• Tidak ada hasil yang ditemukan

Model Knowledge Management System Pengelolaan Materi Ajar Pada Portal (Studi Kasus Program Studi Teknik Informatika UNIKOM)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Model Knowledge Management System Pengelolaan Materi Ajar Pada Portal (Studi Kasus Program Studi Teknik Informatika UNIKOM)"

Copied!
108
0
0

Teks penuh

(1)

Oleh:

Utami Dewi Widianti 5710110041

TESIS

Untuk memenuhi salah satu syarat ujian guna memperoleh gelar Magister Sistem Informasi

PROGRAM PASCASARJANA

UNIVERSITAS KOMPUTER INDONESIA

BANDUNG

(2)

vi

ABSTRAK………... i

ABSTRACT………. iii

KATA PENGANTAR………. iv

DAFTAR ISI……… vi

DAFTAR GAMBAR……… x

DAFTAR TABEL……… xiv

DAFTAR LAMPIRAN……… xvi

BAB I PENDAHULUAN………. 1

1.1. Latar Belakang Masalah………... 1

1.2. Rumusan Masalah………... 4

1.3. Tujuan dan Manfaat Penelitian……… 4

1.3.1. Tujuan dari penelitian ini adalah:………... 4

1.3.2. Manfaat dari penelitian yang dilakukan:………... 5

1.4. Pembatasan Masalah dan Asumsi……… 5

1.5. Sistematika Penulisan………... 7

BAB II TINJAUAN PUSTAKA………..... 9

2.1. Knowledge Management System………. 9

2.1.1. Konsep Manajemen……… 2.1.2. Fungsi Manajemen………..

2.1.3. Pengetahuan (Knowledge)………...

2.1.4. Konsep dan Definisi Knowledge Management ……….

2.1.5. Karakteristik Aktivitas Knowledge Management………..

9

10

11

13

(3)

2.1.6. Pendekatan Knowledge Management [Amrit Tiwana, 1999]…...

2.1.7. Peranan, Tujuan, dan manfaat Manajemen Pengetahuan…………..

2.1.8. Pembentukan dan Pengembangan Pengetahuan………

2.1.8.1. Konsep Ontologi dan Epistemologi Pengetahuan……….

2.1.8.2. Proses Penciptaan dan Pengelolaan Pengetahuan di Organisasi.

2.1.9. Sarana dan Infrastruktur Pengembangan Pengetahuan………... 2.1.10. Peranan Penyimpanan Pengetahuan……….

2.1.11. Portal Knowledge management System………...

2.1.12. CKO (Chief Knowledge Officers)………

2.1.13. Point Of View Knowledge Management System ……….

2.2. Materi Bahan Ajar………

2.2.1. Pengertian Materi Ajar/ Bahan Ajar……….

2.2.2. Tujuan dan Peranan Bahan Ajar………...

2.2.3. Jenis-jenis Bahan ajar…...………...

2.3. Sistem Pakar (Expert System) dalam Knowledge Management

System……….

2.4. Text Mining………

2.4.1. Pengertian Text Mining………...

2.4.2. Information Retrieval System(Sistem Temu Kembali Informasi)…

2.4.3. Metode TF/ IDF (Term Frequency- Inversed Document Frequency)

2.4.4. Model Ruang Vektor (Vector Space Model)……….

(4)

BAB III OBYEK DAN METODOLOGI PENELITIAN………. 67

3.1. Tinjauan Organisasi/Institusi………... 67

3.1.1. Profil Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM)……….. 67

3.1.2. Visi, Misi, dan Tujuan UNIKOM……….. 73

3.1.3. Struktur Organisasi/Institusi UNIKOM………. 3.1.4. Profil Program Studi Teknik Informatika (UNIKOM)……….……. 3.1.5. Visi, Misi, dan Tujuan Program Studi Teknik Informatika (UNIKOM……….. 3.1.6. Struktur Organisasi Program Studi Teknik Informatika……… 74 74 76 77 3.2.Metode Penelitian……… 77

3.2.1. Metode Pengumpulan Data………. 77

3.2.2. Diagram Alir Model Pengelolaan Materi Ajar Pada Portal Knowledge Management System di Program Studi Teknik Informatika (UNIKOM)………... 78

BAB IV PEMBAHASAN DAN HASIL PENELITIAN………... 82

4.1. Analisis Masalah……….. 82

4.2.Model Portal Knowledge Management dan Pengelolaan Materi Ajar ……

4.2.1. Fase 1 Evaluasi Infrasturktur [Amrit Tiwana, 1999]..…………..

4.2.1.1. Tahap 1. Analisis infrastruktur Teknologi Informasi…………

4.2.1.2. Tahap 2. Penyelarasan KM dengan Strategi Bisnis…………..

82

83

84

92

4.2.2. Fase 2 Analisis KMS, Desain dan Pengembangan ………

4.2.2.1. Tahap 3. Mendesain Arsitektur KM dan Integrasi

Infastruktur………

4.2.2.2. Tahap 4. Audit dan Analisa Pengetahuan (Analisis Algoritma

Vector Space Model dan Algoritma TF/IDF………..

110

111

(5)

4.2.2.3. Tahap 5. Mendesain Tim Knowledge Management….. 149

4.2.2.4. Tahap 6. Menciptakan Cetak Biru Knowledge Management……….. 151

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN……….. 159

5.1. Kesimpulan……….. 159

5.2. Saran………. 160

(6)

Algoritma Nazief & Adriani untuk Dokumen Teks Bahasa Indonesia,

Universitas Kristen Satya Wacana, Konferensi Nasional Sistem dan

Informatika 2009; Bali, November 14, 2009.

[2] April, Rebecca, Brian, Role of a Knowledge Management Portal in Supporting

Program Success.

[3] Baeza-Yates & Ribiro-Neto, Modern Information Retrieval, Harlow,

Addison-Wesley.1999.

[4] Majid, Abdul, Perencanaan Pembelajaran, Bandung. PT. Remaja Rosdakarya.

Bandung. 2007.

[5] Nawawi, Ismail, Manajemen Pengetahuan (Knowledge Management) Teori dan

Aplikasi dalam mewujudkan Daya Saing Organisasi Bisnis dan Publik, Bogor,

Ghalia Indonesia. 2012.

[6] Salton, G. & Buckley, C, Term Weighting Approaches in Automatic Text. Retrieval, Technical Report No. 87-881, Departement of Computer Science

Cornell University Ithaca, New York.1987.

[7] Suhendar, Dadang dan Wassid Iskandar, Strategi Pembelajaran Bahasa,

Bandung.PT.Remaja Rosdakarya.2008.

[8] Tiwana, Amrit, The knowledge management toolkit. Prentice Hall. 1999.

[9] Turban, Aronson, Liang, Decision Support Systems and Intelligent Systems-7 th

Ed. Jilid 1 (Sistem Pendukung Keputusan dan Sistem Cerdas),

(7)
(8)

iv

Alhamdulillaah, segala puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Alloh S.W.T,

Tuhan semesta alam yang tidak ada Tuhan selain Dia yang telah memberikan hidayah,

inayah, dan taufiq-Nya kepada penulis. Sholawat dan salam semoga tetap tercurah kepada

junjungan alam Rosululloh Nabi Besar Muhammad S.A.W, juga kepada keluarganya, dan

para sohabatnya R.A, sehingga penulis dapat menyelesaikan Tesis dengan judul

“MODEL KNOWLEDGE MANAGEMENT SYSTEM PENGELOLAAN MATERI AJAR

PADA PORTAL (STUDI KASUS PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA

UNIKOM) ”.

Dalam penyusunan Tesis ini, penulis banyak menerima dukungan dan bantuan dari

berbagai pihak. Oleh karena itu pada kesempatan kali ini, penulis ingin mengucapkan

terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada:

1. Suami (Rendi Resmawandi) dan putri penulis (Raisya Adzkiya), yang

memberikan dukungan kepada penulis untuk pantang menyerah dan memahami

kesibukan istri dan bundanya.

2. Kedua orang tua (Ayahanda Sadikin dan Ibunda Puspitawati), karena dengan

perantaraan keduanya penulis terlahir kedunia dan do‟anya yang senantiasa

mengalir kepada penulis. Adikku tercinta Logi Tofani yang selalu memberikan

do‟a dan motivasi kepada penulis.

3. Kedua mertua yang dukungan dan do‟anya senantiasa menyertai penulis

sekeluarga.

(9)

5. Bapak Dr. Ir. Herman S. Soegoto., MBA, sebagai Direktur Program Pasca

Sarjana UNIKOM yang telah memberikan saran dan masukannya atas topik Tesis

ini.

6. Bapak Dr. Ir. Yeffry Handoko Putra, M.T., sebagai dosen Pembimbing Utama

yang telah dengan sabar membantu mengarahkan serta memberikan masukan

kepada penulis terhadap apa yang menjadi fokus Tesis.

