ABSTRACT
CURRICULUM AND STUDENTS MANAGEMENT AT INTEGRATED ISLAMIC JUNIOR HIGH SCHOOL
(MULTI SITUS STUDY AT SMPIT AR-RAIHAN AND SMPIT FITRAH INSANI BANDAR LAMPUNG)
By JAUHARI
The aims of this research is to describe: 1) back ground of integrated islamic school, 2) curriculum planning at integrated Islamic school, 3) process of implementing curriculum at integrated Islamic school, 4) planning of students, 5) students organizing at integrated Islamic school, and 6) learning evaluation system at integrated Islamic school.
This research applying for kualitative approach through intensive observation in the natural setting. This research focus on two cases (situs), SMPIT Ar-Raihan and SMPIT Fitrah Insani. The technique of data aggregation uses interview, observation and documentation study. And the data analysis technique in this research is inductive-conceptualistic technique. The checking of data validity in this research uses triangulation method and source, triangulation with in method and triangulation between method.
The results of this research show: 1) the prominent reason of SMPIT is as continuing of islamic values were being in SDIT, 2) the curriculum planning on two examined schools are workshop and its product is KTSP, 3) the curriculum Implementation on two eximined school by integrating material training with islamic values by optimazing Information Technology media, 4) the students organizing on two examined schools are students life skills, and 6) the learning evaluation system on two examined schools through daily test, student tasks, mid semester test, and final test.
BAB V
SIMPULAN, IMPLIKASI, DAN SARAN
A. Simpulan
Kesimpulan disusun berdasarkan pembahasan pada enam fokus penelitian yang diajukan, yaitu latar belakang didirikannya SMPIT, perencanaan kurikulum SMPIT, proses pelaksanaan kurikulum SMPIT, perencanaan kesiswaan SMPIT, proses pelaksanaan kegiatan kesiswaan SMPIT, dan sistem evaluasi pembelajaran SMPIT.
1. Latar belakang berdirinya SMPIT
Standar cambridge yang diterapkan di SMPIT Ar-Raihan belum seluruhnya terlaksana. Hanya mata pelajaran Bahasa Inggris yang sementara ini berdasarkan standar cambridge. Hal ini disebabkan oleh kemampuan SDM yang masih terbatas. Disamping itu, belum semua guru di Ar-Raihan memenuhi standar kualifikasi pendidik. Namun demikian, animo masyarakat untuk menyekolahkan anaknya ke SMPIT Ar-Raihan cukup tinggi. Hal ini disebabkan fasilitas/sarana dan prasarana di sekolah tersebut cukup memenuhi standar.
Fitrah Insani kurang. Namun demikian, semangat pengelola dan dewan guru
SMPIT Fitrah Insani untuk terus menjadikan sekolah sebagai penanaman nilai-nilai keislaman yang integral lebih tinggi dibandingkan di SMPIT Ar-Raihan. Jadi masyarakat cenderung berpandangan bahwa sekolah yang memiliki fasilitas atau sarana dan prasarana pendidikan yang lebih baik masih menjadi pilihan dibandingkan dengan sekolah lain yang memiliki tujuan yang sama
2. Perencanaan kurikulum SMPIT
Kedua sekolah terteliti, yaitu SMPIT Ar-Raihan dan SMPIT Fitrah Insani adalah sekolah yang memiliki prospek yang baik. Namun sementara ini, kedua sekolah terteliti belum terbuka dan belum memanfaatkan steakholder dengan optimal. Disamping itu, manajemen yang berlaku di SMPIT Ar-Raihan cenderung sentralistik dengan kondisi yang tidak jauh berbeda di SMPIT Fitrah Insani.
Hal yang berbeda dari kedua sekolah terteliti adalah bahwa SMPIT Fitrah Insani merupakan anggota Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) yang memiliki jaringan secara nasional sebagai sarana untuk sharing dan mengembangkan Sekolah Islam Terpadu di Indonesia. Sementara SMPIT Ar-Raihan tidak/belum menjadi bagian dari jaringan tersebut. Jadi, sebagai sekolah rintisan, kedua sekolah terteliti dapat berkembang secara baik dengan syarat: 1) mengoptimalkan peran steakholder dalam perencanaan kurikulum, 2) menggunakan manajemen yang lebih terbuka dalam pengelolaan sekolah, dan 3) meningkatkan kerjasama yang baik antar sekolah Islam terpadu.
