Auliya Darsra
JURUSAN AGRIBISNIS
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOJLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH
JAKARTA
Sumatera Selatan
Oleh:
Auliya Darsra
100092020298
SKRIPSI
Sebagai Salah Satu Syarat untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pertanian
Fakultas Sains Dan Telmologi
Universitas Islam Negeri SyarifHidayatullah Jakarta
JURUSAN AGRIBISNIS
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
SY ARIF HIDA YATULLAH
JAKARTA
Dengan ini menyatakan bahwa skripsi yang ditulis oleh :
Nama NIM
Program Studi Judul Skripsi
Auliya Darsra 100092020298
Sosial Ekonomi Pertanian
: Optimalisasi Produksi k。ョセエ@ Olahan RSS
(Ribbed Smoke Sheet) Studi Kasus Pada Unit Usaha Musi Landas PTP Nusantara VII (Persero ), Sumatera Selatan.
Dapat diterima sebagai syarat kelulusan untuk memperoleh gelar sarjana pada Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Sains dan Teknologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Jakarta, Menyetujui, Dasen Pembimbing
Mengetahui,
Pembimbing II
Eoy P..aSTP,M.s;
Ketua Jurusan
Ir.
セセ、、ゥョLmm@
VII (Persero) Sumatera Selatan" telah diujikan dan dinyatakan lulus dalam sidang munaqosyah Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta pada hari sabtu 22 Oktober 2005, skripsi ini telah diterima sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana Strata I (SI) pada Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian.
Tim Penguji Penguji I
Jakarta, November 2005
Prof.Dr. H. Aki Bailtaki, M.Sc
Dr. Kushary no, M.MA
Mengetahui, Dekan
Penguji III
ウセ@
Euy Dwiningsih,S.TP,M.Si
Teknologi
STUD! KASUS PADA UNIT USAHA MUSI LANDAS, PTP NUSANTARA VII ( Persero ), SUMA TERA SELA TAN", BENAR- BENAR BASIL KARY A SAY A SEND!Rl YANG BELUM PERNAH DIAJUKAN SEBA GA! SKRIPSI PADA PERGURUAN TINGGI ATAU LEMBAGA MANAPUN.
JAKARTA, OKTOBER
2005
Auliya Darsra
Subsektor Perkebunan memegang peranan penting dalam program pembangunan, khususnya pembangunan sektor pertanian, dan salah satu komoditas yang sejak dulu hingga kini memegang peranan penting adalah komoditas karet, permintaan karet dimasa depan akan berkembang pesat karena pe1tumbuhan industri yang semakin canggih dan rum it, oleh karena itu, agar dapat menikmati keuntungan maksimal, maka produsen karet dituntut untuk dapat meningkatkan efisiensi kegiatan usahanya dengan cara melakukan pengaturan pengelolaan segala kegiatan usaha dan sumberdaya yang dimiliki.
Pcnclitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2004 dan tjuan penclitian ini adalah I) Menganilisis pcnggunaan sumberdaya produksi perusahaan, 2) Untuk menstabilkan produksi perusahaan apabila terjadi perubahan yang tidak diinginkan.
Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder, data primer meliputi data sistem kerja pengolahan, kapasitas mesin, penggunaan bahan baku dan bahan penolong, serta data pennintaan. Dan data sckunder meliputi s"jarah berdirinya pcrusahaan, struktur organisasi pemsahaan, pro<cs dan tingkat produksi, biaya produksi dan harga jual di pasaran. Dan data -darn terscbut diatas diolah dengan menggunakan perangkat hmak LINDO (Linicr
I ntcractive and Discrete Optimizer).
Dalam penelitian ini mcnggunkan program linier yang teroiri dari beberapa analisis, yaitu:
I) Analsis Primal : un!uk mengetahui komposisi produk akhir optimal, 2) Analisis nilai Slack dan dual : untuk mengetahui penilaian terhadap sumberdaya, 3) Analisis Sensitivitas : pcnerapan solusi optimal terhadap perubahan dalam parameter model. 4) Analisis Post optimal : untuk mencari kesalahan dan kelcmahan dalam model. Dengan analisis tersebut dapat dipcrolch optimalisasi produksi.
Pada kondisi aktual pcrusahaan memproduksi semua jenis karet yang terdiri dari RSS L RSS II, RSS Ill, dan Cutting A. Kondisi optimal suatu perusahaan dapat tercapai pada waktu perusahaan mendapat keuntungan yang maksimal dengan memanfaatkan sumberdaya yang ada.
batasan untuk menambah atau mengurangi nilai sisi sebt!lah kanan, dan pada penelitian sebagian besar sumberdaya dapat dinaikkan sampai batasan tak tertentu. Sedangkan untuk penurunannya ada batasan - batasan tertentu.
Setelah semua analisis telah di terapkan maka analisis selanjutnya adalah analisis post optimal, pada penelitian ini akan dilakukan dua skenario, skenario l) akan mengabaikan semua kendala pennintaan dan ini terbukti bahwa perusahaan mendapat kcuntungan lebih besa darisolusi optimlanya yaitu sebesar Rp 8,9 mi lyar sedangkan pada kondisi optima In ya mencapai Rp 2,5 milyar jadi selisih keuntungannya adalah sebesar Rp 6,4 milyar. Dan untuk skenario II) menaikkan harga pada RSS I periode I, dari 6548 menjadi 6648 perkilogramnya dan pada ksmdisi ini perusahaan mendapat keuntungan sebesar Rp 2,58 milyar, sehingga sel isilmya adalah sebesar Rp I 0 juta.
rahrnat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat rnenyelesaikan skripsi ini. Penyusunan skripsi ini merupakan syarat kelulusan untuk mendapatkan gelar saijana perlanian Universitas lslarn Negeri SyarifI-Iiclayatullah Jakarta.
Skripsi ini be1judul "Optimalisasi Procluksi Karct Olahan RSS (Ribbed Smoke Sheet) Studi Kasus Pada Unit Usaha Musi Landas, PTP Nusantara VII (Pcrscro) Sumatera Sclatan",ini disusun dan diajukan penukis sebagai persyaratan unluk rnemperoleh gelar Satjana Perlanian Pada Jurusan Agribisnis, Fakultas Sains dan Tehnologi. Universilas Isalam Negeri" Syarifl-Iidayatullah" Jakarta.
Penulisan ini terselesaikan berkat dukungan-dukungan dari berbagai p1hak. Oleh karena itu, penulis mengucapkan terirna kasih kepada :
I. Kepacla orang tuaku. ibu dan bapak tercinta atas cinta yang tulus dan do'a yang tidak pcnwh putus. cinta clan kasih sayang yang tak kan terbalas, rnoril dan rncllcriil scrta kesabarnn rncnanlikan kclulusan pcnulis.
l\apak Dr. Kusharyono. SE. MM clan Ir. Eny Dwiningsih. M.si sebagai pcrnbimbing skripsi atas kesabaran, bimbingan, saran, kritik dan motivasi schingga rnampu rnenjalani pcnelitian clan menyelesaikan skripsi dengan baik. 3. Bapak Prof. Dr. H. Aki Baihaki, M.Sc Atas kesediaanya menjadi penguji utama
dalam siclang ujian skripsi.
4. Bapak Dr. H. Syopiansyah Jaya Putra, !vl.Sis selaku Dekan Fakullas Sains dan
Teknologi.
5. Bapak Jr. Muclatsir Najamudclin, MM dan Drs. Acep Muhib, MMA selaku Ketua clan Sekretaris Jurusan Sosial Ekonorni Pertanian.
Luthfir yang ticlak henti-hentinya memberikan clukungan clan semangat
"I
Love U all"serta bang Romi clan CPU nya clan teman-teman ku di "Golden I-!ouse"terima kasih atas penginapan gratisnya.I 0.
Teman-teman Agribisnis Hilyati, Afifah, teh Nia, Abang Fadli, Marni Nela danPapi Amy (terima kasih alas supportclan persahabatannya)Mila, jerry, ghofur,
Arman, Erna, Dian, Yusuf, Eli, Ocid, Yati, Dini, Yulis dan teman-teman lainnya yang telah mengisi hari-hari penulis pada masa kuliah.
l l. Ternan-teman Agribisnis lainnya yang tidak clapat clisebutkan satu per satu, maksih atas kebersamaan yang pernah ada, khususunya angkatan 2000.
l 2. Pihak-pihak yang lain yang tidak dapat clisebutkan satu persatu yang telah mernbantu penulis baik langsung maupun ticlak langsung, semoga Allah SWT
mcmbcrikan rahnrnt dan kmunia-Nya. Arniin.
Akhir kata penulis berharap skripsi ini clengan segala keterbatasannya clapat bermanfaat bagi pembaca terutama bagi Perkebunan Gunung Mas clalam menyusun rencana procluksinya.