7. Ibu Imelda, S.T., M.T, sebagai dosen Pembimbing Pendamping yang telah

banyak membantu penulis memberikan banyak pemahaman, arahan tekniks dan

batasan penelitian Tesis dan motivasi sehingga bisa terselesaikan dengan baik.

8. Seluruh dosen dan staf pengajar di Prodi Magister Sistem Informasi Program

Pasca Sarjana UNIKOM.

9. Teman-teman kuliah penulis yang telah bersama melewati masa sulit namun juga

menyenangkan selama proses perkuliahan hingga proses penyusunan Tesis di

Prodi Magister Sistem Informasi Program Pasca Sarjana UNIKOM.

10. Program Studi Teknik Informatika Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer

UNIKOM, Bapak Irawan Afrianto, S.T., M.T, selaku Ketua Program Studi yang

telah membantu dan memberikan dukungan kepada penulis.

Dalam penyusunan Tesis ini, penulis menyadari bahwa Tesis ini masih jauh dari

kesempurnaan, oleh karena itu penulis menerima dengan ikhlas segala masukan dan saran

dari semua pihak untuk menyempurnakannya. Akhir kata, penulis berharap semoga Tesis

ini dapat bermanfaat bagi penulis khususnya dan bagi para pembaca pada umumnya.

Bandung, 2014

(10)

1 1.1. Latar Belakang Masalah

Teknik Informatika Unikom merupakan Program Studi di Universitas

Komputer Indonesia (Unikom) Bandung yang fokus pada bidang ilmu

informatika dan komputer. Kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan meliputi

pelaksanaan tatap muka di kelas, pembuatan materi ajar, pemberian tugas

mandiri serta kegiatan ujian tengah semester dan akhir semester. Sebagai

perguruan tinggi swasta, kualitas dosen merupakan salah satu nilai tambah

bagi perguruan tinggi untuk mampu bersaing dengan perguruan tinggi lain.

Dosen sebagai salah satu civitas akademika, memberikan peranan penting

dalam terciptanya budaya belajar yang terampil sesuai dengan tridharma

perguruan tinggi dan mampu mengikuti perubahan kebutuhan pasar. Materi

ajar merupakan pengetahuan dan aset Program Studi dimana di dalamnya

terdapat komposisi, porsi mata kuliah dan pencapaian mata kuliah. Pengaturan

porsi dan komposisi setiap mata kuliah disesuaikan dengan standar

kompetensi yaitu mengacu kepada silabus dan kurikulum yang berlaku.

Terdapat permasalahan dalam pengelolaan materi ajar saat ini yaitu materi

ajar masih dimiliki oleh masing-masing dosen dan belum menjadi milik

program studi, penyimpanan serta penyebaran (sharing) materi ajar di

lingkungan dosen masih membutuhkan waktu yang lama karena materi ajar

(11)

tidak mengupdate materi ajar secara teratur sehingga terdapat materi ajar

yang disampaikan tidak relevan dengan perkembangan teknologi yang ada.

Permasalahan tersebut membuat ketua program studi kesulitan melakukan

monitoring materi ajar terhadap pemutakhiran materi dan kesesuaian materi

ajar dengan silabus dan kurikulum.

Materi ajar merupakan pengetahuan bagi suatu perguruan tinggi yang

dapat diproses, diolah dan didistribusikan dengan memanfaatkan knowledge

management system. Knowledge Management System merupakan suatu sistem

yang mampu melakukan klasifikasi terhadap pengetahuan yang ada,

bagaimana pengetahuan tersebut mudah digunakan (Disseminate Knowledge),

bagaimana menyimpan pengetahuan (store Knowledge), bagaimana

memelihara pengetahuan (Manage Knowledge), bagaimana menciptakan

pengetahuan (Create Knowledge), bagaimana memperbaharui pengetahuan

(Capture Knowledge) dan bagaimana pengetahuan yang ada disusun dalam

suatu pohon pengetahuan (Refine Knowledge). Dalam hal ini portal knowledge

management system merupakan salah satu wahana untuk mempermudah dan

mempercepat proses berbagi pengetahuan, keahlian, pengalaman dan

kolaborasi terkait materi ajar antar dosen dengan pendekatan knowledge

managementSystem.

Text mining merupakan proses pengambilan data berupa teks dari sebuah

sumber dalam hal ini sumbernya adalah dokumen. Dengan text mining dapat

dicari kata-kata kunci yang dapat mewakili isi dari suatu dokumen lalu

(12)

kunci yang telah dibuat untuk menentukan atau memilah kategori suatu

dokumen. Sedangkan proses pengukuran tingkat similaritas antar dokumen

dilakukan dengan membandingkan suatu kata kunci dengan dokumen. Kata

kunci yang digunakan didapat dari proses ekstraksi dokumen pada proses

pemilahan kategori dokumen.

Agar hasil pengukuran tingkat similaritas dokumen dengan kata kunci

mendapatkan hasil yang optimal maka digunakan algoritma text mining

dimana dalam prosesnya digunakan algoritma TF-IDF (Term Frequency –

Inversed Document Frequency dan VSM (Vector-Space Model) dari IR

(Information Retrieval) model untuk mencari nilai Cosine (menghitung nilai

cosinus sudut antara dua vector) sebagai pengukur tingkat similaritas antara

dokumen dengan keyword yang didapat dari ekstraksi teks pada dokumen.

Metode VSM ini memiliki model yang sederhana karena merupakan aljabar

linear, memiliki Term Weigth tidak biner, Memungkinkan menghitung

berkelanjutan secara bersamaan antara query dan dokumen, Perangkingan

dokumen lebih relevan, adanya peringkat pengambilan informasi,

menampilkan referensi yang sesuai kebutuhan dan memungkinkan

pencocokan parsial.

Berdasarkan permasalahan yang ada di Program studi Teknik informatika

terkait dengan pengelolaan materi ajar tersebut, maka dibutuhkan suatu model

portal sebagai wahana sharing, kolaborasi dosen, monitoring materi ajar

terhadap pemutakhiran dan kesesuaian materi terhadap standar pengelolaan

(13)

1.2.Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang permasalahan yang terjadi, maka hal yang dapat

diidentifikasi dalam penelitian ini adalah bagaimana membuat model portal

knowledge management dengan pengelolaan materi ajar menggunakan text mining

dan vector space model .

1.3.Tujuan dan Manfaat Penelitian 1.3.1. Tujuan dari penelitian ini adalah:

1. Untuk mendapatkan model portal dengan menggunakan pendekatan

knowledge management system.

2. Untuk mendapatkan model pengelolaan materi ajar berbasis Knowledge

management system sebagai rekomendasi model yang effisien dan

seimbang berdasarkan standar pengelolaan materi ajar di Program studi

Teknik Informatika.

3. Untuk membantu pihak program studi dalam melakukan monitoring

materi ajar terhadap pemutakhiran materi, dan kesesuaian materi ajar

setiap mata kuliah terhadap silabus dan kurikulum yang mengacu kepada

standar computing curricula rumpun informatika APTIKOM.

4. Mendukung penggunaan, pemanfaatan dan pembuatan pengetahuan

(materi ajar) di Teknik Informatika Unikom dengan menerapkan Text

Mining dan Vector Space Model.

5. Model portal dan pengelolaan materi ajar yang dibangun selaras dengan

(14)

1.3.2. Manfaat dari penelitian yang dilakukan:

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan model sharing

pengetahuan yang terdapat pada materi ajar dan rekomendasi model yang

effisien untuk pengelolaan materi ajar berbasis knowledge management

system sehingga dapat mempermudah pihak Program Studi dalam monitoring

materi ajar terhadap kesesuaian dengan silabus dan kurikulum.

1.4.Pembatasan Masalah dan Asumsi

Pembatasan masalah dilakukan agar penelitian tidak menjadi terlalu luas dan

menyimpang dari tujuan semula, meliputi yaitu:

1. Penelitian Model pengelolaan materi ajar berbasis knowledge management

system ini mengambil studi kasus di Program Studi Teknik Informatika,

UNIKOM.

2. Pengembangan Model portal KM menggunakan 10 steps KM road map

dengan pembatasan fase yang digunakan yaitu hanya fase 1 sampai fase 2,

tahap 1 sampai tahap 6 mengacu pada kebutuhan program studi yaitu

rekomendasi berupa bentuk model portal dan pengelolaan materi ajar

sehingga untuk menghasilkan sebuah model lebih tepat menggunakan

sampai fase 2 dan tahap 6 dari 10 steps KM road map.

3. Model yang dihasilkan merupakan rekomendasi untuk wahana sharing

knowledge materi ajar dan monitoring pengelolaan materi ajar di Program

Studi Teknik Informatika

(15)

5. Penggunaan keyword sebagai representasi konten

6. Standar silabus mengacu pada kurikulum rumpun ilmu informatika

computing curricula taxonomy, APTIKOM dan kurikulum yang berjalan

di Program studi Teknik informatika.

