• Tidak ada hasil yang ditemukan

KOHESI LEKSIKAL PADA IKLAN KOMERSIAL BERBAHASA PRANCIS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "KOHESI LEKSIKAL PADA IKLAN KOMERSIAL BERBAHASA PRANCIS"

Copied!
70
0
0

Teks penuh

(1)

i

KOHESI LEKSIKAL PADA IKLAN KOMERSIAL

BERBAHASA PRANCIS

Skripsi

Diajukan dalam rangka menyelesaikan studi Strata I untuk

mencapai Gelar Sarjana Sastra

Disusun oleh:

Nama

: Wulan Daru Agustina

Nim

: 2350406003

Prodi

: Sastra Prancis

Jurusan : Bahasa dan Sastra Asing

FAKULTAS BAHASA DAN SENI

UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG

(2)

ii

ii

PENGESAHAN

Skripsi ini telah dipertahankan di hadapan sidang Panitia Ujian Skripsi

Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang pada :

Hari : Jumat

Tanggal : 23 Agustus 2013

Panitia Ujian :

Ketua, Sekretaris,

Drs. Agus Yuwono, M.Si, M.Pd. Ai Sumirah Setiawati, S.Pd, M.Pd. NIP. 196812151993031003 NIP. 197601292003122002

Penguji I,

Dra. Anastasia Pudjitriherwati, M.Hum. NIP. 196407121989012001

Penguji II/ Pembimbing II, Penguji III/ Pembimbing I,

(3)

iii

iii

PERNYATAAN

Dengan ini, saya:

Nama : Wulan Daru Agustina

Nim : 2350406003

Prodi : Sastra Perancis

Jurusan : Bahasa dan Sastra Asing

Fakultas : Bahasa dan seni, Universitas Negeri Semarang

menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang berjudul “KOHESI LEKSIKAL PADA IKLAN KOMERSIAL BERBAHASA PRANCIS” yang saya tulis dalam rangka memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar sarjana ini benar-benar merupakan karya sendiri. Skripsi ini

saya hasilkan setelah melalui penelitian, pembimbingan, diskusi, dan pemaparan

atau ujian. Semua kutipan, baik yang langsung maupun tidak langsung, maupun

sumber lainnya telah disertai identitas sumbernya dengan cara yang sebagaimana

lazimnya dalam penulisan karya ilmiah.

Dengan demikian, walaupun tim penguji dan pembimbing skripsi ini

membubuhkan tanda tangan sebagai tanda keabsahannya, seluruh isi karya ilmiah

ini tetap menjafi tanggung jawab saya sendiri. Jika kemudian ditemukan

ketidakberesan, saya bersedia menerima akibatnya.

Demikian pernyataan ini saya buat agar dapat digunakan seperlunya.

Semarang, 23 Agustus 2013

Wulan Daru Agustina

(4)

iv

iv

MOTTO DAN PERSEMBAHAN

 Belajarlah di mana ada kearifan, dimana ada kekuatan dan di mana ada

pengertian, supaya sekaligus kau ketahui tempat umur panjang dan

kehidupan tempat cahaya mata dan damai sejahtera (Barukh 3:14)

 Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun, tetapi nyatakanlah

dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan

dengan ucapan syukur (Filipi 4:6)

PERSEMBAHAN :

Kupersembahkan karya ini buat :

1. Bapak dan ibu tercinta yang telah memberikan dukungan dan

doanya selalu

(5)

v

v

PRAKATA

Segala puji syukur penulis ucapkan kepada Tuhan Yesus Kristus yang maha

baik, yang telah melimpahkan kasih dan anugerah-Nya, sehingga penulisan skripsi

ini pada akhirnya dapat diselesaikan.

Skripsi ini adalah perwujudan kemurahan hati puluhan orang, karena

penulis telah banyak mendapatkan bantuan dan bimbingan serta saran-saran dari

berbagai pihak, baik yang berbentuk moral maupun material sehingga skripsi ini

dapat diselesaikan dengan baik. Dari lubuk hati yang terdalam, penulis ingin

mengucapkan terima kasih kepada:

1. Prof. Dr. Agus Nuryatin, M.Hum., Dekan FBS yang telah memberikan

kesempatan untuk menulis skripsi ini.

2. Dr. Zaim Elmubarok, S.Ag, M.Ag., Ketua Jurusan Bahasa dan Sastra Asing

yang telah menyetujui tema skripsi ini.

3. Dra. Anastasia Pudjitriherwati, M.Hum., selaku penguji utama yang telah

memberikan saran dan kritik kepada penulis.

4. Dr. Bernadus Wahyudi Joko Santoso, M.Hum., selaku pembimbing I dan Dr.

Sri Rejeki Urip, M.Hum., selaku pembimbing II yang telah membimbing dan

mengarahkan penulis dengan penuh kesabaran dan keikhlasan sehingga skripsi

ini dapat diselesaikan dengan baik.

5. Seluruh dosen jurusan Bahasa dan Sastra Asing yang telah memberikan bekal

ilmu pengetahuan kepada penulis.

6. Bapak dan Ibu, Mas Candra, adikku Nia, Budhe, Pakdhe, Mas Puput yang

selalu mendoakan aku dan yang selalu menyokong baik semangat maupun

(6)

vi

vi 7. Mas Andreas terima kasih buat motivasinya.

8. Teman-teman sastra Prancis yang tak akan pernah kulupakan. Terima kasih

atas warna-warna indah yang telah kalian torehkan di dalam hatiku.

9. Semua orang terdekatku yang selalu ada pada saat aku memerlukannya yang

tidak dapat disebutkan satu per satu. Senyum kalian telah membesarkan hati

dan membangkitkan semangatku.

Penulis berharap semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi semua

pihak.

Semarang, 23 Agustus 2013

(7)

vii

vii

SARI

Agustina, Wulan Daru. 2013. Kohesi Leksikal pada Iklan Komersial Berbahasa Prancis. Skripsi. Bahasa dan Sastra Asing. Universitas Negeri Semarang. Pembimbing 1. Dr. Bernadus Wahyudi Joko Santoso, M.Hum 2. Dr. Sri Rejeki Urip, M.Hum.

Kata kunci: Kohesi leksikal, iklan.

Salah satu bentuk alat komunikasi tidak langsung adalah iklan. Iklan merupakan suatu proses komunikasi yang mempunyai kekuatan sangat penting sebagai alat pemasaran yang membantu menjual barang, memberikan layanan, serta gagasan atau ide-ide melalui saluran tertentu (Liliveri dalam Widyatama 2007:15). Dalam penyampaiannya, iklan dapat ditampilkan dalam berbagai media, salah satunya adalah media cetak seperti surat kabar dan majalah. Kata atau kalimat dalam iklan media cetak memegang peranan penting dalam menyampaikan pesan itu sendiri, sehingga antar kalimat yang satu dengan kalimat yang lain harus saling berpadu. Kepaduan tersebut dibentuk oleh kohesi. Kohesi merupakan suatu keadaan yang dibutuhkan untuk mencapai kesatuan makna yang dimiliki teks. Oleh karena kepaduan makna memegang peranan penting dalam bahasa iklan untuk menyampaikan maksud iklan itu sendiri, maka penelitian ini memfokuskan untuk meneliti penanda atau pemarkah leksikal apa saja yang mampu menunjang terbentuknya kepaduan makna dalam wacana-wacana iklan yang terdapat dalam majalah Femme Actuelle. Penulis mengambil data dari majalah Femme Actuelle edisi 30 Oktober sampai dengan 5 November 2006. Pengambilan sumber data yang berupa majalah Femme Actuelle ini oleh penulis dikarenakan majalah tersebut adalah majalah yang di dalamnya banyak ditemukan iklan komersial, selain itu karena majalah ini mudah ditemukan di Indonesia dibanding majalah-majalah Prancis lainnya.

Langkah-langkah yang dilakukan dalam penelitian ini adalah menentukan korpus data, mengumpulkan data, dan menganalisis data. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data adalah teknik dasar yang disebut teknik pilah unsur penentu (PUP). Korpus data terdiri dari 8 iklan yang mengandung kohesi leksikal yang terdapat dalam majalah Femme Actuelle. Data yang diperoleh dicatat dalam kartu data, kemudian dianalisis menggunakan teknik Pilah Unsur Penentu.

(8)

viii

viii

LA COHÉSION AUX PUBLICITÉ COMERCIALES EN

LANGUE FRANÇAISE

Wulan Daru Agustina, Bernadus Wahyudi Joko Santoso, Sri Rejeki Urip.

