Babel Tidak Bebas Gempa
Kamis, 12 April 2012 09:40 WIB | Dibaca 32 kali
Berita Terkait
Pejabat Babel Siap Pakai Pertamax
Babel Bakal Miliki SKO
SPN Babel Butuh Listrik dan Air
DPRD Babel Siap Pakai Pertamax
Polda Babel Buka Penerimaan Akpol Aceh Gempa, Azan Bergema
PANGKALPINANG - Meskipun gempa berkekuatan besar menggetarkan sejumlah wilayah di Sumatera, mulai dari Aceh, Sumatera Utara (Sumut), Sumatera Barat (Sumbar), Lampung dan Bengkulu, kemarin (11/4). Namun, untuk Bangka Belitung (Babel), terhitung relatif aman dari gempa bumi. Hal tersebut dikatakan oleh Kepala Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) Pangkalpinang, tadi malam (11/4). "Relatif ini bukan artianya Babel benar-benar bebas dari gempa. Sebab kita tidak berani sebut Babel bebas dari gempa karena pernah terjadi di daerah Jebus, Bangka Barat (Babar) beberapa waktu yang lalu, hanya getarannya terbilang kecil," ujarnya.
Khusus di Babel, ia menjelaskan, gempa bumi kemungkinan terjadi hanya gempa reruntuhan. "Gempa ini ada tiga macam, yaitu gempa tektonik, gempa vulkanik dan gempa reruntuhan. Tektonik yang terjadi karena bergesernya lempengan didasar laut, vulkanik yang disebabkan karena gunung merapi dan gempa reruntuhan yang terjadi karena akibat ulah manusia itu sendiri. Untuk di Babel kita memastikan terjadi pada gempa reruntuhan," sebut Slamet. Slamet juga mengatakan, terjadinya gempa bumi untuk beberapa wilayah di Sumatera tidak terasa sampai di Babel. "Kita rasa getaran gempa bumi tadi tidak terasa sampai ke Babel sesuai dengan alat seismograf, namun kita tidak bisa memastikan karena belum ada
konfirmasi dari BMKG Belitung," tutupnya. Sementara itu, gempa berkekuatan 8,5 SR diikuti gempa susulan berkekuatan 6,5 SR dan 8,8 SR yang terjadi sekitar pukul 17.43.06 WIB yang berpotensi tsunami, yang terjadi di sejumlah daerah di Sumatera, tidak menelan korban jiwa. Seorang wartawan dari Medan misalkan mengabarkan, getaran juga terasa sampai ke Medan. Begitu pula, getaran serupa juga terasa di Batam. Bahkan, getaran tersebut juga terasa sampai ke Penang, Malaysia.
Nasional Penanggulanan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, yang disebar ke
wartawan, peringatan dini tsunami tersebut berada di Lokasi 2,31 LU, 92,67 BT, kedalaman 10 KM.
Disebutkan, lokasi gempa adalah berada di 434 KM barat daya Meulaboh. Kedalaman 10 KM. "Masyarakat bergerak ke tempat-tempat atas. BMKG mengeluarkan potensi tsunami. BNBB masih koordinasi dengan seluruh potensi nasional. Kerugian masih di data," ujarnya. Sutopo mengatakan, Posko BNBB masih melakukan assesment, koodinasi dan lainnya. Akibat getaran tersebut, sejumlah warga tumpah ruah untuk menyelamatkan diri. Mereka berbondong-bondong menyelamatkan diri ke tempat yang lebih tinggi. Akibatnya, jalanan menuju dataran yang tinggi mengalami kemacetan parah.Selain menuju tempat yang lebih tinggi, warga Banda Aceh juga mengungsi ke Masjid Raya, Aceh. Umumnya, warga yang berkumpul adalah warga yang tinggal di bibir pantai. Gempa juga menyebabkan listrik padam. Serine meraung, dan suara adzan bergema dimana-mana. Warga panik, mereka trauma dengan musibah tsunami 26 Desember 2004 yang menewaskan ratusan ribu manusia.
