• Tidak ada hasil yang ditemukan

TA : Perancangan Iklan TVC Perumahan Cerme Square Residence Dengan Teknik Animasi 3D Sebagai Upaya Meningkatakan Brand Awareness.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "TA : Perancangan Iklan TVC Perumahan Cerme Square Residence Dengan Teknik Animasi 3D Sebagai Upaya Meningkatakan Brand Awareness."

Copied!
137
0
0

Teks penuh

(1)

PERANCANGAN IKLAN TVC PERUMAHAN CERME

SQUARE RESIDENCE DENGAN TEKNIK ANIMASI 3D

SEBAGAI UPAYA MENINGKATAKAN BRAND AWARENESS

TUGAS AKHIR

Program Studi

S1 Desain Komunikasi Visual

Oleh:

AL LUKMAN ARIF PRAYOGA 12420100079

FAKULTAS TEKNOLOGI DAN INFORMATIKA

(2)

vii ABSTRAK

Tujuan dari perancangan iklan TVC perumahan Cerme Square Residence adalah untuk meningkatkan kesadaran dan memudahkan masyarakat untuk melakukan kebutuhannya. Penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian kualitatif yang akan melakukan wawancara, observasi, dokumentasi, dan literasi untuk merumuskan konsep iklan TVC. Analisis data menggunakan beberapa tahapan, yaitu reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Setelah data dianalisis, ditemukan konsep desain atau keyword dari perancangan iklan TVC yaitu “Lives”. Deskripsi dari “Lives” adalah adanya sebuah kehidupan pada kawasan Cerme Square Residence. Konsep “Lives” ini mucul dikarenakan media promosi yang

sebelumnya belum mempunyai konsep atau tidak memiliki keseragaman konsep yang menyebabkan tingkat awareness menjadi rendah. Konsep “Lives” bertujuan

untuk mewujudkan sebuah kawasan yang memiliki kehidupan, aktivitas, dan kegiatan. Artinya, konsep “Lives” diharapakan menjadi sebuah kawasan Cerme Square Residence yang memudahkan masyarakat untuk melakukan aktivitasnya. Yang berarti dengan adanya kawasan Cerme Square Residence masyarakat sekitar Cerme tidak lagi harus pergi jauh ke pusat Kabupaten Gresik. Untuk itu konsep “Lives” memberikan suatu gambaran tentang kemudahan yang didapatkan

(3)

x

2.3 Perumahan Cerme Square Residence ... 15

(4)
(5)

4.2 Studi Eksisting ... 48

4.3 Segmentasi, Targeting, Positioning (STP) ... 50

(6)

1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Perumahan Cerme Square Residence merupakan sebuah hunian yang terletak di daerah desa Cerme, Kabupaten Gresik. Cerme Square Residence di bangun oleh developer PT. Sukses Kreasi Bersama, yang diunggulkan dari perumahan tersebut ialah menciptakan sebuah kawasan yang lengkap seperti tempat pertokoan, komersial, supermarket, dan hunian. Permasalahan yang didapati adalah perumahan Cerme Square Resedence tersebut telah melakukan promosi dengan media-media yang digunakan, hanya saja promosi yang dilakukannya kurang kuat berdampak pada Cerme Square Residence. Berangkat dari permasalahan tersebut tujuan dari penelitian ini untuk merancang iklan TVC perumahan Cerme Square Residence dengan teknik animasi 3D sebagai upaya menciptakan Brand

Awareness.

Kawasan Cerme merupakan daerah yang dianggap sebagai daerah pedesaan dan letaknya jauh dari pusat manapun. Maka dari itu perumahan Cerme Square Residence menawarkan sebuah kawasan yang dapat memenuhi keinginan masyarakat sekitar, tetapi juga bisa membuat orang di luar kawasan cerme pun tertarik untuk datang ataupun membeli salah satu hunian tersebut.

(7)

di daerah Cerme memiliki tempat yang potensial, hanya saja apa yang diharapkan oleh pihak Cerme Square Residence kurang terpenuhi. Di dalam media promosi ini salah satu yang di gunakan adalah media TVC, menggunakan TVC mungkin akan lebih membantu untuk mempromosikan Cerme Square Residence karena yang dijangkau lebih luas. Video TVC tersebut akan di beritakan melalui TV lokal.

Dalam perancangan iklan TVC Cerme Square Residence, akan menggunakan teknik animasi 3D. animasi 3D adalah animasi yang berwujud 3 dimensi. Meskipun bukan wujud 3D yang sebenarnya, yaitu bukan sebuah objek 3D yang dapat anda sentuh dan rasakan wujud fisiknya, namun dalam wujud 3D dalam layar kaca 2D (media layar TV, bioskop, komputer, proyektor, dan media sejenisnya). (Aditya 2009: 14)

Keunggulan dari menggunakan animasi 3D adalah video tersebut terlihat sangat real dengan aslinya, dan hasil yang diberikan lebih menarik. Mulai dari material – material yang digunakan, texture, efek – efek cahaya buatan, dan yang lainnya.

(8)

Didalam Cerme Square Residence akan menghadirkan sebuah kawasan untuk memenuhi apa yang diinginkan oleh masyarakat, terutama bagi masyarakat cerme, selain di bangun hunian, Cerme Square Residence juga bakal di bangun sebuah rumah toko/pertokoan dengan gaya modern, serta akan memiliki sebuah tempat hiburan bagi keluarga seperti di buatnya danau buatan. Danau buatan tersebut tidak hanya sekedar danau, tetapi akan ada tempat permainannya, dan juga bakal ada seperti gazebo untuk bersantai.

Dalam hal ini perumahan Cerme Square Residence sangat membutuhkan sebuah media promosi, dikarenakan banyak orang yang tidak mengetahui tempat tersebut, hanya sedikit orang yang mengetahui tentang cerme itupun tempat tersebut dianggap sangat desa, terkenal akan banjirnya. Michael Ray (2010: 16), mendefinisikan promosi sebagai koordinasi dari seluruh upaya yang dimulai pihak penjual untuk membangun berbagai saluran informasi dan persuasi untuk menjual barang dan jasa atau memperkenalkan suatu gagasan.

Perumahan Cerme Square Residence merupakan perumahan baru, dan saat ini sedang melakukan tahap promosi, untuk meningkatkan hasil penjualan dan juga proses pembangunan. Sejauh ini langkah yang dilakukan untuk promosi hanya dari mulut ke mulut. Menurut Virgiola (2011: 14) dalam strategi pemasaran, informasi adalah satu hal yang sangat penting. Informasi dalam hal ini adalah memberitahukan tentang produk yang ditawarkan oleh sebuah perusahaan dan menempatkannta di benak konsumen.

(9)

kawasan perumahan Cerme Square Residence, tetapi bisa juga untuk umum. Oleh karenanya, cara atau strategi yang digunakan oleh Cerme Square Residence untuk melakukan promosi yang mampu menguasai konsumen terhadap daya minat pada produk Cerme Square Residence. Seperti pernyataan dari Travis (2000: 38) perusahaan memerlukan upaya untunk merancang sebuah media promosi yang akan membuat konsumen aware sehingga merek tersebut menjadi pertimbangan konsumen saat membeli produk.

Pada perancangan iklan TVC perumahan Cerme Square Residence akan diarahkan menuju ke kesadaran masyarakat untuk dari unware menuju ke aware terhadap perumahan Cerme Square Residence. Bisa dibilang bahwa perumahan Cerme Square Residence memberikan apa yang dibutuhkan bagi masyarakat sekitar dan semoga apa yang telah diberikan oleh Cerme Square Residence terbalaskan dengan mengenal apalagi hingga banyak membeli produknya.

(10)

kesadaran merek. Sehingga nilai merek akan mengalami tingkatan di benak konsumen didasari dengan seiring meningkatnya penjualan pada produk.

Pada perancangan TVC dan media promosi perumahan Cerme Square Residence peneliti ingin meningkatkan brand awareness dari nama Cerme Square Residence. Karena banyak masyarakat bila mendengar nama Cerme Square Residence yang muncul di pikiran adalah daerah tersebut sangat jauh,dan daerah pedesaan. Maka dari ini peneliti mengangkat nama Cerme Square Residence yang bermula dari unware beralih aware.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan urain tersebut, maka rumusan masalah permasalahannya yaitu,

“bagaimana merancang iklan TVC perumahan Cerme Square Residence dengan teknik animasi 3D sebagai upaya meningkatkan brand awareness ”.

1.3 Batasan Masalah

Berdasarkan dari rumusan masalah diatas maka batasan masalah yang akan dibahas dalam perancangan ini adalah :

a. Media Utama yang digunakan meliputi : TVC.

b. Media Pendukung : Stationary set, banner, sosial media.

(11)

1.4 Tujuan

Tujuan dari penelitian ini yang ingin dicapai adalah sebagai berikut : a. Untuk mengetahui perancangan media promosi perumahan Cerme Square

Residence dengan teknik animasi 3D sebagai upaya meningkatkan brand

awareness.

b. Perancangan TVC dapat ditayangkan di media TV lokal.

