PERSIAPAN DAN PERAWATAN PERSALINAN IBU
PRIMIPARA DAN MULTIPARA DI RSUD H. ABDUL
MANAN SIMATUPANG KISARAN
SKRIPSI
OLEH :
NURLINDA SAMOSIR 111121002
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN FAKULTAS KEPERAWATAN UNVERSITAS
Judul Persiapan dan Perawatan Persalinan Ibu Primipara dan Multipara Di RSUD H.Abdul Manan Simatupang Kisaran
Peneliti Nurlinda Samosir Nim 111121002 Jurusan S1 Keperawatan Tahun 2013
Abstrak
Persiapan dan perawatan merupakan prosedur dan pola pelaksanaan dalam kegiatan rutin pada sebagian rumah sakit. Persiapan antara lain informasi, intervensi kecemasan, keikutsertaan dalam perencanaan, berkenalan dengan staf dan perawatan antara lain kebutuhan fisik, kebutuhan psikologi. Pentingnya dalam proses persiapan dan perawatan persalinan ialah agar ibu dan janinnya selamat, sehingga diperlukan persiapan dan perawatan yang baik. Persalinan dan kelahiran merupakan kejadian fisiologi yang normal dalam kehidupan. Kelahiran seorang bayi juga merupakan peristiwa sosial bagi ibu dan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perbedaan persiapan dan perawatan persalinan ibu primipara dan multipara di RSUD H. Abdul Manan Simatupang Kisaran. Desain deskriptif yang digunakan deskriptif komparatif. Populasi yang diambil dari ibu primipara dan ibu multipara sebanyak 64 orang, dengan sampel masing-masing sebanyak 32 orang, diambil dengan tehnik purposive sampling. Analisa data menggunakan uji independent t-test. Hasil menunjukkan bahwa persiapan dan perawatan persalinan ibu primipara dan multipara tidak berbeda secara signifikan (t = 0.550, p =0.584, 2-tailed). Sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesa penelitian ditolak. Disarankan pada pelayanan keperawatan baik keperawatan komunitas maupun keperawatan maternitas perlu dipertimbangkan dan dilakukannya penyuluhan bagi ibu bersalin dalam upaya mengatasi masalah yang berhubungan dengan persiapan dan perawatan persalinan, informasi yang diberikan akan menggantikan ketidaktahuan ataupun memberikan pemahaman yang lebih baik tentang perubahan-perubahan yang mempengaruhi fisik maupun psikologisnya.
The title of the preparation and treatment of Primipara and Multipara Mothers giving birth In Hospitals H. Abdul Manan Simatupang Kisaran
Peneliti Nurlinda Samosir Range 111121002
Faculty S1 Nursing Year 2013
Abstract
Preparation and maintenance of the procedures and implementation patterns in regular activity on the part of the hospital. Among other information, the preparation of intervention of anxiety, participation in planning, get acquainted with the staff and care among other physical needs, the needs of psychology. Importance in the process of preparation and delivery care is to keep mother and janinnya survived, so the necessary preparation and good grooming. Labor and birth is a normal physiological event in life. The birth of a baby is also a social event for the mother and family. This research aims to identify differences in the preparation and delivery of care and the mother in primipara multipara Hospitals H. Abdul Manan Simatupang range. The design used the comparative descriptive descriptive. The population was taken from the mother and the mother of primipara multipara as many as 64 people, with each sample as many as 32 people, taken with purposive sampling techniques. Data analysis using independent t-tests to test. The results show that the preparation and treatment of primipara and multipara birth mothers did not differ significantly (t = 0.550, p = 0.584, 2-tailed). Thus it can be concluded that the research hypothesis was rejected. Recommended on good community nursing service nursing nursing and maternitas need to be considered and doing outreach for the mother birthing in an attempt to resolve the problems related to the preparation and delivery of care, the information provided will replace ignorance or give a better understanding of the changes that affect the physical or Pb
KATA PENGANTAR
Segala puji syukur kehadiran tuhan yang maha esa atas berkat dan
rahmadnya sehingga penulis dapat menyelesaikan penelitian dan penulisan skripsi
yang berjudul “PERSIAPAN DAN PERAWATAN PERSALINAN IBU
PRIMIPARA DAN MULTIPARA Di RSUD H. ABDUL MANAN
SIMATUPANG KISARAN”. Skripsi ini disusun sebagai salah satu syarat bagi
penulis untuk menyelesaikan pendidikan dan mencapai gelar sarjana di Fakultas
Keperawatan Sumatera Utara Medan.
Banyak pihak yang telah memberikan bantuan dan dukungan dalam
penyusunan skripsi ini, untuk itu saya sampaikan ucapan terima kasih sebagai rasa
hormat saya kepada:
1. dr. Dedi Ardinata, M.Kes sebagai Dekan Fakultas keperawatan Universitas
Sumatera Utara.
2. Ibu Erniyati, S.Kp, MNS sebagai Pembantu Dekan I, selaku penguji II dan
sebagai pembimbing akademik di Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera
Utara.
3. Ellyta Aizar, SKep selaku penguji I
4. Ibu Siti Saidah Nst, SKp, M.Kep, Sp.Mat selaku dosen pembimbing skripsi
penulis yang telah menyediakan waktu serta dengan penuh keikhlasan dan
kesabaran telah memberikan arahan, bimbingan, dan ilmu yang bermanfaat
selama masa perkuliahan di fakultas keperawatan dan selama penyusunan
5. Seluruh Dosen pengajar S1 Fakultas Sumatera Utara yang telah banyak
mendidik penulis selama proses perkuliahan dan staf nonakademik yang
membantu memfasilitasi secara administrasi.
6. Pada kesempatan ini secara khusus penulis sampaikan rasa hormat
penghargaan dan ribuan terima kasih kepada kedua orang tua penulis,
Ayahanda M. Samosir dan Ibunda tercinta R. Sitanggang yang telah
memberikan semangat dan nasehat di setiap langkah.
7. Teman-teman mahasiswa Ekstensi pagi Fakultas Keperawatan Universitas
Sumatera Utara, khususnya stambuk 2011 yang telah memberikan semangat
dan masukan dalam penyusunan skripsi ini dan orang-orang yang kusayangi
dan kucintai yang senantiasa menemani, memberikan semangat, motivasi,
dukungan, penghiburan bagi penulis.
8. Semua pihak yang dalam kesempatan ini yang telah banyak membantu peneliti
dalam menyelesaikan skripsi ini di Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera
DAFTAR ISI
Lembar Persetujuan ... i
Abstrak ... ii
Kata Pengantar ... iii
Daftar Isi ... iv
Daftar Tabel ... vii
Daftar Skema ... viii
BAB 1. Pendahuluan ... 1
1.1Latar Belakang ... 1
1.2Perumusan Masalah ... 4
1.3Tujuan Penelitian ... 4
1.4Manfaat Penelitian ... 5
BAB 2. Tinjauan Pustaka ... 6
2.1Konsep Persalinan ... 6
2.1.1 Pengertian Persalinan ... 6
2.1.2 Penyebab Mulainya Persalinan ... 7
2.1.3 Tanda-tanda Mulainya Persalinan ... 8
2.1.4 Tahapan Persalinan ... 10
2.1.5 Kala-Kala Persalinan ... 10
2.1.6 Faktor-faktor persalinan ... 11
2.2Konsep Persiapan dan Perawatan persalinan ... 12
2.2.1 Persiapan Persalinan ... 12
2.2.2 Perawatan Persalinan ... 15
2.3.1 Persiapan dan Perawatan Primipara ... 20
2.3.2 .. Persiapan dan Perawatan Primipara ... 21
BAB 3. Kerangka Penelitian ... 22
3.1 Kerangka Konsep ... 22
3.2 Defenisi Operasional ... 23
3.3 Hipotesa ... 24
BAB 4. Metodologi Penenlitian ... 25
4.1 Desain Penelitian ... 25
4.2 Populasi dan Sampel... 25
4.2.1 Populasi ... 25
4.2.2 Sampel ... 25
4.3 Lokasi dan Tempat Penelitian ... 26
4.4 Pertimbangan Etik ... 26
4.5 Instrumen Penelitian ... 27
4.6 Reliabilitas Instrumen ... 28
4.7 Pengumpulan Data... 28
4.8 Analisa Data ... 29
BAB 5. Hasil dan Pembahasan ... 31
5.1 Hasil Penelitian ... 31
5.2 Pembahasan ... 36
BAB 6. Kesimpulan dan Saran ... 42
6.1 Kesimpulan ... 42
6.2 Saran ... 43
Lampiran
1. Lembar Persetujuan Menjadi Responden
2. Instrumen Penelitian
3. Tabel Uji Reliabilitas Instrumen Penelitian
4. Master data
5. Kuesioner
6. Grafik Histogram
6.1Primipara
6.2Multipara
7. Surat Ijin Survey Awal dari FKep USU
8. Surat Keterangan Survey Awal dari RSUD H. Absul Manan Simatupang
Kisaran
9. Surat Ijin Penelitian dari FKep USU
10.Surat Keterangan Penelitian dari RSUD H. Abdul Manan
Simatupang Kisaran
11.Daftar biaya
DAFTAR TABEL
Tabel
5.1.1.1. Distribusi Frekuensi Karakteristik Primipa dan Multipara ... 31
5.1.1.2. Skor Persiapan dan Perawatan Persalinan Ibu Primipara ... 34
5.1.1.3. Skor Persiapan dan Perawatan Persalinan Ibu Multipara ... 36
5.1.1.4. Hasil Uji independen T-Test Terhadap Persiapan dan Perawatan
DAFTAR SKEMA
Skema
3.1. Kerangka konsep Penelitian Perbedaan Persiapan dan Perawatan
Judul Persiapan dan Perawatan Persalinan Ibu Primipara dan Multipara Di RSUD H.Abdul Manan Simatupang Kisaran
Peneliti Nurlinda Samosir Nim 111121002 Jurusan S1 Keperawatan Tahun 2013
Abstrak
Persiapan dan perawatan merupakan prosedur dan pola pelaksanaan dalam kegiatan rutin pada sebagian rumah sakit. Persiapan antara lain informasi, intervensi kecemasan, keikutsertaan dalam perencanaan, berkenalan dengan staf dan perawatan antara lain kebutuhan fisik, kebutuhan psikologi. Pentingnya dalam proses persiapan dan perawatan persalinan ialah agar ibu dan janinnya selamat, sehingga diperlukan persiapan dan perawatan yang baik. Persalinan dan kelahiran merupakan kejadian fisiologi yang normal dalam kehidupan. Kelahiran seorang bayi juga merupakan peristiwa sosial bagi ibu dan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perbedaan persiapan dan perawatan persalinan ibu primipara dan multipara di RSUD H. Abdul Manan Simatupang Kisaran. Desain deskriptif yang digunakan deskriptif komparatif. Populasi yang diambil dari ibu primipara dan ibu multipara sebanyak 64 orang, dengan sampel masing-masing sebanyak 32 orang, diambil dengan tehnik purposive sampling. Analisa data menggunakan uji independent t-test. Hasil menunjukkan bahwa persiapan dan perawatan persalinan ibu primipara dan multipara tidak berbeda secara signifikan (t = 0.550, p =0.584, 2-tailed). Sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesa penelitian ditolak. Disarankan pada pelayanan keperawatan baik keperawatan komunitas maupun keperawatan maternitas perlu dipertimbangkan dan dilakukannya penyuluhan bagi ibu bersalin dalam upaya mengatasi masalah yang berhubungan dengan persiapan dan perawatan persalinan, informasi yang diberikan akan menggantikan ketidaktahuan ataupun memberikan pemahaman yang lebih baik tentang perubahan-perubahan yang mempengaruhi fisik maupun psikologisnya.
