• Tidak ada hasil yang ditemukan

MODUL KEWIRAUSAHAAN UNTUK PERGURUAN TING

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "MODUL KEWIRAUSAHAAN UNTUK PERGURUAN TING"

Copied!
317
0
0

Teks penuh

I. Bagian 1: Kompetensi Karakter

Bagian ini membahas kompetensi karakter wirausaha, menekankan pentingnya membangun impian dan mengejar cita-cita sebagai fondasi kesuksesan. Modul ini memaparkan metode pembelajaran yang beragam, termasuk Small Group Discussion, Role Play, Simulation, dan berbagai pendekatan pembelajaran aktif lainnya seperti Discovery Learning, Self Directed Learning, Cooperative Learning, Collaborative Learning, Contextual Instruction, dan Project Based Learning. Penilaian kompetensi karakter dilakukan melalui rubrik yang menilai kejelasan visi, usaha, dan inovasi dalam mengimplementasikan karakter wirausaha, dengan bobot nilai mencapai 30%. Bab I secara khusus membahas pentingnya memiliki impian yang jelas dan terukur, mengutip penelitian yang menunjukkan korelasi antara memiliki impian yang tertulis dan keberhasilan. Suplemen Bab 1 lebih lanjut menjelaskan pentingnya impian, menghubungkannya dengan motivasi, energi, dan kemudahan dalam menjalani hidup. Konsep 'Be-Do-Have' diperkenalkan sebagai kerangka berpikir dalam mencapai impian. Bab ini juga menjabarkan pentingnya merumuskan impian dengan prinsip SMART (Specific, Measurable, Achievable, Realistic, Time-bound). Definisi kewirausahaan dibahas, termasuk perspektif dari berbagai pakar dan interpretasi etimologis, serta keuntungan dan kerugian berwirausaha.

1.1. Pentingnya Impian dan Visi

Sub-bab ini menekankan pentingnya memiliki impian yang jelas sebagai landasan dalam berwirausaha. Modul ini menyoroti statistik yang menunjukkan tingginya angka pengangguran terdidik di Indonesia dan mengaitkannya dengan kurangnya perencanaan karir dan impian yang jelas di kalangan mahasiswa. Diskusi tentang pentingnya mengganti impian yang abstrak seperti "menjadi sukses" dengan impian yang spesifik dan terukur, yang selaras dengan prinsip SMART, dibahas secara mendalam. Berbagai strategi untuk membantu mahasiswa dalam merumuskan impian mereka yang SMART dan menciptakan Dream Book sebagai alat untuk mencatat dan memvisualisasikan impian tersebut, diuraikan dalam modul ini. Berbagai metode pembelajaran aktif seperti permainan dan diskusi kelompok digunakan untuk membantu mahasiswa memahami pentingnya memiliki impian dan mengkonkretkan visi mereka.

1.2. Definisi dan Perspektif Kewirausahaan

Bagian ini memberikan pemahaman komprehensif tentang kewirausahaan. Modul ini menyajikan berbagai definisi kewirausahaan dari berbagai perspektif, mulai dari definisi etimologis hingga definisi operasional dari berbagai pakar seperti Cantillon, Schumpeter, dan lainnya. Perbedaan antara istilah wirausaha dan wiraswasta juga dijelaskan. Modul ini juga membahas berbagai aspek penting kewirausahaan, termasuk kemampuan kreatif dan inovatif, kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda, serta kemampuan untuk memecahkan masalah dan menemukan peluang. Modul ini juga menyajikan berbagai teori dan konsep yang relevan dengan kewirausahaan, serta memberikan contoh-contoh kasus nyata dari wirausahawan sukses. Bagian ini juga membahas secara rinci keuntungan dan kerugian berwirausaha untuk memberikan gambaran yang seimbang kepada mahasiswa.