1.5 Manfaat

Manfaat dari perancangan tugas akhir ini terbagi menjadi dua aspek yaitu aspek teoritis dan aspek praktis, yang dijelaskan sebagai berikut :

1.5.1 Manfaat Teoritis

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat secara teoritis, sekurang – kurangnya dapat berguna sebagai bahan referensi sumbangan pemikiran bagi dunia pendidikan sehingga dapat memperkaya dan menambah wawasan untuk penelitian selanjutnya, khususnya yang terkait dengan perancangan media komunikasi visual guna meningkatkan brand awareness.

1.5.2 Manfaat Praktis

(12)
(13)

8

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 TVC

TV Commercial atau disingkat TVC adalah sebuah akronim yang mengartikan suatu publikasi di media elektronik dalam bentuk iklan dan iklan berbentuk film. Iklan adalah rentang waktu program televisi yang diproduksi dan dibayar oleh sebuah organisasi, yang menyampaikan pesan, biasanya untuk memasarkan produk atau jasa. Pendapatan iklan memberikan porsi yang signifikan dari dana untuk sebagian besar jaringan televisi milik pribadi dan perusahaan.

Sebagian besar iklan di televisi hari ini terdiri spot iklan singkat, mulai panjang durasi dari beberapa detik sampai beberapa menit. Iklan semacam ini telah digunakan untuk mempromosikan berbagai macam barang, jasa dan ide-ide pemasaran dimulai dari waktu awal aktif tayangan televisi. Efek dari iklan televisi (General Viewing) dan efek dari media massa pada umumnya telah menjadi sebuah subyek yang menjadi wacana oleh tokoh seperti Marshall McLuhan.

2.2 Media Promosi

(14)

mulut. Media ini memang sangat efektif, tetapi kurang efisien karena kecepatan penyampainanya kurang bisa diukur dan diperkirakan.

Media promosi yang klasik berupa; brosur, poster, booklet, leaflet, spanduk, baliho, billboard, neon box, standing banner, kartu nama, kop surat, seragam pegawai, jam dinding, poster di mobil/truk, piring/gelas, iklan di tv, radio, spanduk terbang (ditarik pesawat), balon udara, iklan di media cetak, daftar menu, daftar harga dan sebagainya.

Tidak ada satupun media yang sangat tepat. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Artinya, jika kita hanya menggunakan satu media untuk mempromosikan produk kita, jelas secara pasti efektifitasnya menjadi terbatas.

2.2.1 Jenis Media Promosi

Media promosi di bagi menjadi 3 kategori, yaitu : 1. Media ATL ( Above The Line )

Media Above The Line adalah media-media promosi yang posisinya berada di lini atas. Hal ini disebabkan media promosi yang termasuk dalam lini atas ini memerlukan budget yang sangat besar. Namun dapat menjangkau target pasar yang sangat luas.

Contoh : Televisi, Koran, Radio, BillBoard, dll. 2. Media BTL ( Below The Line )

(15)

dalam lini bawah tidak memerlukan budget yang besar, langsung tepat sasaran dan jangkauan target pasarnya sempit.

Contoh : Pamflet, flyer, poster, brosur, Social Media dll. 3. Media TTL ( Trough The Line )

Jika kita perhatikan di sekitar kita, memang banyak kegiatan yang tidak bisa dikatakan eksklusif lagi. Ada kegiatan ATL yang mengandung unsur BTL. Atau sebaliknya, BTL yang mengandung unsur ATL. Contoh ATL dengan BTL adalah iklan sebuah brand di majalah yang sekaligus ditempeli sample produknya. Sedangkan contoh BTL dengan ATL: kegiatan event di outlet tertentu yang disebarluaskan lewat iklan radio dan sms.

Wilayah abu-abu atau ‘grey area’ itulah yang mendorong timbulnya istilah baru, yaitu ’Through the Line’ atau TTL. Istilah ini secara harafiah berarti ‘cakupan dari ujung satu ke ujung lainnya’. Istilah TTL diperkenalkan untuk menjembatani pihak perusahaan jasa komunikasi periklanan yang ingin membuat gambaran kongkrit terhadap segmen jasa kreatif komunikasi yang ditawarkannya.

Contoh : Ambient Media.

2.2.2 Definisi Media

Media adalah segala bentuk dan saluran yang digunakan untuk menyampaikan informasi atau pesan. Kata media berasal dari kata latin, merupakan bentuk jamak dari kata “medius”. Secara harfiah kata tersebut mempunyai arti

(16)

penerima pesan (a receiver). Jadi, dalam pengertian yang lain, media adalah alat atau sarana yang dipergunakan untuk menyampaikan pesan dari komunikator kepada khalayak. Banyak ahli dan juga organisasi yang memberikan batasan mengenai pengertian media.

Menurut National Education Asociation (NEA) Media adalah sarana komunikasi dalam bentuk cetak maupun audio visual, termasuk teknologi perangkat kerasnya. Sedangkan menurut Miarso, Media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan yang dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemauan siswa untuk belajar.

Media apabila dipahami secara garis besar adalah manusia, materi dan kejadian yang membangun kondisi membuat siswa mampu memperoleh pengetahuan, keterampilan atau sikap, Criticos yang dikutip oleh Daryanto (2011:4).

2.2.3 Jenis-Jenis Media

Secara umum media dibagi menjadi 3, yaitu : 1. Media Grafis

(17)

mungkin akan cepatterlupakan bila tidak digrafiskan (divisualkan). Bentuk-bentuk media grafisantara lain adalah:

a. Gambar foto.

Media audio berkaitan dengan indera pendengaran. Pesan yangdisampaikan melalui media audio dituangkan ke dalam lambang-lambangauditif, balk verbal maupun non-verbal. Bebarapa media yang dapatdimasukkan ke dalam kelompok media audio antara lain:

a. Radio.

b. Alat perekam pita magnetik, alat perekam pita kaset. 3. Media Projeksi

(18)

pembuatannya juga memerlukan bahan-bahan grafis, misalnya untuk lembar peraga (captions). Dengan menggunakan perangkat komputer (multi media), rekayasa projeksi gerak lebih dapat bervariasi, dan dapat dikerjakan hampir keseluruhannya menggunakan perangkat komputer. Untuk mengajarkan skill (keterampilan motorik) projeksi gerak mempunyai banyak kelebihan di bandingkan dengan projeksi diam. Beberap media projeksi antara lain adalah: “meningkatkan” atau “mengembangkan”. Pengertian tersebut jika digunakan dalam

(19)

komunikasi antara produsen dan konsumen. Kegiatan promosi adalah salah satu cara perusahaan (barang/jasa) untuk meningkatkan volume penjualan produknya.

Suatu perusahaan banyak aktivitas yang dilakukan tidak hanya menghasilkan produk atau jasa, menetapkan harga, dan menjual produk atau jasa, tetapi banyak aktivitas lainnya yang saling berkaitan satu dengan lainnya. Salah satunya adalah promosi, kegiatan promosi adalah salah satu bagian dari bauran pemasaran perusahaan, yang isinya memberikan informasi kepada masyarakat atau konsumen tentang produk atau jasa yang ditawarkan perusahaan. Tidak hanya itu, kegiatan promosi merupakan kegiatan komunikasi antara perusahaan dengan pelanggan atau konsumen.

Menurut Buchari Alma (2006 : 179) “Promosi adalah sejenis komunikasi

yang member penjelasan dan meyakinkan calon konsumen mengenai barang dan jasa dengan tujuan untuk memperoleh perhatian, mendidik, mengingatkan dan meyakinkan calon konsumen”.

(20)

2.3 Perumahan Cerme Square Residence 2.3.1 Perumahan

Dalam Undang-Undang Nomor 4 tahun 1992 tentang perumahan dan permukiman, perumahan diartikan sebagai kelompok rumah yang berfungsi sebagai lingkungan tempat tinggal atau lingkungan hunian yang dilengkapi dengan sarana dan prasarana. Pengertian perumahan sering dikaitkan dengan pembangunan sejumlah rumah oleh berbagai instansi baik pemerintah atau swasta dengan disain unit-unit rumah yang sama atau hampir sama. Jumlah rumah dan kelompok perumahan ini tidak tertentu, dapat terdiri dari dua atau tiga rumah atau dapat juga sampai ratusan rumah. Bentuknya pun tidak terbatas hanya pada bangunan satu lantai saja, yang berderet secara horizontal, melainkan dapat juga merupakan bangunan bertingkat yaitu merupakan rumah susun.

Menurut Abrams (1964:7), perumahan merupakan tempat tiap individu yang ada saling berinteraksi dan mempengaruhi satu sama lain serta memiliki sense

of belonging atas lingkungan tempat tinggalnya. Secara fisik perumahan merupakan

sebuah lingkungan yang terdiri dari kumpulan unit-unit rumah tinggal dimana dimungkinkan terjadinya interaksi sosial diantara penghuninya, serta dilengkapi prasarana sosial, ekonomi, budaya, dan pelayanan yang merupakan subsistem dari kota secara keseluruhan. Lingkungan ini biasanya mempunyai aturan-aturan, kebiasaan-kebiasaan serta sistem nilai yang berlaku bagi warganya.

