• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sintesis nanopartikel karbon berfluoresens

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Sintesis nanopartikel karbon berfluoresens"

Copied!
39
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel 1  Ragam kadar urea dalam sintesis C-dot dari asam askorbat (lanjutan)
Gambar 1  Tahapan reaksi asam sitrat dengan urea membentuk C-dot (Yang et al.
Gambar 2  Padatan C-dot dari (a) asam sitrat dan urea, (b) larutan C-dot, (c) larutan C-dot di bawah lampu UV 366 nm, serta (d) spektrum serapan UV-Vis C-dot dari asam sitrat-urea (), asam sitrat ()
Gambar 3 Struktur (a) asam askorbat dan (b) asam oksalat
+7

Referensi

Dokumen terkait

Asam askorbat yang digunakan sebagai pembanding atau kontrol positif memiliki aktivitas antioksidan jauh lebih besar dari ekstrak daun kluwak dan nanopartikel perak yaitu

Sintesis nanopartikel perak dengan teknik pemanasan gelombang mikro menunjukkan bahwa hasil karakterisasi menggunakan spektrofotometer UV-Vis, serapan panjang

Sintesis nanopartikel dengan ekstrak eceng gondok (Eichornia Crassipes) menghasilkan nanopartikel perak berwarna kuning kecoklatan yang memiliki panjang gelombang

Hasil uji Tukey menunjukkan kombinasi terbaik yang dapat mencegah berkurangnya warna hijau kelopak buah manggis yaitu KMnO4 100 ppm and asam askorbat ( ascorbic acid )

Pada hasil penelitian menunjukkan nilai panjang gelombang yang dihasilkan dari sintesis nanopartikel perak pada selang waktu 7 hari mengalami perubahan yang tidak

Spektrum emisi teramati sebagai pancaran cahaya dengan warna tertentu, akan tetapi sesungguhnya itu terdiri atas beberapa garis warna (panjang gelombang) yang khas

Hasil uji emisi memperlihatkan bahwa penam- bahan urea secara berkala hampir tidak adanya perubahan yang signifikan, dimana daerah emisi yang dihasilkan rata-rata berkisar pada panjang

Hal ini dapat dilihat dari hasil PL nanokomposit Fe3O4@ZnO dan Fe3O4@ZnO:C pada Gambar 3 yang memiliki puncak emisi dengan panjang gelombang yang hampir serupa, namun intensitas emisi