ANALISIS POTENSI PENURUNAN EMISI CO
2MELALUI
PEMANFAATAN PANEL SURYA DI KAMPUS IPB DARMAGA
ADITYA SETIADI
DEPARTEMEN GEOFISIKA DAN METEOROLOGI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM INSTITUT PERTANIAN BOGOR
PERNYATAAN MENGENAI SKRIPSI DAN
SUMBER INFORMASI SERTA PELIMPAHAN HAK CIPTA*
Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi berjudul Analisis Potensi Penurunan Emisi CO2 Melalui Pemanfaatan Panel Surya di Kampus IPB Darmaga adalah benar karya saya dengan arahan komisi pembimbing dan belum diajukan dalam bentuk apa pun kepada perguruan tinggi mana pun. Sumber informasi yang berasal atau dikutip dari karya yang diterbitkan maupun tidak diterbitkan dari penulis lain telah disebutkan dalam teks dan dicantumkan dalam Daftar Pustaka di bagian akhir skripsi ini.
Dengan ini saya melimpahkan hak cipta dari karya tulis saya kepada Institut Pertanian Darmaga.
Darmaga, Januari 2016
Aditya Setiadi
ABSTRAK
ADITYA SETIADI. Analisis Potensi Penurunan Emisi CO2 Melalui Pemanfaatan Panel Surya di Kampus IPB Darmaga. Dibimbing oleh RIZALDI BOER.
Meningkatnya konsentrasi gas rumah kaca (GRK) di atmosfer akibat aktivitas manusia telah menyebabkan terjadinya pemanasan global.. Salah satu sumber emisi utama ialah dari pembakaran bahan bakar fosil. Pemerintah Indonesia dalam berkontribusi terhadap penurunan emisi dunia, telah menetapkan target penurunan emisi secara sukarela sebesar 26% dari tingkat emisi dasar tahun 2020. Sektor energi menjadi salah satu target untuk penurunan emisi, yaitu pemanfaatan sumber energi terbarukan sehingga penggunaan bahan bakar fosil dapat dikurangi. Institut Pertanian Bogor (IPB) sebagai salah satu lembaga pendidikan pemerintah telah mencanangkan konsep ‘green campus’ untuk mendukung kebijakan tersebut. Salah satu komponen
dari ‘green campus’ ialah meningkatkan penggunaan energi dari sumber yang terbarukan. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung potensi dan kelayakan ekonomi penggunaan energi surya dalam memenuhi kebutuhan listrik di Kampus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa besar daya panel surya untuk membangkitkan energi listrik di IPB memenuhi kebutuhan listrik IPB. Panel surya yang dimbutuhkan mencapai 170.632 unit dengan nilai investasi sebesar 1.76 triliun. Dengan asa operasi 25 tahun nilai investasi secara ekonomi tidak layak kecuali pemerintah dapat memberikan subsidi sebesar 50% dari nilai investasi. Penggunaan panel surya diperkirakan dapat mengurangi emisi CO2 sebesar 651 ton selama 25 tahun.
ABSTRACT
ADITYA SETIADI. Analysis of CO2 Emission Reduction Potential from Utilization of Solar Panel in IPB Darmaga Campus. Supervisor by RIZALDI BOER.
The increase in greenhouse gas concentration in the atmosphere due to human activities has caused global warming. One of the main sources of the emission is from burning of fossil fuel. Government of Indonesia has set up emission reduction target voluntarily to contribute to the global emission reduction, i.e. 26% of the baseline emission in 2020. In energy sector, the reduction of emission will be done by increasing the use of renewable energy so that the use of fossil fuel is reduced. Institut Pertanian Bogor (IPB) has launched a ‘green campus’program as one of its commitment to support the national policy. This study aimed to assess the potential and the economic feasibility of the use of solar energy for meeting the electricity demand of the campus. It was found that the energy produces from the solar panel can meet the electricity demand. In total, solar panel required is about 170.632 units with total investment of about 1.76 trillions. With 25 years lifetime, this investment is not economic, except if the government can provide subsidy at about 50% of the total investment. The use of the solar panel is expected to contribute to the emission reduction of about 651 tons CO2e within 25 years.
.
Skripsi
sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Sains
pada
Departemen Geofisika dan Meteorologi
ANALISIS POTENSI PENURUNAN EMISI CO
2MELALUI
PEMANFAATAN PANEL SURYA DI KAMPUS IPB DARMAGA
ADITYA SETIADI
DEPARTEMEN GEOFISIKA DAN METEOROLOGI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM INSTITUT PERTANIAN BOGOR
PRAKATA
Puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala Rahmat, Taufik serta Hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “Analisis Potensi Penurunan Emisi CO2 Melalui Pemanfaatan Energi Surya di Kampus IPB Darmaga” sebagai salah satu syarat kelulusan program sarjana di Departemen Geofisika dan Meteorologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Pertanian Bogor.
Penulis berterima kasih kepada pihak-pihak yang membantu dalam penyelesaian usulan penelitian ini, yaitu :
1. Bapak Prof. Rizaldi Boer selaku pembimbing skripsi yang telah memberikan bimbingan, ilmu, motivasi, waktu, semangat, dan nasihat, hingga tugas akhir ini terselesaikan.
2. Bapak dan ibu serta keluarga besar yang telah memberikan do’a, dukungan, kasih sayang, motivasi, nasihat.
3. Seluruh dosen dan staff Tata Usaha Departemen Geofisika dan Meteorologi IPB atas ilmu dan bantuannya selama kuliah.
4. Ikbal, Vozu, Feri, Neva, Desta, Eris, Indah, Rani, Aan, Nun, Vina, Heru, Iqbal, dan Ikamusi 48 yang lain terima kasih dukungan nya dari semenjak masuk IPB hingga sekarang setia menemani.
5. Semok, Okta, Udin, Pacul, Doyok, Ridwan, Heidei, Pradit, Derri, Ikrom teman-teman lab yang selalu ada saat dibutuhkan ketika skripsi.
6. Niha, Ina, Ucy, Irma, Ita, Lutha, Neni, Afni, Pepi, kupang, Pepi, Eka, Atu, Frida, Ririn, Indri sudah membantu mengoreksi dan membaca skripsi saya. 7. Hawa dan Galuh teman-teman satu bimbingan.
