TUMBUHAN GULMA DARI FAMILI
MALVACEAE
DI DRAMAGA BOGOR
NINDYA PANGESTIKA
DEPARTEMEN BIOLOGI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM INSTITUT PERTANIAN BOGOR
PERNYATAAN MENGENAI SKRIPSI DAN
SUMBER INFORMASI SERTA PELIMPAHAN HAK CIPTA
Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi yang berjudul Tumbuhan Gulma dari Famili Malvaceae di Dramaga Bogor adalah benar karya saya dengan arahan dari pembimbing dan belum pernah diajukan dalam bentuk apa pun kepada perguruan tinggi mana pun. Sumber informasi yang berasal atau dikutip dari karya yang diterbitkan maupun tidak diterbitkan dari penulis lain telah disebutkan dalam teks dan dicantumkan dalam Daftar Pustaka di bagian akhir skripsi ini.
Dengan ini saya melimpahkan hak cipta dari karya tulis saya kepada Institut Pertanian Bogor.
ABSTRAK
NINDYA PANGESTIKA. Tumbuhan Gulma dari Famili Malvaceae di Dramaga Bogor. Dibimbing oleh NUNIK SRI ARIYANTI dan HILDA AKMAL.
Famili Malvaceae mempunyai banyak jenis sebagai gulma, beberapa gulma Malvaceae dapat dimanfaatkan sebagai obat. Identifikasi tumbuhan, termasuk gulma harus dilakukan secara tepat karena berhubungan dengan penanganan dan pemanfaatan gulma. Penelitian ini bertujuan menyediakan data ciri morfologi vegetatif untuk mengidentifikasi tumbuhan gulma dari Malvaceae di Dramaga. Koleksi spesimen dilakukan di berbagai habitat terbuka di Dramaga, dan diamati morfologi generatif dan vegetatif. Kunci identifikasi untuk jenis-jenis yang ditemukan disusun berdasarkan ciri vegetatif. Empat jenis tumbuhan dari famili Malvaceae, yaitu Sida rhombifolia, Sida alnifolia, Malvastrum coromandelianum, dan Melochia corchorifolia ditemukan di Dramaga Bogor. Keempat jenis tumbuhan dapat dibedakan berdasarkan habitus, bentuk daun, tipe epidermis, dan trikoma daun. Jenis Melochia corchorifolia dicirikan dengan habitus herba, daun berbentuk segitiga sama kaki, dan dijumpai hanya trikoma non glandular bersel tunggal di pertulangan daun utama. Tiga jenis lainnya mempunyai habitus semak. Malvastrum coromandelianum dicirikan dari daun berbentuk bulat telur, memiliki trikoma bintang berlengan empat, dan sel epidermis bertipe Capsicum. Sida rhombifolia dan S. alnifolia memiliki trikoma tipe bintang dan glandular berbentuk perisai. Sida alnifolia dicirikan daun berbentuk obovate dan memiliki trikoma non glandular berbentuk tunggal, sedang S. rhombifolia memiliki bentuk daun rhombic dan elliptic, tanpa trikoma tipe non glandular bentuk tunggal.
ABSTRACT
NINDYA PANGESTIKA. Weed Plants of Family Malvaceae in Dramaga Bogor. Supervised of NUNIK SRI ARIYANTI and HILDA AKMAL.
Malvaceae family consists of many weed species, some of which could be used as medicine. Identification of plant, including weeds, should be done precisely because it deals with the handling and use of the weeds. This study aimed to provide data regarding morphological vegetative characters to identify weed plants of Malvaceae in Dramaga. Specimens were collected from a various open habitats in Dramaga. The generative and vegetative morphology were observed. Identification key was made based on vegetative characters of observased plant species. Four weed plants species of family Malvaceae were obtained, Sida rhombifolia, Sida alnifolia, Malvastrum coromandelianum, and Melochia corchorifolia found in Dramaga Bogor. These four species can be distinguished based on habitus, shape of leaf, epidermis and trichome of leaf. Melochia corchorifolia characterized by herbaceous habitus, orbicular shaped leaf, and a non glandular single-celled trichomes on the leaf nerves. The other three species are shrubs. Malvastrum coromandelianum is characterized by ovate leaf, four-armed stellate trichomes, and Capsicum-typed of epidermal cell. Sida rhombifolia and S. alnifolia have glandular stellate and single-celled type of trichomes. Sida alnifolia is characterized by obovate leaf and non glandular single-celled type of trichomes. Sida rhombifolia have oblong, elliptic, and without a non glandular single-celled type of trichomes.
Skripsi
sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Sains
pada
Departemen Biologi
TUMBUHAN GULMA DARI FAMILI
MALVACEAE
DI DRAMAGA BOGOR
WAHYU WIDI ANDINI
DEPARTEMEN BIOLOGI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM INSTITUT PERTANIAN BOGOR
BOGOR 2015
Judul Skripsi : Tumbuhan Gulma dari Famili Malvaceaedi Dramaga Bogor Nama : Nindya Pangestika
NIM : G34100065
Disetujui oleh
Dr Nunik Sri Ariyanti, MSi. Pembimbing I
Dra Hilda Akmal, MSi Pembimbing II
Diketahui oleh
Dr. Ir. Iman Rusmana, MSi. Ketua Departemen
PRAKATA
Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT karena atas segala karunia-Nya sehingga karya ilmiah ini berhasil diselesaikan. Penelitian ini dilaksanakan sejak bulan Januari sampai Juni 2014 dengan judul Tumbuhan Gulma dari Famili Malvaceaedi Dramaga Bogor.
