• Tidak ada hasil yang ditemukan

Jumlah Lipatan Abomasusm Beberapa Ternak Ruminansia Indonesia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Jumlah Lipatan Abomasusm Beberapa Ternak Ruminansia Indonesia"

Copied!
136
0
0

Teks penuh

(1)

KARYA ILMIAH BACHTAR BAKRIE

FAKULTAS PETERNAKAN INSTITUT PERTANIAN BOGAR

(2)

JUfJILAH LIPATAN ABOlJIASm1

Oleh

BACHTAR :BAKRn;

Karya Ilmiah ini telah diperiksa dan disetujui oleh

Ir" Kukuh Budi Satoto

セGMMMGMBBMGMGセGBBBBGM\MBBMBBBGMM]]BBGMBBBMGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGセセGGGMGMMLM ... -..-.".-...-"""",,--....

Penasehat Anggota

(3)
(4)

RINGYA3AN

BEBERA1'A T2IWAK HU1;Tj:'ANS'A INDOfnSIA

Suatu penelitian untuk mengetahui perbedaan antara lipatan fundus pada abomasum ternak sapi PO (I)eranakan Ongole), kerbau, domba dan kambing, telah dilakukan di rumah potong hevian Dinas Feternakan Kotamadya Bogor, se lama lebih kurang 1:,0 hari, mulai dari tanggal 19 d・ウ・ュZセ@

ber 1979 sampai dengan tanggal 27 Januari 19[;0.

Setiap bangsa ternBl;: diuakili oleh 30 buah aboma-sum, masing--mdsing berasel dari 15 ekor hevlan jantan dan 15 ekor betina. :C,ipatan abomasum tersebut dibagi menjadi lipatan besar dan lipatan keciL

Data yang diperoleh, dio12,h secera statistH; dengan menggunakan uji t,·Student untuk mengetahui perbedaan jum lah lipatan abomasum pada ュRLウゥョァセGュ。ウゥョァ@ ternak dan jenis kelamin yang berbeda.

Diperoleh balwa jumlah 1 ipatan abomasum pada ternak

kerbau'i sapi'j Gomba clan kambing ma,singc>.<masing rata·"rata

13,2, 17,2, 17,0 dan 20,0 buah.

Jumlah lipatan 3bomasum pada ternak kerbau berbeda sangat nyata (1'<0,01) denGan' jumlah lipatan abomasum ternak sapi, domba dan kambing. Jumlah'lipatan abomasum pada ternak sapi tidak berbeda nyata (1':>0,05) dengan ternak domba, tetapi keduanya berbeda sangat nyata den£ an jumlah lipatan abomasum pada ternak kambing.

Jumlah lipatan besar pada abomasum ternak kerb au dan sapi tidak-berbeda nyata (1'>0,05) dengan lipatan kecil; sedan:::;kan jumlah lipatan besar pada abomasum ter nak dombil dan kambing berbeda sangat nyata (P<0,01) dengan lipatan kecilo

Ternyata bahua jenis kelamin hewan tidak mempunyai pengaruh terhadap jumlah lipatan aboDlilsum, baik untuk lipatsn besar IDS.Upun lipatan keciL

セLゥー。セセョ@ abomasum t2J?na.k kerbau lebih tebal

1,57

mm) (hbmlLLlng ternak sapl, domba dan kamb ing. Ps.da ter na):, ss.pi, dOEiba dan kambing, tebal 1 ipatan 。「ッュ。ウオュョケ。セG@

(5)

Oleh

F AKULir Af..) イy[セセセQjNAセiセe@ ヲセNicゥᄋ⦅n@

(6)

KARYA IL[UAH

Suatu Karya Ilmiah yang Dibuat Untuk lViemenuhi Sebagian dari Syarat"SY·3rat Untuk セ[・ュー・イッャ・ィ@

Gelar Sarjana Feternakan pada Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor

Oleh

Bschtar Bakrie

Batu Sangkar, Sumatera Barect

Penasehat Utama Dro Aminuddin Parakkasi

Do,sen

Ilmu 11akane,n Ternak Daging dan T8naga

(7)

Ucapen puji dan syukur pel1ulis panjatkan ke hadiE,

at Allah Suohal1ahuwataala, karena dengan rahmat dan k!,:

runiaNya jualah akhirnya penulis dapat menyelesaikan

pel1yus1.Ll'lan Karya Ilmiah ini.

Penul isan Karya Ilmiah il1i dimaksudkan sebagai s,§!:

lah satu syarat yang harus dipenuhi dalem memperoleh

geler Sarjana Peternakan pada Fakultas Peternakan, Ins

titut Pertanian Bogor.

penulis mengharapkan semoga tulisan ini sedikit

oanyak dapat bergul1a oagi kita, terutama yang 「・イォ・」ゥセ@

pung dalam oidang pe't;ernakan. Penulispun menyadari

bah''ia dalam tul isan ini masih banyak terdapat kekurani!i

an-kekurangan dan kejanggalen·-kejanggelan serta masih

jauh dari kesempurnaan. Kerena itu tegur sape ateu sa

ran-saran dari pembaca, terutama para cendekiawan te

tap penulis harapkan, demi perbaikan dalam penulisan

selanjutnya.

Pada kesempatan ini perkenankanlah penulis mengu-,

capkan terima kasih yang sebesar-besarnya terutama

ke-pada Bapak Dr. Amil1uddin Parakkasi dan Ir. Kukuh Budi

Satoto, yang walaupun dalam kesibukan sehari·-hari,

na-mun masih sempat meluangkan waktu dan perhatiannya

un-tule membimbing penulis selama melakukan penelitian sam

pai tersusunnya Karya Ilmiah ini.

(8)

iv

Kepada Pimpinan Falml tas beserta staf Dosen, ー・ョセ@

lis mengucapkan terima kasih yang sedalam··dalamnya atas

ilmu yang telah diberikan selama penulis berada di

Fa-Imltas tercinta inL

Ucapan terima kasih yang sama penulis sampaikan

kepada Bapak Drho Asrul Nakmur Kepala Dinas Peternakan

Kotamadya Bogor beserta staf, atas bantuan yang diberi,

l(an selama penulis melaku).,an beberapa pengamatan.

Tidak lupa kepada teman··teman sejawat dan handai

taulan serta semua fihak yang telah memberi bantuan

baik moril maupun materil dalam pelaksanaan penelitian

dan penulisan Karya Ilmiah ini, penulis menyampaikan

terima kasih yang tak terhingga banjTaknya 0

Akhirnya Karya Ilmiah ini penulis persembahkan ke

pada Ayahanda dan Ibunda tercintal yang telah bersusah

payah mengasuh, mendidik dan membina anaknya dengan s!:

gala kesabaran dan penuh ketabahano Terimalah ini

se-bagai rasa. cinta dan kasih sayang dari anandao

Kepada kakak-kakak serta adik-adik semuanya, penE:

lis mengucapkan terima kasih at<lS segala bantuan dan

solidaritas yang telah diberikan selama inL Semoga

segala amal kebaikan yang diberikan, akan mendapat

ba-lasan yang setimpal dari Tuhan Yang Haha Esao

(9)

KATA PEHGANTAR

DAFTAR TABEL

DAFTAR ILUSTRASI

DAFTAR LM1PIRAN

pendaiMョイセuan@

TINJAUAN PUSTAf,.A

• •

.

.

Sistem pencernaan

Anatomi dan fisiologi abomasum Histologi abomasum • • • • Sekresi cairan pencernaan Pencernaan dalam abomasum

MATER I DAN HETODA PENELITIAN

HASIL DAN PEI''lBAHASAN

SARAN

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN

RHIAYAT HIDUP

(10)

DAFTARTABEL

Tabel

Halaman

1. Perkiraan Kapasitas Alat-Alat Pencernaan

Beberapa Jenis Hewan dan !>lanusia

' . '

.

.

.

10

2. Jumlah Lipatan Fundus pada Abomasum Beberapa

Ternak Ruminansia

0 0 0 0 . . . " . " " • • "

23

(11)

Ilustrasi

1. Lambung Sapi Jantan Dewasa

2. Lambu:1g Domba Dewasa

.

.

.

3.

Bagian Dalam Abomasum Sapi Jantan Dowasa

4. Ba(l;ie.:1 Dalam dari Lambung Babi

.

. .

5.

Bagic'!1 Dalam dari Abomasum BeberapE I'ernak

Rum inE,ns ia

vii

Halaman

.

.

• • •

7

8 10

29

(12)

DAFTAR LAlvlPlRAN

Lampiran

1 0 Jumlah Lipatan Fundus pada Abomasum Ternak

Kerbau 0 0 0 0 0

.

0 0 0 0 ,

·

0

·

.

.

,

.

2. Jumlah Lipatan Fundus pada Abomasum Tel'nak Sapi 0 0 0 0 0 , 0 0 0 0 0

.

0 0

·

.

0 0

3.

Jumlah I,ipatan Fundus pada Abomasum Ternak Domba , 0

.

0 •

.

• , 0

. . ·

, 0 0 ,

.

.

,

4. Jumlah Lipatan Fundus pada Abomasum Ternak

Kambing ,

.

,

. .

0 ,

·

0

·

, ,

.

50

Uj it-Student Untuk l'iengetahui Pel'bedaan

Jumlah Lipatan Abomasum Antal'a Tel'nak Kerbau, Sapi, Domba dan Kambing '" Q セ@ " " <> " ..

6. Uji t-Student Untuk IVIengetahui Pel'bedaan

Antara Jumlah Lipatan Besar dan Lipatan Kecil Ternak Kerbau, Sapi, Domba dan

Halaman

36

37

0

38

39

40

pada Abomasum

Kambing •• 0 0 0 0 0 0 < > 0 .. 0 0 0 0 . . .

