Oleh:
Utami Dewi Widianti 5710110041
TESIS
Untuk memenuhi salah satu syarat ujian guna memperoleh gelar Magister Sistem Informasi
PROGRAM PASCASARJANA
UNIVERSITAS KOMPUTER INDONESIA
BANDUNG
vi
ABSTRAK………... i
ABSTRACT………. iii
KATA PENGANTAR………. iv
DAFTAR ISI……… vi
DAFTAR GAMBAR……… x
DAFTAR TABEL……… xiv
DAFTAR LAMPIRAN……… xvi
BAB I PENDAHULUAN………. 1
1.1. Latar Belakang Masalah………... 1
1.2. Rumusan Masalah………... 4
1.3. Tujuan dan Manfaat Penelitian……… 4
1.3.1. Tujuan dari penelitian ini adalah:………... 4
1.3.2. Manfaat dari penelitian yang dilakukan:………... 5
1.4. Pembatasan Masalah dan Asumsi……… 5
1.5. Sistematika Penulisan………... 7
BAB II TINJAUAN PUSTAKA………..... 9
2.1. Knowledge Management System………. 9
2.1.1. Konsep Manajemen……… 2.1.2. Fungsi Manajemen………..
2.1.3. Pengetahuan (Knowledge)………...
2.1.4. Konsep dan Definisi Knowledge Management ……….
2.1.5. Karakteristik Aktivitas Knowledge Management………..
9
10
11
13
2.1.6. Pendekatan Knowledge Management [Amrit Tiwana, 1999]…...
2.1.7. Peranan, Tujuan, dan manfaat Manajemen Pengetahuan…………..
2.1.8. Pembentukan dan Pengembangan Pengetahuan………
2.1.8.1. Konsep Ontologi dan Epistemologi Pengetahuan……….
2.1.8.2. Proses Penciptaan dan Pengelolaan Pengetahuan di Organisasi.
2.1.9. Sarana dan Infrastruktur Pengembangan Pengetahuan………... 2.1.10. Peranan Penyimpanan Pengetahuan……….
2.1.11. Portal Knowledge management System………...
2.1.12. CKO (Chief Knowledge Officers)………
2.1.13. Point Of View Knowledge Management System ……….
2.2. Materi Bahan Ajar………
2.2.1. Pengertian Materi Ajar/ Bahan Ajar……….
2.2.2. Tujuan dan Peranan Bahan Ajar………...
2.2.3. Jenis-jenis Bahan ajar…...………...
2.3. Sistem Pakar (Expert System) dalam Knowledge Management
System……….
2.4. Text Mining………
2.4.1. Pengertian Text Mining………...
2.4.2. Information Retrieval System(Sistem Temu Kembali Informasi)…
2.4.3. Metode TF/ IDF (Term Frequency- Inversed Document Frequency)
2.4.4. Model Ruang Vektor (Vector Space Model)……….
BAB III OBYEK DAN METODOLOGI PENELITIAN………. 67
3.1. Tinjauan Organisasi/Institusi………... 67
3.1.1. Profil Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM)……….. 67
3.1.2. Visi, Misi, dan Tujuan UNIKOM……….. 73
3.1.3. Struktur Organisasi/Institusi UNIKOM………. 3.1.4. Profil Program Studi Teknik Informatika (UNIKOM)……….……. 3.1.5. Visi, Misi, dan Tujuan Program Studi Teknik Informatika (UNIKOM……….. 3.1.6. Struktur Organisasi Program Studi Teknik Informatika……… 74 74 76 77 3.2.Metode Penelitian……… 77
3.2.1. Metode Pengumpulan Data………. 77
3.2.2. Diagram Alir Model Pengelolaan Materi Ajar Pada Portal Knowledge Management System di Program Studi Teknik Informatika (UNIKOM)………... 78
BAB IV PEMBAHASAN DAN HASIL PENELITIAN………... 82
4.1. Analisis Masalah……….. 82
4.2.Model Portal Knowledge Management dan Pengelolaan Materi Ajar ……
4.2.1. Fase 1 Evaluasi Infrasturktur [Amrit Tiwana, 1999]..…………..
4.2.1.1. Tahap 1. Analisis infrastruktur Teknologi Informasi…………
4.2.1.2. Tahap 2. Penyelarasan KM dengan Strategi Bisnis…………..
82
83
84
92
4.2.2. Fase 2 Analisis KMS, Desain dan Pengembangan ………
4.2.2.1. Tahap 3. Mendesain Arsitektur KM dan Integrasi
Infastruktur………
4.2.2.2. Tahap 4. Audit dan Analisa Pengetahuan (Analisis Algoritma
Vector Space Model dan Algoritma TF/IDF………..
110
111
4.2.2.3. Tahap 5. Mendesain Tim Knowledge Management….. 149
4.2.2.4. Tahap 6. Menciptakan Cetak Biru Knowledge Management……….. 151
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN……….. 159
5.1. Kesimpulan……….. 159
5.2. Saran………. 160
Algoritma Nazief & Adriani untuk Dokumen Teks Bahasa Indonesia,
Universitas Kristen Satya Wacana, Konferensi Nasional Sistem dan
Informatika 2009; Bali, November 14, 2009.
[2] April, Rebecca, Brian, Role of a Knowledge Management Portal in Supporting
Program Success.
[3] Baeza-Yates & Ribiro-Neto, Modern Information Retrieval, Harlow,
Addison-Wesley.1999.
[4] Majid, Abdul, Perencanaan Pembelajaran, Bandung. PT. Remaja Rosdakarya.
Bandung. 2007.
[5] Nawawi, Ismail, Manajemen Pengetahuan (Knowledge Management) Teori dan
Aplikasi dalam mewujudkan Daya Saing Organisasi Bisnis dan Publik, Bogor,
Ghalia Indonesia. 2012.
[6] Salton, G. & Buckley, C, Term Weighting Approaches in Automatic Text. Retrieval, Technical Report No. 87-881, Departement of Computer Science
Cornell University Ithaca, New York.1987.
[7] Suhendar, Dadang dan Wassid Iskandar, Strategi Pembelajaran Bahasa,
Bandung.PT.Remaja Rosdakarya.2008.
[8] Tiwana, Amrit, The knowledge management toolkit. Prentice Hall. 1999.
[9] Turban, Aronson, Liang, Decision Support Systems and Intelligent Systems-7 th
Ed. Jilid 1 (Sistem Pendukung Keputusan dan Sistem Cerdas),
iv
Alhamdulillaah, segala puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Alloh S.W.T,
Tuhan semesta alam yang tidak ada Tuhan selain Dia yang telah memberikan hidayah,
inayah, dan taufiq-Nya kepada penulis. Sholawat dan salam semoga tetap tercurah kepada
junjungan alam Rosululloh Nabi Besar Muhammad S.A.W, juga kepada keluarganya, dan
para sohabatnya R.A, sehingga penulis dapat menyelesaikan Tesis dengan judul
“MODEL KNOWLEDGE MANAGEMENT SYSTEM PENGELOLAAN MATERI AJAR
PADA PORTAL (STUDI KASUS PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA
UNIKOM) ”.
Dalam penyusunan Tesis ini, penulis banyak menerima dukungan dan bantuan dari
berbagai pihak. Oleh karena itu pada kesempatan kali ini, penulis ingin mengucapkan
terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada:
1. Suami (Rendi Resmawandi) dan putri penulis (Raisya Adzkiya), yang
memberikan dukungan kepada penulis untuk pantang menyerah dan memahami
kesibukan istri dan bundanya.
2. Kedua orang tua (Ayahanda Sadikin dan Ibunda Puspitawati), karena dengan
perantaraan keduanya penulis terlahir kedunia dan do‟anya yang senantiasa
mengalir kepada penulis. Adikku tercinta Logi Tofani yang selalu memberikan
do‟a dan motivasi kepada penulis.
3. Kedua mertua yang dukungan dan do‟anya senantiasa menyertai penulis
sekeluarga.
5. Bapak Dr. Ir. Herman S. Soegoto., MBA, sebagai Direktur Program Pasca
Sarjana UNIKOM yang telah memberikan saran dan masukannya atas topik Tesis
ini.
6. Bapak Dr. Ir. Yeffry Handoko Putra, M.T., sebagai dosen Pembimbing Utama
yang telah dengan sabar membantu mengarahkan serta memberikan masukan
kepada penulis terhadap apa yang menjadi fokus Tesis.
