1 BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Tower sebagai penunjang konstruksi turbin angin pembangkit tenaga
listrik sangat dibutuhkan. Pasokan energi listrik sekarang ini dibutuhkan
dimanapun dan kapanpun, misalnya didaerah yang ramai akan lalu lintas sehingga
kaya akan angin dapat dimanfaatkan sebagai lampu penerangan jalan.
Turbin angin yang juga dikenal dengan sebutan kincir angin merupakan sarana pengubah energi kinetik angin menjadi energi mekanik untuk memutar
generator listrik. Kincir angin adalah salah satu pembangkit energi alternatif yang
sifatnya renewable, yaitu persediaannya tak terbatas. Dengan menggunakan prinsip konversi energi, kincir angin dapat menghasilkan energi listrik yang murah
dan ramah lingkungan. (WordPress.com, Mei 2008 ).
Tower knock down sistem 3 kaki adalah tiang penyangga yang
mempunyai 3 sub - bagian yang dapat dibongkar pasang yang diperkuat dengan
mur dan baut, tower jenis ini dapat berdiri tanpa menggunakan tali baja (sling)
yang biasanya digunakan pada tower yang menggunakan 1 batang pipa umumnya,
sehingga tidak memerlukan lahan luas untuk mendirikannya. Susunan pipa pada
tower knock down sistem 3 kaki ini terdiri dari 3 pipa dengan dimensi yang sama,
2 Pada pembuatan ini, menggunkan pipa baja ST 60.11 Ø 60 mm, tower
knock down ini dibuat dari 3 buah pipa penyangga yang disambung dengan sistem
flange menjadi 3 tingkat dengan panjang keseluruhan 6 m, membentuk segitiga
samasisi. Tujuannya agar tower dapat berdiri lebih kokoh dari pada 1 buah pipa
penyangga serta untuk penempatan tool and control box lebih effisien. Sedangkan
tali baja yang digunakan untuk memperkuat berdirinya tower, diubah dengan
dilakukan penyambungan antara pipa 1 dengan pipa yang lain menggunakan
sistem pengelasan, sehingga ketiga pipa tower tersebut menjadi satu dengan ketiga
pipa tower. Tidak memerlukan lahan yang luas dalam pemasanganya poros kincir
sejajar dengan poros generator tanpa menggunakan transmisi. Penyangga solar
cell diletakan di bawah dudukan generator dengan dimensi solar cell 660 x 610 x
30 (mm), berat 6 kg dan menghasilkan daya 50 wp. Generator yang digunakan
mempunyai diameter 55 cm dan tinggi 56 cm berkapasitas 45 watt. Dari paparan
diatas, dapat diharapkan menjadi produk yang handal dari segi teknis dan
terjangkau dari segi harga produknya. Selain itu tower tipe knock down sistem 3
kaki dapat digunakan sebagai pengganti tower permanen yang sulit dalam
pemasangan dan perawatannya.
Berdasarkan uraian di atas, perlunya penulis membuat prototype tower
3 1.2. Rumusan Masalah
1. Bagaimana mendapatkan prosedur pembuatan tower tipe knock down sistem 3 kaki
2. Bagaimana mendapatkan prorotype tower tipe knock down sistem 3 kaki
1.3. Tujuan
Adapun tujuan perancangan tower jenis knock down sistem 3 kaki adalah ;
1. Memperoleh prosedur pembuatan tower jenis knock down sistem 3 kaki
2. Memperoleh prototype tower jenis knock down sistem 3 kaki
1.4. Manfaat Penulisan
Manfaat yang diperoleh dari pembuatan tower jenis knock down sistem 3 kaki ini adalah :
1. Masyarakat
Dapat digunakan sebagai penunjang konstruksi pada tower
pembangkit tenaga listrik dengan menggunakan turbin angin.
2. Universitas Muhammadiyah Malang
Sebagai referensi untuk pembuatan tower turbin angin
selanjutnya atau untuk perbaikan tower tersebut, yang nantinya
dapat dijadikan bahan prototype untuk pembelajaran mahasiswa
dibidang konstruksi.
3. IPTEK
Dapat digunakan sebagai acuan untuk pembuatan /
4 1.5 Batasan Masalah
Mengingat banyaknya permasalahan yang akan timbul, maka agar lebih
mempermudah pembahasan dan pemahaman serta hasilnya mengarah pada tujuan
yang diinginkan diperlukan adanya pembatasan masalah. Oleh karena itu dalam
penulisan ini yang akan dibahas, yaitu :
1. Tinggi total tower adalah 6 m.
2. Tower jenis knock down sistem 3 kaki memiliki dua sambungan menggunakan flange dengan 4 baut.
3. Beban komponen turbin yang ditopang tower tidak lebih dari 90kg,
meliputi: berat generator: 20 kg, blade: 15 kg, solar cell: 6 kg.
4. Beban statik dan dinamik pada penumpu, poros, dan sudu turbin
angin tidak dibahas.