Laporan Pengantar Tugas Akhir
PERANCANGAN BUKU INFORMASI TULISAN ARAB MELAYU
DK 38315/Tugas Akhir Semester II 2011-2012
Oleh :
Sadly Adhitama 51907030
Program Studi Desain Komunikasi Visual
FAKULTAS DESAIN
Abstrak
PERANCANGAN BUKU INFORMASI TULISAN ARAB MELAYU
Oleh:
Sadly Adhitama 51907030
Program Studi Desain Komunikasi Visual
Arab Melayu merupakan budaya yang harus tetap dijaga, sebagai keragaman budaya Indonesia, hasil dari penelitian mengenai Arab Melayu diketahui beberapa wilayah Indonesia juga telah mempelajari Arab Melayu sebagaai pelajaran muatan lokal, namun tidak semua mengerti akan pembacaan dan huruf-huruf Arab Melayu oleh karena itu, solusi dari permasalahan ini dibuat buku yang dapat dipahami semua orang khususnya siswa yang nantinya mampu memahami huruf Arab Melayu.
Arab Melayu yang berawal dari surat dan naskah kerajaan Islam berawal dari Aceh dimana Islam masuk ke Indonesia pada abad ke-17 dengan ditandai berdirinya kerajaan Pasai oleh karena itu buku ini diharapkan mampu membantu siswa dan siswi yang bermukim di Nangroe Aceh Darusalam khususnya dan siswa siswi di wilayah Indonesia lainnya umumnya.
Abstract
DESIGN INFORMATION BOOK OF ARAB MELAYU WRITENING
by:
Sadly Adhitama 51907030
study programme visual communication design
Arab Melayu was a culture that have to be maintaned, as a diversity culture of Indonesia. The Results of research on Arab Melayu also known in a few
Indonesian areas that's have to be studying on Arab Melayu as a Local Content of
lessons. But not all of them understand about how to read and kind of the letters
of Arab melayu. So, the book was made for solution to all of the problem above
that can be understood by everyone especially students who will be able to
understand the letters of Arab Melayu.
Arab Melayu was start from the letters and manuscripts of Islamic kingdom of Aceh, where Islam originated in Indonesia in the 17th century marked the establishment of the kingdom of Pasai. Therefore this book is expected
to help the students who live in Nanggroe Aceh Darussalam in particularly and
students of the other parts of Indonesia generally
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Allah Swt. yang telah melimpahkan rahmat dan serta pemberian anugerah berupa pikiran yang menjadi inspirasi sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan tugas akhir ini. Dengan judul Perancangan Buku Informasi Tulisan Arab Melayu sebagai upaya langkah pengenalan tulisan Arab Melayu kepada siswa siswi sekolah dasar.
Selama penyelesaian laporan tugas akhir ini, penulis banyak menerima bantuan dan dorongan moril dari berbagai pihak. Oleh karena itu, pada kesempatan ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh dosen dan staf program studi Desain Komunikasi Visual Universitas Komputer Indonesia, atas bantuannya sehingga dapat terselesaikan laporan tugas akhir ini. Akhir kata, saran dan arahan sangat penulis harapkan demi perbaikan kedepannya. Penulis mengharapkan agar laporan tugas akhir ini bisa bermanfaat bagi pihak-pihak yang membutuhkan.
Bandung, Juli 2012
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI ... i
DAFTAR GAMBAR ... iii
BAB I PENDAHULUAN ... 1
1.1 Latar Belakang Masalah ... 1
1.2 Identifikasi Masalah ... 5
1.3 Fokus Masalah ... 5
1.4 Tujuan Perancangan ... 5
BAB II ARAB MELAYU DAN CARA PENULISANNYA ... 7
2.1 Arab Melayu…. ... 7
2.1.1 Huruf Arab dan Bacaannya ... 8
2.1.2 Tambahan yang Digunakan pada Huruf Arab ... 8
2.2 Arab Melayu Pada Benda-benda Suku Melayu ... 9
2.2.1. Koin Kesultanan Palembang Darusalam ... 9
2.2.2. Batu Bersurat Terenganu ... 10
2.2.3. Makam Nisan Melayu Islam ... 11
2.2.4. Surat ... 12
2.2.5. Naskah ... 13
2.3 Surat dan Naskah Bermotif Khas Pada Arab Melayu………. … 14
2.4 Buku Informasi ... 21
2.5 Target Audiens ... 23
BAB III STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL ... 25
3.1. Strategi Perancangan Meliputi 3. 1.1. Pendekatan Komunikasi ... 25
3. 1.2. Strategi Kreatif ... 26
3.2. Konsep Visual
3.2.1. Format Desain ... 28
3.2.2. Tataletak ... 28
3.2.3. Tifografi ... 29
3.2.4. Ilustrasi ... 29
3.2.5. Warna ... 30
BAB IV TEKNIS PRODUKSI MEDIA ... 31
4.1. Proses Perancangan Media ... 31
4.2. Media Utama ... 34
BAB I
PENDAHULUAN
I.1. Latar Belakang Masalah
Islam masuk pertama kali ke Indonesia diperkirakan pada abad ke-9 dengan ditandai berdirinya kerajan Islam Perlak yang berada di wilayah utara Sumatra, hal ini dikemukakan oleh tokoh sejarahwan Aceh yaitu Yunus Jamil yang berpendapat adanya kerajaan Islam Perlak yang berdiri di Aceh tahun 225H/845M. Pendiri dari kerajaan Perlak merupakan pedagang dari Arab dan Gujarad. (Helmiyanti, 2011)
Kerajaan Islam yang juga berdiri di Aceh adalah kerajan Islam Pasai yang berdiri pada abad ke-13M, terletak di pantai timur Aceh, hal ini dibuktikan dengan adanya makam raja dari kerajaan Islam Pasai Malik Al-saleh, yang wafat pada bulan Ramadhan 696H/1297M.
