• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengembangan perikanan berbasis karakteristik spesifik dari potensi daerah

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Pengembangan perikanan berbasis karakteristik spesifik dari potensi daerah"

Copied!
445
0
0

Teks penuh

  • Penulis:
    • Tri Wiji Nurani
  • Pengajar:
    • John Haluan, MSc.
    • Sudirman Saad, SH, MHum.
    • Ernani Lubis, DEA
  • Sekolah: Sekolah Pascasarjana Institut Pertanian Bogor
  • Mata Pelajaran: Teknologi Kelautan
  • Topik: Pengembangan Perikanan Berbasis Karakteristik Spesifik dari Potensi Daerah
  • Tipe: Disertasi
  • Tahun: 2008
  • Kota: Bogor

I. Pendahuluan

Bagian pendahuluan ini memberikan latar belakang pentingnya pengembangan perikanan berbasis karakteristik spesifik potensi daerah. Ditekankan luasnya potensi sumber daya ikan di Indonesia, khususnya di perairan selatan Jawa, yang belum dimanfaatkan secara optimal. Kesenjangan pemanfaatan ini dikaitkan dengan perbedaan karakteristik wilayah yang membentuk sistem perikanan yang kompleks. Latar belakang ini kemudian dihubungkan dengan tujuan penelitian untuk membangun model pengembangan perikanan yang sesuai dengan karakteristik masing-masing daerah, serta menunjukkan relevansi dengan tujuan pendidikan tinggi yaitu menghasilkan lulusan yang mampu menganalisis dan memecahkan masalah perikanan berbasis potensi wilayah.

1.1 Latar Belakang

Subbab ini menyajikan data potensi sumber daya ikan di Indonesia dan perairan selatan Jawa. Data ini memberikan dasar empiris pentingnya penelitian dan menunjukkan relevansi dengan capaian pembelajaran mahasiswa dalam hal penguasaan data dan informasi terkait sumber daya perikanan. Penggunaan data statistik potensi lestari, produksi, dan pemanfaatan sumber daya ikan di WPP IX menunjukkan penerapan metode kuantitatif dalam analisis, keterampilan yang penting bagi mahasiswa. Diskusi tentang kesenjangan pemanfaatan sumber daya dan implikasi kebijakan pemerintah (GMB dan UU 31/2004, UU 32/2004, PP 25/2000, PP 38/2007) menjadi dasar pemikiran analisis kebijakan publik dalam konteks pengembangan perikanan berkelanjutan. Relevansi dengan tujuan pembelajaran meliputi kemampuan analisis kebijakan dan pemahaman tentang regulasi di sektor perikanan.

1.2 Perumusan Masalah

Subbab ini mengidentifikasi masalah utama yang dikaji dalam penelitian, yaitu bagaimana mengembangkan perikanan di perairan selatan Jawa dengan mempertimbangkan karakteristik spesifik masing-masing daerah. Perumusan masalah yang jelas dan terarah menunjukkan kemampuan peneliti dalam mengidentifikasi tantangan riil di lapangan. Ini sejalan dengan tujuan pembelajaran tingkat tinggi yang menekankan kemampuan mahasiswa untuk merumuskan masalah penelitian yang kompleks dan relevan. Analisis mengenai kendala pengembangan perikanan di daerah-daerah tersebut menunjukkan keterampilan dalam mengidentifikasi faktor-faktor pembatas, yang merupakan bagian penting dalam proses analisis sistem.

1.3 Tujuan Penelitian

Subbab ini menjabarkan tujuan penelitian yang ingin dicapai, meliputi penentuan implikasi karakteristik wilayah terhadap kinerja perikanan, pembangunan model pengembangan perikanan berbasis karakteristik wilayah, dan perumusan kebijakan strategis pengembangan perikanan berbasis kewilayahan. Tujuan penelitian yang terukur, tercapai, dan realistis ini sejalan dengan tujuan pembelajaran yang menuntut mahasiswa untuk mampu merumuskan tujuan penelitian secara spesifik dan terstruktur. Ketiga tujuan ini mencakup aspek analisis, perancangan, dan perumusan kebijakan, merupakan kompetensi penting bagi lulusan yang diharapkan mampu memberikan solusi praktis terhadap masalah perikanan.