7. Ibu Imelda, S.T., M.T, sebagai dosen Pembimbing Pendamping yang telah
banyak membantu penulis memberikan banyak pemahaman, arahan tekniks dan
batasan penelitian Tesis dan motivasi sehingga bisa terselesaikan dengan baik.
8. Seluruh dosen dan staf pengajar di Prodi Magister Sistem Informasi Program
Pasca Sarjana UNIKOM.
9. Teman-teman kuliah penulis yang telah bersama melewati masa sulit namun juga
menyenangkan selama proses perkuliahan hingga proses penyusunan Tesis di
Prodi Magister Sistem Informasi Program Pasca Sarjana UNIKOM.
10. Program Studi Teknik Informatika Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer
UNIKOM, Bapak Irawan Afrianto, S.T., M.T, selaku Ketua Program Studi yang
telah membantu dan memberikan dukungan kepada penulis.
Dalam penyusunan Tesis ini, penulis menyadari bahwa Tesis ini masih jauh dari
kesempurnaan, oleh karena itu penulis menerima dengan ikhlas segala masukan dan saran
dari semua pihak untuk menyempurnakannya. Akhir kata, penulis berharap semoga Tesis
ini dapat bermanfaat bagi penulis khususnya dan bagi para pembaca pada umumnya.
Bandung, 2014
1 1.1. Latar Belakang Masalah
Teknik Informatika Unikom merupakan Program Studi di Universitas
Komputer Indonesia (Unikom) Bandung yang fokus pada bidang ilmu
informatika dan komputer. Kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan meliputi
pelaksanaan tatap muka di kelas, pembuatan materi ajar, pemberian tugas
mandiri serta kegiatan ujian tengah semester dan akhir semester. Sebagai
perguruan tinggi swasta, kualitas dosen merupakan salah satu nilai tambah
bagi perguruan tinggi untuk mampu bersaing dengan perguruan tinggi lain.
Dosen sebagai salah satu civitas akademika, memberikan peranan penting
dalam terciptanya budaya belajar yang terampil sesuai dengan tridharma
perguruan tinggi dan mampu mengikuti perubahan kebutuhan pasar. Materi
ajar merupakan pengetahuan dan aset Program Studi dimana di dalamnya
terdapat komposisi, porsi mata kuliah dan pencapaian mata kuliah. Pengaturan
porsi dan komposisi setiap mata kuliah disesuaikan dengan standar
kompetensi yaitu mengacu kepada silabus dan kurikulum yang berlaku.
Terdapat permasalahan dalam pengelolaan materi ajar saat ini yaitu materi
ajar masih dimiliki oleh masing-masing dosen dan belum menjadi milik
program studi, penyimpanan serta penyebaran (sharing) materi ajar di
lingkungan dosen masih membutuhkan waktu yang lama karena materi ajar
tidak mengupdate materi ajar secara teratur sehingga terdapat materi ajar
yang disampaikan tidak relevan dengan perkembangan teknologi yang ada.
Permasalahan tersebut membuat ketua program studi kesulitan melakukan
monitoring materi ajar terhadap pemutakhiran materi dan kesesuaian materi
ajar dengan silabus dan kurikulum.
Materi ajar merupakan pengetahuan bagi suatu perguruan tinggi yang
dapat diproses, diolah dan didistribusikan dengan memanfaatkan knowledge
management system. Knowledge Management System merupakan suatu sistem
yang mampu melakukan klasifikasi terhadap pengetahuan yang ada,
bagaimana pengetahuan tersebut mudah digunakan (Disseminate Knowledge),
bagaimana menyimpan pengetahuan (store Knowledge), bagaimana
memelihara pengetahuan (Manage Knowledge), bagaimana menciptakan
pengetahuan (Create Knowledge), bagaimana memperbaharui pengetahuan
(Capture Knowledge) dan bagaimana pengetahuan yang ada disusun dalam
suatu pohon pengetahuan (Refine Knowledge). Dalam hal ini portal knowledge
management system merupakan salah satu wahana untuk mempermudah dan
mempercepat proses berbagi pengetahuan, keahlian, pengalaman dan
kolaborasi terkait materi ajar antar dosen dengan pendekatan knowledge
managementSystem.
Text mining merupakan proses pengambilan data berupa teks dari sebuah
sumber dalam hal ini sumbernya adalah dokumen. Dengan text mining dapat
dicari kata-kata kunci yang dapat mewakili isi dari suatu dokumen lalu
kunci yang telah dibuat untuk menentukan atau memilah kategori suatu
dokumen. Sedangkan proses pengukuran tingkat similaritas antar dokumen
dilakukan dengan membandingkan suatu kata kunci dengan dokumen. Kata
kunci yang digunakan didapat dari proses ekstraksi dokumen pada proses
pemilahan kategori dokumen.
Agar hasil pengukuran tingkat similaritas dokumen dengan kata kunci
mendapatkan hasil yang optimal maka digunakan algoritma text mining
dimana dalam prosesnya digunakan algoritma TF-IDF (Term Frequency –
Inversed Document Frequency dan VSM (Vector-Space Model) dari IR
(Information Retrieval) model untuk mencari nilai Cosine (menghitung nilai
cosinus sudut antara dua vector) sebagai pengukur tingkat similaritas antara
dokumen dengan keyword yang didapat dari ekstraksi teks pada dokumen.
Metode VSM ini memiliki model yang sederhana karena merupakan aljabar
linear, memiliki Term Weigth tidak biner, Memungkinkan menghitung
berkelanjutan secara bersamaan antara query dan dokumen, Perangkingan
dokumen lebih relevan, adanya peringkat pengambilan informasi,
menampilkan referensi yang sesuai kebutuhan dan memungkinkan
pencocokan parsial.
Berdasarkan permasalahan yang ada di Program studi Teknik informatika
terkait dengan pengelolaan materi ajar tersebut, maka dibutuhkan suatu model
portal sebagai wahana sharing, kolaborasi dosen, monitoring materi ajar
terhadap pemutakhiran dan kesesuaian materi terhadap standar pengelolaan
1.2.Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang permasalahan yang terjadi, maka hal yang dapat
diidentifikasi dalam penelitian ini adalah bagaimana membuat model portal
knowledge management dengan pengelolaan materi ajar menggunakan text mining
dan vector space model .
1.3.Tujuan dan Manfaat Penelitian 1.3.1. Tujuan dari penelitian ini adalah:
1. Untuk mendapatkan model portal dengan menggunakan pendekatan
knowledge management system.
2. Untuk mendapatkan model pengelolaan materi ajar berbasis Knowledge
management system sebagai rekomendasi model yang effisien dan
seimbang berdasarkan standar pengelolaan materi ajar di Program studi
Teknik Informatika.
3. Untuk membantu pihak program studi dalam melakukan monitoring
materi ajar terhadap pemutakhiran materi, dan kesesuaian materi ajar
setiap mata kuliah terhadap silabus dan kurikulum yang mengacu kepada
standar computing curricula rumpun informatika APTIKOM.
4. Mendukung penggunaan, pemanfaatan dan pembuatan pengetahuan
(materi ajar) di Teknik Informatika Unikom dengan menerapkan Text
Mining dan Vector Space Model.
5. Model portal dan pengelolaan materi ajar yang dibangun selaras dengan
1.3.2. Manfaat dari penelitian yang dilakukan:
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan model sharing
pengetahuan yang terdapat pada materi ajar dan rekomendasi model yang
effisien untuk pengelolaan materi ajar berbasis knowledge management
system sehingga dapat mempermudah pihak Program Studi dalam monitoring
materi ajar terhadap kesesuaian dengan silabus dan kurikulum.
1.4.Pembatasan Masalah dan Asumsi
Pembatasan masalah dilakukan agar penelitian tidak menjadi terlalu luas dan
menyimpang dari tujuan semula, meliputi yaitu:
1. Penelitian Model pengelolaan materi ajar berbasis knowledge management
system ini mengambil studi kasus di Program Studi Teknik Informatika,
UNIKOM.
2. Pengembangan Model portal KM menggunakan 10 steps KM road map
dengan pembatasan fase yang digunakan yaitu hanya fase 1 sampai fase 2,
tahap 1 sampai tahap 6 mengacu pada kebutuhan program studi yaitu
rekomendasi berupa bentuk model portal dan pengelolaan materi ajar
sehingga untuk menghasilkan sebuah model lebih tepat menggunakan
sampai fase 2 dan tahap 6 dari 10 steps KM road map.