.Jakarta, Oktober 2005
DAFT AR GAMBAR ... vi
DAFTAR LAMPIRAN ... vi
BAB I. PENDAHULUAN I. I Latar Belakang ... 1
1.2. Perumusan Masalah ... .4
1.3 Tuj uan Peneletian... .. ... 5
1.4. Kegunaan Penelitian ... 5
BAB II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Kerangka Teoritis ... 6
2. 1.1.Karct dan Pcrkembangannya ... 6
2. 1.2. Pabrik Pengolahan Karel ... 9
2.13. Pereneanaan dan Fungsi Produksi .. . .. ... 11
2. 1.4. Tcori Optimalisasi. ... 14
2.2. Penelitian Terdahulu ... 17
2.3. Kcrangaka Pemikiran Konseptual... ... 19
BAB Ill. METODOLOGI PENELITIAN 3. I. Lokasi Penelitian ... 22
3.2. Jen is dan Sumber Data ... 22
3 .3. Metode Pengolahan dan Analisis Data ... 22
3 .3. I. Konsep Dasar . . . .. . .. . . .. . . .. . . .. .. .. . . .. .. . . .. . . .. 23
3.3.2. Analisis Primal ... 25
3.3.3. Analisis Nilai Slack dan Dual ... 26
3.3.4. Analisis Sensitivitas ... 26
3.4. Analisis Post Optimal ... 27
3.5 Definisi Operasional ... 28
[image:11.595.46.436.61.673.2]4.6. Sarana Penunjang ... 39
4.7. Proses Produksi ... .40
BABY. HASIL DAN PEMBAHASAN 5.1. Konsep dan Pengukuran ... .44
5.1. !. Fungsi Tujuan ···""··· .44
5 .1.2. Aktivitas ... .45
5. I .3. Fungsi Kendala ... .45
5.2. Kondisi Optimal Produksi Karet RSS ... 52
5.2. I Analisiis Dual ... 57
5.2.2 Analisis Sensitivitas ... 63
5.3. Anal is is Post Optimal . . .. . .. ... . .. .. . . .. . . .. . .. . ... .. ... 68
BAB VI. Kcsimpulan dan Saran 6.1. Kesimpulan . . .. . .. . .. . .. .. . . .. . . .. . .. . .. . .. . .. . . . .. . . .. . . .. .. .. 70
6.2. Saran ... 72
Tabel 3. Penggunaan bahan penolong per liter ... .47 Tabel 4. Kebutuhan tenaga ke1ja untuk masing - masing jenis karet ... .49 Tabel 5. Ketersecliaan jam mesin ... 51 Tabel 6. Tingkat kegiatan pada kondisi aktual, optimal, serta selisih antara
Nilai aktual clengan optimalnya ... 54 Tabel 7. Nilai slack clan nilai dual kenclala bahan baku dan bahan penolong ... .58 Tabel 8. Nilai salck dan nilai dual kendala mesin ... 60 Tabcl 9. Analisis Sensitivitas koefisien fungsi tujuan ... 62 Tabcl I 0. Analisis Scnsitivitas Kenclala - kendala Pembatas pada bahan baku dan
bahan pcnolong ... 63 Tabel I I. Analisis Scnsitivitas pacla kendala tenaga ke1ja ... 64 Tabcl 12. Analisis Sensitivitas pada kcnclala permintaan ... 65 Tabcl 13. Perbanclingan antara hasil pada kondisi optimal clcngan analisis
[image:13.595.53.433.110.495.2]Lampiran 3. Anal is is Post Optimal Skenario I ... 83
Lampi ran 4. Analisis Post Optimal Skenario II ... 87
Lampiran 5. Peta Lokasi Perkebunan Musi Landas ... 88
Subscktor pcrkcbunan mcmegang peranan yang pcnting dalam program
pcmbangunan, khususnya pcmbangunan scktor pertanian. Subscktor ini menjadi
tempat bagi petani dalam menggantungkan hidupnya sebagai cabang usaha yang
berfungsi menciptakan lapangan kcrja, dan sebagai sumber devisa non migas yang
sangat diharapkan, dan sccara langsung terkait pula dalam usaha pelestarian
sumber daya alam.
Salah satu komoditas yang sejak dulu hingga saat ini memegang peranan
penting seperti tersebut diatas adalah komoditas karet, komoditas ini diusahakan
scbag,1i pcrkcbunan rakyat dan pcrkebunan besar, hal ini menunjukkan bahwa
petani atau pcrkcbunan karct 111cnduduki posisi lerbcsar dalam dunia pcrkarctan
Indonesia.
Dimasa yang akan datang permintaan karet dunia diperkirakan akan tetap
mantap, menurut Burger dan Smith (l 993) dalam Susi (I 999), akan mengalami
peningkatan dengan pertumbuhan kurang lcbih 2,5 % pertahun, sementara di
pasar domestik, walaupun terjadi penurunan permintaan akan karet dimasa
datang diperkirakan akan meningkat lagi, ha! ini diduga akan terjadi karena akan
pulihnya industri ban dan industri-industri pemakai karet lainnya pada saat
perekonomian Indonesia dan negara-negara Asia lainnya mulai pulih kembali.
Masa depan pangsa pasar karet di dunia akan berkembang pesat,
pertumbuhan industri karct merupakan salah satu industri paling rumit dan
sangat diperlukan karcna tanpa karet, kapal, pesawat terbang, mobil, bis dan truk
tidak dapal be1jalan, tidak adanya industri karet maka pertambangan, komunikasi
dan industri pokok bei:jalan kurang elisicn. Dan ncgara pcngimpor karct tcrbcsar
ウセhャャ@ ini aJaJah Cina dan India.
Pertumbuhan industri di Cina yang sangat mengcsankan terutama industri
di bagian otomotif dan perkapalan. Jnduslri tcrscbut telah mcmbuat ncgara ini
membutuhkan komodilas karel dalam jumlah besar. Dan Indonesia berpotensi
meningkatkan ekspor karet dengan merebut pasar di negara tirai bambu, Cina
diperkirakan sampai tahun 2020 akan terus mengalami pertumbuhan, dan
produk karet ini pada tahun 2003 dapat menyumbangkan devisa sebesar
US$ 1,4 milyar dan itu berarti 20 % devisa negara dari ekspor produk pertanian
sedangkan volume produksi karet pada tahun 2003 sebesar 1,8 juta ton, dengan
begitu Indonesia menjadi negara produsen karet kc dua terbesar di dunia.
Indonesia mcmiliki wilayah cukup luas untuk tanaman karet, tetapi
produktivitasnya masih berada dibawah Thailand, untuk saat ini areal karet
Indonesia mencapai sekitar 3,3, juta hektare, 2,6 juta hektare diantaranya lahan
milik petani atau sekitar 80 % clan 7 juta hektare milik perkebunan besar atau
20 %. Dan sebagai pembuktian perhatian pernerintah akan terus mendorong
peningkatan produktivitas lahan dan akan rnembantu program peremajaan
tanaman karet yang sudah tua.
Perkembangan karet clan industri karet dewasa ini luar biasa, masyarakat
modern sekalipun tidak dapat berjalan tnnpa karet, maka peluang ekspor yang
pcngcmbangan areal pcrkcbunan, upaya tcrsebul bcrhasil meningkalkan produksi
karet a lam Indonesia, ha! ini terbukti pada kurun waktu I 995 - 1999 produksi
karet alam Indonesia secara umum mengalami peningkatan dengan tingkat
pe1tumbuhan 3,8 % per tahun.
Menurut Djoehana (I 993) dewasa ini telah ditempuh berbagai upaya oleh
pemerinlah untuk meningkatkan produktivitas tanaman karet, dan upaya yang
dimaksud meliputi :
I. Perluasan areal sekaligus memperbaiki produk karet rakyat serta pendapatan
petani karet dengan proyek perkebunan inti rakyat (PIR - BUN) yang
dilaksanakan diberbagai daerah, sedangkan perusahaan perkebunan besar
sebagai perkebunan inti adalah BUMN (PNP I PTP).
2. Pelaksanaan proyek - proyek intensifikasi, rehabilitasi dan pcrluasan tanaman
karet yang dilaksanakan PRPTE
3..
Pcnyuluhan dan penyebaran tehnologi budi daya karet, dengan caradisebarkannya klon - klon unggul oleh pusat - pusat penelitian perkebunan,
danjuga tehnis budi daya tehnologi pasca panen, dan masih banyak lagi upaya
pcmcrinah untuk meningkatkan usaha perluasan ini.
Dengan meningkatnya permintaan karet alam ini menyumbangkan devisa
negara yang cukup besar, oleh karena itu, agar tetap dapat menikmati keuntungan
bahkan dapat memperoleh keuntungan yang maksimal, maka para produsen karet
alam dituntut untuk dapat meningkatkan efisiensi kegiatan usahanya dengan cara
melakukan pengaturan pengelolaan semua kegiatan usaha dan sumberdaya yang
1.2. Pcrumusan Masalah
Dengan meningkatnya nilai ekspor, maka setiap perusahaan
berlomba - lomba dalam mcmproduksi karel yang bermutu baik agar dapat
ィセイウ。ゥョァ@ di pasar lntcrnasional. dan dalan1 n1c111produksi sctiap perusahaan mempunyai orientasi atau target agar produk yang diproduksi dapat
terjual dan akan menghasilkan keuntungan. Perkembangan produksi karet
di Indonesia hingga kini masih sangat lamban, hasil rata - rata produksi
masih dibawah 400 kg I ha. Padahal perkebunan yang berhasil menjadi
I 500 kg I ha, maka Indonesia harus meningkatkan procluktivitas karet agar
dapat bersaing dengan negara - negara lain dan menjadi prioritas pertama.