1.4 Manfaat Penelitian

Subbab ini menjelaskan manfaat penelitian baik secara teoritis maupun praktis. Manfaat teoritis meliputi pengembangan model pengembangan perikanan yang komprehensif, sementara manfaat praktis berupa rekomendasi kebijakan yang dapat digunakan oleh pemangku kepentingan untuk meningkatkan kinerja sektor perikanan di daerah. Penegasan manfaat ini menunjukkan relevansi penelitian dengan kebutuhan masyarakat dan mencerminkan tujuan pembelajaran untuk menghasilkan penelitian yang bermanfaat dan dapat diaplikasikan. Bagian ini juga menghubungkan hasil penelitian dengan kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan praktik perikanan di Indonesia.

II. Tinjauan Pustaka

Bagian ini memaparkan landasan teori dan konsep yang mendasari penelitian. Tinjauan pustaka mencakup teori pengelolaan sumber daya perikanan, pengembangan perikanan sebagai sebuah sistem, dan berbagai metode analisis yang digunakan. Pustaka yang komprehensif menunjukkan kedalaman pemahaman peneliti dan relevansi dengan tujuan pembelajaran mahasiswa dalam hal penguasaan literatur dan kemampuan sintesis informasi dari berbagai sumber.

2.1 Pengelolaan Sumberdaya Perikanan

Subbab ini membahas konsep dan prinsip pengelolaan sumber daya perikanan yang berkelanjutan. Tinjauan ini mencakup aspek-aspek penting seperti keberlanjutan, keadilan, kemitraan, dan efisiensi. Ini menunjukkan relevansi dengan tujuan pembelajaran mahasiswa dalam memahami konsep pengelolaan sumber daya alam yang bertanggung jawab. Pembahasan mengenai regulasi dan kebijakan yang terkait dengan pengelolaan sumber daya perikanan juga menunjukkan penguasaan aspek legal dan yuridis dalam sektor perikanan.

2.2 Beberapa Contoh Bentuk Pengelolaan Sumberdaya Perikanan

Subbab ini memberikan contoh-contoh konkret pengelolaan sumber daya perikanan yang telah diterapkan di berbagai tempat. Pembahasan contoh kasus ini memberikan ilustrasi praktis dari konsep teoritis yang telah diuraikan sebelumnya. Relevansi dengan pembelajaran mahasiswa terletak pada kemampuan mahasiswa dalam menganalisis studi kasus dan menarik pelajaran berharga dari pengalaman empiris. Contoh kasus ini dapat digunakan sebagai bahan diskusi dan analisis kritis di kelas.

2.3 Pengembangan Perikanan sebagai Sebuah Sistem

Subbab ini menjelaskan pengembangan perikanan dalam kerangka sistem, yang mencakup subsistem usaha perikanan, subsistem pelabuhan perikanan, dan subsistem kebijakan serta kelembagaan. Ini menunjukkan pemahaman sistemik terhadap kompleksitas permasalahan perikanan dan sejalan dengan tujuan pembelajaran untuk berpikir secara sistemik dan holistik. Pembahasan ini menunjukkan pentingnya memperhatikan interaksi antar komponen dalam sistem perikanan.

2.3.1 Subsistem Kegiatan Usaha Perikanan

Sub-subbab ini membahas secara detail aspek-aspek yang terkait dengan kegiatan usaha perikanan, seperti aspek produksi, pemasaran, dan keuangan. Pembahasan rinci ini relevan dengan tujuan pembelajaran mahasiswa dalam memahami aspek-aspek bisnis dan manajemen perikanan. Kajian literatur mengenai aspek-aspek ini memberikan dasar yang kuat untuk analisis empiris yang akan dilakukan dalam penelitian.