Terimakasih penulis ucapkan kepada Dr Nunik Sri Ariyanti, MSi dan Dra Hilda Akmal, MSi selaku pembimbing, serta kepada Prof Dr Alex Hartana, MSi selaku penguji yang banyak memberikan arahan dan masukan selama penelitian dan penyusunan karya ilmiah ini. Terimakasih juga penulis sampaikan kepada teman-teman penelitian Bagian Taksonomi, Biologi 47, Risma Angeliza, Eka Arismayanti, Dian Ardianingsih, Dwi Meilina Andriani, dan Zogi Dewangga atas saran dan dukungannya. Ungkapan terimakasih juga kepada Ibu, Bapak, serta seluruh keluarga, atas doa dan kasih sayangnya.
Semoga karya ilmiah ini bermanfaat.
Bogor, Februari 2015
DAFTAR ISI
DAFTAR TABEL xiii
DAFTAR GAMBAR xiii
DAFTAR LAMPIRAN xiv
PENDAHULUAN 1
METODE 3
Waktu dan Tempat 3
Prosedur Penelitian 3
HASIL 5
PEMBAHASAN 20
SIMPULAN 21
DAFTAR PUSTAKA 22
LAMPIRAN 25
DAFTAR TABEL
1 Sebaran lokasi tempat pengkoleksian dan jumlah spesimen jenis Sida rhombifolia, Sida alnifolia, Malvastrum coromandelianum, dan Melochia corchorifolia di Kampus Dramaga IPB dan 11
1 Peta sebaran tempat pengkoleksian spesimen empat jenis gulma
famili Malvaceaedi Dramaga Bogor 6
2 Tipe dan letak perbungaan: bunga tunggal di ketiak daun pada (a) S. rhombifolia, (b) S. alnifolia, dan (c) Malvastrum coromandelianum, dan bunga majemuk di ujung batang pada (d) Melochia corchorifolia dan S. alnifolia, (c) mericarps uniaristate (depan) biaristate (tengah) pada Malvastrum coromandelianum, dan (d) biji dari
buah capsule pada Melochia corchorifolia 9
5 Habitus semak tegak (a) S. rhombifolia, (b) S. alnifolia, dan (c) Malvastrum coromandelianum, dan herba (d) Melochia
corchorifolia 10
6 Indumentum batang bintang lengan pendek pada (a) S. rhombifolia dan (b) S. alnifolia, bintang lengan panjang dan kekar pada (c) Malvastrum coromandelianum, bintang lengan panjang
7 Tata letak daun pada batang: tersebar spiral (a) S. rhombifolia, (b) S. alnifolia, (c) Malvastrum coromandelianum, dan tersebar (d)
Melochia corchorifolia 12
8 Bentuk daun (a) belah ketupat ujung meruncing, (b) belah ketupat ujung menukik, (c) lonjong, dan (d) jorong pada S. rhombifolia, (e) belah ketupat ujung menukik, dan (g) bundar telur terbalik pada S. alnifolia, (h) bundar telur pada Malvastrum coromandelianum, (i) segitiga sama kaki pada Melochia
corchorifolia; semua daun memiliki tepi bergigi (dentate) 13 9 Tipe sel epidermis (a) Vitis dapat dijumpai pada daun S.
rhombifolia, S. alnifolia, dan Melochia corchorifolia, dan (b) Capsicum dijumpai pada daun Malvastrum coromandelianum.
E: Epidermis, S: Stomata 13
10 Tipe Trikoma (a) bintang (5-12 lengan), (b) bintang (4 lengan),
(c) glandular perisai, dan (d) non glandular tunggal 14 11 Dendogram pengelompokan berdasarkan koefisien kemiripan
terhadap 90 spesimen gulma famili Malvaceae di Dramaga Bogor 19
DAFTAR LAMPIRAN
1 Karakter pengamatan gulma dari famili Malvaceae asal Dramaga
PENDAHULUAN
Gulma merupakan tumbuhan liar, pengganggu, dan merugikan yang tumbuh di suatu tempat dalam waktu tertentu dan tidak dikehendaki oleh manusia. Gulma dianggap sebagai tumbuhan merugikan karena dapat bersaing dengan tumbuhan yang dibudidayakan dalam memperebutkan ruang tumbuh, unsur hara, air, dan udara. Gulma mampu bersaing efektif selama jangka waktu kira-kira 1/4 - 1/3 dari umur tanaman semusim sejak awal pertumbuhannya. Karena sifatmerugikan tersebut, maka di mana pun gulma tumbuh selalu dicabut dan bahkan dibakar (Rahayu et al. 2006).
