• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sinopsis Bumi Manusia Pramoedya Ananta T

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Sinopsis Bumi Manusia Pramoedya Ananta T"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

Sinopsis

“Bumi Manusia – Pramoedya Ananta Toer”

Ditulis oleh : Nisful Laila

(2)
(3)
(4)

Kehidupan Minke berjalan seperti biasa. Dia selalu datang ke rumah sahabatnya, Jean Marais untuk menjemput dan mengantarkan anak perempuan Jean, May Marais pergi ke sekolahnya, E.L.S Simpang. Setelah itu, Minke akan berangkat ke sekolahnya dengan berjalan kaki. Namun, semua peristiwa yang ia alami di istana Mellema beberapa hari lalu masih saja memenuhi pikirannya. Saat Minke memberanikan diri mencium pipi Annelies. Saat Annelies mengadu tentang kelakuan Minke pada Ibunya. Terutama, saat Annelies dan Nyai Ontosoroh meminta Minke untuk datang berkunjung lagi meskipun mereka tahu Minke hanyalah seorang pribumi tanpa nama keluarga. Bayangan Annelies ada di setiap tempat yang Minke datangi. Begitu juga suara Nyai Ontosoroh yang memintanya untuk datang terdengar kemana pun ia pergi. Jatuh cinta, Minke telah jatuh cinta pada Annelies namun dia tidak bisa memahami perasaan itu sendiri. Sebagai sahabat, Jean Marais menyarankan agar Minke datang berkunjung satu atau dua kali lagi untuk memastikan dia memang telah jatuh cinta pada Annelies begitu pula sebaliknya dengan Annelies. Minke pun mengiyakan saran Jean Marais. Ditambah lagi, Nyai Ontosoroh sampai mengirim surat sebagai permintaan agar Minke mau datang ke istananya untuk melihat keadaan Annelies.

(5)
(6)
(7)

Lima hari kemudian, Robert Mellema pulang ke istana dan mengundang Minke untuk datang ke kamarnya. Robert Mellema menceritakan pada Minke tentang impiannya pergi berlayar ke Eropa menggunakan kapal Karibou. Minke mendengarkan dengan tetap waspada pada laki-laki bermata cokelat kelereng itu. Memikirkan kemungkinan terburuk jika saja secara tiba-tiba undangan itu menjadi tidak menyenangkan dan Robert Mellema menyerangnya. Serta kemungkinan terbaik yang bisa Minke lakukan jika pemikiran buruknya terjadi yaitu melompat keluar dari jendela kamar Robert Mellema. Kakak laki-laki Annelies Mellema itu juga mengatakan kalau dia tidak suka tinggal di Hindia yang panas. Dia ingin pergi dari istana Mellema dan tinggal di Eropa yang bersalju. Setelah puas menceritakan tentang impiannya, Robert Mellema mulai membahas alasan kembali dan tinggalnya Minke di istana Mellema. Rupa-rupanya, Robert Mellema sadar kalau laki-laki pribumi Jawa ini menyukai adik perempuannya. Bukan hanya itu, ibunya pun terlihat akrab dan menyukai Minke juga. Lama-lama, Robert Mellema mulai kesal dengan obrolan yang dia mulai sendiri. Lebih tepatnya kesal pada Minke yang selalu bisa membalas setiap ucapan tajamnya. Percakapan yang berlangsung selama sepuluh menit itu terasa sudah berjam-jam bagi Minke. Untung saja, Annelies tiba-tiba datang dan mengajaknya pergi dari kamar Robert Mellema.

(8)
(9)

Beberapa hari sebelum Annelies dan Darsam menjemput Minke, Annelies sempat jatuh sakit karena menunggu kepulangan Minke. Nyai Ontosoroh menyuruh Robert Mellema untuk mencari informasi tentang Minke. Robert Mellema pun menuruti perintah Nyai Ontosoroh karena takut pada ancaman Darsam. Saat dia sampai di depan rumah plesiran Babah Ah Tjong, si pemilik rumah menghentikan Robert Mellema. Babah Ah Tjong mengajak Robert Mellema mampir ke rumah plesirannya. Di sana, dia ditawari beberapa pelacur oleh Babah Ah Tjong hingga dia bertemu dengan Maiko. Pelacur kesayangan Babah Ah Tjong yang berasal dari Jepang. Oleh Babah Ah Tjong, wanita Jepang itu diperintah untuk melayani Robert Mellema. Sayang sekali, Robert Mellema tidak begitu beruntung. Maiko memang sangat cantik dan tubuhnya sangat bagus. Namun, dibalik semua itu Maiko memiliki sebuah penyakit menular. Maiko yang tidak bisa bicara Belanda maupun Jawa tentu tidak bisa menceritakan itu pada Robert Mellema. Sejak saat itu, mungkin penyakit Maiko sudah menular pada Robert Mellema.

