Perancangan Alat Ukur Kadar Alkohol Menggunakan Sensor MQ-3 Berbasis Atmega 16

59  12 

Loading.... (view fulltext now)

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

PERANCANGAN ALAT UKUR KADAR ALKOHOL

MENGGUNAKAN SENSOR MQ-3 BERBASIS ATMEGA16

TUGAS AKHIR

FADHLY SAKTI RITONGA

112411015

PROGRAM STUDI DIPLOMA III METROLOGI DAN

INSTRUMENTASI

DEPARTEMEN FISIKA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

MEDAN

(2)

PERANCANGAN ALAT UKUR KADAR ALKOHOL

MENGGUNAKAN SENSOR MQ-3 BERBASIS ATMEGA16

TUGAS AKHIR

Diajukan untuk melengkapi tugas dan memenuhi syarat memperoleh Ahli Madya

PROGRAM STUDI DIPLOMA III METROLOGI DAN

INSTRUMENTASI

DEPARTEMEN FISIKA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

MEDAN

(3)

PERSETUJUAN

Judul : PERANCANGAN ALAT UKUR KADAR ALKOHOL

MENGGUNAKAN SENSOR MQ-3 BERBASIS ATMEGA16

Kategori : TUGAS AKHIR

Nama : FADHLY SAKTI RITONGA

No.Induk Mahasiswa : 112411015

Program Studi : D3 METROLOGI DAN ISNTRUMENTASI

Departemen : FISIKA

Fakultas : MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

(FMIPA) UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

Diluluskan di

Medan, 21Juli2014

Ketua Program Studi Dosen Pembimbing

D3 Metrologi Instrumentasi Tugas Akhir

Dr. Diana A.Barus, M.Sc

NIP:196607291992032002 NIP:195510301980031003

(4)

PERNYATAAN

PERANCANGAN ALAT UKUR KADAR ALKOHOL

MENGGUNAKAN SENSOR MQ-3 BEBRBASIS ATMEGA 16

TUGAS AKHIR

Saya mengakui bahwa tugasakhir ini adalah hasil kerja saya sendiri, kecuali beberapa

kutipan dan ringkasan yang masing-masing disebutkan sumbernya.

Medan, 21 Juli 2014

FADHLY SAKTI RITONGA

(5)

PENGHARGAAN

Alhamdulillahirobbil’alamin, Segala puji dan syukur bagi Allah

Subhanahuwata’alayang telah melimpahkan barokah, rahmat,hidayah-Nya dan

menganugerahkan kemudahan serta kelancaran sehingga penulis dapat menyelesaikan

penulisan tugas akhir ini sesuai waktu yang telah ditetapkan.Sholawat dan salam

semoga senantiasa tercurahan kepadaRasullah sallallahu’alaihiwassalam sang

pembawa petunjuk dan selalu menjadi inspirasi dan teladan bagi penulis

Penulis menyadari bahwa tersusunnya Tugas Akhir ini dari Do’a, perhatian,

bimbingan, motivasi dan dukungan berbagai pihak, sehingga dengan keikhlasan dan

kerendahan hati pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih yang

sebesar-besarnya kepada :

1. Ayahanda Drs. Panangaran Ritonga M.Si dan Ibunda Hafni Gana Siregar SE,

terima kasih atas kasih sayang pengorbanan dan kepercayaan yang telah

diberikan kepada penulis, serta adikku tercinta Hanifah Hasna Ritonga dan

Habibi Sakti Ritonga terima kasih buat dukungannya, motivasi, moril maupun

materil, dan semangat doa yang diberikan dari awal kuliah sampai penulisan

tugas akhir ini.

2. Ibu Dr. Diana A.Barus,M.Scselaku Ketua Program Studi Metrologi

Instrumentasi Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam.

3. IbuDra. Ratna Askiah Simatupang, M.Si selaku Sekretaris Program Studi

(6)

4. BapakDr. Marhaposan Situmorang selaku dosen pembimbing, yang telah banyak

membantu dan mendukung penyusunan dalam tugas akhir.

5. Seluruh Dosen dan Karyawan Program Studi Diploma Tiga (III) Mertrologi

Instrumentasi Departemen Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan

Alam Universitas Sumatera Utara.

6. Teman-temanku seperjuangan cahya, faqih, iki, ivon, ocak, gatra, aab dan

metrologi & instrumentasi angkatan I yang telah banyak membantu pada masa

perkuliahan.

7. Abang-abang dan teman-teman ukm robotik sikonek usu dan tim roket usu

(bang rhoby, bang hamdan, bang budi, bang oki, bang teguh, bang arif, bg reza,

bg izal, nuril, jepri, boby, astrid, anie, dinda, vadya, nisa, irfayani, wana,

mestika, yuni, ibal, royen, ibnu,) yang telah banyak membantu dorongan dan

semangat kepada penulis.

8. Teman spesial yang selalu ada Tria Meilani Handani S, yang telah banyak

membantu memberi semangat kepada penulis.

Penulis menyadari sepenuhnya bahwa dalam pembuatan Tugas Akhir ini masih jauh

dari kesempurnaan, untuk itu penulis mengharapkan kritik dan saran dari pembaca yang

bersifatnya membangun dalam penyempurnaan TugasAkhir ini.

Medan, 21Juli 2014

Penulis,

(7)

ABSTRAK

Pada Tugas Akhir ini penulis membahas tentang perancangan alat ukur yang

berjudul.“Perancangan Alat Ukur Kadar Alkohol Menggunakan Sensor MQ-3 Berbasis

ATmega16”. Kadar alkohol pada cairan diukur dengan menggunakan sensor gas

alkohol MQ-3. Tegangan keluaran dari sensor MQ-3 kemudian dihubungkan ke

mikrokontroler untuk diproses, yang dengan mengubah tegangan analog ke digital dari

ADC dan ditampilkan dalam bentuk tampilan LCD. Dari hasil peracangan alat ukur

kadar alkohol didapatkan hasil pengujian yang menunjukkan adanya kenaikan nilai

tegangan keluaran sensor saat sensor mendeteksi adanya alkohol.

Hal ini ditunjukkan pada hasil pengujian serta analisa alat ukur kadar alkohol.