3. Model yang dihasilkan merupakan rekomendasi untuk wahana sharing
knowledge materi ajar dan monitoring pengelolaan materi ajar di Program
Studi Teknik Informatika
5. Penggunaan keyword sebagai representasi konten
6. Standar silabus mengacu pada kurikulum rumpun ilmu informatika
computing curricula taxonomy, APTIKOM dan kurikulum yang berjalan
di Program studi Teknik informatika.
7. Algoritma TF/IDF (Term Frequency-Inversed Document Frequency) dan
algoritma Vector Space Model dari IR (Information Retrieval) model
untuk mencari cosine sebagai pengukur tingkat similaritas antara dokumen
dengan keyword.
8. Penggunaan Algoritma Nazief & Andrian pada proses Stemming.
9. Mengatur knowledge dalam struktur bahasa Indonesia.
10. Text mining digunakan untuk pengkategorian dan pencarian
11. Mendukung format file Text dalam pengelolaan materi ajar
1.5.Sistematika Penulisan
Dalam penelitian ini, pembahasan akan dibagi kedalam beberapa bab untuk
memperoleh gambaran yang jelas dan terstruktur. Sistematika penulisannya
adalah sebagai berikut:
BAB I PENDAHULUAN
Pada bab ini menceritakan latar belakang masalah, identifikasi masalah, tujuan
dan manfaat penelitian, pembatasan masalah dan asumsi, serta sistematika
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
Pada bab ini berisi tentang landasan teori yang menjadi dasar dalam penelitian
ini yang meliputi: definisi pengetahuan, konsep dan definisi knowledge
management system, karakteristik aktivitas knowledge management, pendekatan
knowledge management system, peranan tujuan dan manfaat KM, pembentukan
dan pengembangan pengetahuan, sarana dan infrastruktur pengembangan
pengetahuan, 10 roadmap knowledge management, peranan penyimpanan
pengetahuan, portal knowledge managemet system, CKO (Chief Knowledge
Officer), Point of view knowledge managemet system, materi ajar, portal
knowledge management, text mining, Vektor Space Model dan
penelitian-penelitian terdahulu.
BAB III OBJEK DAN METODOLOGI PENELITIAN
Pada bab ini menguraikan tentang metodologi penelitian yang mencakup
materi dan sasaran penelitian, metode penelitian, variabel penelitian, teknik
analisis data, waktu dan lokasi penelitian.
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Pada bab ini menjelaskan mengenai hasil penelitian dan pembahasan yaitu analisis
masalah, perancangan model portal KM dan pengelolaan materi ajar mengacu
kepada 10 tahap perancangan KM dengan pembatasan penggunaan fase dan tahap
yang sudah ditentukan meliputi; tahap perencanaan, tahap identifikasi dan
analisis termasuk analisis metode Algoritma TF/IDF (Term Frequency-Inversed
Document Frequency) dan algoritma Vector Space Model dari IR (Information
antara dokumen dengan keyword, tahap desain KMS (desain arsitektur model
portal KMS). Pembuatan model pengelolaan materi ajar yaitu meliputi data
preparation, information extraction, pengaturan kata kunci/keywords, dan
menentukan perhitungan tingkat similaritas isi materi ajar terhadap silabus.
Monitoring materi ajar terhadap pemuktahiran materi dan penyesuaian materi ajar
terhadap silabus pembelajaran.
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
Bab ini merupakan bab penutup yang berisi kesimpulan dan saran yang telah
71 BAB III
OBYEK DAN METODOLOGI PENELITIAN
3.1. Tinjauan Organisasi/Institusi
3.1.1. Profil Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM)
Pada tanggal 24 Desember 1998 berdasarkan Akte Notaris Leontine
Anggasurya, SH. Nomor 36, Hj. Lasmayaa Olii mendirikan Yayasan Science dan
Teknologi. Yayasan ini mendirikan Universitas Komputer Indonesia disingkat
UNIKOM berdasarkan Surat Keputusan Pengurus Yayasan Science dan
Teknologi Nomor 07/II/YST/2000.
UNIKOM secara resmi berdiri pada tanggal 8 Agustus 2000 berdasarkan Surat
Keputusan Menteri Pendidikan Nasional nomor 126/D/0/2000.
Awalnya dimulai pada bulan Juli tahun 1994 ketika didirikan Lembaga
Pendidikan Komputer Indonesia Jerman, disingkat LPKIG, bertempat di jalan
Dipati Ukur 102 Bandung. Dengan 1 ruang kelas berkapasitas 50 orang dan 1
laboratorium komputer dengan 25 unit komputer, Lembaga ini membuka program
pendidikan 1 tahun dengan 5 program studi yaitu Ahli Komputer Aplikasi Bisnis,
Ahli Komputer Keuangan & Perbankan, Ahli Komputer Akuntansi & Perpajakan,
Ahli Komputer Manajemen & Pemasaran dan Sekretaris Eksekutif. Jumlah
peserta pendidikan pada tahun pertama ini sebanyak 233 siswa.
Pada tahun kedua, 1995, dibuka jenjang pendidikan 3 tahun untuk memenuhi
animo siswa tahun pertama yang ingin memperdalam ilmunya, disamping
program studi baru, meliputi: Ahli Komputer Teknik Informatika, Ahli Komputer
Manajemen Informatika dan Sekretaris Eksekutif. Ruang kelas ditambah menjadi
2 buah dan laboratorium komputer menjadi 2 buah dengan jumlah siswa sebanyak
457 orang.
Pada tahun ketiga, 1996, dilakukan penambahan gedung kuliah baru bertempat
di jalan Dipati Ukur 116 (gedung FISIP sekarang), sekaligus pemindahan pusat
administrasi dan perkantoran. Digedung baru ini dilakukan penambahan 1(satu)
Lab. Komputer, 5(lima) Ruang Kuliah, Ruang Dosen dan Ruang Kemahasiswaan.
Jumlah siswa dari tahun 1996 hingga tahun 1998 bertambah dari 632 orang
menjadi 1184 orang.
Pada tahun kelima, 1998, dimulai pembangunan Kampus baru (Gedung
Rektorat /Kampus-1 sekarang) berlantai 6(enam) di jalan Dipati Ukur 114.
Pembangunan Kampus baru ini dapat diselesaikan pada bulan Agustus 1999,
sehingga pada awal perkuliahan bulan September 1999 telah dapat digunakan.
Mencermati dinamika peserta didik dan pengembangan Institusi kedepan, pada
tanggal 24 Desember 1998 dibentuklah Yayasan Science dan Teknologi dan
dilanjutkan dengan pengajuan pendirian STIMIK IGI dan STIE IGI ke DIKTI.
Pada bulan Juli 1999 STIE IGI diresmikan dengan keluarnya SK Mendiknas
no. 119/D/O/1999 dengan 5 program studi : Akuntansi S1, Manajemen S1,
Manajemen Pemasaran D3, Keuangan Perbankan D3 serta Akuntansi D3.
Pada bulan Agustus 1999 STIMIK IGI diresmikan dengan keluarnya SK
Manajemen Informatika D3, Teknik Komputer D3, Komputerisasi Akuntansi D3
serta Teknik Informatika D3.
Agar Sistem Pendidikan lebih Efisien, Efektif, Produktif dengan Struktur
Organisasi yang lebih baik, enam bulan kemudian dilakukan usulan ke DIKTI
untuk melakukan Merger kedua Sekolah Tinggi diatas menjadi Universitas.
Pada hari Selasa, tgl. 8 Agustus 2000 keluarlah SK MENDIKNAS no.
126/D/O/2000 atas Universitas Komputer Indonesia yang disingkat dengan nama
UNIKOM.Pada SK tersebut sekaligus diijinkan dibukanya 11 program studi baru
yaitu Teknik Komputer S1, Manajemen Informatika S1, Teknik Industri S1,
Teknik Arsitektur S1, Perencanaan Wilayah dan Kota S1, Ilmu Hukum S1, Ilmu
Komunikasi S1, Ilmu Pemerintahan S1, Desain Interior D3, Desain Komunikasi
Visual S1 dan Desain Komunikasi Visual D3.
Sejak berdirinya pada tahun 2000, setiap tahunnya UNIKOM menerima ±
2.000 mahasiswa baru. Terakhir pada tahun 2009 yang lalu diterima sebanyak
3.108 mahasiswa baru. Hingga tahun akademik 2009/2010 terdapat 6 Fakultas dan
23 Program Studi di UNIKOM dengan jumlah mahasiswa sebanyak 15.000 orang
yang berasal dari berbagai pelosok tanah air dan dari luar negeri yang sedang
menempuh pendidikan di UNIKOM.
