• Tidak ada hasil yang ditemukan

EVALUASI PERENCANAAN PROYEK PADA PERUMAHAN THE IRISH GARDEN TIPE 36/84 OLEH CV. PALM HARMONY

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "EVALUASI PERENCANAAN PROYEK PADA PERUMAHAN THE IRISH GARDEN TIPE 36/84 OLEH CV. PALM HARMONY"

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

iii

EVALUASI PERENCANAAN PROYEK PADA PERUMAHAN

THE IRISH GARDEN TIPE 36/84 OLEH CV. PALM

HARMONY

SKRIPSI

Oleh Januar Arifianto 201010160311404

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG

(2)
(3)

v

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wr. Wb

Segala Puji dan syukur penulis ucapkan atas kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat serta hidayah-Nya kepada penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini tepat pada waktunya. Tidak lupa penulis juga haturkan Shalawat dan salam serta terimakasih yang tak terhingga dan akan selalu tercurahkan kepada pembaik peradaban dunia dengan kemuliaan akhlak dan hatinya, beliaulah junjungan kita baginda Rasul Muhammad SAW, beserta keluarga, dan para sahabat beliau dalam memperjuangkan islam.

Skripsi yang berjudul “Evaluasi Perencanaan Proyek Pada Perumahan The Irish Garden Tipe 36/84 Oleh CV Palm Harmony” disusun dengan tujuan untuk memenuhi serta melengkapi syarat memperoleh gelar Kesarjanaan di bidang Ekonomi, program studi Manajemen pada Universitas Muhammadiyah Malang.

Skripsi ini tidak akan terselesaikan tanpa adanya bantuan serta dukungan dari berbagai pihak. pada kesempatan ini penulis ingin menyampaikan penghargaan dan ucapan terimakasih kepada :

(4)

vi

2. Dr. Marsudi, M.M., selaku Ketua Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Muhammadiyah Malang atas kebijakan dalam penyusunan mata kuliah sesuai konsentrasi penjurusan.

3. Dra. Hj. Triningsih Sri S, M.P dan Drs. Sri Joko, M.M., selaku dosen pembimbing yang telah meluangkan waktu dan penuh kesabaran memberikan pengarahan, saran serta dukungan hingga skripsi ini bisa terselesaikan dengan baik.

4. Ibu Ida S.E., yang telah memberikan kesempatan kepada penulis untuk melaksanakan penelitian guna mendapatkan informasi hingga terselesaikan skripsi ini.

5. Ayah dan Ibu tercinta, Bapak Syamsul Ma’arif dan Ibu Suciati yang selalu senantiasa memberikan dukungan moril dan materil yang setiap saat selalu memberikan perhatian serta semangat sehingga dapat terus meningkatkan prestasi..

6. Iskandar Zukarnaen, Ricca Rahmarani kakak-kakak tersayang yang selalu memberikan motivasi serta memberikan berbagai dukungan agar selalu giat dalam perkuliahan.

7. Athagani Hakim dan Raline kedua keponakan tersayang yang selalu memberikan canda tawanya.

(5)

vii

9. Teman-teman Bachelor Syamsul, Fergie, Saddam, Yandi, Taufik, Zakiah, Kasiraghi, Dayat, Imam, Gembil, Lukmen, Indra, Iqbal, dan Mas Ari yang telah memberikan dukungan dalam penyelesaian skripsi serta menjadi tempat sharing di berbagai bidang.

10. Teman-teman di kota Pasuruan, Icang, Memen, Wahyu, Dwi, Rijal, Badori, Bledug, Bogel, Adhip yang memberikan doa, canda tawa dan semangat hingga terselesaikan skripsi ini.

11. Teman-teman Program Studi Manajemen Universitas Muhammadiyah Malang yang bersedia memberikan semangat untuk menunjang penyelesaian skripsi ini.

Semoga semua pihak-pihak yang telah memberikan dukungan dan bantuan dalam penulisan skripsi ini mendapatkan balasan yang setimpal dan limpahan rahmat dari Allah SWT.

Penulis menyadari bahwa penulisan skripsi ini jauh dari kesempurnaan. Hal tersebut karena keterbatasan kemampuan yang dimiliki penulis sehingga kritik dan saran diharapkan guna membangun kesempurnaan skripsi ini. Semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi penulis pada khususnya dan bagi pembaca pada umumnya.