(21)

lokasi sedikit banyak mencerminkan karakteristik masyarakat yang tinggal di perumahan tersebut. (pedoman perencanaan lingkungan perumahan. 1983.)

2.3.2 Aspek – aspek Perencanaan Perumahan

Untuk membuat sebuah perencanaan perumahan yang betul-betul dapat menjawab tuntutan pembangunan perumahan dan permukiman maka perlu dipertimbangkan secara matang aspek-aspek perencanaannya. Dengan memperhatikan aspek-aspek perencanaan sepanjang pembangunannya, diharapkan baik arah maupun laju pembangunan perumahan akan dapat mencapai suatu kondisi dimana jumlah dan kualitasnya sesuai dengan tuntutan kebutuhan masyarakat. Adapun aspek-aspek yang mendasari perencanaan pembangunan perumahan tersebut antara lain :

1. Lingkungan

Hal utama yang harus dipertimbangkan dalam perencanaan perumahan adalah manajemen lingkungan yang baik dan terarah. Karena lingkungan perumahan merupakan aspek yang sangat menentukan dan keberadaannya tidak dapat diabaikan. Hal tersebut dapat terjadi karena baik buruknya kondisi lingkungan akan berdampak terhadap penghuni perumahan.

(22)

terkait secara mikro (perencanaan secara detail terhadap unit-unit rumah) serta makro (perencanaan dan pencermatan terhadap lingkungan dimana perumahan tersebut berada)

2. Daya Beli (Affortability)

Perencanaan bangunan diharapkan dapat mendukung tercapainya tujuan pembangunan yang telah dicanangkan sesusi dengan programnya. Didalam perencanaan perumahan selalu dipikirkan kesesuaian antara ukuran bangunan, kebutuhan ruang, konstruksi bangunan, ataupun bahan bangunan yang digunakan dengan jangkauan pelayanannya. Hal itu perlu diantisipasi karena kemampuan rata-rata (kemampuan daya beli) masyarakat pada wilayah yang satu dengan yang lain tidak sama.

Faktor – faktor yang mempengaruhi daya beli masyarakat antara lain : a. Pendapatan per kapita sebagian besar masyarakat yang masih rendah (di

bawah standar).

b. Tingkat pendidikan sebagian masyarakat, terutama di daerah pedesaan yang masih relatif rendah.

c. Pembangunan yang belum merata pada berbagai daerah sehingga memicu timbulnya kesenjangan social dan ekonomi.

d. Situasi politik dan keaman yang cenderung tidak stabil sehingga mempengaruhi minat dan daya beli masyarakat untuk berinvestasi dan mengembangkan modal.

(23)

3. Kelembagaan

Keberhasilan pembangunan perumahan dalam suatu wilayah, baik di perkotaan maupun di pedesaan, tidak terlepas dari peran pemerintah sebagai pihak yang berkewajiban untuk mengarahkan, membimbing, serta menciptakan suasana yang kondusif bagi terciptanya keberhasilan itu. Masyarakat sebagai pelaku utama pembangunan memegang peran penting dalam setip program pembangunan yang dijalankan. Apabila dikaji lebih jauh tentang unsur pelaku pembangunan perumahan, maka peran swasta dalam hal ini pengembang (kontraktor) sangatlah menentukan terciptanya arah dan laju pembangunan menuju masyarakat yang adil dan sejahtera dengan tercukupinya segala kebutuhan, termasuk kebutuhan perumahan.

2.3.3 Cerme Square Residence

Cerme Square Residence merupakan sebuah perumahan yang terletak di kawasan Cerme Kabupaten Gresik. Di namakan Cerme Square Residence karena kawasan perumahan tersebut berada di daerah Cerme, kemudian mengambil nama

Square untuk membuat sebuah tempat ang mempunyai segalanya, seperti halnya

sebuah kawasan. Mengambil kata Residence karna membangun sebuah tempat tinggal.

(24)

lagi hanya sekedar rumah, namun merupakan salah satu aset investasi anda di masa depan, hunian pun dapat mencerminkan nilai – nilai yang dianut penghuninya. (www.cermesquare-residence.com)

Menurut bapak Andre salah satu orang dari developer PT. Sukses Kreasi Bersama, mengatakan bahwa dia membangun perumahan Cerme Square Residence tidak hanya sekedar hunian tetapi juga ingin membuat sebuah kawasan yang hidup dan menjadi sebuah icon di kawasan Cerme. Karena yang akan dibangun adalah rumah, pertokoan/ruko, taman bermain, danau buatan, dengan adanya semua itu harapan yang ingin di capai oleh Bapak Andre bahwasannya membantu memudahkan masyarakat kawasan Cerme sendiri untuk memperoleh apa yang diinginkannya.

2.4 Animasi 3D

2.4.1 Pengertian Animasi 3D

Menurut Aditya (2009:14) animasi 3D adalah animasi yang berwujud 3 dimensi. Meskipun bukan wujud 3D yang sebenarnya, yaitu bukan sebuah objek 3D yang dapat anda sentuh dan rasakan wujud fisiknya, namun dalam wujud 3D dalam layar kaca 2D (media layar TV, bioskop, komputer, proyektor, dan media sejenisnya).

Menurut Munir (2012:317) menjelaskan bahwa animasi mampu menjelaskan suatu konsep atau proses yang sukar dijelaskan dengan media lain. Animasi juga memiliki daya tarik estetika sehingga tampilan yang menarik dan

(25)

Animasi merupakan penggunaan komputer untuk menciptakan gerak layar. Bisa pula animasi diartikan sebagai tampilan cepat dari urutan gambar 2-D atau karya seni 3-D atau posisi model untuk menciptakan sebuah ilusi gerakan. Efeknya adalah ilusi optic gerak karena fenomena mata yaitu gambar yang telah ditangkap mata diperlihatan bertahan sekitar satu per dua puluh lima detik pada retina, dan dapat dibuat serta ditampilkan dalam berbagai cara, misalnya dalam film atau program video.

2.4.2 Material

Menurut Muhzachri (2014:4) material adalah pemetaan berupa peta tekstur ke permukaan objek kemudian memproyeksikan ke bidang proyeksi (Project

Plane). Dalam penilitian ini perlu dilakukan pemilihan material agar objek 3D

tersebut dapat menjadi bentuk yang real.

2.4.3 Sketchup

(26)

2.5 Prinsip Desain

Dalam ilmu Desain Komunikasi Visual prinsip-prinsip desain sangat penting karena digunakan untuk mengorganisasikan elemen-elemen sehingga menghasilkan hasil akhir yang tepat. Prinsip-prinsip desain tersebut adalah : 1. Kesatuan (unity) : Desain dikatakan menyatu apabila secara

keseluruhan tampak harmonis, ada kesatuan antara tipografi, ilustrasi, warna, dan unsur-unsur desain lainnya (Supriyono, 2010:105).

2. Kesimbangan (balance) : Pembagian sama berat, baik secara visual maupun optic. Komposisi desain dapat dikatakan seimbang apabila objek di bagian kiri dan kanan terkesan sama berat. Ada dua pendekatan untuk menciptakan balance yaitu dengan membagi sama berat kiri-kanan atau atas-bawah secara simetris atau setara, disebut keseimbangan formal. Keseimbangan yang kedua adalah keseimbangan formal.

3. Tekanan ( emphasis ) : Informasi yang anda anggap paling penting untuk disampaikan ke audiens harus ditonjolkan secara mencolok melalui elemen visual yang kuat. Penekanan atau penonjolan objek ini bisa anda lakukan dengan beberapa cara, antara lain dengan menggunakan warna mencolok, ukuran foto/illustrasi dibuat paling besar, menggunakan huruf

snas serif ukuran besar, arah diagonal, dan dibuat berbeda dengan

elemen-elemen lain informasi yang dianggap paling penting ini harus pertama kali merebut perhatian pembaca.

(27)

visual dalam desain grafis dapat berupa repetisi dan variasi. Repetisi adalah irama yang dibuat dengan penyusunan elemen berulang kali secara konsisten. Sementara itu, variasi adalah perulangan elemen visual disertai perubahan bentuk, ukuran atau posisi.

Penyusunan elemen-elemen visual dengan interval yang teratur dapat menciptakan kesan kalem dan statis. Sebaliknya, pergantian ukuran, jarak, dan posisi elemen dapat menciptakan suasana riang, dinamis dan tidak monoton. Repetisi dapat menciptakan kesatuan dan meningkatkan kenyamanan baca. Akan tetapi, perulangan yang terus-menerus tanpa ada variasi, menjadikan desain terasa monoton dan membosankan.

