• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tinjauan sampul pada novel ayat-ayat cinta dan munajat cinta

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Tinjauan sampul pada novel ayat-ayat cinta dan munajat cinta"

Copied!
77
0
0

Teks penuh

(1)
(2)
(3)
(4)

RIWAYAT HIDUP      Data Pribadi 

Nama      : Elah Sari Purnama 

Nim        : 51909109 

Jurusan      : Desain Komunikasi Visual  Jenjang      : Strata 1 

Fakultas      : Desain 

Tempat Tanggal Lahir   : Bandung, 10 Maret 1991 

Jenis Kelamin    : Perempuan 

Agama      : Islam 

Alamat       : Kp. Bobos  RT 10/04 

Desa Wanajaya 

Kecamatan Surian, Kabupaten Sumedang 

Email       : [email protected]   Riwayat Pendidikan 

TAHUN  PENDIDIKAN 

1997– 2003  SDN PARI BANK JABAR 

2003– 2006  SMPN 1 JATINANGOR 

2006 – 2009  SMAN RANCAEKEK 

2009 – 2013  Universitas Komputer Indonesia 

(5)

TINJAUAN SAMPUL PADA NOVEL AYAT-AYAT CINTA DAN MUNAJAT CINTA

DK 38315/Skripsi

Semester II 2012 -2013

Oleh:

Elah Sari Purnama

51909109

Program Studi Desain Komunikasi Visual

FAKULTAS DESAIN

UNIVERSITAS KOMPUTER INDONESIA

BANDUNG

(6)

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan Kehadirat Allah SWT atas limpahan rahmat

dan hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Sebagai

syarat akhir untuk memperoleh Gelar Sarjana Desain Komunikasi Visual dan Seni

di Universitas Komputer Indonesia. Penyelesaian skripsi ini begitu banyak

bantuan moral amupun materiil yang penulis terima yang begitu besar artinya dan

begitu berharga, penulis menyadari tanpa bantuan dari pihak lain skripsi ini tidak

dapat terselesaikan.

Penulis menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari kesempurnaan baik

dari segi isi materi maupun susunanya, namun penulis berharap skripsi ini dapat

bermanfaat orang banyak, terutama bagi mahasiswa sebagai referensi untuk

penyusunan skripsi. Penulisan skripsi ini telah mendapatkan bimbingan,

pengarahan dan dorongan dari semua pihak yang terkait. Oleh karena itu, pada

kesempatan ini penulis sampaikan rasa terimakasih dan penghargaan yang

setinggi-tingginya kepada Allah SWT, karena telah mengizinkan untuk

menyelesaikan skripsi ini dan karena kehendak-Nya pula laporan kerja praktek ini

dapat terselesaikan, Koordinator TA/ skripsi program studi Desain Komunikasi

Visual Unikom Bapak Deni Albar, M.Ds, pembimbingBapak M.Syahril

Iskandar,S.Sn.,M.Sn dan pihak-pihak lain yang tidak bisa disebutkan satu persatu.

Semoga kebaikan kalian mendapat balasan dari Allah SWT, amin.

Semoga segala bentuk bantuan yang diberikan kepada penulis mendapat

balasan dari Alah SWT.Mohon maaf atas segala kekurangan dalam penyusunan

skripsi ini, penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun agar

penyusunan skripsi bisa lebih baik. Akhir kata penulis berharap semoga skripsi ini

dapat bermanfaat dan memberikan sumbangan ilmiah bagi yang memerlukannya.

Penulis,

(7)

DAFTAR ISI

LEMBAR PENGESAHAN ………..……..i

LEMBAR HAK EKSKLUSIF………..……..ii

LEMBAR PERNYATAAN ORISINALITAS………..…….iii

KATA PENGANTAR……….………..….iv

ABSTRAK………...v

ABSTRACT………...vi

DAFTAR ISI……….………...vii

DAFTAR GAMBAR ………..……….……..ix

DAFTAR TABEL ………...xi

LAMPIRAN………...xii

BAB I PENDAHULUAN………..……xi

1.1 Latar Belakang ... …..1

1.2 Identifikasi Masalah ... ..…3

1.3 Perumusan Masalah ... ..…4

1.4 Pembatasan Masalah ... ..…4

1.5 Metode Penelitian ... ..…5

1.5.1Metode Pengumpulan Data ... ..…6

1.6 Tujuan Penelitian ... ..…7

1.7 Manfaat Penelitian ... ..…8

1.8Bagan Penelitian ... ...9

1.9 Sistematika Penulisan ... ...9

BAB II SAMPUL NOVEL DAN TANDA……….……….…11

2.1Definisi Sampul…………..………...11

2.2 Anatomi Sampul………...12

2.2.1Kriteria Sampul………..………14

2.2.2 Ukuran Sampul……….15

(8)

2.3Pengertian Novel………....15

2.3.1Jenis-jenis novel..…………...………...16

2.4 Komponen Desain Grafis………...………...23

2.4.1 Layout………….………..…..…………..24

2.4.2 Jenis-jenis Layout………….………..……..…..……….….25

2.5 Teori Tentang Tanda………….………..…..………....…..26 

  BAB III PROFIL NOVEL………..….30 

3.1 Sampul Yang Menjadi Bahan Penelitian………...…..30 

3.1.1 Identitas Novel Ayat -Ayat Cinta……….…...…..31 

3.2 Unsur Intrinsik dan Ektrinsik dalam Cerita Novel………..………….….32 

3.3 Identitas Novel Munajat Cinta………...…..………...…..38 

3.4 Unsur Intrinsik dan Ektrinsik dalam Cerita Novel…………...….39 

  BAB IV ANALISIS DESAIN SAMPUL PADA NOVEL AYAT-AYAT CINTA DAN MUNAJAT CINTA……….……….42 

4.1 Keterkaitan antara Sampul dengan Sebagian Isi Cerita, Novel Ayat Ayat Cinta……….…….43

4.2 Keterkaitan antara Sampul dengan Sebagian Isi Cerita , Novel Munajat Cinta………...…53

4.2.1 Perbandingan sampul Ayat-Ayat Cinta dan Munajat Cinta……..…65

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN………...…………...66 DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN

(9)

DAFTAR PUSTAKA Bahan Penelitian

Shirazy, E,H. (2008). Ayat-Ayat Cinta. DKI Jakarta:Republika

Azizy, A,T. (2011). Munajat Cinta. Jogjakarta:Diva Fress.

Referensi dari buku;

Hendratman, H. (2010). Graphics Design Computer. Bandung:Informatika Bandung.

Sobur, A, (2009). Semiotika komunikasi. Bandung:Rosdakarya Bandung.

Syahhat, A, (2011). Makin Cantik dan disayang Allah dengan Jibab, Solo:Kalifah publishing.

Noth, Winfried, (1995). Hand Book of Semiotics. Surabaya:Airlangga University Press.

Rustan, S, (2008). Layout dasar dan penerapannya. Jakarta:PT Gramedia pustaka utama.

Kusrianto, A. (2009). Pengantar Desain Komunikasi Visual. Yogyakarta: Andi Yogyakarta.

Zenjaya, N. (2008). Rahasia tanggal lahir dan tubuh manusia. Jakarta Selatan: Mediakita.

Jefkins, F. (1995). Periklanan. London: Penerbit Erlangga.

Referensi dari Internet;

EBO in Women 2011 (12 Juli), Psikologi dan warna pakaian anda, tersedia di

www.gaptekupdate.com[12 Juli 2013]

Savitri, A,W. 2012 (30 Juni). Ilmuan semua orang mata berwarna biru itu sedang

berhubung. Tersedia di www.Techno.okezone.com[11 Juli 2013]

(10)

Referensi dari Karya ilmiah;

Herlina.(2013). Isyarat Wajah (Facial Sign),3.

Hagijanto, A,D. (2000).Figur Wanita sebagai Penarik Pandang

Dalam Iklan.2,3,4.

Tinarbuko, S.(2003). Semiotika Analisis Tanda pada Karya Desain Komunikasi

Visual, 33,37.

Referensi dari Koran;

Kristianto, A,W.(2013, Juni 23). Keteguhan hati mencari makna hidup. Media Indonesia (Nasional ed).p.8.

Wiryawan, M, B. (2007). Ibarat wajah.Concept Volume (Edisi 18).03.

(11)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1Latar Belakang Penelitian

Begitu banyaknya buku-buku yang berderet ketika datang ke toko buku

atau perpustakaan yang di desain secara menarik bahkan unik yang mampu

menarik seorang pembaca atau pembeli dari sebuah buku hal pertama dilihat

orang adalah sampul, sampul merupakan bagian paling penting dalam buku atau

karya lainnya yang bersipat dicetak.

Awalnya fungsi sampul buku hanya sebatas sebagai pelindung isi naskah

dan lembaran-lembaran kertas yang telah disatukan, namun kini buku telah

meningkat menjadi sebuah komoditas maka penyajian sampulbukupun telah

berubah. Nilai keindahan dan kemampuan menjual sebuah sampulwajib menjadi

perhatian utama penerbit. Dalam persaingan bisnis, setiap pelakunya berusaha

untuk memasarkan produknya agar konsumen berminat melihat dan kemudian

membelinya.Strategi ini sangat penting bagi penerbit sehingga mereka harus

mendesain sampulbuku dengan baik.

Sampul adalah cover biasanya digunakan sebagai bahasa visual buku yang

menggambarkan dan mengekspresikan isi buku atau memiliki nilai komersial

yang menentukan bagi keterjualan sebuah buku.