1.3. Metode Pembelajaran dan Penilaian

Modul ini menjelaskan berbagai metode pembelajaran yang digunakan untuk mengembangkan kompetensi karakter wirausaha, mencakup metode Discovery Learning, Self-Directed Learning, Cooperative Learning, Collaborative Learning, Contextual Instruction, dan Project Based Learning. Pembelajaran berbasis proyek yang memungkinkan mahasiswa untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan mereka dalam konteks nyata ditekankan. Selain itu, modul ini menjelaskan sistem penilaian yang digunakan untuk mengukur pencapaian mahasiswa dalam kompetensi karakter, dengan rubrik yang terstruktur untuk menilai berbagai aspek seperti kejelasan visi, usaha, dan inovasi. Bagian ini juga menyoroti pentingnya pembelajaran aktif dan partisipasi mahasiswa dalam proses pembelajaran.

II. Bagian 2: Kompetensi Komunikasi dan Interpersonal

Bagian ini berfokus pada pengembangan kompetensi komunikasi dan interpersonal, meliputi komunikasi efektif, kepemimpinan, dan motivasi. Materi mencakup teori-teori komunikasi, komponen komunikasi, tujuan dan fungsi komunikasi, komunikasi dalam organisasi, dan teknik presentasi. Kepemimpinan dibahas melalui berbagai gaya kepemimpinan, syarat-syarat kepemimpinan, perbedaan pemimpin formal dan informal, serta keterampilan dasar kepemimpinan. Motivasi dikaji melalui berbagai teori motivasi, kaitannya dengan kepuasan kerja, dan perannya dalam peningkatan kinerja. Metode pembelajaran meliputi Role Play, simulasi, dan Project Based Learning, dengan penilaian berdasarkan kemampuan berkomunikasi, memimpin, dan memotivasi. Bobot nilai untuk bagian ini adalah 30% (10% untuk Komunikasi, 10% untuk Kepemimpinan, dan 10% untuk Motivasi).

2.1. Komunikasi Efektif

Bagian ini membahas teori dan praktik komunikasi efektif dalam konteks kewirausahaan. Modul ini menjelaskan berbagai komponen komunikasi, seperti komunikator, pesan, saluran, penerima, dan umpan balik. Berbagai teknik komunikasi efektif, seperti komunikasi verbal dan non-verbal, juga dibahas. Modul ini menekankan pentingnya komunikasi yang jelas, ringkas, dan persuasif dalam membangun hubungan dengan klien, mitra bisnis, dan karyawan. Selain itu, modul ini juga membahas pentingnya mendengarkan secara aktif dan memberikan umpan balik yang konstruktif. Bagian ini juga mencakup studi kasus dan simulasi untuk mempraktikkan kemampuan komunikasi efektif dalam berbagai situasi.

2.2. Kepemimpinan dalam Kewirausahaan

Bagian ini menjelaskan berbagai konsep dan teori kepemimpinan yang relevan dengan konteks kewirausahaan. Modul ini membahas berbagai gaya kepemimpinan, seperti kepemimpinan demokratis, otoriter, dan laissez-faire, serta kelebihan dan kekurangan masing-masing gaya. Modul ini juga menekankan pentingnya kepemimpinan yang transformatif dan inspiratif dalam memotivasi tim dan mencapai tujuan organisasi. Bagian ini juga mencakup latihan-latihan kepemimpinan, seperti studi kasus, simulasi, dan role-playing, untuk membantu mahasiswa mengembangkan keterampilan kepemimpinan mereka. Modul ini juga membahas berbagai keterampilan kepemimpinan yang dibutuhkan seorang wirausahawan, seperti pengambilan keputusan, pemecahan masalah, dan kemampuan untuk membangun tim yang solid.

2.3. Motivasi Diri dan Tim

Sub-bab ini membahas konsep dan teori motivasi dalam konteks kewirausahaan, mencakup berbagai teori motivasi, seperti teori hierarki kebutuhan Maslow, teori dua faktor Herzberg, dan teori pengharapan Vroom. Modul ini menekankan pentingnya motivasi diri dan tim dalam mencapai tujuan bisnis. Berbagai teknik untuk memotivasi diri dan tim, seperti penetapan tujuan yang jelas, pemberian penghargaan dan pengakuan, serta menciptakan lingkungan kerja yang positif, dibahas secara rinci. Modul ini juga membahas pentingnya membangun rasa kepemilikan dan tanggung jawab di antara anggota tim. Studi kasus dan simulasi digunakan untuk membantu mahasiswa menerapkan konsep dan teori motivasi dalam konteks nyata.

