PENGEMBANGAN APLIKASI PETA DIGITAL RUTE JALUR
BUSWAY DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA
BERBASIS MOBILE PHONE
Oleh :
Kartika Ika Sari Puteri 106091002940
PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH
JAKARTA
2011 M / 1432 H
PENGEMBANGAN APLIKASI PETA DIGITAL RUTE JALUR
BUSWAY DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA
BERBASIS MOBILE PHONE
SKRIPSI
Sebagai Salah Satu Syarat untuk Memperoleh Gelar Sarjana Komputer
Fakultas Sains dan Teknologi
Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
PENGEMBANGAN APLIKASI PETA DIGITAL RUTE JALUR
BUSWAY DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA
BERBASIS MOBILE PHONE
Skripsi
Diajukan Kepada Fakultas Sains dan Teknologi
Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
Untuk Memenuhi Syarat-Syarat Meraih Gelar Sarjana Komputer
Oleh NIP. 19710522 2006 04 1 002
PENGESAHAN UJIAN
Skripsi yang berjudul “Pengembangan Aplikasi Peta Digital Rute Jalur Busway DKI Jakarta Berbasis Mobile Phone”. Telah diuji dan dinyatakan lulus dalam sidang munaqosyah Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri
Syarif Hidayatullah Jakarta pada tanggal 20 Juni 2011. Skripsi ini telah diterima xiii
sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana strata satu (S1) program NIP. 19691025 1988 12 1 001 NIP. 19730402 2001 12 2001
Pembimbing I Pembimbing II
Qurrotul Aini, MT Ir. Bakri La katjong, MT., M.Kom NIP. 19730325 2009 01 2 001 NIP. 470 035 764
Mengetahui,
Dekan Fakultas Sains dan Teknologi Ketua Prodi Teknik Informatika
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
DR. Syopiansyah Jaya Putra, M.Sis Yusuf Durrachman, M.Sc, MIT NIP. 19680117 2001 12 1 001 NIP. 19710522 2006 04 1 002
PERNYATAAN
DENGAN INI SAYA MENYATAKAN BAHWA SKRIPSI INI
BENAR-BENAR HASIL KARYA SENDIRI YANG BELUM PERNAH DIAJUKAN
SEBAGAI SKRIPSI ATAU KARYA ILMIAH PADA PERGURUAN TINGGI
ATAU LEMBAGA MANAPUN.
Jakarta, Juni 2011
xiii
Kartika Ika Sari Puteri 106091002940
ABSTRAK
Kartika Ika Sari Puteri – 106091002940, Skripsi yang berjudul “Pengembangan Aplikasi Peta Digital Rute Jalur Busway DKI Jakarta Berbasis Mobile Phone”, dibimbing oleh Ibu Qurrotul Aini, MT dan Bapak Ir. Bakri La Katjong, MT., M.Kom.
Jalur transportasi darat sudah seperti hal utama bagi kota besar seperti Jakarta. Semakin meningkatnya jumlah kendaraan bermotor yang lalu lalang setiap waktu baik mobil, motor maupun kendaraan umum berdampak pada padatnya jalan ibukota yang mengakibatkan kemacetan. Kemacetan saat ini sudah seperti rutinitas yang harus kita hadapi setiap hari. Melihat kondisi ini pemerintah DKI Jakarta memberikan alternatif kepada warga Jakarta yaitu membangun sistem transportasi angkutan darat (busway) dengan harapan yaitu menghindari kemacetan. Dalam perkembangannya busway dengan program-program yang ingin dicapai banyak mengalami masalah-masalah, yang salah satunya adalah dalam memberikan informasi rute perjalanan busway. Kurangnya media bagi penumpang untuk mengetahui rute perjalanan busway, terlihat dari informasi yang diberikan di setiap papan pengumuman hanya berupa jalur busway pada koridor tertentu saja, hal ini sering membuat bingung bagi penumpang. Oleh karena itu dibutuhkannya layanan informasi yang dapat memberikan informasi rute perjalanan busway. Salah satu alternatif yang ditawarkan oleh teknologi saat ini yaitu menggunakan sarana multimediauntuk menyampaikan informasi. Teknologi dengan teknologi mobile dapat mewujudkan suatu informasi yang berguna dan inovatif. Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah “Metode Pengembangan Aplikasi Multimedia. Pada akhirnya dari hasil penelitian ini dapat xiii
disimpulkan bahwa aplikasi Aplikasi ini dapat memberikan informasi mengenai rute jalur busway kepada masyarakat umum terutama para pengguna busway Transjakarta dan aplikasi yang berbasis mobile phone dapat memberikan kemudahan dalam mengakses informasi rute jalur busway. Aplikasi ini dapat pula dikembangan nantinya misalnya dengan menambahkan konten titik-titik dimana letak gedung terdekat dengan halte busway atau jasa sarana transportasi lain yang terdekat dengan halte busway seperti terminal dan stasiun serta ditambahkan
sound atau suara yang memberitahukan nama halte di setiap titik halte yang
dilalui.
Kata Kunci : Peta digital, busway, mobile phone.
Jumlah Halaman : V Bab + 113 Halaman + xx Halaman + 113 Gambar + 11 Tabel + Daftar Pustaka + Lampiran.
Jumlah Daftar Pustaka : 26 Sumber (2002-2010)
KATA PENGANTAR
Puji syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan nikmat
kesehatan dan panjang umur kepada peneliti, karena peneliti dapat menyelesaikan
penyusunan penulisan laporan skripsi ini yang berjudul “Pengembangan Aplikasi Peta Digital Rute Jalur Busway DKI Jakarta Berbasis Mobile Phone”
Peneliti juga telah berusaha sebaik-baiknya dalam menyusun laporan
ini. Peneliti juga menyadari bahwa skripsi ini tidak dapat terselesaikan dengan
baik tanpa bantuan dari berbagai pihak. Untuk itu peneliti ingin mengucapkan
terima kasih yang sebesar-besarnya atas semua arahan, bimbingan, maupun
bantuan dalam menyelesaikan laporan skripsi ini. Peneliti mengucapkan terima
kasih kepada:
1. Bapak DR. Syopiansyah Jaya Putra, M. Sis selaku Dekan Fakultas Sains dan
Teknologi UIN Syarif Hidayatulah Jakarta.
2. Bapak Yusuf Durrachman, M.Sc , MIT selaku Ketua Program Studi Teknik
Informatika dan Ibu Viva Arifin, M.MSi selaku Sekretaris Program Studi
xiii
Teknik Informatika.
3. Ibu Qurrotul Aini, MT selaku Dosen Pembimbing I, dan Bapak Ir. Bakri La
Katjong selaku Dosen Pembimbing II yang telah memberikan arahan serta
masukan dalam menyelesaikan skripsi ini.
4. Seluruh Dosen Teknik Informatika yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu
yang telah memberikan ilmu selama penulis menyelesaikan studi.
5. Seluruh Staff Jurusan TI/SI dan staff Akademik FST yang telah membantu penulis
dalam masa perkuliahan.
6. Kedua Orang Tua saya dan adik-adik saya yang sangat saya sayangi ( Andra,
Meta, Adika ) yang tidak henti-hentinya memberikan dukungan, motivasi dan
doa kepada peneliti sampai sekarang ini.
7. Teman-teman Teknik Informatika angkatan 2006, terutama Angga, Dyah, Jimbo,
Luluk, Anam dan Kosasih yang selalu memberikan banyak dukungan serta
doa kepada peneliti.
8. Kepada semua pihak yang yang tidak dapat disebutkan satu-persatu terima kasih
atas bantuan serta semangat motivasi yang diberikan.
Peneliti juga menyadari masih banyaknya kekurangan dalam pembuatan
laporan ini, maka dari itu, penulis mengucapkan maaf yang sebesar-besarnya jika
dalam proses pembuatan laporan skripsi ini ada hal-hal yang kurang berkenaan.
Peneliti juga mengharapkan saran serta kritik dari semua pihak agar laporan ini
bisa menjadi lebih baik lagi.
Akhir kata, peneliti berharap agar pembuatan laporan skripsi ini
berguna bagi peneliti maupun bagi pembacanya. Amin.