Saat ini penerbit lebih mengutamakan mengikuti laju selera pasar yang

sedang marak dikalangan masyarakat dengan hal tersebut maka desainer sampul

dituntut oleh penerbit untuk mengikuti dan menomorduakan efektifitas desain

sampul. Selain itu biaya untuk pembuatan sampul sangat murah maka banyak

desainer sampul berkreasi tidak maksimal. Hal ini bisa menyebabkan pada

kualitas sampul. Seperti halnya jika sedang berada di toko buku begitu banyak

sampul-sampul buku yang dikemas sedemikian rupa menarik untuk menjadi pusat

perhatian calon pembeli, seperti buku pengetahuan, agama, sosial, pendidikan

cerita anak, novel dan banyak lainnya yang menjadi perhatian sampul-sampul

buku dari begitu banyaknya, penulis menemukan beberapa kesamaan diantara

(12)

munculah pertanyaan-pertanyaan apa yang melatarbelakangi kemiripan dari

sampul novel.

Novel adalah salah satu bentuk dari sebuah karya sastra. Novel merupakan

cerita fiksi atau non fiksi dalam bentuk tulisan atau kata-kata dan mempunyai

unsur instrinsik dan ekstrinsik. Sebuah novel biasanya menceritakan tentang

kehidupan manusia dalam berinteraksi dengan lingkungan dan sesamanya. Penulis

novel disebut novelis, kata novel berasal dari kata italia novela yang berarti

“sebuah kisah atau sepotong berita”.

Novel Islami adalah sebuah karya tulis yang mengandung cerita drama

narasi yang di dalamnya menitikberatkan pada ajaran-ajaran yang sifatnya

mengandung agama yang dituangkan secara berbobot antara dakwah dan cerita,

saat ini begitu banyak media yang menjadi bahan untuk berdakwah menyebarkan

agama Islam mulai dari dahwah langsung di masjid – masjid atau melalui media

elektronik dan cetak. Novel merupakan salah satu media cetak yang memiliki

peran penting dalam penyebaran agama khususnya penyebaran agama islam yang

dimana terdapat di novel islami.

Di Indonesia sudah banyak novelis yang menulis novel- novel islam yang

memiliki kualitas yang sangat menarik, menggugah jiwa dan terjadi penjualan

yang sangat bagus tidak hanya itu mendapatkan penghargaan –penghargaan yang

membanggakan yang kemudian menjadikannya sebagai pembuatan film layar

lebar. Dari semua itu terdapat peran penting dalam sebuah novel yaitu sampul

yang dimana menjadi penggambaran dari isi, namun lain halnya ketika sampul-

sampul terlihat sama dan banyak konsumen yang mengeluh dengan apa yang

tergambar di sampul tidak sesuai dengan apa yang terdapat di isi inilah yang

menjadi sebuah permasalahan.

Contoh kasus dari novel berjudul Alena yang di tulis oleh Ifa Avianty dari

strawberry Shortcake, novel ini tergambar dalam sampulnya seorang wanita

berwajah timur tengah menggunakan pakaian berwarna biru tua, menggunakan

cincin dijarinya dan membawa tongkat yang diberi latar belakang tembok bata

merah dari semua penggambaran di sampul dengan apa yang terdapat dari isi

cerita novel ternyata tidak menggambarkan dari isi cerita bahkan tidak ada

(13)

penggambaran dari isi cerita untuk mengantisifasi pembaca kecewa dan untuk

menjadikan buku tersebut lebih berkualitas.

Seperti halnya yang terjadi pada sampul novel Islami yang menjadi bahan

penelitian novel berjudul Ayat–Ayat Cinta yang ditulis oleh Habiburrahman El

Shirazy, Munajat Cinta karangan Taufiqurrahman al-Azizy dari kedua novel

tersebut dipilih karena beralasan berangkat dari desain yang memiliki kesamaan

dalam segi visual seperti lebih cenderung serupa, selalu memunculkan tokoh

wanita, pemandangan, teknik fotografi yang dominan close up dan

memperlihatkan bagian mata (cadar) dan tata letak yang sama yang digunakan.

Sampul yang tampak dari luar yang digunakan sebagai penggambaran dari

sebuah isi buku dengan menggunakan identitas lain. Sampul novel islami yang

ada di Indonesia memiliki banyak muatan kemiripan pada unsur - unsur visualnya.

Kemunculan kemiripan disetiap desain sampul dapat dipandang terlihat tidak

variatif atau membosankan.

Sampul sebagai fenomena peminjaman tanda secara lebih khusus

penelitian ini mempelajari penomena peminjaman tanda (the borrowing of sign)

yaitu bagaimana unsur–unsur seperti tektur, bidang, garis, warna, bentuk dari

sebuah sistem tanda flora, fauna, pakaian, bangunan, ornamen, atau fenomena dan

peristiwa dalam kehidupan politik, sosial, agama, budaya yang digunakan dalam

unsur–unsur visual dalam sebuah sampul. Dalam rangka penggambaran dari

sebuah isi buku. Dalam hal ini peneliti tidak hanya memitik-beratkan kepada

sampul. Novel islami berjenis roman yang memiliki kecenderungan mirip yang

terlihat dalam sampul novel melainkan juga bagaimana keterkaitannya antara

sampul dengan isi cerita dan apa yang menjadi kekuatanvisual dalam sampul.

1.2Identifikasi Masalah

Setelah diuraikan dalam latarbelakang permasalahan dari objek yang

diteliti oleh penulis maka dapat di identifikasikan sebagai berikut:

1. Salah satu fungsi sampul memiliki fungsi sebagai pusat perhatian pada

calon pembaca/ pembeli, sampul merupakan wakil dari perwajahan

sebagian dari isi cerita, sampul sebagai nilai ekonomi, dan sampul

(14)

sampul novel Islami dalam upaya perwajahannya untuk menarik

konsumen.

2. Begitu banyak visual yang bisa digunakan dalam perancangan desain

sampul, akan tetapi kenapa hanya visual wanita bercadar yang sering

digunakan di sampul novel islami berjenis roman, apakah mempunyai

fungsi atau makna yang terkandung dibalik visual tersebut.

3. Bagaimana cara sampul novel Islami dalam penempatan ilustrasi,

warna, tipografi dan layout sehingga menciptakan desain sampul yang

menarik.

1.3 Perumusan Masalah

Berdasarkan uraian yang dikemukakan dilatarbelakang maka dapat

dirumuskan masalah sebagai berikut;

1. Bagaimana keterkaitan antara sampul dengan sebagian isi cerita?

2. Makna apakah yang terdapat dibalik visual sampul novel Islami?

1.4 Pembatasan Masalah

Berdasarkan ruang lingkup yang dimiliki oleh novel islami, maka untuk

memusatkan perhatian pada masalah yang diteliti maka penulis membatasi

masalah sebagai berikut:

Salah satu media yang memanfaatkan gambar dan desain untuk sampul

novel dimana setiap penerbit memiliki ciri khas masing–masing namun setiap

penerbit memiliki kesamaan. Novel memiliki banyak jenisnya seperti berjenis

romantis, horor, misteri, komedi, insfiratif, psikologi, detektif, petualangan,

pantasi, dewasa, religi dan lainnya dari sebanyak jenis novel peneliti hanya

membatasi dua sampul yang dianggap memiliki kesamaan secara peminjaman

tanda kemudian dari sekian banyak jenis novel yang menjadi bahan penelitian

hanya novel Islami berjenis roman yang sudah menduduki Best Seller yaitu

sampul novel Islami Ayat-Ayat Cinta karangan Habiburrahman El Shirazy yang

diterbitkan oleh Basmala kemudian dicetak kembali oleh Republika hingga novel

Ayat-Ayat Cinta melejit bahkan mendobrak pemasaran, novel ini mengalami Best

(15)

awal percetakan sampai mengalami percetakan Best Seller sampul novel tidak

mengalami perubahan.

Novel yang kedua berjudul Munajat Cinta yang ditulis oleh

Taufiqurrahman al- Azizy, novel ini diterbitkan hanya satu yaitu diterbitkan oleh

Diva Press, novel ini hanya mengalami cetakan VII sudah mengalami Best Seller

pada bulan Oktobertahun 2011. Novel ini dalam perjalanan dari awal percetakan

sampai mengalami Best Seller telah mengalami beberapa kali pergantian, penulis

menemukan lima desain sampul yang berbeda namun pada garis besar masih

sama. Penulis hanya membatasi pada sampul novel Munajat Cinta yang cetakan

terakhir(Best Seller) yaitu ke VII.

1.5 Metode Penelitian

Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan

kualitatif. Menurut Sarwono dan Lubis (2007) “Analisis Kualitatif merupakan

analisis yang didasarkan pada adanya hubungan semantis antar variabel yang

sedang diteliti.Tujuannya ialah agar peneliti mendapatkan makna hubungan

variabel-variabel sehingga dapat digunakan untuk menjawab masalah yang

dirumuskan dalam penelitian” (h.110).

Selain itu dijelaskan juga prinsip pokok analisis kualitatif ialah mengolah

dan menganalisis data-data yang terkumpul menjadi data yang sistematis, teratur,

terstruktur dan mempunyai makna.Karena metode penelitian ini meyakini bahwa

fenomena yang terjadi di masyarakat tidak bisa dilihat dan ditentukan dengan

angka-angka.Fenomena yang terjadi di masyarakat merupakan sebuah akibat dari

faktor-faktor yang mempengaruhinya.

Maka penelitian kualitatif dianggap lebih cocok digunakan untuk

penelitian yang mempertimbangkan kehidupan manusia yang selalu berubah.

Salah satu prinsip dalam penelitian kualitatif adalah bahwa penggunaan

angka-angka yang cocok untuk mengukur fenomena yang tunggal, seragam statis dan

dapat diramalkan seperti fenomena alam dianggap sia-sia karena prilaku manusia,

paling tidak parsial, bertentangan dengan prilaku alam. Prilaku manusia justru

tidak pasti. Menutut mulyana dalam bukunya Metode Penelitian Komunikasi,

(16)

interpretatif (menggunakan penafsiran) yang melibatkan banyak metode dalam

menelaah masalah penelitian.

