ANALISA REGRESI BERGANDA MENGENAI HUBUNGAN ANTARA TARGET PENGGUNAAN AKSEPTOR AKTIF TERHADAP
CARA KB YANG DIGUNAKAN DI KOTA PEMATANGSIANTAR TAHUN 2007
TUGAS AKHIR
Diajukan untuk melengkapi tugas dan memenuhi syarat mencapai gelar Ahli Madya
CHRONIKA S. 052407062
DEPARTEMEN MATEMATIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
ANALISA REGRESI BERGANDA MENGENAI HUBUNGAN ANTARA TARGET PENGGUNAAN AKSEPTOR AKTIF TERHADAP
CARA KB YANG DIGUNAKAN DI KOTA PEMATANGSIANTAR TAHUN 2007
TUGAS AKHIR
CHRONIKA S 052407062
DEPARTEMEN MATEMATIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNEVERSITAS SUMATERA UTARA
PERSETUJUAN
Judul : ANALISA REGRESI BERGANDA MENGENAI HUBUNGAN
ANTARA TARGET PENGGUNAAN AKSEPTOR AKTIF TERHADAP CARA KB YANG DIGUNAKAN DI KOTA PEMATANGSIANTAR TAHUN 2007
Kategori : TUGAS AKHIR
Nama : CHRONIKA S.
NIM : 052407062
Program Studi : D-3 STATISTIKA Departemen : MATEMATIKA
Fakultas : MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM (FMIPA) UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
Diluluskan di Medan, Juni 2008
Diketahui/Disetujui oleh
Departemen Matematika FMIPA USU
Ketua, Pembimbing,
Dr. Saib Suwilo, M.Sc Drs. Djenda Djudjur Ginting, MS
PERNYATAAN
ANALISA REGRESI BERGANDA MENGENAI HUBUNGAN ANTARA
TARGET PENGGUNAAN AKSEPTOR AKTIF TERHADAP
CARA KB YANG DIGUNAKAN DI KOTA
PEMATANGSIANTAR TAHUN 2007
TUGAS AKHIR
Saya mengakui bahwa tugas akhir ini adalah hasil kerja saya sendiri, kecuali beberapa
kutipan dan ringkasan yang masing masing disebutkan sumbernya.
Medan, Juni 2008
PENGHARGAAN
Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Kristus Sumber segala berkat, atas segala dan kasih karunia-Nya tugas akhir ini berhasil diselesaikan dalam waktu yang telah ditetapkan.
Ucapan terimakasih saya ucapkan kepada Drs. Djenda Djudjur Ginting, M.Sc, selaku dosen pembimbing pada penyelesaian tugas akhir ini yang telah memberikan panduan, bimbingan dan nasehat serta penuh kepercayaan kepada saya untuk menyelesaikan tugas akhir ini. Panduan ringkas, padat dan profesional telah diberikan kepada saya untuk dapat menyelesaikan tugas akhir ini. Ucapan terimakasih juga saya ucapkan kepada ketua dan sekretaris Departemen Dr. Saib Suwilo, M. Sc, dan Drs. Henri Rani Sitepu, M.Si, Dekan dan Pembantu Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sumatera Utara, semua dosen pada Departemen Matematika FMIPA USU, semua sahabat-sahabat saya selama kuliah 3 tahun ini.
DAFTAR ISI
Persetujuan ii
Pernyataan iii
Penghargaan iv
Daftar Isi vi
BAB 1 PENDAHULUAN 1
1.1 Latar Belakang 1
1.2 Identifikasi Masalah 3
1.3 Batasan Masalah 4
1.4 Maksud dan Tujuan 4
1.5 Metode Penelitian 5
1.6 Sistematika Penulisan 5
BAB 2 LANDASAN TEORI 7
2.1 Analisa Regresi 7
2.2 Analisa regresi Berganda 8
2.3 Uji Regresi Linier Berganda 10
2.4 Analisa korelasi 11
2.5 Koefisien Deteminasi 12
2.6 Koefisien Korelasi 12
BAB 3 GAMBARAN UMUM PEMATANGSIANTAR 14
3.1 Sejarah Singkat Pematangsiantar 14
3.2 Lokasi dan Keadaan Geografis 16
BAB 4 ANALISA DAN PEMBAHASAN 18
4.1 Data yang diperoleh 18
4.2 Persamaan Regresi Linear Berganda 19
4.3 Uji Regresi Linear Berganda 24
4.4 Koefisien Determinasi 27
4.5 Koefisien Korelasi
BAB 5 IMPLEMENTASI SISTEM 30
5.1 SPSS (STATISTICAL PRODUCT FOR SERVICE SOLUTION) 30
5.2 Langkah-langkah pengolahan Data SPSS 31
5.3 Menamai variabel 32
5.4 Pengisian Data 33
5.5 Pengolahan Data dengan Persamaan Regresi 34
5.6 Pengolahan Data dengan Persamaan Korelasi 36
BAB 6 KESIMPULAN dan SARAN 38
6.1 Kesimpulan 38
6.2 Saran 39
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1.Latar Belakang
Keberhasilan Program Keluarga Berencana (KB) pada periode-periode yang telah lalu
mengantar kita kepada kebijaksanaan yang lebih tinggi sasarannya seperti yang
tertuang dalam UU No.10 Tahun 1992 tengtang Pengembangan Kependudukan dan
Pembangunan Keluarga Sejahtera. Dalam Undang-undang ini jelas dinyatakan bahwa
pengembangan kependudukan diarahkan pada pengendalian jumlah penduduk,
pengembangan kualitas penduduk dan pengarahan mobilitas penududuk sebagai
sumber daya manusia agar menjadi kekuatan pembangunan bangsa yang handal.
Pengembangan kependudukan yang demikian hanya dapat dicapai melalui
Pengembangan Keluarga Sejahtera yang pada gilirannya akan melahirkan
manusia-manusia Indonesia berkualitas.
