• Tidak ada hasil yang ditemukan

UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR IPA MELALUI MODEL KOOPERATIF STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DEVISION (STAD) PADA SISWA KELAS V A SD NEGERI WAY HALIM PERMAI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR IPA MELALUI MODEL KOOPERATIF STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DEVISION (STAD) PADA SISWA KELAS V A SD NEGERI WAY HALIM PERMAI"

Copied!
45
0
0

Teks penuh

(1)

ABSTRAK

UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR

IPA MELALUI MODEL KOOPERATIF STUDENT TEAMS

ACHIEVEMENT DEVISION (STAD) PADA SISWA KELAS V A SD NEGERI WAY HALIM PERMAI

Oleh

HASTIN RAHARJANTI

Permasalahan penelitian ini adalah Rendahnya hasil belajr siswa pada pembelajran Ilmu pengetahuan alam kelas VA SD Negeri 2 Way Halim Permai. Tujuan penelitian ini adalah (1) Peningkatan aktivitas belajar IPA dengan pembelajaran model kooperatif STAD pada siswa kelas VA SD Negeri 2 Way Halim Permai. (2) Peningkatan hasil belajar IPA dengan pembelajaran model kooperatif STAD pada siswa kelas VA SD Negeri 2 Way Halim Permai.

Penelitian tindakan kelas ini terdiri dari 2 siklus. Dari setiap siklus mengikuti 4 tahap yaitu: perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, refleksi. Model pembelajaran yang digunakan dalam pelenitian ini adalah Model pembelajaran kooperatif tipe student teams achievement division (STAD) yaitu siswa di tempatkan dalam tim belajar beranggotakan 5-6 orang merupakan campuran menurut tingkat prestasi,jenis kelamindan suku, kemudian siswa bekerja dalam tim mereka memastikan bahwa seluruh anggota tim telah menguasai pelajaran tersebut.

Hasil Penelitian di temukan fakta bahwa model pembelajaran kooperatif tipe student teams achievement division (STAD) dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPA pada materi pokok gaya magnet pada setiap siklusnya. Dengan rincian peningkatan hasil belajar siswa peningkatan siklus I nilai rata-rata kelas 67,2 dengan ketuntasan belajar sebesar 59,25%, siklus II nilai rata- rata kelas 84,4 dengan ketuntasan belajar sebesar 100%.

(2)

BAB I PENDAHULUAN

1.1Latar Belakang Masalah

Era globalisasi yang penuh dengan kompetitif merupakan tantangan bagi dunia pendidikan. Teknologi pembelajaran inovatif seyogyanya dikembangkan dengan cara mengadaptasi atau mengadopsi teknologi pembelajaran inovatif yang memenuhi standar internasional. Hal ini tidak lain merupakan salah satu upaya untuk memenuhi amanat salah satu kebijakan inovatif, yaitu mutu lulusan sumber daya manusia tidak cukup bila diukur dengan standar lokal atau nasional saja.

(3)

IPA yang pertama pada kompetensi dasar hanya mencapai rerata 57,8 dan hanya 50% siswa mencapai nilai 60 atau 65 . Padahal idealnya minimal harus mencapai 100% siswa mendapat 70 atau >70. Kondisi tersebut disebabkan oleh kenyataan sehari-hari yang menunjukkan bahwa siswa kelihatannya jenuh mengikuti pelajaran IPA. Pembelajaran sehari-hari menggunakan metode ceramah dan latihan-latihan soal secara individual, dan tidak ada interaksi antar siswa yang pandai, sedang, dan normal. Hal ini terbukti sebagian besar siswa mengeluh apabila diajak belajar IPA .

Nilai IPA pada setiap semester selalu statis pada nilai standar 60-65 sedangkan untuk meningkatkan mutu, sekolah telah menetapkan KKM pada semester selanjutnya adalah 70, itu artinya nilai IPA pada siswa kelas V SD Negeri 2 Way Halim Permai masih banyak yang di bawah KKM.

Tabel 1.1 Distribusi Nilai Mata Pelajaran IPA Kelas V A TP 2012/2013 No Nilai Jumlah Siswa Persentase % KKM

1 91-100 - 0 % 70

2 81-90 - 0 %

3 71-80 3 11,11 %

4 61-70 7 25,92%

5 51-60 15 55,56 %

6 40-50 2 7,41%

Sumber : Hasil ulangan IPA kelas V SDN 2 Wayhalim Permai.

Berdasarkan masalah tersebut maka di perlukan suatu metode pembelajaran yang mampu menciptakan prestasi siswa saat proses belajar-mengajar yaitu dengan penerapan pembelajaran kooperatif.

(4)

maka siswa banyak terlibat dalam pembelajaran dan memiliki banyak pengalaman yang dapat berimbas pada peningkatan aktivitas belajar dan hasil belajar. Salah satu model pembelajaran kooperatif yang digunakan pada materi pokok ”Gaya magnet” dengan model pembelajaran kooperatif tipe

Student Teams Achivement division (STAD).

Pembelajaran kooperatif tipe STAD merupakan salah satu tipe pembelajaran kooperatif paling sederhana, dimana pada pembelajaran ini siswa lebih mudah dalam menangani dan menentukan konsep-konsep yang sulit jika mereka mendiskusiakan masalah tersebut dengan temannya. Siswa yang berkemampuan rendah diharapkan dapat kesempatan untuk di bimbing oleh temannya yang memiliki kemampuan yang lebih tinggi, sedangkan siswa yang lebih tinggi kemempuannya mempunyai kesempatan untuk menjadi tutor sebaya sehingga pembelajaran semakin baik.

1.2Identifikasi Masalah

Setelah melihat latar belakang dan meneliti masalah yang timbul di dalam kelas, maka dapat diidentifikasi berbagai macam masalah sebagai berikut :

1.2.1 Hasil belajar rendah di sebabkan kurangnya prestasi dan minat belajar siswa terhadap pelajaran IPA .

1.2.2 Sebagian siswa menganggap IPA adalah pelajaran yang sulit dan membosankan.

(5)

1.2.4 Keaktifan siswa dalam mengikuti pelajaran IPA rendah dari 27 siswa hanya 13 siswa atau hanya 48% yang aktif .

1.2.5 Hasil/nilai ulangan harian rendah dari 27 siswa hanya 10 siswa yang memenuhi KKM sebesar 70 atau hanya 37%.

1.2.6 Belum diterapkannya metode pembelajaran IPA yang bermakna dan efisien untuk siswa kelas VA SD Negeri 2 Way Halim Permai Bandar Lampung.