2.6 Unsur Visual

Desain memiliki unsur atau elemen yang saling berhubungan dan masing-masing memiliki sikap tertentu terhadap lainnya. Di dalam sebuah desain memiliki sebuah unsur atau elemen yang diperlukan, yaitu :

1. Titik

Titik merupakan salah satu unsur visual yang dimensi memanjang dan melebarnya dianggap tidak berarti. Titik merupakan bagian kecil dari garis, karena pada dasarnya suatu garis dibentuk oleh adanya hubungan titik-titik yang sangat dekat.

2. Garis

(28)

memiliki fungsi tertentu yang pada dasarnya digunakan untuk mengarahkan gerakan mata. Garis terdiri dari empat macam, yakni garis vertikal, horizontal, diagonal, dan garis yang berbentuk gelombang

3. Bidang

Bidang merupakan unsur visual yang berdimensi panjang dan lebar. Bidang bias dihadirkan dengan menyusun titik maupun garis dalam kepadatan tertentu, serta dengan mempertemukan potongan hasil goresan serta garis.

4. Ruang

Ruang dapat dihadirkan dengan adanya bidang. Pembagian bidang atau jarak antar objek berunsur titik, garis, bidang, dan warna, ruang lebih mengarah pada perwujudan tiga dimensi sehingga ruang dapat dibagi dua, yaitu ruang nyata dan semu. Keberadaan ruang sebagai salah satu unsur visual sebenarnya tidak dapat diraba tetapi dapat dimengerti.

5. Warna

(29)

6. Tekstur

Tekstur adalah nilai raba dari suatu permukaan. Pengertian lain menyebutkan bahwa tekstur merupakan gambaran dari suatu permukaan benda. Dalam penerapannya tekstur dapat berpengaruh terhadap unsur visual lainnya, yaitu kejelasan titik, kualitas garis, keluasan bidang dan ruang, serta intensitas warna.

2.7 Tipografi

Tidak dapat dipungkiri bahwa kita tidak bisa melarikan diri dari tipografi. Di manapun, di jalan-jalan kita melihat petunjuk jalan, di manapun pasti ada tipografi.

(30)

Menurut Danton, dikatakan bahwa tipografi adalah disiplin seni yang mempelajari tentang pengetahuan mengenai huruf. Selain itu tipografi adalah bentuk dari visual komunikasi.

Pentingnya tipografi dianggap sebagai ilmu untuk kebutuhan khusus. Proses digitalisasi telah membuka bidang tipografi ke sebuah generasi baru yang lebih luas dalam perancangan desain visual hingga ke pemakai perorangan (pemakai awam).

Perkembangan tipografi dimulai dari penggunaan pictograph. Bentuk bahasa ini antara lain dipergunakan oleh bangsa Viking Norwegia dan Indian Sioux. Di Mesir berkembang jenis huruf Hieratia, yang terkenal dengan nama Hieroglif pada sekitar abad 1300 SM. Bentuk tipografi ini merupakan akar dari bentuk Demotia, yang mulai ditulis dengan menggunakan pena khusus.

Puncak perkembangan tipografi, terjadi kurang lebih pada abad 8 SM di Roma saat orang Romawi mulai membentuk kekuasaannya. Karena bangsa Romawi tidak memiliki sistem tulisan sendiri, mereka mempelajari sistem tulisan Etruska yang merupakan penduduk asli Italia serta menyempurnakannya sehingga terbentuk huruf-huruf Romawi.

(31)

2.7.1 Anatomi Huruf dalam Tipografi

Setiap bentuk huruf dalam sebuah alfabet memiliki keunikan fisik yang menyebabkan mata kita dapat membedakan antara huruf ‘m’ dengan ‘p’ atau ‘C’

dengan ‘Q’. Keunikan ini disebabkan oleh cara mata kita melihat korelasi antara

komponen visual yang satu dengan yang lain. Sekelompok pakar psikologi dari Jerman dan Austria pada tahun 1900 memformulasikan sebuah teori yang dikenal dengan teori Gestalt. Teori ini berbasis pada ‘pattern seeking’ dalam perilaku manusia. Setiap bagian dari sebuah gamabar dapat dianalsisi dan dievaluasi sebagai komponen yang berbeda. Salah satu hukum persepsi dan teori ini membuktikan bahwa untuk mengenal atau ‘membaca’ sebuah gambar diperluakan adanya kontras atara ruang positif yang disebut dengan figure dan ruang negatis yang disbut dengan ground.

2.7.2 Jenis-jenis Huruf

(32)

1. Roman

Untuk mengetahui suatu jenis font termasuk ketegori Roman atau tidak, maka lihatllah bagian ujungnya. Jika pada bagian ujung sebuah huruf terdapat sirip atau kaki dengan bentuk lancip, sudah hampir dipastikan bahwa huruf tersebut termasuk jenis Roman. Bentuk huruf Roman selain identik dengan siripnya, juga sangat identik denngan kekontrasan tebal dan tipisnnya garis-garis huruf. Contoh jenis huruf Roman adalah Times New Roman yang memiliki kesan anggun, klasik dan feminim.

2. Egyptian

Jenis huruf yang satu ini mempunyai ciri kaki atau sirif yang berbentuk persegi. Bentuk persegi tersebut mirip dengan sebuah papan yang memliki kesamaan tebal. Font jenis ini memiliki kesan kuat, kekar, tangguh, dan tidak labil. Jenis-jenis font yang masuk kategori ini adalah Courier, Campagne, dan Courier New.

3. Script

Jenis font ini mudah dikenali. Jika ada sebuah font dengan bentuk hasil goresan tangan sudah pasti itu adalah font Script. Ciri font ini umumnya berbentuk miring ke sebelah kanan. Bentuk ini bertujuan untuk memberikan kesan akrab seperti sebuah surat yang saling membalas. Yang termasuk font ini adalah Kuenstler Script, Caflisch Script, dan yang terkenal Lucida Handwriting.

4. Sans Serif

(33)

Gothic termasuk ke dalam kategori Sans Serif. San Serif sendiri berarti tanpa sirif. Setiap huruf yang tidak memiliki sirip pada dasarnya disebut Sans Serif. Jadi ada begitu banyak jenis font yang masuk kategori font yang mempunyai ciri tebal huruf yang sama. Jenis huruf ini seringkali dikaitkan dengan kesan kontemporer dan bentuk rupa yang efisien.

5. Miscellaneous

Miscellaneous merupakan jenis font hasil pengembangan dari yang sudah ada. Ciri khas font ini adalah hiasan berupa ornamen atau hiasan yang berupa dekorasi. Font ini memiliki kesan dekoratif dan artistik. Contoh yang termasuk jenis font ini adalah Braggadocio, Westminster, Kahana, dan masih banyak lagi.

2.8 Warna

(34)

Teori Brewster adalah teori yang menyederhanakan warna yang ada di alam menjadi 4 kelompok warna. Keempat kelompok warna tersebut, yaitu: warna primer, sekunder, tersier, dan warna netral. Teori ini pertama kali dikemukakan pada tahun 1831.

Kelompok warna ini sering disusun dalam lingkaran warna brewster. Lingkaran warna Brewster mampu menjelaskan teori kontras warna (komplementer), split komplementer, triad, dan tetrad.

Warna bisa dikelompokkan menjadi beberapa kelompok warna yaitu: 1. Warna netral, adalah warna-warna yang tidak lagi memiliki kemurnian

warna atau dengan kata lain bukan merupakan warna primer maupun sekunder. Warna ini merupakan campuran ketiga komponen warna sekaligus, tetapi tidak dalam komposisi tepat sama.

2. Warna kontras atau Komplementer, adalah warna yang berkesan berlawanan satu dengan lainnya. Warna kontras bisa didapatkan dari warna yang berseberangan (memotong titik tengah segitiga) terdiri atas warna primer dan warna sekunder. Tetapi tidak menutup kemungkinan pula membentuk kontras warna dengan menolah nilai ataupun kemurnian warna. Contoh warna kontras adalah merah dengan hijau, kuning dengan ungu dan biru dengan jingga.

(35)

4. Warna dingin, adalah kelompok warna dalam rentang setengah lingkaran di dalam lingkaran warna mulai dari hijau hingga ungu. Warna ini menjadi simbol kelembutan, sejuk, nyaman dsb. Warna dingin mengesankan jarak yang jauh. (http://www.notepedia.info)

2.9 Sifat Warna

Menurut Sanyoto (2009:46) karakter dan simbolis warna berlaku untuk warna – warni murni (warna pelangi). Berikut macam – macam warna tersebut : 1. Kuning

Warna kuning berasosiasi pada sinar matahari, bahkan pada mataharinya sendiri, yang menunjukkan keadaan terang dan hangat. Kuning mempunyai karakter terang, gembira, ramah, supel, riang, cerah, hangat. Kuning melambangkan kecerahan, kehidupan, kemenangan, kegembiraan, kemeriahan, kecermelangan, peringatan, dan humor.

2. Jingga/Orange

(36)

ini dapat menimbulkan kesan murah, dalam arti harga, sehingga banyak digunakan sebagai warna pengumuman penjualan obral.