Prodi Sastra Perancis Jurusan Bahasa dan Sastra Asing Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Semarang

ABSTRAK

Iklan merupakan suatu proses komunikasi yang mempunyai kekuatan sangat penting sebagai alat pemasaran yang membantu menjual barang, memberikan layanan, serta gagasan melalui saluran tertentu. Iklan dapat ditampilkan dalam berbagai media, salah satunya adalah media cetak seperti surat kabar dan majalah. Kata atau kalimat dalam iklan media cetak memegang peranan penting dalam penyampaian pesan itu sendiri, sehingga antar kalimat yang satu dengan yang lain harus saling berpadu. Kepaduan tersebut dibentuk oleh kohesi. Kohesi merupakan suatu keadaan yang dibutuhkan untuk mencapai kesatuan makna yang dimiliki teks.

Fokus penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pemarkah atau penanda kohesi leksikal pada majalah komersial berbahasa Prancis. Korpus data penelitian ini adalah wacana iklan yang terdapat pada majalah Femme Actuelle. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik catat. Metode analisis data yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif, sedangkan teknik analisis data digunakan teknik dasar unsur penentu (PUP).

Dari hasil analisis disimpulkan, bahwa yang pertama wacana cenderung menggunakan kohesi, baik berupa reiterasi dan kolokasi. Kedua, dari kohesi leksikal ditemukan ada 3 bentuk reiterasi, yakni 7 repetisi, 2 sinonimi, 2 metonimi dan 2 kolokasi. Ketiga, ternyata 8 dari wacana yang lain semuanya mengandung kolokasi, karena unsur-unsur pembentuk wacana saling berkaitan.

(9)

ix

ix

ABSTRAIT

La publicitée est un processus de communication qui a pouvoir est très important comme un outil de marketing pour aider les biens de vendre, donner le service. La publicité peut être présentée dans une variété de medias, dont l’un média d’impression est les journaux et les magazine. Les mots ou les phrases jouent un rôle essentiel en transmettant le message de cette publicité, il faut que les phrases soient liées l’une à l’autre pour que les lecteurs puissent le comprendre. La cohésion est une condition nécessaire pour parvenir à une unité de sens qui possède.

L’objectif majeur de cette recherche est de décrire les marqueurs de cohésion lexicale aux publicités commerciales en langue française. Le corpus de cette recherche est les discours publicité dans le magazine Femme Actuelle. La méthode utilisée dans cette recherche est la méthode de distribution. La méthode de recherche est l'approche descriptive qualitative, et enfin la technique de l’analyse des donnée utilisée la technique Triage de Constituen Déterminant ‘PUP’.

Le résultat de cette analyse montre qu’il y a des 7 répétitions, 2 synonymies, 2 métonymies, et 8 collocations. On peut en conclure que le premier des discours de la publicié ont tendance à utiliser la cohésion lexicale, que ce soit sous la forme réitération et collocation. Deuxième, à parti de cohésion lexicale il y a 3 forme, à savoir la répétition, la synonymie, et la métonymie. Troisième, tous les discours contiennent la collocation, paece que les éléments constitutifs du discours ont une sémantique et tous interdépendants (cohérent).

Mots clés: la cohésion lexicale, publicité

I. INTRODUCTION

La publicité est une méthode pour faire connaître un produit au public

(Larousse 1988 :337). La publicité peut être présentée dans les médias : dans le

journal, la revue, la télévision, la radio. Cette recherche se limite aux publicités

qui se trouvent dans un magazine. Les mots ou les phrases jouent un rôle

essentiel en transmettant le message de cette publicité. Il faut que les phrases

(10)

x

x

C’est la cohésion qui a une fonction afin que des phrases aient un crochet

sémantique. Elle est partagée en deux parties, ce sont la cohésion

grammaticale et la cohésion lexicale. La cohésion lexicale est un lien du sens

entre des phrases dans les discours. Puisque l’unité du sens a un rôle vital dans

la langue publicitaire pour transmettre le message de cette publicité donc j’ai

envie de connaître les types de la cohésion lexicale dans les publicistes de

Femme Actuelle. J’ai choisi ‘Femme Actuelle’ parce qu’elle est un magazine

hebdomadaire qui contient beaucoup de publicités commerciales et on la

trouve plus facilement que les autres.

II. LA COHÉSION

Dans le discours, la cohésion est l’unité de forme structurale qui crée un

crochet sémantique (Mulyana 2005 :132).

La cohésion est ensuite analysée en deux types et suivant deux directions

les types opposent d’une part une cohésion grammaticale, subdivisée en quatre

catégories : référence, substitution, ellipse et conjonction, d’autre part une

cohésion lexical. Elle est subdivisée en deux catégorie : réitération et

collocation (Halliday et Hasan dans Baylon 2005 :201).

La cohésion lexicale est une relation entre deux éléments dans un texte qui

a un crochet sémantique pour prendre l’effet de l’intensité de sens, pour

expliquer l’information et la beauté de la langue (Nunan 1992 :14).

Les formes de la cohésion lexicale

D’après Halliday et Hasan dans Baylon (2005 :201) cohésion lexicale est

subdivisée en deux catégories : réitération et collocation. Selon Yuwono

(11)

xi

xi

recouvrant la répétition, la synonymie, l’hyponymie, la métonymie et

l’antonymie, et la collocation.

a. La réitération

La réitération est la forme de la cohésion lexicale qui se réalise à la

répétition de l’élément lexicale. La réitération est divisée en 5, ce sont (1)

répétition, (2) synonymie, (3) hypunymie, (4) métonymie, (5) antonymie.

1) Répétition

La répétition est la réitération d’une même action. Elle est utilisée

pour mettre l’accent sur le mot principal.

Exemple :

MINCEUR 24

Favorise l‟élimination des calories le jour, raffermit les tissus la nuit. Parce qu‟on ne mincit pas de la façon le jour et la nuit, la Recherche des Laboratoires Forté Pharma a mis au point le 1er programme Minceur jour et nuit : Minceur 24. Sa formule ‘‘jour’’ combine 6 ingrédients phyto-actifs qui favorisent le drainage et stimulent la combustion des calories. Sa formule ‘‘nuit’’ contient de L‟Oxylia, un principe exclusif, 100% naturel et des CLA (acides linoléique conjugués) pour prolonger le métabolisme minceur la nuit tout en raffermissant les tissus. Une efficacité Minceur globale prouvée par deux études versus placebo. Tout est réuni pour faire de Minceur 24 votre atout le plus sûr … 24 heures sur 24. (Femme Actuelle, N˚ 1153 pg 31)

2) Synonymie

La synonymie désigne une relation entre deux mots ou deux

(12)

xii

xii

Des mots sons dits synonymes lorsqu’ils peuvent être remplacés

l’un par l’autre dans un contexte, sans modification majeure de sens

(www.espacefrançais.com/vocabulaire/mots.html)

Example :

Favorise l’élimination des calories le jour, raffermit les tissus la nuit. Parce qu‟on ne mincit pas de la même façon le jour et la nuit, la

Recherche des Laboratoires Forté Pharma a mis au point le 1er programme Minceur jour et nuit : Minceur 24. Sa formule „„jour‟‟

combine 6 ingrédients phyto-actifs qui favorisent le drainage et stimulent la combustion des calories (Femme Actuelle, N˚ 1153 pg 31)

3) Hyponymie

L’hyponymie est un mot dont le sens est compris le sens d’autres

mots au sens moins restreints (http://fr.wikiversity.org).

Exemple :

Armoire est un hyponyme de meuble, car une armoire est un

meuble mais qui a des spécificités (taille, forme, utilité).

4) Métonymie

La métonymie est une figure très courante, qui consiste à remplacer

le terme propre par un autre qui lui est proche ou qui en représente une

qualité cause, possession, partie, et qui a avec lui une relation logique.

Exemple :

Je regarde la télé tous les soirs.

(13)

xiii

xiii 5) Antonymie

On dit de deux mots que ce sont des antonymies lorsqu’ils ont un

sens contraire. Deux antonymes doivent être de même nature.

Example :

„Calme‟ et „anxieuse‟ sont des antonymes.

Cela signifie par exemple que „calme‟ et „anxieuse‟ ne le sont pas

car „calme‟ est un adjectif qualificatif et „anxieusement‟ est un adverbe : ce

sont deux natures (ou classes grammaticale) différentes.

b. La collocation

Collocation est l’association attendue d’un mot à un autre au sein d’un

texte, sur le même domaine.

Exemple :

À Palembang, l’échec de la moisson menace les paysans. Ses rizières ont inondé depuis deux jours.

Dans exemple, dont les paysans sont exactement la collocation

avec ses rizières, l’échec de la moisson.

III. LES TYPES DE MOT

Le type de mots est un groupe de mots dans une unité de langue par

catégorie de forme, la fonction et le sens de l'unité de système grammatical.