1.3Rumusan Masalah

Untuk memberi batasan permasalahan agar lebih jelas dan terarah, maka perlu dirumuskan permasalahan yang akan dibahas, yaitu sebagai berikut:

1.3.1 Apakah pembelajaran kooperatif STAD dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa VA SD Negeri 2 Wayhalim Permai?

1.3.2 Apakah penggunaan pembelajaran kooperatif STAD dapat meningkatkan hasil belajar pada siswa kelas VA SD Negeri 2 Wayhalim Permai?

1.4Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui:

(6)

1.4.2 Peningkatan hasil belajar IPA dengan Pembelajaran model kooperatif STAD pada siswa kelas VA SD Negeri 2 Way Halim Permai.

1.5Manfaat Penelitian

Hasil penelitian ini diharapkan bermanfaat : 1.5.1 Bagi Siswa :

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini diharapkan mampu memberikan

wawasan yang berlebih kepada siswa mengenai pendekatan pembelajaran STAD

1.5.2 Bagi Guru

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini sangat berguna bagi guru untuk mengetahui strategi pembelajaran lain, khususnya Metode STAD dalam meningkatkan kualitas pembelajaran.

1.5.3 Bagi Sekolah

(7)

BAB II

KAJIAN PUSTAKA

2.1 Model Pembelajaran Kooperatif STAD

Manusia merupakan individu yang berbeda satu sama lain yang memiliki derajat potensi, latar belakang historis, serta harapan masa depan yang berbeda. Karena adanya perbedaan tersebut, manusia saling membutuhkan dengan yang lain sehingga manusia harus menjadi makhluk sosial yang berinteraksi dengan sesama. Masyarakat Indonesia sangat mengutamakan azas gotongroyong dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu model pembelajaran yang menggunakan prinsip kegotong royangan adalah pembelajaran kooperatif.

Menurut Panen Mustafa dan Sekarwinahayu (2001:69) Mengemukakan bahwa, belajar kooperatif kolaboratif merupakan proses kontruktivisme sosial yang menjadi salah satu proses kontruksi pengetahuan yang relative dominan dalam diri individu sebagai makhluk sosial.

(8)

guru dalam merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi kegiatan pembelajaran.

Langkah-langkah pembelajaran kooperatif Student Teams Achievment Division (STAD) dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 2.1 Langkah-langkah Model Pembelajaran STAD

Fase Tingkah laku Guru

Fase 1

Menyampaikan kompetensi yang diharapkan dan memotivasi siswa

Guru menyampaikan standar kompetensi, kompetensi dasar dan indikator yang diharapkan, dan memotivasi siswa belajar.

Fase 2

Menyajikan informasi

Guru menyajikan informasi kepada siswa dengan jalan demontrasi atau lewat bahan bacaan.

Fase 3

Mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok bekerja dan belajar

Guru menjelaskan kepada siswa bagaimana caranya membentuk kelompok belajar dan membantu setiap kelompok agar melakukan diskusi secara efisien.

Fase 4

Membimbing kelompok bekerja dan belajar

Guru membimbing kelompok – kelompok belajar pada saat mereka mengerjakan tugas mereka.

Fase 5 Evaluasi

Guru mengevaluasi hasil belajar tentang materi yang telah dipelajari atau masing-masing kelompok mempresentasikan hasil kerjanya. Fase 6

Memberikan penghargaan

Guru mencari cara-cara untuk menghargai upaya hasil belajar individu maupun kelompok.

(9)

2.2 Pengertian Belajar

Belajar mengandung arti suatu kegiatan yang dilakukan guru dan siswa secara bersama-sama. Dalam konsep pembelajaran dengan pendekatan cara belajar siswa aktif dan pendekatan ketrampilan proses, guru berperan sebagai fasilitator dan siswa berperan sebagai subyek belajar. Sebagai fasilitator, guru berperan memberi kemudahan kepada siswa untuk memperoleh kemampuan tertentu sesuai dengan rumusan tujuan yang telah direncanakan. Siswa secara aktif membangun pengetahuannya dengan sedikit mungkin bantuan guru. Indikator keberhasil pembelajaran yang efektif dan bermakna adalah bila proses pembelajaran dapat memberikan keberhasilan dan kepuasan baik bagi siswa maupun guru.

Pendekatan konstruktifis dalam pengajaran khas menerapkan

“Pembelajaran Kooperatif” secara ekstensif, atas dasar teori bahwa siswa akan

lebih mudah menemukan dan memahami konsep-konsep yang sulit apabila mereka dapat saling mendiskusikan konsep itu dengan temannya (Slavin, 1995:70).

Pengertian belajar yang lain yaitu perbuatan murid dalam bidang material, formal serta fungsional pada umumnya dan bidang intelektual pada khususnya. Jadi belajar merupakan hal yang pokok. Belajar merupakan suatu perubahan pada sikap dan tingkah laku yang lebih baik, tetapi kemungkinan mengarah pada tingkah laku yang lebih buruk.

(10)

dengan pasti, tetapi perubahan. Dalam konsep pembelajaran dengan pendekatan cara belajar siswa aktif dan pendekatan keterampilan proses, guru berperan sebagai fasilitator dan siswa berperan sebagai subyek belajar. Jadi yang dimaksud dengan belajar bukan tingkah laku yang nampak, tetapi prosesnya terjadi secara internal di dalam diri individu dalam mengusahakan memperoleh hubungan-hubungan baru.

2.3 Pengertian Hasil Belajar

Istilah hasil belajar berasal dari bahasa Belanda “prestatie”, dalam

bahasa Indonesia menjadi prestasi yang berarti hasil usaha. Dalam literatur, prestasi selalu dihubungkan dengan aktivitas tertentu.

Hasil belajar dibagi menjadi tiga macam hasil belajar yaitu : (a). Keterampilan dan kebiasaan; (b). Pengetahuan dan pengertian; (c). Sikap dan cita-cita, yang masing-masing golongan dapat diisi dengan bahan yang ada pada kurikulum sekolah, (Sudjana Nana, 2004:22).