The title of the preparation and treatment of Primipara and Multipara Mothers giving birth In Hospitals H. Abdul Manan Simatupang Kisaran
Peneliti Nurlinda Samosir Range 111121002
Faculty S1 Nursing Year 2013
Abstract
Preparation and maintenance of the procedures and implementation patterns in regular activity on the part of the hospital. Among other information, the preparation of intervention of anxiety, participation in planning, get acquainted with the staff and care among other physical needs, the needs of psychology. Importance in the process of preparation and delivery care is to keep mother and janinnya survived, so the necessary preparation and good grooming. Labor and birth is a normal physiological event in life. The birth of a baby is also a social event for the mother and family. This research aims to identify differences in the preparation and delivery of care and the mother in primipara multipara Hospitals H. Abdul Manan Simatupang range. The design used the comparative descriptive descriptive. The population was taken from the mother and the mother of primipara multipara as many as 64 people, with each sample as many as 32 people, taken with purposive sampling techniques. Data analysis using independent t-tests to test. The results show that the preparation and treatment of primipara and multipara birth mothers did not differ significantly (t = 0.550, p = 0.584, 2-tailed). Thus it can be concluded that the research hypothesis was rejected. Recommended on good community nursing service nursing nursing and maternitas need to be considered and doing outreach for the mother birthing in an attempt to resolve the problems related to the preparation and delivery of care, the information provided will replace ignorance or give a better understanding of the changes that affect the physical or Pb
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Wanita dewasa pada umumnya mengharapkan kehamilan. Seorang wanita
akan merasa bahagia dan bangga apabila mempunyai anak, melahirkan secara
normal, dan melewati masa persalinan berjalan dengan aman, nyaman dan tanpa
komplikasi. Agar sehat dan bahagia dibutuhkan persiapan dan perawatan yang
baik, sehingga dapat melewati masa persalinan dengan selamat dan bahagia.
Periode pasca persalinan ialah masa enam minggu sejak bayi lahir sampai
organ-organ reproduksi kembali keadaan normal. Periode ini disebut puerpurium
atau trimester empat kehamilan (Bobak, 2004).
Menurut Maryuni (2010) persalinan atau melahirkan bayi adalah suatu
proses normal pada wanita usia subur. Persalinan merupakan persiapan penting
yang sangat ditunggu oleh setiap pasangan suami-istri, menyambut kelahiran sang
buah hati merupakan saat yang membahagiakan setiap keluarga bahkan seluruh
anggota masyarakat, demi kesejahtera ibu dan janin.
Menurut Bobak (2004) rasa nyeri pada persalinan dalam hal ini adalah
nyeri kontraksi uterus yang dapat mengakibatkan peningkatkan aktifitas sistem
saraf simpatis perubahan tekanan darah, denyut jantung, pernafasan dengan warna
kulit dan apabila tidak segera diatas maka akan meningkatkan rasa khawatir,
tegang, takut dan stres.
Menurut Farrer (2001) persiapan dan perawatan merupakan prosedur dan
ini, hak ibu bersalin untuk memilih bentuk perawatan persalinannya harus selalu
dihormati. Selanjutnya ibu diharapkan untuk turut bertanggung jawab dalam
mempertimbangkan kesejahteraan bayinya dan kondisi fisiknya sendiri ketika
menentukan pilihannya itu.
Menurut Kusmiyati (2009) pentingnya dalam proses persiapan dan
perawatan persalinan ialah agar ibu dan janinnya selamat. Mempersiapkan diri
dengan berbagai informasi tentang hal-hal yang menyangkut persalinan adalah
salah satu cara untuk menghadapi persalinan, karena itu harus ada kerja sama
yang baik dan penuh pengertian oleh ibu. Persalinan sebaiknya berlangsung di
rumah sakit, atau di rumah bersalin yang cukup lengkap peralatan maupun tenaga
kesehatan yang terlatih. Jadi bila nantinya ditemui kesulitan (komplikasi) sebelum
atau sesudah persalinan pertolongan dapat segera dilakukan dan lebih memadai.
Penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Juwita (2006) menyatakan
bahwa pada ibu primipara lebih besar rasa kecemasannya dibandingkan ibu
multipara, dikarenakan baru merasakan persalinan. Begitu juga ibu primipara
seharusnya lebih banyak melakukan persiapan diri seperti mencari informasi baik
dari media maupun dari ibu-ibu yang pernah melakukan persalinan, hal ini
didorong keinginan ibu untuk mendapatkan persalinan yang sempurna. Dengan
begitu kecemasan atau pun ketakutan menghadapi persalinan dapat berkurang.
Meskipun demikian ibu primipara dalam perawatan yang dilakukan baik fisik
maupun psikologinya perlu informasi yang sangat penting dalam merawat
keadaan ibu agar tetap sehat untuk menjalani persalinan. Dengan demikian ibu
primipara sangat memerlukan dukungan secara personal maupun interpersonal
mungkin persiapan yang dilakukan tidak secara detail lagi karena sudah pernah
mempersiapkannya. Begitu juga dengan perawatannya ibu pasti sudah tidak lagi
diberitahukan tetapi diberi perawatan yang lebih, dikarenakan ibu sudah
mengalami perubahan-perubahan seperti; perut sudah melar, payudara tidak
kencang lagi, kesehatan semakin menurun, maka dari itu perawatan harus lebih
dipersiapkan pada saat kehamilan dan perawatan antenatal yang teratur dapat
menurunkan secara mendasar mortalitas dan morbiditas ibu dan anak, perawatan
antenatal yang memadai juga dapat mengurangi resiko dalam persalinan. Resiko
persalinan yang sering dijumpai perpanjangan dari kelahiran bayi, partus lama, hal
ini tidak terlepas dari faktor-faktor yang mempengaruhi persalinan yaitu: power,
passage, passenger, dan psikis dalam menghadapi persalinan merupakan faktor
yang sangat mempengaruhi lancar tidaknya proses kelahiran. Dukungan yang
penuh dari anggota keluarga penting artinya bagi seorang ibu bersalin terutama
dukungan suami sehingga memberikan support moril terhadap ibu terutama pada
saat persiapan dan perawatan keluarga sangat berperan dalam mempersiapkan
semua persiapan yang diperlukan ibu (Kartini, 2001)
Angka kematian ibu sangat memprihatinkan dan termasuk angka
kematian tertinggi. Survey demografi dan kesehatan Indonesia (SDKI) angka
kematian ibu pada tahun 2009 sebesar 307 per 1.000 kelahiran hidup ( Angka
kematian ibu di Indonesia). Menurut data statistik di RSUD H.Abdul Manan
Simatupang Kisaran pada periode bulan Januari sampai April 2012, pasca partum
normal terdapat 125 pasien yang melahirkan normal, SC, induksi dan dirawat di
RSUD H.Abdul Manan Simatupang Kisaran. Dari 125 pasien pasca partum
Dari survey yang telah dilakukan oleh peneliti, peneliti merasa persiapan
dan perawatan persalinan ibu primipara dan multipara sangat penting untuk
diteliti karena dari data yang diperoleh oleh peneliti dilapangan masih banyak ibu
yang belum dapat mempersiapkan diri dalam perawatan persalinan. Oleh karena
itu peneliti tertarik untuk meneliti persiapan dan perawatan persalinan ibu
primipara dan multipara.