(14)

xiv

xiv a. Nom

Selon Mauger (1968:1) le nom désigne (ou nomme) les êtres animés

(personnes, animaux) et les choses (objets, actions, idées, sentiments).

b. Article

Selon Mauger (1968:211) L’article est un des éléments les plus

remarquables du français. Précédant le nom (ou l’adjectif épithète) et il lui

permet de se manifester dans la phrase.

c. Pronoms

Selon Mauger (Les pronoms sont des représentants lorsqu’ils

reprennent (se substituent à), un terme présent dans la phrase, terme

souvent placé avant.

d. Verbe

Menurut Mauger (1968:603) un verbe est à la forme pronominale

quand il a pour complement d’objet formal un pronom renvoyant au sujet.

e. Adjectifs

On appelle adjectif une catégorie de mot qui s’adjoint au nom pour

exprimer une qualité (adjectif qualitatif), une relation (adjectif relationnel)

au pour permettre à celui-ci d’être actualisé dans une phrase (adjectif

déterminatif).

f. Adverbe

Selon Mauger (1968:830) on désigne sous le nom d’adverbes des

termes invariables.

g. Préposition

Selon Mauger (1968:329) la préposition est une partie du discours

(15)

xv

xv h. Conjonctions

Les conjonctions est une catégorie qui a une fonction à développer

autres unité de la hipotaksis de construction et rilie toujours deux ou

plusieur autre unités dans la construction. (http://www.linternaute.com).

IV. UNITÉ GRAMMATICALE

Unité grammaticale est des unités qui contiennent un sens, tant le sens

lexical que grammaticale. Unité grammaticale sous forme :

a. Syntagme

b. Proposition

c. Phrase

V. MÉTHODE DE LA RECHERCHE

La méthode utilisée dans cette recherche est l’approche descriptive

qualitative car cette recherche a pour but de décrire les types de la cohésion

lexicale dans la publicité de Femme Actuelle. Les données trouvées ont été

analysée en utilisant la technique Triage de Constituen Déterminant ‘PUP’.

VI. L’ANALYSE

J’ai analysé la cohésion lexicale dans la publicité et j’ai relève un

exemple pour chaque type. Ci-dessous sont les exemples des analyses de

données :

A. La réitération

1. Répétition

(16)

xvi

xvi La source: FA, Nº 1153 page 41

(1)Femme 24, pour passer le cap en douceur. (2) nous sommes nombreuse à subir des désagréments liés à la ménopause. (3) En associant deux formules spécifique, Femme 24 vous aide de jour comme de nuit à soulager bouffes de chaleur, sueurs nocturnes, irritabilité et favorise un sommeil réparateur.

Le syntagme nominale Femme 24 dans la phrase (1) a été fait la

répétition dans la phrase (3). Ceci indique que le syntagme nominal qui

édifié discours publicitaire sont interdépendantes cohérent.

2. Synonymie

Laboratoires Forté Pharma a mis au point programme Minceur jour et nuit : Minceur 24. (4) Sa formule „„jour‟‟ combine 6 ingrédients phyto-actifs qui favorisent le drainage et stimulent la combustion des calories.

(5) Sa formule „„nuit‟‟ contient de L‟Oxylia, un principe exclusif, 100%

naturel et des CLA (acide des linoléique conjugués) pour prolonger le métabolisme minceur la nuit tout en raffermissant les tissus. (6) Une efficacité Minceur globale prouvée par deux études versus placebo. Tout

est réuni pour faire de Minceur 24 votre atout le plus sûr … 24 heures sur 24.

Il ya deux synonymie, le syntagme nominal Minceur 24 de la phrase

(1) et le syntagme nominal programme Minceur jour et nuit : Minceur 24

de la phrase (3) sont synonymies. Ensuite, le syntagme le jour et la nuit de

(17)

xvii

xvii La donnée : 6

La source: FA, Nº 1153 page 70

(1)Habillez-vous de fraîcheur. (2) Dash 2en1 source de Fraîcheur.

(3) La combinaison harmonieuse d‟une lessive, d‟un adoucissant naturel

et de minéraux essentiels. (4) Laissez-vous toucher par la nature.

Sur les données (6), Laissez-vous toucher par la nature s’associer

avec le agrément de l’utilisée Dash. L’utilisation de mot Laissez-vous

toucher par la nature pour trouver la beauté de la langue.

B. La collocation

La donne : 2

La source: FA, Nº 1153 page 31

(1)MINCEUR 24 mincissez le jour et la nuit. (2) Favorise l’élimination des calories le jour, raffermit les tissus la nuit. (3) parce

qu‟on ne mincit pas de la façon le jour et la nuit, la Recherche Laboratoires Forté Pharma a mis au point le 1er programme Minceur jour et nuit : Minceur 24. (4) Sa formule ‘‘jour’’ combine 6 ingrédients phyto-actifs qui favorisent le drainage et stimulent la combustion des calories. (5) Sa formule ‘‘nuit’’ contient de L’Oxylia, un principe exclusif, 100% naturel et des CLA (acides linoléique conjugués) pour prolonger le métabolisme minceur la nuit tout en raffermissant les tissus. (6) Une efficacité Minceur globale prouvée par deux études versus

placebo. Tout est réuni pour faire de Minceur 24 votre atout le plus sûr …

24 heures sur 24.

Les mots du dessus en épais forment de collocation, parce que tous

les éléments du discours ont des relations sémantiques.

VII. CONCLUSION

Le résultat montre qu’il y a 7 répétitions, 2 synonymies, 2

métonymies, et 8 collocations. On peut en conclure que le premier des

discours de la publicité ont tendance à utiliser la cohésion lexicale, que ce

(18)

xviii

xviii

lexicale il y a 3 formes à savoir la répétition, la synonimie, et la

métonymie. Troisième, tous les discours contiennent la collocation, parce

que les éléments constitutifs du discours ont une sémantique et tous

(19)

xix

2.1.2 Pengertian Kohesi Gramatikal. ... 8

(20)

xx 3.1 Pendekatan Penelitian. ... 20

3.2 Data dan Sumber Data. ... 20

3.3 Metode dan Teknik Penyediaan Data. ... 21

3.4 Metode Analisis Data. ... 22

3.5 Metode dan Teknik penyajian Hasil Analisis Data. ... 23

BAB 4 ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN 4.1 Reiterasi. ... 25

4.1.1 Repetisi. ... 25

4.1.2 Sinonimi. ... 32

4.1.3 Metonimi. ... 34

(21)

xxi

xxi BAB 5 PENUTUP

5.1 Simpulan. ... 39

5.2 Saran. ... 40

DAFTAR PUSTAKA. ... 41

(22)

1 BAB 1 PENDAHULUAN

1.1Latar Belakang Masalah

Komunikasi merupakan proses penyampaian pesan dalam bentuk lambang

bermakna sebagai panduan pikiran dan perasaan berupa ide, informasi,

kepercayaan, harapan, imbauan, dan sebagainya yang dilakukan oleh seseorang

kepada orang lain baik secara langsung (tatap muka) maupun tidak langsung

(melalui media) yang bertujuan mengubah sikap, pandangan dan perilaku (Efendy

dalam bensi 2002:1).

Salah satu bentuk alat komunikasi tidak langsung adalah iklan. Dalam

penyampaiannya, iklan dapat ditampilkan dalam berbagai media, salah satunya

adalah media cetak seperti surat kabar, dan majalah. Menurut Kasali (1995: 9)

iklan adalah pesan yang menawarkan suatu produk yang ditujukan kepada

masyarakat lewat suatu media dan iklan lebih diarahkan untuk membujuk orang

supaya membeli. Untuk tujuan tersebut iklan dibuat semenarik mungkin. Iklan di

media cetak selain mengandung aspek verbal yaitu aspek kebahasaan juga

mengandung aspek non verbal, yaitu berupa ilustrasi (foto, gambar dengan

berbagai pose, aksesoris, warna dan sebagainya). Iklan yang dipasang di media

cetak memiliki keungulan dibandingkan dengan iklan di media elektronik. Iklan di

media cetak dapat dibaca setiap saat, bisa dilihat berulang-ulang dan

terdokumentasi sehingga dapat dijadikan bukti autentik untuk suatu keperluan,

sementara iklan di media elektronik seperti di radio atau televisi hanya didengar

(23)

2

Iklan cetak tidak mungkin memunculkan suara atau musik. Oleh karena

itu, kekuatan iklan media cetak terletak pada kata-kata, yaitu bahasa yang dipakai

serta gambar atau foto (Sudiono 1986: 34). Sebagai bentuk wacana, bahasa iklan

memiliki ciri dan karakter tertentu. Dalam iklan, penggunaan bahasa menjadi

salah satu aspek penting bagi keberhasilan iklan. Oleh karena itu, bahasa iklan

harus mampu menjadi manifestasi atau presentasi dari hal yang diinginkan pihak

pengiklanan kepada masyarakat luas. Tujuannya ialah mempengaruhi masyarakat

agar tertarik dengan sesuatu yang diiklankan.