Menurut Benyamin S. Bloom (Achmad Rifa’i RC:2009) menyampaikan tiga taksonomi dengan ranah belajar, yaitu: ranah kognitif (cognitive domain), ranah afektif (affective domain), dan ranah psikomotorik (psychomotoric

domain). Ranah kognitif mencakup kategori pengetahuan, pemahaman,

penerapan, analisis, sistesis, dan penilaian. Ranah psikomotorik berkaitan dengan kemampuan fisik seperti keterampilan motorik dan syaraf, manipulasi objek, dan koordinasi syaraf. Sedangkan ranah afektif berkaitan dengan pengembangan perasaan, sikap, nilai, dan emosi yang dipelajari

(11)

keterampilan. Perubahan kemampuan merupakan indikator untuk menunjukkan hasil belajar siswa. Perubahan perilaku yang harus dicapai tertuang dalam tujuan pembelajaran dan dapat diukur dengan menggunakan tes dan non-tes. Sebelum dijelaskan pengertian mengenai hasil belajar, terlebih dahulu akan dikemukakan tentang pengertian prestasi. Prestasi adalah hasil yang telah dicapai. Dengan demikian bahwa prestasi merupakan hasil yang telah dicapai oleh seseorang setelah melakukan sesuatu pekerjaan/aktivitas tertentu.

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa prestasi adalah hasil yang telah dicapai oleh karena itu semua individu dengan adanya belajar hasilnya dapat dicapai. Setiap individu belajar menginginkan hasil yang yang sebaik mungkin. Oleh karena itu setiap individu harus belajar dengan sebaik-baiknya supaya prestasinya berhasil dengan baik. Sedang pengertian prestasi juga ada yang mengatakan prestasi adalah kemampuan. Kemampuan di sini berarti yang dimampui individu dalam mengerjakan sesuatu.

2.4 Pengertian Aktivitas Belajar

(12)

dari bersifat didaktis menjadi lebih bersifat mengindividualis, yaitu menjamin bahwa setiap siswa memperoleh pengetahuan dan keterampilan

Belajar hanya mungkin terjadi apabila anak aktif mengalami sendiri. Thomas M. Risk (dalam Rohani, 2004:6) mengemukakan tentang belajar mengajar sebagai berikut: mengajar adalah proses membimbing pengalaman belajar. Pengalaman itu sendiri hanya mungkin diperoleh jika peserta didik itu dengan keaktifannya sendiri bereaksi terhadap lingkungannya.

Kegiatan pembelajaran yang melibatkan siswa untuk aktif dalam pembelajaran akan berdampak baik pada hasil belajarnya. Seperti yang dikemukakan oleh Djamarah (2000:67) bahwa: “Belajar sambil melakukan aktivitas lebih banyak mendatangkan hasil bagi anak didik, sebab kesan yang dapat didapatkan oleh anak didik lebih tahan lama tersimpan didalam benak

anak didik”. Senada dengan hal diatas, Gie (1985: 6) mengatakan bahwa:

”Keberhasilan siswa dalam belajar tergantung pada aktivitas yang dilakukan -nya selama proses pembelajaran. Aktivitas belajar adalah segenap rangkaian kegiatan atau aktivitas secara sadar yang dilakukan seseorang yang meng-akibatkan perubahan dalam dirinya, berupa perubahan pengetahuan atau ke-

mahiran yang sifatnya tergantung pada sedikit banyaknya perubahan”.

(13)

Dilain pihak, Rohani (2004:96) menyatakan bahwa “belajar yang berhasil mesti melalui berbagai macam aktivitas, baik aktivitas fisik maupun psikis. Aktivitas fisik ialah peserta didik giat-aktif dengan anggota badan, membuat suatu bermain atau bekerja, ia tidak hanya duduk dan mendengarkan, melihat atau hanya pasif. Kegiatan fisik tersebut sebagai kegiatan yang tampak, yaitu saat peserta didik melakukan percobaan, membuat kontruksi model, dan lain-lain. Sedangkan peserta didik yang memiliki aktivitas psikis (kejiwaan) terjadi jika daya jiwanya bekerja sebanyak-banyaknya atau banyak berfungsi dalam pengajaran. Ia mendengarkan, mengamati, menyelidiki, mengingat, dan se-bagainya. Kegiatan psikis tersebut tampak bila ia sedang mengamati dengan teliti, memecahkan persoalan, mengambil keputusan, dan sebagainya. Selanjutnya Hamalik (2001:175) mengatakan penggunaan aktivitas besar nilai-nya dalam pembelajaran, sebab dengan melakukan aktivitas pada proses pem-belajaran, siswa dapat mencari pengalaman sendiri, memupuk kerjasama yang harmonis dikalangan siswa, siswa dapat bekerja menurut minat dan kemampu-an sendiri, siswa dapat mengembangkan pemahaman dan berpikir kritis, dapat mengembangkan seluruh aspek pribadi siswa, suasana belajar menjadi lebih hidup sehingga kegiatan yang dilakukan selama pembelajaran menyenangkan.

Berdasarkan beberapa pengertian di atas maka dapat disimpulkan bahwa aktivitas belajar merupakan serangkaian kegiatan pembelajaran yang dilakukan siswa selama proses pembelajaran. Dengan melakukan berbagai aktivitas dalam kegiatan pembelajaran diharapkan siswa dapat membangun pengetahuannya sendiri tentang konsep-konsep IPA dengan bantuan guru. Dalam hal ini, aktivitas yang diamati selama kegiatan pembelajaran berlangsung dibatasi pada ruang lingkup.

(14)

Dari pendapat dan pengertian tersebut, bertanya menunjukkan bahwa, baik yang bertanya maupun yang menjawab telah terjadi proses berfikir dari dirinya. Sedangkan berfikir merupakan proses belajar. Pemecahannya adalah mengajukan pertanyaan tentang semua informasi penting.

Di samping itu, pertanyaan-pertanyaan tentang fakta yang disampaikan dengan kata-kata sendiri, bukannya mengulang tepat seperti yang tertulis, membantu siswa mempelajari makna teks itu dan bukannya sekedar menghafalkannya (Mohamad Nur,1998:3). Pendapat ini mendukung bahwa memberi kesempatan kepada siswa untuk membuat pertanyaan-pertanyaan dan menjawab pertanyaan dari teman adalah sama dengan memberi kesempatan belajar kepada siswa, sehingga pembelajaran berpusat pada siswa atau student center.

2.5 Penilaian

Penilaian yang dilakukan lebih berfokus pada penilaian berbasis kelas. Dalam merancang penilaian, termasuk memilih teknik dan alat penilaian yang digunakan adalah penilaian tertulis, penilaian kinerja, dan penilaian karya atau portofolio.