3. Merah

Warna merah bisa berasosiasi pada darah, api, juga panas. Karakternya kuat, cepat, enerjik, semangat, gairah, marah, berani, bahaya, positif, agresif, merangsang, dan panas. Merah merupakan simbol umum dari sifat nafsu primitive, marah, berani, perselisihan, bahaya, perang, kekejaman, bahaya, dan kesadisan. Dibanding warna lain, merah adalah warna paling kuat dan enerjik. Warna ini bersifat menaklukkan, ekspansif, dan dominan (berkuasa). Merah adalah positif, agresif dan enerjik.

4. Ungu

(37)

5. Violet

Violet (lembayung) warna yang lebih dekat dengan biru. Sesungguhnya antara violet dan biru terdapat warna indigo. Watak warna violet adalah dingin, negative, diam. Violet hampir sama dengan biru, tetapi lebih menekan dan lebih meriah. Warna ini memiliki watak melankoli, kesusahan, kesedihan, belasungkawa, bahkan bencana.

6. Biru

Warna biru mempunyai asosiasi pada air, laut, langit, dan di Barat pada es. Biru mempunyai watak dingin, pasif, melankoli, sayu, sendu, sedih, tenang, berkesan jauh, mendalam, tak terhingga, tetapi cerah. Karena dihubungkan dengan langit, yakni tempat tinggal para dewa. Biru lambang kebenaran (Blue for truth). Biru melambangkan keagungan, keyakinan, keteguhan iman, kesetiaan, kebenaran, kemurahan hati, kecerdasan, perdamaian, stabilitas, keharmonisan, kesatuan, kepercayaan, dan keamanan.

7. Hijau

(38)

keimanan, pengharapan, kesanggupan, keperawanan, kementahan/ belum pengalaman, kealamian, lingkungan, keseimbangan, kenangan, dan kelarasan. Di Jawa, keraton-keraton banyak menggunakan warna hijau dengan pernik-pernik merah dan kuning. Masjid-masjid banyak menggunakan warna hijau sebagai lambang keimanan.

8. Putih

Putih warna paling terang. Putih berasosiasi pada salju di dunia Barat. Adapun di Indonesia, warna ini berasosiasi pada sinar putih berkilauan, kain kafan, sehingga dapat menakutkan pada anak-anak. Putih mempunyai watak positif, merangsang, cerah, tegas, mengalah. Warna ini melambangkan cahaya, kesucian, kemurnian, kekanakan, kejujuran, ketulusan, kedamaian, ketenteraman, kebenaran, kesopanan, keadaan tak bersalah, kehalusan, kelembutan, kewanitaan, kebersihan, simple, kehormatan.

9. Hitam

Hitam adalah warna tergelap. Warna ini berasosiasi dengan kegelapan malam, kesengsaraan, bencana, perkabungan, kebodohan, misteri, ketiadaan, dan keputusasaan. Watak atau karakter warna ini adalah menekan, tegas, mendalam, dan “depressive”. Hitam melambangkan

(39)

karena hitam yang berdiri sendiri memiliki watak-watak buruk, tetapi jika dikombinasi dengan warna-warna lain, hitam akan berubah total wataknya. 10. Abu – abu

Abu-abu adalah warna paling netral, tidak adanya kehidupan yang spesifik. Abu-abu berasosiasi dengan suasana suram, mendung, ketiadaan sinar matahari secara langsung. Warna ini ada di antara putih dan hitam, sehingga berkesan ragu-ragu. Karenanya, wataknya pun di antara hitam dan putih. Pengaruh emosinya berkurang dari putih, tetapi terbebas dari tekanan berat warna hitam, sehingga wataknya lebih menyenangkan, walau masih membawa watak-watak warna putih dan hitam. Warna ini menyimbolkan ketenangan, kebijaksanaan, kerendahhatian, keberanian untuk mengalah, turun tahta, suasana kelabu, dan keragu-raguan.

11. Coklat

(40)

2.10 Layout

Rustan (2011) menyatakan, pada dasarnya layout dapat dijabarkan sebagai tataletak elemen-elemen desain terhadap suatu bidang dalam media tertentu untuk mendukung konsep/pesan yang dibawanya. Me-layout adalah salah satu proses/tahapan kerja dalam desain. Dapat dikatakan bahwa desain merupaka arsiteknya. Sedangkan layout pekerjanya. Namun definisi layout dalam perkembangannya sudah sangat meluas dan melebur dengan definisi desain itu sendiri, sehingga banyak orang mengatakan bahwa me-layout itu sama dengan mendesain. Dalam secara khusus di area desai grafis dua dimensi.

Layout adalah penyusunan dari elemen-elemen desain yang berhubungan kedalam sebuah bidang sehingga membentuk susunan artistik. Hal ini bisa juga disebut manajemen bentuk dan bidang. Tujuan utama layout adalah menampilkan elemen gambar dan teks agar menjadi komunikatif dalam sebuah cara yang dapat memudahkan pembaca menerima informasi yang disajikan.

(41)

2.11 Brand Awareness

Brand Awareness adalah kesanggupan seorang calon pembeli untuk

mengenali, mengingat kembali suatu merek sebagai bagian dari suatu kategori produk tertentu. Bagian dari suatu kategori produk perlu ditekankan karena terdapat suatu hubungan yang kuat antara kategori produk dengan merek yang dilibatkan.

Brand Awareness adalah kemampuan pembeli potensial untuk mengenali

atau mengingat bahwa sebuah merk merupakan anggota dari kategori produk tertentu, menurut Aaker yang dikutip dalam buku The Power of Brand karya Freddy Rangkuti (2009:39).

Brand Awareness memeiliki beberapa tahapan, yaitu :

1. Top of mind adalah merk yang pertama kali muncul dalam benak Anda

ketika ada pertanyaan seperti itu.

2. Brand Recall atau merek-merek yang disebut kemudian setelah top of mind.

3. Brand Recognition atau merek yang kita kenal setelah ada orang lain yang

(42)

2.11.1 Peran Brand Awareness

Peran Brand Awareness dalam mendukung merek dapat dipahami dengan mengkaji bagaimana Brand Awareness dapat menciptakan suatu nilai,

Gambar 2.1 Nilai-Nilai Kesadaran Merek (sumber : rangkuti, freddy 2009) Keterangan :

1. Brand Awareness Menjadi Sumber Asosiasi Lain

Suatu merek yang tingkat kesadarannya tinggi akan membantu asosiasi-asosiasi melekat pada merek tersebut karena daya jelajah merek tersebut akan menjadi sangat tinggi dalam benak konsumen.

2. Familier atau Rasa Suka

Konsumen dengan brand awareness yang tinggi akan sangat akrab dengan suat merek dan kemudian akan menimbulkan rasa suka suatu merek tersebut.

Brand Awareness

Brand Awareness menjadi sumber asosiasi lain

Familier atau rasa suka

Substansi atau komitmen

(43)

3. Substansi/Komitmen

Brand Awareness dapat menandakan keberadaan, komitmen, dan inti yang

sangat penting bagi suatu perusahaan. Sehingga di saat kesadaran atas suatu merek tinggi, maka kehadiran merek itu selalu dapat dirasakan konsumen. 4. Mempertimbangkan Merek

Langkah pertama dalam suatu proses pembelian adalah menyeleksi berbagai merek yang dikenal dalam suatu kelompok untuk kemudian dipertimbangkan dan diputuskan merek mana yang akan dibeli.

2.11.2 Membangun Brand Awareness

Biasanya merek-merek yang disimpan dalam benak konsumen adalah merek-merek yang disukai dan dibenci (Durianto,2001). Selanjutnya Durianto menyatakan bahwa brand awareness dapat dibangun dan diperbaiki melalui cara-cara berikut :

1. Pesan yang disampaikan oleh suatu merek harus mudah diingat oleh konsumen

2. Pesan yang disampaikan harus berbeda dengan produk lainnya serta harus ada hubungan antara merek dengan kategori produknya.

3. Memakai tag line atau slogan maupun jingle lagu yang menarik sehingga membantu konsumen mengingat merek.

4. Jika suatu merek memiliki symbol, hendaknya symbol tersebut dapat dihubungkan dengan merek tersebut.

(44)

6. Brand Awereness dapat diperkuat dengan memakai suatu isyarat yang

sesuai dengan kategori produk, merek, maupun keduanya.

(45)

40

BAB III

METODE PENELITIAN

Pada bab ini dijelaskan mengenai metode yang digunakan dalam pengambilan dan pengelolahan data, serta proses penelitian dan perancangan dalam pembuatan TVC dan media promosi perumahan Cerme Square Residence sebagai upaya meningkatkan brand awareness.

3.1 Tempat Penelitian

Tempat penelitian menentukan sekali dalam memperoleh informasi untuk menyampaikan kebenaran dari suatu penelitian, karena tempat merupakan instrumen pokok dalam suatu penelitian kualitatif. Tempat penelitian yang akan peneliti gunakan adalah di perumahan Cerme Square Residence yang terletak di Jalan Raya Embong Kerang, Cerme, Gresik.