Kedua sekolah terteliti, yaitu SMPIT Ar-Raihan dan SMPIT Fitrah Insani melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan Rencana Pembelajaran. Kedekatan antara guru dan siswa di kedua sekolah tersebut sangat baik sehingga motivasi siswa untuk belajar cukup tinggi.
Hal yang berbeda dari kedua sekolah terteliti adalah bahwa pembelajaran melalui e-learning dan penguasaan Bahasa Inggris di SMPIT Ar-Raihan lebih baik dibandingkan dengan di SMPIT Fitrah Insani. Sementara pelaksanaan kegiatan pendampingan (di Ar-Raihan dengan istilah halaqoh) dan tahfizul Quran di SMPIT Fitrah Insani berjalan lebih baik dibandingkan dengan di SMPIT Ar-Raihan.
Pembelajaran yang selalu mengaitkan materi pelajaran dengan nilai-nilai keislaman, pelaksanaan kegiatan pendampingan dan halaqoh, dan pembiasaan ibadah sholat duha, sholat zuhur dan ashar berjamaah di masjid di kedua sekolah terteliti menunjukkan bahwa pendidikan karakter di kedua sekolah terteliti dapat terlaksana dengan baik.
4. Perencanaan kesiswaan SMPIT
kurang optimalnya pelaksanaaan kegiatan kesiswaan. Maka sekolah yang baik
seharusnya memenuhi delapan standar nasional pendidikan yang telah ditetapkan.
5. Proses pelaksanaan kegiatan kesiswaan SMPIT
Berdasarkan data yang diperoleh dari kedua sekolah terteliti pada fokus pelaksanaan kegiatan kesiswaan dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan kegiatan kesiswaan di SMPIT Ar-Raihan belum optimal walaupun fasilitas memadai. Hal ini disebabkan oleh tutor/pembimbing lifeskill di sekolah tersebut masih merangkap guru mata pelajaran. Disisi lain, pelaksanaan kegiatan kesiswaan di SMPIT Fitrah Insani berjalan lebih terorganisir, terutama kegiatan pendampingan, tahfizul Quran, khat, dan bela diri.
Kondisi demikian berimpilikasi pada proses pelaksanaan kegiatan kesiswaan di kedua sekolah terteliti. Fasilitas yang memadai di SMPIT Ar-Raihan tapi terbatas pada tutor/pendamping, dan tutor/pendamping yang memadai di SMPIT Fitrah Insani tapi terbatas pada fasilitas, belum dapat menghantarkan para siswa di sekolah terteliti menjadi siswa berprestasi yang membanggakan.
6. Sistem evaluasi pembelajaran SMPIT
mengetahui kemampuan anaknya yang sebenarnya. Penilaian yang demikian berarti telah melaksanakan prinsip-prinsip penilaian, yaitu: sahih, terbuka, akuntabel, objektif, adil, sistematis, dan terpadu.
B. Implikasi
Keberadaan Sekolah Islam Terpadu akan memberikan peluang kepada peserta didik untuk memiliki pemahaman Islam yang integral, yaitu pemahaman Islam yang tidak memisahkan antara ilmu-ilmu umum dengan ilmu-ilmu keislaman, karena sumber ilmu pada hakekatnya adalah satu, yaitu Allah swt. Proses pembelajaran yang senantiasa mengaitkan materi pembelajaran dengan nilai-nilai keislaman dapat meningkatakan kesadaran peserta didik akan pengenalan yang mendalam terhadap dirinya. Dengan demikian peserta didik dapat mengenal pencipta dirinya dan pencipta semua makhluk yang ada, sehingga mereka dapat menyadari posisi dirinya dihadapan sang pencipta dan dihadapan makhluk yang lainnya. Kesadaran demikian dapat melahirkan sifat jujur, rasa berterima kasih, bertanggung jawab dan amanah, cinta damai, saling menghormati dan saling menghargai.
Kesadaran inilah yang sangat diharapkan terjadi di dunia pendidikan kita. Pendidikan karakter yang dicanangkan pemerintah Indonesia dapat benar-benar terwujud melalui Sekolah Islam Terpadu. Pendidikan karakter tersebut dapat dilaksanakan melalui proses pembelajaran di kelas maupun melalui kegiatan-kegiatan kesiswaan. Kesimpulan tersebut memberikan implikasi terhadap pengelola sekolah, siswa, dan orang tua siswa.
