PEMBUATAN BIOETANOL DARI SINGKONG(MANIHOT UTILLISSIMA
POHL) MELALUI PROSES FERMENTASI
Oleh: FERI CANDRA BUANA ( 04510052 ) Mechanical Engineering
Dibuat: 2009-07-09 , dengan 7 file(s).
Keywords: Singkong (Manihot Utillissima Phol), Proses Fermentasi, Bioetanol
ABSTRAK
Bioetanol sebenarnya bukan barang baru lagi. Sejak tahun 1980-an, beberapa peneliti dari
berbagai perguruan tinggi telah mengembangkan riset mengenai bioetanol. Hanya saja ketika itu, pengembangan bioetanol kalah bersaing dengan bahan bakar minyak yang harganya di subsidi. Namun, ketika itu harga minyak mentah melambung dan indonesia menjadi net- importer country BBM, peneliti terkait dengan bioetanol kembali mulai ditekuni.
Bioetanol adalah etanol yang di buat dari biomassa yang terkandung komponen pati atau solulosa, seperti singkong. Dalam dunia industri, etanol umumnya di gunakan sebagai bahan baku industri turunan alkohol, campuran untuk minuman keras (seperti sake atau gin). Ketika hagra BBM merangkak semakin tinggi, bioetanol di harapakan dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar pensubstitusi BBM untuk motor bensin.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi persentase pencampuran variabel yang terbaik dalam pembuatan bioetanol dari singkong (manihot utillissima phol) dengan melalui proses fermentasi.
ABSTRACT
Actually, bioethanol was no longer new things. Since 1980’s, several researcher for several college institution had developed research about bioethanol. Unfortunately, at that time bioethanol could not compete the subsidiary crude oil price. But when crude oil price was increasing and Indonesia became crude oil net- importent country, bioethanol research started to develop.
Bioethanol was ethanol from biomass contained in cellulose like cassava. In industrial world, ethanol generally used as the raw material of alcohol industry, mixture for liquor (like sake or gin).
When crude oil price got higher, bioethanol was hoped to be used as substitution of crude oil for
motorcycle’s gasoline.