Perkembangan Islam di Aceh tidak lepas dari peranan empat tokoh ulama besar Aceh yaitu Hamzah Fansuri yang merupakan ahli agama sufi dan sastrawan, Syamsuddin al-Sumatrani yang merupakan penasehat agama dikesultanan Aceh, Nuruddin Ar-Raniri yang merupakan Seykh al-Islam dikesultanan Aceh, Abdul Rauf Al-Sinkili yang menjabat sebagai mufti dalam Kesultanan Aceh.
Pada abad ke-13 Islam mulai memasuki pulau Jawa yang dibawa oleh pedagang muslim melalui pantai timur Sumatra, namun pendapat lain juga mengatakan Islam masuk ke pulau Jawa pada abad ke-15M hal ini didasarkan sesuai ditemukannya beberapa batu nisan yang memiliki abad yang sama dengan batu makam Maulana Malik Ibrahim yang merupakan ulama dari Arab keturunan Zainal Abidin, cicit nabi Muhammad berdasarkan sejarah di jawa.
sendiri tinggal ditiga wilayah pulau Jawa yaitu di Jawa Timur dikota Surabaya, Gersik, Lamongan, Jawa Tengah dikota Demak, Kudus, Muria dan di Jawa Barat Cirebon.
Setelah Kerajaan Demak berakhir akibat konflik perebutan kekuasan didalam kerajaan Demak maka Joko Tingkir atau Sultan Adiwijaya yang merupakan murid salah satu dari sembilan wali mengalihkan Kesultanan Demak ke Pajang, dan berdirilah Kesultanan Pajang, sampai pada akhir dari Kesultanan Pajang, dimana terjadinya perperangan dengan Mataram sehingga Pajang menjadi daerah yang dikuasai Kerajaan Mataram. Mataram sendiri merupakan Kerajaan Islam kedua yang berdiri pada abad ke-16 dibawah pimpinan Sultan Agung. Kesultanan ke tiga ialah Kesultanan Cirebon dimana Islam telah ada pada tahun 1470M-1475M. Dan Kesultanan terakhir di Jawa ialah Kesultanan Banten, dimana pada saat itu raja Banten menerima Islam yang dibawa oleh Sunan Gujung Jati.
Daerah lain Indonesia yang juga pernah berdirinya kerajaan Islam ialah Riau. Kerajaan Islam di Riau berdiri pada abad ke-15, yang didirikan oleh kerajaan Malaka, namun seiring jatuhnya kerajaan Malaka karena adanya serangan kolonial Protugis tahun 1511, maka muncul kerajaan Islam Riau yang dikenal dengan nama Kesultanan Johor-Riau atau Riau-Lingga yang didirikan oleh Sultan Alauddin Riayat Seykh tahun 1528.
pembacaan dan bunyi yang berbeda, tetapi masyarakat Melayu tetap menggunakan huruf asli Arab dalam membuat ukiran di tempat-tempat ibadah maupun hiasan didinding, sehingga muncul beberapa bentuk tulisan arab yang cukup indah yang disebut kaligrafi arab. Pada masa awal berdirinya kerajaan Islam di Aceh, Arab Melayu menjadi media komunikasi utama dan dimasa sekarang hanya bagian dari kurikulum muatan lokal untuk daerah Nangroe Aceh Darusalam, Berdasarkan keputusan mentri pendidikan dan kebudayaan nomor 0412/U/1987. (Al Musanna, 2009)
I.2. Identifikasi Masalah
Dari latar belakang sejarah Islam di Indonesia diketahui bahwa Islam telah ada di Aceh pada abad ke-13 dengan ditandai berdirinya kerajaan Islam Pasai di Aceh. Atau sumber lainya yang mengatakan adanya kerajaan Islam Perlak di Aceh pada abad ke-9. Perkembangan Islam di Aceh menyebar keseluruh wilayah di Indonesia. Membawa suatu kesenian baru dalam huruf berupa kaligrafi, oleh karena itu dapat diidentifikasi permasalahan dari latar belakang yaitu:
Adanya kesaksian oleh sejarahwan asal Aceh akan kerajan Perlak yang berdiri pada abad ke-9 tanpa disertakan bukti merupakan kondisi sejarah awal Islam di Indonesia yang masih belum dapat dipastikan kebenarannya .
Arab Melayu pada awal berdirinya kerajaan Islam di Aceh, merupakan bagian kebudayaan bangsa Indonesia, khususnya masyarakat Aceh tetapi hanya dikenal sebagai kurikulum muatan lokal.
