• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kelas 12 SMA Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Siswa

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Kelas 12 SMA Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Siswa"

Copied!
200
0
0

Teks penuh

I. Hak Asasi Manusia (HAM)

Bab 1 membahas Hak Asasi Manusia (HAM) dari perspektif Pendidikan Agama Kristen. Bagian ini menekankan pentingnya HAM sebagai hak dasar manusia yang diberikan Allah, khususnya hak untuk hidup dan dihargai sebagai makhluk mulia. Meskipun secara eksplisit tidak terdapat dalam Alkitab dengan terminologi 'HAM', buku ini mengidentifikasi prinsip-prinsip alkitabiah yang mendukung konsep HAM, seperti persaudaraan dan keadilan. Sebagai contoh, Mazmur 133 digunakan untuk menggambarkan masyarakat yang rukun dan diberkati Allah, sedangkan 1 Raja-Raja 21 menunjukkan contoh pelanggaran HAM melalui penindasan dan penyalahgunaan kekuasaan. Dengan demikian, bab ini menghubungkan pemahaman Alkitab dengan realita pelanggaran HAM di Indonesia, mengajak siswa untuk merenungkan makna HAM melalui syair lagu dan menganalisis gambar yang menggambarkan praktik dan pelanggaran HAM. Bagian ini juga memperkenalkan cakupan HAM (hak warga negara, politik, ekonomi, dan sosial), sejarah singkat HAM, dan sejarah HAM di Indonesia, termasuk perjuangan kemerdekaan dan masa Orde Baru, yang kaya akan konteks sejarah dan memberikan gambaran yang komprehensif tentang perkembangan HAM di Indonesia.

1.1 Pengertian HAM

Sub-bab ini mendefinisikan HAM sebagai hak dasar yang melekat pada setiap manusia sebagai ciptaan Allah, dengan penekanan pada hak untuk hidup. Di sini, dijelaskan bahwa pelanggaran HAM dapat dilakukan oleh individu maupun lembaga negara. Sebagai contoh, kekerasan remaja yang sering terjadi di media massa dibahas sebagai bentuk pelanggaran HAM. Dengan demikian, sub-bab ini memberikan dasar pemahaman tentang HAM dan menghubungkannya dengan realitas sosial di Indonesia.

1.2 Antara Praktik HAM dan Pelanggaran HAM

Sub-bab ini menggunakan gambar untuk menganalisis praktik dan pelanggaran HAM. Melalui analisis gambar, siswa diajak untuk membedakan antara tindakan yang menghormati HAM dan tindakan yang melanggarnya. Sebagai contoh, demonstrasi mahasiswa yang disertai kekerasan dibahas sebagai bentuk pelanggaran HAM, baik oleh mahasiswa maupun aparat keamanan. Hal ini mendorong siswa untuk berpikir kritis tentang bagaimana HAM dapat dipraktikkan dalam konteks kehidupan nyata.

1.3 Memahami HAM dalam Alkitab

Sub-bab ini menelusuri prinsip-prinsip alkitabiah yang berkaitan dengan HAM. Mazmur 133 dan 1 Raja-Raja 21 digunakan sebagai studi kasus untuk menganalisis masyarakat yang rukun dan berkat Allah serta contoh pelanggaran HAM yang dilakukan oleh raja dan istrinya. Aktivitas kerja kelompok dan pertanyaan-pertanyaan refleksi mendorong siswa untuk memproses informasi dan menghubungkannya dengan kehidupan mereka.

1.4 Cakupan HAM

Sub bab ini menguraikan cakupan HAM secara lebih rinci, membagi hak asasi manusia menjadi tiga bagian utama: hak warga negara, hak politik dan hak ekonomi dan sosial. Penjelasan ini memberikan pemahaman yang lebih lengkap tentang berbagai aspek HAM dan menghubungkannya dengan materi lain yang telah dipelajari siswa, khususnya Pendidikan Kewarganegaraan.