Pembangunan keluarga sejahtera melalui gerakan KB Nasional. Dalam
pembangunan jangka panjang pertama diarahkan pada pengembangan kualitas
berhasil meletakkan landaan bagi proses Pelembagaan dan pembudayaan Normal
Komunikasi, Informasi, Edukasi (KIE) KB yang dilakukan dengan pendekatan
multimedia dengan pesan-pessan yang disampaikan sesuai dengan keinginan sasaran
dan melibatkan secara intensif unsur-unsur potensial lainnya adalah dalam usaha
untuk meningkatakan, memantapkan penerimaan masyarakat, dalam gerakan KB
Nasional.
Pelayanan kontrasepsi adalah bentuk kegiatan dalam gerakan KB Nasional
dalam rangka penyediaan pemberian alat kontrasepsi sesuai keinginan pemakaian atas
petunjuk medis pada tempat-tenpat pelayanan yang ditentukan. Dimana tujuan dari
pelayanan kontrasepsi adalah menyediakan pelayanan, cara dan alat kontrasepsi
seperti pil, kondom, dan suntik dalam rangka memberikan perlindungan terhadap
Pasangan Usia Subur (PUS) dari kehamilan. Pelayanan kontrasepsi diarahkan kepada
pola pemakaian kontrasepsi paripurna yang pada dasarnya adalah pola pemakaian
kontrasepsi nasional.
Kontrasepsi berasal dari kata kontra berarti mencegah atau melawan,
sedangkan konsepsi pertemuan antara sel telur (sel wanita) yang matang dan sel
sperma (sel pria) yang mengakibatkan kehamilan.
Maksud dari kontrasepsi menghindari/mencegah terjadinya kehamilan sebagai
akibat pertemuan antara sel telur yang matang dengan sel sperma tersebut. Secara
operasional pemakaian kontrasepsi bertujuan untuk menurunkan tingkat fertilitas,
selain itu tingkat efektifitas kontrasepsi tergantung pula pada tingkat pengetahuan
Dalam tulisan ini penulis menjelaskan alat-alat kontrasepsi yang terdidi dari
pil, kondom, dan suntik. Dimana variabel target sebagai variabel terikat dan variabel
pil, kondom, dan suntik sebagai variabel bebas yang nantinya akan terdapat hubungan
diantara kedua variabeltersebut.
Kontrasepsi pil adalah kontrasepsi berupa pil dimakan oleh seorang wanita. Pil
dapat berisi hormone hestrogen dan progesterone atau yang mengandung hormone
progesterone saja (excluton). Cara sederhana yang populer adalah kondom. Kondom
adalah suatu kantong karet yang tipis, berwarna atau tidak berwarna. Kontrasepsi
suntikan adalah obat pencegah kehamilan yang pemakaiannya dilakukan dengan jalan
menyuntikan obat tersebut pada ibu bayi yang subur.
Oleh karena hal di atas, maka penulis merasa terdorong dan tertarik untuk
mengadakan penelitian Gerakan KB dengan judul:
“ ANALISA REGRESI BERGANDA MENGENAI HUBUNGAN ANTARA TARGET PENGGUNAAN AKSEPTOR AKTIF TERHADAP CARA KB YANG DIGUNAKAN DI KOTA PEMATANGSIANTAR TAHUN 2007 “.
1.2.Identifikasi Masalah
Yang menjadi masalah dalam tugas akhir ini adalah bagaimana hubungan antara
beberapa faktor yang mempengaruhi target dengan target itu sendiri dan seberapa
1.3.Batasan Masalah
Dalam penulisan Tugas Akhir ini penulis tidak memaparkan lebih dalam mengenai
keluarga berencana dan tidak membahas secara khusus mengenai jenis dari alat KB
tersebut akan tetapi, penulis hanya mengambil tiga faktor yang dianggap paling
mempengaruhi yaitu : pil, kondom dan suntik, sedangkan yang lainnya dianggap stabil
atau normal.
1.4. Maksud dan Tujuan
Yang menjadi maksud dan tujuan dari penelitian ini adalah untuk menelusuri
hubungan antara faktor-faktor penduga dengan target penggunaan akseptor aktif
dengan menggunakan analisa regresi ganda sehingga akan diperoleh persamaan
regresi yang layak untuk digunakan, atau dengan kata lain untuk mengetahui secara
lebih jelas hubungan antara penggunaan pil, kondom, suntik terhadap target
penggunaan alat kontrasepsi.
Sedangkan bagi penulis, tugas akhir ini merupakan suatu kesempatan untuk
menyumbangkan pengetahuan dan pemikiran serta segala kemampan yang diperoleh
penulis selama mengikuti perkuliahan, khususnya dalam bidang regresi serta sebagai
1.5. Metode Penelitian
Penulisan tugas akhir ini bersifat analisa mengenai hubungan antara target
penggunaan akseptor aktif terhadap cara KB yang digunakan di Kota
Pematangsiantar. Adapun cara yang digunakan penulis untuk melakukan analisis data
adalah :
a. Pendefenisian masalah
b. Metode penyelesaian masalah
c. Pengumpulan data
d. Perhitungan-perhitungan
e. Menganalisis data
f. Penarikan kesimpulan
1.6. Sistematika Penulisan
Di dalam sistematika penulisan tugas akhir ini, penulis membagikan bagian yang akan
dibahas ke dalam beberapa bab yang setiap bab akan ditunjang oleh sub bab guna
mempermudah pembaca untuk mengerti dan memahami isi tulisan ini.
Adapun sistematika penulisan yang akan dikemukan dalam tugas akhir ini
adalah sebagai berikut :
BAB 1 PENDAHULUAN
Bab ini menjelaskan tentang latar belakang, identifikasi masalah, maksud dan
BAB 2 LANDASAN TEORI
Menguraikan pengertian dari analisis regresi dan langkah-langkah yang
digunakan untuk menganalisis data tersebut.