Gulma berdasarkan panjang hidupnya dibedakan menjadi tiga kelompok yaitu gulma semusim (annual weeds), dua musim (biennual weeds), dan tahunan (perennial weeds) (Moenandir 2010). Berdasarkan tempat hidupnya gulma dibedakan menjadi gulma darat, air, dan epifit. Gulma darat merupakan gulma yang seluruh siklus hidupnya berlangsung di daratan. Gulma air merupakan gulma yang memiliki sifat sebagian atau seluruh siklus hidupnya di air, sedangkan gulma epifit yaitu gulma yang menumpang pada tumbuhan lain (Sembodo 2010). Selain itu gulma juga dapat digolongkan sebagai tumbuhan invasif, jika gulma tersebut bukan merupakan tumbuhan asli dari suatu ekosistem tetapi berasal dari ekosistem lain. Gulma invasif ini biasanya akan dapat berperan sebagai agen perubahan ekosistem, yang akhirnya mengancam biota asli yang terdapat pada suatu ekosistem (Monaco et al. 2002). Namun dalam siklus hidupnya tumbuhan gulma tidak selalu memberikan akibat yang negatif. Banyak tumbuhan gulma yang memiliki manfaat seperti, melindungi tanah dari erosi, menyuburkan tanah, sebagai inang pengganti atau tempat berlindung musuh alami hama dan patogen, dan memiliki nilai ekonomi yang tinggi (Umiyati dan Widayat 2010).
Malvaceae merupakan famili tumbuhan semusim (annual plant) yang dapat dijumpai di daerah subtropis dan tropis. Keragaman tumbuhan Malvaceae meliputi 200 genus di seluruh dunia dan 50 genus di kawasan Malesiana (Waalkes 1966). Kelompok tumbuhan ini sering dijumpai pada daerah terbuka seperti di pinggir selokan atau sungai, hutan jati, pekarangan rumah, dan pegunungan kapur (Backer dan Bakhuizen 1963). Banyak anggota Malvaceae memiliki nilai ekonomi, diantaranya digunakan sebagai bahan serat tekstil, minyak atsiri, produk makanan, dan obat (Brinks dan Escobin 2003). Namun demikian sebanyak 1.500 jenis dari famili Malvaceae di seluruh dunia merupakan gulma (Parsons dan Cuthbertson 2001). Melochia nodiflora dan Sida rhombifolia merupakan salah satu contoh gulma semusim dari tumbuhan Malvaceae. Gulma ini dapat digunakan sebagai inang Bemisia tabaci, yaitu serangga pembawa penyakit virus Gemini pada tanaman cabai (Hidayat et. al 2011). Melochia chorcorifolia (berasal dari Amerika) dan Sida rhombifolia (berasal dari Afrika) merupakan tumbuhan dari famili Malvaceae yang tergolong gulma invasif di kawasan Asia dan Asia Tenggara (Ajaib dan Khan 2010; Tjitrosoedirdjo 2005).
METODE
Waktu dan Tempat
Sampel tumbuhan gulma dari Famili Malvaceae dikoleksi dari berbagai habitat terbuka seperti tepi jalan dan selokan, persawahan, lapangan, dan pekarangan rumah di kawasan Dramaga. Penelitian ini dilakukan selama 6 bulan dari bulan Januari-Juni 2014.
Prosedur Penelitian
Penelitian ini dimulai dengan proses eksplorasi dalam pengkoleksian spesimen yang akan dibuat herbarium dan pengambilan sampel daun. Spesimen yang sudah dibuat herbarium diamati ciri morfologinya. Identifikasi spesimen herbarium dilakukan berdasarkan ciri morfologi untuk mendapatkan nama jenis. Sampel daun dibuat sediaan mikroskopik. Penyusunan kunci identifikasi dan deskripsi khusus untuk jenis-jenis yang ditemukan. Penyusunan spesimen berdasarkan koefisien kemiripan.
Koleksi spesimen dan sampel daun. Eksplorasi dilakukan untuk mendapatkan jenis-jenis tumbuhan gulma dari famili Malvaceae. Eksplorasi dilakukan dengan cara inventarisasi dan penelusuran pada habitat terbuka, tepi jalan dan selokan, persawahan, lapangan, dan pekarangan rumah. Tumbuhan Malvaceae yang ditemukan dibuat herbarium dan diambil sampel daun untuk pengamatan trikoma dan epidermis. Sampel untuk pembuatan herbarium dipotong bagian cabang batangnya dengan pisau atau gunting kemudian sampel diletakkan ke dalam kertas koran, diberi label gantung, dipres menggunakan sasak kayu, dikeringkan dengan oven, dan setelah itu ditempel pada kertas karton putih. Preparasi, pengeringan, dan pengamatan spesimen herbarium dilakukan di Laboratorium Sistematika Tumbuhan, Departemen Biologi, FMIPA, IPB. Selain itu dilakukan pengambilan sampel daun tumbuhan gulma dari famili Malvaceae dengan memotong daun ke 4 dan ke 5 dari pucuk memakai pisau atau gunting sebanyak 6 daun dan disimpan dalam alkohol 70%. Sampel daun digunakan untuk pembuatan sediaan mikoskopik untuk pengamatan sel epidermis, tipe trikoma, dan stomata.