1.5 Sejarah Singkat HAM

Bagian ini memberikan konteks sejarah HAM dengan menjelaskan pidato Franklin D. Roosevelt tentang empat kebebasan dan Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia (DUHAM) PBB tahun 1948 sebagai respons atas pelanggaran HAM pada Perang Dunia II. Dengan memberikan latar belakang sejarah ini, buku teks membantu siswa memahami pentingnya DUHAM dalam konteks global.

1.6 Sejarah HAM di Indonesia

Sub-bab ini menelusuri sejarah HAM di Indonesia, mulai dari masa penjajahan hingga era Reformasi. Buku ini menghubungkan perjuangan kemerdekaan dengan kesadaran HAM dan membahas berbagai pelanggaran HAM yang terjadi di masa Orde Baru dan upaya untuk mewujudkan HAM di era reformasi. Bagian ini memberikan perspektif Indonesia tentang perkembangan HAM.

1.7 Penutup dan Rangkuman

Bagian penutup mengajak siswa untuk berdoa dan merangkum poin-poin penting tentang HAM, menekankan pentingnya kesadaran dan perwujudan HAM dalam kehidupan sehari-hari sebagai bagian dari tanggung jawab iman Kristen.

II. Praktik Hak Asasi Manusia di Indonesia

Bab 2 melanjutkan diskusi tentang HAM dengan fokus pada praktik dan pergulatan bangsa Indonesia dalam mewujudkannya. Bab ini menunjukan bahwa deklarasi HAM dalam UUD 1945 dan Pancasila tidak secara otomatis menjamin perwujudan HAM. Buku ini menggunakan laporan tahunan tentang praktik HAM sebagai sumber data untuk menggambarkan situasi HAM di Indonesia, yang masih jauh dari ideal. Siswa diajak untuk berdiskusi tentang pentingnya peran negara dan warga negara dalam mewujudkan HAM. Bab ini juga membahas sejarah pergulatan bangsa Indonesia dalam bidang HAM, termasuk periode Orde Baru dengan pelanggaran HAM yang sistematis dan era Reformasi dengan berbagai tantangan dalam menegakkan HAM. Konsep ‘kota perlindungan’ dalam Perjanjian Lama digunakan sebagai analogi untuk membahas tantangan dalam mewujudkan HAM di Indonesia dan bagaimana keadilan yang lebih adil seharusnya diterapkan, seperti dalam kasus Nenek Minah. Bab ini diakhiri dengan ajakan bagi siswa untuk menjadi pelaku HAM dalam kehidupan sehari-hari dan membuat program kegiatan untuk mewujudkannya.

2.1 Hak Asasi Manusia di Indonesia

Sub bab ini membahas tentang pelaksanaan HAM di Indonesia, yang meskipun tercantum dalam Pancasila dan UUD 1945, masih jauh dari ideal. Buku teks menggunakan laporan dari Kedutaan Besar Amerika Serikat untuk menggambarkan situasi tersebut dan menekankan pentingnya proses pembelajaran, pembiasaan, dan penghayatan dalam mewujudkan HAM.

2.2 Pergulatan Bangsa Indonesia di Bidang HAM

Sub-bab ini mengulas sejarah perjuangan dan tantangan dalam mewujudkan HAM di Indonesia, mulai dari masa penjajahan hingga era reformasi. Peristiwa penting seperti penembakan misterius (Petrus) dan berbagai pelanggaran HAM lainnya dibahas untuk memberikan gambaran yang komprehensif tentang realita HAM di Indonesia. Penulis menggunakan kutipan berita dan data untuk mendukung argumen.

2.3 Kota Perlindungan dalam Kitab Perjanjian Lama

Sub-bab ini menggunakan konsep 'kota perlindungan' dalam Bilangan 35:9-34 sebagai analogi untuk membahas tentang upaya perlindungan terhadap korban pelanggaran HAM. Penjelasan ini menghubungkan pemahaman Alkitab dengan konteks HAM modern dan memberikan perspektif yang unik dan bermakna.

2.4 Penutup dan Rangkuman

Bagian penutup menyertakan doa dan rangkuman bab, menekankan pentingnya peran siswa sebagai pemantau dan pejuang HAM di Indonesia sebagai bagian dari tanggung jawab iman.