7. Uji t-Student Untuk I'1engetahui Perbedaan Antal'a Jumlah Lipatan Abomasum Hewan Jantan dan Hewan Betina pada Ternak Kerbau, Sapi, Domba dan Kambing • • • . • 0 ,

8. Gambar Lambung Kel'bau dan Kambing

(13)

vora dan oarnivora), ternak ruminansia mempunyai sifat yang khas pada struktul' anatomis dan kondisi fisiolo-gis alat penoernaannya, serta adanya kegiatan mikro<-0,E ganisme dalam alat pencernaan, khususnya dalam rumen.

Ternak ruminansia mempunyai lambung yang tercliri dari Li- bagian, yaitu rumen, retikulum, omasum dan abo-masum; seclangkan pada ternak non-ruminansia hanya ter-dapat satu bagian lambung, yang sering disebut sebagai lambung tunggal atau lamblmg sederhana,

Abomasum merupakan ウ。エオセᄋウ。エオョケ。@ bagian lambung yang mempu.1l.yai kelenjar. Strul{tur dan fungsi serta si fat-sifat histologis abomasum sangat mil'ip dengan, bag,i an lambung pada ternak non··rmllinansia (Davis, 1962; Bundy dan Diggins, 1968; Patt dan Patt, 1969). Hal

inilah yang menyebabkan abomasum serin,'; clisebut pula sebagai lambung .sejati ("true stomaohB

) ,

Bagian dalam abomasum terdiri dari bagian fundus dan pilorus. Masing-masing bagian teruebut mempunyai kelenjar., yang disebut sebagai kelenja:c fundus dan ke-lenjar pilorus.

Bagian fundus dilapisi oleh membru,na mukosa Hウ・ャセ@

put lendir) yang mempunyai jaringan kelenjar dan terdi ri dari sel yang berbentuk tiang, Nembrana mukosa ter

(14)

2

sebut membentuk sejumlah lipatan halus yang berbentuk

spiral ("pI icae spirales ii) 0 Cairan pencernaan berupa

enzim pepsin yang sangat penting untuk pencernaan ーイッセ@

tein, lebih banyak disekresikan oleh kelenjar funduso

Bagian pilorus lebih sempit dan mempunyai sedikit

sel-sel kelenjaro t'lembrana mukosanya sama dengan bag],.

an fundus pada lambung ternak non .. ruminansiao

i'lenurut Dukes (,191,'7), Sisson dan Grossman (1953), dan Church (1973), jumlah lipatan spiral yang terdapat

pada bagian fundus dari abomasum ternak ruminansia ada

lah sebanyak 12 buah atau 1ebih. Akan tetapi jumlah

yang pasti dari 1ipatan spiral tersebut paela masing-·ma

-セ@

sing ternak rUDlinansia, sampai sekarang belum diketahui.

Lipatan spiral tersebut merupa,kan tempat

prolife-rasi bagi sel-·se1 ke1enjar fundus, dapat mempengaruhi

penyaluran makanan dan mi_'mpermudah penciJ,mpuran mal<::anan

dengan cairan pencernaEm. Dengan demikian, jumlah Ii··

patan tersebut erat hubungannya dengan jumlah sel-sel

kelenjar pada ke1enjar fundus dan banyalmya cairan peE!;

cernaan yang disekresikan. Selain itu jumlah 1ipatan

itu juga mempengaruhi luas permukaan abomasum, yang

berhubungan dengan kemampuan abomasum menampung makanan.

Pengamatan ini dimaksudkan untuk mengetahui pe1'b2

daan antara lipatan fundus dari abomasum ternak

rumi-nansia, yang meliputi ternak kerbau, sapi PO' (Peranak··

(15)

... _.,-- . - LMMセM

organ yang langsung berhubcmgan dengan penerimaan dan pencernClan makanan, serta pence1uaran bs.gian makanan yang tidal: diserap oleh tubuho

10enurut Sisson

(1975),

sistem pencernacm membujur mula i dari b ie,ir sampc' i lee anus; terdiri dari bag ian mulut, f arings, ,saluran pcncernaan clem alat··alat tam,-bahan seperti gigi, lidah, kelenjar ludah, hati dan pankreas 0 Saluran pencernaan ada1ah bagian yang 「・イLセ@

ada mu1ai clari faTings sampai lee anus; terdiri dari esofagus, lambung, u,su,s halus dan usus besar O'laynard dan Loosli,

1969;

Sisson,

1975)0

Ternak ruminansic1 mempunyai 1ambung majemuk, yang tercliri dari rumen, retikulum, OlGa.sum dan abomasum; s,,,,-dangkan ternal;: non··ruminan,sia hanya mempunyai satu ba'·· gian lambung, sehingga sering clisebut sebagai ternak berlambcmg tungga1 atau ber1ambung sederhana (Banerjee,

1970;

Sisson,

1975;

Hartono,

1976)

0

Pada da,sarnya, saluran pencernaan ternak ruminan'"

sia sama clengan ternalc ョッョセMLイオュゥョ。ョLウゥR@ '} tetapi berbeda

pc1cla bagian lambungnya 0 i\'ienurut Soel'lsl'di

(1975),

si-fat khas ternak l'UElinansia tel'letak pscla struktur ana,· tomis dan kondisi fisio1ogis slot penccrnaannya, serta aclanya kegj.atan mikro-organisme clslam alat pence:rnaan ...

(16)

4

I,ambung ternak rU111i nansia merupakan suatu ュッ」jNゥヲゥᄋセ@

lwsi dari alat··alat pencerne,an, yang memUc'1gkinkan ィ・セ@

wan tersebut menggunakan selulosa clalam j"L'mlah yang be sar (Church, 1973) 0 l'1akanElH yang banya1\: mengandung se

rat o.icerna melalui fermentasi, yang clibantu oleh ュゥォセ@

roba rumen, terutama oleh bakteri anaerob dan protozoa (Chutikul, 1975)0

セャ・ョオイオエ@ Diggins dan Bundy (1953), sistem pencern.§. an ruminansia mempunyai kemampuan untuk 1) membentuk vitamj_D bセ」ッューャ・ク[@ [セI@ menggunakan protein kualitas ren

- Oc_d

dah; 3) mengubah sejumlah tertentu nitrogen menjadi protein dan L,) mencerna sejumlah besar hijauan (serat kasar) 0 Hewan yang berlambung tunggal mempunyai kema.ITI

puan yang relatif lebih rendah dalam membentuk vitamin dibandingkan clengan hevl2n ruminansia dan tidak dapat mencerna serat lea sal' 、。ャGセュ@ jumlGh yang besar, serta di dalam lambung tidak terjadi perubahan dari protein 「・セ@

kualitas rendah menjadi protein berkualitas tinggL Pada rumen, retikulum dcmomasum tidal: terdapat satu kelcmjarpun, hanya abome_sumlah yang mempunyai ke,-lenjaro Cairan pencernaan berupa enzim pepsin yang sangat penting untuk pencernaan protein, disekresikan di abom",sum (Heaves clan Henderson, 1963)0

Frandson (1974) dem Habel ('i 975) menyatakan bahvJa rumen, retil:ulum dan omasum termasuk lambung depan

(17)

punY,3i kelenjar; sedanglwn 2bomasurn merup2kEll1 basian pertama ycmg berkelenjar daTi sistem pencernaen イオュゥセ@

nansia <> Selanjutn;ya Byerly HQYVlセI@ menyataL:.an bahVlB. イセ@

men

- ,

retilculum - dan omasum tidak memproclul;:si enz ira,

-

エ・ᄋMセ@

tapi abomasum イャQ・ョ「ィXsャlセ」Rョ@ enz pencernaan dan asa,ITl hydrokhlorida OWl) 0

Abomasum menrpunycli strv.L.tur clan fungsi y3.ng ,sarna

gins dan Bl.U1dy,; '195(.\; Davis'i QsgZセZQ@ Ohurch,.

1973)

Q Se·,·,

lain itu ウゥヲ・Nエᄋセウゥヲ。エ@ ィゥ[ZSエッャッセセゥウョZケ。@ juga same' denc;an lambung ternak ョッョᄋセjZGオセイlョ」ゥョLウゥdL@ (Patt dan Patt') ---1969) <>

!!jenurut BUTldy dan Diggin.s ('1968), prose.s ー・ョ」・イョセセ@

an clalum abomas\un s8.ng;2,t; ldirip dencan proses ー・ョ」・イョ。セ@

an dalam lambupg he1iJan ョッョLLセイオイョゥョXNョ[Z[ゥ。@ ; .. ,sehinggC? Acker

(1960),

Reaves dan Henderson

(1963)

dan McDonald

(1969)

menyatakan karena aboma.sum sesuai denGan lambung hewan non,-rumimll1sia, maka abomasum sering disebut pula seba gai lc1mbung seja-ci (J;true stomach") 0

J?ada hewan rU!i1ina.nsia ケ。ョセG[@ ma.sih muda? rumen,] re .. tikulum clan omasum belulll berfungsi 0 ;:-ada \'Jaktu itu rna

kanan yang bex'upa BUSU langsunc; D18 suk ke dala:'1l aboEla-sum melaJ.ui suatu sallu"an berupa lekukan yang disebut J;oesophageal 2;roove" (Phillipson,

1970;

Habel,

1975)0

Terbentulmya salurBn tersebut disebabkan oleh rangsan.§ an dari cairan (air susu) terhadap bagian belakang ke-·
(18)

menja-6

di tidak efektif apabila hevl8n tumbuh menjadi dewasa. Dengan demil::ian berarti bahi/a pada hewan ruminan-sia yang masih muda, bagian lambung yang berfungsi ha·" nyalah abomasum. Ini juga disebabkan karena hewan

ru-minans ia muda belul!l membutuhkEJl1 tempat makanan yang bersiiat "buUI:Y;; dan pencernaan selulosa (Jliarshall dan

Holman,

1963).