Wassalamualaikum Wr. Wb

Malang, Agustus 2015 Penulis,

(6)

viii A. Latar Belakang Masalah ... 1

B. Perumusan Masalah ... 4

C. Batasan Penelitian ... 4

D. Tujuan dan Kegunaan Penelitian ... 5

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Tinjauan Penelitian Terdahulu... 6

B. Tinjauan Teori ... 7

C. Kerangka Pikir ... 26

BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi Penelitian ... 28

B. Jenis Penelitian ... 28

C. Defenisi Operasional Variabel... 28

D. Data dan Sumber Data ... 39

E. Teknik Pengumpulan Data ... 30

F. Teknik Analisis Data ... 30

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Perusahaan ... 35

B. Analisis Data ... 48

C. Pembahasan Hasil Analisis Data ... 65

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan ... 68

B. Saran ... 69 DAFTAR PUSTAKA

(7)

ix

DAFTAR TABEL

Halaman

Tabel 3.1 Kebutuhan biaya bahan baku ... 33

Tabel 3.2 Kebutuhan biaya tenaga kerja ... 34

Tabel 4.1 Susunan jumlah tenaga kerja CV. Palm Harmony Malang ... 40

Tabel 4.2 Uraian waktu aktivitas atau jam kerja CV. Palm Harmony Malang ... 41

Tabel 4.3 Proyek pembangunan perumahan The Irish Garden ... 44

Tabel 4.4 Harga jual, type, dan uang muka rumah The Irish Garden ... 44

Tabel 4.5 Uraian kegiatan dan harga setiap pekerjaan ... 45

Tabel 4.6 Klasifikasi tenaga kerja dalam setiap pekerjaan ... 47

Tabel 4.7 Daftar upah tenaga kerja ... 48

Tabel 4.8 Kegiatan pembangunan perumahan The Irish Garden ... 49

Tabel 4.9 Peristiwa kritis ... 58

(8)

x

DAFTAR GAMBAR

Halaman

Gambar 2.1 Sebuah kegiatan untuk saat paling awal ... 19

Gambar 2.2 Beberapa kegiatan saat paling awal ... 20

Gambar 2.3 Sebuah kegiatan saat paling lambat ... 21

Gambar 2.4 Beberapa kegiatan saat paling lambat ... 22

Gambar 2.5 Kerangka pikir ... 27

Gambar 4.1 Struktur organisasi CV. Palm Harmony ... 36

Gambar 4.2 Network Diagram rumah type 36/84 Sebelum mengalami percepatan ... 51

Gambar 4.3 Network Diagram rumah type 36/84 Sesudah mengalami percepatan ... 52

Gambar 4.4 Network Diagram dengan waktu rumah type 36/84 oleh CV. Palm Harmony ... 54

Gambar 4.5 Network Diagram (SPA) Perumahan The Irish Garden type 36/84 ... 63

(9)

xi

DAFTAR LAMPIRAN

(10)

xii

DAFTAR PUSTAKA

Dipohusodo, Istimawan. 1996. Manajemen Proyek dan Konstruksi. Jilid Pertama. Yogyakarta: Kanisius.

Haedar, Ali.1995. Prinsip-prinsip Network Planning. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Haming dan Nurnajamuddin. 2011. Manajemen Produksi Modern. Edisi Kedua. Jakarta: PT. Bumi Aksara

Heizer dan Render.2009.Manajemem Operasi. Jakarta: Salemba Empat.

Kulsum,umi. 2006. Perencanaan Proyek Dengan Metode Network Planning pada Oma View Malang. FakultasEkonomi. UMM.

Mulyadi. 2003. Akuntansi Biaya. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada.

Sakdiyah, H., 2004, Diagram Network Planning dengan CPM Dalam Usaha Meningkatkan Efisiensi Biaya dan Waktu, Skripsi, Tidak Dipublikasikan, Malang, Fakultas Ekonomi Islam Malang

Santoso, Budi. 2003. Manajemen Proyek. Edisi Pertama. Surabaya: Guna Widya. Subagya, P., 2000, Manajemen Operasi, Edisi Pertama, BPFE, UGM Yogyakarta. Sugiyono.2005. Metode Penelitian Bisnis. Bandung : Alfaabeta.

Widayat,2004, Metode Penelitian Pemasaran, Edisi Pertama, Cetakan Pertama. Malang: CV. Cahaya Press,.

www.Detik.com. Peningkatan Penjualan Perumahan di Indonesia. Diakses pada tanggal13 maret 2012.

(11)

1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Adanya kemajuan dalam bidang jasa dewasa ini mendorong pertumbuhan

pada sektor jasa. Yang mengakibatkan munculnya berbagai macam peluang

bisnis baru. Industri jasa merupakan sebagai salah satu alat pemuas kebutuhan

masyarakat akan sandang terus berkembang. Dengan bergesernya alasan akan

kebutuhan masyarakat, baik kaum perempuan maupun laki-laki terhadap

pakaian yang berfungsi sebagai alat penutup tubuh, tetapi juga sebagai pemberi

prestisedan pemuas rasa seni.

