Pemikiran Muhammadiyah tentang Pluralitas Budaya
Teks penuh
Dokumen terkait
17 Yang dimaksud tajdid dengan makna pemurnian menurut Muhammadiyah adalah “pemeliha- raan matan ajaran Islam yang ber- dasarkan dan bersumber kepada al- Qur’an dan as-Sunnah
Beliau pernah berkata, “Aku mengambil hukum berdasarkan al-Qur’an, apabila tidak saya jumpai dalam al- Qur’an, maka aku gunakan as-Sunnah dan jika tidak ada dalam
Zuhud dalam Muhammadiyah berpedoman pada Al-Qur„an dan al- Hadis, zuhud sudah menjadi perilaku AR Fakhruddin sebagai tokoh Muhammadiyah seperti berkerja keras,
Paradigma dari Tafsir Tematik al-Qur‟an tentang Hubungan Sosial Antarumat Beragama dan Tafsir At-Tanwir, ditemukan bahwa kedua tafsir kelembagaan Muhammadiyah tersebut
Visi Muhammadiyah adalah sebagai gerakan Islam yang berlandaskan al- Qur’an dan al-Sunnah dengan watak tajdid yang dimilikinya senantiasa istiqamah dan aktif
Terwujudnya generasi umat yang mampu membaca Al-Qur‟an dengan baik dan benar (tartil). Terwujudnya generasi umat yang tekun melaksanakan ibadah wajib maupun
Mohammed Arkoun mengakui bahwa sunnah merupakan salah satu sumber otoritas dalam Islam setelah al-Qur’an, dan memaklumi bahwa sunnah (hadis) telah menjadi bidang keilmuan
Dalam pemikiran tasawuf, Ibn Qayyim menyerukan ijtihad pelaksanaan tasawuf dengan merujuk kembali kepada al-Qur‟an dan al-Hadis, memprioritaskan ilmu daripada ibadah sunnah, melakukan