Jakarta, Juni 2011
xiii
Kartika Ika Sari Puteri
1.6.2 Metode Pengembangan Aplikasi Multimedia ...5
1.6 Sistematika Penulisan ... 6
xiii
BAB II LANDASAN TEORI ... 8
2.1 Pengembangan...8
2.2 Aplikasi ... 8
2.3 Peta ... 9
2.3.1 Pengertian Peta ...9
2.3.2 Macam-Macam atau Jenis-Jenis Peta... 10
2.3.3 Bentuk Peta... 13
2.7.1 Sejarah Transjakarta ...19
2.7.2 Desain Bus ... 19
2.7.3 Halte atau Shelter ... 20
2.7.4 Konsepsi Pengembangan Rancangan Busway ... 21
2.7.5 Jalur ...21
2.8 Mobile Phone (Telepon Seluler)... 21
2.9 Mutimedia ... 22
2.9.1 Sejarah Multimedia ...22
2.9.2 Definisi Multimedia ... 23
2.9.3 Elemen Multimedia ...23
2.10 Perangkat Lunak Dalam Perancangan Aplikasi... 35
2.10.1 Flash Lite... 35
2.10.2 Adobe Photoshop CS43... 39
xiii
2.10.3 Microsoft Paint ... 42
2.11 Storyboard... 44
2.12 Flowchart...45
2.13 Strukur Navigasi...48
2.14 State Transition Diagram (STD)……….………...50
BAB III METODE PENELITIAN ... 52
3.2.5 Studi Literatur Sejenis...54
3.3 Metode Pengembangan Aplikasi Multimedia ... 56
3.3.1 Mendefinisikan Masalah ...57
3.3.2 Merancang Konsep ... 58
3.3.8 Menggunakan Sistem ...59
3.3.9 Memelihara Sistem ... 59
BAB IV PEMB AHASAN ...60
4.1 Mendefinisikan Masalah ... 60
xiii
4.1.1 Flowchart...64
4.2 Merancang Konsep ...84
4.2.1 Struktur Navigasi ... 85
4.2.2 State Transition Diagram (STD) ... 86
4.6 Memproduksi Sistem ...99
4.6.1 Pembuatan Aplikasi ... 99
4.6.2 Tampilan Layar Aplikasi...103
4.7.2 Spesifikasi Perangkat Menjalankan Aplikasi ...109
xiii
4.8 Penggunaan Sistem ...110
4.8.1 Implementasi Aplikasi... 110
4.9 Memelihara Sistem ...111
BAB V PE NUTUP ... 112
5.1 Kesimpulan ...112
5.2 Saran ...112
DAFTAR PUSTAKA ... 113
xiii
ABSTRAK
Kartika Ika Sari Puteri – 106091002940, Skripsi yang berjudul “Pengembangan Aplikasi Peta Digital Rute Jalur Busway DKI Jakarta Berbasis Mobile Phone”, dibimbing oleh Ibu Qurrotul Aini, MT dan Bapak Ir. Bakri La Katjong, MT., M.Kom.
Jalur transportasi darat sudah seperti hal utama bagi kota besar seperti Jakarta. Semakin meningkatnya jumlah kendaraan bermotor yang lalu lalang setiap waktu baik mobil, motor maupun kendaraan umum berdampak pada padatnya jalan ibukota yang mengakibatkan kemacetan. Kemacetan saat ini sudah seperti rutinitas yang harus kita hadapi setiap hari. Melihat kondisi ini pemerintah DKI Jakarta memberikan alternatif kepada warga Jakarta yaitu membangun sistem transportasi angkutan darat (busway) dengan harapan yaitu menghindari kemacetan. Dalam perkembangannya busway dengan program-program yang ingin dicapai banyak mengalami masalah-masalah, yang salah satunya adalah dalam memberikan informasi rute perjalanan busway. Kurangnya media bagi penumpang untuk mengetahui rute perjalanan busway, terlihat dari informasi yang diberikan di setiap papan pengumuman hanya berupa jalur busway pada koridor tertentu saja, hal ini sering membuat bingung bagi penumpang. Oleh karena itu dibutuhkannya layanan informasi yang dapat memberikan informasi rute perjalanan busway. Salah satu alternatif yang ditawarkan oleh teknologi saat ini yaitu menggunakan sarana multimediauntuk menyampaikan informasi. Teknologi dengan teknologi mobile dapat mewujudkan suatu informasi yang berguna dan inovatif. Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah “Metode Pengembangan Aplikasi Multimedia. Pada akhirnya dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa aplikasi Aplikasi ini dapat memberikan informasi mengenai rute jalur busway kepada masyarakat umum terutama para pengguna busway Transjakarta dan aplikasi yang berbasis mobile phone dapat memberikan kemudahan dalam mengakses informasi rute jalur busway. Aplikasi ini dapat pula dikembangan nantinya misalnya dengan menambahkan konten titik-titik dimana letak gedung terdekat dengan halte busway atau jasa sarana transportasi lain yang terdekat dengan halte busway seperti terminal dan stasiun serta ditambahkan
sound atau suara yang memberitahukan nama halte di setiap titik halte yang
dilalui.
Kata Kunci : Peta digital, busway, mobile phone.
Jumlah Halaman : V Bab + 113 Halaman + xx Halaman + 113 Gambar + 11 Tabel + Daftar Pustaka + Lampiran.
Jumlah Daftar Pustaka : 26 Sumber (2002-2010)
1.5.1 Pengumpulan Data ... 4
1.5.2 Pengembangan Aplikasi Multimedia ... 4
1.6 Sistematika Penulisan ... 5
2.4.1 Pengertian Rumah Sakit ...9
2.4.2 Jenis-Jenis Rumah Sakit ... 9
2.4.2.1 Menurut Jenis ...10
2.4.2.2 Menurut Pengelola ... 11
2.4.3 Daftar Rumah Sakit Wilayah DKI Tahun 2010 ... 12
2.4.3.1 Wilayah Kota Administrasi Jakarta Selatan....12
2.4.3.2 Wilayah Kota Administrasi Jakarta Pusat ...13
2.4.3.3 Wilayah Kota Administrasi Jakarta Barat ...14
2.4.3.4 Wilayah Kota Administrasi Jakarta Utara ...15
2.4.3.5 Wilayah Kota Administrasi Jakarta Timur .... 16
2.8.1 Storyboard ... 24
2.8.2 Struktur Navigasi ... 25
2.8.3 Flowchart ...28
2.8.4 State Transition Diagram (STD) ... 30
2.9 Perangkat Lunak Dalam Perancangan Sistem ... 31
2.9.1 Adobe Photoshop CS 3 ... 31
2.9.3.4 Panel Properties ...41
2.9.3.5 Tombol Gambar ... 42
2.10 Studi Literatur Sejenis ... 43
2.11 Pengembangan Aplikasi Multimedia ... 44
3.2.1 Mendefinisikan Masalah ...45
3.2.2 Merancang Konsep ... 46
3.2.8 Menggunakan Sistem ...47
3.2.9 Memelihara Sistem ... 47
BAB III METODOLOGI PENELITIAN ... 48
3.1 Pengumpulan Data ... 48
4.1 Mendefinisikan Masalah ... 50
4.2 Merancang Konsep ...53
4.3 Merancang Isi ... 54
4.4 Merancang Naskah ... 55
4.4.1 Storyboard ... 56
4.4.2 Struktur Navigasi Menu...67
4.4.3 Flowchart ...68
4.6.1 Pembuatan Aplikasi ... 85
4.6.1.7 Layar Menu Penjelasan RS ... 95
4.6.1.8 Layar Menu Peta Wilayah Kecamatan ...96
4.6.1.9 Layar Menu Peta Letak RS ... 97
4.6.1.10 Layar Menu Utama Kontak...98
4.6.1.11 Layar Menu Utama Bantuan ... 99
4.7 Pengetesan Sistem ... 100
4.7.1 Tes Sistem Mandiri... 100
4.7.2 Hasil Wawancara Dengan Dinas Kesehatan... 100
4.7.3 Tes Sistem Dengan User...101
4.7.4 Spesifikasi Perangkat Menjalankan Aplikasi ...102
4.8 Penggunaan Sistem ...103
4.9 Memelihara Sistem ...103
BAB V PE NUTUP ... 105
5.1 Kesimpulan ...105
5.2 Saran ...106
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.7 Penjelasan Unsur-Unsur pada Peta...15
Gambar 2.8 Transjakarta... 18
Gambar 2.9 Bus Transjakarta...20
Gambar 2.10 Halte Transjakarta ... 20
Gambar 2.11 Jalur Transjakarta... 21
Gambar 2.12 Telepon Seluler (Nokia N81)... 22
Gambar 2.13 Contoh Teks Cetak... 24
Gambar 2.14 Contoh Teks Hasil Scan...24
Gambar 2.15 Contoh ElectronicText yang Dibuat pada Microsoft Word... 24
Gambar 2.16 Contoh Hypertext Pada Facebook (Printscreen Facebook)... 25