8. Gigih, Supri, Cindy, Bude, Isti (Teman TPB 48).
9. Acha, Nanda, Puput, Ami, Mutek, Mona, Bulek, Frandi, Icha, Iza, Sherren, Adek (DiPR).
10. Keluarga besar IKAMUSI.
11. GFM 48 yang tiga tahun lebih menjalani suka duka kuliah di IPB.
12. Semua pihak yang telah membantu yang tidak bisa penulis sebutkan satu per satu.
Penulis menyadari bahwa penelitian ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu segala kritik dan saran akan ditampung guna memperbaiki penelitian ini. Penulis juga berharap semoga penelitian ini bermanfaat.
Bogor, Januari 2016 Aditya Setiadi
DAFTAR ISI
DAFTAR TABEL 2
DAFTAR GAMBAR 2
DAFTAR LAMPIRAN 2
PENDAHULUAN 3
Latar Belakang 3
Tujuan Penelitian 4
METODE PENELITIAN 4
Waktu dan Tempat Penelitian 4
Karakteristik Wilayah Darmaga 4
Karakteristik Wilayah Kupang 4
Alat 4
Bahan 4
Prosedur Penelitian 5
HASIL DAN PEMBAHASAN 10
Profil Energi Listrik Institut Pertanian Bogor 10
Perencanaan Photovoltaic (PV) 11
Investasi PLTS 14
KESIMPULAN DAN SARAN 16
Kesimpulan 16
Saran 16
DAFTAR PUSTAKA 17
LAMPIRAN 19
DAFTAR TABEL
1. Nilai faktor konversi Pembangkit Listrik di Jawa ... 6
2. Data beban gardu listrik IPB Desember 2014 ... 12
3. Perhitungan kebutuhan baterai panel surya ... 12
4. Perhitungan nilai Temperatur Correction Factor ... 13
5. kebutuhan pv area dan luas atap tersedia di IPB tahun 2015 ... 13
6. Besar biaya investasi PLTS dalam kondisi iklim Darmaga ... 14
DAFTAR GAMBAR
1. Diagram alur Perencanaan PV untuk peritungan emisi dan kelayakan investasi ... 52. Konsumsi energi listrik gardu IPB Darmaga Juni 2015 ... 10
3. Konsumsi listrik di daerah IPB Darmaga tahun 2014 ... 11
4. Perkiraan emisi dari penggunaan energi listrik 25 tahun mendatang di IPB ... 11
5. Keuntungan investasi saat mendapat subsidi dari pemerintah tiap-tiap diskonto (5%, 7.5%, dan 10%) pada kondisi iklim Kupang (A) dan Darmaga (B) ... 15
6. Emisi yang dapat dikurangi selama 25 tahun setelah PLTS dibangun ... 15
DAFTAR LAMPIRAN
1. Kebutuhan PV Area setiap setiap gardu di daerah IPB Darmaga tahun 2014 kondisi iklim Darmaga ... 192. Kebutuhan PV Area setiap setiap gardu di daerah IPB Darmaga tahun 2014 kondisi iklim Kupang ... 19
3. Perbedaan kebutuhan daya minimum setiap hari pada masing-masing bulan di daerah IPB Darmaga tahun 2014 ... 20
4. Jumlah panel yang dibutuhkan setiap bulan di daerah IPB Darmaga tahun 2014 ... 20
5. Daya Produksi PLTS di daerah IPB Darmaga tahun 2014 ... 21
6. Data radiasi bulanan wilayah Darmaga tahun 2005-2014 ... 22
7. Lampiran 7 data curah hujan bulanan wilayah Darmaga tahun 2005-2014 ... 23
8. Data bulana curah hujan, insolasi, dan temperature daerah darmaga tahun 2014 ... 24
3
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Konsentrasi gas-gas rumah kaca (CO2, N2O, CH4, CFC, HFC), terutama CO2 di atmosfir semakin meningkat. Peningkatan gas rumah kaca menyebabkan terjadinya pemanasan global yang memicu terjadinya perubahan iklim. Pemanasan global adalah peristiwa meningkatnya suhu rata-rata pada lapisan atmosfer dan permukaan bumi. Fenomena ini terjadi karena terperangkapnya radiasi gelombang panjang. Emisi CO2 di dunia sudah mencapai 45.914 miliar ton dengan 4.4% (2.053 miliar ton) disumbangkan oleh Indonesia. Indonesia menduduki peringkat keenam sebagai negara penghasil emisi CO2 dibawah China diperingkat pertama dan Amerika diperingkat kedua (WCI 2011).
Sejumlah negara yang peduli lingkungan melakukan pertemuan dan menghasilkan keputusan untuk mengurangi emisi CO2. Sebelumnya, sejumlah agenda telah diadakan untuk menyelesaikan masalah pemanasan global ini. Sejumlah agenda tersebut diawali pada tahun 1992 dengan diadakannya Earth Summit di Rio de Janeiro Brazil yang menghasilkan Kerangka Konvensi untuk Perubahan Iklim yang ditandatangani oleh 167 negara, kemudian agenda lainnya yaitu Protokol Kyoto di Kyoto, Jepang tahun 1997 dan Conference of Parties (COP) 21 di Paris, Perancis tahun 2015. Pemerintah Indonesia dalam PERPRES (2011) nomor 61 telah menargetkan penurunan emisi gas rumah kaca sebesar 26% pada tahun 2020 tanpa bantuan negara lain dan penurunan gas rumah kaca sebesar 41% apabila memperoleh bantuan dari negara lain.
Sumber utama emisi CO2 yang menyebabkan efek GRK berasal dari pembakaran tidak sempurna seperti kebakaran hutan, batu bara, dan minyak bumi. Berdasarkan laporan Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM 2014), penggunaan bahan bakar fosil mencapai 72.85%, yang terdiri: 28.58% berasal dari pembangkit berbahan bakar gas, 25.28% dari minyak bumi, dan 18.99% berasal dari batu bara. Tenaga listrik yang dihasilkan oleh tenaga air sebesar 11.96% dan yang dihasilkan panas bumi sebesar 1.51%. Ketergantungan Indonesia menggunakan bahan bakar fosil ini sudah berdampak buruk terhadap lingkungan. Negara-negara lain sudah mulai mengurangi penggunaan energi fosil termasuk Indonesia.
Sejumlah langkah-langkah mengurangi permasalahan tersebut telah ditempuh pemerintah melalui Perusahaan Listrik Negara (PLN) melalui peralihan penggunaan energi dari penggunaan minyak bumi ke energi terbarukan. Tahun 2015 PLN menargetkan pengurangan penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) antara 11% dan pemerintah akan memberlakukan kebijakan pelarangan penggunaan BBM bagi pembangkit listrik baru di Indonesia.
itu, dilakukanlah penelitian mengenai analisis potensi energi terbarukan melalui pemanfaatan panel surya di kampus IPB Darmaga karena letak Indonesia yang dilewati garis khatulistiwa menyebabkan Indonesia mendapatkan banyak sekali radiasi yang melimpah. Hasil penelitian ini dapat dijadikan pertimbangan bila IPB akan membangun pembangkit listrik non BBM untuk mengurani emisi CO2.