1. Penerapan kurikulum Islam terpadu berimplikasi pada bertambahnya
upaya-upaya pengelola sekolah untuk senantiasa meningkatkan kemampuan manajerial dan skill pembelajaran bagi para guru. Proses pembelajaran yang memadukan materi pelajaran dan nilai-nilai keislaman membutuhkan pengetahuan yang memadai, baik pengetahuan tentang materi pelajaran maupun materi keislaman. Oleh karena itu pelatihan peningkatan SDM pengelola sekolah harus senantiasa dilakukan secara berkala.
2. Bagi siswa, penerapan kurikulum Islam terpadu hendaknya menjadi motivasi untuk mengoptimalkan potensi yang ada pada dirinya. Penerapan kurikulum Islam tepadu mendorong siswa untuk mengoptimalkan potensi aqliyah, ruhiyah dan jasadiyah.
3. Bagi orang tua, penerapan kurikulum Islam terpadu berarti memberi tambahan alternatif pendidikan yang berbasis karakter. Sekolah Islam Terpadu membekali peserta didik dengan wawasan global dan berlandaskan keimanan, sehingga orang tua tidak khawatir dengan anaknya.
C. Saran
Saran disampaikan kepada beberapa pihak yang terkait dengan manajemen kurikulum dan kesiswaan, yaitu penyelenggara sekolah yang sejenis dan peneliti bidang ilmu manajemen pendidikan.
1. Penyelenggaraan sekolah sejenis.
Penyelenggara sekolah sejenis diharapkan:
b. Lebih intensif dalam meningkatkan kompetensi pendidik melalui pelatihan atau studi banding ke sekolah sejenis yang telah berhasil
c. Lebih intensif menjalin kordinasi dan kerjasama antar sekolah sejenis untuk saling sharing informasi dan pengalaman.
d. Lebih intensif melakukan kajian tentang pengelolaan kurikulum dan pengelolaan kesiswaan.
2. Peneliti bidang ilmu manajemen pendidikan.
Penelitian ini masih perlu dilanjutkan karena belum berhasil mengungkap beberapa permasalahan manajemen kurikulum dan manajemen kesiswaan yang lain, diantaranya :
a. Standar kompetensi guru Sekolah Islam Terpadu.
b. Pola penggabungan beberapa model kurikulum yang ideal.
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Undang-Undang RI Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyatakan bahwa Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Ini berarti bahwa dalam proses pendidikan, peserta didik/siswa menjadi sentral pemberdayaan. Artinya, tolok ukur keberhasilan pendidikan adalah bagaimana pemberdayaan potensi siswa dapat dilakukan secara optimal.
mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Selanjutnya, Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 juga menyebutkan bahwa Kurikulum dikembangkan atas dasar kesadaran bahwa ilmu pengetahuan, teknologi dan seni berkembang secara dinamis, dan oleh karena itu semangat dan isi kurikulum mendorong peserta didik untuk mengikuti dan memanfaatkan secara tepat perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.
Berdasarkan prinsip pengembangan kurikulum yang tertuang dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 di atas, dapat disimpulkan bahwa potensi siswa harus dikembangkan secara seimbang dan terpadu. Pengembangan potensi intelektual mengarahkan siswa pada pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang akan menghantarkan pada kehidupan dunia yang serba canggih ini. Sementara pengembangan potensi spiritual mengarahkan siswa pada kemampuan memiliki spiritual keagamaan, pengendalian diri dan akhlak mulia. Dengan demikian, penyelenggara pendidikan sebaiknya berupaya mengintegrasikan berbagai potensi yang ada pada diri peserta didik dalam suatu proses pembelajaran di sekolah.
menginginkan sekolah mampu menghasilkan lulusan yang menguasai baik agama (iman dan taqwa) maupun ilmu umum (ilmu pengetahuan dan teknologi). Kesadaran inilah yang kemudian menumbuhsuburkan sekolah-sekolah yang berbasis keagamaan yang mengusung ilmu pengetahuan dan teknologi modern dalam kurikulum mereka sebagai upaya untuk menghadapi dan menanggapi tuntutan yang berkembang pada masa ini. Dan ada juga sekolah umum yang dipadukan dengan kurikulum keagamaan sebagai pondasi spiritual dan akhlak mulia.