BAB 3 GAMBARAN UMUM PEMATANGSIANTAR
Bab ini berisikan gambaran umum Pematangsiantar dan sejarah tempat penulis
melakukan riset untuk tugas akhir ini.
BAB 4 ANALISA DAN PEMBAHASAN
Pada bab ini dilakukan perhitungan dan analisis data yang dikumpulkan lalu
dibahas hubungan antara target penggunaan akseptor aktif terhadap cara KB
yaitu pil, kondom dan suntik.
BAB 5 IMPLEMENTASI SISTEM
Pada bab ini diimplementasikan hasil pengolahan data yang dilakukan dengan
perangkat lunak SPSS.
BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN
Bab ini merupakan bab penutup yang mencakup kesimpulan yang diambil
setelah pengolahan dan analisa data dilakukan serta saran-saran yang berupa
masukan-masukan.
BAB 2
LANDASAN TEORI
2.1 Analisa Regresi
Analisa regresi diinterpretasikan sebagai suatu analisa yang berkaitan dengan studi
ketergantungan (hubungan kausal) dari suatu variabel tak bebas (dependent variable)
atu disebut juga variabel endogen dengan satu atau lebih variabel bebas (independent
variable) atu variabel eksogen dengan maksud untuk menduga atau memperkirakan
nilai-nilai dari variabel tak bebas. Untuk keperluan analisis, variabel bebas dinyatakan
dengan X1, X2,…, Xk(K≥1) sedangkan variabel tak bebas dinyatakan Y.
Untuk regresi linier sederhana, bentuk umumnya adalah sebagai berikut :
Ŷ= +bXi+e (2.1)
Dimana:
Ŷ = Nilai penduga bagi variabel bebas
X = Variabel bebas
= Intersep
b = Slope
Maka koefisien dan b untuk regresi linier dapat dihitung dengan rumus :
(2.2)
2.2 Analisa Regresi Berganda
Analisa regresi berganda merupakan pengembangan lebih lanju dari analisa regresi
sederhana. Seringkali dalam kehidupan sehari-hari terdapat suatu fenomena kehidupan
masyarakyat yang bersifat kompleks, sehingga tidak cukup untuk menjelaskan suatu
kejadian hanya berdasarkan variabel penjelas atau hanya satu variabel saja. Sehingga
dapat diartikan bahwa regresi linier berganda adalah analisa regresi yang menjelaskan
hubungan antara peubah respon (variable dependent) dengan faktor-faktor yang
mempengaruhi lebih dari satu predictor (variable dependent).
Bentuk umum persamaan Regresi linier berganda Y atas X1, X2, X3, …,Xk
adalah:
Ŷ = a0 + a1X1 + a2X2 +…+ akXk + e (2.3)
Dimana :
Ŷ = Nilai penduga bagi variabel Y
a0 = Dugaan bagi parameter konstanta α0
a1, a2, …, ak = Dugaan bagi parameter koefisien regresi α1, α2, …, αk
e = Galat dugaan
Dengan konstanta a0 dan koefisien-koefisien a1, a2, …, ak dapat ditaksir berdasarkan
Seperti halnya dalam mencari a dan b dengan model Ŷ= a + bX
diperlukan n buah pasangan data X dan Y, maka untuk mencari a0, a1, a2, …, ak juga
diperlukan n buah pasangan data (X1, X2,…, Xk, Y ).
[image:16.595.110.532.270.469.2]Data hasil penelitian ini sebaiknya dibuat dalam bentuk tabel seperti berikut :
Tabel 2.1
Bentuk umum data observasi
Responden
X1 X2 … Xk Y
1 X11 X21 … Xk1 Y1
2 X12 X22 … Xk2 Y2
.
.
.
n X1n X2n … Xkn Yn
Dalam tabel diatas terlihat bahwa Y1 berpasangan dengan X11, X21, … , Xk1 data Y2
berpasangan dengan X12, X22, … , Xk2 dengan data seperti dalam table 2.1 inilah
dapat dihitung koefisien-koefisien a1, a2, …, ak.
Untuk Regresi linier dengan beberapa variabel bebas X1, X2 , X3, …, Xk maka
untuk mencari koefisien-koefisien dapat dihitung dengan menggunakan persamaan
seperti berikut :
∑Yi = aon + a1∑X1i + a2∑X2i + … + ak∑Xki
∑YiX1i = ao∑X1i + a1∑X1i2 + a2∑X1iX2i + … + ak∑X1iXki
… = … + … + … + … + …
∑YiXki = ao∑Xki + a1∑X1iXki + a2∑X2iXki + … + ak∑Xki2
(2.4)
Dengan a1, a2, …, ak. adalah koefisien yang ditentukan berdasarkan data hasil
pengamatan.
Untuk regresi Linier dengan tiga variabel bebas X1, X2 dan X3, metode
kkuadrat terkecil memberikan hasil bahwa koefisien-koefisien ao, a1, a2 dan dapat
dihitung dengan menggunakan persamaan seperti berikut :
∑Yi = aon + a1∑X1i + a2∑X2i + a3∑X3i
∑YiX1i = ao∑X1i + a1∑X1i2 + a2∑X1iX2i + ak∑X1iX3i
∑YiX2i = ao∑X2i + a1∑X1iX2i + a2∑X2i2 + ak∑X2iX3i
∑YiX3i = ao∑X3i + a1∑X1iX3i + a2∑X2iX3i + ak∑X3i2
) 1 /(
/
− −k n JKres
k JKreg
(2.5)
2.3 Uji Regresi Linier Berganda
Uji regresi linier berganda ini perlu dilakukan untuk mengetahui apakah sekelompok
variabel bebas secara bersama mempunyai pengaruh terhadap variabel tak bebas.