Tujuan Penelitian
1. Menghitung besar emisi CO2 dari penggunaan energi listrik di kampus IPB Darmaga
2. Mengitung potensi energi listrik dari sel surya dan kelayakan ekonomi
3. Menduga potensi penurunan emisi CO2 dari pemanfaatan energi listrik dari sel surya
METODE PENELITIAN
Waktu dan Tempat Penelitian
Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret 2015 hingga bulan Juli 2015 di Laboratorium Klimatologi, Departemen Geofisika dan Meteorologi, FMIPA-IPB, dan Departemen Biro Umum, Gedung Rektorat IPB, Andi Hakim Nasution
Karakteristik Wilayah Darmaga
Daerah Darmaga terletak di wilayah Bogor Barat dengan luas wilayah 2437636 Ha. Berdasarkan klasifikasi Schmidt dan Ferguson, iklim di Darmaga termasuk tipe A. Curah hujan di Kecamatan Darmaga 1000 – 1500 mm/tahun, dengan ketinggian 500 m dari permukaan laut.
Karakteristik Wilayah Kupang
Kota kupang terletak di wilayah pulau Nusa Tenggara Timur dengan luas wilayah 180.27 km2. Berdasarkan klasifikasi klasifikasi Schmidt dan Ferguson, iklim di Kupang termasuk tipe D. Curah hujan di kota kupang antara 100-300 mm/tahun.
Alat
Alat yang digunakan pada penelitian ini adalah alat tulis, dan seperangkat laptop dengan software Microsoft Office.
Bahan
Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah : 1. Tagihan dan rekening listrik IPB
5
Prosedur Penelitian
Penelitian ini memalui berbagai tahapan, yang dimulai dengan menganalisis sumber-sumber energi listtrik IPB dan besarnya emisi yang dihasilkan. Tahapan berikutnya menghitung potensi panel surya dan kelayak ekonominya. Tahapan terakhir menghitung potensi penurunan emisi menggunakan panel surya.
Gambar 1 Diagram alur Perencanaan PV untuk peritungan emisi dan kelayakan investasi
Pengumpulan Bahan
Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data tagihan dan rekening listrik bulanan dari Januari 2014-Februari 2015 yang diperoleh dari Biro Umum IPB. Data curah hujan, radiasi, dan suhu udara bulanan wilayah Darmaga diperoleh dari badan klimatologi dan geofisika (BMKG). Peta Master Plan IPB 16 April 2004 diperoleh dari Fasilitas dan Properti IPB.
Analisis Sumber energi
Menentukan sumber-sumber energi listrik yang digunakan IPB. Menganalisis sumber dari mana saja yang diigunakan IPB sehingga dapat menentukan daya listrik IPB.
Perhitungan Produksi Emisi CO2
Setiap memproduksi listrik menggunakan bahan bakar fosil pasti akan menghasilkan emisi CO2 yang dilepaskan ke atmosfer. Apabila jumlah emisi
Menghitung Tingkat Konsumsi Energi di Kampus
Sumber Energi PLN
Emisi CO2 Dari Penggunaan Energi
Menentukan Luas Lahan Tersedia
Potensi Pengurangan Emisi
Perhitungan Potensi Energi Solar Panel
dihasilkan sangat besar maka akan berdampak bagi lingkungan sekitarnya. Jumlah emisi yang dilepaskan dihitung menggunakan persamaan :
CO2 = Jumlah pemakaian listrik (kWh) x aktor kon ersi (1) Keterangan:
CO2 : Emisi CO2 yang dilepaskan ke atmosfer (ton)
Untuk nilai faktor emisi selengkapnya berdasarkan perhitungan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Gusman (2005), dapat dilihat pada Tabel berikut. Tabel 1 Nilai faktor konversi Pembangkit Listrik di Jawa
No Pembangkit Bahan Bakar Pembakaran (tCO2/GW)
1 PLTU Batu Bara 1006.88
2 PLTU MFO 641.103
3 PLTU Gas 404.275
4 PLTGU HSD 546.16
5 PLTGU Gas 392.86
6 PLTGU HSD 647.514
7 PLTGU Gas 404.275
8 PLTG HSD 647.514
Total 4690.59
Sumber: PT. Pembangkitan Jawa Bali dalam Gusman 2005
Rata – rata nilai faktor emisi CO2 sekunder adalah total dari seluruh hasil pembakaran pembangkit listrik dibagi dengan jumlah seluruh jenis pembangkit listrik. Sehingga persamaan yang digunakan :
aktor emisi
otal hasil pembakarann (2)1Menghitung energi listrik yang akan dipasok dari PLTS Menentukan Luas Lahan
Penentuan luas lahan di IPB menggunakan peta master plan IPB tahun 2004. Lahan yang digunakan adalah atap-atap gedung IPB.
Perencanaan Photovoltaic (PV)
1. Mengumpulkan data, data lama penyinaran matahari, data persentasi penyinaran matahari, dan data spesifikasi panel surya.
2. Kapasitas komponen PLTS
a. Perhitungan kapasitas daya modul surya
Asumsi rugi-rugi (losses) pada sistem dianggap sebesar 15%, karena keseluruhan komponen sistem yang masih baru (Hankins 1991).
Et = EB + (15% x EB) (3)
Keterangan :
7
b. Panel surya dapat beroperasi secara maksimum jika temperatur yang diterimanya tetap normal pada temperatur 25oC. Kenaikan temperatur normal pada panel surya akan melemahkan tegangan (Voc) yang dihasilkan. Setiap kenaikan temperatur panel surya 1oC (dari 25oC) akan mengakibatkan pengurangan sekitar 0.5% pada total tenaga (daya) yang dihasilkan (Foster 2010). Menghitung besarnya daya yang berkurang pada saat temperatur disekitar panel surya mengalami kenaikan oC dari temperatur standarnya. Tegangan maksimum disebut titik daya maksimum disebut juga maximum power point (MPP). rumus yang digunakan sebagai berikut:
P (saat t naik C) =
x PMPP x [∆t] (4)
Keterangan:
P (saat t naik C) : daya hilang pada saat temperatur berubah t oC dari temperatur standarnya
PMPP : daya keluaran maksimum panel surya
Daya keluaran maksimum panel surya pada saat temperaturnya naik menjadi toC dari temperatur standarnya diperhitungkan dengan rumus sebagai berikut :
PMPP [∆t] = PMPP – Psaat t naik oC (5) Keterangan :
PMPP [∆t] adalah daya keluaran maksimum panel surya pada saat temperatur di sekitar panel surya naik/turun menjadi t oC dari temperatur standarnya.