Pembuatan dan pengamatan sediaan mikroskopik. Sampel daun (dalam alkohol 70%) dibuat sediaan mikroskopik sayatan paradermal daun sisi adaksial dan abaksial menggunakan metode wholemount (Sass 1951), bertujuan untuk mendapatkan ciri morfologi mikroskopik, yaitu tipe dan kerapatan trikoma, tipe epidermis, dan tipe stomata. Kerapatan trikoma dihitung berdasarkan jumlah trikoma per mm2. .Pengamatan ciri morfologi mikroskopik (epidermis dan
trikoma) dilakukan untuk melengkapi ciri morfologi vegetatif untuk menyusun kunci identifikasi dan deskripsi khusus untuk jenis-jenis yang ditemukan.
Penyusunan kunci identifikasi dan deskripsi jenis-jenis yang ditemukan. Berdasarkan ciri morfologi vegetatif dan ciri morfologi mikroskopik (epidermis, trikoma, dan stomata) dibuat kunci identifikasi dan deskripsi khusus untuk jenis-jenis gulma Malvaceae di Dramaga Bogor.
HASIL
Keanekaragaman dan Sebaran Jenis
Gulma dari famili Malvaceae yang ditemukan ada empat jenis yaitu Sida rhombifolia, Sida alnifolia, Malvastrum coromandelianum, dan Melochia corchorifolia. Jenis yang paling sering ditemukan di Dramaga adalah S. rhombifolia dengan jumlah spesimen paling banyak dan tersebar di 12 lokasi (Tabel 1). Sida alnifolia ditemukan di 11 lokasi di Dramaga Bogor, tetapi jumlah spesimen yang dikoleksi tidak sebanyak S. rhombifolia. Jenis Malvastrum coromandelianum dan Melochia corchorifolia jarang ditemukan. Malvastrum coromandelianum hanya ditemukan di dua lokasi dan Melochia corchorifolia ditemukan di empat lokasi. Peta sebaran pengkoleksian spesimen empat jenis gulma famili Malvaceae di Dramaga Bogor disajikan pada Gambar 1. Sida rhombifolia banyak dijumpai pada area dengan intensitas cahaya rendah (habitat ternaung), sedangkan tiga jenis lainnya dijumpai pada area lebih terbuka dengan intensitas cahaya tinggi (habitat tidak ternaung).
Tabel 1 Sebaran lokasi tempat pengkoleksian dan jumlah spesimen jenis Sida rhombifolia, Sida alnifolia, Malvastrum coromandelianum, dan Melochia corchorifolia di kampus Dramaga IPB dan 11 desa di Dramaga Bogor
Variasi Ciri Morfologi
Perbungaan dan bagian-bagian bunga. Variasi perbungaan dari Malvaceae yang ditemukan yaitu S. rhombifolia, S. alnifolia, dan Malvastrum coromandelianum bertipe tunggal (simple), sedang Melochia corchorifolia bertipe majemuk terbatas (cymes). Letak perbungaan umumnya dari Malvaceae yang ditemukan yaitu di ketiak daun, sedang Melochia corchorifolia terletak di ujung batang (Gambar 2). Bunga S. rhombifolia dan S. alnifolia tidak memiliki epicalix, sedangkan bunga Malvastrum coromandelianum dan Melochia corchorifolia memiliki epicalix berbentuk runcing. Bentuk sepal semua jenis dari Malvaceae yang ditemukan berbentuk bulat telur dengan cuping segitiga, kecuali pada jenis Melochia corchorifolia berbentuk segitiga sama kaki. Melochia corchorifolia memiliki bentuk petal obovate, sedang jenis lain memeliki bentuk cordate. Semua jenis memiliki benang sari berbentuk basifix, kecuali pada Melochia corchorifolia memiliki benang sari berbentuk dorsifix. Putik S. alnifolia berbentuk capitate dengan stilus ganda (bifurcate), sedang jenis lain berbentuk capitate dengan stilus tunggal (filiform).
Gambar 2 Tipe dan letak perbungaan: bunga tunggal di ketiak daun pada (a) S. rhombifolia, (b) S. alnifolia, dan (c) Malvastrum coromandelianum, dan bunga majemuk terbatas di ujung batang pada (d) Melochia corchorifolia.
merupakan buah dehiscent yang berkembang dari ovarium dengan beberapa carpel yang membentuk ruang bakal buah, ketika buah capsule masak ruang biji dapat membuka dengan pori-pori apikal atau longitudinal atau pecah melalui celah longitudinal. Buah capsule pada Melochia corchorifolia terdiri atas lima ruang dengan satu biji per ruang, ketika buah masak buah pecah dan biji disebarkan melalui celah longitudinal. Variasi mericarps yang diamati yaitu mericarp dengan satu taji tegak seperti duri (uniaristate) dan mericarp dengan dua taji tegak (biaristate). Kedua tipe mericarp tersebut dijumpai pada S. rhombifolia dan S. alnifolia. Variasi mericarp lainnya memiliki satu taji tegak seperti duri (uniaristate) di bagian depan dan dua taji tegak (biaristate) di bagian tengah yang dijumpai pada Malvastrum coromandelianum (Gambar 4). Setiap mericarp memiliki satu biji.
Gambar 4 Mericarps (a) uniaristate dan (b) biaristate pada S. rhombifolia dan S. alnifolia, (c) mericarps uniaristate (depan) biaristate (tengah) pada Malvastrum coromandelianum, dan (d) biji dari buah pada Melochia corchorifolia.
