RTV SILIKON SEBAGAI BAHAN PROTESA OBTURATOR
PALATUM
SKRIPSI
Diajukan untuk memenuhi tugas dan melengkapi syarat guna memperoleh gelar Sarjana Kedokteran Gigi
Oleh:
AKILA CHANDRASEGAR NIM: 070600168
FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2011
RTV-silikon sebagai Bahan Protesa Obturator Palatum
viii + 24 halaman
Protesa Obturator palatum adalah protesa yang digunakan untuk menutup jaringan yang terbuka secara kongenital atau yang diperdapat, terutama bagian palatum keras atau lunak serta struktur alveolar yang berdekatan. Obturator palatum dapat diklasifikasikan berdasar pada tahap perawatannya yaitu obturator selama pembedahan (surgical obturator), obturator interim dan obturator definitif. Terdapat beberapa tipe obturator selain dari obturator palatum seperti obturator palato faringeal, obturator palatal lift (palatal lift prosthesis) dan obturator meatal.
polimer sintetik yang terdiri dari rantai polisiloksan, dimana rantai polisiloksan adalah poli-dimetil-siloksan dengan kelompok terminal hidroksil. Berdasarkan vulkanisasi, silikon terdiri dari dua kelompok yaitu HTV (Heat Temperature
Vulcanized) silikon yang hampir sama dengan silikon tipe adisi dan RTV (Room
Temperature Vulcanized) silikon yang hampir sama dengan silikon tipe kondensasi.
Polimerisasi silikon ini adalah melalui reaksi kondensasi dan terdiri dari suatu bahan filler, katalis stannous octoate dan agen ikatan silang orto-alkil-silikat. Polimer jenis RTV silikon ini sangat cocok digunakan sebagai bahan protesa obturator palatum karena sifat elastisitas, tear strength dan kekerasannya yang cukup baik.
Dapat diambil bahwa kesimpulan, obturator palatum adalah suatu protesa yang digunakan untuk menutup jaringan yang terbuka secara kongenital atau yang diperdapat, terutama bagian palatum keras atau lunak serta struktur alveolar yang berdekatan. Terdapat beberapa tipe obturator yaitu obturator palato faringeal, obturator palatal lift dan obturator meatal. Bahan-bahan yang dapat digunakan dalam pembuatan protesa obturator palatum adalah polimetil metakrilat, logam titanium, dan karet silikon. Berdasarkan reaksi vulkanisasi, silikon terdiri dari dua tipe yaitu HTV (Heat Temperature Vulcanized) silikon dan RTV (Room Temperature
Vulcanized) silikon. RTV silikon adalah sangat terkenal sebagai salah satu bahan
pembuatan protesa obturator palatum karena sifat fisisnya dan karakteristiknya cukup baik. RTV silikon memiliki elastisitas serta tear strength yang paling baik dibandingkan dengan karet silikon yang lain.
RTV SILIKON SEBAGAI BAHAN PROTESA OBTURATOR
PALATUM
SKRIPSI
Diajukan untuk memenuhi tugas dan melengkapi syarat guna memperoleh gelar Sarjana Kedokteran Gigi
Oleh:
AKILA CHANDRASEGAR NIM: 070600168
FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2011
PERNYATAAN PERSETUJUAN
Skripsi ini telah disetujui untuk dipertahankan di hadapan tim penguji skripsi
Medan, 10 Januari 2011
Pembimbing : Tanda tangan
Sumadhi S.,drg.,Ph.D
_____________________
NIP: 130 353 780
TIM PENGUJI SKRIPSI
Skripsi ini telah dipertahankan di hadapan tim penguji Pada tanggal 10 Januari 2011
TIM PENGUJI
KETUA: Lasminda Syafiar,drg.,M.Kes
ANGGOTA: 1. Sumadhi S.,drg.,Ph.D
2. Rusfian.,drg.,M.Kes
KATA PENGANTAR
Segala puja dan puji penulis panjatkan kehadirat Tuhan., atas berkah dan rahmat serta mengharap ridhoNya di setiap masa, hingga akhirnya penulis dapat
menyelesaikan skripsi ini sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Kedokteran Gigi Universitas Sumatera Utara.