Penentuan proses produksi merupakan suatu kebijakan strategis. Hal ini

dikarenakan secara prinsip terdapat dua karekteristik produk yang

mempengaruhi penentuan proses produksi. Yaitu, tingkat standarisasi produk

dan besarnya jumlah produk yang diminta. Keputusan mengenai proses akan

sangat berpengaruh terhadap pencapaian tujuan perusahaan.

Keputusan ini meliputi perencanaan proses yakni, menentukan bagaimana

produk atau jasa yang akan dibuat. Dimana meliputi rencana perolehan bahan

baku, pemilihan proses yang sesuai untuk produk. Analisis proses dapat

meningkatkan produksi lebih cepat, lebih efisien dan murah. Hal ini tergantung

dari apakah kita ingin menghasilkan produk atau jasa yang masing-masingnya

sangat unik, atau menghasilkan produk atau jasa yang relatif seragam atau

(12)

2

Dengan kata lain proses produksi merupakan cara atau metode dan teknik

untuk menciptakan, serta menambah nilai kegunaan suatu barang dan jasa

dengan menggunakan sumber-sumber (tenaga kerja, mesin, bahan baku dan

dana) yang ada. Proses produksi betujuan untuk mengahsilkan barang dan jasa,

dengan menggunakan cara atau metode untuk menghasilkan suatu barang dan

jasa. Selain itu menambah nilai guna suatu barang dan jasa yang dihasilkan

oleh perusahaan.

Ditinjau dari segi arus proses produksinya, perusahaan-perusahaan pada

umumnya dipisahkan menjadi dua bagian yaitu, perusahaan yang

melaksanakan proses produksi mempunyai urutan proses yang sama dari hari

ke hari. Dengan kata lain, pelaksanaan proses produksi dalam perusahaan

tersebut akan selalu menggunakan pola atau urutan yang sama, umumnya

disebut dengan proses produksi terus menerus. Dalam pelaksanaannya proses

produksi mempergunakan pola yang berbeda antara suatu hari dengan hari

lainnya atau umumnya disebut proses produksi terputus-putus (intermitten

process). Penggunaan pola produksi yang berbeda umumnya ini akan

menghasilkan produk yang berbeda pula.

Setiap kegitan proses produksi memiliki manfaat atau keuntungan apabila

melalui tahapan-tahapan yang sesuai apabila penggunaan metode yang dipilih

sesuai dan tepat. Pemilihan metode yang tepat dapat membantu memecahkan

berbagai masalah yang dihadapi oleh perusahaan. Salah satu metode atau alat

(13)

3

dihadapi, seperti menghilangkan pemborosan dan keterlambatan dalam

produksi dengan pengguan pola yang berbeda.

Proses produksi dengan pola yang berbeda produk yang dihasilkan juga

berbeda, akan tetapi dengan menggunakan pola yang berbeda dalam proses

produksi maka pengelolaan kualitasnya pun ikut berbeda. Dengan semakin

banyaknya perusahaan yang berkembang di Indonesia dewasa ini, maka

kualitas produk menjadi lebih penting dari sebelumnya. Persaingan yang sangat

ketat menjadikan pelaku usaha patut menyadari pentingnya akan kualitas agar

dapat bersaing, dan mendapat pangsa pasar yang lebih besar. Kualitas yang

harus diperhatikan oleh para pelaku usaha bukan hanya sekedar kualitas produk

tetapi juga kualitas pelayanan, maupun kualitas produksi.

Perusahaan membutuhkan suatu cara yang dapat mewujudkan terciptanya

kualitas yang baik, sehingga produk yang dihasilkan dapat menjaga

konsistensinya agar tetap sesuai dengan tuntutan pasar yaitu dengan

menerapkan sistem TQM (total quality management). TQM merupakan salah

satu teknik dalam upaya pengendalian kualitas dengan menggunakan SPC

(Statistical Process Control) dan SQC (Statistical Quality Control) yang

mempunyai tujuh alat statistik sebagai alat bantu pengendalian kualitas. Salah

satu alatnya yaitu diagram sebab akibat yang bertujuan untuk memecahkan

masalah yang berhungan dengan kualitas baik sebuah produk maupun produksi,

dimulai dari sebelum proses produksi, pada saat proses produksi, hingga

(14)

4

Pengendalian serta pengawasan dilakukan untuk menjamin agar

kegiatan produksi yang dilakukan berjalan sesuai dengan perencanaan. Apabila

terjadi penyimpangan, maka penyimpangan tersebut dapat dikoreksi sehingga

apa yang diharapkan dapat tercapai. Dengan demikian pengendalian kualitas

dapat mengahasilkan produk yang baik sesuai standart yang diingginkan oleh

perusahaan. Menghasilkan produk yang baik dengan menggunakan pola

produksi berbeda membuat pengelolaan kualitas akan bebrbeda di semua

perusahaan, dalam hal ini termasuk perusahaan yang bergerak di industri

garmen.