Gambar 2.17 Contoh Hasil Link dari Hypertext ...25
Gambar 2.18 Contoh Gambar Vektor... 26
Gambar 2.19 Contoh Gambar Bitmap... 26
Gambar 2.20 Contoh Clip Art... 27
Gambar 2.21 Contoh Snappy Video Napsho...27
Gambar 2.22 Contoh Hyperpicture ada Facebook...28
Gambar 2.23 Contoh Animasi Cell...31
xiv
Gambar 2.24 Contoh Animasi Frame... 32
Gambar 2.25 Contoh Animasi Sprite... 32
Gambar 2.26 Contoh Animasi Lintasan...32
Gambar 2.27 Contoh Animasi Splinev... 33
Gambar 2.28 Contoh Animasi Vektor... 33
Gambar 2.29 Animasi Karakter pada Film Toys story...34
Gambar 2.30 Animasi Computional Fluida... 34
Gambar 2.31 Perangkat Lunak Morphing...35
Gambar 2.32 Jendela Utama Adobe Flash Lite ...36
Gambar 2.33 Baris Menu Adobe Flash Lite...36
Gambar 2.34 Kanvas (stage) ...37
Gambar 2.35 Baris Waktu (Time Line) ... 37
Gambar 2.36 Panel Properties... 38
Gambar 2.37 Tombol Gambar... 39
Gambar 2.38 Jendela Utama Menu Adobe Photoshop CS3... 40
Gambar 2.39 Baris Menu Adobe Photoshop CS3... 40
Gambar 2.40 Tool Box Adobe Photoshop CS3... 41
Gambar 2.41 Option Bar Adobe Photoshop CS3...42
Gambar 2.42 Jendela Utama Microsoft Paint... 42
Gambar 2.43 Baris Menu... 43
Gambar 2.44 Tool Box... 43
Gambar 2.45 Color Box... 44
Gambar 2.46 Menu Image...44
Gambar 3.1 Rincian Pengembangan aplikasi Multimedia ... 57
Gambar 4.1 Flowchart Pembuka... 64
xviii
Gambar 4.2 Flowchart Menu Utama... 65
Gambar 4.3 Flowchart Info...66
Gambar 4.4 Flowchart About...66
Gambar 4.5 Flowchart Help... 67
Gambar 4.6 Flowchart Pilih Koridor ... 67
Gambar 4.7 Flowchart Pilih Shelter Pada Koridor 1... 68
Gambar 4.8 Flowchart Pilih Shelter Selanjutnya Pada Koridor 1... 69
Gambar 4.9 Flowchart Pilih Shelter Pada Koridor 2... 70
Gambar 4.10Flowchart Pilih Shelter Selanjutnya Pada Koridor 2... 71
Gambar 4.11 Flowchart Pilih Shelter Pada Koridor 3... 72
Gambar 4.12 Flowchart Pilih Shelter Selanjutnya Pada Koridor 3... 73
Gambar 4.13 Flowchart Pilih Shelter Pada Koridor 4... 74
Gambar 4.14 Flowchart Pilih Shelter Selanjutnya Pada Koridor 4... 75
Gambar 4.15 Flowchart Pilih Shelter Pada Koridor 5... 76
Gambar 4.16 Flowchart Pilih Shelter Selanjutnya Pada Koridor 5... 77
Gambar 4.17 Flowchart Pilih Shelter Pada Koridor 6... 78
Gambar 4.18 Flowchart Pilih Shelter Selanjutnya Pada Koridor 6... 79
Gambar 4.19 Flowchart Pilih Shelter Pada Koridor 7... 80
Gambar 4.20 Flowchart Pilih Shelter Selanjutnya Pada Koridor 7... 81
Gambar 4.21 Flowchart Pilih Shelter Pada Koridor 8... 82
Gambar 4.22 Flowchart Pilih Shelter Selanjutnya Pada Koridor 8... 83
Gambar 4.23 Struktur Navigasi...85
Gambar 4.24 Rancangan Struktur Menu Utama... 86
Gambar 4.25 Rancangan Struktur Menu Koridor... 86
Gambar 4.26 Rancangan Struktur Menu Info... 87
xviii
Gambar 4.27 Rancangan Struktur Menu About... 87
Gambar 4.28 Rancangan Struktur Menu Help... 87
Gambar 4.29 Rancangan Struktur Menu Search...88
Gambar 4.30 Storyboard Layar Home... 89
Gambar 4.31 Storyboard Layar Menu...90
Gambar 4.32 Storyboard Layar Info... 90
Gambar 4.33 Storyboard Layar About... 91
Gambar 4.34 Storyboard Layar Help... 91
Gambar 4.35 Storyboard Layar Koridor... 92
Gambar 4.36 Storyboard Layar Shelter... 92
Gambar 4.37 Storyboard Layar Peta Rute... 93
Gambar 4.38. Membuat file baru pada Adobe Photoshop CS3...94
Gambar 4.39 Mengubah Layer Image...94
Gambar 4.40 Menyimpan File pada Adobe Photoshop CS3... 95
Gambar 4.41 Rancangan Background Aplikasi... 95
Gambar 4.42 Mengatur Canvas Size Macromedia Fireworks 8...96
Gambar 4.43 Pengaturan Properties... 96
Gambar 4.44 Menympan File pada Macromedia Fireworks 8...97
Gambar 4.45 Mengatur Canvas Size Macromedia Fireworks 8...97
Gambar 4.46 Pengaturan Strech or Skew... 98
Gambar 4.47 Simpan File... 98
Gambar 4.48 Tampilan Tombol... 98
Gambar 4.49 Tampilan Aplikasi Flash Lite...99
Gambar 4.50 List Library...100
Gambar 4.51 Baris Timeline Pada Adobe Flash Lite... 100
xviii
Gambar 4.52 Tampilan baris frame animasi peta………....101
Gambar 4.53 Memberi Action Script... 101
Gambar 4.54 Test Movie ... 102
Gambar 4.55 Tampilan pada Adobe Device Central CS4... 102
Gambar 4.56 Export Movie... 103
Gambar 4.57 Tampilan Layar Home... 104
Gambar 4.58 Tampilan Layar Menu Utama...104
Gambar 4.59 Tampilan Layar Menu Koridor...105
Gambar 4.60 Tampilan Layar Menu Shelter...105
Gambar 4.61 Tampilan Layar penjelasan Info... 106
Gambar 4.62 Tampilan Layar Penjelasan About...106
Gambar 4.63 Tampilan Layar Penjelasan Help...107
Gambar 4.64 Tampilan Layar Peta Rute... 107
Gambar 4.65 Tampilan Layar Peta Rute Transit...108
Gambar 4.66 Handphone yang digunakan dalam tes sistem...109
xviii
DAFTAR TABEL
Halaman
Tabel 2.1 Flowchart... 45
Tabel 4.1 Pertanyaan Mengenai Telepon Seluler...61
Tabel 4.2 Pengetahuan Responden Mengenai Seluruh Jalur Busway……....61
Tabel 4.3 Informasi Mengenai Rute Jalur Busway... 61
Tabel 4.4 Manfaat Papan Informasi yang Terdapat pada Halte... 62
Tabel 4.5 Sudah Cukup Atau Belum Pelayanan oleh Pengelola...62
Tabel 4.6 Pernahkah Melihat Aplikasi yang Menampilkan Rute Busway... 62
Tabel 4.7 Pendapat Penggunaan Handphone dalam Penyampaian Informasi 63
Tabel 4.8 Spesifikasi Handphone Nokia N81……….. ……109
Tabel 4.9 Spesifikasi Handphone Nokia C3……….. ……..109
Tabel 4.10 Daftar list jenis handphone yang mendukung Flash Lite 2.0…..110
xix
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Jalur transportasi terutama jalur transportasi darat sudah seperti hal utama
bagi kota besar seperti Jakarta. Semakin meningkatnya jumlah kendaraan
bermotor yang lalu lalang setiap waktu baik mobil, motor maupun kendaraan
umum berdampak pada padatnya jalan ibukota yang mengakibatkan kemacetan.
Kemacetan saat ini sudah seperti rutinitas yang harus kita hadapi setiap hari.
Melihat kondisi ini pemerintah DKI Jakarta memberikan alternatif kepada warga
Jakarta yaitu membangun sistem transportasi angkutan darat (busway) dengan
harapan yaitu menghindari kemacetan. Selain itu dengan adanya angkutan busway
dapat mengurangi pengguna mobil pribadi. Dalam perkembangannya busway
dengan program-program yang ingin dicapai banyak mengalami masalah-masalah,
yang salah satunya adalah dalam memberikan informasi rute perjalanan busway.
Kurangnya media bagi penumpang untuk mengetahui rute perjalanan
busway, terlihat dari informasi yang diberikan di setiap papan pengumuman hanya
berupa jalur busway pada koridor tertentu saja, hal ini sering membuat bingung
bagi penumpang. Oleh karena itu dibutuhkannya layanan informasi yang dapat
memberikan informasi rute perjalanan busway.