Dalam penulisan skripsi ini, saya telah banyak mendapat bimbingan, pengarahan, saran-saran dan bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu pada kesempatan ini dengan kerendahan hati saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada :
1. Prof Nazruddin,drg.,Ph.Dselaku dekan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Sumatera Utara.
2. Sumadhi S.,drg.,Ph.D, selaku pembimbing dalam penulisan skripsi ini yang telah banyak menyediakan waktu, tenaga dan pemikiran untuk membimbing penulis serta membantu memberikan masukan dan arahan dari awal hingga akhir penyusunan skripsi.
3. Lasminda Syafiar.,drg., M.Kes selaku kepala bagian departemen dan seluruh staf pengajar bagian Ilmu Dental Material dan Teknologi Kedokteran Gigi Universitas Sumatera Utara.
5. Simson Damanik., drg., M.Kes, sebagai pembimbing akademik penulis di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Sumatera Utara yang selama ini telah membimbing penulis.
6. Rasa hormat dan terima kasih yang tiada terhingga saya persembahkan kepada kedua orang tua saya, ayahanda S.Chandrasegar dan Ibunda Sumathi
Chandrasegar atas doa,perhatian dan dukungannya.
7. Teman-teman Radha, Cecilia, Alicia dan seluruh stambuk 2007/2008 yang telah banyak memberi dukungan baik moril maupun materil kepada penulis untuk menyelesaikan skripsi ini.
Akhir kata penulis berharap semoga skripsi ini dapat ikut memberikan sumbangan pemikiran yang berguna bagi Ilmu Kedokteran Gigi.
Medan, 10 Januari 2011 Penulis,
DAFTAR ISI
BAB 2 PROTESA OBTURATOR PALATUM
2.1 Pengertian Protesa Obturator Palatum 3
2.2 Tipe-tipe Obturator
2.2.1 Obturator Palato faringeal 4
2.2.2 Obturator Palatal lift 5
2.2.3 Obturator Meatal 5
2.3 Bahan-bahan dalam pembuatan Protesa Obturator palatum 5
3.2.2 Silikon menurut reaksi vulkanisasi 11 BAB 4 SIFAT-SIFAT RTV (Room Temperature Vulcanized) SILIKON
4.1 Sifat Fisis 15
4.1.1 Elastisitas 15
4.1.2 Tear Strength 16
4.1.3 Kekerasan 17
4.2 Sifat Khemis 17
4.3 Sifat Biologis 18
BAB 5 KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN RTV SILIKON SEBAGAI BAHAN RESTORASI PROTESA OBTURATOR PALATUM
5.1 Keuntungan RTV-Silikon 19
5.2 Kerugian RTV-Silikon 20
BAB 6 KESIMPULAN 21
DAFTAR PUSTAKA 22
LAMPIRAN
DAFTAR TABEL
DAFTAR GAMBAR
Gambar Halaman
1. Palatal Obturator 3
2. Palatal Lift Prosthesis 5
3. Struktur kimia dari molekul kelompok terminal
polidimetilsiloksan 8
4. Rantai siloksan 8
5. Reaksi kondensasi yang berlaku diantara kelompok
terminal OH dan tetraetil ortosilikat dengan kehadiran katalis
stannous octoate 9
6. Struktur kimia dari reaksi adisi melalui pengaktivasian
garam platinum 10
7. RTV-silicone (MDX 4-4210) 11
8. Polidimetilvinil siloksan dan 2,4-diklorobenzoil 12
9. Reaksi adisi yang berlaku antara poli-dimetil siloksan dengan
katalis benzoil peroksida 13
10.HTV silikon(CosmesilM511) 14
RTV-silikon sebagai Bahan Protesa Obturator Palatum
viii + 24 halaman
Protesa Obturator palatum adalah protesa yang digunakan untuk menutup jaringan yang terbuka secara kongenital atau yang diperdapat, terutama bagian palatum keras atau lunak serta struktur alveolar yang berdekatan. Obturator palatum dapat diklasifikasikan berdasar pada tahap perawatannya yaitu obturator selama pembedahan (surgical obturator), obturator interim dan obturator definitif. Terdapat beberapa tipe obturator selain dari obturator palatum seperti obturator palato faringeal, obturator palatal lift (palatal lift prosthesis) dan obturator meatal.
