• Tidak ada hasil yang ditemukan

Characteristics of Visitor and Domestic Travel Costs Against Benefits Recreation in Nature Park Punti Kayu (TWAPK) Palembang City

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Characteristics of Visitor and Domestic Travel Costs Against Benefits Recreation in Nature Park Punti Kayu (TWAPK) Palembang City"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

ABSTRACT

Characteristics of Visitor and Domestic Travel Costs Against Benefits Recreation in Nature Park Punti Kayu (TWAPK) Palembang City

By

Abdur Rahman Saleh

Punti Kayu Nature Park can provide various benefits, currently benefits obtained are still considering to be low because of the nature of Punti Kayu Nature Park which can not be measured. An objective and quantitative assessment of a recreation benefits by calculating the cost of travel and willingness to Pay visitors to recreational benefits, which in turn is useful as a consideration for determining the alternative development, construction and to fund conservation work at the Nature Park Punti Kayu.

This research was conducted in the Nature Park Punti Kayu Palembang city, South Sumatra Province, from June to July 2010. The object of research in this study were the respondents (visitors) in the Nature Park Punti Kayu. To understand the characteristics and travel cost visitors conducted interviews and questionnaires. Data obtained in the form of tabulations and percentages, then analyzed descriptively. Number of visitors samples in this study were 100 visitors.

Based on the research characteristics of visitors and the cost of domestic travel in mind that the largest percentage is derived from the zone of the City of Palembang by 69 percent, their arrival is usually a primary goal by 72 percent, how a visit by a group of 48 percent, with a view to a picnic at 95 percent and home on the same day at 95 percent. Socio-economic conditions last visitor is the level of senior secondary education by 70 percent and the monthly income level of Rp

500.000,00 — Rp 750.000,00 which is 28 percent. Travel costs the average visitor Punti Kayu Nature Park range from Rp 44.913,04 — Rp 172.000, 00. The total amount paid by all respondents (WTP) Punti Kayu Nature Park for costs forest and land rehabilitation amounted to Rp 876.070.734,00/year.

(2)

ABSTRAK

Karakteristrik Pengunjung Dan Biaya Perjalanan Domestik Terhadap Manfaat Rekreasi Di Taman Wisata Alam Punti Kayu (TWAPK)

Kota Palembang Oleh

Abdur Rahman Saleh

Taman Wisata Alam Punti Kayu dapat memberikan berbagai manfaat, saat ini berbagai manfaat yang dihasilkan tersebut masih dinilai secara rendah karena manfaat dari Taman Wisata Alam Punti Kayu yang tidak dapat diukur. Penilaian secara obyektif dan kuantitatif terhadap suatu manfaat rekreasi dengan

menghitung biaya perjalanan dan kesediaaan membayar pengunjung terhadap manfaat rekreasi yang pada akhirnya berguna sebagai pertimbangan untuk menentukan alternatif pengembangan, pembangunan dan untuk dana kegiatan konservasi di Taman Wisata Alam Punti Kayu.

Penelitian ini dilakukan di Taman Wisata Alam Punti Kayu Kota Palembang, Provinsi Sumatera Selatan, mulai bulan Juni sampai Juli 2010. Objek penelitian dalam penelitian ini adalah responden (pengunjung) di Taman Wisata Alam Punti Kayu. Untuk mengetahui karakteristik dan biaya perjalanan pengunjung dilakukan wawancara dan kuisioner. Data yang diperoleh dalam bentuk tabulasi dan

persentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif. Jumlah responden pada penelitian ini adalah 100 pengunjung.

Berdasarkan hasil penelitian diketahui Persentase Karakteristik pengunjung Taman Wisata Alam Punti Kayu Berdasarkan daerah asal yaitu Kota Palembang sebesar 69 persen, Kedatangan mereka umumnya merupakan tujuan utama sebesar 72 persen, cara berkunjung dengan cara berkelompok sebesar 48 persen, dengan maksud melakukan piknik sebesar 95 persen dan pulang pada hari itu juga sebesar 95 persen. Kondisi sosial ekonomi pengunjung adalah tingkat pendidikan terakhir yaitu SLTA sebesar 70 persen dan tingkat pendapatan perbulan Rp 500.000,00 — Rp 750.000,00 yaitu sebesar 28 persen. Biaya perjalanan rata-rata pengunjung Taman Wisata Alam Punti Kayu berkisar antara Rp 44.913,04 — Rp 172.000,00. Total nilai yang dibayarkan seluruh responden (WTP) Taman Wisata Alam Punti Kayu untuk biaya rehabilitasi hutan dan lahan adalah sebesar Rp 876.070.734,00/tahun.