Keragaman huruf Arab Melayu yang memiliki bentuk yang sama dengan huruf Arab tetapi dengan modifikasi huruf merupakan kreatifitas suku Melayu, tetapi hanya terapkan sebagai kurikulum muatan lokal.
I.3. Fokus Masalah
Berdasarkan uraian permasalahan yang teridentifikasi di atas, maka permasalahan difokuskan kepada tulisan Arab Melayu yang merupakan seni budaya sekaligus bagian dari sejarah Indonesia untuk dapat dikenal masyarakat Indonesia umumnya dan masyarakat Aceh khususnya.
I.4. Tujuan Perancangan
BAB II
ARAB MELAYU DAN CARA PENULISANNYA
II.1 Arab Melayu
Aksara Jawi, atau Arab Melayu adalah huruf Arab yang telah dimodifikasi bacaanya menjadi bahasa Melayu, beberapa bentuk dari huruf asli Arab masih digunakan dalam menulis Arab Melayu, tetapi ada sebagian huruf yang dirubah dengan penambahan titik agar bunyi bacaan sesuai dengan bahasa Melayu. (Ahmad Darmawi, 2009, Arab Melayu, Pemunculan Tulisan, sistem dan istilah Jawi).
Arab Melayu merupakan salahsatu bukti teori dari teori mekah, yaitu dimana awal Islam masuk ke Indoneisa melalu empat teori. Teori Gujarat, teori Mekah, teori Persia dan teori Cina, teori Gujarat, teori Mekah dan Persia berdasarkan pendapat Ahmad Mansur Suryanegara yang merupakan penulis dari buku Menemukan Sejarah, sementara teori Cina berdasarkan sumber yang belum jelas. (R. Soekmono dalam Rusdi Mustapa, 2011)
persia, namun teori ini sangat lemah dikarenakan pada abad ke-7 bertempatan dengan masa kalifah Umayyah yang memusatkan kebudayaan Islam di wilayah Madinah, Mekah, Damaskus dan Baghdad. Dasar dari tori ini yaitu gelar Syeh untuk raja-raja di Indonesia, pengaruh Syeh Siti Jenar yang merupakan salah satu walisongo pengaruh Mazhab syi’ah. Yang keempat teori Cina, teori ini menyatakan masuknya Islam di Indonesia dibawa oleh pedagang Cina ketika Indonesia melakukan hubungan perdagangan dengan Cina. Dasar dari teori ini yaitu Mesjid dengan gaya Cina di Semarng, adanya makam Cina Muslim di Indonesia, beberapa wali yang diperkirakan memiliki keturunan Cina. (Artikel Kementrian Agama dalam Filzahazny,2008)
Nama lain dari dari Arab melayu yaitu aksara Jawi, kata Jawi berasal dari bahasa Melayu Malaysia, yang merupakan nama sejenis tetumbuhan, yaitu Pokok Jawi-jawi atau Jejawi dan pada penamaan jenis beras yaitu beras Jawi, beras Jawi merupakan beras yang berbeda dengan beras pulut. Kata Jawi juga dikenal dalam bahasa Minang untuk menyebut kerbau. Tetapi istilah ini tidak ada hubungannya dengan penamaan aksara Jawi. Begitu juga jika dikatan bahwa Jawi merupakan perkataan Arab, bukan dari kata Jawa ataupun bahasa Jawa.
Berikut rincian dari huruf Arab yang digunakan dan huruf yang dimodifikasi : II.1.1Huruf Arab dan bacaannya:
[image:15.595.149.527.247.565.2]alif ا— ba — ta ت— tsa ث— jim ج— ha ح— kho خ dal د— dza ذ— ro ر— za ز— sin س— syinش— shod ص dhod ض— tho ط — dlo ظ —‘ain ع— ghin غ— fa ف— qof ق kaf ك— lam ل— mim م— nun ن— wau و— Ha ه— ya ي hamzah ء— lam alif ا
Gambar1. huruf Arab dalam Arab Melayu
Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Abjad_Jawi
(19 febuari 2012)
II.1.2Tambahan yang digunakan pada huruf Arab
cha چ (ha bertitik tiga), nga ڠ (ain bertitik tiga), pa ڤ (fa bertitik tiga)
ga ڬ (kaf bertitik) — vaۏ (wau bertitik) — nya ڽ (nun bertitik tiga)
II.1.3Angka Arab yang digunakan
0 — 1 — 2 — 3 — 4 — 5 — 6 — 7 — 8 — 9 II.1.4Cara Penulisan dan pengucapan
1. Huruf ditulis secara gundul
2. Huruf alif yang berdiri sendiri berbunyi a atau e. 3. Huruf alif yang diikuti wau berbunyi u atau o. 4. Huruf alif yang diikuti ya berbunyi i atau é.