polimer sintetik yang terdiri dari rantai polisiloksan, dimana rantai polisiloksan adalah poli-dimetil-siloksan dengan kelompok terminal hidroksil. Berdasarkan vulkanisasi, silikon terdiri dari dua kelompok yaitu HTV (Heat Temperature
Vulcanized) silikon yang hampir sama dengan silikon tipe adisi dan RTV (Room
Temperature Vulcanized) silikon yang hampir sama dengan silikon tipe kondensasi.
Polimerisasi silikon ini adalah melalui reaksi kondensasi dan terdiri dari suatu bahan filler, katalis stannous octoate dan agen ikatan silang orto-alkil-silikat. Polimer jenis RTV silikon ini sangat cocok digunakan sebagai bahan protesa obturator palatum karena sifat elastisitas, tear strength dan kekerasannya yang cukup baik.
Dapat diambil bahwa kesimpulan, obturator palatum adalah suatu protesa yang digunakan untuk menutup jaringan yang terbuka secara kongenital atau yang diperdapat, terutama bagian palatum keras atau lunak serta struktur alveolar yang berdekatan. Terdapat beberapa tipe obturator yaitu obturator palato faringeal, obturator palatal lift dan obturator meatal. Bahan-bahan yang dapat digunakan dalam pembuatan protesa obturator palatum adalah polimetil metakrilat, logam titanium, dan karet silikon. Berdasarkan reaksi vulkanisasi, silikon terdiri dari dua tipe yaitu HTV (Heat Temperature Vulcanized) silikon dan RTV (Room Temperature
Vulcanized) silikon. RTV silikon adalah sangat terkenal sebagai salah satu bahan
pembuatan protesa obturator palatum karena sifat fisisnya dan karakteristiknya cukup baik. RTV silikon memiliki elastisitas serta tear strength yang paling baik dibandingkan dengan karet silikon yang lain.
BAB I
PENDAHULUAN
Kelainan kongenital atau dapat juga dikenali dengan kelainan bawaan merupakan suatu kelainan struktur, fungsi maupun metabolisme tubuh yang ditemukan pada bayi ketika bayi itu dilahirkan.(3,10) Pada umumnya, kelainan yang sering dapat terjadi di dalam rongga mulut adalah cleft lip atau cleft palate. Cleft lip
atau bibir sumbing adalah kelainan berupa celah pada bibir atas yang terjadi akibat kegagalan proses penyatuan selama perkembangan embrio di dalam kandungan. Cleft
palate merupakan suatu kelainan yang terjadi apabila palatum (langit-langit) tidak
menutup secara sempurna.(3,20) Celah ini bisa melibatkan sisi lain dari palatum, yaitu meluas ke bagian palatum keras diantara mulut sampai palatum lunak kearah tenggorokan. Dalam keadaan seperti ini, pasien memerlukan suatu protesa untuk mengembalikan penampilan dan fungsi organ secara alami beserta jaringan sekitarnya. Penggantian ini dapat dilakukan dengan pembuatan obturator palatum yang merupakan suatu protesa yang digunakan untuk menutup jaringan yang terbuka untuk membantu proses penelanan, pengunyahan, pengucapan dan pernapasan.(4,10,13,16,17)