Perkembanc;an yang pesat dari rumen, retikulum dan omasum terjadi pada bulan··bulan pertama dari kehidupan setelah lahir. Rangsangan yanz utama adalah adanya m.§l: kanan paclat (Soewardi,

1975).

Setelal1 itu ketiga bagi an lambung tersebut mulai berfungsi (Acker, QセVPIN@
(19)

Seperti telah 、ゥォNセ@

tahui, abomasum merupake.n bag ian keefllpat clari lambung

he1tlan ruminansia, Abomasum berbentuk seperti tabung

panjang, beracla pada bagian belakang clari bagian kanan

rumen (Hungate, 1966; Church, 1973; Frandson, 1974),

terutama terletak pada bagian clasar abdomen clan

berhu-bungan dengan oャセ。ウオュ@ dan usus halus (Sisson clan Gross·"

man, 1953; Habel, 1975).

Habel (1975) menggambarkan bentuk serta letak

ab·-omasum pada ternak sapi dan elomba clewasa, seperti エ・イセ@

lihat pada Ilustrasi 1 clan 2 eli bawah ini.

(

,

\ Rum

\",

セ@

\

esofagus

e n

Reti

Omasum kulum

Abomasum

iluUtiサェZセXi@ 1" LAI'·IBUI\iG SAPI JANCLIAN DE\·'lASA 0

(20)

8

'7

ofagus

R U ill e n

iluXtpセヲ|NXi@ 2, LAf'[:JUNG DOEBA m;4ASA,

(diliha-[; dari samping kanan) Sumber : Habel

(1975),

Abomasum pada domba dan kambing ri1atif 1ebih be-sar dan panjang dibandinc; sapi, dengan ::apasitas kira-· kira

2

ka1i retilw1um (Ohurch,

1973),

Pada domba, ォ。Nセ@

bing dan anak sapi, abomasum miring lee be1akang dan berada di sepanjang 1engkung tulEmg rU2uk, Hal ini di sebabkan kar'ena omasum pada ternak tersebut 1ebih ke-· cil dibanding sapi dewasa (Habel,

1975),

Pada sapi d.,e, wasa, omasum yang berat dan besar terb"mam pada dasar abdomen dan mendorong abomasum ke ba:::ic3n l,iri,
(21)

tambahnya umur. Menurut Benzie dan Phillipson

(1957)

yang dikutip oleh Church

(1973),

hewan ruminansia yang baru lahir mempunyai abomasum yang lebih besar diban··· ding. rumen dan retikulum, tetapi abomasum berkembang lebih lambat.

Pada ternak sapi yang berumur S minggu, kapasitas abomasum sarna dengan rumen dan retikulum; pada umur 12 minggu, kapasitas abomasum hanya seten2;ah rumen dan re tikulum. Fada umur 18 「オャ。ョセ@ kapasitas abomasum kira·· kira sarna dengan oms,sum, pada sa,at itu menurut Habel

(1975),

keempat 「。{セゥ。ョ@ lambung mencapa:i lwpasitas yang sebenarnya, yaitu rumen '80 ?6, retikulum

5

セNHB@ omasum

7

%

dan abomasum 8

r'/,.

Pada ternak clomba don l{.ambing dewa-sa, kapasitas keempa.t 「。{セゥ。ョ@ Iambungnya masing·-masing aclalah rumen

71 ;;;,

retikulum 8 76, omaS'.1.m

2

3& dan abo-l!lssum

19

;,'6 elari kapasitas total lambunE:,

l'ilaynard elan Loosli (1969) memberiLan suatu ー・イォゥGセ@

raan kapasitas aIat·-alat pencernaan bet erapa jenis he·· vian dan dibandingkan dengan manusia, sGperti tercantum dalam Tabel 1 eli bmlaJ1 inL

(22)

10

TABEL 1, PERIC.lRAAN KAPASITAS alatセᄋalat@ PENCERNAAN BEBERAPA JENIS ImWAN DAN iVVi.NUSIA (liter)")

Manusia Babi Kuda Domba Sapi

---

セ@

....

MセBBM

....

LMセMMMMN[@

....

MNMMセLMMLMMMGMセG]GMMMBBBBGBGMMMMMセL@

...

B 0 b 0 t (kg)

75

190

L,50

80

575

Rumino··retikulum

17

125

Omasum 1

20

Abomasum

1

8

8

2

15

Usus halus

L,

9

27

6

65

Caecum

1

14·

1

10

Usus besar 1

9

41

3

25

BセN⦅BBL⦅BBBLLLMNセセL@ ___ ,_ .... セ@ ... セ@... _...oo..- _ _ _ Nセ[@ ... _ --... _ _ _ セ@ _ _ _ Gセ⦅BBGセ]GGGGGMG@

T 0 t a 1

6

27

90

30

260

+) Sumber r·laynarcl dan Loosli

(1969).

ILUSTRASI

3,

BAG IAN DALAlIJ ABOi"iASl!1iI SAF:: JA..1\f'I'AN DEli/ASA, (F, bagian fundus; P, bagian r:.lorus)

Sumber : Habel

(1975),

[image:22.595.65.513.104.756.2]
(23)

berben--tuk seperoGi spiral. Epitel 8bomasum berbeda dengan omasum. Omasum mempu..1'lyai epitel yang berbentuk susun·_· an sisik-sisik, sedangkan abomasum mempunyai epitel yang berbentuk seperti tiang tunggal (Frandson, QYWセGIG@

b。セゥ。ョ@ L fundus dilapisi oleh membrana mukosa (sela _ "-"

put lendir) yang mempunyai jaringan keJ.enjar dan terdi ri dari sel yang berbentuk tiang. Meml)rana mukosa ter sebut membentuk sejumlah 1 ipatan berbentuk spiral, 、ゥセᄋ@

sebut "plicae spirales" (McDonald, 1969; Phillipson, 1970; Church, 1973). Terbentuknya lipi'.tan spiral

ter-sebut disebabkan karena bagian submukoE:anya terdiri d,a. ri jaringan iJ.eat longgar (Hartono, 197(,), Pada bagian dekat omasum, lipatan spiral tersebut "gak membesar me nyerupai katup agar supaya isi abOmaSUl<l tidak mengalir kembali ke omasum (Hungate, 1966).

Lipatan· .. lipatan functus, merupakan -i;empat prolife-· rasi basi sel··sel kel.enjar (Church, 19"3), dapat mem,,· pengaruhi penyaluran makanan dan mempeJTiludah pencampUE an malmnan dengan cairan pencernaan (i-cDonaldj 1969).

i'1enurut Dukes (19Ll·7), Sisson dan=rossman (1953)

(24)

eliban·-12

ding dengan bae,ian fundus (Sisson dan Grossman, 1953; Phillipson, 1970).

Lambung hewan mamalia- -cerdir.i dari ォ。イ、ゥ。セ@ fundus dan pilorus, dengan masing-mssing mempunyai kelenjar l,ardia, fundus dan pilorus (Kent, 1954-; Pat-c dan Patt, 1969; Hartono, 1976). Begi tu pula dengan hewan ruminag

sia yang termasuk mamalia, seharusnya juga mempunyai lambung yang -cerdiri dari

3

bagian tersebut. Akan te·· tapi menurut iVjcDonald (1969), selvaktu kehidupan fetus, bagian kardia pada lambung hewan ruminansia berkembang menjadi bagian rumen, retikulurn dan omallUm.

セャ・ョオイオエ@ Kent (195L,) , -cipe dari kelenjar kardia

mungkiri ⦅エゥ、。ャセ@ ada, disebabkan karena mukosa pada daerah kardia tidak berbeda den[;an mukosa esofagus; sehingga Reaves dan Henderson (1963) menyatakan bahwa tiga bagi

Nセ@

an pertama dari lambung hewan ruminansia mungkin meru·,. pal{an pembesaran esofagus.

ャQゥャセjセ@ .

.ol-0J".:L

。「ッュ。⦅ᄃNセ@ ....• Secara histologi.s, abomasum sangat mirip dengan lambung ternak non""!·uminansia. Se bagai alat pencernaan, lambung mempunyai kelenjar pada mukosanya. Pada ternak ruminansia, kel"njar tersebut terdapat pada abomasum. Struktur kelenjar yang -I;erda-pat pada mukosa abomasum sarna dengan kelenjar pada lam bung he Ivan non··ruminansia (NcDonald, 1959),
(25)

berkelenjaT dengan epitel silindris satu baris; 3) ー。ᄋセ@ da selaput lendir terdapat kelenjaro

Kelenjar fundus paling luas persebarannya, mung·-kin disebabkan karena merupakan bag ian yang paling pell: tingo j,ada kelenjar fundus, cairan lambung lebih ba· .. nyak diuekresikano Bag,ian kelenjarnya sedikit berbeda dengan kelenjar lainnya, karena kurang bercabang dan ujung kelenjarnya luruso

Patt dan Patt (1969) serta fイ。ョ、LLセjョ@ HQYWlセI@ menya·-takan baenia pada kelen,jar fundus terde qat

3

macam sel, ya itu sel leher ("neck cells"), sel p,",:ietal ("parie-tal cells il) dan sel utama ("chief cel:', s") , Ujung ke··

lenjar hanya terdiri dari sel utama din sel parietaL Sel leher pada kelenjar fundus, .-,irip dengan sel kelenjar pilorus dan kelenjar kardia :cda heNan ョッョセ@

ruminansia, yang memproduksi lendir (,', fflUCUS;;) dan urea

se untuk penawar EOL Sel utama mengl:Jsilkan pepsin dan pada hewan muda juga menghasilkan l'ennin; sedang-kan sel parietal berfungsi w1tul{ meng1n.silsedang-kan HOL

(26)

14

akhir ini berfungsi sebagai pengatur aktivitas motor

pada usus.

