• Tidak ada hasil yang ditemukan

PARADIGMA BARU PENYUSUNAN ORGANISASI PERANGKAT DAERAH

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PARADIGMA BARU PENYUSUNAN ORGANISASI PERANGKAT DAERAH"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

PARADIGMA BARU

PENYUSUNAN

ORGANISASI

PERANGKAT DAERAH

 

(2)

Pendahuluan

* Patologi birokrasi: swollen (membengkak/tambun),

sluggish (melempem), cumbersome (tidak praktis),

redtape (pemeras), inefficient (boros), routine (stagnan),

rigid (kaku), narrow (tidak berwawasan), arrogance

(sombong), complex procedures (berbelit-belit), dan

formal measures (mengutamakan formalitas).

- Tumpang-tindih fungsi2 yg sama yg diemban oleh

beberapa SKPD

- kepentingan penyesuaian dg nomenklatur (kepentingan

anggaran)

- ketidakcocokan SKPD yg terbentuk dg kondisi dan

potensi daerah

(3)

-Praktek Empiris

"Kelembagaan di daerah seharusnya ditata

kembali, jangan terlalu gemuk. Dinas-dinas

daerah jangan meniru yang ada di

pemerintahan pusat. Misalnya saja, ada pemda

yang mempunyai dinas pemakaman dan

transmigrasi. Sebenarnya, pemakaman kan

tidak perlu diurusi sebuah dinas, begitu pula

dengan daerah di pegunungan yang

(4)

Kerangka Teoritik

Division of labor/works spesialisasi

(basis of grouping) high --- low

Departmentalization basis

(unit grouping) homogeneous --- heterogeneous

Span of control Number

(unit size) narrow ---wide

Authority delegation

centralized ---decentralized

(5)

Kebijakan OPD

UU 22/1999; PP 84/2000; Kepmendagri

50/2000; SE Mendagri 061/729/TJ Tgl. 21

Maret 2001 ; PP 8/2003; UU 32/2004; PP

(6)

Pokok-pokok Pikiran Teknis

Penyusunan OPD Berparadigma Baru

A. Identifikasi urusan-urusan yang dijadikan dasar

pertimbangan pembentukan OPD (

division of labors/

division of works atau basis of grouping

)

Hal ini berkaitan dengan apa saja

organization

functions

yang harus diidentifikasi? Bagaimana cara

melakukannya? Identifikasi urusan-urusan dengan

berpijak pada paradigma baru berarti sebagai usaha

untuk memerinci secara detil seluruh urusan yang

mesti dikerjakan oleh pemerintah dengan

pengutamaan berupa urusan-urusan pelayanan

publik sesuai dengan potensi dan kebutuhan

(7)

Dalam hal ini sumber data yang digunakan meliputi seluruh

komponen, baik dokumentasi, survei, maupun delpi. Dokumentasi meliputi: urusan-urusan pemerintahan yang ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan (PP 38/2007; UU 23/2014), isu-isu strategis dalam dokumen RPJPD dan RPJMD, Renstra SKPD, dan hasil analisis jabatan (Anjab) dan analisis beban kerja (ABK). Survei meliputi penyebaran kepada masyarakat umum secara sampling untuk mengetahui derajat kebutuhan pelayanan publik dari kacamata masyarakat. Delpi dilakukan dengan cara

wawancara mendalam terhadap beberapa tokoh terpilih dalam masyarakat sebagai pembanding berkaitan dengan hirarki

kebutuhan masyarakat dan potensi unggulan daerah. Langkah seperti ini oleh Mintzberg disebut buttom-up dalam proses

rearragement of organizational structure. Pengolahan data amat sangat obyektif (tidak dipengaruhi oleh kepentingan politik,

(8)

B. Menentukan besaran organisasi (departmentalization/ unit grouping/ basic parts of organization)

Hal ini berkaitan dengan apa saja macam Dinas, Badan, dan SKPD lainnya yang mesti dibentuk? Bagaimana cara

melakukannya? Menentukan besaran organisasi

menggunakan pertimbangan-pertimbangan yang ada: (1) perumpunan urusan: urusan wajib dan pilihan diwadahi

(9)

(3) menerima ketentuan tentang klasifikasi Dinas dan

Badan (Klasifikasi Dinas: tipe A (beban kerja besar, tipe B (beban kerja sedang), dan tipe C (beban kerja kecil) yg didasarkan perhitungan jumlah penduduk, luas

wilayah, besaran urusan pemerintahan, kemampuan keuangan daerah, potensi, tenaga kerja, pemanfaatan lahan; dan Klasifikasi Badan: tipe A (beban kerja besar, tipe B (beban kerja sedang), dan tipe C (beban kerja

kecil) yg didasarkan pada perhitungan jumlah

penduduk, luas wilayah, kemampuan keuangan daerah, cakupan tugas (fungsi penunjang: perencanaan,

(10)

(4) memadukannya dengan langkah pertama

yang menghasilkan hirarki urusan pemerintahan

yang inherent sebagai kebutuhan pelayanan

publik bagi masyarakat dan potensi unggulan

daerah. Pengolahan data amat sangat obyektif

(tidak dipengaruhi oleh kepentingan politik,

ekonomi, dan personal) apabila dibantu dengan

SIM Penataan OPD secara

computerized

. Hasil

dari langkah kedua ini adalah penentuan

SKPD-SKPD yang di dalam masing-masing unit

(11)