7. Algoritma TF/IDF (Term Frequency-Inversed Document Frequency) dan

algoritma Vector Space Model dari IR (Information Retrieval) model

untuk mencari cosine sebagai pengukur tingkat similaritas antara dokumen

dengan keyword.

8. Penggunaan Algoritma Nazief & Andrian pada proses Stemming.

9. Mengatur knowledge dalam struktur bahasa Indonesia.

10. Text mining digunakan untuk pengkategorian dan pencarian

11. Mendukung format file Text dalam pengelolaan materi ajar

1.5.Sistematika Penulisan

Dalam penelitian ini, pembahasan akan dibagi kedalam beberapa bab untuk

memperoleh gambaran yang jelas dan terstruktur. Sistematika penulisannya

adalah sebagai berikut:

BAB I PENDAHULUAN

Pada bab ini menceritakan latar belakang masalah, identifikasi masalah, tujuan

dan manfaat penelitian, pembatasan masalah dan asumsi, serta sistematika

(16)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Pada bab ini berisi tentang landasan teori yang menjadi dasar dalam penelitian

ini yang meliputi: definisi pengetahuan, konsep dan definisi knowledge

management system, karakteristik aktivitas knowledge management, pendekatan

knowledge management system, peranan tujuan dan manfaat KM, pembentukan

dan pengembangan pengetahuan, sarana dan infrastruktur pengembangan

pengetahuan, 10 roadmap knowledge management, peranan penyimpanan

pengetahuan, portal knowledge managemet system, CKO (Chief Knowledge

Officer), Point of view knowledge managemet system, materi ajar, portal

knowledge management, text mining, Vektor Space Model dan

penelitian-penelitian terdahulu.

BAB III OBJEK DAN METODOLOGI PENELITIAN

Pada bab ini menguraikan tentang metodologi penelitian yang mencakup

materi dan sasaran penelitian, metode penelitian, variabel penelitian, teknik

analisis data, waktu dan lokasi penelitian.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Pada bab ini menjelaskan mengenai hasil penelitian dan pembahasan yaitu analisis

masalah, perancangan model portal KM dan pengelolaan materi ajar mengacu

kepada 10 tahap perancangan KM dengan pembatasan penggunaan fase dan tahap

yang sudah ditentukan meliputi; tahap perencanaan, tahap identifikasi dan

analisis termasuk analisis metode Algoritma TF/IDF (Term Frequency-Inversed

Document Frequency) dan algoritma Vector Space Model dari IR (Information

(17)

antara dokumen dengan keyword, tahap desain KMS (desain arsitektur model

portal KMS). Pembuatan model pengelolaan materi ajar yaitu meliputi data

preparation, information extraction, pengaturan kata kunci/keywords, dan

menentukan perhitungan tingkat similaritas isi materi ajar terhadap silabus.

Monitoring materi ajar terhadap pemuktahiran materi dan penyesuaian materi ajar

terhadap silabus pembelajaran.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

Bab ini merupakan bab penutup yang berisi kesimpulan dan saran yang telah

(18)

71 BAB III

OBYEK DAN METODOLOGI PENELITIAN

3.1. Tinjauan Organisasi/Institusi

3.1.1. Profil Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM)

Pada tanggal 24 Desember 1998 berdasarkan Akte Notaris Leontine

Anggasurya, SH. Nomor 36, Hj. Lasmayaa Olii mendirikan Yayasan Science dan

Teknologi. Yayasan ini mendirikan Universitas Komputer Indonesia disingkat

UNIKOM berdasarkan Surat Keputusan Pengurus Yayasan Science dan

Teknologi Nomor 07/II/YST/2000.

UNIKOM secara resmi berdiri pada tanggal 8 Agustus 2000 berdasarkan Surat

Keputusan Menteri Pendidikan Nasional nomor 126/D/0/2000.

Awalnya dimulai pada bulan Juli tahun 1994 ketika didirikan Lembaga

Pendidikan Komputer Indonesia Jerman, disingkat LPKIG, bertempat di jalan

Dipati Ukur 102 Bandung. Dengan 1 ruang kelas berkapasitas 50 orang dan 1

laboratorium komputer dengan 25 unit komputer, Lembaga ini membuka program

pendidikan 1 tahun dengan 5 program studi yaitu Ahli Komputer Aplikasi Bisnis,

Ahli Komputer Keuangan & Perbankan, Ahli Komputer Akuntansi & Perpajakan,

Ahli Komputer Manajemen & Pemasaran dan Sekretaris Eksekutif. Jumlah

peserta pendidikan pada tahun pertama ini sebanyak 233 siswa.

Pada tahun kedua, 1995, dibuka jenjang pendidikan 3 tahun untuk memenuhi

animo siswa tahun pertama yang ingin memperdalam ilmunya, disamping

(19)

program studi baru, meliputi: Ahli Komputer Teknik Informatika, Ahli Komputer

Manajemen Informatika dan Sekretaris Eksekutif. Ruang kelas ditambah menjadi

2 buah dan laboratorium komputer menjadi 2 buah dengan jumlah siswa sebanyak

457 orang.

Pada tahun ketiga, 1996, dilakukan penambahan gedung kuliah baru bertempat

di jalan Dipati Ukur 116 (gedung FISIP sekarang), sekaligus pemindahan pusat

administrasi dan perkantoran. Digedung baru ini dilakukan penambahan 1(satu)

Lab. Komputer, 5(lima) Ruang Kuliah, Ruang Dosen dan Ruang Kemahasiswaan.

Jumlah siswa dari tahun 1996 hingga tahun 1998 bertambah dari 632 orang

menjadi 1184 orang.

Pada tahun kelima, 1998, dimulai pembangunan Kampus baru (Gedung

Rektorat /Kampus-1 sekarang) berlantai 6(enam) di jalan Dipati Ukur 114.

Pembangunan Kampus baru ini dapat diselesaikan pada bulan Agustus 1999,

sehingga pada awal perkuliahan bulan September 1999 telah dapat digunakan.

Mencermati dinamika peserta didik dan pengembangan Institusi kedepan, pada

tanggal 24 Desember 1998 dibentuklah Yayasan Science dan Teknologi dan

dilanjutkan dengan pengajuan pendirian STIMIK IGI dan STIE IGI ke DIKTI.

Pada bulan Juli 1999 STIE IGI diresmikan dengan keluarnya SK Mendiknas

no. 119/D/O/1999 dengan 5 program studi : Akuntansi S1, Manajemen S1,

Manajemen Pemasaran D3, Keuangan Perbankan D3 serta Akuntansi D3.

Pada bulan Agustus 1999 STIMIK IGI diresmikan dengan keluarnya SK

(20)

Manajemen Informatika D3, Teknik Komputer D3, Komputerisasi Akuntansi D3

serta Teknik Informatika D3.

Agar Sistem Pendidikan lebih Efisien, Efektif, Produktif dengan Struktur

Organisasi yang lebih baik, enam bulan kemudian dilakukan usulan ke DIKTI

untuk melakukan Merger kedua Sekolah Tinggi diatas menjadi Universitas.

Pada hari Selasa, tgl. 8 Agustus 2000 keluarlah SK MENDIKNAS no.

126/D/O/2000 atas Universitas Komputer Indonesia yang disingkat dengan nama

UNIKOM.Pada SK tersebut sekaligus diijinkan dibukanya 11 program studi baru

yaitu Teknik Komputer S1, Manajemen Informatika S1, Teknik Industri S1,

Teknik Arsitektur S1, Perencanaan Wilayah dan Kota S1, Ilmu Hukum S1, Ilmu

Komunikasi S1, Ilmu Pemerintahan S1, Desain Interior D3, Desain Komunikasi

Visual S1 dan Desain Komunikasi Visual D3.

Sejak berdirinya pada tahun 2000, setiap tahunnya UNIKOM menerima ±

2.000 mahasiswa baru. Terakhir pada tahun 2009 yang lalu diterima sebanyak

3.108 mahasiswa baru. Hingga tahun akademik 2009/2010 terdapat 6 Fakultas dan

23 Program Studi di UNIKOM dengan jumlah mahasiswa sebanyak 15.000 orang

yang berasal dari berbagai pelosok tanah air dan dari luar negeri yang sedang

menempuh pendidikan di UNIKOM.

3.1.2. Visi, Misi, dan Tujuan UNIKOM

UNIKOM sebagai sebuah organisasi/institusi pendidikan tinggi mempunyai

visi, misi, tujuan, dan motto sebagai berikut:

(21)

teknologi dan seni yang mendukung pembangunan nasional serta berorientasi

pada kepentingan masyarakat, bangsa dan negara.