5. Konsonan diikuti huruf alif akan berbunyi fatah (bunyi a). 6. Konsonan diikuti huruf wau akan berbunyi dhomah (bunyi u). 7. Konsonan diikuti huruf ya akan berbunyi kasroh (bunyi i). 8. Konsonan di awal atau di tengah kata tanpa diikuti alif, wau
atau ya berbunyi fatah (bunyi a atau e)
9. Konsonan di akhir kata adalah konsonan mati, kecuali diikuti alif, wau atau ya.
10. Huruf ain digunakan sebagai penanda huruf k seperti pada kata rakyat تيعر
Gambar2.persamaan baca dan bunyi huruf Arab dan huruf latin Sumber: Mu’zijah (2009)
(19 Mei 2012)
II.2 Arab Melayu pada benda – benda suku Melayu
Pada masa penyebaran Islam di Sumatra, beberapa kerajaan Islam menggunakan media komunikasi berupa bahasa Melayu bertuliskan huruf Arab benda-benda berikut merupakan media yang memiliki ukiran Arab Melayu
II.2.1. Koin Kesultanan Palembang Darusalam
Penggunaan Arab Melayu dapat dilihat pada uang koin kesultanan Palembang, koin kesultanan Palembang terbuat dari bahan timah pada tahun1784M. (A.Khalik R Muhibat dalam Alekmuhibat, 2008)
Gambar3. Koin Kesultanan Palembang Darusalam
Sumber:
http://www.tokokuno.com/2012/01/tin-pitis-kesultanan-palembang_28.html
(27 Febuari 2012)
II.2.2. Batu Bersurat Terengganu
Arab melayu juga diaplikasikan pada batu bersurat Terengganu, batu bersurat Terengganu ditemukan pada tahun 1899, Batu Terengganu adalah batu berisi sebuah pesan yang ditulis dalam Arab Melayu, ditemukan ditebing sungai Tersat, Kuala Berang di Hulu Terengganu.
Dibatu Terengganu dipahat surat seperti berikut:
"Juma'at di bulan Rejab di tahun saratan di sasanakala Baginda Rasulullah telah lalu tujuh ratus dua". ( Appzak dalam Minda, 2009)
Gambar4. Batu Bersurat Terengganu
Sumber:
http://www.melayuonline.com/image/history/2009/batu-bersurat-Terengganu-02.jpg
(27 Febuari 2012)
II.2.3.Makam atau Nisan Pejuang Melayu Islam
Salah satunya Makam pejuang nasional dari Aceh Cut Nyak Dhien, didinding makam sebelah kiri terdapat tulisan "Karena Jihadmu Perjuangan Aceh memperoleh kemenangan dari Belanda kembali ketangan rakyat sendiri kegirangan. Itulah sebab sebagai kenangan, kami teringat terangan-angan, akan budiman Pahlawan Junjungan, Pahlawan Wanita berjiwa Kayangan". Ditulis menggunakan bahasa Melayu sebelum ejaan yang disempurnakan, disebelahnya dengan menggunakan tulisan Arab Melayu juga, sedangkan dinding kanan menggunakan bahasa Aceh. (Deddi Armand dalam Raddien, 2010)
Gambar5. Makam Cut Nyak Dhien
Sumber: http://Indonesianis.com/sejarah/antara-aceh-sumedang-dan-cut-nyak-dien
(27 Febuari 2012)
II.2.4. Surat
Surat bertuliskan Arab Melayu digunakan pada masa itu sebagai media komunikasi Antar kerajan Islam baik yang di Aceh maupun diselat Malaka, namun untuk kerajaan Islam di Jawa tidak menggunakan surat bertuliskan Arab Melayu .
Gambar6. Surat Sultan Cakradiningrat Sumber: Mu’zijah (2009)
(19 April 2012)
II.2.5. Naskah
Salah satu naskah yang mengunakan Arab Melayu yaitu naskah lampung Karam yang ditulis oleh Muhammad Shaleh, seorang penyebar Agama Islam di Lampung. (Iyar Jarkasih, 2010)
Gambar7. Naskah Arab Melayu, Fachruddin M. Dani dalam Sagata
Sumber:http://cabiklunik.blogspot.com/2011/04/warisan-budaya-tak-ada-anggaran.html
(27 Febuari 2012)
II.3. Surat dan Naskah Bermotif khas pada Arab Melayu
Motif khas yang dimaksud pada surat dan naskah Arab Melayu yaitu corak gambar yang mencirikan asal daerah surat dan naskah Arab Melayu surat dan naskah ini digunakan kerajaan Isalam pada abad ke-18 dan ke-19, perlu diketahui bahwa surat-surat Arab Melayu yang terilumisai ini memeliki cirikahar yang berbeda antara surat Arab Melayu yang satu dengan yang laiinnya, sehingga dengan ilumnisi pada surat Arab Melayu ini dapat diketahui bahwa darimana asal surat Arab Melayu tersebut. Berikut surat Arab Melayu yang teriluminsai: (Mu’zijah 2009)
1. Surat Sultan Mahmud Syah
sampai dan agar sultan segera dikirimkan senjata lagi serta pemberitahuan agar orang-orang segera ke Semarang.
[image:23.595.243.420.248.541.2]Motif khas dari surat ini dibuat dariganda emas didalamnya terdapat garis ganda emas yang dihiasi motif sulur yang sangat halus dan rapi. Sulur itu sendiri dilengkapi dengan daun dan bunga emas dibentuk menyerupai seperti buah ketupat, hiasanya berjumblah 6 baris berisi antara 4 sampai 5 bungga, pada baris terakhir hanya beberapa tampilan pohon.