Bahasa iklan memegang peranan sangat vital dalam menyampaikan

maksud iklan itu sendiri. Berkaitan dengan hal itu, maka informasi yang

dinyatakan dalam kalimat yang satu berhubungan erat dengan informasi yang

dinyatakan dalam kalimat lain, atau dengan kata lain informasi-informasi yang

dinyatakan dalam sejumlah kalimat yang membentuk paragraf itu berhubungan

erat atau sangat padu (Ramlan 1993: 9). Kepaduan itu merupakan syarat

keberhasilan suatu paragraf atau wacana, dalam hal ini wacana iklan. Seperti

halnya Ramlan, Alwi (2003: 41) juga mengungkapkan bahwa wacana adalah

rentetan kalimat yang berkaitan sehingga terbentuklah makna yang serasi diantara

kalimat-kalimat itu.

Kepaduan yang menunjuk pada keterkaitan antarproposisi yang secara

eksplisit diungkapkan oleh kalimat-kalimat yang digunakan disebut kohesi (Alwi

2003: 41). Menurut Halliday dan Hasan (1976: 4) kohesi adalah kaitan semantis

antara satu unsur bahasa dengan unsur lainnya dalam paragraf, baik secara

leksikal maupun gramatikal. Kohesi terdiri atas dua tipe, yaitu kohesi gramatikal

dan kohesi leksikal. Kohesi gramatikal adalah perpaduan bentuk antarkalimat

(24)

3

perpaduan bentuk antarkalimat yang diwujudkan dalam sistem leksikal. Yuwono

(2005:98) menjelaskan kriteria kohesi leksikal dibagi ke dalam reiterasi (yang

mencakup repetisi, sinonim, hiponim, metonimi, dan antonimi) dan kolokasi.

Oleh karena kepaduan makna memegang peranan penting dalam bahasa

iklan untuk menyampaikan maksud iklan itu sendiri, maka penelitian ini

memfokuskan untuk meneliti penanda atau pemarkah leksikal apa saja yang

mampu menunjang terbentuknya kepaduan makna dalam wacana-wacana iklan

yang terdapat dalam majalah Femme Actuelle (FA) edisi bulan Oktober dan

November. Kajian penelitian ini difokuskan pada wacana iklan komersial, karena

di dalam majalah tersebut banyak ditemukan iklan komersial, seperti

mempromosikan produk kecantikan dan sebagainya, majalah ini juga mudah

ditemukan di Indonesia dibandingkan majalah-majalah Prancis yang lainnya.

Adapun iklan yang mengandung penanda kohesi leksikal pada majalah FA

tersebut dapat dilihat pada contoh berikut.

MINCEUR 24

(1)Favorise l‟élimination des calories le jour, raffermit les tissus la nuit. (2)Parce qu‟on ne mincit pas de la même façon le jour et la nuit, la Recherche des Laboratoires Forté Pharma a mis au point le 1er programme Minceur jour et nuit : Minceur 24. (3)Sa formule „„jour‟‟

combine 6 ingrédients phyto-actifs qui favorisent le drainage et stimulent la combustion des calories.(4) Sa formule „„nuit‟‟contient de L‟Oxylia, un principe exclusif, 100% naturel et des CLA (acides linoléique conjugués) pour prolonger le métabolisme minceur la nuit tout en raffermissant les tissus.(5)Une efficacité Minceur globale prouvée par deux études versus placebo. Tout est réuni pour faire de Minceur 24 votre atout le plus sûr … 24 heures sur 24. (FA, N˚ 1153 pg 31).

MINCEUR 24

(25)

4

Formula malam hari berisi Oxylia, sebuah bahan khusus, 100% alami dan beberapa asam linoleat untuk memperpanjang metabolisme pelangsingan malam hari serta mengencangkan jaringan kulit. Keampuhan Minceur global dibuktikan oleh dua studi melawan placebo, semua berkumpul memakai Minceur 24 yang aman sampai 24 jam.’

Contoh di atas menunjukkan penggunaan repetisi dan sinonimi.

Penggunaan repetisi ada 4, yaitu pertama pada frasa nominal le jour (kalimat 1)

yang diulang pada frasa nominal le jour pada kalimat (2). Kedua, terdapat pada

frasa nominal la nuit kalimat (1) yang diulang pada frasa nominal la nuit kalimat

(2). Ketiga, frasa nominal minceur 24 pada judul diulang pada frasa nominal

minceur pada kalimat (2), (4), dan (5). Penggunaan repetisi yang terakhir, yaitu

terdapat pada frasa nominal des calories pada kalimat (1) yang diulang pada frasa

nominal des calories kalimat (3).

Adapun penggunaan sinonimi ada 2, yaitu terdapat pada frasa nominal le

1er programme Minceur jour et nuit : Minceur 24 pada kalimat (2) yang

bersinonim dengan frasa nominal minceur pada judul, dan terdapat pada frasa

nominal le jour et la nuit kalimat (2) yang bersinonim dengan frasa nominal 24

heures sur 24 (kalimat 5).

1.2Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian yang terdapat dalam latar belakang di atas, maka

permasalahan yang akan dikaji adalah:

1. Bentuk kohesi leksikal apa sajakah yang digunakan pada iklan

komersial dalam majalah FA edisi bulan Oktober dan November?

2. Apa saja kategori (kata atau frasa) yang digunakan pada iklan

(26)

5

1.3Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan penelitian ini dapat

dirumuskan sebagai berikut.

1. Mendeskripsikan bentuk kohesi leksikal yang digunakan pada iklan

komersial dalam majalah FA edisi bulan Oktober dan November.

2. Mendeskripsikan kategori (kata atau frasa) yang digunakan pada iklan

komersial majalah FA edisi bulan Oktober dan November.

1.4Manfaat Penelitian

Sesuai dengan permasalahan yang diteliti, penelitian ini diharapkan dapat

memberikan sumbangan pemikiran bagi pembelajar bahasa Prancis dalam

mempelajari bentuk-bentuk kohesi, jenis kata, dan satuan-satuan gramatikal,

sehingga mereka dapat lebih mudah memahami maknanya. Selain itu, penelitian

ini mampu membantu pembelajar bahasa Prancis meningkatkan keterampilan

membaca pesan yang tersirat pada wacana iklan.

1.5Sistematika Penelitian

Secara garis besar, skripsi ini terdiri atas tiga bagian, yaitu pendahuluan,

isi, dan penutup.

Bab I adalah Pendahuluan. Bab ini menjelaskan hal-hal yang berhubungan

dengan latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat

penelitian, dan sistematika skripsi.

Bab II adalah Landasan Teori. Dalam bab ini diuraikan landasan teori yang

(27)

6

yang mencakup pengertian kohesi dan bentuk-bentuk kohesi, meliputi reiterasi

dan kolokasi, teori kedua tentang jenis kata dan satuan-satuan gramatikal.

Bab III berisi pembahasan Metode Penelitian yang meliputi atas :

pendekatan penelitian, data dan sumber data, metode dan teknik penyediaan data,

metode dan teknik analisis data, metode dan teknik penyajian hasil analisis data.

Bab IV adalah Analisis Data. Pada bab ini menjelaskan tentang hasil

penelitian dan pembahasan, yang berisi tentang analisis kohesi leksikal yang

terdapat dalam majalah FA.

Bab V berisi Penutup, yang meliputi simpulan, saran, kemudian

(28)

7 BAB 2

LANDASAN TEORI

Teori-teori yang digunakan untuk mendukung penelitian ini adalah: (1)

kohesi, (2) jenis kata, dan (3) satuan-satuan gramatikal. Satu per satu teori-teori

tersebut di bahas di bawah ini:

2.1 Kohesi

2.1.1 Pengertian Kohesi

Terdapat beberapa konsep yang membahas pengertian kohesi, Halliday

dan Hasan yang dikutip oleh Himawati (2007:8) menyatakan bahwa kohesi

adalah keterkaitan semantis antara satu kalimat dengan kalimat lain dalam satu

teks. Kohesi merupakan suatu keadaan yang dibutuhkan untuk mencapai kesatuan

makna yang dimiliki teks. Dalam konteks wacana, Mulyana (2005:132)

mengartikan kohesi sebagai kepaduan bentuk yang secara struktural membentuk

suatu ikatan sintaksis. Dalam penjelasannya tentang konsep kohesi, Mulyana

(2005:133) mengatakan bahwa konsep kohesi mengacu pada hubungan bentuk.

Artinya, unsur-unsur (kata atau kalimat) yang digunakan untuk menyusun suatu

wacana memiliki keterkaitan yang padu dan utuh. Dengan kata lain, kohesi adalah

aspek internal dari struktur wacana.

Mulyana yang mengutip Moeliono kemudian dikutip lagi oleh Yuwono

(2005:133) menegaskan bahwa wacana yang baik dan utuh adalah jika

kalimat-kalimatnya bersifat kohesif. Hanya melalui hubungan yang kohesif, maka suatu

unsur dalam wacana dapat diinterpretasikan sesuai dengan ketergantungannya

(29)

8

diciptakan secara formal oleh bahasa, yang disebut pemarkah kohesi (2005:96).

