• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penataan Lembaga Negara Melalui Mekanisme Penyelesaian Sengketa Kewenangan Lembaga Negara di Mahkamah Konstitusi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Penataan Lembaga Negara Melalui Mekanisme Penyelesaian Sengketa Kewenangan Lembaga Negara di Mahkamah Konstitusi"

Copied!
124
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel 1

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan putusan tersebut, yang dimaksud pemilihan umum setiap lima tahun sekali pada Pasal 22E UUD 1945 adalah pemilihan umum anggota DPR, DPD, DPRD serta Presiden

Kedua frasa dimaksud sama sekali tidak diatur secara tegas dalam UUD NRI Tahun 1945, sehingga berpotensi menimbulkan multitafsir dan pandangan beragam terkait dengan lembaga

SENGKETA KEWENANGAN LEMBAGA NEGARA YANG MEMPEROLEH KEWENANGANNYA DARI UUD 1945 ADALAH SENGKETA YANG TIMBUL DALAM BIDANG HUKUM TATA NEGARA SEBAGAI AKIBAT SATU

Sehingga hal ini memberikan kewenangan kepada Hakim Mahkamah Konstitusi untuk menafsirkan dan merujuk pada PMK No.08 Tahun 2006 tentang Pedoman Beracara Dalam Sengketa

Misalkan di Korea Selatan, Mahkamah Konstitusi tidak hanya berwenang untuk menyelesaikan sengketa antar lemabag negara (between state organ), akan tetapijuga

Hal tersebut menimbulakn berbagai penafsiran bahwa masih banyak lembaga negara lain selain yang tercantum dalam UUD juga merupakan lembaga negara yang berhak

Termohon II, menurut Mahkamah, oleh karena kewenangan Termohon II (BPK) adalah hanya melakukan pemeriksaan atas tanggung jawab pengelolaan keuangan negara, maka tidak

Dengan pertimbangan bahwa dalil para termohon yang mengatakan kewenangan penyelenggaraan pemilihan kepala daerah oleh DPRP yang dikatakan sebagai suatu bentuk