Kelenjar pilorus hanya sedikit jumlahnya dan

ber-fungsi untuk menghasilkan lendir, sedi.1.cit protease dan

gastrino

Sekresi cairan pencernaan Sekresi cairan pencerna

NセN⦅NL⦅NセL@ ... ⦅セN⦅BセNセN⦅セ@ _ _ - LNNMNッ\MセL@ •• セ@ セB@ ___ セNLLNセMセ⦅N⦅⦅@ ...

an oleh abomasum, mirip dengan sekresi pada lambung ィセ@

wan non'-Tuminansia (Hill, 1960). Goss dan Cole (1962)

menyataken bahwa cairan pencernaan terdapat dalam

lam-bung heVlan yang mempunyai lamlam-bung sederhana, pada bag.:i,

an abomasum hewan ruminansia dan pada. lambung kelenjar

atau "proventriculus" unggas.

Jenis sekresi yang penting オョエオャセ@ pencernaan

ter-diri dari enzima, lendir, HC1, cairan empedu, ion-ion

tertentu dan hormon. Semua cairan tersebut,

disekre-sikan langsung ke dalam saluran pencernaanj sedangkan

hormon yang berasal dari rm.Ikosa dilep".skan langsung

ke dalam aliran darah dan merupakan alctivitas sekresi

endokrin (Colvin, 1974).

:8pitel abomasum mempunY,ai sel sekcetori khusus

yang menghasilkan lendir, pepsin dan EiJl (Hungate,

1966; Church, 1973). :r'ada hewan yang nasih muda juga

disekresikan rennin (Henschel et a1., 1961; Reaves dan

Henderson, 1963), suatu enzim proteolctik yang berguna

untuk menggumpalkan protein susu. Rennin disekresikan

(27)

da pH

2 -

4 (Rand dan Ernstrom,

1964)0

Phillipson (1970) meny3.takan bahvia sekresi yang terjadi pada abom3sum mirip dengan sekresi pada

lam-bung anjing, tetapi sekresi ini hanya terjadi pada ba-gian fundus; sedangkan pada bae;ian pilorus sekresinya sedikit dan caircmnya bersifat netrE,L

i"lenu:cut Goss dan Cole

(1962),

HCl berfungsi untuk merendahkaD pH isi 。「ot|QイセsuZoNlェ@ yang berguna untuk ュ・ョェ。セ@

min kegiatan yene; sempurnB bagi enziril pepsino

filcDonald

(1959)

menyatakan b8hwa sekresi cairan pencernaan dalam abomasum pada prins ip'aya dipengaruhi oleh

3

fal;:to.C', ya i tu adanya malwnan ya.lg memasuki abo··· masum secara terus-·menerus, pengaruh cairan yang bera·,· sal dari omasum dan karena makanan yanG masuk ke dalam abomasum bersifat netraL ['!lenurut Ash (1951), kegiat-· an m2kanan tidak langSl.llc3 merangsang s3;:resi cairan pencernaano Fada prinsipnya, -cekresi 'cairan pencerna·· an ter,sebut dirangsang olel1 adanya ali can makanan yang

masuk da:c'i ッュSウイMセ@ >

Sekresi ca iran pencernaan bersama;m clengan perge-rakan me1:;:anan melalui abomasumo Hal :"1li clisebabkan ka

rena isi abomasum clipertahankan paela i i,ngkat keasaman yang -eetap 0 Bukti yanr:; menyat2kan l;:el'Tsamaan antars

(28)

16

retikulum berkurang jika isi abomasum bertembah; 2) peE

gerakan makanan ke omasum terjadi setelah kontraksi re

tikulum; 3) bertambahnya volume rumen akan meningkat-kan pengeluaran mameningkat-kanan dari omasum; [!.) makanan yang

keluar dari omasum menuju abomasum dan dari abomasum

menuju duodenum, dipengaruhi oleh jumlah makana.n di d.§!.

lam organ yang alean menerimanya; 5) volume den keasam-an ceirkeasam-an abomasum dipensaruhi oleh volume makkeasam-ankeasam-an eli

dalam abomasum dan }ceasaman makanan yang masule ke abo·"'

masum; 6) sekresi a sa!:', dalam cairan abomasum terhenti

jika pH isi abomasum turun mendekati 20

Nenurut Hungate

(1966),

apabila rumen elikosongkan

at au ternak dipuasakan, aboDwsum dengan ー・イャ。ィ。ョセャ。ィ。ョ@

akan berhenti mensekresikan asamo

Hill

(1965)

menyatakan beh"Ja sel:re,si cairan pen,·

cernean pada abomasum domba adalah sebanyak

5

1 per h

9.

ri dan pade sapi sebanyak

30

1 per hario Menurut Phil

lip80n

(1970),

sekresi cairal1 pencernaan dari daerah

fundus adalah sebanyak 4· " 6 1 per hari dan dari dae·"

rah pilorus seban,yak

500

ml per harL Eecepatan ウ・ォセ@

resi yang tinggi ini dapat terjadi disebabkan karena

1) banyaknye, darah yang disupla.i ke mukosa; 2) mukosa

mempunya i daerah permul;:aan yang ekstensif; 3) efek da···

ri sejumlah besar lipatan pada daerah fundus.

Selama musim panas, ketika temperatur lingkungan

(29)

asaman menurun (HarveYI 1963). Sewal;:tu hari dingin, sekresi abomasum lebih dari 1200 ml per jam (Cockrill, 1974) •

Pengatura.n sekresi cairan pencernaan adalah sangat kompleks. Disekre siJ;:annya ca iran penc ernaan, dimaksu£ kan untuk mempertahankan agar mabman yang meninggal-kan abomasum selalu dalam keadaan a,sam yang tetap. Aliran cairan pencernaan disebabkal1 oloh sistem syaraf dan hormon (Goss dan Cole, 1962; Colvin, 1974).

l':enurut Dukes (1947), ada 3 fase ·:lari sekresi ca·· iran pencernaan, yaitu fase "cephalic;', "gastric" dan intestinaL Fase "cephalic" terjadi di ba1tlah kontrol s istem sya.raf. ilakanan dalam mulut dan faril1gs meran,€; sang serabut syaraf. Hangsangan ini menyebabkan 。、。セ@

nya aliran refleks dari cairan pencernaan, fase ini 、NセN@ sebut fase ii gastric

i'

0 Fase intestinal terjadi setelah

makanan mencapai usus halus. Pencernaan dalam abomasum

... セセMセ@

...

--.".,-

---'

Mセ@ .. MNセMMMM ... LLMセBBB@ PencernClan merupakan se rangkaian proses yang terjadi dalam ali t pencernaan sampai memungkinkan terjad.inya penyer2[)an.
(30)

18

hampir sama pada golongan hel-Ian ruminansia dan non-ru-minansia.

Karena tidak adanya enzim pencernaan yang dihasil l{an ole11 rumen, maka kegiatan pencernaan dalam rumen dilalmkan melalui fermentasi de11gan bantuan mikroba ru men, terutama oleh bakteri anaerob dan protozoa (ChutJ. kul, 1975).

f-lenurut Byerly (1961,), bakteri rumen dapat mensin tesa protein dari berbagai nitrogen sederhana, asam-asam yang dihasilkan dari pencernaan pl.'otein dan zat makEman lain dalam rumen. Protein, urEa dan berbagai nitrogen lainnya, dicerna oleh enzim bakteri menjadi amonialc. Amoniak kemudian digunakan oleh bakteri un-tuk mensintesa protein bakteri. BeberE.pa protein 「。ォセᄋᄋ@

teri dicerna oleh protozoa rumen dan pJ.'oteinnya disin-tesa kembali menjadi protein protozoao

Sejumlah besar b.akteri dan protoz,:,a rumen masuk ke dalam abomasum bersaIna makanan dan: ibunuh at au di·· cerna oleh enzim proteolitik yang diset·resikan oleh ab omasum (Jennings, 1965). Tingginya keDsaman abomasum menyebabkan matinya protozoa dan mempe:lambat penghan·-curan beberapa be.kteri (r1asson, 1950) 0 Protein bakte"·

(31)

sal dari 2 sumber Hcッャカゥョセ@

1974),

yaitu

1)

protein

ma-kanan yang tidak didegradasi oleh mikroba rumen; 2) pr,Q

tein mikroba.

Penyerapan zat··zat makanan tidal, terjadi di dalam

abomasum. Penyerapan asam lemak terjadi dalam

retiku-QQLャュセ@ omasum dan caecum, tetapi tidak terjadi dalam ab··

omasum dan usus halus (Dukes,

1947).