3.1.2. Visi, Misi, dan Tujuan UNIKOM
UNIKOM sebagai sebuah organisasi/institusi pendidikan tinggi mempunyai
visi, misi, tujuan, dan motto sebagai berikut:
teknologi dan seni yang mendukung pembangunan nasional serta berorientasi
pada kepentingan masyarakat, bangsa dan negara.
Misi : Menyelenggarakan pendidikan tinggi ke arah masyarakat industri maju dengan sistem pendidikan yang kondusif, tenaga pengajar berkualitas dan
program-program studi berbasis pada teknologi informasi dan komputer dengan
mengoptimalkan sumber daya yang ada, kualitas dan manajemen mutu
berdasarkan prinsip Quality Is Our Tradition.
Tujuan : Menghasilkan ilmuwan dan berpikiran tinggi maju di bidangnya masing-masing, mahir menggunakan teknologi informasi dan komputer dalam
bekerja serta beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Motto :Quality is Our Tradition
3.1.3. Struktur Organisasi/Institusi UNIKOM
Untuk mendukung pelaksanaan teknis dan operasionalnya maka UNIKOM
menyusun struktur organisasi/institusi yang memiliki fungsi-fungsi dan
pelaksanaan proses yang mendukung pelaksanaan pendidikan. Adapun struktur
organisasi/institusi UNIKOM dapat dilihat pada Lampiran A. 3.1.4. Profil Program Studi Teknik Informatika (UNIKOM)
Pada tahun 1994, Ir. Eddy Suryanto Soegoto, M.Sc mendirikan Lembaga Pendidikan Komputer Indonesia Jerman ( LPKIG) untuk program pendidikan 1 tahun, menempati kampus Jl. Dipati Ukur No. 102. Di tahun ketiga, nama
Pada tanggal 24 Desember 1998 dibentuk Yayasan Science dan Teknologi yang dilanjutkan dengan Pengajuan ke Kopertis IV Jabar untuk pendirian STIE IGI dan
STMIK IGI.
Pada bulan Agustus 1999 keluar SK Mendiknas No. 143/D/O/1999 atas STIMK IGI dengan 5 Program Studi yaitu Teknik Informatika S1, Manajemen Informatika D3 & D1, Teknik Komputer D3 & D1, Teknik Informatika D3 & D1, Komputerisasi Akuntansi D3 & D1.
Mengantisipasi pesatnya perkembangan Teknologi Informasi, IPTEK, Era
Globaliasi dan Milenium ke-3 serta untuk memberikan yang terbaik bagi masa
depan mahasiswa/i nya, Yayasan Science dan Teknologi kemudian mengajukan
usulan ke DIKTI melalui Kopertis Wilayah IV Jabar untuk melakukan merger atas
kedua Sekolah Tinggi diatas untuk menjadi Universitas Komputer Indonesia .
Pada hari selasa, tanggal 8 Agustus 2000 keluar SK Mendiknas No. 126/D/O/2000 atas nama Akreditasi Universitas Komputer Indonesia, disingkat UNIKOM. Akreditasi Mendiknas atas UNIKOM disertai menetapkan kembali
status Terdaftar kepada Program Studi Teknik Informatika jenjang pendidikan
3.1.5. Visi, Misi, dan Tujuan Program Studi Teknik Informatika (UNIKOM)
Program Studi Teknik Informatika sebagai sebuah program studi suatu
organisasi/institusi pendidikan tinggi mempunyai visi, misi, tujuan, dan motto
sebagai berikut:
Visi : Visi program studi adalah “menjadi Program Studi Teknik Informatika yang unggul dan terdepan yang dapat menjawab tantangan perkembangan
Teknologi Informasi dan Komputer yang berkembang sangat pesat, mampu
menyediakan tenaga ahli kompeten, memiliki integritas kepribadian tinggi,
dan tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi secara
global serta berwawasan enterpreneur”.
Misi : Misi Program studi adalah menyelenggarakan Pendidikan Tinggi yang dapat menghasilkan lulusan berkualitas bidang Teknologi Informasi dan
Komunikasi yang berwawasan Teknologi Informasi dan Komunikasi dan
enterpreunership, serta siap bersaing secara global.
Melakukan kegiatan Penelitian dan pengembangan bidang Teknologi
Informasi dan Komunikasi terkini berdasarkan suatu roadmap yang jelas dan
berujung pada publikasi ilmiah dan/atau produk nyata. Melakukan berbagai
kegiatan pengabdian kepada masyarakat /industri sebagai upaya untuk
berkontribusi menyelesaikan problem nyata di masyarakat/industri.
Komputer, menghasilkan karya yang sesuai dengan kebutuhan, serta beriman
dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.
3.1.6.Struktur Organisasi Program Studi Teknik Informatika
Untuk mendukung pelaksanaan teknis dan operasionalnya maka Program
Studi Teknik Informatika menyusun struktur organisasi yang memiliki
fungsi-fungsi dan pelaksanaan proses yang mendukung pelaksanaan pendidikan.
Adapun struktur organisasi Program Studi Teknik Informatika dapat dilihat
pada Lampiran B.
3.2. Metode Penelitian
Metodologi penelitian yang digunakan antara lain :
3.2.1. Metode Pengumpulan Data: A. Data Primer
1. Wawancara (interview)
Pengumpulan data yang dilakukan dengan cara berkomunikasi langsung
dengan pihak terkait yaitu Dosen pengampu mata kuliah dan Ketua
Program studi Teknik Informatika sebagai kegiatan Preeleminary dalam
pengkajian masalah sebagai dasar kebutuhan model portal KMS dan
model komposisi materi ajar.
2. Observasi
Pengumpulan data melalui pengamatan dan pencatatan data secara
B. Data Sekunder
1. Studi Pustaka
Metode pengumpulan data dengan mencari data kepustakaan yang
menunjang. Kepustakaan tersebut berupa buku, jurnal ilmiah, e-book, dan
lain sebagainya yang ada kaitannya dengan penelitian.
2. Computing Curricula Taxonomy Framework: Kerangka Kurikulum
Rumpun Ilmu Informatika APTIKOM, dapat dilihat pada Lampiran C.
3.1.1.Diagram Alir Model Pengelolaan Materi Ajar pada Portal berbasis Knowledge Management System di Program Studi Teknik Informatika.
Alur penelitian yang dilaksanakan adalah:
1. Identifikasi masalah dan penggalian kebutuhan awal (preeleminary)
terhadap pengelolaan, monitoring dan sharing materi ajar di Program
studi Teknik Informatika.
2. Tinjauan kepustakaan sebagai langkah awal untuk memahami proses
penelitian tentang model portal dan pengelolaan materi ajar yang berbasis
knowledge management system dengan mempelajari literatur-literatur baik
terkait dengan penelitian seperti, Computing Curricula Taxonomy
Framework: Kerangka Kurikulum Rumpun Ilmu Informatika APTIKOM yang merupakan standar pengaturan porsi dan komposisi materi ajar dan
lain sebagainya.
3. Mengumpulkan data terkait penelitian pembangunan model portal dan
pengelolaan materi ajar berbasis knowledge management system melalui
proses wawancara dan observasi kepada responden yaitu para dosen
pengampu mata kuliah dan ketua program studi di lingkungan program
studi teknik informatika yang terkait dan relevan dengan penelitian.
4. Perancangan model portal knowledge management dan pengelolaan
materi ajar.
a. Model portal KM yang dibangun sesuai dengan arsitektur portal
dengan pembagian menjadi beberapa modul sesuai dengan
kebutuhan Program studi Teknik Informatika.
b. Pengelolaan materi ajar adalah melakukan pengecekan kesesuaian
materi ajar terhadap silabus atau kurikulum. Text mining digunakan
untuk pengkategorian dan pencarian, Algoritma TF/IDF (Term
Frequency-Inversed Document Frequency) dan algoritma Vector
Space Model dari IR (Information Retrieval) model untuk mencari
cosine sebagai pengukur tingkat similaritas antara dokumen
dengan keyword.
5. Tahapan pada perancangan model portal knowledge management dan
dimana yang digunakan hanya fase 1 sampai dengan fase 2 (tahap 1
sampai tahap 6) , pembatasan ini mengacu pada kebutuhan program studi
yaitu berupa bentuk rekomendasi model portal dan pengelolaan materi ajar
sehingga untuk menghasilkan sebuah model lebih tepat menggunakan
sampai fase 2 tahap 6 dari 10 steps KM road map .Tahapan tersebut
adalah:
5.1Fase 1: Evaluasi Infrastruktur, meliputi:
a. Tahap 1. Analisa infrastruktur yang ada
b. Tahap 2. Penyelarasan KM dengan strategi bisnis
5.2Fase 2: Analisis, desain dan pengembangan sistem, meliputi:
a. Tahap 3. Mendesain arsitektur KM dan menintegrasikan
infrastruktur yang ada.
b. Tahap 4. Audit dan analisa pengetahuan yang ada.
c. Tahap 5. Mendesain tim KM.
d. Tahap 6. Menciptakan cetak biru KM.
