• Tidak ada hasil yang ditemukan

KECENDERUNGAN TEMA PERBINCANGAN POLITIK DI MEDIA SOSIAL PASCA DEBAT CAPRES 2014 (Analisis Isi pada Debat Capres 3 di Twitter).

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "KECENDERUNGAN TEMA PERBINCANGAN POLITIK DI MEDIA SOSIAL PASCA DEBAT CAPRES 2014 (Analisis Isi pada Debat Capres 3 di Twitter)."

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

KECENDERUNGAN TEMA PEMBICARAAN POLITIK DI MEDIA SOSIAL PASCA DEBAT CAPRES 2014 (Analisis Isi Pada Hashtag #debatcapres3 di Twitter)

SKRIPSI

Diajukan kepada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Malang

Sebagai Persyaratan untuk Mendapatkan Gelar Sarjana (S-1)

Oleh :

Qudsi Chilmi Kurnia NIM :201010040311389

DosenPembimbing: 1. M. Himawan Sutanto, M.Si

2. Novin Farid SetyoWibowo, S.Sos M.Si

JURUSAN ILMU KOMUNIKASI

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG

(2)
(3)
(4)
(5)
(6)

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah hirobbil „aalamiin. Segala puji dan syukur kepada Allah SWT yan telah memberikan rahmat serta hidayah-Nya yang terbaik kepada peneliti, sehingga

peneliti dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Kecendeungan Tema Pembicaraan Politk di Media Sosial Pasca Debat Capres 2014” sebagai syarat untuk meraih gelar sarjana (S1) pada Jurusan Ilmu Komunikasi, Universitas Muhammadiyah Malang.

2014 bisa dikatakan sebagai tahun politik di Indonesia. Calon Presiden dan wakilnya saling berlomba dalam mendapatkan hati rakyat. Disisi lain rakyat juga ingin melihat dan mendapatkan informasi mengenai sosok Capres dan Cawapres yang dijagokannya. Sehingga dalam debat capres yang disiarkan melalui media televisi, rakyat menyampaikan gagasannya mengenai Capres melalui media sosial.

Melihat banyaknya perbincangan politik di media sosial, maka pada penelitian ini peneliti ingin melihat apa saja kecenderungan tema perbincangan politik di media sosial pasca debat capres 3. Sehingga dapat di ketahui bahwa pembicaraan dengan tema pertahanan dan ketahanan lebih mendominasi dalam media sosial pasca debat capres 3.

Peneliti tidak lupa menghaturkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu serta mendukung penyusunan skripsi ini. Tidak lupa peneliti sampaikan permitaan maaf yang sebesar-besarnya apabila dalam penyusunan skripsi ini telah banyak melakukan kesalahan baik di sengaja maupun tidak di sengaja, karena tanpa dukungan serta bantuan semua pihak, skripsi ini tidak akan terselesaikan dengan baik, oleh karena itu maka perkenankanlah peneliti menyampaikan penghargaan serta ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah

membantu peneliti dari awal hingga akhir terselesaikannya skripsi ini.

Penghargaan serta ucapan terima kasih peneliti sampaikan kepada :

1. Bapak Asep M.Si, selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Malang.

2. Bapak Sugeng Winarno M,Si Ma, selaku Ketua Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang.

3.Bapak M. Himawan Sutanto M. Si, selaku dosen pembimbing I yang selalu memberikan pembenahan an konsultasi kepada peneliti

(7)

memberikan inspirasi judul dan memberikan masukan yang lebih dari cukup untuk penyusunan skripsi

5. Ibu dan adik serta keluarga besar tercinta. Segala kasih sayang dan semua pengertiannya membuat penelitian ini dapat terselesaikan.

6. Yoga Adi Nugraha dan M. Rudi C yang telah bersedia membantu dalam menjadi koder dalam penelitian ini.

7. Keluar besar kelas G yang telah menemani perjuangan sampai akhir dan semangat. 8. Serta semua pihak yang tidak dapat peneliti sebutkan. Semoga Allah SWT selalu

meridhoi atas segala apa yang peneliti sampaikan

Semoga segala bantuan yang telah diberikan mendapat balasan dan Rahmat dari Allah SWT. Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan maka kritik dan saran penulis harapkan agar skripsi ini kelak berguna yang memerlukan.