3.2 Jenis Penelitian

(46)

3.3 Teknik Pengumpulan Data

Menurut Sugiono (2009:225) bahwa pengumpulan data dapat diperoleh dari hasil observasi, wawancara, dokumentasi, dan gabungan.

Untuk memudahkan sistem kerja dalam hal desain terlebih dahulu dilakukan pengumpulan data. Data yang terkumpul untuk suatu kasus desain ini kemudian dianalisa, Adapun teknik pengumpulan data dalam metode penelitian kualitatif ini adalah sebagai berikut :

3.3.1 Teknik Observasi

Observasi merupakan pengamatan langsung suatu kegiatan yang sedang dilakukan. Secara umum pengertian observasi adalah cara menghimpun bahan – bahan keterangan yang dilakukan dengan mengadakan pengamatan dan pencatatan secara sistematis terhadap fenomena – fenomena yang dijadikan obyek pengamatan (Djaali & Muljono, 2007 : 16).

Pada teknik ini , peneliti melakukan pencatatan atau survey ke lapangan secara langsung ke lokasi pembangunan sekitar Cerme Square Residence yang berguna untuk mengetahui kegiatan masyarakat sekitar, dan mencari informasi situasi dari Cerme Square Residence.

3.3.2 Teknik Wawancara

(47)

kompleks, yang sebagian besar berisi pendapat, sikap, dan pengalaman pribadi. (Sulistyo & Basuki, 2006 : 173).

Pada sesi wawancara ini, dilakukan secara tidak terstruktur dan dijawab dengan lebih bersifat non formal. Pada teknik ini peneliti melakukan wawancara langsung kepada salah satu developer PT. Sukses Kreasi Bersama yaitu Bapak Andre, dan juga dilakukan wawancara pada beberapa masyarakat sekitar Cerme Square Residence.

3.3.3 Teknik Kepustakaan

Metode ini menggunakan literatur untuk data komparatif dalam menunjang semua data yang diperoleh dari berbagai sumber kepustakaan untuk memperoleh teori-teori dan mempelajari peraturan yang berhubungan dengan penulisan ini dan menunjang keabsahan data yang diperoleh di lapangan (Moleong, 2001:113).

Sesuai dengan teori diatas, penulis mencari data menggunakan literatur yang meliputi desain komunikasi visual yaitu meliputi buku-buku, kamus dan internet yang memberikan informasi tentang desain komunikasi visual, branding, dan media promosi untuk mendukung perancangan iklan TVC perumahan Cerme Square Residence.

3.3.4 Studi Eksisting

Metode ini dilakukan untuk mengetahui media apa yang telah dibuat seperti

(48)

Pada studi ini, Cerme Square Residence sebelumnya telah membuat media – media promosi seperti halnya brosur, banner, iklan poster, spanduk.

3.3.5 Studi Kompetitor

Metode kompetitor yang dilakukan oleh peneliti adalah menjelaskan kemiripan seperti konsep, teknik, dan lain – lain. Untuk diadaptasikan pada media yang akan dirancang.

3.4 Teknik Analisa Data

Analisis adalah proses menyusun data agar dapat ditafsirkan. Menyusun data berarti menggolongkannya dalam pola, tema atau kategori. (Esti Ismawati, 2009: 19) Analisis data adalah proses mengorganisasikan dan mengurutkan data ke dalam pola, dan satuan uraian dasar sehingga dapat ditemukan tema dan dapat dirumuskan hipotesis kerja yang disarankan oleh data.

Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah mengacu pada konsep Milles & Huberman (1992:20) yaitu interactive model yang mengklasifasikan analisis data dalam tiga langkah, yaitu :

a. Reduksi data (Data Reduction)

(49)

dianggap penting dan menunjang penelitian, lalu membuang data-data yang tidak diperlukan.

b. Penyajian Data

Data ini tersusun sedemikian rupa sehingga memberikan kemungkinan penarikan kesimpulan dan pengambilan tindakan. Dalam tahap ini diikuti oleh pengumpulan data informasi dari studi pustaka, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hal ini dilakukan untuk memperkuat hasil reduksi data sehingga menghasilkan suatu kesimpulan. Setelah data dan informasi terkumpul dan direduksi kembali, data kemudian disajikan dalam bentuk deskripsi. Data-data yang saling berhubungan dikelompokkan sehingga terbentuk kelompok-kelompok data yang selanjutnya akan disimpulkan. c. Penarikan Kesimpulan

Dalam penelitian ini akan diungkap mengenai makna dari data yang dikumpulkan. Dari data tersebut akan diperoleh kesimpulan yang, kabur, kaku dan meragukan, sehingga kesimpulan tersebut perlu diverifikasi. Verifikasi dilakukan dengan melihat kembali reduksi data maupun display data sehingga kesimpulan yang diambil tidak menyimpang. Dengan mempelajari dan memahami kembali data-data hasil penelitian, serta meminta pertimbangan kepala berbagai pihak terkait mengenai data-data yang diperoleh dilapangan untuk merancang media promosi.

(50)

sebelumnya dengan tujuan meminimumkan resiko yang akan timbul. Tahap selanjutnya menentukan Keyword dan disimpulkan menjadi konsep.

(51)

46

BAB IV

PEMBAHASAN

4.1 Hasil dan Analisa Data

Berdasarkan wawancara yang telah dilakukan dengan Bapak Andre selaku salah satu Developer PT. Sukses Kreasi Bersama, dibangunnya Cerme Square Residence untuk memberikan sebuah hunian yang nyaman. Tetapi bukan hanya hunian saja yang akan di bangun, ada juga sebuah ruko atau pertokoan, soho, danau buatan, tempat bermain anak-anak yang dibangun dalam sebuah komplek atau kawasan. Memang sudah banyak perumahan di daerah cerme, hanya saja Cerme Square Residence memberikan hal yang berbeda karena dalam satu komplek atau kawasan sudah bisa memenuhi keinginan masyarakat cerme sendiri.

(52)

Ditambah dengan wawancara kepada beberapa masyarakat sekitar Cerme sendiri, bahwasannya mendengar akan dibangun Cerme Square Residence di daerah Cerme dengan memiliki apa yang dibutuhkan masyarakat Cerme. Karena selama ini kebanyakan masyarakat Cerme selalu pergi ke pusat gresik jika mengingikan sesuatu yang tidak ada digresik, atau kalu tidak selalu pergi ke kota Surabaya. Hal yang banyak dibutuhkan masyarakat Cerme dan sekitarnya adalah adanya sebuah tempat hiburan atapun tempat komersil karena selama ini masih belum terdapat satu pun di daerah Cerme, dengan mendengar adanya pembangunan Cerme Square Residence di daerah Cerme yang memiliki sebuah tempat hiburan dan kawasan komersil, masyarakat ataupun warga sekitar Cerme akhirnya bisa menikmati atau memenuhi keinginannya tanpa harus pergi ketempat yang jauh lagi. Pada saat ini Cerme Square Residence dalam pembangunan beberapa unit bangunan, dan yang sedang dilakukan juga adalah melakukan publikasi kepada masyarakat cerme dan sekitarnya. Dilakukannya publikasi ini berguna untuk memberikan informasi tentang Cerme Square Residence kepada masyarakat sekitar dan juga mengenalkan nama Cerme Square Residence sendiri masyarakat. Karena sebuah hal baru juga bagi perumahan yang berani mengangkat nama daerah yang dibangun menjadi sebuah nama perumahan tersebut.

(53)

Residence dan juga masih banyak masyarakat yang tidak mengetahui atau mengenal Cerme Square Residence tersebut.

Dari hasil observasi dan wawancara yang telah dilakukan ke Bapak Andre bahwasannya untuk mengenalkan Cerme Square Residence kepada seluruh masyarakat Cerme dan sekitarnya perlu dilakukan publikasi kembali dengan penambahan media promosi dan perubahan strategi untuk melakukan pengenalan Cerme Square Residence. Maka dengan melakukan ulang publikasi dan menambahkan media promosi yang digunakan yaitu berupa iklan TVC dengan menggunakan teknik animasi 3D yang akan disiarkan pada TV lokal dan juga sosial media yang ada agar masyarakat Cerme dan sekitarnya mengenal ataupun mengetahui adanya Cerme Square Residence.

4.2 Studi Eksisting

Analisis studi eksisting ini mengacu pada observasi yang telah dilakukan teradap obyek yang telah diteliti, yaitu media promosi terdahulu. Observasi yang dilakukan terdapat media banner dari pihak Cerme Square Residence.

Cerme Square Residence sebelumnya telah membuat media untuk mengenalkan dan memberikan informasi kepada masyarakat yang berbentuk

banner sebagai media promosinya. Media promosi dalam bentuk banner tampak

(54)

Gambar 4.1 Banner Cerme Square Residence Sumber : Cerme Square Residence a. Keunggulan banner Cerme Square Residence

(55)

b. Kelemahan banner Cerme Square Residence

Banner Cerme Square Residence memiliki keterbatasan dalam

penyampaian informasi dari segi publikasi dan konten banner. Konten yang disampaikan belum sepenuhnya menjelaskan tentang Cerme Square Residence, juga kurang memiliki karakterisktik tersendiri.