Dalam hal inipersamaan regresi diuji secara statistic apakah dapat diandalkan sebagai
model penjelas bagi fenomena yang dapat terjadi dalam variabel tak bebas Y.
Pengujian persamaan regresi dengan menggunakan statistik F pada umumnya
dirumuskan sebagai berikut :
Dimana :
F = Statistik F menyebar mengikuti distribusi F dengan derajat kebebasan
Vi = k dan V2=(n-k-1)
JKreg = Jumlah Kuadrat Regresi
=ao∑X1iYi + a2∑X2iYi + …+ ak∑XkiYi
(2.7)
Atau
∑Yi2 (2.8)
JKres = Jumlah Kuadrat Residu
=∑ ( Yi – Ŷ1)2
1. Menentukan hipotesa
(2.9)
Langkah-langkah yang digunakan untuk pengujian adalah sebagai berikut :
H0 : a1 = a2 = a3 = 0
H1 : a1 ≠ a2 ≠ a3
2. Pilih taraf nyata yang diinginkan
≠ 0
3. Hituns Statistik Fhit
4. Kesimpulan : Jika F
dengan menggunakan formula diatas
hit > Ftabel ; k ; n-k-1 tolak H0
Jika Fhit < Ftabel ; k ; n-k-1 terima H
Analisa korelasi adalah metoda statistika yang digunakan untuk menentukan kuatnya
atau derajat hubungan garis lurus (linier) antara 2 (dua) variabel atau lebih. Dengan
dua variabel, semakin nyata hubungan garis lurus (linier) semakin kuat atau tinggi 0
derajat hubungan garis lurus (linier) antara kedua variabel tersebut. Ukuran untuk
derajat hubungan garis lurus ini dinamakan koefisien korelasi.
2.5. Koefisien Determinasi
Uji koefisien determinasi (R2) dilakukan untuk mengetahuiketetapan yang paling baik
dari garis regresi. Uji ini dilakukan dengan melihat besarnya nilai koefisien
determinasi (R2) merupakan nilai besaran non negatif. Besarnya nilai koefisien
determinasi adalah antara nol sampai dengan satu ( 1 ≥ R2 ≥ 0 ). Koefisien determinasi
bernilai nol berarti tidak adahbungan antara variabel independent dengan variabel
dependent, sebaliknya nilai koefisien determinasi satu berart suatu kecocokan
sempurna. Maka R2 akan dintkan dengan rumus, yaitu :
R2 (2.10)
Dimana :
JKreg = Jumlah Kuadrat Regresi
∑yi2
= 2 - (2.11)
2.6. Koefisien Korelasi
Jika hubungan dua variabel itu tekah diketahui,maka pengukuran yang lebih akurat
dari derajat hubungan diantara dua variabel itu menggunaka parameter yang dikenal
sebagai koefisien korelasi, yang bisa dinotasikan dengan r jika hanya terdapat dua
Untuk mengukur kuat tidaknya antara variabel bebas dan variabel tak bebas,
ditinjau dari besar kecilnya nilai koefisien korelasi (r). makin besar nilai r sebagai
berikut :
-1.00 ≤ r ≤ -0.80 berarti berkorelasi kuat
-0.79 ≤ r ≤ -0.50 berarti berkorelasi sedang
-0.49 ≤ r ≤ 0.49 berarti berkorelasi lemah
0.50 ≤ r ≤ 0.79 berarti berkorelasi sedang
0.80 ≤ r ≤ 1.00 berarti berkorelasi kuat
Untuk hubungan empat variabel X1, X2, X3
1. Koefisien korelasi antara X
dan Y dapat dihitung dengan
menggunakan rumus sebagai berikut :
1
r
dan Y
y1=
(
)( )
(
)
{
2}
{
2( )
2}
1 2 1 1 1 i i i i i i i i Y Y n X X n Y X Y X n ∑ − ∑ ∑ − ∑ ∑ ∑ − ∑
= (2.12)
2. Koefisien korelasi antara X2
r
dan Y
y2=
(
)( )
(
)
{
2}
{
2( )
2}
2 2 2 2 2 i i i i i i i i Y Y n X X n Y X Y X n ∑ − ∑ ∑ − ∑ ∑ ∑ − ∑ = (2.13)
3. Koefisien korelasi antara X3
r
dan Y
y3
(
)( )
(
)
{
2}
{
2( )
2}
3 2 3 3 3 i i i i i i i i Y Y n X X n Y X Y X n ∑ − ∑ ∑ − ∑ ∑ ∑ − ∑
BAB 3
GAMBARAN UMUM PEMATANGSIANTAR
3.1 Sejarah Singkat Pematangsiantar
Sebelum Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, Pematangsiantar merupakan
daerah kerajaan. Pematangsiantar yang berkedudukan di Pulau Holing dan Raja
terakhir dari dinasti ini adalah keturunan marga Damanik yaitu Tuan Sang Nawaluh
Damanik yang memegang kekuasaan sebagai Raja tahun 1906.
Disekitar pulau Holing kemudian berkembang menjadi perkampungan tempat
tinggal penduduk diantaranya kampung Suhi Siantar Bayu, Suhi Kahean, Pantoan,
Suhi Bah Bosar, dan Tomuan. Daerah tersebut kemudian menjadi daerah hokum kota
Pematangsiantar, yaitu:
1. Pulau Holing menjadi kampung Pematang
2. Siantar Bayu menjadi Pusat Kota
3. Suhi Kahean menjadi Kampung Sipinggol-pinggol, kampong Melayu,
Martoba, dan Sukadame
4. Suhi Bah Bosar menjadi kampung Kristen, Karo, Tomuan, Pantoan, Toba, dan
Setelah Belanda memasuki daerah Sumatera Utara, Daerah Simalungun
menjadi daerah kekuasaan Raja-raja. Kontroler Belanda yang semua berkedudukan di
Perdagangan, pada tahun 1907 di pindahkan ke Pematangsiantar. Sejak itu
Pematangsiantar berkembang menjadi daerah yang banyak dikunjungi pendatang
baru. Bangsa Cina mendiami kawasan Timbang Galung dan Kampung Melayu.