Gambar 6 Indumentum batang bintang: lengan pendek pada (a) S. rhombifolia dan (b) S. alnifolia, bintang lengan panjang dan kekar pada (c) Malvastrum coromandelianum, bintang lengan panjang dan ramping pada (d) Melochia corchorifolia.
Gambar 7 Tata letak daun pada batang: tersebar spiral (a) S. rhombifolia, (b) S. alnifolia, dan (c) Malvastrum coromandelianum, tersebar (d) Melochia corchorifolia.
Gambar 8 Bentuk daun (a) belah ketupat ujung meruncing, (b) belah ketupat ujung menukik, (c) lonjong, dan (d) jorong pada S. rhombifolia, (e) belah ketupat ujung menukik, dan (f) bundar telur terbalik pada S. alnifolia, (g) bundar telur pada Malvastrum coromandelianum, (h) segitiga sama kaki pada Melochia corchorifolia; semua daun memiliki tepi bergigi (dentate).
Tipe epidermis dan stomata. Sel epidermis S. rhombifolia, S. alnifolia, dan Melochia corchorifolia bertipe Vitis, sedangkan Malvastrum coromandelianum bertipe Capsicum. Keempat jenis tumbuhan memiliki stomata tipe anomositik pada sisi abaksial dan adaksial daun (Gambar 9).
Tipe trikoma dan kerapatan trikoma. Empat tipe trikoma dijumpai pada empat jenis Malvaceae di Bogor yaitu trikoma berbentuk bintang (stellate) dengan 5-12 lengan, trikoma bintang (stellate) dengan 4 lengan, trikoma glandular perisai (peltate), dan trikoma non glandular tunggal (simple) (Gambar 10). Jenis S. rhombifolia memiliki trikoma bintang dan trikoma glandular perisai pada sisi adaksial dan abaksial. Kerapatan trikoma bintang lebih besar dari bentuk trikoma glandular perisai (Tabel 2, dan 3). Sida alnifolia memiliki dua bentuk trikoma sama dengan S. rhombifolia pada sisi adaksial dan abaksial, ditambah trikoma non glandular tunggal, kerapatan trikoma bentuk bintang lebih besar dari trikoma bentuk lainnya (Tabel 2, 3, dan 4). Malvastrum coromandelianum memiliki trikoma bintang di sisi abaksial dan non glandular tunggal di kedua sisinya. Trikoma bintang pada Malvastrum coromandelianum hanya memiliki empat lengan, sedang pada S. alnifolia memiliki 5-8 lengan, dan S. rhombifolia memiliki 5-12 lengan. Trikoma bintang pada Malvastrum coromandelianum memiliki diameter lebih besar dari trikoma bintang pada jenis lainnya (Tabel 3, dan 4). Daun Melochia corchorifolia hanya memiliki trikoma non glandular tunggal pada sisi adaksial dan abaksial. Trikoma ini hanya dijumpai pada pertulangan daun utama tidak pada seluruh permukaan daun sehingga kerapatannya paling rendah dibanding jenis lain, selain itu ukurannya lebih kecil dibanding Malvastrum coromandelianum dan S. alnifolia (Tabel 4).
Tabel 2 Kerapatan dan ukuran trikoma glandular perisai pada sisi adaksial dan abaksial daun empat jenis tumbuhan gulma dari famili Malvaceae
Jenis Tumbuhan daun empat jenis tumbuhan gulma dari famili Malvaceae
Jenis Tumbuhan daun empat jenis tumbuhan gulma dari famili Malvaceae
Jenis Tumbuhan
Malvastrum coromandelianum 0,36± 0,12 0,90± 0,08 0,08± 0,01
Melochia corchorifolia 0,23± 0,05 0,54± 0,08 0,01± 0,01
Tabel 5 Kerapatan dan ukuran trikoma non glandular tunggal pada sisi abaksial daun empat jenis tumbuhan gulma dari famili Malvaceae
Jenis Tumbuhan
Malvastrum coromandelianum 0,12± 0,06 0,90± 0,11 0,08± 0,01
Melochia corchorifolia 0,09± 0,08* 0,57± 0,05* 0,01± 0,01*
Keterangan :
Kunci Identifikasi
Empat jenis gulma dari famili Malvaceae asal Dramaga dapat dikenali berdasarkan ciri habitus, morfologi daun, dan trikoma pada batang dan daun sebagai berikut:
1. A. Perawakan herba, indumentum batang bintang dengan lengan panjang dan ramping, dan tidak dijumpai trikoma bintang pada helaian daun...Melochia corchorifolia B. Perawakan semak, indumentum batang bintang dengan lengan panjang dan
kekar atau lengan pendek, dan dijumpai trikoma bintang pada helaian
daun…...2
2. A. Sel epidermis bertipe Vitis, dan trikoma bintang berlengan lebih dari 4...3 B. Sel epidermis bertipe Capsicum, dan trikoma bintang berlengan
4…...…………...Malvastrum coromandelianum
3. A. Bentuk daun bervariasi (oblong dan elliptic), tidak terdapat bentuk daun obovate, tanpa trikoma tipe non glandular tunggal…...…..Sida rhombifolia B. Bentuk daun obovate, memiliki trikoma tipe non glandular tunggal...Sida alnifolia