PTP Nusantara VII (Persero) Unit Usaha Musi l。ョ、セNウ@ pada
tahun 1998 - 2002 mempunyai kapasitas produksi 8 ton per hari , dan pada
(Persero) tersebut menaikkan kapasitas tahun 2003 PTP Nusantara
produksinya menjadi 12 ton perhari dan hingga saat ini perkebunan
belum dapat memenuhi kapasitas tersebut diatas. Oleh karena itu
penelitian ini akan merumuskan permasalahan sebagai berikut:
I. Apakah penggunaan sumber daya pada PTP Nusantara VII (Persero) Unit
Usaha Musi Landas telah optimal ?
2. Sejauh mana solusi optimal yang dihasilkan dapat diterapkan jika te1jadi
1.3. Tujuan
I. Mcnganalisis pcnggunaan sumber daya produksi perusahaan.
2. Untuk menstabilkan kcadaan pcrusahaan apabila tc1jadi pcrubahan
-perubahan yang tidak diinginkan.
1.4. Kcgunaan Penelitian
I. Mahasiswa I peneliti dapat menerapkan dan mengaplikasikan ilmu riset
operasi dan optimalisasi produksi dalam dunia agribisnis yang nyata, dan
dijadikan pelajaran yang bermanfaat.
2. Perusahaan, diharapkan penelitian ini dapat berguna sebagai acuan dalam
upaya mengoptimalkan penggunaan sumbcrdaya produksi dan
n1c1naksimumkan keuntungan pcrusahaan.
3. Dan untuk Irnlangan akademisi penelitian ini dapat mcmanfaatkan hasil
penelitian sebagai rcferensi tambahan terhadap kasus aplikasi metode
2.1.1. Karct Dan Perkcmbangannya
Karel dalam bahasa latinnya "Hevea", adaiah tanarnan yang tumbuh secara
liar di lembah-lembah sungai Amazone, dan secara traclisional cliambil getahnya oleh
penclucluk setempat untuk cligunakan clalam berbagai keperluan antara Iain sebagai
ala! untuk menyalakan api clan bola untuk permainan.
Setelah tanaman karet berhasil di temukan clan clapat cligunakan untuk
kehiclupan sehari-hari, maka banyak pakar yang tertarik untuk melakukan uji coba
karet. Percobaan penggunaan karet clikembangkan terus menerus, penemuan yang
sangat menentukan tumbuhan karet adalah ditcmukannya cara vulkanisasi
(Vulcu11izatio11 process) nleh seorang ahli kimia i\mcrika, Charles GoodYcar, pada
tahun 1839, pada proses vulkanisasi ini karct dicampur dcngan belerang pada derajat
sulm tertentu, schingga menghasilkan scjcnis produk yang lebih unggul clalam
penggunaan bahan karet murni. Dengan perbaikan dan penyempurnaan yang
terns-menerus, akhirnya menghasilkan berbagai macarn bahan karet mulai dari yang lunak
sarnpai yang kcras.
Dan pernanfaatan karet yang sangat berarti diternukan oleh DUNLOP pada
tahun 1888, yakni diciptakannya ban pompa, pcnemuan ini kernudian disusul oleh
MICHELIN (Prancis) clan GOODRICH (Amerika) dengan menciptakan ban mobil
tahun' 1895,dampak nyata dari penemuan kendaraan mobil adalah permintaan karet
semakin meningkat.
Akibat dari banyaknya permintaan maka muncullah produksi karet rakyat
(smallholders) yang mampu memberikan penawaran yang berjalan sejajar dengan
permintaan. Namun pada akhir talmn 1920-an dan permulaan tahun 1930-an, resesi
ekonomi dunia secara drastis mengurangi pem1intaan karet untuk industti motor dan
akibatnya te1:iadilah kelebihan kapasitas. Karena te1jadi kelebihan kapasitas maka
dibuatlah pe1jaitjian peraturan karet Intemasional (The Intemasinal Rubber
Regulation Agreement) yang 1s1 pokoknya adalah pembatasan ta11aman karet dan
penanaman karet baru.
Sampai mcrtjclang pccah perang dunia II, konsumsi karet dunia belum
mengalami peningkatan yang berarti, dan setelah perang dunia permintaan sedikit
demi scdikit mcngalarni kcnaikkan, dikarenakan adanya peningkatan jumlah
konsurnsi kcndaraan bermotor.
Mcnurut Dr. James J. Spillane ( 1989) tingkat konsumsi pada akhirnya
mcngalami titik jcnuh, pcnurunan yang bcrkesinambungan. Adapun sebab-sebab
tingkat kcjcnuhan konsurnsi karet antara lain adalah :
I. Pcngaruh resesi dunia
2. Berkurangnya arti bahan karet sebagai "bahan strategis" dalam dunia kemiliteran,
karena berubahnya sifat perang yang "nonkonvensional'"(perang nuklir, peluru
3. Mulai jenuhnya tempat parkiran kendaraan bermotor didunia, terutama di
negara-negara industri maju dan kota-kota besar di negara-negara-negara-negara berkembang, dengan
gcjala "dcrelan rnobil lcbih panjang dari padajalanan".
Situasi pcrdagangan karcl alarn sesudah pcrang dunia II diramaikan olch
rnasuknya karet sintelis ke pasar dunia, pada umumnya para ahli rnenyatakan bahwa
limbulnya karet sintetis karena disebabkan pertimbangan politis dan strategis,
terutarna berkaitan real dengan aspekjarninan persediaan karet alarn.
Nanrnn dalarn pernanfaatannya karet alam lebih unggul dan berkualitas baik,
ada Iima sifat karet alam yang tidak dapat dikalahkan atau disarnai oleh karet sintetis
yaitu :
I. Karet alam merniliki daya elaslisitas, atau daya lenting yang sempuma.
2. K'aret al am tidak cepat menjadi panas (low heat build up)
3. Karel alam memiliki plaslisitas yang baik, hingga mudah dalam pengadonannya
4. Karel alam mempunyai daya tahan aus yang tinggi
5. Karel alam mempunyai daya lahan lerhadap keretakan yang tinggi (groove
cracking resistance)
Karena sifal-sifat fisik karet alam yang unggul tersebut, maka pihak industri karet
sintclis bcrusaha rncncari substilusi karet alam .. (Djoehan Selyamidjaja, 1993)
Di Indonesia karct alam merupakan sumber devisa keempat, sebab dalam
kchiclupan sehari-hari masyarakat terganlung dari fungsi karet, karena banyaknya
pcrminlaan akan karel rnaka kepenlingan karet alam dalam perekonomian Indonesia
Karel termasuk komoditi sosial prioritas tinggi, komoditi ini mempunyai
penman stratcgis, tidak sa.ia merupakan sumber pcnghasil devisa utama di sektor
pertanian, tctapi lebih pcnting lagi adalah rangkaian kegiatan produksi karet termasuk
pengolahan dan pemasarannya.karena menciptakan lapangan peke1jaan , karet
merupakan satu-satunya penghasilan.
Usaha perkaretan di Indonesia masih memerlukan banyak tenaga yang mau
membaktikan keahliannya di bidang pengelolahan tanaman, perkebunan, manajemen
perkebunan dan pabrik-pabrik pengolahan karet.
2.1.2. Pabrik Pcngolahan Karct
Tempat proses prnduksi yang biasa discbut pabrik pcrlu dibangun di daerah
yang n:latif baik bagi kepcntingan perusahaan yang bcrtujuan mcrnaksirnumkan
kcuntungan. Pencrnpatan pabrik yang baik dengan sendirinya akan menyumbang
banyak dalarn usaha-usaha mcminirnumkan biaya.
Lctak gcografis suatu pabrik mernpunyai pengaruh terhadap sistem produksi
yang ekonomis karena banyak faktor-faktor yang mempengaruhi letak failitas, dan
yang lebih penting Jetak lokasi tersebut akan mempengaruhi besarnya biaya operasi
maupun biaya kapital.
Dalam Djoehan Setyamidjaja (1993),memilih lokasi pabrik harus
memperhatikan beberapa faktor, diantaranya :
l. Lingkungan masyarakat Kcsediaan masyarakat suatu daerah menerima segala
2. Sumberdaya alam
Biaya produksi akan sangat dipengaruhi oleh tinggi renclahnya harga bahan clasar
dan bahan-bahan lainnya yang cliperlukan didalam proses produksi.
3. Sumber daya manusia
Tersedianya tenaga kerja baik tenaga terclidik ataupun tenaga terlatih yang cukup
banyak merupakan faktor yang penling.
4. Pasar
'
Barang jadi harus dijual baik kepada konsumen yang sangat luas atau konsumen
scbagian kecil.
5. Pengangkutan,Tersedianya fasilitas angkutan yang baik, baik bagi bahan clasar
maupun bagi barang basil produksi yang dimiliki.
6. Pcmbangkit tenaga, Sctiap industri memerlukan tenaga yang mempengaruhi
proses produksi, oleb karena ilu harus diperhatikan tersedianya pembangkit
tenaga yang lebih mudah.
Dari faktor-faktor diatas maka perlu penentuan lokasi pabrik, karena penempatan
pabrik yang salab akan menimbulkan beban clan merugi.