(15)

sehingga guru dapat memberikan pelayanan dalam bentuk akselerasi (percepatan) belajar atau memberikan materi pengayaan (Mohamad Nur, 2003).

Beberapa aspek penilaian sebagai berikut:

a. Karya meliputi: garis bilangan, model, rumus, dan bangun ruang.

b. Kinerja atau unjuk kerja meliputi: menghitung, menimbang, mengukur jarak, menafsir, mencatat data, dan membuat tabel, grafik, diagram.

c. Perilaku: menunjukkan sifat teliti, menunjukkan sikap kritis, dan kebiasaan berfikir logis (Nur Mohamad, 2003).

2.6 Hipotesis Tindakan

Berdasarkan alasan-alasan di atas, maka dapat dikemukakan hipotesis tindakan sebagai berikut:

1. Jika Pembelajaran mata pelajaran IPA dengan menggunakan model kooperatif STAD, maka aktivitas belajar pada siswa kelas V A SD Negeri 2 Wayhalim Permai dapat meningkat.

(16)

BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 Setting Penelitian

Penelitian berlangsung di SD Negeri 2 Way Halim Permai Kecamatan Sukarame Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung. Sedangkan waktu penelitian diadakan pada semester I tahun pelajaran 2012/2013.

Sekolah Dasar Negeri 2 Way Halim Permai berdiri diatas tanah seluas 3.600 m2. Jumlah gedungnya ada 4 unit terdiri dari:

1. Gedung utara ada 3 kelas dipakai pagi-siang (kelas IA, IB, IC IIA, IIB VA ,IIIA dan IIIB), 1 toilet, dan 1 gudang.

2. Gedung timur ada 1 yaitu ruang koperasi dan kantin.

3. Gedung selatan , 3 kelas untuk kelas VIA, VI B, IVA, IIIC 4. Gedung Perumahan guru.

Jumlah murid SD Negeri 2 Way Halim Permai tahun pelajaran 2012/2013 adalah 481 siswa dan jumlah Rombel 14 kelas, jumlah guru PNS 23 orang , guru honorer 2 orang, penjaga sekolah honorer 1 orang. Letak lokasi sekolah cukup strategis karena terletak ditepi jalan raya yang mudah dijangkau oleh kendaraan angkutan kota.

SD Negeri 2 Way Halim Permai telah menetapkan visi dan misi guna menetapkan arah kebijakan sekolah di masa yang akan datang untuk tampil lebih baik. Visi dan Misis SD Negeri 2 Way Halim Permai adalah “Unggul

(17)

3.2 Subjek Penelitian

Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V Tahun Pelajaran 2012/2013 yang berada di SD Negeri 2 Way Halim Permai Kecamatan Sukarame. Jumlah subjek penelitian 27 siswa yang terdiri dari 14 putra dan 13 putri. Kondisi kemampuan IPA sangat kurang karena hasil ulangan harian pada pembelajaran sebelumnya hanya mencapai rata-rata 57,8.

Siswa kelas V sebagai subjek penelitian ini memiliki karakteristik yang heterogen. Heterogen baik dalam segi kemampuan intelegensi, motivasi belajar, latar belakang keluarga, maupun sifat dan wataknya. Dari segi watak ada beberapa siswa yang memiliki watak sulit diatur, sehingga kadang-kadang menyulitkan guru pada saat pembelajaran berlangsung. Namun secara umum memiliki kepribadian yang cukup baik.

Dilihat dari kemampuan IPA sangat kurang. Permasalahan tersebut mungkin dikarenakan semangat belajar yang kurang. Keadaan tersebut dapat dilihat keadaan sehari-hari, di mana siswa sering mengeluh pusing dan bosan bila diajak belajar IPA . Permasalahan inilah yang. mendorong peneliti mengangkat mata pelajaran IPA kompetensi dasar Mata Pelajaran IPA sebagai objek penelitian.

3.3 Waktu Penelitian

(18)

3.4Rancangan Penelitian

Penelitian ini menggunakan rancangan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). PTK adalah penelitian yang dilakukan oleh guru di dalam kelasnya sendiri melalui refleksi diri, dengan tujuan untuk memperbaiki kinerjanya sebagai guru, sehingga hasil belajar siswa menjadi meningkat (Wardani, 2005). Sedangkan dinyatakan oleh Kemmis dan Mc Taggart (dalam Riyanto Y, 2001) PTK merupakan penelitian yang bersiklus, yang terdiri dari rencana, aksi, observasi, dan refleksi yang dilakukan secara berulang.

hal ini dapat digambarkan sebagai berikut:

Sumber : Kemmis dan Mc Taggart dalam Yatim Riyanto (2001) Gambar 3.1 : Tahapan PTK Per Siklus

Penelitian tindakan kelas ini menerapkan model pembelajaran kooperatif Student Team Achievement Devisions (STAD) dengan variasi bermain kuis. Pembelajaran dengan kooperatif STAD memiliki keunggulan yang dapat mengatasi masalah yang ada. Karena dalam kooperatif STAD akan terjadi peningkatan fungsi mental melalui percakapan dan interaksi lainnya, serta kerjasama antar siswa yang memiliki kemampuan yang heterogen.

Aksi

Observasi Refleksi Rencana

Rencana

Rencana Aksi

Refleksi

Observasi

(19)

Begitu pula bermain kuis diyakini memiliki keunggulan menciptakan suasana pembelajaran yang mengasyikkan, karena berupa permainan tanya jawab antar kelompok. Dalam situasi demikian diharapkan siswa tidak akan mengantuk dan bosan belajar IPA . Kegiatan bertanya dan menjawab adalah bentuk kegiatan berfikir, sedangkan belajar juga melalui proses berfikir.