Terjadinya gempa tersebut langsung direspon oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). SBY mengaku sudah menginstruksikan BNPB dan pemerintah daerah segera melakukan langkah-langkah penanganan."Situasi sekarang sudah under controlled," kata SBY memberikan keterangan pers, di Jakarta. Menurutnya, sejauh ini tidak ada laporan adanya korban jiwa. SBY juga mengatakan, belum ada laporan tentang kerusakan bangunan. Meski demikian gempa itu memang menimbulkan kepanikan. "Alhamdulillah, sementara tidak ada laporan korban jiwa dan tidak adanya kerusakan parah di Banda Aceh. Sempat terjadi kepanikan," ujarnya.
Tak hanya SBY, Perdana Menteri Inggris, David Cameron yang sedang bertemu dengan Presiden SBY saat gempa 8,5 SR di Aceh terjadi juga menyampaikan aksi simpatiknya. “Saya sangat bersimpati dengan kejadian gempa bumi yang terjadi di wilayah Aceh. Kami akan selalu bersama dengan pemerintah RI dalam situasi seperti ini,” kata Cameron.
WNI di Thailand Siaga Tsunami
Duta Besar Indonesia untuk Thailand, Lutfi Rauf, berpesan kepada WNI yang berada di Thailand untuk segera menjauh dari kawasan pantai setelah pemerintah setempat
mengeluarkan peringatan tsunami. Di beberapa tempat, pihak berwenang telah mengevakuasi penduduk ke tempat yang tinggi setelah terjadi gempa berkekuatan 8,5 pada Skala Richter di Sumatera. "Kepada seluruh WNI yang ada di kawasan pantai bagian barat Thailand selatan agar menjauh dari wilayah pantai karena adanya ancaman tsunami akibat gempa yang melanda Aceh," imbau Lutfi dalam akunnya di laman media sosial Facebook seperti dikutip dari Reuters.
Dia meminta para WNI untuk menyampaikan pesan ini secara berantai kepada warga yang masih berada di kawasan pesisir barat Thailand, karena mereka mungkin belum mengetahui peristiwa itu. "Peringatan yang sama sudah disampaikann oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia di Bangkok dan Konsulat RI di Songhkla....Semoga Allah SWT senantiaasa melindungi kita semua, amien," demikian pesan Dubes Lutfi.
Penduduk di Phuket, Krabi, Ranong, Phangnga, Trang dan Satun telah diperintahkan segera mengungsi ke tempat yang lebih tinggi karena pihak berwenang khawatir terjadi tsunami, menyusul gempa bumi yang mereka rasakan beberapa jam lalu.
Populer sebagai wilayah turis, Phuket termasuk yang menjadi korban tsunami pada Desember 2004. Bencana saat itu menewaskan lebih dari 5.000 orang di Thailand.Menurutnya,
Kementerian Informasi dan Teknologi Komunikasi Thailand mengeluarkan peringatan tsunami kepada penduduk yang tinggal di pesisir Andaman di sebelah selatan negara itu. Mereka diminta segera evakuasi ke tempat yang lebih tinggi.
Para turis dan pekerja di Pantai Patong langsung menyelamatkan diri ke dataran yang lebih tinggi setelah pihak berwenang membunyikan sirene peringatan tsunami. Sebanyak 27 negara diminta waspada tsunami menyusul gempa bumi itu. Mereka terdiri dari Indonesia, Thailand, India, Australia, Seychelles, Somalia, Oman hingga Afrika Selatan, demikian menurut Pacific Tsunami Warning Center. (iam/sam/boy/Jpnn/Rts)
Angin Rusak 765 Rumah di Bangka Belitung
Rumah yang rusak sebanyak 765 unit, yang terdiri atas rusak berat, sedang dan ringan. Amril Amarullah
Minggu, 14 Juni 2009, 14:38 WIB
(Antara/Basrul Haq)
(Antara/Basrul Haq)
VIVAnews
- Jumlah rumah warga Kota Pangkalpinang, Provinsi Bangka
Belitung (Babel) yang rusak akibat terjangan angin ribut pada 8 Juni sore
mencapai 765 unit.