Deskripsi Jenis
Sida rhombifolia. Jenis ini merupakan gulma semak yang memiliki arah
Sida alnifolia. Jenis ini merupakan gulma semak yang memiliki arah tumbuh percabangan tegak dan mendatar, bercabang banyak, tinggi umumnya ½-1 m. Batang berbentuk gilig dengan rambut bintang lengan pendek (stellate pubescent). Susunan daun tersebar spiral, tangkai berukuran 2-5 mm, stipula berbentuk linear, 3-5 mm, helaian daun belah ketupat (rhombic) atau bundar telur terbalik (obovate), 30-40 mm, pangkal runcing (acute) dan meruncing segitiga, berlekatan, tampak seperti cangkir, 4-5 mm, mahkota (petal) berdiameter 10 mm, kuning terang, berbentuk cordate, panjang 6-8 mm, benang sari berbentuk basifix, panjang 3-4 mm, berambut pubescent, kepala putik berbentuk capitate dengan stilus ganda, sebanyak 8-10. Buah schizocarp dengan biji berbentuk mericarps 8-12, 2-3 mm tidak termasuk awn, bawah beralur, dinding samping biasanya tipis, berambut bintang dengan lengan pendek (stellate pubescent), ujung dengan 1 atau 2 taji tegak (awn), awns 1-1,5 mm, ketika muda berwarna hijau dan ketika tua berwarna kehitaman. Bunga mekar pada pukul 08:00-10:00 WIB. Hidup pada intensitas cahaya tinggi (habitat tidak ternaung) 1660-1666 lux. Tempat hidup di tepi jalan atau sungai, samping sawah, dan pekarangan rumah warga.
Malvastrum coromandelianum. Jenis ini merupakan gulma semak yang
Melochia corchorifolia. Jenis ini merupakan gulma herba yang memiliki arah tumbuh percabangan tegak dan mendatar, bercabang banyak, tinggi umumnya ½-1 m. Batang berbentuk gilig dengan rambut bintang lengan panjang dan ramping (stellate pilose). Susunan daun tersebar, berukuran 5-20 mm, stipula berbentuk lanset, 7-8 mm, helaian daun segitiga sama kaki (triangular), 55-80 mm, pangkal rompang (truncate), ujung meruncing (acuminate), dan tepi bergigi (dentate), trikoma sisi adaksial dan abaksial bertipe non glandular tunggal (simple), serta hanya terdapat di tulang daun utama. Bunga dengan infloresen majemuk terbatas, di ujung batang, tangkai bunga tidak ada, epicalix berbentuk runcing, kelopak (sepal) berbentuk segitiga sama kaki, berlekatan, tampak seperti cangkir, 2-3 mm, mahkota (petal) berdiameter 7-9 mm, putih dengan bagian bawah berwarna kuning, berbentuk obovate, panjang 6-8 mm, benang sari berbentuk dorsifix, panjang 3-4 mm, berambut pillose, kepala putik berbentuk capitate dengan stilus tunggal, sebanyak 10. Buah capsule dengan 5 ruang, masing-masing ruang 1 biji, berdinding samping tebal, tidak berurat, dengan rambut-rambut pilose. Biji bulat, 2 mm, dan berwarna coklat. Bunga mekar pada pukul 08:00-14:00 WIB. Hidup pada intensitas cahaya tinggi (habitat tidak ternaung) 1660-1666 lux. Tempat hidup di tepi jalan, sawah, dan sungai.
Pengelompokan Spesimen
Gambar 11 Dendogram pengelompokan berdasarkan koefisien kemiripan terhadap 90 spesimen gulma famili Malvaceae di Dramaga Bogor.
S.alnifolia
S.rhombifolia
Malvastrum coromandelianum
Melochia corchorifolia
PEMBAHASAN
Pada penelitian ini ditemukan tiga genus tumbuhan dari famili Malvaceae di Dramaga Bogor, meliputi Sida, Malvastrum, dan Melochia. Tiga genus tumbuhan di Dramaga ini hanya 11 % dari total tumbuhan gulma famili Malvaceae yang dapat dimanfaatkan sebagai obat di Asia. Sida di Indonesia khususnya di Pulau Jawa dijumpai ada sembilan jenis, yaitu S. acuta, S. glutinosa, S. mysorensis, S. veronicaefolia, S. balica, S. cordifolia, S. subcordata, S. rhombifolia, dan S. retusa (Backer dan Bakhuizen 1963). Di Dramaga dijumpai dua jenis Sida yaitu Sida rhombifolia dan Sida alnifolia. Malvastrum di Jawa diketahui ada dua jenis yaitu Malvastrum coromandelianum dan Malvastrum americanum (Waalkes 1966). Di Dramaga dijumpai satu jenis yaitu Malvastrum coromandelianum. Melochia di Jawa diketahui ada tiga jenis yaitu Melochia corchorifolia, Melochia pyramidata, dan Melochia nodiflora (Backer dan Bakhuizen 1963). Di Dramaga dijumpai satu jenis yaitu Melochia corchorifolia.