Saat ini muncul sekolah Islam terpadu. Sekolah islam terpadu adalah sekolah yang mengintegrasikan kurikulum nasional dengan muatan-muatan keislaman. Muatan keislaman nampak pada struktur kurikulum. Tambahan muatan kurikulum ini berimplikasi pada penambahan jumlah jam pelajaran dan kegiatan pembelajaran siswa. Seperti yang dilakukan di SMP Islam Terpadu Fitrah Insani Bandar Lampung. Berdasarkan survei peneliti, di sekolah ini beberapa mata pelajaran ditambah jumlah jam pelajarannya. Materi muatan lokal dan pengembangan ditambah, yaitu materi pelajaran bahasa arab, speaking English, lifeskill, kepanduan, tahfizd Quran dan pendampingan
SMPIT Fitrah Insani yang berdiri pada tahun 2007 memilki visi “Sekolah
Unggul Pencetak Generasi Shaleh, Cerdas dan Berprestasi”. Misi SMPIT Fitrah
Insani adalah :
2. Membina siswa agar memiliki kecerdasan yang Integral (kecerdasan Intelektual, kecerdasan spiritual, kecerdasan emosional dan kecerdasan fisik)
3. Menumbuhkembangkan potensi siswa guna memberikan sumbangsih bagi umat dan bangsa
Disamping SMPIT Fitrah Insani, ada SMPIT Ar-Raihan yang memiliki visi “Menjadi Lembaga Pendidikan Islam yang Unggul guna Menghasilkan
Generasi Muda yang Taqwa, Cerdas, Terampil, Mandiri, Islami serta Berwawasan
Internasional.” SMPIT Ar-Raihan merupakan Full Day School yang memulai
proses pembelajaranya pukul 07.30 sampai 16.30. Pembelajaran di SMPIT Ar-Raihan berdasarkan kurikulum nasional (Diknas), cambridge dan kurikulum Ar-Raihan. Kurikulum pesantren diantaranya Al-Quran, hadits, tauhid, fikih, akhlak dan bahasa arab. Pembelajaran di SMPIT Ar-Raihan berbasis teknologi informasi dan wawasan internasional.
Tabel 1. Tabel Tentang Jumlah Siswa dan Tahun Berdiri SDIT se Bandar Lampung Tahun 2011
NO Nama Sekolah Tahun Berdiri Jumlah Siswa
1 SDIT Permata Bunda 1 2003 510 orang
Berdasarkan data di atas, peminat masyarakat Bandar Lampung untuk menyekolahkan anaknya di Sekolah Dasar Islam Terpadu cukup banyak. Hal ini menunjukkan bahwa keinginan masyarakat Bandar Lampung untuk meningkatkan potensi anaknya melalui pendidikan di sekolah Islam terpadu cukup banyak. Dengan demikian, antisipasi kelanjutan pendidikan siswa di SDIT sudah saatnya dipersiapkan. SMPIT Ar-Raihan dan SMPIT Fitrah Insani sudah selayaknya berdiri untuk mengantisipasi hal tersebut.
Jadi, keberadaan sekolah Islam terpadu ini cukup fenomenal. Memadukan kurikulum nasional dengan kurikulum pesantren membutuhkan kemampuan dan keterampilan tersendiri. Pengelolaan siswa di kedua sekolah yang menerapkan Full Day School ini juga membutuhkan kemampuan dan keterampilan tersendiri.
motivasi belajar yang baik. Hal ini sesuai dengan prinsip penerapan kurikulum yang tercantum dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 yang menyebutkan bahwa,
”Pelaksanaan kurikulum didasarkan pada potensi, perkembangan dan kondisi peserta didik untuk menguasai kompetensi yang berguna bagi dirinya. Dalam hal ini peserta didik harus mendapatkan pelayanan pendidikan yang bermutu, serta memperoleh kesempatan untuk mengekspresikan dirinya secara bebas, dinamis dan menyenangkan.”
Berdasarkan fenomena tersebut, maka dipandang perlu dan penting untuk diadakan penelitian tentang : (1) manajemen kurikulum SMPIT Fitrah Insani dan SMPIT Ar-Raihan Bandar Lampung dan (2) manajemen kesiswaan SMPIT Fitrah Insani dan SMPIT Ar-Raihan Bandar Lampung .