TCF = [∆t]
(6)
c. Menghitung areaarray
Luas area array yang diperhitungkan dengan menggunakan persamaan
rea
(7) Keterangan :
Et : pemakaian energi (Kwh/hari). GAV : insolasi matahari rata-rata (kWh/m
2 /hari). η
PV : efisiensi panel surya.
TCF : temperature correction factor η
out : efisiensi inverter
Dari perhitungan area array, maka besar daya yang dibangkitkan PLTS (watt peak) dapat diperhitungkan dengan rumus sebagai berikut:
Pwatt peak = PVarea x PSI x ηPV (8) Keterangan:
PSI (Peak Solar Insolation) adalah 1000 W/m2
Selanjutnya berdasarkan besar daya yang akan dibangkitkan (Pwatt peak), maka jumlah panel surya yang diperlukan, diperhitungkan dengan rumus sebagai berikut :
umlah panel surya
att peak
(9)
Keterangan :
Pmpp : Daya maksimum keluaran (output) panel surya (W) Pwatt peak : Daya yang dibangkitkan (Wp)
e. Kapasitas Baterai
Besar kapasitas baterai yang dibutuhkan untuk memenuhi konsumsi energi harian menurut Lynn (2010), Hari otonomi yang ditentukan adalah satu hari, jadi baterai hanya menyimpan energi dan menyalurkannya pada hari itu juga. Besarnya deep of discharge (DOD) pada baterai adalah 80% (Hankins 1991) dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut:
s d (10)
Dimana :
C : kapasitas baterai (Ah) N : hari-hari otonomi (hari) Ed : konsumsi energi harian (kWh) Vs : tegangan baterai (volt)
DOD : kedalaman maksimum untuk pengosongan baterai : efisiensi baterai x efisiensi inverter
untuk menentukan jumlah baterai kita menggunakan rumus berikut:
umlah atterai h (11)
f. Menghitung daya dibangkitkan luas atap
Daya maksimum yang dapat dihasilkan oleh panel surya seluas atap tersedia:
9 g. Perhitungan Besar Arus Baterai Charge Regulator (BCR)
maks maks s (13)
h. Perhitungan Kapasistas Inverter
Inverter yang dipakai adalah inverter yang kapasistasnya sama dengan daya maksimal modul surya.
Net Present Value (NPV)
Net Present Value (NPV) menyatakan bahwa seluruh aliran kas bersih dinilai atas dasar faktor diskonto (discount factor). Teknik ini menghitung selisih antara seluruh kas bersih nilai sekarang dengan investasi awal yang ditanamkan (Halim 2009). Net Present Value (NPV) dihitung menggunakan persamaan:
NPV = t i t- n
t
(14)
Keterangan :
NCFt : Net Cash Flow periode tahun ke-1 sampai tahun ke-n II : Investasi awal (initial investment)
I : Tingkat diskonto
N : Periode dalam tahun (umur investasi)
Kriteria pengambilan keputusan apakah usulan investasi layak diterima atau layak ditolak :
a. Investasi dinilai layak, apabila Net Present Value (NPV) bernilai positif (>0). b. Investasi dinilai tidak layak, apabila Net Present Value (NPV) bernilai negatif
(<0).
Potensi Pengurangan Emisi
Potensi pengurangan emisi merupakan emisi yang telah direduksi menggunakan panel surya, perhitungan ini menggunakan rumus :
EK = EL – EP (15)
Keterangan :
EK : Total emisi (ton) EL : Emisi Listrik (ton)
HASIL DAN PEMBAHASAN
Profil Energi Listrik Institut Pertanian Bogor
Institut Pertanian Bogor (IPB) Darmaga senantiasa membutuhkan energi listrik guna menyelenggarakan pendidikan tinggi. Kampus IPB setiap tahunnya rata-rata menggunakan energi listrik dari PLN sebesar 5 MW, atau setara dengan 6 milyar rupiah per tahun. Kebutuhan energi listrik yang besar tersebut menyedot dana anggaran pemerintah yang cukup besar. Tahun 2014 tagihan listrik IPB mencapai 18 milyar rupiah. Setiap bulannya tagihan listrik IPB selalu meningkat, hingga Juni 2015 tagihan listrik sudah mencapai 1.8 milyar rupiah dan akan selalu naik setiap bulan. Kenaikan konsumsi energi setiap tahun dikarenakan IPB terus gencar menambahkan fasilitas demi menunjang kebutuhan akademik, minat bakat, dan riset penelitian bagi civitas IPB.
Radiasi merupakan salah satu faktor terciptanya hujan di suatu wilayah. Proses terjadinya hujan melalui beberapa tahap, tetapi faktor utama terjadinya hujan disebabkan oleh penguapan di bumi. Penguapan ini berasal dari sungai, danau, laut, dan aktivitas makhluk hidup. Penguapan terjadi di bumi akibat panas radiasi yang berasal dari matahari, sehingga uap air ini terkumpul di udara lalu mengalami pemadatan lalu turunlah air hujan. Hujan ini dapat mencapai daerah sekitar pegunungan karena awan-awan tersebut bisa berpindah tempat disebabkan oleh angin gunung (Lexi 2008).
Kampus IPB Darmaga memiliki tiga gardu utama yang memiliki penggunaan listrik tertinggi. Gardu utama IPB bertanggung jawab memasok listrik untuk fakultas-fakultas dan gedung utama di IPB oleh sebab itu sudah sewajarnya produksi listrik ketiga gardu tersebut sangat tinggi dibanding yang lain (Gambar 2).
Gambar 2 Konsumsi energi listrik gardu IPB Darmaga Juni 2015
Pola grafik pada gambar 3 cenderung naik turun, tetapi mencapai nilai tertinggi saat mendekati akhir tahun. Pada tahun 2015 penggunaan listrik sudah naik hingga 5% setiap bulannya. Kampus IPB masih mengandalkan pasokan listrik dari PLN yang dimiliki oleh pemerintah.
45%
11% 42%
gedung irs-esc-ipb
ipb ged ccr
ipb ged fak kan nak
11
Gambar 3 Konsumsi listrik di daerah IPB Darmaga tahun 2014
Emisi CO2 dari penggunaan energi listrik PLN di IPB selama 25 tahun diperkirakan mencapai 661.25 ton jika IPB tetap menggunakan sumber energi dari PLN. Berdasarkan gambar 5 emisi tahun 2015 hanya sekitar 10 ton akan naik melebihi 40 ton. Emisi CO2 sebanyak ini sudah cukup memperparah efek gas rumah kaca yang akan menyebabkan pemanasan global.