1.2. Rumusan Masalah
Berdasarkan hal-hal yang telah diuraikan dalam latar belakang penelitian,
maka penulis tertarik untuk mengetahui bagaimana perbedaan persiapan dan
perawatan persalinan ibu primipara dan multipara.
1.3. Tujuan penelitian 1.3.1. Tujuan umum
Untuk mengetahui perbedaan persiapan dan perawatan persalinan ibu
primipara dan multipara di RSUD H. Abdul Manan Simatupang Kisaran.
1.3.2. Tujuan khusus
a) Untuk mengidentifikasi persiapan dan perawatan persalinan ibu primipara
b) Untuk mengidentifikasi persiapan dan perawatan persalinan ibu multipara
c) Untuk menganalisa perbedaan persiapan dan perawatan persalinan ibu
1.4 Manfaat Penelitian 1.4.1. Bagi Peneliti
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberi informasi sebagai data awal
bagi peneliti selanjutnya mengenai persiapan dan perawatan persalinan ibu
primipara dan multipara.
1.4.2 Bagi Instansi Pendidikan
Hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan pustakaan dan masukan bagi
mahasiswa Universitas Sumatera Utara.
1.4.3 Bagi Rumah Sakit
Menambah informasi tentang persiapan dan perawatan persalinan ibu
primipara dan multipara. Yang berguna sebagai sumbangan saran bagi perawat,
BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Konsep Persalinan 2.1.1 Pengertian Persalinan
Persalinan dan kelahiran merupakan kejadian fisiologi yang normal dalam
kehidupan. Kelahiran seorang bayi juga merupakan peristiwa sosial bagi ibu dan
keluarga. Peranan ibu adalah melahirkan bayinya, sedangkan peranan keluarga
adalah memberikan bantuan dan dukungan pada ibu ketika terjadi proses
persalinan. Dalam hal ini peranan petugas kesehatan tidak kalah penting dalam
memberikan bantuan dan dukungan pada ibu agar seluruh rangkaian proses
persalinan berlangsung dengan aman baik bagi ibu maupun bagi bayi yang
dilahirkan. Persalinan dan kelahiran normal adalah proses pengeluaran yang
terjadi pada kehamilan cukup bulan (37-42 minggu), lahir spontan dengan
presentasi belakang kepala yang berlangsung dalam waktu 18-24 jam, tanpa
komplikasi baik pada ibu maupun pada janin (Sumarah, 2009)
Persalinan adalah proses untuk mendorong keluar (ekspulsi) hasil
pembuahan (yaitu, janin, yang viable, plasenta dan ketuban) dari uterus lewat
vagina kedunia luar Normalnya, proses ini berlangsung pada suatu saat ketika
uterus tidak dapat tumbuh lebih besar lagi, ketika janin sudah cukup mature untuk
dapat hidup di luar rahim tapi masih cukup kecil untuk dapat melalui jalan lahir.
Persalinan normal adalah persalinan yang terjadi pada kehamilan aterm (bukan
prematur atau postmatur), mempunyai onset yang spontan (tidak diinduksi),
presipitatus atau partus lama), mempunyai janin (tunggal) dengan presentasi
verteks (puncak kepala) dan oksiput pada bagian anterior pelvis, terlaksana tanpa
bantuan artifisial (seperti forceps), tidak mencakup komplikasi (seperti perdarahan
hebat), mencakup pelahiran plasenta yang normal (Farrer, 2001).
2.1.2 Penyebab Mulainya Persalinan
Penyebab sebenarnya yang membuat persalinan dimulai masih belum
diketahui, tetapi ada beberapa faktor yang turut berperan dan saling terkait
(Farrer, 2001)
2.1.2.1Perubahan kadar hormon
Perubahan kadar hormon mungkin disebabkan oleh penuaan plasenta dan
terjadi sebagai berikut:
a. Kadar progesteron menurun (relaksasi otot menghilang)
b. Kadar esterogen dan prostaglandin meninggi
c. Oksitosin pituitaria dilepaskan (pada kebanyakan kehamilan)
2.1.2.2Distensi uterus
Distensi uterus menyebabkan terjadinya hal berikut:
a. Serabut otot yang teregang sampai batas kemampuannya akan bereaksi
dengan mengadakan kontraksi.
b. Produksi dan pelepasan prostaglandin F miometrium.
c. Sirkulasi plasenta mungkin terganggu sehingga menimbulkan perubahan
hormonal
2.1.2.3Tekanan Janin
Kalau janin sudah mencapai batas pertumbuhannya di dalam uterus, ia
a. Peningkatan tekanan dan ketegangan pada dinding uterus
b. Stimulasi dinding uterus yang tegang tersebut sehingga timbul kontraksi
2.1.2.4 Fakto-faktor lain
Faktor-faktor lain berupa:
a. Penurunan tekanan secara mendadak ketika selaput amnion pecah
b. Gangguan emosional yang kuat (lewat rantai korteks-hipotalamus-
hipofise) dapat menyebabkan pelepasan oksitosin.
2.1.3 Tanda-tanda Mulainya Persalinan
2.1.3.1Tanda-tanda dini akan persalinan adalah (Farrer, 2001)
1. Lightining yaitu terbenamnya kepala janin ke dalam rongga panggul karena
berkurangnya tempat di dalam uterus dan sedikit melebarnya simfisis,
keadaan ini sering meringankan keluhan pernapasan serta heartburn dan pada
primipara akan terlihat pada kehamilan 36 minggu sementara multipara baru
tampak setelah persalinan dimulai mengingat otot-otot abdomennya sudah
lebih kendor.
2. Sering buang air kecil yang disebabkan oleh tekanan kepala janin pada
kandung kemih.
3. Braxton-hicks pada saat uterus yang teregang dan mudah dirangsang itu
menimbulkan distensi dinding abdomen menjadi lebih tipis dan kulit menjadi
lebih peka terhadap rangsangan.
4. His atau kontraksi uterus yang terjadi secara teratur dan menimbulkan
ketidaknyamanan serta kadang-kadang nyeri merupakan tanda persalinan
yang sebenarnya kalau his tersebut berlanjut terus dan semakin meningkat
dan tegang. Pasien mungkin mengeluhkan perasaan terganggu yang mulai
dari bagian punggung dan kemudiam menyebar sekitar abdomen bawah.
5. Show diartikan sebagai terlihatnya mucus atau lendir (lendir tersebut
mengandung bercak darah) yang keluar dari vagina. Mukus tersebut
mempunyai konsistensi yang kental dan sulit dibersihkan dengan cara
mengusapnya. Mukus berasal dari serviks dan selama kehamilan berfungsi
sebagai sumbat pelindung (operculum; mucuspulg). Kemunculannya bahwa
serviks sudah mulai berdilatasi. Sejumlah kecil darah dapat menyertai mukus
(kadang-kadang darah muncul sendiri). Darah ini berasal dari riptura dari
pembuluh-pembuluh kapiler yang halus di dalam serviks (ketika serviks
sudah membuka) dan dari desidua yang ada di bawah korion (ketika desidua
terangkat dari dinding uterus bagian bawah pada saat segmen bawah uterus
mulai meregang).
6. Dilatasi os serviks eksterna yang terjadi secara bertahap merupakan indikator
yang menunjukkan kemajuan persalinan kalau proses persalinan tersebut
disertai dengan kontraksi utrerus. Dilatasi serviks diketahui atau dipastikan
dengan pemeriksaan pervaginam.
7. Presenting part (yang biasanya kepala janin) akan mengalami engagement
atau terbenam ke dalam panggul. Pada primipara, peristiwa ini terjadi 3-4
minggu sebelum proses persalinan dimulai. Dinding-dinding abdomen pada
multipara tidak begitu kencang sehingga engagement baru terjadi setelah
proses persalinan dimulai.
8. Pembentukan tonjolan ketuban atau bag of forewater (cairan amnion/ketuban
pemeriksa melalui pemeriksaan per vaginam. Tonjolan ini terasa tegang pada
saat his dan dapat mengalamin ruptura. Ruptura selaput amnion dapat terjadi
setiap saat dalam proses persalinan, tetapi biasanya terjadi pada saat kala satu
persalinan. Ruptura selaput amnion juga dapat terjadi sebelum persalinan
dimulai sehingga peristiwa ini tidak bisa dianggap secara kaku sebagai tanda
dimulainya persalinan. Jika cairan amnion sudah ditemukan sebelum atau
sesudah persalinan dimulai sementara engeagment kepala dalam panggul
belum bisa dipastikan pemeriksaan pervaginam untuk mengetahui apakah
terjadi prolapsus funikuli.