Menurut Raymond

(1955)

yang dikutip oleh Hungate

(1966), walaupun polypept ida terdapat clalam isi aboma-sum, namun polypeptida ini tidak langsung diserap

da-lam abomasum. Hal ini mungkin disebab}:an karena

ma-kanan hanya sebentar berada dalam abomESum, sehingga

penyerapan makanan relatif tidak penting dibanding

pa-da lambUl1g depan pa-dan usus halus (lJlcDonald, 1969), ata}l, pun rou..l1gkin disebabkan karena penyerap:m makanan pada

(32)

セQateri@ DAN HETODA PENElJITIAN

Penelitian yang dilakukan ini bertempat di rumah

potong hewan Dinas Peternakan Kotamadya Bogor, selama

lebih kurang 40 hari, mulai dari tanggal 19 Desember

1979 sampai clengan tanggal 27 Januari 1930.

Sapi, kerbau, domba dan kambing yang diteliti ュ・イセ@

pakan semua hewan yang dipotong di rumah potong hewan

tersebut. Sapi yang diteliti dibatasi hanya pada sapi

bangsa Peranakan Ongole (l'O).

Bagian yang diteliti yaitu bagian abomasum yang ュセN@

rupakan begian keempat dari larnbung, dengan maksud un··

tuk mel1ghitung banyakl1ye lipatan··lipetan yang terdapat

pada bagian fundusnya.

Dollaro pengamatan, setiap bangsa tarnak cliwakili oleh 30 buah abomasum, masing··masing berasal dari 15

ekor hel.]an jantan dan 15 ekor hewan betina.

Bentul, dari lipa-can fundus sangat beragam, ada

yang besar dan ada pula yang kecil; sehingga dalam ー・ョセ@ hitungannya, lipatan tersebut dibagi menjadi 2 kategori

yaitu lipatan besar dan lipatan kecil. Lipatan besar

merupakan lipatan yang paling lebar di,mtara semua

li-patan dan mempunyai dasar yang nyata; ioedangkan lili-patan

kecil melipu-ci semua lipatan, lilulai dari lipatsn yang

hanya sedikit muncul dari ー・イュqセ。。ョ@ fundus sampai pada

lipatan yang seclikit kurang lebar dari pada lipatan

(33)

セ@ ;;:....tiF]3''!. tidak mempunyai dCisar yang nya-t:a.

Jumlah lipatBn dibi'l;ung dengan menggunakan sebuah slat hi-t:ung ("COu.l"1terii) . 11ula-mula dihitung jumlah ウ・セ@

mua lipatan, seteleh itu dihitung banyalmya lipa-t:an be-sara Jumlah lipatan keeil diket",hui dene,an menghitung selisih antara jumlah semU2, lipatan dengan jumlah lipat an besar.

Disamping jumlah lipatan, juga dianati ketebalan dari lipatan tersebut. pengulmrannya dilakukan dengan menggunakan mikro···meter sekrup.

(34)

BASIL DAN PEl'lBAHASAN

Oleh Dukes

(1947),

Sisson dan Grossman

(1953)

dan Church

(1973)

dikemukakan bahvJa jum1ah lipatan spiral yang terdapat pada daerah fundus dari abomasum hel'Jan ru minansia adalah sebanyak

12

buah atau 1ebih. Dari data yang diperoleh dalam pengamatan selama penelitie.n , ter-· nyata bahwa jumlah lipatan spiral pade abomasum tern<:tk sapi, kerbau, (lomba dan kambing bervariasi dengaD. kisa.;: an antara

11

sampai 25 buah.

Jumlah ャゥセス。エ[eャョ@ abomasum pada ternal: kerbau berki-sar antara

11

sampai

16

「オ。ィセ@ pada ternak sapi daD. dom-ba hampir sarna, yaitu masinD-·masing sedom-banyak 12 sampai

23

buah dan

13

sampai 22 buah; sedanskan pada

ternak

kambing jumlahnya berkisar antara

17

sampai 25 buah. Basil pengamatan tent;ang j'1111ah li.patan abomasum pada ternal: kerba.u, sapi, domba dan ka··;l.bing, yang menc.? kup lipatan besar dan 1ipatan kecil, serta masing··ma ...

sing untuk hewan jantan dan hewan betin13., diper1ihatknn pada Tabe1 2.

Besarnya. variasi jurillah lipatan yang diperoleh

ュャャゥセァォゥョ@ disebabkan karena bervariasinyn hewan yang 、ゥエセ@

liti, dalam hal ini variasi dari bobot hidup dan umur-· nya. Dalam penelitian ini tidek dilakukan pencatatan babot; hiclup dan umur dari hewan tersebut.

Jumlah lipatan abomasum pada terna}; kerbau adalah

(35)

'IABEL 2. JUli,LAH LIPATAN FUTJDUS Pi;.DA ABOlSASUN

+)

bZcdスセrapa@ TEHN.AI( R1Jl'-lINAF;3IA "

]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]セ]]]]]]]]]]]]]]]]]@

Bangsa ternak

K

e r

b

a u

jant'ln betina rata··rata Sap _,_

jdn-;,:"n betiLa イ。エSNセᄋイ。エ。@ DOE.ba ェ。GNセエ。ョ@ betina rata-rata K a m b i n g

jEutan

「・セゥョ。@

raGa-rata

Lipatan abomasum

B e s a r

6,2

7,2

p

6,7

K e c i 1

14,1 12, :; 13.3

T o t a 1

+) Semua nilai merupakan hasil rata'·ra-;a dari 15 sample.

p, q

z

c : Perbedaan antara ju.1l1lah 1 _patan abomasum pada bangsa ternak yang b('rbeda; huru1' yang sama menunjukkan tici."k berbeda nyata. Perbedaan antar'a lipatan "esar dan lipatan kec il dalam satu bangsa t (,rnak; huruf yang sama ュ・ョオョセオォォ。ョ@ tidak bGj'beda nyata.

Perbedaan antara lipatan Ebomasum pada hewan jantan dan heivan betina dalam satu bangsa ternak; 11u1.'u1' yan

e

sarna menunjukkan tidak berbeda nyate .•
(36)

ker-bau ini merupakcm yang paling sedikit di antara semua bangsa ternak yang ditel H i ,

Pada ternal,. sapi dan domba., jumlah 1 ipatan aboma·-sumnya hampir sama, yaitu rata-rata '17,2 dan 17,0 buah. Keduanya berbeda sanget nyata (P<0,01) 、・ョゥセ。ョ@ jumlah lipatan abomasum pada terna};: kambingo Kambing mempu-nyai lipatan abomasum yang palinG'; banyek jumlahnya, ya-itu rata--rata 20,0 buah o

Jumlah lipatan spiral pads. bagian functus dari abo-masum sanz;at erat hubungannya dengan ka)asitas atau da-' yo. tampun0 abomasum terhadap makanal10 ial ini disebab-kal1 karena terbentuknya lipatan fundus;ersebut adnlah karena 「。Lセゥ。ョ@ submukosa.nya terdiri dar.:', jaringan ika,!; longgar (Hartono, 1976). Apabila abonl,cmm berisi makan an, maka abomasum akan teregang, yang l.lmyebabkan lipa! annya menjadi lebih rendah dan bal:Ll-can

c:

'.pat menjadi ra·,· ta sama sekali denr:;an permukaan fundus, serta ャゥー。GA[。ョセ@

nya menjacli seolah··olah ,!;idak ada 0 Del. ,an demikian, se makin ban;yak jumlah lipatan spiral pade abomasum, sema-·· kin besar pula daya tampung abomasum tE,-hadap makanan.

Berdasarkan hasil pensamatan selaL\ peneli'!;ian, kerbau mempul"lyai lipatan a;)omasum yane:; laling sedikit

(37)

ba-nyak pula pada abomasunmya.

fJelanjutnya Church (1973) menyatal[an bahlva lipata.It lipatan spiral pada abomasum merupakan tempat ーイッャゥヲ・イNセ@

si bagi sel-sel kelenjar abomasum; sehingga jumlah li·-patan tersebut erat pula hubungannya dengan jumlah ke·-lenjar yang terclapat pada abomasum, khususnya l<::eke·-lenjar pada babian fu.ndus. Semakin banyak jumlah lipatannya, kemUl1gkinan akan semakin banyak pula jcnlah kelenjarnya. Dalam penelitian ini, jumlah kelenjar tersebut tidak di amatL

Ldanya hubungan antr3ra jumlah kelsljor dengon ェオュセ@

lah lipatan abomasum seperti tersebut di atas, belum

d:§.

pat dipastikan, karena bentuk dari lip<'can-lipatan e,bo" masum tersebut sangat bervariasi. Ada lipatan besar dan ada pula lipatan kecil.

Fada ternak kerbau, jumlah ャゥー」ᄋNエLセLセ@ besar tidak beE beda nyats (P.>0,05) dengan lipstEm keeil, begitu puIs pada ternak sapi. Akan tetapi pada te: l1aIl: domba dan kambing, jumlah lipatan besar dan ャゥー。[セョ@ kecilnya ber-beda saDf;at nyata (p <0,01), masil1r;"'ma'Jing mempunyai ャNセ@ paten kecil lebih banya.k dari pad2- lip Zセ。ョ@ besar.

Hal tersebut di atas memberikan S-'H-(:;U kemutlgkinan

「。ィセャ。@ "lalaupun jumlah 1 ipat2,n abomasum [lada エ・イョ。ャセ@ ker-·

(38)

26

beser dan ャゥyRᄋセ。ョ@ kecilnya hampir sama banyaknya. se-dangkan pada domba dan kambing jtU!11ah lipatan kecilnya lebih banyak dari pede lipa-cc:n besaL Dalam hal ini di asurnsikan bahvla jumlah kelenjar pada lipa-can besar rela tif lebih banyak dibanding peda lipatan kecil.