"Data sementara yang kami himpun menunjukkan jumlah rumah yang rusak
akibat angin ribut mencapai 765 unit, yang terdiri atas rusak berat, sedang dan
ringan," kata Kasi Penanganan Bencana Dinas Sosial Kota Pangkalpinang
Peterson di Pangkalpinang, Minggu, 14 Juni 2009.
Ia mengatakan sampai sekarang pihaknya masih melakukan pendataan sehingga
kemungkinan jumlah rumah rudak akan bertambah.
Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pangkalpinang, kata dia, juga sudah turun ke
lapangan untuk melihat kondisi rumah warga yang rusak dan kemudian
menyalurkan bantuan rehabilitasi.
"Kerugian material belum kami hitung karena masih dalam tahap pendataan.
Hasilnya akan diajukan ke Pemprov Babel agar segera dikucurkan bantuan
rehabilitasi," ujarnya.
Ia menegaskan seluruh rumah yang rusak akibat angin ribut akan mendapat
bantuan yang jumlahnya disesuaikan dengan tingkat kerusakan.
"Sekarang kami sedang membahas berapa nilai bantuan yang akan dikucurkan
untuk memperbaiki rumah warga yang rusak berat, sedang dan ringan," ujarnya.
Menurut dia, pihaknya juga belum melakukan pendataan berapa unit rumah
yang mengalami rusak berat, sedang dan ringan karena masih menghimpun data
yang dilaporkan pihak Tagana dan aparat kelurahan.
"Kami juga meminta masyarakat melaporkan rumah yang benar-benar rusak
akibat angin ribut untuk dimasukkan ke dalam data rumah yang akan dibantu,"
ujarnya.
Kepulauan Bangka Belitung Stabil Dari Guncangan
Gempa
Monday, 01 October 2012 18:45 Benhard
EXTREMMEPOINT.COM : - Kepulauan Bangka Belitung yang terbentuk dari batuan granit dan merupakan batuan terbaik bagi suatu tapak Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) karena jenisnya itu sangat stabil dari guncangan gempa.
Menurut Kepala Pusat Pengembangan Energi Nuklir Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan), Sarwiyana Sastratenaya mengatakan, “Jenis batuan granit sangat keras dan terbangun utuh hingga kedalaman sampai berkilo-kilometer ke dasar mantel bumi," katanya saat di sela-sela "Seminar on Natural Hazard Mitigation to Critical Installation" di Universitas Pancasila Jakarta, Sabtu.
Jenis batuan ini ada juga di Sumatera bagian timur atau Kalimantan bagian barat tapi
relatif muda, sedangkan di Bangka relatif tua dengan usia ratusan juta tahun, berarti semakin baik.
Bangka juga berada di intra-plate (dalam lempeng) yakni lempeng Sunda yang bukan lokasi gempa.
Dia menambahkan, "Banyak wilayah lain di Indonesia berada di inter-plate atau di atas patahan lempeng Eurasia dan Indo-Australia sehingga rawan gempa, seperti di sepanjang Barat Sumatera dan selatan Jawa," tambahnya.
Laut di sekitar Bangka juga merupakan laut dangkal sedalam hanya 20-30 meter sehingga tak memungkinkan munculnya tsunami yang mensyaratkan kedalaman laut sampai ribuan meter.
Bangka juga jauh dari gunung api, karena yang terdekat berjarak 350 km yakni Gunung Lumut Balai di Lampung. Ini berbeda dengan Semenanjung Muria, Jepara (tapak sebelumnya) yang masih berdekatan dengan Gunung api Muria meski gunung tersebut tergolong "mati".
Sekarang Bangka sebagai tapak masih berada dalam kajian Batan dengan dana untuk dua tapak yakni di Bangka Barat dan Bangka Selatan selama 2011-2013 sebesar Rp 160 miliar.