III. Bagian 3: Kompetensi Kreativitas dan Inovasi

Bagian ini fokus pada pengembangan kreativitas dan inovasi dalam menciptakan produk dan layanan yang unggul. Materi meliputi peran inovasi dan kreativitas dalam pengembangan produk dan jasa, serta metode pengembangan produk dan jasa yang unggul. Modul ini menjelaskan konsep Quality Function Deployment (QFD) sebagai salah satu pendekatan dalam pengembangan produk yang unggul. Metode pembelajaran meliputi Role Play, simulasi, Discovery Learning, dan Project Based Learning, dengan penilaian berdasarkan kemampuan menciptakan alternatif produk, jasa, dan solusi masalah inovatif. Bobot nilai untuk bagian ini adalah 15%.

3.1. Kreativitas dan Inovasi dalam Pengembangan Produk

Sub-bab ini membahas konsep kreativitas dan inovasi sebagai kunci dalam menciptakan produk dan layanan yang unggul dan kompetitif. Modul ini menjelaskan bagaimana kreativitas dan inovasi dapat digunakan untuk mengidentifikasi peluang pasar baru, mengembangkan produk dan layanan yang unik, dan meningkatkan efisiensi operasional. Berbagai teknik dan metode untuk merangsang kreativitas dan inovasi, seperti brainstorming, mind mapping, dan design thinking, dibahas secara rinci. Modul ini juga membahas pentingnya proteksi kekayaan intelektual dalam melindungi inovasi yang telah dikembangkan. Studi kasus dan contoh-contoh nyata dari produk dan layanan inovatif yang sukses akan digunakan untuk memperkaya pemahaman mahasiswa.

3.2. Penerapan Quality Function Deployment (QFD)

Bagian ini membahas Quality Function Deployment (QFD) sebagai salah satu metodologi yang sistematis dalam pengembangan produk yang sesuai dengan kebutuhan dan harapan pelanggan. Modul ini menjelaskan langkah-langkah dalam penerapan QFD, mulai dari identifikasi kebutuhan pelanggan hingga perancangan produk yang memenuhi kebutuhan tersebut. Modul ini juga membahas berbagai alat dan teknik yang digunakan dalam QFD, seperti matriks House of Quality, dan diagram prioritas. Studi kasus dan simulasi akan digunakan untuk membantu mahasiswa memahami dan menerapkan QFD dalam pengembangan produk.

IV. Bagian 4: Kompetensi Menjual Produk atau Jasa

Bagian ini membahas strategi penjualan kepada konsumen retail dan korporasi. Materi mencakup konsep pemasaran, strategi pemasaran, penentuan target pasar, bauran pemasaran, dan teknik presentasi penjualan. Modul ini juga menjelaskan perbedaan antara menjual kepada konsumen retail dan korporasi, termasuk teknik negosiasi dan mencapai kesepakatan. Metode pembelajaran meliputi Role Play, simulasi, dan Collaborative Learning, dengan penilaian berdasarkan kemampuan memahami proses penjualan dan membedakan konsumen retail dan korporasi. Bobot nilai untuk bagian ini adalah 15%.

4.1. Penjualan kepada Konsumen Retail

Bagian ini berfokus pada strategi dan teknik penjualan kepada konsumen retail. Modul ini menjelaskan berbagai konsep pemasaran yang relevan, seperti segmentasi pasar, penentuan harga, dan promosi penjualan. Modul ini juga membahas pentingnya memahami perilaku konsumen retail dan membangun hubungan yang baik dengan mereka. Berbagai teknik penjualan kepada konsumen retail, seperti presentasi produk yang efektif, penanganan keberatan, dan closing penjualan, dibahas secara rinci. Studi kasus dan simulasi akan digunakan untuk membantu mahasiswa mempraktikkan keterampilan penjualan mereka.

4.2. Penjualan kepada Konsumen Korporasi

Bagian ini membahas strategi dan teknik penjualan kepada konsumen korporasi. Modul ini menekankan perbedaan antara menjual kepada konsumen retail dan korporasi, termasuk proses penjualan yang lebih kompleks dan melibatkan beberapa pihak pengambil keputusan. Modul ini menjelaskan berbagai teknik negosiasi yang efektif dan pentingnya membangun hubungan jangka panjang dengan konsumen korporasi. Berbagai strategi untuk menangani keberatan dan mencapai kesepakatan dengan konsumen korporasi, termasuk teknik presentasi penjualan yang profesional, dibahas secara mendalam. Studi kasus dan simulasi akan digunakan untuk membantu mahasiswa mengembangkan kemampuan menjual kepada konsumen korporasi.