Gambar8. Surat Sultan Mahmud Syah Sumber: Mu’zijah (2009)
(13 Mei 2012)
2. Surat Sultan Mahmud Syah Alam
berada di sebelah kanan atas yang berwarna hitam berbentuk lingkaran. Isi dari surat ini sultan menyatakan bahwa kiriman meriam dan berdil sudah sampai, sultan ingin dikirimkan seratus sarung senjata dan harnya akan dibicarakan di kemudian hari, sultan juga memberitahukan bahwa Abdul Manan yang merupakan pedagang kaya pada masa itu, sedang membawa barang dagangan dari tionghoa ke Batavia.
[image:24.595.244.447.311.581.2]Motif khas pada surat ini terdapat diseluruh halaman muka dengan motif bunga, seluruh gambar berwarna emas bingkai pembatas terdapat bingkai ganda dengan garis ganda yang ada didalamnya dihiasi dengan salur buna emas.
Gambar9. Surat Sultan Mahmud Syah Alam Sumber: Mu’zijah (2009)
(14 Mei 2012)
3. Surat Sultan Zainal Abidin ibn Sultan Mansur
bahwa Inggris pernah membajak perahu milik kompeni dalam perairan Trengganu, lalu perahu itu dibeli oleh Sultan dan dilengkapi perkakasnya seharga 1000 real, perahu itu boleh dibeli atau diambil lagi oleh kompeni, sultan tidak ingin memusuhi orang kulit putih manapun.
[image:25.595.221.404.288.561.2]Motif khas pada surat ini terdapat pada dua sisi, sisi kanan dan sisi atas, tintanya merupakan tinta emas yang didalamnya terdapat salur emas bingkai teks juga dibatasi dengan bingkai ganda emas di sisi atas teks terdapat hiasan yang sangat megah yaitu sebuah kubah yang dibuat dari salur yang sangat halus.
Gambar10. Surat Sultan Zainal Abidin ibn Sultan Mansur Sumber: Mu’zijah (2009)
(16 Mei 2012)
4. Surat Sultan Alauddin Mansur Syah Johan
Mei 1869), surat ini berisi pemberitahuan bahwa pedagang asal Tionghua Ang Piu diberi gelar Panglima Setia Bakti dan diperbolehkan berdagang diwilayah barat dan timur, disamping itu juga dijamin keselamatan dan keamanan transportasi kapal-kapal niaga oleh pihak kerajaan.
[image:26.595.262.434.268.529.2]Motif khas pada surat ini ialah berupa hiasan tiga sisi, garis ganda kosong dan pada sisi kanan dn kiri garis ganda yang baris bagian tengahnya dihiasi dengan salir bunga dan kuncup yang menyerupai bunga mawar, pada bagian bawah tidak ada hiasan
Gambar11. Surat Sultan Alauddin Mansur Syah Johan Sumber: Mu’zijah (2009)
(16 Mei 2012)
5. Surat Raja Ali
Motif khas dari surat ini ialah bingkai menjadi pembatas bidang terdapat di sisi kiri juga bingkai teks sangat unik dan beragam , motif pad bingkai atas terdapat salur daun dan bunga matahasi yang sangat halus dari emas dengan latar belakang hitam .
Gambar12. Surat Raja Ali Sumber: Mu’zijah (2009)
(27 Mei 2012)
6. Surat Sultan Mahmmud al-Muzzafar Syah
Surat Sultan Mahmmud al-Muzzafar Syah yang merupakan Sultan dari Lingga kepada GJ jan Jacob van Rochussen pada tanggal 6 Syaban 1265 (27 Juni 1849), isi dari surat ini ialah rasa duka cita atas meninggalnya Raja Wellem II dan selamat atas diangkatnya Raja Wellem III.
Gambar13. Surat Sultan Mahmmud al-Muzzafar Syah Sumber: Mu’zijah (2009)
(27 Mei 2012)
7. Surat Ratu Husain Diyauddin
Surat Ratu Husain Diyauddin yang merupakan ratu dari Kesultanan Palembang kepada GJ A.G.P. Baron van der Capellen yang merupakan pihak dari Belanda, tanggal 20 Rabiulawal 1234 (17 Januari 1819), isi dari surat ini ialah Sultan menerima surat persahabatan dan menggambarkan bahwa anaknya masih sakit, serta Sultan telah menetapkan beberapa peraturan dengan komisaris Belanda.
Gambar14. Surat Ratu Husain Diyauddin Sumber: Mu’zijah (2009)
(27 Mei 2012)
II.4. Buku Informasi II.3.1. Buku
Iyan Wb (Seperti dikutip Adhitya Lestari, 2011) buku merupakan kumpulan kertas yang dijilid menjadi satu. Dan setiap sisi dari sebuah lembaran kertas disebut halaman. Buku dengan menggunakan konten, gaya, format, desain dan urutan dari berbagai komponen dapat menjadi sumber informasi yang mudah dan praktis. Berisi tentang penjelasan singkat berupa teks dan didukung gambar visual.
Berikut bagian-bagian dari buku: 1. Nomor Halaman
2. Halaman Judul Utama
Halaman judul utama adalah sebuah halaman buku yang memuat nama penulis, judul buku, subjudul buku, dan logo penerbit.