Salah satu alternatif yang ditawarkan oleh teknologi saat ini yaitu
menggunakan sarana multimedia untuk menyampaikan informasi. Teknologi
informasi yang menarik dan interaktif jika dipadukan dengan teknologi mobile
dapat mewujudkan suatu informasi yang berguna, inovatif dan efisien. Dengan
teknologi mobile dapat memberikan kemudahan dalam mengakses informasi. 7
Dari latar belakang tersebut maka dalam penelitian ini peneliti membuat
aplikasi rute perjalanan busway secara mobile. Pada saat ini, pengembangan
aplikasi mobile tidak hanya menggunakan bahasa pemrograman JAVA, namun
juga menggunakan ActionScript yang digunakan dalam aplikasi multimedia
Adobe Flash. Meskipun pengembangan aplikasi ponsel dengan menggunakan
Adobe Flash masih terbilang jarang, namun pengembangan apikasi dengan
menggunakan Adobe Flash mulai dilirik, dikarenakan pengembangan dan juga
pengujian terhadap aplikasi yang relatif cepat. Meskipun begitu, Adobe Flash
belum menyokong semua device seperti JAVA, dikarenakan pengembangan ini
masih terbilang baru.
Aplikasi ini berfungsi sebagai informasi tentang rute busway wilayah DKI
Jakarta. Adapun judul yang diangkat adalah “Pengembangan Aplikasi Peta Digital
Rute Jalur Busway DKI Jakarta Berbasis Mobile Phone “.
1.2 Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan maka peneliti mendapati
permasalahan yang sering terjadi, yaitu:
1. Bagaimana memberikan informasi jalur berbasis mobile mengenai rute perjalanan
transportasi busway kepada para pengguna.
2. Bagaimana membuat aplikasi rute jalur perjalanan busway berbasis mobile.
1.3 Batasan Masalah
Berdasarkan rumusan masalah, peneliti membatasi masalah pada beberapa
hal, yaitu:
1. Aplikasi ini hanya menampilkan rute jalur busway berbasis mobile phone.
2. Rute jalur hanya sebatas rute busway wilayah DKI Jakarta pada Bulan Mei 7
tahun 2010 yang terdiri dari 8 koridor.
3. Aplikasi ini hanya bisa dijalankan oleh telepon seluler yang sudah
mendukung aplikasi flash Lite 2.0.
1.4 Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah membuat sebuah aplikasi berbasiskan
mobile yang menggambarkan rute perjalanan busway dan memberikan informasi
rute jalurbagi pengguna jasa transportasi busway.
1.5 Manfaat Penelitian
Adapun manfaat yang didapat dari hasil penelitian diharapkan:
1. Bagi Peneliti
2. Menerapkan ilmu-ilmu yang diperoleh selama kuliah.
3. Untuk memenuhi salah satu syarat kelulusan strata satu (S1), Program
Studi Teknik Informatika Fakultas Sains dan Teknologi UIN Syarif
4. Bagi Pengguna Sarana Busway:
Memudahkan para pengguna untuk mengetahui rute busway.
1.6 Metode Penelitian
1.6.1 Metode Pengumpulan Data
Berikut beberapa proses pengumpulan data yang dilakukan peneliti guna
membantu dalam penelitian ini, yaitu:
1. Studi Pustaka (library research)
Mengumpulkan dan menelaah data yang diperoleh dari perpustakaan atau
pustaka baik berupa buku-buku maupun internet yang mendukung penelitian.
2. Wawancara
7
Peneliti mengajukan sejumlah pertanyaan secara lisan dan dijawab secara
lisan pula tentang informasi yang berkaitan dengan rute jalur busway yang ada.
Wawancara dilakukan mulai bulan Mei 2010 di Dinas Perhubungan Provinsi DKI
Jakarta dengan Bapak Eko Haryanto, SE. untuk mendapatkan informasi dan
materi yang digunakan dalam pembuatan aplikasi.
1. Observasi
Mengumpulkan data dan informasi dengan cara meninjau dan mengamati
secara langsung kegiatan yang terjadi di lapangan, yaitu mengamati langsung di
shalter halte busway dan mendatangi Dinas Perhubungan DKI Jakarta yang
dilaksanakan mulai bulan Mei 2010.
1. Kuesioner
Penyebaran kuesioner dilakukan pada para perngguna busway untuk
mendapatkan informasi yang dibutuhkan dalam pembuatan aplikasi. Penyebaran
kuesioner dilaksanakan di halte Lebak Bulus, Grogol 1, Grogol 2 dan Harmoni
sebanyak 50 responden. Kuesioner di lakukan sebanyak 2 kali baik sebelum
penelitian dilaksanakan dan setelah penelitian selesai dilaksanakan.
1. Studi Penelitian Sejenis
Studi penelitian sejenis meliputi 3 skripsi dari mahasiswa Universitas
Muhammadiyah Magelang tahun 2010, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tahun
2011 dan Universitas Sebelas Maret Surakarta tahun 2009.
1.6.2 Metode Pengembangan Aplikasi
Metode yang dipakai dalam membuat aplikasi ini adalah metode
pengembangan aplikasi multimedia. Menurut metode pengembangan aplikasi
multimedia (dalam M. Suyanto, 2004). Pengembangan aplikasi multimedia harus 7
mengikuti tahapan pengembangan sistem multimedia, yaitu:
1. Mendefinisikan masalah
Pada tahap analisis sistem, didefinisikan masalah sistem, melakukan studi
kelayakan dan menganalisis kebutuhan sistem multimedia.
1. Merancang konsep
Merancang konsep yang menentukan keseluruhan pesan dan membuat
aliran atau urutan pada aplikasi multimedia yang akan dibuat.
1. Merancang Isi
Merancang isi merupakan komersialisasi dari merancang konsep atau
implementasi dari strategi kreatif.
1. Merancang Naskah
Pada perancangan naskah akan ditetapkan dialog dan urutan
elemen-elemen secara rinci. Merancang naskah merupakan spesifikasi lengkap dari
teks dan narasi dalam aplikasi multimedia, termasuk merancang
storyboard.
1. Merancang Grafik
Dalam perancangan grafik, grafik harus sesuai dengan dialog. Merancang
grafik seperti merancang animasi.
1. Memproduksi Sistem
Untuk memproduksi sistem multimedia diperlukan tiga tahapan yakni,
tahap pra-produksi, tahap produksi dan tahap pasca produksi.
1. Mengetes Sistem
Fungsi dari pengetesan adalah untuk memastikan bahawa hasil produksi
aplikasi multimedia sesuai dengan yang direncanakan.
1. Menggunakan Sistem
7
Implementasi sistem multimedia dipahami sebagai proses yang akan
menentukan apakah sistem multimedia mampu beroperasi dengan baik
serta mengetahui apakah para pemakai bisa mandiri dalam
mengoperasikannya, baik dalam penggunaan maupun penilaian.
1. Memelihara Sistem
Setelah sistem digunakan, maka sistem dievaluasi oleh pemakai dan
spesialis multimedia untuk menentukan apakah sistem yang baru tersebut
sesuai dengan tujuan.
1.7 Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan dalam skripsi ini disusun dalam lima bab dimana
masing-masing bab saling berhubungan. Adapun membagi skripsi ini menjadi
beberapa bab yang secara singkat dapat dijelaskan sebagai berikut:
BAB I PENDAHULUAN
Bab ini berisi pendahuluan yang terdiri dari latar belakang,
perumusan masalah, batasan masalah, tujuan, manfaat, metode
penelitian dan sistematika penulisan.
BAB II LANDASAN TEORI
Bab ini akan membahas berbagai teori yang dapat mendukung
penelitian dan berhubungan dengan topik pengembangan aplikasi
yang dibahas.
BAB III METODE PE NELITIAN
Bab ini membahas metode penelitian yang digunakan dalam
mengembangkan aplikasi multimedia. Metode yang dipakai
membuat aplikasi ini adalah metode pengumpulan data dan 7
pengembangan aplikasi.
BAB IV PEMBAHASAN
Bab ini membahas mengenai hasil dan pengembangan sesuai
dengan metode pada bab III. Menguraikan tahapan metode
pengembangan aplikasi.
BAB V PENUTUP
Bab ini menguraikan kesimpulan dari hasil penelitian yang didapat
dan saran yang dapat digunakan untuk pengembangan di masa
datang.
7
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 Pengembangan
Pengembangan berarti proses, cara, perbuatan mengembangkan (KBBI,
2002).
Pengembangan berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor
18 Tahun 2002 yang dikutip oleh Rudi Sanjaya (2008) Pengembangan adalah
kegiatan ilmu pengetahuan dan teknologi yang bertujuan memangfaatkan kaidah
dan teori ilmu pengetahuan yang telah terbukti kebenarannya untuk meningkatkan
fungsi, manfaat dan aplikasi ilmu pengetahuan dan teknologi yang telah ada atau
menghasilkan teknologi baru (Senjaya, 2008).