Sida rhombifolia merupakan tumbuhan gulma invasif berasal dari Afrika (Tjitrosoedirdjo 2005). Sida rhombifolia memiliki akar, batang, dan daun yang dapat digunakan sebagai obat. Akar S. rhombifolia mengandung senyawa alkaloid, steroid dan efedrine. Batang S. rhombifolia mengandung senyawa kalsium oksalat dan tanin, dan daunnya mengandung alkaloid, kalsium oksalat, tanin, saponin, fenol, asam amino, dan minyak atsiri. Sida rhombifolia digunakan sebagai obat rematik, bisul, kudis, eksim, kurap pada kepala, dan gatal-gatal (Rahayu et al. 2006). Jenis tersebut dapat ditemukan di seluruh kawasan Jawa, Amerika, Bhutan, Cambodia, India, Laos, Nepal, Thailand, Vietnam, dan China (Huang 2007). Selain itu S. rhombifolia di Afrika dibagi ke dalam 6 variasi, salah satunya adalah S. rhombifolia var. maderensis yang juga ditemukan di Indonesia (Richmcad 2004). Sida rhombifolia memiliki ciri bentuk daun bervariasi yaitu belah ketupat (rhombic) dengan perpaduan jorong (oblong), lonjong (elliptic), lanset (lanceolate). Pada sayatan paradermal daun dijumpai trikoma glandular perisai dan bintang dengan 5-12 lengan di sisi adaksial dan abaksial daun.
Malvastrum coromandelianum merupakan tumbuhan gulma memiliki daun yang dapat dimanfaatkan sebagai obat. Dhirendra (2013) melaporkan daun Malvastrum coromandelianum mengandung senyawa flavonoid dan fenolik yang dimanfaatkan sebagai obat disentri, dan untuk obat bisul (Brinks dan Escobin 2003). Malvastrum coromandelianum tersebar di seluruh kawasan Malesia meliputi Philipina dan seluruh Indonesia kecuali di Sumatra dan Kalimantan (Waalkes 1966). Malvastrum dikelompokkan dalam satu sub suku dengan Sida yaitu Malveae. Kedua genus ini memiliki persamaan buah berbentuk scizocarp yaitu buah ketika matang pecah menjadi mericarps, sedangkan perbedaan terletak pada ada tidaknya epicalix (Waalkes 1966). Pada Malvastrum coromandelianum dijumpai trikoma bintang dengan empat lengan pada batang, tangkai daun, tangkai bunga, dan daun. Trikoma yang ditemukan pada sayatan paradermal daun yaitu trikoma non glandular tunggal di sisi adaksial daun, trikoma non glandular tunggal dan bintang dengan empat lengan di sisi abaksial daun.
Melochia corchorifolia merupakan tumbuhan gulma invasif berasal dari Amerika (Ajaib dan Khan 2010). Melochia corchorifolia memiliki daun yang digunakan sebagai obat. Daun Melochia corchorifolia mengandung senyawa alkaloid, franganine, melofoline, melochicorine, dan flavonoid yang dimanfaatkan sebagai obat mata, bisul, pembengkakan perut, sakit kepala, gigitan ular, dan nyeri dada (Ganga et al. 2013). Melochia corchorifolia tersebar di Australia, China, Indonesia, Malaysia, Myanmar, Filipina, Thailand dan Vietnam (Rahman et al. 2012). Melochia corchorifolia awalnya masuk ke dalam famili Sterculiaceae, tetapi karena memiliki persamaan holotype dengan famili Malvaceae yaitu memiliki bunga dengan epicalix, filament tube berlekatan dalam satu tabung (staminal column), dan buah dehiscent yang beberapa memiliki taji, maka dimasukkan ke dalam famili Malvaceae dalam kelompok Malvaceae Sensu lato yang dibagi dalam sembilan sub famili (Fayaz 2011). Melochia corchorifolia memiliki ciri yaitu daun berbentuk segitiga sama kaki, bunga di terminal berjumlah banyak, buah berbentuk capsule bulat, sedikit beralur tanpa aristate, dan terdapat trikoma tipe non kelenjar tunggal pada tulang daun utama. Informasi dari warga di Dramaga, Melochia corchorifoliadikenal dengan nama “dendek poe” yang digunakan sebagai obat sakit kepala.
SIMPULAN
DAFTAR PUSTAKA
Ajaib M, Khan ZA. 2010. Melochia corchorifolia L. of family Sterculiaceae: an adition to the flora Pakistan. Biologia Pakistan. 56(1&2): 133-135.
Backer CA, Bakhuizen van den Brink RC. 1963. Flora of Java, Vol.1. Groningen (NL): NV. P. Nhordhoof-Groningen. 411-428.
Brinks M, Escobin RP. 2003. Fiber Plants. Wageningen (NL): Prosea Press. 205-211.
Dhirendra BS,Vijaya K, Srinivasan KK, Aswatharam HN, Shreedhara CS. 2013. Pharmacognostic and phytochemical investigation of the leaves of Malvastrum coromandelianum (L.) Garcke. Anc Sci Life. 33(1): 39–44. Djauhariya E, Sukarman. 2001. Beberapa jenis herba bermanfaat sebagai sumber
plasma nutfah obat tradisional. Plasma Nutfah. 7(1): 12-41.
