PUSAT PAGELARAN MUSIK MODERN
DI SURAKARTA
Diaj ukan Unt uk Melengkapi Persyarat an Guna Mencapai Gelar Sarj ana Teknik St rat a Sat u
di Jurusan Arsit ekt ur Fakult as Teknik Universit as Sebelas Maret
Oleh :
CATHERINA ARSHINTA DHENIE KUSUMA INTAN
NIM. I 0201042
JURUSAN ARSITEKTUR FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA
PENGESAHAN
TUGAS AKHIR
PUSAT PAGELARAN MUSIK MODERN DI SURAKARTA
Oleh :
CATHERINA ARSHINTA DHENIE KUSUMA INTAN
NIM. I 0201042
Surakart a, Maret 2006
Telah diperiksa dan diset uj ui oleh : Pembimbing Tugas Akhir
Pembimbing I Pembimbing II
Ir. Samsudi, MT Sri Yuliani, ST, M. App. Sc
NIP. 131 658 898 NIP. 132 134 649
Menget ahui,
Pembant u Dekan I Ket ua Jurusan Arsit ekt ur
Fakult as Teknik (FT)-UNS FT-UNS
Ir. Paryant o, MS Ir. Hardiyat i, MT
Puj i syukur penyusun panj at kan kehadirat Tuhan YME karena at as
rahmat -Nya penyusun dapat menyelesaikan Tugas Akhir ini dengan baik dan lancar sebagai sebagian persyarat an unt uk mendapat kan gelar
Sarj ana Teknik St r at a Sat u di Jurusan Arsit ekt ur Fakult as Teknik Universit as Sebelas Maret Surakart a.
Berbagai pihak t elah ikut berperan membant u penyusun dalam proses penyelesaian t ugas akhir ini. Ucapan t erima kasih dihat urkan
sebesar-besarnya kepada :
1. Ir. Hardiyat i, MT, Ket ua Jurusan Arsit ekt ur FT-UNS
2. Ir. Unt ung Joko Cahyono, M. Arch, Sekret aris Jurusan Arsit ekt ur
FT-UNS
3. Ir. Samsudi, MT, selaku Dosen Pembimbing I Tugas Akhir
4. Sri Yuliani, ST, M. App. Sc, selaku Dosen Pembi mbing II Tugas Akhir 5. Ir. Sri Purwaningsih, dosen pembimbing akademis
6. Ir. Galing Yudana, MT, selaku Ket ua Panit ia Tugas Akhir Jurusan Arsit ekt ur FT-UNS
7. Ir. Anna Hardiana, MT, selaku Sekret aris Panit ia Tugas Akhir Jurusan Arsit ekt ur FT-UNS
8. Dan segenap rekan – rekan yang t elah membant u dalam proses penyelesaian Tugas Akhir
Akhir kat a penyusun menyadari bahwa penyusunan laporan ini masih j auh dari kesempurnaan. Oleh karena it u penyusun mengharapkan saran
dan krit ik. Semoga laporan ini dapat bermanf aat bagi kit a semua, Amin.
Sur akar t a, Mar et 2006
Halaman Judul
Lembar Pengesahan ii
Kat a Pengant ar iii
Daf t ar Isi v
Daf t ar Gambar viii
BAB I : PENDAHULUAN 1
A. Pengert ian Judul 1
B. Lat ar Belakang Masalah 1
1. Seni Musik dan Budaya 1
2. Penggolongan Jenis Musik 2
3. Jenis-Jenis Musik 3
4. Pement asan Musik 4
5. Produk Alat Musik Modern 5
6. Tingkat Apresiasi Musik di Indonesia 6
7. Kondisi Permusikan di Indonesia 7
8. Pot ensi Perkembangan Musik di Surakart a 8
9. Kondisi Permusikan di Surakart a 9
10. Pewadahan 10
C. Permasalahan dan Persoalan 12
1. Permasalahan 12
2. Persoalan 12
D. Tuj uan dan Sasaran 13
1. Tuj uan 13
2. Sasaran 13
E. Lingkup dan Bat asan Pembahasan 14
F. Met oda Pembahasan 14
1. Met oda Pengumpulan dat a 14
2. Met oda Analisis Dat a 14
3. Met oda Pendekat an Perumusan Konsep Perencanaan dan Perancangan
15
G. Kerangka Pemikiran 16
H. Sist emat ika Penulisan 17
BAB II : TINJAUAN PUSTAKA 18
A. Tinj auan Musik 18
1. Pengert ian Musik 18
2. Sej arah Perkembangan Musik 18
3. Jenis - Jenis Musik 19
4. Alat Musik yang Digunakan 21
5. Pement asan Musik 22
6. Penikmat Pert unj ukan Musik Modern 24
5. Gedung Sasana Budaya Ganesha 32
C. Tinj auan Akust ik 57
1. Pengert ian Akust ik 32
2. Noise at au Kebisingan 35
3. Akust ik Ruang Tert ut up 37
4. Penguat an Bunyi 42
5. Pengendalian Bising 42
6. Aspek Mat emat is 56
7. Teori Akust ik Ruang Pagelaran 57
BAB III : TINJAUAN KOTA SURAKARTA 61
A. Perspekt if Kot a Surakart a 61
B. Rencana Pemanf aat an Ruang Kot a Surakart a 62
C. Kondisi Kot a Surakart a 64
D. Perkembangan Permusikan di Surakart a 65
E. pot ensi, Prospek dan Kendala dalam Kont eks Wuj ud Fisik Permusikan di Surakart a
72
BAB IV : PUSAT PAGELARAN MUSIK MODERN DI SURAKARTA YANG
DIRENCANAKAN 80
A. Bent uk Pusat Pagelaran Musik Modern sebagai Fasilit as Pusat Musik
di Surakart a 80
B. Bent uk Pusat Pagelaran Musik Modern sebagai Fasilit as Hiburan dan
Pert unj ukan Musik 84
C. Bent uk Pusat Pagelaran Musik Modern sebagai Fasilit as promosi,
Penj ualan dan Amusement Musi c 86
D. Bent uk Pusat Pagelaran Musik Modern sebagai Fasilit as Pendidikan
Musik 89
E. Fungsi Umum 91
F. Ket ent uan Umum Pagelaran Musik Modern 91
G. Wakt u Pelaksanaan Kegiat an 92
H. Kesimpulan 93
BAB V : ANALISIS PENDEKATAN KONSEP PERANCANGAN PUSAT
4. Organisasi Ruang 124
5. Analisis Pendekat an Besaran Ruang 125
B. Analisis Penent uan Konsep Pengembangan Tapak 146
1. Analisis Penent uan Lokasi 146
2. Analisis Penent uan Sit e/ Tapak dan Aspek yang Relevan
(Kont ekst ual) 156
3. Analisis Pengolahan Tapak 162
C. Analisis Khusus Ruang Pagelaran Musik 178
1. Analisis Sist em Akust ik 178
2. Analisis Penyampaian Visual 178
3. Analisis Bent uk Ruang Pagelaran 183
D. Analisis Pendekat an Ruang Dalam dan Persyarat an Ruang 186
1. Analisis Ruang Dalam 186
2. Analisis Persyarat an Ruang 188
E. Analisis Penent uan Konsep Perancangan Ekspresi Bangunan 191
1. Analisis Karakt er Bangunan 191
2. Analisis Konsep Bent uk Dasar Pukal Bangunan 192
3. Analisis Sist em Pukal 193
4. Proses Penent uan Konsep Perlet akan Pukal Pada Sit e 194 F. Analisis Pendekat an Tat a Ruang Luar (landscape) 195 G. Analisis Pendekat an Sist em St rukt ur dan Ut ilit as Bangunan 198 1. Analisis Pendekat an Sist em St rukt ur Konst ruksi Bangunan 198
2. Analisis Pendekat an Ut ilit as Bangunan 201
BAB VI : KONSEP PERANCANGAN PUSAT PAGELARAN MUSIK MODERN DI SURAKARTA
210
A. Pemakai (user ) 210
B. Kebut uhan Ruang 210
C. Hubungan Ruang 217
D. Organisasi Ruang 218
E. Konsep Besaran Ruang 219
F. Konsep Penat aan Sit e 219
G. Konsep Int erior Pagelaran Musik 228
H. Konsep Penampilan Bangunan 233
I. Konsep Ekspresi Bangunan 233
J. Konsep Sist em St rukt ur Bangunan 235
Gambar 1. 1. Pet a Kot a Surakart a 7
Gambar 2. 1. Waduk Dharma, Kuningan 25
Gambar 2. 2. Pasar Apung, Banj armasin 26
Gambar 2. 3. Kot a Perairan di Kalimant an 27
Gambar 2. 4. East Bost on, USA 29
Gambar 2. 5. Lincoln Road Pressley, USA 29
Gambar 2. 6. Det roit Riverf ront Plaza, USA 30
Gambar 2. 7. Nat ive American Cent er, USA 30
Gambar 2. 8. West ern Canal Park, USA 38
Gambar 2. 9. Riverwalk Fort Lauderdale, USA 38
Gambar 2. 10. Clarke Quay, Singapore 39
Gambar 2. 11. Chicago Urban, USA 40
Gambar 2. 12. St . Louis St at ion, USA 41
Gambar 2. 13. Canal Cit y Hakat a, Japan 41
Gambar 2. 14. Vallej o Wat erf ront , USA 42
Gambar 2. 15. Capit al Cit y Landing, USA 43
Gambar 2. 16. Boao Canal Village, HK 43
Gambar 2. 17. Saikung Wat erf ront Park, HK 44
Gambar 2. 18. Clearwat er Sanct uary, MAS 44
Gambar 2. 19. Bent uk Rakit Bambu dengan 3 Keramba 49
Gambar 2. 20. Bent uk Rakit Besi dengan 3 Karamba 49
Gambar 2. 21. Penj epit Pipa 50
Gambar 2. 22. Plat Besi 51
Gambar 2. 23. Sebuah KJA Dilihat dari Samping 55
Gambar 2. 24. Siklus Iklim Mikro 58
Gambar 2. 25. Skema Kerj a Pengelolaan DAS 59