Sebagaimana layaknya penelitian tindakan kelas, maka penelitian ini akan dimulai dari siklus I yang pelaksanaannya melalui 4 (empat) tahap yaitu : perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Tahapan-tahapan tersebut

dapat digambarkan sebagai berikut:

Gambar 3.2 Tahapan Penelitian Tindakan Kelas

Sumber : Kemmis dan Mc Taggart dalam Yatim Riyanto (2001)

Bagaimana pelaksanaan dari tiap-tiap siklus tersebut dapat dijelaskan berikut ini:

a). Perencanaan

Perencanaan dibuat berawal dari permasalahan yang muncul di lapangan yaitu dari pengalaman peneliti sebagai guru di kelas VA SD Negeri 2 Way Halim Permai. Permasalahan ini dapat disebut sebagai refleksi awal, yaitu hasil belajar IPA yang selalu rendah terutama pada kompetensi dasar tentang

” Memahami gaya magnet dan fungsinya dalam kehidupan sehari-hari”

(20)

Dari permasalahan di atas muncul gagasan untuk menerapkan pembelajaran STAD, dengan tujuan untuk menciptakan pembelajaran yang lebih efektif, inovatif, memudahkan, mengasyikkan, dan menyenangkan. Kegiatan perencanaan ini diawali dengan kegiatan:

1) Mengajukan izin ke Kepala Sekolah untuk mengadakan PTK. 2) Mengadakan pertemuan dengan teman sejawat, selaku tim observer. 3) Mempersiapkan rencana pelajaran, Lembar Kegiatan Siswa (LKS), dan

instrument pengamatan.

4) Mempersiapkan pengelolaan kelas menjadi beberapa kelompok yang heterogen berdasarkan kemampuan siswa dan jenis kelamin.

Tindakan akan dilaksanakan sesuai dengan tahapan pembelajaran STAD, tetapi ada variasi dengan kegiatan kuis. Kuis dilaksanakan pada tahap unjuk kerja dari setiap kelompok. Jika pada pembelajaran STAD murni, setiap kelompok mempresentasikan hasil kerjanya, namun pada pembelajaran ini setiap kelompok memberikan pertanyaan kepada kelompok-kelompok lain.

Tabel 3.1 Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran STAD

Fase Tingkah laku Guru Kegiatan Siswa

(21)

Fase 3 agar membuat soal dan kunci jawaban soal yang telah

–kelompok belajar pada saat mereka mengerjakan tugas memotivasi siswa disertai observasi dan guru menyampaikan standar kompetensi, kompetensi dasar dan indikator yang diharapkan, dan memotivasi siswa belajar, Aktif mendengar, melihat, mencatat, bertanya, dan menjawab.

Fase 2 guru menyajikan informasi disertai observasi kemudian guru menyajikan informasi kepada siswa dengan jalan demontrasi dan lewat bahan bacaan, Aktif mendengar, melihat, mencatat, bertanya, dan menjawab, serta membantu melakukan demontrasi. Siswa berkelompok secara heterogen sesuai kemampuan, memberi nama, kelompok. Mendengar, melihat, bertanya, menjawab.

(22)

siswa agar membentuk kelompok belajar dengan memberikan data nama anggota kelompok dan mengarahkan setiap kelompok agar membuat soal dan kunci jawaban soal yang telah diberikan

Fase 4 Membimbing kelompok bekerja dan belajar disertai observasi. Guru membimbing kelompok –kelompok belajar pada saat mereka mengerjakan tugas mereka. Dan siswa membuat soal dan jawabannya sejumlah anggota melalui diskusi kelompok.

Pada fase 5, yaitu pada saat kegiatan tanya jawab , setiap kelompok memberikan soal kepada kelompok lain. Setiap kelompok mempunyai anggota dengan kode sebagai berikut:

1. Kelompok A mempunyai anggota berkode: A1, A2, A3, dan A4. 2. Kelompok B mempunyai anggota berkode: B1, B2, B3, dan B4. 3. Kelompok C mempunyai anggota berkode: C1, C2, C3, dan C4. 4. Kelompok D mempunyai anggota berkode: D1, D2, D3, dan D4. 5. Kelompok E mempunyai anggota berkode: E1, E2, E3, dan E4.

(23)

Gambar 3.3 Interaksi Pembelajaran Tanya Jawab

Keterangan : Kelompok warna adalah kelompok penanya Kelompok putih adalah kelompok penjawab

Dari gambar di atas dapat dilihat bahwa setiap siswa mendapat kesempatan bertanya dan menjawab. Dari kegiatan kuis dapat diketahui kemampuan setiap siswa dalam menilai jawaban temannya maupun kemampuannya dalam menjawab pertanyaan temannya.

Kegiatan analisis data dilakukan untuk menganalisis data di atas seperti tes hasil belajar, hasil angket dalam berbagai kegiatan pembelajaran tersebut. Bagaimana data tersebut dianalisis, dapat diuraikan berikut ini.

1). Data hasil belajar dianalisis berdasarkan pada ketuntasan belajar, yaitu 100% siswa mencapai 60 - >60.

2). Data aktifitas pembelajaran klasikal diharapkan dapat mencapai nilai rerata 60% s.d 70%

(24)

4). Data aktifitas pada pembelajaran kuis diharapkan tiap siswa mampu melaksanakan lima aktifitas dengan benar yaitu: penampilan bertanya, menilai jawaban, membuat kunci jawaban, penampilan menjawab, dan kualitas jawaban. Namun target minimal dapat mencapai rerata sampai 70% - 80%.

b). Tindakan

Pelaksanaan tindakan dilaksanakan melalui langkah-langkah sebagai berikut :

1). Siswa berkelompok dengan anggota 4/3 orang siswa yang heterogen kemampuannya.

2). Setiap kelompok bekerjasama membuat soal Mata Pelajaran IPA beserta kunci jawabannya.

3). Setiap kelompok unjuk kerja dengan memberikan soalnya kepada anggota kelompok lain secara menyebar. Jika soalnya 4 maka pertanyaan tersebut harus dijawab oleh 4 kelompok.

Sedangkan indikator keberhasilan proses pembelajaran ditetapkan sebagai berikut :

1). Tercapainya aktifitas belajar melalui kooperatif STAD dengan rerata 70 - 80%.

(25)

Pada tahap pelaksanaan tindakan, dilaksanakan skenario pembelajaran sesuai perencanaan yang telah disusun pada tahap perencanaan di atas. Siklus I dilaksanakan selama 2 (dua) pertemuan atau dua kali 40 menit (80 menit). Untuk siklus berikutnya disesuaikan dengan perkembangan

siklus I.

c). Observasi

Observasi dilakukan oleh tim observer yang terdiri dari 2 orang guru untuk mengetahui bagaimana kegiatan pembelajaran berlangsung. Beberapa kegiatan penting yang perlu diamati adalah :

1) Fase pembelajaran klasikal, berapa prosen siswa yang aktif: melihat, mendengar, bertanya, menjawab, dan mencatat. Pada fase ini observer menggunakan instrumen angket.