B. Fokus Penelitian
Berdasarkan latar belakang tersebut, maka fokus penelitian ini adalah sebagai berikut:
1) Latar belakang didirikannya SMPIT Fitrah Insani dan SMPIT Ar-Raihan 2) Perencanaan kurikulum di SMPIT Fitrah Insani dan SMPIT Ar-Raihan. 3) Proses pelaksanaan kurikulum di SMPIT Fitrah Insani dan SMPIT Ar-Raihan. 4) Perencanaan kesiswaan di SMPIT Fitrah Insani dan SMPIT Ar-Raihan.
5) Proses pelaksanaan kegiatan kesiswaan di SMPIT Fitrah Insani dan SMPIT Ar-Raihan.
C.Tujuan Penelitian
Tujuan yang ingin dicapai melalui penelitian ini adalah:
1) Mendapatkan gambaran tentang latar belakang berdirinya SMPIT Fitrah Insani dan SMPIT Ar-Raihan
2) Mendapatkan gambaran tentang perencanaan kurikulum di SMPIT Fitrah Insani dan SMPIT Ar-Raihan.
3) Mendapatkan gambaran tentang proses pelaksanaan kurikulum di SMPIT Fitrah Insani dan SMPIT Ar-Raihan.
4) Mendapatkan gambaran tentang perencanaan kesiswaan di SMPIT Fitrah Insani dan SMPIT Ar-Raihan.
5) Mendapatkan gambaran tentang proses pelaksanaan kegiatan kesiswaan di SMPIT Fitrah Insani dan SMPIT Ar-Raihan.
6) Mendapatkan gambaran tentang sistem evaluasi pembelajaran di SMPIT Fitrah Insani dan SMPIT Ar-Raihan.
D.Kegunaan Penelitian
Kegunaan penelitian ini adalah :
a. Dapat dijadikan masukan bagi SMP Islam Terpadu Fitrah Insani dan SMP Islam Terpadu Ar-Raihan khususnya dalam meningkatkan manajemen kurikulum dan manajemen siswanya.
c. Selain itu, dapat pula dijadikan acuan bagi para peneliti lain yang berminat melakukan penelitian tentang manajemen kurikulum dan manajemen kesiswaan.
E. Definisi Istilah
Definisi istilah berikut dapat dijadikan batasan pengertian dalam penelitian ini, yaitu :
1. SMP Islam Terpadu adalah Sekolah Menengah Pertama yang memadukan kurikulum nasional (Diknas) dengan kurikulum selain kurikulum nasional, kurikulum pesantren (materi pelajaran keislaman) dan kurikulum cambridge. 2. Manajemen kurikulum adalah adalah proses perencanaan, pelaksanaan dan
evaluasi kurikulum yang merelevansikan kurikulum nasional dengan kebutuhan atau kondisi lokal dimana sekolah berada dalam rangka mengoptimalkan potensi peserta didik.
3. Perencanaan kurikulum adalah proses penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang dilakanakan oleh satuan pendidikan dengan melibatkan komite sekolah, guru dan tenaga kependidikan. KTSP selanjutnya menjadi bahan acuan dalam proses pembelajaran dalam rangka mencapai tujuan pendidikan di tingkat satuan pendidikan.
4. Implementasi kurikulum adalah melaksanakan konsep, prinsip, isi, metode dan sistem evaluasi pembelajaran ke dalam proses pembelajaran di kelas sesuai dengan standar proses pembelajaran.
ekstrakurikuler yang merupakan satu kesatuan dengan proses pembelajaran secara keseluruhan.
6. Perencanaan kesiswaan adalah proses penyusunan program kesiswaan di sekolah yang mencakup bentuk kegiatan, tata tertib siswa, dan penilain kegiatan siswa..
7. Pelaksanaan kegiatan siswa adalah kegiatan siswa di sekolah berdasarkan perencanaan kesiswaan sesuai dengan jadwal yang pelaksanaannya melibatkan guru dan atau pembimbing kesiswaan.
8. Pengembangan diri adalah kegiatan pembelajaran yang bertujuan mengoptimalkan bakat dan kemampuan siswa yang banyak dilakukan pada saat kegiatan ekstrakurikuler.