Gambar 4 perkiraan emisi dari penggunaan energi listrik 25 tahun mendatang di IPB
Perencanaan Photovoltaic (PV)
Instalasi pembangkit listrik dengan tenaga surya membutuhkan perencanaan mengenai kebutuhan daya. Penelitian ini menggunakan data beban listrik bulan Desember tahun 2014 karena pada bulan tersebut penggunaan energi mencapai puncaknya, tetapi bulan Juni tahun 2015 konsumsi energi sudah melebihi bulan Desember tahun 2014. Penggunaan bulan Desember 2014 dianggap tahun berikutnya akan memiliki pola konsumsi energi yang sama seperti tahun 2014. Kenaikan konsumsi energi tahun 2014 dan 2015 pada bulan yang sama sekitar 5 sampai 6%.
- 500,000.00 1,000,000.00 1,500,000.00 2,000,000.00
0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
K
ons
um
si
E
ne
rg
i (K
W
)
Bulan
0 10 20 30 40 50
2015 2020 2025 2030 2035 2040
E
m
isi
C
O
2
(
ton
)
Tabel 2 Data beban gardu listrik IPB Desember 2014
Gardu Listrik Beban Bulanan Beban Harian ET
(kWh) (kWh) (kWh)
Gedung irs-esc-ipb 603504 20116.80 23134.32
IPB ged ccr 149304 4976.80 5723.32
Ged fak kan nak 567609 18920.32 21758.37
Lab penggergajian 3870 129.01 148.36
Kantor pusat ipb 294 9.80 11.27
Cikabayan 790 26.33 30.28
Asrama putra 24440 814.67 936.87
Asrama putra 2 993 33.10 38.07
Asrama putri 4036 134.53 154.71
Jumlah 51935.57
Lahan yang dimanfaatkan untuk perhitungan PV Photovoltaic (Tabel 3) dalam penelitian ini hanya menggunakan atap gedung kampus, karena atap-atap gedung IPB masih banyak yang kosong dan bila menggunakan/membuka lahan baru akan memerlukan biaya tambahan. Perhitungan luas atap pada setiap gardu dihitung dari jumlah luas atap gedung yang menggunakan gardu tersebut, seperti gardu IPB ged fak kan nak mencangkup gedung Rektorat, gedung Pasca, gedung Fakultas Perikanan, gedung Fakultas Kedokteran Hewan, gedung Fakultas Peternakan. Luas gedung untuk kantor pusat IPB (jalan Bungur) tidak tercantum karena data tersebut tidak tertera pada Peta Master PLAN IPB 2004. Kapasitas baterai dan jumlah baterai setiap gedung berbeda-beda (Tabel 3), kebutuhan tertinggi baterai dan jumlah baterai ada pada gardu IPB ged fak kan nak. Kebutuhan tinggi tersebut karena gardu tersebut adalah gardu yang membutuhkan energi listrik terbesar dari gardu-gardu lainnya.
Tabel 3 Perhitungan kebutuhan baterai panel surya Gardu Listrik
Luas Atap Kapasitas Baterai Jumlah Baterai
(m2) (Ah) (unit)
IRS-ESC-IPB 98445.00 882,031.31 7,350
IPB GED CCR 4898.00 43,884.29 366
Ged fak kan nak 115986.00 1,039,192.27 8,660
Penggergajian 892.80 7,999.16 67
Kantor pusat - 385.26 3
Cikabayan 11150.00 99,899.93 832
Asrama putra 9767.00 87,508.76 729
Asrama putra 2 2444.00 21,897.35 182
Asrama putri 11284.00 101,100.53 843
13 produksi energi. Perbedaan nilai kenaikan Temperature, Pmpp saat t naik, dan TCF setiap bulan karena kondisi suhu pada setiap bulan berbeda-beda. Nilai terendah terjadi saat bulan Januari, karena bulan Januari puncak dari musim hujan.
Tabel 4 Perhitungan nilai Temperatur Correction Factor
Bulan saat nilai C ) Pmpp saat ( C ) TCF
Januari 3.4 196.6 0.983
Februari 4.3 195.7 0.978
Maret 6.1 193.9 0.969
April 7.3 192.7 0.963
Mei 7.2 192.8 0.964
Juni 7.0 193.0 0.965
Juli 6.3 193.7 0.968
Agustus 6.9 193.1 0.965
September 8.4 191.6 0.958
Oktober 8.9 191.1 0.955
November 7.6 192.4 0.962
Desember 6.6 193.4 0.967
Kebutuhan PV Area (Lampiran 1) di gedung lab penggergajian, kantor pusat IPB, cikabayan, asrama putra, asrama putra 2, dan asrama putri hanya kurang dari 1000 m2. Kebutuhan listrik di gedung-gedung tersebut sangatlah kecil sehingga luas PV Area juga kecil karena PV Area adalah luas lahan yang dibutuhkan panel surya. PV Area tinggi saat awal tahun, pertengahan tahun, dan akhir tahun. Pola tersebut terbentuk mengikuti keadaan iklim tahunan, semakin tinggi kebutuhan PV Area maka suhu, dan curah hujan akan ikut tinggi. Pola tersebut sesuai dengan pola curah hujan daerah Darmaga.
Luas atap yang tersedia tidak semua dapat memenuhi kebutuhan PV Area (Tabel 5). Luas atap yang tidak dapat memenuhi kebutuhan gardu adalah IPB ged CCR. Kantor pusat tidak tercantum kelebihan/kekurangan pada Tabel 5 karena luas atap kantor pusat tidak tercantum di Peta Master Plan IPB 16 April 2004. Berdasarkan Tabel 5 dapat disimpulkan IPB masih memiliki lahan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan panel surya karena hampir semua gedung memiliki lahan atap yang cukup, dengan lahan atap tersebut maka tidak diperlukan lagi biaya tambahan untuk membuka lahan baru di IPB Darmaga.