Nenurut l'lcDone.ld (1969), lipatan spird pada bagi-an fundu,s dari abomasum dapat mempen€;cu'uhi penyalurbagi-an makanan cbn meurpermudeh pencampuran makanan dengan cai.:r. an penceI'no,an. Belain itu, lipatan teTsebut juga ュ・ュセG@

pengaruhi banY2knya cniI'cm pencernaan yEmg disekresikan. Densan demikian, kerbau yan; mempunyai lipatan y[mg le-bih sedikj.t pacb abo!!lasumnya, kemul1gkin8n cairan pence."=: naan ycmS d.isekresikan relatH lebih sedikit. s・「。ャゥォセᄋ@

nya pada kambing, abomr,sumnya muugkin mensekresikan ca-iran pencernaan I'ela·cif lebih banyak d'JJancling dengan kerbau, sDpi don dombao l'ierauu perlu di.inget bahv18 be .. nyaknY2 cairan yanc, disekresikan munglcin juga erat ィオセ@ bungannye dengan bentuk dari 1 ipatan ab:)rnasum エ・イウ・「オᄋセ@ 0

Phillipson (1970) menyatakan bahwa banY8.knYG

cair-an pencernacair-an ycair-anF; disekresil.:e.n tergcair-ant',.1ng; pade masuk· ..

nye makanan ke dclDm abomasufil dHn l;:onS8(!-i:;rasi (,lsarn le-· mak terbang (Volatile Fatty Acid セ@ VFA) dalarn makanan tersebut.

(39)

(Chuti·-kul, 1975). HasH dari fermentasi tersebut adalah VFA, terutama terdiri dari asal!] asetat, propiona-c dan buti'" rat. Dengan demikian, pada ternal>: kerbau mungkin aken banyak pula VFA yang terbavra bersama malcenan memasuki abomasum, sehingga akan menyebabkan sekresi ce-iran pen-carnaan pada aboD1<1sumnya akan banyalc pula. Oleh sebab itu m1.mgkin saja sekresi cairan pencernaan pada aboma-sum ternal: kerb,m akan selalu lebih banyalc, ,·,al<1upun dl-. ketahui pada abomasumnya hanya sedikit -t;erdapat lipatan spiral.

Pada keempat bangsa ternak yang diteliti, terlihat perbedaan tebelnya lipaten. Pada temak kerbEJu, lipat·-an tersebut lebih tebal (i. 1,57 mm) dibanding sapi, do!!\ ba dan kambing. Pada ternak sapi, domba dan kambing, tebal lipatan abomasumnya ュ・ウゥョァᄋMュ。ウゥョセ@ sebesar

0,90,

0,73

dan

0,72

mm.

Tingkat ketebalan lipetan ebODl8sum tersebut mung-kin berhubungan dengan sHat genetik deri ternak yang bersanglwtan, Diketahui bahwa 1 ipatan abomasum merupa-kan bagian mukosa dari fundus yang menonjol ke permuka-an (Hartono, 1976). Pada mukosa terse':ut, bagipermuka-an musku laris mukosanya. ikut menonjol ャセ・@ permu;{aan. Hal ini berarti bahwa ke-cebalan lipa-can abowasum mungkin dise-babkan lrarena tebalnya IDuskularis lTIukosa tersebut. Se-lain itu, tebalnya lipatan abomasum mu:a.gkin pula di-· pengaruhi oleh jenis makanan ternak te::·sebut.

(40)

he-28

wan betina untul;: masing-·masing bangs a ternal, yang

dite-liti tidak

「・イセ、。@

nyata

H_セoセPUI_@

baik untuk lipatan

besar maupun lipatan kecil. Hal tersebut menunjukkan

bahwa jenis kelamin heylan tidak llYempunyai pengaruh

ter-hadap jumlah 1 ipatan abomasum •.

Sebagai pembanding, juga

エeAャセエャ@

dilalIrokan

pengamat-an terhadap beberapa

oセ。ィ@

lambung

セキ。ョ@

berlambung

エオョセ@

gal, dalam hal ini temak babi.

Bagian dalam lambung babi sange.t mirip dangan bagi

an dalam abomasum, terutama pada bagian pilorusnya

(Ilustrasi

4-

dan

5).

Pada bagian fundus dari lambung

bahi juga terdapat lipatan-lipatan, tetapi jumlahnya ha

nya sedikit, yaitu sekitar

4- -

6 buah. Pada bagian kaf

dia dan pilorus tidak terdapat lipatan dan permukaann.ya

sangat licin.

Hal tersebut memperkuat pendapat yang dikemukakan

oleh Davis (1962) serta Patt dan Patt (1969) yang menya

takan bahwa struktur dan fungsi serta sifat-sifat hist2.

logis dari abomasum temak ruminansia sarupa: dengan

ba-gian.lambung dari ternak non-ruminansia.

(41)

esofagus

/ duodenUlll

kardia

fundus .----"

Nセ@

PilOrUS/

A. Bagian kiri

B. Bagian kanan

ILUSTRASI

4.

BAGLU! DALAM LAMBUNG BABL

kardia

ᆱセヲオョ、オウ@

f\)
(42)

30

A. Kerbau B. Sapi C. Domba

D. Kambing

(43)

17,2, 17,0 dan 20,0 buah.

2, Jumlah lipatan abomasum pada ternak kerbau berbeda

sangat hyata (p <0,01) dengan jumlah 1 ipatan

aboma-sum terhak sapi, domba dan kambing. Jumlah lipatan

abomasum pada エ・セョ。ォ@ sapi hampir sarna dengan domba,

keduanya berbeda sahgat nyata (P<0,01) dengan

jum-lah lipatan abomasum ternak kambing.

3.

tipatan besar pada abomasum ternak kerbau dan sapi

hampir sarna jumlahnya dengan lipatan kecil;

sedang-kan jumlah lipatan besar pada abomasum ternak domba

dan kambing berbeda sangat nyata (P<0,01) dengan

jumlah lipatan kecil.

4. Jenis kelamin hewan tidak mempunyai pengaruh エ・イィ。ᄋセ@

dap jumlah lipatan abomasum, baik untuk lipatan

be-sar maupun lipatan keciL

5.

Tebal lipatan abomasum pada ternal, kerbau, sapi, dom

ba dan kambing masing·-masing sebesar 1,57, 0,90,

0,73 dan 0,72 mm.

6. Bagian dalam abomasum sangat mirip dengan bagian da···

lam lambung babi. Pada bagian fundus dari lambung

babi juga terdapat lipatan-·lipatan sebanyak 4- - 6 buah.

(44)

SARAN

1. Hasil dari penelitian ini, sedikit banyale dapat digu .

_.

nalean sebagai bahan pertimbangan dalarn melakulmn ー・セL@

nelitian yang berhubungan dengan abo!,]asum ternale ru··

minansia.

2. Karena besarnya variasi jumlah lipatan abomasum yang

diperoleh dalam penelitian ini, maka untuk

mendapat-kan hasil yang lebih baik, penelitian ini masih

da-pat dilanjutkan lagi untuk melihat hubungan antara

jumlah lipatan abomasum dengan boboT, hidup atau umur

heW8n.

3.

Jilea memungleinkan, perlu juga dilalnkan penelitian

terhadap banyaknya kelenjar yang te odapat pada lipaj;.

an abomasum, baile pada lipatan besiL' maupun lipatan

kecil.

(45)

Hall, Inc 0, Englewood Cliffso Nevi Jerseyo 20 Ash. 1961. Acid Secretion by the Abomasum and its

:Relation to the Flol-1 of Food Material in the Sheep. J. PhysioL Lond. 156 : 93 " 1110

3. Banerjee, G.C. 19700 A Textbook of Animal Husbandry. 3rd EeL Oxford & IBH Publishing Co. New DeIhL

L,.

Bundy, CoEo and R.Vo Diggins 0 1968. Livestock and Poultry Production. 3rd Ed. Prentice··Hall, Inc. EnglevlOod Cliffs. New Jersey.

50 Byerly, ToC.

196/

+.

Livestock and Livestock Productso Prentice-·Hall, Inc 0, Englewood Cliffs 0 N. J 0 6. Church, D.C. 19730 Digestive a]1(l Nutrition of Rumi·o

nants. I : Digestive Physiology. O.SoUo Book Stores, Inco UoS.A.

70 Chutikul,

K.

1975. Ruminant (Buffalo) Nutrition. In The Asiatic Water Buffalo. Pp. 23 .. 350 Food arid Fertilizer Technology:, £ Center for the

Asian Pacific Region. Taipe.

80 Cockrill, j,i oR 0

197

L! .• The Husbandry ?nd Health of the Domestic Buffalo. F.AoOo of Un __ ted Nation. Rome. 9. Colvin, 1Io \-io

197

L! •• Digestiono In Ani.mal Agriculture

(ed. HoEo Cole and IiL Honnlng), pp. Le35 .• L\-540 1J 0 110 Freeman and Company. San ="ransisco 0

'10. DE\vis, R. '1'. 1962. I'10dern Dairy Cattle Management.

pイ・ョエゥ」・セAMi。ャャL@ Inc., EnglevJood Cliffs 0 No J 0

110 Diggins, RoVo and CoE. Bundy 0 1958 0 Sheep Production. Prentice··Hall, Inc., Englewood Cliffs 0 N. J 0

120 Dukes, HoH. 19Le7. The Physiology oJ Domestic Animalso

6th EeL Comstock Publ ishing Co _, Inc 0, Ithaca. 130 Frandson, FoDo 197Li·. Anatomy and Phy.siology of Farm ェセョゥュ。ャウ@ 0 2nd セセ、B@ Lea 13:, Febinger,) Philadelphia 0

(46)

3LJ·

14. Goss, flo and !1o flo Cole 0 1 SG2. Physiology of

Diges-tive System. In Introduction to I"ivestock Pro'" duction (ed.