Hal ini menuntut industri garmen untuk bisa menghasilkan produk

berkualitas dan sesuai dengan perkembangan dunia mode yang terus

berkembang. Selama ini pesanan produk garmen di Indonesia selain datang

dari dalam negeri juga dating dari luar negeri. Ini membuktikan bahwa produk

Indonesia telah mampu bersaing dengan produk luar negeri. Kualitas dan harga

produk garmen Indonesia juga cukup mampu bersaing dengan produk-produk

dari luar negeri.

Tetapi akhir-akhir ini sejak banyaknya serbuan produk garmen impor dari

China, Vietnam dan lain-lain, baik berupa bahan baku kain maupun produk jadi

seperti celana dan pakaian, perusahaan garmen kita banyak yang gulung tikar.

Alasan gulung tikarnya perusahaan-perusahaan garmen tersebut karena produk

dalam negeri menjadi relatif lebih mahal dibandingkan dengan produk impor

dari China. Serbuan produk garmen China menyebabkan harga bahan baku dan

(15)

5

produksi ini menyebabkan kenaikan yang akumulatif pada harga produk,

sehingga produk garmen Indonesia menjadi kalah bersaing dengan

produk-produk dari luar negeri terutama dengan produk-produk garmen dari

negara-negara yang baru tumbuh perekonomiannya seperti Vietnam.

Untuk menyiasati jalannya perusahaan agar tetap eksis, maka tata kelola

suatu perusahaan akan menentukan baik tidaknya kegiatan yang berlangsung

didalam perusahaan tersebut. Dalam hal ini manajemen operasi akan sangat

berfungsi sebagai teknik utama yang menjadi pusat fungsi atau penghubung

dari organisasi dengan seluruh area fungsinya sehingga sangat penting dalam

meningkatkan kualitas produksi sebuah perusahaan untuk menghasilkan barang

dan jasa. Terutama dalam hal ini adalah perusahaan yang bergerak dibidang

garmen. Salah satunya adalah perusahaan garmen Steil Top Taylor harus

mampu mengoptimallan manajemen operasi di dalam perusahaan.

Steil Top Taylor merupakan perusahaan garmen yang bergerak dalam

bidang jasa, yang menghasilkan produk berupa pakaian, celana, seragam,

maupun jaz, yang proses produksinya berdasarkan pesanan. Proses produksi

pada perusahaan ini adalah proses terputus-putus atau intermitten process

dimana arus proses produksinya tidak selalu sama. Hal ini dikarenakan produk

yang dihasilkan berdasarkan pesanan konsumen sehingga produk yang

dihasilkan tidak selalu sama. Dengan adanya perbedaan dari arus proses

produksi, maka perlu kiranya adanya petunjuk yang jelas dari urutan proses

(16)

6

Namun, penggunaan proses produksi intermitten process tidak berjalan

dengan lancar di dalam perusahaan Steil Top Taylor. Seperti pada proses

produksi celana yang memiliki tingkat kerumitan tinggi serta dituntut ketelitian

dan konsentrasi dalam setiap proses produksinya. Akan tetapi dengan sering

terjadinya pengulangan yang sifatnya membutuhkan waktu yang lebih dalam

proses produksi misalnya pada tahapan obres dengan 2 tahapan, seharusnya

pada tahapan pertama dan kedua hanya melewati 1 kali proses dengan benang

yang digunakan tanpa terputus. Tetapi pada tahapan ini karyawan sering

melakukan pengulangan lebih dari 5 kali proses dengan kesalahan yang sama

yaitu benangnya sering terputus. Dengan target 1 orang pegawai dapat

menghasilakan 4 potong celana dalam waktu 8 jam yang masing-masing

celananya dikerjakan dengan waktu 2 jam. Berikut beberapa kesalahan yang

sering terjadi pada saat proses produksi sebagai berikut :

Tabel 1.1 Tingkat Kesalahan yang Sering Terjadi

No Tahapan Pembuatan Celana Tingkat Kesalahan (Hari)