Misi : Menyelenggarakan pendidikan tinggi ke arah masyarakat industri maju dengan sistem pendidikan yang kondusif, tenaga pengajar berkualitas dan

program-program studi berbasis pada teknologi informasi dan komputer dengan

mengoptimalkan sumber daya yang ada, kualitas dan manajemen mutu

berdasarkan prinsip Quality Is Our Tradition.

Tujuan : Menghasilkan ilmuwan dan berpikiran tinggi maju di bidangnya masing-masing, mahir menggunakan teknologi informasi dan komputer dalam

bekerja serta beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Motto :Quality is Our Tradition

3.1.3. Struktur Organisasi/Institusi UNIKOM

Untuk mendukung pelaksanaan teknis dan operasionalnya maka UNIKOM

menyusun struktur organisasi/institusi yang memiliki fungsi-fungsi dan

pelaksanaan proses yang mendukung pelaksanaan pendidikan. Adapun struktur

organisasi/institusi UNIKOM dapat dilihat pada Lampiran A. 3.1.4. Profil Program Studi Teknik Informatika (UNIKOM)

Pada tahun 1994, Ir. Eddy Suryanto Soegoto, M.Sc mendirikan Lembaga Pendidikan Komputer Indonesia Jerman ( LPKIG) untuk program pendidikan 1 tahun, menempati kampus Jl. Dipati Ukur No. 102. Di tahun ketiga, nama

(22)

Pada tanggal 24 Desember 1998 dibentuk Yayasan Science dan Teknologi yang dilanjutkan dengan Pengajuan ke Kopertis IV Jabar untuk pendirian STIE IGI dan

STMIK IGI.

Pada bulan Agustus 1999 keluar SK Mendiknas No. 143/D/O/1999 atas STIMK IGI dengan 5 Program Studi yaitu Teknik Informatika S1, Manajemen Informatika D3 & D1, Teknik Komputer D3 & D1, Teknik Informatika D3 & D1, Komputerisasi Akuntansi D3 & D1.

Mengantisipasi pesatnya perkembangan Teknologi Informasi, IPTEK, Era

Globaliasi dan Milenium ke-3 serta untuk memberikan yang terbaik bagi masa

depan mahasiswa/i nya, Yayasan Science dan Teknologi kemudian mengajukan

usulan ke DIKTI melalui Kopertis Wilayah IV Jabar untuk melakukan merger atas

kedua Sekolah Tinggi diatas untuk menjadi Universitas Komputer Indonesia .

Pada hari selasa, tanggal 8 Agustus 2000 keluar SK Mendiknas No. 126/D/O/2000 atas nama Akreditasi Universitas Komputer Indonesia, disingkat UNIKOM. Akreditasi Mendiknas atas UNIKOM disertai menetapkan kembali

status Terdaftar kepada Program Studi Teknik Informatika jenjang pendidikan

(23)

3.1.5. Visi, Misi, dan Tujuan Program Studi Teknik Informatika (UNIKOM)

Program Studi Teknik Informatika sebagai sebuah program studi suatu

organisasi/institusi pendidikan tinggi mempunyai visi, misi, tujuan, dan motto

sebagai berikut:

Visi : Visi program studi adalah “menjadi Program Studi Teknik Informatika yang unggul dan terdepan yang dapat menjawab tantangan perkembangan

Teknologi Informasi dan Komputer yang berkembang sangat pesat, mampu

menyediakan tenaga ahli kompeten, memiliki integritas kepribadian tinggi,

dan tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi secara

global serta berwawasan enterpreneur”.

Misi : Misi Program studi adalah menyelenggarakan Pendidikan Tinggi yang dapat menghasilkan lulusan berkualitas bidang Teknologi Informasi dan

Komunikasi yang berwawasan Teknologi Informasi dan Komunikasi dan

enterpreunership, serta siap bersaing secara global.

Melakukan kegiatan Penelitian dan pengembangan bidang Teknologi

Informasi dan Komunikasi terkini berdasarkan suatu roadmap yang jelas dan

berujung pada publikasi ilmiah dan/atau produk nyata. Melakukan berbagai

kegiatan pengabdian kepada masyarakat /industri sebagai upaya untuk

berkontribusi menyelesaikan problem nyata di masyarakat/industri.

(24)

Komputer, menghasilkan karya yang sesuai dengan kebutuhan, serta beriman

dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.

3.1.6.Struktur Organisasi Program Studi Teknik Informatika

Untuk mendukung pelaksanaan teknis dan operasionalnya maka Program

Studi Teknik Informatika menyusun struktur organisasi yang memiliki

fungsi-fungsi dan pelaksanaan proses yang mendukung pelaksanaan pendidikan.

Adapun struktur organisasi Program Studi Teknik Informatika dapat dilihat

pada Lampiran B.

3.2. Metode Penelitian

Metodologi penelitian yang digunakan antara lain :

3.2.1. Metode Pengumpulan Data: A. Data Primer

1. Wawancara (interview)

Pengumpulan data yang dilakukan dengan cara berkomunikasi langsung

dengan pihak terkait yaitu Dosen pengampu mata kuliah dan Ketua

Program studi Teknik Informatika sebagai kegiatan Preeleminary dalam

pengkajian masalah sebagai dasar kebutuhan model portal KMS dan

model komposisi materi ajar.

2. Observasi

Pengumpulan data melalui pengamatan dan pencatatan data secara

(25)

B. Data Sekunder

1. Studi Pustaka

Metode pengumpulan data dengan mencari data kepustakaan yang

menunjang. Kepustakaan tersebut berupa buku, jurnal ilmiah, e-book, dan

lain sebagainya yang ada kaitannya dengan penelitian.

2. Computing Curricula Taxonomy Framework: Kerangka Kurikulum

Rumpun Ilmu Informatika APTIKOM, dapat dilihat pada Lampiran C.

3.1.1.Diagram Alir Model Pengelolaan Materi Ajar pada Portal berbasis Knowledge Management System di Program Studi Teknik Informatika.

Alur penelitian yang dilaksanakan adalah:

1. Identifikasi masalah dan penggalian kebutuhan awal (preeleminary)

terhadap pengelolaan, monitoring dan sharing materi ajar di Program

studi Teknik Informatika.

2. Tinjauan kepustakaan sebagai langkah awal untuk memahami proses

penelitian tentang model portal dan pengelolaan materi ajar yang berbasis

knowledge management system dengan mempelajari literatur-literatur baik

(26)

terkait dengan penelitian seperti, Computing Curricula Taxonomy

Framework: Kerangka Kurikulum Rumpun Ilmu Informatika APTIKOM yang merupakan standar pengaturan porsi dan komposisi materi ajar dan

lain sebagainya.

3. Mengumpulkan data terkait penelitian pembangunan model portal dan

pengelolaan materi ajar berbasis knowledge management system melalui

proses wawancara dan observasi kepada responden yaitu para dosen

pengampu mata kuliah dan ketua program studi di lingkungan program

studi teknik informatika yang terkait dan relevan dengan penelitian.

4. Perancangan model portal knowledge management dan pengelolaan

materi ajar.

a. Model portal KM yang dibangun sesuai dengan arsitektur portal

dengan pembagian menjadi beberapa modul sesuai dengan

kebutuhan Program studi Teknik Informatika.

b. Pengelolaan materi ajar adalah melakukan pengecekan kesesuaian

materi ajar terhadap silabus atau kurikulum. Text mining digunakan

untuk pengkategorian dan pencarian, Algoritma TF/IDF (Term

Frequency-Inversed Document Frequency) dan algoritma Vector

Space Model dari IR (Information Retrieval) model untuk mencari

cosine sebagai pengukur tingkat similaritas antara dokumen

dengan keyword.

5. Tahapan pada perancangan model portal knowledge management dan

(27)

dimana yang digunakan hanya fase 1 sampai dengan fase 2 (tahap 1

sampai tahap 6) , pembatasan ini mengacu pada kebutuhan program studi

yaitu berupa bentuk rekomendasi model portal dan pengelolaan materi ajar

sehingga untuk menghasilkan sebuah model lebih tepat menggunakan

sampai fase 2 tahap 6 dari 10 steps KM road map .Tahapan tersebut

adalah:

5.1Fase 1: Evaluasi Infrastruktur, meliputi:

a. Tahap 1. Analisa infrastruktur yang ada

b. Tahap 2. Penyelarasan KM dengan strategi bisnis

5.2Fase 2: Analisis, desain dan pengembangan sistem, meliputi:

a. Tahap 3. Mendesain arsitektur KM dan menintegrasikan

infrastruktur yang ada.

b. Tahap 4. Audit dan analisa pengetahuan yang ada.

c. Tahap 5. Mendesain tim KM.

d. Tahap 6. Menciptakan cetak biru KM.

6. Memberikan rekomendasi berupa model portal knowledge management

dan pengelolaan materi ajar dalam hal tingkat kesesuaian materi ajar

terhadap silabus atau kurikulum/ perhitungan tingkat similaritas isi dari

materi ajar dengan silabus untuk digunakan dalam proses monitoring

bahan ajar di lingkungan Program Studi.

