Daftar Isi Halaman Judul
Daftar isi...1
BAB I Pendahuluan...2
A. Latar Belakang...2
B. Rumusan Masalah...2
C. Tujuan...2
D. Lingkup Pembahasan...2
BAB II Tinjauan Pustaka...3
i. Profesi...3
ii. Nelayan...5
iii. Danau Tempe...8
BAB III Pembahasan...10
1. Penyebab Perubahan Kegiatan Masyarakat di Sekitar Danau Tempe...10
a. Faktor Ilmu Pengetahuan dan Teknologi...10
b. Faktor Budaya...10
c. Sumber Daya Modal...11
2. Hasil Survey...12
1) Profesi Suami...12
2) Profesi Istri...13
BAB IV Penutup...15
A. Kesimpulan...15
B. Saran...15
Daftar Pustaka...16 BAB I
A. Latar Belakang
Wajo merupakan salah satu kabupaten yang wilayahnya berbatasan dengan danau tempe, selain sidrap dan soppeng. berbatasan langsung dengan danau memberikan keuntungan tersendiri, khususnya di sektor perikanan, tetapi dari hasil survey, masyarakat yang tinggal di sekitar danau tempe mulai merubah kegiatannya, ini menjadi tanda tanya besar mengapa masyarakat sekitar danau tempe merubah kegiatannya tersebut.
B. Rumusan Masalah
Mengapa masyarakat sekitar danau tempe di kabupaten wajo merubah kegiatannya.
C. Tujuan
Mengetahui penyeb mengapa para masyarakat sekitar danau tempe merubah kegiatannya.
D. Lingkup Pembahasan
Makalah ini membahas mengenai mata pencaharian masyarakat wajo yang bermukim di sekitar danau tempe, alasan mereka bermukim di sekitar danau tempe.
BAB II Tinjauan Pustaka
Profesi adalah kata serapan dari sebuah kata dalam bahasa Inggris "Profess", yang dalam bahasa Yunani adalah "Επαγγελια", yang bermakna: "Janji untuk memenuhi kewajiban melakukan suatu tugas khusus secara tetap/permanen".
Profesi adalah pekerjaan yang membutuhkan pelatihan dan penguasaan terhadap suatu pengetahuan khusus. Suatu profesi biasanya memiliki asosiasi profesi, kode etik, serta proses sertifikasi dan lisensi yang khusus untuk bidang profesi tersebut. Contoh profesi adalah pada bidang hukum, kedokteran, keuangan, militer,teknik dan desainer.
Berikut beberapa istilah profesi yang dikemukakan oleh para ahli :
- SCHEIN, E.H (1962)
Profesi adalah suatu kumpulan atau set pekerjaan yang membangun suatu set norma yang sangat khusus yang berasal dari perannya yang khusus di masyarakat
- HUGHES, E.C (1963)
Perofesi menyatakan bahwa ia mengetahui lebih baik dari kliennya tentang apa yang diderita atau terjadi pada kliennya
- DANIEL BELL (1973)
ketrampilan teknis dan moral serta bahwa perawat mengasumsikan adanya tingkatan dalam masyarakat
- PAUL F. COMENISCH (1983)
Profesi adalah "komunitas moral" yang memiliki cita-cita dan nilai bersama
- KAMUS BESAR BAHASA INDONESIA
Profesi adalah bidang pekerjaan yang dilandasi pendidikan keahlian (ketrampilan, kejuruan, dan sebagainya) tertentu
- K. BERTENS
Profesi adalah suatu moral community (masyarakat moral) yang memiliki cita-cita dan nilai-nilai bersama
- SITI NAFSIAH
Profesi adalah suatu pekerjaan yang dikerjakan sebagai sarana untuk mencari nafkah hidup sekaligus sebagai sarana untuk mengabdi kepada kepentingan orang lain (orang banyak) yang harus diiringi pula dengan keahlian, ketrampilan, profesionalisme, dan tanggung jawab
- DONI KOESOEMA A
Profesi merupakan pekerjaan, dapat juga berwujud sebagai jabatan di dalam suatu hierarki birokrasi, yang menuntut keahlian tertentu serta memiliki etika khusus untuk jabatan tersebut serta pelayananbaku terhadap masyarakat.