Penelitian ini merupakan sebuah penelitian yang bersifat interpretatif

(menggunakan penafsiran) maka penulis akan meneliti subjek yang diteliti melalui

sudut pandang penulis dalam menggambarkan subjek penelitian. Subjek yang

diteliti merupakan sampul dari novel islami berjenis roman, dua novel yang

peneliti ambil sebagai bahan penelitian yaitu sampul dari novel Ayat- Ayat Cinta

dan sampul novel Munajat Cinta. Peneliti mencoba untuk menberikan penafsiran

mengenai dua sampul tersebut dari sudut pandang tanda semiotika dikaitkan

dengan isi dalam cerita novel tersebut. Hal yang ingin dipecahkan dalam

penelitian ini adalah bagaimana keterkaitannya antara sampul dengan isi cerita

dalam novel, tentunya melihat dari tanda visual dan isi cerita dalam novel yang

terdapat dalam semiotika.

Korelasi antara metode kualitatif dengan studi ilmu semiotika adalah

kedua-duanya dapat dilakukan pada penelitian mengenai manusia yang sifatnya

terus berubah-ubah dan dapat dianalisis secara interpretasi dari peneliti dalam

mengembangkan penelitiannya. Langkah dalam penelitian ini yang pertama

memilih objek visual misalnya orang sedang menggunakan kerudung, penulis

menentukan makna denotasi dan konotasi dengan metode semiotika dari teori

Saussure, kedua tanda visual tersebut diperjelas dengan pembahasan dari segi

desain seperti ilustrasi, warna, tipografi dan layout dibahas secara terperinci,

ketiga tanda tersebut di kaitkan sebagian isi cerita di dalam novel apakah visual

tersebut sudah mewakili dari bagian isi cerita, kemudian untuk mencari makna

yang ada dibalik visual, penulis membahas dari segi kultur budaya, akhirnya dari

pembahsan diatas maka ada kesimpulan-kesimpulan bersifat sementara.

1.5.3Metode Pengumpulan Data

Menurut Sarwono dan Lubis (2007) ada beberapa cara/ metode dalam

pengumpulan data diantaranya cara mengumpulkan data secara manual dan cara

mengumpulkan data secara online. Peneliti menggunakan dua metode yang akan

dipakai dalam mengumpulkan data-data untuk penelitian ini yang termasuk

(17)

Kajian Pustaka

Pengumpulan data dan mencari literatur yang menunjang dalam penelitian,

baik melalu buku-buku, tulisan maupun internet yang dijadikan referensi, untuk

menjelaskan suatu tulisan dan menjelaskan kajian teori yang digunakan dalam

suatu tulisan. Diantaranya adalah buku-buku tentang ilustrasi, layout, desain

komunikasi visual dan lainnya. Kajian pustaka lainnya adalahinformasi berupa

berita atau artikel yang dimuat pada media massa seperti koran, majalah, dan

sebagainya yang mendukung kajian tentang illustrasi sampul novel.

Pencarian Online

Pencarian dengan menggunakan komputer yang dilakukan melalui internet

dengan alat pencarian tertentu pada server-server yang tersambung dengan

internet yang tersebar di berbagai penjuru dunia.Server yang digunakan dalam

pencarian secara online diantaranya milik Google (http://www.google.com).

Pencarian data seperti Elemen Desain Grafis, Anatomi Sampul, Ilmu

Semiotika. Namun sebelumnya penulis pencarian data dilakukan dengan

buku-buku, pencarian data secara browsing internet hanya cara kedua/ pendukung.

1.6 Tujuan Penelitian

Adapun tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini, yaitu untuk

menjawab dari rumusan masalah sebagai berikut:

1. Membedah atau menguraikan makna yang ada dibalik penggunaan

tanda-tanda visual pada sampul Ayat-Ayat Cinta dan Munajat Cinta.

2. Menguraikan apa yang menjadi elemen-elemen didalam sampul novel

Islami.

3. Mengetahui ilmu mengenai tanda yang membedah sampul novel.

4. Mengetahui anatomi perwajahan khususnya sampul novel.

1.7 Manfaat Penelitian

Hasil dari penelitian ini, penulis mengharapkan dapat bermanfaat bagi

siapapun baik itu orang bergelut dibidang desain atau untuk umum. Penelitian ini

(18)

1. Bagi bidang pendidikan penelitian ini diharapkan dapat memberikan

sumbangan terhadap perkembangan dan pendalaman studi komunikasi

dan desain grafis, kemudian bagi orang pada umumnya yang

berkeinginan untuk mendalami dunia desain khususnya pada desain

sampul secara otodidak.

2. Secara praktis, penelitian ini diharapkan bagi perkembangan desain

grafis saat ini lebih berkembang dan desainer–desainer dapat

pemikiran lebih kreatif dengan hasil karyanya.

3. Penelitian ini bisa dijadikan sebagai acuan/ panduan bagi calon

desainer atau desainer untuk menghasilkan karya desain yang lebih

baik dan lebih kreatif.

4. Penelitian ini diharapkan menghasilkan nilai ekonomi lebih dengan

desain sampul yang lebih menarik, variatif, kreatif.

5. Dengan desain sampul yang menarik, variatif, kreatif bisa

(19)

1.8 Bagan Penelitian

Desain grafis 

Denotasi 

Kultur Budaya  Keterkaitan  sampul dengan 

Konotasi

kesimpulan  Sampul

Tabel I.1 Bagan Penelitian

1.9 Sistematika Penulisan

Dalam sebuah penulisan skripsi ini diperlukan sistematika pembahasan

yang baik agar pembahasan persoalan dan penyajian hasil laporan dapat terstuktur

dengan baik, terarah, dan mudah di mengerti. Untuk itu penulis menyusun

sistematika penulisannya sebagai berikut:

Bab 1 : Pendahuluan

Berisikan tentang penjelasan mengenai latar belakang, Identifikasi

Masalah, Perumusan Masalah, Pembatasan Masalah, Metode Penelitian, Tujuan

Penelitian, Manfaat Penelitian, KerangkaPemikiran, penulisan susunan skripsi

yang di cantumkan pada sistematika penulisan agar tersusun dengan baik dan

(20)

Bab II: Tinjauan Pustaka

Bab ini berisikan tentang penjabaran teori-teori yang menyangkut dan

mendukung dari objek yang diteliti. Teori mengenai novel dan komponennya,

teori Semiotika, teori mengenai sampul dan novel, yang menjadi alat untuk

membedah dari penelitian ini.

Bab III: Tinjauan Umum Objek Penelitian

Bab ini berisikan mengenai dari bahan yang diteliti yaitu dua novel yang

dipilih, dan mengupas satu persatu mulai dari novel Ayat-Ayat Cinta dan Munajat

Cinta. Dikupas mulai identitas novel, tokoh-tokoh beserta karakter, setting tempat/

waktu, alur cerita, sinopsis dan lainnya yang menjadi profil dari setiap novel.

Bab IV: Pembahasan

Bab ini menguraikan kajian dari objek yang menjadi analisis yaitu sampul

novel Ayat-Ayat Cinta dan Munajat Cinta dengan menganalisis antara tanda-tanda

visual yang terdapat disampul apakah sudah memiliki keterkaitanatau tidakdan

makna apa yang terdapat dibalik tanda visual tersebut.

Untuk menghasilkan analisis tersebut menggunakan ilmu semiotika

sematik yang dimana pada bab ini akan menghasilkan makna denotasi dan

konotasi dari setiap bagian –bagian tanda visual.

Bab V: Kesimpulan dan Saran

Bab ini berisi kesimpulan dari semua pembahasan yang telah dilakukan

pada bab-bab sebelumnya dan memberikan sedikit saran yang bersifat

(21)

BAB II

SAMPUL NOVEL DAN TANDA 2.1 Definisi Sampul

Sampul adalah suatu karya desain grafis yang fungsinya berhubungan

dengan bidang penerbitan yang secara langsung atau tidak langsung yang akan

berhubungan dengan masyarakat dalam bentuk visual. “Sampul adalah sampul

atau pembungkus”.(Artikata.com, 2012).

“Sampul buku biasanya mendapat penanganan khusus selain karena porsi

emphasis yang terbesar, sampul yang didesain dengan menarik orang untuk

membeli buku”.(Rustan, 2009,h.126).

Sampul di ibaratkan seperti manusia yang mana jika manusia

berpenampilan secara baik maka secara otomatis orang-orang akan tertarik,

begitu pun dengan penampilan sampul novel jika dikemas dengan baik maka akan

menarik orang untuk membelinya. Sampul buku merupakan suatu alat untuk

memperkenalkan atau mempromosikan maksud dari isi buku tersebut secara

sekilas.

Keberadaan sampul buku semenjak kemunculannya yang pertama kali

sejak dicetaknya kitab suci-masih berfungsi sebatas sebagai pelindung isi naskah

yang telah disatukan. Kini, ketika buku telah menjadi salah satu komoditas, cara

menyajikan pelindung isi naskah pun telah berubah, fungsi keindahan dan nilai

bisnis dari sebuah sampul buku menjadi perhatian utama penerbit.