2.1.4 Tahapan Persalinan
Persalinan dibagi menjadi 4 tahap. Pada kala I serviks membuka dari 0-10
cm. kala I dinamakan juga dengan kala pembukaan. Kala II disebut juga dengan
kala pengeluaran, oleh karena kekuatan his dan kekuatan mengedan, jalan di
dorong keluar sampai lahir. Dalam kala III atau disebut jua kala Urie, plasenta
terlepas dari dinding uterus dan dilahirkan. Kala IV mulai dari lahirnya plasenta
sampai 2 jam kemudian. Dalam kala tersebut diobservasi apakah terjadi
perdarahan post partum (Farrer, 2001).
2.1.5 Kala-Kala Persalinan
Persalinan dibagi menjadi tiga kala yaitu:
1. Kala satu yang merupakan stadium dilatasi serviks; kala satu berlangsung
mulai dari onset persalinan hingga dilatasi serviks yang lengkap.
2. Kala dua yang merupakan stadium ekspulsi ; kala dua berlangsung mulai dari
3. Kala tiga yang merupakan stadium pelepasan dan pelahiran plasenta; kala tiga
berlangsung dari saat pelahiran bayi hingga plasenta dan selaput ketuban.
Pada sebagaian rumah sakit, satu atau dua jam sesudah persalinan selesai
disebut sebagai kala ‘empat’ (pembagian persalinan menjadi kala satu sampai
empat juga digunakan di Indonesia). Periode persalinan ini merupakan salah satu
perubahan dramatis yang terjadi pada tubuh seorang wanita, ketika berbagai
komplikasi dari persalinan atau pelahiran cenderung terjadi. Komplikasi yang
paling sering ditemukan pada stadium ini adalah perdarahan akibat relaksasi
uterus. Komplikasi emerjensi lainnya dapat timbul pada wanita hamil yang
tampak sehat, seperti reaksi terhadap obat yang diberikan. Wanita yang baru
bersalin dibiarkan dahulu di ruang bersalin atau dipindah keruang pemulihan atau
ruang kala empat tempat tersedianya berbagai fasilitas yang sesuai untuk
mengatasi keadaan emerjensi; observasi dilakukan paling sedikit selama 1 jam
(Farrer, 2001)
2.1.6 Faktor-faktor persalinan
Faktor-faktor yang terlibat dalam persalinan adalah:
1. Power yaitu kontraksi dan retraksi otot-otot volunter dari ibu, yaitu
kontraksi otot perut dan diafragma sewaktu ibu mengejan dan
meneran.
2. Passage yaitu bagian tulang panggul, serviks, vagina dan dasar
panggul (displacement).
3. Passenger yaitu terutama janin (secara khusus bagian kepala janin),
2.2 Konsep Persiapan dan Perawatan Persalinan 2.2.1 Persiapan Persalinan
Pada suatu tahap kehamilan bahwa semua wanita akan menyadari
keharusan untuk melahirkan, sehingga pada saat ANC diperlukan informasi
tentang persalinan. Diharapkan wanita hamil sudah mempersiapkan diri untuk
menghadapi persalinan (Sumarah, 2009)
a. Informasi
Idealnya seorang wanita hamil sudah melakukan hubungan dengan seorang
bidan/penolong persalinan tertentu agar mendapatkan informasi secara konsisten
dan wanita tersebut akan merasa rileks dan secara bebas akan meminta informasi.
Dengan cara demikian setiap wanita akan mendapat informasi sebanyak yang di
inginkan. Diupayakan informasi tersebut diberikan secara informal dan rileks,
dan informasi diberikan secara individu.
b. Intervensi kecemasan
Meskipun banyak wanita yang mungkin akan merasa sedikit takut tentang
beberapa aspek dan kehamilan dan persalinan, tetapi ada juga wanita yang tidak
merasa takut akan kehamilan dan persalinan. Sering wanita hamil menerima
informasi yang salah dan tepat pada saat ia dalam keadaan yang rentan, sehingga
akan menghantui dan menyebabkan rasa takut meningkat. Oleh karena itu
disarankan pada semua wanita hamil untuk tidak segan-segan mencari informasi
pada sumber yang jelas.
c. Keikutsertaan dalam perencanaan
Rencana persalinan sekarang sudah semakin popular. Rencana persalinan dibuat
persalinan. Pasangan-pasangan yang bisa berpartisipasi dalam perencanaan
asuhan yang dikehendaki akan lebih tenang dalam menghadapi persalinan. Bidan
harus ingat bahwa pasangan yang pasangan-pasangan tersebut berpendapat
bahwa sebuah rumah sakit bagaikan benda asing, lingkungan yang belum dikenal
dan sangat berhubungan sakit dan mati.
d. Berkenalan dengan staf
Berkenalan dengan staf dan ruangan untuk bersalin serta melihat-lihat lingkungan
akan sangat berguna bagi wanita hamil. Pengguaan alat dijelaskan dengan jelas
akan mengurangi rasa takut. Pendekatan secara intim terhadap asuhan yang
dirancang agar dapat mengikat kesinambungan asuhan dari sipemberi asuhan
kepada setiap wanita agar ia mendapatkan rasa aman bahwa akan bertemu dengan
orang-orang yang sudah dikenal selama kontak dengan penyedia jasa persalinan.
(Sumarah, 2009)
Adapun Prosedur Persiapan pada persalinan antara lain (Farrer, 2001)
a. Mencukur rambut di daerah pubis, vulva dan perine merupakan prosedur rutin
pada banyak rumah sakit. Sebagian dokter mengeluarkan perintah tetap yang
harus dilaksanakan, sebagian lainnya menyerahkan keputusan ini pada bidan yang
melaksanakannya menurut kehendak ibu hamil. Mencukur daerah perineum
merupakan tindakan untuk membersihkan rambut yang kalau terjadi robekan
perineum atau episiotomy dapat masuk kedalam luka atau menjadi sumber
mikroorganisme penyebab infeksi. Pengguntingan rambut dan bukan pencukuran
kini semakin sering dilakukan untuk mengurangi risiko cedera pada kulit.
b. enema Seperti halnya mencukur, penggunaan enema tidak lagi dilakukan
memutuskan sendiri apakah ingin menggunakan enema atau tidak. Penggunaan
enema tidak dilakukan pada proses persalinan yang sudah pasti atau kalau
presenting part belum masuk pintu atas panggul sementara ketuban sudah pecah.
Tujuan pemberian enema kepada wanita dalam proses persalinan adalah untuk
mengosongkan usus bagian bawah. Pengosongan usus ini akan:
1. Memberikan tempat dalam panggul untuk turunnya kepala janin
2. Menstimulasi kontraksi (secara refleks)
3. Mencegah kontaminasi oleh feses pada saat bayi dilahirka
4. Memberikan perasaan lebih nyaman selama fase dini puerperium
Pemberian enema juga berfungsi sebagai bonus karena meningkatkan
kerjasama pasien pada saat mengejan. Dorongan mengejan ditafsirkan sebagai
keadaan yang menyerupai dorongan untuk membuang hajat (kami tidak pernah
menyuruh ibu hamil yang sudah dalam proses persalinan untuk ke toilet meskipun
ia merasa ingin buang hajat (sebaiknya akan memeriksa kepala janin). Dengan
mengingatkan bahwa sebelumnya pasien telah mendapatkan enema sehingga usus
besarnya sudah kosong dan tidak akan mengotori ranjang, maka ia tidak akan
ragu-ragu lagi untuk mengejan ketika saatnya tiba. Enema tersebut bisa berupa air
biasa, air sabun, atau salah satu jenis enema yang disposable. Jika ibu hamil sudah
mengalami his pemberian enema dapat menimbulkan perasaan yang tidak
menyenangkan, khususnya pada saat-saat di antara pemberian enema dan
mungkin juga tidak bisa diajak bicara.
c. Higiene Umum, Meskipun hal terakhir yang dilakukan oleh ibu hamil sebelim
meninggalkan rumah adalah mandi, namun setelah pemberian enema, kebanyakan
hygiene yang penting dan perlu dijelaskan dapat diperhatikan. Barangkali rambut
dapat dikeramas atau disisir agar model rambut sesuai dan nyaman untuk
menjalani persalinan. Kuku jari juga memerlukan perhatian. Kuku jari tangan
yang panjang dapat melukai ibu sendiri atau orang lain selama periode persalinan
dan postnatal. Setiap lesi pada kulit atau mulut yang terlihat dicatat dan
diberitahukan kepada dokter jika mempunyai arti yang penting. Pasien kemudian
dipindahkan ke kamarnya. Sebagian rumah sakit memiliki kamar bagi kala satu
persalinan, yang dilengkapi dengan gorden, penutup tempat tidur, ruang tamu dan
suasana umum untuk santai. Jika menghendakinya, pasien bisa mendapatkan
preparat sedatif atau analgesik menurut kemajuan persalinannya.