Gambar 2. 26. Sist im Aliran Sungai Inf luent 62
Gambar 2. 27. Sist im Aliran Sungai Ef f luent 63
Gambar 2. 28. Sist im Aliran Sungai Int ermit t ent 63 Gambar 2. 29. Klasif ikasi Sungai Berdasarkan Bent uk Aliran 63
Gambar 3. 1. Lokasi kali pepe 64
Gambar 3. 2. Pembagian sub wilayah pembangunan (SWP) 64 Gambar 3. 3. Penanganan kali pepe sebagai ant isipasi banj ir di
t engah kot a 73
Gambar 3. 4. Prinsip kerj a Pint u Air Tirt onadi
73 Gambar 3. 5. St rukt ur Penanganan Daerah Aliran Sungai di
Surakart a
74 Gambar 3. 6 Jembat an penghubung sisi ut ara dan selat an Kalianyar 75 Gambar 3. 7. Tampak sisi ut ara Kalianyar yang bant arannya
dimanf aat kan sebagai ruko 75
Gambar 3. 8. Jembat an penghubung kearah bangunan pint u air
Gambar 3. 13. Pint u air dengan sist im Siuice Gat e
Gambar 3. 14. Bot t leneck sungai pada aliran bawah Tirt onadi
Gambar 3. 15. Aliran Kalipepe set elah keluar dari bawah t erminal Tirt onadi
Gambar 3. 16. Orang mencari ikan pada segmen Tirt onadi-Gondang Gambar 3. 17. Upaya masyarakat sekit ar memanf aat kan Kalipepe
sebagai sarana relaksasi
Gambar 3. 18. Kalipepe segmen Tirt onadi-Gondang
Gambar 3. 19. St art ing point segment al, dari j embat an RS. Brayat Minulya
Gambar 3. 20. Ending point segment al, hi ngga j embat an rel KA barat St asiun Balapan
Gambar 3. 21. Spot -spot Kalipepe segmen Sambeng (Hunian pada Bant aran Kali
Gambar 3. 22. St art ing point dan Ending Point Segmen Kel. Sambeng-Monumen Kalpat aru
Gambar 3. 23. Sebagian segmen memat hui perat uran sempadan sungai, sebagian t idak
Gambar 3. 24. Daerah Aliran Sungai sebagai lahan hij au Gambar 3. 25. Segment al Monumen Kalpat aru, Kest alan
Gambar 3. 26. Segment ase Punggawan hi ngga Jembat an Ket elan Gambar 3. 27. Fenomena Mie Gaj ah Mas yang memanf aat kan
Kalipepe sebagai pemandangan
Gambar 3. 28. Fenomena orang memancing di Kalipepe Gambar 3. 29. Konf igurasi Bent uk Tat a Bant aran Sungai Gambar 3. 30. Monumen Kalpat aru sebagai ent ry point
Gambar 3. 31. Jembat an Kest alan-Punggawan sebagai ending point Gambar 4. 1. St rat egic Plan
1. Allah Bapa di Surga
2. Keluarga Besar-ku, Ibu V. D. E Roost arweni – Bapak (Alm) Drs. J. Soehardono, M. Pd, separuh hidupku, kebanggaanku dan segalanya bagiku. Mot ivasi, do’ a, kat a-kat a bij ak, t auladan hidup, kasih sayang, senyuman dan segalanya…Not hi ng gonna change my l ove f or bot h of you.
3. My Lovel y Br ot her i n heaven…Semangat ku, mot ivasiku, idolaku, sahabat ku (Alm) Mas Ag. Ardhian Dhana Kusma Adhi, Amd. Yang mengharapkan aku bisa menj adi sarj ana ‘ arsit ek’ . Akhirnya aku bisa memenuhi harapan dan pesan ’ t er akhi r ’-mu unt uk ku. . .
Semoga di ber i t empat yang i ndah di sur ga. Ami en. . .
4. My Lovel y Si st er s : M. Novit ania Dhany Kusuma Dewi dan Helena Ardhianningt yas dhina Kusuma Ida. Mot if at orku unt uk segera lulus. 5. Especi al l y my bel oved Eki Arsit a Rizki, . . . .Love you so. Semoga
semua cit a dan cint a kit a t ercapai. Yang t erus memot ivasi unt uk selalu menj adi lebih baik…I f el l not hi ng wi t hout you…
6. Pak Sam dan Bu Yuli at as semua kemudahan, bant uan dan segala sesuat u yang sangat membant u. . .
7. Bapak Ir. H. Edi Purnomo, MT, Mama Dra. Hj . Et t y Indriyani, MM, M. Si, my second Par ent s, pembimbing ’ bayangan’ -ku, semoga t ali
si l at ur ahmi dan kekeluargaan kit a t idak akan pernah t erput us unt uk selamanya…
8. Keluarga Besar Jurusan Arsit ekt ur Fakult as Teknik UNS : St af Dosen, Pengaj aran dan Pendidikan sert a Mahasiswa at as ilmu dan pengalaman yang bermanf aat .
9. Keluarga Besar Paduan Suara Mahasiswa ‘ Voca Erudit a’ UNS. Tempat aku mengembangkan bakat ku. Mba’ Kiky, Uning, Vika, Nila, t empat curhat & sharing-ku. Prest asi yang membanggakan. . . God Bless You. . .
10. Keluarga Besar angkat an 2001 Arsit ekt ur FT-UNS, You’ r e t he best , guys.
11.’ Sahabat seper j uangan’-ku Aprina, Put ri, Nino, Rensina. Ingat saat -saat t erindah yang pernah kit a lalui wakt u kit a masih sering bersama. . .
12.’ Sahabat Sej at i ’-ku, Rat ih (’ nt het ), Rina (memel), siapa yang nikah duluan yach??? Ha. . ha. . ha. .
13. Kakak-kakak angkat an ’ 00, ’ 99, ’ 98 yang pernah membant uku… 14. Adek-adek angkat an ’ 02, ’ 03 esspeci al l y Gambir, Johar, Mursid. cs
’ f ans ber at ’ kepala negara & ibu negara, Ayu, Ema, Didi, Pipit
Surakart a dan SMUN 5 Surakart a Yang memberikan ilmu-ilmu bermanf aat dan pengalaman berorganisasi yang sangat berharga. . . 17. Genk Kr emy-Met amor f (Cikibul&Bu Emma dkk), yang memberikan
r ef r eshment dan musi cal i t y exper i encesbuat ku…
A. PENGERTIAN JUDUL
Pusat : 1. Tit ik / t empat yang let aknya di t engah-t engah benar.
2. Pokok pangkal at au yang menj adi t umpuan. Pagelaran Musik : Pement asan at au pert unj ukan musik
Musik : Nada at au suara yang di susun sedemikian rupa sehingga mengandung irama, lagu dan keharmonisan (t erut ama yang menggunakan alat –alat yang dapat menghasilkan bunyi-bunyian t ersebut )
Musik Modern : Ist ilah dalam t eori musik yang digunakan unt uk menamakan seni musik non t radisional.
Surakart a : Nama kot a (daerah t ingkat II) dengan walikot a sebagai kepala pemerint ahan, yang menj adi lingkup pembahasan.
Secara umum pengert ian Pusat Pagelaran Musik Modern di Surakarta
adalah suat u wadah kegiat an pement asan/ pert unj ukan musik modern yang dit unj ang dengan f asilit as-f asilit as pendukung t erkait dan berlokasi di kot a Surakart a.
B. LATAR BELAKANG
1. Seni Musik dan Budaya
Musik t elah mengalami perkembangan yang pesat . Saat ini, berbagai warna musik t elah muncul unt uk memberikan variasi aliran musik. Aliran musik yang sedang menj adi t ren dewasa ini adalah Ballad / Pop (yang biasa dimainkan oleh boy band), Rock (t ermasuk hip met al dan punk), Black Music( R&B, hip hop, rap dan set erusnya) j uga Jamaican Music (ska, dan reggae). Sepert i halnya manusia, set iap aliran t ersebut memiliki wat ak dasar yang berbeda, ada yang lemah lembut at aupun keras.
2. Penggolongan Jenis Musik
Dalam memainkan at aupun mencipt akan sebuah musik t idak hanya asal memainkan at au mencipt akan saj a, t api t erdapat at uran dan t eori t ert ent u yang harus dipenuhi ant ara lain harmonisasi, rit me, melodi, sert a at uran-at uran yang lain. Penggolongan j enis musik berdasarkan at uran-at uran t ersebut adalah ( Jopi Tambaj ong, 1991 ) : 1. Musik Tradisional (Musik Pent at onis)
Yait u musik yang memiliki at uran bahwa 1 okt af t erdiri dari 5 t angga nada, dimainkan dengan alat musik dan bahasa dari daerah masing-masing musik t ersebut berasal.
2. Musik Modern (Musik Diat onis)
Yait u musik yang menggunakan at uran bahwa 1 okt af t erdiri dari 7 t angga nada, dan dimainkan dari alat musik barat sert a dapat menggunakan bahasa daerah, bahasa nasional, maupun bahasa asing unt uk menyanyikannya.