'!-r:'H.

Cole). pp. 1+16 " lセSPN@

16.

WoR"

Freeman

&

Co" San Fransisco"

Habel, H.E. 1975. Rwninant Digestive System. }E The

Anatomy of the Domestic AniElals (ed" Re Getty)

5th EcL Pl'. 861 " 915. 11.B. Saunders Co 0 Phil,C\.

delphia.

Hartono. 1976. I'engantar Kuliah HistologL Jilid II. Bagian Histologi Departemen zッッャッセゥセ@ Fakultas Kedokteran Hevn:m Institut PertEmian Bogor. Harvey セ@ D" '1963" Some Aspect,s of tJJ.e Importance of

Buffalo as Farm Stock" Nutr" Abstr" Rev"

33 :

93""1 セ@.. 935 ..

180 HenElchel" l"L,J", :','":8,, Hill and jLLセIッgッ@ Porter" 19610

'1'118 Development of Proteolytic Enzyme in 'che Abo;na.sum of the Young Cell' 0 Froc. Nutr. Soc. 20 : LfO .. 4/1.

10 j", D'll .nl セ@ r Lセ|NB@ J-" セqVP@1./ <.I

J" Physiol"

AboEk1sal Secretion in the Sheep. Londo 154 : 115 - 132.

20. Hill, IL J. '19650 Aboma sal Secretory Function in the Sheep. ,Ill: Physiology of Digestion in the Rumi," nant (ed. rNセN@ Dougherty et al.). pp. 221. ButterHorths, Hashington.--' ,-, 0

::>1. Q"n0 0+e n 1;' 1066 Tho '"'wen anel i+s l'Vil'crobes

<- .,-_\,... ( j C \ V 'I jNlNqセNZjB@ "/ " _.1 ... .1.1..1... •• ,1 _ _ v 1 "

Acsdemic Press, New Yorko

22. Jennings, JoB, 19650 Feeding, Digestion

&

aウウゥュゥャ。セ@ tion in Animals" 1 st セAセZ」l^@ 3?ergemon Press セ@

O::;:foro."

27. 7 n-hene, , G 0 - セ@

05

L 0 ' - t f th

7 , " Jr, I:;> :-. ompare'ClVe j'na amy 0 e

Vertebrates. The ]:"le.kiston Co"' Inc 0, lIT 0 Yo

イMGG{。セウᄋャャッBQ@ -I "Q1

P

6. ,--,- d ",;1 fp F i ZZZNMLセ@ /1

°57

__ ..L ッNMLM⦅セ@ _!.. LLセNャセGBGB⦅\^@ Cl,Q ;:1" ,'_0 _,-:to..LlTIC'-l.J.o 1):J<>

of J?arm AnimElls <> lセエャQ@ e」セ\^@ Camb':cidge Press '1 J.JondOll0

Physiolog37

UniveL'ity

25. セセウウッョL@ No 19500 Microscopic Studies of the Alimen-tary i'J[icroorganisme of the .3hE

e-o

<> Br" J" Nutr"

4 : viii セ@ ix"

-260 Maynard, L.A. and

JoL,

Loosli. 1969. Animal Nutri-tion. 6th セ[Z[、B@ '1'a-ca hcGrc\iJ'"'Eill Publishing 00.,
(47)

of Agricultural Importance. Part 1 : The

Science of NutT':Ltion of Farm Livestock., ppo 87

- 1413 0 Pergamon }'reS:3 Ltd o Oxfordo

28. l'iitchell, FoIL

1956

0 A T'eytbooK of' General

Physio-ャoeセy@ <> HcGrG':-!"",Hill Book Co", 'i Inc" 'i New York" 290 Nasoetion, A.Ho dan Barizio

1979.

Metoda Statistika.

Ce"takaD ketigao pセtd@ Gramedia, Jakarta.,

Patt, Dol. and GoR. Patt.

1969.

Comparative Verteb- ' r;:0.te Histology co Harper gc ャセッキ@ r'ublisher'l N <> Y" F'hillip,son,. li.oI'c 1970" PUJ.1inant Digestion., In Dukes:

ーィケウゥセャッ「y@ of Dome,stic Animals (eeL I10

:r.

Slven'" son) <> 8th Ed., pp" lA⦅Rlセ⦅@ ,-.. lH33 " Comstock Publish,,",

ing Associates" Cornell University Press,)

Londono

dセセ、@ l' r, a-ld C' ,\ GゥGイGMャgセiGッイ[@ セQYVMjG@ -"I'fect 0-0 pH

セNl」N[@ L.!. 'i "J.. Q 1_. , , 1 "',/;"'-<> .u .1 u \.., 1, " '4- '" J':J J.. _.[.1

and Sodium Chlo:cicl.e on Activation of Prorennino J. Dairy ScL 11-7 : '1181 ,. '1187.

Heaves, I'.i''L and H.O. Henderson.

19630

Dairy Cattle Feeding and r-Ianagement. Jolm ihley and Sons, Inc

0,

New YorlL

3LI-o Sisson, So and J.D. GrossmalL QYUセ[P@ The Anatomy of

the Domestic Animals 0 L:-th LcL <,T oB. Saunders

Co., Philadelphia 0

350

Sisson, G.

19750

Genaral Di;estive Systemo In The

jセョ。エッュ[ケ@ of the DOrJ8stic Animals Cede H7 Getty)

5th Ed", ppo QPlャセ@ .. ,' QQセNZセッ@ -'JoBo Saunders cッNLセ@

Philadelphia.

36.

Soe\lSrdi,

Bo

19750 Gi;"i Eumimms • Departemen Ilmu i'jake.Dan Ternal: Fakultas EJeternakan<; Institut
(48)

36

LAl\'1:F'IItAN 1 セ@ JUnI,AH 1.1 P/Ll FUI:TIYI]S I'ADA

ABOnAS'uTl TERNAK KTI;RBAU +) <>

Nomor

ternak

1 (} 6 1 L{- 6 7 13

2 '10 3 1 セI@ 7 9 16

3 (>

u 7

15

c c' 5

r'

:J

lセ@ 10

3

13 6 6 12

5 6 5 11 9

5

14

6 6 r)

13

6

5

11

(

7 6 7 1 ;) 6 8 14

8 6 5 '11 8

3

'11

9 5 8 13 6 9 15

10 7 7 '1 LI_ 6 8 14

11 6 /010 /16

7 6 13

12 5 8 '13 8 5 13

'13

7

5 1 ') L

7

6 13

14 6

7

13 6 8

1LI-15 5

7

12 8 6 '1

Li-, •• - - -... MMセMセMNセ@ ·_·_· .... ⦅セ@ _ _ セN⦅セセ@ ... L .. _ . A _ , Mセ⦅B@ • __ .. L⦅セLセ@ _ _ • セ⦅セ@ __ .. ⦅Lセセ@ • . • . _ ' - ... ⦅セ@ Nセ⦅L@ Lセ⦅セN⦅G⦅NN⦅L⦅@ ... _ 4 . セLL⦅\^MML@ .... , セ@ BM⦅セ@ ___ l⦅BG⦅セG@

Jumlah 101 95 '196

Eata"rata 6 '

,

7

6 セ@ セs@ 13/0

r。エ。セjイcャNエ。@ keseluruhan

Lb'l _. 6'1 8 T' LNljNkセ@ ?

+) '1 Lb -- LipBta,D be.sar"

2 ! Lk = Lipatan kecilD

-.

QPlセ@ 96 200

6,9 VセOK@ 13,3

(49)

Nomor ternak 1 2

3

5

6

7

8

9

10 11 12

13

11.:-15 Jumlah 12

7

10

7

10 10

7

8 9

7

8 10

7

6 6 6

5

7

7 6 6

9

6 1 '1 11 10 15

17

r。ᄋエ。セイSエ。@ 8 S

,

-

6,c7'

Rata-rata keseluruhan

15 '18 /12 16 16 16 '1 LJ,_

20 18 18 22 22

23

261 " 10 7 9 10

s

6 6 9 6 6

7

8 9

9

119

Lb 1 " 8,2 jセォ」NNZ[Z@ 9 0 "

-:-) 1 :Gb - l:ipo-ce:,.n besa:c'"

2 : Lk セ@ J:,ipatan kecilo

7

14

5

5

() / 10 10

5

12 '12

1;:

8

5

9

135

17

21 Qlセ@

15

17

16

17

19 18 20 16 1L, 18

9,0 16,9

(50)

jュエZセah@ LIi:'ATAH FUNDUS If-lDA ABoeIAi3un

セcZ{Z[Zrhak@

DOl'TGA +)

Nomor

ternak 1 2 7 :) I). 5 6 7 8 9 10 11 12 13 1 if

15

J a n t a n

セMGMMセLGセMM MMM[ZZセMMセB@ MMセMLM^@

Lb

l

Lk-

Tot",l

8 9 17

10 c <.) 18

'10 8 18

5 1 '1 16

8 10 18

10 6 16

セ@

7 15

u

7 8 15

9 " :! /15

6 13 19

6 c

0 vセ@

c.