6. Memberikan rekomendasi berupa model portal knowledge management
dan pengelolaan materi ajar dalam hal tingkat kesesuaian materi ajar
terhadap silabus atau kurikulum/ perhitungan tingkat similaritas isi dari
materi ajar dengan silabus untuk digunakan dalam proses monitoring
bahan ajar di lingkungan Program Studi.
Pada Gambar 3.1. menjelaskan mengenai alur penelitian yang akan dilaksanakan :
Gambar 3.1. Alur Penelitian Model portal KM dan pengelolaan materi ajar.
Selesai Mulai
Telaah Dokumen Terkait
Studi Literatur Kajian Pustaka
Identifikasi masalah dan penggalian kebutuhan awal (preeleminary) terhadap pengelolaan, monitoring dan sharing materi ajar.
Pemetaan proses bisnis pada sistem yang sedang
Wawancara Observasi Pengumpulan Data
Perancangan model portal knowledge management dan pengelolaan materi ajar mengacu pada 10 steps KM road map sebagai baerikut: (Fase 1 sampai 2, tahap 1 sampai 6)
Analisa infrastruktur yang ada
Penyelarasan KM dengan strategi bisnis
Mendesain arsitektur KM dan menintegrasikan infrastruktur yang ada.
Audit dan analisa pengetahuan yang ada Mendesain tim KM
Menciptakan cetak biru KM
Rekomendasi portal KM dan pengelolaan materi ajar program Studi Teknik Informatika
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1. Analisis Masalah
Berdasarkan latar belakang yang sudah diuraikan, maka permasalahan yang
mendasari penelitian ini adalah:
1. Materi ajar masih dimiliki oleh masing-masing dosen dan belum menjadi
milik program studi.
2. Penyimpanan serta penyebaran (sharing) materi ajar masih membutuhkan
waktu yang lama karena materi ajar tidak tersimpan dalam suatu pohon
pengetahuan dalam suatu sistem.
3. Terdapat kesulitan monitoring dalam pengelolaan materi ajar yaitu
terhadap pemutakhiran materi dan perhitungan tingkat kesesuaian materi
ajar terhadap silabus atau kurikulum.
Untuk menyelesaikan masalah tersebut maka dibutuhkan suatu model
portal knowledge management dengan pengelolaan materi ajar di Program studi
Teknik Informatika.
4.2. Model Portal Knowledge Management dan Pengelolaan Materi Ajar Sesuai dengan metodologi dan 10 steps KM road map dimana yang
digunakan adalah Fase 1 sampai dengan Fase 2 untuk tahap 1 sampai 6 [Amrit
Tiwana, 1999], dalam hal ini akan dilakukan pengolahan data beserta analisis data
yang telah dikumpulkan dalam membuat rancangan mula knowledge management
dari unsur-unsur yang terlibat dalam pengelolaan materi ajar di Program Studi
Teknik Informatika.
4.2.1. Fase 1 Evaluasi Infrastruktur
Pada fase ini terdapat dua kegiatan utama yakni menganalisa infrastruktur
dan menyelaraskan knowledge management dengan strategi bisnis. Pada tahap
pertama melakukan analisis infrastruktur, merupakan kegiatan untuk menggali
pemahaman mengenai komponen yang membangun strategi dan kerangka
teknologi informasi yang akan digunakan dalam knowledge management. Analisis
infrastruktur dilakukan dengan mengidentifikasi infrastruktur yang tersedia,
melakukan evaluasi dan mengusulkan infrastruktur yang sesuai untuk penerapan
knowledge management. Hasil dari tahap ini adalah rekomendasi infrastruktur
meliputi spesifikasi perangkat keras, perangkat lunak, jaringan dan karakteristik
lingkungan pengguna yang sesuai dengan kebutuhan penerapan portal KM dan
pengelolaan materi ajar.
Tahap kedua dalam fase ini adalah menyelaraskan knowledge management
dengan strategi bisnis dilakukan untuk menghasilkan knowledge management
system yang sesuai dengan tujuan organisasi. Jika knowledge management
dibangun tanpa melihat tujuan bisnis organisasi, sebaik apapun knowledge
management tersebut maka tidak akan berfungsi dengan baik. Hasil dari tahapan
ini adalah pemetaan tujuan organisasi dalam hal ini visi dan misi organisasi
terhadap fungsi dari pengelolaan materi ajar digambarkan dalam hasil analisis
1. Tahap 1. Analisis Infrastruktur Teknologi Informasi 1.1 Analisis Perangkat Keras, Perangkat Lunak dan Jaringan
Tujuan mengidentifikasi “peta infrastruktur teknologi informasi” ini adalah
agar dapat memahami peran dari infrastruktur yang ada dan yang dibutuhkan
dalam pembangunan model portal KMS di Prodi Teknik Informatika terkait
pengelolaan materi ajar.
Saat ini Program Studi Teknik Informatika telah memiliki Local Area
Network (LAN) yang menghubungkan antar PC di lingkungan Prodi. LAN ini
telah dimanfaatkan untuk intranet dan internet. Skema atau struktur jaringan
komputer seperti terlihat pada gambar 4.2 menggambarkan arsitektur jaringan
komputer atau keterhubungan antar komputer dan lokasi yang termasuk dalam
jaringan di Prodi pada kondisi saat ini. Dari pemetaan tersebut terlihat bahwa
semua komputer berada dalam jaringan. Kaprodi dan juga semua dosen
mendapatkan akses komputer. Dengan kata lain sistem intranet Prodi Teknik
Informatika sudah terdistribusi dan terintegrasi, sehingga semua bagian dapat
mengakses data dan informasi secara mudah. Hanya masih terdapat beberapa
masalah terkait pengaksesan diantaranya kecepatan akses dan antarmuka sistem
integrasi, dimana kecepatan akses masih dinilai tidak stabil data rate ditemukan
tinggi ataupun terkadang rendah dan terkait dengan antarmuka sistem integrasi
melalui suatu software khusus dengan menggunakan satu antarmuka. Keberadaan
jaringan seharusnya dapat meningkatkan kenyamanan dan efisiensi dari
penggunaan resource. Resource yang dimaksud disini dapat berupa hardware
(CPU, printer, memory), program aplikasi, bahkan data, informasi dan
Knowledge. Dalam jaringan pengaksesan resouce Prodi perlu dipertimbangkan
pengaturan hak akses pengguna sesuai dengan tugasnya sehingga dapat
meningkatkan efisiensi dan efektivitas kerja. Gambar 4.1 berikut adalah gambar
arsitektur jaringan Prodi Teknik Informatika:
Router IF
R. Dosen Luar Biasa & Layanan DHCP IP Address Range: 192.168.2.180 – 254
Subnetmask: 255.255.255.0
Gambar 4.1. Arsitektur Jaringan Prodi Teknik Informatika
Infrastruktur portal KMS yang akan dirancang nantinya dapat
dimanfaatkan dan ditingkatkan. Artinya secara umum kondisi jaringan yang ada
saat ini di prodi sudah memenuhi untuk penerapan portal KMS hanya untuk
mendukung penerapan portal KMS tersebut diperlukannya peningkatan kestabilan
dalam kecepatan akses internet dan intranet dengan memperhatikan rata-rata
kebutuhan pengaksesan sesuai dengan student body Prodi Teknik Informatika
saat ini. Hal tersebut harus dipertimbangkan dengan penggunaan portal jika
diakses pada waktu bersamaan. Analisis terhadap pengaksesan aplikasi kuliah
online dan perwalian online dijadikan acuan untuk memperlihatkan rata-rata
kebutuhan kecepatan dan kestabilan akses internet dan intranet di Prodi Teknik
Informatika.