2.2 Aplikasi
Aplikasi, dalam ilmu komputer, adalah sebuah program komputer yang
dirancang untuk membantu orang-orang yang melakukan jenis pekerjaan tertentu.
Sebuah aplikasi berbeda dari sebuah sistem operasi (yang menjalankan komputer),
sebuah utilitas (yang melakukan pemeliharaan atau untuk tujuan tugas umum),
dan bahasa pemrograman (yang membuat program komputer). Tergantung pada
pekerjaan yang sudah dirancang, aplikasi dapat memanipulasi teks, angka, grafik,
atau gabungannya. Beberapa paket aplikasi menawarkan kemampuan komputasi
yang baik dengan fokus pada satu tugas, seperti pengolah kata. Paket aplikasi
lainnya adalah perangkat lunak yang terintegrasi, menawarkan kemampuan
komputasi yang kurang tapi di dalamnya terdapat beberapa aplikasi, seperti
pengolah kata, spreadsheet dan programdatabase (Microsoft Encarta, 2009).
Aplikasi adalah suatu program yang siap pakai, program yang digunakan 51
untuk melaksanakan suatu fungsi bagi pengguna atau aplikasi yang lain (Wahid,
2002). Contoh-contoh aplikasi adalah program proses kata dan web browser.
2.3 Peta
2.3.1 Pengertian Peta
Peta merupakan gambar atau lukisan pada kertas dan sebagainya yang
menunjukkan letak tanah, laut, sungai, gunung dan sebagainya (KBBI, 2007).
Peta adalah gambaran permukaan bumi yang diperkecil, sebagaimana
ketampakannya dari atlas dengan ditambah tulisan dan simbol-simbol, jadi peta
adalah gambaran permukaan bumi yang ditampilkan pada suatu bidang datar
(Kuswanto, 1999)
Peta adalah alat penting dalam perencanaan lingkungan. Sedikitnya ada
tiga alasan sebagai berikut:
(1) peta sebagai penyimpanan data
(2) peta sebagai alat analisis
(3) peta dapat menyampaikan informasi kepada pengguna (user).
51
Gambar 2.1 Peta (Sumber: nuraeni tahun 2009)
2.3.2 Macam-Macam atau Jenis-Jenis Peta
Menurut Kuswanto (1999) Peta dibedakan menjadi 2, yaitu:
1. Peta Umum
Peta umum adalah peta yang memperlihatkan segala ketampakan yang ada
pada wilayah yang dipetakan. Ketampakan wilayah berupa unsur-unsur alam,
seperti sungai, danau, rawa, gunung, pegunungan, dan dataran rendah, juga
unsur-unsur buatan manusia seperti jalan raya, jalan kereta api dan kota. Peta umum
dikelompokkan lagi menjadi dua, yaitu:
1. Peta Topografi
Peta topografi yaitu peta yang menggambarkan bentuk tinggi rendahnya
permukaan bumi. Dalam peta topograf digunakan garis kontur, yaitu garis yang 51
menghubungkan tempat-tempat yang mempunyai ketinggian sama.
Gambar 2.2 Peta Topografi (Sumber: HADS tahun 2010)
1. Peta Chorografi
Peta chorografi adalah peta yang menggambarkan seluruh atau sebagian
permukaan bumi dengan skala lebih kecil antara 1:250.000 sampai 1:1000.000
atau lebih. Peta chorografi menggambarkan daerah yang luas, misalnya propinsi,
Negara bahkan dunia. Dalam peta chorografi juga digambarkan semua
kenampakan yang ada pada suatu wilayah di antaranya gunung, sungai, danau,
jalan batas wilayah, kota, rawa dll. Atlas adalah salah satu kumpulan peta
chorografi.
51
51
Gambar 2.3 Peta Chorografi (Sumber: HADS tahun 2010)
1. Peta khusus atau Tematik
Peta tematik adalah peta yang menggambarkan ketampakan-ketampakan tertentu
di permukaan bumi saja. Misalnya peta iklim yang menggambarkan keadaan iklim
di suatu daerah, peta tanah yang menggambarkan jenis tanah pada suatu daerah,
peta penduduk yang menggambarkan persebaran penduduk pada suatu daerah.
Gambar 2.4 Peta Tematik (Sumber: HADS tahun 2010)
2.3.3 Bentuk Peta
Menurut Kuswanto (1999) Secara garis besar, bentk peta dapat
digolongkan sebagai berikut:
1. Peta Timbul (Peta Relief)
Adalah peta yang dibuat berdasarkan bentuk permukaan bumi yang
sebenarnya. Keadaan tinggi rendahnya permukaan bumi tampak sehingga
pembaca dapat mengetahui gambaran bentuk permukaan bumi.
51
Gambar 2.5 Peta Timbul (Peta Relief) (Sumber: HADS tahun 2010)
1. Peta Dasar (Peta Biasa)
Adalah peta yang dibuat pada suatu bidang datar, misalnya pada kertas.
Keadaan permukaan bumi digambarkan dalam bentuk simbol, baik data
fisik, manusia, maupun budaya.
51
Gambar 2.6 Peta Dasar (Peta Biasa) (Sumber: HADS tahun 2010)
1. Syarat Peta
Menurut Kuswanto (1999) suatu peta dikatakan lengkap, apabila memuat
unsur-unsur sebagai berikut:
1. Judul Peta
Peta harus diberi judul yang mencerminkan isi sekaligus tipe peta. Judul peta
pada umumnya diletakan pada bagian atas peta.
1. Skala Peta
Skala peta harus dicantumkan dalam menggambar peta dan diletakkan
berdekatan dengan judul peta. Skala yang digambar dapat berupa skala pecahan 51
misalnya skala 1:1000 atau skala grafik, misalnya 4 cm.
Gambar 2.7 Penjelasan Unsur-Unsur pada Peta
1. Sumber Peta dan Tahun Pembuatan Peta
Sumber peta perlu dicantumkan supaya pembaca tahu dari mana peta itu
diperoleh. Tahun pembuatan peta sangat diperlukan pada peta yang
menggambarkan data yang mudah berubah, misalnya peta hasil pertanian dan
peta persebaran penduduk.
51
1. Penunjuk Arah Peta
Penuntuk arah sangat penting dalam membaca peta karena dengan penunjuk
arah pembaca dapat mengetahui arah utara, selatan, barat, dan timur pada peta
1. Inset
Inset adalah penunjuk lokasi daerah yang dipetakan pada kedudukannya
dengan daerah yang lebih luas. Misalnya kita menggambar peta daerah
Surakarta. Untuk mengetahui di mana kedudukan daerah tersebut, pada pojok
bawah atau pada tempat yang kosong kita buat peta Jawa Tengah yang lebih
kecil ukurannya. Setelah itu kita letakkan daerah Surakarta di dalamnya sesuai
kedudukan yang sebenarnya.
1. Garis Tepi Peta
Garis tepi sebaiknya dibuat rangkap. Garis tepid pat dijadikan pertolongan pada
waktu membuat peta, pulau, kota, ataupun wilayah yang dimaksud tepat di
tengah-tengahnya.
1. Legenda
Legenda adalah suatu keterangan dari simbol-simbol agar lebih mudah dibaca.
Legenda umumnya terletah di sisi kiri atau kanan bagian bawah suatu peta dan
sebaiknya di dalam garis tepi peta.
1. Warna Peta
2. Garis Astronomis
Garis astronomis adalah garis yang digunakan untuk menentukan lokasi
suatu tempat. Pada umumnya garis astronomis hanya sebagai tanda di tepi
atau pada garis tepi dengan menunjukkan angka derajat, menit dan detiknya
tanpa membuat garis lintang dan garis bujur.
1. Penggunaan Tulisan Pada Peta
51
Penggunaan tulisan pada peta harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
1. Judul peta ditulis dengan huruf cetak besar yang tegak, tinggi huruf supaya
disesuaikan dengan besar peta.
2. Legenda ditulis dengan huruf cetak kecil.
3. Kota-kota besar ditulis dengan huruf tegak dan cetak, lebih kecil dari judul
peta. Unutk kota-kota kecil hurufnya juga harus lebih kecil.
4. Ketampakan di air, misalnya sungai, laut, rawa, danau menggunakan huruf
miring, besar atau ecilnya berdasarkan strategisnya.
5. Sungai ditulis memanjang sesuai dengan arah sungai. Untuk penulisan nama
dapat diletakkan pada bagian atas atau kiri sungai.
2.4 Digital
Digital berhubungan dengan angka-angka untuk sistem perhitungan
tertentu (KBBI, 2007).
