• Tidak ada hasil yang ditemukan

IDENTIFIKASI KUALITATIF BAHAN ANALGESIK PADA JAMU MENGGUNAKAN PROTOTYPE TEST STRIP

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "IDENTIFIKASI KUALITATIF BAHAN ANALGESIK PADA JAMU MENGGUNAKAN PROTOTYPE TEST STRIP"

Copied!
104
0
0

Teks penuh

  • Penulis:
    • Vici Saka Dirgantara
  • Pengajar:
    • Drs. Zulfikar, Ph.D.
    • Novita Andarini, S.Si, M.Si
  • Sekolah: Universitas Jember
  • Mata Pelajaran: Kimia
  • Topik: Identifikasi Kualitatif Bahan Analgesik Pada Jamu Menggunakan Prototype Test Strip
  • Tipe: skripsi
  • Tahun: 2013
  • Kota: Jember

I. PENDAHULUAN

Bagian ini menjelaskan latar belakang pentingnya penelitian mengenai identifikasi kualitatif bahan analgesik dalam jamu, terutama mengingat banyaknya pelanggaran dalam pembuatan jamu yang mencampurkan bahan kimia obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan metode identifikasi yang sederhana dan ramah lingkungan melalui penggunaan prototype test strip. Tujuan dan manfaat penelitian juga diuraikan, yang mencakup pengembangan metode baru yang praktis dan cepat untuk mengidentifikasi bahan analgesik.

1.1 Latar Belakang

Latar belakang penelitian ini menyoroti pertumbuhan industri jamu dan dampaknya terhadap kualitas produk. Pelanggaran dalam pembuatan jamu, seperti penggunaan bahan kimia obat, menjadi perhatian serius. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan metode identifikasi yang mudah dan cepat untuk mendeteksi keberadaan bahan analgesik seperti parasetamol, aspirin, dan asam mefenamat dalam jamu.

1.2 Rumusan Masalah

Rumusan masalah dalam penelitian ini mencakup pertanyaan mengenai kelayakan pelarut untuk identifikasi bahan analgesik, kinerja prototype test strip, dan perbedaan kemampuan identifikasi antara metode filtrasi dan ekstraksi. Ini memberikan fokus yang jelas untuk penelitian dan analisis yang akan dilakukan.

1.3 Batasan Masalah

Batasan masalah ditetapkan untuk memperjelas ruang lingkup penelitian. Ini termasuk jenis jamu yang diuji, metode pembuatan prototype test strip, dan parameter kinerja yang akan dievaluasi. Penetapan batasan ini penting untuk menjaga fokus penelitian dan hasil yang relevan.

1.4 Tujuan

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kelayakan pelarut dalam proses identifikasi, menilai kinerja prototype test strip, dan membandingkan efektivitas metode analisis langsung dan tidak langsung. Tujuan ini mendasari keseluruhan metodologi yang akan diterapkan dalam penelitian.

1.5 Manfaat

Manfaat penelitian ini mencakup penyediaan informasi mengenai metode baru untuk identifikasi bahan analgesik dalam jamu, serta kontribusi terhadap praktik pembuatan jamu yang lebih aman dan sesuai dengan regulasi. Ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya penggunaan bahan kimia dalam jamu.

II. TINJAUAN PUSTAKA

Tinjauan pustaka memberikan pemahaman mendalam tentang jamu, senyawa analgesik, serta metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini. Ini mencakup klasifikasi senyawa analgesik, mekanisme kerjanya, dan efek toksiknya. Penjelasan tentang metode standar analisa dan teknik color spot test juga disertakan, yang merupakan dasar dari prototype test strip yang akan dikembangkan.

2.1 Jamu

Penjelasan mengenai jamu sebagai obat tradisional yang terbuat dari bahan alami dan telah digunakan secara turun-temurun. Ditekankan pentingnya menjaga kualitas jamu agar sesuai dengan regulasi yang ada, serta dampak negatif dari pencampuran bahan kimia dalam jamu.

2.2 Senyawa Analgesik

Senyawa analgesik dibagi menjadi dua kategori utama, yaitu analgesik kuat dan lemah. Penjelasan mengenai klasifikasi senyawa analgesik serta mekanisme kerjanya dalam mengurangi rasa nyeri disampaikan, termasuk efek samping yang mungkin terjadi.

2.3 Metode Standar Analisa Bahan Analgesik

Berbagai metode analisis yang umum digunakan untuk menganalisis bahan analgesik diuraikan, termasuk titrasi, spektrometri, dan HPLC. Penjelasan mengenai kekurangan dari metode konvensional juga disampaikan, yang menjadi dasar perlunya metode yang lebih sederhana.

2.4 Metode Uji Bercak (Color Spot Test)

Color spot test dijelaskan sebagai metode analisis kualitatif yang sederhana dan cepat. Proses reaksi warna yang terjadi antara reagen dan sampel menjadi fokus utama, serta kelebihan metode ini dalam mendeteksi keberadaan senyawa tertentu.

2.5 Metode Analisa Tes Strip

Definisi dan komponen utama dari test strip dijelaskan, termasuk cara kerja dan aplikasinya dalam analisis obat. Kelebihan metode ini dalam hal kecepatan dan kemudahan penggunaan menjadi poin penting yang mendukung pengembangan prototype test strip.

