Universitas Muhammadiyah Malang
Arsip Berita
www.umm.ac.id
FIKES Siapkan Tenaga Fisioterapi Profesional
Tanggal: 2013-10-31
AGAR bisa menyiapkan tenaga profesional di bidang fisioterapi, Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) UMM mengadakan kuliah tamu bertema Be The Next Professional Physiotherapist yang bertempat di Hall Rumah Sakit UMM (31/10). Acara ini menghadirkan dosen senior fisioterapi Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Surakarta Maskun Pudjianto, SMPh,
MKes dan direktur Rumah Sakit UMM dr Fathoni Sadani sebagai narasumber.
Pada kesempatan ini, Fathoni berbicara tentang prospek fisioterapis di masa yang akan datang. Ia juga banyak
memotivasi para peserta agar siap menjadi tenaga fisioterapis yang profesional.
“Semua profesi itu dibutuhkan. Salah satu hal penting yang dapat membuat kita lebih menonjol dibandingkan yang lainnya adalah ilmu,” ungkap mantan dekan Fakultas Kedokteran UMM ini di hadapan 105 mahasiswa yang hadir.
Fathoni juga menjelaskan tentang konsep fisioterapi yang akan dikembangkan oleh RS UMM. “Nantinya, pembelajaran mahasiswa prodi fisioterapi akan banyak dilakukan di rumah sakit ini,” terangnya.
Berbeda dengan Fathoni, Maskun yang sudah malang melintang di dunia fisioterapi memberikan materi yang lebih spesifik. Fathoni banyak berbagi pengalaman. Ia juga sempat bercerita tentang perjuangannya dan kawan-kawannya untuk meningkatkan pendidikan fisioterapi di Indonesia.
“Dulu, pendidikan formal fisioterapi yang saya dapat hanya bergelar Sarjana Muda saja. Tidak ada D3 atau D4. Untuk itu, kalian harus bangga karena bisa kuliah di program S1 fisioterapi pertama di Jawa Timur,” ujar mantan ketua Majelis Pendidikan Fisioterapi itu.
Pembantu Dekan I FIKES UMM Aini Alifatin, MKep, yang di awal acara memberikan sambutan, mengatakan bahwa kuliah tamu ini merupakan kesempatan besar bagi mahasiswa fisioterapi karena dapat bertemu dengan seorang pakar fisioterapi Indonesia. Ia juga mengatakan bahwa di Indonesia perkembangan fisioterapi belum maju seperti di luar negeri. Namun, beberapa tahun lagi, Indonesia akan mengejar ketertinggalan tersebut.
“Kalian lah pioner tenaga fisioterapi masa depan. Bersikaplah profesional, karena kalian akan menentukan perkembangan fisioterapi di Indonesia,” kata Aini. (fan/han)