2.3.2 Subsistem Pelabuhan Perikanan: Fungsionalitas dan Aksesibilitas

Sub-subbab ini membahas peran dan pentingnya pelabuhan perikanan dalam mendukung pengembangan sektor perikanan, mencakup aspek fungsionalitas dan aksesibilitas. Analisis mengenai infrastruktur dan logistik pelabuhan perikanan relevan dengan pembelajaran mahasiswa dalam hal perencanaan dan pembangunan infrastruktur. Ini juga menunjukkan pemahaman terhadap aspek teknis dan ekonomi dalam operasional pelabuhan.

2.3.3 Subsistem Kebijakan dan Kelembagaan Perikanan

Sub-subbab ini membahas peran kebijakan dan kelembagaan dalam pengembangan perikanan, termasuk regulasi, kelembagaan pemerintah dan swasta. Pembahasan ini relevan dengan tujuan pembelajaran mahasiswa dalam hal analisis kebijakan publik dan pentingnya peran kelembagaan. Tinjauan literatur mengenai berbagai model kelembagaan akan membantu mahasiswa dalam merancang solusi kelembagaan yang tepat.

2.4 Pendekatan Sistem

Subbab ini menjelaskan penerapan pendekatan sistem dalam menganalisis permasalahan dan membangun model pengembangan perikanan. Ini menunjukkan kemampuan peneliti dalam memilih metodologi yang tepat dan relevan dengan tujuan pembelajaran mahasiswa dalam menerapkan berbagai metode analisis, khususnya pendekatan sistemik. Pengetahuan tentang metodologi pendekatan sistem sangat penting dalam melakukan penelitian di bidang ilmu sosial.

2.5 Metode Analisis

Subbab ini menjelaskan berbagai metode analisis yang digunakan dalam penelitian, seperti analisis SWOT, balanced scorecard, dan interpretative structural modelling (ISM). Uraian detail mengenai metode-metode ini menunjukkan keterampilan peneliti dalam memilih dan menerapkan metode analisis yang sesuai. Ini juga relevan dengan tujuan pembelajaran mahasiswa dalam memilih dan menggunakan berbagai metode kuantitatif dan kualitatif sesuai dengan konteks penelitian.

2.6 Beberapa Penelitian yang Sudah Dilakukan

Subbab ini meninjau penelitian-penelitian terdahulu yang relevan dengan topik penelitian. Tinjauan pustaka ini menunjukkan kemampuan peneliti dalam melakukan studi literatur dan menempatkan penelitiannya dalam konteks penelitian yang lebih luas. Relevansi dengan tujuan pembelajaran mahasiswa terletak pada kemampuan mahasiswa untuk melakukan kajian literatur yang komprehensif dan memahami perkembangan ilmu pengetahuan di bidang yang diteliti.

III. Metodologi Penelitian

Bagian ini menjelaskan secara detail metodologi yang digunakan dalam penelitian, mencakup kerangka pendekatan masalah, pendekatan sistem, metode penelitian, tempat dan waktu penelitian, serta metode analisis data. Metodologi yang sistematis dan terstruktur menunjukkan kualitas penelitian dan mencerminkan tujuan pembelajaran mahasiswa dalam merencanakan dan melaksanakan penelitian secara terstruktur dan sistematis.

3.1 Kerangka Pendekatan Masalah

Penjelasan mengenai kerangka berpikir dan alur logika penelitian. Menunjukkan kemampuan peneliti untuk merumuskan kerangka pemikiran yang sistematis dan terarah. Relevan dengan kemampuan mahasiswa untuk membangun kerangka berpikir yang logis dan koheren dalam penelitian.

3.2 Pendekatan Sistem

Uraian lebih detail mengenai penerapan pendekatan sistem dalam penelitian. Menjelaskan bagaimana peneliti menerapkan prinsip-prinsip pendekatan sistem dalam menganalisis masalah dan membangun model. Ini relevan dengan kemampuan mahasiswa untuk memahami dan menerapkan pendekatan sistem dalam penelitian.