3. Jenis-Jenis Musik
Musik Modern (Diatonis)
Dari perkembangannya sej ak dulu hingga sekarang, t erdapat banyak aliran musik diat onis modern yang beredar di dunia dan dapat dikelompokkan menj adi beberapa aliran besar sepert i :
a. Musik Jazz
Musik Jazz merupakan perpaduan ant ara musik Af rika dan Eropa yang lahir di Amerika pada awal abad 20 di kalangan warga kulit hit am di New Orleans yang kemudian berkembang ke Chicago. b. Musik Blues
Musik Blues j uga lahir di Amerika sekit ar t ahun 1892-1893, di kalangan kulit hit am sebagai bent uk pengungkapan perasaan kalangan warga kulit hit am yang t ert indas karena munculnya gerakan rasis di Amerika pada wakt u it u.
c. Musik Pop
Musik Pop lebih mudah hidup dan lebih mudah dihaf al masyarakat pada masa t ert ent u, dan hampir set iap masa selalu ada dan memiliki ciri t ersendiri.
d. Musik Rock
Musik Rock dit emukan oleh Fat s Domino, yang secara t idak sengaj a bermain di at as piano dengan gaya yang dikenal dengan “ Honky Tonk Piano” pada t ahun 50an dan merupakan kesinambungan dari Blues. Rock dalam bahasa Indonesia berart i “ ayunan” yang menggambarkan gerakan dalam mambawakan dan menikmat inya.
e. Musik Kont emporer
Musik Tradisional (Pentatonis)
Musik pent at onis t idak begit u pesat dalam perkembangannya. Hal ini dikarenakan cukup banyaknya at uran dan t idak mudahnya skala musik pent at onic unt uk dapat menyesuaikan dengan keinginan pemusik.
4. Pementasan Musik
Pement asan adalah suat u hal yang pent ing art inya bagi para musisi maupun penont on/ penikmat / pendengar, karena pada saat it u mereka bisa saling berhadapan langsung, disamping musik it u sendiri pada hakekat nya merupakan usaha komunikasi ant ara musisi dan para penggemarnya. Sedangkan bent uk pement asan t ersebut t ergant ung dari t uj uan dan met eri yang akan dipent askan.
Sistem Pementasan
a. Pement asan sist em Ensambel
Yait u kelompok orang-orang menyanyi dengan at au t anpa iringan at au kelompok pemain musik dengan at au t anpa nyanyian. Biasanya melibat kan pemain dalam j umlah sedang7-20 orang dan menggunakan alat -alat musik baku sert a dit uj ukan bagi penont on dalam j umlah relat if sedang.
b. Pement asan Sist em Symphony Orchest ra
Yait u sebuah pement asan dengan j umlah pemain yang besar sekit ar 20-100 orang, dengan alat musik baku dan dit uj ukan bagi penont on dalam j umlah sedang s. d. besar.
c. Pement asan Sist em Concert Band
Tempat Pementasan
Terdapat dua j enis t ampat pement asan yait u : a. Out Door
Yait u t empat pement asan yang berada di ruangan t erbuka/ lapangan, sehingga dapat menampung penont on dalam j umlah besar. Akan t et api sist em t at a suara yang diperoleh menj adi kurang sempurna dan kurang merat a. Selain it u kondisi cuaca j uga ikut mempengaruhi.
b. In Door
Yait u t empat pement asan yang berada di ruangan t ert ut up. Di t empat ini hanya dapat menampung penont on dalam j umlah t erbat as, akan t et api sist em t at a suara yang diperoleh akan lebih sempurna dengan didukung akust ik ruang yang baik. Selain it u, dengan penat aan ruang audience, maka penont on akan lebih nyaman.
5. Produk Alat Musik Modern
Pada umumnya, alat musik diklasif ikasikan sebagai berikut (Sybill Marcuse):
1. Kordofon
yait u alat musik yang menggunakan dawai. Cara menggunakan dawai dibagi menj adi 3, yait u :
Cara gesek, misalnya biola, cello, cont rabass.
Cara pet ik, misalnya git ar, harpa, mandolin.
Cara pukul, misalnya piano.
2. Aerof on
3. Alat musik pukul
Ada 2 macam :
Loliof on, adalah alat musik yang bahannya ikut berbunyi (alat perkusi). Cont ohnya : t riangle, t am-t am.
Membranof on, merupakan alat musik yang menggunakan membrane/ kulit supaya menghasilkan suara. Cont ohnya : t ambur, gendering, ket ipung.
6. Tingkat Apresiasi Musik di Indonesia
Dengan semakin maj unya t ingkat kehidupan masyarakat , berart i semakin besar pula t unt ut an t erhadap pemenuhan f asilit as unt uk kegiat an sehari-hari. Sehingga secara ot omat is f asilit as hiburan dan rekreasi akan semakin dibut uhkan sebagai penet ralisir ket egangan kehidupan di kot a, disamping sebagai sarana yang harus ada bagi sekelompok prof esi t ert ent u, salah sat unya adalah penyediaan ruang (f asilit as) bagi para penikmat at aupun seniman musik.
Semakin meningkat nya t unt ut an masyarakat akan kualit as dan kuant it as dari sebuah f asilit as pert unj ukan musik mengindikasikan adanya suat u kemaj uan dan perhat ian yang semakin 'peka' dari masyarakat t erhadap lingkungan yang berbudaya.
yang ada sekarang lebih t erf okus pada pemasaran produk-produk musik modern, dengan sasaran konsumen sebagian besar adalah kaum remaj a, meskipun t idak menut up kemungkinan bagi orang dewasa at au orang t ua unt uk menikmat inya.
7. Kondisi Permusikan di Indonesia
Kondisi permusikan Indonesia dewasa ini sedang mengalami perkembangan yang sangat pesat . Terbukt i dengan banyaknya group band dan penyanyi pendat ang baru yang bermunculan dengan berbagai ciri khas yang mereka bawakan. Dit ambah lagi, saat ini dunia pert elevisian Indonesia sedang 'heboh'bersaing dalam penyelenggaraan kompet isi menyanyi dan bermusik. Ant ara lain AFI (Akademi Fant asi Indosiar), Kondang-In (Kont es Dangdut Indosiar), KDI (Kont es Dangdut TPI), Indonesian Idol (RCTI), Pop St ar (SCTV), dll. Hal ini bert uj uan unt uk menggali pot ensi masyarakat Indonesia dalam hal seni musik dan seni suara. Sehingga secara ot omat is kehadiran mereka dalam belant ika musik Indonesia akan menambah semaraknya indust ri permusikan di Indonesia ini.
Kegairahan musik Indonesia semakin bert ambah ket ika pada t ahun 1997 t erdapat beberapa produser musik raksasa dunia masuk ke Indonesia yait u : Aquarius, BMG, Sony Music, Warner Music, Universal dan EMI. Kegairahan t ersebut dit unj ukkan dengan t ot al omzet indust ri musik di Indonesia sekit ar Rp 850 – 900 milliar per t ahun di mana 40 0/0
unt uk musik asing yang royalt inya dikuasai oleh perusahaan t ersebut , dan sisanya sekit ar 60 0/0unt uk musik Indonesia.1
penggemarnya. Namun demikian Pengadaan suat u f asilit as pusat pagelaran musik sebagai wadah bagi sebuah pert unj ukan musik yang represent at if masih sangat minim di negeri ini.
8. Potensi Perkembangan Musik di Kota Surakarta
Perkembangan musik di kot a Surakart a sudah sangat pesat , hal ini t idak t erlepas dari peran publikasi media cet ak maupun elekt ronik (st asiun radio maupun st asiun TV) yang akhir-akhir ini semakin banyak berkembang. Bahkan di kot a Surakart a pun saat ini sudah banyak sekali st asiun radio dan j uga sudah t erdapat sat u st asiun TV lokal yait u TATV (Terang Abadi Televisi). Sehingga dengan mudah masyarakat dapat menikmat i perkembangan permusikan Indonesia dan dunia, yang kemudian akan memacu semangat masyarakat Surakart a unt uk mengembangkan pot ensi diri dalam bermusik.
Dengan adanya berbagai kompet isi bernyanyi dan bermusik yang saat ini menj adi t rend di dunia pert elevisian, memberi dampak posit if kepada masyarakat Indonesia pada umumnya dan masyarakat kot a Surakart a pada khususnya. Hal ini t erbukt i dengan adanya beberapa musisi / seniman / penyanyi lokal yang berasal dari kot a Surakart a yang berhasil menj adi f inalis bahkan menj uarai f est ival / kompet isi t ersebut .
Ibarat musim huj an, banyak t umbuh j amur di mana-mana. Demikian pula Solo, pada t ahun 2005 ini bermunculan band-band baru dengan warna musik yang bervariasi.2 Hal ini mengindikasikan pada semakin berkembangnya apresiasi musik di Surakart a. Bahkan t idak sedikit musisi dari kot a ini yang sudah mulai merambah ke panggung nasional. Sebagai cont oh, Ut ara, Vanila, dan Respect band yang pada t ahun ini sudah mengeluarkan album kaset nya dan Tia AFI sebagai j uara AFI II, t elah memiliki album kompilasi bersama keduabelas t eman
1Kompas Online, www.kompas.com 2
sesama akademia AFI II. Selain it u j uga j ika di rat a-rat a set iap bulan t erdapat pert unj ukan musik yang mendat angkan art is / group band t erkenal di Indonesia, baik yang diselenggarakan di hot el-hot el, gedung olah raga t ert ut up at au bahkan di lapangan t erbuka di kot a Surakart a ini, dengan j umlah penont on dan harga t iket yang beraneka ragam.
Selain it u, keberadaan indust ri alat musik di Surakart a dan sekit arnya j uga berpengaruh dalam perkembangan permusikan di Surakart a. Ada beberapa sent ra indust ri/ keraj inan guit ar yang sudah merambah pangsa pasar Eropa, salah sat unya yait u di desa Kembangan, kelurahan Mancasan kecamat an Baki Sukoharj o. Hal ini membawa dampak perkembangan permusikan di Surakart a. Selain it u, keberadaan PN Lokanant a sebagai salah sat u perusahaan rekaman pert ama di Indonesia mempunyai nilai hist oris t ersendiri bagi perkembangan indust ri musik di Surakart a.
