• Tidak ada hasil yang ditemukan

PEMBELAJARAN INDIVIDUAL.ppt [Compatibility Mode]

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PEMBELAJARAN INDIVIDUAL.ppt [Compatibility Mode]"

Copied!
24
0
0

Teks penuh

(1)

PEM B EL A J A RA N

I N DI V I DU A L

OL EH

(2)

TUJUAN PERKULIAHAN

• Mahasiswa memiliki

pengetahuan dan pemahaman

tentang konsep dan esensi

tentang konsep dan esensi

pembelajaran individual di SLB

dan di sekolah reguler, serta

mengimplementasikannya dalam

(3)

MATERI PERKULIAHAN

• KONSEP DASAR

PEMBELAJARAN INDIVIDUAL

• ASESMEN

• ASESMEN

• PROGRAM PEMBELAJARAN

INDIVIDUAL (PPI)

• PENERAPAN PROGRAM

(4)

TUGAS BELAJAR

• Mengikuti perkuliahan tatap

muka

• Menyusun PPI berdasarkan

hasil asesmen

hasil asesmen

• Praktek (simulasi & lapangan)

• Presentasi hasil praktek

(5)

EVALUASI HASIL BELAJAR

• UTS

• UAS

• UAS

• TUGAS-TUGAS

(6)

REFERENSI

• Abdurahman,M.(1995) Program Pendidikan Individual, Jakarta: Depdikbud

• Kenneth & Rita (1978) Teaching Student trough Their Individual Learning Styles, A Practical Approach,

Virginia: Prentice Hall

Individual Learning Styles, A Practical Approach, Virginia: Prentice Hall

• Mercer & Mercer (1989) Teaching Student With Learning Problems, USA: Merrill Publishing Company

• Rochyadi & Alimin (2005) Pengembangan Program

(7)

STAF PENGAJAR

• DRS.ENDANG ROCHYADI M.Pd • DRA.SRI WIDATI M.Pd

(8)

KONSEP DASAR

PEMBELAJARAN INDIVIDUAL

• Pembelajaran merupakan aktivitas yang paling utama dalam keseluruhan proses pendidikan di sekolah

• Artinya keberhasilan pencapaian tujuan pendidikan banyak bergantung pada bagaimana proses

• Artinya keberhasilan pencapaian tujuan pendidikan banyak bergantung pada bagaimana proses

pembelajaran dapat berlangsung secara efektif

• Pemahaman seorang guru/calon guru terhadap makna pembelajaran akan mempengaruhi cara guru itu

(9)

• Pembelajaran proses, cara, menjadikan orang atau makhluk hidup belajar

• Secara umum pembelajaran dapat diartikan sebagai suatu proses perubahan tingkah laku sebagai hasil

interaksi antara diri dan lingkungannya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.

(10)

• Ciri utama dari proses pembelajaran ialah adanya

perubahan tingkah laku dalam diri individu, namun tidak semua perubahan tingkah laku mrp hasil pembelajaran.

• Perubahan TL sebagai hasil pembelajaran adalah perubahan yang disadari, bersifat kontinu

(berkesinambungan), fungsional, positif, aktif (melalui aktivitas individu & bukan karena kematangan),

permanen, bertujuan dan terarah

• Proses pembelajaran ialah proses individu mengubah tingkah lakunya dalam upaya memenuhi kebutuhannya

• Proses pembelajaran akan terjadi jika individu

menghadapi situasi kebutuhan yang tidak dapat dipenuhi melalui insting/kebiasaan adanya kebutuhan akan

(11)

• Pembelajaran adalah suatu aktivitas yang dengan sengaja untuk memodifikasi berbagai kondisi yang

diarahkan untuk tercapainya suatu tujuan, yaitu tujuan pembelajaran (http://www.smu-net.com)

• Kondisi atau situasi yang memungkinkan terjadinya proses belajar harus dirancang dan dipertimbangkan terlebih dahulu oleh perancang, yaitu guru.

terlebih dahulu oleh perancang, yaitu guru.

• Tugas guru bukan hanya menyuapi siswa dengan materi pelajaran tetapi guru sebagai fasilitator, yang

(12)

PEMBELAJARAN INDIVIDUAL???

• Pembelajaran Individual disebut juga dengan Individualisasi Pengajaran yaitu suatu proses

pembelajaran yang mengembangkan dan memelihara individualitas siswa.