8 16

0

8 9 /i 7

6 7 1.3

7 12 /110

B e t i n a

--, --'--'r-"----"---";:;---'-

NセMMMMM^@

Lb Lk- Total

5 11 16

10 9 19

8 8 16

8 14- 22

8 '13 21

7 9 16

C' -:; 8 17

(;

:;; 7 16

c ) 6 15

5 12 17

10 7 17

8 8 16

10 7 17

6 12 18

6 '12 18

セセMセMMMM セ@ ,"". セセMLセセセ@ .• セBBBBMBMNBBBBL@ ___ LLLLLMLBM⦅Lセ@ __ ... __ セB@ .. セ@ -"-... L⦅L]⦅セ@ _ セ@... セ@ ⦅セ@ ⦅セBNBM⦅GMセB@ セNNTMNBBMMB⦅@ ... ,c" .. ⦅セLセセ]@ __ ",,_. '

Jumlah '116 133 21+9 118

11+3

261

rRエ。ᄋセイ。エ・@ 7,7 8 (; 'i 16,6 7,9 9,5 1 7,4

Rata.---rDta keselu_cuha_l1

-b1 7,Ei .'1 2 9 ':)

Total 17,0

jセ@ = 1J_:;:: -

--

Lセ@

(51)

Nomor

ternak

セi@ 8 9 17 9 /10 19

2 6 1L:- 2C セョ@

Lセ@ 8 18

3 6 '19 25

6

13 19

lセ@ 6 13 19 'iO 9 19

5 5 '17

' J 18 7 15 22

6 7 12

19

6 13 19

7 6 15 セIQ@

7

15 22

8 7 17 セ@'JLL ,

6

12 18

9 6 16 22 S 12 20

10

7

16

23

7

15 22

11

7

1/ 1q /

7

'1 Lj_ 21

12 L' ,- '1 c' 0 2" ,- 6 1Li 20

13 6 12 1f:) 7 '11 18

14 7 /]2 19 5 15 20

15 5 1 L, 19 7 '1 'j 18

---.

セMセM セセセセM ... MセセMGMMMセM ... セMセMセセNMMMMセMM NセMNM ... MMMMMセ@ ... --... MMBセセ@ .. セセLLMMMML@ セNLLMNMMセNセMセ@ •. ,,-セMセM .... -- .... BMセセM •. セセ@ -<.--'

Jumlah

93

212

3

n' 0 / c:, 108 セョW@Ie· 295

Rats.-··ra..tB 6,2 '1 LL '1

' " 20,;3

7 .',

'i 」セ@ ,'') 5 I <-:"_ ? 19,7

ZrXエSNセセイRエエ。@ }:e S 81 u:cUh21l1

Lb1 .-

6,7

Ll:2 13,,3 'l:otal -- 20,0

··_4' __

-MNBセMセNMセMセセNBGNMM MMNセMMN@ •. セMMNNNNNNNNLLMセ@ -<--- \M⦅セ@ セNセLLBl⦅Nセ@ __ •.. L _ ' - -_ _ _ .. セ⦅BG@ - ... _, __ ._ セ⦅@ セN⦅セB@ Nセ@ ... ___ セ⦅セ@ セ@... L⦅セ[セN@ ",,_.i_.

+) 1 IJb - Ilipe,tan beS;lr"

(52)

Se

"

JL ;:::: L Xc.

jika

r

.:s;t

O/ 2 ; (n1 .:

, ,

It

1

... セ@ . (-,1

. / 00/2' L -,'

(Y-Ur: sur',; pad a ter·

den(j2T.L pacla to:f'"

n ... ,jumlah sSllmle

n2 2)., tc ]Oime

Ho<-n2 .. 2), t(;.ak rio,

Taraf ー・ョァオェゥ」セョ@ c'i.dDle)1 0' 'I ェヲセョァcャョ@ :-/ n 1. __ E/i CJ masin:.s'·

masil1(.s pacta "Goraf

5

1',,) dan '1 LNMサセッ@

jika : tid2};:: be:ebecLEi n;;r(:f.ts <>

berbeds; ョセケMZ⦅セエLjN@ <>

berbeda G2D38t nyata

c .. PerbediJ.SIl jUfn12h lipat,:'l,n D.bo:-nasu:li1 HLセイNエ・NイHセ@ teI'llek LeY"

bau (A)

dengell

ternak

sari

(B)D

n, .-

30

"

(53)

Ii--. 5278

Nセ@ URセWLR@ セ@

iti

r j

diketahni '

'-',t..'

= ') 1 ')0

,.- '.l C·7

berarti (58) セ@ berbedo ,senged:; n;yata. セ@

b <> Perbedaan jumlah 1 ipE:/c2-IJ. abom:,::'.suLl o.ntara -'cerna.};;: ャ」・イセMᄋ@

bau (p_) 、・ョヲZセdMョ@ ternak dor:lba (0) Q

lA = QSLセG@

d セ@

J1( (A)- 50,8

JK (0)

C'7nJ' -::'70

-" G ('-,. セMG@ ,...)() ,

-Je

11C ZZセ@

30

'I, -- セQGW@ ,0

(54)

C)/)-i I

It! "

9,00

, i berarti ltl'-t

! ! if" 0, 01 ( 58)

lセR@

'I berbeda eNHIョァ」エBャセ@ nyata"

c" FerbedafJ.n jumlah li.}ie,t;an abomasum 。ョエ。jZセX@ ternak

lrer--bau (A) HャN・エlセ[⦅セZZNョ@ ternaJ.c kC:l.'{!bin(oj CD) Q

TI," " 30 "

d

JK CA.) . r--- 0

セオGjッ@

"17':: セゥ@

.,

182

JK

CD)

-- -I- G'. -:-- 0 , 0 0 0 , 0 , , 0 -I- 20C: -1-

.'

= 121 V+ " 12000 」セ@ 11 Li

! i

AセA@ -...,t

! c! / 0 , 01 (

58 )

, berbede sangat nyatsQ d" Perbedaan juml2.h 1 i)E),-'can abOr.i1B.8Um entElre ternak sa'"

pi (B) clengan terna); dombu (0) 0

YlB = 30

Y

B ,. '17,2

d -- 17,2

JK CD) , 212.,17 JK (0) -- '1 OLe

no

" 30

"

-"c

, 17.,0

_.

17,0
(55)

i t

°

·-cr

SLッョWセ@

1 =: セ@ Ud;; I Z __ :

.. 0,33

r I

berarti lt1

«

t

o

,05 (58) ,

tid2.k berbeda nyatao

e., Perbeclaan jUD1EJh 1 ta:n abo.!!}£; sum antara ternal( ウ。セMᄋL@

pi (:s) dengan ternak lccmbing CD) 0

DE

..

30

Y

13 --

17,2

cl 1'1,2

JK ( B) =

212,"

'I

JII: (D) =

-,1L!-.. lセ⦅L@

57

I I

--

20,0

..

n

D

.-

30

ID

_. 20,0

-

..

298

=

1,1809

x

3,873

berarti itl

>

t

o

,01 (58) ,

berbecla s8ngat nyatao

f., Perbed2&D juml,3h ャゥー」、ZZ」セョ@ abOF1&SUm antara ternak dom.--.. b8 (0) clengun ternal- };cmbing CD) 0

n =

30

n .-

30

0 --D

(56)

I.ALPIRAN 50 (lcmjut2D)

JK (c) " '1

OL:-Jl{ (D) - 'J']L}

'I i,

b. エGNGイセイGZMャG@. Q v - lj-; v 1 j

>

,I-uO ') 01

ャ。Pciスセ@ E

a <0 Pade. ternak lccrbauo

JT( (b)

"

(58) berb seuNQエセe|エ@ nyata"

"[11·'1 TIEBNAK icgョbェセu_@ SAPI,;

Nセ@ ZjセjGャb@ IY;-G "

DI: --

30

"'r -1. -, 6' 4 -?

'_0

',- b,2

5",

Lセ_@ セ@J 6,-n 0 (

2

+ 8 "

Jl( (k) - 6 + -,-, " " " " " 0 0 " " " _,'_ F),C: ',',_ - '_ ' . - c..,{.: (:;. r

1,,"!7 "

1 C'j '0'- 0",1', " Cjn GMセッイGW@
(57)

i , 1 t 1 > _

l I

ber2'I'ti

7

L

')

JK (b) . -

9'-

-J- 'I'

2C)'1

'?

'i 2 :;. 72 セ@ G

JF .. (\r) -'- :-:: VHセ@ +

r)

lS":'"

-1-Be

.. セャ@ '/

berc,rti (58) , t

- 0,25

46 x

3,8'73

( I 0,

,'"

_::0 2

+ セiM +

9

<,-,

1',2 2

.-/

-,- 9

(58)

'yO イNGセ@

b ,. I,'·

'i 'I セLM

JE (b) ... ::' -:-i 0 o " セ@ " " " " Q " " :

-be

JK (b)

J '( L (1-1 __ \...;

tti

J I

-:-'1686

__ • _, • _'_A _

. /- c: , , , r,

|O_セBLᆱ@

<c,i, .,_

NセZ_@

:.:A· -:. .II) ..

-セ@,

:so

t nyc.ta 0

o:ll; -

30

'f,y .... 13,:3

n.

_'I

c..c'

/0, "12
(59)

1- .. .U." _ •••••. aNGNZᄋセiGiGtNLQ@ .. セーNセNj@ t= '0 HャセカャセGjセセョGI@ セオL@ . / ' . V ' "

セNMMNMMセMセMNセMセMMNMセMNMセ@ セNG@

Se

BvUGVL[セLᄋZA[LHIセゥセsセGᄃGNRI@

Lセ@ セRL@

0703

ber,::':cti (5: ) be:cbecl2. s,":J.ngat nyats 0

DAIT

BET INA FADA

a" Fadc1 ternak kerbcn.l"

T7 ( ' )

tJ h. ,J

--') セ@

JK (b) .. '13

Gambar

TABEL 1, PERIC.lRAAN KAPASITAS alatセᄋalat@

Referensi

Dokumen terkait