Sement ara unt uk promosi dan penj ualan alat -alat musik di kot a Surakart a dilakukan oleh t oko/ show room alat musik, sepert i : Nada Mas musik, Kurnia Musik, Quen musik. sedangkan unt uk promosi yang sif at nya t emporer semacam promo t our dan demo music clinic, biasanya diselenggarakan di hot el-hot el, at au t empat pameran sepert i grha Wisat a dan lant ai empat mat ahari Singosaren. Sedangkan unt uk t oko kaset dan CD yait u ant ara lain Disc Tara, Bullet in, dll.
9. Kondisi Permusikan di Surakarta
t erhadap int ensit as pement asan musik, baik yang berupa f est ival maupun hanya sekedar parade musik yang biasanya diadakan di kampus-kampus at au di lingkungan sekolah. Apabila di rat a-rat a lebih dari sat u kali dalam sebulan t erdapat pement asan musik di Surakart a.
Berdasarkan dat a yang ada, sudah cukup banyak kelompok band t ernama Indonesia sepert i : Dewa, Gigi, Slank, Pet erpan, Padi, Jikust ik yang beberapa kali singgah di Surakart a, j uga musisi kelas at as Indonesia sepert i : Krisdayant i, Syaharani, rosa, Audy, Delon (Runer up Indonesian Idol), Chrisye, Iwan Fals, bahkan unt uk musisi dunia sepert i : Yngwe Malmst een, Fire House pernah mengadakan konser di kot a Surakart a ini.
Namun bila kit a melihat kondisi sarana dan pra sarana di Surakart a saat ini, gedung yang dirancang khusus unt uk pert unj ukan/ pagelaran musik belum t ersedia. Selama ini pert unj ukan musik banyak diselenggarakan di THR Sriwedari, Gelora Manahan, Lapangan Kot a Barat , Taman Budaya Surakart a (TBS), dan beberapa hot el maupun gedung-gedung serba guna sepert i Grha Wisat a yang t idak dirancang khusus unt uk pert unj ukan musik.
10. Pewadahan
Media Promosi produk-produk indust ri alat musik berupa pameran dagang masih j arang sekali dan biasanya menumpang pada gedung-gedung yang bisa digunakan unt uk pameran sepert i Grha Wisat a, hot el-hot el. It u pun t idak diagendakan secara rut in padahal perkembangan produk alat musik t erus mengalami pembaharuan yang perlu diket ahui oleh masyarakat umum. Promosi j uga merupakan salah sat u media yang ef ekt if unt uk memperkenalkan produk-produk alat musik yang dihasilkan oleh seniman lokal.
Seiring dengan perkembangan musik dan segala aspeknya dalam kait annya dengan kot a Surakart a sepert i yang t elah digambarkan di at as, maka kecenderungan unt uk dipenuhinya akan f asilit as sebuah gedung pagelaran musik yang dit unj ang dengan sarana promosi dan penj ualan produk musik semakin besar. Wadah pagelaran musik yang memadahi ini t idak saj a dibut uhkan unt uk memenuhi semakin meningkat nya minat masyarakat t erhadap seni musik, namun j uga sangat dibut uhkan bagi para musisi kit a dalam meningkat kan apresiasi dan kreasi seni musik yang dihasilkan.
Pert unj ukan musik di Indonesia biasanya diselenggarakan dalam sebuah audit orium musik / gedung / ruang pagelaran musik, yang pada beberapa t empat digunakan sebagai audit orium serba guna. Sebuah gedung pert unj ukan dapat dikat akan baik j ika dapat membuat penont on menikmat i pert unj ukan dengan nyaman. Kenyamanan yang dimaksud meliput i kenyamanan audio dan visual, yait u kenyamanan dalam mendengar bunyi yang dihasilkan dalam pert unj ukan, dan kenyamanan unt uk melihat pert unj ukan. Unt uk mencapai kenyamanan pada penont on, suat u ruang pagelaran / audit orium dirancang dengan mempert imbangkan lay out panggung dan penont on, sert a sist em akust ik bangunan unt uk meminimalisir gangguan suara dalam ruangan.
suara yang mungkin t erj adi ant ara lain gema, gaung, pemant ulan berkepanj angan, dan j uga gangguan bising dari ruangan lain dalam bangunan at aupun dari bising lingkungan luar bangunan.
Sist em akust ik yang baik selain dapat memberikan kenyamanan pendengaran pada user yang berada di dalam ruangan j uga dapat meredam bising yang t erj adi di dalam ruang pagelaran musik, agar t idak menimbulkan gangguan pada ruangan lain di sekit arnya.
C. PERMASALAHAN DAN PERSOALAN
1. Permasalahan
Perlu perencanaan suat u wadah kegiat an pagelaran musik yang mampu memenuhi t unt ut an dan persyarat an sebuah ruang pert unj ukan / pement asan musik dari segi kualit as (khususnya audio dan visual). Dit unj ang pula dengan keberadaan f asilit as pendukung berupa pendidikan musik, ruang promosi dan penj ualan produk indust ri musik dan amusement musik dalam kedudukan dan eksist ensinya di kot a Surakart a, sebagai media bagi para seniman musik dalam meningkat kan apresiasi dan kreasi seni musik yang dihasilkan.
2. Persoalan
a. Penent uan lokasi dan t apak berdasarkan t unt ut an kebut uhan, karakt er kegiat an, dan perat uran yang berlaku, sehingga dapat mendukung pencapaian, sirkulasi, dan keberadaannya.
b. Mengident if ikasi akt if it as / kegiat an pada Pusat Pagelaran Musik, yang mengarah pada program ruang yang mampu memenuhi t unt ut an mut u pert unj ukan yang baik, j uga pola pewadahan yang f ungsional, sehingga mempunyai nilai penggunaan ruang yang opt imal.
bahan pembent uknya, penempat annya sert a sif at -sif at khusus pada sist em akust ik. Ini semua menent ukan diperolehnya kualit as suara, yang mendukung mut u pert unj ukan musik.
d. Menent ukan ungkapan ekst erior yang merupakan perwuj udan karakt erist ik kegiat an dengan perencanaan suat u sist em konst ruksi besert a j aringannya melalui penerapan t eknologi yang ada dengan menyesuaikan konsep int erior ruang yang berdasarkan persyarat an akust ik ruang.
D. TUJUAN DAN SASARAN
1. Tuj uan
Menyusun konsep perencanaan dan perancangan sebagai landasan membuat desain Pusat Pagelaran Musik Modern yang mempunyai t eknis perancangan yang baik unt uk kegiat an pagelaran musik, pendidikan musik, ruang promosi dan penj ualan produk indust ri musik, dalam kedudukan dan eksist ensinya di kot a Surakart a.
2. Sasaran
Mendapat kan konsep perencanaan dan perancangan bangunan Pusat Pagelaran Musik di Surakart a sebagai wadah unt uk menampung kegiat an pagelaran musik yang dilengkapi dengan f asilit as pendukung t erkait , berupa:
a. Konsep Perencanaan.
i. Konsep penent uan lokasi at au t apak. ii. Konsep peruangan.
b. Konsep Perancangan
i. Konsep pengolahan t apak.
ii. Konsep penampilan bangunan (visual).
iii. Konsep sist em bangunan (st rukt ur, konst ruksi, dan ut ilit as).
E. LINGKUP PEMBAHASAN
1. Penekanan pembahasan pada ruang pagelaran musik t ert ut up, baik dari segi kualit as (khususnya akust ik dan visual) maupun dari segi kuant it as.
2. Penekanan pada aspek-aspek dalam lingkup disiplin ilmu arsit ekt ur. Sedangkan aspek lain di luar disiplin ilmu arsit ekt ur akan dibahas sej auh yang diperlukan.
3. St at us keberadaan Pusat Pagelaran Musik di Surakart a adalah sebagai lembaga non pemerint ah yang bergerak dalam bidang musik dan dikelola oleh pihak swast a. Dan dianggap bahwa dana yang disediakan dan pembebasan lahan bagi pelaksanaan proyek Pusat Pagelaran Musik t elah t ersedia dan t idak ada masalah.
F. METODA PEMBAHASAN
1. Metoda pengumpulan data
Pengumpulan dat a dilakukan melalui st udi lit erat ur dan observasi dalam bent uk wawancara dan st udi pengamat an di lapangan, unt uk mendapat kan dat a-dat a primer dan dat a sekunder yang t erkait langsung dengan obyek perencanaan.
2. Metoda Analisis Data
3. Metoda Perumusan Konsep Perencanaan dan Perancangan
Latar belakang Masalah
Indikasi Fakt ual
- Solo sebagai penghasil insan permusikan yang pot ensial - Solo sebagai t uj uan
pert unj ukan musik yang int ensit asnya t inggi
Kont raindikat if :
- Indikasi f akt ual, minimnya sarana dan prasarana gedung pert unj ukan yang
represent at if di kot a Solo
Fenomena kebut uhan wadah pert unj ukan yang represent at if yang memenuhi esensi
persyarat an kualit as dan
Pusat Pagelaran Musik Modern di Surakarta Sebagai Sarana
Represent at if Kegiat an Pert unj ukan Musik Modern
Permasalahan dan persoalan
TINJAUAN TEORETIK DAN PRESEDEN
DATA dan INFORMASI Gambaran
Umum Empirik Teoret ik Preseden Dat a dan
Inf ormasi Lapangan Kont eks:
Lokasi/ Tapak Sosio-kult ural Ekonomi PENDEKATAN KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN KONSEP PERENC DAN PERANC.