Hubungan kohesif dalam wacana sering ditandai oleh pemarkah (penanda) khusus

yang bersifat lingual-formal

Selanjutnya Baylon (2005:201) mengemukakan bahwa “La cohésion est ensuite analysée en deux types et suivant deux directions. Les types

opposent d‟une part une cohésion grammaticale, subdivisée en quatre catégories: référence, substitution, ellipse et conjunction, d‟autre part une

cohésion lexicale, à son tour subdivisée en deux catégories: réiteration et

collocation.”

‘Kohesi dianalisis dalam dua jenis dan dua arah. Jenis kohesi gramatikal, dibagi menjadi empat kategori: referensi, substitusi, elipsis dan konjungsi,

sedangkan kohesi leksikal, dibagi dua kategori: reiterasi dan kolokasi’.

2.1.2 Pengertian Kohesi Gramatikal

Kohesi gramatikal adalah hubungan semantis antarunsur yang dimarkahi

alat gramatikal atau alat bahasa yang digunakan dalam kaitannya dengan tata

bahasa (Yuwono, 2005:96). Kohesi gramatikal ini meliputi referensi, substitusi,

elipsis, dan konjungsi.

2.1.3 Pengertian Kohesi Leksikal

Kohesi leksikal adalah hubungan leksikal antara bagian-bagian wacana

untuk mendapatkan keserasian struktur secara kohesif (Mulyana 2005:134).

Kohesi leksikal terjadi apabila dua unsur dalam suatu teks dihubungkan melalui

satu kriteria semantik (Nunan 1992:14). Mulyana (2005:134) mengungkapkan

tujuan digunakannya aspek-aspek leksikal itu diantaranya ialah untuk

mendapatkan efek intensitas makna bahasa, kejelasan informasi dan keindahan

(30)

9

Secara garis besar, kohesi leksikal adalah adanya dua unsur dalam suatu

teks yang dihubungkan melalui satu kriteria semantik guna mendapatkan efek

intensitas makna bahasa, kejelasan informasi dan keindahan bahasa.

2.1.4 Bentuk-bentuk Kohesi Leksikal

Menurut Yuwono (2005:98) kohesi leksikal dapat diwujudkan dengan

reiterasi (yang mencakup repetisi, sinonimi, hiponimi, metonimi dan antonimi),

dan kolokasi. Halliday dan Hasan dalam Nunan (1992:14) menyatakan bahwa

kriteria kohesi leksikal dibagi ke dalam reiterasi (yang mencakup repetisi,

sinonim, superordinat dan unsur umum), dan kolokasi.

Pada dasarnya superordinat dan unsur umum mempunyai pengertian

makna yang sama yaitu tentang bentuk umum dan bentuk khusus pada kata.

Halliday dan Hasan (1976:275) mengemukakan bahwa bagian yang mengacu

pada kelas yang umum disebut superordinat, sedangkan bagian yang mengacu

pada sub-kelasnya dikenal dengan hiponim. Hubungan unsur umum ini juga

ditandai oleh munculnya kata khusus dan kata umum. Hanya saja kata khusus

menjadi acuan pada kata umum dalam kalimat selanjutnya (Himawati 2007:18).

Maka dari itu, penulis memakai teori Yuwono karena perwujudan tentang

pemarkah kohesi leksikal ini lebih luas penjabarannya. Adapun pemarkah kohesi

leksikal diwujudkan sebagai berikut :

2.1.4.1 Reiterasi

Menurut Halliday dan Hasan (1976:278) reiterasi adalah sebuah bentuk

kohesi leksikal yang melibatkan pengulangan item leksikal pada sejumlah benda

(31)

10

superordinat. Sejalan dengan Halliday dan Hasan, Yuwono (2005:99)

mengungkapkan reiterasi adalah pengulangan kata-kata pada kalimat berikutnya

untuk memberikan penekanan bahwa kata-kata tersebut merupakan fokus

pembicaraan.

1) Repetisi (Pengulangan)

Menurut Yuwono (2005:99), repetisi merupakan pengulangan kata yang

sama. Pengulangan kata yang sama pada peristiwa tertentu dalam sebuah wacana

menunjukkan bahwa kalimat-kalimat dalam wacana tersebut saling berkaitan

untuk membangun wacana yang utuh (koheren). Repetisi dilakukan untuk

menandai kata yang dipentingkan. Penggunaan repetisi dapat terlihat pada contoh

berikut ini.

MINCEUR 24

(1)Favorise l‟élimination des calories le jour, raffermit les tissus la nuit. (2) parce qu‟on ne mincit pas de la façon le jour et la nuit, la Recherche des Laboratoires Forté Pharma a mis au point le 1er programme Minceur jour et nuit : Minceur 24. (3) Sa formule „„jour‟‟ combine 6 ingrédients phyto-actifs qui favorisent le drainage et stimulent la combustion des calories. (4) Sa formule „„nuit‟‟ contient de L‟Oxylia, un principe exclusif,

100% naturel et des CLA (acides linoléique conjugués) pour prolonger le métabolisme minceur la nuit tout en raffermissant les tissus. (5) Une efficacité Minceur globale prouvée par deux études versus placebo. (6) Tout est réuni pour faire de Minceur 24 votre atout le plus sûr … 24

heures sur 24. (FA, N˚ 1153 pg 31)

(32)

11

oleh dua studi melawan placebo, semua berkumpul memakai Minceur 24 yang aman sampai 24 jam.’

Pada contoh di atas terdapat 4 repetisi, yaitu pertama pada frasa nominal

le jour (kalimat 1) yang diulang pada frasa nominal le jour pada kalimat (2).

Kedua, terdapat pada frasa nominal la nuit kalimat (1) yang diulang pada frasa

nominal la nuit kalimat (2). Ketiga, frasa nominal minceur pada judul diulang

pada frasa nominal minceur pada kalimat (2), (4), (5), dan (6). Penggunaan

repetisi yang terakhir, yaitu terdapat pada frasa nominal des calories pada kalimat

(1) yang diulang pada frasa nominal des calories kalimat (3).

2) Sinonimi

Kohesi leksikal juga dapat terjadi dengan adanya pilihan kata yang secara

semantik mempunyai makna yang sama atau hampir sama dengan kata yang telah

digunakan sebelumnya.

Menurut Pougeoise (1996:417) synonyme est un mot de même sens qu‟un autre (ou de sens très voisin) mais qui peut cependant comporter des particularités au niveau de sa valeur expressive, de son sens contextuel,

des connotations qu‟il suggère, etc.

‘Sinonimi adalah kata yang maknanya sama dengan kata yang lain (kata yang maknanya hampir sama atau berdekatan) tetapi yang mengandung ciri-ciri

yang sejajar dengan nilai kata yang diungkapkan, dengan makna kontekstualnya,

atau dengan konotasi-konotasinya’.

Sejalan dengan Pougeoise, Baylon (2005 :109) mengungkapkan sinonimi

sebagai berikut :

„La synonymie désigne une relation entre deux mots ou deux expressions

(33)

12

‘Sinonimi menggambarkan sebuah hubungan antara dua kata atau dua

pernyataan yang mempunyai makna sama atau hampir sama.’

„Des mots sont dits synonymes lorsqu‟ils peuvent etre replacés l‟un par l‟autre dans un contexte, sans modification majeure du sens

(www.espacefrancais.com/vocabulaire/mots.html).

‘Beberapa kata dikatakan sinonim apabila kata dapat digantikan oleh kata

yang lain dalam sebuah konteks, tanpa mengubah makna yang sebenarnya’.

Penggunaan sinonimi dapat dilihat pada contoh berikut ini.

MINCEUR 24

……, (2) Parce qu‟on ne mincit pas de la même façon le jour et la nuit, la

Recherche des Laboratoires Forté Pharma a mis au point le 1er programme Minceur jour et nuit : Minceur 24. (5) Une efficacité Minceur globale prouvée par deux études versus placebo. (6) Tout est réuni pour faire de Minceur 24 votre atout le plus sûr … 24 heures sur 24. (FA, N˚ 1153 pg 31)

……, Karena orang tidak langsing dengan cara yang sama di siang dan di malam hari, nutrisi ini bisa dicari di beberapa Laboratorium Forté Pharma yang telah menggunakan program Minceur jour et nuit : Minceur 24. Keampuhan Minceur global dibuktikan oleh dua studi melawan placebo, semua berkumpul memakai Minceur 24 yang aman sampai 24 jam.’

Pada contoh di atas menunjukkan sinonimi, yaitu terdapat pada frasa

nominal Minceur jour et nuit : Minceur 24 pada kalimat (2) yang bersinonim

dengan frasa nominal minceur pada judul, dan terdapat pada frasa nominal le

jour et la nuit kalimat (2) yang bersinonim dengan frasa nominal 24 heures sur

24 (kalimat 6).