• Individualitas keadaan atau sifat-sifat khusus sebagai • Individualitas keadaan atau sifat-sifat khusus sebagai

individu; ciri-ciri yang dimiliki seseorang yang membedakannya dari yang lain

• Pembelajaran yang diindividualisasikan adalah

pembelajaran yang diberikan dalam satu kelompok

siswa (individual, kelompok, klasikal) dengan pengajaran yang sama tetapi kedalaman dan keluasan materi

(13)

• Pembelajaran Individual bertolak dari filsafat pendidikan yang menekankan penyesuaian pengajaran kepada

perbedaan-perbedaan individual siswa

• Oleh karena itu, pembelajaran Individual selalu

menyesuaikan dengan minat, pilihan, kemampuan, kesulitan, dan kebutuhan masing-masing siswa

• Pembelajaran individual didasarkan atas postulat bahwa

• Pembelajaran individual didasarkan atas postulat bahwa manusia merupakan makhluk individual yang sekaligus juga makhluk sosial

• Individu (In-divided) mengandung makna suatu

(14)

• Oleh karena itu Pembelajaran Individual tidak

menolak sistem klasikal atau kelompok,

sehingga tidak identik dengan pengajaran

individual

• Pengajaran Individual adalah pengajaran yang

diberikan kepada siswa seorang demi seorang

• Pengajaran Individual adalah pengajaran yang

diberikan kepada siswa seorang demi seorang

secara terpisah

• Dalam pembelajaran bagi ABK, yang terpenting

bukan individual, kelompok atau klasikalnya,

(15)

• Pada setiap organisme terdapat dorongan (drives) yang bersumber dari kebutuhan-kebutuhan dasar (basic

needs) dan merupakan daya penggerak (motivation) untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya

(survive)

• Dorongan, kebutuhan dan motivasi ini sifatnya berbeda-beda artinya memiliki ciri khas tersendiri antara

organisme yang satu dengan yang lainnya

• Perbedaan tersebut dapat secara vertikal (kecerdasan, ketajaman sensoris, kekuatan fisik, ekonomi dsb) atau secara horizontal (ras, suku, agama, adat istiadat dsb)

• Tajamnya perbedaan, kompleksnya masalah dan hambatan belajar yang dihadapi ABK membawa

konsekuensi kepada kompetensi guru dalam memilih strategi atau pendekatan pembelajaran yang

(16)

• Kegagalan di dalam mengakomodir kebutuhan akan berakibat buruk terhadap proses pembelajaran siswa selanjutnya

• Karena itu, dalam layanan pendidikan ABK

pembelajaran individual menjadi sangat penting keberadaannya karena pembelajaran individual

merupakan satu pendekatan yang senantiasa berupaya merupakan satu pendekatan yang senantiasa berupaya mengakomodasi kebutuhan dari masalah yang dihadapi masing-masing ABK

• Pembelajaran Individual inilah yang menjadi esensi

(17)

• Layanan pendidikan seperti ini pada hakikatnya

merupakan bentuk penghargaan dari heterogenitas yang dialami ABK

• Dalam upaya memahami masalah dan kebutuhan ABK seorang guru selalu membutuhkan data/informasi yang akurat

• Untuk menggali data/informasi yang akurat tersebut,

guru dapat melakukannya melalui kegiatan yang disebut dengan ASESMEN

guru dapat melakukannya melalui kegiatan yang disebut dengan ASESMEN

• Asesmen dapat dipandang sebagai upaya yang

sistematis untuk mengetahui kemampuan, kesulitan, dan kebutuhan siswa sehubungan dengan pembelajarannya

(18)

Perbandingan tentang Pembelajaran Tradisional dan Pembelajaran yang Diindividualisasikan

(Talmage dalam Mercer,1989:5)

TRADITIONAL INSTRUCTION • Tujuan pembelajaran

ditetapkan bagi semua siswa • Poin-poin awal bersifat

menetap di dalam kurikulum • Penetapan langkah dan waktu

INDIVIDUALIZED INSTRUCTION • Tujuan pembelajaran bervarisi

yg mrp suatu keterampilan yang terarah sbg hasil

asesmen

entry points bersifat variabel di • Penetapan langkah dan waktu

yang pasti

• Partisipasi siswa yang terbatas dalam pembuatan keputusan • Intervensi kelompok besar • Evaluasi siswa bersifat

norm-referenced

entry points bersifat variabel di dalam kurikulum

• Langkah yang bervariasi • Partisipasi siswa yang aktif

dalam pengambilan keputusan • Pengaturan pembelajaran

bervariasi & mrp tugas yang fungsional

• Evaluasi siswa bersifat

(19)

Empat Langkah Program Individualisasi Pembelajaran (Mercer&Mercer,1989:6)

Langkah I: Mengidentifikasi keterampilan yang ditargetkan melalui asesmen

Langkah II: Menentukan kondisi-kondisi dan faktor-faktor yang mungkin dapat memudahkan (memfasilitasi) pembelajaran

Langkah III. Merencanakan Pembelajaran.