2) Fase pembelajaran kelompok, yang perlu diamati adalah bagaimana kegiatan masing-masing anggota kelompok dalam memainkan peranannya dalam kelompoknya, antara lain : kerja sama, berpendapat, semangat kerja, dan hasil kerja. Fase ini menggunakan instrumen angket. 3) Fase unjuk kerja tiap kelompok penanya, yang diamati adalah:

a). Bagi penanya dinilai : penampilan, kualitas soal, kualitas kunci jawaban, menilai jawaban.

b). Bagi penjawab dinilai : penampilan, kualitas jawaban, kerjasama, waktu. Pada fase ini digunakan instrumen angket.

(26)

d). Refleksi

Pada kegiatan refleksi ini, tim peneliti mengadakan pertemuan untuk membahas hasil observasi. Data yang terekam pada instrumen observasi dievaluasi dan diambil kesimpulan untuk membuat rencana pelaksanaan siklus II. Dari hasil pertemuan, peneliti menyusun rencana dan mempersiapkan keperluan pembelajaran pada siklus II misalnya:

peraga, LKS, dan instrumen observasi atau mungkin penataan ruangan dan peralatan lain yang diperlukan misalnya foto, dan lain-lain.

3.5Alat Pengumpul Data

Alat pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan beberapa instrument yaitu:

1). Tes, digunakan untuk mengumpulkan data hasil belajar.

2). Angket, digunakan untuk mengumpulkan kegiatan pembelajaran klasikal.

3). Angket, digunakan untuk mengumpulkan data kegiatan pembelajarn kelompok.

4). Angket, untuk mengumpulkan data kegiatan pembelajaran kuis, baik penjawab, penanya maupun pengamat.

3.6 Teknik Pengumpul Data

(27)

Tabel 3.2 Jenis dan Metode Pengumpulan Data

NO JENIS DATA METODE ALAT

3.7Analisis Data

Pengolahan dan analisis data yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah analisis data kualitatif dan analisis kuantitatif

3.7.1 Data Kualitatif yang diambil dari Observasi

Data kualitatif digunakan untuk mendiskripsikan data dan memberikan makna tentang aktivitas siswa yang diperoleh melalui lembar observasi / pengamatan aktivitas siswa.

 Rumus nilai aktivitas setiap siswa adalah :

Keterangan :

a. Aktivitas atau kinerja guru b. Aktivitas atau kinerja siswa

(28)

Tabel I Kategori aktivitas siswa

No Rentang Nilai Kategori 1

 Rumus persentase siswa aktif secara klasikal

3.7.2 Data Kuantitatif

Data kuantitatif digunakan untuk menganalisis hasil belajar siswa dengan menghitung ketuntasan individual, nilai rata-rata dan ketuntasan klasikal dengan rumus sebagai berikut :

 Nilai individual = Jumlah jawaban benar

Skor maksimum x 100

 Nilai rata-rata = Jumlah seluruh nilai siswa

nilai siswa

 Ketuntasan klasikal = Jumlah siswa yang tuntas belajar

jumlah seluruh siswa x 100

(29)

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Hasil analisis data dan pembahasan dapat menunjukkan beberapa kemajuan yang dicapai selama pembelajaran baik melalui pembelajaran klasikal, model kooperatif STAD, bermain kuis, maupun hasil belajar. Beberapa temuan lain yang diperoleh adalah munculnya kreatifitas siswa dalam membuat soal dan jawabannya, banyaknya pertanyaan yang diajukan siswa, adanya tanggung jawab menyelesaikan tugas, hilangnya keluhan bosan, bahkan siswa lebih senang menyelesaikan tugas dari pada beristirahat. Maka hasil penelitian tindakan kelas ini dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:

5.1 Pembelajaran model kooperatif STAD dapat mendorong siswa untuk belajar tentang luas bangun lebih bersemangat, meningkatkan proses pembelajaran, dan hasil belajar.

5.2 Bermain kuis dapat mendorong siswa untuk belajar tentang luas bangun menjadi lebih bersemangat, meningkatkan proses pembelajaran, dan hasil belajar.

(30)

5.2 Saran-saran

Berdasarkan beberapa kemajuan yang dicapai dan hasil simpulan penelitian ini, maka perlu disampaikan beberapa saran yang berkaitan dengan pemanfaatan hasil penelitian tindakan kelas yang menerapkan pembelajaran Model Kooperatif STAD dengan Variasi Kuis . Beberapa saran yang perlu disampaikan adalah:

5.2.1 Bagi Kepala Sekolah guru, untuk mengatasi permasalahan pembelajaran IPA yang cenderung tidak disukai oleh siswa , maka sebagai alternatif penyelesaiannya adalah menerapkan model kooperatif STAD.

5.2.2 Bagi guru, untuk menerapkan Strategi pembelajaran kuis seperti pada penelitian ini diperlukan persiapan yang matang, terutama pada saat penilaian kelompok penjawab diperlukan bantuan dari siswa yang pandai untuk membantu guru mengerjakan soal-soal yang dibuat oleh temannya.

(31)

UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR

IPA MELALUI MODEL KOOPERATIF

STUDENT TEAMS

ACHIEVEMENT DEVISION

(STAD) PADA SISWA KELAS

V A SD NEGERI 2 WAY HALIM PERMAI

Oleh

HASTIN RAHARJANTI

Skripsi

Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Mencapai Gelar

SARJANA PENDIDIKAN

Pada

Program Studi S1 PGSD Dalam Jabatan

Jurusan Ilmu Pendidikan

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS LAMPUNG

(32)

UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR

IPA MELALUI MODEL KOOPERATIF

STUDENT TEAMS

ACHIEVEMENT DEVISION

(STAD) PADA SISWA KELAS

VA SD NEGERI 2 WAY HALIM PERMAI

(Skripsi)

Oleh

HASTIN RAHARJANTI

NPM. 1113069037

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS LAMPUNG

BANDAR LAMPUNG

(33)

DAFTAR GAMBAR

(34)

Halaman

HALAMAN JUDUL ... i

HALAMAN MENYETUJUI ... ii

HALAMAN PENGESAHAN... iii

PERNYATAAN ... iv

2.1 Model Pembelajaran Kooperatif STAD ... 6

2.2 Pengertian Belajar ... 8

2.3 Pengertian Hasil Belajar ... 9

2.4 Pengertian Aktivitas Belajar ... 10

2.5 Penilaian ... 13

2.6 Hipotesis Tindakan ... 14

BAB III METODE PENELITIAN ... 15

3.1 Setting Penelitian ... 15

3.2 Subjek Penelitian ... 16

(35)