Secara umum ada beberapa ciri atau sifat yang selalu melekat pada profesi, yaitu :
1. Adanya pengetahuan khusus, yang biasanya keahlian dan keterampilan ini dimiliki berkat pendidikan, pelatihan dan pengalaman yang bertahun-tahun.
2. Adanya kaidah dan standar moral yang sangat tinggi. Hal ini biasanya setiap pelaku profesi mendasarkan kegiatannya pada kode etik profesi.
3. Mengabdi pada kepentingan masyarakat, artinya setiap pelaksana profesi harus meletakkan kepentingan pribadi di bawah kepentingan masyarakat.
4. Ada izin khusus untuk menjalankan suatu profesi. Setiap profesi akan selalu berkaitan dengan kepentingan masyarakat, dimana nilai-nilai kemanusiaan berupa keselamatan, keamanan, kelangsungan hidup dan sebagainya, maka untuk menjalankan suatu profesi harus terlebih dahulu ada izin khusus.
5. Kaum profesional biasanya menjadi anggota dari suatu profesi. ii. Nelayan
Nelayan adalah orang yang hidup dari mata pencaharian hasil laut. Di Indonesia para nelayan biasanya bermukin di daerah pinggir pantai atau pesisir laut. Komunitas nelayan adalah kelompok orang yang bermata pencaharian hasil laut dan tinggal didesa-desa atau pesisir (Sastrawidjaya. 2002). Ciri komunitas nelayan dapat dilihat dari berbagai segi. Sebagai berikut :
a) Dari segi mata pencaharian. Nelayan adalah mereka yang segala aktivitasnya berkaitan dengan lingkungan laut dan pesisir. Atau mereka yang menjadikan perikanan sebagai mata pencaharian mereka.
terasa sangat penting pada saat untuk mengatasi keadaan yang menuntut pengeluaran biaya besar dan pengerahan tenaga yang banyak. Seperti saat berlayar. Membangun rumah atau tanggul penahan gelombang di sekitar desa.
c) Dari segi ketrampilan. Meskipun pekerjaan nelayan adalah pekerjaan berat namun pada umumnya mereka hanya memiliki ketrampilan sederhana. Kebanyakan mereka bekerja sebagai nelayan adalah profesi yang diturunkan oleh orang tua. Bukan yang dipelajari secara professional.
Dari bangunan struktur sosial, komunitas nelayan terdiri atas komunitas yang heterogen dan homogen. Masyarakat yang heterogen adalah mereka yang bermukim di desa-desa yang mudah dijangkau secara transportasi darat. Sedangkan yang homogen terdapat di desa-desa nelayan terpencil biasanya mengunakan alat-alat tangkap ikan yang sederhana, sehingga produktivitas kecil. Sementara itu, kesulitan transportasi angkutan hasil ke pasar juga akan menjadi penyebab rendahnya harga hasil laut di daerah mereka. (Sastrawidjaya. 2002).
Dilihat dari teknologi peralatan tangkap yang digunakan dapat dibedakan dalam dua katagori, yaitu nelayan modern dan nelayan tradisional. Nelayan modern mengunakan teknologi penangkapan yang lebih canggih dibandingkan dengan nelayan tradisional. Ukuran modernitas bukan semata-mata karena pengunaan motor untuk mengerakkan perahu, melainkan juga besar kecilnya motor yang digunakan serta tingkat eksploitasi dari alat tangkap yang digunakan. Perbedaan modernitas teknologi alat tangkap juga akan berpengaruh pada kemampuan jelajah operasional mereka (Imron, 2003:68).
memusatkan penanaman modalnya dalam operasi penangkapan ikan. Nelayan campuran yaitu seseorang nelayan yang juga melakukan pekerjaan yang lain di samping pekejaan pokoknya sebagai nelayan. Sedangkan nelayan penuh ialah golongan nelayan yang hidup sebagai penangkap ikan di laut dan dengan memakai peralatan lama atau tradisional.
Namun demikian apabila sebagian besar pendapatan seseorang berasal dan perikanan (darat dan laut) ia disebut sebagai nelayan. (Mubyarto, 2002:18).