(8)

DAFTAR ISI

PERSETUJUAN ... i

PERNYATAAN ... ii

PENGHARGAAN ... iii

ABSTRAK ... v

1.3.Tinjauan Penulsan ... 2

1.4.Batasan Masalah ... 3

1.5.Sistematika Penulisan ... 3

BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Alkohol ... 5

2.2. Sensor Alkhol ... 6

2.3. Mikrokontroler ATmega16 ... 10

(9)

2.3.2. Konfigurasi PIN ATmega16 ... 13

2.4. LCD 16x2 ... 14

2.5. Code Vision AVR ... 16

2.6. Kipas Angin ... 18

2.7. LED ... 19

2.8. Kadar Alkohol ... 20

2.9. Bahaya Alkohol ... 22

BAB III PERANCANGAN ALAT DAN PROGRAM 3.1. Perancangan Blok Diagram ... 23

3.2. Rangkaian Mikrokontroler ATmega16 ... 24

3.3. Rangkaian Power Supplay ... 25

3.4. Rangkaian LCD ... 27

3.5. Flowchart ... 28

BAB IV PENGUJIAN RANGKAIAN DAN ANALISA PROGRAM 4.1. Pengujian Sensor MQ-3 ... 29

4.2. Pengujian Rangkaian Mikrokontroler ATmega16 ... 30

4.3. Pengujian Rangkaian Power Supplay ... 30

(10)

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1. Kesimpulan ... 36

5.2. Saran ... 36

DAFTAR PUSTAKA ... 37

(11)

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1. Ilustrasi Ketika Terdeteksi Adanya Gas Alkohol ... 6

Gambar 2.2. Lapisan Bahan Dalam Sensor ... 7

Gambar 2.3. Rangkaian dan Gambar Alkohol Gas Sensor MQ-3 ... 8

Gambar 2.4. Prinsip Kerja Sensor ... 9

Gambar 2.5. Blok Diagram ATmega16... 11

Gambar 2.6. Konfigurasi Pin ATmega16 ... 13

Gambar 2.7. LCD karakter 2x16 ... 14

Gambar 2.8. Kipas angina ... 19

(12)

DAFTAR TABEL

2.1. Fungsi pin LCD karakter 2x16 ... 15

4.1. Hasil Pengujuan Kadar Alkohol 70% ... 32

(13)

ABSTRAK

Pada Tugas Akhir ini penulis membahas tentang perancangan alat ukur yang

berjudul.“Perancangan Alat Ukur Kadar Alkohol Menggunakan Sensor MQ-3 Berbasis

ATmega16”. Kadar alkohol pada cairan diukur dengan menggunakan sensor gas

alkohol MQ-3. Tegangan keluaran dari sensor MQ-3 kemudian dihubungkan ke

mikrokontroler untuk diproses, yang dengan mengubah tegangan analog ke digital dari

ADC dan ditampilkan dalam bentuk tampilan LCD. Dari hasil peracangan alat ukur

kadar alkohol didapatkan hasil pengujian yang menunjukkan adanya kenaikan nilai

tegangan keluaran sensor saat sensor mendeteksi adanya alkohol.

Hal ini ditunjukkan pada hasil pengujian serta analisa alat ukur kadar alkohol.

(14)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Kemajuan teknologi dalam pengukuran besaran listrik kini berkembang pesat.

Perkembangan alat ukur tersebut dapat menumbuhkan teknologi dalam bidang

elektronika. Dalam pengukuran dibutuhkan instrumen sebagai suatu cara fisis untuk

menentukan suatu besaran (kuantitas) atau variabel. Sebuah instrumen dapat

didefinisikan sebagai sebuah alat yang digunakan untuk menentukan nilai atau besaran

dari suatu kuantitas atau variabel. Alat ukur instrumen, dari segi kemampuan harus

mengandung ketelitian dan ketepatan. Dalam pengukuran dibutuhkan adanya ketelitian

dan ketepatan.

Ketelitian (accuracy) adalah harga terdekat dengan mana suatu pembacaan

instrumen mendekati harga sebenarnya dari variabel yang diukur. Ketepatan (precision)

adalah suatu ukuran instrumen untuk mengukur kadar alkohol yang terkandung pada

suatu zat atau produk. Alkohol merupakan suatu zat yang apabila di gunakan atau di

konsumsi secara berlebihan dan terus menerus akan membahayakan kondisi tubuh

konsumen. Kejadian yang seringkali terjadi di sekitar kita adalah telah banyaknya

terjadi kecelakaan lalu lintas maupun pada pengoperasian mesin-mesin pabrik yang

disebabkan karena penendali mesin maupun teknisi tersebut menjalankan tugasnya

dalam keadaan mabuk karena terlalu berlebihan dalam mengkonsumsi alkohol. Proses

untuk indentifikasi kadar alkohol . Proses ini umumnya dilakukan pada laboratorium

(15)

mengukur kadar kandungan alkohol yang akurat, murah dan mudah dipakai. Alat

pengukur kadar alkohol mempunyai fungsi untuk mengukur kandungan alkohol pada

produk – produk yang telah banyak beredar di sekitar kita dan sering kita konsumsi.

Belum adanya suatu alat yang sederhana yang dapat mendeteksi kadar alcohol menjadi

dasar pemikiran penulis. Berdasarkan hal tersebut penulis merancang alat yang menjadi

Tugas Akhir denga judul “Perancangan Alat Ukur Kadar Alkohol Menggunakan sensor

MQ-3 Berbasis ATMEGA 16”. Dapat terwujud dengan membuat system yang

menggunakan sensor pendeteksi gas alcohol yaitu sensor MQ-3, menggunakan

rangkaian mikrokontroler, dan menampilkan hasilnya melalui LCD.

1.2 Rumusan Masalah

Laporan proyek ini membahas tentang pengukuran kadar alkohol MQ-3

yang terdiri dari alkohol, Mikrokontroler ATMEGA16 sebagai pusat kendalinya

beserta software pemrogramannnya, LCD sebagai tampilannya.

1.3 Tujuan Penulisan

Penulisan laporan proyek ini adalah untuk:

1. Sebagai salah satu syarat untuk dapat menyelesaikan program Diploma

Tiga

(D-III) Metrologi Instrumentasi FMIPA Universitas Sumatera Utara.

2. Pengembangan kreatifitas mahasiswa dalam bidang ilmu

instrumentasi

3. Merancang suatu alat pengukuran kadar alkohol pada Tampilan LCD dengan

menggunakan Mikrokontroler ATMEGA16.

(16)

5. Untuk mengetahui kadar uap cairan pada alkohol

6. Penulis ingin memberikan penjelasan tentang penggunaan dan cara kerja

1.4 Batasan Masalah

1. ATMEGA16 sebagai pengontrol yang digunakan untuk alat ukur kadar alkohol

2. Karakteristik dari sensor MQ-3

3. Pembahasan hanya meliputi rangkaian mikrokontroler ATMEGA16, sensor

MQ-3 dan display ke LCD beserta programnya.

1.5. Sistematika Penulisan

Untuk mempermudah pembahasan dan pemahaman, penulis membuat

sistematika penulisan bagaimana sebenarnya prinsip kerja dari pengukuran kadar

alkohol berbasis mikrokontroler ATMega 16, maka penulis menulis tugas akhir ini

dengan urutan sebagai berikut :

BAB I : PENDAHULUAN

Berisi latar belakang permasalahan, batasan masalah, tujuan

pembahasan, metodologi pembahasan, sistematika penulisan dan relevansi dari

penulisan tugas akhir ini.

BAB II : LANDASAN TEORI

Dalam bab ini dijelaskan tentang teori pendukung yang digunakan

untuk pembahasan dan cara kerja dari rangkaian teori pendukung itu antara

lain tentang Mikrokontroler Atmega 8535, MQ-3, bahasa program yang

dipergunakan, serta cara kerja dari mikrokontroler Atmega 8535 dan

(17)

BAB III : PERANCANGAN SISTEM

Membahas tentang perencanaan dan pembuatan sistem secara

keseluruhan.