Pada tahun 1910 didirikan Badan Persiapan Kota Pematangsiantar, kemudian
pada tanggal 1 Juli 1917 berdasarkan Stad Blad No 285 Pematangsiantar berubah
menjadi Gemente yang mempunyai otonomi sendiri. Sejak Januari 1939 berdasarkan
Sar Blad No 717 berubah menjadi Gemente yang mempunyai Dewan.
Pada zaman Jepang berubah menjadi Siantar State dan dewan dihapus. Setelah
Proklamasi Kemerdekaan, Pematangsiantar kembali menjadi Dewan Otonomi.
Berdasarkan Undang-undang No.22/1984 Status Gemente menjadi Kota Kabupaten
Simalungun dan Walikota dirangkap oleh Bupati Simalungun sampai tahun 1957.
Berdasarkan Undang-undang No.1/1957 berubah menjadi Kota Praja penuh,
dan dengan keluarnya Undang-undang No.18/1965 berubah menjadi Kota, dan dengan
keluarnya Undang-undang No.5/1974 tentang pokok-pokok pemerintahan di daerah,
berubah menjadi Kota Daerah tingkat II Pematangsiantar sampai sekarang.
Berdasarkan Peraturan Pemerintah No.35 tahun 1981 Kota Daerah tingkat II
Pematangsiantar terbagi atas 4 wilayah Kecamatan yang terdiri atas 29 desa/kelurahan
dengan luas wilayah 12,48 km2 yang peresmiannya dilaksanakan oleh Gubernur
No.15 tahun 1986 tanggal 10 Maret 1986 Kota Daerah Tingkat II Pematangsiantar
diperluas menjadi 6 wilayah kecamatan,dimana 9 desa kelurahan dari wilayah
Kabupaten Simalungun masuk menjadi kota Pematangsiantar sehingga kota
Pematangsiantar terdiri dari 38 desa/kelurahan dengan luas wilayah menjadi 70,230
Km2
1. Kecamatan Siantar Barat , Kecamatan tersebut yaitu:
2. Kecamatan Siantar Timur
3. Kecamatan Siantar Utara
4. Kecamatan Siantar Selatan
5. Kecamatan Siantar Marihat
6. Kecamatan Siantar Martoba
Selanjutnya pada tanggal 23 Mei 1994 dikeluarkan kesepakatan bersama
penyesuian batas wilayah Administrasi antara Kota Pematangsiantar dengan
Kabupaten Simalungun dengan SKB bersama No: . Adapun hasil
kesepakatan tersebut adalah kota Pematangsiantar menjadi seluas 79,9706 Km2.
3.2 Lokasi dan Keadaan Geografis
Kota Pematangsiantar terletak pada garis 3001’09”-2054’40” Lintang Utara dan
9906’23”-9901’10” Bujur Timur, berada ditengah-tengah wilayah Kabupaten
Simalungun. Luas dataran Kota Pematangsiantar adalah 79,97 Km2 terletak di atas
Karena terletak dekat garis khatulistiwa Kota Pematangsiantar tergolong ke
dalam daerah tropis dan daerah datar, beriklim sedang dengan suhu maksimal rata-rata
BAB 4
ANALISA DAN PEMBAHASAN
4.1 Data yang Diperoleh
Pada dasarnya data merupakan alat bagi pengambilan keputusan untuk dasar
pembuatan keputusan-keputusan atau untuk memecahkan suatu persoalan. Keputusan
yang baik jika pengambilan keputusan tersebut didasarkan atas data yang baik. Salah
satu dari kegunaan data adalah untuk memperoleh dan mengetahui gambaran tengtang
suatu keadaan/permasalahan.
Untuk membahas atau memecahkan permasalahan diatas, penulis
mengumpulkan data yang berhubungan dengan permasalahan tersebut seperti dalam
Tabel 4.1
Data Target Penggunaan Akseptor Aktif
No Target Pil Kondom Suntik
1 8873 1981 574 2136
2 6099 791 373 1106
3 8885 2020 581 2211
4 6092 696 379 879
5 8885 2036 581 2233
6 6093 703 379 890
7 6099 716 378 898
8 6100 728 378 910
9 8871 1964 568 2136
10 6105 742 379 926
11 8916 2093 704 2331
12 6112 767 392 941
13 5699 815 384 1126
14 5324 1250 380 1300
15 5693 987 321 1009
16 5652 791 323 1106
17 6090 693 379 868
18 5712 1018 331 995
19 8877 2004 578 2185
20 8886 2020 581 2211
Jumlah 139063 24815 8943 28397
Sumber : Dinas Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Keluarga Sejahtera
Dimana : Y = Variabel Target
X1 = Variabel Pil
X2 = Variabel Kondom
4.2. Persamaan Regresi Linear Berganda
Untuk mencari persamaan regresi, terlebih dahulu kita menghitung koefisien-koefisien
regresinya dengan mencari penggandaan suatu variabel dengan variabel yang lain.