4.3 Segmentasi, Targeting, Positioning (STP) 1. Segmentasi

Dalam perancangan iklan TVC Cerme Square Resdience, khalayak sasaran atau target yang dituju adalah :

a. Demografis

Usia : Seluruh masyarakat Jenis Kelamin : Pria dan Wanita membutuhkan dan menginginkan tempat untuk hiburan.

2. Targeting

(56)

masyarakat yang telah berkeluarga dan membutuhkan tempat yang diinginkan mempunyai pekerjaan serta tempat kerja yang berkisar didaerah cerme.

3. Positioning

Positioning adalah strategi komunikasi yang berhubungan dengan bagaimana khalayak menempatkan suatu produk, merek atau perusahaan di dalam otaknya, di dalam alam khayalnya, sehingga khalayak memiliki penilaian tertentu (Morissan, 2010:72). Cerme Square Residence memberikan kemudahan bagi masyarakat sekitar cerme dalam hal keinginan atau kebutuhan mereka, sehingga tidak perlu lagi pergi ke pusat Gresik untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

4.4 Analisis Kompetitor

(57)

Gambar 4.2 Iklan Animasi 3D Perumahan Grand Citra Zam – Zam Sumber : www.youtube.com

Pada gambar 4.2 menunjukkan tentang nama dari perumahan Grand Citra Zam-zam untuk memperkenalkan kepada masyarakat melalui iklan video animasi 3D.

(58)

4.5 Analisis SWOT (Strenght, Weakness, Opportunity, Threat)

SWOT adalah dipergunakan untuk menilai dan menilai ulang (reevaluasi) suatu hal yang telah ada dan telah diputuskan sebelumnya dengan tujuan meminimumkan resiko yang mungkin timbul. Langkahnya adalah dengan mengoptimalkan segi positif yang mendukung serta meminimalkan segi negatif yang berpotensi menghambat pelaksanaan keputusan perancangan yang telah diambil (Sarwono dan Lubis 2007:18).

Segi kekuatan dan kelemahan merupakan kondisi internal yang dikandung oleh obyek yang dinilai, sedangkan peluang dan ancaman merupakan faktor eksternal. Hasil kajian dari keempat segi ini kemudian disimpulkan, meliputi strategi pemecahan masalah, perbaikan, pengembangan, dan optimalisasi.

Hal-hal yang dikandung oleh empat faktor tersebut disimpulkan menjadi sesuatu yang positif, netral atau minimal dipahami. Penyusunan kesimpulan ini ditampung dalam Matriks Pakal yang terdiri dari:

1. Strategi PE-KU (S-O) / Peluang dan Kekuatan: Mengembangkan peluang menjadi kekuatan.

2. Strategi PE-LEM (W-O) / Peluang dan Kelemahan: Mengembangkan peluang untuk mengatasi kelemahan.

3. Strategi A-KU (S-T) / Ancaman dan Kekuatan: Mengenali dan mengantisipasi ancaman untuk menambah kekuatan.

(59)

4.6 Tabel Analisis SWOT

Tabel 4.1 SWOT (Perumahan Cerme Square Residence)

(60)

4.7 Unique Selling Proposition (USP)

USP (Unique Selling Proposition) keunikan yang menjual (attractive), yang diusulkan atau diperkirakan paling membuat konsumen berpaling. Keunggulan dari perumahan Cerme Square Residence adalah Square atau kawasan tersebut yang memberikan kemudahan bagi masyarakat, seperti ingin memanjakan anaknya bisa datang ketempat bermain di Cerme Square Residence tanpa harus pergi ke pusat Gresik.

4.8 Keyword

(61)
(62)

4.9 Deskripsi Konsep

Konsep untuk perancangan iklan TVC perumahan Cerme Square Residence adalah “Lives”. Deskripsi dari “Lives” adalah suatu kehidupan yang berada di

kawasan perumahan Cerme Square Residence. Konsep “Lives” bertujuan untuk

mewujudkan kawasan yang ada di Cerme Square Residence yang memberikan kemudahan, harapan, dan keringanan.

Yang artinya, konsep “Lives” diharapkan bisa memberikan kemudahan

untuk kehidupan masyarakat Cerme dengan adanya Cerme Square Residence. Sangat membantu masyarakat Cerme yang menginginkan sebuah tempat hiburan ataupun komersil tanpa pergi jauh ke pusat Gresik lagi. Karena itu konsep “Lives

ini memberikan sebuah kehidupan yang akan memudahkan masyarakat Cerme melakukan kepentingannya.

Dengan mengusung konsep “Lives” diharapkan masyarakat yang belum

(63)

4.10 Alur Perancangan Karya

(64)

4.11 Perancangan Kreatif

4.11.1 Tujuan Kreatif

Untuk membuat iklan TVC yang dapat menarik perhatian dan dapat kesadaran pada konsumen, dibutuhkan sebuah konsep yang matang dan terstruktur untuk menghasilkan hasil yang baik yang baik dan benar sesuai tujuan. Perancangan iklan TVC ini dilakukan melalui media iklan TVC dengan menggunakan teknik 3D, dan juga didukung dengan media lainnya berupa, sosial media, banner, dan

stationary set.

Dengan terbentuknya keyword, diharapkan memberikan dampak yang positif ke masyarakat dengan visualisasi yang sesuai dengan iklan TVC perumahan Cerme Square Residence. Keyword yang akan digunakan adalah “kehidupan” atau “Lives” merupakan hasil dari penggabungan antara wawancara, observasi, STP, studi literasi, studi eksisting, dan studi kompetitor yang telah melalui proses reduksi sehingga hasil akhir yang terbentuk adalah sebuah konsep “Lives” sebagai dasar

dalam perancangan iklan TVC perumahan Cerme Square Residence untuk memperkenalkan dan meningkatkan awareness kepada masyarakat.

4.11.2 Strategi Kreatif

(65)

1. Tagline

Menurut Rustan (2009:70) Tagline adalah suatu salah satu atribut dalam system identitas, berupa satu kata atau lebh yang menggambarkan esensi,

personality maupun positioning brand.

Setiap desain pada media yang akan digunakan oleh Cerme Square Residence akan membutuhkan sebuah tagline untuk menarik perhatian yang akan dipakai setiap pembuatan karya. Tagline yang akan dipilih atau dipakai untuk perancangan iklan perumahan Cerme Square Residence yang berguna untuk meningkatkan kesadaran masyarakat adalah “Lives Starts Here”. Kalimat “Lives Starts Here” dipilih karena memiliki arti “kehidupan dimulai

disini” yang menggambarkan tentang kawasan Cerme Square Sendiri. Tagline

yang telah dipilih akan mampu memberikan persepsi bahwa kehidupan yang di Cerme Square Residence akan sangat membantu dalam melakukan kegiatan. 2. Headline

Menurut Pranata (2001:80) selain berfungsi untuk menarik perhatian,

headline memiliki fungsi untuk mengikat dan mengunci perhatian target

audiens.

(66)

3. Tipografi (Visual)

Jenis tipografi yang sesuai dengan konsep yang akan digunakan adalah memiliki karakter yang menggambarkan tentang Cerme Square Residence. Tipografi yang sesuai untuk konsep “Lives” adalah jenis huruf Sans Serif dengan karakter font Franklin Gothic Book dan Franklin Gothic Demi. Ciri dari huruf ini adalah mempunyai karakter yang jelas dan sederhana, hampir mirip dengan font Arial cuma font Franklin Gothic Demi lebih tebal dan jarak antar spacenya agak lebih dekat dibandingkan Arial.

Gambar 4.5 Tipografi “Franklin Gothic Book

Sumber : Hasil Olahan Peneliti, 2016

Gambar 4.6 Tipografi “Franklin Gothic Demi

(67)

4. Warna (Visual)

Penggunaan warna pada setiap media perumahan Cerme Square Residence menggunakan warna yang sesuai konsep “Lives” dan tidak lepas dari ciri khas warna Cerme Square Residence.

Deskripsi dari konsep “Lives” adalah aktivitas dalam kawasan Cerme

Square Residence. Jadi penggunaan warna konsep “Lives” menggunakan warna kuning yang melambangkan kehidupan (Sanyoto, 2009:46).

Kawasan perumahan Cerme Square Residence bertujuan untuk memberikan kesan yang sempurna, dan warna yang sesuai adalah warna putih karena memiliki arti kesempurnaan, kesederhanaan, dan kebersihan, maka dari itu warna putih bisa mewakili ciri dari kawasan Cerme Square Residence yang memberikan kehidupan pada masyarakat Cerme.

(68)

Gambar 4.7 Warna yang terpilih Sumber : Hasil Olahan Peneliti, 2016

5. Sinopsis Cerita Iklan

Menggambarkan ilustrasi tentang kawasan Cerme Square Residence. Menunjukkan sebuah aktivitas yang berada di kawasan tersebut, ditambah dengan memperlihatkan beberapa tempat yang akan ditonjolkan dan juga yang di unggulkan, seperti tempat pertokoan, tempat istirahat atau lounge, kemudian SOHO (Small Office Home Office), dan juga tempat hunian.