BAB IV : PENGUJIAN RANGKAIAN

Berisi tentang uji coba alat yang telah dibuat, pengoperasian dan

spesifikasi alat. dll

BAB V : KESIMPULAN DAN SARAN

Merupakan kesimpulan dari pembahasan pada bab-bab sebelumnya dan

(18)

BAB II

LANDASAN TEORI

Landasan teori sangat membantu untuk dapat memahami suatu sistem. Selain

dari pada itu dapat juga dijadikan sebagai bahan acuan didalam merencanakan suatu

system. Dengan pertimbangan hal-hal tersebut, maka landasan teori merupakan bagian

yang harus dipahami untuk pembahasan selanjutnya. Pengetahuan yang mendukung

perencanaan dan realisasi alat meliputi pengukuran alkohol, mikrokontroler ATMega

16, sensor suhu MQ-3, LCD dan program

2.1 Alkohol

Alkohol adalah zat penekan susunan syaraf pusat meskipun dalam jumlah kecil

mungkin mempunyai efek stimulasi ringan Alkohol sering dipakai untuk menyebut

etanol, yang sering juga disebut grain alcohol; dan kadang untuk minuman yang

mengandung alkohol. Hal ini disebabkan karena memang etanol yang digunakan

sebagian bahan dasar pada minuman tersebut, bukan metanol, atau group alkhol lainnya.

Begitu juga dengan alkohol yang digunakan untuk dalam dunia farmasi. Alkohol yang

dimaksudn adalah etanol.

Etanol disebut juga etil alkohol, alkohol murni, alkohol absolut, atau alkohol

saja, adalah sejenis cairan yang mudah menguap, mudah terbakar, tak berwarna, dan

merupakan alkohol yang paling sering digunakan dalam sehari-hari. Senyawa ini

merupakan obat psikopatif dan dapat ditemukan pada minuman berakohol dan

(19)

tidaklah dikonsumsi manusia, yang sering dikonsumsi adalah minuman yang

mengandung bahan sejenis alkohol, biasanya adalah ethyl alcohol atau ethanol. Bahan

ini dihasilkan dari proses fermentasi gula yang dikandung dari malt dan beberapa

buah-buahan seperti hop, anggur dan sebagainya.

2.2 Sensor Alkohol

Sebenarnya sensor secara umum didefinisikan sebagai alat yang mampu

menangkap fenomena fisika atau kimia kemudian mengubahnya menjadi sinyal elektrik

baik arus listrik ataupun tegangan. Fenomena fisik yang mampu menstimulus sensor

untuk menghasilkan sinyal elektrik meliputi temperatur, tekanan, gaya, medan

magnet,cahaya, pergerakan dan sebagainya. Sementara fenomena kimia dapat berupa

konsentrasi dari bahan kimia baik cairan maupun gas.

Jika konsentrasi gas menurun, proses deoksidasi akan terjadi, rapat permukaan dari

muatan negatif oksigen akan berkurang, dan mengakibatkan menurunnya ketinggian

penghalang dari daerah sambungan.

Gambar 2.1 Ilustrasi Ketika Terdeteksi Adanya Gas Alkohol

Sensor gas MQ-3 merupakan salah satu sensor utama dalam penelitian ini.

Sensor ini merupakan sebuah sensor kimia atau sensor gas. Sensor ini mempunyai nilai

(20)

Sensor MQ-3 mempunyai tingkat sensitivitas yang tinggi terhadap dua jenis gas

tersebut. Jika sensor tersebut mendeteksi keberadaan gas-gas tersebut di udara dengan

tingkat konsentrasi tertentu, maka sensor akan menganggap terdapat gas alkohol di

udara. Dan ketika sensor mendeteksi keberadaan gas-gas tersebut maka resistansi

elektrik sensor tesebut akan menurun yang menyebakan tegangan yang dihasilkan oleh

output sensor akan semakin besar. Selain itu, sensor juga mempunyai sebuahpemanas

(heater) yang digunakan untuk membersihkan ruangan sensor dari kontaminasi udara

luar agar sensor dapat bekerja kembali secara efektif.

Gambar 2.2 Lapisan Bahan Dalam Sensor

Alkohol Gas Sensor MQ-3 merupakan sensor alkohol yang cocok untuk

mendeteksi kadar alkohol secara langsung, misal pada nafas kita. Sensor alkohol MQ-3

memiliki sensitivitas tinggi dan waktu respon yang cepat. Rangkaian driver untuk

(21)

Outputdari Sensor alkohol MQ-3 ini berupa tegangan analog yang sebanding dengan

kadar alkohol yang diterima. Antarmuka yang diperlukan cukup sederhana, bisa

menggunakan ADC yang dapat merespon tegangan 0 volt – 3,3 volt saja. Nilai resistor

yang dipasang harus dibedakan untuk berbagai jenis konsentrasi gas. Jadi perlu

dikalibrasi untuk 0,4mg/L (sekitar 200ppm) konsentrasi alkohol di udara dan resistansi

pada output sekitar 200K (100K sampai 470K).

Gambar 2.3 Rangkaian dan Gambar Alkohol Gas Sensor MQ-3

Spesifikasi dari alkohol gas sensor MQ-3 adalah :

1. Sensitivitas terhadap kadar alkohol tinggi dan rendah.

2. Respon yang cepat dan sensitivitas tinggi.

3. Stabil dan tahan lama.

4. Tegangan sumber 5V DC atau AC.

5. Suhu operasi -10 sampai 70o C.

6. Konsumsi daya kurang dari 750mW.

Adapun prinsip kerja dari sensor ini adalah sebagai berikut, Sensor gas MQ-3

hanya terdiri dari sebuah lapisan silikon dan dua buah elektroda pada masing-masing

(22)

lapisan silikon ini dialiri oleh arus listrik. Tanpa adanya gas alkohol yang terdeteksi,

arus yang mengalir pada silikon akan tepat berada ditengah-tengah silikon dan

menghasilkan tegangan yang sama antara elektroda sebelah kiri dan elektroda sebelah

kanan, sehingga beda tegangan yang dihasilkan pada output adalah sebesar 0 volt.