V. Bagian 5: Kompetensi Manajemen Usaha

Bagian ini membahas manajemen keuangan pribadi dan usaha, serta evaluasi dan pengendalian usaha. Materi mencakup pengelolaan keuangan pribadi, penyusunan anggaran keuangan keluarga, manajemen keuangan usaha, aktivitas penggunaan dan perolehan dana, serta evaluasi kinerja usaha. Modul ini juga menjelaskan bagaimana mengukur kinerja aktual, membandingkannya dengan standar, dan melakukan tindakan manajerial. Metode pembelajaran meliputi Role Play, simulasi, dan Problem Based Learning, dengan penilaian berdasarkan kemampuan mengevaluasi dan mengendalikan manajemen keuangan pribadi dan usaha. Bobot nilai untuk bagian ini adalah 30% (10% untuk Manajemen Keuangan Pribadi, 10% untuk Manajemen Keuangan Usaha, dan 10% untuk Evaluasi dan Pengendalian Usaha).

5.1. Manajemen Keuangan Pribadi

Bagian ini membahas pentingnya manajemen keuangan pribadi yang baik sebagai fondasi dalam berwirausaha. Modul ini menjelaskan berbagai konsep dan prinsip manajemen keuangan pribadi, seperti penganggaran, menabung, berinvestasi, dan pengelolaan utang. Modul ini juga membahas pentingnya perencanaan keuangan jangka panjang dan bagaimana mengelola keuangan pribadi secara efektif untuk mencapai tujuan keuangan. Berbagai alat dan teknik untuk mengelola keuangan pribadi, seperti aplikasi perencanaan keuangan dan konsultasi keuangan, juga akan dibahas. Studi kasus dan simulasi digunakan untuk membantu mahasiswa menerapkan konsep dan prinsip manajemen keuangan pribadi dalam kehidupan nyata.

5.2. Manajemen Keuangan Usaha

Sub-bab ini membahas aspek penting manajemen keuangan dalam konteks usaha, mencakup aktivitas perencanaan, penggunaan, perolehan, dan pengelolaan dana. Modul ini menjelaskan berbagai konsep dan prinsip manajemen keuangan usaha, seperti analisis laporan keuangan, perencanaan arus kas, dan manajemen aset. Modul ini juga membahas berbagai sumber pendanaan usaha, seperti pinjaman bank, investor, dan modal sendiri. Bagian ini juga membahas pentingnya pengendalian biaya dan peningkatan efisiensi dalam operasional usaha. Studi kasus dan simulasi akan digunakan untuk membantu mahasiswa menerapkan konsep dan prinsip manajemen keuangan dalam konteks usaha.

5.3. Evaluasi dan Pengendalian Usaha

Bagian ini membahas pentingnya evaluasi dan pengendalian usaha untuk keberlanjutan bisnis. Modul ini menjelaskan bagaimana mengukur kinerja aktual usaha, membandingkannya dengan standar yang telah ditetapkan, dan melakukan tindakan korektif jika diperlukan. Modul ini juga membahas berbagai indikator kinerja utama (Key Performance Indicators atau KPI) yang relevan dengan berbagai jenis usaha. Berbagai teknik dan metode untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas operasional usaha, seperti analisis SWOT dan perencanaan strategis, dibahas secara mendalam. Studi kasus dan simulasi akan digunakan untuk membantu mahasiswa dalam mengevaluasi dan mengendalikan usaha secara efektif.

Gambar

Tabel 1. Profil Seorang Wirausahawan menurut David (1996)
Gambar 2. Proses Pembentukan Karakter Wirausaha Menurut Bygrave (1996)
Gambar 3. Teori Motivasi Herzberg (2000)
Tabel 2.Struktur Kualitas Manusi Menurut Suryana (2007)
+7

Referensi

Dokumen terkait