(28)

Pada Gambar 3.1. menjelaskan mengenai alur penelitian yang akan dilaksanakan :

Gambar 3.1. Alur Penelitian Model portal KM dan pengelolaan materi ajar.

Selesai Mulai

Telaah Dokumen Terkait

Studi Literatur Kajian Pustaka

Identifikasi masalah dan penggalian kebutuhan awal (preeleminary) terhadap pengelolaan, monitoring dan sharing materi ajar.

 Pemetaan proses bisnis pada sistem yang sedang

Wawancara Observasi Pengumpulan Data

Perancangan model portal knowledge management dan pengelolaan materi ajar mengacu pada 10 steps KM road map sebagai baerikut: (Fase 1 sampai 2, tahap 1 sampai 6)

 Analisa infrastruktur yang ada

 Penyelarasan KM dengan strategi bisnis

 Mendesain arsitektur KM dan menintegrasikan infrastruktur yang ada.

 Audit dan analisa pengetahuan yang ada  Mendesain tim KM

 Menciptakan cetak biru KM

Rekomendasi portal KM dan pengelolaan materi ajar program Studi Teknik Informatika

(29)

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1. Analisis Masalah

Berdasarkan latar belakang yang sudah diuraikan, maka permasalahan yang

mendasari penelitian ini adalah:

1. Materi ajar masih dimiliki oleh masing-masing dosen dan belum menjadi

milik program studi.

2. Penyimpanan serta penyebaran (sharing) materi ajar masih membutuhkan

waktu yang lama karena materi ajar tidak tersimpan dalam suatu pohon

pengetahuan dalam suatu sistem.

3. Terdapat kesulitan monitoring dalam pengelolaan materi ajar yaitu

terhadap pemutakhiran materi dan perhitungan tingkat kesesuaian materi

ajar terhadap silabus atau kurikulum.

Untuk menyelesaikan masalah tersebut maka dibutuhkan suatu model

portal knowledge management dengan pengelolaan materi ajar di Program studi

Teknik Informatika.

4.2. Model Portal Knowledge Management dan Pengelolaan Materi Ajar Sesuai dengan metodologi dan 10 steps KM road map dimana yang

digunakan adalah Fase 1 sampai dengan Fase 2 untuk tahap 1 sampai 6 [Amrit

Tiwana, 1999], dalam hal ini akan dilakukan pengolahan data beserta analisis data

yang telah dikumpulkan dalam membuat rancangan mula knowledge management

(30)

dari unsur-unsur yang terlibat dalam pengelolaan materi ajar di Program Studi

Teknik Informatika.

4.2.1. Fase 1 Evaluasi Infrastruktur

Pada fase ini terdapat dua kegiatan utama yakni menganalisa infrastruktur

dan menyelaraskan knowledge management dengan strategi bisnis. Pada tahap

pertama melakukan analisis infrastruktur, merupakan kegiatan untuk menggali

pemahaman mengenai komponen yang membangun strategi dan kerangka

teknologi informasi yang akan digunakan dalam knowledge management. Analisis

infrastruktur dilakukan dengan mengidentifikasi infrastruktur yang tersedia,

melakukan evaluasi dan mengusulkan infrastruktur yang sesuai untuk penerapan

knowledge management. Hasil dari tahap ini adalah rekomendasi infrastruktur

meliputi spesifikasi perangkat keras, perangkat lunak, jaringan dan karakteristik

lingkungan pengguna yang sesuai dengan kebutuhan penerapan portal KM dan

pengelolaan materi ajar.

Tahap kedua dalam fase ini adalah menyelaraskan knowledge management

dengan strategi bisnis dilakukan untuk menghasilkan knowledge management

system yang sesuai dengan tujuan organisasi. Jika knowledge management

dibangun tanpa melihat tujuan bisnis organisasi, sebaik apapun knowledge

management tersebut maka tidak akan berfungsi dengan baik. Hasil dari tahapan

ini adalah pemetaan tujuan organisasi dalam hal ini visi dan misi organisasi

terhadap fungsi dari pengelolaan materi ajar digambarkan dalam hasil analisis

(31)

1. Tahap 1. Analisis Infrastruktur Teknologi Informasi 1.1 Analisis Perangkat Keras, Perangkat Lunak dan Jaringan

Tujuan mengidentifikasi “peta infrastruktur teknologi informasi” ini adalah

agar dapat memahami peran dari infrastruktur yang ada dan yang dibutuhkan

dalam pembangunan model portal KMS di Prodi Teknik Informatika terkait

pengelolaan materi ajar.

Saat ini Program Studi Teknik Informatika telah memiliki Local Area

Network (LAN) yang menghubungkan antar PC di lingkungan Prodi. LAN ini

telah dimanfaatkan untuk intranet dan internet. Skema atau struktur jaringan

komputer seperti terlihat pada gambar 4.2 menggambarkan arsitektur jaringan

komputer atau keterhubungan antar komputer dan lokasi yang termasuk dalam

jaringan di Prodi pada kondisi saat ini. Dari pemetaan tersebut terlihat bahwa

semua komputer berada dalam jaringan. Kaprodi dan juga semua dosen

mendapatkan akses komputer. Dengan kata lain sistem intranet Prodi Teknik

Informatika sudah terdistribusi dan terintegrasi, sehingga semua bagian dapat

mengakses data dan informasi secara mudah. Hanya masih terdapat beberapa

masalah terkait pengaksesan diantaranya kecepatan akses dan antarmuka sistem

integrasi, dimana kecepatan akses masih dinilai tidak stabil data rate ditemukan

tinggi ataupun terkadang rendah dan terkait dengan antarmuka sistem integrasi

(32)

melalui suatu software khusus dengan menggunakan satu antarmuka. Keberadaan

jaringan seharusnya dapat meningkatkan kenyamanan dan efisiensi dari

penggunaan resource. Resource yang dimaksud disini dapat berupa hardware

(CPU, printer, memory), program aplikasi, bahkan data, informasi dan

Knowledge. Dalam jaringan pengaksesan resouce Prodi perlu dipertimbangkan

pengaturan hak akses pengguna sesuai dengan tugasnya sehingga dapat

meningkatkan efisiensi dan efektivitas kerja. Gambar 4.1 berikut adalah gambar

arsitektur jaringan Prodi Teknik Informatika:

Router IF

R. Dosen Luar Biasa & Layanan DHCP IP Address Range: 192.168.2.180 – 254

Subnetmask: 255.255.255.0

Gambar 4.1. Arsitektur Jaringan Prodi Teknik Informatika

Infrastruktur portal KMS yang akan dirancang nantinya dapat

(33)

dimanfaatkan dan ditingkatkan. Artinya secara umum kondisi jaringan yang ada

saat ini di prodi sudah memenuhi untuk penerapan portal KMS hanya untuk

mendukung penerapan portal KMS tersebut diperlukannya peningkatan kestabilan

dalam kecepatan akses internet dan intranet dengan memperhatikan rata-rata

kebutuhan pengaksesan sesuai dengan student body Prodi Teknik Informatika

saat ini. Hal tersebut harus dipertimbangkan dengan penggunaan portal jika

diakses pada waktu bersamaan. Analisis terhadap pengaksesan aplikasi kuliah

online dan perwalian online dijadikan acuan untuk memperlihatkan rata-rata

kebutuhan kecepatan dan kestabilan akses internet dan intranet di Prodi Teknik

Informatika.

Prodi Teknik Informatika telah memiliki website Prodi, aplikasi kuliah

online, sistem perwalian online dan sistem lain yang berbasis web. Portal KMS

yang akan dirancang memiliki fungsi dari sisi pengguna dan sisi pengelolaan

materi ajar, dimana kebutuhan perangkat lunak disesuaikan dengan kondisi

fungsinya. Beberapa perangkat lunak yang dimiliki oleh Prodi dapat menjadi

komponen pendukung portal KMS yang akan dikembangkan, untuk itu

pemanfaatan secara optimal dan penambahan sistem sesuai dengan kebutuhan

organisasi, yaitu sebagai berikut:

a. Sistem lain bisa mendukung atau terintegrasi dengan portal KMS.

b. Pembuatan penyimpanan pada portal KMS (repository) yaitu

penyimpanan data, informasi dan knowledge dan lokasinya bekerja pada

(34)

Berikut pada tabel 4.1 adalah daftar infrastruktur (perangkat keras dan

perangkat lunak) yang ada di Prodi Teknik Informatika:

Tabel 4.1. Infrastruktur Teknologi Informasi

No Nama Infrastruktur TI Keterangan

1 Local area network 54 Mbps

2 Intranet Terbatas

3 Internet Terbatas

4 Windows XP

5 Microsoft Office

6 1 PC Server

7 6 PC desktop

8 20 Laptop

9 2 scanner

10 3 printer Kurang 2 buah printer

11 1 saluran telepon Ada

12 4 switch (16 port) Ada

13 1 Router Ada

14 1 Access Point Ada

Pada tabel 4.2 merupakan spesifikasi minimal kebutuhan perangkat keras dan

(35)

Tabel 4.2 Spesifikasi Perangkat Keras dan Perangkat Lunak No Perangkat Keras dan

Perangkat Lunak Spesifikasi

1. Prosessor Intel Core i3-2370 2,4Ghz

2. Memori 4Gb DDR3

3. Harddisk 500GB

4. Monitor 14”

5. Keyboard dan Mouse

6. Printer

7. Jaringan internet/intranet

8. Sistem Operasi Microsoft Windows

9. Bahasa pemrograman PHP 5.3.0

10. Web Server Apache (XAMPP 1.6.8)

11. Database server Mysql server 5

12. Browser Mozilla Firefox 9.0.1, Google Chrome

Secara umum spesifikasi perangkat lunak dan perangkat keras yang ada di prodi

sudah memenuhi minimal kebutuhan penerapan portal KMS.