2.2.2 Perawatan Persalinan
Dalam perawatan persalinan ada beberapa pemenuhan kebutuhan secara
fisik dan psikologis ibu selama persalinan (Sumarah, 2009):
1. Kebutuhan fisik ibu
a. Kebersihan dan kenyamanan
Ibu dalam inpartu akan merasa sangat panas dan berkeringat oleh karena itu
ibu akan membutuhkan kesempatan untuk mandi atau bersiram, hal ini dapat
dilakukan bila ibu masih memungkinkan untuk berjalan. Tetapi bagi ibu yang
sudah tidak mungkin untuk melakukan, maka peran bidan dan keluarga untuk
membantunya dengan dengan menyeka dengan waslap yang dibasahi dengan air
dingin pada muka, leher dan tangan serta bagian kemaluan dibersihkan dengan
kapas lembab. Demikian juga baju yang basah karena keringat atau air ketuban
perlu diganti dengan yang bersih. Mulut dapat disegarkan dengan kumur-kumur
b. Posisi
Dalam kehamilan ibu sudah aktif berproses dalam menghadapi persalinan
misalnya ibu sudah senam, latihan jalan-jalan, jongkok, ibu akan menggunakan
posisi tidur senyaman mungkin yang telah dilakukan selama kehamilan seperti
jongkok, merangkak atau berdiri. Hal ini akan meningkatkan keinginan merubah
posisi pada saat persalinan karena sudah dilatih pada saat hamil. Hal ini juga
merupakan satu upaya untuk mengatasi kontraksi bila dibandingkan dengan ibu
yang tidak pernah melatih pada saat hamil. Tempat tidur untuk persalinan
dirancang secara khusus yang dapat diubah-ubah sesuai dengan kebutuhan. Posisi
alternatif yang digunakan dalam persalinan adalah menghindari posisi telentang,
ibu berusaha untuk menggunakan posisi senyaman mungkin.
c. Kontak fisik
Selama proses persalinan ibu tidak suka dengan bercakap-cakap tetapi ibu
akan merasa nyaman dengan kontak fisik. Keluarga hendaknya didorong untuk
mau berpegangan tangan, menggosok-gosok punggungnya, menyeka wajahnya
dengan air dingin menggunakan waslap atau dengan mendekapnya atau
mengelus-elus perutnya, memijat kaki atau teknik-teknik lain yang Serupa. bila
memungkinkan dilakukan ransangan pada puting susu dan klitoris untuk
mendorong pelepasan oksitosin dan kelenjar pituitrin yang akan merangsang
kontraksi menjadi semakin kuat, secara alamiah. Keluarga didorong untuk
membantu merubah posisi tidur ibu. Bidan hendaknya peka akan keinginan
d. Pijatan
Ibu yang mengeluh sakit pinggang atau nyeri selama persalinan mungkin
merasa pijatan akan sangat meringkan keluhan. Bidan/ keluarga dapat melakukan
pijatan melingkar di daerah lumbosarkalis, menekan daerah lutut dengan posisi
ibu duduk, atau mengelus-elus di daerah perut.
e. Perawatan kandung kemih
Keinginan untuk berkemih pada ibu inpartu sering terganggu dengan adanya
kontraksi, oleh karena itu pengamatan terhadap kandung kemih haruslah
diperhatikan karena dapat menghambat turunnya bagian terendah janin dan
kontraksi uterus. Setiap 4 jam kandung kemih harus dikontrol dan diupayakan ibu
dapat kencing sendiri dengan mencoba untuk kencing di pispot dengan disiram
dengan air dingin atau diransang dengan membuka kran agar meransang ibu untuk
ingin kencing.
2. Kebutuhan Psikologi Ibu
Pada ibu hamil terjadi perubahan psikologi, demikian juga pada ibu
bersalin. Perubahan psikologi pada ibu bersalinan merupakan hal yang wajar,
hampir semua ibu mengalaminya tergantung kepekaan dari setiap individu.
Meskipun demikian ibu memerlukan bimbingan dari keluarga dan petugas
penolong persalinan, agar ibu dapat menerima keaadaan yang terjadi dan dapat
memahami sehingga ibu dapat beradaptasi terhadap perubahan yang terjadi. Pada
ibu bersalin sering merasa cemas, memikirkan hal-hal yang akan terjadi antara
lain perasaan sakit, takut menghadapi persalinan, penolongnya sabar tidak, apakah
menambah rasa sakit, oleh karena itu ibu bersalin memerlukan teman/
pendamping selama persalinan.
Penelitian menunjukkan bahwa kehadiran seorang pendamping pada saat
persalinan dapat menimbulkan efek positif terhadap persalinan yang dapat
menurunnya persalinan dengan tindakan.
Jika persalinannya adalah persalinan pertama, pasien tersebut mungkin
merasa cemas dan mengkhawatirkan bagaimana harus bersikap sekalipun sudah
mempersiapkan dengan baik sebelumnya. Bahkan bagi ibu yang sudah mengalami
persalinan, setiap persalinan mungkin merupakan peritiwa yang berbeda, hampir
dapat dipastikan bahwa ia akan menemui paling beberapa dokter yang baru.
Tanpa tergantung pada pengalaman pasien sebelumnya apakah ia adalah pasien,
bidan atau dokter, kita harus memastikan bahwa pasien memahami apa yang
tengah terjadi dalam proses persalinan.
Perawatan secara umum yang dapat diberikan antara lain: (Farrer, 2001)
1. Kenyamanan yaitu Ranjang harus dijaga agar tetap kering, Cairan ketuban
dapat mengalir terus. Perawatan mulut perlu diperhatikan, khususnya jika asupan
cairan per oral dibatasi. Pasien akan berterima kasih jika tangan serta wajahnya
sering dibersihkan, dan pembasuhan vulva dilakukan setiap 4 jam sekali. Nyeri
punggung sering dikeluhkan, keluhan ini dapat diredakan dengan mengurut secara
perlahan tapi kuat dari dasar tulang belakang. Penggunaan bantal keras (bukan
bantal biasa) semakin populer sebagai sarana yang efektif untuk menyangga
punggung selama persalinan.
2. Aktivitas yaitu biasanya ibu hamil dianjurkan untuk berjalan-jalan sampai
berbaring ditempat tidur. Bentuk-bentuk kegiatan untuk menghilangkan
kebosanan atau mengalihkan perhatian seperti membaca atau merajut dapat
dianjurkan, atau dapat memperbaiki teknik-teknik relaksasi pernapasan.
3. Cairan yaitu catatan asupan dan keluaran cairan terus dibuat selama proses
persalinan. Dianjurkan agar pasien minum sedikit-sedikit tapi sering, jenis
minuman yang dianjurkan adalah cairan yang jernih tanpa soda, misalnya air
putih, minuman yang mengandung glukosa, sari buah, sekitar 75 ml per jam.
Cairan infus biasanya baru diberikan jika asupan cairan terganggu seperti pada
keadaan muntah-muntah atau keluaran urinenya jelek.
4. Mikturisi yaitu keluaran urine harus dicatat. Ibu hamil harus dianjurkan untuk
mengosongkan kandung kemihnya paling tidak setiap 2 jam sekali, karena
kandung kemih yang penuh dapat menghalangi kerja uterus dan memenuhi rongga
panggul. Katerisasi hanya dilakukan jika ibu hamil tidak mampu buang air kecil
dan setelah tindakan keperawatan yang lazim sudah dicoba. Semua urine yang
dikeluarkan selama persalinan harus dikumpulkan untuk pemerikasan aseton dan
protein. Jika terlihat renik protein pada stick test, urine tersebut didihkan.
Pereklamsia dapat muncul untuk pertama kali pada saat ibu hamil dalam proses
persalinan.
5. Makanan yaitu penyerapan makanan dari lambung dan usus akan mengalami
pelambatan yang cukup berarti selama persalinan. Makanan padat biasanya tidak
boleh diberikan selama persalinan. Sebagai penggantinya dianjurkan makanan
cair, berbentuk jeli atau lunak. Biasanya selera makan ibu hanya terhadap
2.3 Persiapan dan Perawatan Ibu Primipara dan Multipara 2.3.1 Persiapan dan Perawatan Primipara
Primipara adalah wanita yang telah melahirkan seorang anak, yang cukup
besar untuk hidup di dunia luar (Varney, 2006). Sebagian besar wanita mengalami
persalinan baik itu wanita yang baru pertama kali malahirkan maupun untuk yang
kedua kalinya. Farrer (2001)
2.3.2 Persiapan dan Perawatan Multipara
Multipara adalah wanita yang telah melahirkan seorang anak lebih dari satu
kali. Prawirohardjo (2009). Multipara adalah wanita yang pernah melahirkan bayi
viabel (hidup) beberapa kali. Manuaba (2008).
Menurut sumarah (2009) mengatakan bahwa persiapan dan perawatan
pada ibu primipara dan multipara adalah pada tahap kehamilan bahwa semua
wanita akan menyadari keharusan untuk melahirkan, sehingga pada saat
persalinan diperlukan informasi tentang perawatan persalinan. Hasil penelitian
menunjukkan ibu primipara lebih khawatir, tegang, takut, stres dalam menghadapi
persiapan persalinan maupun perawatan persalinan dibandingkan dengan ibu
multipara. Bobak (2004) mengidentifikasi bahwa kelahiran bayi pertama
merupakan salah satu peristiwa yang paling membuat stress dalam kehidupan
seseorang.