3.3 Metode Penelitian

Penjelasan tentang metode yang digunakan dalam pengumpulan data, seperti studi literatur, survei, dan wawancara. Menunjukkan kemampuan peneliti dalam memilih metode yang sesuai dengan tujuan dan ruang lingkup penelitian. Ini relevan dengan kemampuan mahasiswa untuk memilih dan menerapkan metode pengumpulan data yang tepat.

3.4 Tempat dan Waktu Penelitian

Penjelasan mengenai lokasi dan periode penelitian. Menjelaskan alasan pemilihan lokasi dan periode penelitian. Relevan dengan kemampuan mahasiswa untuk menentukan lokasi dan waktu penelitian yang sesuai dengan objek penelitian.

3.5 Metode Analisis

Penjelasan detail tentang metode analisis data yang digunakan, termasuk teknik statistik dan interpretasi data. Menunjukkan kemampuan peneliti dalam menganalisis data secara tepat dan akurat. Ini relevan dengan kemampuan mahasiswa untuk melakukan analisis data secara tepat dan mengkomunikasikan hasil analisis dengan jelas.

IV. Gambaran Umum Wilayah Penelitian

Bagian ini menyajikan gambaran umum wilayah penelitian yang meliputi delapan kabupaten di selatan Jawa. Deskripsi ini mencakup aspek geografis, demografis, ekonomi, dan sosial budaya yang relevan dengan penelitian. Deskripsi yang detail dan sistematis menunjukkan kemampuan peneliti dalam memahami konteks penelitian dan relevan dengan kemampuan mahasiswa dalam memahami dan menjelaskan karakteristik wilayah penelitian.

4.1 - 4.12 Gambaran Umum Kabupaten di Selatan Jawa

Subbab ini memberikan uraian rinci tentang kondisi geografis, sosial-ekonomi, dan sektor perikanan masing-masing kabupaten di selatan Jawa (Sukabumi, Garut, Cilacap, Kebumen, Gunung Kidul, Pacitan, Trenggalek, dan Malang). Deskripsi ini memberikan konteks yang penting untuk memahami karakteristik spesifik setiap daerah. Relevansi dengan tujuan pembelajaran meliputi kemampuan mahasiswa untuk melakukan deskripsi wilayah dan memahami konteks geografis, sosial, dan ekonomi dalam kajian pengembangan perikanan. Penelitian ini menunjukan kemampuan dalam analisis data kualitatif dan kuantitatif untuk menggambarkan kondisi tiap daerah.

V. Kondisi Sistem Perikanan Tangkap

Bagian ini menganalisis kondisi sistem perikanan tangkap di wilayah penelitian, mencakup subsistem usaha perikanan, subsistem pelabuhan perikanan, dan subsistem kebijakan dan kelembagaan. Analisis ini menunjukkan kemampuan peneliti dalam memahami interaksi antar komponen dalam sistem perikanan dan sejalan dengan tujuan pembelajaran mahasiswa untuk berpikir secara sistemik dan holistik.

5.1 Subsistem Usaha Perikanan Tangkap

Subbab ini memberikan gambaran detail mengenai berbagai jenis usaha perikanan tangkap yang ada di wilayah penelitian. Analisis mencakup aspek teknis, ekonomi, dan sosial dari masing-masing jenis usaha perikanan. Ini relevan dengan tujuan pembelajaran mahasiswa dalam memahami berbagai jenis usaha perikanan dan karakteristiknya. Data yang disajikan memberikan gambaran yang komprehensif tentang kondisi usaha perikanan di wilayah penelitian.

5.2 Subsistem Pelabuhan Perikanan: Fungsionalitas dan Aksesibilitas

Subbab ini menganalisis kondisi pelabuhan perikanan di wilayah penelitian, mencakup aspek fungsionalitas dan aksesibilitas. Analisis ini relevan dengan tujuan pembelajaran mahasiswa dalam memahami pentingnya infrastruktur dan fasilitas penunjang dalam pengembangan perikanan. Data yang disajikan memberikan gambaran mengenai kondisi fisik dan fungsional pelabuhan perikanan di wilayah penelitian.