Filosof i Lokasi Penat aan
Sit e Penat aan
segmen Program
f asilit as Persyarat an
Fasilit as Bangunan
dan lingk. Bent uk,
St rukt ur dan konst r
Det ail
desain
Transf ormasi desai n met oda
Tahap I Tahap II Tahap III Tahap IV
Lingkup dan Bat asan
Sist emat ika Penulisan
Esensi Persyarat an Akust ik Ruang dan
lat ar belakang, unt uk mendapat kan t uj uan dan sasaran yang akan dicapai, kemudian mengungkapkan met ode yang digunakan dalam pembahasan, bat asan-bat asan sert a sist emat ika pembahasan.
Tahap II : Mengemukakan beberapa t inj auan t eori yang berkait an dengan musik dan bent uk pewadahannya berupa gedung pagelaran musik, sert a t eori-t eori mengenai sist em akust ik ruang.
Tahap III : Meninj au kondisi eksist ing dan pot ensi yang ada di kot a Surakart a sebagai lokasi perencanaan. Tinj auan khusus pada Pusat Pagelaran Musik di Surakart a, sebagai wadah yang direncanakan meliput i bent uk pewadahannya, ident if ikasi j enis kegiat an sert a ungkapan f isiknya.
Tahap IV : Menganalisa ruang pert unj ukan musik t ert ut up pada Pusat Pagelaran Musik yang direncanakan, meliput i analisa akust ik dan visualnya.
Tahap V : Menganalisa pendekat an konsep dasar perencanaan dan perancangan Pusat Pagelaran Musik di Surakart a.
A. TINJAUAN MUSIK
1. Pengertian Musik
Musik dapat diart ikan sebagai :
a. Ilmu at au seni menyusun nada at au suara dalam urut an, kombinasi, dan hubungan t emporal unt uk menghasilkan komposisi (suara) yang mempunyai kesat uan dan hubungan.
b. Nada at au suara yang disusun sedemikian hingga mengandung irama, lagu, dan keharmonisan (t erut ama yang menggunakan alat -alat yang dapat menghasilkan bunyi).
2. Sej arah Perkembangan Musik
Sej arah musik dapat memberikan pengert ian yang benar dalam mengint erpret asikan musik, sehingga kit a dapat lebih mengert i keberadaan dunia musik secara keseluruhan, dengan harapan kit a dapat berperan sej alan dengan perkembangan kebudayaan umat manusia ke masa depan.
Perkembangan musik yang pernah hidup dan berkembang hingga sekarang secara periodik dapat dibagi at as :
1. Musik j aman kuno Pra sej arah
2. Greco-Roman 1200 SM - 476 M
3. Romanesque 250 M - 1150 M
4. Got hic 1150 M - 1400 M
5. Renaissance 1400 M - 1600 M
6. Baroque 1600 M - 1750 M
7. Rococo & Clasical 1750 M - 1800 M
8. Romant ic 1800 M - 1880 M
9. Impresionism 1880 M - 1918 M
10. Abad 20 1900 M - Sekarang
a. Musik yang dicipta sebelum tahun 1900
Pada periodisasi ini, musik dicipt a dengan at uran-at uran baku, baik pada penyusunannya maupun pada t at a cara memainkannya. Seni musik j uga diperunt ukkan bagi peralat an musik baku / st andar int ernasional yang berasal dari darat an Eropa sesuai dengan asal mula j enis musik ini.
b. Musik yang Dicipta Sesudah Tahun 1900
Pada periode i ni, umumnya musik dicipt a t idak mempunyai at uran baku sekali, baik dalam penyusunannya maupun t at a cara memainkannya. Seni musik ini t idak hanya di perunt ukkan bagi alat musik st andar saj a, melainkan t erbuka bagi semua alat , bahkan j uga bagi alat -alat yang t elah menggunakan kemaj uan t eknologi baru (komput er).
Pencipt aan musik bukannya t idak dengan at uran t api dengan suat u t eori t ert ent u yang harus dipenuhi ant ara lain harmonisasi, rit me, melodi, dan at uran lainnya. Penggolongan j enis musik berdasarkan at uran/ t eori dan t at a cara penyusunan komposisi nada/ suara adalah :
Musik Pentatonis (Musik Tradisional)
Musik ini menggunakan at uran bahwa 1 okt aaf t erdiri dari 5 t angga nada, dan dimainkan dengan menggunakan alat musik sert a bahasa dari daerah masing-masing di mana musik it u berasal. Musik ini dikenal sebagai musik Tradisional.
Musik Diatonis (Musik Modern)
Musik ini menggunakan at uran bahwa dalam 1 okt aaf t erdiri dari 7 t angga nada, dan dimainkan dengan alat musik dari Barat sert a menggunakan bahasa daerah, bahasa nasional, dan bahasa asing unt uk menyanyikannya. Cont ohnya adalah musik pop modern.
3. Jenis - Jenis Musik
a. Musik Pentatonis (Tradisional)
perkembangan, hal ini karena cukup banyaknya at uran dan t idak mudahnya skala musik pent at onis unt uk dapat menyesuaikan dengan keinginan pemusik.
b. Musik Diatonis (Modern)
Karena mengalami perkembangan dan adapt asi t erhadap wakt u dan t empat maka dari awal perkembangan sampai dengan sekarang t erdapat banyak aliran musik diat onis modern yang berkembang di dunia. Dari banyak aliran yang berkembang dapat dikelompokkan menj adi beberapa aliran besar, yait u :
Musik Jazz
Musik Jazz ini lahir di Amerika pada awal abad 20 t epat nya 1917 - 1918, yait u di kalangan warga kulit hit am di New Orleans yang kemudian berkembang ke Chicago. Musik Jazz merupakan perpaduan ant ara musik Af rika dan Eropa. Seorang krit ikus musik dan pengamat t ekun, John Tindakan Wilson mengat akan bahwa Musik Jazz merupakan musik peleburan dari segala macam j enis musik yang mempunyai lat ar belakang beraneka ragam t anpa t erlepas dari kehidupan sosial yang t erj adi pada masa kemunculannya.
Musik Blues
Musik Blues lahir di Amerika, sekit ar t ahun 1892 - 1893, di kalangan rakyat kulit hit am Amerika. Musik Blues t ercipt a sebagai salah sat u bent uk pengungkapan perasaan kalangan warga kulit hit am pada wakt u it u yang t ert indas karena munculnya gerakan rasis si Amerika.
Musik Pop
Musik Pop adalah musik yang mudah hidup dan mudah dihapal masyarakat pada masa t ert ent u. Hampir set iap masa selalu ada dan memiliki ciri t ersendiri.
Musik Country / Folk
Musik Rock
Sej arah Musik Rock dimulai ket ika dikenal j enis Boogie Woogie pada t ahun 50-an, yang merupakan kesinambungan Blues. Penemunya adalah Fat s Domino, yang secara t idak sengaj a bermain di at as piano dengan gaya wakt u it u dikenal dengan “ Honky Tonk Piano” dalam bahasa Indonesia, Rock bukan berart i ‘ bat u’ t et api berart i ‘ ayunan’ yang menggambarkan gerakannya dalam membawakan dan menikmat inya.
Musik Kontemporer
Musik yang merupakan perpaduan dari bermacam j enis bunyi-bunyian selain alat musik baku / modif ikasi at au disebut Musik Eksperiment al baru. Musik Kont emporer yang berkembang sekarang disebut j uga musik baru, karena di sini unt uk membedakan dengan musik kont emporer pada era klasik. Musik baru ada yang diat onis t api ada pula yang memadukan unsur musik t radisional / et nik.
4. Alat-Alat Musik yang Digunakan
a. Berdasarkan bahan penyebab bunyi alat musik
Idiophone
Yait u badan alat musik sebagai penghasil bunyi. Cont oh : t riangle, t ambourine, cymbals dan lain-lain.
Aerophone
Yait u udara at au saluran udara yang berada dalam alat musik sebagai penghasil bunyi.
Cont oh : f lut e, clarinet , saxophone dan lain-lain.
Membraphone
Yait u kulit at au selaput t ipis yang diregang sebagai penyebab bunyi.
Cont oh : drum, bongo, dan lain-lain
Chordophone
Yait u senar at au dawai yang dit egangkan sebagai penyebab bunyi.
Electrophone
Yait u alat musik yang ragam bunyi at au penguat bunyinya dibant u at au disebabkan adanya daya list rik.
Cont oh : keyboard, sint hesizer, elect ric guit ar dan lain-lain.
b. Berdasarkan cara memainkan alat musik
String Instrument
1. Plucked St ring
Cara memainkannya dengan memet ik senar at au dawai. Cont oh : guit ar, banj o, harpa
2. Bowed St ring
Cara memainkannya dengan menggesek dawai at au senar. Cont oh : biola
3. St ruck St ring
Cara memainkannya dengan cara menget uk dawai at au senar.
Cont oh : piano
Wind Instrument
1. Air Reed
Cont oh : f lur organ pipe 2. Single Mechanical Reed Cont oh : clarinet , saxophone
3. Double Mechanical Reed Cont oh : English horn
Percusion Instrument
1. Def init e Fit ch
Cont oh : bell, ket t le drum 2. Indef init e Fit ch
Cont oh : snar drum, bass drum, cymbal
Electrical Instrument
Cont oh : keyboard, sint hesizer, elect ric guit ar dan lain-lain.
5. Pementasan Musik
kepada pendengar at au pengamat . Pement asan menj adi pent ing art inya bagi pihak musisi maupun penont on/ penikmat / penggemar, karena pada saat t ersebut mereka dapat berhadapan secara langsung. Bent uk pement asan yang sering digunakan unt uk pement asan musik beragam, t ergant ung t uj uan dan mat eri yang dipent askan.
a. Sistem Pementasan1
1. Pement asan Sist em Ensamble
Yait u kelompok orang-orang menyanyi dengan at au t anpa iringan at au kelompok pemain musik dengan at au t anpa nyanyian. Biasanya melibat kan pemain dalam j umlah sedang 7-20 orang dan menggunakan alat musik baku sert a dit uj ukan bagi penont on dalam j umlah relat if sedang.
