• Tidak ada hasil yang ditemukan

Implementasi Pemikiran Zainuddin Al-Malibari Terhadap Praktik Qadha da Fidyah Shalat di Keluruhan Cibadak Kecamatan Tanah Sareal Kota Bogor

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Implementasi Pemikiran Zainuddin Al-Malibari Terhadap Praktik Qadha da Fidyah Shalat di Keluruhan Cibadak Kecamatan Tanah Sareal Kota Bogor"

Copied!
84
0
0

Teks penuh

  • Penulis:
    • Dely Fadli
  • Pengajar:
    • Dr. H. Yayan Sopyan, S.H, M.A, M.H
  • Sekolah: Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
  • Mata Pelajaran: Perbandingan Mazhab
  • Topik: Implementasi Pemikiran Zainuddin Al-Malibari Terhadap Praktik Qadha dan Fidyah Shalat di Kelurahan Cibadak Kecamatan Tanah Sareal Kota Bogor
  • Tipe: skripsi
  • Tahun: 2016
  • Kota: Jakarta

I. PENDAHULUAN

Bagian ini memberikan latar belakang mengenai pentingnya shalat dalam agama Islam dan tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaannya. Penulis menjelaskan bahwa shalat adalah kewajiban yang harus dilaksanakan oleh setiap Muslim, namun terdapat dispensasi bagi mereka yang tidak dapat melaksanakannya karena sakit atau keadaan tertentu. Penjelasan mengenai qadha dan fidyah sebagai alternatif bagi mereka yang meninggalkan shalat menjadi fokus utama, serta perdebatan di kalangan ulama mengenai pelaksanaan fidyah shalat.

1.1 Latar Belakang Masalah

Latar belakang menjelaskan pentingnya shalat dan tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaannya. Penulis menekankan bahwa shalat tidak hanya kewajiban, tetapi juga merupakan aspek penting dalam kehidupan sosial dan spiritual umat Islam, serta menjelaskan dispensasi yang diberikan kepada orang yang tidak dapat melaksanakan shalat.

1.2 Identifikasi Masalah

Bagian ini mengidentifikasi beberapa pertanyaan kunci yang menjadi fokus penelitian, termasuk alasan masyarakat Cibadak membayar fidyah, dasar hukum yang mendasarinya, serta relevansi praktik tersebut dengan pendapat Zainuddin al-Malibari. Identifikasi ini penting untuk memahami konteks dan tujuan penelitian.

1.3 Tujuan dan Manfaat Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami praktik fidyah di masyarakat Cibadak dan bagaimana hal itu berhubungan dengan pandangan Zainuddin al-Malibari. Manfaat penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru mengenai hukum Islam dan praktik keagamaan di masyarakat, serta menjadi referensi untuk penelitian selanjutnya.

1.4 Metode Penelitian

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode observasi dan wawancara mendalam untuk mengumpulkan data. Penulis menjelaskan jenis data yang digunakan, termasuk data primer, sekunder, dan tersier, serta teknik analisis yang diterapkan untuk mendapatkan kesimpulan yang valid.

II. SEKILAS TENTANG KITAB FATHUL MU’IN

Bab ini membahas kitab Fathul Mu'in, karya Zainuddin al-Malibari, dan relevansinya dalam konteks hukum Islam di Indonesia. Penulis menjelaskan sejarah penulisan kitab ini, serta bagaimana kitab ini menjadi referensi penting dalam studi fiqih, khususnya di kalangan pesantren. Penjelasan tentang isi kitab dan pandangan Zainuddin mengenai shalat dan fidyah juga disertakan.

2.1 Kajian Teori

Kajian teori membahas kearifan budaya lokal dan bagaimana kebudayaan mempengaruhi praktik keagamaan. Penulis menekankan pentingnya memahami konteks budaya dalam menerapkan hukum Islam, terutama dalam hal fidyah dan qadha shalat.

2.2 Biografi Zainuddin Al-Malibari

Biografi Zainuddin al-Malibari memberikan gambaran tentang latar belakang, pendidikan, dan kontribusinya dalam dunia fiqih. Penulis menjelaskan bagaimana pengalaman hidup dan pendidikan Zainuddin membentuk pandangannya terhadap praktik keagamaan.

2.3 Karya-karya Syaikh Zainuddin Al-Malibari

Bagian ini menguraikan beberapa karya penting Zainuddin al-Malibari, termasuk Fathul Mu'in dan relevansinya dalam studi hukum Islam. Penulis menunjukkan bagaimana karya-karya ini menjadi acuan dalam pengajaran fiqih di Indonesia.

2.4 Kitab Fathul Muin

Penjelasan mendalam mengenai kitab Fathul Mu'in, termasuk struktur, isi, dan pendekatan yang diambil oleh Zainuddin dalam menulis kitab ini. Penulis juga membahas pengaruh kitab ini dalam praktik keagamaan di kalangan masyarakat Muslim di Indonesia.