Gambar Prinsip kerja sensor, saat tidak ada gas alkohol yang terdeteksi

SE\

Gambar 2.4Prinsip Kerja Sensor

Ketika terdapat gas alkohol yang mempengaruhi sensor ini, arus yang mengalir akan

berbelok mendekati atau menjauhi salah satu sisi silikon. Ketika arus yang melalui

lapisan silikon tersebut mendekati sisi silikon sebelah kiri maka terjadi

ketidakseimbangan tegangan output dan hal ini akan menghasilkan beda tegangan di

outputnya. Begitu pula bila arus yang melalui lapisan silikon tersebut mendekati sisi

silikon sebelah kanan. Semakin besar konsentrasi gas yang mempengaruhi sensor ini,

pembelokan arus di dalam lapisan silikon juga semakin besar, sehingga

ketidakseimbangan tegangan antara kedua sisi lapisan silikon pada sensor semakin besar

pula. Semakin besar ketidakseimbangan tegangan ini, beda tegangan pada output juga

(23)

2.3Mikrokontroller Atmega16

Mikrokontroler sesuai namanya adalah suatu alat atau komponen pengontrol atau

pengendali yang berukuran mikro atau kecil. Sebelum ada mikrokontroler, telah ada

terlebih dahulu muncul mikroprosesor. Bila dibandingkan dengan mikroprosesor,

mikrokontroler jauh lebih unggul karena terdapat berbagai alasan, diantaranya :

a. Tersedianya I/O

I/O dalam mikrokontroler sudah tersedia sementara pada mikroprosesor

dibutuhkan IC tambahan untuk menangani I/O tersebut. IC I/O yang dimaksud adalah

PPI 8255.

b. Memori Internal

Memori merupakan media untuk menyimpan program dan data sehingga mutlak

harus ada. Mikroprosesor belum memiliki memori internal sehingga memerlukan IC

memori eksternal. Dengan kelebihan-kelebihan di atas, ditambah dengan harganya yang

relatif murah sehingga banyak penggemar elektronika yang kemudian beralih ke

mikrokontroler. Namun demikian, meski memiliki berbagai kelemahan, mikroprosesor

tetap digunakan sebagai dasar dalam mempelajari mikrokontroler. Inti kerja dari

keduanya adalah sama, yakni sebagai pengendali suatu sistem.

Mikrokontroler adalah otak dari suatu sistem elektronika seperti halnya

mikroprosesor sebagai otak komputer. Namun mikrokontroler memiliki nilai tambah

karena didalamnya sudah terdapat memori dan sistem input/output dalam suatu kemasan

IC. Mikrokontroler AVR (Alf and Vegard’s RISC processor) standar memiliki arsitektur

(24)

dieksekusi dalam satu siklus clock. Berbeda dengan instruksi MCS-51 yang

membutuhkan 12 siklus clock karena memiliki arsitektur CISC (seperti komputer).

2.3.1Arsitektur ATmega16

(25)

Dari gambar tersebut dapat dilihat bahwa Atmega16 memiliki bagian sebagai berikut :

1. Saluran I/O sebanyak 32 buah, yaitu Port A, Port B, Port C,

PortD.

2. ADC 10 bit sebanyak 8 saluran.

3. Tiga buah Timer/Counter dengan kemampuan pembandingan.

4. CPU yang terdiri atas 32 buah register.

5. Watchdog Timer dengan osilator internal.

6. SRAM sebesar 512 byte.

7. Memori Flash sebesar 8 kb dengan kemampuan Read While

Write.

8. Unit interupsi internal dan eksternal.

9. Port antarmuka SPI.

10. EEPROM sebesar 512 byte yang dapat diprogram saat operasi.

11. Antarmuka komparator analog.

12. Port USART untuk komunikasi serial

Secara umum, AVR dapat dikelompokkan menjadi 4 kelas, yaitu keluarga

ATTiny, keluarga AT90Sxx, keluarga ATMega dan AT89RFxx. Pada dasarnya yang

membedakan masing-masing kelas adalah memori, peripheral, dan fungsinya. Dari segi

arsitektur dan instruksi yang digunakan, mereka bisa dikatakan hampir sama. Oleh

karena itu, dipergunakan salah satu AVR produk Atmel, yaitu Atmega16. Selain mudah

didapatkan dan lebih murah Atmega8535 juga memiliki fasilitas yang lengkap.

Untuk tipe AVR ada 3 jenis yaitu ATTiny, AVR klasik, dan ATMega. Perbedaannya

(26)

EEPROM, dan lain sebagainya. Salah satu contohnya adalah ATMega 16. Memiliki

teknologi RISC dengan kecepatan maksimal 16 MHz membuat ATMega 16 lebih cepat

bila dibandingkan dengan varian MCS51. Dengan fasilitas yang lengkap tersebut

menjadikan Atmega16 sebagai mikrokontroler yang powerfull. Adapun blok

diagramnya sebagai berikut :

2.3.2Konfigurasi PIN Atmega16

Gambar 2.6 Konfigurasi Pin ATMega16

Mikrokontroler Atmega16 mempunyai jumlah pin sebanyak 40 buah, dimana 32

pin digunakan untuk keperluan port I/O yang dapat menjadi pin input/output sesuai

konfigurasi. Pada 32 pin tersebut terbagi atas 4 bagian (port), yang masing-masingnya

terdiri atas 8 pin. Pin-pin lainnya digunakan untuk keperluan rangkaian osilator, supply

tegangan, reset, serta tegangan referensi untuk ADC. Untuk lebih jelasnya,konfigurasi

pin Atmega16 dapat dilihat pada gambar 2.5.

Berikut ini adalah susunan pin-pin dari Atmega16;

(27)

• GND merupakan pin ground

• Port A (PA0..PA7) merupakan pin I/O dua arah dan pin masukan ADC

• Port B (PB0..PB7) merupakan pin I/O dua arah dan pin fungsi khusus, yaitu

Timer/Counter, Komparator Analog, dan SPI

• Port C (PC0..PC7) merupakan pin I/O dua arah dan pin fungsi khusus, yaitu

TWI, Komparator Analog, dan Timer Oscilator

• Port D (PD0..PD7) merupakan pin I/O dua arah dan pin fungsi khusus, yaitu

Komparator Analog, Interupsi Iksternal dan komunikasi serial USART

• Reset merupakan pin yang digunakan untuk mereset mikrokontroler

• XTAL1 dan XTAL2 merupakan pin masukkan clock eksternal (osilator

menggunakan kristal, biasanya dengan frekuensi 11,0592 MHz).

2.4 LCD12x16

LCD (Liquid Crystal Display) adalah modul penampil yang banyak digunakan

karena tampilannya menarik. LCD yang paling banyak digunakan saat ini ialah tipe

LCD 16×2 M1632 karena harganya cukup murah. LCD 16×2

LCD karakter 2x16 digunakan untuk menampilkan persentase kadar alkohol.

M1632 merupakan modul

LCD dengan tampilan 2×16 (2 baris x 16 kolom) dengan konsumsi daya rendah.

Gambar 2.7 LCD Karakter 2x16

Adapun fungsi dari masing-masing (konfigurasi) pi pada LCD karakter 2x16

(28)

2.1. Fungsi Pin LCD karakter 2x16

0= Intruction Register

1=Read Mode

5 R/W Read/ Write, to choose write or read mode

0=Write Mode

1=Read Mode

6 E Enable

0= start to lacth to LCD character

(29)

2.5CodevisionAVR

CodeVisionAVR merupakan sebuah cross-compiler C, Integrated Development

Environtment (IDE), dan Automatic Program Generator yang didesain untuk

mikrokontroler buatan Atmel seri AVR. CodeVisionAVR dapat dijalankan pada sistem

operasi Windows 95, 98, Me, NT4, 2000, dan XP. Cross-compiler C mampu

menerjemahkan hampir semua perintah dari bahasa ANSI C, sejauh yang diijinkan oleh

arsitektur dari AVR, dengan tambahan beberapa fitur untuk mengambil kelebihan

khusus dari arsitektur AVR dan kebutuhan pada sistem embedded.