Prodi Teknik Informatika telah memiliki website Prodi, aplikasi kuliah
online, sistem perwalian online dan sistem lain yang berbasis web. Portal KMS
yang akan dirancang memiliki fungsi dari sisi pengguna dan sisi pengelolaan
materi ajar, dimana kebutuhan perangkat lunak disesuaikan dengan kondisi
fungsinya. Beberapa perangkat lunak yang dimiliki oleh Prodi dapat menjadi
komponen pendukung portal KMS yang akan dikembangkan, untuk itu
pemanfaatan secara optimal dan penambahan sistem sesuai dengan kebutuhan
organisasi, yaitu sebagai berikut:
a. Sistem lain bisa mendukung atau terintegrasi dengan portal KMS.
b. Pembuatan penyimpanan pada portal KMS (repository) yaitu
penyimpanan data, informasi dan knowledge dan lokasinya bekerja pada
Berikut pada tabel 4.1 adalah daftar infrastruktur (perangkat keras dan
perangkat lunak) yang ada di Prodi Teknik Informatika:
Tabel 4.1. Infrastruktur Teknologi Informasi
No Nama Infrastruktur TI Keterangan
1 Local area network 54 Mbps
2 Intranet Terbatas
3 Internet Terbatas
4 Windows XP
5 Microsoft Office
6 1 PC Server
7 6 PC desktop
8 20 Laptop
9 2 scanner
10 3 printer Kurang 2 buah printer
11 1 saluran telepon Ada
12 4 switch (16 port) Ada
13 1 Router Ada
14 1 Access Point Ada
Pada tabel 4.2 merupakan spesifikasi minimal kebutuhan perangkat keras dan
Tabel 4.2 Spesifikasi Perangkat Keras dan Perangkat Lunak No Perangkat Keras dan
Perangkat Lunak Spesifikasi
1. Prosessor Intel Core i3-2370 2,4Ghz
2. Memori 4Gb DDR3
3. Harddisk 500GB
4. Monitor 14”
5. Keyboard dan Mouse
6. Printer
7. Jaringan internet/intranet
8. Sistem Operasi Microsoft Windows
9. Bahasa pemrograman PHP 5.3.0
10. Web Server Apache (XAMPP 1.6.8)
11. Database server Mysql server 5
12. Browser Mozilla Firefox 9.0.1, Google Chrome
Secara umum spesifikasi perangkat lunak dan perangkat keras yang ada di prodi
sudah memenuhi minimal kebutuhan penerapan portal KMS.
Dalam sebuah sistem, pengguna adalah bagian yang penting. Karakteristik
pengguna menjadi dasar sebuah perancangan antarmuka/interface sistem.
Dalam portal KMS ini lingkungan pengguna yang terlibat adalah semua dosen
dalam lingkungan prodi yang memiliki kelas mengajar dan ketua program studi
untuk lingkup monitoring kesesuaian (similaritas) materi ajar dengan silabus
dan kurikulum. Tabel 4.3 berikut adalah gambaran karakteristik pengguna
yaitu karakteristik dosen pengampu mata kuliah yang memiliki kelas ajar yang
ada di Prodi Teknik Informatika dan ketua program studi dilihat dari kebutuhan
user interface sebuah sistem.
Tabel 4.3 Karakteristik Pengguna Dosen Pengampu dan Ketua Program Studi
No Karakteristik Kondisi Hasil
1. Pengetahuan penggunaan komputer
Mampu mengenal dan menggunakan komputer
Baik
2. Pengalaman sistem (system experience)
Mampu mengenal dan menggunakan sistem operasi pada komputer
Baik
3. Pengalaman aplikasi (application experience)
Mampu mengenal dan terbiasa menggunakan aplikasi
komputer.
Baik
4. Pengalaman terhadap tugas (Task experience)
Mampu melakukan pengelolaan materi (pembuatan, pemantauan, manipulasi atau update, dan penyebaran materi ajar.
Baik
Memiliki kelas mengajar sesuai dengan mata kuliah yang diampu.
Ya
5. Pendidikan (educational background)
Lulusan S1 dan S2 rumpun Informatika
6. Tingkat membaca Mampu membaca kalimat kompleks.
Baik
7. Keterampilan mengetik Mengenal alat masukan untuk mengetik dan mampu mengetik teks.
Baik
8. Pengetahuan bahasa Mampu menguasai
penggunaan bahasa Indonesia dan inggris
Baik
Sesuai dengan tabel 4.3 karakteristik pengguna dapat disimpulkan
karakteristik pengguna yang ada di lingkungan prodi sudah sesuai dengan
kebutuhan pengguna portal KMS. Sehingga bisa disimpulkan lingkungan
pengguna dalam portal KMS ini adalah semua dosen dalam lingkungan prodi
yang memiliki kelas mengajar dan ketua program studi untuk lingkup monitoring
dalam pengelolaan materi ajar. Pengelompokan atau grouping kelompok keilmuan
diasumsikan sebagai grouping mata kuliah yang diampu (dosen yang mengampu
mata kuliah yang sama dinilai sebagai satu group/ kelompok keilmuan). Tabel 4.4
berikut merupakan lingkungan pengguna portal KMS Program studi Teknik
informatika:
Tabel 4.4 Lingkungan Pengguna Portal KMS Teknik Informatika
Pengguna Tugas dan Tanggung Jawab (Bidang Pendidikan dan Pengajaran)
Hak Akses pada Portal KMS
Dosen Pengampu
3. Mengembangkan bahan pengajaran. attachment pada kegiatan pendidikan dan pengajaran. 2. Mengembangkan program
perkuliahan.
3. Mengembangkan bahan pengajaran. 4. Merencanakan, melaksanakan, dan
mengevaluasi program perkuliahan setiap semester
5. Mengevaluasi kinerja dosen melalui review beban kerja dosen setiap semester.
6. Menyusun jadwal perkuliahan setelah terlebih dahulu
mempertimbangkan masukan dari masing-masing dosen pengampu matakuliah
7. Melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan perkuliahan melalui pengecekan presensi dan berita acara perkuliahan
8. Mereview silabus/ SAP, Materi dan soal UAS yang dibuat oleh dosen 9. Menyiapkan instrumen dan media
1. Melakukan konfigurasi
evaluasi kinerja prodi.
Tahap 2. Penyelarasan KM Dengan Strategi Bisnis
Portal KMS yang akan dirancang dan dikembangkan harus selaras dengan
strategi organisasi agar benar-benar sesuai dengan kemampuan inti dari apa
yang diperlukan oleh organisasi.
Untuk lebih mudah dalam memahaminya dapat dilihat kerangka berfikir yang
diadaptasi dari model Michael Zack pada gambar 4.2. berikut:
Analisis eksternal
Apa yang harus dilakukan organisasi
Apa yang dapat dilakukan organisasi
Apa yang harus diketahui
Gambar 4.2. Penyelarasan KMS dengan strategi organisasi.
Penyelarasan dimulai dengan melakukan analisis SWOT sesuai dengan
Tabel 4.5 pada Prodi Teknik Informatika dan faktor-faktor yang menjadi
penentu keberhasilan organisasi, sehingga dapat ditentukan sasaran dan
strategi organisasi untuk mencapai sasaran tersebut.
Faktor kunci sukses Prodi Teknik Informatika terkait pengelolaan materi
ajar adalah sebagai berikut:
a. Adanya sumber/pedoman yang jelas yang digunakan setiap dosen
pengampu dalam pembuatan materi ajar.
b. Adanya silabus untuk setiap mata kuliah dan kurikulum yang berjalan
sebagai acuan kegiatan belajar mengajar di Prodi.
c. Silabus perkuliahan setiap mata kuliah terekam pada sitem perwalian
online.
d. Adanya perangkat, prasarana ataupun media yang memenuhi untuk
pembuatan materi ajar yang dimiliki masing-masing dosen pengampu.
e. Adanya koordinasi antar dosen pengampu melalui tim kelompok
keilmuan dalam pembuatan materi ajar
f. Dosen pengampu mata kuliah menyampaikan materi menggunakan
perangkat kegiatan belajar mengajar yang lengkap.
g. Dosen pengampu mata kuliah menyampaikan materi telah menggunakan
h. Telah terbentuknya tim kurikulum, yang bertugas melakukan verifikasi
kurikulum.
i. Materi ajar telah disimpan pada suatu tempat penyimpanan oleh
masing-masing dosen pengampu.
j. Dosen pengampu mata kuliah selalu mengisi daftar bahasan materi yang
disampaikannya pada setiap pertemuan yang dilakukan di kelas.
k. Prodi telah memiliki sistem pengawasan untuk badan penjaminan mutu
terkait dengan penyampaian materi dosen pengampu untuk setiap
Lingkungan Strategik Internal
No Komponen Strenght Weakness
1
2
Pembuatan materi ajar
Penyampaian materi ajar
Adanya materi ajar yang dibuat oleh para dosen pengampu mata kuliah. Adanya kurikulum 2007
dan 2010 yang berjalan di Prodi
Adanya silabus untuk setiap mata kuliah Koordinasi antar dosen
pengampu melalui tim kelompok keilmuan dalam pembuatan materi ajar.