Malang, 15 Oktober 2014

(8)

DAFTAR ISI

Lembar Persetujuan ... i

Lembar Pengesahan ... ii

Pernyataan Orisinalitas ... iii

Berita Acara Bimbingan Skripsi ... iv

Abstrak ... v

Kata Pengantar ... Daftar Isi ... BAB I PENDAHULUAN ... 1

1.1 Latar Belakang ... 1

1.2 Rumusan Masalah ... 6

1.3 Tujuan Penelitian ... 6

1.4 Kegunaan Penelitian ... 7

1.4.1 Praktis ... 7

1.4.2 Akademis ... 7

BAB II TINJAUAN PUSTAKA ... 8

2.1 Media Sosial dalam Bingkai Komunikasi ... 9

2.2 Media Sosial dan Komunikasi Politik ... 11

2.3 Pembicaraan Politik Dengan Tema Debat Capres Periode ke-3 di Media Sosial ... 16

2.4 Definisi Konseptual ... 22

BAB III METODE PENELITIAN ... 24

(9)

3.2 Tipe Penelitian ... 24

3.3 Ruang Lingkup Penelitian ... 25

3.4 Populasi dan Sampel ... 25

3.4.1 Populasi ... 25

3.4.2 Sampel ... 25

3.5 Unit Analisis dan Satuan Ukur ... 25

3.6 Struktur Kategori ... 26

3.7 Sumber Data ... 29

3.8 Metode Pengumpulan Data ... 29

3.9 Teknik Analisis Data ... 30

3.10 Reliabilitas Data ... 31

BAB IV DESKRIPSI OBJEK PENELITIAN ... 32

4.1 Sekilas Tentang Debat Capres-Cawapres ... 32

4.2 Sekilas Tentang Debat Capres 3 ... 33

4.3 Sekilas Tentang Calon Presiden ... 34

4.3.1 Profil Calon Presiden Prabowo Subianto ... 34

4.3.2 Profil Calon Presiden Joko Widodo ... 35

BAB V ANALISIS DAN PEMBAHANSAN ... 35

(10)

DaftarPustaka

Buku

Eriyanto, 2011.Analisis Isi

PengantarMetedologiuntukPeneliianIlmuKomunikasidanilmusosiallainn ya. Jakarta: Kencana

Kriyantono, Rahmat, 2006. Teknik Riset Komunikasi. Jakarta: PT.KencanaPredana Media Group

Krippendorff, Klaus, 1991.Analisis isi Pengantar Teoridan Metedologi.Jakarta: RajawaliPers

McQuail, Denis. 2011. TeoriKomunikasi Massa.Jakarta: PT. SalembaHumanika Mulyana, Deddy. 2007. IlmuKomunikasi: SuatuPengantar. Bandung :Remaja

Rosdakarya.

Nimmo, Dan, 2000. KomunikasiPolitikKhalayakdanEfek.Bandung :PT . Remaja Rosdakarya.

Nurudin, 2007.PengantarKomunikasi Massa, Jakarta: RajagrafindoPersada Nurudin, 2012.Media SosialBaru.Yogyakarta: BukuLitera

Perwita, Anak Agung Banyu dan Yayan Mochamad Yani, 2006. Pengantar Ilmu Hubungan Internasional. Bandung :PT . RemajaRosdakarya.

RiantoAdi, 2004. MetedologiPenelitianSosialdanHukum. Jakarta: RajawaliPers Sihombing, Frans Bona. 1983. Ilmu Politik Internasional. Jakarta: Galia Indonesia Waloeyo, Yohan Jati,2010. Twitter Best Social Network. Yogyakrta: Elkom Buku Digital

Dikti, 2012.ModulKuliahKewarganegaraan Jurnal

Ikhlas Bahtiyar, Analisis Isi Tentang Pesan Moral Dan Pesan Sosial Pada Film Fearless Karya Ronny Yu.

Online

https://twitter.com/search?src=typd&q=%23debatcapres3, diakses pada 22 Juni 2014.

http://www.kpu.go.id/koleksigambar/jadwal_debat_capres-cawapres.pdf ,diakses pada 27 Juni 2014.