3. Halaman Hak Cipta
Halaman hak cipta adalah halaman buku yang berisi keterangan atau data singkat buku yang diterbitkan, baik data buku, tim penerbit, maupun hak cipta penerbit (copyright).
4. Prakata
Prakata adalah sebuah pengantar dari penulis yang berisi ulasan tentang maksud dan metode yang digunakan penulis dalam penulisan bukunya. 5. Daftar Isi
Daftar isi adalah tampilan semua judul bagian yang terdapat di dalam buku untuk memberikan gambaran umum pada pembaca mengenai struktur dan materi yang terdapat didalam buku sehingga mudah untuk menemukan pembahasan yang diperlukan.
6. Ilustrasi
Ilustrasi merupakan tambahan penjelasan teks yang diwujudkan dalam bentuk visual. Fungsi ilustrasi bagi suatu buku adalah menjelaskan dan mendukung teks yang tidak dapat digantikan dengan kata-kata
7. Teks
Teks merupakan kumpulan tulisan yang berisi tentang penjelasan dari isi buku.
8. Daftar Pustaka
Daftar pustaka digunakan untuk mencari referensi atau bahan bacaan lanjutan yang disarankan penulis untuk mendukung pembahasan yang terdapat di dalam bukunya.
9. Biografi Penulis
Sinopsis berisi tentang ringkasan dari isi sebuah buku agar memberikan gambaran pada pembaca tentang isi yang terkandung pada buku yang akan dibaca
II.3.2. Informasi
(seperti dikutip Deftidwibudi Fujiatuti, 2012) Informasi adalah data yang sudah diolah menjadi suatu bentuk lain yang lebih berguna yaitu pengetahuan atau keterangan yang ditujukan bagi penerima dalam pengambilan keputusan, baik masa sekarang atau yang akan datang.
II.5. Target Audience
Target Utama dalam penyampaiaan buku media informasi Arab Melayu dijabarkan sebagai berikut:
II.3.1 Demografis:
Siswa/i sekolah dasar
Siswa/I sekolah dasar ketika seorang anak telah mempuh jenjang pendidikan formal dia akan terbiasa belajar diusia dini Usia 9 tahun sampai dengan 12 tahun
Anak-anak yang berumur 9 sampai dengan 12 tahun mampu menerima informasi tentang Arab Melayu, karena pada saat usia tersebut anak sudah terbiasa belajar dan membaca. Khususnya pada anak kelas sekolah dasar yang sedang mempelajari tentang bahasa akan lebih cepat dalam mempelajari Arab Melayu.
II.3.2 Geografis:
Lingkungan pemukiman perkotaan
Lingkungan perkotaan memiliki bahasa komunikasi pada kehidupan sehari-hari dengan mengunakan bahasa nasional akan lebih mudah dalam memahami bahasa nasional pada buku informasi.
Anak-anak umur 9 sampai dengan 12 tahun sering berkumpul bersama dengan umur sebaya dan saling berbagi banyak hal baik pelajaran maupun hobi, oleh karena itu akan sangat berpengaruh dan mudah bagi mereka untuk mendiskusikan dan mempelajari Arab Melayu.
Memiliki taman keci yang berada di persekolah an
Taman sangat efektif menjadi tempat belajar dengan santai oleh karena itu ketika siswa mempelajari Arab Melayu akan lebih santai.
II.3.3 Psikografis
Ingin terus berMein dengan perMeinan yang senanginya Menghormati orang lain yang lebih tua
Masih bingung dalam menenentukan sikap Selalu ingin tahu
Menyukai warna-warna yang cerah Berkhayal
BAB III
STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL
III.1 Strategi Perancangan Meliputi III.1.1 Pendekatan Komunikasi
a. Pendekatan Visual
Bentuk pendekatan visual ini ditampilkan dalam bentuk buku informasi yang berisikan pendekatan visual yang di tampilkan vector mendekati gambar nyatanya hal ini dikarekan anak umur 9 tahun sudah mampu mengenali gambar nyata dan umur 12 tahun sudah menangkap gambar dengan suasana yang sebenarnya.
Tata bentuk layout yang akan dibuat berupa bentuk yang cukup sederhana yang akan didominasi warna hijau, hal ini dibuat agar gambar tampak lebih jelas dan lebih nyaman dilihat oleh mata, tampilan cover akan di buat simple tetapi cukup menarik bagi siswa, hal ini dikarenakan siswa umur 9 sampai 12 tahun telah mendekati proses remaja oleh karena itu visual sederhana dan menarik akan memotivasi minat siswa untuk membaca buku informasi Arab Melayu.
b. Pendekatan Verbal
III.1.2 Strategi Kreatif
Untuk dapat menghasilkan buku informasi Arab Melayu yang dapat menjadi media yang efektif untuk siswa siswi yaitu dibuat dengan bentuk yang sederhana namun memiliki unsur desain yang kental dengan corak kebudayaan Aceh, komposisi buku dibuat berbagai tahap pembahasan agar materi pelajaran yang dibutuhkan siswa dan siswi 9 sampai 12 tahun mampu dipelajari dengan baik.