Tabel 3.2
Besaran-besaran yang digunakan untuk persamaan regresi
No Y X1 X2 X3
1 8873 1981 574 2136
2 6099 791 373 1106
3 8885 2020 581 2211
4 6092 696 379 879
5 8885 2036 581 2233
6 6093 703 379 890
7 6099 716 378 898
8 6100 728 378 910
9 8871 1964 568 2136
10 6105 742 379 926
11 8916 2093 704 2331
12 6112 767 392 941
13 5699 815 384 1126
14 5324 1250 380 1300
15 5693 987 321 1009
16 5652 791 323 1106
17 6090 693 379 868
18 5712 1018 331 995
19 8877 2004 578 2185
20 8886 2020 581 2211
Sambungan tabel 3.2
X12 X1X2 X1X3 X1Y
3924361 1137094 4231416 17577413
625681 295043 874846 4824309
4080400 1173620 4466220 17947700
484416 263784 611784 4240032
4145296 1182916 4546388 18089860
494209 266437 625670 4283379
512656 270648 642968 4366884
529984 275184 662480 4440800
3857296 1115552 4195104 17422644
550564 281218 687092 4529910
4380649 1473472 4878783 18661188
588289 300664 721747 4687904
664225 312960 917690 4644685
1562500 475000 1625000 6655000
974169 316827 995883 5618991
625681 255493 874846 4470732
480249 262647 601524 4220370
1036324 336958 1012910 5814816
4016016 1158312 4378740 17789508
4080400 1173620 4466220 17949720
Sambungan tabel 3.2
X22 X2X3 X2Y X32 X3Y Y2
329476 1226064 5093102 4562496 18952728 78730129
139129 412538 2274927 1223236 6745494 37197801
337561 1284591 5162185 4888521 19644735 78943225
143641 333141 2308868 772641 5354868 37112464
337561 1297373 5162185 4986289 19840205 78943225
143641 337310 2309247 792100 5422770 37124649
142884 339444 2305422 806404 5476902 37197801
142884 343980 2305800 828100 5551000 37210000
322624 1213248 5038728 4562496 18948456 78694641
143641 350954 2313795 857476 5653230 37271025
495616 1641024 6276864 5433561 20783196 79495056
153664 368872 2395904 885481 5751392 37356544
147456 432384 2188416 1267876 6417074 32478601
144400 494000 2023120 1690000 6921200 28344976
103041 323889 1827453 1018081 5744237 32410249
104329 357238 1825596 1223236 6251112 31945104
143641 328972 2308110 753424 5286120 37088100
109561 329345 1890672 990025 5683440 32626944
334084 1262930 5130906 4774225 19396245 78801129
337561 1284591 5162766 4888521 19646946 78960996
4256395 13961888 65304066 47204189 213471350 1007932659
Dari tabel 3.2 didapat nilai-niai :
ΣYi = 139063
ΣX1 = 24815
ΣX2 = 8943
ΣX3
Σ(X
= 28397
ΣX1X2 = 12327449
ΣX1X3 = 42017311
Σ(X2)2 = 4256395
Σ(X2X3) = 13961888
Σ(X3)2 = 47204189
ΣX1Y = 188235845
ΣX2Y = 65304066
ΣX3Y = 213471350
Σ(Y)2 = 1007932659
N = 20
Dari data diatas didapat persamaan :
∑Yi = aon + a1∑X1i + a2∑X2i + a3∑X3i
∑YiX1i = ao∑X1i + a1∑X1i2 + a2∑X1iX2i + a3∑X1iX3i
∑YiX2i = ao∑X2i + a1∑X1iX2i + a2∑X2i2 + a3∑X2i
∑YiX3i = ao∑X3i + a1∑X1iX3i + a2∑X2iX3i + a3∑X3i2 (4.1)
Sehingga dapat disubtitusikan nilai-nilai yang bersesuaian, sehingga diperoleh
persamaan :
139063 = 20ao +24815 a1 + 8943 a2 +28397 a3
188235845 = 24815ao + 37613365a1 +12327449 a2 + 42017311a3
65304066 =8943ao + 12327449a1 + 4256395a2 + 13961888a3
Setelah persamaan diatas diselesaikan, maka didapat koefisien :
ao = 2330,784
a1 = 0,048
a2 = 7,11
a3 = 0,975
Sehingga diperoleh persamaan regresinya :
Ŷ = a0 + a1X1 +a2X2 + a3X3 (4.2)
Ŷ = 2330,784+0,048 X1 +7,11X2 + 0,975 X3
4.3 Uji Regresi Linear Berganda
Setelah model persamaan regresi diperoleh, maka dilakukan uji F untukmengetahui
pengaruh variabel independent secara bersana-sama terhadap variabel dependent.
Hipotesa yang dipakai sebagai berikut :
H0 : a1 = a2 = a3 = 0, artinya secara bersama-sama tidak ada pengaruh variabel
independent terhadap variabel dependent.
H1 : a1 ≠ a2 ≠ a3
) 1 /(
/
− −k n JKres
k JKreg
≠ 0, artinya secara bersama-sama ada pengaruh variabel
independent terhadap variabel dependent.