(36)

Dalam sebuah sistem, pengguna adalah bagian yang penting. Karakteristik

pengguna menjadi dasar sebuah perancangan antarmuka/interface sistem.

Dalam portal KMS ini lingkungan pengguna yang terlibat adalah semua dosen

dalam lingkungan prodi yang memiliki kelas mengajar dan ketua program studi

untuk lingkup monitoring kesesuaian (similaritas) materi ajar dengan silabus

dan kurikulum. Tabel 4.3 berikut adalah gambaran karakteristik pengguna

yaitu karakteristik dosen pengampu mata kuliah yang memiliki kelas ajar yang

ada di Prodi Teknik Informatika dan ketua program studi dilihat dari kebutuhan

user interface sebuah sistem.

Tabel 4.3 Karakteristik Pengguna Dosen Pengampu dan Ketua Program Studi

No Karakteristik Kondisi Hasil

1. Pengetahuan penggunaan komputer

Mampu mengenal dan menggunakan komputer

Baik

2. Pengalaman sistem (system experience)

Mampu mengenal dan menggunakan sistem operasi pada komputer

Baik

3. Pengalaman aplikasi (application experience)

Mampu mengenal dan terbiasa menggunakan aplikasi

komputer.

Baik

4. Pengalaman terhadap tugas (Task experience)

Mampu melakukan pengelolaan materi (pembuatan, pemantauan, manipulasi atau update, dan penyebaran materi ajar.

Baik

Memiliki kelas mengajar sesuai dengan mata kuliah yang diampu.

Ya

5. Pendidikan (educational background)

Lulusan S1 dan S2 rumpun Informatika

(37)

6. Tingkat membaca Mampu membaca kalimat kompleks.

Baik

7. Keterampilan mengetik Mengenal alat masukan untuk mengetik dan mampu mengetik teks.

Baik

8. Pengetahuan bahasa Mampu menguasai

penggunaan bahasa Indonesia dan inggris

Baik

Sesuai dengan tabel 4.3 karakteristik pengguna dapat disimpulkan

karakteristik pengguna yang ada di lingkungan prodi sudah sesuai dengan

kebutuhan pengguna portal KMS. Sehingga bisa disimpulkan lingkungan

pengguna dalam portal KMS ini adalah semua dosen dalam lingkungan prodi

yang memiliki kelas mengajar dan ketua program studi untuk lingkup monitoring

dalam pengelolaan materi ajar. Pengelompokan atau grouping kelompok keilmuan

diasumsikan sebagai grouping mata kuliah yang diampu (dosen yang mengampu

mata kuliah yang sama dinilai sebagai satu group/ kelompok keilmuan). Tabel 4.4

berikut merupakan lingkungan pengguna portal KMS Program studi Teknik

informatika:

Tabel 4.4 Lingkungan Pengguna Portal KMS Teknik Informatika

Pengguna Tugas dan Tanggung Jawab (Bidang Pendidikan dan Pengajaran)

Hak Akses pada Portal KMS

Dosen Pengampu

(38)

3. Mengembangkan bahan pengajaran. attachment pada kegiatan pendidikan dan pengajaran. 2. Mengembangkan program

perkuliahan.

3. Mengembangkan bahan pengajaran. 4. Merencanakan, melaksanakan, dan

mengevaluasi program perkuliahan setiap semester

5. Mengevaluasi kinerja dosen melalui review beban kerja dosen setiap semester.

6. Menyusun jadwal perkuliahan setelah terlebih dahulu

mempertimbangkan masukan dari masing-masing dosen pengampu matakuliah

7. Melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan perkuliahan melalui pengecekan presensi dan berita acara perkuliahan

8. Mereview silabus/ SAP, Materi dan soal UAS yang dibuat oleh dosen 9. Menyiapkan instrumen dan media

1. Melakukan konfigurasi

(39)

evaluasi kinerja prodi.

Tahap 2. Penyelarasan KM Dengan Strategi Bisnis

Portal KMS yang akan dirancang dan dikembangkan harus selaras dengan

strategi organisasi agar benar-benar sesuai dengan kemampuan inti dari apa

yang diperlukan oleh organisasi.

Untuk lebih mudah dalam memahaminya dapat dilihat kerangka berfikir yang

diadaptasi dari model Michael Zack pada gambar 4.2. berikut:

Analisis eksternal

Apa yang harus dilakukan organisasi

Apa yang dapat dilakukan organisasi

Apa yang harus diketahui

(40)

Gambar 4.2. Penyelarasan KMS dengan strategi organisasi.

Penyelarasan dimulai dengan melakukan analisis SWOT sesuai dengan

Tabel 4.5 pada Prodi Teknik Informatika dan faktor-faktor yang menjadi

penentu keberhasilan organisasi, sehingga dapat ditentukan sasaran dan

strategi organisasi untuk mencapai sasaran tersebut.

Faktor kunci sukses Prodi Teknik Informatika terkait pengelolaan materi

ajar adalah sebagai berikut:

a. Adanya sumber/pedoman yang jelas yang digunakan setiap dosen

pengampu dalam pembuatan materi ajar.

b. Adanya silabus untuk setiap mata kuliah dan kurikulum yang berjalan

sebagai acuan kegiatan belajar mengajar di Prodi.

c. Silabus perkuliahan setiap mata kuliah terekam pada sitem perwalian

online.

d. Adanya perangkat, prasarana ataupun media yang memenuhi untuk

pembuatan materi ajar yang dimiliki masing-masing dosen pengampu.

e. Adanya koordinasi antar dosen pengampu melalui tim kelompok

keilmuan dalam pembuatan materi ajar

f. Dosen pengampu mata kuliah menyampaikan materi menggunakan

perangkat kegiatan belajar mengajar yang lengkap.

g. Dosen pengampu mata kuliah menyampaikan materi telah menggunakan

(41)

h. Telah terbentuknya tim kurikulum, yang bertugas melakukan verifikasi

kurikulum.

i. Materi ajar telah disimpan pada suatu tempat penyimpanan oleh

masing-masing dosen pengampu.

j. Dosen pengampu mata kuliah selalu mengisi daftar bahasan materi yang

disampaikannya pada setiap pertemuan yang dilakukan di kelas.

k. Prodi telah memiliki sistem pengawasan untuk badan penjaminan mutu

terkait dengan penyampaian materi dosen pengampu untuk setiap

(42)
(43)

Lingkungan Strategik Internal

No Komponen Strenght Weakness

1

2

Pembuatan materi ajar

Penyampaian materi ajar

 Adanya materi ajar yang dibuat oleh para dosen pengampu mata kuliah.  Adanya kurikulum 2007

dan 2010 yang berjalan di Prodi

 Adanya silabus untuk setiap mata kuliah  Koordinasi antar dosen

pengampu melalui tim kelompok keilmuan dalam pembuatan materi ajar.

 Belum adanya monitoring prodi terhadap pembuatan materi ajar dan kesesuaian materi dengan silabus.

 Belum semua dosen memahami penjabaran kurikulum

 Silabus yang ada belum memiliki standar pembuatan silabus.

 Tidak ada aturan yang jelas dalam pembentukan tim kelompok keilmuan

 Koordinasi antar dosen pengampu dalam tim kelompok keilmuan belum optimal

(44)

3 Penyimpanan dan

pemutakhiran materi ajar

 Materi ajar disampaikan menggunakan perangkat kegiatan belajar mengajar yang lengkap.

 Materi ajar disampaikan dengan metode

pembelajaran yang digunakan dosen pengampu.

 Materi ajar tersimpan pada tempat penyimpanan

 Adanya daftar bahasan materi dosen pengampu untuk setiap pertemuan di kelas.