adalah suatu bahan polimer yang terdiri dari bahan silikon dengan oksigen yang membentuk rantai siloksan, menyerupai karet dan bersifat hydrophobic.(1,8,9) Silikon dalam tabel periodik ditemukan dengan nomor atom 14 dan berat atom 28.0. Karet silikon adalah lebih menguntungkan untuk dipergunakan oleh karena sifat elastisitas dan kekerasan yang cukup baik dan tidak mudah robek. Kelebihan lain dari silikon dibanding dengan elastomer lain adalah tidak adanya efek toksik. Karet silikon terdiri dari dua tipe yaitu RTV (Room Temperature Vulcanized) silikon yang hampir sama dengan silikon tipe kondensasi dan HTV (Heat Temperature Vulcanized) silikon yang hampir sama dengan silikon tipe adisi.(8)
BAB 2
OBTURATOR PALATUM
2.1 Pengertian Obturator Palatum
Obturator palatum adalah suatu protesa yang digunakan untuk menutup jaringan yang terbuka secara kongenital atau diperdapat, terutama bagian palatum keras atau lunak serta struktur alveolar yang berdekatan.(4,10,17) Protesa ini digunakan untuk membantu dalam pengucapan, memperbaiki artikulasi yang diakibatkan oleh kelainan cleft palate. Protesa ini digunakan dalam keadaan kekurangan jaringan apabila masih terdapat pembukaan pada bagian palatum. Protesa ini sangat dibutuhkan pada pasien dengan kelainan cleft palate atau pada pasien yang mengalami trauma pada bagian palatumnya. Selain itu, protesa obturator palatum sering digunakan sebagai obturator interim yaitu suatu protesa sementara sehingga pembukaan pada bagian palatum tertutup dengan sempurna.(10,21)
digunakan dalam menggantikan obturator bedah yang dipasang segera setelah pembedahan dan akan digantikan dengan obturator definitif nantinya. Obturator definitif adalah obturator permanen yang menggantikan sebagian atau seluruh rahang atas dan gigi-gigi yang hilang akibat pembedahan atau trauma dan akan dipergunakan pasien seterusnya.(4,18,21)
Gambar 1:Palatal obturator (<www. http://medicaldictionary.thefreedictionary.com/obt urator>)
2.2 Tipe-tipe Obturator
2.2.1 Obturator palato faringeal
yang diperbaiki melalui pembedahan terlalu pendek untuk berkontak dengan dinding faringeal yang mengganggu dalam proses respirasi dan pengucapan.(10,16)
2.2.2 Obturator Palatal Lift
Pembukaan velopharyngeal atau ‘velopharyngeal incompetency’ timbul apabila palatum lunak yang diperbaiki melalui pembedahan, panjangnya cukup tapi mobilitas palatum lunak tidak cukup untuk mencapai penutupan velopahryngeal. Obturator
palatal lift menutup bagian palatum keras dan secara fisikal menduduki pada suatu
posisi yang baik untuk mencapai penutupan velopharyngeal.(10)
Gambar 2 : Palatal Lift prosthesis (19) 2.2.3 Obturator Meatal
Obturator ini berfungsi secara vertical pada bagian posterior protesa ini untuk mengobturasi bagian posterior ‘nasal chonae’. Protesa ini sangat membantu dalam memperlancarkan proses respirasi dan penelanan secara normal.(16)
2.3. Bahan-bahan dalam protesa Obturator palatum
2.3.1. Silikon