Pengalaman melahirkan sebelumnya merupakan hal yang penting bagi ibu
multipara yang akan melahirkan. Setiap wanita memiki pengalaman melahirkan
dengan tersendiri, pengalaman tersebut bisa bersifat positif tapi bisa juga negatif,
dan pada akhirnya dapat menimbulkan efek persiapan dan perawatan persalinan.
menyebabkan citra diri negatif pada ibu dan akan menghambat suatu persiapan
dan perawatan persalinan ibu primipara dan multipara (Simkin, 1991 dalam
BAB 3
KERANGKA PENELITIAN
3.1 Kerangka Konsep
Kerangka konsep dalam penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi
persiapan dan perawatan persalinan ibu primipara dan multipara di RSUD H.
Abdul Manan Simatupang Kisaran. Persiapan persalinan adalah mempersiapkan
diri dengan berbagai informasi, intervensi kecemasan, keikutsertaan dalam
perencanaan, dan berkenalan dengan staf tentang hal-hal yang menyangkut
persalinan. Persiapan dan perawatan adalah salah satu cara terbaik untuk
menghadapi persalinan. Perawatan persalinan merupakan perawatan yang
dilakukan kebersihan dan kenyamanan, posisi yang nyaman, kontak fisik, pijatan,
dan perawatan kandung kemih (sumarah, 2009).
Sedikit banyaknya pengalaman bersalin akan mempengaruhi baiknya
Persiapan maupun perawatan yang dilakukan oleh ibu yang menghadapi
persalinan. Sesuai dengan tujuan penelitian maka penulis membuat batasan
variabel-variabel pada kerangka konsep seperti dibawah ini, dengan variabel yang
diteliti adalah persiapan persalinan, dan perawatan persalinan pada ibu primipara
dan multipara. Untuk lebih jelas dapat dihubungkan dengan kerangka konsep
3.2 Defenisi Operasional
1. Persiapan persalinan adalah suatu hal yang akan dipersiapkan dalam
persalinan di dalam RSUD H. Abdul Manan Simatupang Kisaran.
No Variabel Defenisi Operasional Hasil Ukur Skala 1 informasi Suatu hal yang didapat
dari berbagai orang, petugas kesehatan
3 Keikutsertaan dalam
perencanaan
Berpartisipasi dalam melakukan rencana persalinan yang akan dilakukan langsung maupun tidak langsung terhadap pegawai yang ada
1. Kontak 2. Berkunjung
Nominal Persiapan:
˗ Informasi
˗ Intervensi kecemasan
˗ Keikutsertaan dalam perencanaan
˗ Berkenalan dengan staf
Perawatan:
Persiapan :
˗ Informasi
˗ Intervensi kecemasan
˗ Keikutsertaan dalam perencanaan
˗ Berkenalan dengan staf
Perawatan:
2. Perawatan persalinan adalah suatu tindakan yang diberikan untuk
mengurangi rasa sakit, kebersihan dan kenyamanan pada persalinan dalam
RSUD H. Abdul Manan Simatupang Kisaran.
No Variabel Defenisi Operasional Hasil Ukur Skala 1 Kebutuhan
fisik
Perawatan yang diperlukan tubuh baik
fisik luar maupun fisik dalam
kandung kemih
Ordinal rasa sakit, dan
ketakutan
1. Pendamping 2. Dorongan 3. Semangat
Ordinal
3. Ibu primipara adalah ibu yang melahirkan untuk pertama kalinya dan
sedang dirawat di RSUD H. Abdul Manan Simatupang Kisaran.
4. Ibu multipara adalah ibu yang melahirkan bayi yang kedua atau lebih dan
sedang dirawat di RSUD H. Abdul Manan Simatupang Kisaran.
3.3 Hipotesa
Hipotesa yang digunakan dalam penelitian ini adalah hipotesa alternative
yaitu terdapat perbedaan antara persiapan dan perawatan persalinan yang dialami
ibu primipara dan persiapan dan perawatan yang dilakukan ibu multipara dalam
BAB 4
METODOLOGI PENELITIAN
4.1 Desain Penelitian
Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah bersifat deskriptif
komparatif yang bertujuan untuk mengidentifikasi persiapan dan perawatan
persalinan ibu primipara dan multipara di RSUD H.Abdul Manan Simatupang
Kisaran.
4.2 Populasi dan Sampel Penelitian 4.2.1 Populasi
Populasi pada penelitian ini adalah ibu primipara dan ibu multipara yang
melahirkan secara normal di RSUD H.Abdul Manan Simatupang Kisaran.
4.2.2 Sampel
Sampel merupakan bagian populasi yang akan diteliti dengan karakteristik
yang ada di dalam (Aziz, 2003). Penentuan jumlah sampel berdasarkan table
power analisis untuk koefisien perbandingan dengan level of significance (α) sebesar 0.05, power of test (1-β) sebesar 0.80 dan effect size (∞) sebesar 0.05, sehingga didapat jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 64 orang yang terdiri
dari 32 orang ibu primipara dan 32 orang ibu multipara (Pollit & Hungler, 1995).
Pengambilan sampel dengan metode purposive sampling. Dengan teknik
ini, setiap ibu bersalin yang memenuhi kriteria inklusi penelitian yaitu: ibu
normal, bisa membaca dan menulis serta bersedia menjadi responden dalam
penelitian ini.
4.3 Lokasi Penelitian dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilakukan di RSUD H.Abdul Manan Simatupang kisaran.
Dan diperkirakan akan dapat subjek yang mewakili dari populasi yang ada.
Penelitian ini dilaksanakan pada Agustus-September 2012.
4.4 Pertimbangan Etik
Penelitian ini dilakukan setelah mendapat ijin dari Dekan Fakultas
Keperawatan Universitas Sumatera Utara. Selanjutnya mengirimkan surat
permohonan untuk mendapatkan izin penelitian dari RSUD H.Abdul Manan
Simatupang Kisaran.
Setelah mendapatkan izin dari RSUD H.Abdul Manan Simatupang
Kisaran, peneliti mulai pengumpulan data dengan memberikan lembar persetujuan
(informed concent) kepada responden yang akan diteliti. Sebelum responden
mengisi dan menandatangani lembar persetujuan, peneliti menjelaskan maksud,
tujuan dan prosedur penelitian.
Penelitian menanyakan kesediaan responden untuk berpartisipasi dalam
penelitian dengan menandatangani lembar persetujuan tersebut. Jika responden
menolak untuk berpartisipasi dalam penelitian maka peneliti tidak memaksa dan
tetap menghargai hak-haknya tanpa ada tekanan fisik maupun psikologis.
Untuk menjaga kerahasiaan responden, peneliti tidak mencantumkan nama
masing-masing lembar kuesioner. Kerahasiaan informasi responden dijamin oleh
peneliti setelah proses penelitian selesai dilaksanakan. Data-data yang diperoleh
dari responden untuk kepentingan penelitian.
4.5 Instrumen Penelitian
Untuk memperoleh informasi dari responden, peneliti menggunakan alat
pengumpulan data berupa kuesioner. Kuesioner terdiri dari dua bagian : pertama
data demografi responden dan yang kedua kuesioner persiapan dan perawatan.
4.5.1 Data Demografi Responden
Kuesioner data demografi responden meliputi kode, umur, suku,
pendidikan, pekerjaan, penghasilan per bulan, gravida, paritas, aborsi, kehamilan
direncanakan, ada/ tidaknya masalah kehamilan, TTP sesuai dengan tanggal
kelahiran.
4.5.2 Kuesioner Persiapan dan Perawatan
Untuk mengetahui Persiapan dan perawatan ibu primipara dan ibu
multipara dalam menghadapi persalinan maka peneliti menggunakan kuesioner
Persiapan dan perawatan persalinan dari (Sumarah, dkk, 2009) yang disesuaikan
dengan tinjauan pustaka.
4.6 Validitas dan Realibilitas 4.6.1 Validitas
Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan kevalidan suatu
validitas yang tinggi. Sebaliknya instrumen yang kurang valid berarti memiliki
validitas rendah (Arikunto, 2010).
Uji validitas telah dilakukan oleh dosen yang ahli dibidang ini berupa uji
content validitas. Berdasarkan uji reliabilitas tersebut, kuesioner disusun kembali
dengan bahasa yang lebih efektif dan dengan item-item pernyataan yang akan
mengukur sasaran yang ingin di ukur sesuai dengan teori atau konsep. Setelah
dilakukan uji validitas maka didapatkan hasil bahwa instrument penelitian yang
digunakan telah valid dan dapat di gunakan untuk penelitian selanjutnya.
4.6.2 Reliabilitas
Untuk mengetahui kepercayaan (reliabilitas) instrumen dilakukan uji
reliabilitas instrumen. Instrumen reliabel apabila pada beberapa kali pengukuran
memberikan hasil relative sama (Azwar, 2003).
Uji reliabilitas dilakukan terhadap 20 orang kriteria responden yang
memenuhi kriteria (Azwar, 2003). Uji reliabilitas pada penelitian ini dilakukan
dengan cronbach alpa dimana menggunakan skala guttman.
Hidayat (2009) suatu instrument dikatakan reliabel bila nilainya >0,70.