Sejalan dengan itu, dalam hal tingkat pendidikan khususnya bagi nelayan tradisional, untuk bekal kerja mencari ikan dilaut, latar belakang seorang nelayan memang tidak penting artinya karena pekerjaan sebagai merupakan pekerjaan kasar yang lebih banyak mengandalkan otot dan pengalaman, maka setinggi apapun tingkat pendidikan nelayan itu tidaklah memberikan pengaruh terhadap kecakapan mereka dalam melaut. Persoalan dari arti penting tingkat pendidikan ini biasanya baru mengedepankan jika seorang nelayan ingin berpindah ke pekerjaan lain yang lebih menjanjikan. Dengan pendidikan yang rendah jelas kondisi itu akan mempersulit nelayan tadisional memilih atau memperoleh pekerjaan lain selain mejadi nelayan. (Kusnadi, 2002:3).
iii. Danau Tempe
masyarakat KabupatenWajo, tapi juga sebagian masyarakat Kabupaten Soppeng dan Sidrap. Disepanjang tepi danau, tampak perkampungan nelayan bernuansa Bugisberjejer menghadap ke arah danau.
Keistimewaan
Danau Tempe merupakan penghasil ikan air tawar terbesar di dunia, karena dasar danau ini menyimpan banyak sumber makanan ikan. Selain itu, danau ini juga memiliki spesies ikan tawar yang tidak dapatditemui di tempat lain. Hal ini diperkirakan karena letak danauini berada tepat di atas lempengan Benua Australia dan Asia.
kekeluargaan danpersatuan antar sesama nelayan tetap terjaga dengan prinsip ?3-S?,yaitu Sipakatau, Sipakainge, dan Sipakalebbi (saling menyegani, salingmenasehati, dan saling menghargai). Dengan menyaksikan festival ini,para pengujung dapat mengetahui tentang kebudayaan masyarakat Bugis diSulawesi Selatan, khususnya Bugis Wajo.
Lokasi
Danau Tempe terletak di Kecamatan Tempe, Kabupaten Wajo, Provinsi Sulawesi Selatan.
Akses
Danau ini terletak 7 km dari Kota Sengkang, ibukota Kabupaten Wajo.Untuk mencapai tempat ini, dari Kota Sengkang ke Sungai Walennae dapat ditempuh melalui jalur darat dengan menggunakan mobil pete-pete(mikrolet). Dari Sungai Walennae menuju ke Danau Tempe ditempuh selama30 menit dengan menggunakan perahu motor atau katinting, dengan biaya sekitar Rp. 50.000,- hingga Rp. 75.000,- per-orang.
BAB III Pembahasan
1. Penyebab Perubahan Kegiatan Masyarakat Di Sekitar Danau Tempe
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat mendorong adanya percepatanproses pembangunan, pergantian pola kerja yang semula menggunakan tangan manusia digantikan oleh mesin-mesin canggih berdampak kepada aspek efisiensi, kualitas dan kuantitas serangkaian aktivitas pembangunan ekonomi yang dilakukan dan pada akhirnya berakibat pada percepatan laju pertumbuhan perekonomian. dahulu masyarakat sekitar danau tempe pendidikanya masih rendah sehingga kegiatannya hanya bertani dan nelayan,tetapi seiring dengan perkebangan jaman, yang pendidikannya dengan mudah didadapat yang artinya semakin berpendidkan sumber daya manusianya semakin beragam pula kegiatan.
b. Faktor Budaya
Faktor budaya memberikan dampak tersendiri terhadap pembangunan ekonomi yang dilakukan, faktor ini dapat berfungsi sebagai pembangkit atau pendorong proses pembangunan tetapi dapat juga menjadi penghambat pembangunan. Budaya yang dapat mendorong pembangunan diantaranya sikap kerja keras dan kerja cerdas, jujur, ulet dan sebagainya. Adapun budaya yang dapat menghambat proses pembangunan diantaranya sikap anarkis, egois, boros, KKN, dan sebagainya. mulai bergesernya budaya di sekitar danau tempe menjadi salah satu faktor, pada jaman sekarang nelayan bukanlah pekerjaan yang bergengsi sehingga menyebabkan banyak masyarakat yang merubah kegiatannya dari nelayan ke pedagang atau pegawai.