Silikon yang digunakan saat ini adalah silikon vulkanisasi panas (HTV) dan vulkanisasi temperatur ruangan (RTV). Silikon vulkanisasi temperatur ruangan (RTV) dikemas dalam bentuk pasta tunggal. Protesa dapat dipolimerisasi dalam mold stone buatan, meskipun
mold yang lebih tahan lama dapat dibuat dari epoksi resin atau logam. Silikon yang divulkanisir dengan panas umumnya dikemas dalam bentuk bahan separuh padat atau menyerupai dempul yang memerlukan penggilingan, pemadatan dengan tekanan, dan aplikasi siklus panas 180o C selama 30 menit. (1,2,3,14)
2.3.2. Polimetil metakrilat
2.3.3. Logam Titanium
BAB 3
SILIKON
3.1 Pengertian Silikon
Silikon polimer adalah suatu bahan polimer yang terdiri dari rantai polisiloksan, dimana rantai polisiloksan adalah poli-di-metil-siloksan dengan kelompok terminal hidroksil, dengan rumus bangun sebagai berikut : (1,8,9)
CH3 CH3
OH----(Si--- O --- Si ---O) n ----H
CH3 CH3
Gambar 3: Struktur kimia dari molekul kelompok terminal polidimetilsiloksan(1)
Silikon adalah suatu polimer sintetik yang digunakan sebagai minyak, resin, karet, dimana rantai polimer ini terdiri dari bahan silikon dan oksigen yang membentuk rantai siloksan:
O Si O Si
Gambar 4: Rantai siloksan (1)
pendek berbentuk encer dan yang memiliki rantai siloksan panjang berbentuk lebih kental. Polimer ini bersifat translusen dan berwarna putih. (2,3)
3.2 Klasifikasi Silikon
3.2.1 Silikon menurut reaksi kimianya dapat dibagi atas dua tipe yaitu :
i) Silikon tipe kondensasi
Struktur kimia daripada silikon tipe kondensasi adalah suatu polimer terdiri dari poli (di-metil-siloksan). Ikatan silang terjadi melalui suatu reaksi dengan tri dan tetra fungsional alkyl-silikat seperti tri-etil-silikat dengan tin-oktoat (1,8,9)
[ Sn ( C7H15COO)2 ] sebagai katalis, seperti dibawah ini :
CH3
Si O OC2H5
CH3
Gambar 5: Reaksi kondensasi yang berlaku diantara kelompok terminal OH dan tetraetil ortosilikat dengan kehadiran katalis stannous octoate (1)
Reaksi ini dapat menjadi efektif pada temperatur kamar dan oleh sebab
itu dalam literatur disebut silikon –RTV ( Room Temperature Vulcanisation). RTV silikon mengandung kira-kira 1000 unit polimer. Bahan dasarnya tersedia dalam bentuk pasta dengan konsistensi light, regular, heavy body, dan putty .(3)
ii) Silikon tipe adisi
Silikon tipe adisi mempunyai ujung group vinil dan dapat berikatan silang dengan group silane dengan pengaktivasian melalui suatu katalis seperti garam platinum, reaksinya dapat dilihat sebagai berikut : (1,8,9)
CH3
CH3 O CH3
Base polymer CH3 Si H + CH2 CH Si O
CH3 O CH3
Si CH CH2 + H Si CH3
Pt Salt
CH3
O Si CH2 CH2 Si CH3
CH3 O CH3
CH3 Si CH2 CH2 Si O
CH3 O CH3
O Si CH2 CH2 Si CH3
CH3
Gambar 6 : Struktur kimia dari reaksi adisi melalui pengaktivasian garam platinum
(1)
3.2.2 Silikon menurut reaksi vulkanisasi
i) RTV-Silikon (Room Temperature Vulcanisation)
RTV-Silikon telah sangat terkenal sebagai salah satu bahan maksilofasial karena sifat fisisnya dan karakteristiknya yang cukup baik.