(11)

1   

BAB I

PENDAHULUAN

1.1LATAR BELAKANG

Tepat 5 tahun setelah pemilihan umum pada tahun 2009, tahun

2014 bisa di katakan sebagai tahun politik. Pemilihan calon presiden dan

wakil presiden menjadi satu ajang pesta demokrasi di Indonesia. Pemilihan

umum atau yang biasa kita sebut Pemilu menjadi awal dari penentuan

pemimpin, kebijakan dan kemana arah masa depan bangsa. Kita ketahui

bersama dalam Pemilu kali ini terdapat dua pasangan yang diusung oleh

partai masing-masing dan kualisinya. Pasangan nomer satu Prabowo

Subianto-Hatta Rajasa dan pasangan nomer 2 Joko Widodo - Jusuf Kalla

menjadi dua kubu yang siap ‘bertarung’ untuk menjadi orang nomer 1 di

negeri ini.

Dalam ajang pesta demokrasi di negeri ini, banyak media yang ikut

andil dalam proses pemilihan umum ini. Media-media seperti surat kabar,

majalah, radio, telivisi dan internet ramai menginformasikan profil serta

visi misi setiap pasangan kepada publik. Disiarkan secara langsung di

televisi nasional Komisi Pemilihan Umum atau yang biasa kita sebut KPU

sebagai lembaga penyelenggara Pemilu, mengagendakan debat calon

presiden dan calon wakil presiden dengan tema-tema yang di telah mereka

tentukan. Terdapat 5 kali debat, debat Capres dan Cawapres pada sesi

(12)

2  

   

dan kepastian, debat Capres kedua dengan tema pembangunan ekonomi

dan kesejahteraan sosial, debat Capres ketiga dengan tema politik

international dan ketahanan nasional, kemudian debat Cawapres pada sesi

keempat dengan tema pengembangan sumber daya manusia dan Iptek dan

diakhiri dengan debat Capres dan Cawapres kembali pada debat yang

terakhir dengan tema pangan, energi dan lingkungan.

Tanpa mengecilkan sosok calon wakil presiden masing-masing

kubu.Sebagai calon presiden, Prabowo Subianto dan Joko Widodo

merupakan tokoh politik yang paling menjadi sorotan publik. Persaingan 2

tokoh politik ini juga kian seru. Selain elektabilitas yang kian tinggi,

sampai-sampai jika ada kata “SATU” atau foto dengan mengacungkan ibu

jari mesti di identikkan dengan Prabowo, begitu sebaliknya jika dengar

kata “DUA” atau mengacungkan jari telunjuk dan jari tengah selalu di

identikkan dengan Jokowi.

Selain hal tersebut dipilihnya debat Capres sesi ketiga dengan tema

Politik International dan Ketahanan Nasional dalam penelitian ini

dikarenakan latar belakang keduanya sosok ini yang bertolak belakang dan

langsung bersinggungan dengan tema debat. Sosok Prabowo Subianto

yang memiliki latar belakang militer dan tegas pasti akanmemaparkan hal

yang bisa berbeda dengan Joko Widodo yang memiliki latar belakang

pengusaha dan cenderung kalem. Persaingan keduanya dalammemaparkan

(13)

3  

   

yang menarik untuk dilihat dan tentunya di komentari oleh para akun

twitter di dunia maya.

Dengan disiarkan secara langsung, debat calon presiden tersebut,

tak khayal menjadi topik yang ramai diperbincangkan oleh semua

masyarakat Indonesia. Setiap uraian yang di sampaikan oleh Prabowo dan

Jokowi langsung di tanggapi oleh publik di media sosial. Twitter sebagai

media sosial terpopuler di Indonesia tak luput menjadi media yang

dijadikan dari ajang perbincangan politik. Twitter yang tidak mengenal

ruang dan waktu membuat seseorang dapat dengan mudah dan bebas

menyuarakan aspirasi dan pendapatnya mengenai suatu hal.