3.5 Alat Pengumpul Data ... 25

3.6 Teknik Pengumpul Data ... 25

3.7 Analisis Data ... 26

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 28

4.1 Profil Sekolah... 28

4.1.1Profil SD Negeri 2 Way Halim Permai ... 28

4.1.1.1 Sejarah Berdirinya SD Negeri 2 Way Halim Permai 28 4.1.1.2 Identitas SD Negeri 2 Way Halim Permai ... 28

4.1.1.3 Situasi dan Kondisi Sekolah ... 29

4.1.1.4 Keadaan Kelas ... 30

4.2 Hasil Penelitian ... 30

4.2.1 Deskripsi Awal ... 30

4.2.2 Kegiatan Pembelajaran Siklus I dan II ... 32

4.3 Pembahasan ... 47

4.3.1SIklus I ... 47

4.3.2 Siklus II ... 49

4.3.3 Hasil Pembahasan ... 50

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ... 53

5.1 Kesimpulan ... 53

5.2 Saran ... 54

(36)

DAFTAR PUSTAKA

Dimyati, 2006 Strategi Belajar Mengajar, Penerbit : Rinekan Cipta, Bandung Djamarah, 2000. Konsep dan Pembelajaran Media , PT. Raja Grafindo

Persada, Jakarta

Gie. 1985. Teachers and Children at work. Heirnernann Educational Books, New Hamphire.

Hamalik, 1975. Writing: Research, Theory, and Application. Pergamon Institute of English, New York

Hasibuan & Mujiono. 2004. Proses Belajar Mengajar, Remaja Rosdakarya, Bandung

Nur, Mohammad. 1998. Teori Pembelajaran Kognitif. Surabaya: PPS IKIP Surabaya.

Panen Mustafa, Sekarwinahayu.2001. Pembelajaran kooperatif.Bandung. rineka karya

Rifa’i, Achamad dan Catharina Tri Anna. 2009. Psikologi Pendidikan. Semarang

Setiawan, 2005. Pengantar Interaksi Mengajar.Bandung: Remaja Rosda Karya

Sujana, N. 2004 Prestasi Belajar dan Kompetensi Guru, 1994 Usaha Nasional, Surabaya.

Thomas, M Risk. 2004.Models of Teaching. , N.J, Prentice-Hall. Englewood

(37)

DAFTAR TABEL

Tabel ... Halaman

1.1 Distribusi Nilai Mata Pelajaran IPA Kelas V ... 2

2.1 Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran STAD ... 7

3.1 Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran Kooperatif STAD ... 19

3.2 Jenis dan Metode pengumpulan Data ... 26

4.1 Jumlah Siswa SD Negeri 2 Wayhalim Permai ... 30

4.2 Hasil Pengamatan Klasikal Belajar Siklus I ... 33

4.3 Hasil Pengamatan Klasikal Belajar Siklus I ... 34

4.4 Hasil Pengamatan Belajar Kelompok Siklus I... 36

4.5 Rekapitulasi Hasil Observasi Kelompok Penanya Siklus I ... 37

4.6 Rekapitulasi Hasil Observasi Kelompok Penanya Siklus I ... 37

4.7 Hasil Belajar dan Analisis Hasil Belajar Siswa Siklus I ... 38

4.8 Hasil Pengamatan Klasikal Belajar Siklus II ... 42

4.9 Hasil Pengamatan Belajar Kelompok Siklus II ... 43

4.10 Rekapitulasi Hasil Observasi Kelompok Penanya Siklus II... 44

4.11 Rekapitulasi Hasil Observasi Kelompok Penjawab SiklusII ... 45

(38)

MENGESAHKAN

1. Tim Penguji

Penguji : Drs. Djalaludin G, M.Si. ...

Penguji

Bukan Pembimbing : Dr. Hj. Sowiyah, M.Pd. ...

2. Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Dr. H. Bujang Rahman, M.Si. NIP 196003151985031003

(39)

Judul : UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR IPA MELALUI MODEL KOOPERATIF STUDENT TEAMS

ACHIEVEMENT DEVISION

(STAD) PADA

SISWA KELAS VA SD NEGERI 2WAY HALIM PERMAI.

Nama Mahasiswa : HASTIN RAHARJANTI

Nomor Pokok Mahasiswa : 1113069037

Program Studi : S1 PGSD Dalam Jabatan

Fakultas : Keguruan dan Ilmu Pendidikan

MENYETUJUI

Ketua Jurusan Ilmu Pendidikan Dosen Pembimbing

(40)

MOTTO

Hari ini kita melakukan apa yang tidak orang lain

lakukan, besok kita akan mendapatkan apa yang

tidak orang lain dapatkan

(41)

RIWAYAT HIDUP

Penulis dilahirkan di Bandar Lampung pada tanggal 10 september 1986, sebagai anak sulung dari 4 bersaudara, pasangan bapak Suharman Ombo dan Ibu Maseha.S.Pd

Penulis memulai proses pendidikan formal di SD Negeri 1 sukarame kecamatan sukarame lulus pada tahun ajaran 1998 . Kemudian melanjutkan pada tingkat lanjutan pertama di SMP Al-kautsar lulus tahun 2001. Pada tahun 2004 penulis menyelesaikan sekolah di tingkat menengah atas di SMAN 5 Bandar Lampung.

Menempuh D2 PGSD di Universitas Lampung penulis mengawali karir sebagai guru pada tahun 2006 sebagai tenaga honorer di SD Negeri 1 Kebun jeruk, Dan menyelesaikan D2 pada 2006. Kemudian penulis melanjutkan S1 di Universitas Lampung pada 2011 jurusan S1 PGSD Dalam Jabatan.

(42)

SANWACANA

Puji syukur alhamdulillah dipanjatkan ke hadirat Allah Yang Maha Kuasa. Hanya berkat rahmat, taufiq, dan hidayah-Nya, kegiatan penelitian ini dapat terlaksana dan penulisan laporan penelitian ini dapat diselesaikan. Dengan kerendahan hati saya sampaikan ucapan terima kasih yang setinggi-tingginya.