3) Hiponimi

Yuwono (2005 :99) mengungkapkan bahwa hiponimi adalah hubungan

(34)

13

Un hyponyme est un mot dont le sens est compris le sens d‟autres mots au

sens mois restreints.

(http://fr.wikiversity.org/wiki/hyperonymes et hyponymes)

‘Hiponimi adalah sebuah kata yang maknanya tercakupi dengan makna kata lain yang lebih terbatas.’

Penggunaan hiponimi dapat dilihat pada contoh berikut ini.

Armoire adalah hyponimi dari meuble, karena makna dari. armoire tercakupi di dalam meuble.

4) Metonimi

Metonimi adalah hubungan antara nama untuk benda yang lain yang

berasosiasi atau yang menjadi atributnya. (Yuwono 2005 :99).

Menurut situs http://www.linternaute.com la métonymie est une figure très courante, qui consiste à remplacer le terme propre par un autre qui lui est

proche ou qui en représente une qualité (cause, possession, partie…) et

qui avec lui une relation logique.

Dari definisi diatas dapat disimpulkan bahwa metonimi adalah

penggantian nama dengan istilah lain yang maknanya dekat, yang bisa

merepresentasikan kualitas melalui hubungan yang bersifat logis.

Penggunaan metonimi dapat dilihat pada contoh berikut ini.

Je regarde la télé tous les soirs. ‘Saya menonton televisi setiap malam’

Dalam contoh di atas yang diambil dari www.linternaute.com, sebenarnya

bukan televisi yang ditonton akan tetapi siaran atau acara televisi. Jadi, yang

menjadi acuan dari kata la télé ‘televisi’ pada kalimat di atas adalah siaran

(35)

14

5) Antonimi

Menurut Baylon (2005 :109) l‟antonymie, qui indique que par rapport à

un mot (ou à sens d‟un mot), on a affaire au mot de sens opposé (ou à un

sens opposé).

Dua kata dikatakan antonim apabila mempunyai makna yang berlawanan

tetapi mempunyai jenis kata yang sama.

Penggunaan antonimi dapat dilihat pada contoh berikut ini:

Kata ‘calme’ (tenang) merupakan antonim dari kata ‘anxieuse’ (cemas), karena memiliki makna yang berlawanan dan kedua kata tersebut mempunyai jenis kata yang sama yaitu adjectif.

2.1.4.2 Kolokasi

Kolokasi adalah asosiasi yang tetap antara kata dengan kata lain yang

berdampingan dalam kalimat (Kridalaksana 1992 :113). Menurut Tallei

(1988 :31) kolokasi adalah penggunaan kata yang masih berada dalam lingkungan

yang sama. Kolokasi menunjuk pada hubungan sintagmatik yang terdapat antara

kata-kata atau unsur-unsur leksikal itu. Contohnya, cabai, bawang, trasi, garam,

mrica, dan lada, berada dalam satu kolokasi, yaitu ‘bumbu dapur’. Hal yang sama

juga diungkapkan oleh Yuwono (2005 :100) bahwa kolokasi adalah hubungan

antarkata yang berada pada lingkungan atau bidang yang sama. Selain itu,

kolokasi juga merupakan alat kohesi leksikal yang sangat kompleks cakupannya

karena meliputi semua unsur dalam teks yang mempunyai hubungan semantik

(Nunan 1993:29)

Berikut ini adalah contoh penggunaan kata-kata yang berkolokasi:

(36)

15

et sans grumeaux. Enrober chaque rondelle avec la pâte, les faire plonger au fur et à mesure dans un bain d'huile chaud jusqu'à ce qu'ils soient dorés de tous les cotés, les égoutter sur du papier absorbant, saupoudrer de sucre glacé et cannelle.

Cara kerja: ‘Kupas pisang dan potong-potong menjadi irisan. Masukkan tepung ke dalam mangkuk, buat cekungan di tengahnya, tambahkan telur kocok, gula, minyak, gula beraroma vanili, garam, aduk rata, tambahkan susu secara bertahap dan uleni sampai adonan kalis dan tidak menggumpal. Lapisi setiap irisan dengan adonan, masukkan ke dalam minyak panas sampai setiap sisinya berwarna kecoklatan, tiriskan di atas tisu, taburi dengan gula glasir dan kayu manis.

Pada contoh terdapat kata-kata yang berkolokasi yaitu bananes ‘pisang’,

farine ‘tepung’, oeufs ‘telur’, sucre ‘gula’, huile ‘minyak’, sel ‘garam’,

‘Nomina mengacu pada (nama) makhluk hidup (manusia, hewan) dan

sesuatu hal (benda, tindakan, gagasan, dan perasaan)’. Berikut ini contoh remarquables du français. Précédant le nom (ou l‟adjectif épithète) et il lui permet de se manifester dans la phrase.

‘Artikel adalah elemen-elemen yang patut diperhatikan dalam bahasa

Prancis. Nama sebelumnya (kata sifat) dan memungkinkan untuk terwujud

(37)

16

Berikut ini contoh artikel:

J‟ai cassè un chaise rouge.

‘saya telah menghancurkan sebuah kursi bewarna merah’

c. Pronoms

Menurut Mauger (1968:418) Les pronoms sont des représentants

lorsqu‟ils reprennent (se substituent à), un terme présent dans la phrase, terme souvent placé avant.

‘kata ganti adalah perwakilan ketika pronomina kembali (untuk

mengganti) sebuah istilah bentuk waktu sekarang dalam kalimat, istilah

sering ditempatkan sebelumnya’. Berikut contoh pronom:

J‟ai vu une lionne, elle était avec ses petits.

‘saya melihat singa, dia bersama anak-anaknya’.

(www.linternaute.com).

d. Verbe

Menurut Mauger (1968:603) un verbe est à la forme pronominale

quand il a pour complement d‟objet formal un pronom renvoyant au sujet.

‘Verba adalah dari bentuk pronominal ketika memiliki objek

pelengkap kata ganti formal yang mengacu pada subjek’. Berikut ini contoh

verba:

Elle se voit ‘Dia melihat’

e. Adjectifs

On appelle adjectif une catégorie de mot qui s‟adjoint au nom pour

exprimer une qualité (adjectif qualitatif), une relation (adjectif relationnel) au pour permettre à celui-ci d‟être actualisé dans une phrase (adjectif déterminatif). (http://fr.wukipedia.org/wiki/Adjectif).

‘Disebut adjektif sebuah kategori kata yang mewakili nama untuk

(38)

17

untuk membiarkan itu telah diaktualisasikan dalam kalimat ( kata sifat

determinatif)’. Berikut ini contoh adjektiva.:

Le beau de cette image est sa simplicite.

‘yang indah dari gambar ini adalah kesederhanaannya’

(www.linternaute.com).

f. Adverbe

Menurut Mauger (1968:830) on désigne sous le nom d‟adverbes des termes invariables. appartient à la catégorie des mots de liaision.

‘Préposisi merupakan bagian dari wacana yang termasuk kategori

yang menghubungkan kata-kata’.Berikut ini contoh preposisi:

Elle va à la boulangerie. ‘dia pergi ke toko roti’

(www.linternaute.com).

h. Conjunctions

Menurut situs http://wwww.linternaute.com les conjonctions est une catégorie qui a une fonction à développer autres unité de la hipotaksis de construction et rilie toujours deux ou plusieur autre unités dans la construction.

‘Konjungsi adalah kategori yang berfungsi untuk meluaskan satuan

yang lain dalam kontruksi hipotaksis dan selalu menghubungkan dua satuan

(39)

18

Berikut ini contoh konjungsi:

Je veux le faire, mais je n‟ai pas d‟argent.

‘saya ingin melakukannya, tetapi saya tidak mempunyai uang’

2.3 Satuan Gramatikal

Menurut situs www.larousse.fr/dictionnaires/francais/ Phrase, unité

grammaticale composée d‟éléments ordonnés, capable de porter l‟énonce complet d‟un proposition.

‘Satuan gramatikal terdiri dari elemen-elemen penyusun, mampu

membawa pernyataan komplek dalam sebuah klausa’. Berikut pembagian

satuan gramatikal:

a. Syntagme

On appelle syntagme, l‟unitévsyntagme plus ou moins complexe située

entre la limite supérieure de la syntagme, constituée par la phrase, et la limite inférieure, constituée par simple (unité de base indissociable, ou élément terminal). (www.fr.wikipedia.org/wiki/Syntagme)

‘Disebut frasa, satuan sintaksis lebih atau kurang komplek terletak

antara batas atas sntak, yang terdiri dari kalimat, dan batas bawah, terdiri

dari satuan dasar yang tidak dapat dipisahkan dan elemen terminal. Berikut

ini contoh frasa:

Un home ‘seorang pria’

b. Proposition

Menurut Mauger (1968) une proposition est dite indépendante quand elle forme, à seule une phrase.