Di dalam industri karel lerdapat 2 subsistem penling yang saling berhubungan
antara satu sarna lainnya clalam proses produksi karet olahan, keclua subsistem
tcrscbut adalah subsistc111 kebun dan pabrik, kcbcrhasilan usaha dari perusahaan karet
akan sangal dipengaruhi oleh kincrja dari masing-masing subsistem tersebut.
Tugas ula111a dari subsistc111 kebun adalab mcnycdiakan lateks karet alam dengan
kebun dilakukan berbagai kcgiatan produk yaitu penanaman, perawatan tanaman,
pemupukkan, penyadapan, pengumpulan hasil sadapan, dan pengangkutan hasil
sad a pan.
Dan didalam subsistem pabrik dilakukan pengolahan terhadap bahan baku
karct akan mcnjadi barang sctengah jadi, bcrbagai kegiatan yang dilakukan di dalam
subsistcm pabrik seperti pcngeccran, pembckuan, penggilingan, pengeringan,
pcndinginan, pcngasapan, sortasi, prcssball, pcngcpakan, penyimpanan dan
lain-lain. Untuk memperlancar proses produksi pengolahan karet alam maka perlu adanya
suatu sinergi diantara subsistem pabrik sebagai pengolah bahan baku dan subsistem
kebun sebagai penyedia bahan baku olahan.
2.1.3 Pcrcncanaan chm Fungsi Produksi
Secara umum procluksi diartikan sebagai suatu kegiatan atau proses
yang mcntransformasikan masukan (input) mer\jadi basil keJuaran (output)
yang berupa barang atau jasa. Rangkaian masukan -· konvcrsi - keluaran
tersebut juga merupakan cara untuk mengkonseptualisasikan sistem produksi
yang climulai dengan unit terkecil dari kegiatan procluksi, yaitu clisebut
operasi. Suatu operasi merupakan langkah te1tentu dalam keseluruhan proses
yang mcnghasilkan produk atau jasa yang mcmbawa kepada keluaran akhir
(Assauri, 1993).
Menurut Henderson dalam Susi (1999) , semua faktor produksi dapat
l. Bahan mentah, termasuk didalamnya tanah dan sumberdaya.
2. Tenaga kerja
3, Modal, termasuk semua peralatan produksi dan bangunan.
4. Kcmampuan berusaha (entrepreneurial ability), kemampuan yang
dimiliki
seorang pengusaha unutk dapat mengelola produksi dan menanggung segala
resiko yang ada.
Menurut Handoko (1999), manajemen produksi merupakan usaha-usaha
pengelolaan secara optimal penggunaan sumberdaya-sumberdaya ( disebut
faktor-faktor produksi), tenaga kerja, mesin-mesin, peralatan, bahan mentah dan sebagainya,
dalam proses transformasi bahan mentah dan tenaga kerja menjadi berbagai macam
produk atau jasa.
Pacla intinya tujuan bcrproduksi aclalah menghasilkan barang-barang
danjasa-.1nsa scsuai dcngan kchcndak konsumcn dalam hal jumlah, kualita, harga serta
waktunya.
Dan clalam produksi dipcrlukan pcrcncanaan produksi, percncanaan produksi
rncnurnt ProL Dr. Sukanto ( ! 992) mcmcgang pcranan pcnting dalam :
I. Mcncntukan ltijuan-tujuan
2. lntcgrasi tujuan
3. Pcnga\vasan
Ketiga unsur diatas sangat penting, agar segala kegiatan produksi dapat berjalan
secara efektif clan efisicn, dengan adanya tujuan-tujuan maka perusahaan dapat
tcrscbui harus discsuaikan dcngan faklor-Caktor induslri scrla kekualan-kckuatan yang
dimiliki pcrusahaan.
Dan Fungsi produksi menggambarkan sebuah hubungan fisik input-output.
Dan hubungan-hubungan tersebut dapat digambarkan melalui tabel, grafik, atau
diagram, dan melalui persamaan aljabar. Secara simbolik fungsi produksi dapat
ditulis sebagai berikut:
Y=f(X 1,X2,X3, ... ,Xn)
Dimana Y adalah output yang dihasilkan dan simbol "f' menuqjukkan bentuk
hubungan transformasi produksi input menjadi output sedangkan Xl sampai dengan
Xn adalah sejumlah input yang digunakan dalam kegiatan produksi.
Dari fungsi produksi tersebut diatas maka dapat diketahui bahwa output yang
clihasilkan secara fisik sangat clipengaruhi oleh jumlah input yang digunakan, dalam
ha! ini output sebagai variabel depenclen merespon setiap perubahan input sebagai
variabel indcpendennya.
Dalam tcori procluksi kctika produk marjinal lebih besar dari produk rata-rata
maka kegiatan produksi secara ekonomi tidak rasional karena input-input belum
digunakan secara efisicn, jadi scbenarnya tingkat produksi masih dapat ditingkatkan
dengan melakukan penambahan penggunaan input.
Dan apabila produk mmjinal lebih kccil dari produk rata-rata tapi masih lebih
besar dari no!, maka rasional bagi kegiatan produksi karena pada keadaan
ini
kegiatan2.1.4. Tcori Optimalisasi
Mcnurut Nascndi dan Anwar (1985) optimalisasi adalah proses untuk
mendapatkan gugus kondisi yang diperlukan agar mendapatkan basil yang terbaik
dalam situasi tertentu. Dengan pendekatan normative dapat diketalmi babwa
optimalisasi mengidentifikasikan penyelesaian terbaik suatu masalah yang diarahkan
pada tujuan maksimisasi atau minimisasi melalui fungsi tujuan. Memaksimumkan
nilai atau keuntungan yang dihasilkan dari proses produksi atau untuk
meminimurnkan biaya yang dikeluarkan dalam proses produksi dengan
memperhatikan kendala-kendala yang berada diluar jangkauan pelaku kegiatan,
rnerupakan tujuan dilakukannya optirnalisasi. Oleh karena itu dalam upaya
pcncapaian tersebut. kegiatan produksi selalu berusaha untuk mengalokasikan sumber
daya yang tcrbatas diantara bcrbagai kegiatan yang saling bersaing (Buffa dan
Sarin. I 9%).
Dan optirnalisasi rnenurut Hiller dan lieberum dalam susi (1999), adalah
ilmunya hal-hal yang paling puncak, rnalcsud dari pernyataan tersebut adalah suatu
pendekatan normative dengan mengidentifikasikan penyelasaian terbaik dari suatu
permasalahan yang diarahkan pada titik maksimal atau minimal suatu tujuan.
Operation Research berusaha rnenetapkan arah tindakan terbaik (optimum)
dari sebuah masalah pengambilan keputusan dibawah pembatasan sumber daya.
Dengan dernikian operation research adalah sebuah tehnik pemecahan rnasalah yang
Secara umum jenis persoalan optimalisasi meliputi optimalisasi tanpa kendala
dan optimalisasi dengan kendala. Dalam optimalisasi tanpa kendala, faktor-faktor
yang menjadi kendala terhadap fungsi tujuan diabaikan sehingga dalam menentukan
nilai maksimum atau minimum tidak terdapat batasan untuk berbagai pilihan yang
terseclia. Pacla kasus yang ticlak clibatasi, konclisi order pertama menyatakan bahwa
setiap kegiatan yang berkonlribusi terhaclap sasaran pelaku ekonomi harus
clitingkatkan sampai titik climana kontribusi marjinal clari peningkatan lebih lanjut
aclalah no!. Dalam istilah matematis konclisi order pertama untuk sebuah optimum
mengharuskan semua derivatifparsial sama clengan no! (Nicholson, 1994) .
Pada optimalisasi clengan kenclala, faktor-faktor yang menjacli pada
fungsi tujuan, cliperhatikan clan turut menentukan titik maksimum clan minimum
fungsi tujuan. Supranto (1983) menyatakan bahwa optimalisasi clengan kenclala
pacla clasarnya merupakan persoa 1enentukan nilai variabel-variabel suatu
fungsi menjacli maksimum atau minimum clengan memperhatikan
keterbatasan-keterbatasan yang acla. Keterbatasan itu biasanya meliputi semua faktor produksi
yang cligunakan clalam proses procluksi sepe1ti tenga kerja, uang, dan material
yang merupakan input serta waktu clan ruang.
• Metocle pemrograman linier merupakan metocle yang cligunakan untuk
memecahkan masalah optimalisasi berkenclala climana semua fungsi baik tujuan
maupun fungsi kenclala merupakan fungsi linier. Metode ini juga sering
cligunakan untuk memccahkan suatu permasalahan karena pada dunia nyata
fungsi laba atau biaya secara tepat tetapi hanya mampu memperkirakan
beberapa bagian darinya dengan garis lurus. Oleh karena itu, metode ini
rclatif lebih banyak digunakan sebagai alat untuk pemecahan masalah optimalisasi
bcrkendala pada dunia.
Menurut Taha (1996), tahapan utama yang harus dilakukan untuk
mclakukan studi tentang operation research mencakup :
I. Definisi masalah
Dalam dclinisi masalah ada tiga aspck yang harus dipcrhatikan, deskripsi
tcnlang sasaran a tau tuj uan dari studi terse but, identifikasi alternatif keputusan
sistem tersebut, dan pengenalan tentang keterbatasan, batasan dan pemyataan
system tcrscbut.
