• Tidak ada hasil yang ditemukan

Studi pembuatan bulk cuo untuk aplikasi sensor gas

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Studi pembuatan bulk cuo untuk aplikasi sensor gas"

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

Ringkasan Hasil Penelitian Dasar Tahun 2004 47

STUDI PEMBUATAN BULK CUO UNTUK APLIKASI SENSOR GAS

Mersi Kurniati1)

Akhiruddin Maddu2), Agus Kartono2)

Dampak lingkungan 1yang diakibatkan oleh polusi gas CO2 sangat

merugikan, apalagi konsentrasinya melebihi ambang batas toleransi, kerusakan lingkungan mengancam kehidupan dan panas global meningkat. Ketersediaan alat ukur terhadap kandungan gas tersebut mutlak harus dipenuhi untuk mengontrol dan mengendalikan tingkat konsentrasinya. Untuk tujuan tersebut harus dicari suatu terobosan baru

dalam teknologi sensor gas CO2 yang berkinerja tinggi dan berbiaya

rendah. Metode deteksi yang potensial adalah pengukuran perubahan resistansi. Material semikonduktor oksida kuprat CuO dalam bentuk bulk adalah potensial untuk kebutuhan ini. Sebagai sensor, CuO diwujudkan dalam fase kristalin. Bahan CuO fase kristalin dengan sifat listrik yang baik, diolah dengan beberapa parameter pengolahan yang harus diketahui dan dikuasai. Di dalam penelitian ini studi terhadap pembuatan kristalin CuO dalam bentuk bulk dan karakteristiknya dilakukan. Prosesnya adalah dengan menggunakan metode campuran padatan melalui penggerusan, peletisasi dan pemenasan.

Dari hasil yang didapatkan menyatakan bahwa penumbuhan butiran CuO sangat dipengaruhi oleh temperatur pemanasan. Perlakuan pemadatan bahan dalam bentuk pelet memberikan manfaat yang besar dalam hal mencapai permukaan yang lebih rata, hubungan antar butir yang lebih kuat dan sifat listrik yang baik. Penumbuhan butiran abnormal dapat dikurangi dengan mempertinggi temperatur pemanasan, diiringi dengan perbaiakan pada sifat mekaniknya. Dengan demikian teknik pengolahan bahan dengan melakukan pemeletan dengan tekanan yang lebih tinggi dan pemanasan pada temperatur 900ºC adalah direkomandasikan dalam pembuatan divais sensor.

Referensi

Dokumen terkait

Prinsip pembuatan urea pada umumnya yaitu dengan mereaksikan antara amonia dan karbondioksida pada tekanan dan temperatur tinggi didalam reaktor kontinu untuk membentuk

Secara umum, gas berperilaku seperti gas ideal pada temperatur tinggi dan tekanan rendah, karena kerja yang melawan gaya intermolekuler menjadi jauh lebih kecil bila dibandingkan

Berdasarkan pengukuran karakteristik I-V diperoleh hasil bahwa bahan dengan doping memiliki sensitivitas yang lebih tinggi terhadap bahan murni, nilai sensitivitas tertinggi

Pencegahan kontak dengan udara selama pemanasan atau hardening dapat dilakukan dengan cara menambah temperatur lebih tinggi karena bahan yang terdapat dalam baja

Jadi dengan meletakkan koordinat spark plug lebih dalam masuk ke dalam ruang bakar, tekanan dan temperatur ruang bakar setelah penyalaan menjadi lebih tinggi, laju

Temperatur ruang bakar yang menjadi lebih tinggi dapat diatasi dengan menggunakan bahan bakar dengan nilai oktan yang lebih tinggi, atau memperbanyak bahan bakar yang masuk ke ruang

dapat digunakan sebagai bahan sensor gas yang memiliki sensitivitas tinggi dan pada suhu operasi yang lebih rendah dibandingkan sebelum dilakukan penambahan indium.. Sehingga

Dengan pengaturan tekanan gas CNG, maka besar energi yang masuk ke ruang bakar meningkat, dimana gas CNG memiliki nilai kalor bahan bakar yang lebih tinggi