‘klausa bisa berdiri sendiri ketika membentuk satu kalimat’. Berikut

ini contoh klausa:

(40)

19

c. Phrase

Menurut mauger (1968) La phrase est l'expression, plus ou moins complexe, mais offrant un sens complet, d'une pensée, d'un sentiment, d'une volonté.

‘Kalimat adalah ekspresi, kurang atau lebih komplek, tetapi dengan

penuh rasa, pikiran, perasaan, keinginan. Berikut ini contoh kalimat:

Je suis étudiant ‘saya seorang mahasiswa’

Manfaat teori jenis kata dan satuan gramatikal ini, digunakan untuk

mengetahui kategori kata atau frasa yang digunakan pada iklan komersial majalah

(41)

20 BAB 3

METODOLOGI PENELITIAN

Di dalam bab metodologi penelitian ini akan dibicarakan pendekatan

penelitian, data dan sumber data, metode dan teknik penyediaan data, metode dan

teknik analisis data, serta metode dan teknik penyajian hasil analisis data.

3.1 Pendekatan Penelitian

Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian deskriptif

adalah penelitian yang menggunakan metode deskriptif yaitu metode yang

dilakukan semata-mata hanya berdasarkan fakta yang ada atau fenomena pada

penuturnya (Sudaryanto, 1992:62). Adapun pengertian penelitian kualitatif adalah

penelitian yang menggunakan metode kualitatif. Metode kualitatif adalah

penelitian terhadap suatu masalah yang tidak didesain atau dirancang

menggunakan prosedur-prodesur statistik (Subroto, 1992:5).

Jadi penelitian deskriptif kualitatif adalah penelitian yang menggunakan

metode deskriptif kualitatif yaitu mendeskripsikan serta memaparkan data yang

berdasarkan fakta yang ada, kemudian dilanjutkan dengan analisis data.

3.2Data dan Sumber Data

Sumber data dalam penelitian ini adalah majalah Femme Actuelle (FA)

edisi Oktober dan November, sedangkan data yang diambil dalam penelitian ini

(42)

21

3.3Metode dan Teknik Penyediaan Data

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode simak dengan

teknik dasar yang disebut teknik sadap dan teknik lanjutan yang disebut teknik

catat. Teknik sadap ini digunakan untuk mencari kohesi leksikal, jenis kata, dan

satuan gramatikal yang terdapat pada sumber data, kemudian mengidentifikasi

bentuk kohesi leksikal, jenis kata, dan satuan gramatikal yang ditemukan dalam

sumber data yang diteliti. Selanjutnya, data-data dari sumber data dikumpulkan

dengan menggunakan teknik catat, yaitu dengan mencatat data yang diperoleh ke

kartu data.

Berikut adalah contoh kartu data:

NO.DATA : A

Sumber data : B

IklanKomersial C

Analisis D

Repetisi

Sinonimi

Hiponimi

Metonimi

Antonimi Kolokasi

(43)

22

Keterangan

Kartu data dibagi menjadi empat bagian yang diuraukan sebagai berikut:

A. Bagian pertama berisi nomor data yang diperoleh.

B. Bagian kedua berisi sumber data.

C. Bagian ketiga berupa bentuk iklan seutuhnya.

D. Bagian keempat berisi analisis data atau analisis yang dijabarkan menjadi:

- Penggalan kalimat yang mengandung kohesi leksikal

- Kolom bentuk kohesi leksikal yang terdiri dari kolom repetisi, sinonimi,

hiponimi, metonimi, antonimi, dan kolokasi.

3.4Metode dan Teknik Analisis Data

Metode yang digunakan untuk menganalisis data adalah metode

distribusional, yaitu metode yang digunakan untuk tujuan-tujuan analisis wacana

secara internal. Biasanya analisis ini mengabaikan aspek eksternal wacana

(konteks). Alasannya, karena yang dipentingkan adalah membuat pemahaman

tentang struktur wacana sebagai satuan lingual yang tidak terkait dengan konteks

situasional. Adapun teknik yang digunakan untuk mengalisis data yang diteliti

adalah teknik dasar yang disebut teknik pilah unsur penentu atau teknik PUP,

yaitu teknik yang alatnya berupa daya pilah yang bersifat mental yang dimiliki

oleh penelitinya (Sudaryanto 1993:21). Adapun teknik lanjutannya adalah teknik

substitusi atau teknik ganti. Teknik substitusi adalah teknik analisis kalimat

dengan cara mengganti bagian atau unsur kalimat tertentu dengan unsur lain di

luar kalimat yang bersangkutan (Sudaryanto, 1985:27). Teknik ini diterapkan

untuk mengetahui dan menguji keserasian tautan makna dari suatu unsur dengan

(44)

23

3.5Metode dan Teknik Penyajian Hasil Analisis Data

Penyajian hasil analisis data ini merupakan langkah selanjutnya setelah

menganalisis data. Penyajian hasil analisis ini berisi segala hal yang ditemukan

dalam penelitian. Menurut Sudaryanto (1999:145) penyajian hasil penelitian dapat

dilakukan dengan dua cara, yakni dengan menggunakan metode formal dan

informal. Metode formal adalah perumusan dengan tanda dan lambang-lambang.

Metode penyajian hasil analisis yang digunakan peneliti dalam penelitian ini

adalah metode informal yaitu perumusan dengan kata-kata biasa.

Contoh analisis data:

NO.DATA :31 A

Sumber data : Femme Actuelle, N˚1153 pg 31 B

MINCEUR 24 C

(1)Favorise l‟élimination des calories le jour, raffermit les tissus la nuit. (2)Parce qu‟on ne mincit pas de la façon le jour et la nuit, la recherche des Laboratoires Forté Pharma a mis au point le 1er programme Minceur jour et nuit : Minceur 24.(3) Sa formule „jour‟ combine 6 ingrédients phyto-actifs qui favorisent le drainage et stimulent la combustion des calories. (4)Sa formule „nuit‟ contient de L‟Oxylia, un principe exclusif, 100% naturel et des CLA (acides linoléiques conjugués) pour prolonger le métabolisme minceur la nuit tout en raffermissant les tissus.(5)Une efficacité Minceur globale prouvée par deux études versus placebo, tout est réuni pour faire de Minceur 24 votre

atout le plus sûr…24 heures sur 24.

(45)

24

Karena orang tidak langsing dengan cara yang sama di siang dan di malam hari, nutrisi

ini bisa dicari di beberapa Laboratorium Forté Pharma yang telah menggunakan

program Minceur siang dan malam: Minceur 24. Keampuhan Minceur global dibuktikan

oleh dua studi melawan placebo, semua berkumpul memakai Minceur 24 yang aman

sampai 24 jam.’

Frasa nominal pada kalimat (2) bersinonim dengan frasa nomina pada kalimat (5)

karena keduanya mempunyai makna yang hampir sama. Penggunaan kedua frasa

nominal « jour et nuit » dan « 24 heures sur 24 » bertujuan untuk mendapatkan

keindahan bahasa pada iklan nutrisi pelangsingan. frasa nomina pada kalimat (2) bepadu

padan makna dengan frasa nomina pada kalimat (5), sehingga dengan sinonimi wacana

lebih bervariasi dan menarik.

Repetisi

Sinonimi

Hiponimi

Metonimi

Antonimi kolokasi

(46)

25 BAB 4

ANALISIS DAN PEMBAHASAN

Dalam bab ini diuraikan hasil analisis kohesi leksikal dalam iklan

komersial berbahasa Prancis yang terdapat dalam majalah Femme Actuelle edisi

30 Oktober sampai dengan 5 November 2006.

Dari hasil analisis, ditemukan data sebanyak 12 data. Data tersebut terdiri

dari suplemen wanita, sabun cuci, sepatu, vitamin rambut, dan nutrisi hewan.

Berikut ini adalah data yang ditemukan yang terdiri atas :

4.1. Reiterasi

Reiterasi adalah satu unsur leksikal yang mengacu kembali antara satu

dengan yang lainnya yang dikaitkan oleh keberadaan acuan yang umum (Halliday

dan Hasan 1976 :278). Menurut Yuwono (2005 :99) reiterasi adalah pengulangan

kata, frasa, atau klausa pada kalimat berikutnya untuk memberikan penekanan

bahwa kata, frasa, atau klausa tersebut merupakan fokus pembicaraan. Reiterasi

mencakup (1) repetisi, (2) sinonimi, (3) hiponimi, (4) metonimi, dan (5) antonimi.