2. Pengembangan model,Model yang dipilih harus sesuai dan mewakili system
yang bersangkutan, serta harus menyatakan ekspresi kuantitatif dari tujuan dan
batasan masalah dalam bentuk variabcl keputusan.
3. Pemecahan model
Dalam model matematis, pemecahan masalah dicapai dengan menggunakan
tchnik-telmik optimalisasi yang diidentifikasikan dengan baik dan menghasilkan
scbuah pemccahan yang optimal.
4. Pengujian keabsahan model
Umumnya model yang dipakai untuk menguji keashan model adalah dengan
mcmbandingkan kinerjanya dengan data masa lalu yang tersedia untuk sistem
5. Implementasi hasil akhir
Pada tahap akhir ini, hasil operasi hams diterjemahkan oleh peneliti secara
terpcrinci serta dibcrikan dalam bentuk yang mudah dimengerti oleh pihak yang
mengatur dan mengoperasikan sistem yang direkomendasikan tersebut.
Salah satu tehnik optimalisasi yang dapat dipakai untuk menyelesaikan
masalah optimalisasi berkendala adalah tehnik linier programming, baik secara
manual maupun dengan bantuan komputer untuk menghasilkan solusi yang cepat dan
akurat bagi para praktisi manajemen perusahaan
2.2. Pcnclitinn Terdahulu
Penelitian mengenai optimalisasi produksi telah banyak dilakukan,
diantaranya adalah Wardani (1994) dan Susi (1998).
Pcnelitian yang be1judul kajian Optimalisasi Produksi Sandal Gunung
dilakukan olch Wardani(l 994) dengan menggunakan metode Linicr Programming
'
dan goal programming yang merupakan studi kasus di perusahaan Boogie Advindo,
Bogor, Jawa Baral. Dari hasil kajian dengan metode Linier Programming pada
penelitian tersebut dapat diketahui bahwa perusahaan belum berproduksi secara
optimal, dan jika perusahaan menerapkan pola optimal maka akan diperoleh
tambahan keuntungan sebesar Rp l l.510,-. Dari penelitian itu juga disimpulkan
bahwa sumberdaya sponge T4 KW, sol karet, dan modal merupakan sumberdaya
yang rnembatasi, sedangkan tenaga ke1ja, lem webbing, sponge T4 AT, sponge Tl 2
B, sponge T6 KW, Sponge T8 AT, dan sponge T6 AT ketersediaannya dalam
Scmentara dari kajian dcngan metodc goal programming diperoleh hasil
optimal yang lcbih kccil dari basil optimal dengan metode linier programming.
Pcrbcdaan hasil optimal ini discbabknn olch adanya pcrb1xiaan komposisi produk
optimal <lari kcdua mctoda tcrscbut. Kajian goal programming tcrhadap fungsi lujuan
menunjukkan penyimpangan terhadap kendala sasaran diminimumkan. Untuk
prioritas pertama pemenuhan permintaan nilai ketidak tercapainnya adalah sebesar
5.883 pasang, sementara untuk prioritas kedua penyimpangan terhadap pencapaian
keuntungan adalah sebesar Rp 4 832 871 dan ketidak tercapaiannya prioritas ketiga
adalah sebesar 8 322 jam.
Susi (1999), melakukan penelitian dengan judul Optimalisasi Gula Cair dan
Kristal di PT Raya Sugarindo Inti Tasikmalaya, Jawa Barnt. Dalam penelitiannya
Susi membagi tiga data ke clalam kuartal dan melakukan anal.isis post optimal dengan
membuat tiga skenario. Dari hasil penelitiannya tersebut Susi menyimpulkan bahwa
ketersecliaan sumberdaya perusahaan belum menjadi suatu ha! yang kritis.
Dari hasil analisis post optimal yang dilakukan pacla penelitiannya tersebut
dapat diketahui bahwa keuntungan pada skenario I (penambahan kendala permintaan)
mengalami penurunan dibanding clengan versi awal. Sedangkan pacla skenario II
(melakukan peningkatan harga RGL Brix 85 pacla periocle III sebesar Rp 100,-),
keuntungan yang diperoleh perusahaan mengalami peningkatan, pada skenario III,
yaitu penambahan jam tenaga kerja, keuntungan yang diperoleh perusahaan akan
2.3. Kerangka Pcmikiran Konscptual
Dalam proses rcngolahan kurcl RSS Ji pcrkcbunan Musilanuas uiperlukan
beberapa faktor produksi sererti bahan baku, tenaga kerja, dan barang modal seperti
mesin. Ketcrsediaan faktor-faktor produksi tersebut sangat berpengaruh terhadap
kclancaran proses pcngolahan. Jika salah satu faktor produksi ketersediaannya
lerhambat maka proses pengolahan akan terganggu kelancaran produksinya sehingga
akan menimbulkan kerugian bagi perusahaan. Sementarajika pemakaian swnberdaya
yang berlebihan akan menyebabkan infesiensi biaya sehingga. keuntungan pcrusahaan
tidak rnaksimal.
Dan apabila faktor-faktor produksi yang dirniliki perusahaan banyak tidak
tcrpakai atau rnenganggur, maka perusahaan akan rncnanggung kerugian karena biaya
pcnyimpanan alau perawalan yang lerlalu besar. Oleh karena itu, agar perusahaan
dapat mcrnanraatkan atau mcngclola sumbcrdaya sccarn keseluruhan dalam upaya
mcncapai lingkat keuntungan yang rnaksimal rnaka perusahaan perlu membuat suatu
perencanaan produksi dimana sumberdaya yang ada dialokasikan seoptimal mungkin
dan dapat dijadikan sebagai pedoman pengambilan keputusan perusabaan.
Perencanaan produksi optimal terscbut dapat diperoleh dengan menggunakan
program linier (Linier Programming), oleh karena itu program linier akan
memberikan banyak pemecahan sebagai alternatif pcngambilan keputusan atau
tindakan berikutnya. Program linier dipilih untuk menjawab penyelcsaian atas
permasalaban dalam mengoptimalkan alokasi sumberdaya untuk memaksimumkan
program linicr akan mcmbcrikan rumusan pcrcncanaan produksi optimal yaitu
kombinasi produksi yang dapat menghasilkan keuntungan maksimum.
Perencanaan produksi optimal tersebut berdasarkan jenis produk dan kendala
keterbatasan sumberdaya yang ada, dirumuskan suatu model produksi optimal dengan
maksud untuk mengetahui kombinasi produk yang dapat memaksimalkan
keuntungan. Dan untuk mengetahuinya akan dilakukan analisis optimal dan akan
mendapatkan keuntungan atau mendatangkan keuntungan maksimal bagi perusahaan,
alokasi pcnggunaan terhadap sumbcrdaya - sumberdaya dan untuk mengetahui selang
kcpckaan dari koefisien fungsi tujuan dan nilai ruas kanan kendala yang akan tetap
mempertahankan solusi optimal dengan parameter lainnya yang dianggap konstan.
Adanya ketidakpastian dalam dunia nyata diantaranya dalam ha! perubahan
harga, perubahan sumberdaya, perubahan permintaan, dan sebagainya, menunjukkan
perlunya dilakukan anaJisis sensitivitas untuk mengetahui bagaimana soJusi optimal
yang akan diperoleh perusahaan jika te1jadi perubahan-perubahan pada kondisi
optimal awal.
Hasil analisis optimal dan analisis sensitivitas tersebut selanjutnya akan
dibandingkan dalam kondisi aktual yang te1jadi di perusahaan, untuk kemudian
dapat dilcntukan apakah kegiatan produksi dan alokasi sunmberdaya yang
dilakukan pcrusahaan sudah optimal atau belum. Jika perusahaan belum
berpr9duksi secara optimal maka dicari alternatif pemecahan masalah terbaik,
sehingga perusahaan dapat mencapai kegiatan produksi yang dapat
menggunakan bantuan perangkat lunak yaitu dengan program komputer
LINDO ( Linier Interactive and Discrete Optimizer ), dan akan digambarkan
dalam kerangka pemikiran dibawah ini :
Pengolahan
'
Sumber daya terbatas( baban baku, tenaga kerja,. kapasitas mesin, jam orang kerja,
' permintaan )
Produk akhir
'
Aplikasi Linier
Program1ning
I
Analisis
Analisis
c
Analisis
Primal
Nilai Slack dan
'ensitivitas
I
Dual
I
II
L_
_ _ _ _ L _ _ _ _
-- -
I
I
Analisis Post Optimal
.tr
Evaluasi dan
Optimal Dengan Linier
Perencanaan Produksi
Kebijakan
--1>
Programming
Perusahaan
[image:36.595.26.488.69.659.2]Penelitian ini dilaksanakan di Unit Usaha Perkebunan Musi Landas PTP
Nusantara VII (Persero ), Sumatera Selatan. Lokasi ini dipilih secara sengaja dengan
pertimbangan bahwa Unit Usaha Musi Landas (MULA) PTP Nusantara VII
(Persero) merupakan perkcbunan karet terbesar di Sumatcra Selatan, penelitian ini
telah di lakukan pada bulan Desember 2004.
3.2. Jenis dim Sumbcr Data
Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Data primer
meliputi data sistcm jam kerja pengolahan, kapasitas mesin, penggunaan bahan baku
dan bahan penolong, serta data pennintaan pasar. Data sekunder meliputi sejarah
berdirinya perusahaan, keadaan umum perusahaan, struktur organisasi perusahaan,
proses dan tingkat produksi, biaya produksi dan hargajual di pasaran.