Untuk melakukan pengujian digunakan rumus :
Tabel 4.3
Untuk memperoleh JKres
No
maka digunakan tabel sebagai berikut :
Y Ŷ Y-Ŷ [Y-Ŷ]2
1 8873 8589,612 283,388 80308,76
2 6099 6099,132 -0,132 0,017424
3 8885 8714,379 170,621 29111,53
4 6092 5915,907 176,093 31008,74
5 8885 8736,597 148,403 22023,45
6 6093 5926,968 166,032 27566,63
7 6099 5928,282 170,718 29144,64
8 6100 5940,558 159,442 25421,75
9 8871 8546,136 324,864 105536,6
10 6105 5963,94 141,06 19897,92
11 8916 9709,413 -793,413 629504,2
12 6112 6072,195 39,805 1584,438
13 5699 6197,994 -498,994 248995
14 5324 6360,084 -1036,08 1073470
15 5693 5644,245 48,755 2377,05
16 5652 5743,632 -91,632 8396,423
17 6090 5905,038 184,962 34210,94
18 5712 5703,183 8,817 77,73949
19 8877 8666,931 210,069 44128,98
20 8886 8714,379 171,621 29453,77
Jumlah 139063 139078,6 -15,605 2442219
Sehingga diperoleh :
JKres = Jumlah Kuadrat Residu
=∑ ( Yi – Ŷ1)2 (4.4)
Untuk memperoleh JKreg digunaka persamaan :
JKreg = Jumlah Kuadrat Regresi
=ao∑X1iYi + a2∑X2iYi + …+ ak∑XkiYi
(4.5)
Atau
∑Yi2 (4.6)
Maka diperoleh :
JKreg
(
)
244221920 2 139063
−
= 1007932659 -
= 38564541,55
Sehingga :
Fh =
) 1 /( / − −k n JKres k JKreg 1 3 20 / 2442219 3 / 55 . 38564541 − − = 7 . 152638 18 . 1285487 = = 84.2175
Jika α= 0.05 maka dk pembilang 3 dan dk penyebut 16, dari daftar distribusi F
didapat F0.95(3,16) = 3,24 sehingga Fh > Ftabel. Jadi hipotesis ditolak dalam taraf nyata
0,05 sehingga H1 diterima yang artinya Variabel Pil, Kondom dan Suntik secara
4.4 Koefisien Determinasi
Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh Pil, Kondom dan Suntik terhadap Target
penggunaan akseptor maka dilakukan perhitungan sebagai berikut :
JKreg
(
)
244221920 2 139063
−
= 1007932659 -
= 38564541,55
∑yi2
= 2 - (4.7)
= 1007932659 -
(
)
202 139063
= 1007932659 – 19338517969
=41006760,55
Sehingga :
R2 (4.8)
R2
55 , 41006760
55 , 38564541
=
R2 = 0,94
Dari perhitungan diatas,diperoleh koefisien determinasi (R2) Sebesar 0,94 nilai
tersebut menunjukkan Informasi bahwa 94 % nilai dari Target dipengaruhi oleh ketiga
faktor tersebut, yakni, Pil, Kondom dan Suntik sedangkan 6 % lagi dipengaruhi oleh
4.5 Koefisien Korelasi
Untuk mengukur besarnya pengaruh variabel tak bebas terhadap variabel bebas, dapat
dilihat dari besarnya koefisien korelasi yaitu :
1. Koefisien korelasi antara Pil dan Target
ry1
(
)( )
(
)
{
2}
{
2( )
2}
1 2 1 1 1 i i i i i i i i Y Y n X X n Y X Y X n ∑ − ∑ ∑ − ∑ ∑ ∑ − ∑
= (4.9)
ry1
{
2}{
2}
) 139063 ( ) 1007932659 ( 20 ) 24815 ( ) 37613365 ( 20 ) 139063 )( 24815 ( ) 188235845 ( 20 − − − =
ry1
{
}{
}
9 1933851796 0 2015865318 615784225 752267300 3450848345 3764716900 − − − = ry1 ) 820135211 )( 136483075 ( 313868555 = ry1 8 , 334566249 313868555 = ry1
2. Koefisien korelasi antara Kondom dan Target
= 0,9831
ry2
(
)( )
(
)
{
2}
{
2( )
2}
2 2 2 2 2 i i i i i i i i Y Y n X X n Y X Y X n ∑ − ∑ ∑ − ∑ ∑ ∑ − ∑
= (4.10)
ry2
{
2}{
2}
) 139063 ( ) 1007932659 ( 20 ) 8943 ( ) 4256395 ( 20 ) 139063 )( 8943 ( ) 65304066 ( 20 − − − = ry2
{
85127900 79977249}{
20158653180 19338517969}
ry3 54 , 64994078 320454989 = ry3
3. Koefisien korelasi antara Suntik dan Target = 0,9607
ry3
(
)( )
(
)
{
2}
{
2( )
2}
3 2 3 3 3 i i i i i i i i Y Y n X X n Y X Y X n ∑ − ∑ ∑ − ∑ ∑ ∑ − ∑
= (4.11)
ry3
{
2}{
2}
) 139063 ( ) 1007932659 ( 20 ) 28397 ( ) 47204189 ( 20 ) 139063 )( 28397 ( ) 213471350 ( 20 − − − =
ry3
{
}{
}
9 1933851796 0 2015865318 806389609 944083780 3948972011 4269427000 − − − = ry3 ) 820135211 )( 137694171 ( 320454989 = ry3 3360473746 320454989 =
BAB 5
IMPLEMENTASI SISTEM
5.1. SPSS (STATISTICAL PRODUCT FOR SERVICE SOLUTION)
Untuk merpecepat dan mempermudah kita dalam pengolahan data-data statistika,
banyak kita kenal perangkat lunak komputer yng mendukung yang dapat kita gunakan
mengolah data, seperti : SPSS, Microsoft Statgraf, Minitab, Mathlab dan perangkat
lunak lainnya yang menggunakan bahasa pemograman tingkat tinggi seperti
PASCAL, BASIC, FORTRAN, BAHASA C, DELPHI dan lain sebagainya.
Perangkat lunak komputer diatas memang sangat membantu kita dalam
menyelesaikan data-data yang tidak bisa diselesaikan secara manual, selain lebih cepat
dalam menganalisis, faktor kesalahan yang ditimbulkan oleh perangkat lunak tersebut
relative kecil, sehingga menghemat tenaga yang digunakan.