6. Storyboard

(69)

mempunyai pengalaman untuk dapat mengubah jalan cerita, sehingga mendapatkan efek atau ketertarikan yang lebih kuat.

Sedangkan menurut Luther (Sutopo, 2003:36) storyboard merupakan deskripsi dari setiap scene yang secara jelas menggambarkan objek multimedia serta perilakunya.

Penggunaan storyboard pada iklan perumahan Cerme Square Residence berbasis animasi 3D dengan menggunakan konsep yang sama, dan eksekusi setiap alur cerita storyboard berbeda-beda. Media yang akan digunakan untuk iklan perumahan Cerme Square Residence adalah media TVC dan media sosial. Berikut alur cerita storyboard pada media masing-masing :

a. TVC (durasi 45 detik)

Storyboard Scene 1

Setting : Logo Cerme Square Residence Transisi : Opacity

Durasi : 5 Detik

(70)

Stortyboard Scene 2

Setting : Kawasan bagian depan samping kanan Transisi : Slide ke depan

Durasi : 6 Detik

Narasi : Memperlihatkan kawasan Cerme Square Residence tampak dari depan, dan aktifitas orang orang berlalu lalang di depan toko.

Storyboard Scene 3

(71)

Transisi : Slide kiri Durasi : 4 Detik

Narasi : memperlihatkan font Cerme Square Residence pada halaman depan, dengan background aktifitas orang lalu lalang didepan pertokoan

Storyboard Scene 4

Setting : Gate atau pintu utama Transisi : Slide kedalam

Durasi : 5 Detik

(72)

Storyboard Scene 5

Setting : Lorong bagian dalam kawasan Transisi : Slide kedalam

Durasi : 4 Detik

Narasi : Menunjukkan bagian dalam kawasan, melalui sebuah lorong dengan lalu lalang orang-orang yang berjalan.

Storyboard Scene 6

(73)

Durasi : 5 Detik

Narasi : Adanya aktifitas orang-orang yang sedang berada ditempat bersantai atau tempat istirahat.

Storyboard Scene 7

Setting : SOHO ( Small Office Home Office ) Transisi : Slide kanan

Durasi : 5 Detik

(74)

Storyboard Scene 8

Setting : Hunian Perumahan Cerme Square Residence Transisi : Slide Atas

Durasi : 3 Detik

Narasi : Menunjukkan kawasan bagian hunian dengan beberapa orang yang sedang melakukan aktifitasnya.

Storyboard Scene 9

(75)

Durasi : 4 Detik

Narasi : Memperlihatkan deretan rumah

Storyboard Scene 10

Setting : Tulisan penutup Transisi : Opacity

Durasi : 8 Detik

(76)

b. Sosial Media (durasi 02.00 detik)

Storyboard Scene 1

Setting : Logo Cerme Square Residence Transisi : Opacity

Durasi : 5 Detik

Narasi : Menampilkan Logo Perumahan Cerme Square Residence

Stortyboard Scene 2

(77)

Transisi : Slide ke depan Durasi : 6 Detik

Narasi : Memperlihatkan kawasan Cerme Square Residence tampak dari depan, dan aktifitas orang orang berlalu lalang di depan toko.

Storyboard Scene 3

Setting : Bagian depan toko Transisi : Slide kiri

Durasi : 7 Detik

(78)

Storyboard Scene 4

Setting : Font Cerme Square Residence bagian kanan Transisi : Slide kiri

Durasi : 6 Detik

Narasi : memperlihatkan font Cerme Square Residence pada halaman depan

Storyboard Scene 5

Setting : Kawasan pertokoan bagian depan samping kiri Transisi : Slide kanan

(79)

Narasi : Beberapa orang melakukan sebuah aktifitas dengan background kawasan depan Cerme Square Residence.

Storyboard Scene 6

Setting : Font Cerme Square Residence bagian kiri Transisi : Slide kanan

Durasi : 6 Detik

(80)

Storyboard Scene 7

Setting : Gate atau pintu utama Transisi : Slide kedalam

Durasi : 6 Detik

Narasi : Adanya aktifitas orang-orang yang berada di bagian pintu utama Cerme Square Residence.

Storyboard Scene 8

(81)

Transisi : Slide kanan Durasi : 6 Detik

Narasi : Memperlihatkan 3 pilar yang menjadi interest Cerme Square Residence.

Storyboard Scene 9

Setting : Kawasan toko bagian belakang Transisi : Slide bawah

Durasi : 6 Detik

(82)

Storyboard Scene 10

Setting : Lorong bagian dalam kawasan Transisi : Slide kedalam

Durasi : 6 Detik

Narasi : Menunjukkan bagian dalam kawasan, melalui sebuah lorong dengan lalu lalang orang-orang yang berjalan.

Storyboard Scene 11

(83)

Durasi : 6 Detik

Narasi : Adanya aktifitas orang-orang yang sedang berada ditempat bersantai atau tempat istirahat.

Storyboard Scene 12

Setting : Kawasan pertokoan Transisi : Slide kanan

Durasi : 4 Detik

(84)

Storyboard Scene 13

Setting : SOHO ( Small Office Home Office ) Transisi : Slide kanan

Durasi : 6 Detik

Narasi : Menunjukkan bagian SOHO

Storyboard Scene 14

Setting : Bagian depan SOHO Transisi : Slide kanan

(85)

Narasi : Menampilkan SOHO tampak dari depan dengan kegiatan sesorang didepan SOHO tersebut.

Storyboard Scene 15

Setting : Pos penjagaan hunian Transisi : Slide atas

Durasi : 7 Detik

Narasi : Memperlihatkan pos penjagaan tempat hunian

(86)

Setting : Hunian Perumahan Cerme Square Residence Transisi : Slide Atas

Durasi : 7 Detik

Narasi : Menunjukkan kawasan bagian hunian

Storyboard Scene 17

Setting : Rumah type 54 Transisi : Slide kanan Durasi : 6 Detik

(87)

Storyboard Scene 18

Setting : Jalan depan rumah Transisi : Slide kedalam Durasi : 8 Detik

Narasi : Memperlihatkan deretan rumah type 45.

Storyboard Scene 19

(88)

Narasi : Menunjukkan rumah dengan type 45

Storyboard Scene 20

Setting : Tulisan penutup Transisi : Opacity

Durasi : 13 Detik

Narasi : menampilkan tulisan www.cermesquare-residence.com, lokasi, dan copyright.

7. Layout

(89)

penekanan, keseimbangan, kesatuan, dan konsistensi. Dengan adanya penerapan layout sebagai acuan dasar dalam memberikan tuntunan dalam mendesain layout dari perancangan iklan TVC perumahan Cerme Square Residence dengan teknik animasi 3D. Media yang digunakan tidak hanya TVC tapi juga Videotron dan Sosial Media. Berikut adalah layout iklan perumahan Cerme Square Residence dengan landasan storyboard yang telah dirancang.

a. TVC (durasi 45 detik)

Storyboard Scene 1

Setting : Logo Cerme Square Residence Transisi : Opacity

Durasi : 5 Detik

(90)

Stortyboard Scene 2

Setting : Kawasan bagian depan samping kanan Transisi : Slide ke depan

Durasi : 6 Detik

Narasi : Memperlihatkan kawasan Cerme Square Residence tampak dari depan, dan aktifitas orang orang berlalu lalang di depan toko.

Storyboard Scene 3

(91)

Transisi : Slide kiri Durasi : 4 Detik

Narasi : memperlihatkan font Cerme Square Residence pada halaman depan, dengan background aktifitas orang lalu lalang didepan pertokoan

Storyboard Scene 4

Setting : Gate atau pintu utama Transisi : Slide kedalam

Durasi : 5 Detik

(92)

Storyboard Scene 5

Setting : Lorong bagian dalam kawasan Transisi : Slide kedalam

Durasi : 4 Detik

Narasi : Menunjukkan bagian dalam kawasan, melalui sebuah lorong dengan lalu lalang orang-orang yang berjalan.

Storyboard Scene 6

(93)

Durasi : 5 Detik

Narasi : Adanya aktifitas orang-orang yang sedang berada ditempat bersantai atau tempat istirahat.

Storyboard Scene 7

Setting : SOHO ( Small Office Home Office ) Transisi : Slide kanan

Durasi : 5 Detik

Gambar

Gambar 2.1 Nilai-Nilai Kesadaran Merek (sumber : rangkuti, freddy 2009)
Tabel 3.1 Perancangan Penelitian Sumber : Hasil Olahan Peneliti, 2016
Gambar 4.1 Banner Cerme Square Residence Sumber : Cerme Square Residence
Gambar 4.2 Iklan Animasi 3D Perumahan Grand Citra Zam – Zam Sumber : www.youtube.com
+7

Referensi

Dokumen terkait