Data primer diperoleh melalui wawancara secara langsung dengan pihak
terkait, sedangkan data sekunder diperoleh dari laporan atau dokumen perusahaan dan
dari sumber-sumber lain yang relevan dengan penelitian ini. Dan data diambil dari
bulan Januari sampai Desember 2004
3.3. Mctode Pengolahan dan Analisis Data
Pengolahan data dilakukan kualitatif dan kuatitatif. Pengolahan data secara
itu linier programming terdapat tiga jenis analisis, yaitu analisis primal, analisis
dual, dan analisis sensitivitas.
Model dari linier programming harus terdiri dari 4 komponen, dan komponcn
terscbut adalah :
l. Fungsi tujuan
Dari semua permasalahan yang ada dalam linier programming harus
mencari pemecahan maksimum atau minimum dari suatu jumlah, biasanya yang
dicari adalah memaksimumkan keuntungan dan meminimumkan biaya produksi.
Tujuan tersebut haruslah dinyatakan sccara jelas, baik dalam tulisan ataupun
secara model matematis.
2. Kcndala
Kendala tersebut merupakan jumlah dari pembatas dalam pencapaian tujuan
yang akan dicapai sebuah perusahaan, tujuan dari linier programming adalah dibatasi
oleh beberapa sumberdaya yang terbatas.
3. Adapun alternatif aktivitas
Dengan adanya alternatif aktifitas, maka clengan linier programming akan dicari
suatu kombinasi dari berbagai aktifitas yang memenuhi tujuan yang akan dibatasi.
4. Fungsi tujuan dan fungsi kcndala yang linier
Fungsi clari tujuan kenclala dalam bentuk matematik yang linier atau dalam
bcntuk pcrtidaksarnaan akan mcrnbcrikan kcrnuclahan clan pcmecahan masalah.
Dan sccara um um model clari program I inier (I inier programming) dapat dituliskan
Fungsi tujuan
n n
Maksimumkan I minimumkan Z =
L: L:
k=l p=l
Ketcrangan :
Z : nilai f'ungsi tujuan
Rkp X kp
R : nilai keuntungan per ton jenis karel (rupiah)
X : kegiatanproduksi suatu jenis gula
k : jenis karct yang diproduksi ( RSS l, RSS ll, RSS Ill dan Cutting A)
p : pcriodc produksi gula ( l, l
fungsi umum kendala sistem adalah : n n
L:
l:
Aklp Xkp <=>Bl, untuk I= RSS f, II, Ill, cutting A k=lp=lketerangan :
Aklp : koefisien teknologi peubah pengambil keputusan dalam kendala kc -1
Bl : sumber daya ke-1 yang terbatas
Xkp : produksi suatu jenis karet pada periode ke-k
b. Analisis Primal
Analisis ini digunakan untuk mengetahui komposisi produk akhir optimal
yang dapat diproduksi oleh Unit Usaha Musi Landas (MULA).
Dan berdasarkan analisis primal dapat juga diketahui kombinasi produk yang
terbaik dan dapat menghasilkan tujuan ( Z ) yang dimaksimumkan dengan
aktivitas yang terbaik dan pola operasi pabrik yang dilakukan selama ini, maka dapat
diketahui apakah pola operasi pabrik sudah optimal atau belum.
c. Analisis Nilai Slack dan Dual
Anal isis ini berguna untuk mengetahui penilaian terhadap sumber daya, yaitu
dengan melihat nilai slack atau surplus dan nilai dual atau dual pricenya. Nilai dual
atau harga bayangan (shadow price) menunjukkan perubahan yang akan terjadi pada
fungsi tujuan apabila sumberdaya berubah sebesar satu satuan. Sedangkan jika nilai
slack I surplus sama dengan nol berarti sumberdaya tersebut habis terpakai ( langka)
dan termasuk dalam kendala aktif. Jika nilai slack nya tidak sama dengan no! berarti
sumber daya tersebut dalam jumlah berlebih, dimana angka slack nya menunjukkan
jumlah Jebihnya nilai dual dari suatu sumber daya yang dijadikan pembatas dan
mcrupakan harga bayangan ( shadow price ) dari sumber ternebut.
d. Analisis Scnsitivitas
Analisis sensitivitas sangat penting untuk dilakukan mengingat dalam
kchidupan schari - hari tcrutama dalam sektor pertanian foktor ketidukpastian ini
selalu ada tcrutama pcrubahan harga dan produktivitas, sd1ingga dcngan kajian
tcrscbut dapat dikctahui scjauh mana jawaban optimal tcrscbut dapat diterapkan
apabila エ・セェ。、ゥ@ perubahan dalam parameter yang membangun model. Perubahan
tersebut dapat terjacli karcna ada perubahan pada koefisien fLmgsi tujuan, koefisien
input output, perubahan nilai sebclah kanan model, perubahan fungsi kendala, serta
3..1. Analisis Post Optimal
Analisis post optimal dilakukan sctclah dicapai suatu penyetesaian optimal
versi awal. Tujuan dari analisis post optimalitas ini adalah untuk mencari kesalahan
dan kelemahan dalam model atau untuk menentukan penduga - penduga yang
penting dan dapat mempcngaruhi solusi optimal pada vcrsi awal. Analisis post
optimal dapat dilakukan dengan beberapa cara diantaranya menambah beberapa
kendala yang dapat mempengaruhi penyelesaian optimal, mengubah koefisien fungsi
tujuan serta mengubah nilai sisi sebelah kanan, hasil dari perubahan -- perubahan
analisis post optimal ini kemudian dibandingkan dengan solusi optimal pada versi
awal tersebut.
Pada penclitian ini dilakukan analisis post optimal sebanyak dua skenario.
Pada skcnario I dilakukan dengan cara menaikkan kendala permintaan.
Skenario 11, dilakukan kenaikkan harga pada koefisien fungsi tujuan
pada X 11, skenario ini dipilih karena banyaknya permintaan untuk RSS I periode
I dan asumsi lain karena adanya persaingan harga dari perusahaan Jain.
Fungsi tujuan berguna untuk mengetahui kombinasi kegiatan yang dilakukan
di perkebunan Musi Landas, seperti biaya pengelolaan bahan baku, dan penjualan
produk jadi yang menghasilkan keuntungan maksimal. Keuntungan yang diperoleh
3.5. Dcfinisi Operasional
Konsep yang digunakan dalam penelitian m1 secara operasional
didclinisikan scperti dibawah ini :
PTPN VII (Pcrscro) : Pcrusahaan Terbatas Perkebunan Nusantara VII
(Persero ).
Optimalisasi adalah meningkatkan keuntungan dengan menekan biaya
produksi dan menggunakan faktor - faktor produksi yang terbatas seefisien mungkin,
biaya produksi diantaranya biaya pengadaan bahan baku, biaya tenaga kerja
langsung berhubungan dengan prod1·''"' 1..iaya mesin, clan baiya lainnya yang
dikeluarkan untuk proses produksi.
Produksi adalah sebagai suatu kegiatan atau proses yang mentransformasikan
masukan (input) menjadi hasil keluaran (output) yang berupa barang atau jasa
sehingga lebih bermanfaat bagi pemenuhan kebutuhan manusia. Dalam ha! ini
barang yang cliproduksi adalah karet RSS (ribbed smoke sheet).
RSS adalah ribbed smoke sheet yaitu karet alam yang diolah menjadi
lembaran - lembaran karet dan hcrguna hagi manusia.
Program linier adalah salah satu teknik clalam riset opersi yang cligunakan
paling luas clan merupakan metocle matematik untuk mengalokasikan sumberclaya
yang langka untuk mencapai tuj uan perusahaan berupa maksimumkan keuntungan
Latex adalah karct alam yang merupakan bahan baku untuk pembuatan RSS,
yang bcrasal tanaman karet diantaranya dari kloon GT I, PR 228, PR I 07, PB 260
dan lainnya.
Administratur adalah seseorang yang memimpin pengelolaan di
perkekebunan dalam ruang lingkup tugasnya dan bertanggungjawab kepada direksi.
Sindcr a<lalah kepala bagian yang mempunyai tugas pokok mengelola
pcrkcbunan scsaui clcngan tugasnya clan bertanggung jawab kepada a<lministratur
Mandor aclalah pengawas tenaga ke1ja langsung berhubungan clengan proses
produksi.
Kocfisicn adalah bilangan pokok yang cligunakan pacla perunrnsan model
matematik clalam program linicr.
Fungsi tujuan aclalah fungsi yang mengga.mbarkan tujuan atau sasaran di
clalam permasalahan linier programming yang berkaitan clengan pengaturan secara
optimal sumbcr claya - sumber claya untuk mernperoleh keuntungan maksimal clan
Perkebunan Musi Landas PTP Nusantara VII (Persero) berlokasi di kecamatan
Banyu Asin III, Kabupaten Banyu Asin dengan lingkungan Desa Air Batu,
Purwosari, rawa Maju, dan Desa Karang Anyar.
Jarak perkebunan dari ibu kota Propinsi Sumatera Selatan (Sumsel) atau
Palembang kurang lebih 20 km dengan rute Palembang - Jambi.