Di Indonesia sendiri, sampul buku mulai dikenal ketika masuknya

buku-buku berjilid yang dibawa oleh orang Belanda. Tipografi di depan sampul masih

sangat klasik dan konvensional dengan teknologi huruf timah. Namun, lambat

laun ketika teknologi desain grafis semakin berkembang, para pembuat sampul

buku menjadi lebih kreatif menghasilkan beragam kreasi sampul buku. Di awal

tahun 1970-an, misalnya, teknologi offset sudah memungkinkan penggunanya

untuk memindahkan gambar pada sampul buku, bahkan untuk mencetak sebuah

(22)

Perkembangan demikian semakin mendorong nilai-nilai estetika sebuah

buku bersama sampulnya. Teknologi percetakan dan desain grafis semakin

terpacu oleh semakin ketatnya persaingan bisnis di dunia penerbitan buku.Dalam

persaingan bisnis, para pelaku yang terlibat di dalamnya berlomba untuk

memasarkan produknya agar konsumen berminat melihat dan membelinya.Kini,

salah satu strategi bisnis dalam menjual buku adalah membuat tampilan fisiknya

menarik, yaitu melalui desain sampul bukunya.Strategi ini diakui oleh beberapa

penerbit hingga mereka merasa perlu mendesain sebuah sampul buku dengan

baik.

2.2 Anatomi Sampul

Dalam pembuatan sampul tentunya memiliki prinsif-prinsif atau

elemen-elemen yang harus digunakan Menurut (Hendratman, 2012,h.91) sebelum

me-layoutsampul buku yang harus dipersiapkan mengumpulkan data yang sudah

final, antara lain;

1. Teks judul: Merupakan tulisan singkat yang sifatnya perincian,

penjabaran atau menyiratkan permasalahan dari topik atau cerita yang

akan dibahas.

2. Teks sub judul: Teks yang membantu penjelasan dari judul.

3. Teks isi/ Naskah/ Sinopsis: Cerita singkat mengenai isi dari buku

tersebut untuk memberikan sedikit gambaran kepada orang yang akan

membaca buku tersebut.

4. Gambar latar belakang: Gambar yang menjadi pendukung gambar

utama yang biasa disebut background.

5. Gambar latar depan: Merupakan gambar yang menjadi utama.

6. Ornamen/ Hiasan: Merupakan gambar tambahan baik untuk

mempermanis sebuah desain, ornamen bisa berupa gambar ilustrasi

vector atau lainnya.

7. Logo: Merupakan identitas dari suatu perusahaan, instansi atau

(23)

8. Flash, Banner: Flash adalah tanda untuk menandakan diskon

sedangkan banner adalah suatu visual yang biasanya ditempatkan

dibagian atas baik itu berupa gambar biasa atau di isi dengan iklan .

Gambar II.1 Anatomi sampul Sumber : Hendratman (2010)

Walaupun sebenarnya tidak semua elemen terdapat/digunakan dalam

sampul misalnya cap best seller, flash, diskon dan lainnya. Adapun anatomi

sampul yang lebih sederhana seperti yang ditulis oleh (Rustan, 2009,h.123)

Elemen sampul diantaranya;

1. Judul: Merupakan tulisan singkat yang sifatnya perincian, penjabaran,

atau menyiratkan dari masalah dari topic atau cerita yang akan dibahas.

2. Nama pengarang: Merupakan nama dari penulis dari buku tersebut.

3. Nama dan Logo penerbit: Merupakan identitas yang menerbitkan

buku.

4. Testimonial: Testimonial adalah cerita singkat dari orang-orang yang

sudah membaca buku tersebut yang kemudian di cantumkan di depan

buku.

5. Elemen Visual: Merupakan gambar yang membantu dalam desain

sampul buku agar lebih menarik, elemen visual bias gambar utama,

(24)

6. Teks: Merupakan berupa tulisan untuk memberikan informasi kepada

pembaca terhadap isi dari buku tersebut. Teks dalam sampul biaa

berupa sinopsis, testimoni, prolog dan lainnya.

2.2.1 Kriteria Sampul

Dari sekian banyak karya desain sampul buku yang dihasilkan oleh para

desainer mengenai sampul-sampul yang sangat menarik dan mampu menarik

perhatian calon pembeli,didalam sampul pada prinsif nya memiliki tiga kriteria

yang digunakan.Menurut (Rustan, 2009, h.126) sampul dibagi menjadi tiga

kriteria;

1. Elemen visual berupa karya illustrasi dengan gaya komik atau kartun

digunakan sebagai cover pada buku fiksi, seperti cover buku Matt

Layzell.

2. Teks dalam paragraf yang diatur tumpang tindih sedemikian rupa

mengesanakan figur menara kembar WTC, sesuai isi bukunya, variasi

emphasis melalui teks judul, sub judul dan lainnya membentuk

sequence, seperti cover buku Adam Mclsaac.

3. Teknik fotografi hitam putih yang kuat serta keseimbangan asimetris

hasil gabungan antar elemen visual dan teks membuat cover sangat

menarik, seperti cover buku Graphic Havoc.

Dalam pembuatan sampul tidak kalah pentingnya dengan peran penting

potografi yang dimana poto merupakan pemikat utama dari sebuah sampul untuk

menarik perhatian calon pembeli, poto yang digunakan dalam sampul tidak

dengan seenaknya ditempelkan begitu saja tetapi harus dipertimbangkan dengan

titik keindahannya.

Dalam dunia fotografi, Rule of third atau aturan 1/3 bagian adalah petunjuk

bagaimana caranya memposisikan obyek di 1/3 bagian dalam foto agar lebih enak

dilihat. Tehnik ini juga termasuk dalam mengkomposisikan obyek kedalam satu

frame, dengan posisi yang tepat mengikuti acuan aturan sepertiga itu.Aturan ini

mungkin lebih tepat disebut sebagai panduan, sebab tidak selamanya penempatan

obyek di 1/3 bagian foto itu nikmat untuk dilihat bergantung dari obyek dan hasil

(25)

Ke

(26)

sandiwara atau sajak.Umumnya novel bercerita tentang tokoh-tokoh dankelakuan

mereka dalam kehidupan sehari-hari dengan menitik beratkan pada sisi-sisi yang

aneh dari naratif stersebut.

Novel merupakan karya fiksi yang mengungkapkan aspek-aspek

kemanusiaan yang lebih mendalam dan disajikan dengan halus (Nurgiantoro,

1995,h.9).

2.3.1 Jenis-Jenis Novel

Dari sebegitu banyaknya jenis novel yang diterbitkan oleh penerbit untuk

konsumen lebih bebas memilih dan keberagaman cerita namun pada intinya novel

hanya dibagi menjadi dua jenis, pertama novel fiksi yang dimana kisah didalam

ceritanya bersifat fiktif atau belum pernah terjadi, seperti tokoh, tempat, kejadian,

alur cerita hanya rekayasa dari penulis, yang kedua adalah novel non fiksi adalah

kebalikan dari novel fiksi yang dimana alur cerita adalah pengisahan yang pernah

terjadi/kisah nyata, kisah bisa diangkat dari kisah orang lain ataupun kisah dari

penulis itu sendiri. (Putra, 2012) ceria novel non fiksi adalah semua cerita didalam

novel jenis ini pada umumnya kisah nyata, semisal pengalaman seseorang atau

berasal dari kejadian yang terjadi dalam lingkungan luas.

Tidak cukup disitu masih banyak jenis novel yang dituangkan oleh

penulis-penulis novel dan para calon pembeli tidak akan bingung dalam memilih novel

karena novel memiliki jenisnya masing-masing. Adapun jenis novel yang beredar

di masyarakat sebagai berikut;

1. Novel Romantis: Jenis novel ini (Lolyta, 2012) bisanya jenis ini

biasanya menyuguhkan kisah percintaan mulai awal sampai akhir

cerita. Tokoh yang ada dalam jenis ini biasanya berkisar antara usia

remaja hingga dewasa. Pertemuan antara dua karakter utama ditulis

semenarik mungkin, dilanjutkan dengan konflik-konflik percintaan

hingga mencapai sebuah titik klimaks, lalu diakhiri

dengansebuah ending yang kebanyakan bercabang jadi tiga: happy

ending (dua tokoh utama bersatu), sad ending (dua tokoh utama tidak

bersatu), dan ending menggantung (pembaca dibiarkan

(27)

Gambar II.4 Contoh Sampul Novel Romantis Sumber: http://3.bp.blogspot.com (30Juni 2013)

2. Novel Horor: Novel horor adalah (Monamariani, 2012) jenis novel yang

satu ini memiliki cerita yang menegangkan,seram dan pastinya

membuat pembaca berdebar debar, umumnya bercerita tentang hal-hal

yang mistis atau seputar dunia gaib.

Gambar II.5 Contoh Sampul Novel Horor

Sumber:arpeggiofromhell.wordpress.com (30 Juni 2013)

3.Novel Misteri:Cerita yang disuguhkan oleh jenis novel ini (Lolyta, 2012)

biasanya rumit karena ada teka-teki yang harus dipecahkan. Penulis

mengajak pembaca ikut berpartisipasi dengan berpikir bagaimana

teka-teki itu terungkap nantinya.Tokoh-tokoh yang dipakai dalam novel jenis

ini beragam, biasanya melibatkan polisi, detektif, budayawan, dan

lain-lain. Penulisannya biasanya detail dan cerdas untuk mendukung

(28)

Gambar II.6Contoh Sampul Novel Misteri Sumber: senggigimoon.blogspot.com (30 Juni 2013)

4. Novel Komedi: Jenis novel ini (Monamariani, 2012) mengandung unsur

kelucuan atau membuat orang tertawa dan benar benar tertidur. Dan

(Putra alam, 2012) novel komedi adalah novel yang menyajikan

kelucuan, kekonyolan, sitokoh dalam menjalani alur, plot, dan komplik

hingga penyelesaiannya.

Gambar II.7Contoh Sampul Novel Komedi Sumber: media.kompasiana.com (6Mei 2013)

5. Novel Inspitratif: (Monamariani, 2012) jenis novel yang ceritanya

mampu menginspirasi banyak orang,umumnya novel ini sarat akan

pesan moral atau hikmah tertentu yang bisa di ambil oleh pembaca

sehingga pembaca merasa mendapat suatu dorongan dan motivasi untuk

(29)

Gambar II.8Contoh Sampul Novel Inspitratif Sumber: id.wikipedia.org. (6Mei 2013)

6. Menurut Muchtar Lubis dalam Tarigan (Ilmubahasa.wordpress.com,

2009) cerita novel itu ada bermacam-macam, antara lain;

a. Novel Avonuter adalah bentuk novel yang dipusatkan pada

seorang lakon atau tokoh utama. Ceritanya dimulai dari awal

sampai akhir para tokoh mengalami rintangan-rintangan

dalam mencapai maksudnya.