RTV-Silikon disusun oleh rantai polimer silikon yang pendek dengan kelompok terminal grup hidroksil dan sebagai tambahan suatu agen ikatan silang tetra-etil-oksilane. Bahan filer ditambahkan untuk memperkuatkan bahan ini. Bahan filler yang sering digunakan adalah diatomaceous earth. Kondensasi berlangsung antara ion hidroksil dari polimer dengan group alkil dari agen ikatan silang melalui tambahan suatu katalis seperti stannous octoate, lalu memberikan alkohol sebagai hasil akhirnya. Terdapat berbagai tipe atau jenis katalis bagi RTV-silikon, tapi katalis yang utama dipakai dalam aplikasi medis adalah stannous octoate dan karena kebutuhan polimer ini dicampur dengan katalis, viskositasnya harus cukup rendah untuk memudahkan pengadukan bahan ini. Bahan filler pula tidak boleh digunakan dengan terlalu banyak karena akan menjadikan campurannya keras.(3,14)
ii) HTV-Silikon (Heat Temperature Vulcanisation)
HTV-Silikon sesekali digunakan dalam pembuatan protesa maksilofasial. Komponen HTV-Silikon biasanya adalah poli (di-metil-vinil siloksan) dengan kira-kira 0,5% rantai vinil, 2,4-diklorobenzoil peroksida atau garam platinum (tergantung pada tipe polimerisasi, seperti reaksi kondensasi maupun reaksi adisi) sebagai inisiator dan filer. Proses vulkanisasi merupakan hasil dari dekomposisi termal inisiator untuk membentuk radikal bebas yang melakukan ikatan silang pada kopolimer dalam tiga bentuk struktur dimensional. (3,14)
CH3 CH3
CH3 x CH
CH2 y
Polydimethylvinyl siloxane
O O
C O O C
Cl Cl
2,4 – Diklorobenzoil peroksida
Gambar 8 : Polidimetilvinil siloksan dan 2,4-diklorobenzoil
Poli-dimetil-vinil siloksan dipanaskan dengan 2,4-diklorobenzoil peroksida, dimana suatu reaksi akan terjadi diantara salah satu metil radikal dalam rantai tersebut dan dengan grup metil yang sama. Asid benzoik akan menjadi hasil akhir apabila kedua-dua polimer tadi berikatan silang.
CH3 CH3 CH3 CH3 CH3 CH3
Si O Si O Si O Si O Si O Si O
CH3 H CH3 CH3 CH2 CH3
Peroxide
CH2 katalis
CH3 CH CH2 CH3 CH2 CH3
Si O Si O Si O Si O Si O Si O
CH3 CH3 CH3 CH3 CH3 CH3
Gambar 9 : Reaksi adisi yang berlaku antara poli-dimetil siloksan dengan
katalis benzoil peroksida
HTV-Silikon biasanya berwarna putih, bahan opak dengan viskositas yang tinggi, dan tersedia dalam bentuk pasta dengan konsistensi putty. Silikon ini dapat dibentuk dalam berbagai jenis bentuk untuk dijadikan sebagai protesa maksilofasial. Beberapa jenis filler ditambahkan pada polimer ini, tergantung pada derajat
Gambar 10: HTV silikon(CosmesilM511) (10)
BAB 4
SIFAT-SIFAT RTV-SILIKON
Seperti yang telah dijelaskan pada bab pendahuluan bahwa karet silikon terdiri dari dua tipe yaitu RTV (Room Temperature Vulcanized) silicones yang hampir sama dengan silikon tipe kondensasi dan HTV (Heat Temperature Vulcanized) silicones
yang hampir sama dengan silikon tipe adisi. (8)
4.1 Sifat Fisis
4.1.1 Elastisitas
Dalam pengertiannya elastisitas merupakan suatu sifat benda yang memungkinkan benda berubah bentuk dengan adanya beban atau load yang bila beban tersebut dihilangkan, benda akan kembali ke bentuk semula.(1) Sifat elastis bahan ini (RTV-silikon) dapat dilihat dengan melihat tensile strength bahan tersebut. Hasil penelitian Aziz T, dkk mendapatkan perbandingan tensile strength dengan mempergunakan lima bahan ( 2 RTV dan 3 HTV) yang diperdapat seperti terlihat pada tabel 1 :