4.1.1 Repetisi

Menurut Yuwono (2005:99), repetisi merupakan pengulangan kata, frasa,

klausa, atau kalimat yang sama. Pengulangan yang sama pada peristiwa tertentu

dalam sebuah wacana menunjukkan bahwa kalimat-kalimat dalam wacana

tersebut saling berkaitan untuk membangun wacana yang utuh (koheren). Repetisi

dilakukan untuk menandai kata yang dipentingkan. Untuk lebih jelasnya,

(47)

26

(1) (1)On peut les repousser de l’intérieur. (2)LIFTACTIV PRO Soin pro-fibrant anti-rides et fermeté. (3) Recharge la peau en fibres pour

(7)Hypoallergénique. (8) A l‟eau thermale de Vichy. (FA, N° 1153 pg 3).

(1) ‘Kita dapat menolak keriput dari dalam. (2) LIFTACTIV PRO merawat pro fibrant anti keriput dan kepadatan. (3) Kulit berisi dari serat-serat untuk menolak keriput yang tertanam. (4) Sampai perbaikan klinis 43% pada keriput dan kepadatan. (5) Dalam Fibrocyclamide, kompleks aktif pertama dapat menyusun kembali serat untuk memperkuat dorongan dinamis yang diberikan di bawah kulit. (6) Seperti menepuk-nepuk dari dalam, merentangkan kulit, keriput, bahkan bertatahkan, bersolek. (7) Hypoallergenik. (8) Sebuah air termal dari Vichy.’

Pada wacana LIFTACTIV PRO di atas terjadi beberapa repetisi atau

pengulangan, yaitu frasa preposisional de l‟intérieur‘dari dalam’ pada kalimat (1)

mengalami pengulangan de l‟intérieur pada kalimat (6). Kata rides ‘keriput’ pada

kalimat (2) mengalami pengulangan yang berupa kata rides pada kalimat (3), (4),

dan (6). Frasa nominal la peau ‘kulit’ pada kalimat (3) mengalami pengulangan

frasa nominal la peau pada kalimat (5) dan (6). Adjektif fermeté ‘ kepadatan’

pada kalimat (2) mengalami pengulangan berupa adjektif fermeté pada kalimat

(4). Kemudian kata incrustées ‘bertatahkan’ pada kalimat (3) mengalami

pengulangan, yakni kata incrustées pada kalimat (6). Hal ini menunjukkan bahwa

kata/frasa/klausa/kalimat yang membangun wacana iklan tersebut saling berkaitan

dengan padu atau kohesif. Wacana yang kohesif selalu menunjukkan kesatuan

makna (koheren), apalagi didukung dengan kecukupan informasi dalam wacana

seperti komposisi yang digunakan dan keungulan produk LIFTACTIV PRO,

(48)

27

baik oleh pembaca yang disasar (pemakai produk LIFTACTIV PRO yang

potensial).

(2) (1)MINCEUR 24 mincissez le jour et la nuit. (2)Favorise

l‟élimination des calories le jour, raffermit les tissus la nuit. (3) parce

qu‟on ne mincit pas de la façon le jour et la nuit, la Recherche des Laboratoires Forté Pharma a mis au point le 1er programme Minceur jour et nuit : Minceur 24. (4) Sa formule ‘‘jour’’ combine 6 ingrédients phyto-actifs qui favorisent le drainage et stimulent la combustion des calories. (5) Sa formule ‘‘nuit’’ contient de L‟Oxylia,

un principe exclusif, 100% naturel et des CLA (acides linoléique conjugués) pour prolonger le métabolisme minceur la nuit tout en raffermissant les tissus. (6) Une efficacité Minceur globale prouvée par deux études versus placebo. Tout est réuni pour faire de Minceur 24 votre atout le plus sûr … 24 heures sur 24. (FA, N° 1153 pg 31).

(1) ‘MINCEUR 24 langsing siang hari dan malam hari. (2) Membantu mengeluarkan kalori di siang hari, mengencangkan jaringan kulit di malam hari. (3) Karena orang tidak langsing dengan cara yang sama di siang dan di malam hari, penelitian Laboratorium Forté Pharma menyempurnakan program Minceur jour et nuit: Minceur 24. (3) Formula siang hari mengkombinasikan 6 bahan phyto-aktip yang memudahkan pembuangan dan merangsang pembakaran kalori. (4) Formula malam hari berisi Oxylia, sebuah bahan khusus, 100% alami dan beberapa asam linoleat untuk memperpanjang metabolisme pelangsingan malam hari serta mengencangkan jaringan kulit. (6) Keampuhan Minceur global dibuktikan oleh dua studi melawan placebo, semua berkumpul memakai Minceur 24 yang aman sampai 24 jam.’

Pada data (2) di atas, terdapat beberapa repetisi atau pengulangan. Repetisi

yang pertama yaitu frasa nominal minceur 24 pada kalimat (1) mengalami

pengulangan frasa nominal minceur 24 pada kalimat (3), (5), dan (6). Kedua, frasa

nominal le jour ‘siang hari’ pada kalimat (1) mengalami pengulangan, yakni frasa

nominal le jour pada kalimat (2), dan (3). Ketiga, frasa nominal la nuit ‘malam

hari’ pada kalimat (1) mengalami pengulangan frasa nominal nuit pada kalimat

(2), dan (3). Keempat, kata jour ‘siang’ pada kalimat (3) mengalami pengulangan,

(49)

28

mengalami pengulangan berupa kata nuit pada kalimat (5). Keenam frasa nominal

sa formule ‘formula’ mengalami pengulangan, yakni frasa nominal sa formule

pada kalimat (5). Ketujuh, frasa nominal des calories ‘kalori’ pada kalimat (2)

mengalami pengulangan penuh, yakni frasa nominal des calories pada kalimat (4).

Penggunaan repetisi yang terakhir, yaitu frasa nominal les tissus ‘jaringan’ pada

kalimat (2) mengalami pengulangan frasa nominal les tissus pada kalimat (5). Hal

ini menunjukkan bahwa frasa nominal yang membangun wacana iklan tersebut

saling berkaitan dengan padu atau kohesif, kemudian didukung dengan kecukupan

informasi, yakni komposisi yang digunakan dalam pembuatan nutrisi minceur 24

yang berupa oxylia dan asam linoleat, kemudiam manfaat setelah menggunakan

produk tersebut, seperti memudahkan pembuangan dan merangsang pembakaran

kalori. Dengan seperti ini, pesan wacana pada iklan dapat dimengerti dengan baik

oleh pembaca.

(3) (1)Femme 24, pour passer le cap en douceur. (2) nous sommes nombreuse à subir des désagréments liés à la ménopause. (3) En associant deux formules spécifique, Femme 24 vous aide de jour comme de nuit à soulager bouffes de chaleur, sueurs nocturnes, irritabilité et favorise un sommeil réparateur. (FA, N° 1153 pg 41).

(1) ‘Femme 24, untuk mengatasi masa yang berat dengan kenyamanan. (2) Banyak dari kita menderita ketidaknyamanan yang terkait dengan menopause. (3) Dengan mencampur dua ramuan, Femme 24 membantu anda siang dan malam seperti malam hari mengurangi rasa panas pada muka, keringat di malam hari, mudah marah dan membantu tidur untuk memulihkan tenaga.’

Pada data (3) di atas, frasa nominal Femme 24 pada kalimat (1) mengalami

pengulangan berupa frasa nominal Femme 24 pada kalimat (3). Hal ini

menunjukkan bahwa frasa nominal yang membangun wacana iklan tersebut saling

Referensi

Dokumen terkait

pemutaran iklan yang sama pada satu hari dibatasi untuk prime time yaitu 5 kali,. sedangkan untuk regular tim e

Apabila PLTS tidak menghasilkan daya (pada malam hari atau cuaca hujan di siang hari ) dengan ketentuan kapasitas baterai lebih besar atau sama dengan 30 persen dan kurang dari

Keramaian yang ada di malioboro tidak saja bisa Anda nikmati di siang hari karena justru pada sore dan malam harilah keindahan sebenarnya dapat kita saksikan.. Di

 Jika individu ingin bekerja pada malam hari dan tidur pada siang hari, maka cara terbaik untuk mengubah ritme sirkadian adalah dengan menyediakan cahaya terang di

Ayah yang selalu memberikan nasihat agar aku menjadi anak yang bisa berhasil di kemudian hari dan tidak pernah lelah bekerja untuk menjadikan siang sebagai malam

Pada kata fakta terdapat pengulangan sebagian kalimat. Kata fakta di ulang dengan menggunakan kata lain yang mempunyai arti sama dengan kebenaran. Pengulangan

kita bisa melihat di langit pada malam hari dari satu hari ke hari berikutnya, bintang yang sama kemudian pada waktu yang sama di tempat yang sama, tapi hanya sedikit

Saat siang hari bisa mencapai 10° C (baca 10 derajat Celsius) di atas titik beku (0° C), sedangkan pada malam hari turun hingga 15° C di bawah titik beku. Untuk bilangan diatas