Sumber daya modal dibutuhkan manusia untuk mengolah SDA dan meningkatkan kualitas IPTEK. Sumber daya modal berupa barang-barang modal sangat penting bagi perkembangan dan kelancaran pembangunan ekonomi karena barang-barang modal juga dapat meningkatkan produktivitas.untuk menjadi nelayan dijaman sekarang sangatlah membutuhkan modal yang besar tetapi hasil yang didapatkan tidak sebanding dengan pengeluarannya.
Gambar 3.1 Nelayan danau tempe
2. Hasil Survey
1) Profesi Suami
Sumber : data primer 2014,
Berdasarkan diagram diatas, dapat dilihat bahwa profesi seorang suami berturut-turut sebagai berikut : posisi pertama diduduki oleh profesi sebagai nelayan dengan jumlah sebanyak 32 orang, lalu disusul oleh profesi wiraswasta sebanyak 19 orang, buruh sebanyak 8 orang, PNS sebanyak 7 orang, tukang bemor dan supir masing-masing sebanyak 3 orang, dan terakhir petani kebun, montir, penjahit, dan honorer masing-masing hanya sebanyak 1 orang. Namun tidak sedikit juga masyarakat yang tidak bekerja, yaitu sebanyak 14 orang.
Diagram diatas juga menunjukkan bahwa profesi suami sebagai nelayan adalah profesi yang lebih dominan. Hal ini sebagai dampak dari adanya danau dan sebagai sumber mata pencaharian masyarakat sekitar. Dan disisi lain, wiraswasta juga memegang peran penting bagi masyarakat disebabkan dekatnya kawasan masyarakat dengan pasar sehingga banyak masyarakat yang memilih untuk membuka lahan di pasar sebagai tambahan penghasilan.
Kurangnya petani di kawasan survei sekitar Danau Tempe disebabkan kondisi cuaca yang tidak menentu sehingga membuat masyarakat takut apabila air danau pasang maka akan menghancurkan sawah/kebun yang telah mereka pelihara selama berbulan-bulan dan membuat kebun tersebut gagal panen.
2) Profesi Istri
Sumber : data primer 2014,
Berdasarkan diagram diatas, dapat kita lihat bahwa profesi seorang istri berturut-turut sebagai berikut: posisi pertama diduduki oleh profesi URT atau sering disebut Ibu Rumah Tangga dengan jumlah sebanyak 66 orang, kemudian disusul oleh profesi wiraswasta sebanyak 12 orang, penjahit dan pembuat jala masing-masing sebanyak 3 orang, guru sebanyak 2 orang, dan terakhir petani kebun dengan jumlah hanya sebanyak 1 orang saja.
Diagram diatas juga menunjukkan bahwa profesi istri yang lebih dominan adalah profesi sebagai Ibu Rumah Tangga. Ini disebabkan karena para istri lebih memilih tinggal di rumah untuk mengurusi rumah, anak dan menunggu suaminya pulang dari tempat bekerja. Hal ini menunjukkan masih kurangnya peran seorang istri dalam menunjang perekonomian keluarga. Dan tidak sedikit pula para istri yang memilih untuk membantu suaminya mencari nafkah dengan cara menjual ikan hasil tangkapan suaminya ke pasar dan ada juga istri yang membantu suaminya dengan cara membuatkan jala bagi suaminya untuk menangkap ikan yang lebih banyak lagi.
menghidupi dirinya dan anak-anaknya, juga untuk melanjutkan pendidikan bagi anaknya hingga menjadi anak yang sukses dikemudian hari.
BAB IV Penutup A. Kesimpulan
Perubahan kegiatan masyakat sekitar danau tempe tidak bisa di cegah karena faktor ilmu pengetahuan, budaya dan modal sangat berpengaruh terhadap kegiatan masyrakat, terutama ilmu pengetahuan karena dengan bertambahnya ilmu dalam masyrakat, makin beragam pula kegiatan yang dapat dilakukannya.
B. Saran
membawa kesejahteraan masyarakat. Untuk mewujudkannya pemerintah, swasta dan masyrakat harus bekerja sama untuk dapat merealisasikannya.
Daftar Pustaka
http://kuliahitukeren.blogspot.com/2011/07/pengertian-nelayan.html
http://www.wajokab.go.id/index.php?
option=com_content&view=article&id=6&Itemid=49