III. Hak Asasi Manusia dalam Perspektif Alkitab

Bab 3 mengeksplorasi HAM dari perspektif Alkitab, menghubungkan konsep kasih dan keadilan dengan prinsip-prinsip HAM. Bab ini menekankan bahwa inti dari HAM adalah 'jangan menyakiti sesamamu manusia' dan mengkaitkannya dengan perintah untuk mengasihi Tuhan dan sesama. Contoh dari Alkitab digunakan untuk memperlihatkan bagaimana Allah menuntut keadilan dan memperhatikan yang lemah, seperti janda dan anak yatim. Buku ini juga membahas perilaku raja yang lalim sebagai contoh pelanggaran HAM dan ayat-ayat Alkitab yang menolak ibadah yang tidak disertai keadilan. Dua studi kasus tokoh perempuan, Aung San Suu Kyi dan Rachel Corrie, yang berjuang untuk HAM diberikan sebagai contoh nyata. Siswa diajak untuk merenungkan bagaimana kekerasan dan pelanggaran HAM bertentangan dengan ajaran Kristen dan untuk termotivasi menjadi pelaku HAM.

3.1 Pengantar

Sub-bab pengantar menjelaskan tujuan bab ini yaitu memberikan panduan tentang HAM berdasarkan ajaran Alkitab dan mengajak siswa untuk menjadi pelaku HAM.

3.2 Belajar tentang HAM melalui Cerita Kehidupan

Sub-bab ini menunjukan kisah Aung San Suu Kyi dan Rachel Corrie sebagai contoh nyata tentang perjuangan HAM dan pengorbanan untuk menegakkan keadilan. Kedua cerita ini memberikan ilustrasi konkret tentang konsep HAM dan memberikan inspirasi bagi siswa.

3.3 Penutup

Bagian penutup merangkum poin penting dan kembali menekankan ajakan untuk menjadi pelaku HAM.

Gambar

Gambar 2.1 Lokasi Kota-kota Perlindungan di Israel Kuno
Gambar 3.1  Aung San Suu Kyi
Gambar 5.1 Kebersamaan dalam perbedaan
Gambar 5.2  Seorang gadis Jawa dengan Pria Perancis
+7

Referensi

Dokumen terkait

Sebagaimana kita ketahui bahwa kekhasan PAK membuat PAK berbeda dengan mata pelajaran lain, yaitu PAK menjadi sarana atau media dalam membantu peserta didik berjumpa dengan Allah di

Hal ini memungkinkan karena kita telah menerima Roh yang menjadikan kita anak-anak Allah, yang dapat berseru “Abba, Bapa!” (lih. Dengan hubungan kasih seperti ini, kita dapat

Pertama , orang percaya harus mengikuti kehendak Allah. Mengikuti kehendak Allah berarti tidak mudah terpengaruh dan mengikuti kebiasaan yang tidak sesuai dengan kehendak Allah. Kita

Pada pelajaran sebelumnya, peserta didik telah belajar menghargai sesama manusia dengan pemahaman bahwa semua manusia sama derajatnya di hadapan Allah dan mencoba

Seringkali seseorang menghadapi berbagai kendala dalam menjalani perjuangannya untuk meraih masa depan yang lebih baik. Untuk mengatasi kendala dalam diri kita dan mudah

Atau tidak tahukah kamu bahwa kita semua yang telah dibaptis dalam Kristus, telah dibaptis dalam kematian-Nya dengan demikian, kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia

1.4 Menghayati sikap rendah hati, peduli dan solidaritas terhadap sesame mengacu pada Alkitab 9 JP 12 JP 12 JP 12 JP II 2.1 bersedia mengampuni orang lain 2.2 turut bertanggung

Dampak Dosa Bacaan Alkitab: Kejadian 4 2 1.1 Meyakini bahwa manusia berdosa sehingga perlu bertobat 1.1.1 Menerima bahwa manusia berdosa sehingga perlu bertobat 2.1 Menunjukkan sikap