Penggunaaan media sosial memudahkan seseorang tidak hanya

dalam berkomunikasi seperti menelpon dan mengirim pesan singkat, tapi

juga mencari informasi atau terhubung di jejaring sosial. Tidak di pungkiri

saat ini jejaring sosial seperti twitter, sedang mencapai kepopulerannya di

Indonesia setelah Facebook. Pada tahun 2012, menurut data dari

Semiocast, sebuah lembaga riset media sosial yang berbasis di Perancis,

Indonesia adalah negara pengguna twitter terbesar ke 5 di dunia dengan

Jakarta sebagai kota yang paling aktif mem-posting twitter di dunia

(14)

4  

   

Gambar 1.1

Jumlah pengguna twitter di dunia

Gambar 1.2

Jumlah tweet yang di-posting

Sumber: semiocast.com, 2012

Sejak diluncurkan pada tahun 2006, Twitter memiliki peran

(15)

5  

   

Angeloti dalam Briggs (2010:94) menjelaskan bahwa microblog

merupakan media dalam bentuk blog.Namun berbeda dari blog pada

umumnya, microblog memperkenankan penggunanya untuk menuliskan

atau mem-publish pesan dalam bentuk teks yang tidak lebih dari 140

karakter.

Dengan kemudahan tersebut, disetiap debat calon presiden yang di

adakan oleh KPU pada tanggal 22 Juni 2014 tersebut mucul hashtag

seperti #debatCapres3 menjadi Indonesia’s Tranding Topicatau topik yang

paling ramai ditweet oleh masyarakat Indonesia di Twitter. Dengan

menggunakan hashtag tersebut publik banyak berkicau mengomentari

pernyataan setiap calon yang memaparkan visi misinya untuk Indonesia.

Gabungan dari setiap kicauan akun twitter dalam menanggapi debat

CAPRES ini akhirya juga akan membentuk sebuah opini tersendiri. Hal ini

lah yang menjadi salah satu daya tarik dari penelitian ini. Selain melihat

frekwensi tema yang paling dominan, dalam hasilnya nanti akan bisa

dilihat publik akan codong kemana dalam setiap bahasan yang di

sampaikan.

Berkaitan dengan judul di atas menarik kita perbincangkan karena

secara langsung bersinggungan dengan kehidupan sosial kita dalam turut

serta pada pesta demokrasi yang sedang berlangsung di negara kitaini.

(16)

6  

   

politik yang paling dominan di Twitter pasca debat Capres 2014 dengan

menggunakan metode analisis isi kuantitatif.

Analisis isi sendiri di tujukan untuk mengidentifikasi sistematis isi

komunikasi yang tampak (manifest), yang di lakukan secara objektif,

valid, reliable, dan dapat di replikasi. Untuk itu dengan analisis isi

kuantitatif peneliti bermaksut menggambarkan dan mencari tahu berapa

kemunculan tema perbincangan politik yang paling dominan di Twitter

pasca debat Capres3?

1.2RUMUSAN MASALAH

Berdasarkan latar belakang yang disebutkan di atas, maka rumusan

permasalahannya adalah:

1. Apa saja kecenderungan tema perbincangan politik yang paling

dominanpada media sosial pasca debat Capres 3?

2. Berapa besar kecenderungan tema perbincangan politik yang paling

dominan pada media sosial pasca debat Capres 3?

1.3 TUJUAN PENELITIAN

Tujuan penelitian ini adalah:

1. Mengetahui kecenderungan tema perbincangan politik yang paling

dominan pada media sosial pasca debat Capres 3.

2. Mengetahui seberapa besar kecenderungan tema perbincangan politik

(17)

7  

   

1.4 KEGUNAAN PENELITIAN

1.4.1 Secara Praktis

Kegunaan penelitian ini bagi peneliti khususnya, untuh

menambah pengetahuan dan wawasan berkenaan dengan tema

perbincangan dalam perkembangan media sosial yang ada .

1.4.2 Bagi Akademik

Penelitian ini dilakukan agar dapat memberikan manfaat bagi

para mahasiswa jurusan ilmu komunikasi dan dapat dijadikan

sebagai referensi khususnya bagi mahasiswa atau peneliti yang

Gambar

Gambar 1.1 Jumlah pengguna twitter di dunia

Referensi

Dokumen terkait