Gambar II.10Contoh Sampul Novel Vonuter Sumber: warmedia-production.blogspot.com (6Mei 2013)

b. Novel Psikologi merupakan novel yang penuh dengan

(30)

Gambar II.11Contoh Sampul Novel Psikologi

Sumber: bukudiskonmurah.wordpress.com (30 Juni 2013)

c. Novel Detektif adalah novel yang merupakan cerita

pembongkaran rekayasa kejahatan untuk menagkap

pelakunya dengan cara penyelidikan yang tepat dan cermat.

Gambar II.12Contoh Sampul Novel Detektif Sumber: www.hayaaliyazaki.com(30 Juni 2013)

d. Novel Politik atau Novel Sosial adalah bentuk cerita tentang

kehidupan golongan dalam masyarakat dengan segala

permasalahannya, misalnya antara kaum masyarakat dan

(31)

Gambar II.13Contoh Sampul Novel Politik Sumber: kunci.or.id (30 Juni 2013)

e. Novel Kolektif adalah novel yang menceritakan pelaku

secara kompleks (menyeluruh) dan segala seluk beluknya.

Novel kolektif tidak mementingkan individu masyarakat

secara kolektif.

Gambar II.14Contoh Sampul Novel Kolektif Sumber: kunci.or.id (6 Mei 2013)

7. Menurut Jakob Sumardjo dan Saini K.M (lmubahasa.wordpress.com,

2009) jenis novel adalah sebagai berikut:

a. Novel Percintaan: Novel percintaan melibatkan peranan tokoh

wanita dan pria secara seimbang bahkan kadang-kadang

peranan wanita lebih dominan.

b. Novel Petualangan: Novel petualangan sedikit sekali

memasukan peranan wanita. Jika wanita di sebut dalam novel

ini maka penggambarannnya kurang berkenan.Jenis novel ini

(32)

dengan sendirinya banyak masalah untuk laki-laki yang tidak

ada hubungannya dengan wanita.

Gambar II.15Contoh Sampul Novel Petualangan Sumber: kunci.or.id (30 Juni 2013)

c. Novel Fantasi: Novel fantasi bercerita tentang hal-hal yang

tidak realistis dan serba tidak mungkin dilihat dari

pengalaman sehari-hari. Novel jenis ini menggunakan

karakter yang tidak realistis, setting, dan plot yang juga tidak

wajar untuk menyampaikan ide-ide penelitinya.

Gambar II.16Contoh Sampul Novel Pantasi Sumber: kunci.or.id (30 Juni 2013)

8.Novel Dewasa: novel jenis ini (Monamariani, 2012) tentu saja hanya di

peruntukkan bagi orang dewasa karena umumnya ceritanya bisa seputar

(33)

Gambar II.17Contoh Sampul Novel Dewasa Sumber: www.goodreads.com (30 Juni 2013)

9. Novel Religi: Novel jenis ini (Lolyta, 2012) biasanya merupakan kisah

romantis atau inspiratif yang ditulis lewat sudut pandang religi. Tak

terbatas itu, ada juga novel komedi yang ditulis dengan sudut pandang

religi. Tema yang diangkat biasanya beragam, mulai dari percintaan,

keluarga, dan konflik global seperti perang.

Gambar II.18 Contoh Sampul Novel Religi Sumber: addinie.wordpress.com (30 Juni 2013)

Novel merupakan bacaan ringan yang menghibur dan novel jauh lebih

banyak ditulis dan diterbitkan serta lebih banyak dibaca orang sebagai pembaca

untuk jenis novel hiburan ini jumlahnya amat banyak karena sifatnya yang

personal dan isinya hanya kenyataan semua dan gambaran fantasi pengarang

saja.Novel hiburan juga menceritakan hal-hal yang indah seperti cerita percintaan

yang sentimentil.

2.4 Komponen Desain Grafis

(34)

Manual / Hand Drawing / Gambar tangan. Dengan menggunakan

alat seperti pensil, airbrush, kuas, cat, spidol dan lainnya. Cocok

untuk pembuatan konsep, sketsa, ide, karikatur, komik, lukisan dan

lainnya.

ComputerizedMenggunakan komputer, bisa membuat gambar

secara vektor (Coreldraw)atau bitmap (Adobe Photoshop). Format

vektor terdiri dari kordinat-kordinat, cocok untuk pembuatan

logodan gambar line-art, Format Bitmap terdiri dari pixel-pixel,

cocok untuk poto.(Hendratman, 2010,h.22).

2. Warna: Setiap warna mempunyai karakteristik tersendiri dengan warna

dapat mengkomunikasikan desain secara efektif. Secara fisika warna

dapat dipengaruhi oleh texture / material dan cahaya, sehingga tampak

berbeda, dengan menggunakan 3 warna dasar primer :Cyan, Magenta,

Yellow dapat dibuat variasi warna yang sangat banyak. (Hendratman,

2010,h.23).

3. Tipografi: Tipografi seni memilih dan menata huruf pada ruang untuk

menciptakan kesan khusus. Kategori jenis font sebagai berikut;

• Huruf tanpa kait (San Serif): Tidak memiliki kait / hook, hanya batang dan tangkainya, contoh: Arial, Tahoma.

• Huruf Berkait (Serif): Memilki kait / hook pada ujungnya, contoh :

Time New Roman, Garamond.

• Huruf tulis (Script) : Setiap hurufnya saling berkait seperti tulisan tangan, contoh : Brushscript, Mistral, Shelley.

• Huruf Dekoratif : Setiap huruf dibuat secara detail, kompleks dan

rumit, contoh : Augsburger Initial.

• Huruf Monospace : Bentuknya bisa sama seperti Sans Serif atau

Serif, tapi jarak dan ruang setiap hurufnya sama, contoh : Courrier,

Monotype Cursive, OCR.(Hendratman, 2010, h.24).

2.4.1 Layout

Dari sebagaimana banyak visual yang digunakan, atau sebagaimana bagus

elemen-elemen, kualitas yang digunakan tetapi tidak ditata dengan sedemikian

(35)
(36)

Gambar II.23 Vertikal ttengah Gambar II..24 Vertikal kanan

umber : Henndratman (20010)

(37)

Menurut Sobur(2009):

Bahwa tanda ada dimana-mana, bahwa dengan sarana tanda manusia bisa berpik k dapat berkomunikasi.Tanda-tanda (sign) adalah basis dari seluruh komunikasi. Manusia dengan perantara tanda-tanda, dapat melaku

untuk

Aspek dasar teori tanda Saussure adalah struktur bilateralnya, konsepsi

mental n dan konsepsi stuktural tentang makna. Model

tanda

TANDA ir, tanpa tanda kita tida

kan komunikasi dengan sesama banyak hal bisa dikemukakan didunia ini.Kajian semiotika sampai sekarang telah membedakan dua jenis semiotika, yakni semiotika komunikasi dan semiotika signifikasi.Yang pertama menekankan pada teori tentang produksi tanda yang salah satu diantaranya mengansumsikan adanya enam faktor dalam komunikasi, yaitu pengirim, penerima kode (system kode), pesan, saluran, komunikasi dan acuan (hal yang dibicarakan).Yang kedua memberikan tekanan pada teori tanda dan pemahamannya dalam suatu kontek tertentu.Semiotika adalah suatu ilmu atau metode analisis untuk mengkaji tanda.(h.15).

Saussure menjelaskan ‘tanda’ suatu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan

dari dua bidang seperti halnya selembar kertas yaitu bidang penanda (signifier)

menjelaskan ‘bentuk’ atau ‘ekpresi’; dan bidang penanda (signified) untuk

menjelaskan ‘konsep’ atau ‘makna’. Dalam melihat relasi pertandaan ini Saussure

menekankan perlunya semacam konvensi sosial yang mengatur pengkombinasian

tanda dan maknanya.(Sobur viii).Tanda sangat berkaitan dengan makna, makna

sebagai kecenderungan (disposisi) total untuk menggunakan atau bereaksi

terhadap suatu bentuk bahasa. terdapat banyak komponen dalam makna yang

dibangkitkan suatu kata atau kalimat.

Saussure (1995) bahwa:

ismenya, peniadaan acua

bilateral atau dua sisi Saussure terdiri atas tiga istilah, tanda dan

konstituennya penanda (signifier) dan petanda (signified).Ciri yang jelas

bilateralnya adalah peniadaan objek referensial atau acuan.(h.59).

PETANDA (Konsep) PENANDA (Citra bunyi)

Tabel II Tiga is Saussure

m

Contoh pembedahan semiotika;

(38)

Tabel II.2 Contoh Pembedahan Semiotika

Denotasi s, warna biru,

memiliki aksesoris bulat, bertali, berbahan lembut dan Sepatu tinggi dengan menutupi beti

hangat.

Konotasi Sepatu hangat

Sepatu yang berwarna biru memberikan kesan langsing, ringan. Sepatu

yang digunakan oleh perempuan/ laki-laki yang sering digunakan di negara barat

atau asia, asia pun khususnya jepang, korea dan sekarang sudah m

mana

akan m njadi sebuah alat untuk berkomunikasi yang mempunyai makna dan arti,

seperti

erambah ke

Indonesia. Sepatu seperti itu sering digunakan saat musim dingin atau salju.