2. Pement asan Sist em Symphoni Orchest ra
Adalah sebuah pement asan dengan melibat kan pemain dalam j umlah besar 20-100 orang, dengan menggunakan alat -alat musik baku dan dit uj ukan pada penont on dalam j umlah relat ih sedang sampai dengan besar.
3. Pement asan Sist em Concert Band
Pement asan dengan menggunakan pemain dalm j umlah sedikit 3-10 orang, menggunakan alat -alat musik baku maupun dimodif ikasi sert a dit uj ukan pada penont on dalam j umlah yang besar.
b. Tempat Pementasan
1. Pement asan di dalam gedung (indoor)
Yait u pement asan yang dilakukan dalam bangunan t ert ut up. Pement asan ini menampung penont on dalam j umlah yang t erbat as. Pement asan j enis ini memungkinkan dilakukannya pengkondisian ruang unt uk mencapai kesempurnaan sist em akust ik / t at a suara. Kenyamanan penont on j uga bisa lebih diperhat ikan melalui penat aan ruang audience.
1
2. Pement asan di luar gedung (out door)
Yait u pement asan yang dilakukan di ruang t erbuka / lapangan. Pement asan ini bisa menampung penont on dalam j umlah yang sangat besar. Kekurangannya adalah sist em t at a suara yang t idak sempurna dan t idak merat a. Juga t erpengaruh oleh kondisi cuaca.
6. Penonton Pertunj ukan Musik Modern
a. Tingkat Penikmatan
Tingkat penikmat an pert unj ukan musik Diat onis Modern dapat dibagi menj adi dua, yait u : 2
1. Penikmat Secara Sensual.
Yait u penikmat yang semat a-mat a hanya meli bat kan panca inderanya saj a, berupa indera penglihat an dan indera pendengaran.
2. Penikmat Secara Emosional.
Yait u penikmat yang melibat kan perasaan at au j iwanya. Ket erlibat an perasaan dan j iwa t ersebut diungkapkan dengan t ingkah laku, baik melalui gerakan t ubuh at au sahut -sahut an mulut (suara).
b. Perilaku Penonton
Penont on pert unj ukan Musik Modern mempunyai perilaku yang khusus dalam menikmat i pert unj ukan musik diat onis modern dapat dibedakan ke dalam dua kelompok, yait u :
1. Kelompok Penikmat Sangat Akt if .
Kelompok ini pada umumnya t erdiri dari penikmat yang berusia sekit ar 15-25 t ahun dan umumnya ada pada pement asan musik sist em Concer t Band. Perilaku dari penikmat kelompok ini adalah sebagai berikut :
2
Melakukan penikmat an sensual dan emosional.
Menunt ut kemungkinan t ercipt anya daya t angkap visual yang baik t erhadap pement as.
Penikmat cenderung bersikap sangat akt if , dalam art i mereka merasa perlu mengungkapkan perasaan j iwanya melalui suara at au gerakan f isik.
2. Kelompok Penikmat Kurang Akt if .
Kelompok ini pada umumnya t erdiri dari penikmat yang berusia kebih dari 25 t ahun dan umumnya ada pada pement asan musik syst em Symphoni Orchest ra dan Siest em Ensamble. Perilaku pada kelompok ini adalah sebagai berikut :
Melakukan penikmat an sensual dan emosional.
Cenderung bersikap kurang akt if , dalam art i unt uk mengungkapkan perasaan j iwanya cukup dengan mendengarkan suara (musik/ vokalnya) dan menyaksikannya (daya t angkap visual).
B. TINJAUAN PUSAT PAGELARAN MUSIK
Pusat Pagelaran Musik Modern merupakan suat u wadah bagi seniman (musisi) unt uk menggelar suat u pert unj ukan dan j uga sebagai media represent asi idealisme bermusiknya kepada khalayak ramai. Esensi kebut uhan t ersebut t idak hanya t erbat as pada kebut uhan secara f isik saj a. Variabel persyarat an kualit as dan kuant it as menj adi subst ansi yang pent ing dalam menent ukan berhasil at au t idaknya pusat pert unj ukan musik mewadahi kebut uhan ruang besert a persyarat annya menj adi suat u wadah yang represent at if .
Gambar II. 2
Bent uk sculpt ural dan spekt akuler yang nampak pada Rock and Roll hall of f ame (www. gr eat buil di ngs. com, 05/ 9/ 2002)
Gambar II. 3
Kesederhaaan t erlihat dari perpaduan j endela dengan dinding masif t anpa ornamen
(www. gr eat buil dings. com,05/ 9/ 2002) Gambar II. 1
Rock and Roll Hall of Fame yang dibangun di dekat danau Erie dengan sit e bent uk lingkaran
(www. over t ure. com, 05/ 92002)
1. ROCK AND ROLL HALL OF FAME
Rock and Roll Hall of Fame adalah sebuah museum yang didirikan pada t ahun 1993 dan mulai dibuka pada t anggal 2 April 1998 di Cleveland, Ohio dengan I. M. Pei sebagai arsit eknya. Rock and Roll Hall of Fame dibangun dekat danau Erie dengan sit e bent uk lingkaran. Proyek pembangunan konst ruksi Rock and Roll Hall of Fame dilaksanakan pada t ahun 1993 dan selesai pada t ahun 1998.
Museum Rock and Roll Hall of Fame adalah museum pert ama yang didedikasikan bagi musik Rock and Roll. Museum ini menyaj ikan bermacam –macam koleksi dari evolusi musik rock yang t erpengaruh oleh beberapa aspek t ermasuk polit ik, f ashion, ekonomi, dan seni. Oleh I. M. Pei Rock and Roll Hall of Fame didisain sebagai sebuah museum yang spekt akuler , sculpt ural yang mengekspresikan kekuat an dari semangat Rock and Roll.
Konsep kesederhanaan
[image:36.612.142.314.544.670.2]Gambar II. 4
Konst uksi rangka met al yang membent uk j aring-j aring
j aj argenj ang www. great builduings. com
Gambar II. 5
Rock and Roll Hall of Fame sebagai Land Mar k bagi kot a Clevland
www. great buildings. com
pada kesederhanaan yang f ungsional . Konsep kesederhanaan t erlihat j elas dengan t idak adanya elemen-elemen klasik dan ornamen pada bangunannya . Keindahan bangunan muncul dengan adanya komposisi bangun-bangun geomet ris , kont ras ant ara pyramid kaca dengan bidang berdinding masif sert a elemen –elemen f ungsional lainnya.
Elemen-elemen pada bangunan Rock and Roll Hall of Fame t erkesan sederhana . Nampak j endela berbent uk persegi t anpa ornamen pada beberapa bagian bangunannya saj a . Bent uk at ap dat ar , pint u ent erance dengan rangka baj a dipadukan dengan kaca t anpa ornamen memberikan unsure kesederhanaan didalamnya .
Penggunaan t eknologi t inggi t ampak pada st rukt ur dan bahan yang digunakan dimana baj a sebagai kerangka dan kaca sebagai kulit dari dinding. Perpaduan ant ara kaca pada bangunan pyramid yang
mengekspose rangka baj a sebagai st rukt ur bangunan ut ama dengan bidang-bidang di sekit arnya yang berdinding masif , merupakan poi nt of i nt er est dari bangunan Rock and Roll Hall of Fame.
membent uk st rukt ur ruang sekaligus sebagai elemen dekorasi yang sangat menarik pada int erior maupun ekst eriornya .
Penggunaan bahan dengan warna dasar put ih dominan pada bangunan menambah kesan bersih dan sederhana dan sederhana pada bangunan Rock and Roll Hall of Fame . Kesederhanaan yang dit ampilkan melalui komposisi bent uk geomet ris , elemen –elemen kont ruksi dan bahan yang digunakan namun t et ap f ungsional menj adikan Rock and Roll Hall of Fame sebagai sebuah karya Arsit ekt ur moderen yang diharapkan dapat menj adi sebuah Land Mar k dan simbol bagi kot a Clevland khususnya dan bagi para penggemar musik pada umumnya.
2. WALT DISNEY CONCERT HALL
Walt Disney Concert Hall merupakan sint esis akust ik dan desain arsit ekt ural Frank Gehry dan Yasuhisa Toyot a. Gehry t ert arik dengan sebuah ruangan dengan bent uk sculpt ure yang akan mewakilimusik dan mencipt akan keint iman ant ara orkest ra dan penont on. Toyot a menginginkan sebuah t empat yang akan menimbulkan bunyi yang hangat t et api j uga bunyi yang dapat dit erima secara j elas.
Bagian luar hall dilapis baj a t ahan-karat (st ainless st ell) dan t elah dirancang unt uk t erlihat menyerupai suat u kapal dengan layar pada t iang kapal yang sempurna, membuat merasa bepergian sepanj ang suat u t ongkang perat uran adat ke musik. The Bl ue Ri bbon Gar den, dirancang sebagai upet i unt uk Mrs. Disney, bercorakkan suat u air mancur hand-scul pt ed dalam wuj ud suat u bunga mawar sebagai benda hiasan di t engah mej a kebun. Air mancur, bernama " A Rose f or Li l l y, " t elah dirancang oleh Gehry dan Gambar II. 6
Gedung Walt Disney Concert Hall
t ert ut up dalam suat u mosaik kira-kira 8. 000 pot ongan keramik Cina put ih dan yang biru yang yang dibuat menyayang oleh Mrs. Disney.