Fayaz A. 2011. Encyclopedia of Tropical Plant: Identification and Cultivation of Over 3000 Tropical Plant. Australia (AU): University of New Wales Press Ltd. 498-500.
Ganga RB,Venketeswara RY, Mallikarjuna RT. 2013. Hepatoprotective and antioxidant capacity of Melochia corchorifolia extracts. A Pac J Trop Medic. 537-543.
Hidayat P, Nurmansyah A, Hendrival. 2011. Kisaran Inang dan Dinamika Populasi Bemisia tabaki di Pertanaman Cabai Merah. J. HTP Tropika. 11: 47-56.
Huang Hua RS. 2007. Sida Linnaeus. Flora of China. 12: 270–275.
Monaco TJ, Weller SC, and Ashton FM. 2002. Weed Science: Principles and Practices. Amerika (USA): Fourth Edition. JohnWilley & Sons. 671-679. Moenandir J. 2010. Ilmu Gulma. Malang (ID): Universitas Brawijaya Press.14-15. Parsons WT, Cuthbertson EG. 2001. Noxious Weeds of Australia. Australia (AU):
Csiro Publising. 506-507.
Rahman MO, Hasan MA, Mia MMK, Huq MA. 2012. A synoptical account of the Sterculiaceae in Bangladesh. Bangladesh J. Plant Taxon. 19(1): 63-78. Rahayu M, Sunarti S, Sulistiorini D, Prawiroatmojo S. 2006. Traditional use of
medicinal herbs by local community of Wawonii island, Southeast Sulawesi. Biodiversitas.7(3): 245-250.
Radford AE, Dickson WC, Massey JR, Bell CR. 1974. Vascular Plant Systematics. New York (US): Harper & Row. 387-389.
Randler C. 2008. Teaching Species Identification – A Prequisite for Learning Biodiversity and Understanding Ecology. Eurasia Journal of Mathematics, Science & Technology Education. 4:223-231.
Richmcad. 2004. Variation of Sida rhombifolia L (Malvaceae) in East Africa. Kew Bulletin. 59: 233-239.
Rohlf FJ. 2009. Numerical Taxonomy and Multivariate Analysis System Version 2.2 Use Guide. New York (US): Exerter Software Applied Biostatistics.1-10.
Sass JE. 1951. Botanical Microtechnique. Ed ke-2. Iowa (US): The Iowa State Collage Pr. 113-117.
Shaheen et al. 2009. Foliar epidermal anatomy and its systematic implicationwithin the genus Sida L. (Malvaceae). African Journal of Biotechnology Vol. 8 (20).
Tjitrosoedirdjo SS. 2005. Inventory of The Invasive Alien Plant Species in Indonesia. Biotropia (25): 60-73.
Umiyati U, Widayat D. 2010. Periode Kritis dan Kehilangan Hasil Tanaman Kacang Hijau (Vigna radiate (L.) Wilezek) Kultivar Sriti Akibat Persaingan dengan Gulma. Jurnal Gulma dan Tumbuhan Invasif Tropika Vol 1(2): 51-56.
.
Lampiran 1 Karakter pengamatan gulma dari famili Malvaceae asal Dramaga Bogor
1 Perawakan batang (habitus) 11 Pangkal daun
Semak Acute
Stellate pubescent tanpa cilliate 14 Indumentum lembar daun bawah
Pubescent dengan cilliate hirsute Stellate pubescent tomentose
Pubescent dengan cilliate hispid Pubescent
9 Panjang tangkai daun (petiol) Stellate pubescent tomentose
RIWAYAT HIDUP
Penulis dilahirkan pada tanggal 04 Februari 1992 di Karanganyar, Jawa Tengah. Penulis merupakan anak kedua dari 3 bersaudara pasangan Bapak Supono dan Ibu Sinah. Penulis menyelesaikan pendidikan menengah atas di SMA Muhammadiyah 1, Surakarta pada tahun 2010. Penulis melanjutkan studi di Institut Pertanian Bogor melalui jalur Undangan Seleksi Masuk IPB (USMI) pada tahun 2010 dan diterima di Departemen Biologi dengan minor Pengolahan Pangan, FMIPA IPB.
Selama kuliah penulis aktif dalam beberapa organisasi seperti PMR pada periode 2010-2011, Badan Pengawas HIMPRO pada periode 2011-2013, Organisasi Masyarakat Daerah (OMDA) Surakarta pada periode 2010-2014, dan Asisten Sistematika Tumbuhan Berpembuluh pada periode 2014-2015. Penulis juga berpartisipasi dalam kepanitiaan beberapa acara seperti IPB Goes to Solo, dan Divisi medis pada Masa Perkenalan Departemen (MPD).
Penulis melaksanakan Studi Lapangan di Taman Nasional Gunung Gede
Pangrango dengan tema “Struktur Sekretori Tanaman Obat Anggota Suku
Asteraceae di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP). Penulis melaksanakan Praktik Lapangan pada tahun 2013 di Balai Pelestarian Situs
Manusia Purba Sangiran dengan tema “Eksplorasi dan Pengamatan Anatomi Fosil