 Materi ajar disimpan oleh masing-masing dosen pengampu.

perangkat mengajar yang sudah disediakan  Adanya dosen yang mengajar tidak sesuai dengan

metode pembelajaran

 Tidak ada pengelolaan dalam penyimpanan materi ajar.

 Riwayat materi ajar (update dan tambah) tidak tercatat dengan baik.

 Tempat penyimpanan materi ajar tidak terpusat.  Pemutakhiran materi ajar dilakukan sesuai dengan

(45)

4 Monitoring materi ajar  Monitoring terkait materi dan pertemuan dosen pengampu tidak dilakukan secara rutin (hanya dilakukan jika dibutuhkan saja).

 Parameter yang digunakan pada proses monitoring tidak jelas.

 Evaluasi yang dilakukan berdasarkan hasil monitoring tidak jelas.

Lingkungan Strategik Eksternal

No Komponen Opportunity Threats

1 Pembuatan materi ajar  Adanya workshop kurikulum dimana bisa didapatkan gambaran dalam penyusunan kurikulum yang sesuai.  Telah terbentuk bagian

penjaminan mutu sehingga materi ajar yang telah dibuat dosen pengampu akan

diverifikasi

kesesuaiannya terhadap silabus.

 Adanya perbedaan standar yang digunakan dalam menyusun silabus

(46)

pengampu

memanfaatkan sarana prasarana yang disediakan untuk penyampaian materi ajar.

 Adanya tim kelompok keilmuan dimanfaatkan untuk sharing

pengetahuan dosen pengampu dalam penyampaian materi ajar.

 Adanya kuliah online dimana materi dosen pengampu mengirim materi ajar untuk mahasiswa.

dilakukan dengan rutin

 Tim kelompok keilmuan tidak bertahan lama karena prosedur koordinasi tidak jelas.

3 Penyimpanan dan

pemutakhiran materi ajar

 Adanya repository Unikom yang digunakan untuk menyimpan data Skripsi.

(47)

Tabel 4.6. Strategi Analisis Komponen AL Internal

AL Eksternal

S

1. Adanya kurikulum 2007 dan 2010 yang berjalan.

2. Adanya materi ajar yang dibuat oleh masing-masing dosen mengacu pada silabus dan kurikulum.

W

1. Belum semua dosen memahami jabaran kurikulum 2007 dan 2010. 2. Adanya perbedaan standar yang

digunakan dalam penyusunan silabus.

Pembuatan materi ajar

1. Banyak silabus dan kurikulum PT lain di internet yang digunakan dalam pembuatan materi ajar masing-masing dosen.

SO

1. Adanya validasi dan sharing kurikulum

1. Kelompok keilmuan mengadakan penyusunan silabus secara bersama. 2. Program studi mensosialisasikan

(48)

studi dalam lingkup

pembelajaran PT lain yang bisa diunduh melalui internet. 2. Banyak materi ajar yang

belum sesuai dengan kebutuhan Prodi.

ST 1. Mengadakan studi

banding ke PT lain yang sejenis untuk mempelajari pengelolaan materi

WT 1. Memberikan motivasi dan

pemahaman kepada seluruh dosen Prodi mengenai jabaran kurikulum dengan melibatkan PT sejenis. 2. Memberikan motivasi inovasi dalam

pembuatan materi ajar terhadap dosen pengampu dalam mengatasi ketidak sesuaian dengan kebutuhan Prodi.

Penyampaian materi ajar

S

1. Adanya tim keilmuan dimanfaatkan untuk sharing pengetahuan dosen pengampu dalam

W

(49)

2. Adanya aplikasi kuliah online sebagai sarana penyampaian materi secara online.

update materi pada aplikasi kuliah online.

1. Banyak materi yang bisa diunduh mahasiswa dari

1. Pembuatan prosedur koordinasi yang jelas dalam kelompok keilmuan dan diatur prodi.

2. Monitoring prodi terhadap penyampaian materi sesuai

perkembangan teknologi informasi.

1. Banyaknya e-learning PT lain sebagai wadah online dalam penyampaian materi ajar

1. Memberikan pemahaman kepada dosen pengampu terhadap kebutuhan koordinasi antar dosen pengampu dalam penyampaian materi.

(50)

dan

1. Prodi tidak memiliki tempat penyimpanan terpusat terkait pengelolaan materi ajar.

2. Terdapat materi ajar yang disimpan di kuliah online yang tidak ter update. 3. Tidak ada monitoring Prodi dalam

pemutakhiran materi ajar masing-masing dosen pengampu.

1. Adanya sistem kuliah online sebagai wadah penyimpanan materi ajar dan sharing materi.

1. Memberdayakan kelompok keilmuan dalam sharing materi ajar dan

pemutakhiran materi 2. Secara kontinu melakukan

(51)

media sharing materi ajar. 2. Internet dijadikan acuan

dalam proses pemutakhiran

1. Prodi menyediakan tempat penyimpanan terpusat untuk melakukan pengelolaan materi terintegrasi dengan system lain yang terkoneksi internet.

Tabel 4.7. Faktor Penentu Keberhasilan

Komponen Strategi Visi Misi Faktor Penentu

(52)

1. Kelompok keilmuan

4. Adanya motivasi dan inovasi dosen dalam pembuatan materi ajar. ST:

(53)

dalam mengatasi

3. Adanya inovasi cara penyampaian materi

(54)

terhadap cara

1. Materi ajar tersimpan dalam bentuk pohon materi dalam suatu repository.

(55)

akan mudah dilakukan. WO:

1. Secara kontinu melakukan pemutakhiran materi ajar yang tersimpan pada sistem kuliah online. ST:

1. Internet dimanfaatkan untuk menyimpan dan mendukung pemutakhiran materi

WT:

1. Prodi menyediakan tempat

(56)

melakukan

pengelolaan materi terintegrasi dengan sistem lain yang terkoneksi internet.

Tabel 4.8. Tujuan, sasaran dan Kebijakan

Tujuan Sasaran Kebijakan

1. Menciptakan wadah dan

mengembangkan pengelolaan materi ajar dalam proses pembuatan,

penyampaian, penyimpanan dan pemutakhiran materi ajar .

2. Melakukan monitoring terhadap materi ajar sebagai aset Program studi terhadap kesesuaian dengan silabus dan kurikulum yang digunakan.

Materi ajar sebagai asset Program studi terpelihara dan terpantau dengan baik dimana pengelolaannya dilakukan dalam suatu wadah (sistem) sebagai alat pendukung KBM untuk

menghasilkan lulusan yang berkualitas.

1. Memperhatikan kualitas materi ajar dan pengelolaannya.

(57)

Hasil dari analisis SWOT yang telah dilakukan, maka terdapat sejumlah

tantangan yang harus dihadapi Prodi sebagai berikut:

a. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang cepat.

b. Banyaknya perguruan tinggi lain yang telah memiliki pengelolaan

materi ajar yang baik.

c. Tuntutan dosen pengampu mata kuliah untuk menjaga kualitas

materi ajar.

Dengan mempertimbangkan hasil analisis SWOT yang telah dilakukan,

maka strategi Prodi Teknik Informatika untuk mencapai sasarannya adalah

sebagai berikut:

a. Memanfaatkan secara maksimum seluruh sumber daya dan

jaringan yang dimiliki, baik di dalam maupun luar Prodi untuk

pengembangan SDM Prodi dalam hal ini dosen pengampu.

b. Memiliki sistem informasi yang diselaraskan dengan stategi yang

sesuai dengan perkembangan teknologi informasi, untuk

mendukung kelancaran pelaksanaan tugas.

c. Menggunakan perencanaan terbaik dan aplikatif dalam

mengantisipasi perubahan sesuai perkembangan teknologi

informasi dan komunikasi..

Strategi tersebut harus diterjemahkan menjadi hal-hal yang harus

(58)

4.2.2 Fase 2 Analisis KMS, Desain dan Pengembangan

Pada fase kedua ini terdiri dari lima tahap yaitu tahap tiga sampai tahap tujuh

dari kegiatan desain hingga pembangunan knowledge management system.

Batasan dalam penelitian ini adalah tahap yang digunakan tahap tiga sampai tahap

enam. Berikut adalah penjelasan dari masing-masing kegiatan dalam fase kedua

ini.