III. METODOLOGI

Metodologi penelitian ini mencakup langkah-langkah yang diambil dalam pengembangan prototype test strip, termasuk pemilihan bahan, alat, dan prosedur penelitian. Ini memberikan gambaran yang jelas tentang bagaimana penelitian dilakukan dan bagaimana data dikumpulkan dan dianalisis.

3.1 Tempat dan Waktu Penelitian

Penelitian dilakukan di laboratorium yang telah ditentukan selama periode tertentu. Informasi mengenai lokasi dan waktu penelitian memberikan konteks yang penting untuk hasil yang diperoleh.

3.2 Alat

Deskripsi alat-alat yang digunakan dalam penelitian disampaikan, termasuk spesifikasi teknis dan fungsinya dalam proses pembuatan prototype test strip. Ini penting untuk memahami keandalan dan validitas hasil penelitian.

3.3 Bahan

Bahan yang digunakan dalam penelitian diuraikan, termasuk reagen yang diperlukan untuk pembuatan test strip dan sampel jamu yang akan dianalisis. Pemilihan bahan yang tepat sangat berpengaruh terhadap keberhasilan penelitian.

3.4 Diagram Alir Penelitian

Diagram alir penelitian memberikan gambaran visual tentang langkah-langkah yang diambil dalam penelitian. Ini membantu dalam memahami alur proses dan keterkaitan antara berbagai tahap penelitian.

3.5 Prosedur Penelitian

Prosedur penelitian dijelaskan secara rinci, mulai dari pembuatan reagen hingga pengujian prototype test strip. Penjelasan yang jelas tentang setiap langkah penting untuk mereproduksi penelitian di masa depan.

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil penelitian disajikan dengan analisis mendalam mengenai kinerja prototype test strip dalam mengidentifikasi bahan analgesik. Pembahasan mencakup interpretasi hasil, perbandingan dengan penelitian sebelumnya, dan implikasi dari temuan tersebut.

4.1 Kelayakan Pelarut Sampel

Analisis kelayakan pelarut yang digunakan untuk melarutkan bahan analgesik dilakukan. Hasil menunjukkan bahwa aquades dan kloroform merupakan pelarut yang efektif untuk parasetamol dan asam mefenamat, yang penting untuk proses identifikasi.

4.2 Pengembangan Prototype Test Strip

Pengembangan prototype test strip dijelaskan, termasuk teknik immobilisasi reagen dan desain strip. Proses ini penting untuk memastikan bahwa test strip dapat berfungsi dengan baik dalam identifikasi bahan analgesik.

4.3 Kinerja Tes Strip

Kinerja prototype test strip dievaluasi berdasarkan limit deteksi, waktu respon, dan kemampuan membedakan antara berbagai bahan analgesik. Hasil menunjukkan bahwa prototype ini efektif dalam identifikasi kualitatif.

4.4 Interferensi Analit

Analisis interferensi analit dilakukan untuk memastikan bahwa hasil identifikasi tidak terpengaruh oleh komponen lain dalam sampel jamu. Hasil menunjukkan bahwa metode ini cukup spesifik dan dapat diandalkan.

4.5 Uji Real Sampel

Uji real sampel dilakukan untuk menguji kemampuan prototype test strip dalam kondisi nyata. Hasil menunjukkan bahwa prototype dapat mengidentifikasi keberadaan bahan analgesik dalam jamu dengan baik.

V. PENUTUP

Bagian penutup menyajikan kesimpulan dari penelitian dan saran untuk penelitian selanjutnya. Ini memberikan ringkasan dari temuan utama dan implikasi untuk pengembangan lebih lanjut dalam bidang analisis bahan analgesik.

5.1 Kesimpulan

Kesimpulan dari penelitian menegaskan bahwa prototype test strip yang dikembangkan efektif dalam mengidentifikasi bahan analgesik dalam jamu. Ini menunjukkan potensi metode ini untuk digunakan dalam praktik di lapangan.

5.2 Saran

Saran untuk penelitian selanjutnya mencakup pengembangan lebih lanjut dari prototype test strip dan eksplorasi metode identifikasi lainnya. Ini penting untuk meningkatkan keakuratan dan efisiensi dalam analisis bahan analgesik.

Referensi Dokumen

  • Heavy Metal in Soil ( Alloway, B.J. )
  • Test Strip Untuk Uji Kualitatif Asam Mefenamat, Aspirin, dan Parasetamol dengan Menggunakan Reagen Spesifik yang Diimmobilisasi pada Membran Nata de coco-Al 2 O 3 ( Aminah, Siti )
  • Synthesis of Organic Compounds [Aspirin] ( Atienza, Von Ervy, Alcantara, Mark Jun dan Sir Kevin Sison )
  • Development and Validation of RP-HPLC and UV-Spectrophotometric method for Mefenamic acid and Drotaverin hydrochloride in combined dosage form ( Anudeepa, Sivasakthi, Kumar, Ramya, Rajendran, & Venkatnarayanan )
  • Gastrointestinal Toxicity of Nonsteroidal Antiinflammatory Drugs. The New England ( Wolfe, M. Michael., Lichtenstein, David. R., & Singh, Gurkirpal )

Gambar

Gambar 2.2 Perubahan warna dari bilangan oksidasi +5,+4,+3,+2 vanadat
Gambar 2.3 Reaksi hipotetik asam mefenamat dengan reagen mandelin
Gambar 2.5 Reaksi dengan asam nitrat pekat
gambar 2.8.
+7

Referensi

Dokumen terkait