Dalam menyelesaikan penelitian tindakan kelas ini penulis banyak menerima bantuan dan bimbingan yang sangat berharga dari berbagai pihak, oleh karena itu penulis mengucapkan terimakasih kepada yang terhormat :

1. Bapak Dr.H. Bujang Rahman, M.Si, selaku dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lampung yang telah mempermudah pengurusan penelitian ini.

2. Bapak Drs. Baharuddin Risyak, M.Pd, selaku Ketua Jurusan Ilmu Pendidikan, Universitas Lampung, yang ikut memberi masukan dalam penelitian ini.

3. Bapak Dr. Darsono, M.Pd, selaku ketua program studi PGSD Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lampung yang telah mempermudah pelaksanaan ujian hasil penelitian.

4. Bapak Drs, Djalaludin G. M.Si, selaku pembimbing yang telah memberikan banyak saran dan masukan dalam menyempurnakan dari penulisan tugas akhir ini.

(43)

dalam penulisan PTK ini.

7. Ibu Nurhayati, S.Pd. selaku kepala sekolah yang telah memberikan izin dan membantu kelancaran selama proses penelitian.

8. Hj. Sri Suryani S.Pd, Hindun S.Pd, Aryani S.Pd. Dewan Guru SD Negeri 2 Way Halim Permain , selaku kolaborator, atas kerjasama dan segenap bantuannya.

9. Siti Asiyah S.Pd. Selaku teman sejawat pada pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas.

10.Rekan-rekan mahasiswa serta siswa-siswi SD Negeri 2 Way Halim Permai kelas VA dan semua yang tidak dapat disebutkan satu-persatu yang telah memberikan bantuan sehingga PTK ini dapat diselesaikan.

Penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam pembuatan PTK ini. Semoga Penelitian Tindakan Kelas ini dapat memberikan sumbangan pikiran yang bermanfaat bagi kita semua.

Bandar Lampung, Februari 2013 Penulis,

(44)

Nama : HASTIN RAHARJANTI

NPM : 1113069037

Program Studi : S1 PGSD Dalam Jabatan Fakultas : Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Perguruan Tinggi : Universitas Lampung

Judul Skripsi : UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN

HASIL BELAJAR IPA MELALUI MODEL

KOOPERATIF STUDENT TEAMS

ACHIEVEMENT DEVISION

(STAD)

PADA

SISWA KELAS VA SD NEGERI 2WAY HALIM PERMAI.

Menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi saya yang berjudul “Upaya Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar IPA Melalui Model Kooperatif

Student Teams Achievement devision (STAD) Pada Siswa Kelas VA SD Negeri

2 Way Halim Permai” adalah hasil pekerjaan saya sendiri, dan sepengetahuan saya

tidak berisi materi yang telah dipublikasikan atau ditulis orang lain atau telah dipergunakan dan diterima sebagai persyaratan penyelesaian studi pada Universitas atau Institut lain.

Demikian pernyataan ini saya buat untuk dapat digunakan sebagaimana mestinya, dan apabila kemudian hari ternyata pernyataan ini tidak benar, maka saya bersedia dituntut berdasarkan undang-undang dan peraturan yang berlaku.

Bandar Lampung, Februari 2013 Yang membuat pernyataan,

(45)

Terucap syukur kepada-Mu Ya Allah, kupersembahkan karya kecil ini terutama: 1. Ayahanda Suharman Ombo dan Ibuda Maseha yang dalam sembah dan sujudnya

tiada henti selalu mendo’akanku, memberikan cinta dan kasih sayangnya,

dorongan tiada henti moril maupun materil.

2. Kepada suami tercinta Abi Hurairoh. Yang selalu membimbingku, mengingatkan dalam kebaikan, yang selalu memotivasi dan memberikan kesadaran bagiku akan tugas dan tanggung jawabnya dalam menyelesaikan skripsi ini, dan dengan setia mengantar dan menjemputku pulang dan pergi semasa kuliah, serta

mendo’akanku untuk keberhasilan.

3. Anak-anakku Alfahribi Putra Amrulloh, Vania Attiqah Farhah yang selalu membuat saya bersemangat.

4. Untuk seluruh keluarga besarku atas perhatian dan dorongan moril yang telah diberikan.

5. Kepala sekolah SD Negeri 2 Way Halim Permai Nurhayati, S.Pd. dan teman-teman mengajarku di SD Negeri 2 Way Halim Permai, terimakasih atas do’a, semangat, motivasi, dan bantuannya selama ini, baik sumbangan tenaga, pikiran dan lain sebaginya.

6. Teman-temanku Siti Asiyah, S.Pd, Dra. Sulistyo Winarni, dan semua pihak yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan skripsi ini.

Gambar

Tabel 2.1 Langkah-langkah Model Pembelajaran STAD
Gambar 3.1 : Tahapan PTK  Per Siklus
Gambar 3.2 Tahapan Penelitian Tindakan Kelas
Tabel 3.1 Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran STAD
+5

Referensi

Dokumen terkait

Membimbing kelompok bekerja dan belajar Fase 5 Evaluasi Fase 6 Memberikan penghargaan Membimbing kelompok-kelompok belajar pada saat mereka mengerjakan tugas

Nilai rata-rata hasil belajar siswa pada kelas eksperimen yang diberi perlakuan dengan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD (Student Teams Achievement Division) di Kelas

1) Siswa mendapat tugas untuk mempelajari siklus akuntansi Perusahaan Jasa Jurnal Penyesuaian. 6 orang, kemudian masing-masing kelompok diberikan soal yang berbeda yang

Pada proses pembagian kelompok dilakukan dengan cara berhitung mulai dari satu sampai empat (membagi kelompok heterogen), masing-masing peserta didik dalam kelompok diberi

• Peneliti menyampaikan tujuan pembelajaran padapertemuan kali iniyaitu siswa diharapkan dapat bekerja dalam kelompok untuk dapat lebih memahami, dan menentukan

Selain itu, pembelajaran Fisika yang demikian juga membuat siswa merasa tegang dalam mengikuti proses pembelajaran karena khawatir ditunjuk guru untuk mengerjakan soal

Rata-rata ulangan harian siswa pada siklus I yaitu 75.20 pada siklus II menjadi 80.70 Pada siklus I siswa yang tuntas sebanyak 11 orang (55,00%) dan

Hal ini sesuai dengan keunggulan dari model pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Team Achivement Devision) bahwa model pembelajaran ini dapat memberikan kesempatan