Bagian dalam (int erior) audit orium berkapasit as 2. 265 t empat duduk menonj olkan pencahayaan alami dengan audience melingkupi panggung orkest ra. Dindi ng dan langit -langit yang dibengkokkan (berbent uk lengkungan) dibuat dari Douglas sej enis cemara dalam rangka menghasilkan bunyi alami dan keakraban akust ik. Gehry bekerj a sama dengan Yasuhisa Toyot a dari Nagat a Ilmu suara unt uk memast ikan bahwa kurva (lengkungan) pada int erior akan menghasilkan pemant ulan bunyi yang lebih baik. Akust ik yang baik dihasilkan oleh ruangan ini. Bent uk audit orium yang harmonis ini menghasilkan equalisasi rebeverasi yang harmonis dan dinamis. Walt disney concert hall ini di desain unt uk menyediakan pengalaman visual dan keint iman dalam pengalaman musik yang berkelanj ut an.
Tempat duduk didesain dengan bent uk model kapal yang t erbuat dari kayu, yang akan menempat i dasar kot ak gips. Ruangan ini memiliki akust ik yang sama dengan dinding dan plaf ond yang t erbuat dari kayu chedar. Art ikulasi dari perahu sepert i bent uk kurva pada plaf ond dengan adanya int erior yang mengalir dan kurva cembung unt uk memperbaiki akust iknya dengan menyebarkan bunyi dan pant ulan bunyi unt uk menambah kehangat an dan resonansi dari bunyi.
Equalisasi hall ini memiliki volume yang ideal. Meskipun f rekuensi yang mencapai penont on berbeda-beda dist orasi pada keseimbangan bunyi dapat diminimalkan pd beberapa f rekuensi bunyi yang kuat .
Gambar II. 8
Dinding dan plaf ond sert a t empat duduk yang t erbuat dari kayu
Gambar II. 9
Volume dari bunyi dan ref lect ed sound t erdengar nat ural t anpa adanya dist orsi. Volume ref lect ed sound t idak t erlalu keras sehingga dapat didengarkan secara konsist en. Pant ulan pert ama merupakan sat u-sat unya ref lect ed sound yang cukup keras unt uk mempengaruhi karakt erist ik bunyi. Audit orium ini didesain sepert i t eat er berakust ik. Speaker-speaker t ampak menggant ung di langit . Speaker-speaker it u dit empat kan pada t ingkat akust ik yang opt imal.
Akust ik hall, dibawah kursi t erdapat t ombol yang dicipt akan secara khusus dengan menggunakan bahan dari kain t enun dengan st rukt ur di bawahnya panel kayu. Bahan ini berf ungsi unt uk t idak memant ulkan bunyi yang dikeluarkan dari panggung.
3. GEDUNG KESENIAN JAKARTA
GKJ mulai didirikan t ahun 1981, pada masa kekuasaan Inggris di Indonesia yait u oleh Gubernur Jenderal Rf f les. Kekuasaan Inggris di Indonesia berakhir sebelum pembangunan GKJ selesai, sehingga pembangunan GKJ t erbengkalai. Kekuasaan Inggris berakhir t ergant ikan oleh Belanda, kelanj ut an pembangunan gedung t ersebut diselesaikan oleh Belanda pada t ahun 1821. Pada masa it u GKJ digunakan unt uk pement asan hiburan berupa pert unj ukan sandiwara / t onil, pameran lukisan dan kursus kesenian para art is. Pada masa penj aj ahan Jepang, GKJ digunakan sebagai markas t ent ara Jepang di Jakart a.
Fungsi GKJ dikembalikan menj adi t empat pert unj ukan kesenian lagi pada masa revolusi f isik. Mulai t ahun 1951 GKJ dif ungsikan sebagai ruang kuliah Fakult as Hukum dan Fakult as Ekonomi Universit as Indonesia. Pert unj ukan kesenian, pent as musik dilangsungkan pada malam harinya.
diput uskan bahwa GKJ dikembalikan f ungsinya sebagai pagelaran seni pert unj ukan.
Adapun keadaan f isik GKJ adalah :
Kapasit as t empat duduk penont on 500 kursi, t erdiri dari 25 kursi unt uk Bina Relasi, 75 kursi unt uk VIP, 150 kursi unt uk Kelas I, 250 kursi unt uk Kelas II.
Fasilit as yang t ersedia adalah ruang pert unj ukan dengan panggung dan t empat duduk penont on, ruang pengelola dan galeri.
Tat a panggung adalah sist em konvensional t anpa Orchest ra Pit dan memakai bent uk dasar Pr osceni um.
Bent uk audit orium ladam kuda, unt uk konser musik menyebabkan pemusat an bunyi.
Akust ik memenuhi syarat unt uk f ilm, musik dan drama. Kebisingan lingkungan mencapai 80 dB.
Tat a suara, penempat an speaker di at as st age.
Terdapat ruang operat or di belakang at as audit orium, unt uk mengat ur t at a pent as.
Penghawaan seluruhnya menggunakan AC.
4. TAMAN ISMAIL MARZUKI
Didirikan t ahun 1968 berdasarkan hasil musyawarah Pemda DKI dengan Dewan Kesenian Jakart a. Tuj uan pendirian adalah sebagai wadah penyaluran aspirasi seniman dan budayawan. Pada awal berdirinya TIM dikelola oleh Dewan Kesenian Jakart a. Dan sampai sekarang TIM masih berf ungsi.
Adapun kondisi f isiknya adalah sebagai berikut : Kapasit as duduk 900 orang
Terdapat ruang pert unj ukan, ruang pengelola, ruang penunj ang. Panggung Orchest ra Pit
Akust ik t erj adi pemusat an bunyi
Fasilit as lain berupa Theat er besar (bioskop), Theat er t ert ut up dan t erbuka unt uk drama, t arian dan lain-lain.
5. GEDUNG SASANA BUDAYA GANESHA
Sasana Budaya Ganesha sebenarnya merupakan audi t orium Inst it ut Teknologi Bandung. gedung ini secara rut in digunakan unt uk kegiat an wisuda Inst it ut t ersebut . Selain it u, gedung ini j uga disewakan unt uk umum. Gedung ini t erlet ak pada kompleks budaya dan olehraga yang t erdiri dari kolam renang, lapangan sepak bola, dan lapangan t enis. Pada Sasana Budaya Ganesha t erdapat 4 buah audit orium yang secara keseluruhan dapat menampung 3652 t empat duduk. Tipe panggung yang digunakan adalah panggung t erbuka, sedangkan lay out t empat duduk yang di gunakan adalah t ipe melingkar. Terdapat ruang penunj ang unt uk pameran, pert emuan, rent al of f ice, dan t heat er lingkar.
Kondisi akust ik ruang audit orium cukup baik, dengan menerapkan desain akust ik yang sesuai, yait u menggunakan langit -langit pemant ul suara di at as area st age berbent uk cembung, yang akan memberikan ef ek pant ul menyebar. bahan yang digunakan unt uk l ant ai adalah lant ai vinyl, sedangkan unt uk area dinding pemant ul suara di at as st age digunakan bahan kayu. Kesemua ruang dilengkapi dengan perangkat audio, dengan sist em t erpusat dan daya t ot al 30. 000 wat t .
C. TINJAUAN AKUSTIK
1. Pengertian
Akust ika (acoust i cs) merupakan suat u ilmu yang mempelaj ari t ent ang bunyi. Akust ika sering dibangi menj adi akust ik ruang (r oom acoust i cs) dan Kont rol kebisingan (noi se cont r ol) Pada sist em ini bunyi merupakan elemen ut ama yang akan mengalami penat aan unt uk mendapat kan kenyamanan mendengar.
yang t idak hanya memancarkan energinya melalui udara t et api j uga secara serent ak menyebabkan bagian-bagian kerangka bangunan padat . Bunyi t idak dapat t erj adi pada ruang yang hampa udara karena dalam kondisi t ersebut molekul-molekul t idak dapat bergerak.
Dalam penat aan bunyi pada bangunan perlu diperhat ikan beberapa f akt or yait u : sumber bunyi (sound sour ce), penerima bunyi (r ecei ver), media, dan gelombang bunyi (sound wave). Sumber bunyi dapat berupa benda berget ar sepert i suara manusia, alat musik, loudspeaker, kendaraan, dan t epuk t angan. Penerima bunyi dapat berupa t elinga manusia maupun microphone. Media adalah sarana bagi bunyi unt uk merambat .
Kecepat an rambat gelombang bunyi pada t emperat ur ruang 68o F (20o C) adalah sekit ar 1.130 f t per sekon (344 m per sekon).
a. Tekanan Bunyi, Int ensit as Bunyi, dan Kekerasan
Penyimpangan dalam t ekanan at mosf ir yang disebabkan get aran part ikel udara karena adanya gelombang bunyi disebut t ekanan bunyi yang sangat lebar, walaupun t ekanannya sendiri kecil. Tekanan bunyi diukur dalam skala logarit mik, yang disebut skala decibEll (dB), dinamakan unt uk menghormat i Alexander Graham Bell.
Int ensit as Bunyi dalam arah t ert ent u di suat u t it ik adalah laj u energi bunyi rat a-rat a yang dit ransmisikan dalam arah t adi lewat sat u sat uan luasan yang t egak lurus ke arah t ersebut di t it ik t adi. Tingkat int ensit as bunyi dinyat akan dalam decibell di at as suat u t ingkat acuan. Unt uk t uj uan prakt is dalam pengendalian bising lingkungan, t ingkat t ekanan bunyi sama dengan t ingkat int ensit as bunyi.
Gambar II. 10
Ket erarahan suara manusia dalam bidang horizont al Sumber : Akust i k Li ngkungan Lesl i e L Doel l e
b. Ket erarahan Sumber Bunyi
Walaupun sumber-sumber bunyi memancarkan gelombang bunyi ke semua arah, dal am daerah yang t idak ada permukaan pemant ulnya, int ensit as bunyi yang dipancarkanpada salah sat u arah dapat menj adi sangat nyat a. Tepat nya, pol a pemancaran akan berubah dengan f rekuensi gelombang bunyi yang dipancarkan. Gej ala ini j elas pada suara manusia, pada inst rumen musi k, pengeras suara, dan j uga pada banyak sumber-sumber bising lain.
