pengasapan, kayu bakar diperoleh dari

tanaman karet perkebunan sendiri yang ditebang karena dianggap tanaman yang

sudah tidak rnenghasilkan.

3. Listrik

Energi listrik digunakan perusahaan untuk berbagai kegiatan seperti penerangan,

penggunaan peralatan komputcr dan kegiatan pcngolahan. Pada kegiatan

penerangan encrg1 listrik cligunakan untuk menerangi pabrik dan sekitarnya,

sedangkan pada kegiatan pengolahan energi listrik cligunakan untuk

rn,enghidupkan mesin - mesin pengolahan. Energi listrik diperoleh perusahaan

(54)

4. 7. Proses Produksi

Proses pengolahan RSS (ribbed smoked sheet) diawali dengan penerimaan

Iateks kebun ditangki penerimaan, dalam tangki penerimaan, Iateks disaring dengan

saringan ukuran 60 mesh, diukur volumenya dan ditentukan kadar karet keringnya.

Setelah itu lateks dialirkan ke bak - bak pengolahan untuk diencerkan sampai tepat

14 % dengan volume bak 784 liter (tinggi 28 cm), aduk campuran Iateks dengan air

sampai homogen dengan pengaduk sebanyak I 6 kali ( 8 X maju dan 8 X mundur),

kemudian buang busa campuran sampai bersih dan saring dengan menggunakan

saringan tangan 60 mesh kemudian tuangkan larutan asam semut 3 % sebanyak 22

liter per bak dari pangkal hingga uj ung bak agar merata.

Setelah pengadukan dan menghasilkan lateks yang homogen, kemudian

dilakukan pemasangan penyekat pada setiap bak pengolahan selama 3 jam agar

koagulan lateks berbentuk lembaran - Iembaran ( sheet ).

Kemudian isi talang transfer bak koagulasi dan bak pencucian dengan air

bersih sampai penuh, lalu cabut plat penyekat satu per satu sesuai dengan urutan

pengisian lateks. Smnbungkan koagulan dalam bak bagian ujung pinggir alas dan

bawah, naikkan koagulan yang telah tersambung kc talang transfer untuk digiling,

giling koagulan menggunakan sheeter, jika koagulan tebal ulangi pada roll pe1iama.

Lembaran sheet yang keluar dari gilingan dicuci dan dilipat dan dimasukkan dalam

bale pencuci dengan tebal 3 mm.

Lalu lembaran dijemur pada lori satu persatu pada gantungan diatur sama

(55)

disiram dengan air bersih dari atas Jori untuk menghiJangkan sisa serum dan kotoran

yang ada , seteJah disiram dengan air, Jembaran yang tergantung daJam Jori ditiriskan

selama 3 jam, sebelum dimasukkan kedalam kamar asap pada tempat penirisan,

seJama penirisan hindarkan dari sinar matahari.

Setelah ditiriskan Iembaran dikeringkan daJam karnar asap, sebelum proses

pengasapan nyaJakan api pada dapur pengasapan untuk memanaskan suhu kamar

asap. LaJu masukkan Jori yang sudah berisi Jembaran sheet yang sudah ditiriskan

selama 3 jam, atur temperatur kamar asap setiap 2 jam sekali, dan temperatur kamar

asap adalah sebagai berikut :

• Hari I, II, III = 35° c temperatur depan dan 45°c temperatur belakang untuk kamar

no I AB dan III AB.

• Hari IV dan V = 65°c temperatur depan 35°c temperatnr beJakang untuk kamar II

AB.

Dan pada hari ke dua diadakan penggescran Jembaran sheet agar tidak Jcngket.

Lembaran - lembaran karet sheet yng teJah cliasapkan kemudian disotiir dan

klasifikasikan, aclapun penyortirannya clengan menggunakan Jampu TL 20 watt,

Jetakkan Jembaran sheet yang akan disortir diatas meja sortasi, periksa Jembaran clan

Gambar

GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
Tabel 2. Penggunaan Bah an baku lateks per periode per kilogram ................ .46
Gambar 2. Skcma proses produksi pada pcngolahan RSS ........................... 53
Gambar l : Kerangka Pemikiran
+7

Referensi

Dokumen terkait