4.2. Sejarah Perusalrnan
Badan usaha perkebunan Musi Landas (MULA) didirikan pada tahun 1926
dengan kornoditi karet oleh pemerintah Belanda, sejalan dengan perkembangan
jaman pacla tahun 1957 dengan clicleklarnsikannya TRIKORA oleh pemerintah
Indonesia, rnaka perusahaan Belanda terkena nasionalisasi.
Selama beracla clibawah status kepemilikan pemerintah RI, perkebunan Musi
Landas (MULA) telah beberapa kali mengalami perubahan status baclan hukum, pacla
pcriodc 1958 - 1969 status baclan hukurn perkebunan Musi Lanclas (MULA) aclalah
PPN Karet IX, dan pacla periode tahun 1969 - 1980 berubah menjadi PNP X, pada
tahun 1980 - 1996 berubah lagi menjadi PTP X (Persero ), kemuclian pada tahun 1996
samapi sekarang PTP X yang acla di Sumatera bagian Selatan cligabung c!an berubah
J
[image:44.595.30.489.77.528.2]Perkebunan Musi Landas (MULA) memproduksi komoditi karet yang diolah
menjadi RSS (ribbed smoke sheet), dan produk akhir (end product) tersebut dijual
baik didalam negcri maupun luar ncg,cri (ckspor).
'
4.3. Struktur Organisasi
Perkebunan Musi Landas di p1mpm oleh seorang administratur, dalam
menjalankan tugasnya bertanggung jawab kepada direksi. Adapun tugas inti dari
seorang administratur adalah mengelola perkebunan yang ada dalam ruang lingkup
tugasnya dengan berpedoman pada kebijakan direksi dan kebijaksanaan yang telah
ditetapkan dan RAKP( Rekaputalasi Anggaran Kerja pekerja ) yang telah disahkan,
selain tugas pokok, administraturjuga mempunyai berbagai tugas lainnya yaitu:
1. Mcmbcrikan laporan pcriodik scsuai dcngan pctunjuk - petunjuk.
Mcmantau pclaksanaan program kcrja dan rncngawasi secara langsung staff
person ii
3. Jv1cn1hcrikan laporan - laporan n1anajcn1cn yang dapal n1cnggan1barkan keadaan
scbcnarnya dalam batas waktu yang tclah ditcntukan.
4. Mcnyusun dan membuat RAKP ( Rekaputalasi Anggaran Ke1ja pekerja ) sesuai
dcngan pcdoman kctctapan direksi dan mengawasi pelaksanaannya.
5. Mengusahakan dengan sebaik - baiknya semua prosedur administrasi dan
accounting yang telah ditctapkan.
6. Memberikn saran - saran mengcnai setiap kemungkinan perbaikan untuk
Ad111inistratur dalam 111cnjalankan tugas - tugasnya tcrscbut dia!as dibantu
oleh sinder kepala, sinder afcleling, sincler tata usaha clan keuangan, sinder umum dan
administrasi,sincler teknik clan penelitian.
Sincler kepala mempunyai tugas pokok mengelola perkebunan yang acla clalam
ruangan lingkup tugasnya clengan berpecloman kepacla kebijakan direksi clan
kebijakan yang telah ditetapkan aclministratur serta RAKP (Rekapitulasi Anggaran
ke1ja pegawai ) yang telah clisahkan. Tugas - tugas lain yang merupakan penjabaran
dari tugas pokok yang clilaksanakan oleh sinder kepala aclalah sebagai berikut :
I. Memimpin para kepala bagian clan mengawasi staf personil bagian kebun
2. Memberikan 111asukan kepacla atasan mengenai setiap usaha peningkatan kerja,
guna mcnekan biaya procluksi.
3. Mclakukan tugas - tugas aclministratur jika aclministratur berhalangan atau ticlak
ada di tempat.
J
4. Menyusun RAKP ( Rekaputalasi Anggaran Kerja pegawai ) clalam bidang
rencana produksi, rencana pemeliharaan kebun, clan jumlah tenaga kerja yang
cliperlukan, sincler kepala dalam melakukan berbagai tugasnya tersebut diatas
tanggung jawab.
Administratur JUga dibantu oleh sincler afdeling yang mempunyai tugas
pokok mengelola bagian kebun yang berada clalam ruang lingkup tugasnya dengan
berpecloman pacla kebijakan direksi.
Selain itu sincler ali:leling juga mempunyai tugas pokok membina clan
yang sudah ditetapkan. Tugas - tugas selain tugas pokok yang barns dilakukan
oleh sinder afdeling diantaranya adalah :
J. Mcrnbawahi sejumlah bagian pengawas perkebunan.
2. Mercncanakan dan melaksanakan rencana kerja yang telah ditetapkan dalam
RAKP ( Rekaputalasi Anggaran Kc1ja Pegawai ).
3. Mcrnbuat laporan bulanan, rnengisi buku asisten, merneriksa seluruh administrasi
bagian kebun dan menjarnin kcbenaran data - data yang dicantumkan dalam
laporan - laporan yang disampaikan kc kantor induk.
4. Mcrncriksa daf\ar upah dan bertanggung jawab atas kebenaran dari jumlah uang
yang diterima dari bagian kebun.
5. Mengikuti pcd,cmbangan procluksi, pcrneliharaan tanarnan dan selalu
rncngadakan perbaikan - perbaikan yang diperlukan.
Sclain sinder kepala, adminitratur juga dibantu o.leh sinder teknik clan
pengolahan, mempunyai tugas pokok mengelola pabrik, bangunan perusahaan, mesin
·- rnesin pcngolahan, alat - alat transport,clan rneneliti mutu produk yang ada dalam
ruang I ingkup tugasnya clengan berpedoman kepada kebijakan direksi yang telah
clitetapkan.
I. Mcngikuti clan rncngendalikan RAKP ( Rekaputalasi Anggaran Kc1ja Pegawai ).
2. Secara teratur rnengikuti perkembangan mutu karet.
3. Mernelihara bangunan perusahaan, mesin kendaraan dan melakukan perbaikan
4. Seeara periodik memeriksa laporan yang akan dilaporkan dalam laporan
n11nggt1an.
5. Mengawasi Iangsung terhadap pekerjaan bawahannya supaya dapat menekan
kerusakan, kesalahan, dan penyimpangan produksi serta keselamatan karyawan.
6. pelaksanaan pembayaran upah karyawan harus dilaksanakan oleh sinder teknik
dan penelitian.
Pembantu administratur lainnya adalah sinder tata usaha dan keuangan. Sinder
tata usaha dan keuangan mcmpcnyai tugas poko mengelola administrasi dan
pembukuan yang ada dalam ruang lingkup tugasnya dengan berpedoman kepada
kebija'kan direksi.
Sinder tata usaha dan keuangan mempunyai tugas pokok tersebut diatas, juga
mempunyai tugas - tugas lainnya yaitu :
I. Mengerjakan dan melaksanakan ー・ォ」セェ。。ョ@ - peke1jaan administrasi dan
pembukuan di perkebunan.
2. Mengawasi pembukuan dan administrasi di pcrkebunan secara tidak langsung.
3. Melakukan stock opname uang kas, barang secara rutin ataupun insidentil.
4. Menaati proseclur administrasi yang telah menjadi kebijakan direksi.
Sama ha! nya sindcr - sinder lainnya yang rnematuhi kebijakan yang telah
ditctapkan adaministratur, sindcr umum dun SOM (Sumber Daya Manusia) juga
111cmpunyai tugas pokok mc111bantu clan menjalankan kcbijakan yang telah digariskan
Dan tugas - tugas sinder umum dan SDM selain tersebut diatas adalah sebagai
berikut :
l. Mcnaati prosedur administrasi yang telah mcnjadi kebijakan direksi.
Mcmcriksa dan mcnyiapkan laporan-laporan mingguan, bulanan, triwulan, dan
tahunan tcpat pada waktunya.
3. Mengawasi keamanan perkebunan dan ruang lingkup perkebunan.
4. mcnjaga hubungan baik clengan bagian - bagia Jain di perkebunan dalam
mclaksanakan tugas dan juga membantu menyempurnakan administrasi pada
semua bagian kebun.
5. Mengawasi perawatan sumber claya perusahaan.
6. Mengawasi kesejahteraan tenaga ke1ja dengan mernberikan keringan biaya pada
karyawan perusahaan serta bertanggungjawab alas asuransi tenaga kerja.
7. membeikan saran - saran kepada aclministratur mengenai usaha -- usaha yang
dapat meningkatkan efisiensi clalam biclang adrninistrasi dan pembukuan di
perkebunan.
8. Menyusun RAKP ( Rekaputalasi Anggaran Kerja Pegawai ).
Sincler urntm1 clan SDM dalam melaksanakan berbagai tugasnya tersebut diatas juga
bertanggung jawab terhadap administratur.
4,4, Kctnnagakcr.iaan
Tenaga kerja yang digunakan pada perkebunan Musi Landas berasal dari
Landas be1jumlah 893 orang yang terdiri dari 10 orang staff, 772 orang karyawan
bulanan dan 111 kaiyawan harian.