(20)

CONTOH

PROSEDUR KEGIATAN PEMBELAJARAN INDIVIDUAL (Mercer&Mercer,1989:8)

1. PRESENTATION

– Pendahuluan; Guru membicarakan sasaran keterampilan belajar yang dibutuhkan yang merupakan tanggung jawab siswa terhadap pengajarannya

– Demonstrasi & Modeling; Guru memecah-mecahkan sasaran keterampilan kedalam komponen-komponen bagian sehingga menjadi sub-sub yang lebih kecil. Kemudian guru

mendemonstrasikannya atau memberi contoh dari sub keterampilan tersebut sehingga siswa memahami tugasnya

2. CONTRLLED PRACTICE (Siswa melakukan tugas dengan bimbingan & pengawasan guru)

pengawasan guru)

– Siswa melakukan tugas yang dipilih dengan bimbingan dan pengawasan dari guru, kemudian guru memberikan umpan balik dan penguatan

– Siswa melakukan tugas yang sejenis dari keterampilan/sub dengan pengawasan dan bimbingan guru, kemudian guru memberikan umpan balik dan penguatan

3. INDEPENDENT PRACTICE (Siswa melakukan tugas tanpa bimbingan guru) – Siswa melakukan seluruh tugas dari keterampilan/sub dengan kriteria yang telah

ditentukan kemudia guru memberikan umpan balik dan penguatantanpa bimbingan dari guru

(21)

PEMBELAJARAN EFEKTIF

• Berpusat pada siswa

• Interaksi edukatif antara guru dengan siswa

• Suasana demokratis

• Variasi metode mengajar

• Variasi metode mengajar

• Guru Profesional

• Bahan yang sesuai dan bermanfaat

• Lingkungan yang kondusif

(22)

• Berpusat pada siswa siswa menjadi perhatian utama dari guru. Segala bentuk aktivitas untuk membantu perkembangan. Keberhasilan proses pembelajaran terletak pada perwujudan diri siswa sebagai pribadi yang mandiri, pelajar yang efektif, dan pekerja yang produktif

• Interaksi edukatif antara guru dengan siswa  Guru tidak hanya sekedar penyampai bahan yang harus dipelajari tetapi sebagai figur yang dapat merangsang perkembangan pribadi siswa. Interaksi guru dan siswa senantiasa berdasarkan sentuhan-sentuhan psikologis, saling

memahami, sehingga menumbuhkan rasa percaya diri

• Suasana demokratis memberikan kesempatan kepada siswa

 

• Suasana demokratis memberikan kesempatan kepada siswa untuk berlatih mewujudkan dan mengembangkan hak dan kewajibannya, semua fihak memperoleh penghargaan sesuai dengan prestasi dan

potensinya, sehingga memupuk rasa percaya diri, berinovasi, berkreasi sesuai dengan kemampuan masing-masing

• Variasi metode mengajar sesuai dengan tujuan dan bahan yang akan dipelajari, menggunakan metode dengan berganti-ganti sesuai

(23)

• Guru Profesional pembelajaran yang efektif hanya mungkin dapat

diwujudkan oleh guru profesional dan dijiwai oleh jiwa profesionalisme yang tinggi. Guru profesional adalah guru yang memiliki keahlian yang memadai, rasa tanggung jawab yang tinggi, serta memiliki rasa kebersamaan dengan sejawatnya, mampu melaksanakan fungsi-fungsi sebagai pendidik yang bertanggung jawab mempersiapkan siswa bagi peranannya di masa depan. Jiwa profesionalisme ditandai dengan mencintai pekerjaannya dan

melaksanakannya dengan penuh dedikasi dan tanggung jawab

• Bahan yang sesuai dan bermanfaat mengolah bahan pelajaran

menjadi sajian yang dapat dicerna oleh siswa secara tepat dan bermakna, sesuai dengan kondisi siswa dan lingkungannya sehingga menjadi

fungsional bagi siswa

 

fungsional bagi siswa

• Lingkungan yang kondusif lingkungan yang dapat menunjang bagi proses pembelajaran secara efektif, guru senantiasa mampu membina kerjasama dengan fihak luar sekolah terutama keluarga

(24)

Wassalam &Terima kasih

Referensi

Dokumen terkait