Tabel 5 kebutuhan pv area dan luas atap tersedia di IPB tahun 2015
Gardu pv area Januari (m2) luas atap (m2)
IRS-ESC-IPB 47,541 98,445
IPB GED CCR 11,762 4,898
Ged fak kan nak 44,717 115,986
Penggergajian 305 893
Kantor pusat 23 -
Cikabayan 62 11,150
Asrama putra 1,925 9,767
Asrama putri 318 11,284
Daya minimum dibangkitkan adalah ambang batas terkecil dari panel surya yang harus di hasilkan untuk memenuhi kebutuhan listrik. Berdasarkan lampiran 3 kebutuhan panel tertinggi tejadi pada bulan Januari dan kebutuhan terkecil terjadi pada bulan Mei. Kebutuhan PV Area bulan Januari tinggi dikarenakan kondisi curah hujan yang tinggi, dan radiasi rendah. Panel surya dapat bekerja optimal bila mendapat kondisi radiasi tinggi dan suhu mendekati 25 oC. Pada bulan Januari kondisi suhu yang lebih mendekati 25 oC dibandingkan bulan-bulan lain. Kondisi suhu melebihi 25 oC, setiap kenaikan temperatur panel surya 1 oC (dari 25 o
C) akan mengakibatkan berkurangnya 0.5% pada total tenaga (daya) yang dihasilkan (Foster dkk 2010).
Investasi PLTS
Investasi awal pembuatan PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya) di daerah Darmaga tahap awal membutuhkan modal awal sekitar 1.769 triliun rupiah (Tabel 6). Investasi ini akan berlangsung selama 25 tahun karena panel surya bisa mencapai umur 25 tahun. Biaya perawatan (maintenance) panel surya per tahun sekitar 1% dari investasi awal sekitar 1.769 miliar rupiah.
Tabel 6 Besar biaya investasi PLTS dalam kondisi iklim Darmaga
Komponen Jumlah Harga (Rp) Total Harga (Rp)
Panel PV 170,632 10,000,000 1,706,318,600,000
Baterai (240 Ah) 6,262 7,900,000 49,466,023,568
Instalasi kabel 11,375 100,000 1,137,545,733
Inverter 17 13,000,000 221,000,000
Besi pondasi PV 18,959 650,000 12,323,412,111
Total 1,769,466,581,413
Perhitungan Net Present Value (NPV) membutuhkan data harga listrik dan harga karbon. PLN menetapkan harga listrik bulan September 2015, sebesar Rp 1,523.43 per kWh (PLN 2015) sehingga harga listrik yang digunakan dalam penelitian ini dibulatkan menjadi Rp 1500 per kWh. Harga karbon menurut Agus (2007) sebesar $5 per ton CO2 sedangkan menurut Boer (2009) harga karbon berkisar $10 per ton CO2. Oleh karena itu dengan harga karbon berkisar antara $5-$10 per ton CO2, maka harga karbon yang diambil adalah harga tertinggi yakni $10 per ton CO2. Selain data harga listrik dan harga karbon, perhitungan NPV membutuhkan nilai diskonto. Nilai diskonto suatu negara dapat berubah setiap tahun sehingga perhitungan investasi menggunakan metode NPV pada penelitian ini mengasumsikan tingkat diskonto sebesar 5%, 7.5%, dan 10%. Menurut Bank Indonesia pada tahun 2005 nilai diskonto Indonesia sebesar 7.5% sehingga dengan asumsi diskonto sebesar 7.5% per tahun selama 25 tahun akan menghasilkan nilai NPV -1.065 triliun rupiah pada keadaan iklim Kota Kupang (Gambar 5A) dan -1.137 triliun rupiah pada keadaan iklim di Darmaga (Gambar 5B).
15 yang dibutuhkan Kota Kupang dari pemerintah sekitar 60% (Gambar 5A) sedangkan daerah Darmaga membutuhkan bantuan subsidi lebih dari 70% (Gambar 5B). Perbedaan nilai subsidi ini dikarenakan Kota Kupang memiliki kondisi iklim yang lebih sesuai untuk pembuatan PLTS, diantaranya suhu yang relatif stabil sepanjang tahun dan radiasi matahari yang lebih tinggi daripada daerah Darmaga. Selain itu, Kota Kupang memiliki nilai TCF yang lebih tinggi dibandingkan daerah Darmaga (Tabel 4), sehingga daya yang dihasilkan akan lebih tinggi.
A B
Gambar 5 keuntungan investasi saat mendapat subsidi dari pemerintah tiap-tiap diskonto (5%, 7.5%, dan 10%) pada kondisi iklim Kupang (A) dan Darmaga (B)
Pembangkit listrik di Indonesia masih menggunakan bahan bakar fosil seperti batu bara, minyak bumi, dan gas alam. Semakin tinggi produksi energi listrik maka emisi yang dihasilkan akan semakin besar. Hasil pembakaran bahan bakar fosil akan menghasilkan emisi CO2. Emisi CO2 dihitung berdasarkan kemampuan PLTS memproduksi listrik selama 25 tahun (Gambar 6). Penurunan emisi dengan mengganti sumber listrik dari PLN ke penggunaan panel surya di Kota Kupang memiliki potensi yang lebih besar dibandingkan daerah Darmaga karena kemampuan panel surya dalam menghasilkan daya listrik di daerah Kupang lebih besar dibandingkan daerah Darmaga.
Gambar 6 Emisi yang dapat dikurangi selama 25 tahun setelah PLTS dibangun Emisi CO2 yang tersisa 25 tahun kedepan bila menggunakan PLTS sebagai energi pengganti di daerah Darmaga sebesar 10.03 ton dari nilai emisi awal 661.25 ton. Pengurangan emisi tersebut sudah sangat membantu Indonesia untuk mencapai target pengurangan emisi 26% dari total emisi nasional. Khusus di kampus IPB, emisi yangdihasilkan berdasarkan tagihan listrik tahun 2013, 2014,
-1,500
dan 2015 berturut-turut sebesar 8.52 ton, 9.93 ton, dan 11.34 ton. Sehingga kenaikan emisi setiap tahunnya di IPB Darmaga sebesar 1.4 ton.
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Emisi CO2 dari penggunaan energi listrik di kampus IPB Darmaga pada tahun 2013, 2014, dan 2015 berturut-turut sebesar 8.5 ton, 9.7 ton, dan 10.9 ton. Prediksi total emisi CO2 selama 25 tahun mendatang mencapai 735 ton. Potensi penurunan emisi CO2 menggunakan PLTS dapat mencapai 28.76 ton CO2 selama setahun atau 719 ton selama 25 tahun.
Penggunaan panel surya sebagai pembangkit listrik pengganti PLN di IPB hanya dapat memenuhi kebutuhan listrik selama 10 tahun. Kekurangan energi listrik 10 tahun kedepan sudah melebihi daya PLTS sehingga kekurangan daya akan dipenuhi oleh PLN kembali.