"Yang jelas Bangka berbeda dengan PLTN Fukushima di Jepang yang tepat berada di atas `ring of fire`, lokasi yang rawan gempa dan tsunami," pungkasnya. (BONA)
Pemandian Air Panas Tirta Tapta Pemali
Objek wisata satu ini merupakan aset wisata pantai yang terletak didesa Pemali Kecamatan Pemali Kabupaten Bangka, sekitar 20 km dari Kota Sungailiat. Lokasi sumber air panas di Pemali pertama kali ditemukan pada zaman kolonial Belanda. Pada saat itu dilakukan eksplorasi timah oleh perusahaan B.T.W. (Bangka Tin Winning Bedrijt) yaitu perusahaan milik Belanda yang khusus bergerak disektor pertambangan timah di Pulau Bangka. Setelah kemerdekaan RI perusahaan penambangan timah diambil alih dari pemerintahan kolonial menjadi sebuah perusahaan penambangan yang dimiliki oleh negara, yakni PT. TIMAH dan secara otomatis keberadaan lokasi sumber air panas menjadi bagian kepemilikan dan pengelolaan PT Timah. pada era dasa warsa 70-an, air panas pemali dipugar dan
dikembangkan oleh perusahaan Timah, yang selamabeberapa tahun sempat terawat dengan baik dan menjadi salah satu tempat rekreasi masyarakat . Air panas ini berasal dari air tanah aktif yang mengeluarkan belerang yang sangat ccocok bagi wisataan yang datang untuk kesehatan atau menghilangkan pegal-pegal dengan cara berendam dikolam air yang disediakan.
Mata air panas
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Belum Diperiksa
Langsung ke: navigasi, cari
Mata air panas Green Dragon di Taman Nasional Yellowstone
Mata air panas atau sumber air panas adalah mata air yang dihasilkan akibat keluarnya air tanah dari kerak bumi setelah dipanaskan secara geotermal. Air yang keluar suhunya di atas 37 °C (suhu tubuh manusia), namun sebagian mata air panas mengeluarkan air bersuhu hingga di atas titik didih.[1] Di seluruh dunia terdapat mata air panas yang tidak terhitung jumlahnya, termasuk di dasar laut dan samudra.
Air panas lebih dapat mengencerkan padatan mineral, sehingga air dari mata air panas mengandung kadar mineral tinggi, seperti kalsium, litium, atau radium. Mandi berendam di dalam air panas bermineral dipercaya dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit. Berdasarkan alasan tersebut, orang membangun pemandian air panas dan spa untuk tujuan rekreasi dan pengobatan.
Daftar isi
1 Sumber panas
2 Debit air
3 Mata air panas di seluruh dunia
4 Referensi
5 Daftar pustaka
6 Pranala luar
Geyser di Kamisuwa, Prefektur Nagano
Air yang keluar dari mata air panas dipanaskan oleh geotermal (panas bumi). Semakin dalam letak batu-batuan di dalam perut bumi, semakin meningkat pula temperatur batu-batuan tersebut. Peningkatan temperatur batuan berbanding dengan kedalaman disebut gradien geotermal. Air merembes ke dalam kerak bumi, dan dipanaskan oleh permukaan batu yang panas. Air yang sudah dipanaskan keluar di mata air panas yang lokasinya jauh dari gunung berapi.
Di kawasan gunung berapi, air dipanaskan oleh magma hingga menjadi sangat panas. Air menjadi terlalu panas hingga membentuk tekanan uap, dan menyembur ke permukaan bumi sebagai geyser. Bila air hanya mencapai permukaan bumi dalam bentuk uap, maka disebut fumarol. Bila air tercampur dengan lumpur dan tanah liat, maka disebut kubangan lumpur panas.
Mata air Deildartunguhver di Islandia
Debit air di mata air panas berkisar dari rembesan hingga sungai air panas. Berikut ini adalah daftar lokasi mata air panas dengan debit yang tinggi.