5.3 Subsistem Kebijakan dan Kelembagaan

Subbab ini menganalisis kebijakan dan kelembagaan yang terkait dengan pengembangan perikanan di wilayah penelitian. Analisis ini relevan dengan tujuan pembelajaran mahasiswa dalam memahami peran kebijakan dan kelembagaan dalam pengembangan sektor perikanan. Data yang disajikan memberikan gambaran mengenai kebijakan dan kelembagaan yang relevan dengan pengembangan perikanan di wilayah penelitian.

VI. Implikasi Kondisi Wilayah terhadap Pengembangan Perikanan

Bagian ini menganalisis implikasi karakteristik wilayah (geo-topografi, biologi, teknologi, sosial-ekonomi, dan politik) terhadap kinerja perikanan di wilayah penelitian. Analisis ini menunjukkan kemampuan peneliti dalam memahami pengaruh faktor-faktor spesifik wilayah terhadap pengembangan perikanan dan relevan dengan tujuan pembelajaran mahasiswa untuk menganalisis faktor-faktor penentu keberhasilan pengembangan sektor perikanan.

6.1 - 6.5 Implikasi Karakteristik Aspek Wilayah

Subbab ini membahas secara detail pengaruh masing-masing karakteristik aspek wilayah terhadap kinerja perikanan. Pembahasan ini memberikan gambaran yang komprehensif mengenai faktor-faktor penentu keberhasilan pengembangan perikanan di wilayah penelitian. Ini relevan dengan tujuan pembelajaran mahasiswa untuk menganalisis faktor-faktor penentu keberhasilan dan hambatan dalam pengembangan sektor perikanan.

VII. Permodelan Sistem

Bagian ini menjelaskan proses pembangunan model pengembangan perikanan, mencakup verifikasi data, analisis sumber daya ikan unggulan, dan pembangunan model pengembangan perikanan lepas pantai dan pantai. Pembangunan model ini menunjukkan kemampuan peneliti dalam merancang solusi dan relevan dengan tujuan pembelajaran mahasiswa untuk membangun model dan simulasi.

7.1 Verifikasi

Subbab ini menjelaskan proses verifikasi data yang digunakan dalam penelitian. Verifikasi data yang teliti dan sistematis merupakan bagian penting dalam menjaga kualitas penelitian. Ini relevan dengan kemampuan mahasiswa untuk melakukan verifikasi data dan memastikan akurasi data.

7.2 Analisis Sumberdaya Ikan Unggulan

Subbab ini menjelaskan proses analisis untuk menentukan komoditas ikan unggulan di wilayah penelitian. Analisis ini penting untuk menentukan arah pengembangan perikanan yang tepat. Ini relevan dengan kemampuan mahasiswa untuk melakukan analisis dan menentukan komoditas unggulan.

7.3 Model Pengembangan Perikanan Lepas Pantai

Subbab ini menjelaskan proses pembangunan model pengembangan perikanan lepas pantai. Model ini merupakan solusi yang diusulkan untuk pengembangan perikanan lepas pantai. Ini relevan dengan kemampuan mahasiswa untuk membangun model dan simulasi.

7.4 Model Pengembangan Perikanan Pantai

Subbab ini menjelaskan proses pembangunan model pengembangan perikanan pantai. Model ini merupakan solusi yang diusulkan untuk pengembangan perikanan pantai. Ini relevan dengan kemampuan mahasiswa untuk membangun model dan simulasi.

7.5 Validasi Model

Subbab ini menjelaskan proses validasi model yang telah dibangun. Validasi model penting untuk memastikan bahwa model yang dibangun akurat dan dapat diandalkan. Ini relevan dengan kemampuan mahasiswa untuk melakukan validasi model dan memastikan keakuratan model.