Buku ini dibuat dengan berkerjasama Departemen Pendidikan dan dinas Pariwisata oleh karena itu buku akan dibagikan kepada siswa melalui pihak sekolah.
III.1.3 Strategi Media
Didalam pemilihan media digunakan dua jenis media dimana pertama digunakan media informasi sebagai media utamanya dan media pendukung sebagai media tambahan agar media utama dapat diterima dengan baik oleh siswa/i sekolah dasar.
1. Media Utama
2. Media Pendukung
Sebagai penunjang media utama, maka media pendukung yang akan digunakan adalah:
a. Media promosi Pendukung Langsung
Media promosi langsung sebagai pendukung media utama yang digunakan adalah dengan menggunakan produk yang dapat menarik perhatian anak-anak, seperti stiker. gantungan kunci, pin dan pembatas buku, semua media ini nantinya akan diberikan secara langsung.
b. Media Promosi Pendukung Tidak langsung
Media pendukung tidak langsung yang akan di berikan kepada siswa siswi sekolah dasar tentunya hal-hal yang berkaitan dengan media yang menarik minat siswa siswi sekolah dasar terhadap buku informasi Arab Melayu:
Poster
Kalender meja X-Banner
III.2 Konsep Visual
III.2.1 Format Desain
yang mempelajari Arab Melayu dapat menandai buku kepemilikannya sendiri.
III.2.2 Tata letak (layout)
Bentuk layout buku media Arab Melayu diawali dari cover buku yang cukup simple dimana terdapat dua bagian yaitu bagian atas dan bagian bawah kedua bagian ini terdapat corak bulan, lalu di dalamnya terdapat pendahuluan dan kata pengantar, serta background potongan bulan yang mendukung bentuk layout buku informasi dibuat, juga paga bagian berikutnya terdapat gambar-gambar ilustrasi pakian adat Nangroe Aceh Darusalam dan benda-benda yang sering ditemui target audience. halaman terakhir terdapat huruf-huruf Arab Melayu sesuai posisi huruf serta bunyi huruf tersebut.
III.2.3 Tipografi
Untuk saat ini pemilihan tipografi yang dirasa cukup tepat menggunakan tipografi yang memiliki cirikhas penulisan huruf Arab, tetapi juga digunakan huruf yang lebih jelas dalam pembacaanya oleh karena itu font yang di ambil Times New Roman dan Calligraphic.
Font Times New Roman digunakan sebagai body text dan font Calligraphic digunakan sebagai judul buku dan sub headline.
1. Times New Roman
A B C D E F G H I J K L M N O P Q S T U V W X Y Z A b c d e f g h I j k l m n o p q s t u v w x y z
1 2 3 4 5 6 7 8 9 0
Gambar 16: Huruf Times New Roman
2. Calligraphic
A B C D E F G H I J K L M N O P Q S T U V W X Y Z
A b c d e f g h I j k l m n o p q s t u v w x y z
[image:37.595.179.477.246.721.2]1 2 3 4 5 6 7 8 9 0
III.2.4 Ilustrasi
Ilustrasi yang diberikan berupa tampilan gambar-gambar ruangan yang dijumpai siswa dan siswi dalam sehari-hari serta pakaian adat daerah Aceh, gambar-gambar yang dibuat berupa vektor hasil trace dari gambar nyata.
Gambar18. Vektor Karakter
Sumber:http://4.bp.blogspot.com/_XjAdKs4D2DA/TM VFOs MiClI/A
AAAAAAAABY/TJhzR7i5WCY/s1600/Aceh.jpg
III.2.5 Warna
[image:38.595.139.501.206.444.2]C:15% M:0% Y:72% K:0%
C:23% M:0% Y:89% K:0%
C:10% M:0% Y:54% K:0%
C:87% M:74% Y:63% K:95%
C:0% M:0% Y:0% K:0%
[image:39.595.185.488.436.651.2]C:0% M:0% Y:100% K:0%
BAB IV
TEKNIS PRODUKSI MEDIA
IV.1. Proses Perancangan Media
Dalam perancangan ini media dibuat vektor dengan cara trace dari sketsa awal manual dan referensi gambar yang sebenarnya. Dengan perancangan buku informasi ini dibuat gambar senyata mungkin, karena anak umur 9 sampai dengan 12 tahun mampu memahami gambar secara nyata. Adapun tahapan dalam pengerjaan rancangan ini:
Sketsa Awal:
[image:40.595.223.402.372.622.2]1 Dibuat dengan pensil dan dibuat selengkap mungkin bagian tubuh karakter
2 Mencari gambar foto yang sesuai dengan aslinya untuk di trace:
Gambar21:Pakaian adat Aceh
Sumber: http://pesonapakaianadat.blogspot.com/2010/10/pakaian-adat-aceh.html
(9 juni2012)
3 Proses trace di Corel Draw pembuatan garis
4 Proses trace di Corel Draw pemberian warna
Gambar23: Pewarnaan
5 Membuat huruf latin dan huruf Arab Melayu
[image:42.595.130.494.362.581.2]:
6 Pembuatan background dan layout
Gambar25: Pembuatan background dan layout
IV.2 Media Utama
Dalam perancangan media informasi tentang tulisan Arab Melayu dibuat dalam bentuk, konsep perancangannya berupa penjelasan mengenai Arab Melayu, bentuk huruf, bunyi huruf dan aplikasinya pada benda di sekitar. Pembuatan buku informasi di titik beratkan sama halnya seperti kamus bergambar dimana terdapat gambar dan keterangan bunyi serta kata-kata pada benda tersebut. Pembuatan gambar merupakan hasil trace dari gambar sebenarnya. Proses pembuatan gambar dengan proses trace dibuat dengan software CorelDraw X4 dan Adobe Ilustrator CS3. Setelah selesai seluruh hasil trace dibentuk dalam ukuran A4 (21,0 x 29,7cm).