(3)

ABSTRAK

Karakteristrik Pengunjung Dan Biaya Perjalanan Domestik Terhadap Manfaat Rekreasi Di Taman Wisata Alam Punti Kayu (TWAPK)

Kota Palembang

Oleh

Abdur rahman saleh

Taman Wisata Alam Punti Kayu merupakan anugerah Tuhan yang dapat memberikan berbagai manfaat, saat ini berbagai manfaat yang dihasilkan tersebut masih dinilai secara rendah karena manfaat dari Taman Wisata Alam Punti Kayu yang tidak dapat diukur. Penilaian secara obyektif dan kuantitatif terhadap suatu manfaat rekreasi dengan menghitung biaya perjalanan dan kesediaaan membayar pengunjung terhadap manfaat rekreasi yang pada akhirnya berguna sebagai pertimbangan untuk menentukan alternatif pengembangan, pembangunan dan untuk dana kegiatan konservasi di Taman Wisata Alam Punti Kayu.

Penelitian ini dilakukan di Taman Wisata Alam Punti Kayu Kota Palembang, Provinsi Sumatera Selatan, mulai bulan Juni sampai Juli 2010. Objek penelitian dalam penelitian ini adalah responden (pengunjung) di Taman Wisata Alam Punti Kayu. Untuk

mengetahui karakteristik dan biaya perjalanan pengunjung dilakukan wawancara dan kuisioner. Data yang diperoleh dalam bentuk tabulasi dan persentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif. Jumlah sampel pengunjung pada penelitian ini adalah 100 pengunjung. Berdasarkan hasil penelitian diketahui Persentase Karakteristik pengunjung Taman Wisata Alam Punti Kayu Berdasarkan daerah asal yaitu Kota Palembang sebesar 69 persen, Kedatangan mereka umumnya merupakan tujuan utama sebesar 72 persen, cara berkunjung dengan cara berkelompok sebesar 48 persen, dengan maksud untuk berpiknik sebesar 95 persen dan pulang pada hari itu juga sebesar 95 persen. Kondisi sosial

ekonomi pengunjung adalah tingkat pendidikan terakhir yaitu SLTA sebesar 70 persen dan tingkat pendapatan perbulan Rp 500.000,00 — Rp 750.000,00 yaitu sebesar 28 persen). Biaya perjalanan rata-rata pengunjung Taman Wisata Alam Punti Kayu berkisar antara Rp 44.913,04 — Rp172.000,00. Total nilai yang dibayarkan seluruh responden (WTP) Taman Wisata Alam Punti Kayu untuk biaya rehabilitasi hutan dan lahan adalah sebesar Rp 876.070.734,00/tahun.

(4)

VI. KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

1. Persentase karakteristik pengunjung Taman Wisata Alam Punti Kayu

berdasarkan daerah asal, yaitu : Kota Palembang sebesar 69 persen.

kedatangan mereka umumnya merupakan tujuan utama sebesar 72 persen,

cara berkunjung dengan cara berkelompok sebesar 48 persen, dengan

maksud untuk berpiknik sebesar 95 persen dan pulang pada hari itu juga

sebesar 95 persen. Kondisi sosial ekonomi pengunjung adalah tingkat

pendidikan terakhir yaitu SLTA sebesar 70 persen dan tingkat pendapatan

perbulan Rp 500.000,00 — Rp 750.000,00, yaitu : sebesar 28 persen. 2. Biaya perjalanan rata-rata pengunjung Taman Wisata Alam Punti Kayu

berkisar antara Rp 44.913,04 — Rp172.000,00.

3. Penilaian pengunjung terhadap Taman Wisata Alam Punti Kayu dilihat dari

kondisi jalan menuju objek wisata, segi aksebilitas, keanekaragaman hayati,

fasilitas rekreasi adalah baik, sedangkan keadaan keamanan dan pelayanan

petugas informasi adalah buruk.

4. Total nilai kesediaan membayar pengunjung (WTP) Taman Wisata Alam

Punti Kayu untuk biaya rehabilitasi hutan dan lahan adalah sebesar

(5)

55

B. Saran

1. Dengan mempertimbangkan karakteristik pengunjung yang ada,

pengelolaan yang lebih baik terhadap potensi wisata yang ada perlu

dilakukan seperti peningkatan pelayanan dan fasilitas kepada pengunjung,

misalnya dengan pembangunan dan perbaikan sarana dan prasarana serta

pelayanan petugas yang lebih baik kepada pengunjung.