File object COFF hasil kompilasi dapat digunakan untuk keperluan debugging

pada tingkatan C, dengan pengamatan variabel, menggunakan debugger Atmel AVR

Studio. IDE mempunyai fasilitas internal berupa software AVR Chip In-System

Programmer yang memungkinkan Anda untuk melakukan transfer program kedalam

chip mikrokontroler setelah sukses melakukan kompilasi/asembli secara otomatis.

Software In-System Programmer didesain untuk bekerja dengan Atmel

STK500/AVRISP/AVRProg, Kanda Systems STK200+/300, Dontronics DT006, Vogel

Elektronik VTEC-ISP, Futurlec JRAVR dan MicroTronics ATCPU/Mega2000

programmers/development boards. Untuk keperluan debugging sistem embedded, yang

menggunakan komunikasi serial, IDE mempunyai fasilitas internal berupa sebuah

Terminal. Selain library standar C, CodeVisionAVR juga mempunyai library tertentu

untuk:

15 BPL Back Plane Light

(30)

• Modul LCD alphanumeric

• Bus I2C dari Philips

• Sensor Suhu LM75 dari National Semiconductor

• Real-Time Clock: PCF8563, PCF8583 dari Philips, DS1302 dan DS1307 dari

Maxim/Dallas Semiconductor

• Protokol 1-Wire dari Maxim/Dallas Semiconductor

• Sensor Suhu DS1820, DS18S20, dan DS18B20 dari Maxim/Dallas

Semiconductor

• Termometer/Termostat DS1621 dari Maxim/Dallas Semiconductor

• EEPROM DS2430 dan DS2433 dari Maxim/Dallas Semiconductor

• SPI

• Power Management

• Delay

• Konversi ke Kode Gray

CodeVisionAVR juga mempunyai Automatic Program Generator bernama

CodeWizardAVR, yang mengujinkan Anda untuk menulis, dalam hitungan menit,

semua instruksi yang diperlukan untuk membuat fungsi-fungsi berikut:

• Set-up akses memori eksternal

• Inisialisasi port input/output

• Inisialisasi interupsi eksternal

• Inisialisasi Timer/Counter

(31)

• Inisialisasi UART (USART) dan komunikasi serial berbasis buffer yang

digerakkan oleh interupsi

• Inisialisasi Pembanding Analog

• Inisialisasi ADC

• Inisialisasi Antarmuka SPI

• Inisialisasi Antarmuka Two-Wire

• Inisialisasi Antarmuka CAN\

• Inisialisasi Bus I2C, Sensor Suhu LM75, Thermometer/Thermostat DS1621 dan

Real-Time Clock PCF8563, PCF8583, DS1302, dan DS1307

• Inisialisasi Bus 1-Wire dan Sensor Suhu DS1820, DS18S20

• Inisialisasi modul LCD

2.6 Kipas Angin

Kipas angin adalah alat yang dapat mengubah energy listrik menjadi energy

gerak. Dengan menggunakan motor listrik yang berguna untuk mengubah energy listrik

menjadi energy gerak. Dalam motor listrik, ada kumparan besi yang bergerak dan

sepasang magnet (U) pada bagian yang diam. Saat listrik mengalir pada lilitan kawat

dalam kumparan besi, peristiwa ini mengubah kumparan besi menjadi magnet (S).

Magnet menghasilkan gaya berputar secara periodik pada kumparan besi, Hal ini

disebabkan oleh sifat magnet yang saling tolak menolak pada kedua kutubnya, sehingga

gaya tolak menolak magnet antara sepasang magnet dan kumparan besi membuat gaya

(32)

Gambar 2.8 kipas angin

2.7 LED

LED adalah suatu semikonduktor yang memancarkan cahaya monokromatik

yang tidak koheren ketika diberi tegangan maju. Gejala initermasuk bentuk

elektroluminesensi, warna yang dihasilkan bergantung pada bahan semikonduktor

yangdipakai.

Gambar 2.9 LED

Sebuah LED adalah sejenis dioda semikonduktor istimewa. Seperti sebuah dioda

normal, LED terdiri dari sebuah chip bahan semikonduktor yang diisi penuh, atau

di-dop, dengan ketidakmurnian untuk menciptakan sebuah struktur yang disebut p-n

junction. Pembawa muatan elektron dan lubang mengalir ke junction dari elektroda

dengan voltase berbeda. Ketika elektron bertemu dengan lubang, dia jatuh ke

tingkatenergi yang lebih rendah, dan melepas energi dalam bentuk photon.

(33)

Chip LED mempunyai kutub positif dan negatif (p-n) dan hanya akan menyala bila

diberikan arus maju. Ini dikarenakan LED terbuat dari bahan semikonduktor yang hanya

akan mengizinkan arus listrik mengalir ke satu arah dan tidak ke arah sebaliknya.

BilaLED diberikan arus terbalikhanya akan ada sedikit arus yang melewati chip LED.

Ini menyebabkan chip LED tidak akan mengeluarkan emisi cahaya. Chip LED pada

umumnya mempunyai tegangan rusak yang relatif rendah. Bila diberikan tegangan

beberapa volt ke arah terbalik, biasanya sifat isolator searah LED akan jebol

menyebabkan arus dapat mengalir ke arah sebaliknya.

Karakteristik chip LED pada umumnya adalah sama dengan karakteristik dioda

yang hanya memerlukan tegangan tertentu untuk dapat beroperasi. Namun bila

diberikan tegangan yang terlalu besar, LED akan rusak walaupun tegangan yang

diberikan adalah tegangan maju. Tegangan yang diperlukan sebuah dioda untuk dapat

beroperasi adalah tegangan maju (Vf).

2.8.Kadar Alkohol

Menurut Permenkes RI No./Menkes/Per/IV/1997 tentang minuman keras, yang

dimaksud dengan minuman keras adalah semua jenis

1. Golongan A yaitu minuman keras dengan kadar alkohol 1-50%

2. Golongan B yaitu minuman keras dengan kadar alkohol 5-20%

3. Golongan C yaitu minuman keras dengan kadar alcohol 20-50%

Berdasarkan Keputusan Presiden No.3 tahun 1997 tentang minuman beralkohol, izin

produksi minuman beralkohol di berikan oleh Menteri Perindustrian dan Perdagangan

RI sedangkan untuk izin peredaranya berikan oleh Menteri Kesehatan (sekarang Badan

(34)

Lokasi penjualan keras seperti restaurant, kedai, bar atau tempat lain untuk diminum di

tempat penjualan, tidak boleh berdekatan dengan tempat ibadah,sekolah, dan rumah

sakit.

1. Dilarang memproduki dan mengimpor minuman keras tanpa izin Menteri

2. Dilarang mengedarkan minuman keras yang mengandung methanol lebih

dari 0,1% ihitung terhadap etanol

3. Dilarang menjual/menyerahkan minuman keras kepada anak dibawah umur

16 tahun

4. Pada penyerahan minuman keras golongan C kepada konumen pengecer

minuman keras harus mencatat tanggal penyerahan, namadan alamat

penerima, nomor dan tanggal paspor atau KTP serta jenis dan jumlah

minuman keras yang bersangkutan.

5. Dilarang mengiklankan minuman keras golongan C

(35)

2.9. Bahaya Alkohol

Alkohol dapat menggangu sistem saraf, orang yang kebanyakan minuman

salkohol tidak peka terhadap keadaan lingkungan sekitar dan juga tidak sadar

mengatakan apa dan berada dimana. Hal ini disebabkan karena sarafnya tidak bekerja

dengan baik.Dalam konsentrasi tinggi alkohol dapat mempengaruhi saraf pusatmanusia

yang mengandung bahan sejenis alkohol.

Bahan psikoaktif yang terdapat dalam alkohol adalah etil alkohol yang diperoleh dari

proses fermentasi madu, gula sari buah atau umbi-umbian. Nama yang populer

minuman keras (miras), kamput, tomi (topi miring), cap tikus, dll. Minuman beralkohol

mempunyai kadar yang berbeda-beda, misalnya bir soda dan alkohol (1-7% alkohol),

anggur (10-15% alkohol). Dan minuman keras yang disebut dengan spirit (35-50%

alkohol). Konsentrasi alkohol dalam darah dicapai dalam 30-90 menit setelah diminum.

Ketika kandungan alkohol darah mencapai 5% (5 bagaian alkohol per 100 bagian cairan

darah) maka si peminum akan mengalami sensasi positif, seperti perasaan relaks dan

kegembiraan (euphoria). Dan pada kandungan di atas 5% maka si peminum akan

merasa tidak enak dan secara bertahap akan kehilangan kendali bicara, keseimbangan

dan emosi jika kandungan alkohol dalam darah dinaikkan lagi sampai 0,1 % maka si

peminum akan mabuk total . kemudian pada tingkat 0,2 % beberapa sudah pingsan. Jika

mencapai 0,3% sebagian orang akan mengalami koma, dan jika mencapai 0,4% si

peminum kemungkinan besar tewas. Di indonesia penjualan minum berakohol di batasi

(36)

BAB III

PERANCANGANGAN ALAT DAN PEMBUATAN SISTEM

3.1 Perancangan Blok Diagram

Diagram rancangan dari alat pendeteksi alkohol ini adalah sebagai berikut:

Gambar 3.1 Diagram blok pendeteksi kadar alkohol

Pada konsep rancangan ini penulis akan memberikan gambaran cara kerja dari

diagram teresebut yaitu:

Sensor alkohol akan mendeteksi kadar alkohol, kemudian hasil inputan tersebut

dikirim ke ATmega16. Input dari sensor berupa tegangan analog yang dikirim ke

ATmega16.

SENSOR ALKOHOL MQ-3

ATMEGA 16

KIPAS

(37)

Kipas memberikan kadar uap terhadap alkohol dan ATmega16 menerima

inputan analog dari sensor alkohol, kemudian mengolahnya menjadi data digital dan

mengkonversinya menjadi nilai dalam bentuk persen. Hasilnya akan ditampilkan di

LCD berupa data kadar alkohol.

LCD akan menampilkan nilai kadar alcohol sesuai input dari ATmega16, hal ini

sesuai program yang diisikan pada rangkaian ATmega 16.

3.2. Rangkaian Mikrokontroller ATMega16

Rangkaian sistem minimum mikrokontroler ATMEGA 16 dapat dilihat pada

gambar 3.2 di bawah ini :

(38)

Dari gambar 3.2 Rangkaian tersebut berfungsi sebagai pusat kendali dari seluruh

sistem yang ada. Komponen utama dari rangkaian ini adalah IC Mikrokontroler

ATMega16. Semua program diisikan pada memori dari IC ini sehingga rangkaian dapat

berjalan sesuai dengan yang dikehendaki.

Pin 12 dan 13 dihubungkan ke XTAL 12 MHz dan dua buah kapasitor 30 pF.

XTAL ini akan mempengaruhi kecepatan mikrokontroler ATMega16 dalam

mengeksekusi setiap perintah dalam program. Pin 9 merupakan masukan reset (aktif

rendah). Pulsa transisi dari tinggi ke rendah akan me-reset mikrokontroler ini.

Untuk men-download file heksadesimal ke mikrokontroler, Mosi, Miso, Sck,

Reset, Vcc dan Gnd dari kaki mikrokontroler dihubungkan ke RJ45. RJ45 sebagai

konektor yang akan dihubungkan ke ISP Programmer. Dari ISP Programmer inilah

dihubungkan ke komputer melalui port paralel.

Kaki Mosi, Miso, Sck, Reset, Vcc dan Gnd pada mikrokontroler terletak pada kaki

6, 7, 8, 9, 10 dan 11. Apabila terjadi keterbalikan pemasangan jalur ke ISP Programmer,

maka pemograman mikrokontroler tidak dapat dilakukan karena mikrokontroler tidak

akan bisa merespon.

3.3. Rangkaian Power Supply

(39)

Gambar 3.3 Rangkaian Power Supplay (PSA)

Gambar 3.3 menunjukkan rangkaian PSA yang dibuat terdiri dari dua keluaran,

yaitu 5 volt dan 12 volt, keluaran 5 volt digunakan untuk mensupplay tegangan ke

seluruh rangkaian, termasuk ke motor stepper sebagai penggerak lift. Rangkaian

tersebut berfungsi untuk mensupplay tegangan ke seluruh rangkaian yang ada.

Rangkaian tersebut bermula dari tegangan AC dari PLN sebesar 220VAC masuk ke

trafo. Kemudian Trafo menurunkan tegangan dari 220 volt AC menjadi 12 volt AC.

Kemudian 12 volt AC akan disearahkan dengan menggunakan dua buah dioda,

selanjutnya 12 volt DC akan diratakan oleh kapasitor 2200 μF. Regulator tegangan 5

volt (LM7805) digunakan agar keluaran yang dihasilkan tetap 5 volt walaupun terjadi

perubahan pada tegangan masukannya. LED hanya sebagai indikator apabila PSA

dinyalakan. Transistor PNP TIP 32 disini berfungsi untuk memasok arus apabila terjadi

kekurangan arus pada rangkaian, sehingga regulator tegangan (LM7805) tidak akan

panas ketika rangkaian butuh arus yang cukup besar.

Tegangan 12 volt DC langsung diambil dari keluaran dioda bridge penyearah. IC

LM7805 membutuhkan tegangan ±7.5 V dan arus ±100 mA. Jadi dipakai resistor 100 Ω

dimana tegangan dari trafo stepdown sebesar 12 V, namun sebuah dioda dapat

menurunkan tegangan sebesar 0.6 V. Jadi jika empat dioda digunakan maka tegangan

dapat diturunkan menjadi 2,4 V.

Perhitungannya adalah sebagai berikut :

Vtrafo = 12V – 2,4 V = 9,6 V

Sehingga bila dipakai resistor 100Ω maka,

(40)

Untuk menghidupkan LED yang arusnya 1.5 mA maka

R= Vout 7805/1,5 mA = 333.33

3.4 Rangkaian LCD

3.4 Rangkaian Skematik LCD

Pada rangkaian LCD, kaki-kaki LCD di hubungkan ke pin 14 sampai 20 pada

rangkaian sistem minimum Mikrokontroler ATMega16. Display LCD 2x16 berfungsi

sebagai penampil nilai kecapatan refferensi dan kecepatan aktual yang dikirim dari

mikrokontroler. LCD yang digunakan pada alat ini mempunyai lebar display 2 baris 16

(41)

3.5 Flowchart

Strart

Inisialisasi Port

Baca ADC sensor

Menampilan nilai ADC

(42)

BAB IV

PENGUJIAN ALAT DAN ANALISA RANGKAIAN

Pada bab ini, akan di bahas tentang pengujian alat berdasarkan perancangan dari sistem

yang telah dibuat. Pengujian ini dilakukakn untuk mengetahui kerja dari sistem dan

untuk mengetahui apakah sistem telah bekerja sesuai dengan perancangan atau belum.

Untuk memudahkan dalam menganalisa dan menghindari terjadinya kesalahan, maka

penulis melakukan terpisah dan menyeluruh mulai dari pengujian alat permodul sampai

pengujian alat secara berkala.

Pengujian dilakukan secara bertahap meliputi beberapa bagian yaitu:

1. Pengujian Sensor Alkohol

2. Pengujian Rangkaian Mikrokontroler ATmega16

3. Pengujian Rangkaaian Power Supplay

4. Pengujian LCD

Pengujian alat dilakukan secara terpisah dimaksudkan agar mengetahui kondisi dari

setiap blok atau rangkaian. Setelah semua blok atau rangakain bekerja dengan baik

maka dilakukan pengujian secara keseluruhan dengan memberikan masukan

untuksensor dan di olah ke mikrokontroler.

4.1 Pengujian Sensor MQ-3

Pada pengujian ini dilakukan pembacaan nilai dari sensor kadar alkohol MQ-3

yang akan dikonversikan kedalam tegangan ADC. Pengujian ini dilakukan dengan

(43)

4.2 Pengujian Rangkaian Mikrokontroler ATmega16

Pengujian pada rangkaian mikrokontroler ATMega16 ini dapat dilakukan

denganmenghubungkan rangkaian ini dengan power supplay sebagai sumber tegangan.

Kaki40 dihubungkan dengan sumber tegangan 5 volt, sedangkan kaki 20

dihubungkandengan ground. Kemudian tegangan pada kaki 40 diukur dengan

menggunakanvoltmeter. Dari hasil pengujian didapatkan tegangan pada kaki 40 sebesar

4,9 volt.Langkah selanjutnya adalah memberikan program sederhana pada

mikrokontrolerATMega16. Program di atas akan mengubah logika yang ada pada P3.7

selama selangwaktu tunda. Jika logika pada P3.7 high maka aka diubah menjadi low,

demikian jugasebaliknya jika ligika pada P3.7 low maka akan diubah ke high, demikian

seterusnya.Logika low akan mengaktifkan transistor sehingga LED akan menyala dan

logika highakan menonaktifkan transistor, sehingga LED padam. Dengan demikian

program iniakan membuat LED berkedip terus menerus. Jika LED telah berkedip terus

– menerussesuai dengan program yang diinginkan, maka rangkaian mikrokontroler

telahberfungsi dengan baik.Jika program tersebut diisikan ke mikrokontroler

ATMega16, kemudianmikrokontroller dapat berjalan sesuai dengan program yang

diisikan, maka rangkaianminimum mikrokontroller ATMega16 telah bekerja dengan

baik.

4.3 Pengujian Rangkaian Power Supplay

Pengujian pada bagian rangkaian catu daya ini dapat dilakukan dengan

mengukurtegangan keluaran dari rangkaian ini dengan menggunakan volt meter digital.

darihasil pengujian diperoleh tegangan keluaran pertama sebesar + 5,0 volt.

(44)

merubahtegangan listrik AC menjadi tegangan listrik DC yang stabil sampai suatu

arusmaksimum yang ditentukan oleh design. Pengujian dilakukan dengan

memberikantegangan 5 volt .

4.4 Pengujian LCD

Pada tahap ini dilakukan percobaan untuk mengaktifkan LCD sistem.

Pengaktifan LCD ini dilakukan dengan cara menampilkan beberapa karakter pada LCD.

LCD:

#include <mega8535.h>

#include <delay.h>

// Alphanumeric LCD Module functions

#asm

equ __lcd_port=0x12 ;PORTD //Port D berfungsisebagai output ke LCD

#endasm

#include <lcd.h>

lcd_init(16)

lcd_gotoxy(0,0); // kolom 0 bariske 0

lcd_putsf("MIKROKONTROLLER "); //16 karaktertermasukspasi

lcd_gotoxy(0,1);

(45)

Tabel 4.1 Hasil Pengujian Kadar Alkohol 70%

Waktu (detik) KadarAlkohol %

(46)

42 9,53

Tabel 4.2 Hasil Pengujian Kadar Alkohol 96%

Waktu (detik) Kadar Alkohol %

(47)
(48)

Grafik kadar alkohol 70%

Grafik kadar alkohol 96%

(49)

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Dalam pembuatan tugas akhir ini dapat diperoleh kesimpulan sebagai berikut:

1. Sensor MQ-3dapat digunakan untuk mendeteksi perubahan kadar uap kadar

alkohol.

2. Hasil pengukuran kadar alkohol sudah dalam bentuk per %, tegangan ADC

nya sudah terprogram yang ditampilkan di LCD.

3. Semakin tinggi nilai konstentrasi alkohol, maka uap alkoholsemakin tinggi

pembacaan nilai (%) dalam waktu yang sama.

5.2 Saran

1. Penempatan sensor alkohol harus tepat di atas alkohol, sehingga alkohol

dapat terdeteksi dengan akurat.

2. Sensor alkohol yang digunakan di ganti dengan senor yang memiliki

sensitivitasnya lebh tinggi seperti TGS 2620, sehingga hasilnya lebih akurat.

3. Untuk pengunaan yang lebih lanjut sebaiknya dilakukan pengujian secara

(50)

DAFTAR PUSTAKA

Bejoagus, 2005. C&AVR Rahasia Kemudahan Bahasa C Dalam Mikrokontroler

Lingga, W. 2006. Belajar sendiri Pemrograman AVR ATMega8535. Yogyakarta:

Andi Offset.

Marhaposan S. 2011. Dasar-Dasar Mikrokontroler MCS-51. Medan: Usu Press

Pratomo, A. 2005. Panduan Praktis Pemrograman AVR Mikrokontroler

AT90S2313. ANDI : Yogyakarta.

Suhata.2005.Aplikasi Mikrokontroler Sebagai Pengendali Peralatan Elektronika.

(51)

LAMPIRAN

/*****************************************************

This program was produced by the

CodeWizardAVR V2.05.3 Standard

Automatic Program Generator

© Copyright 1998-2011 Pavel Haiduc, HP InfoTech s.r.l.

http://www.hpinfotech.com

sProject :

Version :

Date : 05/06/2014

Author : user

Company : free

Comments:

Chip type : ATmega16A

Program type : Application

AVR Core Clock frequency: 16,000000 MHz

Memory model : Small

External RAM size : 0

Data Stack size : 256

(52)

#include <mega16a.h>

#include <delay.h>

// Alphanumeric LCD functions

#include <alcd.h>

#include <stdio.h>

#define ADC_VREF_TYPE 0x40

// Read the AD conversion result

unsigned int read_adc(unsigned char adc_input)

{

ADMUX=adc_input | (ADC_VREF_TYPE & 0xff);

// Delay needed for the stabilization of the ADC input voltage

delay_us(10);

// Start the AD conversion

ADCSRA|=0x40;

// Wait for the AD conversion to complete

while ((ADCSRA & 0x10)==0);

ADCSRA|=0x10;

return ADCW;

}

// Declare your global variables here

(53)

int x;

float jumlah,baca_sensor,data,adc_rata2;

void main(void)

{

// Declare your local variables here

// Input/Output Ports initialization

// Port A initialization

// Func7=In Func6=In Func5=In Func4=In Func3=In Func2=In Func1=In Func0=In

// State7=T State6=T State5=T State4=T State3=T State2=T State1=T State0=T

PORTA=0x00;

DDRA=0x00;

// Port B initialization

// Func7=In Func6=In Func5=In Func4=In Func3=In Func2=In Func1=In Func0=In

// State7=T State6=T State5=T State4=T State3=T State2=T State1=T State0=T

PORTB=0x00;

DDRB=0x00;

// Port C initialization

// Func7=In Func6=In Func5=In Func4=In Func3=In Func2=In Func1=In Func0=In

// State7=T State6=T State5=T State4=T State3=T State2=T State1=T State0=T

PORTC=0x00;

(54)

// Port D initialization

// Func7=In Func6=In Func5=In Func4=In Func3=In Func2=In Func1=In Func0=In

// State7=T State6=T State5=T State4=T State3=T State2=T State1=T State0=T

PORTD=0x00;

DDRD=0x00;

// Timer/Counter 0 initialization

// Clock source: System Clock

// Clock value: Timer 0 Stopped

// Mode: Normal top=0xFF

// OC0 output: Disconnected

TCCR0=0x00;

TCNT0=0x00;

OCR0=0x00;

// Timer/Counter 1 initialization

// Clock source: System Clock

// Clock value: Timer1 Stopped

// Mode: Normal top=0xFFFF

// OC1A output: Discon.

// OC1B output: Discon.

// Noise Canceler: Off

// Input Capture on Falling Edge

// Timer1 Overflow Interrupt: Off

(55)

// Compare A Match Interrupt: Off

// Compare B Match Interrupt: Off

TCCR1A=0x00;

// Timer/Counter 2 initialization

// Clock source: System Clock

// Clock value: Timer2 Stopped

// Mode: Normal top=0xFF

// OC2 output: Disconnected

ASSR=0x00;

TCCR2=0x00;

TCNT2=0x00;

OCR2=0x00;

// External Interrupt(s) initialization

(56)

// INT1: Off

// INT2: Off

MCUCR=0x00;

MCUCSR=0x00;

// Timer(s)/Counter(s) Interrupt(s) initialization

TIMSK=0x00;

// USART initialization

// USART disabled

UCSRB=0x00;

// Analog Comparator initialization

// Analog Comparator: Off

// Analog Comparator Input Capture by Timer/Counter 1: Off

ACSR=0x80;

SFIOR=0x00;

// ADC initialization

// ADC Clock frequency: 125,000 kHz

// ADC Voltage Reference: AREF pin

// ADC Auto Trigger Source: Free Running

ADMUX=ADC_VREF_TYPE & 0xff;

ADCSRA=0xA7;

(57)

// SPI initialization

// SPI disabled

SPCR=0x00;

// TWI initialization

// TWI disabled

TWCR=0x00;

// Alphanumeric LCD initialization

// Connections are specified in the

// Project|Configure|C Compiler|Libraries|Alphanumeric LCD menu:

// RS - PORTC Bit 5

// Characters/line: 16

lcd_init(16);

lcd_gotoxy(0,0);

lcd_putsf("fadhly");

lcd_gotoxy(0,1);

(58)
(59)

Figur

Gambar 2.1 Ilustrasi Ketika Terdeteksi Adanya Gas Alkohol
Gambar 2 1 Ilustrasi Ketika Terdeteksi Adanya Gas Alkohol . View in document p.19
Gambar 2.2 Lapisan Bahan Dalam Sensor
Gambar 2 2 Lapisan Bahan Dalam Sensor . View in document p.20
Gambar 2.3 Rangkaian dan Gambar Alkohol Gas Sensor MQ-3
Gambar 2 3 Rangkaian dan Gambar Alkohol Gas Sensor MQ 3 . View in document p.21
Gambar 2.4Prinsip Kerja Sensor
Gambar 2 4Prinsip Kerja Sensor . View in document p.22
Gambar 2.5 Blok Diagram ATMega16
Gambar 2 5 Blok Diagram ATMega16 . View in document p.24
Gambar 2.6 Konfigurasi Pin ATMega16
Gambar 2 6 Konfigurasi Pin ATMega16 . View in document p.26
Gambar 2.7 LCD Karakter 2x16
Gambar 2 7 LCD Karakter 2x16 . View in document p.27
Gambar 2.8 kipas angin
Gambar 2 8 kipas angin . View in document p.32
Gambar 2.9 LED
Gambar 2 9 LED . View in document p.32
Gambar 2.10 minuman alkohol
Gambar 2 10 minuman alkohol . View in document p.34
Gambar 3.1 Diagram blok pendeteksi kadar alkohol
Gambar 3 1 Diagram blok pendeteksi kadar alkohol . View in document p.36
gambar 3.2 di bawah ini :
gambar 3.2 di bawah ini : . View in document p.37
Tabel 4.2 Hasil Pengujian Kadar Alkohol 96%
Tabel 4 2 Hasil Pengujian Kadar Alkohol 96 . View in document p.46
Grafik kadar alkohol 70%
Grafik kadar alkohol 70 . View in document p.48
Grafik kadar alkohol 96%
Grafik kadar alkohol 96 . View in document p.48
Gambar Alat
Gambar Alat . View in document p.59

Referensi

Memperbarui...