Investasi PLTS menggunakan perhitungan NPV di daerah Kupang dan Darmaga sama-sama tidak layak, karena nilai yang dihasilkan bernilai negatif. Perhitungan keuntungan akan menghasilkan nilai positif bila mendapatkan subsidi. Kota kupang membutuhkan subsidi 50% sedangkan Darmaga membutuhan subsidi 60%.
Saran
17
DAFTAR PUSTAKA
[ESDM] Energi dan Sumber Daya Mineral. 2014. Outlook Energi Indonesia 2014. Jakarta (ID): .
[PLN] Perusahaan Listrik Negara. 2015. Tarif Listrik Nasional. Tarif Adjusment September 2015. [diunduh 21 Desember 2015]. Tersedia pada: http://www.pln.co.id/blog/tariff-adjusment-september-2015/.
Abdul, Halim (2009). Sistem Pengendalian Manajemen. UPP STIM YKPN. Cetakan Ketiga Maret.
Anindita RG, Hermawan, Somantri M. 2013. Perhitungan karakteristik Jaringan Tegangan Menengah Berbasis Web Dengan Presentasi Sistem Informasi Geografis. TRANSIENT. 2(3). ISSN: 2302-9927, 416.
BAPPENAS [Badan Perencanaan Pembangunan Nasional]. 2015. Indonesia Siap Naikkan Target Penurunan Emisi Hingga 29 Persen. Indonesia Siap Naikkan Target Penurunan Emisi Hingga 29 Persen [Internet]. [diunduh 2015 Des 24]. Tersedia pada: http://ranradgrk.bappenas.go.id/rangrk/faq. BI [Bank Indonesia]. 2015. BI Rate (Berdasarkan Hasil Dari Rapat Dewan
Gubernur). Kurs Tengah USD-IR [Internet]. [diunduh 2015 Okt 18]. Tersedia Pada: http://www.bi.go.id/id/moneter/bi-rate/data/Default.aspx BI [Bank Indonesia]. 2015. BI Rate (Berdasarkan Hasil Dari Rapat Dewan
Gubernur). Kurs Tengah USD-IR [Internet]. [diunduh 2015 Okt 18]. Tersedia Pada: http://www.bi.go.id/id/moneter/bi-rate/data/Default.aspx Bien LE, Ishak K dan Wahyu W. 2008. Perancangan sistem hibrid pembangkit
listrik tenaga surya dengan jala-jala listrik PLN untuk rumah perkotaan. JETri, (8): 37-56.
Custer j, Lianda J. 2012. Analisa pemanfaatan energi surya sebagai sumber energi pada perumahan kategori RI 900 di pulau Bengkalis. Di dalam : Pelczr, wahyuni, setyaningsih editor. Prosiding Seminar Nasional Indutri dan Teknologi, 2012 Desember 26; Bengkalis, Indonesia. Bengkalis (ID): [tidak diketahui]. hlmn 17-22
Departemen ESDM – RI. 2003. Panduan untuk Pembangunan Pembangkit Listrik Mikro-Hidro. Studi untuk Pengadaan Energi Pedesaan dengan Penggunaan Energi Terbarukan di Daerah Pedesaan di Indonesia. Kerjasama Departemen Energi dan Sumberdaya Mineral Republik Indonesia dengan Japan International Cooperation Agency (JICA).
Foster R, ghassemi M, Cota A. 2010. Solar Energy Renewable Energy and The Environment. Boca Raton, FL, CRC Press.
Gusman, N. 2005. Kajian emisi dan pola penyebaran co2 akibat produksi energi listrik oleh pt.pln di jawa timur. [Skripsi] Surabaya (ID): Institut Teknologi Surabaya.
Halim, abdul (2009). Sistem Pengendalian Manajemen. UPP STIM YKPN. Cetakan Ketiga Maret.
Hankins, Mark. 1991. Small Solar Electric Systems for Africa. Motif Creative Arts, Ltd. Kenya.
Lexi, A. 2008. pengaruh pembayangan massa bangunan terhadap radiasi panas matahari di ruang terbuka kawasan tropis yang terletak pada garis lintang 7°ls. Journal of architecture and planning studies. 3(1): 1-11
LAMPIRAN
Lampiran 1 Kebutuhan PV Area setiap setiap gardu di daerah IPB Darmaga tahun 2014 kondisi iklim Darmaga
Gardu
PV Area (m2)
JAN PEB MARET APRIL MEI JUNI JULI AGUST SEPT OKT NOP DES
IRS-ESC-IPB 92118 84996 67073 62461 72570 67161 67369 56220 52814 54082 64980 68864
IPB GED CCR 18001 16609 13107 12206 14181 13124 13165 10986 10321 10568 12698 13457
Ged fak kan nak 77450 71461 56393 52515 61014 56466 56641 47268 44404 45470 54632 57899
Penggergajian 496 458 361 336 391 362 363 303 284 291 350 371
Kantor pusat 39 36 29 27 31 29 29 24 22 23 28 29
Cikabayan 86 79 63 58 68 63 63 53 49 51 61 64
Asrama putra 305 282 222 207 241 223 223 186 175 179 215 228
Asrama putra 2 425 392 310 288 335 310 311 260 244 250 300 318
Asrama putri 114 105 83 77 90 83 83 70 65 67 81 85
Lampiran 2 Kebutuhan PV Area setiap setiap gardu di daerah IPB Darmaga tahun 2014 kondisi iklim Kupang
Gardu
PV Area (m2)
JAN PEB MARET APRIL MEI JUNI JULI AGUST SEPT OKT NOP DES
IRS-ESC-IPB 47541 47544 47554 47558 47551 47554 47554 47563 47567 47566 47556 47553
IPB GED CCR 11762 11762 11765 11766 11764 11765 11765 11767 11768 11768 11765 11764
Ged fak kan nak 44717 44714 44726 44729 44723 44726 44726 44734 44738 44737 44728 44725
Penggergajian 305 305 305 305 305 305 305 305 305 305 305 305
Kantor pusat 23 23 23 23 23 23 23 23 23 23 23 23
Cikabayan 62 62 62 62 62 62 62 62 62 62 62 62
Asrama putra 1925 1925 1926 1926 1926 1926 1926 1926 1926 1926 1926 1926
Asrama putra 2 78 78 78 78 78 78 78 78 78 78 78 78
Lampiran 3 Perbedaan kebutuhan daya minimum setiap hari pada masing-masing bulan di daerah IPB Darmaga tahun 2014