2. Perlu dilakukan pengembangan jenis rekreasi baru misalnya membangun

taman kupu-kupu, karena jenis rekreasi ini belum ada di Kota Palembang

dan dapat menambah daya tarik bagi Taman Wisata Alam Punti Kayu.

3. Perlu dilakukan kegiatan reboisasi bersama antara pihak pengelola,

pemerintah, dan pengunjung misalnya pada hari gerakan one man one tree

(6)

I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Sumberdaya hutan di Indonesia merupakan anugerah Tuhan yang dapat

memberikan berbagai manfaat yang dapat dirasakan pada tingkatan lokal,

nasional, maupun global. Manfaat tersebut terdiri atas manfaat nyata yang

terukur (tangible) berupa hasil hutan kayu, hasil hutan non kayu seperti rotan,

bambu, damar dan lain-lain, serta manfaat tidak terukur (intangible) berupa

manfaat perlindungan lingkungan, keragaman genetik dan wisata alam.

Saat ini berbagai manfaat yang dihasilkan tersebut masih dinilai secara

rendah, sehingga menimbulkan terjadinya eksploitasi sumberdaya hutan yang

berlebih. Hal tersebut disebabkan karena masih banyak pihak yang belum

memahami nilai dari berbagai manfaat sumberdaya hutan secara

komperehensif (Susilawati, 2000). Oleh karena itu perlu adanya tindakan

konservasi yang dilakukan secara bijaksana, dengan melakukan kegiatan

pelestarian flora dan fauna di kawasan hutan konservasi khususnya Taman

Wisata Alam. Taman Wisata Alam dalam hal ini adalah Taman Wisata Alam

Punti Kayu.

Taman Wisata Alam Punti Kayu dapat dijangkau dengan kendaraan umum

(7)

2

Sejak tahun 1986 hasil kesepakatan antara Provinsi Sumatera Selatan dan

Departemen Kehutanan, Taman Wisata Alam Punti Kayu menjadi Hutan

Wisata. Taman Wisata Alam Punti Kayu ditumbuhi beraneka pohon khas

tropis yang cukup lebat dan rindang diantaranya pohon pinus (Pinus

mercussi). Sebagian hutannya menjadi habitat bagi sekelompok kera ekor

panjang (Macaca fasicicularis) dan beruk (Macaca nemistriana). Kegiatan

pengusahaan di Taman Wisata Alam Punti Kayu yang berkembang saat ini

belum sepenuhnya mengacu pada prinsip dasar pengembangan pariwisata

alam, yaitu berbasis pada alam, berkelanjutan, bermanfaat untuk masyarakat

lokal, mengutamakan kepuasan wisatawan, dan memiliki unsur pendidikan

lingkungan, sehingga menjadi kendala pengembangan pariwisata alam.

Produk pariwisata alam yang ada belum dikemas dalam paket wisata yang

menarik, kurangnya promosi dan informasi kepada publik, terbatasnya sarana

dan prasarana penunjang serta minimnya pelatihan dan pendidikan bidang

perencanaan, penyelenggaraan dan pemantauan pariwisata alam merupakan

beberapa permasalahan yang menghambat perkembangan di Taman Wisata

Alam Punti Kayu terdapat juga sejumlah satwa di kebun binatang mini

terbengkalai sebagian satwa langka yang dilindungi diberi makanan yang

tidak sesuai dengan habitat aslinya dan kondisi beberapa kandang satwa yang

sangat memprihatinkan. Kandang beruang madu (Helarcetos malayanus)

misalnya yang berukuran 2,5 x 2,5 meter hanya berupa ruang kosong tanpa

persediaan air minum. Di lantai kandang itu terdapat beberapa butiran

nasi sisa makanan. Padahal, makanan mamalia yang dilindungi itu adalah

(8)

3

Penilaian secara kuantitatif terhadap manfaat hutan yang bersifat tidak

langsung merupakan kendala bagi pembangunan dan pengembangan hutan

sebagai tempat rekreasi alam sebagai bagian dari industri pariwisata,

pengembangan rekreasi alam memerlukan modal, tenaga kerja, dan

manajemen yang baik. Oleh karena itu perlu dilakukan suatu penelitian yang

dapat menilai secara obyektif dan kuantitatif terhadap suatu manfaat rekreasi

dengan mengetahui karakteristik dan biaya perjalanan pengunjung terhadap

manfaat rekreasi yang pada akhirnya berguna sebagai pertimbangan untuk

menentukan alternatif pengembangan dan pembangunan serta perhitungan

besarnya investasi yang realistis dan juga dapat dimanfaatkan untuk kegiatan

konservasi di taman wisata alam alam tersebut.