Digital merupakan hasil teknologi yang mengubah sinyal menjadi
kombinasi urutan 0 dan 1 (disebut juga biner) untuk proses informasi yang mudah,
cepat, dan akurat, sinyal tersebut disebut sebuah bit (Yayasan, 2007).
2.5 Rute
Rute merupakan jarak atau arah yang harus diturut (ditempuh, dilalui)
atau jalur angkutan yang menghubungkan 2 tempat (KBBI, 2007).
Rute merupakan urutan jalan yang diambil, atau melewati tempat, dalam
perjalanan dari satu tempat ke tempat lain (Microsoft Encarta, 2009).
2.6 Jalur
Jalur merupakan bagian jalan yang diperuntukkan bagi kendaraan (KBBI, 51
2007). Jalur merupakan sebuah divisi jalan atau jalan raya yang cukup lebar untuk
satu baris kendaraan bermotor (Microsoft Encarta 2009).
2.7 Busway DKI Jakarta
Busway merupakan bus (angkutan umum) yang melewati jalur khusus
jalan atau bagian dari jalan yang dirancang dan dibangun khusus untuk digunakan
oleh bus (Microsoft Encarta 2009).
Gambar 2.8 Transjakarta
(Sumber: Badan Layanan Umum Transjakarta Busway tahun 2010)
Transjakarta atau umum disebut Busway adalah sebuah sistem transportasi bus
cepat atau Bus Rapid Transit di Jakarta, Indonesia. Sistem ini dimodelkan
berdasarkan sistem TransMilenio yang sukses di Bogota, Kolombia. Perencanaan
Busway telah dimulai sejak tahun 1997 oleh konsultan dari Inggris. Pada waktu
itu direncanakan bus berjalan berlawanan dengan arus lalu-lintas (contra flow)
supaya jalur tidak diserobot kendaraan lain, namun dibatalkan dengan
pertimbangan keselamatan lalu-lintas.
2.7.1 Sejarah Transjakarta
Transjakarta memulai operasinya pada 15 Januari 2004 dengan tujuan
memberikan jasa angkutan yang lebih cepat, nyaman, namun terjangkau bagi
warga Jakarta. Untuk mencapai hal tersebut, bus Transjakarta diberikan lajur 51
khusus di jalan-jalan yang menjadi bagian dari rutenya dan lajur tersebut tidak
boleh dilewati kendaraan lainnya (termasuk bus umum selain TransJakarta). Agar
terjangkau oleh masyarakat, maka harga tiket disubsidi oleh pemerintah daerah.
2.7.2 Desain Bus
Bus-bus ini dibangun dengan menggunakan bahan-bahan pilihan. Untuk
interior langit-langit bus, menggunakan bahan yang tahan api sehingga jika terjadi
percikan api tidak akan menjalar. Untuk kerangkanya, menggunakan Galvanil,
suatu jenis logam campuran seng dan besi yang kokoh dan tahan karat.
Bus Transjakarta memiliki pintu yang terletak lebih tinggi dibanding bus
lain sehingga hanya dapat dinaiki dari halte khusus busway (juga dikenal dengan
sebutan shelter). Pintu tersebut terletak di bagian tengah kanan dan kiri.
Untuk keselamatan penumpang disediakan 10 buah palu pemecah kaca
yang terpasang di beberapa bingkai jendela dan 2 buah pintu darurat yang bisa
dibuka secara manual untuk keperluan evakuasi cepat dalam keadaan darurat,
serta dua tabung pemadam api di depan dan di belakang. Untuk menjaga agar
udara tetap segar.
51
Gambar 2.9 Bus Transjakarta
51
(Sumber: Badan Layanan Umum Transjakarta Busway tahun 2010)
2.7.3 Halte / Shelter
Halte-halte Transjakarta berbeda dari halte-halte bus biasa. Kontruksi halte
didominasi oleh bahan alumunium, baja dan kaca. Ventilasi udara diberikan
dengan menyediakan kisi-kisi alumunium pada sisi halte. Lantai halte dibuat dari
pelat baja. Pintu halte menggunakan sistem geser otomatis yang akan lansung
terbuka pada saat bus telah merapat di halte.
Gambar 2.10 Halte Transjakarta
(Sumber: Badan Layanan Umum Transjakarta Busway tahun 2010)
2.7.4 Konsepsi Pengembangan Rancangan Busway
1. Mempertahankan Semaksimal Mungkin Tingkat Pelayanan Sistem Lalu
Lintas karena minimnya jalur alternatif lalu lintas yang tersedia
2. Memaksimalkan Kapasitas Busway.
2.7.5 Jalur
Jalur pertama yang dibuka adalah Koridor 1 sepanjang 12,9 km yang
melayani rute Terminal Blok M-Kota. Dua tahun kemudian, Koridor 2 (14,3 km) 51
dan 3 (18,7 km) mulai dioperasikan. Awalnya untuk transfer jalur penumpang
harus melakukannya di tiga halte yang telah ditetapkan, yaitu Sawah Besar,
Monas, dan Pecenongan, tetapi sejak September 2006, penumpang telah dapat
menggunakan Harmoni Central Busway sebagai satu-satunya titik transfer.
51
Gambar 2.11 Jalur Transjakarta
(Sumber: Badan Layanan Umum Transjakarta Busway tahun 2010)
2.8 Mobile Phone (Telepon Seluler)
Telepon genggam sering disebut handphone (HP) atau telepon selular
(ponsel) adalah telepon mandiri yang menggunakan baterai, tanpa kabel dan
menerima suara melalui sinyal (KBBI, 2007).
51
Gambar 2.12 Telepon Seluler (Nokia N81) (Sumber: Mobile Gazette and Representatives 2010)
2.9 Multimedia
Kata multimedia bukanlah baru, tetapi sudah digunakan bahkan sebelum
komputer menampilkan presentasi atau penyajian yang menggunakan beberapa
macam cara. Pada awal tahun 1990, multimedia berarti kombinasi dari teks
dengan dokumen image. Perkembangan teknologi dokumen image dilengkapi
dengan penggunaan faksimile, yang mengkonversi dokumen dengan pengkodean
yang menyimpan informasi setiap pixel dengan nilai putih atau hitam. Bila
kepadatan pixel bertambah sesuai dengan kualitas mesin, ukuran informasi
menjadi lebih besar (Sutopo, 2003).
1. Sejarah Multimedia
Istilah multimedia berawal dari teater, bukan komputer. Pertunjukan yang
memanfaatkan lebih dari satu medium seringkali disebut pertunjukkan 51
multimedia. Sistem multimedia dimulai pada akhir 1980-an dengan
diperkenalkannya Hypercard oleh Apple pada tahun 1987, dan pengumuman oleh
IBM pada tahun 1989 mengenai perangkat lunak Audio Visual Connection (AVC)
dan video adhapter card bagi PS/2. Pada tahun 1994, diperkirakan lebih dari 700
produk dan sistem multimedia dipasaran (Suyanto, 2003).
1. Definisi Multimedia
Menurut Hofstetter (2001) dalam Suyanto (2003) multimedia adalah
pemanfaatan komputer untuk membuat dan menggabungkan teks, grafik, audio,
gambar bergerak (video dan animasi) dengan menggabungkan link dan tool yang
memungkinkan pemakai melakukan navigasi, berinteraksi, berkreasi dan
berkomunikasi.
Multimedia terdiri dari beberapa elemen, yaitu (Suyanto, 2003):
Teks
Bentuk data multimedia yang paling mudah disimpan dan dikendalikan
adalah teks. Teks merupakan dasar dari pengolahan kata dan informasi berbasis
multimedia (Sutopo, 2003). Secara umum ada empat macam teks, yaitu:
1. Teks cetak (printed text): teks yang tercetak di atas kertas. printed text adalah 51
elemen dasar untuk dokumen multimedia.
Gambar 2.13 Contoh Teks Cetak
(Sumber: Komunitas AIDS Indonesia tahun 2010)
1. Teks hasil scan (Scanned text ): printed text yang sudah di terjemahkan oleh
scanner dalam bentuk yang dapat dibaca oleh komputer.
51
51
Gambar 2.14 Contoh Teks Hasil Scan (Sumber: pratiwanggini tahun 2007 )
1. Electronic text : teks dalam bentuk digital atau bentuk yang bias dibaca dan
dimengerti oleh komputer.
Gambar 2.15 Contoh Electronic Text yang Dibuat pada Microsoft Word
1. Hypertext : teks yang terhubung (link). Tujuan utama penggunaannya adalah
untuk menyimpan informasi tekstual dalam computer dimana informasi
tersebut disimpan dengan cara yang terstruktur dan saling terhubung satu
dengan yang lainnya, sehingga pengguna dapat mencari dan mendapatkan
informasi yang diinginkan dengan cepat.