Belum adanya monitoring prodi terhadap pembuatan materi ajar dan kesesuaian materi dengan silabus.
Belum semua dosen memahami penjabaran kurikulum
Silabus yang ada belum memiliki standar pembuatan silabus.
Tidak ada aturan yang jelas dalam pembentukan tim kelompok keilmuan
Koordinasi antar dosen pengampu dalam tim kelompok keilmuan belum optimal
3 Penyimpanan dan
pemutakhiran materi ajar
Materi ajar disampaikan menggunakan perangkat kegiatan belajar mengajar yang lengkap.
Materi ajar disampaikan dengan metode
pembelajaran yang digunakan dosen pengampu.
Materi ajar tersimpan pada tempat penyimpanan
Adanya daftar bahasan materi dosen pengampu untuk setiap pertemuan di kelas.
Materi ajar disimpan oleh masing-masing dosen pengampu.
perangkat mengajar yang sudah disediakan Adanya dosen yang mengajar tidak sesuai dengan
metode pembelajaran
Tidak ada pengelolaan dalam penyimpanan materi ajar.
Riwayat materi ajar (update dan tambah) tidak tercatat dengan baik.
Tempat penyimpanan materi ajar tidak terpusat. Pemutakhiran materi ajar dilakukan sesuai dengan
4 Monitoring materi ajar Monitoring terkait materi dan pertemuan dosen pengampu tidak dilakukan secara rutin (hanya dilakukan jika dibutuhkan saja).
Parameter yang digunakan pada proses monitoring tidak jelas.
Evaluasi yang dilakukan berdasarkan hasil monitoring tidak jelas.
Lingkungan Strategik Eksternal
No Komponen Opportunity Threats
1 Pembuatan materi ajar Adanya workshop kurikulum dimana bisa didapatkan gambaran dalam penyusunan kurikulum yang sesuai. Telah terbentuk bagian
penjaminan mutu sehingga materi ajar yang telah dibuat dosen pengampu akan
diverifikasi
kesesuaiannya terhadap silabus.
Adanya perbedaan standar yang digunakan dalam menyusun silabus
pengampu
memanfaatkan sarana prasarana yang disediakan untuk penyampaian materi ajar.
Adanya tim kelompok keilmuan dimanfaatkan untuk sharing
pengetahuan dosen pengampu dalam penyampaian materi ajar.
Adanya kuliah online dimana materi dosen pengampu mengirim materi ajar untuk mahasiswa.
dilakukan dengan rutin
Tim kelompok keilmuan tidak bertahan lama karena prosedur koordinasi tidak jelas.
3 Penyimpanan dan
pemutakhiran materi ajar
Adanya repository Unikom yang digunakan untuk menyimpan data Skripsi.
Tabel 4.6. Strategi Analisis Komponen AL Internal
AL Eksternal
S
1. Adanya kurikulum 2007 dan 2010 yang berjalan.
2. Adanya materi ajar yang dibuat oleh masing-masing dosen mengacu pada silabus dan kurikulum.
W
1. Belum semua dosen memahami jabaran kurikulum 2007 dan 2010. 2. Adanya perbedaan standar yang
digunakan dalam penyusunan silabus.
Pembuatan materi ajar
1. Banyak silabus dan kurikulum PT lain di internet yang digunakan dalam pembuatan materi ajar masing-masing dosen.
SO
1. Adanya validasi dan sharing kurikulum
1. Kelompok keilmuan mengadakan penyusunan silabus secara bersama. 2. Program studi mensosialisasikan
studi dalam lingkup
pembelajaran PT lain yang bisa diunduh melalui internet. 2. Banyak materi ajar yang
belum sesuai dengan kebutuhan Prodi.
ST 1. Mengadakan studi
banding ke PT lain yang sejenis untuk mempelajari pengelolaan materi
WT 1. Memberikan motivasi dan
pemahaman kepada seluruh dosen Prodi mengenai jabaran kurikulum dengan melibatkan PT sejenis. 2. Memberikan motivasi inovasi dalam
pembuatan materi ajar terhadap dosen pengampu dalam mengatasi ketidak sesuaian dengan kebutuhan Prodi.
Penyampaian materi ajar
S
1. Adanya tim keilmuan dimanfaatkan untuk sharing pengetahuan dosen pengampu dalam
W
2. Adanya aplikasi kuliah online sebagai sarana penyampaian materi secara online.
update materi pada aplikasi kuliah online.
1. Banyak materi yang bisa diunduh mahasiswa dari
1. Pembuatan prosedur koordinasi yang jelas dalam kelompok keilmuan dan diatur prodi.
2. Monitoring prodi terhadap penyampaian materi sesuai
perkembangan teknologi informasi.
1. Banyaknya e-learning PT lain sebagai wadah online dalam penyampaian materi ajar
1. Memberikan pemahaman kepada dosen pengampu terhadap kebutuhan koordinasi antar dosen pengampu dalam penyampaian materi.
dan
1. Prodi tidak memiliki tempat penyimpanan terpusat terkait pengelolaan materi ajar.
2. Terdapat materi ajar yang disimpan di kuliah online yang tidak ter update. 3. Tidak ada monitoring Prodi dalam
pemutakhiran materi ajar masing-masing dosen pengampu.
1. Adanya sistem kuliah online sebagai wadah penyimpanan materi ajar dan sharing materi.
1. Memberdayakan kelompok keilmuan dalam sharing materi ajar dan
pemutakhiran materi 2. Secara kontinu melakukan
media sharing materi ajar. 2. Internet dijadikan acuan
dalam proses pemutakhiran
1. Prodi menyediakan tempat penyimpanan terpusat untuk melakukan pengelolaan materi terintegrasi dengan system lain yang terkoneksi internet.
Tabel 4.7. Faktor Penentu Keberhasilan
Komponen Strategi Visi Misi Faktor Penentu
1. Kelompok keilmuan
4. Adanya motivasi dan inovasi dosen dalam pembuatan materi ajar. ST:
dalam mengatasi
3. Adanya inovasi cara penyampaian materi
terhadap cara
1. Materi ajar tersimpan dalam bentuk pohon materi dalam suatu repository.
akan mudah dilakukan. WO:
1. Secara kontinu melakukan pemutakhiran materi ajar yang tersimpan pada sistem kuliah online. ST:
1. Internet dimanfaatkan untuk menyimpan dan mendukung pemutakhiran materi
WT:
1. Prodi menyediakan tempat
melakukan
pengelolaan materi terintegrasi dengan sistem lain yang terkoneksi internet.
Tabel 4.8. Tujuan, sasaran dan Kebijakan
Tujuan Sasaran Kebijakan
1. Menciptakan wadah dan
mengembangkan pengelolaan materi ajar dalam proses pembuatan,
penyampaian, penyimpanan dan pemutakhiran materi ajar .
2. Melakukan monitoring terhadap materi ajar sebagai aset Program studi terhadap kesesuaian dengan silabus dan kurikulum yang digunakan.
Materi ajar sebagai asset Program studi terpelihara dan terpantau dengan baik dimana pengelolaannya dilakukan dalam suatu wadah (sistem) sebagai alat pendukung KBM untuk
menghasilkan lulusan yang berkualitas.
1. Memperhatikan kualitas materi ajar dan pengelolaannya.
Hasil dari analisis SWOT yang telah dilakukan, maka terdapat sejumlah
tantangan yang harus dihadapi Prodi sebagai berikut:
a. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang cepat.
b. Banyaknya perguruan tinggi lain yang telah memiliki pengelolaan
materi ajar yang baik.
c. Tuntutan dosen pengampu mata kuliah untuk menjaga kualitas
materi ajar.
Dengan mempertimbangkan hasil analisis SWOT yang telah dilakukan,
maka strategi Prodi Teknik Informatika untuk mencapai sasarannya adalah
sebagai berikut:
a. Memanfaatkan secara maksimum seluruh sumber daya dan
jaringan yang dimiliki, baik di dalam maupun luar Prodi untuk
pengembangan SDM Prodi dalam hal ini dosen pengampu.
b. Memiliki sistem informasi yang diselaraskan dengan stategi yang
sesuai dengan perkembangan teknologi informasi, untuk
mendukung kelancaran pelaksanaan tugas.
c. Menggunakan perencanaan terbaik dan aplikatif dalam
mengantisipasi perubahan sesuai perkembangan teknologi
informasi dan komunikasi..