B. Tujuan Penelitian

Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah :

1. Mengetahui karakteristik pengunjung dilihat dari segi daerah asal, tujuan

berkunjung, cara berkunjung, motivasi kunjungan, lama kunjungan, dan

kondisi sosial ekonomi yang meliputi tingkat pendidikan terakhir dan

tingkat pendapatan.

2. Menduga besarnya biaya perjalanan rata-rata pengunjung di Taman Wisata

Alam Punti Kayu.

3. Mengetahui penilaian pengunjung terhadap Taman Wisata Alam Punti.

4. Menduga besarnya total nilai kesediaan membayar pengunjung di Taman

(9)

4

C. Manfaat Penelitian

Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat diperoleh manfaat sebagai berikut :

1. Penilaian manfaat rekreasi yang bersifat kuantitatif dapat dijadikan dasar

bagi perencanaan alokasi sumber daya alam dan dana pembangunan

Taman Wisata Alam Punti Kayu Palembang secara optimum.

2. Meningkatkan pengetahuan para peneliti tentang aplikasi metode

kuantitatif untuk menilai manfaat hutan yang intangible.

3. Memberikan informasi dan masukan kepada instansi terkait dalam hal ini

Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Selatan sebagai penentu kebijakan

dalam pengelolaan Taman Wisata Alam Punti Kayu.

D. Kerangka Pemikiran

Menurut Undang-Undang No. 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumberdaya

Alam Hayati dan Ekosistemnya, Taman Wisata Alam adalah kawasan

pelestarian alam yang terutama dimanfaatkan untuk pariwisata dan rekreasi

alam. Pasal 31 dari Undang-Undang No. 5 tahun 1990 menyebutkan bahwa

dalam Taman Wisata Alam dapat dilakukan kegiatan untuk kepentingan

penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang budidaya, budaya dan

wisata alam. Pasal 34 menyebutkan pula bahwa pengelolaan taman wisata

dilaksanakan oleh Pemerintah.

Keberadaan Taman Wisata Alam Punti Kayu sangat penting bagi Kota

Palembang contohnya dalam penggunaan lahan diantaranya sebagai tempat

(10)

5

memiliki manfaat yang dapat dihasilkan oleh kawaan konservasi melalui

pengelolan yang sesuai dengan asas pelestarian dan pemanfaatan. Penilaian

terhadap manfaat kawasan konservasi khususnya mengenai wisata alam sangat

sulit dilakukan karena sifatnya (intangible), sehingga manfaat yang dihasilkan

dari Taman Wisata Alam berupa wisata alam masih dinilai secara rendah,

sehingga menimbulkan terjadinya eksploitasi sumberdaya hutan yang

berlebih. Hal tersebut disebabkan karena masih banyak pihak yang belum

memahami nilai dari manfaat Taman Wisata Alam secara komperehensif.

Penentuan nilai manfaat suatu tempat rekreasi alam dapat dilakukan dengan

menghitung besarnya nilai manfaat melalui biaya perjalanan pengunjung

terhadap rekreasi tersebut. Biaya perjalanan pengunjung adalah suatu cara

menilai suatu barang/jasa yang tidak memiliki harga pasar, termasuk dalam

hal ini adalah nilai dari wisata alam. Selain itu juga perlu diketahui

karakteristrik, penilaian, dan kesediaan membayar (WTP) pengunjung

domestik sebagai sumber informasi dalam pertimbangan untuk menentukan

alternatif pengembangan dan pembangunan serta perhitungan besarnya

investasi yang realistis dan juga dapat dimanfaatkan untuk dana kegiatan

(11)
[image:11.595.110.509.101.664.2]

6

Gambar 1. Kerangka pemikiran Taman Wisata Alam

Penelitian

Ilmu Pengetahuan

-Pembangunan

-Pengembangan

-Besarnya Investasi

Manfaat Intangible

Dinilai Rendah

Eksploitasi SDH Secara Berlebih

-Biaya perjalanan

-Karakteristrik

-penilaian

-WTP Pendidikan

Budidaya

Wisata Alam

Perhitungan Nilai Manfaat Kegiatan Konservasi

Gambar

Gambar 1. Kerangka pemikiran

Referensi

Dokumen terkait