1 2 3 4 5 6

Jumlah/persentase (10%) 11 8 9 7 12 12

(17)

7

Berdasakan hasil dari tabel 1.1, maka kesalahan yang dapat ditolerir

terdapat pada hari ke dua sampai hari ke empat, sedangkan hari pertama, ke

lima dan ke enam tidak dapat ditolerir. Hal ini dikarenakan salah satu cara

untuk menentukan sample yang memenuhi hitungan dengan tingkat kesalahan

maksimal 10%.(Slovin Steph Ellen,2010)

Apabila sering terjadi kesalahan dan pengulangan terus-menerus yang

sifatnya tidak menghasilkan nilai tambah atau non value added maka akan

mengakibatkan terjadinya pemborosan dan target perhari dari perusahaan akan

mengalami penurunan jumlah produksi yang harusnya perhari menghasilakan

12 celana menurun menjadi 4-6 celana, target ini telah disesuaikan dengan

kondisi lingkungan sekitar perusahaan. Berbeda dengan perusahaan garmen

yang bertaraf nasional, dengan waktu 8 jam setiap pegawainya harus

memperoleh 10 potong celana yang masing-masing potong celana dikerjakan

dengan waktu 45-50 menit.

Maka dalam upaya menghilangkan pemborosan yang terjadi pada

perusahaan tersebut. Perangkat yang tepat digunakan untuk menganalisa

pemborosan serta mengidentifkasi permasalahan yang terjadi yaitu dengan

menggunakan metode pemetaan fungsi waktu dan fish bone diagram. Dengan

tahapan pemetaan fungsi waktu dasar bertujuan untuk mengetahui letak

terjadinya pemborosan waktu. Setelah mengetahui letak terjadinya pemborosan,

diagram sebab akibat digunakan untuk mengetahui penyebab atau faktor-faktor

terjadinya pemborosan. Kemudian selanjutnya menggunakan pemetaan fungsi

(18)

8

Berdasarkan permasalahan yang dan dengan memadukan kedua jenis

analisis ini memungkinkan peneliti untuk mengidentifikasi dan menghilangkan

pemborosan dalam hal langkah tambahan, pengulangan, dan keterlambatan

yang tidak perlu. Sehingga produk serta komponen dapat tersedia tepat pada

waktunya dengan kualitas yang diharapkan, dalam jumlah yang tepat dan pada

tempat yang tepat. Dengan demikian proses produksi dapat mengalir, tidak

mengalami kendala sehingga dapat tercapai peningkatan efisiensi kerja

perusahaan yang lebih baik.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan dari latar belakang di atas maka dapat dirumuskan suatu

permasalahan yang harus diselesaikan dan dipecahkan yaitu :

1. Berapa waktu yang dibutuhkan dalam proses produksi celana panjang?

2. Faktor apa yang menjadi penyebab terjadinya pemborosan waktu dalam

proses produksi celana panjang?

3. Bagaimana menghilangkan pemborosan waktu dan aktivitas proses produksi

yang tidak menghasilkan nilai tambah?

C. Batasan Masalah

Dalam mencapai tujuan dan pembahasan penelitian ini agar lebih terarah,

maka penulis membatasi pembahasan sebagai berikut:

(19)

9

2. Penelitiaan ini menekankan pada jangka waktu dalam mengahasilkan celana

perpotongnya, mulai dari pembuatan celana hingga pesanan sampai

ketanggan konsumen.

D. Tujuan Penelitian

Adapun tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Mengetahi berapa waktu yang dibutuhkan dalam proses produksi untuk satu

potong celana panjang.

2. Untuk mengetahui dan menganalisis penyebab terjadinya pemborosan

waktu pada saat proses produksi.

3. Untuk mengetahui bagaimana cara untuk menghilakan pemborosan waktu

yang tidak menghasilkan nilai tambah.

E. Manfaat Penelitian

Adapun manfaat yang dapat diperoleh dari hasil penelitian ini antara lain

sebagai berikut:

1. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi saran dan bermanfaat

bagi perusahaan untuk menentukan strategi produksi dalam pelaksanaan

kegiatan perusahaan dan sebagai pertimbangan untuk membantu

memecahkan masalah yang dihadapi khususnya yang berkaitan dengan

proses produksi dan kualitas.

2. Hasil penelitian ini dapat menjadi bahan pertimbangan dan perbandingan

sebagai refrensi penulisan penelitian lebih lanjut, terutama dibidang proses

(20)

Gambar

Tabel 1.1 Tingkat Kesalahan yang Sering Terjadi

Referensi

Dokumen terkait