Pada tahap ketiga ini yakni KM arsitektur dan desain adalah bagaimana kita

harus memilih dan menyeleksi komponen infrastruktur yang menunjang

knowledge management system. Pilihan pertama dalam pemilihan landasan

kolaborasi adalah bisa menggunakan aplikasi standar yang banyak digunakan

secara bebas misalnya web. Pada tahap keempat knowledge audit dan analisis,

langkah ini terkait dengan bagaimana mengetahui apa yang telah diketahui oleh

organisasi. Untuk menemukan apa yang telah diketahui oleh organisasi maka

diperlukan audit pengetahuan dalam hal ini pengetahuan dalam pengelolaan

materi ajar. Setelah menentukan akan mengaudit pengetahuan organisasi maka

perlu dibentuk tim khusus untuk melakukan penilaian awal terhadap asset

pengetahuan yang terdapat di organisasi dengan mengidentifikasi baik kekuatan

dan kelemahan. Langkah kelima adalah membangun knowledge management tim,

disini KM tim akan dibentuk yang akan bertugas untuk mendesain, membangun,

mengimplementasikan, dan menempatkan knowledge management system. Untuk

mendesain KM tim harus mampu mengidentifikasi para pemangku kepentingan

(59)

manusia yang dibutuhkan untuk kesuksesan proses pembangungan knowledge

management system. Untuk ukuran tim KM yang ideal tidak bisa ditentukan

dengan jumlah sumber daya manusia secara tepat, namun jumlah sumberdaya

manusia yang terlibat harus mampu melaksanakan tugas sesua dengan tugas yang

diberikan.

Pada langkah keenam membuat KM system blueprint, setelah tim

pembangun system KM terbentuk selanjutnya adalah membuat blueprint yang

menyediakan rencana untuk membangun knowledge management system.

4.2.2.1Tahap 3. Mendesain Arsitektur KM dan Mengintegrasikan infrastruktur yang ada

Pada tahap mendesain arsitektur KM dan mengintegrasikan

infrastruktur yang ada dilakukannya pembangunan arsitektur model portal

KM dan integrasi model dibangun terhadap usulan infrastruktur yang

dihasilkan dari analisis yang sudah dilakukan.

1. Arsitektur Model Portal Knowledge Management dan Pengelolaan Materi Ajar

Secara umum model portal dan pengelolaan materi ajar yang

(60)

Gambar 4.3 Arsitektur Model Portal dan Pengelolaan Materi Ajar

Sistem perwalian

Online INPUT DATA

Pembacaan dari Vector Space Model, TF/IDF

Output Portal dan Perhitungan Similaritas Dokumen Pengelolaan indikator

Monitoring Terhadap Range Hasil

1. Pohon Pengetahuan dari Materi Ajar 2. Hasil Monitoring kesesuaian Materi Ajar

terhadap Silabus

Analisa Text Mining, Vector Space Model, TF/IDF

1. Ekstrak Teks / File 2. Penghilangan Stop words 3. Pengubahan kata ke huruf

kecil 4. Stemming

5. Perhitungan Frekuensi Kata (TF)

6. Pembuatan File index 7. Pembuatan Model Ruang 1. Pemilihan Identitas Kelas

Mengajar Dosen 2. Pemilihan Kelompok

(61)

Secara garis besar arsitektur model portal dan pengelolaan materi ajar

yang dibangun terdiri dari 4 modul yaitu:

1. Modul Input Data

Modul ini berguna untuk mengatur input data. Modul ini terdiri dari

beberapa proses yaitu:

a. Pembacaan Data dari Database

Proses ini berguna untuk melakukan pembacaan data yang

bersumber dari suatu database, dalam hal ini bersumber dari

database sistem perwalian online berkaitan dengan data

silabus.Pembacaan dilakukan dengan melakukan query data

ke database tersebut.

b. Pembacaan Data dari File

Proses ini berguna untuk melakukan pembacaan data dari

file. Format file yang bisa dibaca adalah file text.

2. Modul Proses Knowledge Management System (KMS)

Modul ini berguna untuk mengelola proses KMS pada portal. Ada

beberapa proses yang ada dalam modul ini, yaitu:

a. Create Knowledge

Proses ini berguna untuk pembuatan pengetahuan baru ssuai

dengan pohon pengetahuan yang telah ada.

b. Capture Knowledge

Proses ini berguna untuk memperbaharui materi ajar yang

(62)

c. Refine Knowledge

Proses ini berguna untuk melakukan pengaturan pengetahuan

dalam hal ini materi ajar yang telah dibuat, diatur dalam

suatu pohon pengetahuan sehingga materi ajar mudah untuk

ditemukan kembali jika diperlukan.

d. Store Knowledge

Proses ini berguna untuk melakukan penyimpanan semua

materi yang telah dibuat dalam suatu repository.

e. Manage Knowledge

Proses ini berguna untuk pengaturan pembuatan materi ajar

dalam suatu Knowledge Management System Process, supaya

mudah dalam melakukan konfigurasi pohon pengetahuan dari

materi ajar (KM Tree), pencarian materi ajar (searching) serta

menampilkan materi ajar yang telah ada ( reporting).

f. Disseminate Knowledge

Proses ini berguna untuk penyimpanan materi ajar dalam

suatu format yang mudah digunakan semua user, selain itu

dimungkinkan juga user untuk menambahkan attachment

pada suatu materi ajar.

g. Sharing Knowledge

Proses ini berguna untuk mengatur proses sharing atau

(63)

(dosen pengampu) dengan memperhatikan proses pemilihan

identitas kelas mengajar dosen artinya untuk bisa melakukan

sharing materi dosen pengampu harus melakukan pemilihan

riwayat kelas mengajar dosen yang bersangkutan dan

pemilihan kelompok mata kuliah (grouping mata kuliah)

yaitu dosen pengampu melakukan pemilihan kelompok mata

kuliah yang akan dishare sesuai dengan mata kuliah yang

diampunya. Hal ini dilakukan sebagai batasan pengguna

dalam lingkup sharing merupakan dosen pengampu mata

kuliah.

h. Monitoring Knowledge

Prosen ini berguna untuk melakukan pengolahan monitoring

yaitu dimulai dengan pengolahan indikator monitoring,

penentuan range dan hasil monitoring terhadap materi ajar

setiap mata kuliah untuk setiap dosen pengampu. Proses ini

berhubungan dengan analisa pengolahan text mining, vector

space model dan TF/IDF untuk melakukan pembacaan hasil

perhitungan tingkat similaritas sebagai dasar proses

monitoring kesesuaian materi ajar terhadap silabus.

3. Modul Inisialisasi Proses Perhitungan Similaritas Materi Ajar

Modul ini berguna untuk mengelola proses perhitungan similaritas

materi ajar dengan silabus, pengolahan proses text mining, vector

(64)

proses text mining, vector space model dan TF/IDF yang akan

dilakukan. Proses ini mempunyai hubungan ke modul input data

untuk melakukan pembacaan data, modul analisa text mining, vector

space model dan TF/IDF, dan modul output monitoring untuk

melakukan penyimpanan hasil kemiripan dan kesesuaian materi ajar

dengan silabus.

4. Modul Analisa Text Mining, Vector Space Model, TF/IDF

Modul ini berguna untuk melakukan proses peritungan tingkat

similaritas dengan menggunakan algoritma Vector Space Mode dan

TF/IDF. Modul ini terdiri dari beberapa proses yaitu:

a. Mengekstrak teks

b. Menghilangkan stop words

c. Ubah semua kata ke huruf kecil

d. Stemming

e. Menghitung frekuensi kata dari isi dokumen (TF)

f. Membuat file index

g. Membuat model ruang vector

h. Menghitung inverse document frequency

i. Menghitung bobot dari setiap kata (TF*IDF)

j. Normalkan semua dokumen ke panjang unit

5. Modul Output data portal KMS dan pengelolaan materi ajar (Text

Gambar

Gambar 4.1. Arsitektur Jaringan Prodi Teknik Informatika
Tabel 4.1. Infrastruktur Teknologi Informasi
Tabel 4.2 Spesifikasi Perangkat Keras dan Perangkat Lunak
Tabel 4.3 Karakteristik Pengguna
+7

Referensi

Dokumen terkait

kami mambuat Knowledge Management System untuk mengelola pengetahuan dengan menggunakan algoritma Text Mining metode Vector Space Model dari IR (Information Retrieval) Model,

Paper ini membahas tentang rancangan framework knowledge management system untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi dalam pengelolaan pendaftaran peserta didik

Validitas bahan ajar e-learning berbasis Learning Mangement System pada aspek substansi materi dinyatakan valid pada kategori sangat tinggi dengan skor 4.28, validitas

a. Prototype bahan ajar yang telah dihasilkan pada langkah sebelumnya di konsultasikan dengan ahli. Dalam hal ini terdiri dari ahli media dan materi. Kriteria ahli

Hasil penelitian menunjukkan tingkat pemanfaatan E-Learning sebagai Knowledge Management dalam mendukung proses pembelajaran di jurusan Pendidikan Teknik Informatika

Untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, dilakukan penelitian Rancangan Pengelolaan Jurnal Online Mahasiswa Teknik UIKA dengan menggunakan Open Journal

Paper ini membahas tentang rancangan framework knowledge management system untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi dalam pengelolaan pendaftaran peserta didik

kami mambuat Knowledge Management System untuk mengelola pengetahuan dengan menggunakan algoritma Text Mining metode Vector Space Model dari IR (Information Retrieval) Model,