Cosmesil
Dari hasil penelitian Aziz T, dkk, HTV- silikon (Prestige) memiliki tensile strength
yang rendah. Interaksi antara kelompok OH- pada bahan filler dan poli-dimetil-siloksan pada bahan ini tidak cukup untuk mencegahnya pecah dibawah gaya yang diterapkan. Sedangkan, RTV-silikon (Cosmesil HC) telah menunjukkan tensile
strength dan elongasi yang tinggi. Ini disebabkan oleh karena bahan ini mempunyai
rantai poli-dimetilsiloksan dengan berat molekular yang tinggi. Ikatan silang dari polimer dengan berat molekular yang tinggi menghasilkan bahan dengan elastisitas yang tinggi serta meningkatkan viskositasnya.(5)
4.1.2 Tear Strength
Tear strength didefinisikan sebagai gaya maksimum (Newton) yang diperlukan untuk
bahwa bahan RTV-silikon (Cosmesil HC) mempunyai tear strength yang tinggi dibandingkan dengan bahan HTV-silikon (Prestige) seperti terlihat pada tabel 1 :
4.1.3. Kekerasan
Kekerasan setiap tipe bahan silikon adalah berbeda, hal ini dapat dilihat dari penelitian yang dilakukan pada lima spesimen dari setiap material dengan menggunakan teknik dental flasking seperti terlihat pada tabel 1 :
Dari hasil penelitian Aziz T, dkk, didapati bahwa Cosmesil HC dan Cosmesil St
(kedua-duanya merupakan jenis bahan RTV-silikon) merupakan bahan dengan kekerasan yang paling tinggi. Ini disebabkan oleh karena bahan ini memiliki kepadatan ikatan-silang yang tinggi yang akan menghasilkan bahan yang keras serta konsentrasi bahan filler yang tinggi dan juga meningkatkan interaksi antara polimer dan filler serta mengurangi mobiliti rantai polimer.(5)
4.2 Sifat Khemis
4.3 Sifat Biologis
BAB 5
KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN RTV SILIKON SEBAGAI BAHAN
OBTURATOR PALATUM
Setiap jenis bahan silikon mempunyai keuntungan dan kerugian masing-masing, yang ditinjau dari sifat-sifat kimia dan fisis, prosedur pemakaian serta dari segi ekonomisnya. Dalam hal ini terdapat beberapa keuntungan dan kerugian dari bahan RTV-silikon :
5.1 Keuntungan RTV silikon sebagai bahan Protesa Obturator Palatum(3,5)
1. Mempunyai sifat translusen yang baik untuk memungkinkan penyesuaian warna dengan organ manusia.
2. Bahan ini tidak memungkinkan kolonisasi mikroorganisme tumbuh padanya yang mungkin dapat merusak jaringan sekitar pasien.
3. Cukup elastik terutama mengeluarkan protesanya 4. Tidak mempunyai rasa dan bau.
5. Tidak rentan terhadap kerusakan.
6. Katalis dapat ditambahkan untuk mempercepat waktu pengerasan yang diinginkan.
5.2 Kerugian RTV silikon sebagai bahan Protesa Obturator Palatum(3)
1. Dari segi ekonomis, bahan ini lebih mahal dibandingkan dengan resin akrilik 2. Bahan ini memerlukan daerah yang bersih dan kering karena sifatnya yang
hydrofobic.
BAB 6 KESIMPULAN
1. Obturator palatum adalah suatu protesa yang digunakan untuk menutup jaringan yang terbuka secara kongenital atau yang diperdapat, terutama bagian palatum keras atau lunak serta struktur alveolar yang berdekatan.
2. Terdapat beberapa tipe obturator yaitu obturator palato faringeal, obturator palatal lift dan obturator meatal .
3. Bahan-bahan yang dapat digunakan sebagai bahan protesa obturator palatum adalah polimetil metakrilat, logam titanium dan karet silikon.