Karyawan bulanan biasanya karyawan yang mcmpunyai jabatan dengan level
mandor, sedangkan kmyawan harian adalah karyawan yang belum diangkat menjadi
karyawan tetap, kmyawan harian dapat diangkat menjadi kmyawan buknan apabila
'
karyawan tersebut dapat bekerja dengan baik dan berprestasi. Selain karyawan
-karyawan tersebut diatas terdapat juga pegawai staff, yaitu para -karyawan mulai dari
level kepala bagian (sinder) sarnpai ke adminitratur.
Hal yang membedakan karyawan bulanan clan karyawan harian tersebut
diantaranya adalah kompensasi yang diterima dari perusahaan, kmyawan harian
mcndapat kornpensasi berupa upah pokok yang dipengaruhi oleh kehadiran,dan
tunjangan, scdangkan kmyawan bulanan rnendapat kompensasi berupa upah pokok,
upah sosial dan bcrbagai lunjangan. Upah sosial yang dilcrima karyawan bulanan
adalah kompensasi yang dibcrikan oleh pcrusahaan alas - alas libur.
Tunjangan-lunjangan yang diberikan pcrusahaan kcpada karyawannya rnelipuli tunjangan
kesehalan, 1unjangan keluarga clan tunjangan hari raya.
Selain kompensasi yang berupa upah clan tunjangan, perkebunan Musi Landas
juga menycdiakan berbagai fasilitas dengan tujuan untuk rneningkatkan kesejahteraan
clan pada akhirnya dapal mcningkalkan prcstasi ke1:ja se1ia loyalitas karyawannya.
Fasililas yang diberikan Perkcbunan Musi Landas adalah sebagai berikut:
I. Tcmpal linggal karyawan alau pcrumahan yang disediakan untuk karyawan staff
2. Puskesbun dan Rumah sakit yang disediakan untuk karyawan dan keluarga
karyawan.
3. Tempat pendidikan yang terdiri dari TK, SD, SMP Ncgeri untuk anak - anak
karyawan.
4. Tempat beribadah bagi karyawan yang berupa mesjid dan mushola.
5. Kendaraan, yang digunakan untuk karyawan kantor terutama bagi kaiyawan yang
ke luar kebun.
6. Sarana olah raga, berupa Lapangan sepak bola, lapangan voli, dan lapangan bulu
tangkis, yang bertujuan untuk meningkatkan kesehatan jasmani para karyawan
serta penduduk sekitar perkebunan.
7. Peralatan kesenian, berupa rebana untuk menyalurkan hobi dan bakat karyawan.
8. Penggantian biaya kesehatan.
Tenaga kc1ja I karyawan bcrdasarkan tempal kc1janya dapat dibcdakan
menjadi karyawan kantor, karyawan kebun, dan kmyawan pengolahan. Karyawan
kantor beke1ja mulai pada hari senin sampai hari sabtu. Jam kerja hari senin sampai
jumat dimulai dari 07.30 sampai dengan pukul 16.30, sedangkan pada hari sabtu jmn
ke1:ja dimulai pada pukul 07.00 sampai dengan 14.00, dengan waktu istirahat selama
1 jam setiap hari. Pada bagian kebun (khususnya bagian penyadapan ) dan
pengolahan, jumlah hari kerja bersifat non stop, artinya kegiatan penyadapan dan
pengolahan dilakukan setiap hari. Oleh karena itu agar kegiatan penyadapan dan
pcngolahan dapat dilakukan setiap hari maka setiap karyawan tidak memperoleh hari
Karyawan hagian kcbun tcrutama bagian pcnyadapan mulai bckc1:ja pada jam
05.JO sampai dcngan jam 11.00. Karyawan pcngolahan jam kc1:ja sesuai dengan
jadwal masing - masing pcngolahan. Pada kegiatan pengolahan RSS terdiri dari
beberapa jaclwal yaitu, pukul 12.00 - 18.00 penerimaan clan penggilingan lateks,
pukul 19.00 - 23.00 pengasapan, pukul 07.00 - 12.00 sortasi, dengan waktu istirahat
1 jam.
4.5. Sarana produksi
A. Bahan Balm
Bahan baku yang digunakan Perkebunan Musi Landas dalam memproduksi
karet adalah lateks. Lateks digunakan untuk memproduksi RSS (ribbed smoked
sheet). clan semua bahan baku diperoleh dari perkebunan sendiri.
B. Bahan Penolong
Bahan pcnolong yang digunakan l'c.;rkebunan Musi Landas terdiri dari bahan
penolong pengolahan clan bahan penolong pengepakan, bahan penolong pengolahan
yang digunakan pada pcngolahan RSS (ribbed smoked sheet) adalah asam semut.
Asam semut digunakan untuk membantu proses pembekuan.
Dan bahan penolong pengepakan yang digunakan pada RSS (ribbed smoked
sheet) adalah talk polder, kegunaan bahan pengepakan ini adalah untuk melindungi
bal - bal RSS (ribbed smoked sheet) dari serangan jamur clan mikroorganisme
lainnya. Se lain itu bahan pengepakan terse but juga berguna untuk mencegah bal - bal
RSS (ribbed smoked sheet) agar tidak lengket satu sama Jain.
4.6. Sarana Pennnjang
Sarana penunjang yang digunakan oleh perkebunan Musi Landas dalam
proses produksinya meliputi berbagai sumber energi seperti air, kayu bakar, dan
lislrik.
1. Air
Air yang digunakan dalam proses pengolahan bersumber dari air tanah yang
terletak di dalarn perkebunan. Di dalam pengolahan, air digunakan pada saat
pengenccran lateks.
2. Kayu Bakar
Kayu bakar merupakan sarana penunjang kegiatan pengolahan yang digunakan
perkebunan Musi Landas untuk proses pengasapan, kayu bakar diperoleh dari
tanaman karet perkebunan sendiri yang ditebang karena dianggap tanaman yang
sudah tidak rnenghasilkan.
3. Listrik
Energi listrik digunakan perusahaan untuk berbagai kegiatan seperti penerangan,
penggunaan peralatan komputcr dan kegiatan pcngolahan. Pada kegiatan
penerangan encrg1 listrik cligunakan untuk menerangi pabrik dan sekitarnya,
sedangkan pada kegiatan pengolahan energi listrik cligunakan untuk
rn,enghidupkan mesin - mesin pengolahan. Energi listrik diperoleh perusahaan
4. 7. Proses Produksi
Proses pengolahan RSS (ribbed smoked sheet) diawali dengan penerimaan
Iateks kebun ditangki penerimaan, dalam tangki penerimaan, Iateks disaring dengan
saringan ukuran 60 mesh, diukur volumenya dan ditentukan kadar karet keringnya.
Setelah itu lateks dialirkan ke bak - bak pengolahan untuk diencerkan sampai tepat
14 % dengan volume bak 784 liter (tinggi 28 cm), aduk campuran Iateks dengan air
sampai homogen dengan pengaduk sebanyak I 6 kali ( 8 X maju dan 8 X mundur),
kemudian buang busa campuran sampai bersih dan saring dengan menggunakan
saringan tangan 60 mesh kemudian tuangkan larutan asam semut 3 % sebanyak 22
liter per bak dari pangkal hingga uj ung bak agar merata.
Setelah pengadukan dan menghasilkan lateks yang homogen, kemudian
dilakukan pemasangan penyekat pada setiap bak pengolahan selama 3 jam agar
koagulan lateks berbentuk lembaran - Iembaran ( sheet ).
Kemudian isi talang transfer bak koagulasi dan bak pencucian dengan air
bersih sampai penuh, lalu cabut plat penyekat satu per satu sesuai dengan urutan
pengisian lateks. Smnbungkan koagulan dalam bak bagian ujung pinggir alas dan
bawah, naikkan koagulan yang telah tersambung kc talang transfer untuk digiling,
giling koagulan menggunakan sheeter, jika koagulan tebal ulangi pada roll pe1iama.
Lembaran sheet yang keluar dari gilingan dicuci dan dilipat dan dimasukkan dalam
bale pencuci dengan tebal 3 mm.
Lalu lembaran dijemur pada lori satu persatu pada gantungan diatur sama
disiram dengan air bersih dari atas Jori untuk menghiJangkan sisa serum dan kotoran
yang ada , seteJah disiram dengan air, Jembaran yang tergantung daJam Jori ditiriskan
selama 3 jam, sebelum dimasukkan kedalam kamar asap pada tempat penirisan,
seJama penirisan hindarkan dari sinar matahari.
Setelah ditiriskan Iembaran dikeringkan daJam karnar asap, sebelum proses
pengasapan nyaJakan api pada dapur pengasapan untuk memanaskan suhu kamar
asap. LaJu masukkan Jori yang sudah berisi Jembaran sheet yang sudah ditiriskan
selama 3 jam, atur temperatur kamar asap setiap 2 jam sekali, dan temperatur kamar
asap adalah sebagai berikut :
• Hari I, II, III = 35° c temperatur depan dan 45°c temperatur belakang untuk kamar
no I AB dan III AB.
• Hari IV dan V = 65°c temperatur depan 35°c temperatnr beJakang untuk kamar II
AB.
Dan pada hari ke dua diadakan penggescran Jembaran sheet agar tidak Jcngket.
Lembaran - lembaran karet sheet yng teJah cliasapkan kemudian disotiir dan
klasifikasikan, aclapun penyortirannya clengan menggunakan Jampu TL 20 watt,
Jetakkan Jembaran sheet yang akan disortir diatas meja sortasi, periksa Jembaran clan