Gambar ini
menunj ukkan bahwa pemancaran bunyi pembicaraan f rekuensi t inggi lebih nyat a sepanj ang sumbu longit udinal sumber bunyi t ersebut , sedang dist ribusi f rekuensi t engah dan rendah lebih merat a dalam semua arah. Ini menyebabkan hilangnya int eligibilit as yang nyat a pada t empat duduk samping. Gej ala ini mencipt akan masalah yang serius dalam perancangan panggung t erbuka at au t eat er j enis gelanggang (t eat er melingkar), di mana pement as pada suat u saat hanya dapat menghadap ke suat u arah penont on saj a. Di sini pemakaian t embok pemant ul dan langit -langit pemant ul sangat pent ing unt uk mengimbangi hilangnya komponen-komponen f rekuensi t inggi.
c. Bunyi dan Jarak
yang j auh dalam audit orium yang sangat besar. Ini harus diimbangi dengan menempat kan penont on sedekat mungkin dengan sumber bunyi.
2. Noise atau Kebisingan
Manusia memiliki t elinga yang berf ungsi sebagai alat unt uk mendengar. Agar dapat dit angkap oleh t elinga manusia bunyi harus memiliki f rekuensi3 t ert ent u. Telinga normal manusia akan peka t erhadap bunyi yang memiliki f rekuensi audio ant ara 20 – 20. 000 hz. Jika f rekuensi t erlalu lemah maka suara t idak dapat dit angkap oleh t elinga bunyi pada f rekuensi ini disebut dengan bunyi inf ra. Sebaliknya j ika f rekuensi bunyi t erlalu t inggi maka akan memekakkan t elinga, bunyi ini disebut j uga dengan bunyi ult ra. Jangkauan t angkap t erhadap bunyi t iap-t iap orang berbeda—beda t ergant ung dari berbagai f akt or sepert i usia, j enis kelamin, bet ambahnya umur seseorang akan mengurangi banyak kemampuan mendengar.
Gangguan bunyi hingga t ingkat t ert ent u dapat diadapt asi oleh f isik, namun dapat menganggu syaraf t elinga. Ambang bunyi (t hr eshol d of audi bi l i t y) adalah int ensit as bunyi sangat lemah yang masih dapat didengar manusia, memiliki energi sebesar 10 -12 W/ m² . Sedangkan ambang sakit (t hr eshol d of pai n) adalah kekuat an bunyi yang menyebabkan sakit pada t elinga manusia, memiliki energi sebesar 1 W/ m² .
Suara yang t idak diharapkan at au mengganggu yang dihasilkan dari percampuran beberapa f rekuensi at au nada yang t idak harmonis disebut dengan noise at au kebisingan.
Sumber bising ut ama diklesif ikasikan dalam dua kelompok yait u : a Bising dalam/ int erior
Merupakan bising yang berasal dari manusia, alat -alat rumah t angga, mesin-mesin gedung
b Bising luar
Bising yang berasal dari lalu lint as, t ransport asi, indust ri, perbaikan j alan dan lain-lain diluar gedung.
3
Bunyi di luar bat as kemampuan yang dapat dit erima oleh t elinga manusia akan dapat menimbulkan dampak buruk bagi kesehat an mausia. Ef ek bunyi dapat menj adi sangat buruk bila t erj adi komplikasi.
Tabel II. 1
Pengaruh kekerasan bunyi pada manusia Kebisingan (dBA) Ef ek
30 – 65 Bila berlangsung t erus menerus akan menganggu selaput t elinga dan menyebabkan gelisah
65 – 90 Bila berlangsung t erus menerus merusak lapisan veget at if manusia (j ant ung, peredaran darah, dan lain-lain)
90 - 130 Bila berlangsung t erus menerus akan merusak t elinga
Sumber : Sat wi ko, Pr asast o. 2004, p: 139
Sumber bunyi memiliki kebisingan yang berbeda-beda, berikut adalah kebisingan yang dihasilkan oleh beberapa sumber bunyi :
Tabel II. 2
Tingkat Bunyi Beberapa Sumber Bunyi
Tingkat Bunyi (dB) dBA
Frekuensi 63 125 250 500 1000 2000 4000 8000
Ruang Luar
Suara burung j arak 3m … … … 50 52 54 57
Salak anj ing besar j arak 15m
… 50 58 68 70 64 52 48 72
Angin di pohon 16km/ j am
… … … 33 35 37 37 35 43
Transportasi
Truk besar j arak 15m (90 km/ j am)
83 85 83 85 81 76 72 65 86
Mobil penumpang j arak 15m (90 km/ j am)
72 70 67 66 67 66 59 54 71
Sepeda mot or 95 95 91 91 91 87 87 85 95
Klakson mobil j arak 15m … … … 92 95 90 80 60 97
Pesawat t erbang komersial dengan baling-baling j arak 1, 6km (dari j arak lint asan t inggal landas)
77 82 82 78 70 56 … … 79
Ruang Dalam
Pert unj ukan musik keras (arena besar)
116 117 119 116 118 115 109 102 121
Ruangan audiovisual 85 89 92 90 89 87 85 80 94
Tepukan di audit orium 60 68 75 79 85 84 75 65 88
Ruang kelas 60 66 72 77 74 68 60 50 78
Ruang peralat an comput er
78 75 73 78 80 78 74 70 84
Dapur 86 85 79 78 77 72 65 57 81
Laborat orium 65 70 73 75 72 69 65 61 77
Ruang peralat an mesin 87 86 85 84 83 82 80 78 88
Ruang lat ihan musik 90 94 96 96 96 91 91 90 100
Area penerima t amu dan lobi
60 66 72 77 74 68 60 50 78
Konf erensi j arak j auh 65 74 78 80 79 75 68 60 83
Sumber : M. Davi d Egan, 1988
Adanya bat as kenyamanan mendengar t erut ama pada manusia memerlukan adanya perencanaan dan perancangan khusus dalam ruang-ruang arsit ekt ural.
3. Akustik Ruang Tertutup
a. Persyaratan Akustik Ruang
Menurut Doelle (1993, hal. 53) persyarat an kondisi mendengar yang baik dalam suat u ruang yang besar, ant ara lain:
1) Harus ada kekerasan (l oundness) yang cukup dalam t iap bagian ruang besar (audit orium, t eat er, bioskop).
2) Energi bunyi harus didist ribusi secara merat a dalam ruang. 3) Ruang harus bebas dari cacat akust ik, sepert i gema, pemant ulan
yang berkepanj angan (long delayed ref lect ion), gaung, pemusat an bunyi, dist orsi, bayangan bunyi, resonansi ruang. 4) Bising dan get aran yang mengganggu pendengaran harus
dikurangi cukup banyak dalam t iap bagian ruang.
b. Gej ala akustik pada ruang tertutup
1) Pemant ulan Bunyi
Gambar II. 11
Pemant ulan bunyi di berbagai permukaan Sumber : Akust i k Li ngkungan Lesl i e L Doel l e
2) Penyerapan Bunyi
Bunyi yang diserap oleh dinding-dinding melalui bahan penyerap bunyi4 sepert i bahan berpori, peyerap panel, resonat or rongga (Helmholt z). Penyerapan bunyi adalah perubahan energi bunyi menj adi suat u bent uk lain, biasanya panas, ket ika melewat i suat u bahan at au ket ika menumbuk suat u permukaan. Bahan lembut , berpori dan kain, sert a manusia, menyerap sebagian besar gelombang bunyi yang menumbuknya, dengan kat a lain, bahan-bahan t ersebut adalah penyerap bunyi. Unsur yang diperhat ikan unt uk menunj ang penyerapan bunyi dalam akust ik lingkungan :
Lapisan permukaan dinding, lant ai dan at ap.
Isi ruangan sepert i penont on, bahan t irai, t empat duduk dengan lapisan lunak dan penggunaan karpet .
Udara dalam ruangan.
Ef isiensi penyerapan bunyi suat u bahan pada suat u f rekuensi t ert ent u dinyat akan oleh koef isien penyerapan bunyi. Koef isien penyerapan bunyi suat u permukaan adalah bagian energi bunyi dat ang yang diserap, at au t idak dipant ulkan oleh permukaan. Koef isien ini dinyat akan dalam huruf Greek .
4
3) Dif usi Bunyi
Bunyi yang disebarkan dari arah sumber bunyi ke dinding; bila t ekanan bunyi di set iap bagian suat u audit orium sama dan gelombang bunyi dapat merambat dalam semua arah, maka medan bunyi dikat akan serba sama at au homogen, dengan kat a lain dif usi bunyi at au penyebaran bunyi t erj adi dalam ruangan. Jenis-j enis ruang t ert ent u membut uhkan dif usi bunyi yang cukup, yait u dist ribusi bunyi yang merat a, mengut amakan kualit as musik dan pembicaraan aslinya, dan menghalangi cacat akust ik yang t ak diinginkan.
Dif usi bunyi dicipt akan dengan beberapa cara:
Pemakaian permukaan dan elemen penyebar yang t ak t erat ur dalam j umlah yang banyak sekali, sepert i plast er, pier, balok-balok t elanj ang, langit -langit yang t erkot ak-kot ak, pagar balkon yang dipahat dan dinding-dinding yang bergerigi.
Penggunaan lapisan permukaan pemant ul bunyi dan penyerap bunyi secara bergant ian.
Gambar II. 12
Dist ribusi lapisan penyerap bunyi yang berbeda secara t ak t erat ur dan acak.
4) Dif raksi Bunyi
Dif raksi adalah gej ala akust ik yang meyebabkan gelombang bunyi dibelokkan at au dihamburkan sekit ar penghalang sepert i sudut (cor ner), kolom, t embok, dan balok. Dif raksi yait u pembelokkan at au penghamburan gelombang bunyi sekel