Gardu
Daya Minimum (kWp)
JAN PEB MARET APRIL MEI JUNI JULI AGUST SEPT OKT NOP DES
IRS-ESC-IPB 12897 11899 9390 8744 10160 9402 9432 7871 7394 7571 9097 9641
IPB GED CCR 2520 2325 1835 1709 1985 1837 1843 1538 1445 1480 1778 1884
Ged fak kan nak 10843 10005 7895 7352 8542 7905 7930 6618 6217 6366 7649 8106
Penggergajian 69 64 51 47 55 51 51 42 40 41 49 52
Kantor pusat 5 5 4 4 4 4 4 3 3 3 4 4
Cikabayan 12 11 9 8 9 9 9 7 7 7 9 9
Asrama putra 43 39 31 29 34 31 31 26 25 25 30 32
Asrama putra 2 60 55 43 40 47 43 44 36 34 35 42 45
Asrama putri 16 15 12 11 13 12 12 10 9 9 11 12
Lampiran 4 Jumlah panel yang dibutuhkan setiap bulan di daerah IPB Darmaga tahun 2014
Gardu
Jumlah Panel (unit)
JAN PEB MARET APRIL MEI JUNI JULI AGUST SEPT OKT NOP DES
IRS-ESC-IPB 64483 59497 46951 43722 50799 47012 47158 39354 36970 37857 45486 48205
IPB GED CCR 12601 11626 9175 8544 9927 9187 9215 7690 7224 7398 8888 9420
Ged fak kan nak 54215 50023 39475 36760 42710 39526 39649 33088 31083 31829 38243 40529
Penggergajian 347 320 253 235 274 253 254 212 199 204 245 260
Kantor pusat 27 25 20 19 22 20 20 17 16 16 19 21
Cikabayan 60 56 44 41 47 44 44 37 35 35 43 45
Asrama putra 214 197 156 145 168 156 156 130 123 126 151 160
Asrama putra 2 298 275 217 202 235 217 218 182 171 175 210 223
21 Lampiran 5 Daya Produksi PLTS di daerah IPB Darmaga tahun 2014
Gardu Daya Dibangkitkan (kWp)
JAN PEB MARET APRIL MEI JUNI JULI AGUST SEPT OKT NOP DES
IRS-ESC-IPB 12897 11899 9390 8744 10160 9402 9432 7871 7394 7571 9097 9641
IPB GED CCR 2520 2325 1835 1709 1985 1837 1843 1538 1445 1480 1778 1884
Ged fak kan nak 10843 10005 7895 7352 8542 7905 7930 6618 6217 6366 7649 8106
Penggergajian 69 64 51 47 55 51 51 42 40 41 49 52
Kantor pusat 5 5 4 4 4 4 4 3 3 3 4 4
Cikabayan 12 11 9 8 9 9 9 7 7 7 9 9
Astra 43 39 31 29 34 31 31 26 25 25 30 32
Astra 2 60 55 43 40 47 43 44 36 34 35 42 45
23 Lampiran 7 data curah hujan bulanan wilayah Darmaga tahun 2005-2014
Lampiran 8 Data bulana curah hujan, insolasi, dan temperature daerah darmaga tahun 2014
Bulan Curah Hujan Insolasi Temperatur
Mm kWh/m2 (ºC)
Januari 702 2.50 28.4
Februari 337.4 2.72 29.3
Maret 281.4 3.48 31.1
April 510.9 3.76 32.3
Mei 296.4 3.23 32.2
Juni 84.7 3.49 32.0
Juli 349 3.47 31.3
Agustus 538.4 4.17 31.9
September 21.8 4.47 33.4
Oktober 180.3 4.38 33.9
November 673.2 3.62 32.6
Lampiran 9 data tagihan listrik kampus IPB Darmaga bulanan tahun 2014
N O
NAMA PELANGGAN
ID PELANGGAN
AREA/RAYO N
BULAN/TAHUN 2014
JAN. PEB. MARET APRIL MEI JUNI
1 Gedung IRC-ESC-IPB
538310990092 Pakuan 588,033,907
469,271,01
6 484,462,411 603,491,977 582,530,010 598,985,773
2 Gedung FAK KAN
NAK 538311645719 Pakuan 497,419,826
428,650,39
8 430,056,125 502,395,960 508,966,604 524,946,661
3 Lab Penggergajian
IPB 538310154156 Darmaga Kota 3,575,280 3,575,280 4,382,965 3,620,707 4,102,019 4,218,144
4 IPB Gedung CCR 538252759959 Pakuan 106,230,526 82,405,900 88,378,629 115,267,747 109,115,088 111,547,931
5 Asrama Putra (Silva
Lestari) 538310004896 Darmaga Kota 3,278,940 2,231,700 1,942,800 2,609,700 2,534,100 2,345,100
6 Asrama Putra 2 IPB
(Silva Sari) 538310004918 Darmaga Kota 4,159,428 2,883,300 2,670,900 3,947,100 3,660,000 3,634,800
7 Ruang
Pendidikan(Silva Sari) 538310004727 Darmaga Kota 1,351,500 1,316,400 994,800 1,185,900 1,059,000 1,053,600
8 Asrama Putri (Silva
Sari) 538310004701 Darmaga Kota 956,088 823,800 689,700 875,100 858,900 857,100
9 Kantor Pusat
IPB,Darmaga 538310209836 Darmaga Kota 451,691 532,392 443,084 375,004 347,320 354,852
10 Kebun Percobaan
Cikabayan 538310757732 Darmaga Kota 581,888 594,800 656,132 724,996 626,004 673,348
11
Asrama Mahasiswa IPB (seb BJB
Darmaga) 538314795159 Darmaga Kota 79,555 154,128 90,106 81,411 108,285 93,267
jumlah
1,206,118,62 9
992,439,11 4
1,014,767,65 2
1,234,575,60 2
1,213,907,33 0
N
1 Gedung
IRC-ESC-IPB 538310990092 Pakuan
NAK 538311645719 Pakuan
3 Lab Penggergajian
IPB 538310154156
Darmaga
(Silva Lestari) 538310004896
Darmaga
IPB (Silva Sari) 538310004918
Darmaga
Sari) 538310004727
Darmaga
(Silva Sari) 538310004701
Darmaga
IPB,Darmaga 538310209836
Darmaga
10 Kebun Percobaan
Cikabayan 538310757732
Darmaga
11 Asrama Mahasiswa
IPB 538314795159
27
RIWAYAT HIDUP
Penulis dilahirkan pada tanggal 23 Agustus 1993 di Palembang, Sumatera Selatan. Penulis menyelesaikan studi Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kota Palembang, Sumatera Selatan. Lulus dari SMA Negeri 1 Palembang, penulis melanjutkan studi di Institut Pertanian Darmaga pada tahun 2011 melalui tes Ujian Talenta Masuk Mandiri (UTM) pada program studi Meteorologi Terapan, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam.