• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sistem Informasi Pariwisata Kabupaten Langkat Berbasis Multimedia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Sistem Informasi Pariwisata Kabupaten Langkat Berbasis Multimedia"

Copied!
74
0
0

Teks penuh

  • Sekolah: Universitas Sumatera Utara
  • Mata Pelajaran: Sistem Informasi
  • Topik: Sistem Informasi Pariwisata Kabupaten Langkat Berbasis Multimedia
  • Tipe: proyek akhir
  • Tahun: 2016
  • Kota: Medan

I. PENDAHULUAN

Bagian ini menjelaskan latar belakang pentingnya sistem informasi pariwisata yang berbasis multimedia. Dengan adanya perkembangan teknologi informasi dan internet, sektor pariwisata diharapkan mampu meningkatkan pendapatan daerah dan devisa negara. Kabupaten Langkat memiliki potensi pariwisata yang besar dengan berbagai objek wisata yang perlu dikelola dengan baik untuk menarik lebih banyak pengunjung.

1.1 Latar Belakang

Perkembangan sistem informasi yang pesat, terutama melalui internet, telah memberikan kemudahan dalam komunikasi dan akses informasi. Multimedia menjadi alat penting dalam menyajikan informasi secara interaktif dan menarik. Dinas Pariwisata Kabupaten Langkat memiliki tanggung jawab dalam mengembangkan sektor pariwisata yang berpotensi untuk meningkatkan ekonomi masyarakat.

II. LANDASAN TEORI

Bagian ini membahas konsep-konsep dasar yang mendasari pengembangan sistem informasi pariwisata. Termasuk definisi sistem informasi, elemen-elemen yang membentuk sistem, serta pentingnya multimedia dalam menyajikan informasi. Pemahaman teori ini menjadi dasar dalam merancang sistem yang efektif dan efisien.

2.1 Sistem Informasi

Sistem informasi adalah kumpulan komponen yang saling berinteraksi untuk mencapai tujuan tertentu. Dalam konteks pariwisata, sistem informasi berfungsi untuk mengelola dan menyajikan data objek wisata secara efektif, sehingga mempermudah pengunjung dalam mendapatkan informasi yang dibutuhkan.

2.2 Pengertian Pariwisata

Pariwisata didefinisikan sebagai perjalanan sementara ke suatu tempat dengan tujuan rekreasi atau bisnis. Sektor ini berkontribusi besar terhadap perekonomian daerah, terutama di Kabupaten Langkat yang memiliki banyak objek wisata menarik.

2.3 Multimedia

Multimedia menggabungkan berbagai bentuk media seperti teks, gambar, suara, dan video untuk menciptakan pengalaman interaktif. Dalam sistem informasi pariwisata, multimedia digunakan untuk menarik perhatian pengunjung dan menyampaikan informasi dengan cara yang lebih menarik.

III. SEKILAS TENTANG DINAS PARIWISATA KABUPATEN LANGKAT

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Langkat bertanggung jawab dalam pengelolaan dan pengembangan objek wisata di daerah tersebut. Dinas ini berupaya meningkatkan kualitas objek wisata dan mempromosikan potensi pariwisata Kabupaten Langkat.

3.1 Gambaran Umum Dinas Pariwisata Langkat

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Langkat terletak di Jalan Tuanku Imam Bonjol, Stabat. Dinas ini berfokus pada peningkatan kualitas objek wisata dan menyediakan informasi pariwisata melalui booklet dan brosur yang dapat diakses oleh masyarakat dan pengunjung.

3.2 Struktur Organisasi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Langkat

Dinas ini dipimpin oleh seorang Kepala Dinas dan dibantu oleh beberapa pejabat struktural. Struktur organisasi ini dirancang untuk mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi dinas dalam pengembangan pariwisata di Kabupaten Langkat.

3.3 Tugas Pokok dan Fungsi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata

Dinas ini bertugas membantu Gubernur dalam pembinaan seni budaya dan pemasaran pariwisata. Selain itu, Dinas juga berfungsi sebagai penghubung antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam pengembangan objek wisata.

IV. ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM

Analisis dan perancangan sistem informasi pariwisata dilakukan untuk mengidentifikasi masalah dan merancang solusi yang lebih baik. Proses ini melibatkan analisis sistem yang ada dan perancangan sistem baru yang lebih efektif.

4.1 Analisis Sistem

Analisis sistem bertujuan untuk mengidentifikasi kekurangan dari sistem yang ada dan merancang sistem baru yang lebih menarik dan mudah digunakan. Hal ini penting untuk meningkatkan pengalaman pengguna dalam mengakses informasi pariwisata.

4.2 Perancangan Output

Perancangan output sistem informasi mencakup desain layout yang menarik dan fungsional. Layout harus memudahkan navigasi pengguna dan menyajikan informasi dengan jelas, termasuk bagian header, konten, dan footer.

4.3 Perancangan Basis Data

Basis data yang baik sangat penting untuk mendukung sistem informasi. Rancangan basis data harus mencakup tabel-tabel yang menyimpan informasi penting seperti data login, berita, dan galeri objek wisata.

4.4 Diagram Konteks

Diagram konteks memberikan gambaran umum tentang sistem dan interaksi antara pengguna dan sistem. Ini membantu dalam memahami arus informasi dan proses yang terjadi dalam sistem informasi pariwisata.

4.5 Data Flow Diagram

Data Flow Diagram (DFD) digunakan untuk menggambarkan aliran data dalam sistem. DFD membantu dalam memecah sistem menjadi modul-modul yang lebih kecil dan memudahkan pemahaman bagi pengguna yang kurang familiar dengan teknologi.

V. IMPLEMENTASI SISTEM

Implementasi sistem adalah tahap penerapan desain sistem ke dalam bahasa pemrograman yang sesuai. Tahap ini bertujuan untuk memastikan bahwa sistem berfungsi dengan baik dan memenuhi kebutuhan pengguna.

5.1 Pengertian Implementasi Sistem

Implementasi sistem mencakup penerapan sistem informasi dalam pengolahan data untuk menghasilkan informasi yang berguna. Proses ini melibatkan pengujian dan dokumentasi sistem untuk memastikan kelancaran operasional.

5.2 Tujuan Implementasi Sistem

Tujuan implementasi adalah untuk menyelesaikan desain sistem, memastikan pengguna dapat mengoperasikan sistem baru, dan menguji sistem untuk memenuhi kebutuhan pengguna. Rencana konversi sistem juga harus dilakukan dengan baik.

5.3 Komponen-Komponen Kebutuhan Sistem

Komponen yang diperlukan untuk mendukung sistem termasuk hardware, software, dan brainware. Hardware mencakup spesifikasi komputer, software meliputi sistem operasi dan alat pengembangan, sedangkan brainware adalah sumber daya manusia yang mengoperasikan sistem.

VI. PENUTUP

Bagian ini menyimpulkan hasil penelitian dan memberikan saran untuk pengembangan sistem informasi pariwisata di Kabupaten Langkat. Diharapkan sistem yang dirancang dapat berkontribusi pada peningkatan sektor pariwisata.

6.1 Kesimpulan

Sistem informasi pariwisata yang dirancang dapat memberikan informasi yang akurat dan menarik bagi pengunjung. Dengan adanya multimedia, pengunjung dapat lebih mudah memahami informasi tentang objek wisata di Kabupaten Langkat.

6.2 Saran

Dinas Pariwisata diharapkan dapat berpartisipasi aktif dalam memperbarui informasi di website dan menjaga keberlanjutan sistem agar tetap relevan dan berguna bagi masyarakat dan pengunjung.

Gambar

Gambar 4.1 Perancangan Halaman Utama
Gambar 4.2 PerancanganHalaman Admin
Tabel 4.2 Data Berita
Gambar Varchar
+7

Referensi

Dokumen terkait

Selain wisata alam dan wisata budaya, tempat wisata yang tak. kalah pentingnya di Kabupaten Klaten adalah wisata

Permasalahan di atas dapat diselesaikan dengan Sistem Informasi Pariwisata, masyarakat (dalam hal ini wisatawan) dapat mengetahui apa sajakah tempat wisata di Samarinda,

Berdasarkan fakta diatas, pada penulisan tugas akhir ini penulis membahas tentang bagaimana cara memperkenalkan pariwisata di Sumatera Utara khususnya di

Dalam pencatatan data pengunjung tempat wisata, pengelola wisata tidak mencatat semua wisatawan yang berkunjung yang mengakibatkan data pengunjung wisata yang diterima oleh

Bagaimana membuat wisatawan dapat mengetahui informasi terkini dari tempat. wisata yang hendak

Dengan judul Skripsi “ Sistem Informasi Geografis Pariwisata Berbasis Android Studi Kasus pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bogor ” Disusun sebagai

Dengan dibangunnya Sistem Informasi Geografis Pariwisata Kabupaten Karanganyar Berbasis Android ini nantinya akan memberikan informasi dalam bentuk peta obyek wisata

Form ini berisi tentang ketarangan tempat wisata berdasarkan daftar nama tempat wisata yang telah dipilih, keterangannnya meliputi nama objek wisata, alamat objek