Total aliran sejumlah 47 mata air panas di Hot Springs, Arkansas: 35 liter per detik. Perkiraan total aliran kompleks mata air panas kota Truth or Consequences di New
Mexico: 99 liter per detik.[2]
Lava Hot Springs di Idaho: 130 liter per detik. Glenwood Springs di Colorado: 143 liter per detik.
Elizabeth Springs di barat Queensland, Australia: 158 liter per detik (data dari akhir
tahun 1800-an), tapi sekarang hanya 5 liter per detik.
Deildartunguhver di Islandia: 180 liter per detik.
Mata air di Caldas Novas, Brasil dipompa selama 14 jam per hari dari 86 sumur
dengan debit 333 liter per detik (debit per sumur rata-rata 3,88 liter per detik).
Di Beppu, Jepang terdapat 2.850 sumber air panas yang merupakan kawasan onsen
dengan debit terbesar di Jepang. Total debit semua sumber air panas di Beppu: 1.592 liter per detik (debit per sumur: 0,56 liter per detik).
Di Kokonoe, Jepang terdapat 303 sumber air panas dengan debit 1.028 liter per detik
(debit per sumur: 3,39 liter per detik).
Di Prefektur Oita, Jepang terdapat 4.762 sumber air panas dengan total debit 4.437
liter per detik (debit per sumur: 0,93 liter per detik).
Tamagawa Onsen di Prefektur Akita, Jepang memiliki debit tertinggi di Jepang: 150
liter per detik. Aliran air selebar 3 meter dengan temperatur 98 °C.
Di Nage, 8 km barat daya Bajawa, Nusa Tenggara Timur, Indonesia terdapat sejumlah
mata air dengan total debit 453,6 liter per detik.
Total debit dari 3 mata air panas di Mengeruda, Wae Bana, dan Piga (18 km timur laut
Bajawa, Nusa Tenggara Timur) adalah 450 liter per detik.
Lebih dari 60 mata air yang disebut Mata Air Dalhousie di Taman Nasional Witjira,
Australia pernah memiliki total debit air 23.000 liter per detik (debit rata-rata 325 liter per detik). Debit air sekarang sudah berkurang menjadi 17.370 liter per detik (debit rata-rata 250 liter per detik).[3]
Mata air panas di seluruh dunia
Pemandian air panas (onsen) di Nachikatsuura, Prefektur Wakayama, Jepang
Kota Spa, Belgia menjadi asal-usul kata "spa". Di kota ini temperatur mata air panas
sekitar 32 °C. Pada tahun 1783, Casanova berkunjung ke kota Spa mencari kesempatan bisnis tapi pulang dengan tangan hampa.[4]
Di kota Aachen, Jerman terdapat mata air panas yang airnya paling panas di Eropa,
sekitar 74 °C.
Di Yangbajing, sekitar 87 km utara Lhasa di Tibet terdapat kompleks mata air yang
luasnya beberapa kilometer. Panasnya dipakai sebagai pembangkit tenaga listrik di Lhasa. Berada di ketinggian antara 4290 m dan 4500 m di atas permukaan laut, mata air di Yangbajing mungkin berada di tempat tertinggi di dunia.
Icaria, Yunani memiliki mata air panas dengan kandungan radioaktif yang sudah
dimanfaatkan orang sejak abad ke-4 Masehi.
Tanah Hijau memiliki sejumlah mata air panas yang terkenal, misalnya di Uunartoq.
Di Pulau Disko yang luasnya hanya 0.4% dari luas Tanah Hijau terdapat lebih dari 2.000 mata air panas.
Mata air Geysir di Islandia merupakan asal-usul kata "geyser".
Di Machu Picchu Pueblo yang berdekatan dengan Machu Picchu di Peru memiliki
sejumlah mata air panas.
Di Islandia terdapat sejumlah mata air panas terkenal, termasuk di antaranya mata air
panas yang airnya digunakan untuk spa Blue Lagoon di Grindavík. Mata air panas di Deildartunguhver memiliki debit air tertinggi di Eropa. Suhu air 97 °C sehingga cukup panas untuk disalurkan ke kota-kota tetangga.