Semiotika merupakan ilmu yang mempelajari tentang tanda yang di

e

halnya bahasa, sign, film, poster, ekpresi wajah, isyarat tubuh, musik dan

karya sastra lainya yang mencakup kebudayaan dari manusia itu sendiri.Dari

penjelasan diatas bahwa dapat diartikan dari setiap gambar mempunyai makna

tersendiri. Melalui pendekatan semiotika ini penulis akan mencoba menggali dan

mencari makna yang ada dalam sampul novel islami yaitu sampul novel

Ayat-Ayat Cinta dan Munajat Cinta. Kita dapat meneliti dan mengungkapkan makna

dan bahasa visual dari masing-masing sampul novel serta mengetahui dibalik

menggunakaan sosok wanita bercadar, kenapa sosok wanita selalu dominan dalam

desain sampul novel islami, kenapa penggunaan warna lebih kearah warna-warna

sendu. Kenapa penggunaan Tipografi lebih kepada jenis huruf scrif atau dekoratif

dan layout selalu menggunakan teknik berat di atas, tengah atau bawah.Dari

semua hal tersebut memilki makna yang dapatditeliti dan digali oleh peneliti

nantinya. Seluruh aspek yang diteliti akan cukup luas. Hal inilah yang mendorong

peneliti memilih desain sampul pada novel islami yang berpokus pada sampul

novel ayat-Ayat Cinta dan Munajat Cinta.

Manusia memiliki kecenderungan untk mencari makna dan arti serta

(39)

ada disekelilingnya bisa disebut tanda, tanda tersebutlah yang akan dikaji dalam

ilmu semiotika.Semiotika memiliki banyak keilmuannya dalam hal ini pada

desain komunikasi visual.

Tanda merupakan sesuatu yang bersifat fisik, bisa dipersepsi indra kita,

maksudnya tanda mengacu pada sesuatu di luar tanda itu sendiri dan bergantung

pada pengenalan oleh penggunanya sehingga bisa disebut tanda. Ferdinand de

Saussure dalam Yasraf merumuskan tanda sebagai kesatuan dari dua bidang yang

tidak bisa dipisahkan, tanda memiliki dua entitas yaitu penanda (signifier/ wahana

tanda/ yang mengutarakan/ simbol) atau bentuk dan petanda (signified/ konsep/

makna/ yang diutarakan/ thought of reference) .Berkaitan dengan tiga istilah

dalam model diadik Saussure pertandaan ini (tanda-penanda-petanda), Sausurre

menekankan dalam teori semiotika perlunya konvensi sosial, diantaranya

komunitas bahasa tentang makna satu tanda.Kesimpulan dari rumusan Saussure

maksudnya adalah satu kata mempunyai makna tertentu disebabkan adanya

kesepakatan sosial di antara komunitas pengguna bahasa tentang makna tersebut.

(40)

BAB III

PROFIL NOVEL

3.1 Sampul Yang Menjadi Bahan Penelitian

Objek yang akan dianalisis merupakan sampul novel islami dari dua

penerbit yaitu Republika dan DIVA Press. Sebagai kunci untuk mendapatkan

jawaban dari pertanyaan penelitianmaka akan dilakukan dengan observasi dan

studi perpustakaan sebagai penguat data. BAB ini penulis akan membedah

terlebih dahulu dari masing-masing isi novel yang dimana nantinya akan di

kaitkan dengan masing-masing sampul novel.

Berikut ini merupakan gambaran visual yang penulis angkat dalam bentuk

penelitian, yang menjadi objek penelitian ini adalah sampul novel islami Ayat

Ayat cinta dan Munajat Cinta. Penulis akan mencari sejauh mana keterkaitan

antara sebagian isi cerita dalam novel yang di interpretasikan kepada sampul serta

makna apa yang terdapat dibalik visual (tanda-tanda ) tersebut.

(41)

3.1.1 Identitas Novel Ayat -Ayat Cinta

Gambar III.2 Sampul Novel Ayat-ayat Cinta

Tabel III. I Identitas Sampul Novel Ayat-Ayat Cinta

1.Judul Ayat-Ayat Cinta

2.Pengarang Habiburrahman El Shirazy 3.Halaman 404

4.Desain Sampul Abdul Basirh El Qudsy

5.Cetakan Cetakan XLIII, April 2008

6.Editor Anif Sirsaeba A.

7.Percetakan Pt Intermasa

8.Penerbit 1. Penerbit Republika

Jl. Pejaten Raya No. 40 Jati Padang Jakarta Selatan

Anggota IKAPI DKI Jakarta

2. Pesantren Basmala Indonesia

Jl. Raya Ngaliyan-Boja KM.2, Komplek Perum Bank

Niaga B-9 Ngaliyan, Semarang, Jawa Tengah.

Telefax:+62 24 7615434

(42)

3.2 Unsur Intrinsik dan Ektrinsik dalam Cerita Novel

Begitu fenomenal novel berjudul Ayat-Ayat Cinta ini, sehingga banyak

orang yang mengacungi jempol atas kesuksesannya yang dimana isi cerita yang

terdapat di novel tersebut banyak mengajarkan banyak hal, tidak hanya dalam segi

dakwah keislaman namun segi kebudayaan, hukum, etika dan lainnya.

Ustad H. Abu Ridho mengemukakan dalam bedah Ayat-Ayat Cinta di

Munas PKS 2005 bahwa;

“Ayat Ayat Cinta adalah novel yang sangat bagus dan lengkap

kandungannya.Ini bukan hanya novel sastra dan novel cinta, tapi juga novel

politik, novel budaya, novel religi, novel fikih, novel etika, novel bahasa, dan

novel dakwah.Sangat bagus untuk dibaca siapa saja.”Sehingga orang setelah

membaca novel tersebut mampu tertegun dan merenung, novel Ayat-Ayat Cinta

ini mampu menghipnotis banyak orang dan tidak salah lagi ketika di sampul novel

ini tertulis (sebuah novel pembangun jiwa).Untuk itu pada bab ini akan di bedah

mengenai isi dari novel, mulai dari penokohan, setting tempat dan setting waktu,

alur cerita, sinopsis dan lainnya.

Judul : Ayat Ayat Cinta

Tema :Tema yang di usung dalam novel ini mengenai percintaan yang dibalut dengan unsur agama, politik, budaya.

Penokohan dan Karakter :

1. Fahri Abdullah: baik, perhatian, peduli, pintar, sholeh, senang bergaul, ramah, disiplin, bersahabat. Ciri berpakaian

sering menggunakan kemeja kumal berwarna kekuningan,

celana bahancatton, sering menggunakan kacamata hitam

ketika beraktifitas di luar.

2. Aisha: baik, sholehah, ramah, sabar, istiqomah. Ciri berpakaian berjilbab dilengkapi dengan cadar, memiliki

Novel ini sangat populer dan mengalami beberapa

(43)

bentuk mata yang bulat dan bola mata berwarna biru

kehijauan.

3. Maria: taat beribadah, baik, ramah, sabar, unik, pengagum. Ciri sering berpakaian kemeja polos putih, celana bahan

berwarna gelap, rambut sebahu yang dibiarkan teregerai.

4. Noura: pemurung, jahat, teraniyaya. Memiliki ciri wanita berjilbab dengan wajah bule dan mata biru.

Tokoh pendukung: Adik Ayda, Budi (teman Ayda), Khadijah (istri Pak Habiburrahman), Fuadah (tukang nasi satu), Istiqomah (tukang

nasi dua), Aslak (anak bu Istiqomah), Ustad Mubarak, Ruslan (tetangga

sebelah), tiga pemuda mabuk, Santi, joko, Bus (teman di kontrakan),

Ipeh & Fitri (teman di PERPUSDA), Hasan, Amir, Abas, Lis, Slamet,

Rustam, Lestari (teman di jalanan), Ummu Habibah, Mas Adib(Ustad). • SettingTempat: Cairo (Mesir), Masjid Abu Bakar Ash-Shidiq (Shubra

El-Khaima), Masjid Al Azhar, Kampus Al Azhar ( di Maydan Husein),

Delta Nil, Hadayek Helwan (daerah tempat fahri dan temen-temannya

tinggal), Di jalan, Apartement, Metro, Terminal, Masjid Fath

Al-Islam, Maadi (kawasan elite cairo), Toko buku Dar El-Salam, Nars

City, Pasar Attaba, Maydan Tahrir, Mahattah, Masjid Indonesia, Sono

Cairo (toko kaset), Cleopatra (Restaurant,), Nasional Library, Subra,

Pyramicon, Warnet, Rumah sakit, Darul Munasabat atau balai

pertemuan (masjid Rab’ah El-Adawea, Nasr City), El-Zhamalik, Hotel

San Stefano (Alexandria), Rumah sakit Maadi, Penjara, Pengadilan,

Ruang jenguk.

Setting Waktu:Pagi, Siang, Sore, Malam, Subuh.

Penggunaan Alur:Dalam cerita novel ini menggunakan alur cerita maju, tokoh utama dan pemainnya menceritakan kehidupan kedepan

dengan mengalir, namun dalam cerita sesekali tokoh utama

digambarkan (membanyangkan/ teringat) kisah-kisah para nabi saat

kehidupan-kehidupan jaman dahulu untuk memperkuat cerita sebagai

(44)

Sudut Pandang: Novel ini mengguankan sudut pandang pertama, orang ke satu (Aku).

Alur Cerita:

Pengenalan:Fahri sedang dalam perjalanan menuju Masjid Abu Bakar Ash-Shiddiq yang terletak di Shubra El-Kaima dengan menaiki

metro, di metro itulah ia bertemu dengan Aisha. Aisha yang saat itu

dicacimaki dan diumpat oleh orang-orang Mesir karena memberikan

tempat duduknya pada seorang nenek berkewarganegaraan Amerika,

ditolong oleh Fahri.Pertolongan tulus Fahri memberikan kesan yang

berarti pada Aisha.