(10)

Sesampainya Minke di Wonokromo, di istana Mellema, Nyai Ontosoroh langsung menyambut kedatangan Minke dan mengajak dia menuju kamar Annelies. Di sana, Annelies terbaring lemah di tempat tidurnya. Nyai Ontosoroh menyuruh Minke untuk mengajak Annelies bicara sesuai saran dokter Martinet. Tidak lama kemudian, dokter Martinet datang. Dia menjelaskan tentang keadaan Annelies. Dokter Martinet sengaja terus-terus membius Annelies agar tertidur sampai Minke datang. Karena jika dokter Martinet tidak melakukan itu, kondisi Annelies akan semakin memburuk. Selain itu, dokter Martinet juga menjelaskan tentang kondisi kejiwaan Annelies yang memang sangat membutuhkan Minke. Beberapa menit lagi, gadis itu akan sadarkan diri dan Minke harus mengajaknya bicara yang manis-manis saja. Lalu, dokter Martinet pergi dari kamar Annelies. Sesuai dengan perkataan dokter Martinet. Annelies mulai sadar dan Minke terus mengajak bicara Annelies. Digendongnya Annelies menuju jendela kamar untuk melihat pemandangan. Dan akhirnya, Annelies sudah benar-benar sadarkan diri dan mau bicara dengan Minke yang sudah lama dia rindukan.

(11)

Perlahan, Minke mulai menyadari ada banyak masalah dalam hidupnya semenjak dia terikat secara emosional dengan Annelies. Mulai dari Robert Mellema yang mengincar nyawanya karena Annelies dan Nyai Ontosoroh lebih menyukai dirinya dibandingkan Robert Mellema sendiri. Robert Suurhof yang merasa iri dan menyebarkan berita tentang tinggalnya Minke di rumah Nyai Ontosoroh di seluruh H.B.S Surabaya. Hingga kini, masalah terbarunya, pengakuan Annelies tentang kebenaran dirinya yang sudah tak perawan karena kelakuan kakak laki-lakinya sendiri, Robert Mellema. Hari itu, Annelies sedang mencari Darsam hingga dia bertemu dengan Robert Mellema di glagah. Di tempat itulah, keperawanan annelies diambil secara paksa oleh kakaknya sendiri. Pantas saja, selama ini, Nyai Ontosoroh selalu melarang Annelies untuk mendekati kakaknya. Ntah bisa disebut beruntung atau sial, Annelies bisa melarikan diri sebelum Robert Mellema akan membunuhnya setelah peristiwa mengerikan itu. Tidak, itu bukan masalah untuk Minke. Annelies tetaplah Annelies yang Minke cinta. Masalah Suurhof, Minke pun tak terlalu ambil pusing jika dia harus ditendang keluar dari H.B.S Surabaya karena dianggap buruk dengan tinggal di rumah Nyai Ontosoroh. Meskipun semua orang di H.B.S Surabaya menjauh dari Minke, namun, tidak dengan Jan Dapperste. Dia satu-satunya sahabat Minke dari H.B.S Surabaya yang masih mau menjadi teman Minke. Tulisan-tulisan Minke juga sudah banyak dimuat hingga dia mendapat pekerjaan di S.N.v/d dari Marteen Nijman. Lalu, Robert Mellema, ntah berada dimana sekarang laki-laki itu. Minke belum lagi melihat dia pulang ke istana Mellema. Namun, Minke tetap harus waspada karena Robert Mellema bisa datang kapan saja ke istana Mellema untuk mengambil nyawanya.

(12)
(13)

Terseretnya nama Minke dalam kasus kematian Tuan Herman Mellema membuat Minke dikeluarkan dari H.B.S Surabaya. Namun, itu bukanlah masalah untuk Minke. Setidaknya, dia memiliki kemampuan menulis yang bagus dan Marteen Nijman mau memberikan pekerjaan untuk Minke di S.N v/d walau dengan gaji yang tidak begitu banyak. Semua surat kabar pun mulai berlomba untuk mencari informasi dan menyebarkan berita tentang masalah yang menimpa keluarga Tuan Herman Mellema. Namun, ada juga surat kabar yang memberikan pembelaan terhadap Minke karena tulisan tentang keluarga Tuan Herman Mellema yang dibuat oleh Minke. Menurut surat kabar itu, H.B.S Surabaya tak seharusnya menendang Minke keluar karena Minke merupakan murid yang berbakat dan tidak sepenuhnya bersalah hanya karena dia tinggal di istana Mellema. Lagipula, Minke tinggal di sana pun untuk kepentingan proses penyembuhan Annelies. Karena begitu banyak berita miring tentang hubungan Minke dan Annelies. Mereka akan dinikahkan setelah Minke lulus dari H.B.S Surabaya.

(14)

Referensi

Dokumen terkait