Di Taman Nasional Shiretoko di Hokkaido, Jepang terdapat air terjun Kamuiwakkayu
yang airnya panas. Nama air terjun ini berasal dari bahasa Ainu, "kamuiwakkayu" yang berarti "sungai para dewa".
Dua mata air panas yang terletak paling utara di dunia berada di Taman Nasional Barat
Laut Spitsbergen, di Spitsbergen, Norwegia
Di Britania Raya terdapat sejumlah besar mata air panas, termasuk mata air panas di
Bath yang airnya paling panas.
Oymyakon di Siberia timur adalah salah satu tempat terdingin di belahan bumi utara
yang dihuni manusia secara permanen. Nama "Oymyakon" berasal dari bahasa Yakut yang berarti "sungai yang tak pernah beku" karena di tempat ini terdapat mata air panas. Julukan "sungai yang tak pernah beku" diberikan kepada Sungai Indigirka yang menjadi hangat karena tercampur air panas dari mata air yang mengalir sepanjang tahun.
Sebagai negara yang terletak di Cincin Api Pasifik, Jepang memiliki sejumlah besar
onsen (bahasa Jepang untuk "mata air panas").
Indonesia memiliki banyak gunung berapi karena letaknya di Cincin Api Pasifik.
Sejumlah mata air panas dijadikan tujuan wisata, dan sebagian di antaranya dibangun kolam renang air hangat dan kamar-kamar berisi bak mandi air panas.
o Jawa Barat: Cisolok (Pelabuhan Ratu), Ciater (Kabupaten Subang), Pemandian
Maribaya (Lembang), Cipanas (Kabupaten Garut)
o Jambi: Semurup (Kecamatan Air Hangat, Kerinci) o Sumatera Selatan: Gemuhak (Kabupaten Muara Enim) o Jawa Tengah: Baturaden, Bayanan (Kabupaten Sragen) o Yogyakarta: Parang Wedang (Parangtritis)
o Jawa Timur: Pacet Kabupaten Mojokerto
o Bali: Banyuwedang (Gerokgak, Buleleng), Yeh Panes Panetahan (Kabupaten
Tabanan)
o Jawa Timur: Mata air panas Cangar ([1]), Malang, puncak gunung Arjuna
1. ^ Monroe, James Stewart; Reed Wicander (2005). Physical Geology:
Exploring the Earth. Thomson Brooks/Cole. hlm. 492. ISBN 0-5343-9987-8.
2. ^Truth or Consequences, New Mexico- A Spa City, John W. Lund, James C. Witcher,GHC Bulletin, Desember 2002.
3. ^Desert Springs of Great Australian Arterial Basin, W. F. Ponder, Conference Proceedings. Spring-fed Wetlands: Important Scientific and Cultural Resources of the Intermountain Region, 2002.
4. ^Spa: Belgium's healthy-living retreat, Gareth Bourne and Sarah Hajibagheri,
The Independent, 3 November 2006
Daftar pustaka
Marjorie Gersh-Young, Hot Springs and Hot Pools of the Southwest: Jayson Loam's
Original Guide, Aqua Thermal Access, 2004. ISBN 1-890880-05-1.
Marjorie Gersh-Young, Hot Springs & Hot Pools Of The Northwest, Aqua Thermal Access, 2003. ISBN 1-890880-04-3.
G. J Woodsworth, Hot springs of Western Canada: a complete guide, West Vancouver: Gordon Soules Book Publishers. 1999. ISBN 0-919574-03-3.
Clay Thompson, "Tonopah: It's Water Under The Bush", the Arizona Republic 1-12-03, p. B12.
Pranala luar
Wikimedia Commons memiliki kategori mengenai Mata air panas
(Inggris) Daftar mata air panas di Amerika Serikat
(Inggris) Peta temperatur air bawah tanah di Great Artesian Basin, Australia.
(Inggris) Makalah ilmiah berisi peta 20 wilayah geotermal di Uganda