C. Menentukan Susunan organisasi (unit size atau span of control)

Hal ini berkaitan dengan berapa Bidang (organizational sub-units) yang berada di bawah Kepala Dinas? Berapa Seksi (organizational sub-sub units) yang berada di

bawah Kepala Bidang? Kalau menganut PP 41/2007 jumlahnya sudah ditentukan secara absolut. Tapi kalau mengacu pada perhitungan menurut LAN maka akan ditemukan unit-unit organisasi yang ideal. Kelemahan LAN adalah hanya memaksudkannya untuk analisis

beban kerja bagi pegawai secara personal. Maka untuk kepentingan penataan OPD pelajaran dari LAN itu harus dimodifikasi, yakni bukan untuk perhitungan beban

(12)

Berdasarkan langkah kedua menghasilkan sejumlah

Rincian Pekerjaan dalam sebuah SKPD, kemudian

tentukan Norma Waktunya (waktu penyelesaian

rata-rata (jam) untuk 1 pekerjaan) (jam kerja efektif

per hari: 5 jam 30 menit untuk 5 hari kerja dan 4

jam 30 menit untuk 6 hari kerja), kemudian

tentukan Jumlah/Volume Beban Kerja (per tahun)

(berapa kali kegiatan itu dilaksanakan dalam satu

tahun), kemudian tentukan Jumlah Beban Kerjanya

(Norma waktu x Volume Beban Kerja). Idealnya: 1

atasan membawahi 5 bawahan. Dalam konsteks

kelembagaan berarti 1 Kepala Seksi membawahi 5

pegawai. 1 pegawai idealnya 1.300 jam/tahun;

(13)

Kemudian dari seluruh rincian pekerjaan dalam satu

SKPD tadi (mungkin bisa ratusan atau ribuan rincian

pekerjaan) dihitung berapa jam/tahunnya,

kemudian dibagi angka minimal (7.800 jam/tahun),

sehingga ketemu berapa Seksi yang harus dibentuk.

Setelah selesai menentukan jumlah Seksi, kemudian

secara

buttop-up

menentukan berapa Bidang

dilakukan dengan cara yang sama.

Pengolahan

data amat sangat obyektif (tidak dipengaruhi oleh

kepentingan politik, ekonomi, dan personal) apabila

dibantu dengan SIM Penataan OPD secara

(14)

D. Pendelagasian wewenang (delegation of authority) Delegasi otoritas menurut Gibson bukan sekedar

pelimpahan tugas dan wewenang tapi lebih jauh adalah penyerahan kekuasaan untuk membuat keputusan. Hal ini berkaitan dengan diferensiasi horizontal dan

diferensiasi vertikal yakni menyerahkan kekuasaan untuk membuat keputusan untuk menyelesaikan

pekerjaan yang dilaksanakannya. Dari masing-masing Rincian Pekerjaan pada langkah-langkah sebelumnya

mestinya bisa dikenali di SKPD mana pekerjaan itu harus diselesaikan, maka di situlah pembuatan keputusan

dilakukan. Kalau hal itu dilaksanakan secara konsisten, maka tidak akan ada lagi keluhan, misalnya di Dinas Perizinan, bahwa keputusan ada di Dinas teknis.

Memang ini harus didukung SDM. Prinsipnya SDM

mengikuti struktur organisasi. Artinya struktur organisasi membutuhkan SDM dengan kualifikasi apa, maka ya

(15)

Langkah-langkah praktis

Apa yg bisa dilakukan sekarang sambil menunggu keluarnya Peraturan Pemerintah?

A.Semua SKPD mengidentifikasi dan mengumpulkan data dan memerinci pekerjaan-pekerjaan yang berkaitan dengan:

1) Faktor umum: jumlah penduduk, luas wilayah, APBD, jumlah wilayah bawahan

2) Faktor teknis: ketersediaan SDM, sarana dan prasarana tugas, luas cakupan pelaksanaan tugas, potensi tingkat pertumbuhan dan pengembangan yang dicapai sesuai potensi dan

karakteristik daerah.

B. Mengidentifikasi potensi unggulan daerah dari RPJPD dan RPJMD C. Mengadakan survei ke masyarakat tentang kebutuhan

pelayanan publik.

D. Melakukan wawancara dengan tokoh-tokoh stakeholders di

Referensi

Dokumen terkait

Anggaran yuran keseluruhan program akademik KUIS dan juga anggaran jumlah pinjaman PTPTN (untuk Warganegara Malaysia sahaja) atau Tabung Tajaan Khas KUIS (TKK) dalam

Dalam rangka kegiatan Sertifikasi Guru dalam Jabatan Tahun 2012 untuk guru-guru di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Panitia Sertifikasi Guru Rayon 115 UM

oleh penerbit FA-KB yang merupakan petugas perusahaan, dipergunakan dalam pengangkutan hasil hutan berupa kayu bulat atau kayu bulat kecil yang berasal dari perizinan yang sah

Akomodasi untuk penyelenggaraan Diklat Latihan Pra Jabatan di luar Badan Pendidikan dan Pelatihan Provinsi Jawa Timur ditetapkan Rp.. Kecuali untuk biaya

Sedangkan Desa Cibodas merupakan salah satu desa di Kecamatan Lembang yang potensi pertaniaannya cukup besar dimana sektor pertanian menjadi mata pencaharian utama sebagian

Data 2016 sebaiknya tidak digabung dengan 2017 (difilter menurut tahun), mengingat aplikasi dan kriteria dalam kuesioner yang berbeda dan data digunakan untuk menyusun RUK

Hendra Kusuma, SE, MSE selaku dosen pembimbing II yang dengan sabar memberikan saran dan kritik serta telah membimbing penulis dalam menyusun karya ilmiah ini.. Bapak dan

Paradigma lama dalam manajemen pemerintahan yang berporos pada sentralisme kekuasaan diganti menjadi kebijakan otonomi daerah, yang tidak dapat dilepaskan dari upaya