Gambar26:Cover buku
Ukuran Media : 21,0 x 29,7cm / A5
Material : Art Paper
Teknis : Cetak separasi
IV.3 Media Pendukung 1. Kalender
Gambar 27:kalender
Ukuran Media : 21,0 x 29,7cm / A4
Material : Art Paper 150gr dan 230gr Cover, Teknis : Cetak separasi
2. Stiker
Media ini dibagikan bagi kepada siswa dan siswi sekolah dasar. Stiker ditempelkan pada buku tulis maupun meja belajar.
[image:45.595.196.465.525.725.2]Ukuran Media : 10 x 10 cm Material : Kertas Stiker
Teknis : Cetak
3. Pin
Pin merupakan bagian dari media pendukung yang dibagikan ketika adanya pengenalan buku informasi Arab Melayu akan dibagikan kepada siswa.
Gambar29: pin
Ukuran Media : 6 x 6 cm
Material : Plastik
Teknis : Cetak
4. Buku Tulis
Gambar30: buku tilis
Ukuran Media : 42,0 cm x 29,7 cm cm
Material : Art Paper
Teknis : Cetak separasi
5. X-Banner
.
Gambar31: X-Banner
Ukuran Media : 60 x 160 cm
Material : Flexi
Teknis : Cetak separasi
6. Poster
Gambar32: poster
Ukuran Media : 29,437 cm x 42,092 cmcm
Material : Art Paper
Teknis : Cetak separasi
7. Pembatas Buku
Pembatas buku merupakan media pendukung yang akan di bagikan kepada siswa yang nantinya diharapkan digunakan sebagai penanda ketika siswa membaca sebuah buku.
[image:49.595.197.464.516.718.2]Ukuran Media : 4,5 x 20,5 cm
Material : Melamin sebagai pelapis dasar dan Kertas stiker
Teknis Produksi : FTP (file to print)
8. Botol air minum
[image:50.595.245.418.295.671.2]Botol air minum yang merupakan media pendukung ketika siswa lelah membaca dapat membawa air minum untuk menghilangkan dahaga haus lelahnya karena membaca buku ataupun aktifitas lainnya.
Gambar34: botol air minum
Teknis : Cetak separasi
9. Gantungan Kunci
Gantungan kunci merupakan media pendukung yang nantinya akan digunakan siswa sebagai pernak pernik pada tas ataupun kunci.
Gambar35: Gantungan Kunci
Ukuran Media : 6 x 6 cm
Material : Plastik
Daftar Pustaka
Buku
Helmiyanti (2011). Sejarah Islam Asia Tenggara. Bandung:Zanafa.
Muzijah (2009). Iluminasi Dalam Surat-surat Melayu Abad ke-18 dan ke-19. Jakarta: KPG
Rustan, Surianto (2009). Layout. Jakarta: Gramedia
Makalah
Al Musanna. (2009). Perkembangan Muatan Lokak Dalam Konteks Pendidikan di Aceh. Jurnal Penelitian. Universitas Pendidikan Indonesia. Bandung
Fujiatuti, Deftidwibudi (2012). Perancangan Buku Ilustrasi Bergambar Wayang Wong Sriwedari Sebagai Media Informasi. Tugas Akhir. Universitas Komputer Indonesia. Bandung
Lestari, Adhitya (2011). Perancangan Media Informasi Buku Upacara Adat Nujuh Bulanan Suku Sunda. Tugas Akhir. Universitas Komputer Indonesia. Bandung
Website
Darmawi, Ahmad. 2009 (1 April). Arab Melayu, Pemunculan Tulisan, Sistem dan Istilah Jawi. Tersedia di: http://anawinta.wordpress.com. [11 Febuari 2012]
Filzahazny. 2008 (Maret). Teori Masuknya Islam ke Indonesia. Tersedia di: http://filza hazny.wordpress.com. [24 Maret 2012]
DAFTAR RIWAYAT HIDUP
Data Pribadi:
Nama Lengkap : Sadly Adhitama
Tempat Tanggal Lahir : Medan, 2 Januari 1987 Jenis Kelamin : Laki-laki
Status Perkawinan : Belum Nikah Agama : Islam
Pendidikan Terakhir : Sarjana Desain/Desain Komunikasi Visual Alamat : Jl. Perak No. 39, Medan
Telepon/HP : 085721018195
Pendidikan Formal SD Suasta Harapan, Medan SD Negeri 1, Banda Aceh SMP Negeri 1, Banda Aceh
SMP Suasta Sumbangsih 2, Jakarta SMA Suasta Harapan, Medan Universitas Andalas, Padang