Penanjakan Masalah:

Kepala keluarga ini bernama Bahadur.Istrinya bernama madame

Syaima dan anak-anaknya bernama Mona, Suzanna, dan

Noura.Bahadur, madame Syaima, Mona, dan Suzanna sering

menyiksa noura karena rupa serta warna rambut Noura yang berbeda

dengan mereka.Noura berkulit putih dan berambut pirang. Ya, nasib

Noura memang malang. Suatu malam Noura diusir Bahadur dari

rumah. Noura diseret ke jalan sembari dicambuk

Permasalahan:

Saat Fahri dan Aisha menikah, Maria sangat terpukul, dan Noura yang

tengah hamil memberikan kesaksian bahwa janin yang dikandungnya

adalah anak Fahri (Fahri di fitnah).

Penurunan Masalah :

Maria di nikahi oleh Fahri, maria pun siuman dari koma dan

memberikan kesaksian yang sebenarnya bahwa Fahri tidak bersalah

karena maria adalah kunci dari saksi dari kasus yang mendera Fahri.

Penyelesaiaan Masalah:

Fahri pun terbebas dari tuduhan Noura, terungkaplah bahwa ayah dari

bayi dalam kandungan Noura adalah Bahadur. Fahri, Aisha, dan Maria

mampu menjalani rumah tangga mereka dengan baik, tetapi maut

akhirnya merenggut Maria.

(45)

Sinopsis:Fahri sedang dalam perjalanan menuju Masjid Abu Bakar Ash-Shiddiq yang terletak di Shubra El-Kaima dengan menaiki metro,

di metro itulah ia bertemu dengan Aisha. Aisha yang saat itu

dicacimaki dan diumpat oleh orang-orang Mesir karena memberikan

tempat duduknya pada seorang nenek berkewarganegaraan Amerika,

ditolong oleh Fahri. Pertolongan tulus Fahri memberikan kesan yang

berarti pada Aisha. Mereka pun berkenalan. Dan ternyata Aisha

bukanlah gadis Mesir, melainkan gadis Jerman yang juga tengah

menuntut ilmu di mesir.

Di Mesir Fahri tinggal bersama dengan keempat orang

temannya yang juga berasal drai Indonesia.Mereka adalah Syaiful,

Rudi, Hamdi, dan Misbah.Mereka tinggal di sebuah apartemen

sederhana yang mempunyai dua lantai, dimana lantai dasar menjadi

tempat tinggal Fahri dan empat temannya, sedangkan yang lantai atas

ditempati oleh keluarga Kristen Koptik yang sekaligus menjadi

tetangga mereka.Keluarga ini terdiri dari Tuan Boutros, Madame

Nahed dan dua orang anak mereka, yaitu Maria dan Yousef.Walau

keyakinan dan aqiqah mereka berbeda, tapi antara keluarga Fahri dan

Tuan Boutros terjalin hubungan yang sangat baik.Terlebih Fahri dan

Maria berteman begitu akrab.Fahri menyebut Maria sebagai gadis

koptik yang aneh. Bagaimana tidak, Maria mampu menghafal surat

Al-Maidah dan surat Maryam.

Selain bertetangga dengan keluarga Tuan Boutros, Fahri juga

mempunyai tetangga lain berkulit hitam yang perangainya berbanding

seratus delapan puluh derajat dengan keluarga Boutros. Kepala

keluarga ini bernama Bahadur.Istrinya bernama madame Syaima dan

anak-anaknya bernama Mona, Suzanna, dan Noura.Bahadur, madame

Syaima, Mona, dan Suzanna sering menyiksa noura karena rupa serta

warna rambut Noura yang berbeda dengan mereka.Noura berkulit

putih dan berambut pirang. Ya, nasib Noura memang malang. Suatu

malam Noura diusir Bahadur dari rumah.Noura diseret ke jalan

(46)

Noura diperlakukan demikian oleh Bahadur.Ia meminta Maria melalui

sms untuk menolong Noura. Fahri tidak bisa menolong Noura secara

langsung karena Noura bukan muhrimnya.Maria pun bersedia

menolong Noura malam itu.Ia membawa Noura ke flatnya.

Fahri dan Maria berusaha mencari tahu siapa keluarga Noura

sebenarnya.Mereka yakin Noura bukanlah anak Bahadur dan madame

Syaima.Dan benar.Noura bukan anak mereka. Noura yang malang itu

akhirnya bisa berkumpul bersama orang-orang yang menyayanginya.

Ia sangat berterima kasih pada Fahri dan Maria. Sementara itu, Aisha

tidak dapat melupakan pemudayang baik hati mau menolongnya di

metro saat itu.Aisha rupanya jatuh hati pada Fahri.Ia meminta

pamannya Eqbal untuk menjodohkannya dengan Fahri. Kebetulan,

paman Eqbal mengenal Fahri dan Syaik Utsman.Melalui bantuan

Syaik Utsman, Fahri pun bersedia untuk menikah dengan

Aisha.Mendengar kabar pernikahan Fahri, Nurul menjadi sangat

kecewa.Paman dan bibinya sempat datang ke rumah Fahri untuk

memberitahu bahwa keponakannya sangat mencitai Fahri. Namun

terlambat! Fahri akan segera menikah dengan Aisha. Oh, malang

benar nasib Nurul. Dan pernikahan Fahri dengan Aisha pun

berlangsung.Fahri dan Aisha memutuskan untuk berbulan madu di

sebuah apartemen cantik selama beberapa minggu.Sepulang dari

‘bulanmadu’nya, Fahri mendapat kejutan dari Maria dan

Yousef.Maria dan adiknya itu datang ke rumah Fahri untuk

memberikan sebuah kado pernikahan.Namun Maria tampak lebih

kurus dan murung.Memang, saat Fahri dan Aisha menikah, keluarga

Boutros sedang pergi berlibur. Alhasil, begitu mendengar Fahri telah

menjadi milik wanita lain dan tidak lagi tinggal di flat, Maria sangat

terpukul.

Kebahagian Fahri dan Aisha tidak bertahan lama karena Fahri

harus menjalani hukuman di penjara atas tuduhan pemerkosaan

terhadap Noura.Noura teramat terluka saat Fahri memutuskan untuk

(47)

memberikan kesaksian bahwa janin yang dikandungnya adalah anak

Fahri. Pengacara Fahri tidak dapat berbuat apa-apa karena ia belum

memiliki bukti yang kuat untuk membebaskan kliennya dari segala

tuduhan. Fahri pun harus mendekam di bui selama beberapa

minggu.Satu-satunya saksi kunci yang dapat meloloskan Fahri dari

fitnah kejam Noura adalah Maria.Marialah yang bersama Noura

malam itu (malam yang Noura sebut dalam persidangan sebagai

malam dimana Fahri memperkosanya).

Tapi Maria sedang terkulai lemah tak berdaya.Luka hati karena

cinta yang bertepuk sebelah tangan membuatnya jatuh sakit. Tidak ada

jalan lain. Atas desakan Aisha, Fahri pun menikahi Maria.Aisha

berharap, dengan mendengar suara danmerasakan sentuhan tangan

Fahri, Maria tersadar dari koma panjangnya.Dan harapan Aisha

menjadi kenyataan.Maria dapat membuka matanya dan kemudian

bersedia untuk memberikan kesaksian di persidangan.Alhasil, Fahri

pun terbebas dari tuduhan Noura. Dengan kata lain, Fahri dapat

meninggalkan penjara yang mengerikan itu. Noura menyesal atas

perbuatan yang dilakukannya.Dengan jiwa besar, Fahri memaafkan

Noura.Dan, terungkaplah bahwa ayah dari bayi dalam kandungan

Noura adalah Bahadur.

Fahri, Aisha, dan Maria mampu menjalani rumah tangga

mereka dengan baik. Aisha menganggap Maria sebagai adiknya,

demikian pula Maria yang menghormati Aisha selayaknya seorang

kakak.Tidak ada yang menduga jika maut akhirnya merenggut Maria.

Namun Maria beruntung karena sebelum ajal menjemputnya, ia telah

menjadi seorang mu’alaf. Dari buku kita tahu bahwa Fahri selalu

“menjaga diri” di tengah wanita-wanita yang dekat dengannya.Hal itu

Fahri lakukan karena rasa cintanya pada Yang Maha Kuasa. Fahri

berusaha konsisten dengan prinsip, dan ajaran agama yang ia pegang

teguh. Cinta Fahri pada agama dan Sang Khalik menuntunnya pada

cinta Aisha.Atas izin Allah Fahri dan Aisha bersatu di bawah payung

(48)

3.3 Identitas Novel Munajat Cinta

Gambar III.2 Sampul Novel Munajat Cinta

Tabel III.2 Identitas Sampul NovelMunajat Cinta

1.Judul Munajat Cinta

2.Pengarang Taufiqurrahman Al -Azizy

3.Desain Sampul www.gobaqsodor.com

4.Cetakan Cetakan VII, Oktober 2011

58.Editor Akhmad Muhaimin Azzet

6.Penerbit DIVA Press

(Anggota IKPI)

Sampangan Gg Perkutut No.325-B

Jl. Wonosari, Baturetno

Banguntapan Jogjakarta

Telp: (0274) 4353776, 7418727

Fax: (0274) 4353776

Email: [email protected]

Blog: www.blogdivapress.com

(49)

3.4Unsur Intrinsik dan Ektrinsik dalam Cerita Novel

Novel berjudul Munajat Cinta ini merupakan karya dari Taufiqurrahman al-Azizy, Taufiqurrahman al-Azizy dikenal sebagai novelis muslim terkemuka

yang melejitkan jenis sastra religius khususnya di Indonesia. Melalui Trilogi

Makrifat Cinta (Syahadat Cinta, Musafir Cinta dan Makrifat Cinta) dan Kitab

Cinta Yusuf Zulaika, yang kemudian disusul dengan novel Dwilogi Munajat Cinta

ini.Hampir semua karyanya mendapat respons yang sangat baik di kalangan

masyarakat luas sehingga dinobatkan sebagai Nasional Best-Seller dan sebagian

novelnya telah diterjemaahkan dalam bahasa asing.