VIII. Kebijakan Strategis Pengembangan Perikanan

Bagian ini merumuskan kebijakan strategis untuk pengembangan perikanan lepas pantai dan pantai, berdasarkan model yang telah dibangun. Perumusan kebijakan ini menunjukkan kemampuan peneliti dalam memberikan rekomendasi kebijakan yang terukur dan relevan dengan tujuan pembelajaran mahasiswa untuk merumuskan kebijakan.

8.1 Perumusan Kebijakan Strategis Pengembangan Perikanan

Subbab ini menjelaskan proses perumusan kebijakan strategis untuk pengembangan perikanan lepas pantai dan pantai. Perumusan kebijakan ini didasarkan pada analisis SWOT dan balanced scorecard. Ini relevan dengan kemampuan mahasiswa untuk merumuskan kebijakan strategis.

8.2 Strategi Implementasi Model Pengembangan Perikanan

Subbab ini menjelaskan strategi implementasi model pengembangan perikanan lepas pantai dan pantai yang telah dibangun. Strategi ini didasarkan pada teknik interpretative structural modelling (ISM). Relevan dengan kemampuan mahasiswa untuk merancang strategi implementasi kebijakan.

IX. Pembahasan

Bagian ini membahas hasil penelitian secara komprehensif, mencakup model pengembangan perikanan dan kebijakan strategis yang telah dirumuskan. Pembahasan yang mendalam dan analitis menunjukkan kemampuan peneliti dalam menginterpretasi hasil penelitian dan relevan dengan tujuan pembelajaran mahasiswa untuk melakukan analisis kritis dan interpretasi hasil penelitian.

9.1 Model Pengembangan Perikanan

Subbab ini membahas model pengembangan perikanan lepas pantai dan pantai yang telah dibangun. Pembahasan ini mencakup kelebihan, kekurangan, dan implikasi dari masing-masing model. Ini relevan dengan kemampuan mahasiswa untuk menganalisis dan mengevaluasi model.

9.2 Kebijakan Strategis Pengembangan Perikanan Berbasis Kewilayahan

Subbab ini membahas kebijakan strategis yang telah dirumuskan untuk pengembangan perikanan berbasis kewilayahan. Pembahasan mencakup implikasi dari kebijakan tersebut bagi pengembangan sektor perikanan di wilayah penelitian. Ini relevan dengan kemampuan mahasiswa untuk menganalisis dan mengevaluasi kebijakan.

X. Kesimpulan dan Saran

Bagian ini menyajikan kesimpulan dari penelitian dan saran untuk penelitian selanjutnya. Kesimpulan yang ringkas dan jelas menunjukkan kemampuan peneliti dalam menyimpulkan hasil penelitian dan relevan dengan tujuan pembelajaran mahasiswa untuk menyimpulkan hasil penelitian dan memberikan saran yang konstruktif.

10.1 Kesimpulan

Subbab ini menyajikan kesimpulan dari seluruh hasil penelitian. Kesimpulan yang komprehensif mencakup implikasi karakteristik wilayah terhadap kinerja perikanan, model pengembangan perikanan, dan kebijakan strategis yang telah dirumuskan. Ini relevan dengan kemampuan mahasiswa untuk menyimpulkan hasil penelitian dan menginterpretasikan temuan penelitian.

10.2 Saran

Subbab ini memberikan saran untuk penelitian selanjutnya dan implementasi kebijakan. Saran yang konstruktif dan relevan menunjukkan kemampuan peneliti untuk memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan praktik perikanan. Ini relevan dengan kemampuan mahasiswa untuk memberikan saran yang konstruktif dan relevan.

Gambar

Gambar 1  Sistem dalam berbagai kondisi (David 2002).
Tabel 2  Pelaku dan kebutuhan dari pelaku Sistem Pengembangan Perikanan Berbasis Karakteristik Spesifik Potensi Daerah
Gambar 3  Diagram sebab akibat (causal loop) Sistem Pengembangan Perikanan Berbasis Karakteristik Spesifik Potensi Daerah
Gambar 4
+7

Referensi

Dokumen terkait