III. DESKRIPSI UMUM TENTANG KELURAHAN CIBADAK

Bab ini memberikan gambaran umum tentang kondisi geografi, sosial, dan kultural masyarakat Kelurahan Cibadak. Penulis menjelaskan peran ulama dalam masyarakat dan bagaimana kitab kuning, khususnya Fathul Mu'in, digunakan dalam pengajaran dan fatwa. Penekanan pada kehidupan beragama masyarakat Cibadak memberikan konteks yang penting untuk memahami praktik fidyah yang dilakukan.

3.1 Kondisi Geografi dan Sosial Kultural

Deskripsi mengenai kondisi geografis dan sosial budaya masyarakat Cibadak memberikan latar belakang penting untuk memahami praktik keagamaan mereka. Penulis menjelaskan karakteristik masyarakat dan bagaimana hal ini mempengaruhi pelaksanaan ibadah.

3.2 Peran Ulama Bagi Masyarakat Kelurahan Cibadak

Peran ulama dalam membimbing masyarakat dalam praktik keagamaan sangat penting. Penulis menjelaskan bagaimana ulama menjadi rujukan bagi masyarakat dalam memahami hukum Islam, termasuk dalam hal fidyah dan qadha shalat.

3.3 Kedudukan Kitab Kuning dalam Pengkajian dan Fatwa Ulama di Cibadak

Bagian ini membahas posisi kitab kuning, terutama Fathul Mu'in, dalam pengajaran fiqih di Cibadak. Penulis menunjukkan bagaimana kitab ini digunakan sebagai rujukan dalam fatwa dan pengajaran di kalangan ulama.

3.4 Pemakaian Kitab Fathul Muin di dalam Bermuamalah di Masyarakat Kelurahan Cibadak

Penjelasan mengenai bagaimana kitab Fathul Mu'in diterapkan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Cibadak, terutama dalam konteks muamalah dan praktik ibadah. Penulis menunjukkan relevansi kitab ini dalam mengatur kehidupan sosial masyarakat.

IV. ANALISIS PEMBAYARAN FIDYAH SHALAT DI KELURAHAN CIBADAK

Bab ini menganalisis praktik pembayaran fidyah shalat di Kelurahan Cibadak, termasuk adat istiadat yang mengelilinginya. Penulis menjelaskan bagaimana masyarakat memahami dan melaksanakan fidyah sebagai pengganti shalat yang ditinggalkan, serta faktor-faktor yang mempengaruhi praktik ini.

4.1 Adat Istiadat

Penjelasan mengenai adat istiadat yang mengelilingi praktik fidyah di Cibadak. Penulis menunjukkan bagaimana tradisi lokal mempengaruhi cara masyarakat melaksanakan fidyah dan bagaimana hal ini berintegrasi dengan ajaran Islam.

4.2 Analisis Pembayaran Fidyah Shalat di Kelurahan Cibadak

Analisis mendalam mengenai bagaimana masyarakat Cibadak melakukan pembayaran fidyah shalat. Penulis mengeksplorasi alasan di balik praktik ini dan bagaimana hal itu berhubungan dengan pandangan Zainuddin al-Malibari.

4.3 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pelaksanaan Fidyah

Bagian ini membahas berbagai faktor yang mempengaruhi pelaksanaan fidyah di Cibadak, termasuk faktor sosial, ekonomi, dan budaya. Penulis menunjukkan bagaimana faktor-faktor ini berkontribusi pada cara masyarakat memahami dan melaksanakan fidyah.

V. PENUTUP

Bab penutup menyajikan kesimpulan dari penelitian ini, menjawab rumusan masalah yang telah diajukan, serta memberikan saran untuk perbaikan di masa depan. Penulis menekankan pentingnya pemahaman yang lebih baik mengenai fidyah dan praktik keagamaan di masyarakat, serta perlunya penelitian lebih lanjut dalam bidang ini.

5.1 Kesimpulan

Kesimpulan merangkum temuan utama penelitian mengenai praktik fidyah di Cibadak dan relevansinya dengan pendapat Zainuddin al-Malibari. Penulis menekankan bahwa fidyah tidak sepenuhnya menggantikan shalat, tetapi berfungsi sebagai penambah pahala.

5.2 Saran-Saran

Bagian ini memberikan saran untuk pengembangan praktik keagamaan di masyarakat, termasuk perlunya edukasi lebih lanjut mengenai fidyah dan qadha shalat. Penulis juga mendorong penelitian lebih lanjut untuk memahami lebih dalam mengenai praktik keagamaan di Indonesia.

Referensi Dokumen

  • Fiqh Ibadah ( A. Rahman Rotiga, Zainuddin )
  • Kompilasi Hukum Islam di Indonesia ( Abdurahman )
  • Shahih Muslim, Juz I ( Abu Husein Muslim al-Hajjaj )
  • Hukum Adat Dalam Tanya Jawab ( A. Ridwan Halim )
  • Menjawab Persoalan Fiqh Ibadah ( Ahmad Zubaidi dkk )

Gambar

Tabel 1.1.
Tabel 1.3.

Referensi

Dokumen terkait