4. Berdasarkan reaksi vulkanisasi, silikon terdiri dari dua tipe yaitu HTV (Heat Temperature Vulcanized) silikon dan RTV (Room Temperature Vulcanized) silikon .
5. RTV-silikon telah sangat terkenal sebagai salah satu bahan pembuatan protesa obturator palatum karena sifat fisisnya dan karakteristiknya yang cukup baik. 6. RTV-silikon memiliki elastisitas dan tear strength yang paling baik
DAFTAR PUSTAKA
1. Annusavice KJ. Science of Dental Materials 10th ed. Florida : W.B Sounders co ., 1996 : 224-5
2. Nallaswamy D. Materials Used in Maxillofacial Prosthetics. Textbook of Prosthodontics : Maxillofacial Prosthetics. 1st ed. New Delhi : Jaypee Brothers 2007 ; 714-15
3. Beumer J, Curtis TA, Marunick MT. Maxillofacial Rehabilitation
Prosthodontic and Surgical Considerations. Missouri : Ishiyaku Euro
America Inc 1996., 393-435
4. Nallaswamy D. Types of Maxillofacial Prosthetics. Textbook of Prosthodontics : Maxillofacial Prosthetics. 1st ed. New Delhi : Jaypee Brothers 2007 ; 706-7
5. Aziz . T, Waters M, Jagger R. Analysis of the properties of silicone rubber maxillofacial prosthetic materials. J Dent 2003 ; 31 : 67-74
6. Mohammad SA, Wee AG, Rumsey DJ, Schricker SR. Maxillofacial Materials
Reinforced with Various Concentrations of Polyhedral Silsesquioxanes. J
Dent Biomechanics 2010 :1-5
7. Kanter J C. The use of RTV silicones in maxillofacial prosthetics. J Prosth Dent 1970 ; 24(6) : 646-53
9. McCabe JF, Walls A WG. Applied Dental Materials . 9th ed Oxford : Blackwell ., 2008 ; 167-69
10.Reisberg D.J. Dental and Prosthodontic Care for patients With Cleft or
Craniofacial Conditions. The Cleft Palate – Craniofacial Journal,2000 (37) :
534-37
11.Marti S.S, Tessore D.M, Henar T.E. Prosthetic assessment in cleft lip and
palate patients : A case report with oronasal communication. Med Oral Patol
Oral Cir Bucal 2006 ; 11 : 493-6
12.Barnhart G.W. Silicone Rubber as a Resilient Denture-Base Material. J Dent Res, 1960 ; 39 : 1077
13.Kuehn D.P, Moller K.T. Speech and Language Issues in the Cleft Palate
Population : The State of the Art. The Cleft Palate-Craniofacial Journal, 37 :
348-5
14.Kretlow JD, Young S, Klouda L, Wong M, Mikos AG. Injectable Biomaterials for Regenerating Complex Craniofacial Tissues. Advanced
Materials,21 : 3368-93.
15.Hodge Jr JW, Yeakel MH. Physical properties of Silicone Rubber. J Prosth Dent : 35-38
16.Management of the Soft Palate Defect. <http//www.sld.cu/galerias/pdf/sitios/ Prosthesis/management_of_the_soft palate_defect_steven_eckert.pdf)
17.Jimmerman J.P, Canady C, Yamashiro D.K, Morales L. Articulation and
Nasality Changes Resulting from Sustained Palatal Fistula Obturation, 1998 ;
18.Reddy K.N, Aparna IN, Veena. The Palatal Obturator. Dentista Portal,2005 ; 94(1) : 10-92
19.Pinto J.H.N, Pegoraro M.I. Evaluation of Palatal Prosthesis for the treatment
of velopharyngeal dysfunction. J.Appl.Oral Sci, 2003 ; 11(3) : 1-3
20.Gupta R, Mittal S. Quick Review in Oral Surgery : Cleft Lip and Palate. Newdelhi : Jaypee Brothers,2003 : 225-30