Efektivitas Beberapa Herbisida Pratumbuh pada Beberapa Tingkat Pengapuran Tanah
Teks penuh
Dokumen terkait
Pola penurunan konsentrasi residu glifosat dalam tanah tersebut terjadi secara cepat pada tiga hari pertama setelah aplikasi, sedangkan dari 3 hari setelah aplikasi hingga
Perjalanan waktu selalu mendesak sistem ke arah entropsi yang maksimal, sehingga senyawa-senyawa menjadi berenergi bebas ren- dah.. Fenomena ini bisa digambarkan
kedua perlakuan, namun kejenuhan Aluminium Fase pertumbuhan jagung yang paling kritis terhadap menurun dibandingkan dengan tahun sebelumnya, kekurangan air adalah awal
Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) sistem olah tanah tidak berpengaruh terhadap C-organik, N-total, P-tersedia, K-dd, pH, dan KTK tanah pada 2 waktu pengambilan sampel tanah yaitu
[r]
Dengan demikian terlihat bahwa sistem olah tanah dan aplikasi herbisida tidak berpengaruh terhadap kandungan K-dd tanah pada 5 BST dan 10 BST pada lahan penelitian
Pa- da perlakuan P8 (tanpa disiang), dimana tingkat kerapatan gulma terbanyak dengan nilai SDR tinggi (Lampiran 1), tinggi tanaman kedelai sama dengan tanaman yang disiang ma-
Dari seluruh petak perlakuan herbisida pratumbuh pada percobaan, efikasi perlakuan Diuron 2 kg/ha, 2,5 kg/ha, dan 3,5 kg/ha mampu menekan pertumbuhan gulma utama