Judul :Munajat Cinta

Tema : Tema yang di usung dalam novel ini mengenai pencarian jati diri manusia terhadap maha pencipta-Nya.

Penokohan dan Karakter:

1. Rumayda (Ayda) : lincah, ceria, serba ingin tau, peka,

cekatan, rajin, istiqomah. Ayda cara berpakaiannya sering

menggunakan kemeja berwarna gelap, rok panjang dan

menggunakan jilbab berwarna biru.

2. Pak Habiburrahman (guru Agama) :sholeh, menggurui, baik,

ramah. Pak Habiburrahman berpakaian menggunakan baju

koko dan kopiah.

3. Pak Mansyur (Ayah Ayda): baik, kerja keras, penyayang.

Untuk identitas cara berpakaindalamnovel tidak di

gambarkan.

4. Bu Layla (Ibu Ayda) : baik, ramah, sabar, penyayang.

Begitupun dengan sosok ibu Ayda tidak digambarkan dalam

novel secara fisiknya atau cara berpakaian.

5.Raihan (Adik Ayda) : serba ingin tau, pintar, cekatan, rajin.

raihan adalah anak yang masih berumur delapan tahun.

6. Roudhotul Jannah (Sahabat Ayda) : baik, sholehah, pendiam,

ramah, sabar. Ciri Roudhotul Jannah seorang gadis cacat

(50)

7. Pak Burhan (orang buta) : baik, ramah, sholeh.Memiliki

kekurangan fisik yaitu buta dan sering menggunakan pakaian

koko, sarung dan kopiah.

Tokoh pendukung:Adik Ayda, Budi (teman Ayda), Khadijah (istri Pak Habiburrahman), Fuadah (tukang nasi satu), Istiqomah (tukang nasi

dua), Aslak (anak bu Istiqomah), Ustad Mubarak, Ruslan (tetangga

sebelah), tiga pemuda mabuk, Santi, joko, Bus (teman di kontrakan),

Ipeh & Fitri (teman di PERPUSDA), Hasan, Amir, Abas, Lis, Slamet,

Rustam, Lestari (teman di jalanan), Ummu Habibah, Mas Adib(Ustad).

Setting Tempat:Paponan (Kuburan), Rumah nenek, Kontrakan, Jalan, Dieng (Talaga warna), Rumah sakit Temanggung, Wonosobo, Warteg

(Terminal Temanggung), Gubuk, Parakan, Kuripan, Bus

(Sindoro-Sumbing), Angkot (Terminal Mendolo), Rita pasar raya, Masjid Seruni

Kota, Rumah Ustad Mubarak, Masjid kliwon, Masjid Jami’, Di agen

koran, Kosan Santi, Rumah Roudhotul Jannah, PERSPUSDA

(perpustakaan daerah, Plaza, Selo Metro.

Settingwaktu :Pagi, Siang, Sore, Malam.

Penggunaan alur: Dalam cerita novel ini menggunakan alur cerita maju, tokoh utama dan pemainnya menceritakan kehidupan kedepan

dengan mengalir.

Sudut pandang:Novel ini mengguankan sudut pandang pertama, orang ke satu (Aku).

Alur Cerita:

Pengenalan:Digambarkannya seorang gadis bernama Rumayda yang akrab dipanggil Ayda akan melakukan bunuh diri di pekuburan, namun

niatnya terurungkan setelah teringat nasehat-nasehat dari pak

Habiburrahman–guru agamanya yang melintas dipikirannya, akibat dari

tidak bisa menerima kenyataan keluarganya jatuh miskin akibat gagal

panen tembakau yang ayahnya kelola.

Penanjakan Masalah:Ayda memilih untuk meninggalkan/pergi keluarganya demi mencari kesejatian jari diri yang belum

(51)

Permasalahan: Dalam perjalanan menemukan kesejatian dirinya, Ayda bertemu dengan beberapa orang seperti bu Fuadah, bu Istiqomah, pak

Burhan, Roudhotul Jannah dan Ummu Habibah dan teman-teman

barunya dari mereka Ayda banyak ilmu yang di dapatkannya. Disisi

lain Ayda membantu permasalahan Lis yang ingin kembali pada

ibunya, karena ibu Lis telah mengusir Lis.

Penurunan Masalah : Saat Ayda sudah mulai menemukan jati dirinya. Penyelesaiaan Masalah:Ayda menemukan jati dirinya, Ayda bisa membantu permasalahan Lis dan akhirnya Ayda berkumpul kembali

dengan keluarganya walau harus kehilangan adiknya.

Norma: Terdapat norma agama, pendidikan, sosial.

Sinopsi:Novel Munajat Cinta menuturkan dengan sangat kuat pergulatan jati diri penuh liku seorang gadis yang mencari kesejatian

hidup, cinta dan imannya. Novel islami yang mengandung unsur

kemelut kehidupan, kasih sayang, tangis haru yang menggugah jiwa.

Untuk mengembara dan menenukan jati dirinya, tidak hanya itu ayda

meminta nasihat pada pak Habiburrahman dan memperoleh bekal

kerudung berwarna biru, buku “Fatimah az-Zahra” dan sejumlah uang

dari istri pak Habiburrahman.

Perjalanan pencarian jati diri pun dimuli, mulai bertemu dengan ibu

Fuadah,ibu Istiqomah, pak Burhan, banyak teman-teman yang baik dan akhirnya

bertemu dengan gadis yang mempunyai kekurangan yaitu Raudhotul Jannah

darinya ayda banyak belajar tentang arti hidup hingga akhirnya menemukan jati

diri yang selama ini carinya. Setelah itu Ayda pulang kepada orang tuanya,

namun apa yang telah terjadi, selama Ayda meninggalkan rumah selama

pencarian diri adik tercintanya (Raihan) telah tiada, Ayda begitu terpuruk atas

(52)

BAB IV

ANALISIS DESAIN SAMPUL PADA NOVEL ISLAMI

Dalam bab ini penulis akan membahas tanda-tanda visual yang ada

kaitannya antara sampul dengan sebagian isi cerita yang terdapat dalam sampul

novel berjudul Ayat-Ayat Cinta dan Munajat Cinta dengan menggunakan

langkah-langkah kualitatif dan semiotika.

Adapun yang akan dibahas dalam bab ini adalah tanda-tanda ilustrasi,

warna, tipografi dan layout yang terdapat dimasing-masing sampul, pembahasan

akan dibahas satu-persatu dimulai dari sampul novel Ayat-Ayat Cinta kemudian

sampul Munjazat Cinta. Dalam pembahasan bab ini untuk lebih mempermudah

dalam menganalisa maka mengikuti prosedur. Prosedur yang akan dilaksanakan

adalah pertama menggunakan penelitian interpretatif dengan menggunakanelemen

desain grafis dan alat bedah yaitu ilmu semiotika.

Pertanyaan dalam penelitian ini adalah berdasarkan pada tanda-tanda yang

terdapat pada visual sampul yang kemudian di kaitkan dengan sebagian isi cerita

novel sebagaimana sampul sudah mewakili isi cerita atau tidak dan makna apa

yang terdapat dibalik visual tersebut. Untuk menjawab pertanyaan tersebut maka

dilakukan bedah dari isi novel, observasi, studi pustaka sebagai penguat dari data

dan pada akhirnya akan menemukan jawaban dari pertanyaan penelitian tersebut.

Kembali pada tanda-tanda visual merupakan yang terlihat dan tergambar di

setiap sampul seperti halnya illustrasi, warna, tipografi dan lainnya namun untuk

keterkaitannya sampul dengan isi cerita maka harus melihat dahulu memahami/

mengetahui dari seluruh isi cerita novel kemudian mengambil bagian dari sampul

misalnya gambar utama lalu dikaitkan dengan yang mewakili/ menggambarkan

dari isi cerita (adegan saat seperti apa).

Langkah pertama yang akan dilakukan adalah dengan mendefenisikan

objek analisis dan memutuskan tanda apa yang ingin diamati, kedua tanda

dianalisis menggunakan komponen desain grafis, ketiga dikaitkan dengan analisis

semiotika secara keseluruhan/ menerangkan tanda dengan memisahkannya antara

(53)

dan jenis pengetahuan apa saja yang diperlukan untuk memahami objek

penelitian.

Keempat menafsirkan tanda-tanda apa yang dapat dikatakan mengenai

objek yang diteliti sehingga menjadi bermakna, kelima dihubungkan dengan

sebagian isi cerita novel dan makna apa yang ada dibalik visual tersebut, terakhir

adalah membuat kesimpulan dan menegaskan hasil dari penelitian ini.

4.1Keterkaitan antara Sampul dengan Sebagian Isi Cerita ,Novel Ayat-Ayat Cinta

  Gambar IV.1 Sampul Novel Ayat-Ayat Cinta

Tabel IV. I Analisis Hijab

1. Hijab

Denotasi Seorang wanita menghadap kedepan, berhijab

berwarna putih kumal kekuningan, hijab yang

digunakan melilit diwajahnya.

Konotasi Wanita jahilliyah

Dari segi desain gambar ini mengunakan ilustrasi dengan teknik computer

yang sifatnya bitmap dan menggunakan software Adobe Photoshop

Gambar

Gambar II.11Contoh Sampul Novel Psikologi
Gambar II.13Contoh Sampul Novel Politik
Gambar II.16Contoh Sampul Novel Pantasi
Gambar II.17Contoh Sampul Novel Dewasa
+7

Referensi

Dokumen terkait