Gambar 2.16 Contoh Hypertext Pada Facebook (Printscreen Facebook)
Gambar 2.17 Contoh Hasil Link dari Hypertext
(Printscreen Facebook tahun 2010)
51
2. Grafik atau Gambar
Alasan untuk menggunakan gambar dalam presentasi atau publikasi
multimedia adalah karena lebih menarik perhatian dan dapat mengurangi
kebosanan dibandingkan dengan teks. Gambar dapat meringkas dan menyajikan
data kompleks dengan cara yang baru dan lebih berguna. Ada beberapa bentuk
dari grafik yaitu:
1. Gambar vektor (vector images)
Gambar vektor tidak disimpan dalam sebuah gambar, tetapi tersimpan
sebagai serangkaian instruksi yang digunakan untuk membuat suatu gambar
yang dinamakan algoritma, yang menentukan bentuk kurva, garis dan berbagai
bangun dengan gambar (picture).
Gambar 2.18 Contoh Gambar Vektor (Sumber: Kurniawan tahun 2009)
1. Gambar bitmap (bitmap images)
Gambar bitmap merupakan rekonstruksi dari gambar asli. Gambar bitmap
adalah yang tersimpan sebagai rangkaian pixel (titik-titik) yang memenuhi
bidang titik-titik layar komputer.
Gambar 2.19 Contoh Gambar Bitmap (Sumber: Kurniawan tahun 2009)
51
1. Clip Art
Membuat grafis dengan tangan sangat menyita waktu. Untuk menghemat
waktu, ada banyak sekali koleksi (library) clip art yang dapat anda gunakan
waktu membuat multimedia.
Gambar 2.20 Contoh Clip Art (Sumber: Unlimited tahun 2010)
1. Digitized Picture
Video capture board (capture card) memungkinkan kita untuk
menyambungkan komputer dengan video camera, VCR, video disc player,
atau live video feed dan langsung menjadikan frame-frame gambar tersebut
menjadi bitmap yang dapat digunakan dalam aplikasi multimedia.
Gambar 2.21 Contoh Snappy Video Napshot (Sumber: FixYa, Ltd tahun 2010)
1. Hyperpicture
51
Ketika pada gambar terdapat bagian yang bisa digunakan untuk memicu
sebuah multimedia event, maka gambar demikian itu disebut hyperpicture.
Gambar 2.22 Contoh Hyperpicture ada Facebook
(Printscreen facebook tahun 2010)
Dan format gambar yang peneliti gunakan adalah JPEG
3. Suara
Suara berarti ”perkataan” yang memiliki makna dalam bahasa apa saja,
mulai dari bisikan sampai teriakan (Setyobudi, 2005).
Penyajian multimedia dengan menggunakan suara merupakan cara lain 51
untuk lebih memperjelas pengertian suatu informasi dan karekteristik suatu
gambar.
Beberapa format suara yang digunakan untuk multimedia antara lain:
1. AIFF, kepanjangannya adalah Audio Interface File Format, merupakan
standar berkas suara tersampel pada komputer Apple. Ekstensi yang
digunakan adalah .aif.
2. AU, merupakan format suara yang pertama kali dikembangkan oleh
Sun dan terkenal di lingkungan UNIX.
3. MIDI, dengan ekstensinya .mid. Kepanjangannya adalah Musical
Instrument Digital Interface, merupakan format suara yang khusus
untuk menyimpan instrumen musik.
4. MP3 (MPEG Audio Layer 3), adalah format umum yang digunakan
untuk lagu.
5. WAVE (.wav), merupakan format suara yang biasa dipakai untuk
windows.
6. WMA (Windows Media Audio), merupakan berkas suara yang
mempunyai kualitas seperti CD tetapi dengan ukuran berkas hanya
setengah dari ukuran berkas mp3.
4. Video
Video merupakan elemen visual televisi, dalam kaitannya dengan
komputer video merupakan sinyal yang dikirim dari komputer ke layar monitor
dan gambar bergerak atau hidup yang dipaparkan pada sebuah komputer (Basuki,
1998).
Video menyediakan sumber daya yang kaya dan hidup bagi aplikasi
multimedia. Ada empat macam video yang dapat digunakan sebagai objek link 51
dalam aplikasi multimedia yaitu:
1. Live video feed
Live video feed menyediakan objek-objek link multimedia yang menarik dan
real-time.
1. Videotape
Ada beberapa format dari Videotape, yaitu VHS, 88 mm, Hi-8 mm, VHS-C,
super VHS dan betacam. Videotape juga menjadi objek link di multimedia.
Tetapi medium ini memiliki dua keterbatasan. Pertama, videotape itu sifatnya
linier. Informasi tersimpan dalam pita gulungan. Kedua, kebanyakan videotape
player tidak dikontrol lewat komputer.
1. Videodisc
Ada dua format videodisc yang paling banyak diproduksi yaitu CAV dan
CLV. Disc dengan format CAV dapat menyimpan hingga 54.000 still frame
atau setara dengan 30 menit motion video dengan stereo sound track. CLV
disc dapat menyimpan hingga satu jam video pada tiap sisi disc, berarti dua
kali kemampuan CAV disc.
1. Digital video
Digital video merupakan medium penyimpanan video yang paling
menjanjikan. Pasar konsumen tebesar digital video mempunyai dua format
utama, yaitu MiniDV dan digital8.
Format file dalam video merupakan hal yang penting. Format file video antara
lain, AVI, MOV, MPEG, DAT.RM/RAM dan SW.
5. Animasi
Dalam multimedia, animasi merupakan penggunaan komputer untuk 51
menciptakan gerak pada layar. Ada sembilan macam, yaitu animasi sel, animasi
frame, animasi sprite, animasi lintasan, animasi spline, animasi vektor, animasi
karakter, animasi computational dan morphing (Suyanto, 2003).
1. Animasi Sel (Cell Animation)
Sel animasi biasanya merupakan lembaran-lembaran yang membentuk
sebuah frame animasi tunggal. Sel animasi merupakan sel yang terpisah
dari lembaran latar belakang dan sebuah sel untuk masing-masing objek
yang bergerak secara mandiri di atas latar belakang (Suyanto, 2003).
Teknik cell ini merupakan teknik dasar pembuatan film animasi klasik.
Rangkaian gambar dibuat di atas lembaran transparan yang tembus
pandang/sel (cell). Objek utama yang mengeksploitir gerak dibuat terpisah
dengan latar belakang dan depan yang statis. Dengan demikian, latar
belakang (background) dan latar depan (foreground) dibuat hanya sekali
saja. Cara ini dapat menyiasati pembuatan gambar yang terlalu banyak
(Ariasdi, 2009) .
Gambar 2.23 Contoh Animasi Cell (Sumber : Ekarini tahun 2010)
1. Animasi Frame
51
Animasi frame adalah animasi yang menampilkan sebuah gambar yang
berurutan dengan cepat. Antara gambar satu dengan gambar lainnya
berbeda (Suyanto, 2003).
Gambar 2.24 Contoh Animasi Frame (Sumber: Herdi tahun 2010)
1. Animasi Sprite
Sprite beranimasi dan bergerak sebagai objek yang mandiri. Dalam
animasi sprite, sebuah gambar tunggal atau berurutan dapat ditempelkan
dalam sprite.
51
Gambar 2.25 Contoh Animasi Sprite (Sumber: David tahun 2010)
1. Animasi Lintasan (Path Animation)
Animasi lintasan adalah animasi dari objek yang bergerak sepanjang garis
kurva yang Anda tentukan sebagai lintasan.
51
Gambar 2.26 Contoh Animasi Lintasan (Sumber: Loedin tahun 2007)
1. Animasi Spline
Spline adalah representasi matematis dari kurva. Bila objek bergerak,
biasanya tidak mengikuti garis lurus, misalnya berbentuk kurva. Program
animasi computer memungkinkan Anda untuk membuat animasi spline
dengan lintasan gerakan berbentuk kurva.
Gambar 2.27 Contoh Animasi Spline (Sumber: Rani tahun 2009)
51
1. Animasi Vektor
Animasi vektor serupa dengan animasi sprite. Animasi sprite
menggunakan bitmap untuk sprite, animasi vektor menggunakan rumus
matematika untuk menggambarkan sprite.
Gambar 2.28 Contoh Animasi Vektor (Sumber: Bambang tahun 2009)
1. Animasi Karakter
Animasi karakter merupakan sebuah cabang khusus animasi. Animasi
karakter semacam yang dilihat dalam film kartun. Animasi ini berbeda
dengan animasi lainnya, misalnya grafik bergerak animasi logo yang
melibatkan bentuk organik yang kompleks dengan penggandaan yang
banyak, gerakan yang hirarkis. Tidak hanya mulut, mata, muka dan tangan 51
yang gerak tetapi semua gerakan pada waktu yang sama.