Dari hasil uji reabilitas dengan menggunakan formula Cronbach alpa dalam
program perangkat komputer terhadap kuesioner persiapan adalah 0.78 dan
kuesioner perawatan adalah 0.86. Menurut Purwanto (2008) suatu instrument
dikatakan reliabel bila koefisiennya 0.70 atau lebih. Dengan demikian dapat
disimpulkan bahwa kusioner persiapan dan perawatan mengenai persalinan ibu
4.7 Pengumpulan data
Pengumpulan data dilakukan dengan memberikan kuesioner kepada
responden. Prosedur pengumpulan data dilakukan dengan cara sebagai berikut:
4.7.1 Mengajukan permohonan ijin pelaksanaan penelitian pada institusi
pendidikan (Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Sumatera
Utara).
4.7.2 Mengirim surat ijin penelitian dari Fakultas ke tempat penelitian (RSUD
H. Abdul Manan Simatupang Kisaran).
4.7.3 Setelah mendapat ijin dari pihak RSUD H. Abdul Manan Simatupang
Kisaran.
4.7.4 Peneliti meminta kesediaan responden untuk berperan untuk serta dalam
penelitian.
4.7.5 Setelah mendapat persetujuan responden, pengumpulan data dimulai.
4.8 Analisa Data
Setelah semua data terkumpul, maka analisa data dilakukan melalui
beberapa tahapan, antara lain tahap pertam editing yaitu mengecek nama dan
kelengkapan identitas maupun data responden serts memastikan bahwa semua
jawaban telah diisi sesuai petunjuk, tahap kedua koding yaitu member kode atau
angka tertentu pada kuesioner untuk mempermudah waktu mengadakan tabulasi
dan analisa, tahap ketiga processing yaitu memasukkan data dari kuesioner ke
dalam program computer, tahap keempat adalah melakukan cleaning yaitu
mengecek kembali data yang telah di entry untuk mengetahui ada kesalahan atau
Untuk kuesioner persiapan persalinan terdiri dari 4 kategori yang
masing-masing 10 pertanyaan dan kuesioner perawatan persalinan terdiri dari 2 kategori
yang masing-masing 10 pertanyaan. Adapun pilihan jawaban yaitu “ya” bernilai
1, dan “tidak” bernilai 0. Skala pengukuran yang digunakan adalah skala
Guttman. (Azis alimul, 2007)
Data yang sudah diolah, data demografi disajikan dalam bentuk distribusi
frekuensi dan persentase. Persiapan dan perawatan persalinan ibu primipara dan
multipara disajikan dalam bentuk distribusi dan persentase. Sedangkan untuk
mengidentifikasi perbedaan persiapan dan perawatan persalinan ibu primipara
dana multipara menggunakan statistik bivariat yaitu dengan uji beda mean
independen (uji independen T-test). Jika nilai t-test hitung > nilai t-tabel maka
terdapat perbedaan dan sebaliknya apabila nilai t-test hitung < nilai t-tabel maka
BAB 5
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
5.1 Hasil Penelitian
Berdasarkan hasil pengumpulan data yang dilakukan dari tanggal 27 agustus
sampai dengan 4 september 2012. Diperoleh informasi bahwa ada perbedaan
persiapan dan perawatan persalinan ibu primipara dan multipara di RSUD
H.Abdul Manan Simatupang Kisaran
Berikut ini akan dijabarkan mengenai hasil penelitian tersebut yaitu:
5.1.1 Karakteristik Responden
Pada penelitian ini responden terdiri dari dua kelompok yaitu kelompok
responden primipara dan kelompok multipara. Jumlah seluruh responden dalam
penelitian ini adalah 64 orang, dengan distribusi 32 orang responden primipara
dan 32 orang responden multipara. Adapun karakteristik responden yang akan
dipaparkan mencakup umur, suku, pendidikan, pekerjaan, penghasilan per bulan ,
gravida, paritas, aborsi, kehamilan direncanakan, ada/tidaknya masalah
kehamilan, TTP sesuai dengan tanggal kelahiran.
5.1.1.1 Primipara
Dari data yang diperoleh menunjukkan bahwa kelompok umur yang
terbanyak menjadi responden yaitu ibu primipara yang berusia <20 tahun
(71,9%), yang berusia 20- 35 tahun (28,1%). Mayoritas suku Jawa (65,6% ), suku
batak (21.9%), dan suku melayu (12.5%). Bila dilihat dari pekerjaan, mayoritas
responden yang tidak bekerja/ ibu rumah tangga adalah 71,9%. Sementara
adalah 25%, Sekolah Menengah Atas adalah 37,5%. Berdasarkan penghasilan
responden ibu primipara terbanyak mempunyai penghasilan antara >Rp 1000.000
yaitu sebanyak (31,3%). Berdasarkan Gravida (100%), Abortus (100%).
Berdasarkan kehamilan yang direcanakan yaitu sebanyak (78,1%), semua ibu
primipara tidak ada yang mengalami masalah kehamilan (100%). TTP yang sesuai
dengan tanggal kelahiran sebanyak (93,8%).
5.1.1.2 Multipara
Dari data yang diperoleh menunjukkan bahwa kelompok umur yang
terbanyak menjadi responden yaitu ibu multipara yang berusia <20 tahun yaitu
sebanyak (12,5%), pada kelompok usia 20-35 tahun sebanyak (62,5%) dan
kelompok >35 tahun sebanyak (25%). Suku Jawa (81,3%), batak dan melayu
banyaknya sama yaitu (9,4%). Bila dilihat dari pekerjaan, mayoritas responden
tidak bekerja/ ibu rumah tangga adalah 61,6%, sementara berdasarkan tingkat
pendidikan terakhir responden ditemukan Sekolah Menengah Atas adalah 56,3%.
Berdasarkan penghasilan, responden ibu multipara terbanyak mempunyai
penghasilan antara >Rp 1000.000 yaitu sebanyak 21,9%. Berdasarkan Gravida
tertinggi (34.4%), Paritas terbanyak ada 2 yang sama (37.5%), Abortus (71.9%).
Berdasarkan kehamilan yang direncanakan yaitu sebanyak (71.8%), semua ibu
primipara tidak ada yang mengalami masalah kehamilan (100%). TTP yang sesuai
Tabel 5.1.1.1 Distribusi frekuensi dan persentase karakteristik responden primipara dan multipara di RSUD H.Abdul Manan Simatupang Kisaran Bulan Agustus sampai September 2012 (N=32)
Primipara Multipara
Karakteristik Frekuensi ( f ) -Ibu Rumah Tangga -Wiraswasta Penghasilan per bulan
Primipara Multipara Karakteristik Frekuensi
( f ) Ada tidaknya masalah
kehamilan
-Tidak ada 32 100 32 100
TTP sesuai dengan tanggal kelahiran
5.1.1.3 Distribusi Persiapan dan Perawatan Primipara
Secara umum responden primipara memiliki persiapan yang baik. Hasil ini
terlihat dari total rata-rata dari persiapan dan perawatan ibu primipara adalah
93.07, dengan standart deviasi untuk persiapan dan perawatan 6.272. Dimana
dikatakan jika baik berada dalam rentang 61-120 dan jika dikatakan buruk nilai
rata-rata berada dalam rentang 1-60.
Tabel 5.1.1.3 Skor Persiapan Persalinan dan Perawatan Primipara (N=32)
Mean S D
Persiapan 34.91 2.006
Perawatan 58.16 4.266
Total 93.07 6.272
Dari 60 pernyataan yang dapat mengeksplorasi persiapan dan perawatan
responden secara buruk dengan (no. 45, 49, 53, 60) dengan menggunakan kontak
fisik secara langsung ibu meresponnya kurang sebanyak (18,7%), saat ibu ingin
berkemih sangat terganggu didapat sebanyak (59,4%), begitu juga ibu merasa
takut dalam menghadapi persalinan didapat sebanyak (50%), dan pada saat
sebanyak (59,4%). Sedangkan didapati dengan pernyataan yang baik dengan (no.
11, 25, 36, 47, 54, 58, 59) dengan mendengarkan musik dapat membuat badan
rileks sebanyak (96,9%), dengan melakukan tehnik relaksasi sebanyak (96,9%),
dengan mengetahui keuntungan tempat persalinan ibu tidak akan cemas lagi
sebanyak (96,9%) dengan memikirkan bagaimana rasa sakit pada saat persalinan
ibu akan memikirkan hal-hal yang baik sebanyak (96,9%), ibu akan merasa
senang apabila diawasi dan dihargai oleh suami dan keluarga sebanyak (96,9%),
dengan memberitahukan keluhan-keluhan yang dirasakan rasa sakit yang
dirasakan oleh ibu akan berkurang dengan sebanyak (96,9%).
5.1.1.4 Distribusi Persiapan dan Perawatan Persalinan Ibu Multipara Sama halnya dengan responden ibu primipara, responden multipara juga
memiliki persiapan dan perawatan persalinan yang baik. Hal ini terlihat dari nilai
total rata-rata (92.00), dengan standart deviasi persiapan dan perawatan 4.695.
Bahwa persiapan dan perawatan persalinan ibu multipara dapat dikategorikan
baik.