Strategi tersebut harus diterjemahkan menjadi hal-hal yang harus
4.2.2 Fase 2 Analisis KMS, Desain dan Pengembangan
Pada fase kedua ini terdiri dari lima tahap yaitu tahap tiga sampai tahap tujuh
dari kegiatan desain hingga pembangunan knowledge management system.
Batasan dalam penelitian ini adalah tahap yang digunakan tahap tiga sampai tahap
enam. Berikut adalah penjelasan dari masing-masing kegiatan dalam fase kedua
ini.
Pada tahap ketiga ini yakni KM arsitektur dan desain adalah bagaimana kita
harus memilih dan menyeleksi komponen infrastruktur yang menunjang
knowledge management system. Pilihan pertama dalam pemilihan landasan
kolaborasi adalah bisa menggunakan aplikasi standar yang banyak digunakan
secara bebas misalnya web. Pada tahap keempat knowledge audit dan analisis,
langkah ini terkait dengan bagaimana mengetahui apa yang telah diketahui oleh
organisasi. Untuk menemukan apa yang telah diketahui oleh organisasi maka
diperlukan audit pengetahuan dalam hal ini pengetahuan dalam pengelolaan
materi ajar. Setelah menentukan akan mengaudit pengetahuan organisasi maka
perlu dibentuk tim khusus untuk melakukan penilaian awal terhadap asset
pengetahuan yang terdapat di organisasi dengan mengidentifikasi baik kekuatan
dan kelemahan. Langkah kelima adalah membangun knowledge management tim,
disini KM tim akan dibentuk yang akan bertugas untuk mendesain, membangun,
mengimplementasikan, dan menempatkan knowledge management system. Untuk
mendesain KM tim harus mampu mengidentifikasi para pemangku kepentingan
manusia yang dibutuhkan untuk kesuksesan proses pembangungan knowledge
management system. Untuk ukuran tim KM yang ideal tidak bisa ditentukan
dengan jumlah sumber daya manusia secara tepat, namun jumlah sumberdaya
manusia yang terlibat harus mampu melaksanakan tugas sesua dengan tugas yang
diberikan.
Pada langkah keenam membuat KM system blueprint, setelah tim
pembangun system KM terbentuk selanjutnya adalah membuat blueprint yang
menyediakan rencana untuk membangun knowledge management system.
4.2.2.1Tahap 3. Mendesain Arsitektur KM dan Mengintegrasikan infrastruktur yang ada
Pada tahap mendesain arsitektur KM dan mengintegrasikan
infrastruktur yang ada dilakukannya pembangunan arsitektur model portal
KM dan integrasi model dibangun terhadap usulan infrastruktur yang
dihasilkan dari analisis yang sudah dilakukan.
1. Arsitektur Model Portal Knowledge Management dan Pengelolaan Materi Ajar
Secara umum model portal dan pengelolaan materi ajar yang
Gambar 4.3 Arsitektur Model Portal dan Pengelolaan Materi Ajar
Sistem perwalian
Online INPUT DATA
Pembacaan dari Vector Space Model, TF/IDF
Output Portal dan Perhitungan Similaritas Dokumen Pengelolaan indikator
Monitoring Terhadap Range Hasil
1. Pohon Pengetahuan dari Materi Ajar 2. Hasil Monitoring kesesuaian Materi Ajar
terhadap Silabus
Analisa Text Mining, Vector Space Model, TF/IDF
1. Ekstrak Teks / File 2. Penghilangan Stop words 3. Pengubahan kata ke huruf
kecil 4. Stemming
5. Perhitungan Frekuensi Kata (TF)
6. Pembuatan File index 7. Pembuatan Model Ruang 1. Pemilihan Identitas Kelas
Mengajar Dosen 2. Pemilihan Kelompok
Secara garis besar arsitektur model portal dan pengelolaan materi ajar
yang dibangun terdiri dari 4 modul yaitu:
1. Modul Input Data
Modul ini berguna untuk mengatur input data. Modul ini terdiri dari
beberapa proses yaitu:
a. Pembacaan Data dari Database
Proses ini berguna untuk melakukan pembacaan data yang
bersumber dari suatu database, dalam hal ini bersumber dari
database sistem perwalian online berkaitan dengan data
silabus.Pembacaan dilakukan dengan melakukan query data
ke database tersebut.
b. Pembacaan Data dari File
Proses ini berguna untuk melakukan pembacaan data dari
file. Format file yang bisa dibaca adalah file text.
2. Modul Proses Knowledge Management System (KMS)
Modul ini berguna untuk mengelola proses KMS pada portal. Ada
beberapa proses yang ada dalam modul ini, yaitu:
a. Create Knowledge
Proses ini berguna untuk pembuatan pengetahuan baru ssuai
dengan pohon pengetahuan yang telah ada.
b. Capture Knowledge
Proses ini berguna untuk memperbaharui materi ajar yang
c. Refine Knowledge
Proses ini berguna untuk melakukan pengaturan pengetahuan
dalam hal ini materi ajar yang telah dibuat, diatur dalam
suatu pohon pengetahuan sehingga materi ajar mudah untuk
ditemukan kembali jika diperlukan.
d. Store Knowledge
Proses ini berguna untuk melakukan penyimpanan semua
materi yang telah dibuat dalam suatu repository.
e. Manage Knowledge
Proses ini berguna untuk pengaturan pembuatan materi ajar
dalam suatu Knowledge Management System Process, supaya
mudah dalam melakukan konfigurasi pohon pengetahuan dari
materi ajar (KM Tree), pencarian materi ajar (searching) serta
menampilkan materi ajar yang telah ada ( reporting).
f. Disseminate Knowledge
Proses ini berguna untuk penyimpanan materi ajar dalam
suatu format yang mudah digunakan semua user, selain itu
dimungkinkan juga user untuk menambahkan attachment
pada suatu materi ajar.
g. Sharing Knowledge
Proses ini berguna untuk mengatur proses sharing atau
(dosen pengampu) dengan memperhatikan proses pemilihan
identitas kelas mengajar dosen artinya untuk bisa melakukan
sharing materi dosen pengampu harus melakukan pemilihan
riwayat kelas mengajar dosen yang bersangkutan dan
pemilihan kelompok mata kuliah (grouping mata kuliah)
yaitu dosen pengampu melakukan pemilihan kelompok mata
kuliah yang akan dishare sesuai dengan mata kuliah yang
diampunya. Hal ini dilakukan sebagai batasan pengguna
dalam lingkup sharing merupakan dosen pengampu mata
kuliah.
h. Monitoring Knowledge
Prosen ini berguna untuk melakukan pengolahan monitoring
yaitu dimulai dengan pengolahan indikator monitoring,
penentuan range dan hasil monitoring terhadap materi ajar
setiap mata kuliah untuk setiap dosen pengampu. Proses ini
berhubungan dengan analisa pengolahan text mining, vector
space model dan TF/IDF untuk melakukan pembacaan hasil
perhitungan tingkat similaritas sebagai dasar proses
monitoring kesesuaian materi ajar terhadap silabus.
3. Modul Inisialisasi Proses Perhitungan Similaritas Materi Ajar
Modul ini berguna untuk mengelola proses perhitungan similaritas
materi ajar dengan silabus, pengolahan proses text mining, vector
proses text mining, vector space model dan TF/IDF yang akan
dilakukan. Proses ini mempunyai hubungan ke modul input data
untuk melakukan pembacaan data, modul analisa text mining, vector
space model dan TF/IDF, dan modul output monitoring untuk
melakukan penyimpanan hasil kemiripan dan kesesuaian materi ajar
dengan silabus.
4. Modul Analisa Text Mining, Vector Space Model, TF/IDF
Modul ini berguna untuk melakukan proses peritungan tingkat
similaritas dengan menggunakan algoritma Vector Space Mode dan
TF/IDF. Modul ini terdiri dari beberapa proses yaitu:
a. Mengekstrak teks
b. Menghilangkan stop words
c. Ubah semua kata ke huruf kecil
d. Stemming
e. Menghitung frekuensi kata dari isi dokumen (TF)
f. Membuat file index
g. Membuat model ruang vector
h. Menghitung inverse document frequency
i. Menghitung bobot dari setiap kata (TF*IDF)
j. Normalkan semua dokumen ke panjang unit
5. Modul Output data portal KMS dan pengelolaan materi ajar (Text