Gambar 2.29 Animasi Karakter pada Film Toys story (Sumber: Jay tahun 2008)
1. Animasi Computational
Animasi Computational digunakan untuk mengerakkan objek di layar
Anda dengan memvariasikan koordinat x dan y-nya.
Gambar 2.30 Animasi Computional Fluida (Sumber: setta tahun 2008)
1. Morphing
51
Morphing artinya mengubah satu bentuk menjadi bentuk lain dengan
menampilkan serangkaian frame yang menciptakan gerakan halus begitu
bentuk pertama mengubah dirinya menjadi bentuk lain,. hal ini dapat
dilakukan dengan program Morpheus.
Gambar 2.31 Perangkat Lunak Morphing (Sumber: Shareware tahun 2009)
51
1. Perangkat Lunak dalam Perancangan Aplikasi 2.10.1 Flash Lite
Flash lite merupakan salah satu software unggulan dalam hal pembuatan
aplikasi-aplikasi berbasis ponsel. Flash Lite telah terintegrasi di dalam software
animasi flash. Flash Lite merupakan software berteknologi flash yang awal
mulanya dibangun oleh Macromedia Inc pada tahun 2003, kemudian diakusisi
oleh Adobe System Inc ada tahun 2005 yang ditujukan untuk mengembangkan
aplikasi-aplikasi mobile phone dan perangkat mobile (Sidiq, 2010)
1. Komponen–komponen Flash Lite
Apabila sudah mengaktifkan secara benar dalam membuka software flash
lite maka jendela utama yang muncul pertama kali adalah jendela utama lembar
kerja flash lite.
Gambar 2.32 Jendela Utama Adobe Flash Lite
(Printscreen Adobe Flash Lite )
1. Baris Menu (Menu Bar)
Baris menu adalah komponen yang terdapat pada lingkungan kerja Adobe
Flash Lite yang digunakan untuk memproses atau perintah yang berkaitan dengan
pembuatan file, kustomisasi movie, serta kustomisasi animasi pada umumnya.
Gambar 2.33 Baris Menu Adobe Flash Lite
(Printscreen Adobe Flash Lite )
1. Kanvas (Stage)
51
Kanvas atau stage adalah bidang gambar yang diperuntukan sebagai
wadah penciptaan gambar. Dengan bantuan perangkat–perangkat gambar yang ada
pada tombol gambar, pemakai dapat menciptakan gambar dengan melakukan
desain pada kanvas.
Gambar 2.34 Kanvas (stage)
(Printscreen Adobe Flash Lite )
1. Baris Waktu (Time Line)
Untuk menciptakan gambar animasi, pemakaian baris waktu perlu
dilibatkan. Baris waktu merupakan komponen utama selain tombol gambar yang
digunakan sebagai pencipta gambar–gambar animasi. Dengan pengaturan frame
yang dapat dilakukan pada baris waktu, pemakai sudah dapat menciptakan gambar
bergerak atau animasi pada kanvas.
Gambar 2.35 Baris Waktu (Time Line) (Printscreen Adobe Flash Lite )
1. Panel Properties
Panel properties merupakan panel yang berfungsi untuk mengatur
kustomisasi suatu menu atau objek yang sedang didesain pada kanvas, tergantung
dengan kondisi perancangan yang dilakukan.
51
Gambar 2.36 Panel Properties
(Printscreen Adobe Flash Lite )
1. Tombol Gambar
Tombol gambar merupakan komponen utama yang terdapat pada Adobe
flash lite yang berperan untuk membuat dan memanipulasi objek gambar. Dengan
bantuan–bantuan perangkat gambar yang terdapat dalam jendelanya, pemakai
dapat menciptakan berbagai bentuk gambar yang diinginkan untuk dibuat sebagai
gambar statis maupun gambar bergerak atau animasi.
51
Gambar 2.37 Tombol Gambar
(Printscreen Adobe Flash Lite )
2.10.2 Adobe Photoshop CS3
Adobe Photoshop CS3 adalah program yang diorientasikan untuk
mengedit, memodifikasikan maupun memanipulasi bitmap atau foto.
1. Komponen–komponen Adobe Photoshop CS3
Apabila sudah mengaktifkan secara benar dalam membuka software
Adobe Photoshop CS3 maka jendela utama yang muncul pertama kali
adalah jendela utama lembar kerja Adobe Photoshop CS3.
Gambar 2.38 Jendela Utama Menu Adobe Photoshop CS3
(Printscreen Adobe Photoshop CS3)
1. Baris Menu (Menu Bar)
Baris menu adalah jajaran penawaran berupa menu yang siap menunggu
perintah-perintah yang anda inginkan, di antaranya: Menu FILE, EDIT, IMAGE, 51
LAYER, SELECT, FILTER, VIEW, WINDOW dan HELP. Menu tersebut
terorganisir berdasarkan kelompok dan fungsinya.
Gambar 2.39 Baris Menu Adobe Photoshop CS3
(Printscreen Adobe Photoshop CS3)
1. Tool Box
Tool Box merupakan sekumpulan alat-alat yang siap digunakan untuk
mengedit, memodifikasikan maupun memanipulasi pekerjaan desain-desain.
Alat-alat tersebut tersimpan berdasarkan kelompok dan fungsinya.
Gambar 2.40 Tool Box Adobe Photoshop CS3
(Printscreen Adobe Photoshop CS3)
51
1. Option Bar
Option Bar yaitu baris operasi yang berfungsi untuk mendukung pekerjaan
alat-alat yang berada di dalam Tool Box yang sedang beroperasi. Menu di dalam
Option Bar tersebut selalu berganti berdasarkan alat-alat yang sedang digunakan.
Gambar 2.41 Option Bar Adobe Photoshop CS3
(Printscreen Adobe Photoshop CS3)
2.10.3 Microsoft Paint
Microsoft Paint merupakan salah satu aplikasi yang terdapat pada Microsoft yang
digunakan untuk membuat gambar sederhana atau mengolah gambar secara
sederhana. Gambar-gambar ini bisa berupa warna hitam-putih dan dapat disimpan
sebagai file bitmap.
1. Komponen–komponen Microsoft Paint
Apabila sudah mengaktifkan secara benar dalam membuka Microsoft Paint maka
jendela utama yang muncul pertama kali adalah jendela utama lembar kerja
Microsoft Paint.
Gambar 2.42 Jendela Utama Microsoft Paint
(Printscreen Microsoft Paint)
51
1. Baris Menu (Menu Bar)
Baris menu (menu bar) berisi barisan perintah seperti menu File, Edit,
View, Image, Colors, dan Help.
Gambar 2.43 Baris Menu
(Printscreen Microsoft Paint)
1. Kotak Peralatan (Tool Box)
Kotak peralatan (tool box) berisi barisan perintah Free-form select tool,
Eraser tool, Pick tool, Pencil tool, Air brush tool, Line tool, Rectangle tool,
Ellipse tool, Select tool, Fill with color tool, Magnifier tool, Brush tool, Text tool,
Curve tool, Polygon tool dan Rounded rectangle tool.
51
Gambar 2.44 Tool Box
(Printscreen Microsoft Paint)
1. Kotak Pilihan Warna (Color Box)
Kotak pilihan warna (color box) berisi warna-warna yang menyediakan
aneka warna untuk berkreasi. Warna foreground dan background dapat dipilih
dari palet warna yang sama. Untuk memilih warna foreground setelah memilih
tool gambar yang dikehendaki, klik kiri warna yang kita pilih. Sedangkan untuk
memilih warna background klik kanan warna yang dikehendaki.
Gambar 2.45 Color Box
(Printscreen Microsoft Paint)
1. Menu Image
Menu Image memuat perintah-perintah untuk menentukan rotasi ketegakan
dan kemiringan gambar pada lembaran kerja. Perintah-perintah yang terdapat
dalam menu image antara lain: Flip/Rotate, Stretch/Skew, Invert Colors,
Attributes, Clear Imag, dan Draw Opaque.
51
51
Gambar 2.46 Menu Image
(Printscreen Microsoft Paint)
Dan pada aplikasi ini peneliti gunakan untuk mengecilkan gambar menggunakan
perintah Strech or skew.
1. Storyboard
Storyboard merupakan rangkaian gambar manual yang dibuat secara
keseluruhan sehingga menggambarkan suatu cerita. (Hadi Sutopo, 2003).
Storyboard merupakan deskripsi dari setiap scene yang secara jelas
menggambarkan objek multimedia serta pelakunya. Penjelasannya dapat
menggunakan simbol maupun teks. (Hadi Sutopo, 2003).
51