Tabel 5.1.1.4 Skor persiapan dan perawatan persalinan ibu multipara (N=32)
Mean S D
Persiapan 35.34 1.894
Perawatan 56.66 2.801
Total 92.00 4.695
Dari 60 pernyataan yang dapat mengeksplorasi persiapan dan perawatan
terdapat responden secara buruk dengan (no. 44, 45, 47, 56, 57) ibu selalu saja
menggunakan posisi terlentang untuk tidur karena dirasakan lebih enak didapat
sebanyak (53,2%), dengan menggunakan kontak fisik secara langsung ibu tidak
pinggang atau nyeri saat persalinan sebanyak (40,6%), ibu selalu meminta agar
ditemani saat persalinan karena merasa takut sebanyak (37,5%), dan ibu akan
merasa senang apabila diawasi dan dihargai sebanyak (25%). Sedangkan yang
dapat merespon secara baik dengan (no. 42, 54, 55) kenyamanan yang dirasakan
dengan mengganti pakaian didapat sebanyak (90,6%), dengan memikirkan
bagaimana dengan rasa sakit pada saat persalinan yang dirasakan ibu didapat
sebanyak (90,6%), dan ibu takut dengan keadaan anaknya “cacat” didapat
sebanyak (96,9%).
5.1.1.5 Perbedaan Persiapan dan Perawatan Persalinan Ibu Primipara dan Multipara
Hasil analisa data dengan menggunakan independent t-test menunjukkan
bahwa persiapan dan perawatan persalinan secara keseluruhan dari ibu primipara
dan multipara tidak berbeda secara signifikan (t = 0.550, p = 0.584 , 2-tailed).
Dimana nilai mean dari primipara (93.07) dan multipara (92.00), dan nilai mean
difference pada persiapan dan perawatan (0.020).
Tabel 5.1.1.5 Hasil Uji Independent t-test terhadap Persiapan dan Perawatan
Persalinan Ibu Primipara dan Multipara
Mean Mean Difference t p(2-tailed)
Persiapan & perawatan .020 .550 .584
Primipara 93.07
Multipara 92.00
5.2 Pembahasan
Dari hasil penelitian yang telah diperoleh, pembahasan dilakukan untuk
persalinan ibu primipara dan multipara di RSUD H. Abdul Manan Simatupang
Kisaran.
5.2.1 Persiapan dan Perawatan Ibu Primipara
Persiapan dan perawatan adalah suatu tahapan kehamilan bahwa semua
wanita akan menyadari keharusan untuk melahirkan, sehingga pada saat ANC
diperlukan informasi tentang persalinan. Diharapkan wanita hamil sudah
mempersiapkan diri untuk menghadapi persalinan.
Berdasarkan skor persiapan dan perawatan primipara selama persalinan
diperoleh bahwa kelompok responden memiliki persiapan dan perawatan yang
baik. Ini di sebabkan pada ibu melahirkan untuk pertama kalinya secara aktif
telah mempersiapkan dirinya untuk menghadapi proses persalinan, perannya
sebagai seorang ibu dan orang tua bagi anak-anaknya kelak. Namun rasa cemas
pada ibu dapat timbul akibat kekhawatiran akan proses persalinan yang aman
untuk dirinya dan anaknya, hal ini disebabkan karena ibu tidak mengerti anatomi
dan proses persalinan (Rubin, 1975). Berdasarkan distribusi karakteristik
responden pada usia ibu primipara terbanyak < 20 tahun, ini dikarenakan pada
usia ini sangat banyak wanita sudah menikah. Padahal menurut Sarwono (2005)
menyatakan bahwa pada wanita hamil dan melahirkan pada usia di bawah 20
tahun ternyata 2-5 kali lebih tinggi beresiko kematian maternal yang terjadi pada
umur 20-29 tahun. Kematian maternal meningkat kembali sesudah umur lebih
dari 35 tahun.
5.2.2 Persiapan dan Perawatan Ibu Multipara
Pada ibu yang untuk kedua kalinya atau bahkan yang lebih sudah memiliki
pendekatan dalam mempersiapkan diri menghadapi persalinan, akan tetapi pada
ibu yang menantikan kelahiran anak kedua memiliki kekhawatiran yang berbeda
pada masa persalinan (Merilo, 1988). Berdasarkan distribusi karakteristik
responden pada usia ibu multipara terbanyak yaitu antara 20-35 tahun, dimana
dikatakan usia ini adalah masa produktif bagi seorang ibu. Hal ini sesuai menurut
Sarwono (2005) yang menyatakan dalam kurun reproduksi sehat dikenal bahwa
usia aman untuk kehamilan dan persalinan adalah 20-30 tahun. Berdasarkan hasil
penelitian Rahayu (2010) yang menyatakan bahwa umur sangat mempengaruhi
ibu primipara dan multipara dalam persiapan dan perawatan persalinan, dimana
dikatakan bahwa dengan umur produktif 20-30 tahun lebih dominan melakukan
konseling /bertanya kepada tenaga kesehatan tentang persalinan ketika melakukan
kunjungan pemeriksaan kehamilan di sarana kesehatan sehingga ibu mempunyai
pemahaman yang baik tentang persiapan dan perawatan persalinan.
Pada penelitian ini kedua kelompok ibu pada umumnya memiliki tingkat
pendidikan yang tinggi yaitu pendidikan Sekolah Menengah Atas. Pada
hakikatnya pendidikan akan memberikan kemampuan kepada seorang untuk
berpikir rasional dan objektif dalam menghadapi masalah. Pendidikan akan
mempengaruhi seseorang yang belum dewasa untuk secara berangsur-angsur di
bawa kearah kedewasaan. Kedewasaan pada dasarnya adalah kemampuan untuk
mandiri. Semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang diharapkan di ikuti oleh
semakin tinggi tingkat pengetahuan seseorang. Bagi seorang ibu bersalin
pengetahuan tentang persalinan dapat membantu ibu bersalin untuk
mempersiapkan diri terhadap proses persalinan dan penyebab mulainya
dengan lebih baik. Menurut Sears, dkk (1991) menyatakan bahwa pada dasarnya
alasan seseorang mempersiapkan diri agar dapat menghadapi persalinan selain itu
mencari informasi yang bermanfaat dari orang lain.
Pendidikan juga merupakan unsur modernisasi yang menuju kepada
terciptanya suatu berpikir rasional. Perempuan yang berpendidikan diharapkan
akan lebih tepat dalam mengambil keputusan tentang apa yang harus mereka
lakukan, dengan demikian pendidikan berpengaruh baik terhadap kemampuan
mereka untuk memecahkan masalah yang sedang mereka hadapi (Sukamdi, 1990;
Tarmizi, 1991). Hal senada juga dikemukakan oleh Boserup (1970) bahwa
pendidikan akan memperbaiki status, kemampuan dan keahlian seorang
perempuan serta meningkatkan aspirasi dan harapan seorang perempuan akan
kehidupan yang lebih baik bagi dirinya sendiri serta keluarga (Standing, 1976).
Sementara menurut Oppong (1974) seorang perempuan yang berpendidikan
berpeluang untuk membuat keputusan dalam keluarganya. Di samping itu
pendidikan memberi kekuasaan dan kepercayaan diri kepada perempuan untuk
mengambil keputusan atas tanggung jawab perempuan itu sendiri (Sadli, 1991).
Berdasarkan penelusuran terhadap data demografi tersebut diatas dapat
diasumsikan bahwa data demografi tersebut memberikan pengaruh yang
sama-sama dominan terhadap persiapan dan perawatan persalinan ibu primipara dan
multipara sehingga bisa jadi menyebabkan persiapan dan perawatan ibu bersalin
5.2.3 Perbedaan persiapan dan perawatan persalinan ibu primipara dan multipara.
Dari hasil uji statistik dengan menggunakan independen t-test yang
dilakukan terhadap hasil penelitian diperoleh bahwa tidak terdapat perbedaan
yang signifikan persiapan dan perawatan persalinan ibu primipara dan multipara
(p= 0,584 , 2-tailed). Hal ini menunjukkan bahwa hipotesa alternative Ho diterima
dan Ha ditolak.
Dari hasil penelitian ditemukan bahwa kedua kelompok responden ibu
primipara dan multipara berada dalam rentang persiapan dan perawatan yang
baik, dimana nilai rata-rata persiapan dan perawatan kelompok ibu primipara
adalah (93,07) dan kelompok ibu multipara adalah (92,00).
Persiapan. Hasil penelitian ini sesuai dengan pernyataan Sumarah (2009) bahwa seseorang dengan persiapan yang baik akan mempersiapkan dirinya
dengan baik pula, dapat memahami dan menerima sejumlah fakta yang
bermacam-macam tentang dirinya sendiri serta dapat menerima dirinya apa
adanya sehingga mudah beradaptasi terhadap hal-hal yang dapat menimbulkan
stres. Sehubungan dengan itu menurut Indrawati (2005) mengatakan bahwa
dengan menjaga para ibu dari gangguan stres selama persalinan bukan hanya baik
bagi emosi ibu tapi juga akan baik bagi perkembangan bayi yang akan lahir, selain
itu ibu yang mengalami stres selama kehamilan akan membuat janin di dalam
rahimnya juga ikut mengalami stres. Jadi diharapkan pada ibu agar tidak
mengalami stres dalam menghadapi persalinan.