Pada pembahasan ini pengolahan data yang dilakukan adalah dengan perangkat lunak
SPSS. SPSS adalah Software khusus statistik yang paling popouler dan paling sering
digunakan diseluruh dunia. SPSS banyak dipakai dalam berbagai riset pasar,
pengendalian, dan perbaikan mutu serta risei-riset sains dan banyak digunakan oleh
perusahaan untuk membuat dan mendistribusikan informasi hasil pengolahan data
5.2. Langkah-langkah pengolahan Data SPSS
Berikut ini adalah langkah-langkah yang dilakukan dalam menyelesaikan program
regresi linier berganda dengan SPSS sesuai data dalam penulisan ini :
1. Dari menu START ,pilih program SPSS.
2. Buka lembar kerja baru
Dari menu utama File, pilih menu Data, lalu klik. Data akan tampil sebagai
[image:38.595.108.523.300.613.2]berikut:
5.3. Menamai variabel
Klik variabel view, yang terletak disebelah kiri bawah jendela editor, lalu lakukan
langkah-langkah sebagai berikut:
1. Name : Ketik nama variabel yang digunakan
2. Type : Sesuaikan tipe data sesuai dengan apa yang kita inginkan
3. Width : Digunakan untuk menentukan jarak/lebar kolom
4. Label : Ketikkan nama sesuai dengan identitas dari nama variabel,
nama variabel hanya terdiri dari 8 digit/karakter.
5. Value : Digunakan untuk mengisi penjelasa nama (label) pada
variabel
6. Missing : Digunakan untuk menjelaskan data yang hilang/rusak
7. Columns : Digunakan untuk menentukan lebar kolom
8. Align : Digunakan untuk menentukan letak pengisian data, apakah
rata kiri, rata kanan atau diletakkan di tengah-tengah kolom.
9. Measure : Digunakan untuk menentukan jenis data.
[image:39.595.107.525.562.668.2]Tampilannya adalah sebagai berikut :
5.4. Pengisian Data
1. Aktifkan jendela data dengan mengklik Data View, yang terletak disudut kiri
bawah jendela editor.
2. Selanjutnya ketikkan data yang sesuai untuk setiap variabel yang telah
didefenisikan. Data akan tampil sebagai berikut:
5.5. Pengolahan Data dengan Persamaan Regresi
1. Tampilkan file yang akan ditentukan persamaan regresi pada jendela editor.
2. Pilih menu Analyze, kemudian pilih sub menu Regression, Pilih Linier, data
akan tampil sebagai berikut:
[image:41.595.113.524.237.714.2].
3. Setelah muncul kotak dialog, kemudian sorot variabel yang menjadi variabel
tidak bebas dan pindahkan ke kotak Variabel Dependent. Demikian juga sorot
variabel bebasnya dan pindahkan ke kotak variabel Independent. Maka data
[image:42.595.107.525.192.384.2]akan tampil sebagai berikut :
Gambar 5.5 Kotak dialog Linear Regression
4. Klik statistic pada kotak dialog tadi, aktifkan Estimate, Model Fit kemudian
klik Continue untuk meneruskan, lalu klik OK. Maka data akan tampl sebagai
berikut:
[image:42.595.96.526.524.700.2]5. kemudian klik Plots padakotak dialog Linier Regression tadi, lalu aktifkan
Produce all partial plots, kemudian klik Continioue, lalu klik OK untuk
[image:43.595.112.522.166.348.2]melihat hasilnya. Maka tampilan sebagai berikut:
Gambar 5.7 Kotak Linear Regression Plots
5.6. Pengolahan Data dengan Persamaan Korelasi
1. Untuk mengetahui korelasinya, pilih Analyze, kemudian pilih sub menu
Correlate, kemudian Bivariate. Maka data akan tampil sebagai berikut:
[image:43.595.109.488.507.736.2]2. Setelah muncul kotok dialog, kemudian sorot variabel-variabel yang akan
ditentukan korelasinya dan pindahkan ke kotak variables.
3. Pada kolom Correlations Coefficients, pilih pearson,sedang pada kolom
[image:44.595.108.525.211.488.2]test if Significant, pilih Two Tailed, lalu klik OK.
BAB 6
KESIMPULAN DAN SARAN
6.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisa yang telah dilakukan, maka dapat diambil beberapa
kesimpulan antara lain :
1. Dari hasil pengamatan maka persamaan Regresi Bergandanya adalah :
Ŷ = 2330,784+0,048 X1 +7,11X2 + 0,975 X3
Yang berarti bahwa Target penggunaan akseptor aktif dipengaruhi oleh
ketiga variabel bebas tersebut yaitu Pil, Kondom dan Suntik.
2. Dari daftar distribusi F dengan dk pembilang 3 dan dk penyebut 16 dan
peluang 0.95 (jadi α = 0.05 ) diperoleh Ftabel = 3.24 ternyata Fh = 84.2175
lebih besar dari Ftabel = 3.24 sehingga hipotesis ditolak, yang berarti ketiga
variabel tersebut secara bersama-sama merupakan penjelas yang signifikan
terhadap Target.
3. Dari hasil perhitungan korelasi disimpulkan bahwa ketiga variabel bebas
tersebut berkorelasi kuat terhadap Target dengan kata lain Target
mempunyai hubungan yang kuat terhadap variabel Pil, Kondom dan Suntik.
4. Sekitar 94 % target dipengaruhi oleh ketiga faktor tersebut, sedangkan 6 %
lagi dipengaruhi oleh beberapa faktor-faktor lain yang belum dimasukkan
6.2 Saran
Adapun saran yang inginpenulis sampaikan adalah :
1. Kepada pihak BKKBN Pematangsiantar agar lebih memperhatikan penyediaan
data-data yang akurat, supaya lebih mudah memperoleh data jika diperlukan.
2. Kepada seluruh masyarakyat Indonesia secara umum agar membantu
pelaksanaan program pemerintah yaitu Keluarga Berencana yang artinya dua
DAFTAR PUSTAKA
Assauri, Sofian. 1984. Teknik Dan Metode Peramalan. Fakultas Ekonomi Universitas
Indonesia.
Sudjana, 1992. Metode Statistika. Bandung : Tarsito.
Santoso, Singgih. 2002. SPSS Statistika Multivariat. PT Elex Media Komputindo,
Jakarta.
Sembirng R.K. 1995. Analisa Regresi. Bandung : Badan Penerbit ITB